• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Indeks Massa Tubuh Remaja Usia 15-17 Tahun yang Mengonsumsi Makanan Cepat Saji (Fast Food) Pola Barat di SMA Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Gambaran Indeks Massa Tubuh Remaja Usia 15-17 Tahun yang Mengonsumsi Makanan Cepat Saji (Fast Food) Pola Barat di SMA Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah Medan"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2.1. Kecukupan Energi dan Protein Rata-rata yang Dianjurkan pada
Gambar 2.1. Sirkuit Neurohormonal di Hipotalamus yang Mengatur
Tabel 2.2. Kategori Status Berat Badan dan Persentil Menurut IMT-
Tabel 2.3. Klasifikasi IMT menurut kriteria Asia Pasifik

Referensi

Dokumen terkait

Nakata (2009) menyebutkan bahwa dari kebiasaan makanan cepat saji atau fast food dapat berpengaruh pada gaya hidup dan dapat membuat gangguan ginekologi seperti

Hal inilah yang menyebabkan peneliti menggunakan faktor kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji tersebut untuk mengukur hubungan kebiasaan mengonsumsi makanan

Aktivitas fisik yang rendah didukung dengan asupan energi tinggi yang diperoleh dari konsumsi makanan berlebihan, sedangkan keluaran energi rendah yang trakumulasi akan

Secara garis besar prinsip pengaturan diet adalah menghindari obesitas serta mempertahankan berat badan dan pertumbuhan normal, masukan makanan dengan kandungan karbohidrat

Hal ini di sebabkan karena asupan energi remaja putri Madrasah Aliyah Al Mukmin lebih banyak memiliki asupan energi yang normal dan tidak berlebih, makanan yang dikonsumsi

Setujukah Anda, bahwa dari segi kesehatan makanan cepat saji tidak baik dikonsumsi jika terlalu sering.. Setujukah anda, jika mengkonsumsi makanan cepat saji sebaiknya

Asupan energi makanan cepat saji adalah jumlah energi yang dikonsumsi oleh sampel penelitian yang diperoleh dari setiap jenis makanan cepat saji yang dinilai dengan cara mengkonversi

Hal ini berdampak pada peningkatan konsumsi fast food atau makanan cepat saji.13,14 Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 35 responden dijadikan sampel, yang sering mengkonsumsi