47
3.1
Analisis Sistem
Analisis sistem merupakan suatu kegiatan penguraian dari sistem yang utuh
ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan
mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan
yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan. Kegiatan identifikasi dan
pengamatan tidak hanya mengenai permasalahan pada sistem akan tetapi
faktor-faktor lainnya yang berhubungan dengan sistem sehingga diharapkan sistem yang
akan dibuat bisa sesuai dengan tujuan pembuatan sistem yang telah direncanakan.
Pada sub Analisis sistem akan dibahas mengenai analisis masalah,
analisis prosedur
sistem yang sedang berjalan, analisis aturan bisnis, analisis sistem informasi
geografis, analisis data spasial, analisis data non spasial, analisis dashboard, analisis
sistem pendukung keputusan, analisis basis data, analisis kebutuhan non fungsional,
analisis kebutuhan fungsional, spesifikasi proses, kamus data. Sub analisis sistem
dimulai diuraikan dari analisis masalah.
3.1.1 Analisis Masalah
Analisis masalah merupakan sebuah asumsi dari permasalahan yang akan
diuraikan dalam prosedur pengolahan data pada sistem informasi geografis
menentukan pengembangan tanaman pangan. Pada pengamatan yang dilakukan
ditempat penelitian, Kepala Bidang Tanaman Pangan sulit dalam menentukan
pengembangan wilayah komoditas tanaman pangan, yang sesuai dengan kondisi
geografis dari lahan yang memiliki karakteristik tersendiri untuk setiap komoditas
tertentu di suatu lahan.
3.1.2 Analisis Prosedur Yang Sedang Berjalan
Pembangunan sebuah sistem yang sesuai dengan kebutuhan, dibutuhkan
analisis terhadap sistem yang sedang berjalan pada saat itu. Tujuan dari analisis
sistem yang sedang berjalan ini adalah agar sistem yang akan dibangun nantinya
tidak keluar dari sistem inti yaitu sistem. Untuk menggambarkan model dari
prosedur yang sedang berjalan yaitu menggunakan aplikasi Bizagi Process
Modeler. Bizagi Proses Modeler merupakan aplikasi pembantu untuk membuat
proses bisnis berupa BPMN(Busines Proses Model and Notation)
Prosedur yang sedang berjalan di Dinas Pertanian Kabupaten Garut
berkaitan dengan prosedur pengembangan komoditas tanaman pangan dan prosedur
pengawasan komoditas tanaman pangan.
3.1.2.1 Prosedur Penentuan Komoditas Tanaman Pangan
Prosedur pengembangan komoditas tanaman pangan yang sedang berjalan
saat ini di Dinas Pertanian adalah sebagai berikut :
1. Seksi Serelia menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan rencana kerja
berdasarkan sasaran, kebijakan teknis, strategi dan program kerja Dinas.
2. Seksi Aneka Kacang Dan Umbi menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan
rencana kerja berdasarkan sasaran, kebijakan teknis, strategi dan program kerja
Dinas.
3. Seksi Aneka Kacang Dan Umbi membuat dokumen untuk pengajuan
pengembangan komoditas tanaman pangan dan memberikannya kepada kepala
bidang tanaman pangan.
4. Seksi Serelia membuat dokumen untuk pengajuan pengembangan komoditas
tanaman pangan dan memberikannya kepada kepala bidang tanaman pangan.
5. Kepala Bidang Tanaman Pangan menerima dokumen pengembangan komoditas
tanaman pangan.
6. Kepala Bidang Tanaman Pangan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen
pengembangan komoditas tanaman pangan apabila sesuai dengan rencana
berdasarkan sasaran dinas maka akan disetujui dan diadakannya penyelenggaraan
pengembangan komoditas tanaman pangan.
7. Apabila tidak disetujui, maka Seksi Aneka Kacang Dan Umbi beserta Seksi Serelia
membuat dan mengkaji ulang dokumen pengajuan pengembangan komoditas
tanaman pangan.
G
a
m
b
ar
3
.1
P
ro
se
d
u
r
P
en
en
tu
an
K
om
o
d
itas
Ta
n
a
m
an
P
an
gan
3.1.2.2 Prosedur Pengawasan Komoditas Tanaman Pangan
Prosedur pengawasan komoditas tanaman pangan yang sedang berjalan saat
ini di Dinas Pertanian adalah sebagai berikut :
1. Seksi Pasca Panen, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan
membuat laporan komoditas tanaman pangan berdasarkan rekap tahunan.
2. Seksi Pasca Panen, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan
memberikan hasil pembuatan laporan komoditas tanaman pangan kepada
kepala bidang tanaman pangan.
3. kepala bidang tanaman pangan menerima hasil laporan dan memeriksa
kesesuaian laporan dengan rencana yang sudah ditetapkan dinas.
4. Kepala Bidang Tanaman Pangan mengarsipkan dokumen komoditas tanaman
pangan untuk dijadikan tindakan dalam mengambil keputusan di periode
selanjutnya.
G
a
m
b
ar
3
.2
P
ro
se
d
u
r P
en
ga
w
as
an
Tan
a
m
an
P
an
ga
n
3.1.3 Analisis Aturan Bisnis
Analisis aturan bisnis pada sistem yang sedang berjalan merupakan
deskripsi mengenai aturan-aturan terhadap sistem yang ada di Dinas Pertanian
Kabupaten Garut. Berikut ini merupakan aturan bisnis pada sistem yang sedang
berjalan di Dinas Dinas Pertanian Kabupaten Garut.
1. Penentuan Komoditas tanaman pangan yang akan dikembangkan dengan
kecocokan lahan.
2. Pengawasan komoditas tanaman pangan dilakukan untuk memantau
sebaran tanaman pangan di suatu daerah.
3.1.4 Analisis Sistem Informasi Geografis
Analisis sistem informasi geografis merupakan salah satu tahap untuk
mengetahui sistem informasi geografis seperti apa yang akan dibuat. Berikut
merupakan model SIG dapat dilihat pada Gambar 3.3
Input Proses Output
Seksi Aneka Kacang Dan Umbi Data karakteristik komoditas yang akan dikembangkan
sebaran tanaman pangan
Hasil perhitungan metode MFEP Data kecamatan Kepala Bidang Tanaman Pangan Memasukan Karateristik komoditas yang telah dipilih
Menghasilkan
Pembuata layer Menentukan pengembangan tanaman
pangan
Menentukan
Menghasilkan
Memasukan data spasial
Memasukan data karakteristik komoditas Data lokasi tanaaman pangan Informasi pengembangan komoditas Perhitungan metode MFEP
Data luas dan produktivitas tanaman pangan Memasukan
statistik komoditas yang telah dipilih
Penilaian pengembangan tanaman pangan
Penambahan data tanaman pangan Memasukan data luas
dan produktivitas komoditas Menghasilkan Menghasilkan Melakukan Data Desa Memasukan lokasi wilayah yang telah dipilih
Memasukan data spasial Memilih karteristik komoditas Memilih statistik komoditas Memilih lokasi wilayah Dokumen karakteristik komoditas Dokumen statistik komoditas Dokumen lokasi wilayah Menentukan
Penjelasan dari langkah – langkah model sistem informasi geografis yang akan
dibuat untuk penentuan pengembangan komoditas tanaman pangan untuk Kepala
Bidang Tanaman Pangan dan Seksi Aneka Kacang dan Umbi :
1. Seksi Aneka Kacang dan Umbi memasukan data desa, kecamatan, luas dan
produktivitas komoditas dan karakteristik suatu komoditas tanaman pangan dari
dokumen yang ada.
2. Proses penilaian pengembangan tanaman diperoleh dari data masukan
karakteristik komoditas tanaman pangan.
3. Proses penambahan data tanaman pangan diperoleh dari data luas dan
produktivitas komoditas tanaman pangan.
4. Hasil informasi yang didapat dari sebaran tanaman pangan diperoleh dari proses
penilaian untuk pengembangan tanaman pangan dan penambahan data tanaman
pangan.
5. Proses perhitungan diperoleh setelah adanya informasi keluaran sebaran
tanaman pangan.
6. Keluaran informasi dari hasil pendukung keputusan diperoleh dari proses
perhitungan spk.
7. Proses menentukan pengembangan tanaman pangan akan didapat setelah
proses penilaian dari sistem pendukung keputusan selesai.
8. Setelah proses penentuan pengembangan tanaman pangan selesai akan
mngashilkan informasi keluaran berupa data lokasi komoditas tanaman pangan
yang cocok ditanami disuatu wilayah tertentu.
9. Memantau pengembangan tanaman pangan
10. Memperoleh informasi keluaran berupa digitasi peta berupa letak suatu
komoditas berdasarkan kecamatan dan desa.
3.1.5 Analisis Data Spasial
Data spasial pada aplikasi yang akan dibangun meliputi potensi komoditas,
kriteria lahan komoditas tanaman pangan. Data spasial tersebut dibedakan dengan
bentuk dan warna yang berbeda agar informasi yang di tampilkan terlihat lebih
jelas. Berikut spesifikasi informasi data spasial pada aplikasi yang akan dibangun
yang dapat dilihat pada Tabel 3.1 Analisis data spasial.
Tabel 3.1 Data Kecamatan
No Nama Kecamatan Jumlah Desa Luas Kecamatan(km2) Komoditas per kecamatan
1 Banjarwangi 11 17.283 padi, jagung, kedelai, kacang
tanah, ubi jalar
2 Banyuresmi 15 9.903 padi, jagung, kedelai, kacang
tanah, ubi jalar
3 Bayongbong 18 10.874 padi, jagung, kedelai, kacang
tanah, ubi jalar
4 Balubur 14 14.698 kedelai, kacang tanah, ubi jalar
5 Limbangan 13 5.522 padi, jagung, kedelai, kacang
tanah, ubi jalar
6 Bungbulang 6 13.244 kedelai, kacang tanah, ubi jalar
7 Caringin 11 19.844 padi, jagung, kedelai
8 Cibalong 11 17.232 padi, jagung, kedelai, kacang
tanah, ubi jalar
9 Cibatu 5 4.411 kedelai, ubi jalar
10 Cibiuk 5 21.359 padi, kacang tanah, ubi jalar
11 Cigedug 4 17.225 kacang tanah, ubi jalar
12 Cihurip 12 5.679 padi, jagung, kedelai
13 Cikajang 11 6.769 padi, jagung, kedelai, kacang
tanah
14 Cikelet 18 4.042 padi, jagung
15 Cilawu 9 12.495 kedelai, kacang tanah, ubi jalar
16 Cisewu 11 12.382 kacang tanah, ubi jalar
17 Cisompet 17 7.763 padi, kacang tanah, ubi jalar
18 Cisurupan 11 4.763 padi, kacang tanah, ubi jalar
19 Garut Kota 14 3.120 padi, ubi jalar
20 Kadungora 20 8.088 padi, jagung
21 Karangpawitan 4 3.517 padi, kedelai, kacang tanah, ubi
jalar
22 Karangtengah 6 5.971 padi, kacang tanah, ubi jalar
23 Kersamanah 12 4.670 kedelai, kacang tanah, ubi jalar
24 Leles 8 1.946 kedelai, kacang tanah, ubi jalar
25 Leuwigoong 24 5.057 kacang tanah, ubi jalar
26 Malangbong 5 2.771 padi, jagung, kedelai, kacang
tanah, ubi jalar
27 Mekarmukti 13 5.207 kedelai, ubi jalar
28 Pakenjeng 8 3.526 padi, jagung, kedelai
29 Pameungpeuk 5 3.383 kedelai, kacang tanah, ubi jalar
30 Pamulihan 8 1.972 kedelai, ubi jalar
31 Pangatikan 12 3.883 padi, kacang tanah, ubi jalar
32 Pasirwangi 6 2.328 padi, jagung, kedelai, kacang
tanah, ubi jalar
33 Peundeuy 13 4.788 padi, jagung, kedelai, kacang
tanah
34 Samarang 7 7.351 padi, jagung, kedelai, ubi jalar
35 Selaawi 9 1.935 kedelai, kacang tanah, ubi jalar
36 Singajaya 7 4.143 kacang tanah, ubi jalar
37 Sucinaraja 7 1.650 padi, jagung, kedelai, ubi jalar
Tabel 3.1 Data Kecamtan (Lanjutan)
No Nama Kecamatan Jumlah Desa Luas Kecamatan (km2)Komoditas per kecamatan
39 Sukawening 7 3.731 padi, jagung, kedelai, kacang
tanah
40 Talegong 13 7.359 padi, jagung, kacang tanah
41 Tarogong Kaler 12 3.407 padi, jagung, kedelai, ubi
jalar
42 Tarogong Kidul 9 9.238 padi, kedelai, kacang tanah
Tabel 3.2 Analisis Data Spasial
No Indikator Pengawasan Deskripsi Data
Spasial Contoh
1 Lahan Komoditas
Tanaman Pangan
Lahan Komoditas
tanaman pangan Kelas S1 Nilai Komoditas 75-100
Polygon
Lahan Komoditas
tanaman pangan Kelas S2 Nilai Komoditas 50-75
Polygon
Lahan Komoditas
tanaman pangan Kelas S3 Nilai Komoditas 25-50
Polygon
Lahan Komoditas
tanaman pangan Kelas N Nilai Komoditas 0-25
Polygon
2 Kecamatan
Kecamatan yang berada di wilayah kabupaten Garut
Polygon
3 Desa
Desa yang berada di wilayah kabupaten Garut
Polygon
4 Kelompok Tani Sebaran kelompok tani
yang berada di suatu desa Point
Tabel 3.3 Keterangan Kelas Kesesuaian Lahan
No Nama Istilah Keterangan
1 Kelas S1
sangat sesuai : Lahan tidak memiliki faktor pembatas yang berarti atau nyata terhadap penggunaan secara berkelanjutan, atau faktor pembatas yang bersifat tidak dominan dan tidak akan mereduksi produktifitas Lahan secara nyata.
Tabel 3.3 Keterangan Kelas Kesesuaian Lahan (Lanjutan)
No Nama Istilah Keterangan
2 Kelas S2
cukup sesuai : Lahan mempunyai faktor pembatas, dan faktor pembatas ini akan berpengaruh terhadap produktifitasnya, memerlukan tambahan masukan (input). Pembatas tersebut biasanya dapat diatasi oleh petani sendiri.
3 Kelas S3
sesuai marginal : Lahan mempunyai faktor pembatas yang dominan, dan faktor pembatas ini akan berpengaruh terhadap produktifitasnya, memerlukan tambahan masukan yang lebih banyak daripada Lahan yang tergolong S2. Untuk mengatasi faktor pembatas pada S3 memerlukan modal tinggi, sehingga perlu adanya bantuan kepada petani untuk mengatasinya.
4 Kelas N
tidak sesuai : Lahan yang tidak sesuai (N) karena mempunyai faktor pembatas yang sangat dominan dan/atau sulit diatasi.
3.1.6 Analisis Data Non Spasial
Data non spasial (atribut) merupakan informasi individual dari setiap data
vector peta digital, data non spasial diperlukan dalam SIG ini, yang dimana akan
berisikan informasi mengenai data spasial. Data yang diambil adalah data tanaman
pangan pada tahun 2017, analisis data non spasial yang digunakan untuk
membangun sistem ini dapat dilihat pada Tabel 3.4 Analisis data non spasial.
Tabel 3.4 Data Tanaman Pangan
Komoditas Tanaman Pangan Produktivitas Komoditas (Kw/Ha) Luas Komoditas (Ha) Kacang Tanah 585,33 11551 Kedelai 470,7 8643 Ubi Jalar 5497,13 9347
Tabel 3.5 Analisis Data Non Spasial
No Nama Deskripsi Atribut
1 Luas panen Berisi data luas panen yang ada di Kabupaten Garut
kd_luas, kd_kecamatan,
kd_komoditi, luas, tahun
2 Komoditas
tanaman pangan
Berisi jenis tanaman pangan yang ada di Kabupaten Garut
kd_komoditi, nama_komoditi
3 Produktivitas Berisi data produktivitas
komoditas yang ada di
Kabupaten Garut
kd_produktivitas,
kd_kecamatan, kd_komoditi, produktivitas, tahun
3.1.7 Analisis Dashboard
Dashboard
berisikan
komponen-komponen
yang
meliputi
status
perkembangan komoditas tanman pangan dan total luas dan produkivitas komoditas
tanaman pangan disuatu daerah. KPI yang membentuknya terdiri dari status
perkembangan komoditas tanaman pangan dan total luas dan produkivitas
komoditas tanaman pangan, presentasi total luas dan produkivitas disuatu
kecamatan. Tahapan proses dashboard sebagai berikut :
1. Koneksi ke file database
2. Pemilihan data
3. Pengaturan tata letak
Informasi serta fitur yang ditampilkan adalah sebagai berikut :
1. Menampilkan jumlah komoditas di setiap kelompok tani yang ada di
Kabupaten Garut
2. Menampilkan hasil tahunan dari luas komoditas tanaman pangan yang
ada di Kabupaten Garut.
3. Menampilkan hasil tahunan dari produktivitas komoditas tanaman
pangan yang ada di Kabupaten Garut.
3.1.7.1 Analisis Objektif dan KPI Rancangan Dashboard
Penentuan objektif, Key Perfomance Indicator (KPI) bertujuan untuk
pengawasan penyebaran komoditas tanaman pangan yang ada disuatu daerah.
Berikut adalah analisis objektif dan KPI Rancangan Dashboard yang akan dilihat
pada TABEL 3.6 berdasarkan rencana strategis distan kabupaten Garut pada tahun
2017.
Tabel 3.6 Analisis Objektif dan KPI
Objektif Utama Sub-Objektif KPI Target
Pengawasan Penyebaran Komoditas Tanaman Pangan Meningkatnya produksi pertanian tanaman pangan Penyebaran produksi komoditas tanaman
pangan kedelai (Ton) 12.813
Penyebaran produksi komoditas tanaman pangan kacang tanah (Ton)
28.227 Penyebaran produksi
komoditas tanaman pangan ubi jalar (Ton)
Gambar 3.4 Grafik Produktivitas
Komoditas Tanaman Pangan
3.1.7.2 Grafik
Grafik pada dashboard akan digunakan untuk melihat visualisasi dan
menunjukan perbandingan terhadap total penyebaran luas komoditas tanaman
pangan di kabupaten Garut, diantaranya luas komoditas pada tahun 2015 untuk
seluruh kecamatan yang ada di kabupaten Garut terdapat kacang tanah seluas
16.722 Ha, kedelai 13.198 Ha, ubi jalar 6.352 Ha, tahun 2016 untuk kacang tanah
seluas 16.766 Ha, kedelai seluas 83.999 Ha, ubi jalar 6.775 Ha dan tahun 2017
untuk kacang tanah seluas 11.551 Ha, kedelai seluas 8.643 Ha dan ubi jalar seluas
9.347 Ha. Berikut sampel visualisasi grafik penyebaran luas dan produktivitas
komoditas tanaman pangan yang dapat dilihat pada Gambar 3.4 dan Gambar 3.5
3.1.8.3 Analisis Data Produksi Komoditas Tanaman Pangan
Analisis data komoditas bertujuan untuk menganalisis penyebaran
pdroduksi komoditas tanaman pangan pertahun di kabupaten Garut. Data yang akan
dijadikan sample yaitu data dari rencana strategis dan produksi tahun 2017 terdapat
produksi yang tidak memenuhi target yang berupa hasil yang tidak sesuai dengan
rencana strategis dan produksi yang melampaui target yang telah direncanakan
dapat dilihat pada tabel 3.7
Gambar 3.5 Grafik Luas Komoditas
Tanaman Pangan
Tabel 3.7 Analisis Data Produksi Komoditas Tanaman Pangan
3.1.8 Analisis Penentuan Pengembangan Komoditas Tanaman Pangan
Analisis pendukung keputusan dilakukan untuk mendapatkan gambaran
apakah metode yang digunakan dalam penelitian ini cocok atau tidak dalam
menyelesaikan masalah yang ada. Metode MFEP merupakan metode yang akan
digunakan untuk menentukan pengembangan komoditas tanaman pangan. Berikut
ini merupakan contoh tanaman yang akan digunakan berdasarkan data statistik luas
panen atau produksi terendah pada tahun 2017 per kecamatan yang ada di
Kabupaten Garut :
1. Kacang Tanah
2. Kedelai
3. Ubi Jalar
Adapun kriteria-kriteria lain yang berfungsi untuk menentukan
pengembangan komoditas yaitu :
1. Ketersediaan air/Curah hujan
2. Tekstur
3. Drainase
4. Temperatur
5. Bahaya Longsor
Dari kriteria-kriteria diatas, kita kemudian dapat memberikan nilai bobot
dari masing-masing kriteria diatas. Selanjutnya merupakan pembobotan yang
dilakukan tiap masing-masing tanaman. Untuk sampel data masukan yang akan
digunakan berdasarkan data kelompok tani yaitu kelompok tani Jadimandiri yang
berada di desa Panawa beserta katrakteristik komoditas tanaman pangan tahun
2017.
Kacang tanah (Ton)
Kedelai (Ton) Ubi Jalar (Ton)
Produksi 2017 23.350 10.427 91.932
Rencana Pencapaian tahun
2017 28.227 12.813 78.029
Status Tidak Memenuhi
Target
Tidak Memenuhi
1. Kacang tanah
Berikut adalah rentang faktor kesesuaian lahan dari yang dimiliki oleh
tanaman kacang tanah.
Tabel 3.8 Faktor Kesesuaian Lahan Tanaman Kacang Tanah
No Faktor Rentang Kelas Lahan Bobot Alternatif
1 Ketersediaan air/Curah hujan (wa)
S1 400 – 1.100 100 S2 1.100 - 1.600 75 S3 1.600 -1.900 50 N > 1.900 25 2 Tekstur (cm) S1 > 75 100 S2 50 - 75 75 S3 25 - 50 50 N < 25 25 3 Drainase S1 baik, sedang 100
S2 agak cepat, agak terhambat 75
S3 terhambat 50
N sangat terhambat, cepat 25
4 Temperatur (oC) S1 25 - 27 100 S2 20 - 25 75 S3 18 - 20 50 N < 18 25 5 Bahaya Longsor (%) S1 < 3 100 S2 3 - 8 75 S3 8 – 15 50 N > 15 25
2. Kedelai
Berikut adalah rentang faktor kesesuaian lahan dari yang dimiliki oleh
tanaman kedelai.
Tabel 3.9 Faktor Kesesuaian Lahan Tanaman Kedelai
No Faktor Rentang Kelas Lahan Bobot Alternatif
1 Ketersediaan air/Curah hujan (wa)
S1 350 – 1.100 100 S2 250 - 350 75 S3 180 - 250 50 N < 180 25 2 Tekstur (cm) S1 >50 100 S2 30 - 50 75 S3 20 - 30 50 N <20 25
Tabel 3.9 Faktor Kesesuaian Lahan Tanaman Kedelai (Lanjutan)
No Faktor Rentang Kelas Lahan Bobot Alternatif
S2 agak cepat, agak terhambat 75 S3 terhambat 50 N sangat terhambat, cepat 25 4 Temperatur (oC) S1 23 - 25 100 S2 20 - 23 75 S3 18 - 20 50 N < 18 25 5 Bahaya Longsor (%) S1 < 3 100 S2 3 - 8 75 S3 8 – 15 50 N > 15 25
3. Ubi Jalar
Berikut adalah rentang faktor kesesuaian lahan dari yang dimiliki oleh
tanaman ubi jalar.
Tabel 3.10 Faktor Kesesuaian Lahan Tanaman Ubi Jalar
No Faktor Rentang Kelas Lahan Bobot Alternatif
1 Ketersediaan air/Curah hujan (wa)
S1 800 - 1.500 100 S2 600 - 800 75 S3 400 - 600 50 N < 400 25 2 Tekstur (cm) S1 > 75 100 S2 50 - 75 75 S3 25 - 50 50 N < 25 25 3 Drainase S1 baik, sedang 100
S2 agak cepat, agak terhambat 75 S3 terhambat 50 N sangat terhambat, cepat 25 4 Temperatur (oC) S1 22 - 25 100 S2 25 - 30 75 S3 30 - 35 50 N > 35 25 5 Bahaya Longsor (%) S1 < 3 100 S2 3 - 8 75 S3 8 – 15 50 N > 15 25
3.1.8.1 Alur Pengembangan Tanaman Pangan
Alur penerapan metode MFEP (Multi Factor Evaluation Process) dalam
pengembangan Komoditas tanaman pangan dapat dilihat pada Gambar 3.6
Mulai iBobot,Nilai= Integer Total:Integer i=() i=Jumlah Factor Tampilkan Total Total=Total+(Bobot x Nilai) i=i+1 Ya Tidak Selesai
Gambar 3.6 Alur Penerapan Metode MFEP
a. Menentukan faktor dan bobot faktor
Tingkat kepentingan masing-masing faktor dinyatakan dalam bentuk angka
dimana total bobot faktor secara keseluruhan adalah 1.
Tabel 3.11 Bobot Faktor Untuk Semua Faktor
Faktor Bobot Faktor
Ketersediaan air/Curah hujan 0.25
Tekstur 0.15
Drainase 0.2
Temperatur 0.27
Bahaya Longsor 0.13
b. Memberi bobot masing-masing alternatif
Pemberian bobot terhadap faktor-faktor penting yang ditentukan dengan
beberapa alternatif yang dijadikan sebagai kandiditat pemilihan tamanan.
Tabel 3.12 Evaluasi Faktor Untuk Semua Alternatif
Faktor Alternatif Bobot Kacang Tanah (Alternatif 1) Kedelai (Alternatif 2) Ubi Jalar (Alternatif 3)
Ketersediaan air/Curah hujan 75 50 50
Tekstur 100 75 100
Drainase 50 75 75
Temperatur 100 75 25
Bahaya Longsor 25 50 100
c. Melakukan evaluasi faktor
Proses perhitungan bobot evalusai (weight evaluation) untuk
masing-masing alternatif dimana bobot evaluasi merupakan perkalian antara bobot
faktor dan evaluasi faktor.
BE =BF * EF ... ... (2.1)
BE
Ketersediaan air/Curah hujan(Alternatif1) = 75
*0.25 = 18.75
BE
Tekstur(Alternatif1)
= 100 * 0.15 = 15
BE
Drainase(Alternatif1)
= 50 * 0.2 = 10
BE
Temperatur(Alternatif1)
= 100 * 0.27 = 27
BE
Bahaya Longsor(Alternatif1)
= 25
* 0.13 = 3.25
TBE(Alternatif1) 18.75+ 15+ 10+ 27+ 3.25 = 74
Proses perhitungan bobot evalusai (weight evaluation) untuk alternatif 1
(kacang tanah) dapat dilihat pada Tabel 3.13
Tabel 3.13 Bobot Evaluasi untuk Alternatif 1
Faktor Evaluasi Faktor (EF) Alternatif 1
Bobot Faktor (BF) Bobot Evaluasi (BE)
Ketersediaan
air/Curah hujan 75 0.25 18.75
Tabel 3.14 Bobot Evaluasi untuk Alternatif 1
Faktor Evaluasi Faktor (EF) Alternatif 1
Bobot Faktor (BF) Bobot Evaluasi (BE)
Drainase 50 0.2 10
Temperatur 100 0.27 27
Bahaya Longsor 25 0.13 3.25
Total Bobot Evaluasi (TBE) 74
Perhitungan pertama untuk alternatif 1 adalah kacang tanah diperoleh hasil
total nilai bobot 74.
Proses perhitungan bobot evalusai (weight evaluation) untuk alternatif 2
(kedelai) dapat dilihat pada Tabel 3.14
Tabel 3.15 Bobot Evaluasi untuk Alternatif 2
Faktor Evaluasi Faktor (EF) Alternatif 2
Bobot Faktor (BF) Bobot Evaluasi (BE) Ketersediaan air/Curah hujan 50 0.25 12.5 Tekstur 75 0.15 11.25 Drainase 75 0.2 15 Temperatur 75 0.27 20.25 Bahaya Longsor 50 0.13 6.5
Total Bobot Evaluasi (TBE) 65.50
Perhitungan kedua untuk alternatif 2 adalah kedelai diperoleh hasil total nilai
bobot 65.50.
Proses perhitungan bobot evalusai (weight evaluation) untuk alternatif 3
(ubi jalar) dapat dilihat pada Tabel 3.15
Tabel 3.16 Bobot Evaluasi untuk Alternatif 3
Faktor Evaluasi Faktor (EF) Alternatif 3
Bobot Faktor (BF) Bobot Evaluasi (BE) Ketersediaan air/Curah hujan 50 0.25 12.5 Tekstur 100 0.15 15 Drainase 75 0.2 15 Temperatur 25 0.27 6.75 Bahaya Longsor 100 0.13 13
Perhitungan ketiga untuk alternatif 3 adalah ubi jalar diperoleh hasil total nilai
bobot 62.25.
Haisil proses perhitungan bobot evalusai (weight evaluation) untuk seluruh
alternatif dapat dilihat pada Tabel 3.16
Tabel 3.17 Total Bobot Evaluasi untuk Semua Alternatif
Rangking Alternatif Total Bobot Evaluasi (TBE)
1 Kacang Tanah 74
2 Kedelai 65.50
3 Ubi Jalar 62.25
Alternatif yang direkomendasikan adalah alternatif dengan total bobot
evaluasi terbesar yaitu alternatif 1 (kacang tanah) untuk Kelompok tani
Jadimandiri yang berada di desa Panawa.
3.1.9 Analisis Kebutuhan Non Fungsional
Analisis kebutuhan non fungsional dilakukan untuk mengetahui spesifikasi
kebutuhan untuk menjalankan sistem. Spesifikasi kebutuhan melibatkan analisis
perangkat keras, analisis perangkat lunak, dan analisis pengguna
.3.1.9.1 Analisis Kebutuhan Perangkat Keras
Analisis perangkat keras diperlukan untuk menjalankan suatu aplikasi yang
dapat mendukung proses kerja dari sistem itu sendiri. Spesifikasi perangkat keras
yang digunakan dalam membantu kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten Garut, dapat
dilihat pada Tabel 3.17. Perangkat Keras yang Digunakan.
Tabel 3.18 Perangkat Keras Yang Dibutuhkan
No
Perangkat Keras
Spesifikasi
1 Processor Intel(R) Core (TM) i3-3217U
2 Hard Disk 500 GB
3 Memori 2 GB
4 Monitor LCD 14 inch, Resolusi 1024 x 768
5 Keyboard Standar
6 Mouse Standar
7 Jaringan Internet Wireless Router
3.1.9.2 Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak
Perangkat lunak diperlukan untuk menjalankan suatu aplikasi yang dapat
mendukung proses kerja dari sistem itu sendiri. Selain memperhatikan perangkat
keras yang digunakan, perlu juga perangkat lunak yang akan digunakan dalam
pembangunan sistem ini. Sebelum melihat perangkat lunak yang akan digunakan,
sangat perlu untuk mengetahui perangkat lunak yang digunakan saat ini sehingga
dapat di usulkan penggunaan perangkat lunak yang dapat mendukung sistem.
Perangkat lunak yang digunakan dalam membantu kegiatan Dinas Pertanian
Kabupaten Garut dapat dilihat pada Tabel 3.18 Perangkat Lunak yang Digunakan.
Tabel 3.19 Perangkat Lunak Yang Ada Saat Ini
No Perangakat Lunak Spesifikasi
1. Sistem Operasi Microsoft Windows 7
2. Aplikasi Perangkat Kerja Microsoft Office 2010
3. Web Browser Google Chrome
Sistem informasi geografis membutuhkan perangkat lunak pendukung, sehingga
aplikasi yang dibangun dapat berjalan dengan baik pada perangakt lunak tersebut.
Spesifikasi minimum perangkat lunak yang direkomndasikan untuk menjalankan
aplikasi tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.19 Perangkat Lunak yang
Direkomendasikan.
Tabel 3.20 Perangkat Lunak yang Dibutuhkan
No Perangakat Spesifikasi
1 Sistem Operasi Microsoft Windows 7
2 Browser Mozilla Firefox, Google Chrome
3 Web Server Xampp versi 3.1.0.3.1.0
4 DBMS MySQL versi 1.8.1
5 API Open Streat Map v 4.18, Google v 3.37, Esri v 9.3
3.1.9.3 Analisis Pengguna
Analisis pengguna merupakan analisis yang berhubungan dengan pegawai
yang akan menggunakan sistem tersebut. Sistem akan berjalan dengan baik jika
digunakan oleh pegawai yang memiliki kemampuan dalam menggunakannya.
Analisis pegawai yang ada saat ini dapat dilihat pada Tabel 3.20
Tabel 3.21 Pegawai Yang Ada Saat Ini
No Pegawai Pendidikan
Terakhir Tanggung Jawab
Tingkat Keterampilan
1 Kepala Bidang Tanaman Pangan
Magister Bertanggung jawab
melakukan monitoring pengembangan tanaman pangan di Kabupaten Garut Mampu mengoperasikan komputer dengan baik
Tabel 3.22 Pegawai Yang Ada Saat Ini (Lanjutan)
Pegawai Pendidikan Terakhir Tanggung Jawab Tingkat Keterampilan Pegawai 2 Seksi Aneka Kacang dan UmbiMagister Bertanggung jawab
dalam hal yang berhubungan dengan komoditas tanaman serta membuat laporan Mampu mengoperasikan komputer dengan baik 3 Seksi Serelia
Sarjana Bertanggung jawab
dalam hal yang berhubungan dengan komoditas tanaman serta membuat laporan Mampu mengoperasikan komputer dengan baik
Berdasarkan evaluasi dari hasil analisis sistem yang sedang berjalan, maka
analisis pegawai yang dibutuhkan untuk sistem yang akan dibangun dapat dilihat
pada Tabel 3.21 Pegawai yang Direkomendasikan.
Tabel 3.23 Pegawai Yang Dibutuhkan
No Pegawai Pendidikan
Terakhir Tanggung Jawab
Tingkat Keterampilan
1 Kepala Bidang Tanaman Pangan
Magister Melakukan monitoring
terhadap pengembangan komoditas tanaman pangan Mampu mengoperasikan komputer dengan baik 2 Seksi Aneka Kacang dan Umbi
Magister Mengolah data
komoditas, data kelompok tani dan data kecamatan. Mampu mengoperasikan komputer dengan baik dan mengerti cara menggunakan Sistem Informasi Geografis 3 Seksi Serelia
Sarjana Mengolah data
komoditas, data kelompok tani dan data kecamatan.
Mampu mengoperasikan komputer dengan baik dan mengerti cara menggunakan Sistem Informasi Geografis
3.1.9.4 Analisis Basis Data
Analisis
basis
data
dipergunakan
untuk
mendeskripsikan
dan
mengidentifikasikan data-data yang berhubungan dengan sistem informasi
geografis yang akan diterapkan. Menganalisis basis data dapat menggunakan Entity
Relationship Diagram. Entity Relationship Diagram merupakan teknik untuk
menggambarkan informasi yang dibutuhkan dalam sistem dan hubungan antara
data-data tersebut. Berikut adalah Entity Relationship Diagram mengenai sistem
informasi geografis pengembangan komoditas tanaman pangan di Kabupaten Garut
yang dapat dilihat pada Gambar 3.7
pengguna faktor penilaian komoditas Luas desa kecamatan Kelompok_tani memiliki Kd_kelompok Kd_faktor Kd_penilaian Kd_desa Kd_kecamatan Kd_luas Kd_komoditi menilai memiliki memiliki memiliki memiliki N 1 N 1 1 N 1 1 N N Produktivitas Kd_produktivita s 1 1 memiliki 1 menilai N 1 Nip 1
Gambar 3.7 Entity Relationship Diagram
Entity Relationship Diagram (ERD) pada sistem informasi geografis
pengembangan komoditas tanaman pangan di Kabupaten Garut memiliki atribut
yang dijelaskan pada tabel berikut :
Tabel 3.24 Kamus Data ERD
3.1.10 Analisis Kebutuhan Fungsional
Analisis
kebutuhan
fungsional
merupakan
suatu
cara
untuk
menggambarkan kebutuhan apa saja yang terjadi pada sistem yang akan digunakan.
Melalui analisis kebutuhan fungsional didapatkan informasi yang terjadi pada
sistem.
3.1.10.1 Diagram Konteks
Diagram Konteks adalah diagram yang menggambarkan hubungan antar
Entitas Eksternal dengan sistem yang akan dibangun. Dimana data yang
dimasukankan oleh bagian komponen eksternal akan diproses di dalam sistem dan
akan menghasilkan laporan yang diinginkan oleh komponen eksternal tersebut
sesuai dengan data yang dimasukan. Diagram konteks dari Sistem Informasi
Geografis yang akan dibangun adalah seperti pada Gambar 3.8
No Nama Entitas Atribut
1 pengguna {nama, jabatan, email, username, password, level} 2 penilaian {kd_faktor, kd_kelompok, kd_komoditi, nilai_input }
3 faktor {nama_faktor, bobot_faktor}
4 kelompok_tani {kd_desa, nama_kelompok_tani, alamat, ketua, jumlah_anggota, tahun_berdiri, komoditi, kelas, status}
5 Desa {kd_kecamatan, nama_desa, luas_desa, polygon}
6 Kecamatan {nama_kecamatan,polygon_kecamatan }
7 pencapaian { kd_kecamatan , kd_komoditi, luas, produktivitas, tahun }
Sistem Informasi Geografis Pengembangan Komoditas
Tanaman Pangan di Kabupaten Garut Seksi Aneka Kacang
Dan Umbi
Kepala Bidang Tanaman
Pangan
Info login
Info kecamatan yang telah ditambah Info kecamatan yang telah diubah Info kecamatan yang telah dicari Info desa yang telah ditambah Info desa yang telah diubah Info desa yang telah dicari Info komoditas yang ditambah Info komoditas yang telah diubah Info komoditas yang telah dihapus Info komoditas yang telah dicari
Info pengembangan komoditas yang telah ditambah Info pengembangan komoditas yang telah diubah Info pengembangan komoditas yang telah dihapus Info pengembangan komoditas yang telah dicari Info hasil pengembanagn komoditas yang telah diupdate Info hasil pengembanagn komoditas yang telah dicari
Info faktor
Info faktor yang ditambah Info faktor yang diubah Info faktor yang dihapus Info faktor yang dicari Info saran komoditas Info saran komoditas yang diupdate Data faktor
Data faktor yang ditambah Data faktor yang diubah Data faktor yang dihapus Data faktor yang dicari Data saran komoditas Data saran komoditas yang diupdate
Data login
Data kecamatan yang ditambah Data kecamatan yang diubah Data kecamatan yang dicari Data desa yang ditambah Data desa yang diubah Data desa yang dicari Data komoditas yang ditambah Data komoditas yang diubah Data komoditas yang dihapus Data komoditas yang dicari
Data pengembangan komoditas yang ditambah Data pengembangan komoditas yang diubah Data pengembangan komoditas yang dihapus Data pengembangan komoditas yang dicari Data hasil pengembanagn komoditas yang diupdate Data hasil pengembanagn komoditas yang dicari
Seksi Serelia Data login
Data kecamatan yang ditambah Data kecamatan yang diubah Data kecamatan yang dicari Data desa yang ditambah Data desa yang diubah Data desa yang dicari Data komoditas yang ditambah Data komoditas yang diubah Data komoditas yang dihapus Data komoditas yang dicari
Data pengembangan komoditas yang ditambah Data pengembangan komoditas yang diubah Data pengembangan komoditas yang dihapus Data pengembangan komoditas yang dicari Data hasil pengembanagn komoditas yang diupdate Data hasil pengembanagn komoditas yang dicari
Info login
Info kecamatan yang telah ditambah Info kecamatan yang telah diubah Info kecamatan yang telah dicari Info desa yang telah ditambah Info desa yang telah diubah Info desa yang telah dicari Info komoditas yang ditambah Info komoditas yang telah diubah Info komoditas yang telah dihapus Info komoditas yang telah dicari
Info pengembangan komoditas yang telah ditambah Info pengembangan komoditas yang telah diubah Info pengembangan komoditas yang telah dihapus Info pengembangan komoditas yang telah dicari Info hasil pengembanagn komoditas yang telah diupdate Info hasil pengembanagn komoditas yang telah dicari
Gambar 3.8 Diagram Konteks SIG Pengembangan Komoditas
3.1.10.2 Data Flow Diagram
Data Flow Diagram (DFD) adalah sebuah teknik yang menggambarkan
aliran data dan transformasi yang digunakan sebagai perjalanan data masukan dan
keluaran. Berikut ini DFD yang terdapat dalam sistem informasi geografis
pengembangan komoditas tanaman pangan di Kabupaten Garut.
1. DFD Level 1 Sistem Informasi Geografis
DFD level 1 Sistem Informasi Geografis Pengembangan Komoditas
Tanaman Pangan di Kabupaten Garut pada Gamabr 3.9
2. DFD level 2 Proses 2 (Data Master)
G
a
m
b
ar
3
.9
D
F
D
Le
ve
l 1
SIG
P
e
n
ge
m
b
angan K
om
o
d
ita
s
DFD level 2 proses 2 Data Master merupakan pengelolaan data yang di
dalamnya terdapat data kecamatan, desa, komositas, luas dan produktivitas.
Berikut DFD level 2 proses 2 dapat dilihat pada Gambar 3.10
2.1 Pengelolaan Data Kecamatan Seksi Aneka Kacang Dan Umbi 2.2 Pengelolaan Data Desa Info kecamatan Data kecamatan Data desa kecamatan Desa Data kecamatan Data desa 2.3 Pengelolaan Data pencapaian pencapaian Data pencapaian Info pencapaian Data pencapaian 2.4 Pengelolaan Data Komoditas komoditas Seksi Serelia Data kecamatan Info kecamatan Data kecamatan Data desa
Info desa Info desa
Info desa Data pencapaian Info pencapaian Data pencapaian Data komoditas Info komoditas Data komoditas Data komoditas Data komoditas Info komoditas
Gambar 3.10 DFD Level 2 Proses 2 Pengolahan Data Master
3. DFD level 2 Proses 3 (Data Pengembangan Komoditas)
DFD level 2 yang terdapat dalam pengelolaan data pengembangan
komoditas pada proses 3, meliputi data kelompok tani, penilaian, saran
komoditas, kriteria. Berikut DFD level 2 proses 3 dapat dilihat pada Gambar
3.11
3.1 Pengelolaan data
Kelompok Tani
Kelompok_tani Info kelompok tani
Data kelompok tani
Seksi Aneka Kacang Dan
Umbi
Data kelompok tani Data kelompok tani
Seksi Serelia Info kelompok tani
Data kelompok tani
3.3 Pengelolaan data penilaian 3.4 Pengelolaan data saran komoditas 3.2 Pengelolaan data faktor penilaian saran komoditas kriteria Data penilaian Data penilaian Info penilaian Data penilaian
Info saran komoditas
Data saran komoditas
Data saran komoditas Data saran komoditas
Data saran komoditas Info penilaian
Data penilaian
Info saran komoditas
Kepala Bidang Tanaman
Pangan Data kelompok tani
Data kelompok tani Data faktor
Info faktor
Info saran komoditas
Data saran komoditas
Gambar 3.11 DFD Level 2 Proses 3 Pengelolaan Data Pengembangan
4. DFD Level 3 Proses 2.1 Pengelolaan (Data Kecamatan)
DFD level 3 yang terdapat dalam pengelolaan data kecamatan pada proses
2.1, meliputi penambahan data kecamatan, pengubahan data kecamatan,
penghapusan data kecamatan dan menampilkan data kecamatan. Berikut
DFD level 3 proses 2.1 dapat dilihat pada Gambar 3.12
2.1.1 Menampilka n Data Kecamatan Seksi Aneka Kacang Dan Umbi Info kecamatan Data kecamatan
kecamatan Data kecamatan
2.1.3 Mengubah Data Kecamatan Data kecamatan Seksi Serelia 2.1.2 Menambah Data Kecamatan Data kecamatan 2.1.4 Menghapus Data Kecamatan Data kecamatan Data kecamatan Info kecamatan Data kecamatan Data kecamatan Data kecamatan Data kecamatan Data kecamatan Data kecamatan Data kecamatan Data kecamatan
Gambar 3.12 DFD Level 3 Proses 2.1 Pengelolaan Data Kecamatan
5. DFD Level 3 Proses 2.2 Pengelolaan (Data Desa)
DFD level 3 yang terdapat dalam pengelolaan data desa pada proses 2.2,
meliputi penambahan data desa, pengubahan data desa, penghapusan data
desa dan menampilkan data desa. Berikut DFD level 3 proses 2.2 dapat
dilihat pada Gambar 3.13
2.2.1 Menampilka n Data Desa Seksi Aneka Kacang Dan Umbi Info Desa Data Desa
Desa Data Desa
2.2.3 Mengubah Data Desa Data Desa Seksi Serelia 2.2.2 Menambah Data Desa Data Desa 2.2.4 Menghapus Data Desa Data Desa Data Desa Info Desa Data Desa Data Desa Data Desa Data Desa Data Desa Data Desa Data Desa Data Desa
6. DFD Level 3 Proses 2.3 Pengelolaan (Data Pencapaian)
DFD level 3 yang terdapat dalam pengelolaan data luas pada proses 2.3,
meliputi penambahan data pecapaian, pengubahan data pecapaian,
penghapusan data pecapaian dan menampilkan data pecapaian. Berikut
DFD level 3 proses 2.3 dapat dilihat pada Gambar 3.14
2.3.1 Menampilka n Data pencapaian Seksi Aneka Kacang Dan Umbi Info pencapaian Data pencapaian
pencapaian Data pencapaian
2.3.3 Mengubah Data pencapaian Data pencapaian Seksi Serelia 2.3.2 Menambah Data pencapaian Data pencapaian 2.3.4 Menghapus Data pencapaian Data pencapaian Data pencapaian Info pencapaian Data pencapaian Data pencapaian Data pencapaian Data pencapaian Data pencapaian Data pencapaian Data pencapaian Data pencapaian
Gambar 3.14 DFD Level 3 Proses 2.3 Pengelolaan Data Pencapaian
7. DFD Level 3 Proses 2.4 Pengelolaan (Data Komoditas)
DFD level 3 yang terdapat dalam pengelolaan data komoditas pada proses
2.4, meliputi penambahan data komoditas, pengubahan data komoditas,
penghapusan data komoditas dan menampilkan data komoditas. Berikut
DFD level 3 proses 2.5 dapat dilihat pada Gambar 3.15
2.4.1 Menampilka n Data Komoditas Seksi Aneka Kacang Dan Umbi Info Komoditas Data Komoditas Komoditas Data Komoditas 2.4.3 Mengubah Data Komoditas Data Komoditas Seksi Serelia 2.4.2 Menambah Data Komoditas Data Komoditas 2.4.4 Menghapus Data Komoditas Data Komoditas Data Komoditas Info Komoditas Data Komoditas Data Komoditas Data Komoditas Data Komoditas Data Komoditas Data Komoditas Data Komoditas Data Komoditas
Gambar 3.15 DFD Level 3 Proses 2.4 Pengelolaan Data Komoditas
8. DFD Level 3 Proses 3.1 Pengelolaan (Kelompok Tani)
DFD level 3 yang terdapat dalam pengelolaan data kelompok tani pada
proses 3.1, meliputi penambahan data kelompok tani, pengubahan data
kelompok tani, penghapusan data kelompok tani dan menampilkan data
kelompok tani. Berikut DFD level 3 proses 3.1 dapat dilihat pada Gambar
3.16
3.1.1 Menampilka n Data Kelompok Tani Seksi Aneka Kacang Dan Umbi Info Kelompok TaniData Kelompok Tani
Kelompok Tani
Data Kelompok Tani
3.1.3 Mengubah
Data Kelompok
Tani Data Kelompok Tani
Seksi Serelia 3.1.2 Menambah Data Kelompok Tani Data Kelompok Tani
3.1.4 Menghapus
Data Kelompok
Tani Data Kelompok Tani
Data Kelompok Tani
Info Kelompok Tani
Data Kelompok Tani
Data Kelompok Tani Data Kelompok Tani
Data Kelompok Tani
Data Kelompok Tani
Data Kelompok Tani
Data Kelompok Tani
Data Kelompok Tani
9. DFD Level 3 Proses 3.2 Pengelolaan (Data Faktor)
DFD level 3 yang terdapat dalam pengelolaan data faktor pada proses 3.2,
meliputi penambahan data faktor, pengubahan data faktor, penghapusan
data faktor dan menampilkan data faktor. Berikut DFD level 3 proses 3.2
dapat dilihat pada Gambar 3.17
3.2.1 Menampilka n Data faktor faktor Data faktor 3.2.3 Mengubah Data faktor Data faktor Kepala Bidang Tanaman Pangan 3.2.2 Menambah Data faktor Data faktor 3.2.4 Menghapus Data faktor Data faktor Data faktor Info faktor Data faktor Data faktor Data faktor Data faktor Data faktor Data faktor Data faktor Data faktor
Gambar 3.17 DFD Level 3 Proses 3.2 Pengelolaan Data Faktor
10. DFD Level 3 Proses 3.3 Pengelolaan (Data Penilaian)
DFD level 3 yang terdapat dalam pengelolaan data penilaian pada proses
3.3, meliputi penambahan data penilaian, pengubahan data penilaian,
penghapusan data penilaian, dan menampilkan data penilaian. Berikut DFD
level 3 proses 3.3 dapat dilihat pada Gambar 3.18
3.3.1 Menampilka n Data penilaian Seksi Aneka Kacang Dan Umbi Info penilaian Data penilaian penilaian Data penilaian 3.3.3 Mengubah Data penilaian Data penilaian Seksi Serelia 3.3.2 Menambah Data penilaian Data penilaian 3.3.4 Menghapus Data penilaian Data penilaian Data penilaian Info penilaian Datapenilaian Data penilaian Data penilaian Data penilaian Data penilaian Data penilaian Data penilaian Data penilaian
Gambar 3.18 DFD Level 3 Proses 3.3 Pengolahan Data Penilaian
11. DFD Level 3 Proses 4.2 Pengelolaan (Data Pengguna)
DFD level 3 yang terdapat dalam pengelolaan data pengguna pada proses
4.2, meliputi penambahan data pengguna, pengubahan data pengguna,
penghapusan data pengguna, dan menampilkan data pengguna. Berikut
DFD level 3 proses 4.2 dapat dilihat pada Gambar 3.19
4.2.1 Menampilka n Data pengguna Kepala Bidang Tanaman Pangan
Info pengguna Data pengguna
pengguna Data pengguna
4.2.3 Mengubah Data pengguna Data pengguna 4.2.2 Menambah Data pengguna Data pengguna 4.2.4 Menghapus Data pengguna Data pengguna Data User Data pengguna Data pengguna Data pengguna Data pengguna Data pengguna
3.1.11 Spesifikasi Proses
Spesifikasi proses merupakan alat bantu sistem yang akan menjelaskan
perilaku-perilaku proses yang ada dalam Data Flow Diagram (DFD). Berikut
adalah spesifikasi proses dari DFD sistem informasi geografis pengembangan
komoditas tanaman pangan di kabupaten Garut, dapat dilihat pada Tabel 3.23
Tabel 3.25 Spesifikasi Proses
No. Proses Keterangan
1
No. Proses 1
Nama Proses Login
Deskripsi Proses untuk masuk sebagai pengguna system
Input Data login pengguna
Output Info login pengguna
Destination Kepala Bidang Tanaman Pangan, Seksi Aneka Kacang dan Umbi
Logika Proses 1. Pengguna memasukkan username dan password 2. Sistem memeriksa kelengkapan inputan
3. Apabila username atau password kosong sistem akan menampilkan pesan username dan password harus diisi. Silahkan ulangi
4. Apabila tidak kosong, sistem memeriksa username dan password yang di masukkan pengguna
5. Apabila benar, maka user akan masuk sebagai pengguna . Sistem akan menampilkan menu utama
6. Apabila salah, user gagal masuk kedalam sistem , sistem memberikan informasi username atau password salah. Silahkan ulangi. dan sistem menampilkan halaman login kembali
2
No. Proses 2.1.1
Nama Proses Penambahan Data Kecamatan
Deskripsi Proses untuk menambah data Kecamatan
Input Data kecamatan yang akan ditambah
Output Info kecamatan yang telah ditambah
Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi Logika Proses 1. Pengguna memasukkan data
2. Sistem mengecek kelengkapan data, apabila data tidak lengkap sistem akan menampilkan pasan field harus diisi. Silahkan coba lagi. 3. Apabila lengkap, sistem akan mengecek kesesuaian data pada
Tabel 3.23 Spesifikasi Proses (Lanjutan)
No. Proses Keterangan
4. Apabila berhasil sistem akan menampilkan pesan data berhasil disimpan dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data Kecamatan.
5. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan data gagal disimpan dan kembali ke halaman pengolahan data Kecamatan.
3
No. Proses 2.1.2
Nama Proses Pengubahan Data Kecamatan
Deskripsi Proses untuk mengubah data Kecamatan
Input Data kecamatan yang akan diubah
Output Info kecamatan yang telah diubah
Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi
Logika Proses 1. Pengguna memasukan data Kecamtan yang akan diubah
2. Sistem mengecek kelengkapan, apabila tidak lengkap sistem menampilkan pesan semua field harus diisi . Silahkan ulangi
3. Apabila lengkap, sistem mengecek kesesuaian data pada database 4. Apabila berhasil sistem akan menampilkan pesan data berhasil diubah
dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data Kecamatan. 5. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan data gagal diubah dan
kembali ke halaman pengolahan data Kecamatan.
4
No. Proses 2.1.3
Nama Proses Pencarian Data Kecamatan
Deskripsi Proses untuk mencari data Kecamatan
Input Data kecamatan yang akan dicari
Output Info kecamatan yang dicari
Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi
Logika Proses 1. Pengguna memasukan keyword pencarian
2. Apabila berhasil ditemuka, sistem menampilkan data yang dicari. 3. Apabila tidak ditemukan, sistem akan menampilkan pesan Data yang
dicari tidak ditemukan
5
No. Proses 2.2.1
Nama Proses Penambahan Data Desa
Deskripsi Proses untuk menambah data Desa
Input Data desa yang akan ditambah, data kecamatan
Output Info desa yang telah ditambah
Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi Logika Proses 1. Pengguna memasukkan data
2. Sistem mengecek kelengkapan data, apabila data tidak lengkap sistem akan menampilkan pasan field harus diisi. Silahkan coba lagi.
Tabel 3.23 Spesifikasi Proses (Lanjutan)
No. Proses Keterangan
3. Apabila lengkap, sistem akan mengecek kesesuaian data pada database
4. Apabila berhasil sistem akan menampilkan pesan data berhasil disimpan dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data Desa. 5. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan data gagal disimpan dan
kembali ke halaman pengolahan data Desa.
6
No. Proses 2.2.2
Nama Proses Pengubahan Data Desa
Deskripsi Proses untuk mengubah data Desa
Input Data desa yang akan diubah, data kecamatan
Output Info desa yang telah diubah
Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi
Logika Proses 1. Pengguna memasukan data Kecamtan yang akan diubah
2. Sistem mengecek kelengkapan, apabila tidak lengkap sistem menampilkan pesan semua field harus diisi . Silahkan ulangi
3. Apabila lengkap, sistem mengecek kesesuaian data pada database Apabila berhasil sistem akan menampilkan pesan data berhasil diubah dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data Desa.
4. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan data gagal diubah dan kembali ke halaman pengolahan data Desa.
7
No. Proses 2.2.3
Nama Proses Pencarian Data Desa
Deskripsi Proses untuk mencari data Desa
Input data desa yang akan dicari
Output Info desa yang dicari
Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi
Logika Proses 1. Pengguna memasukan keyword pencarian
2. Apabila berhasil ditemuka, sistem menampilkan data yang dicari. 3. Apabila tidak ditemukan, sistem akan menampilkan pesan Data yang
dicari tidak ditemukan
8
No. Proses 3.1
Nama Proses Penambahan Data Komoditas
Deskripsi Proses untuk menambah data komoditas
Input Data komoditas yang akan ditambah
Output Info komoditas yang telah ditambah
Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi
Logika Proses 1. Pengguna memasukkan data komoditas
2. Sistem mengecek kelengkapan data, apabila data tidak lengkap sistem akan menampilkan pasan field harus diisi. Silahkan coba lagi. 3. Apabila lengkap, sistem akan mengecek kesesuaian data pada
database
4. Apabila berhasil sistem akan menampilkan pesan data berhasil disimpan dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data komoditas
5. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan data gagal disimpan dan kembali ke halaman pengolahan data komoditas.
Tabel 3.23 Spesifikasi Proses (Lanjutan)
No. Proses Keterangan
No. Proses 3.2
Nama Proses Pengubahan Data Komoditas
Deskripsi Proses untuk mengubah data komoditas
Input Data komoditas yang akan diubah
Output Info komoditas yang telah diubah
Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi 9
Logika Proses 1. Pengguna memasukan data komoditas yang akan diubah
2. Sistem mengecek kelengkapan, apabila tidak lengkap sistem menampilkan pesan semua field harus diisi . Silahkan ulangi 3. Apabila lengkap, sistem mengecek kesesuaian data pada database 4. Apabila berhasil sistem akan menampilkan pesan data berhasil diubah
dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data komoditas. 5. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan data gagal diubah dan
kembali ke halaman pengolahan data komoditas.
10
No. Proses 3.3
Nama Proses Penghapusan Data komoditas
Deskripsi Proses untuk menghapus data komoditas
Input Data komoditas yang akan dihapus
Output Info komoditas yang telah dihapus
Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi
Logika Proses 1. Pengguna melilih data yang akan dihapus
2. Sistem akan menampilkan pesan konfirmasi penghapusan Apakah anda yakin menghapus nama komoditas dari komoditas?
3. Apabila memilih oke, sistem menampilkan pesan data berhasil dihapus dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data komoditas.
4. Apabila batal, maka akan tetap di halaman pengolahan data komoditas
5. Apabila tetapi gagal, sistem menampilkan pesan Data gagal dihapus dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data komoditas.
11
No. Proses 3.4
Nama Proses Pencarian Data Komoditas
Deskripsi Proses untuk mencari data komoditas
Input Data komoditas yang akan dicari
Output Info komoditas yang dicari
Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi
Logika Proses 1. Pengguna memasukan keyword pencarian
2. Apabila berhasil ditemuka, sistem menampilkan data yang dicari. 3. Apabila tidak ditemukan, sistem akan menampilkan pesan Data yang
dicari tidak ditemukan
12
No. Proses 4.1
Nama Proses Penambahan Data Pengembangan Komoditas
Deskripsi Proses untuk menambah data pengembangan komoditas
Input Data pengembangan komoditas yang akan ditambah
Output Info pengembangan komoditas yang telah ditambah
Tabel 3.23 Spesifikasi Proses (Lanjutan)
No. Proses Keterangan
Logika Proses 1.Pengguna memasukkan data pengembangan komoditas
2. Sistem mengecek kelengkapan data, apabila data tidak lengkap sistem akan menampilkan pasan field harus diisi. Silahkan coba lagi.
3. Apabila lengkap, sistem akan mengecek kesesuaian data pada database
12 Logika Proses 4. Apabila berhasil sistem akan menampilkan pesan data berhasil disimpan dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data pengembangan komoditas
5. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan data gagal disimpan dan kembali ke halaman pengolahan data pengembangan komoditas
13
No. Proses 4.2
Nama Proses Pengubahan data pengembangan komoditas
Deskripsi Proses untuk mengubah data pengembangn komoditas
Input Data pengembangan komoditas yang akan diubah
Output Info pengembangan komoditas yang diubah
Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi
Logika Proses 1.Pengguna melilih data yang akan diubah
2. Sistem akan menampilkan pesan konfirmasi pengubahan Apakah anda yakin mengubah data?
3. Apabila memilih oke, sistem menampilkan pesan data berhasil diubah dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data pengembangan komoditas
4. Apabila batal, maka akan tetap di halaman pengolahan data pengembangan komoditas
5. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan Data gagal dihapus dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data pengembangan komoditas
14
No. Proses 4.3
Nama Proses Penghapusan data pengembangan komoditas
Deskripsi Proses untuk menghapus data pengembangan komoditas
Input Data pengembangan komoditas yang akan dihapus
Output Info pengembangan komoditas yang telah dihapus
Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi
Logika Proses 1. Pengguna melilih data yang akan dihapus
2. Sistem akan menampilkan pesan konfirmasi penghapusan Apakah anda yakin menghapus nama data dari pengembangan komoditas? 3. Apabila memilih oke, sistem menampilkan pesan data berhasil dihapus dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data pengembangan komoditas
4. Apabila batal, maka akan tetap di halaman pengolahan data pengembangan komoditas
5. Apabila tetapi gagal, sistem menampilkan pesan Data gagal dihapus dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data pengembangan komoditas
15
Tabel 3.23 Spesifikasi Proses (Lanjutan)
No. Proses Keterangan
Nama Proses Pencarian pengembangan komoditas
Deskripsi Proses untuk mencari data pengembangan komoditas Input Data pengembangan komoditas yang akan dicari Output Info pengembangan komoditas yang dicari Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi
Logika Proses
1. Pengguna memasukan keyword pencarian
2. Apabila berhasil ditemuka, sistem menampilkan data yang dicari. 3. Apabila tidak ditemukan, sistem akan menampilkan pesan Data yang dicari tidak ditemukan
16
No. Proses 5.1
Nama Proses Penambahan Data Pengguna
Deskripsi Proses untuk menambah data Pengguna
Input Data Pengguna yang akan ditambah
Output Info Pengguna yang telah ditambah Destination Kepala Bidang Tanaman Pangan Logika
Proses
1. Pengguna memasukkan data Pengguna
2. Sistem mengecek kelengkapan data, apabila data tidak lengkap sistem akan menampilkan pasan field harus diisi. Silahkan coba lagi.
3. Apabila lengkap, sistem akan mengecek kesesuaian data pada database 4. Apabila berhasil sistem akan menampilkan pesan data berhasil disimpan
dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data user
5. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan data gagal disimpan dan kembali ke halaman pengolahan data User.
17
No. Proses 5.2
Nama Proses Pengubahan Data Pengguna
Deskripsi Proses untuk mengubah data Pengguna
Input Data Pengguna yang akan diubah
Output Info Pengguna yang telah diubah Destination Kepala Bidang Tanaman Pangan Logika
Proses
1. Pengguna memasukan data pengguna yang akan diubah
2. Sistem mengecek kelengkapan, apabila tidak lengkap sistem menampilkan pesan semua field harus diisi. Silahkan ulangi
3. Apabila lengkap, sistem mengecek kesesuaian data pada database 4. Apabila berhasil sistem akan menampilkan pesan data berhasil diubah
dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data user.
5. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan data gagal diubah dan kembali ke halaman pengolahan data user.
18
No. Proses 5.3
Nama Proses Penghapusan Data Pengguna
Deskripsi Proses untuk menghapus data Pengguna Input Data Pengguna yang akan dihapus
Tabel 3.23 Spesifikasi Proses (Lanjutan)
No. Proses Keterangan
Output Info Pengguna yang telah dihapus Destination Kepala Bidang Tanaman Pangan Logika
Proses
1. Pengguna melilih data yang akan dihapus
2. Sistem akan menampilkan pesan konfirmasi penghapusan Apakah anda yakin menghapus nama user dari user?
3. Apabila memilih oke, sistem menampilkan pesan data berhasil dihapus dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data user.
4. Apabila batal, maka akan tetap di halaman pengolahan data user 5. Apabila tetapi gagal, sistem menampilkan pesan data gagal dihapus dan
sistem akan kembali ke halaman pengolahan data user.
19
No. Proses 5.4 Nama
Proses
Pencarian Data Pengguna
Deskripsi Proses untuk mencari data Pengguna Input Data Pengguna yang akan dicari Output Info Pengguna yang dicari Destination Kepala Bidang Tanaman Pangan Logika
Proses
1. Pengguna memasukan keyword pencarian
2. Apabila berhasil ditemuka, sistem menampilkan data yang dicari. 3. Apabila tidak ditemukan, sistem akan menampilkan pesan data yang
dicari tidak ditemukan
20
No. Proses 6.1 Nama
Proses
Penambahan Data Pencapaian
Deskripsi Proses untuk menambah data Pencapaian Input Data Pencapaian yang akan ditambah Output Info Pencapaian yang telah ditambah Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi Logika
Proses
Pengguna memasukkan data
Sistem mengecek kelengkapan data, apabila data tidak lengkap sistem akan menampilkan pasan field harus diisi. Silahkan coba lagi.
Apabila lengkap, sistem akan mengecek kesesuaian data pada database Apabila berhasil sistem akan menampilkan pesan data berhasil disimpan dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data Pencapaian. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan data gagal disimpan dan kembali ke halaman pengolahan data Pencapaian.
21
No. Proses 6.2
Nama Proses
Pengubahan Data Pencapaian
Deskripsi Proses untuk mengubah data Pencapaian
Input Data Pencapaian yang akan diubah
Output Info Pencapaian yang telah diubah Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi
Tabel 3.23 Spesifikasi Proses (Lanjutan) No. Proses Keterangan
Logika Proses
Pengguna memasukan data Pencapaian yang akan diubah
Sistem mengecek kelengkapan, apabila tidak lengkap sistem menampilkan pesan semua field harus diisi . Silahkan ulangi
Apabila lengkap, sistem mengecek kesesuaian data pada database Apabila berhasil sistem akan menampilkan pesan data berhasil diubah dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data Pencapaian. Apabila gagal, sistem menampilkan pesan data gagal diubah dan kembali ke halaman pengolahan data Pencapaian.
22
No. Proses 6.3
Nama Proses
Penghapusan data Pencapaian
Deskripsi Proses untuk menghapus data Pencapaian
Input Data Pencapaian yang akan dihapus
Output Info Pencapaian yang telah dihapus Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi Logika
Proses
1. Pengguna melilih data yang akan dihapus
2. Sistem akan menampilkan pesan konfirmasi penghapusan Apakah anda yakin menghapus nama data dari Pencapaian?
3. Apabila memilih oke, sistem menampilkan pesan data berhasil dihapus dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data Pencapaian
4. Apabila batal, maka akan tetap di halaman pengolahan data Pencapaian
5. Apabila tetapi gagal, sistem menampilkan pesan Data gagal dihapus dan sistem akan kembali ke halaman pengolahan data Pencapaian
23
No. Proses 6.4
Nama Proses
Pencarian Data Pencapaian
Deskripsi Proses untuk mencari data Pencapaian
Input Data Pencapaian yang akan dicari
Output Info Pencapaian yang dicari Destination Seksi Aneka Kacang dan Umbi Logika
Proses
Pengguna memasukan keyword pencarian
Apabila berhasil ditemuka, sistem menampilkan data yang dicari. Apabila tidak ditemukan, sistem akan menampilkan pesan Data yang dicari tidak ditemukan