• Tidak ada hasil yang ditemukan

- WELCOME to SOLMATH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan " - WELCOME to SOLMATH"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

i 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI

MATERI

INTEGRAL

Untuk SMA/MA Kelas XII

Integral Aljabar _Integral Fungsi Trigonometri _ Integral Tak

Tentu_Integral Tertentu

(2)

i 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI

KATA PENGANTAR

Buku sebagai salah satu sumber pembelajaran mempunyai peranan yang

penting dalam meningkatkan sumber daya manusia khususnya peserta didik.

Dengan buku, peserta didik dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan

baik dan siswa mampu memahami materi dengan lebih mudah.

Untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam berpikir kritis, kreatif,

dan sistematis dalam memecahkan masalah pengoprasian integral serta aplikasi

dalam kesehariannya, kami lengkapi buku ini dengan contoh soal dan Uji

kompetensi. Kami berharap buku ini dapat membimbing para siswa menerapkan

berbagai konsep untuk mengembangkan materi integral.

Sesuai kata orang bijak, tidak ada yang sempurna dalam hidup begitupun

dengan buku ini. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun dari

para pembaca untuk memperbaiki mutu buku berikutnya sangat kami harapkan.

Cirebon, Oktober 2014

(3)

ii 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

KATA-KATA MOTIVASI ... iii

TUJUAN PEMBELAJARAN ... iv

BAB INTEGRAL A. Pengertian Integral ... 1

B. Integral Tak Tentu 1. Pengertian Integral Tak Tentu ... 1

a. Rumus Integral Tak Tentu Fungsi Aljabar ... 2

b. Rumus Integral Tak Tentu Fungsi Trigonometri ... 3

2. Penerapan Integral Tak Tentu ... 6

C. Integral Tertentu ... 7

D. Teknik-Teknik Pengintegralan 1. Integral Subtitusi a).Bentuk Subtitusi-1 ... 10

b).Integral yang Memuat Bentuk 2− 2, 2+ 2, 2 2 ... 12

2. Integral Parsial ... 13

E. Beberapa Penggunaan Integral Tertentu 1. Luas Daerah antara Kurva dan Sumbu X ... 14

2. Luas Daerah antara Dua Kurva ... 15

3. Volume Benda Putar Mengelilingi Sumbu X dan Y ... 16

F. Aplikasi IntegralDalam Kehidupan Sehari-hari ... 20

UJI KOMPETENSI ... 22

DAFTAR PUSTAKA ... 27

(4)

iii 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI engalahkan Rasa

engolah menjadi Asa ewujudkan dalam Realita

M

Ambisi dan mimpimu adalah samudra.

Meski kadang terjadi pasang surut, tapi takkan pernah surut airnya. Oleh sebab itu, bersemangatlah selalu, meski melakukan hal sekecil apapun. Jangan pernah menunda-nunda apa yang bisa dilakukan hari ini.

Perhatikanlah daun-daun yang mati dan berguguran dari pohon, ia sebenarnya memberikan hidup baru pada pohon. Bahkan sel-sel dalam tubuh kita pun selalu memperbaharui diri.

PERBAIKI DIRI. GALI POTENSI.

Jauhkan keraguan,

Temukan Cara Terbaikmu

Meraih Mimpi

Setiap insan manusia dilahirkan luarbiasa.

Ingatlah, hanya seorang pemenang yang bisa melihat potensi, sementara seorang pecundang sibuk mengingat masa lalu.

Segala sesuatu di alam ini memberikan jalan kepada kehidupan yang baru dan

membuang yang lama. Satu-satunya

(5)

iv 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI

TUJUAN PEMBELAJARAN

a. Memahami pengertian integral

b. Memahami pengertian integral tak tentu

c. Menentukan integral tak tentu fungsi aljabar dan fungsi trigonometri

d. Memahami pengertian integral tertentu

e. Menentukan integral tertentu dengan menggunakan sifat-sifat integral

f. Menentukan integral dengan cara substitusi dan parsial

g. Menggambar suatu daerah yang dibatasi oleh beberapa kurva

h. Merumuskan integral tertentu untuk luas daerah antara kurva dan

sumbu x

i. Menghitung luas suaru daerah yang dibatasi dua kurva

j. Merumuskan integral tertentu untuk volume benda putar dari daerah

yang diputar terhadap sumbu x dan sumbu y

k. Menghitung volume benda dari daerah yang dibatasi oleh dua kurva

(6)

1 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI

BAB

INTEGRAL

A.

Pengertian Integral

Di Kelas XI, kalian telah mempelajari konsep turunan. Pemahaman

tentang konsep turunan ini dapat kalian gunakan untuk memahami konsep

integral. Untuk itu, coba tentukan turunan fungsi berikut. Perhatikan bahwa

fungsi ini memiliki bentuk umum = 2 3. Setiap fungsi ini memiliki

turunan ′( ) = 6 2. Jadi, turunan fungsi = 2 3 adalah ′( ) = 6 2. Menentukan fungsi ( ) dari ′ , berarti menentukan antiturunan

dari ′( ) . Sehingga, integral merupakan antiturunan (antidiferensial) atau operasi invers terhadap diferensial.

Jika ( ) adalah fungsi umum yang bersifat ′ = , maka ( ) merupakan antiturunan atau integral dari �′ = ( ).

B.

Integral Tak Tentu

1.

Pengertian Integral Tak Tentu

Pengintegralan fungsi ( ) yang ditulis sebagai ∫ disebut

integral tak tentu dari ( ). Jika �( ) anti turunan dari ( ), maka

= +

Keterangan:

∫ = notasi integral (yang diperkenalkan oleh Leibniz, seorang matematikawan Jerman)

= fungsi integran

= fungsi integral umum yang bersifat ′ = �( ) =konstanta pengintegralan

Ada dua jenis integral tak tentu yang akan kamu pelajari pada

(7)

2 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI dari fungsi trigonometri. Agar kamu memahaminya dengan baik,

perhatikan uraian berikut.

a. Rumus Dasar Integral Tak Tentu dan Fungsi Aljabar

Sekarang, perhatikan turunan fungsi-fungsi berikut.

1 = , didapat 1′ = 1

Jadi, jika 1 ′( ) = 1 maka 1 = ∫ 1 ′ = + 1

2 = 1

2 , didapat 2′ =

Jadi, jika 2 ′ = maka 2 = ∫ 2 ′ = 1

2 + 2

Dari uraian ini, tampak bahwa jika ′ = , maka = 1

+1

+1 + atau dapat dituliskan = 1 +1

+1+ , 1

.

Sebagai contoh, turunan fungsi = 2 2+ adalah

= 4 . Ini berarti, antiturunan dari = 4

adalah = 2 2 + atau dituliskan ∫ ′ = 2 2+ . Uraian ini menggambarkan hubungan berikut.

Jika ′ = , maka = 1 +1

+1+ , ≠ −1

dengan suatu konstanta.

Misalnya � konstanta real sembarang, dan

merupakan fungsi yang dapat diintegralkan, maka akan berlaku:

a) ∫ = +

b) ∫ � = � ∫

c) ∫ ± = ∫ ±

d) ∫ =

+1

+1+

Untuk lebih memahami integral tak tentu fungsi aljabar, marilah

(8)

3 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI Contoh:

1. Selesaikan integral berikut!

a) ∫ 3

b) ∫

3 2

c) ∫24 3

d) ∫ 6 2+ 2 −3

Jawab:

a) ∫ 3 = 1 3+1

3+1+ = 1 4

4 +

b) ∫

3

2 = 31 2+1

3

2+1+ =2

5

5 2+

c) ∫24 3 = 2 34 = 2

3 4+1 3 4+1

+ =8 7

2 4+

d) ∫ 6 2+ 2 −3 =∫6 2 +∫2 − ∫3 = 2 3+

33 +

b. Rumus Integral Tak Tentu dari Fungsi Trigonometri

Untuk memahami integral dari fungsi trigonometri, dibutuhkan

pemahaman yang baik mengenai turunan trigonometri. Agar kamu lebih

memahaminya, perhatikan label turunan fungsi trigonometri berikut :

Tabel Turunan Fungsi Trigonometri

�(�) �′(�)

� � cos

� � −sin

� � 2

�� � tan . sec

� � − 2

(9)

4 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI Berdasarkan tabel Tersebut, rumus dasar pengintegralan trigonometri

adalah sebagai berikut.

∫cos = sin +�∫sin = −cos +�

∫ 2 = tan +

2 =cot +

tan . sec = sec +�

cot . csc = −csc +�

Berdasarkan rumus integral dari fungsi trigonometri diatas,

maka rumus-rumus tersebut dapat diperluas menjadi :

a. ∫cos + = 1 sin + +�

b. ∫sin + = −1cos + +�

c. ∫ 2 + = 1 tan + +�

d. ∫tan + . sec + = 1sec + +�

e. ∫ 2 + =−1cot + +�

f. ∫cot + . csc + = −1csc + +�

Contoh 1.2

Selesaikan integral berikut!

1. ∫(2 sin + 3)

2. ∫ 22 −1

3. ∫ � 2

4. ∫(sin + cos )2

5. ∫sin 4 . cos 2

� 2 =1 2−

1 2cos 2

2 = 1 2+

1 2cos 2

(10)

5 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI 6. ∫sec . tan

7. ∫2 sin 3

Penyelesaian :

1. ∫(2 sin + 3) = 2∫sin +∫3 = −2 cos + 3 +�

2. ∫( 22 −1) = ∫ 22 − ∫ = 1

2tan 2 − +�

3. ∫ � 2 =∫(1 2−

1

2cos 2 ) = 1

2 −

1

42 +�

4. ∫(sin + cos )2 =∫( � 2 + 2 sin . cos + 2 )

=∫(1 + 2 sin . cos

=∫(1 + sin 2 )

= −1

2 cos 2x + C

5. ∫sin 4 . cos 2

= 1

2 sin 6 + sin 2

=1

2 (sin 6 + sin 2 )

= 1 2 −

1

6cos 6 − 1

2cos 2 +�

= − 1

12cos 6 − 1

4cos 2 +�

6. ∫sec . tan = sec +�

7. ∫2 sin 3 = 2∫sin 3

=−2

3 3 +�

� 2 + 2 = 1

2 + 1 = 2

(11)

6 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI

2.

Penerapan Integral Tak Tentu

Integral tak tentu dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan di bawah ini :

1. Untuk menentukan suatu fungsi jika turunan dari fungsinya diberikan. 2. Untuk menentukan posisi, kecepatan, dan percepatan suatu benda

pada waktu tertentu. Misalnya s menyatakan posisi benda, kecepatan benda dinyatakan dengan v, dan percepatan benda dinyatakan dengan a. Hubungan anatara s, v, dan a adalah sebagai berikut.

= sehingga =∫ dan = sehingga = ∫

Agar lebih memahami aplikasi integral tak tentu, perhatikan contoh soal berikut ini!

1. Diketahui ′ = 6 2−10 + 3 dan −1 = 2. Tentukan ( ). Jawab :

= 6 2 10 + 3 = 6 2−10 + 3

= 2 3−5 2 + 3 +� −1 = 2 2 = 2(−1)3−5 −1 2+ 3 −1 +�

2 = −2−5−3 +� �= 12 Jadi, ( ) = 2 3 −5 2 + 3 + 12

2. Sebuah benda bergerak pada garis lurus dengan percepatan a yang memenuhi persamaan = 2 −1, dalam / 2 dan t dalam detik. Jika kecepatan awal benda = 5 / dan posisi benda saat = 6 adalah

= 92 , maka tentukan persamaan posisi benda tersebut saat t detik! Jawab :

= 2 −1

=

= 2 −1

(12)

7 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI Kecepatan awal benda 5 −1, artinya saat t = 0 nilai v = 5

=0 = 5 02−0 +�= 5

�= 5 Sehingga,

= 2− + 5

=

= 2 − + 5

= 1 3

3 1 2

2+ 5 +

� =6 = 92

1 3(6)

31 2 6

2 + 5 6 + = 92

72−18 + 30 + = 92

84 + = 92

= 8

Jadi, persamaan posisi benda tersebut saat t detik dirumuskan dengan

=1 3

3 1 2

2+ 5 + 8

C.

Integral Tertentu

Jika fungsi = kontinu pada interval , maka:

= � = � − �

(13)

8 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI Misalnya dan merupakan fungsi-fungsi kontinu dalam interval tertutup , , maka integral tertentu memenuhi sifat-sifat umum sebagai berikut.

1. ∫ = 0

2.∫ �. = � ∫ ,�= konstanta

3.∫ ± =∫ ±∫

4.∫ = − ∫

5. ∫ +∫ =∫

Untuk memahami integral tertentu lebih lanjut, marilah kita simak contoh-contoh berikut.

Contoh :

1. Hitunglah hasil integral berikut!

a. ∫36 2 0 Jawab :

6 2 3

0

= 6 2 = 6.1 3

3

0 3 3

0

= 6 1 3. 3

31 3. 0

3

= 6 9−0 = 54

b. ∫ 3 2+ 2 −3 1

Jawab :

2+ 2 3 = 2 + 2

3

1 3

1 3

1

− 3 =1

3 3

1 3 3

1

+ 2 13− 3 13

= 1 3. 3

31 3. 1

3 + 32123.33.1

= 9−1

3 + 9−1 − 9−3 =

26

3 + 8−6

= 32 3 = 10

(14)

9 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI 2. Hitunglah hasil integral dari bentuk berikut!

(2 sin + 6 cos )

4

−�2

Jawab :

(2 � + 6 )

4

−�2

= −2 +6 �

−�2

4

= −2 cos �

4 + 6 sin �

4 —2 cos − �

2 + 6 sin − � 2

= − 2 + 3 2 − 0−6 = 6 + 2 2

3. Jika ∫ 1� 2 −5 = 18 untuk �> 0 maka tentukan nilai �+ 1! Jawab:

2 −5 = 18

1 25

1� = 18

�25� − 15 = 18 �25+ 418 = 0 �25� −14 = 0 (� −7) �+ 2 = 0

�= 7 atau�=−2 (tidak memenuhi) maka nilai�+ 1 = 7 + 1 = 8.

4.

x

2

0 2 cos 

dx

jawab:

x

2

0 2 cos 

dx = (1 cos2 )

2 1 2

0

x

dx = 2

0 2 sin 4 1 2 1

  

(15)

10 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI =

  

) 2 ( 2 sin 4 1 2 . 2

1  

=

4 ) 0 0 ( 4 1 ) 0 2 ( 2

1  

   

D.

Teknik-Teknik Pengintegralan

Sering kita jumpai fungsi-fungsi yang akan diintegralkan tidak sesuai dengan rumus dasar integral dan tidak sedikit fungsi tersebut diberikan dalam bentuk yang sangat rumit. Pada subbab ini kita akan membahas dua teknik pengintegralan untuk menyelesaikan integral dengan fungsi seperti itu, yaitu integral subtitusi dan integral parsial.

1. Integral Substitusi

a) Bentuk Subtitusi-1

Tidak semua bentuk pengintegralan bisa dikerjakan dengan

menggunakan rumus ∫ = +1

+1+ .Banyak bentuk-bentuk

yang kelihatannya rumit, sehingga tidak bisa diselesaikan dengan

rumus di atas. Karena itu dibutuhkan suatu cara lain untuk

menyelesaikannya.Pada bagian ini akan dibahas teknik integrasi yang

disebut metode substitusi. Konsep dasar dari metode ini adalah dengan

mengubah integral yang kompleks menjadi bentuk yang lebih

sederhana. Bentuk umum integral substitusi adalah sebagai berikut.

Contoh soal.

1. ∫(5 −2)3

2. ∫ 2−1 ( + 3)5

3.

2x(x2 3)4dx

Jawab :

1. ∫(5 −2)3

Misal: = 5 −2

(16)

11 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI

= 5 → = 1

5 Sehingga

5 −2 3 = 31

5 =

1 5

3 =1

5 1 4

4 +

= 1

20(5 −2)

4+

Jadi,∫ 5 −2 3 = 1

20 5 −2 4 +

2. ∫ 2−1 ( + 3)5

Misal = + 3 → =

= −3

Sehingga ∫ 2−1 ( + 3)5 =∫(( −3)2−1) 5

= 2 −6 + 8 5

= 7−6 6+ 8 5

=1 8

86 7

7+4 3

6+

=1

8( + 3) 86

7( + 3) 7+4

3( + 3) 6+

Jadi, ∫ 2−1 ( + 3)5 =1

8( + 3) 86

7( + 3) 7+4

3( + 3) 6+

3.

x x2  4dx

) 3 ( 2

Misalkan u = x23, maka x dx du

2

 atau

x du dx 2  Sehingga diperoleh,

2x(x2 3)4dx =

x du u x 2 2 4

=

u4du

= u5 C 5 1

= (x2 3)5 C 5

(17)

12 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI

b) Integral yang Memuat Bentuk �� − ��, �� +�� , �� − ��

Untuk menyelesaikan pengintegralan yang memuat

bentuk-bentuk 2 − 2, 2+ 2 dan 2− 2 , kita menggunakan teknik

integral substitusi trigonometri. Agar kamu lebih memahaminya,

perhatikan dengan baik tabel berikut.

Bentuk Subsitusi Hasil

2 2 = sin� 2 2 = cos

2+ 2 = tan� 2+ 2 = sec

2− 2 = sec� 2− 2 =

Untuk lebih memahami teknik integral substitusi trigonometri,

perhatikan contoh berikut.

1

4− 2 2

0

Misal = 2 sin� , maka sin�= 2

= 2 cos� �

Batas Integral

0 2

� 0

� 2

Sehingga

1

4− 2 2

0

= 2 � �

4−4 � 2

2

(18)

13 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI = 2 cos�

2 cos� �

2

0

= � = � 0

2

2

0

= � 2

2. Integral Parsial

Apabila kamu menemukan bentuk integral yang tidak bisa

diselesaikan dengan integral subtitusi, mungkin permasalahan tersebut

dapat diselesaikan dengan subtitusi ganda yang lebih dikenal sebagai

integral parsial.

Perhatikan uraian berikut.

Misalnya, = ∙ dengan , , dan fungsi dari , maka

= ′ ∙ + . ′

= ∙ + ∙

= 1 ( + )

= +

= +

= +

= +

= −

Jadi, dari uraian di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa rumus

integral parsial adalah sebagai berikut.

(19)

14 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI Contoh soal:

1. ∫ 2cos

Jawab:

1. ∫ 2cos

Misal = 2 → = 2

= cos → = sin

Sehingga

2cos = 2sin (sin ) 2 = 2sin sin

= 2sin −2(− + sin ) +

= 2sin + 2 cos −sin +

E.

Beberapa Penggunaan Integral Tertentu

1. Luas Daerah antara Kurva dan Sumbu X

Misalkan S adalah daerah yang dibatasi oleh kurva = , sumbu X, garis = , dan garis = Dengan ( ) 0 pada , maka luas daerah S dapat ditentukan dengan rumus :

[image:19.595.104.506.54.734.2]

Apabila ( ) 0 atau daerahnya di bawah sumbu X, maka

Gambar 1. Daerah antara kurva sumbu x =

(20)

15 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI

2. Luas Daerah antara Dua Kurva

Misalkan daerah S adalah daerah yang dibatasi oleh kurva 1 = ( ),

2 = ( ), garis = , dan garis = seperto pada gambar di samping maka luas daerah =� − � .

Luas daerah S dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut.

=� − �

= −

= −

Jadi, luas daerah yang dibatasi oleh kurva 1 = ( ), 2 = ( ),dari = sampai = ditentukan dengan rumus

�= −

Dengan ( ) ( ) dalam interval .

Untuk memahami cara menentukan luas daerah, perhatikan contoh berikut ini!

1. Tentukan luas daerah antara kurva yx2 3x dan y = 2x + 2

Penyelesaian :

Titik potong kedua kurva yaitu :

x23x2x2 

x2

(x1)0x2atau x1 Y
(21)

16 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI

2 1 4 ) 2 ( ) 3 ( ) 2 2 ( 1 2 2 1 2

2

  

  dx x x dx x x x

L satuan luas.

2. Tentukan luas daerah antara kurva y = 3

x , sumbu X , x = -1 dan x = 1 !

Penyelesaian : Y

-1 0 1 X

            1 0 1 0 4 0 1 4 3 0 1 3 2 1 ) 0 4 1 ( ) 4 1 0 ( 4 1 4 1 x x dx x dx x

L satuan luas

3. Volume Benda Putar Mengelilingi Sumbu X

Volume benda putar dari daerah yang diputar sejauh 360∘ mengelilingi sumbu X

V = 

b

a

dx x f( ))2 (

 atau V = 

b

a

dx y2

Volume benda putar dari daerah yang diputar sejauh 360∘ mengelilingi sumbu Y

V = 

d

c

dy y g( ))2 (

 atau V = 

d

c

dy x2

(22)

17 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI -1

Volume benda putar dari daerah antara dua kurva kurva yang diputar360∘ terhadap sumbu Y.

=  

b

a

dx x g x

f ( ) ( )} {( 2 2

 atau

=   b

a

dx y

y )

( 12 22

Volume benda putar dari daerah antara dua kurva kurva yang diputar 360∘ terhadap sumbu X.

=  

d

c

dy y g y

f ( ) ( )} { 2 2

 atau

=   d

c

dy x

x )

( 12 22

Contoh Soal :

1. Hitunglah volume benda putar yang terjadi, jika yang daerah dibatasi kurva y = x + 1, x = 0 , x = 2, dan sumbu x diputar mengelilingi sumbu x sejauh 360o

Penyelesaian :

1

(23)

18 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI

V =

2 0 2 ) (x f

 dx =

2

0 2

) (x dx

 =

  2 0 2 ) 1 2

(x x dx

 = 2 0 2 3 3 1     x x x  =     ) 0 0 0 . 3 1 ( ) 2 2 2 . 3 1

( 3 2 3 2

 = ) 3 26 (  =  3 26 satuan volume

2. Hitung volume benda putar yang terjadi jika daerah yang dibatasi y=(x - 2)2, sumbu y , y = 0 dan y = 3 diputar mengelilingi sumbu y sejauh 360o.

Penyelesaian:

dimana (x - 2)2 = y menjadi x = y+2

=

3 0 2 dy x  =

 

  3 0 2 3 0 ) 4 4 ( ) 2

( y dyy y dy

 =                  12 3 8 2 9 3 . 4 3 3 . 3 8 3 . 2 1 4 3 8 2 1 2 3 0 2 y y y y

3 y = (x - 2)2

0 2

3. Tentukan volume benda putar, jika daerah yang dibatasi oleh grafik f

(x) = 4 – x2, sumbu–x, dan sumbu–y diputar 360o terhadap :

a. Sumbu–x

(24)

19 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI Jawab :

a. Volumenya adalah

V =π (4−x2)2dx =π 16−82+ x4 dx 2

0 2

0

= � 16 −8 3

3+1 5

5 0 2

= π 16 . 2 −8 3 . 2

3 +1 5 . 2

50

= � 32−64 3 +

32 5

= 

15 256

Jadi, volume benda putar yang terjadi jika daerah R diputar mengelilingi

sumbu–x adalah 

15 256

satuan volume.

b. Untuk menentukan volume benda putar yang terjadi jika daerah R diputar

mengelilingi sumbu-y, nyatakan persamaan kurva y = f (x) = 4 – x2 menjadi

persamaan x2 dalam variabel y. y = 4 – x2x2 4y

Volume benda putar tersebut adalah

=� 4−

4

0

= � 4 −1 2

2

0 4

= � 4 . 4−1 2 . 4

20

= �(16−8) = 8 �

Jadi, volume benda putar yang terjadi jika daerah R diputar mengelilingi

(25)

20 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI

1

Aplikasi Integral dalam Kehidupan Sehari-hari

Definisi Integral adalah kebalikan dari diferensial. Apabila kita

mendiferensiasi kita mulai dengan suatu pernyataan dan melanjutkannya

untuk mencari turunannya. Apabila kita mengintergrasikan,kita mulai dengan

turunannya dan kemudian mencari peryataan asal integral ini. Lambang

integral adalah

=� +�

Integral dalam kehidupan sehari-hari sangatlah luas cangkupannya

seperti digunakan di bidang teknologi,fisika,ekonomi,matematika,teknik dan

bidang-bidang lain. Adapun uraiannya sebagai berikut :

A. Bidang Teknologi

Integral sering digunakan untuk memecahkan persoalan yang

berhubungan dengan volume, panjang kurva, memperkirakan populasi,

keluaran kardiak, usaha, gaya dan surplus konsumen.

B. Bidang Ekonomi

Penerapan integral dalam bidang ekonomi yaitu:

 Untuk menentukan persamaan-persamaan dalam perilaku ekonomi.  Untuk mencari fungsi konsumsi dari fungsi konsumsi marginal.

C. Bidang Matematika

Penerapan integral dalam bidang matematika yaitu:

 Untuk menentukan luas suatu bidang.

 Untuk menentukan volume benda putar dan menentukan panjang

busur.

D. Bidang Fisika

Penerapan integral dalam bidang fisika yaitu:

(26)

21 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI E. Bidang Teknik

Penerapan integral dalam bidang teknik yaitu:  Untuk mengetahui volume benda putar  Untuk mengetahui luas daerah pada kurva.

Contoh integral dalam kehidupan sehari-hari, dapat kita ketahui

dari kecepatan sebuah motor pada waktu tertentu, dan posisi

perpindahan benda itu pada setiap waktu. Untuk menemukan hubungan

ini kita memerlukan proses integral (antidiferensial), contoh lain yaitu

setiap gedung Petronas di Kuala Lumpur atau gedung-gedung

bertingkat di Jakarta. Semakin tinggi bangunan semakin kuat angin

yang menghantamnya. Karenanya bagian atas bangunan harus

dirancang berbeda dengan bagian bawah. Untuk menentukan rancangan

(27)

22 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI

UJI KOMPETENSI

Kerjakan dengan teliti !

1. Selesaikan tiap integral berikut ini!

                   dx x x x x j dx x x x i dx x x h dx x x g dx x f dx x x x e dx x x x x d dx x c dx x b dx x a 2 2 2 3 2 2 3 2 2 3 4 4 5 1 . 4 5 . 1 . 6 . 3 2 . 8 3 2 6 . 7 5 2 4 3 . 1 . 5 . 2 .

2. Selesaikan integral tak tentu fungsi trigonometri berikut ini!

     dx x x e dx x x d dx x x c dx x x b dx x a sin 2 . sin 2 . sin 6 cos 8 . cos sin . sin 5 . 2

3. Selesaikan integral tak tentu fungsi trigonometri berikut ini!

. 2 sin 4 cos 2

.∫4 sin 5 sin dx

(28)

23 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI 4. Tentukan nilai integral di bawah ini :

           2 1 2 1 1 2 4 0 1 2 2 3 0 1 . 6 2 5 . 12 . 6 . 4 . dx x x e dx x x d dx x x c dx x b dx x a

5. Tunjukkan dengan arsiran, luas daerah yang dinyatakan dengan integral

berikut :

    2 2 3 3 3 2 3 2 2 4 0 . 4 . . 3 . dx x d dx x c dx x b dx x a

6. Tentukan integral dari fungsi –fungsi berikut dengan menggunakan metode

(29)

24 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI 7. Tentukan integral berikut dengan metode parsial !

     dx x x g dx x x f dx x x e dx x x d dx x x c dx x x b dx x x a 2 sin 1 2 . cos . sin . 1 . 4 2 . 2 1 8 . 2 6 . 2 3 5

8. Tentukan luas daerah yang diarsir pada gambar di bawah ini :

a. b.

y = x + 2 y = 2 x

-2 0 2

Y y = 3 x

c.

4 X

-4 4

0 3 X

Y

(30)

25 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI 9. Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh kurva yx33x2, sumbu X, x = -1

dan x = 3

10.Hitunglah luas daerah yang diarsir pada gambar di bawah ini :

a.

0

11.Hitunglah volume benda putar yang terjadi jika daerah yang dibatasi oleh

kurva-kurva yang diketahui diputar mengelilingi sumbu X sejauh 360 !

a. = , = 1 dan = 10

b. = 2, sumbu , sumbu dan = 6

c. = , sumbu , sumbu dan = 9

d. = 2+1, = 0 dan = 1

e. = 3, sumbu , = −3 dan = 3

12.Volume benda putar yang terjadi jika daerah yang dibatasi oleh kurva

= 2 + 1 dan = 3diputar mengelilingi sumbu Y sejauh 360º adalah …

satuan volum

a. 2 c. 3 e. 5

b. 2

2

1 d. 4

3

1

= = 2

(31)

26 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI 13.Volume benda putar yang terjadi karena daerah yang dibatasi oleh

parabola = 2 dan 2 = 8diputar 360º mengelilingi sumbu Y adalah ….

satuan volum

a. 2

5

4 c. 4

5

4 e. 9

5

4

b. 3

5

4 d. 5

5

(32)

27 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI

DAFTAR PUSTAKA

E.,S. Pesta, Cecep Anwar H.F.S. 2008. Matematika Aplikasi Jilid 3. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Martono, K. 1992. Kalkulus. Bandung: Fakultas IPA Jurusan Matematika ITB.

Purcell, Edwin. J. 1992. Kalkulus dan Geometri Analitis. Jakarta: Erlangga.

Ayres, Frank J.R. 1964. Calculus.McGraw Hill.

Herynugroho, dkk. 2006. Matematika SMA Kelas XII. Jakarta: Yudhistira

www.soalmatematik.com. Diakses pada 9 Oktober 2014.

Download dokumen Matem teknik. Diakses pada 9 Oktober 2014.

(33)

1 1.D PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSWAGATI

Deskripsi Kerja Kelompok

Dalam pembuatan project

buku ajar ini kami

mengerjakannya dengan

berbagi tugas dengan

tujuan agar project buku

ajar ini selasai tepat waktu,

akan tetapi bukan berarti

kami mengerjakannya

secara terpisah dan

masing-masing, kami tetap

setiap hari berkumpul dan

bertukar pendapat. Banyak

sekali masalah yang kami

temui saat pembuatan buku

ajar ini, namun dengan

rasa kerja sama dan

tanggungjawab dari

masing-masing anggota

kelompok kami, masalah

yang kami hadapi dapat

terselesaikan. Kami

berharap buku ajar yang

kami buat ini dapat

memberikan manfaat bagi

semua pembacanya,

khususnya bagi pendidik

dan peserta didik dalam

proses pembelajaran.

Nama : Isna Silvia

Tempat, tanggal lahir : Majalengka,

02September 1996

Jenis kelamin : Perempuan

Agama : Islam

Alamat : Lingk.Ganjar Asih, RT/05,

RW/06Kel.Cikasarung,Kec./Kab.

Majalengka, Prov.Jawa Barat

Facebook : Isna Silvia

Twitter:@isna_silvia

e-mail :[email protected]

Selly Erawati Sudarja

Nama: Selly Erawati Sudarja

Tempat, Tanggal Lahir : Indramayu, 13

Desember1996

Jenis kelamin : Perempuan

Agama : Islam

Alamat : Jl. Raya Limpas No.59

Patrol-Indramayu

Facebook : Selly Erawati Sudarja

Twitter : @sellyerawati_13

e-mail:[email protected]

Ima Tarsimah

Nama : Ima Tarsimah

Tempat, tanggal lahir : Majalengka, 25

Maret 1995

Jenis Kelamin : Perempuan

Agama : Islam

Alamat : Blok Leuwiorok RT/03 RW/01 Ds.

Jatimulya kec. Kasokandel kab.

Majalengka

Facebook :イマ

Twitter : @ImaTarsimah

Gambar

Gambar 1. Daerah antara kurva sumbu x �

Referensi

Dokumen terkait

Pada website Architecture design yang sering kita jumpai rancang bangunan Architecture interior dan exterior yang ditampilkan hanya dalam bentuk 3D Images maupun video

Selain itu, sering kita jumpai bahwa dalam mengerjakan soal-soal fisika, siswa hanya fokus untuk memperoleh jawaban akhir saja, dengan mencari rumus matematika yang sesuai

Mata kuliah ini mempelajari mengenai integral tentu dan tak tentu, teorema dasar integral, aplikasi integral tentu, fungsi-fungsi transenden, tehnik pengintegralan, integral bentuk

Sebelum membahas teknik integral fungsi trigonometri secara lebih rinci, berikut ini diberikan integral dasar fungsi trigonometri yang menjadi acuan

Fungsi eksponensial yang penting dan sering kita jumpai adalah fungsi eksponensial dengan eksponen negatif; fungsi ini dianggap mulai muncul pada x = 0 walaupun faktor u(x),

Sudah tidak dapat kita pungkiri bahwa video atau film sudah sering kita jumpai dan bahkan tidak menjadi barang yang langka buat saat ini, dan sudah menjadi hal yang

  Untuk berbagai keperluan teknik sering kita jumpai sistem persamaan linear simultan,  yang  dapat  dituliskan  dalam  bentuk  persamaan  matrik,  misalnya        Ax 

Tanaman obat yang sering kita jumpai di lingkungan, pasti banyak dari kita yang tidak mengetahui akan manfaat yang terkandung dari tanaman obat tersebut, kita sebagai