• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konstruksi Realitas Teks Guru Dalam Kelas Chapter III VI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Konstruksi Realitas Teks Guru Dalam Kelas Chapter III VI"

Copied!
119
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1Jenis Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

kualitatif untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan fenomena yang

terjadi. Melalui penelitian ini penulis menganalisis data TG yang ada dan

menjelaskannya, untuk menemukan ideologi TG melalui kosakata, gramatika dan

struktur teks.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi kasus tentang

bagaimanakah bahasa dan ideologi yang digunakan oleh guru dalam TG nya

ketika mengajar dalam kelas? Penelitian ini menguraikan berbagai peristiwa

tuturan si pembuat teks dan menganalisis sesuai dengan tujuan penelitian.

Penelitian ini menggunakan data deskriptif berupa kata-kata lisan yang diambil

dari empat TG, kemudian diamati dan diselidiki dengan menggambarkan keadaan

objek penelitian tersebut berdasarkan fakta-fakta yang tampak sebagaimana

adanya. Data dalam penelitian ini adalah kualitatif yaitu data yang pada umumnya

dibuat dalam bentuk narasi atau penjelasan tentang keadaan sesuatu.

Penelitian ini adalah penelitian ethnography karena peneliti tidak terlibat

langsung dengan obyek penelitiannya, peneliti hanya ikut hadir di dalam kelas

mengobservasi keadaan dan itu hanya dalam sekali kegiatan perekaman.

Perekaman selanjutnya peneliti meminta seseorang untuk melakukan kegiatan

perekaman.

(2)

3.2Data dan Sumber Data

Yang dimaksud dengan data dalam penelitian ini adalah isi teks guru (TG)

yang dipakai guru di dalam interaksi kelas ketika menyampaikan pelajaran. TG di

dalam kelas adalah teks yang dipergunakan guru ketika mengajar mata pelajaran

Bahasa Indonesia di kelas. TG dalam penelitian ini hanya teks yang diproduksi

guru semata. TG ini berdurasi selama empat puluh (40) menit atau sering disebut

juga dengan istilah satu jam pelajaran.

TG di sini adalah teks yang dipergunakan empat guru yang mengajar mata

pelajaran Bahasa Indonesia di dua sekolah tingkat SMP swasta dan negeri di

daerah Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun. Alasan penelitian ini

dilaksanakan di sekolah-sekolah yang ada di dua daerah yang berbeda, adalah

untuk melihat beberapa variasi situasi atau kondisi yang mungkin berbeda. Untuk

mempermudah penulis mengenal data, maka TG tersebut diberi label sebagai

berikut: Teks Guru Simalungun (TGS), Teks Guru Jawa (TGJ), Teks Guru

Mandailing (TGM), dan Teks Guru Toba (TGT) .

Sumber data dalam penelitian ini adalah empat guru ketika mengajar di

Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang mengajar dalam mata pelajaran Bahasa

Indonesia di kelas. Lokasi pengambilan data adalah di dua sekolah yang berada di

SMP N 10 Kota Pematangsiantar dan SMP Swasta Taman Murid Tapian Dolok

Kabupaten Simalungun.

Keterangan tentang guru-guru atau produsen teks dapat dilihat dalam tabel

berikut:

(3)

Tabel 3.1 Informasi tentang Produsen Teks

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan peneliti dengan cara tanpa melibatkan diri

dalam kegiatan tersebut (non-partisipatif). Satu kali perekaman peneliti hadir

hanya sebagai observer mengamati jalannya kegiatan pengajaran. Perekaman

selanjutnya peneliti tidak hadir untuk menghindari pengaruh kehadiran peneliti

terhadap kegiatan belajar mengajar di kelas. Peneliti hanya menyuruh seseorang

yang dipercaya untuk dapat merekam guru-guru tersebut dan mendapatkan TG

mereka.

Langkah pertama: peneliti menentukan lokasi dan subjek (guru) yang mau

diteliti dan seseorang sebagai pelaksana di lapangan.

Kedua: pelaksanaan merekam semua teks empat guru dari awal sampai akhir

pelajaran dalam satu jam pelajaran selama 40 menit dengan menggunakan tape

recorder. Perekaman dilakukan dua kali pada waktu yang berbeda kepada setiap

guru. Semua teks yang digunakan guru dalam menyampaikan pelajaran dipastikan

dapat direkam dengan baik.

No Nama Usia Kelas TG Take I Take II

1 D S/pr 35 I TGS 10 Feb 2011 24 Feb 2011

2 HG/lk 30 I TGJ 15 Nop 201 22 Nop 2011

3 MP/pr 40 II TGM 10 Feb 2011 25 Feb 2011

4 MS/lk 36 I TGT 12 Feb 2011 19 Feb 2011

(4)

Ketiga: mendengarkan semua rekaman teks guru tersebut berulang-ulang,

kemudian mentranskripnya dalam bentuk klausa yang sesuai dengan

kaidah-kaidah linguistik untuk mempermudah penganalisaan. Jumlah teks yang

ditranskripsikan hanya satu dari masing-masing guru, karena tidak ditemukan

adanya perbedaan yang signifikan diantara dua teks yang direkam dari

masing-masing guru tersebut.

Keempat: data TG tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan AWK yaitu

dengan pola tiga dimensi. Pada dimensi pertama di level analisis teks dengan

mengidentifikasi dan menganalisis kosakata (pronomina persona, kosakata

ekspresif dan kosakata ideologis), grammatika (transivitas, aktif/pasif dan

modalitas) dan struktur teks, (pembukaan, isi dan penutup) dimensi kedua di level

produsen (guru) dan konsumen (murid) dan level ketiga kondisi teks di

lingkungan terjadinya teks.

3.4 Analisis data

Data akan dianalisis sesuai teori AWK yang digunakan dan diterapkan

dalam penelitian ini. Selanjutnya akan diinterpretasi dan dijelaskan

temuan-temuan yang sesuai atau tidak sesuai dan mungkin sesuatu yang baru muncul

dalam penelitian ini.

Data keseluruhan yang sudah ditranskrip pertama sekali akan dianalisis

dengan metode padan intralingual yaitu metode analisis dengan cara

memhubung-bandingkan unsur-unsur yang bersifat lingual yang terdapat dalam data tersebut.

Dalam penelitian ini akan membahas dimensi yang memberikan deskripsi tentang

(5)

ciri-ciri sebuah teks yaitu ciri-ciri seperti: kosakata, tatabahasa dan struktur

tekstual.

Kemudian analisis dilanjutkan dengan metode padan ekstralingual, yaitu

metode untuk menganalisis unsur yang bersifat ekstralingual seperti

menghubungkan masalah teks dengan hal yang berada di luar teks tersebut. Dalam

analisis akan dibahas tentang Interpretasi Teks dan Interaksi akan dijelasan

tentang Hubungan antara Interaksi dan Konteks Sosial.

3.5Triangulasi

Triangulasi pada hakikatnya merupakan pendekatan multi metode yang

dilakukan peneliti dalam satu penelitian, khususnya penelitian kualitatif,

dilakukan pada saat mengumpulkan dan menganalisis data. Ide dasarnya adalah

bahwa fenomena yang diteliti dapat dipahami dengan baik sehingga diperoleh

kebenaran tingkat tinggi jika didekati dari berbagai sudut pandang. Karena itu,

triangulasi ialah usaha mencek kebenaran data atau informasi yang diperoleh

peneliti dari berbagai sudut pandang yang berbeda dengan cara mengurangi

sebanyak mungkin bias yang terjadi.

Denzin (1970) mendefinisikan triangulasi sebagai gabungan atau kombinasi

berbagai metode yang dipakai untuk mengkaji fenomena yang saling terkait dari

sudut pandang dan perspektif yang berbeda. Sampai saat ini, konsep Denzin ini

dipakai oleh para peneliti kualitatif di berbagai bidang. Menurutnya, triangulasi

meliputi empat hal, yaitu: (1) triangulasi metode, (2) triangulasi antar-pengamat,

(3) triangulasi sumber data, dan (4) triangulas iteori.

(6)

Dalam penelitian ini akan dilakukan tiga dari empat hal triangulasi di atas

yaitu:

a. Triangulasi metode

Penggunaan berbagai metode untuk mengumpul/mendapat data, seperti

metode merekam dan metode observasi. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan

dengan metode observasi langsung pada saat teks guru berlangsung sambil

dilakukan metode merekam lalu dilanjutkan dengan metode mentranskrip semua

data dan menganalisis sesuai dengan teori yang sudah disebutkan sebelumnya.

b. Triangulasi sumber data

Data TG berasal dari beberapa sumber data, yaitu TGS, TGJ, TGM dan

TGT. Data TG yang telah didapat dari empat guru tersebut, kemudian

dikonfirmasi lagi kepada murid-murid yang sama karakternya (kelas dan

gurunya). Mereka kemudian disuruh menggarisbawahi klausa-klausa yang

dimengerti dan tidak dimengerti dari TG yang sudah ditranskrip dan selanjutnya

dihitung hasil persentasinya.

c. Triangulasi teori

Penggunaan berbagai teori yang berlainan untuk memastikan bahwa data

yang dikumpulkan sudah memenuhi syarat. Pada penelitian ini seperti yang telah

dijelaskan pada bab II ada beberapa teori seperti teori AWK dan LFS untuk

dipergunakan dalam menguji dan menganalisis data yang ada.

(7)

3.6 Teknik Analisis Data

Teknik yang dipakai dalam menganalisis data dalam penelitian ini adalah

sesuai dengan karakteristik penelitian kualitatif (Bogdan & Biklen 1998:145),

pada analisis data dilakukan kegiatan antara lain proses sintesis, pencarian

pola-pola, dan penemuan makna. Analisis data ini dilakukan dengan cara menganalisis

kosakata (pronomina persona, kosakata ekspresif dan kosakata ideologis),

grammatika (transivitas, aktif/pasif dan modalitas) dan struktur teks, (pembukaan,

isi dan penutup) sebagai dimensi pertama. Dimensi kedua di level produsen (guru)

dan konsumen (murid) dan level ketiga kondisi teks di lingkungan terjadinya teks

dari TG.

Secara operasional yang sesuai dengan tujuan penelitian ini, analisis data

penelitian ini menggunakan teknik analis wacana kritis seperti yang diperkenalkan

dan dikembangkan oleh Fairclough (1989:26). Alasan pemilihan model

Fairclough dalam penelitian ini karena menurut anggapan peneliti, pendekatan

Fairclough menyajikan perangkat analisis yang komprehensif dalam melakukan

analisis terhadap sebuah teks.

(8)

BAB IV

HASIL PENELITIAN

4.1 Hasil Penelitian

Hasil penelitian tentang kebahasaan TG diuraikan berkaitan dengan

kosakata TG, grammatika TG, struktur TG.

4.1.1 Deskripsi Kabahasaan TG

Dalam mendiskripsikan sisi kebahasaan atau ciri-ciri linguistik dalam TG,

peneliti mengidentifikasikan kosakata yang terdiri dari: kosakata pronomina

persona, kosakata ekspresif dan kosakata ideologis.

4.1.1.1 Kosakata TG

Temuan penelitian mengenai penggunaan kosakata dalam TG disajikan

sebagai berikut.

a. Kosakata Pronomina Persona TG

Kosakata pronomina atau kata ganti orang adalah jeniskata yang menggantikan nomina orang atau nama orang yang ada dalam TG. Temuan penelitian mengenai penggunaan kosakata pronomina persona dalam TG ditemukan sebagai berikut:

1). Pronomina Persona TGS

Kosakata pronomina persona dalam TGS diringkas dalam Tabel 4.1.

berikut:

(9)

Tabel 4.1 Pronomina Persona TGS

a. Dalam TGS tidak ditemukan pronomina persona yang dipakai guru untuk

menyebut dirinya sendiri.

b. Guru menggunakan pronomina persona „kita‟ untuk menyebut dirinya

bersama dengan muridnya yang terdapat dalam kalimat:

(1) Semuanya buka bukunya kita mau belajar surat dinas, cepat cepat cepat cepat halaman dua puluh tujuh ( TGS/2).

c. Guru menggunakan Pronomina persona „kalian‟ untuk menyebut murid-muridnya (jamak) yang terdapat dalam kalimat:

(2) Coba kapur begitu banyak kalian patah-patahin yang mau dipakai sekarang? (TGS/6)

(3) Pada pelajaran lalu kalian sudah mengenal surat pribadi. (TGS/16)

(4) Saya rasa kalian semua pasti pernah mengirim surat pribadi apakah kepada teman ? (TGS/23)

(5) Apakah kepada teman, menulis surat ke sekolah ini kalian sakit atau ijin. (TGS/26)

(6) Siapa diantara kalian yang pernah dapat surat dari sekolah ada ya? (TGS/34)

(7) Jadi kalau sekolah ini mengirim surat kepada orangtua kalian itu namanya surat dinas. (TGS/41)

(8) Ya coba kalian perhatikan pasti di atas ini ada tulisan smp negeri sebelas pematang siantar. (TGS/43)

(9) Ya jadi eh coba menurut kalian. (TGS/52)

(10) Kalian bisa menulis surat dinas ?bisa atau tidak? (TGS/53)

(10)

(14) Ini hanya tanggal bulan dan tahun aja, tetapi nama kota seperti kalianlah juga kalau menulis surat kan ada kota. (TGS/73)

(15) Nah disitulah ditempelkan mungkin kalau ada kalian yang punya ya,mengarang cerpen atau mengarang puisi. (TGS/138)

(16) Ya,lalu ditempelkan disitu jadi kalian bisa atau hasil karya kawan kalian apa dan jug kelas-kelas lain. (TGS/143,144)

(17) Coba kalian lihat dulu smp dua putri putra bangsa ya?. (TGS/173) (18) Kalian mengerti maksudnya? mengerti maksudnya ? aduh kenapa

diam? ngantuk semua ya ? (TGS/187)

(19) Nah,mungkin kalian pikir itu kog ada nomor di atas bu? (TGS/191)

(20) Yang pentingkalian tahu urutan nanti bagian-bagin surat dinas. (TGS/197)

(21) Itu aja bagian-bagian surat dinas kalian tahu? (TGS/198) (22) Coba kalian baca kepala suratnya yang mana tuh ? (TGS/225) (23) Coba ayo coba kalian buat masing-masingya. (TGS/233)

(24) Nah coba buat terserah kalian apa kegiatannya ? misalnya surat dari sekolah ini ke sekolah lain. (TGS/256)

d. Guru menggunakan Pronomina persona „kamu‟ untuk menyebut muridnya

(tunggal) yang terdapat dalam kalimat:

(25) Ya Rajali semua bilang kamu yang suka matahin kapur, kenapa?(TGS/10)

e. Guru menggunakan Pronomina persona „kau‟ untuk menyebut muridnya (jamak dan tunggal) yang terdapat dalam kalimat:

(26) Nah kalau kau perhatikan lembar surat yang di atas.(TGS/35) (27) Kau buang ke Sibiak ya?lama kalipun kau, je ah itu yang dimaksud

dengan surat dinas.(TGS/38,39)

(28) Kau dari dulu begitu terus dari kelas satu paling cepat menjawab tapi tak bisa bertanggung jawab.(TGS/104)

(29) Kau memang nggak tau, sifatmu dari kelas satu itulah , ya.(TGS/110)

f. Guru menyebutkan dua nama diri muridnya yang terdapat dalam kalimat:

( 30) Ya Rajali semua bilang kamu yang suka matahin kapur, kenapa ?

(TGS/9)

(31) Apa?apa itu majalah dinding? apa? tadi Saiful bilang tau, apa itu? apa itu?(TGS/99)

(11)

Keseluruhan Pronomina Persona yang digunakan guru dalam TGS dapat

dideskripsikan sebagai berikut:

Dalam TGS tidak ada pronomina persona yang dipakai guru untuk

menyebut dirinya sendiri. Ini menandakan bahwa guru tersebut kurang atau tidak

menonjolkan dirinya sendiri dihadapan murid-muridnya.

Guru tersebut menggunakan kata kita pronomina persona pertama jamak,

yang digunakan ketika berbicara bersama dengan orang lain termasuk yang diajak

bicara. Hal ini terjadi karena guru tersebut menempatkan dirinya bersama dan

sejajar dengan murid- muridnya dalam melakukan semua kegiatan di kelas.

Pronomina persona kalian adalah pronomina persona untuk orang yang

diajak bicara yang jumlahnya lebih dari satu orang dalam ragam akrab. Dalam

TGS ini guru menggunakan Pronomina persona kalian untuk menyebut

murid-muridnya, tetapi dalam hal ini lebih ditunjukkan untuk seseorang yang tidak dia

ketahui yang melakukan sesuatu hal yang tidak baik menurutnya. Guru tersebut

tidak terus terang atau ada kemungkinan juga sedang menyindir seseorang yang

berbuat hal tersebut dan pasti ada diantara murid-murid itu.

Pronomina persona kamu digunakan guru kepada yang diajak bicara yang

disapa dalam ragam akrab atau kasar, dan pada TGS ini guru tersebut

menggunakan pronomina persona kamu kepada seseorang yang dicurigainya

melakukan hal yang tidak baik dan terkesan kasar.

Pronomina persona kau atau engkau umumnya digunakan sebagai bentuk

terikat di depan atau sesudah kata lain, dalam TGS ini pronomina persona kau

digunakan guru dalam keadaan marah atau kesal kepada satu orang murid yang

dianggapnya salah secara berulang-ulang.

(12)

Dalam TGS guru juga menyebut dua nama-nama muridnya (nama diri) dari

sekian banyak murid. Hal ini terjadi karena guru tersebut tidak hafal nama atau

tidak kenal murid-muridnya lebih dekat, tidak akrab dan sepertinya ada jarak. Ini

bisa terjadi karena guru tersebut hanya sibuk sendiri dengan kegiatan mengajarnya

tanpa perlu melibatkan murid-muridnya (teacher centered ).

Pronomina persona yang paling banyak dan sangat menonjol dalam segi

jumlah dibanding pronomina persona lain yang di gunakan dalam TGS adalah

pronomina persona kalian. Yang berarti guru tersebut sering memperlakukan

murid-muridnya sebagai objek di luar dirinya.

2). Pronomina Persona TGJ

Kosakata pronomina persona dalam TGJ diringkas dalam Tabel 4.2 berikut:

Tabel 4.2 Pronomina Persona TGJ

No Pronomina Persona Jumlah %

a. Guru menggunakan Pronomina persona „saya‟ untuk menyebut dirinya

sendiri yang terdapat dalam kalimat:

(32) Seperti biasa saya akan menyiapkan apa kabar kalian?(TGJ/1) (33) Saya harap kalian tetap baik dimana pun dan kapan pun.(TGJ/3) (34) Hari ini saya mau periksa apakah anda sudah mengerjakan tugas

atau belum. (TGJ/10)

(35) Seperti kemarin saya sudah dongengkan tentang monyet dan oke.(TGJ/10)

(36) Nah dongeng itu, diceritakan oleh sipendongeng atau kemarin saya yang dongeng ya? (TGJ/35)

(13)

(37) Itu sudah saya kuasai jalan ceritanya. jadi enak sih diceritakan. (TGJ/36)

(38) Yah sulitnya orang tadi menyebutkan kalimat yang saya sebutkan.(TGJ/67)

(39) Udah, dengarin kupingnya, saya akan ceritakan dongeng. (TGJ/101)

(40) Ya udah saya memang berdiri di sini mau mendongeng ke anda semua. (TGJ/111)

(33) Jadi saya cerita begitu kamu dengar gak? nggak kan?(TGJ/269) (34) Kamu kira ngapain saya?(TGJ/271)

(35) Tadi di awal karakternya saya ceritakan.(TGJ/281)

b. Guru menggunakan Pronomina persona „kalian‟ untuk menyebut

murid-muridnya yang terdapat dalam kalimat:

(36) Seperti biasa saya akan menyiapkan apa kabar kalian?(TGJ/1) (37) Saya harap kalian tetap baik dimana pun dan kapan pun.(TGJ/3) (38) Nah,sekarang atau nanti untuk melatih suara kalian lebih

keras.(TGJ/216)

(39) Kalian bisa lakukan seperti ini bukan?(TGJ/217)

c. Guru menggunakan Pronomina persona‟kita‟ untuk menyebut dirinya dan murid- muridnya yang terdapat dalam kalimat:

(40) Nah, kita lanjutkan materi kita tentang dongeng ya. (TGJ/7) (41) Sudah ya, ok, nanti kita akan mendengarkan dongeng. (TGJ/23) (42) Tapi sebelumnya ada beberapa hal yang harus kita perhatikan

saat kita mendongeng.(TGJ/26)

(43) Betul sekali, kita harus menguasai jalan ceritanya. (TGJ/31) (44) Untuk melatih supaya kita bisa bersuara keras dan jelas.

(TGJ/209)

(45) Kita harus bersuara jelas atau lafal, ya. (TGJ/247)

(46) Betul, nah bagaimana kalau kita misalnya mendongeng. (TGJ/256)

d. Guru menggunakan Pronomina persona‟anda‟ dipakai untuk menyebut murid- muridnya yang terdapat dalam kalimat:

(47) Apakah anda sudah mengerjakan tugas atau belum?(TGJ/11) (48) Terimakasih karena anda sudah melanggar.(TGJ/16)

(49) Pasti akan dimasukkan daftar nilai untuk anda yang sudah mengerjakan.(TGJ/17)

(50) Sama seperti anda sedang bercerita ke teman-teman.(TGJ/39) (51) Coba sebutkan kalimat ini buat anda siapa, ramadan madan

(TGJ/58)

(14)

(52) Betul, coba kalau anda silahkan, agung sekali lagi boleh dulu agung.(TGJ/72)

(53) Oh iya, silahkan buat anda mungkin revisi jawab kali ya.(TGJ/76) (54) Ya, udah saya memang berdiri di sini mau mendongeng ke anda

semua.(TGJ/112)

(55) Waktu anda menceritakan dongeng jiwai dongeng itu dengan cermat.(TGJ/137)

(56) Anda bagaimana sih bacakan sekali lagi.(TGJ/170)

(57) Sapa teman-temannya dua temanmu tadi sudah menyapa anda dengan hello.(TGJ/188)

(58) Coba anda sebutin sama-sama abjad yang pertama adalah.(TGJ/248)

(59) Cukup cukup ya, yang anda lakukan tadi adalah melafalkan ya, abjad.(TGJ/253)

(60) Seperti anda tadi menyebutkan karakter huruf abe ce gitu ya jelaslah lafalnya.(TGJ/275)

e. Guru menggunakan Pronomina ‘dek‟ dari kata adek digunakan untuk menyebut muridnya yang terdapat dalam kalimat:

(61) Itu tidak menjadi masalah dek yang penting kamu kerjakan dongengnya.(TGJ/20)

(62) Siapa namanya dek? ya dede saputri. (TGJ/243)

f. Guru menggunakan Pronomina persona „kamu‟ digunakan untuk menyebut muridnya yang terdapat dalam kalimat:

(63) Itu tidak menjadi masalah dek yang penting kamu kerjakan dongengnya.(TGJ/21)

(64) Digunakan bahasa yang lebih enak agar lancar kamu membacanya.(TGJ/91)

(65) Jadi kamu gak boleh ter, terpaksa membacain dongeng.(TGJ/98) (66) Hei kamu yang di sebelah sana kamu gak tulus itu

ya.(TGJ/102,103)

(67) Maka kamu akan berpikirnya begini, ini mau bercerita dongeng atau mau marah-marah sih.(TGJ/106)

(68) Kamu kan terpaksa ke depan sini untuk apa?(TGJ/117)

(69) Ok, jadi tokoh-tokoh tersebut itu memiliki karakter-karakter yang kamu ceritakan, ya.(TGJ/144)

(70) Saat tokoh tersebut dalam kesusahan ya maka, kamu harus menceritakan dengan nada ya. (TGJ/147)

(71) Yang penting yang bagaimana ya supaya kamu bisa menceritakan keadaan itu.(TGJ/148)

(15)

(72) Demikian juga kalau misalnya itu tadi faktor serunya, gitu ya kamu juga harus membawakan cerita dengan seru.(TGJ/152) (73) Ha, ini artinya kamu butuh penjiwaan terhadap dongeng yang

kamu bawakan.(TGJ/153,154)

(74) Iya ko? waktu kecil kamubilang maaoo, gitu.(TGJ/159) (75) Ya, kamu harus ya, menguasainya,oke hal yang berikutnya.

(TGJ/163)

(76) Coba sei hello kayak kamu menyiapkan tadi, kayak kamu menyiapkan tadi.(TGJ/198,199)

(77) Coba kayak kamu menyiapkan tadi sei hello. (TGJ/201) (78) Di tepi sungai tersebut kamu mendongeng. (TGJ/220) (79) Itu adalah salah satu melatih kamu untuk bersuara keras.

(TGJ/226)

(80) Jadi, teriak-teriak kamu di pinggir kali atau di pinggir sungai.

(TGJ/228)

(81) Ya, yang pastinya waktu kamu bercerita kamu tidak jenuh. (TGJ/258,259)

(82) Kamu ya, itu juga gak jelas yang dibelakang sana pasti bingung. (TGJ/262)

(83) Jadi saya cerita begitu kamu dengar gak? nggak kan?.(TGJ/269) (84) Kamu kira ngapain saya ?(TGJ/271)

g. Guru menyebut tujuh nama diri muridnya, yang terdapat dalam kalimat:

(85) Ya, misalnya si Joko, gitu ya dia cerita ke temannya.

(TGJ/40,54,158)

(86) Coba sebutkan kalimat ini buat anda siapa?Ramadan,madan.

(TGJ/58)

(87) Betul coba kalau anda silahkan Agung.(TGJ/72)

(88) Silahkan yang ketiga, ya oke Sugeng poin yang ketiga.(TGJ/95) (89) Siapa nama dewa anginnya?Herman yang ceroboh, gitu ya?

(TGJ/128)

(90) Coba sapa teman-temannya Dion.(TGJ/180) (91) Siapa namanya dek?ya Dede Saputri?(TGJ/244)

Keseluruhan Pronomina Persona yang digunakan guru dalam TGJ

dideskripsikan sebagai berikut:

Dalam TGJ pronomina persona saya adalah pronomina formal dipakai guru

untuk menyebut dirinya sendiri sebagai subjek, dalam menyebut dirinya sebagai

pelaku aktifitas yang dianggapnya punya keahlian dalam mendongeng.

(16)

Pronomina persona anda, dek, kamu dipakai guru juga untuk menyebut

murid-muridnya. Penggunaan pronomina persona „anda‟ menunjukkan hubungan formal berjarak terhadap objeknya, penggunaan pronomina persona ‟dek‟ dari kata adek menunjukkan hubungan intim non formal terhadap muridnya, dan

penggunaan „kamu‟ adalah hubungan informal berjarak. Penggunaan ketiga

variasi ini dalam penyebutan muridnya menandakan hubungan yang tidak

konsisten antara guru dengan muridnya.

Pronomina persona kita juga digunakan untuk menyebut dirinya sekaligus

dengan muridnya. Pronomina persona pertama jamak ini digunakan ketika

berbicara bersama dengan orang lain termasuk yang diajak bicara. Hal ini terjadi

karena guru tersebut menempatkan dirinya bersama dan sejajar dengan

murid-muridnya dalam melakukan semua kegiatan di kelas.

Pronomina persona kalian dipakai guru untuk menyebut murid-muridnya.

Pronomina persona kalian adalah pronomina persona untuk orang yang diajak

bicara yang jumlahnya lebih dari satu orang dalam ragam akrab.

Guru juga menyebut nama diri muridnya seperti: Joko, Ramadan, Agung,

Sugeng, Herman, Dion, Dede Saputri (7 nama). Ini menandakan adanya

kedekatan atau keakraban yang terjadi antara dirinya (guru) dengan muridnya

sehingga guru tersebut dapat mengingat nama-nama muridnya, karena melalui

hubungan baik lah maka hal ini bisa terjadi.

Pronomina persona yang paling banyak dan sangat menonjol dalam segi

jumlah dibanding pronomina persona lain yang di gunakan dalam TGJ adalah

pronomina persona kamu. Yang berarti guru tersebut sering memperlakukan

(17)

muridnya sebagai objek di luar dirinya dan menunjukkan hubungan informal

berjarak.

3). Pronomina Persona TGM

Kosakata pronomina persona dalam TGM diringkas dalam Tabel 4.3.

berikut:

Tabel 4.3 Pronomina Persona TGM

No Pronomina Persona Jumlah % dirinya sendiri yang terdapat dalam kalimat:

(92) Jadi tadi ibu jelaskan bahwa kalau dikatakan mak eee pergeseran makna yaitu perubahan makna, karna apa?(TGM/67)

(93) Tapi kalau saya kau tanya molen enak bu, saya nggak suka karna banyak goreng-gorengan. (TGM/193)

b. Guru menggunakan Pronomina persona „saya untuk menyebut dirinya sendiri yang terdapat dalam kalimat:

(94) Tapi kalau saya kau tanya molen enak bu, saya nggak suka karna banyak goreng-gorengan. (TGM/192,194)

(94) Tapi, kalau saya kau tawari daging saya enggak suka.

(TGM/204,205)

(95) Karna saya bukan pemakan daging.(TGM/206)

c. Guru menggunakan Pronomina persona „aku‟ untuk menyebut dirinya sendiri yang terdapat dalam kalimat:

(96) Atau contoh kalau dikatakan, eh aku mau berak ah aku mau berak ah. (TGM/235,236)

(18)

(97) Iya, aku mau buang air besar maka dia lebih, lebih enak di telinga.

(TGM/246)

d. Guru menggunakan Pronomina persona „kita‟ untuk menyebut dirinya dengan murid-muridnya yang terdapat dalam kalimat:

(98) Sekarang ayo sekarang kita akan belajar tentang makna, tau makna?. (TGM/2)

(99) Kalau dulu kita mengenal makna hanya ada dua yaitu makna konotasi dan makna denotasi.(TGM/5)

(100) Jadi, waktu dulu kita hanya mengenal dua makna, yaitu makna umum makna, makna apa? konotasi dengan makna deno denotasi. (TGM/18)

(101) Sekarang kita masuk kepada amelioratif, amelioratif artinya berhubungan dengan nilai rasa.(TGM/188)

(102) Sudah jelas?, sekarang kita masuk ke makna umum dengan khusus.

(TGM/313)

e. Guru menggunakan Pronomina persona „kamu‟ untuk menyebut dirinya sendiri yang terdapat dalam kalimat:

(103) Kalau makan daging kamu suka, iya kan? enak.(TGM/197)

f. Guru menggunakan Pronomina persona „kau‟ untuk menyebut dirinya sendiri yang terdapat dalam kalimat:

(104) Setiap orang yang sudah dewasa sudah lebih tua dari kau, kau panggil ibu.(TGM/158,159)

(105) Contoh saya, apa ibu yang melahirkan kau? nggak kan.(TGM/161) (106) Tapi kau panggil apa? Ibu, maka ibu ini sama dengan makna

meluas.(TGM/163)

(107) Tapi kalau saya kau tanya molen enak bu, saya nggak suka. (TGM/192)

(108) Dah, itu kau mau ditanya kalau makan daging kamu suka, iya kan? (TGM/196)

(109) Si kori gila kau marah enggak?marah.(TGM/224)

(110) Makna apa?peo peoratif, berarti, kalau kau mau ke sana apa dibilang?.haa?(TGM/242)

(111) Kalau di telinga mu lebih enak kau dengar.(TGM/249) (112) Kalau di telingamu lebih enak kau rasakan.(TGM/250) (113) Kalau di telingamu lebih lembut kau rasakan, maka itu sama

dengan amilioratif.(TGM/251)

(114) Sekarang coba kau buat satu makna umum, hewan.(TGM/355)

(19)

(115) Haa?apa kau pegang pegang di rambutmu, berhutan rupanya rambutmu?.(TGM/377)

(116) Kau daniel jangan ributmu aja yang ada cepat daniel.(TGM/388) (117) Terus, iya, kau kau cepat cepat.(TGM/395)

(118) Iya, terus,haih negara kau pun kau nggak tau.(TGM/400) (119) Kau joko, benar, iya, netral.(TGM/402)

(120) Ok, kau rin, buku, terus, iya.(TGM/404) (121) Kau dod, iya, iya terus, merpati.(TGM/407)

(122) Kau adlani, burung, sampo? iya, iya,iya.(TGM/409) (123) Ok, kau noni. sepatu, iya hai ya logo.(TGM/416)

(124) Kau penyanyi, iya iya, jadi sudah jelas, makna umum dengan makna khusus.(TGM/418)

g. Guru menyebut lima belas nama muridnya yang terdapat dalam kalimat:

(125) Apa makna konotasi?Diana, apa?apa itu yang dimaksud dengan makna konotasi?(TGM/25)

(126) Jadi apa itu makna konotasi Kori apa?,atau dikatakan ee gila si Kori gila. Si Kori gila kau marah enggak?(TGM/34,222,223) (127) Apa Dedi? iya kalau dikatakan konotasi?. Jelas sampai di situ

yang makna menyempit? Jelas Dedi makna menyempit. (TGM/35,119)

(128) Jelas yang maknanya menyempit?, udah jelas Rina makna menyempit? ; Oke kau Rin, buku, terus, iya.( TGM/121,404) (129) Masing-masing buat satu makna umum, Amelia, contoh, contoh

ya, contoh kalau misalnya dikatakan bunga, iya. (TGM/344) (130) Ok Suri, sayur, terus kangkung terus. (TGM/360)

(131) Ok Retno, ha? sekolah terus, iya iya.(TGM/366) (132) Ok Taufik,tumbuhan ok iya iya iya ok.(TGM/369)

(133) Sardona, hutan, hu hutan iya terus, haa? hutan rimba, hutan tropis. (TGM/372)

(134) Kau Daniel jangan ributmu aja yang ada cepat Daniel.

(TGM/388)

(135) Kau Joko, band aaa,iya netral.(TGM/402) (136) Kau Dodi iya iya terus, merpati.(TGM/407)

(137) Kau Adla, Adlani.burung, sampo? Iya ya iya.(TGM/409)

(138) Diana ha?pita ha?satu lagi satu lagi, kan tiga minimalkan satu lagi aa?(TGM/412)

(139) Ok, kau Noni, sepatu iya hai ya logo kau penyanyi, iya iya jadi sudah jelas.(TGM/416)

Keseluruhan Pronomina Persona yang digunakan guru dalam TGM dideskripsikan

sebagai berikut :

(20)

Dalam TGM pronomina persona saya, ibu, aku dipakai guru untuk

menyebut dirinya sendiri sebagai subjek pelaku aktifitas yang dapat diandalkan

muridnya. Pronomina persona saya juga adalah pronomina persona formal, yang

menunjukkan adanya jarak antara guru dan murid-muridnya. Pronomina persona

ibu menunjukkan adanya kedekatan antara guru dan muridnya seperti ibu dan

anaknya. Pronomina persona aku adalah pronomina persona informal yang

berjarak antara guru dan murid-muridnya. Penggunaan ketiga variasi ini dalam

penyebutan dirinya menandakan ketidakkonsiten guru.

Pronominapersona kamu, kau adalah pronomina persona yang dipakai guru

untuk menyebut murid-muridnya secara personal atau keseluruhan. Penggunaan

pronomina persona kamu menunjukkan hubungan formal berjarak terhadap

objeknya tunggal maupun jamak, penggunaan pronomina persona kau

menunjukkan hubungan intim non formal terhadap muridnya secara personal.

Pronomina persona kita juga digunakan untuk menyebut dirinya bersama

dengan muridnya. Pronomina persona pertama jamak ini digunakan ketika

berbicara bersama dengan orang lain termasuk yang diajak bicara. Hal ini terjadi

karena guru tersebut menempatkan dirinya bersama dan sejajar dengan murid-

muridnya dalam melakukan semua kegiatan di kelas.

Guru juga menyebut nama diri muridnya seperti : Diana, Kori, Dedi, Rina,

Amelia, Suri,Retno, Taufik,Sardona,Daniel, Joko,Dodi, Adlani, Diana dan Noni

(15 nama). Hal ini menunjukkan bahwa guru tersebut mengingat banyak nama

murid-muridnya yang menandakan terjalinnya hubungan akrab antara guru

dengan murid.

(21)

Pronomina persona yang paling banyak dan sangat menonjol dalam segi

jumlah dibanding pronomina persona lain yang digunakan dalam TGM adalah

pronomina persona kau. Yang berarti guru tersebut sering memperlakukan

muridnya sebagai objek di luar dirinya dan menunjukkan hubungan intim

informal dekat secara personal.

4). Pronomina Persona TGT

Kosakata pronomina persona dalam TGT diringkas dalam Tabel 4.4.

berikut :

Tabel 4.4 Pronomina Persona TGT

No Pronomina Persona Jumlah %

a. Guru menggunakan Pronomina persona „saya‟ untuk menyebut dirinya

sendiri yang terdapat dalam kalimat:

(140) Sekarang kamu akan saya bagi dulu sebentar, empat kelompok. (TGT/37)

(141) Setiap kelompok, saya bagikan buku ilmu pengetahuan.(TGT/52) (142) Kelompok satu saya bagikan buku kuantum kici (TGT/54)

(145) Kelompok dua saya bagi buku kuantum kici juga. (TGT/55) (146) Kelompok tiga saya kasih buku kuantum lening. (TGT/56) (147) Kelompok empat saya bagi ensiklopedi matematika.(TGT/57) (148) Saya tugasi kau mencari empat indeks. (TGT/59)

(149) Mari saya tentukan kata-katanya cari dengan cepat nanti ya.

(TGT/63)

(150) Tulis ke bukumu kalau ada kesulitan biar saya bantu.(TGT/105) (151) Kata-kata yang sudah saya tentukan di setiap kelompok,

simpulkanlah.(TGT/111)

(152) Menemukan informasi yang berkaitan dengan kata-kata yang sudah saya tentukan tadi. (TGT/215)

(22)

(153) Oke,saya kira kamu sudah memahami apa itu halaman indeks. (TGT/351)

(154) Saya kira ini sudah bisa kita tinggalkan, kita akan selanjutnya ulangan harian yang keke dua ya?(TGT/356)

(155) Nanti kita ulangan harian,hari apa saya masuk lagi? (TGT/358)

b. Guru menggunakan Pronomina persona „kita‟ untuk menyebut dirinya dan murid-muridnya yang terdapat dalam kalimat:

(156) Kita akan bahas membaca buku indeks. (TGT/11) (157) Seluruhnya sudah kita mulai ini minggu yang lalu kan? TGT/12)

(158) Halaman tempat kata-kata khas atau istilah yang tidak kita ketahui.(TGT/20)

(159) Uhuuu, kemudian yang kita gunakan membaca indeks itu? (TGT/21)

(160) Membaca apa yang kita pergunakan? (TGT/22) (161) Teknik apa yang kita pergunakan ? (TGT/23)

(162) Simpulkanlah setelah kalian baca, apa yang mau kita temukan informasinya.(TGT/132)

(163) Informasi apa yang perlu kita catat yang kita harus ketahui. (TGT/133)

(164) Sampai di sini kan sudah bisa kita temukan.(TGT/189)

(165) Jadi, indeks itu membantu kita, membantu pembaca.(TGT/232) (166) Apa katanya di situ haaa, informasi apa yang perlu kita tulis?

(TGT/249)

(167) Tingkat-tingkat esempe belum kurang kali, tidak begitu banyak kita praktekkan. (TGT/265)

(168) Adalah seperangkat aturan yang kita gunakan untuk mengevaluasi. (TGT/301)

(169) Bagaimana caranya membaca indeks sudah kita praktekan. (TGT/308)

(170) Itu saja yang perlu kita, kita petik dari materi ini.(TGT/352,353) (171) Ya saya kira ini sudah bisa kita tinggalkan. (TGT/354)

(172) Kita akan selanjutnya ulangan harian yang keke dua ya? bulan ini ya?(TGT/355)

(173) Oke jumat ya kita ulangan ulangan harian kedua ya. (TGT/359)

c. Guru menggunakan Pronomina persona „kalian‟ untuk menyebut murid- muridnya yang terdapat dalam kalimat:

(174) Udah pas lima lima?empat kelompok, biar berapa orang kalian?

(TGT/47)

(175) Tulis yang mau kalian cari nanti dalam buku ini. (TGT/65)

(23)

(176) Tulis yang mau kalian cari nanti dalam buku ini. (TGT/82) (177) Kalian lihat halamannya, di halam berapa bisa kau temukan itu? (TGT/94)

(178) Kalian lihat halamannya, di halam berapa bisa kau temukan itu? (TGT/108)

(179) Kata apa tadi pertama yang mau kalian cari. (TGT/114) (180) Apalah yang mau kalian catat tentang amstrong dari halaman seratus empat puluh lapan. (TGT/117)

(181) Simpulkanlah setelah kalian baca apa yang mau kita temukan informasinya. (TGT/131)

(182) Apa yang perlu kalian catat dari situ?(TGT/138)

(183) Apa yang perlu kalian catat informasi dari situ mengenai fisiologi itu? (TGT/145)

(184) Coba, apa yang perlu kalian catat? (TGT/146)

(185) Informasi apa yang kalian dapatkan dari halaman itu. (TGT/178) (186) Setelah kalian baca, apa yang menjadi informasi yang kalian temukan (TGT/183,184)

(187) Sudah kalian baca sampai di mana? (TGT/186)

(188) Sudah kalianbaca sampai di sini?, sampai di sini kan?(TGT/187) (189) Sampai berapa paradoks kelompok kalian paradoks halaman berapa? (TGT/219)

(190) Halaman seratus tiga puluh tuju sudah kalian buka dengan cepat? (TGT/288)

(191) Apa katanya tambatan lisan itu apa yang bisa kalian temukan? (TGT/291)

(192) Informasi apa yang sudah kalian dapatkan mengenai paradigma dari halaman tiga ratus enam? (TGT/298)

d. Guru menggunakan Pronomina persona „kamu untuk menyebut muridnya yang terdapat dalam kalimat:

(193) Sekarang kamu akan saya bagi dulu sebentar,empat kelompok. (TGT/35)

(194) Kamu berlatih indeks dari sebuah buku ya. (TGT/37 )

(195) Kalau kamu nanti sudah menjadi mahamurid, sangat diperlukan ini.(TGT/262 )

(196) Oke saya kira kamu sudah memahami apa itu halaman indeks. (TGT/349 )

e. Guru menggunakan Pronomina persona „kau untuk menyebut muridnya yang terdapat dalam kalimat:

(197) Saya tugasi kau mencari empat indeks,sebutkan dengan secara cepat.(TGT/57 )

(24)

(198) Di halam berapa bisa kau temukan itu, silahkan cari dengan cepat. (TGT/95)

(199) Setelah kau temukan cari informasinya tulis ke bukumu.(TGT/100) (200) Menurut kau apa simpulannya emosi belajar itu?(TGT/175 ) (201) Apakah kau bisa menemukan semua kata-kata itu ? (TGT/211 ) (202) Informasi apa yang kau dapat, tulis saja. (TGT/214)

(203) Jadi, kau tidak keliru lagi bagaimana caranya membaca indeks. (TGT/306)

(204) Terus terus eva,menurut kau apa? apa yang terdapat di halaman indeks.(TGT/333 )

f. Guru menggunakan Pronomina persona „anak-anak‟ untuk menyebut

murid-muridnya (jamak) yang terdapat dalam kalimat:

(205) Baik selamat siang anak-anak, sehat semua? (TGT/1)

g. Guru menyebut empat nama diri muridnya yang terdapat dalam kalimat:

(206) Tahibonar, baik , kalau Tahibonar sudah langganan itu kan?

(TGT/4,5)

(207) Coba dulu Eva, menurut kau apa simpulannya eemosi belajar itu.

(TGT/174)

(208) Coba Gomar, apa yang terdapat di halaman indeks sebuah buku.

(TGT/339)

(209) Coba Wanto sempurnakan tadi masih kurang sempurna tadi jawabanmu itu. (TGT/346)

Keseluruhan Pronomina Persona yang digunakan guru dalam TGT dideskripsikan

sebagai berikut :

Dalam TGT ditemukan pronomina persona saya yang dipakai guru untuk

menyebut dirinya sendiri atau sebagai pelaku/subjek. Ini menandakan bahwa guru

tersebut mempunyai hubungan yang sangat formal dengan muridnya, tidak dekat

dan berjarak.

Pronomina persona kita juga digunakan untuk menyebut dirinya sekaligus

dengan muridnya. Pronomina persona pertama jamak ini digunakan ketika

berbicara bersama dengan orang lain termasuk yang diajak bicara. Hal ini terjadi

(25)

karena guru tersebut menempatkan dirinya bersama dan sejajar dengan

murid-muridnya dalam melakukan semua kegiatan di kelas.

Pronomina persona kamu, kau, kalian, anak-anak adalah pronomina yang

dipakai guru untuk menyebut murid-muridnya secara personal atau keseluruhan.

Penggunaan pronomina persona kamu menunjukkan hubungan formal berjarak

terhadap objek tunggal maupun jamak, penggunaan pronomina persona kau

menunjukkan hubungan intim non formal terhadap muridnya, penggunaan kalian

adalah hubungan informal berjarak terhadap sekelompok muridnya dan

penggunaan anak-anak adalah menunjukkan hubungan intim non formal, guru

menganggap murid-muridnya sebagai anaknya. Penggunaan keempat variasi ini

dalam penyebutan muridnya menandakan hubungan yang tidak konsiten antara

guru dengan muridnya. Pronomina persona yang paling dominan dalam TG

adalah kita dan kalian.

Guru juga menyebut nama diri muridnya seperti: Tahibonar, Eva, Gomar,

Wanto (4 nama). Ini menandakan masih adanya hubungan keakraban yang terjadi

antara dirinya (guru) dengan muridnya walaupun hanya mengingat beberapa nama

saja.

b. Kosakata Ekspresif TG

Kosakata Ekspresif adalah kata kata yang digunakan seseorang dalam

memberikan atau mengungkapkan maksud, gagasan, dan perasaan. Kata-kata

ekspresif merupakan kata yang berisi curahan perasaan dengan menyatakan

makna batin (ekspresif).

(26)

1). Kosakata Ekspresif dalam TGS

Seperti dalam penjelasan sebelumnya bahwa kosakata ekspresif adalah

kosakata yang digunakan dalam mengatakan curahan perasaannya dan

menyatakan makna batin guru tersebut. Kosakata ekspresif dalam TGS diringkas

dalam Tabel 4.5 berikut :

Tabel 4.5 Kosakata Ekspresif TGS Teks Guru Kosakata Ekspresif

TGS -kalian patahpatahin

-kamu yang suka matahin kapur

-kau buang sampahnya ke Sibiak sana ya? -lama kalipun kau

-bisa atau tidak ? -tadi bilang tahu -suaramu paling kuat -paling cepat menjawab -tidak bertanggung jawab -bagusan tidak usah menjawab -kalau memang nggak tau

Kosakata ekspresif dalam TGS dapat dilihat dalam kalimat berikut :

(210) Cobalah kapur begitu banyak kalian patah-patahin. Yang mau dipakai sekarang. Nggak ada lagi kan?(TGS/6)

(Penjelasan: ketika guru menemukan tidak ada kapur untuk

dipakai).

(211) Ya Razali semua bilang kamu yang suka matahin kapur.(TGS/10)

(Penjelasan : menegur dan menuduh seorang murid karena kapur

tidak tersedia).

(212) Kau buang sampahnya ke Sibiak sana ya? (TGS/38)

(27)

(Penjelasan : sebelum memulai pelajaran guru menyuruh seorang

murid membuang sampah. Sibiak nama satu sungai di daerah itu

yang lumayan jauh dari lokasi sekolah)

(213) Lama kali pun kau. (TGS/39)

(Penjelasan : menegur murid yang agak lama pulang membuang

sampah).

(214) Kalian bisa menulis surat dinas? Bisa atau tidak? Tidak bisa?(TGS/55)

(Penjelasan : ketika guru bertanya dan murid-murid tidak

menjawab).

(215) Tadi Saiful bilang tau, apa itu? Menurutmu apa itu majalah dinding? tadi bilang tahu bu, kalau bilang tau suaramu paling kuat. Je kau dari dulu begitu terus dari kelas satu paling cepat menjawab tapi tak bertanggung jawab, apa yang dijawabnya ya bagusan nggak usah menjawab, kalau memang nggak tau,

(TGS/102, 104, 107, 108, 110, 111)

(Penjelasan : ditujukan pada seorang murid yang merespon

pertanyaan guru : tahu majalah dinding? salah satu murid

menjawab: tau bu , ternyata tidak tau ketika ditanya lagi).

Kosakata Ekspresif yang digunakan guru dalam TGS dideskripsikan sebagai

berikut:

Kosakata Ekspresif di atas menunjukkan betapa kesal, marah dan tidak

berterimanya guru tersebut pada kelakuan murid dan juga situasi yang ditemuinya

dikelas. Melalui penggunaan kosakata ekspresif di atas, suasana batin atau

perasaan guru saat itu benar-benar ditunjukkan kepada murid-muridnya secara

keseluruhan dan juga personal.

(28)

Semua kosakata ekspresif yaang digunakan di dalam TGS adalah kosakata

negatif, yang seharusnya tidak layak diucapkan oleh seorang guru di kelas.

Kosakata ekspresif yang negatif ini bisa saja mengakibatkan murid yang dituju

menjadi takut, tersinggung dan mungkin akan tidak bersemangat untuk belajar.

2). Kosakata Ekspresif dalam TGJ

Kosakata ekspresif dalam TGJ diringkas dalam tabel 4.6 berikut :

Tabel 4.6. Kosakata Ekspresif TGJ

Teks Guru Kosakata Ekspresif

TGJ -dengarin kupingnya

-anda bagaimana sih -ngak usah mulutmu hei -ini jagonya di ruangan

-itu juga gak jelas yang dibelakang -sana pasti bingung

-kamu kira ngapain saya?

Kosakata ekspresif dalam TGJ dapat dilihat dalam kalimat berikut :

(216) Udah dengarin kupingnya, saya akan ceritakan dongeng. Hei, Kamu yang di sebelah sana, kamu gak tulus itu ya? (TGJ/100)

(Penjelasan : ketika muridnya masih tetap ribut dan tidak

mendengarkan gurunya)

(217) Ulangi, belajar baca di rumah ya tolong. Anda bagaimana sih. Dek, bacakan sekali lagi, siapa namanya? (TGJ/170)

(Penjelasan : guru merasa kesal karena ketika seorang murid

disuruh membaca tetapi kurang lancar)

(218) Dion, bukan begitu, begini. Ayo, enggak usah mulutmu hei, ayo ikutin sapa teman-temannya Dion. (TGJ/182)

(29)

(Penjelasan : guru kesal kepada seorang murid yang malah

berbicara ketika guru tersebut menjelaskan.)

(219) Wakatok, makasih ya Dio, ya. Ini jagonya di ruangan. Silahkan Wakatok, sapa teman-temannya. (TGJ/185)

(Penjelasan : menyebut nama seorang murid dengan sebutan

jagoan sebagai sindiran.)

(220) Ya, itu juga gak jelas yang dibelakang sana pasti bingung. Apa sih yang diceritakan itu gak dengar, gitu ya. (TGJ/264)

(Penjelasan : menegur murid yang suaranya kurang jelas ketika

disuruh membaca dan juga kelas yang ribut.)

(221) Nggak kan. Kamu kira ngapain saya, itu cerita atau buang angin mimpi kali, gitu ya.(TGJ/271)

(Penjelasan : menegur murid-muridnya yang tidak memperhatikan

penjelasannya, lalu mengejek dengan kosakata kesal buang

angin).

Kosakata Ekspresif yang digunakan guru dalam TGJ dideskripsikan sebagai

berikut :

Kosakata ekspresif yang digunakan guru dalam TGJ adalah kosakata yang

mengejek, menyindir dengan halus, menunjukkan kekesalan dengan kosakata

kasar atau kosakata tidak layak diucapkan seorang guru seperti: kupingmu,

mulutmu, buang angin.

Guru juga memberi sebutan kepada seorang muridnya dengan menggunakan kata

sebaliknya, yang artinya menyepelekan dan mencerca tindakan muridnya.

(30)

3). Kosakata Ekspresif dalam TGM

Kosakata ekspresif dalam TGM diringkas dalam Tabel 4.7 berikut:

Tabel 4.7 Kosakata Ekspresif TGM

Teks Guru Kosakata Ekspresif

TGM - berhutan rupanya rambutmu.?

- jangan ributmu aja yang ada - cepat ,cepat

- ihh negara kau pun kau nggak tau ya? - paham kan ?

Kosakata ekspresif dalam TGM dapat dilihat dalam kalimat berikut :

(222) Haa? apa kau pegang pegang di rambutmu berhutan rupanya rambutmu? apa? iya. (TGM/374)

(Penjelasan : menegur seorang murid yang sedang memegang

rambutnya pada saat ditanya guru.)

(223) Kau Daniel jangan ributmu aja yang ada, cepat Daniel ya udah yang lain. (TGM/385)

(Penjelasan: menegur karena kesal kepada seorang murid yang

sedang berbicara dengan temannya.)

(224) Terus iya kau kau apa cepat cepat (TGM/392,393)

(Penjelasan: mendesak murid-murid menyelesaikan tugasnya

dengan segera.)

(225) haa negara iya, terus, haa ihhh negara kau pun kau nggak tau

(TGM/396)

(Penjelasan: mengejek seorang murid yang tidak bisa menyebut

contoh nama negara.)

(226) Jadi sudah jelas, makna umum dengan makna khusus semuanya sudah paham? Paham kan? oke sekarang ambil buku (TGM/417)

(31)

(Penjelasan: memaksa muridnya memahami pelajarannya dan

kemudian mengalihkan pembicaran)

Kosakata Ekspresif yang digunakan guru dalam TGM dideskripsikan sebagai

berikut:

Dalam TGM kosakata ekspresif yang digunakan guru pada saat marah, dan

menyindir dengan halus seorang murid dengan kosakata yang tidak ada

hubungannya dengan materi mengajarnya. Mendesak dan memaksa

murid-muridnya agar cepat menyelesaikan tugasnya tanpa melihat kemampuan

muridnya. Guru juga berusaha memaksakan kehendaknya sementara muridnya

belum mengerti sama sekali apa yang diajarkannya. Karena waktu yang sudah

hampir habis dan si guru juga mengetahui muridnya belum mengerti, si guru

akhirnya mengalihkan perhatian muridnya ke buku latihan mereka.

4). Kosakata Ekspresif dalam TGT

Kosakata ekspresif dalam TGT diringkas dalam Tabel 4.8 berikut:

Tabel 4.8 Kosakata Ekspresif TGT

Teks Guru Kosakata Ekspresif

TGT - sudah langganan ini kan

- saya tugasi - saya tentukan - cari dengan cepat

- kalau ada kesulitan biar saya bantu - selagi tidak ada kesulitan lanjutkan - katakata yang sudah saya tentukan - lama sekali jangan lambat

- menurut kau apa?

- selanjutnya ulangan harian

(32)

Kosakata ekspresif dalam TGT dapat dilihat dalam kalimat berikut :

(227) Tahibonar, baik kalau Tahibonar, sudah langganan ini kan?

(TGT/6)

(Penjelasan : ketika guru mengabsen kehadiran murid, dan

menemukan seorang murid yang bernama Tahibonar yang sudah

sering tidak hadir.)

(228) Sudah? Saya tugasi kau mencari empat indeks. Sebutkan dengan secara cepat.(TGT/57)

(Penjelasan : guru mendesak muridnya dengan paksa

melaksanakan tugas yang diberikannya)

(229) Kelompok satu,mari saya tentukan kata-katanya. Cari dengan cepat nanti ya. (TGT/61)

(Penjelasan : memaksa murid mengerjakan tugas yang sudah

ditentukannya dengan buru-buru.)

(230) Cari informasinya, tulis ke bukumu, kalau ada kesulitan biar saya bantu selagi tidak ada kesulitan lanjutkan. (TGT/103,104)

(Penjelasan : menyuruh murid mengerjakan tugas tanpa memantau

proses mengerjakannya.)

(231) Kata-kata yang sudah saya tentukan di setiap kelompok simpulkanlah, lalu tuliskan ke bukumu.(TGT/109)

(Penjelasan : guru memaksa dalam menentukan materi tugas

murid-muridnya.)

(232) Lama sekali jangan lambat, emosi belajar, sudah bisa tadi disimpulkan kelompok belajar itu.(TGT/172)

(Penjelasan : mengejek murid karena lambat menyelesaikan tugas

yang diberikannya, tidak seperti yang diharapkan.)

(33)

(233) Coba dulu Eva, menurut kau apa simpulannya eemosi belajar itu, halaman berapa tadi? (TGT/175)

(Penjelasan : bertanya dengan kasar kepada seorang murid untuk menjawab.)

(234) saya kira ini sudah bisa kita tinggalkan, kita akan selanjutnya ulangan harian yang ke ke dua ya? bulan ini ya? (TGT/355)

(Penjelasan : memberi tugas sesaat sebelum mengakhiri pelajaran, seperti mengancam.)

Kosakata Ekspresif yang digunakan guru dalam TGT dideskripsikan sebagai

berikut:

Kosakata ekspresif yang digunakan guru dalam TGT adalah kosakata yang

menyindir dengan halus, memaksa kehendak, menunjukkan kekesalan dengan

kosakata kasar atau kosakata tidak layak diucapkan seorang guru. Menunjukkan

ke superiornya dan otoritasnya, dengan memaksakan kehendaknya tanpa

melibatkan murid.

Guru juga terkesan mau cepat menyelesaikan tugas mengajarnya, seperti

tidak ada waktu memeriksa apakah murid sudah selesai, atau punya kesulitan dan

belum mengerti. Guru juga memberi ancaman akan ada ulangan/ujian dalam

waktu dekat, yang tentu membuat murid akan merasa takut.

c. Kosakata Ideologis TG

Kosakata Ideologis adalah kata-kata yang digunakan dalam menunjukkan

cara berpikir seseorang atau keyakinan yang dimilikinya menjadi dasar dalam

menentukan sikapnya. Dalam kata-kata Ideologis terdapat kata tertentu yang

diperjuangkan melalui suatu ideologis dan sering muncul, kata kata tertentu yang

dominan dan dinaturalisasikan kepada pembaca/pendengar. Kata tersebut selalu

(34)

diulang-ulang dalam berbagai peristiwa tutur. Kata yang diperjuangkan ini

umumnya merupakan 139 pecia dari institusi tertentu, dan kosakata yang secara

ideologis tidak pantas atau tidak sesuai.

1). Kosakata Ideologis TGS

Dalam TGS ditemukan beberapa kosakata Ideologis yaitu kata tertentu yang

sering muncul dan diulang-ulang guru dalam berbagai peristiwa tutur.

Kosakata Ideologis dalam TGS diringkas dalam Tabel 4.9 berikut :

Tabel 4.9 Kosakata Ideologis TGS

Teks Guru Kosakata Ideologis

TGS -cepat

-nanti aja -perhatikan -apa itu? -kau bilang tau

-mengerti maksudnya ? -ayo

-namanya

Kosakata Ideologis dalam TGS dapat dilihat dalam kalimat berikut :

(235) Kita mau belajar surat dinas,cepat cepat cepat cepat. (TGS/3) (236) Halaman dua puluh tujuh.Ya nanti aja nanti.(TGS/5)

(237) Yang terhormat bapak Erwin Jasman SMP negeri dua Lampung perhatikanya perhatikan betul.(TGS/83)

(238) Tau majalah dinding?Apa itu? Apa coba,apa itu majalah dinding? Apa? (TGS/95, 96, 97)

(239) Tadi Saiful bilang tau, apa itu? Menurutmu apa itu majalah dinding? Kau bilang tau bu, kalau bilang tau suaramu paling kuat, kau dari dulu suaramu paling kuat. (TGS/102)

(240) Kalian mengerti maksudnya? Mengerti maksudnya? Aduh kenapa diam ngantuk semua ya? (TGS/188,189)

(241) Coba ayo coba kalian buat masing-masing ya surat nah surat dinas ayo ayo ambil buku latihnnya (TGS/233, 235)

(242) Siapa yang mengirim? Namanya, namanya jelas, tanda tangannya terus (TGS/251)

(35)

Kosakata Ideologis yang digunakan guru dalam TGS dideskripsikan sebagai

berikut:

Penggunaan kosakata ideologis pada TGS dengan mengulang-ulang

kosakata yang sama beberapa kali menunjukkan bahwa guru yang bersangkutan

tidak sabar, sangat terburu-buru dan ingin segera menyelesaikan tugas

mengajarnya dengan cepat. Guru tersebut juga tidak tenang atau santai,

memaksakan kehendaknya, sangat berkuasa/otoriter dan bahkan seolah-olah

mengancam muridnya kalau tidak cepat selesai.

Hal-hal tersebut di atas tentu mengakibatkan ketidaknyamanan bagi

murid-murid dalam proses belajarnya. Sepertinya guru tidak punya waktu menunggu

muridnya menjawab, mencoba atau bertindak terlebih dahulu. Rasa marah dan

kesal pada seorang muridnya juga jelas dipertunjukkan pada semua murid lainnya

dengan mengulang-ulang kosakata yang tidak baik.

Kosakata ideologis ini juga bermakna bahwa guru dalam bertanya memaksa

dan mendesak agar muridnya menjawab secepatnya apa yang diharapkannya dan

mengerjakan yang ditugaskanya. Kosakata ideologis itu juga dipakai guru dengan

maksud mengejek dengan cara mengulang-ulangi.

2). Kosakata Ideologis TGJ

Kosakata Ideologis dalam TGJ diringkas dalam Tabel 4.10 berikut :

Tabel 4.10 Kosakata Ideolodis TGJ

Teks Guru Kosakata Ideologis

TGJ - Kamu

- woi - ayo

(36)

Kosakata ideologis dalam TGJ dapat dilihat dalam kalimat berikut:

(243) Hei. Kamu yang di sebelah sana, kamu gak tulus itu ya, itu terpak? Terpaksa. (TGJ/102, 103)

(244) Tolong yang di luar, woi, woi. Tolong jangan bikin ribut.

(TGJ/140)

(245) Tadi di awal, tadi saya tadi ceritakan. Ok ayo berlatih. Ini ayo ayo.

(TGJ/283)

Kosakata Ideologis yang digunakan guru dalam TGJ dideskripsikan sebagai

berikut:

Penggunaan kosakata Ideologis dalam TGJ tidak begitu banyak, karena guru

tersebut terkesan rileks ketika memproduksi teks nya. Hanya beberapa kosakata

ideologis yang diucapkannya, misalnya ketika dia menyebut seorang muridnya

tidak tulus ketika disuruh membaca. Kosakata ideologis juga digunakan untuk

mengingatkan muridnya agar tidak ribut, dan juga untuk mengingatkan serta

menyemangati muridnya untuk berlatih. Guru ini terkesan sabar tidak

terburu-buru dan tidak marah-marah. Guru ini juga tidak menggunakan kata-kata kasar

ketika mengajar, malahan si guru banyak bercanda dan membuat muridnya

tertawa dengan kata-kata lucu si guru.

3). Kosakata Ideologis TGM

Kosakata Ideologis dalam TGM diringkas dalam Tabel 4.11 berikut :

Tabel 4.11 Kosakata Ideologis TGM

Teks Guru Kosakata Ideologis

TGM - apa makna konotasi ?

- apa artinya?

- maknanya menyempit - gila

- contoh - ok iya

(37)

- kau - cepat - iya

Kosakata ideologis dalam TGM dapat dilihat dalam kalimat berikut:

(246) Apa itu makna konotasi? Apa itu yang dimaksud dengan makna konotasi?, apa makna konotasi? (TGM/21,23,24)

(247) Sedangkan kalau dikatakan makan tangan, apa artinya? Apa arti makan tangan?, apa arti makan tangan? (TGM/55, 56, 57)

(248) Ini sama dengan makna menyempit, jelas sampai di situ yang maknanya menyempit?Jelas Dedi makna menyempit? Jelas yang makna menyempit?udah jelas Rina makna menyempit? (TGM/117, 118, 119, 120, 121)

(249) Atau dikatakan ee gila si Kori gila si Kori gila, kau marah enggak? (TGM/217, 218, 219)

(250) Masing-masing buat satu makna umum. Amelia contoh, contoh ya, contoh.(TGM/340, 341)

(251) Ok Taufik, tumbuhan, ok iya iya iya ok, Sardona, hutan. Hu hutan iya terus haa? (TGM/367, 369)

(252) Terus iya. Kau kau ee apa cepat cepat haa?.(TGM/383, 384)

(253) Ok, kau noni sepatu, iya ha iya logo. Kau penyanyi, iya iya.

(TGM/413, 414)

Kosakata Ideologis yang digunakan guru dalam TGM dideskripsikan sebagai

berikut:

Penggunaan kosakata ideologis pada TGM adalah dengan mengulang-ulang

kosakata bertanya „apa‟, beberapa kali mengindikasikan bahwa guru kurang

percaya bahwa murid-muridnya sudah memahami materinya. Kosakata ideologis

juga dipakai ketika bertanya seolah-olah muridnya tidak mendengar

pertanyaannya. Penggunaan kosakata kasar „gila‟ sebagai contoh dan diulang

-ulang juga kurang tepat.

4). Kosakata Ideologis TGT

Kosakata Ideologis dalam TGT diringkas dalam Tabel 4.12 berikut :

(38)

Tabel 4.12 Kosakata Ideolodis TGT

Teks Guru Kosakata Ideologis

TGT - membaca indeks itu gunanya apa

- membantu - satu kelompok

- waktu hanya dua puluh menit - masih ada sepuluh menit lagi - sudah ?

- terus

Kosakata ideologis dalam TGT dapat dilihat dalam kalimat berikut:

(254) Membaca indeks itu gunanya apa? Membaca indeks gunanya apa? (TGT/13, 14)

(255) Membantu siapa? Membantu pembaca untuk apa?Membantu pembaca (TGT/15, 16, 17)

(256) Satu kelompok, satu kelompok, satu kelompok, satu kelompok pindah yang dua di sini. (TGT/39, 40, 41, 42)

(257) Waktu hanya dua puluh menit, setelah kau temukan , cari informasinya, catat dengan cepat, waktu hanya dua puluh menit.(TGT/

(258) Waktu masih ada sepuluh menit lagi informasi yang berkaitan dengan kata-kata yang sudah saya tentukan tadi, tulis saja masih ada waktu sepuluh menit lagi.

(259) Kelompok empat sudah selesai? Sudah? Sudah?.(TGT/268, 269, 270)

(260) Apa yang terdapat di halaman indeks, terus, atau tulis apa yang terdapat di halaman indeks? Terus, terus eva. (TGT/330, 332)

Kosakata Ideologis yang digunakan guru dalam TGT dideskripsikan sebagai

berikut:

Penggunaan kosakata ideologis dalam TGT adalah kosakata yang digunakan

guru ketika bertanya dengan mengulang-ulang pertanyaan yang sama. Hal ini

bermakna bahwa guru tidak sabar menunggu jawaban muridnya, juga tidak tenang

seakan-akan ada yang mau dikejar sehingga mendesak muridnya. Ketika

muridnya tidak menjawab maka si guru menjawabnya sendiri.

(39)

Kosakata ideologis yang diucapkan guru juga adalah untuk mengingatkan

muridnya akan tugas yang mau mereka kerjakan dan juga mengingatkan waktu

yang sudah ditentukannya/tersedia dalam penyelesaian tugas mereka. Kosakata

ideologis juga digunakan memicu agar murid-muridnya tidak lambat dalam

mengerjakan tugas mereka dan mendesak seorang murid untuk melakukan yang

diperintahkannya.

4.1.1.2 Gramatika Teks Guru

Langkah kedua dalam mendiskripsikan ciri-ciri linguistik yang ada dalam

TG adalah mendeskripsi Gramatika Teks Guru dengan melihat unsur: Proses,

Aktif/ Pasif dan Modalitas.

a. Proses TG

Transitivitas menunjukkan representasi pengalaman yang direalisasikan

dalam bentuk proses, partisipan, dan sirkumtansi (Gerot & Wignel, 1994:12;

Halliday & Matthiessen, 2004:309). Sedangkan menurut Fairclough (1989:180)

ada empat jenis proses dalam sistem transivitas tetapi yang menjadi fokus

penelitian ini yaitu: proses material, mental, dan relasional.

Proses yang diteliti dalam penelitian ini hanya proses pengalaman utama

(primary process) yang terdiri dari proses material, mental dan relational. Proses

Material adalah proses yang menyangkut fisik dan nyata dilakukan pelaku. Proses

Mental adalah proses yang menyangkut kognisi, emosi dan persepsi sementara.

Proses Relational adalah proses yang berfungsi menghubungkan satu entitas

dengan wujud lain.

(40)

1). Proses TGS

Dalam TGS ditemukan ketiga jenis proses tersebut yaitu: proses material,

proses mental dan proses relasional. Ketiga proses tersebut diringkas dalam Tabel

4.13 berikut:

Tabel 4.13 Proses Dalam TGS

Proses TGS Jumlah %

Proses dalam TGS dapat dilihat pada data berikut :

Daftar Proses Material TGS :

(261) semuanya buka bukunya (TGS/1) (262) cepat cepat cepat cepat (TGS/3) (263) halaman dua puluh tujuh (TGS/4)

(264) coba kapur begitu banyak kalian patah-patahin (TGS/6) (265) ya Razali semua bilang(TGS/9)

(266) menurut jenisnya surat dibagi dua (TGS/14)

(267) pada pelajaran lalu kalian sudah mengenal surat pribadi (TGS/16) (268) yang ditujukan kepada pihak lain (TGS/18)

(269) saya rasa kalian semua pasti pernah mengirim surat pribadi

(TGS/23)

(270) menulis surat ke sekolah ini (TGS/25)

(271) mengirim kepada saudara kakak kepada abang orang tua

(TGS/27)

(272) siapa diantara kalian yang pernah dapat surat dari sekolah ada ya

(TGS/34)

(273) kau buang sampahnya ke Sibiak sana ya (TGS/38)

(274) jadi kalau sekolah ini mengirim surat kepada orangtua kalian

(TGS/41)

(275) baru nanti ke bawah yang meneken tergantung pengirim (TGS/46) (276) itu kalau surat dinas yang dikirim oleh sekolah ini (TGS/50) (277) kalian bisa menulis surat dinas (TGS/53)

(278) kalau kalian menulis surat namanya surat apa (TGS/56) (279) surat yang dikirim satu instansi ke instansi lain (TGS/59)

(280) itu yang baru dikirim surat (TGS/62)

(281) yang dikirim surat kepada kalian masalah kalian (TGS/63)

(282) ya itulah masalahnya yang ditulis di dalam surat itu (TGS/64) (283) mestinya nama kota itu ditulis (TGS/70)

(284) nama kota dimana tempat surat itu ditulis di situ (TGS/71)

(41)

(285) tetapi nama kota seperti kalianlah juga kalau menulis surat kan

(288) akan mengadakan kegiatan lomba majalah dinding antar kelas pada tanggal dua puluh delapan oktober dua ribu tujuh( TGS/85) (289) demikian permohonan ini kami sampaikan (TGS/88)

(290) atas perhatian bapak kami ucapkan terima kasih (TGS/89)

(291) dalam rangka bulan bahasa Osis SMP dua putra bangsa (TGS/92) (292) akan mengadakan kegiatan lomba majalah dindin (TGS / 93) (293) tadi bilang tau (TGS/102)

(294) tau majalah ini, tau bu (TGS/103) (295) dari mulai kelas satu (TGS/106) (296) paling cepat menjawab (TGS / 107)

(297) tapi tak bisa bertanggung jawab (TGS/108) (298) apa yang dijawabnya (TGS/109)

(299) ya bagusan nggak usah menjawab(TGS/110)

(300) jadi sisi kelas ini dibuat lembar diambil majalah(TGS/116) (301) lalu ditempel ke dinding (TGS/117)

(302) yang pakai kaca ditutup (TGS/126) (303) nanti disitulah ditempelkan (TGS/132) (304) di dalam itulah dikasi (TGS/133) (305) diterakan (TGS/134)

(306) dilengketkan eh hasil karya contohnya (TGS/135)

(307) nah disitulah ditempelkan (TGS/138)

(308) mengarang cerpen (TGS/140) (309) atau mengarang puisi (TGS/141)

(310) atau membuat eh gambar lukisan (TGS/142)

(311) ya lalu ditempelkan disitu (TGS/143)

(312) dihasilkan oleh kelas ini ditempel (TGS/147)

(313) jadi di sini nah itulah tentang majalah dinding (TGS/149)

(314) pemerintah menetapkan bulan bahasa itu bulan berapa (TGS/153) (315) jadi berbahasa dari situ diambil (TGS/161)

(316) jadi dalam rangka bulan bahasa OSIS SMP dua putra bangsa

(TGS/167)

(317) mengadakan kegiatan lomba majalah dinding antar kelas (TGS / 168)

(318) ya jadi yang menyelenggarakan ini sekolah apa?(TGS/173)

(319) jadi karena lomba diadakan antar kelas di sekolah ini juga

(TGS/175)

(320) jadi mereka ini memeinta (TGS/176)

(321) tapi mereka meminta secara dinas secara resmi (TGS/178) (322) sampai memakai surat begini (TGS/179)

(323) tidak langsung menjumpai (TGS/180)

(324) pak kita kan mau mengadakan lomba bulan bahasa (TGS/181) (325) ya begini dibuat (TGS/186)

(42)

(326) darimana membuatnya (TGS/197)

(327) umpamanya sekolah ini mau mengirim surat ke orangtua sardi

(TGS/201)

(328) sudah berapa banyak surat yang sudah dikirim (TGS/205) (329) nomor surat yang dikirim yang tiga puluh tujuh (TGS/209)

(330) nanti mengirim surat lagi sesudah ini nomor kosong tiga lapan

(TGS/210)

(331) kalau mengirim surat surat dinas (TGS/215)

(332) kemana saja pun itu dicatat (TGS/216) (333) mau ngirim lagi berikutnya (TGS/219)

(334) nomornya tambah lagi satu gitu ya, (TGS/220)

(335) yang pertama sekali bagian surat dinas apa ada disitu ditulis

(TGS/223)

(336) coba kalian baca kepala suratnya (TGS/226)

(337) coba ayo coba kalian buat masing-masing ya (TGS/234) (338) ayo ayo ambil buku latihannya (TGS/236)

(339) nah tulis disitu contoh surat dinas (TGS/238) (340) buat seperti ini ini kepala surat (TGS/242)

(341) terus dibuat apa (TGS/243)

(342) disini ditulis nama kota dan apa (TGS/244)

(343) terus dibawahnya nomor nomor surat (TGS/246)

(344) kemudian kebawah sini dengan hormat koma (TGS/247) (345) baru buat apa kegiatannya apa maksud suratnya (TGS/248)

(346) setelah itu ditutup dengan demikianlah surat dan seterusnya

(TGS/249)

(347) baru hormat kami dibawah (TGS/250) (348) siapa yang mengirim (TGS/251) (349) namanya , namanya jelas (TGS/252)

(350) tanda tangannya terus (TGS/253) (351) terus dikasih stempel (TGS/254)

(352) stempel kantor atau dinasnya (TGS/255)

(353) nah coba buat terserah kalian apa kegiatannya (TGS/256) (354) apa saja ya (TGS/258)

Daftar Proses Mental TGS :

(355) kita mau belajar surat dinas (TGS/2) (356) yang mau dipakai sekarang (TGS/7) (357) kamu yang suka matahin kapur (TGS/10) (358) lihat semuanya itu surat dinas,(TGS/12) (359) halaman dua puluh tujuh(TGS/13)

(360) coba lihat (TGS/31)

(361) nah kalau kau perhatikan lembar surat yang di atas (TGS/35) (362) ya coba kalian perhatikan (TGS/43)

(363) ya jadi e coba menurut kalian (TGS/52) (364) surat dinas itu coba lihat ini (TGS/58) (365) nah sekarang perhatikan (TGS/65)

Gambar

Tabel 4.1 Pronomina Persona  TGS
Tabel 4.2 Pronomina Persona  TGJ
Tabel 4.3 Pronomina Persona  TGM
Tabel 4.4 Pronomina Persona  TGT
+7

Referensi

Dokumen terkait

Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan aturan perkalian, notasi faktorial, permutasi, kombinasi, ruang sampel, dan peluang suatu kejadian.. Kisi –kisi penulisan soal

Menurut berbagai sumber yang telah ada, maka dapat disimpulkan bahwa penurunan nilai kelekatan dari penambahan konsentrasi asam kromat yang terjadi pada konsentrasi

Antena jenis ini merupakan jenis antena dengan narrow beamwidth, yaitu punya sudut pemancaran yang kecil dengan daya lebih terarah, jaraknya jauh dan tidak bisa

Susun blok diagram digital pada PSoC project sesuai gambar 9a untuk Master dan gambar 9b untuk Slave.. Atur konfigurasi pada I2C Master seperti pada gambar 9c dan I2C

Gaya country modern memiliki karakteristik: bentuk dinding datar dan menggunakan dua material berbeda pada dinding, lantai memiliki keragaman tekstur, warna, dan material,

Berdasarkan hasil yang telah dicapai pada bab-bab sebelumnya maka dapat diambil simpulan sebagai berikut: (1) Hasil penilaian ahli adalah secara keseluruhan modul-modul

Karena secara tidak langsung telah mengubah model bisnis secara signifikan disamping itu juga telah mengganggu teknologi oleh sebab itu Tujuan baru perusahaan

ANALISIS PENGARUH RESTRUKTURISASI HUTANG MELALUI DEBT TO EQUITY SWAP TERHADAP TRADING VOLUME ACTIVITY DAN ABNORMAL RETURN PADA PT BUMI RESOURCES Tbk.. PENDAHULUAN 1.1