Tugas Konversi Tenaga Listrik
Oleh : Dhani Suhardiansyah
NIM : 14041072
FAKULTAS TEKNIK ELEKTRO
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL ... 1
DAFTAR ISI... 2
KATA PENGANTAR... 3
I. BAB I PENDAHULUAN... 4
A. Latar Belakang... B. Permasalahan... C. Tujuan... II. BAB II ANALISIS DAN PEMBAHASAN... 5
A. Sistem Distribusi Listrik... III. BAB III PENUTUP... 12
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah Yang Maha Esa lagi Maha Tunggal. Kepada-Nya kita meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, serta tidak ada yang setara dengan-Nya.
Sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW sang pembimbing menuju kebaikan kepada segenap manusia, sang pemberi berita gembira dan pemberi peringatan, serta lentera yang senantiasa menyinari. Semoga Allah senantiasa mencurahkan Rahmat-Nya kepada beliau, keluarga, para sahabat, serta segenap orang-orang yang mengikuti beliau. Amma ba’du. Makalah ini berisikan tentang:
1. Jelaskan apa yang anda ketahui macam-macam (type) dari Saluran Distribusi Primer?
Makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Konversi Tenaga Listrik. Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Surabaya, 15 Desember 2015
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Latar belakang yang mendasari dibuatnya makalah ini adalah untuk Tugas semester 3 Teknik Elektro Universitas Bhayangkara Surabaya.
B. PERMASALAHAN
Adapun permasalahan dalam makalah kali ini adalah :
1. Jelaskan apa yang anda ketahui macam-macam (type) dari Saluran Distribusi Primer?
C. TUJUAN
Supaya Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tentang teori dasar dari :
1. Sistem Distribusi Listrik, 2. Jaringan Distribusi Listrik
BAB II
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Jaringan Distribusi Listrik
Sistem distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik. Sistem distribusi ini berguna untuk
menyalurkan tenaga listrik dari sumber daya listrik besar (bulk power source) sampai ke konsumen. Jadi fungsi distribusi listrik adalah:
1. Pembagian atau penyaluran tenaga listrik ke beberapa tempat (pelanggan).
2. Merupakan sub sistem tenaga listrik yang langsung berhubungan dengan pelanggan, karena catu daya
pada pusat-pusat beban (pelanggan) dilayani langsung melalui jaringan distribusi.
Tenaga listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik besar dengan tegangan dari 11 KV sampai
24 KV dinaikkan tegangannya oleh gardu induk dengan transformator penaik tegangan menjadi 70 KV,
154 KV, 220 KV atau 500 KV kemudian disalurkan melalui saluran transmisi. Tujuan menaikkan
tegangan adalah untuk memperkecil kerugian daya listrik pada saluran transmisi, dimana dalam hal ini
kerugian daya adalah sebanding dengan kuadrat arus yang mengalir. Dengan daya yang sama bila nilai
tegangannya diperbesar, maka arus yang mengalir semakin kecil sehingga kerugian daya juga akan kecil
pula.
Dari saluran transmisi, tegangan diturunkan lagi menjadi 20 KV dengan transformator penurun
tegangan pada gardu induk distribusi, kemudian dengan sistem tegangan tersebut penyaluran tenaga
listrik dilakukan oleh saluran distribusi primer. Dari saluran distribusi primer inilah gardu-gardu distribusi
mengambil tegangan untuk diturunkan tegangannya dengan trafo distribusi menjadi sistem tegangan
rendah, yaitu 220/380 Volt. Selanjutnya disalurkan oleh saluran distribusi sekunder ke
konsumen-konsumen. Dengan ini jelas bahwa sistem distribusi merupakan bagian yang penting dalam sistem tenaga
Berdasarkan gambar di atas, maka dapat dikelompokkan dalam beberapa pembagian sebagai
berikut:
1. Daerah I : bagian pembangkitan (generation).
2. Daerah II : bagian penyaluran (transmission) bertegangan tinggi (HV, UHV, dan EHV). 3. Daerah III : bagian distribusi primer bertegangan menengah (6, 12, atau 20 KV).
4. Daerah IV : bagian distribusi sekunder bertegangan rendah.
Berdasarkan pembagian tersebut, maka diketahui bahwa sistem distribusi listrik terdapat pada
daerah III dan IV, yang pada dasarnya dapat diklasifikasikan menurut beberapa cara, bergantung dari segi
apa klasifikasi itu dibuat. Dengan demikian ruang lingkup jaringan distribusi adalah sebagai berikut:
1. SUTM, terdiri dari tiang dan peralatan kelengkapannya, konduktor dan peralatan perlengkapannya, serta
2. SKTM, terdiri dari kabel tanah, terminasi dalam dan luar ruangan, dan lain-lain.
3. Gardu trafo, terdiri dari transformator, tiang, pondasi tiang, rangka tempat trafo, panel, pipa-pipa
pelindung, arrester, kabel-kabel, pengikat transformator, peralatan pertanahan, dan lain-lain.
4. SUTR dan SKTR, sama dengan perlengkapan/material pada SUTM dan SKTM, yang membedakan hanya dimensinya.
Menurut nilai tegangannya, saluran tenaga listrik atau saluran distribusi dapat diklasifikasikan
sebagai berikut:
1. Saluran distribusi primer, terletak pada sisi primer trafo distribusi, yaitu antara titik sekunder trafo
cabang (gardu induk) dengan titik primer trafo distribusi. Saluran ini bertegangan menengah 20 KV.
Jaringan listrik 70 KV atau 150 KV, jika langsung melayani pelanggan, bisa disebut jaringan distribusi.
Sistem distribusi primer digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari gardu induk distribusi ke
pusat-pusat beban. Sistem ini dapat menggunakan kabel udara maupun kabel tanah sesuai dengan tingkat
keandalan yang diinginkan dan kondisi serta situasi lingkungan. Saluran distribusi ini direntangkan
sepanjang daerah yang akan disuplai tenaga listrik sampai ke pusat beban.
Terdapat bermacam-macam bentuk rangkaian jaringan distribusi primer, yaitu:
a. Jaringan distribusi radial.
b. Jaringan distribusi ring (loop), dengan model: bentuk lingkaran terbuka dan bentuk lingkaran tertutup. c. Jaringan distribusi jaring-jaring (network).
d. Jaringan distribusi spindel.
e. Saluran radial interkoneksi.
2. Saluran distribusi sekunder, terletak pada sisi sekunder trafo distribusi, yaitu antara titik sekunder
dengan titik cabang menuju beban.
Sistem distribusi sekunder digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari gardu distribusi ke
digunakan ialah sistem radial. Sistem ini dapat menggunakan kabel yang berisolasi maupun konduktor
tanpa isolasi. Sistem ini biasanya disebut sistem tegangan rendah yang langsung akan dihubungkan
kepada konsumen/pemakai tenaga listrik dengan melalui peralatan-peralatan sebagai berikut:
a. Papan pembagi pada trafo distribusi.
b. Hantaran tegangan rendah (saluran distribusi sekunder).
c. Saluran Layanan Pelanggan (SLP) ke konsumen/pemakai.
d. Alat Pembatas dan pengukur daya (KWH meter) serta fuse atau pengaman pada pelanggan. Komponen sistem distribusi dapat digambarkan pada gambar berikut:
Jaringan distribusi listrik secara umum dibedakan menjadi empat bagian utama:
1. Jaringan Tegangan Menengah (JTM), yang berfungsi sebagai penyulang (feeder) tegangan menengah yang keluar dari gardu induk (GI) untuk kemudian mensuplai gardu-gardu distribusi.
2. Trafo distribusi (gardu distribusi), yang berfungsi sebagai penurun tegangan dari tegangan menengah ke
tegangan rendah.
3. Jaringan Tegangan Rendah (JTR), yaitu penyulang tegangan rendah setelah keluar dari gardu distribusi.
4. Sambungan Rumah (SR) & Alat Pembatas dan Pengukur (APP), yaitu sambungan pelayanan dari JTR ke
Dalam sistem distribusi, masalah yang utama adalah mengatasi gangguan karena jumlah
gangguan dalam sistem distribusi adalah relatif lebih banyak dibandingkan dengan jumlah gangguan pada
bagian sistem yang lain. Di samping itu masalah tegangan, bagian-bagian instalasi yang berbeban lebih
dan rugi-rugi daya dalam jaringan merupakan masalah yang perlu dicatat dan dianalisa secara terus
menerus, untuk dijadikan masukan bagi perencanaan pengembangan sistem dan juga untuk melakukan
tindakan-tindakan penyempurnaan pemeliharaan dan penyempurnaan operasi sistem distribusi.
Sistem Radial
Merupakan jaringan sistem distribusi primer yang sederhana dan murah biaya investasinya. Pada jaringan ini arus yang paling besar adalah yang paling dekat dengan Gardu Induk. Tipe ini dalam penyaluran energi listrik kurang handal karena bila terjadi gangguan pada penyulang maka akan menyebabkab terjadinya pemadaman pada penyulang tersebut.
Secara Sederhana Sistem Radial Mempunyai Kelebihan dan Kekurangan : Kelebihan :
- Lebih Murah Biaya Investasinya
- Lebih Sederhana Pengendalian dan Sistemnya
Kekurangan :
- Kualitas Listrik Kurang Baik
Sistem Ring/Loop
Tipe ini merupakan jaringan distribusi primer, gabungan dari dua tipe jaringan radial dimana ujung kedua jaringan dipasang PMT. Pada keadaan normal tipe ini bekerja secara radial dan pada saat terjadi gangguan PMT dapat dioperasikan sehingga gangguan dapat terlokalisir. Tipe ini lebih handal dalam penyaluran tenaga listrik dibandingkan tipe radial namun biaya investasi lebih mahal.
Secara Sederhana Sistem Loop Mempunyai Kelebihan dan Kekurangan : Kelebihan :
- Kualitas Listrik Lebih Baik/Handal.
- Jika Mengalami gangguan pada satu titik maka titik yang lain dapat di Aliri listrik dari PMT yang Lain.
Kekurangan :
- Lebih Mahal Biaya Investasinya.
- Lebih Rumit Pengendalian dan Sistemnya.
Sistem Spindle
ini harus selalu dalam keadaan bertegangan, dan siap terus menerus untuk menjamin bekerjanya system dalam menyalurkan energi listrik ke beban pada saat terjadi gangguan atau pemeliharaan. Dalam keadaan normal tipe ini beroperasi secara radial.
Sistem Mesh
dilayani oleh dua atau lebih sumber tenaga listrik. Selain itu junlah cabang lebih banyak dari jumlah titik feeder.
Sistem ini dapat digunakan pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan tinggi dan mempunyai kapasitas dan kontinuitas pelayanan yang sangat baik. Gangguan yang terjadi pada salah satu saluran tidak
akan mengganggu kontinuitas pelayanan. Sebab semua titik beban terhubung paralel dengan beberapa sumber tenaga listrik.
PENUTUP
KESIMPULAN
Menurut nilai tegangannya, saluran tenaga listrik atau saluran distribusi dapat diklasifikasikan
sebagai berikut:
1. Saluran distribusi primer, terletak pada sisi primer trafo distribusi, yaitu antara titik sekunder trafo
cabang (gardu induk) dengan titik primer trafo distribusi. Saluran ini bertegangan menengah 20 KV.
Jaringan listrik 70 KV atau 150 KV, jika langsung melayani pelanggan, bisa disebut jaringan distribusi.
Sistem distribusi primer digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari gardu induk distribusi ke
pusat-pusat beban. Sistem ini dapat menggunakan kabel udara maupun kabel tanah sesuai dengan tingkat
keandalan yang diinginkan dan kondisi serta situasi lingkungan. Saluran distribusi ini direntangkan
sepanjang daerah yang akan disuplai tenaga listrik sampai ke pusat beban.
Terdapat bermacam-macam bentuk rangkaian jaringan distribusi primer, yaitu:
a. Jaringan distribusi radial.
b. Jaringan distribusi ring (loop), dengan model: bentuk lingkaran terbuka dan bentuk lingkaran tertutup. c. Jaringan distribusi jaring-jaring (network).
d. Jaringan distribusi spindel.
e. Saluran radial interkoneksi.
Ilmulistrik.com