Gambaran Indeks Massa Tubuh Remaja Usia 15-17 Tahun yang Mengonsumsi Makanan Cepat Saji (Fast Food) Pola Barat di SMA Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah Medan
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Nakata (2009) menyebutkan bahwa dari kebiasaan makanan cepat saji atau fast food dapat berpengaruh pada gaya hidup dan dapat membuat gangguan ginekologi seperti
Hal inilah yang menyebabkan peneliti menggunakan faktor kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji tersebut untuk mengukur hubungan kebiasaan mengonsumsi makanan
Aktivitas fisik yang rendah didukung dengan asupan energi tinggi yang diperoleh dari konsumsi makanan berlebihan, sedangkan keluaran energi rendah yang trakumulasi akan
Secara garis besar prinsip pengaturan diet adalah menghindari obesitas serta mempertahankan berat badan dan pertumbuhan normal, masukan makanan dengan kandungan karbohidrat
Hal ini di sebabkan karena asupan energi remaja putri Madrasah Aliyah Al Mukmin lebih banyak memiliki asupan energi yang normal dan tidak berlebih, makanan yang dikonsumsi
Setujukah Anda, bahwa dari segi kesehatan makanan cepat saji tidak baik dikonsumsi jika terlalu sering.. Setujukah anda, jika mengkonsumsi makanan cepat saji sebaiknya
Asupan energi makanan cepat saji adalah jumlah energi yang dikonsumsi oleh sampel penelitian yang diperoleh dari setiap jenis makanan cepat saji yang dinilai dengan cara mengkonversi
Hal ini berdampak pada peningkatan konsumsi fast food atau makanan cepat saji.13,14 Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 35 responden dijadikan sampel, yang sering mengkonsumsi