© 2003 Prentice Hall Inc. All rights reserved.
BAB III
Nilai, Sikap,dan Kepuasan Kerja
PERILAKU KEORGANISASIAN
S T E P H E N P. R O B B I N S
W W W . P R E N H A L L . C O M / R O B B I N S E D I S I K E S E P U L U H
Nilai, Sikap, dan
Kepuasan Kerja
© 2003 Prentice Hall Inc. All rights reserved. 3–3
SETELAH MEMPELAJARI BAB INI, ANDA SEHARUSNYA MAMPU UNTUK:
1. Mengkontrakskan nilai-nilai terminal dan instrumental.
2. Mengenali nilai-nilai dominan dalam angkatan kerja dewasa ini.
3. Mengidentifikasi lima dimensi nilai kebudayaan nasional Hofstede.
4. Mengkontraskan ketiga komponen sikap.
5. Meringkaskan hubungan antara sikap dan perilaku.
6. Mengidentifikasikan peran yang dimainkan konsistensi dalam sikap.
T U J U A N P E M B E L A J A R A N
SETELAH MEMPELAJARI BAB INI, ANDA SEHARUSNYA MAMPU UNTUK:
1. Menyatakan hubungan antara kepuasan kerja dengan perilaku.
2. Mengidentifikasi empat tanggapan karyawan terhadap ketidakpuasan.
T U J U A N P E M B E L A J A R A N (lanjutan)
© 2003 Prentice Hall Inc. All rights reserved. 3–5
Nilai Nilai
nilai
Keyakinan-keyakinan dasar bahwa pola perilaku khusus atau bentuk akhir keberadaan secara pribadi atau sosial lebih disukai daripada pola perilaku atau bentuk akhir keberadaan yang berlawanan atau kebalikan.
sistem nilai
Hirarki yang didasarkan pada pemeringkatan nilai-nilai pribadi berdasarkan intensitas nilai tersebut.
Jenis-Jenis Nilai –- Survei Nilai Rokeach Jenis-Jenis Nilai –- Survei Nilai Rokeach
nIlai-nilai terminal
Bentuk akhir keberadaan yang sangat diinginkan; sasaran yang ingin dicapai seseorang dalam hidupnya.
nilai-nilai instrumental
Bentuk-bentuk perilaku atau
upaya-upaya pencapaian nilai-
nilai terminal yang lebih disukai
oleh orang tertentu
© 2003 Prentice Hall Inc. All rights reserved. 3–7
Nilai-nilai dalam Rokeach
Survey
E X H I B I T 3-1a
Nilai-nilai dalam Rokeach
Survey (lanjutan)
E X H I B I T 3-1b
© 2003 Prentice Hall Inc. All rights reserved. 3–9
Peringkat Rata-Rata Nilai Para Eksekutif, Anggota Serikat Buruh, dan Aktivis Peringkat Rata-Rata Nilai Para Eksekutif, Anggota Serikat Buruh, dan Aktivis
E X H I B I T 3-2
Nilai-nilai Kerja Dominan dalam Angkatan Kerja Dewasa Ini
Nilai-nilai Kerja Dominan dalam Angkatan Kerja Dewasa Ini
E X H I B I T 3-3
© 2003 Prentice Hall Inc. All rights reserved. 3–11
Nilai, Kesetiaan, dan Perilaku Etis Nilai, Kesetiaan, dan Perilaku Etis
Iklim Etis Iklim Etis dalam Organisasi dalam Organisasi
Nilai
Nilai--nilai dan nilai dan Perilaku Etis Para Perilaku Etis Para
Pemimpin Pemimpin
Kerangka Kerja Hofstede untuk Pengkajian Kebudayaan
Kerangka Kerja Hofstede untuk Pengkajian Kebudayaan
jarak kekuasaan
Atribut kebudayaan nasional
yang menggambarkan tingkat
penerimaan masyarakat
terhadap kekuasaan dalam
institusi atau organisasi yang
didistribusikan secara tidak
merata.
© 2003 Prentice Hall Inc. All rights reserved. 3–13
Kerangka Kerja Hofstede (lanjutan) Kerangka Kerja Hofstede (lanjutan)
kolektivisme
Atribut kebudayaan nasional yang menggambarkan kerangka kerja sosial yang ketat yang didalamnya orang mengharapkan orang lain dalam kelompok di mana mereka menjadi anggota untuk merawat dan membantu dia
individualisme
Atribut kebudayaan nasional yang menggambarkan tingkat di mana orang lebih suka bertindak sebagai individu daripada sebagai anggota kelompok.
Kerangka Kerja Hofstede (lanjutan) Kerangka Kerja Hofstede (lanjutan)
kuantitas kehidupan
Atribut kebudayaan nasional yang menggambarkan tingkat di mana nilai-nilai kemasyarakatan dicirikan dengan keberanian berpendapat dan materialisme.
kualitas kehidupan
Atribut kebudayaan nasional yang menekankan pada
hubungan dan kepedulian
terhadap orang lain.
© 2003 Prentice Hall Inc. All rights reserved. 3–15
Kerangka Kerja Hofstede (lanjutan) Kerangka Kerja Hofstede (lanjutan)
penghindaran ketidakpastian
Atribut kebudayaan nasional yang menggambarkan tingkat sejauh mana masyarakat merasa terancam oleh keadaaan yang tidak menentu atau bermakna ganda dan mencoba menghindari keadaan tersebut.
Kerangka Kerja Hofstede (lanjutan) Kerangka Kerja Hofstede (lanjutan)
orientasi jangka panjang
Atribut kebudayaan nasional yang menekankan pada masa depan, penghematan, dan keberlanjutan.
orientasi jangka pendek
Atribut kebudayaan nasional yang menekankan pada masa lalu dan masa kini, menghormati tradisi, dan memenuhi
kewajiban-kewajiban sosial.
© 2003 Prentice Hall Inc. All rights reserved. 3–17
Kerangka Kerja GLOBE
untuk Menilai Kebudayaan
Kerangka Kerja GLOBE
untuk Menilai Kebudayaan
• Assertiveness
• Future Orientation
• Gender differentiation
• Uncertainty avoidance
• Power distance
• Individual/collectivism
• In-group collectivism
• Power orientation
• Humane orientation
• Assertiveness
• Future Orientation
• Gender differentiation
• Uncertainty avoidance
• Power distance
• Individual/collectivism
• In-group collectivism
• Power orientation
• Humane orientation
E X H I B I T 3-4
Sikap Sikap
sikap
Pernyataan-pernyataan atau penilaian-penilaian evaluatif berkaitan dengan objek, orang atau peristiwa.
komponen kognitif sikap
Segmen pendapat atau keyakinan dari sikap.
komponen perilaku sikap
Maksud untuk berperilaku dalam cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu.
komponen afektif sikap
Segmen emosional atau
perasaan dari sikap.
© 2003 Prentice Hall Inc. All rights reserved. 3–19
Tipe-tipe Sikap Tipe-tipe Sikap
keterlibatan kerja
Tingkat di mana seseorang mengaitkan dirinya ke pekerjaannya, secara aktif berpartisipasi di dalamnya, dan menganggap kinerjanya penting bagi nilai-dirinya.
komitmen keorganisasian
Tingkat di mana karyawan mengkaitkan dirinya ke organisasi tertentu dan sasaran-sasarannya, dan berharap mempertahankan keanggotaan dalam
organisasi tersebut.
Teori Disonansi Kognitif Teori Disonansi Kognitif
disonansi kognitif
Setiap ketidakcocokan antara dua dikap atau lebih atau antara perilaku dan sikap.
Keinginan mengurangi disonansi:
•Pentingnya elemen-elemen yang membuat disonansi
•Derajat pengaruh individual atas elemen-elemen
•Balas jasa yang terlibat dalam disonansi.
Keinginan mengurangi disonansi:
•Pentingnya elemen-elemen yang membuat disonansi
•Derajat pengaruh individual atas elemen-elemen
•Balas jasa yang terlibat dalam disonansi.
© 2003 Prentice Hall Inc. All rights reserved. 3–21
Mengukur Hubungan A-B Mengukur Hubungan A-B
Riset yang baru saja dilakukan menemukan bahwa sikap (A) secara signifikan memprediksi perilaku (B) jika variabel-variabel moderating diperhitungkan.
Variabel Moderating
•Pentingnya sikap
•Spesifisitas sikap
•Keterjangkauan sikap
•Tekanan-tekanan sosial pada individual
•Pengalaman langsung dengan sikap
Variabel Moderating
•Pentingnya sikap
•Spesifisitas sikap
•Keterjangkauan sikap
•Tekanan-tekanan sosial pada individual
•Pengalaman langsung dengan sikap
Teori Persepsi-Diri Teori Persepsi-Diri
Sikap-sikap digunakan, setelah faktanya
muncul, untuk
membenarkan tindakan
tertentu, yang telah
terjadi.
© 2003 Prentice Hall Inc. All rights reserved. 3–23
Penerapan: Survei-survei Sikap Penerapan: Survei-survei Sikap
survei-survei sikap
Menggali tanggapan karyawan tentang
bagaimana perasaan mereka terhadap pekerjaan,
kelompok kerja, pengawas, dan organisasi mereka.
Survei Sikap Sampel Survei Sikap Sampel
E X H I B I T 3-5
© 2003 Prentice Hall Inc. All rights reserved. 3–25
Kepuasan Kerja Kepuasan Kerja
Mengukur Kepuasan Kerja – Peringkat global tunggal – Skor penghitungan
Seberapa Puas Seseorang Terhadap Pekerjaannya?
– Kepuasan kerja turun ke 50.7% pada 2000 – Penurunan disebabkan oleh:
• Tekanan-tekanan untuk meningkatkan produktivitas
• Kurangnya kendali atas pekerjaan
Dampak Kepuasan Kerja pada Kinerja Karyawan
Dampak Kepuasan Kerja pada Kinerja Karyawan
Kepuasan dan Produktivitas
– Karyawan yang puas belum tentu lebih produktif.
– Produktivitas karyawan lebih tinggi di organisasi- organisasi yang memiliki lebih banyak karyawan puas.
Kepuasan dan Keabsenan
– Pegawai yang puas lebih sedikit melakukan absen yang dapat dihindari.
Kepuasan dan Pengunduran Diri
– Pegawai yang puas cenderung tidak keluar.
– Organisasi-organisasi melakukan tindakan untuk
memupuk karyawan dengan kinerja tinggi dan
menyiangi karyawan dengan kinerja rendah.
© 2003 Prentice Hall Inc. All rights reserved. 3–27
Respon terhadap Ketidakpuasan Kerja Respon terhadap Ketidakpuasan Kerja
E X H I B I T 3-6
Cara Karyawan Mengungkapkan Ketidakpuasan
Cara Karyawan Mengungkapkan Ketidakpuasan
keluar
Ketidakpuasan yang diungkapkan melalui perilaku yang diarahkan ke meninggalkan organisasi.
suara
Ketidakpuasan yang
diungkapkan melalui upaya- upaya aktif dan konstruktif untuk memperbaiki kondisi.
kesetiaan
Ketidakpuasan yang
diungkapkan dengan secara pasif menunggu keadaan membaik.
pengabaian
Ketidakpuasan yang
diungkapkan melalui
membiarkan kondisi
memburuk.
© 2003 Prentice Hall Inc. All rights reserved. 3–29