• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 ANALISIS SISTEM DAN PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 ANALISIS SISTEM DAN PERANCANGAN"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

(1)

47

3.1

Analisis Sistem

Analisis sistem merupakan suatu kegiatan penguraian dari sistem yang utuh

ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan

mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan

yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan. Kegiatan identifikasi dan

pengamatan tidak hanya mengenai permasalahan pada sistem akan tetapi

faktor-faktor lainnya yang berhubungan dengan sistem sehingga diharapkan sistem yang

akan dibuat bisa sesuai dengan tujuan pembuatan sistem yang telah direncanakan.

Pada sub Analisis sistem akan dibahas mengenai analisis masalah,

analisis prosedur

sistem yang sedang berjalan, analisis aturan bisnis, analisis sistem informasi

geografis, analisis data spasial, analisis data non spasial, analisis dashboard, analisis

sistem pendukung keputusan, analisis basis data, analisis kebutuhan non fungsional,

analisis kebutuhan fungsional, spesifikasi proses, kamus data. Sub analisis sistem

dimulai diuraikan dari analisis masalah.

3.1.1 Analisis Masalah

Analisis masalah merupakan sebuah asumsi dari permasalahan yang akan

diuraikan dalam prosedur pengolahan data pada sistem informasi geografis

menentukan pengembangan tanaman pangan. Pada pengamatan yang dilakukan

ditempat penelitian, Kepala Bidang Tanaman Pangan sulit dalam menentukan

pengembangan wilayah komoditas tanaman pangan, yang sesuai dengan kondisi

geografis dari lahan yang memiliki karakteristik tersendiri untuk setiap komoditas

tertentu di suatu lahan.

3.1.2 Analisis Prosedur Yang Sedang Berjalan

Pembangunan sebuah sistem yang sesuai dengan kebutuhan, dibutuhkan

analisis terhadap sistem yang sedang berjalan pada saat itu. Tujuan dari analisis

sistem yang sedang berjalan ini adalah agar sistem yang akan dibangun nantinya

(2)

tidak keluar dari sistem inti yaitu sistem. Untuk menggambarkan model dari

prosedur yang sedang berjalan yaitu menggunakan aplikasi Bizagi Process

Modeler. Bizagi Proses Modeler merupakan aplikasi pembantu untuk membuat

proses bisnis berupa BPMN(Busines Proses Model and Notation)

Prosedur yang sedang berjalan di Dinas Pertanian Kabupaten Garut

berkaitan dengan prosedur pengembangan komoditas tanaman pangan dan prosedur

pengawasan komoditas tanaman pangan.

3.1.2.1 Prosedur Penentuan Komoditas Tanaman Pangan

Prosedur pengembangan komoditas tanaman pangan yang sedang berjalan

saat ini di Dinas Pertanian adalah sebagai berikut :

1. Seksi Serelia menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan rencana kerja

berdasarkan sasaran, kebijakan teknis, strategi dan program kerja Dinas.

2. Seksi Aneka Kacang Dan Umbi menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan

rencana kerja berdasarkan sasaran, kebijakan teknis, strategi dan program kerja

Dinas.

3. Seksi Aneka Kacang Dan Umbi membuat dokumen untuk pengajuan

pengembangan komoditas tanaman pangan dan memberikannya kepada kepala

bidang tanaman pangan.

4. Seksi Serelia membuat dokumen untuk pengajuan pengembangan komoditas

tanaman pangan dan memberikannya kepada kepala bidang tanaman pangan.

5. Kepala Bidang Tanaman Pangan menerima dokumen pengembangan komoditas

tanaman pangan.

6. Kepala Bidang Tanaman Pangan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen

pengembangan komoditas tanaman pangan apabila sesuai dengan rencana

berdasarkan sasaran dinas maka akan disetujui dan diadakannya penyelenggaraan

pengembangan komoditas tanaman pangan.

7. Apabila tidak disetujui, maka Seksi Aneka Kacang Dan Umbi beserta Seksi Serelia

membuat dan mengkaji ulang dokumen pengajuan pengembangan komoditas

tanaman pangan.

(3)

G

a

m

b

ar

3

.1

P

ro

se

d

u

r

P

en

en

tu

an

K

om

o

d

itas

Ta

n

a

m

an

P

an

gan

(4)

3.1.2.2 Prosedur Pengawasan Komoditas Tanaman Pangan

Prosedur pengawasan komoditas tanaman pangan yang sedang berjalan saat

ini di Dinas Pertanian adalah sebagai berikut :

1. Seksi Pasca Panen, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan

membuat laporan komoditas tanaman pangan berdasarkan rekap tahunan.

2. Seksi Pasca Panen, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan

memberikan hasil pembuatan laporan komoditas tanaman pangan kepada

kepala bidang tanaman pangan.

3. kepala bidang tanaman pangan menerima hasil laporan dan memeriksa

kesesuaian laporan dengan rencana yang sudah ditetapkan dinas.

4. Kepala Bidang Tanaman Pangan mengarsipkan dokumen komoditas tanaman

pangan untuk dijadikan tindakan dalam mengambil keputusan di periode

selanjutnya.

(5)

G

a

m

b

ar

3

.2

P

ro

se

d

u

r P

en

ga

w

as

an

Tan

a

m

an

P

an

ga

n

(6)

3.1.3 Analisis Aturan Bisnis

Analisis aturan bisnis pada sistem yang sedang berjalan merupakan

deskripsi mengenai aturan-aturan terhadap sistem yang ada di Dinas Pertanian

Kabupaten Garut. Berikut ini merupakan aturan bisnis pada sistem yang sedang

berjalan di Dinas Dinas Pertanian Kabupaten Garut.

1. Penentuan Komoditas tanaman pangan yang akan dikembangkan dengan

kecocokan lahan.

2. Pengawasan komoditas tanaman pangan dilakukan untuk memantau

sebaran tanaman pangan di suatu daerah.

3.1.4 Analisis Sistem Informasi Geografis

Analisis sistem informasi geografis merupakan salah satu tahap untuk

mengetahui sistem informasi geografis seperti apa yang akan dibuat. Berikut

merupakan model SIG dapat dilihat pada Gambar 3.3

Input Proses Output

Seksi Aneka Kacang Dan Umbi Data karakteristik komoditas yang akan dikembangkan

sebaran tanaman pangan

Hasil perhitungan metode MFEP Data kecamatan Kepala Bidang Tanaman Pangan Memasukan Karateristik komoditas yang telah dipilih

Menghasilkan

Pembuata layer Menentukan pengembangan tanaman

pangan

Menentukan

Menghasilkan

Memasukan data spasial

Memasukan data karakteristik komoditas Data lokasi tanaaman pangan Informasi pengembangan komoditas Perhitungan metode MFEP

Data luas dan produktivitas tanaman pangan Memasukan

statistik komoditas yang telah dipilih

Penilaian pengembangan tanaman pangan

Penambahan data tanaman pangan Memasukan data luas

dan produktivitas komoditas Menghasilkan Menghasilkan Melakukan Data Desa Memasukan lokasi wilayah yang telah dipilih

Memasukan data spasial Memilih karteristik komoditas Memilih statistik komoditas Memilih lokasi wilayah Dokumen karakteristik komoditas Dokumen statistik komoditas Dokumen lokasi wilayah Menentukan

(7)

Penjelasan dari langkah – langkah model sistem informasi geografis yang akan

dibuat untuk penentuan pengembangan komoditas tanaman pangan untuk Kepala

Bidang Tanaman Pangan dan Seksi Aneka Kacang dan Umbi :

1. Seksi Aneka Kacang dan Umbi memasukan data desa, kecamatan, luas dan

produktivitas komoditas dan karakteristik suatu komoditas tanaman pangan dari

dokumen yang ada.

2. Proses penilaian pengembangan tanaman diperoleh dari data masukan

karakteristik komoditas tanaman pangan.

3. Proses penambahan data tanaman pangan diperoleh dari data luas dan

produktivitas komoditas tanaman pangan.

4. Hasil informasi yang didapat dari sebaran tanaman pangan diperoleh dari proses

penilaian untuk pengembangan tanaman pangan dan penambahan data tanaman

pangan.

5. Proses perhitungan diperoleh setelah adanya informasi keluaran sebaran

tanaman pangan.

6. Keluaran informasi dari hasil pendukung keputusan diperoleh dari proses

perhitungan spk.

7. Proses menentukan pengembangan tanaman pangan akan didapat setelah

proses penilaian dari sistem pendukung keputusan selesai.

8. Setelah proses penentuan pengembangan tanaman pangan selesai akan

mngashilkan informasi keluaran berupa data lokasi komoditas tanaman pangan

yang cocok ditanami disuatu wilayah tertentu.

9. Memantau pengembangan tanaman pangan

10. Memperoleh informasi keluaran berupa digitasi peta berupa letak suatu

komoditas berdasarkan kecamatan dan desa.

3.1.5 Analisis Data Spasial

Data spasial pada aplikasi yang akan dibangun meliputi potensi komoditas,

kriteria lahan komoditas tanaman pangan. Data spasial tersebut dibedakan dengan

bentuk dan warna yang berbeda agar informasi yang di tampilkan terlihat lebih

jelas. Berikut spesifikasi informasi data spasial pada aplikasi yang akan dibangun

yang dapat dilihat pada Tabel 3.1 Analisis data spasial.

(8)

Tabel 3.1 Data Kecamatan

No Nama Kecamatan Jumlah Desa Luas Kecamatan

(km2) Komoditas per kecamatan

1 Banjarwangi 11 17.283 padi, jagung, kedelai, kacang

tanah, ubi jalar

2 Banyuresmi 15 9.903 padi, jagung, kedelai, kacang

tanah, ubi jalar

3 Bayongbong 18 10.874 padi, jagung, kedelai, kacang

tanah, ubi jalar

4 Balubur 14 14.698 kedelai, kacang tanah, ubi jalar

5 Limbangan 13 5.522 padi, jagung, kedelai, kacang

tanah, ubi jalar

6 Bungbulang 6 13.244 kedelai, kacang tanah, ubi jalar

7 Caringin 11 19.844 padi, jagung, kedelai

8 Cibalong 11 17.232 padi, jagung, kedelai, kacang

tanah, ubi jalar

9 Cibatu 5 4.411 kedelai, ubi jalar

10 Cibiuk 5 21.359 padi, kacang tanah, ubi jalar

11 Cigedug 4 17.225 kacang tanah, ubi jalar

12 Cihurip 12 5.679 padi, jagung, kedelai

13 Cikajang 11 6.769 padi, jagung, kedelai, kacang

tanah

14 Cikelet 18 4.042 padi, jagung

15 Cilawu 9 12.495 kedelai, kacang tanah, ubi jalar

16 Cisewu 11 12.382 kacang tanah, ubi jalar

17 Cisompet 17 7.763 padi, kacang tanah, ubi jalar

18 Cisurupan 11 4.763 padi, kacang tanah, ubi jalar

19 Garut Kota 14 3.120 padi, ubi jalar

20 Kadungora 20 8.088 padi, jagung

21 Karangpawitan 4 3.517 padi, kedelai, kacang tanah, ubi

jalar

22 Karangtengah 6 5.971 padi, kacang tanah, ubi jalar

23 Kersamanah 12 4.670 kedelai, kacang tanah, ubi jalar

24 Leles 8 1.946 kedelai, kacang tanah, ubi jalar

25 Leuwigoong 24 5.057 kacang tanah, ubi jalar

26 Malangbong 5 2.771 padi, jagung, kedelai, kacang

tanah, ubi jalar

27 Mekarmukti 13 5.207 kedelai, ubi jalar

28 Pakenjeng 8 3.526 padi, jagung, kedelai

29 Pameungpeuk 5 3.383 kedelai, kacang tanah, ubi jalar

30 Pamulihan 8 1.972 kedelai, ubi jalar

31 Pangatikan 12 3.883 padi, kacang tanah, ubi jalar

32 Pasirwangi 6 2.328 padi, jagung, kedelai, kacang

tanah, ubi jalar

33 Peundeuy 13 4.788 padi, jagung, kedelai, kacang

tanah

34 Samarang 7 7.351 padi, jagung, kedelai, ubi jalar

35 Selaawi 9 1.935 kedelai, kacang tanah, ubi jalar

36 Singajaya 7 4.143 kacang tanah, ubi jalar

37 Sucinaraja 7 1.650 padi, jagung, kedelai, ubi jalar

(9)

Tabel 3.1 Data Kecamtan (Lanjutan)

No Nama Kecamatan Jumlah Desa Luas Kecamatan (km2)

Komoditas per kecamatan

39 Sukawening 7 3.731 padi, jagung, kedelai, kacang

tanah

40 Talegong 13 7.359 padi, jagung, kacang tanah

41 Tarogong Kaler 12 3.407 padi, jagung, kedelai, ubi

jalar

42 Tarogong Kidul 9 9.238 padi, kedelai, kacang tanah

Tabel 3.2 Analisis Data Spasial

No Indikator Pengawasan Deskripsi Data

Spasial Contoh

1 Lahan Komoditas

Tanaman Pangan

Lahan Komoditas

tanaman pangan Kelas S1 Nilai Komoditas 75-100

Polygon

Lahan Komoditas

tanaman pangan Kelas S2 Nilai Komoditas 50-75

Polygon

Lahan Komoditas

tanaman pangan Kelas S3 Nilai Komoditas 25-50

Polygon

Lahan Komoditas

tanaman pangan Kelas N Nilai Komoditas 0-25

Polygon

2 Kecamatan

Kecamatan yang berada di wilayah kabupaten Garut

Polygon

3 Desa

Desa yang berada di wilayah kabupaten Garut

Polygon

4 Kelompok Tani Sebaran kelompok tani

yang berada di suatu desa Point

Tabel 3.3 Keterangan Kelas Kesesuaian Lahan

No Nama Istilah Keterangan

1 Kelas S1

sangat sesuai : Lahan tidak memiliki faktor pembatas yang berarti atau nyata terhadap penggunaan secara berkelanjutan, atau faktor pembatas yang bersifat tidak dominan dan tidak akan mereduksi produktifitas Lahan secara nyata.

(10)

Tabel 3.3 Keterangan Kelas Kesesuaian Lahan (Lanjutan)

No Nama Istilah Keterangan

2 Kelas S2

cukup sesuai : Lahan mempunyai faktor pembatas, dan faktor pembatas ini akan berpengaruh terhadap produktifitasnya, memerlukan tambahan masukan (input). Pembatas tersebut biasanya dapat diatasi oleh petani sendiri.

3 Kelas S3

sesuai marginal : Lahan mempunyai faktor pembatas yang dominan, dan faktor pembatas ini akan berpengaruh terhadap produktifitasnya, memerlukan tambahan masukan yang lebih banyak daripada Lahan yang tergolong S2. Untuk mengatasi faktor pembatas pada S3 memerlukan modal tinggi, sehingga perlu adanya bantuan kepada petani untuk mengatasinya.

4 Kelas N

tidak sesuai : Lahan yang tidak sesuai (N) karena mempunyai faktor pembatas yang sangat dominan dan/atau sulit diatasi.

3.1.6 Analisis Data Non Spasial

Data non spasial (atribut) merupakan informasi individual dari setiap data

vector peta digital, data non spasial diperlukan dalam SIG ini, yang dimana akan

berisikan informasi mengenai data spasial. Data yang diambil adalah data tanaman

pangan pada tahun 2017, analisis data non spasial yang digunakan untuk

membangun sistem ini dapat dilihat pada Tabel 3.4 Analisis data non spasial.

Tabel 3.4 Data Tanaman Pangan

Komoditas Tanaman Pangan Produktivitas Komoditas (Kw/Ha) Luas Komoditas (Ha) Kacang Tanah 585,33 11551 Kedelai 470,7 8643 Ubi Jalar 5497,13 9347

Tabel 3.5 Analisis Data Non Spasial

No Nama Deskripsi Atribut

1 Luas panen Berisi data luas panen yang ada di Kabupaten Garut

kd_luas, kd_kecamatan,

kd_komoditi, luas, tahun

2 Komoditas

tanaman pangan

Berisi jenis tanaman pangan yang ada di Kabupaten Garut

kd_komoditi, nama_komoditi

3 Produktivitas Berisi data produktivitas

komoditas yang ada di

Kabupaten Garut

kd_produktivitas,

kd_kecamatan, kd_komoditi, produktivitas, tahun

3.1.7 Analisis Dashboard

Dashboard

berisikan

komponen-komponen

yang

meliputi

status

perkembangan komoditas tanman pangan dan total luas dan produkivitas komoditas

tanaman pangan disuatu daerah. KPI yang membentuknya terdiri dari status

(11)

perkembangan komoditas tanaman pangan dan total luas dan produkivitas

komoditas tanaman pangan, presentasi total luas dan produkivitas disuatu

kecamatan. Tahapan proses dashboard sebagai berikut :

1. Koneksi ke file database

2. Pemilihan data

3. Pengaturan tata letak

Informasi serta fitur yang ditampilkan adalah sebagai berikut :

1. Menampilkan jumlah komoditas di setiap kelompok tani yang ada di

Kabupaten Garut

2. Menampilkan hasil tahunan dari luas komoditas tanaman pangan yang

ada di Kabupaten Garut.

3. Menampilkan hasil tahunan dari produktivitas komoditas tanaman

pangan yang ada di Kabupaten Garut.

3.1.7.1 Analisis Objektif dan KPI Rancangan Dashboard

Penentuan objektif, Key Perfomance Indicator (KPI) bertujuan untuk

pengawasan penyebaran komoditas tanaman pangan yang ada disuatu daerah.

Berikut adalah analisis objektif dan KPI Rancangan Dashboard yang akan dilihat

pada TABEL 3.6 berdasarkan rencana strategis distan kabupaten Garut pada tahun

2017.

Tabel 3.6 Analisis Objektif dan KPI

Objektif Utama Sub-Objektif KPI Target

Pengawasan Penyebaran Komoditas Tanaman Pangan Meningkatnya produksi pertanian tanaman pangan Penyebaran produksi komoditas tanaman

pangan kedelai (Ton) 12.813

Penyebaran produksi komoditas tanaman pangan kacang tanah (Ton)

28.227 Penyebaran produksi

komoditas tanaman pangan ubi jalar (Ton)

(12)

Gambar 3.4 Grafik Produktivitas

Komoditas Tanaman Pangan

3.1.7.2 Grafik

Grafik pada dashboard akan digunakan untuk melihat visualisasi dan

menunjukan perbandingan terhadap total penyebaran luas komoditas tanaman

pangan di kabupaten Garut, diantaranya luas komoditas pada tahun 2015 untuk

seluruh kecamatan yang ada di kabupaten Garut terdapat kacang tanah seluas

16.722 Ha, kedelai 13.198 Ha, ubi jalar 6.352 Ha, tahun 2016 untuk kacang tanah

seluas 16.766 Ha, kedelai seluas 83.999 Ha, ubi jalar 6.775 Ha dan tahun 2017

untuk kacang tanah seluas 11.551 Ha, kedelai seluas 8.643 Ha dan ubi jalar seluas

9.347 Ha. Berikut sampel visualisasi grafik penyebaran luas dan produktivitas

komoditas tanaman pangan yang dapat dilihat pada Gambar 3.4 dan Gambar 3.5

3.1.8.3 Analisis Data Produksi Komoditas Tanaman Pangan

Analisis data komoditas bertujuan untuk menganalisis penyebaran

pdroduksi komoditas tanaman pangan pertahun di kabupaten Garut. Data yang akan

dijadikan sample yaitu data dari rencana strategis dan produksi tahun 2017 terdapat

produksi yang tidak memenuhi target yang berupa hasil yang tidak sesuai dengan

rencana strategis dan produksi yang melampaui target yang telah direncanakan

dapat dilihat pada tabel 3.7

Gambar 3.5 Grafik Luas Komoditas

Tanaman Pangan

(13)

Tabel 3.7 Analisis Data Produksi Komoditas Tanaman Pangan

3.1.8 Analisis Penentuan Pengembangan Komoditas Tanaman Pangan

Analisis pendukung keputusan dilakukan untuk mendapatkan gambaran

apakah metode yang digunakan dalam penelitian ini cocok atau tidak dalam

menyelesaikan masalah yang ada. Metode MFEP merupakan metode yang akan

digunakan untuk menentukan pengembangan komoditas tanaman pangan. Berikut

ini merupakan contoh tanaman yang akan digunakan berdasarkan data statistik luas

panen atau produksi terendah pada tahun 2017 per kecamatan yang ada di

Kabupaten Garut :

1. Kacang Tanah

2. Kedelai

3. Ubi Jalar

Adapun kriteria-kriteria lain yang berfungsi untuk menentukan

pengembangan komoditas yaitu :

1. Ketersediaan air/Curah hujan

2. Tekstur

3. Drainase

4. Temperatur

5. Bahaya Longsor

Dari kriteria-kriteria diatas, kita kemudian dapat memberikan nilai bobot

dari masing-masing kriteria diatas. Selanjutnya merupakan pembobotan yang

dilakukan tiap masing-masing tanaman. Untuk sampel data masukan yang akan

digunakan berdasarkan data kelompok tani yaitu kelompok tani Jadimandiri yang

berada di desa Panawa beserta katrakteristik komoditas tanaman pangan tahun

2017.

Kacang tanah (Ton)

Kedelai (Ton) Ubi Jalar (Ton)

Produksi 2017 23.350 10.427 91.932

Rencana Pencapaian tahun

2017 28.227 12.813 78.029

Status Tidak Memenuhi

Target

Tidak Memenuhi

(14)

1. Kacang tanah

Berikut adalah rentang faktor kesesuaian lahan dari yang dimiliki oleh

tanaman kacang tanah.

Tabel 3.8 Faktor Kesesuaian Lahan Tanaman Kacang Tanah

No Faktor Rentang Kelas Lahan Bobot Alternatif

1 Ketersediaan air/Curah hujan (wa)

S1 400 – 1.100 100 S2 1.100 - 1.600 75 S3 1.600 -1.900 50 N > 1.900 25 2 Tekstur (cm) S1 > 75 100 S2 50 - 75 75 S3 25 - 50 50 N < 25 25 3 Drainase S1 baik, sedang 100

S2 agak cepat, agak terhambat 75

S3 terhambat 50

N sangat terhambat, cepat 25

4 Temperatur (oC) S1 25 - 27 100 S2 20 - 25 75 S3 18 - 20 50 N < 18 25 5 Bahaya Longsor (%) S1 < 3 100 S2 3 - 8 75 S3 8 – 15 50 N > 15 25

2. Kedelai

Berikut adalah rentang faktor kesesuaian lahan dari yang dimiliki oleh

tanaman kedelai.

Tabel 3.9 Faktor Kesesuaian Lahan Tanaman Kedelai

No Faktor Rentang Kelas Lahan Bobot Alternatif

1 Ketersediaan air/Curah hujan (wa)

S1 350 – 1.100 100 S2 250 - 350 75 S3 180 - 250 50 N < 180 25 2 Tekstur (cm) S1 >50 100 S2 30 - 50 75 S3 20 - 30 50 N <20 25

(15)

Tabel 3.9 Faktor Kesesuaian Lahan Tanaman Kedelai (Lanjutan)

No Faktor Rentang Kelas Lahan Bobot Alternatif

S2 agak cepat, agak terhambat 75 S3 terhambat 50 N sangat terhambat, cepat 25 4 Temperatur (oC) S1 23 - 25 100 S2 20 - 23 75 S3 18 - 20 50 N < 18 25 5 Bahaya Longsor (%) S1 < 3 100 S2 3 - 8 75 S3 8 – 15 50 N > 15 25

3. Ubi Jalar

Berikut adalah rentang faktor kesesuaian lahan dari yang dimiliki oleh

tanaman ubi jalar.

Tabel 3.10 Faktor Kesesuaian Lahan Tanaman Ubi Jalar

No Faktor Rentang Kelas Lahan Bobot Alternatif

1 Ketersediaan air/Curah hujan (wa)

S1 800 - 1.500 100 S2 600 - 800 75 S3 400 - 600 50 N < 400 25 2 Tekstur (cm) S1 > 75 100 S2 50 - 75 75 S3 25 - 50 50 N < 25 25 3 Drainase S1 baik, sedang 100

S2 agak cepat, agak terhambat 75 S3 terhambat 50 N sangat terhambat, cepat 25 4 Temperatur (oC) S1 22 - 25 100 S2 25 - 30 75 S3 30 - 35 50 N > 35 25 5 Bahaya Longsor (%) S1 < 3 100 S2 3 - 8 75 S3 8 – 15 50 N > 15 25

(16)

3.1.8.1 Alur Pengembangan Tanaman Pangan

Alur penerapan metode MFEP (Multi Factor Evaluation Process) dalam

pengembangan Komoditas tanaman pangan dapat dilihat pada Gambar 3.6

Mulai iBobot,Nilai= Integer Total:Integer i=() i=Jumlah Factor Tampilkan Total Total=Total+(Bobot x Nilai) i=i+1 Ya Tidak Selesai

Gambar 3.6 Alur Penerapan Metode MFEP

a. Menentukan faktor dan bobot faktor

Tingkat kepentingan masing-masing faktor dinyatakan dalam bentuk angka

dimana total bobot faktor secara keseluruhan adalah 1.

Tabel 3.11 Bobot Faktor Untuk Semua Faktor

Faktor Bobot Faktor

Ketersediaan air/Curah hujan 0.25

Tekstur 0.15

Drainase 0.2

Temperatur 0.27

Bahaya Longsor 0.13

(17)

b. Memberi bobot masing-masing alternatif

Pemberian bobot terhadap faktor-faktor penting yang ditentukan dengan

beberapa alternatif yang dijadikan sebagai kandiditat pemilihan tamanan.

Tabel 3.12 Evaluasi Faktor Untuk Semua Alternatif

Faktor Alternatif Bobot Kacang Tanah (Alternatif 1) Kedelai (Alternatif 2) Ubi Jalar (Alternatif 3)

Ketersediaan air/Curah hujan 75 50 50

Tekstur 100 75 100

Drainase 50 75 75

Temperatur 100 75 25

Bahaya Longsor 25 50 100

c. Melakukan evaluasi faktor

Proses perhitungan bobot evalusai (weight evaluation) untuk

masing-masing alternatif dimana bobot evaluasi merupakan perkalian antara bobot

faktor dan evaluasi faktor.

BE =BF * EF ... ... (2.1)

BE

Ketersediaan air/Curah hujan

(Alternatif1) = 75

*0.25 = 18.75

BE

Tekstur

(Alternatif1)

= 100 * 0.15 = 15

BE

Drainase

(Alternatif1)

= 50 * 0.2 = 10

BE

Temperatur

(Alternatif1)

= 100 * 0.27 = 27

BE

Bahaya Longsor

(Alternatif1)

= 25

* 0.13 = 3.25

TBE(Alternatif1) 18.75+ 15+ 10+ 27+ 3.25 = 74

Proses perhitungan bobot evalusai (weight evaluation) untuk alternatif 1

(kacang tanah) dapat dilihat pada Tabel 3.13

Tabel 3.13 Bobot Evaluasi untuk Alternatif 1

Faktor Evaluasi Faktor (EF) Alternatif 1

Bobot Faktor (BF) Bobot Evaluasi (BE)

Ketersediaan

air/Curah hujan 75 0.25 18.75

(18)

Tabel 3.14 Bobot Evaluasi untuk Alternatif 1

Faktor Evaluasi Faktor (EF) Alternatif 1

Bobot Faktor (BF) Bobot Evaluasi (BE)

Drainase 50 0.2 10

Temperatur 100 0.27 27

Bahaya Longsor 25 0.13 3.25

Total Bobot Evaluasi (TBE) 74

Perhitungan pertama untuk alternatif 1 adalah kacang tanah diperoleh hasil

total nilai bobot 74.

Proses perhitungan bobot evalusai (weight evaluation) untuk alternatif 2

(kedelai) dapat dilihat pada Tabel 3.14

Tabel 3.15 Bobot Evaluasi untuk Alternatif 2

Faktor Evaluasi Faktor (EF) Alternatif 2

Bobot Faktor (BF) Bobot Evaluasi (BE) Ketersediaan air/Curah hujan 50 0.25 12.5 Tekstur 75 0.15 11.25 Drainase 75 0.2 15 Temperatur 75 0.27 20.25 Bahaya Longsor 50 0.13 6.5

Total Bobot Evaluasi (TBE) 65.50

Perhitungan kedua untuk alternatif 2 adalah kedelai diperoleh hasil total nilai

bobot 65.50.

Proses perhitungan bobot evalusai (weight evaluation) untuk alternatif 3

(ubi jalar) dapat dilihat pada Tabel 3.15

Tabel 3.16 Bobot Evaluasi untuk Alternatif 3

Faktor Evaluasi Faktor (EF) Alternatif 3

Bobot Faktor (BF) Bobot Evaluasi (BE) Ketersediaan air/Curah hujan 50 0.25 12.5 Tekstur 100 0.15 15 Drainase 75 0.2 15 Temperatur 25 0.27 6.75 Bahaya Longsor 100 0.13 13

(19)

Perhitungan ketiga untuk alternatif 3 adalah ubi jalar diperoleh hasil total nilai

bobot 62.25.

Haisil proses perhitungan bobot evalusai (weight evaluation) untuk seluruh

alternatif dapat dilihat pada Tabel 3.16

Tabel 3.17 Total Bobot Evaluasi untuk Semua Alternatif

Rangking Alternatif Total Bobot Evaluasi (TBE)

1 Kacang Tanah 74

2 Kedelai 65.50

3 Ubi Jalar 62.25

Alternatif yang direkomendasikan adalah alternatif dengan total bobot

evaluasi terbesar yaitu alternatif 1 (kacang tanah) untuk Kelompok tani

Jadimandiri yang berada di desa Panawa.

3.1.9 Analisis Kebutuhan Non Fungsional

Analisis kebutuhan non fungsional dilakukan untuk mengetahui spesifikasi

kebutuhan untuk menjalankan sistem. Spesifikasi kebutuhan melibatkan analisis

perangkat keras, analisis perangkat lunak, dan analisis pengguna

.

3.1.9.1 Analisis Kebutuhan Perangkat Keras

Analisis perangkat keras diperlukan untuk menjalankan suatu aplikasi yang

dapat mendukung proses kerja dari sistem itu sendiri. Spesifikasi perangkat keras

yang digunakan dalam membantu kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten Garut, dapat

dilihat pada Tabel 3.17. Perangkat Keras yang Digunakan.

Tabel 3.18 Perangkat Keras Yang Dibutuhkan

No

Perangkat Keras

Spesifikasi

1 Processor Intel(R) Core (TM) i3-3217U

2 Hard Disk 500 GB

3 Memori 2 GB

4 Monitor LCD 14 inch, Resolusi 1024 x 768

5 Keyboard Standar

6 Mouse Standar

7 Jaringan Internet Wireless Router

3.1.9.2 Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak

Perangkat lunak diperlukan untuk menjalankan suatu aplikasi yang dapat

mendukung proses kerja dari sistem itu sendiri. Selain memperhatikan perangkat

keras yang digunakan, perlu juga perangkat lunak yang akan digunakan dalam

(20)

pembangunan sistem ini. Sebelum melihat perangkat lunak yang akan digunakan,

sangat perlu untuk mengetahui perangkat lunak yang digunakan saat ini sehingga

dapat di usulkan penggunaan perangkat lunak yang dapat mendukung sistem.

Perangkat lunak yang digunakan dalam membantu kegiatan Dinas Pertanian

Kabupaten Garut dapat dilihat pada Tabel 3.18 Perangkat Lunak yang Digunakan.

Tabel 3.19 Perangkat Lunak Yang Ada Saat Ini

No Perangakat Lunak Spesifikasi

1. Sistem Operasi Microsoft Windows 7

2. Aplikasi Perangkat Kerja Microsoft Office 2010

3. Web Browser Google Chrome

Sistem informasi geografis membutuhkan perangkat lunak pendukung, sehingga

aplikasi yang dibangun dapat berjalan dengan baik pada perangakt lunak tersebut.

Spesifikasi minimum perangkat lunak yang direkomndasikan untuk menjalankan

aplikasi tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.19 Perangkat Lunak yang

Direkomendasikan.

Tabel 3.20 Perangkat Lunak yang Dibutuhkan

No Perangakat Spesifikasi

1 Sistem Operasi Microsoft Windows 7

2 Browser Mozilla Firefox, Google Chrome

3 Web Server Xampp versi 3.1.0.3.1.0

4 DBMS MySQL versi 1.8.1

5 API Open Streat Map v 4.18, Google v 3.37, Esri v 9.3

3.1.9.3 Analisis Pengguna

Analisis pengguna merupakan analisis yang berhubungan dengan pegawai

yang akan menggunakan sistem tersebut. Sistem akan berjalan dengan baik jika

digunakan oleh pegawai yang memiliki kemampuan dalam menggunakannya.

Analisis pegawai yang ada saat ini dapat dilihat pada Tabel 3.20

Tabel 3.21 Pegawai Yang Ada Saat Ini

No Pegawai Pendidikan

Terakhir Tanggung Jawab

Tingkat Keterampilan

1 Kepala Bidang Tanaman Pangan

Magister Bertanggung jawab

melakukan monitoring pengembangan tanaman pangan di Kabupaten Garut Mampu mengoperasikan komputer dengan baik

(21)

Tabel 3.22 Pegawai Yang Ada Saat Ini (Lanjutan)

Pegawai Pendidikan Terakhir Tanggung Jawab Tingkat Keterampilan Pegawai 2 Seksi Aneka Kacang dan Umbi

Magister Bertanggung jawab

dalam hal yang berhubungan dengan komoditas tanaman serta membuat laporan Mampu mengoperasikan komputer dengan baik 3 Seksi Serelia

Sarjana Bertanggung jawab

dalam hal yang berhubungan dengan komoditas tanaman serta membuat laporan Mampu mengoperasikan komputer dengan baik

Berdasarkan evaluasi dari hasil analisis sistem yang sedang berjalan, maka

analisis pegawai yang dibutuhkan untuk sistem yang akan dibangun dapat dilihat

pada Tabel 3.21 Pegawai yang Direkomendasikan.

Tabel 3.23 Pegawai Yang Dibutuhkan

No Pegawai Pendidikan

Terakhir Tanggung Jawab

Tingkat Keterampilan

1 Kepala Bidang Tanaman Pangan

Magister Melakukan monitoring

terhadap pengembangan komoditas tanaman pangan Mampu mengoperasikan komputer dengan baik 2 Seksi Aneka Kacang dan Umbi

Magister Mengolah data

komoditas, data kelompok tani dan data kecamatan. Mampu mengoperasikan komputer dengan baik dan mengerti cara menggunakan Sistem Informasi Geografis 3 Seksi Serelia

Sarjana Mengolah data

komoditas, data kelompok tani dan data kecamatan.

Mampu mengoperasikan komputer dengan baik dan mengerti cara menggunakan Sistem Informasi Geografis

3.1.9.4 Analisis Basis Data

Analisis

basis

data

dipergunakan

untuk

mendeskripsikan

dan

mengidentifikasikan data-data yang berhubungan dengan sistem informasi

(22)

geografis yang akan diterapkan. Menganalisis basis data dapat menggunakan Entity

Relationship Diagram. Entity Relationship Diagram merupakan teknik untuk

menggambarkan informasi yang dibutuhkan dalam sistem dan hubungan antara

data-data tersebut. Berikut adalah Entity Relationship Diagram mengenai sistem

informasi geografis pengembangan komoditas tanaman pangan di Kabupaten Garut

yang dapat dilihat pada Gambar 3.7

pengguna faktor penilaian komoditas Luas desa kecamatan Kelompok_tani memiliki Kd_kelompok Kd_faktor Kd_penilaian Kd_desa Kd_kecamatan Kd_luas Kd_komoditi menilai memiliki memiliki memiliki memiliki N 1 N 1 1 N 1 1 N N Produktivitas Kd_produktivita s 1 1 memiliki 1 menilai N 1 Nip 1

Gambar 3.7 Entity Relationship Diagram

Entity Relationship Diagram (ERD) pada sistem informasi geografis

pengembangan komoditas tanaman pangan di Kabupaten Garut memiliki atribut

yang dijelaskan pada tabel berikut :

(23)

Tabel 3.24 Kamus Data ERD

3.1.10 Analisis Kebutuhan Fungsional

Analisis

kebutuhan

fungsional

merupakan

suatu

cara

untuk

menggambarkan kebutuhan apa saja yang terjadi pada sistem yang akan digunakan.

Melalui analisis kebutuhan fungsional didapatkan informasi yang terjadi pada

sistem.

3.1.10.1 Diagram Konteks

Diagram Konteks adalah diagram yang menggambarkan hubungan antar

Entitas Eksternal dengan sistem yang akan dibangun. Dimana data yang

dimasukankan oleh bagian komponen eksternal akan diproses di dalam sistem dan

akan menghasilkan laporan yang diinginkan oleh komponen eksternal tersebut

sesuai dengan data yang dimasukan. Diagram konteks dari Sistem Informasi

Geografis yang akan dibangun adalah seperti pada Gambar 3.8

No Nama Entitas Atribut

1 pengguna {nama, jabatan, email, username, password, level} 2 penilaian {kd_faktor, kd_kelompok, kd_komoditi, nilai_input }

3 faktor {nama_faktor, bobot_faktor}

4 kelompok_tani {kd_desa, nama_kelompok_tani, alamat, ketua, jumlah_anggota, tahun_berdiri, komoditi, kelas, status}

5 Desa {kd_kecamatan, nama_desa, luas_desa, polygon}

6 Kecamatan {nama_kecamatan,polygon_kecamatan }

7 pencapaian { kd_kecamatan , kd_komoditi, luas, produktivitas, tahun }

(24)

Sistem Informasi Geografis Pengembangan Komoditas

Tanaman Pangan di Kabupaten Garut Seksi Aneka Kacang

Dan Umbi

Kepala Bidang Tanaman

Pangan

Info login

Info kecamatan yang telah ditambah Info kecamatan yang telah diubah Info kecamatan yang telah dicari Info desa yang telah ditambah Info desa yang telah diubah Info desa yang telah dicari Info komoditas yang ditambah Info komoditas yang telah diubah Info komoditas yang telah dihapus Info komoditas yang telah dicari

Info pengembangan komoditas yang telah ditambah Info pengembangan komoditas yang telah diubah Info pengembangan komoditas yang telah dihapus Info pengembangan komoditas yang telah dicari Info hasil pengembanagn komoditas yang telah diupdate Info hasil pengembanagn komoditas yang telah dicari

Info faktor

Info faktor yang ditambah Info faktor yang diubah Info faktor yang dihapus Info faktor yang dicari Info saran komoditas Info saran komoditas yang diupdate Data faktor

Data faktor yang ditambah Data faktor yang diubah Data faktor yang dihapus Data faktor yang dicari Data saran komoditas Data saran komoditas yang diupdate

Data login

Data kecamatan yang ditambah Data kecamatan yang diubah Data kecamatan yang dicari Data desa yang ditambah Data desa yang diubah Data desa yang dicari Data komoditas yang ditambah Data komoditas yang diubah Data komoditas yang dihapus Data komoditas yang dicari

Data pengembangan komoditas yang ditambah Data pengembangan komoditas yang diubah Data pengembangan komoditas yang dihapus Data pengembangan komoditas yang dicari Data hasil pengembanagn komoditas yang diupdate Data hasil pengembanagn komoditas yang dicari

Seksi Serelia Data login

Data kecamatan yang ditambah Data kecamatan yang diubah Data kecamatan yang dicari Data desa yang ditambah Data desa yang diubah Data desa yang dicari Data komoditas yang ditambah Data komoditas yang diubah Data komoditas yang dihapus Data komoditas yang dicari

Data pengembangan komoditas yang ditambah Data pengembangan komoditas yang diubah Data pengembangan komoditas yang dihapus Data pengembangan komoditas yang dicari Data hasil pengembanagn komoditas yang diupdate Data hasil pengembanagn komoditas yang dicari

Info login

Info kecamatan yang telah ditambah Info kecamatan yang telah diubah Info kecamatan yang telah dicari Info desa yang telah ditambah Info desa yang telah diubah Info desa yang telah dicari Info komoditas yang ditambah Info komoditas yang telah diubah Info komoditas yang telah dihapus Info komoditas yang telah dicari

Info pengembangan komoditas yang telah ditambah Info pengembangan komoditas yang telah diubah Info pengembangan komoditas yang telah dihapus Info pengembangan komoditas yang telah dicari Info hasil pengembanagn komoditas yang telah diupdate Info hasil pengembanagn komoditas yang telah dicari

Gambar 3.8 Diagram Konteks SIG Pengembangan Komoditas

3.1.10.2 Data Flow Diagram

Data Flow Diagram (DFD) adalah sebuah teknik yang menggambarkan

aliran data dan transformasi yang digunakan sebagai perjalanan data masukan dan

keluaran. Berikut ini DFD yang terdapat dalam sistem informasi geografis

pengembangan komoditas tanaman pangan di Kabupaten Garut.

1. DFD Level 1 Sistem Informasi Geografis

DFD level 1 Sistem Informasi Geografis Pengembangan Komoditas

Tanaman Pangan di Kabupaten Garut pada Gamabr 3.9

(25)

2. DFD level 2 Proses 2 (Data Master)

G

a

m

b

ar

3

.9

D

F

D

Le

ve

l 1

SIG

P

e

n

ge

m

b

angan K

om

o

d

ita

s

(26)

DFD level 2 proses 2 Data Master merupakan pengelolaan data yang di

dalamnya terdapat data kecamatan, desa, komositas, luas dan produktivitas.

Berikut DFD level 2 proses 2 dapat dilihat pada Gambar 3.10

2.1 Pengelolaan Data Kecamatan Seksi Aneka Kacang Dan Umbi 2.2 Pengelolaan Data Desa Info kecamatan Data kecamatan Data desa kecamatan Desa Data kecamatan Data desa 2.3 Pengelolaan Data pencapaian pencapaian Data pencapaian Info pencapaian Data pencapaian 2.4 Pengelolaan Data Komoditas komoditas Seksi Serelia Data kecamatan Info kecamatan Data kecamatan Data desa

Info desa Info desa

Info desa Data pencapaian Info pencapaian Data pencapaian Data komoditas Info komoditas Data komoditas Data komoditas Data komoditas Info komoditas

Gambar 3.10 DFD Level 2 Proses 2 Pengolahan Data Master

3. DFD level 2 Proses 3 (Data Pengembangan Komoditas)

DFD level 2 yang terdapat dalam pengelolaan data pengembangan

komoditas pada proses 3, meliputi data kelompok tani, penilaian, saran

komoditas, kriteria. Berikut DFD level 2 proses 3 dapat dilihat pada Gambar

3.11

(27)

3.1 Pengelolaan data

Kelompok Tani

Kelompok_tani Info kelompok tani

Data kelompok tani

Seksi Aneka Kacang Dan

Umbi

Data kelompok tani Data kelompok tani

Seksi Serelia Info kelompok tani

Data kelompok tani

3.3 Pengelolaan data penilaian 3.4 Pengelolaan data saran komoditas 3.2 Pengelolaan data faktor penilaian saran komoditas kriteria Data penilaian Data penilaian Info penilaian Data penilaian

Info saran komoditas

Data saran komoditas

Data saran komoditas Data saran komoditas

Data saran komoditas Info penilaian

Data penilaian

Info saran komoditas

Kepala Bidang Tanaman

Pangan Data kelompok tani

Data kelompok tani Data faktor

Info faktor

Info saran komoditas

Data saran komoditas

Gambar 3.11 DFD Level 2 Proses 3 Pengelolaan Data Pengembangan

4. DFD Level 3 Proses 2.1 Pengelolaan (Data Kecamatan)

DFD level 3 yang terdapat dalam pengelolaan data kecamatan pada proses

2.1, meliputi penambahan data kecamatan, pengubahan data kecamatan,

penghapusan data kecamatan dan menampilkan data kecamatan. Berikut

DFD level 3 proses 2.1 dapat dilihat pada Gambar 3.12

(28)

2.1.1 Menampilka n Data Kecamatan Seksi Aneka Kacang Dan Umbi Info kecamatan Data kecamatan

kecamatan Data kecamatan

2.1.3 Mengubah Data Kecamatan Data kecamatan Seksi Serelia 2.1.2 Menambah Data Kecamatan Data kecamatan 2.1.4 Menghapus Data Kecamatan Data kecamatan Data kecamatan Info kecamatan Data kecamatan Data kecamatan Data kecamatan Data kecamatan Data kecamatan Data kecamatan Data kecamatan Data kecamatan

Gambar 3.12 DFD Level 3 Proses 2.1 Pengelolaan Data Kecamatan

5. DFD Level 3 Proses 2.2 Pengelolaan (Data Desa)

DFD level 3 yang terdapat dalam pengelolaan data desa pada proses 2.2,

meliputi penambahan data desa, pengubahan data desa, penghapusan data

desa dan menampilkan data desa. Berikut DFD level 3 proses 2.2 dapat

dilihat pada Gambar 3.13

2.2.1 Menampilka n Data Desa Seksi Aneka Kacang Dan Umbi Info Desa Data Desa

Desa Data Desa

2.2.3 Mengubah Data Desa Data Desa Seksi Serelia 2.2.2 Menambah Data Desa Data Desa 2.2.4 Menghapus Data Desa Data Desa Data Desa Info Desa Data Desa Data Desa Data Desa Data Desa Data Desa Data Desa Data Desa Data Desa

(29)

6. DFD Level 3 Proses 2.3 Pengelolaan (Data Pencapaian)

DFD level 3 yang terdapat dalam pengelolaan data luas pada proses 2.3,

meliputi penambahan data pecapaian, pengubahan data pecapaian,

penghapusan data pecapaian dan menampilkan data pecapaian. Berikut

DFD level 3 proses 2.3 dapat dilihat pada Gambar 3.14

2.3.1 Menampilka n Data pencapaian Seksi Aneka Kacang Dan Umbi Info pencapaian Data pencapaian

pencapaian Data pencapaian

2.3.3 Mengubah Data pencapaian Data pencapaian Seksi Serelia 2.3.2 Menambah Data pencapaian Data pencapaian 2.3.4 Menghapus Data pencapaian Data pencapaian Data pencapaian Info pencapaian Data pencapaian Data pencapaian Data pencapaian Data pencapaian Data pencapaian Data pencapaian Data pencapaian Data pencapaian

Gambar 3.14 DFD Level 3 Proses 2.3 Pengelolaan Data Pencapaian

7. DFD Level 3 Proses 2.4 Pengelolaan (Data Komoditas)

DFD level 3 yang terdapat dalam pengelolaan data komoditas pada proses

2.4, meliputi penambahan data komoditas, pengubahan data komoditas,

penghapusan data komoditas dan menampilkan data komoditas. Berikut

DFD level 3 proses 2.5 dapat dilihat pada Gambar 3.15

(30)

2.4.1 Menampilka n Data Komoditas Seksi Aneka Kacang Dan Umbi Info Komoditas Data Komoditas Komoditas Data Komoditas 2.4.3 Mengubah Data Komoditas Data Komoditas Seksi Serelia 2.4.2 Menambah Data Komoditas Data Komoditas 2.4.4 Menghapus Data Komoditas Data Komoditas Data Komoditas Info Komoditas Data Komoditas Data Komoditas Data Komoditas Data Komoditas Data Komoditas Data Komoditas Data Komoditas Data Komoditas

Gambar 3.15 DFD Level 3 Proses 2.4 Pengelolaan Data Komoditas

8. DFD Level 3 Proses 3.1 Pengelolaan (Kelompok Tani)

DFD level 3 yang terdapat dalam pengelolaan data kelompok tani pada

proses 3.1, meliputi penambahan data kelompok tani, pengubahan data

kelompok tani, penghapusan data kelompok tani dan menampilkan data

kelompok tani. Berikut DFD level 3 proses 3.1 dapat dilihat pada Gambar

3.16

3.1.1 Menampilka n Data Kelompok Tani Seksi Aneka Kacang Dan Umbi Info Kelompok Tani

Data Kelompok Tani

Kelompok Tani

Data Kelompok Tani

3.1.3 Mengubah

Data Kelompok

Tani Data Kelompok Tani

Seksi Serelia 3.1.2 Menambah Data Kelompok Tani Data Kelompok Tani

3.1.4 Menghapus

Data Kelompok

Tani Data Kelompok Tani

Data Kelompok Tani

Info Kelompok Tani

Data Kelompok Tani

Data Kelompok Tani Data Kelompok Tani

Data Kelompok Tani

Data Kelompok Tani

Data Kelompok Tani

Data Kelompok Tani

Data Kelompok Tani

(31)

9. DFD Level 3 Proses 3.2 Pengelolaan (Data Faktor)

DFD level 3 yang terdapat dalam pengelolaan data faktor pada proses 3.2,

meliputi penambahan data faktor, pengubahan data faktor, penghapusan

data faktor dan menampilkan data faktor. Berikut DFD level 3 proses 3.2

dapat dilihat pada Gambar 3.17

3.2.1 Menampilka n Data faktor faktor Data faktor 3.2.3 Mengubah Data faktor Data faktor Kepala Bidang Tanaman Pangan 3.2.2 Menambah Data faktor Data faktor 3.2.4 Menghapus Data faktor Data faktor Data faktor Info faktor Data faktor Data faktor Data faktor Data faktor Data faktor Data faktor Data faktor Data faktor

Gambar 3.17 DFD Level 3 Proses 3.2 Pengelolaan Data Faktor

10. DFD Level 3 Proses 3.3 Pengelolaan (Data Penilaian)

DFD level 3 yang terdapat dalam pengelolaan data penilaian pada proses

3.3, meliputi penambahan data penilaian, pengubahan data penilaian,

penghapusan data penilaian, dan menampilkan data penilaian. Berikut DFD

level 3 proses 3.3 dapat dilihat pada Gambar 3.18

(32)

3.3.1 Menampilka n Data penilaian Seksi Aneka Kacang Dan Umbi Info penilaian Data penilaian penilaian Data penilaian 3.3.3 Mengubah Data penilaian Data penilaian Seksi Serelia 3.3.2 Menambah Data penilaian Data penilaian 3.3.4 Menghapus Data penilaian Data penilaian Data penilaian Info penilaian Datapenilaian Data penilaian Data penilaian Data penilaian Data penilaian Data penilaian Data penilaian Data penilaian

Gambar 3.18 DFD Level 3 Proses 3.3 Pengolahan Data Penilaian

11. DFD Level 3 Proses 4.2 Pengelolaan (Data Pengguna)

DFD level 3 yang terdapat dalam pengelolaan data pengguna pada proses

4.2, meliputi penambahan data pengguna, pengubahan data pengguna,

penghapusan data pengguna, dan menampilkan data pengguna. Berikut

DFD level 3 proses 4.2 dapat dilihat pada Gambar 3.19

4.2.1 Menampilka n Data pengguna Kepala Bidang Tanaman Pangan

Info pengguna Data pengguna

pengguna Data pengguna

4.2.3 Mengubah Data pengguna Data pengguna 4.2.2 Menambah Data pengguna Data pengguna 4.2.4 Menghapus Data pengguna Data pengguna Data User Data pengguna Data pengguna Data pengguna Data pengguna Data pengguna

(33)

3.1.11 Spesifikasi Proses

Spesifikasi proses merupakan alat bantu sistem yang akan menjelaskan

perilaku-perilaku proses yang ada dalam Data Flow Diagram (DFD). Berikut

adalah spesifikasi proses dari DFD sistem informasi geografis pengembangan

komoditas tanaman pangan di kabupaten Garut, dapat dilihat pada Tabel 3.23

Tabel 3.25 Spesifikasi Proses

No. Proses Keterangan

1

No. Proses 1

Nama Proses Login

Deskripsi Proses untuk masuk sebagai pengguna system

Input Data login pengguna

Output Info login pengguna

Destination Kepala Bidang Tanaman Pangan, Seksi Aneka Kacang dan Umbi

Logika Proses 1. Pengguna memasukkan username dan password 2. Sistem memeriksa kelengkapan inputan

3. Apabila username atau password kosong sistem akan menampilkan pesan username dan password harus diisi. Silahkan ulangi

4. Apabila tidak kosong, sistem memeriksa username dan password yang di masukkan pengguna

5. Apabila benar, maka user akan masuk sebagai pengguna . Sistem akan menampilkan menu utama

6. Apabila salah, user gagal masuk kedalam sistem , sistem memberikan informasi username atau password salah. Silahkan ulangi. dan sistem menampilkan halaman login kembali

2

No. Proses 2.1.1

Nama Proses Penambahan Data Kecamatan

Deskripsi Proses untuk menambah data Kecamatan

Input Data kecamatan yang akan ditambah

Output Info kecamatan yang telah ditambah

Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi Logika Proses 1. Pengguna memasukkan data

2. Sistem mengecek kelengkapan data, apabila data tidak lengkap sistem akan menampilkan pasan field harus diisi. Silahkan coba lagi. 3. Apabila lengkap, sistem akan mengecek kesesuaian data pada

(34)

Tabel 3.23 Spesifikasi Proses (Lanjutan)

No. Proses Keterangan

4. Apabila berhasil sistem akan menampilkan pesan data berhasil disimpan dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data Kecamatan.

5. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan data gagal disimpan dan kembali ke halaman pengolahan data Kecamatan.

3

No. Proses 2.1.2

Nama Proses Pengubahan Data Kecamatan

Deskripsi Proses untuk mengubah data Kecamatan

Input Data kecamatan yang akan diubah

Output Info kecamatan yang telah diubah

Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi

Logika Proses 1. Pengguna memasukan data Kecamtan yang akan diubah

2. Sistem mengecek kelengkapan, apabila tidak lengkap sistem menampilkan pesan semua field harus diisi . Silahkan ulangi

3. Apabila lengkap, sistem mengecek kesesuaian data pada database 4. Apabila berhasil sistem akan menampilkan pesan data berhasil diubah

dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data Kecamatan. 5. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan data gagal diubah dan

kembali ke halaman pengolahan data Kecamatan.

4

No. Proses 2.1.3

Nama Proses Pencarian Data Kecamatan

Deskripsi Proses untuk mencari data Kecamatan

Input Data kecamatan yang akan dicari

Output Info kecamatan yang dicari

Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi

Logika Proses 1. Pengguna memasukan keyword pencarian

2. Apabila berhasil ditemuka, sistem menampilkan data yang dicari. 3. Apabila tidak ditemukan, sistem akan menampilkan pesan Data yang

dicari tidak ditemukan

5

No. Proses 2.2.1

Nama Proses Penambahan Data Desa

Deskripsi Proses untuk menambah data Desa

Input Data desa yang akan ditambah, data kecamatan

Output Info desa yang telah ditambah

Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi Logika Proses 1. Pengguna memasukkan data

2. Sistem mengecek kelengkapan data, apabila data tidak lengkap sistem akan menampilkan pasan field harus diisi. Silahkan coba lagi.

(35)

Tabel 3.23 Spesifikasi Proses (Lanjutan)

No. Proses Keterangan

3. Apabila lengkap, sistem akan mengecek kesesuaian data pada database

4. Apabila berhasil sistem akan menampilkan pesan data berhasil disimpan dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data Desa. 5. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan data gagal disimpan dan

kembali ke halaman pengolahan data Desa.

6

No. Proses 2.2.2

Nama Proses Pengubahan Data Desa

Deskripsi Proses untuk mengubah data Desa

Input Data desa yang akan diubah, data kecamatan

Output Info desa yang telah diubah

Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi

Logika Proses 1. Pengguna memasukan data Kecamtan yang akan diubah

2. Sistem mengecek kelengkapan, apabila tidak lengkap sistem menampilkan pesan semua field harus diisi . Silahkan ulangi

3. Apabila lengkap, sistem mengecek kesesuaian data pada database Apabila berhasil sistem akan menampilkan pesan data berhasil diubah dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data Desa.

4. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan data gagal diubah dan kembali ke halaman pengolahan data Desa.

7

No. Proses 2.2.3

Nama Proses Pencarian Data Desa

Deskripsi Proses untuk mencari data Desa

Input data desa yang akan dicari

Output Info desa yang dicari

Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi

Logika Proses 1. Pengguna memasukan keyword pencarian

2. Apabila berhasil ditemuka, sistem menampilkan data yang dicari. 3. Apabila tidak ditemukan, sistem akan menampilkan pesan Data yang

dicari tidak ditemukan

8

No. Proses 3.1

Nama Proses Penambahan Data Komoditas

Deskripsi Proses untuk menambah data komoditas

Input Data komoditas yang akan ditambah

Output Info komoditas yang telah ditambah

Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi

Logika Proses 1. Pengguna memasukkan data komoditas

2. Sistem mengecek kelengkapan data, apabila data tidak lengkap sistem akan menampilkan pasan field harus diisi. Silahkan coba lagi. 3. Apabila lengkap, sistem akan mengecek kesesuaian data pada

database

4. Apabila berhasil sistem akan menampilkan pesan data berhasil disimpan dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data komoditas

5. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan data gagal disimpan dan kembali ke halaman pengolahan data komoditas.

(36)

Tabel 3.23 Spesifikasi Proses (Lanjutan)

No. Proses Keterangan

No. Proses 3.2

Nama Proses Pengubahan Data Komoditas

Deskripsi Proses untuk mengubah data komoditas

Input Data komoditas yang akan diubah

Output Info komoditas yang telah diubah

Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi 9

Logika Proses 1. Pengguna memasukan data komoditas yang akan diubah

2. Sistem mengecek kelengkapan, apabila tidak lengkap sistem menampilkan pesan semua field harus diisi . Silahkan ulangi 3. Apabila lengkap, sistem mengecek kesesuaian data pada database 4. Apabila berhasil sistem akan menampilkan pesan data berhasil diubah

dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data komoditas. 5. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan data gagal diubah dan

kembali ke halaman pengolahan data komoditas.

10

No. Proses 3.3

Nama Proses Penghapusan Data komoditas

Deskripsi Proses untuk menghapus data komoditas

Input Data komoditas yang akan dihapus

Output Info komoditas yang telah dihapus

Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi

Logika Proses 1. Pengguna melilih data yang akan dihapus

2. Sistem akan menampilkan pesan konfirmasi penghapusan Apakah anda yakin menghapus nama komoditas dari komoditas?

3. Apabila memilih oke, sistem menampilkan pesan data berhasil dihapus dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data komoditas.

4. Apabila batal, maka akan tetap di halaman pengolahan data komoditas

5. Apabila tetapi gagal, sistem menampilkan pesan Data gagal dihapus dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data komoditas.

11

No. Proses 3.4

Nama Proses Pencarian Data Komoditas

Deskripsi Proses untuk mencari data komoditas

Input Data komoditas yang akan dicari

Output Info komoditas yang dicari

Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi

Logika Proses 1. Pengguna memasukan keyword pencarian

2. Apabila berhasil ditemuka, sistem menampilkan data yang dicari. 3. Apabila tidak ditemukan, sistem akan menampilkan pesan Data yang

dicari tidak ditemukan

12

No. Proses 4.1

Nama Proses Penambahan Data Pengembangan Komoditas

Deskripsi Proses untuk menambah data pengembangan komoditas

Input Data pengembangan komoditas yang akan ditambah

Output Info pengembangan komoditas yang telah ditambah

(37)

Tabel 3.23 Spesifikasi Proses (Lanjutan)

No. Proses Keterangan

Logika Proses 1.Pengguna memasukkan data pengembangan komoditas

2. Sistem mengecek kelengkapan data, apabila data tidak lengkap sistem akan menampilkan pasan field harus diisi. Silahkan coba lagi.

3. Apabila lengkap, sistem akan mengecek kesesuaian data pada database

12 Logika Proses 4. Apabila berhasil sistem akan menampilkan pesan data berhasil disimpan dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data pengembangan komoditas

5. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan data gagal disimpan dan kembali ke halaman pengolahan data pengembangan komoditas

13

No. Proses 4.2

Nama Proses Pengubahan data pengembangan komoditas

Deskripsi Proses untuk mengubah data pengembangn komoditas

Input Data pengembangan komoditas yang akan diubah

Output Info pengembangan komoditas yang diubah

Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi

Logika Proses 1.Pengguna melilih data yang akan diubah

2. Sistem akan menampilkan pesan konfirmasi pengubahan Apakah anda yakin mengubah data?

3. Apabila memilih oke, sistem menampilkan pesan data berhasil diubah dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data pengembangan komoditas

4. Apabila batal, maka akan tetap di halaman pengolahan data pengembangan komoditas

5. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan Data gagal dihapus dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data pengembangan komoditas

14

No. Proses 4.3

Nama Proses Penghapusan data pengembangan komoditas

Deskripsi Proses untuk menghapus data pengembangan komoditas

Input Data pengembangan komoditas yang akan dihapus

Output Info pengembangan komoditas yang telah dihapus

Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi

Logika Proses 1. Pengguna melilih data yang akan dihapus

2. Sistem akan menampilkan pesan konfirmasi penghapusan Apakah anda yakin menghapus nama data dari pengembangan komoditas? 3. Apabila memilih oke, sistem menampilkan pesan data berhasil dihapus dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data pengembangan komoditas

4. Apabila batal, maka akan tetap di halaman pengolahan data pengembangan komoditas

5. Apabila tetapi gagal, sistem menampilkan pesan Data gagal dihapus dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data pengembangan komoditas

15

(38)

Tabel 3.23 Spesifikasi Proses (Lanjutan)

No. Proses Keterangan

Nama Proses Pencarian pengembangan komoditas

Deskripsi Proses untuk mencari data pengembangan komoditas Input Data pengembangan komoditas yang akan dicari Output Info pengembangan komoditas yang dicari Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi

Logika Proses

1. Pengguna memasukan keyword pencarian

2. Apabila berhasil ditemuka, sistem menampilkan data yang dicari. 3. Apabila tidak ditemukan, sistem akan menampilkan pesan Data yang dicari tidak ditemukan

16

No. Proses 5.1

Nama Proses Penambahan Data Pengguna

Deskripsi Proses untuk menambah data Pengguna

Input Data Pengguna yang akan ditambah

Output Info Pengguna yang telah ditambah Destination Kepala Bidang Tanaman Pangan Logika

Proses

1. Pengguna memasukkan data Pengguna

2. Sistem mengecek kelengkapan data, apabila data tidak lengkap sistem akan menampilkan pasan field harus diisi. Silahkan coba lagi.

3. Apabila lengkap, sistem akan mengecek kesesuaian data pada database 4. Apabila berhasil sistem akan menampilkan pesan data berhasil disimpan

dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data user

5. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan data gagal disimpan dan kembali ke halaman pengolahan data User.

17

No. Proses 5.2

Nama Proses Pengubahan Data Pengguna

Deskripsi Proses untuk mengubah data Pengguna

Input Data Pengguna yang akan diubah

Output Info Pengguna yang telah diubah Destination Kepala Bidang Tanaman Pangan Logika

Proses

1. Pengguna memasukan data pengguna yang akan diubah

2. Sistem mengecek kelengkapan, apabila tidak lengkap sistem menampilkan pesan semua field harus diisi. Silahkan ulangi

3. Apabila lengkap, sistem mengecek kesesuaian data pada database 4. Apabila berhasil sistem akan menampilkan pesan data berhasil diubah

dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data user.

5. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan data gagal diubah dan kembali ke halaman pengolahan data user.

18

No. Proses 5.3

Nama Proses Penghapusan Data Pengguna

Deskripsi Proses untuk menghapus data Pengguna Input Data Pengguna yang akan dihapus

(39)

Tabel 3.23 Spesifikasi Proses (Lanjutan)

No. Proses Keterangan

Output Info Pengguna yang telah dihapus Destination Kepala Bidang Tanaman Pangan Logika

Proses

1. Pengguna melilih data yang akan dihapus

2. Sistem akan menampilkan pesan konfirmasi penghapusan Apakah anda yakin menghapus nama user dari user?

3. Apabila memilih oke, sistem menampilkan pesan data berhasil dihapus dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data user.

4. Apabila batal, maka akan tetap di halaman pengolahan data user 5. Apabila tetapi gagal, sistem menampilkan pesan data gagal dihapus dan

sistem akan kembali ke halaman pengolahan data user.

19

No. Proses 5.4 Nama

Proses

Pencarian Data Pengguna

Deskripsi Proses untuk mencari data Pengguna Input Data Pengguna yang akan dicari Output Info Pengguna yang dicari Destination Kepala Bidang Tanaman Pangan Logika

Proses

1. Pengguna memasukan keyword pencarian

2. Apabila berhasil ditemuka, sistem menampilkan data yang dicari. 3. Apabila tidak ditemukan, sistem akan menampilkan pesan data yang

dicari tidak ditemukan

20

No. Proses 6.1 Nama

Proses

Penambahan Data Pencapaian

Deskripsi Proses untuk menambah data Pencapaian Input Data Pencapaian yang akan ditambah Output Info Pencapaian yang telah ditambah Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi Logika

Proses

Pengguna memasukkan data

Sistem mengecek kelengkapan data, apabila data tidak lengkap sistem akan menampilkan pasan field harus diisi. Silahkan coba lagi.

Apabila lengkap, sistem akan mengecek kesesuaian data pada database Apabila berhasil sistem akan menampilkan pesan data berhasil disimpan dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data Pencapaian. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan data gagal disimpan dan kembali ke halaman pengolahan data Pencapaian.

21

No. Proses 6.2

Nama Proses

Pengubahan Data Pencapaian

Deskripsi Proses untuk mengubah data Pencapaian

Input Data Pencapaian yang akan diubah

Output Info Pencapaian yang telah diubah Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi

(40)

Tabel 3.23 Spesifikasi Proses (Lanjutan) No. Proses Keterangan

Logika Proses

Pengguna memasukan data Pencapaian yang akan diubah

Sistem mengecek kelengkapan, apabila tidak lengkap sistem menampilkan pesan semua field harus diisi . Silahkan ulangi

Apabila lengkap, sistem mengecek kesesuaian data pada database Apabila berhasil sistem akan menampilkan pesan data berhasil diubah dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data Pencapaian. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan data gagal diubah dan kembali ke halaman pengolahan data Pencapaian.

22

No. Proses 6.3

Nama Proses

Penghapusan data Pencapaian

Deskripsi Proses untuk menghapus data Pencapaian

Input Data Pencapaian yang akan dihapus

Output Info Pencapaian yang telah dihapus Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi Logika

Proses

1. Pengguna melilih data yang akan dihapus

2. Sistem akan menampilkan pesan konfirmasi penghapusan Apakah anda yakin menghapus nama data dari Pencapaian?

3. Apabila memilih oke, sistem menampilkan pesan data berhasil dihapus dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data Pencapaian

4. Apabila batal, maka akan tetap di halaman pengolahan data Pencapaian

5. Apabila tetapi gagal, sistem menampilkan pesan Data gagal dihapus dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data Pencapaian

23

No. Proses 6.4

Nama Proses

Pencarian Data Pencapaian

Deskripsi Proses untuk mencari data Pencapaian

Input Data Pencapaian yang akan dicari

Output Info Pencapaian yang dicari Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi Logika

Proses

Pengguna memasukan keyword pencarian

Apabila berhasil ditemuka, sistem menampilkan data yang dicari. Apabila tidak ditemukan, sistem akan menampilkan pesan Data yang dicari tidak ditemukan

3.1.12 Kamus Data

Kamus data dapat diartikan sebagai data yang mengalir diantara proses,

penyimpanan data dan entitas luar pada system. Data yang saling berhubungan

tersebut dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses pada sistem.

Dapat dilihat pada Tabel 3.24.

Gambar

Tabel 3.6 Analisis Objektif dan KPI
Tabel 3.8 Faktor Kesesuaian Lahan Tanaman Kacang Tanah
Tabel 3.9 Faktor Kesesuaian Lahan Tanaman Kedelai (Lanjutan)
Gambar 3.6 Alur Penerapan Metode MFEP  a.  Menentukan  faktor dan bobot faktor
+7

Referensi

Dokumen terkait

Rancangan halaman tabel daftar sewa ini akan menampilkan data penyewa yang menyewa mobil jenis apa, dari tanggal berapa, berapa lamanya dan statusnya disewa atau sudah kembali.

menampilkan halaman data resepsionis, setelah itu admin pilih menu yang diantaranya menu Add, Edit Data, Delete Data dan sistem akan menyimpan data kedalam database. Tindakan

Pre-condition Admin memilih menu tambah data konsultan Post-condition Sistem menampilkan halaman input data diri Failed end condition Sistem tidak menampilkan halaman input

masukkan data barang tekan tombol simpan data disimpan pesan konfirmasi gagal penyimpanan gagal pesan konfirmasi berhasil penyimpanan berhasil pesan data telah disimpan

Jika sistem mengijinkan proses pengiriman ke e-mail, format pesan dalam bentuk SMS diubah ke dalam format e-mail, pesan disimpan ke dalam database lalu pesan tersebut dikirimkan

Precondition Member berhasil melakukan login. Member pernah melakukan transaksi. Member memilih M enu/link ‘Historis Transaksi’. Sistem menampilkan halaman Historis Transaksi

Sistem melakukan verifikasi, jika gagal pegawai kembali melakukan input data pada form registrasi, jika berhasil sistem akan menampilkan halaman login pada admin

Sistem akan menampilkan form edit data, lalu klik tombol edit data, maka sistem akan menyimpan perubahan data ke Database dan menampilkan Pesan “Data Berhasil Di Edit” Valid 3 Sistem