• Tidak ada hasil yang ditemukan

Film Dunia Mimpi dan Harapan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Film Dunia Mimpi dan Harapan"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Film, Dunia Mimpi dan Harapan

1 Maret 2015 Artikel oleh Intan Yolanda

Film adalah gambaran dunia.

Tidak ada yang tidak bisa kita temukan. Air, tanah, udara, dan api.

Logika, emosi, imajinasi, dan relita. Kupu-kupu, bunga, energi, dan budaya. Rasa sakit dan penyembuhan.

Cinta dan kebencian.

Film adalah kehidupan yang dilihat dari berbagai sudut pandang. Bahkan satu karakter atau satu kejadian bisa diceritakan puluhan kali dengan jalan cerita yang berbeda-beda. Seperti Drakula dan perang Troya, atau Putri Tidur dengan Maleficent.

Setiap film membawa satu pengalaman dan pelajaran hidup. Mungkin tidak banyak orang yang menyadari bahwa disaat mereka menonton sebuah film dengan teman, keluarga, maupun kekasih, sebenarnya mereka tidak hanya menghabiskan waktu dengan menikmati kebersamaan satu sama lain. Tapi mereka juga sedang berbagi satu pengalaman yang mereka saksikan bersama-sama dan

membentuk kesepahaman secara tidak langsung.

Seperti yang kita ketahui, seseorang merasa lebih terikat dengan orang lain yang memiliki kesamaan dengannya atau yang lebih kita kenal dengan istilah ‘senasib sepenanggungan’, tentunya dalam konteks yang lebih ringan. Kita merasa tanpa harus benar-benar tersakiti. Kita bersedih tanpa harus benar-benar kehilangan. Tapi pengalaman yang kita lihat dan dengar terasa terlalu nyata untuk bisa diabaikan. Sehingga membentuk satu kesadaran bahwa jika kita melakukan hal yang sama maka kita akan mendapatkan hal yang sama juga. Rasa itu adalah kepercayaan.

Bayangkan betapa hebatnya jika kita bisa memanfaatkan pengaruh film untuk perlahan-lahan menanamkan kepercayaan bahwa dunia bisa jauh lebih baik dengan cara yang menyenangkan. Membawa keberanian kehadapan mata kepala kita. Mengingatkan akan kebaikan yang tertanam jauh didalam hati kita. Memberikan kehangatan bahkan ditengah kepungan dinginnya hujan badai.

Menghirup semua realita yang tidak mungkin dialami sepenuhnya dalam kehidupan yang singkat ini, merasakannya, mempercayainya, mengharapkannya, memimpikannya, beraksi karenanya, dan mendapatkannya dalam versi terbaik dari diri kita sendiri.

Referensi

Dokumen terkait

Komunitas adalah bagian kelompok dari masyarakat ( society) dalam lingkup yang lebih kecil, serta mereka lebih terikat oleh tempat (teritorial).. Soerjono (1990) memaknai istilah

eksperimen dengan posttest kelompok kontrol dan seperti yang telah kita ketahui bahwa nilai t-hitung lebih besar dari nilai t-tabel untuk itu penelitian ini menolak Ho,

bullying (gencet-gencetan) antara siswa senior kepada siswa junior yang sering kita kenal dengan istilah perpeloncoan pada siswa-siswa baru. Tradisi bullying telah membudaya

(3) ADALAH DALAM KELOMPOK SOSIAL YANG LEBIH BESAR , JIKA PERNYATAAN ITU KITA KETAHUI DALAM KELOMPOK MASYARAKAT YANG LEBIH KECIL, MAKA DAPAT JUGA KITA BERLAKUKAN PADA KELOMPOK

Dalam kaitannya dengan bahasa dan individu, maka kita mengenal istilah idiolek (gaya bahasa), yakni bahasa yang digunakan oleh seseorang atau individu dalam satu masyarakat

Sebelumnya kita mungkin lebih terbiasa untuk bertemu dengan orang secara fisik, namun dengan pembatasan dan juga jaga jarak yang harus diterapkan ini, diharapkan kita tidak

Edisi kali ini akan banyak sekali hal-hal baru yang kalian dapat ketahui dimulai dari apa sih itu semangat, kalau di dalam bahasa Pali kita kenal sebagai Viriya,

Citra juga dipandang penting oleh RSKB untuk meningkatkan jumlah kunjungan pasien umum, seperti yang kita ketahui bahwa sebagian besar pasien adalah dari kalangan tidak mampu