• Tidak ada hasil yang ditemukan

SOSIALISASI FORUM PRA MUSRENBANGNAS TAHUN 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SOSIALISASI FORUM PRA MUSRENBANGNAS TAHUN 2015"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

SOSIALISASI FORUM

PRA MUSRENBANGNAS TAHUN 2015

Direktur Kawasan Khusus dan Daerah Tertinggal Jakarta, 10 April 2015

KEMENTERIAN PERENCANAN PEMBANGUNAN NASIONAL/

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

(2)

AGENDA TAHAPAN RANGKAIAN MUSRENBANG 2015

PEMBAHASAN RKP 2016 DI DPR

TINDAK LANJUT

Musrenbangprov (2 Maret – 13 April

2015 )

Rakorbangpus I dan Forum

Konsultasi Bappeda (26

Maret 2015)

Rakor Khusus Papua & Papua

Barat oleh Pemda (14 April 2015)

Trilateral Meeting (15 April–5 Mei) Rakorbangpus

II (15 April)

Perpres RKP 2016

(18 Mei 2015) Sidang Kabinet

Rancangan Akhir RKP

2016 (13 Mei 2015) Forum

Konsultasi Publik (9 April

2015) Forum

Ratek/

Rakernis KL ( Maret -

April)

Multilateral Meeting (27 & 30

Maret)

Pra Musrenbangnas (16-24 April)

Penutupan

Pramusrenbangnas (28 April)

Musrenbangnas (29 April)

Buka Warung RKP 2016 (9-10 Mei) Ratas

Pagu Indikatif

(13 April)

Persiapan Pagu Indikatif (Lanjutan ) (31 Maret – 10

April) Pembahasan

Angka Dasar – Persiapan Pagu Indikatif (23-25 Maret)

(3)

3

RUANG PERSIDANGAN

NO KELOMPOK PEMBAHASAN RUANG

1 Pariwisata dan Industri (14 Kawasan Industri & 8 KEK) SG 2

2 Kawasan Perbatasan dan Daerah Tertinggal SG 3

3 Kemaritiman SG 4

4 Kedaulatan Pangan SG 5

5 Kesehatan SS 1

6 Pendidikan SS 2

7 Kedaulatan Energi SS 3

8 Revolusi Mental SS 4

(4)

• Pra Musrenbangnas diselenggarakan untuk membahas sinergi K/L dan Daerah terhadap pencapaian sasaran agenda Nawa Cita, yang dibagi dalam kelompok pembahasan agenda: (i) Revolusi Mental, (ii) Kedaulatan

Pangan, (iii) Kedaulatan Energi, (iv) Maritim, (v) Industri dan Pariwisata, (vi) Perbatasan Negara dan Daerah Tertinggal, dan (vii) Pendidikan, dan (viii) Kesehatan.

• Setiap kelompok agenda pembahasan terdapat beberapa

Kementerian/Lembaga yang mengikuti sidang kelompok yang programnya akan diintegrasikan dalam mencapai agenda Nawa Cita di setiap provinsi.

• Setiap sesi pembahasan pada setiap kelompok agenda berdurasi waktu 1,5 jam untuk membahas integrasi program/kegiatan di satu provinsi.

• Setiap sesi, membahas materi persandingan usulan provinsi dan rencana Kementerian/Lembaga yang telah diklasifikasikan dalam pencapaian agenda Nawa Cita di atas.

• Pembahasan akan diakhiri dengan penandatangan kesepakatan

pembahasan oleh Bappeda Provinsi, beberapa Kementerian/Lembaga terkait, dan Koordinator Sidang Kelompok (Deputi/Direktur Bappenas).

PANDUAN MEKANISME PRA-MUSRENBANGNAS

(5)

• Deputi Koordinator Kelompok Sidang memastikan pembahasan difokuskan pada setiap sasaran agenda nawa cita.

• Deputi koordinator didampingi oleh Direktur sektor inti dan Kepala Biro Perencanaan Kementerian/Lembaga Penanggung Jawab Agenda (Lead Sector) :

Karoren Kementan utk Kedaulatan Pangan, Karoren Kemen ESDM utk Kedaulatan Energi, Karoren KKP untuk Kemaritiman,

Karoren Kemen Pariwisata, Karoren Kemen Perindustrian, dan Sekdenas KEK utk Pariwisata dan Industri,Karoren Kemenbuddikdasmen utk Revolusi Mental dan Pendidikan,

Karoren Kemenkes untuk Kesehatan,

Karoren BNPP dan Karoren Kemendes PDTT utuk Perbatasan Negara dan Daerah Tertinggal.

• Para Direktur sektor terkait lainnya juga mendampingi dalam setiap kelompok sesuai dengan kelompok pembahasan, apabila ada beberapa kelompok yang memerlukan pendampingan, maka kelompok lain dapat menugaskan Kasubdit/Staf terkait.

• Deputi Koordinator mempersilahkan Kepala Biro Perencanaan K/L Penanggung Jawab Agenda (Lead Sector) untuk menyampaikan kebijakan dan distribusi sasaran yang akan dicapai di provinsi yang bersangkutan pada tahun 2016 (misal: berapa luas, berapa ton produksi, berapa panjang, berapa jumlah, dan di kabupaten/kota mana) secara singkat.

• Deputi Koordinator akan mengarahkan jalannya diskusi untuk melakukan konfirmasi

terhadap Sasaran Nawa Cita berdasarkan Program K/L dan usulan dari pemerintah daerah serta Sasaran Nawa Cita berdasarkan lokasi.

• Deputi Koordinator menugaskan 2 staf di lingkungannya untuk menjadi Notulis:

– Notulis-1 bertugas mengoperasikan matrik E-Musrenbang sebagai materi diskusi, – Notulis-2 bertugas untuk mencatat jalannya diskusi 5

PANDUAN MEKANISME PRA-MUSRENBANGNAS

UNTUK DEPUTI KOORDINATOR

(6)

• Menyiapkan data distribusi sasaran pencapaian agenda Nawa Cita : (i)

Revolusi Mental, (ii) Kedaulatan Pangan, (iii) Kedaulatan Energi, (iv) Maritim, (v) Pariwisata dan Industri , (vi) Perbatasan Negara dan Daerah Tertinggal, dan (vii) Pendidikan, dan (viii) Kesehatan pada setiap provinsi/wilayah untuk tahun 2016 secara singkat.

• Membantu Deputi Koordinator untuk melengkapi penjelasan/tanggapan mengenai kebijakan dan strategi pencapaian agenda Nawa Cita di setiap provinsi/wilayah.

Sebagai Lead Sector, mengawal komitmen dukungan Kementerian/Lembaga lainnya dan komitmen Pemda dalam pencapaian agenda Nawa Cita secara

terintegrasi .

TUGAS KEMENTERIAN/LEMBAGA PENANGGUNG JAWAB AGENDA

(LEAD SECTOR) DALAM MENDAMPINGI DEPUTI KOORDINATOR

(7)

• Setiap sesi pembahasan Pemerintah Daerah diberikan kesempatan melibatkan maksimal 10 orang (Bappeda Provinsi diperkenankan melibatkan SKPD Provinsi terkait dengan kelompok agenda).

• Apabila ada sesi dimana satu provinsi harus membahas di 2 kelompok agenda dalam waktu/sesi bersamaan, untuk itu perlu diatur

perwakilan Bappeda Provinsi dan SKPD Provinsi terkait untuk masuk di dua kelompok agenda tersebut. Masing-masing Provinsi maksimal 10 orang.

• Juru bicara dalam diskusi adalah Bappeda Provinsi, sedangkan SKPD Provinsi diperkenankan berbicara singkat sepanjang diberikan

kesempatan oleh Bappeda Provinsi.

• Setelah selesai membahas satu agenda perwakilan Kepala Bappeda atau yang mewakili akan mendatangani Berita Acara Kesepakatan.

• Setelah Provinsi selesai membahas satu kelompok agenda akan bergerak ke kelompok agenda lainnya sesuai jadwal.

7

PANDUAN MEKANISME PRA-MUSRENBANGNAS

UNTUK PEMERINTAH DAERAH

(8)

• Setiap sesi, Kementerian/Lembaga menugaskan Biro Perencanaan dan/atau Unit Teknis-nya untuk hadir dalam kelompok agenda yang memerlukan dukungan program/kegiatan dari Kementerian/Lembaga tersebut (lihat distribusi peserta forum).

• Terhadap kementerian/Lembaga yang menjadi penanggung jawab agenda (lead sector), Kepala Biro Perencanaan mendampingi Deputi Koordinator Sidang Kelompok.

• Terhadap Kementerian/Lembaga yang diperlukan dalam beberapa kelompok agenda sedapat mungkin menugaskan pejabat/staf yang dapat mengambil keputusan.

• Setiap perubahan sesi, Kementerian/Lembaga akan tetap berada dalam ruang kelompok, yang berpindah ruang adalah Pemerintah Daerah.

• Setelah selesai membahas satu provinsi perwakilan

Kementerian/Lembaga akan mendatangani Berita Acara Kesepakatan.

PANDUAN MEKANISME PRA-MUSRENBANGNAS

UNTUK KEMENTERIAN/LEMBAGA

(9)

9

REKAP PESERTA PRA MUSRENBANGNAS 2015 (1)

9

PERSIDANGAN

No Kementerian/Lembaga

Pariwisata dan Industri (14

KI & 8 KEK)

Kawasan Perbatasan dan Daerah

Tertinggal

Kemaritiman Kedaulatan

Pangan Kesehatan Pendidikan Kedaulatan Energi

Revolusi Mental

Jumlah Forum yang Diikuti

KL

Jumlah Orang Tiap KL

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)

Ruang SG 2 SG 3 SG 4 SG 5 SS 1 SS 2 SS 3 SS 4

Jumlah Peserta 62 58 56 44 28 29 38 44 359

A 1 Pemda 10 10 10 10 10 10 10 10

2 Deputi Koordinator 1 1 1 1 1 1 1 1

3 Direktorat di Bappenas 5 5 7 6 2 3 2 5

4 Penanggung Jawab Ruangan 1 1 1 1 1 1 1 1

5 Asisten/Notulis e-musrenbang 1 1 1 1 1 1 1 1

6 Asisten GIS 1 1 1 1 1 1 1 1

B 1 KSP 1 1 1 1 1 1 1 1 8 8

2 Perusahaan Milik Pemerintah (BUMN)* 5 5 5 5 3 3 5 7 31

3 Kemenko Perekonomian 1 1 1 3 3

4 Kemenko PMK 1 1 1 1 1 5 5

5 Kemenko Kemaritiman 1 1 2 2

6 Kemenko Polhukam 1 1 1

C 1 Pertanian 1 1 2 5 1 5 10

2 Agraria dan Tata Ruang 1 1 1 1 1 5 5

3 Lingkungan Hidup dan Kehutanan 1 1 2 1 1 5 6

4 Desa, PDT dan Transmigrasi 5 1 1 1 1 5 9

5 Perdagangan 1 2 2 1 1 5 7

6 Perindustrian 3 1 1 1 1 1 6 8

7 Koperasi dan UKM 1 1 1 2 1 1 6 7

8 Komunikasi dan Informatika 1 1 1 3 3

9 Pariwisata 3 1 2 4

10 Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 3 2 2 2 1 5 10

11 Perhubungan 3 2 2 3 7

12 BUMN 1 2 1 3 4

(10)

REKAP PESERTA PRA MUSRENBANGNAS 2015 (2)

PERSIDANGAN

No Kementerian/Lembaga

Pariwisata dan Industri (14

KI & 8 KEK)

Kawasan Perbatasan dan Daerah Tertinggal

Kemaritiman Kedaulatan

Pangan Kesehatan Pendidikan Kedaulatan Energi

Revolusi Mental

Jumlah Forum yang Diikuti

KL

Jumlah Orang Tiap KL

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)

Ruang SG 2 SG 3 SG 4 SG 5 SS 1 SS 2 SS 3 SS 4

Jumlah Peserta 62 58 56 44 28 29 38 44 359

13 Kelautan dan Perikanan 1 1 5 2 1 5 10

14 Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah 1 1 5 1 4 8

15 Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi 1 1 1 1 1 1 6 6

16 Agama 1 1 2 2

17 Hukum dan HAM 2 1 2 3

18 PAN RB 1 1 1

19 Kejaksaan Republik Indonesia 1 1 1

20 KPK 1 1 1

21 Dalam Negeri 2 1 1 2 4 6

22 Sosial 1 1 2 2

23 Pemuda dan Olah Raga 1 1 1

24 PPPA 1 1 1

25 BKKBN 1 1 2 2

26 Energi dan Sumber Daya Mineral 1 1 3 3 5

27 Badan Ekonomi Kreatif 1 1 1

28 BKPM 1 1 2 2

29 Luar Negeri 1 1 1

30 BNPP 5 1 5

31 Kesehatan 1 5 2 6

32 BIG 1 1 2 2

33 Ketenagakerjaan 2 1 2 3

(11)

11

REKAP PESERTA PRA MUSRENBANGNAS 2015 (3)

PERSIDANGAN

No Kementerian/Lembaga

Pariwisata dan Industri (14

KI & 8 KEK)

Kawasan Perbatasan dan Daerah Tertinggal

Kemaritiman Kedaulatan

Pangan Kesehatan Pendidikan Kedaulatan Energi

Revolusi Mental

Jumlah Forum yang Diikuti

KL

Jumlah Orang Tiap KL

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)

Ruang SG 2 SG 3 SG 4 SG 5 SS 1 SS 2 SS 3 SS 4

Jumlah Peserta 62 58 56 44 28 29 38 44 359

35 KOMNAS HAM 1 1 1

36 POLRI 1 1 2 2

37 Pertahanan 1 1 2 2

38 BPPT 1 1 1

39 BPOM 1 1 1

40 SekdenasKEK 3 1 3

41 LIPI 1 1 1

(*) Peserta Perusahaan BUMN menyesuaikan dukungan kegiatan di tiap kelompok pembahasan.

misal: - PT. PLN mengikuti pembahasan di Kelompok Kedaulatan Energi, Pariwisata dan Industri, serta Kawasan Perbatasan dan Daerah Tertinggal

- PT. Pelindo I dan PT. Pelindo II mengikuti pembahasan di Kelompok Pariwisata dan Industri, Kawasan Perbatasan dan Daerah Tertinggal, serta Kemaritiman

- Dan Lain-lain.

(12)

LAYOUT RUANG PERSIDANGAN

(13)

13

LAYOUT KELOMPOK PEMBAHASAN DI SG

(14)

LAYOUT KELOMPOK PEMBAHASAN DI SS

(15)

15

LAYOUT RUANGAN SG 1-5

(16)

LAYOUT RUANGAN SS 1-4

(17)

FORUM PRA-MUSRENBANGNAS

17

(18)

• Forum diadakan selama 7 hari (tanggal 16-24 April 2015).

• Jumlah Provinsi yang hadir per hari sebanyak 4-5 Provinsi, dan yang dibahas adalah per provinsi dalam tiap sesi pembahasan.

• Kementerian/Lembaga (K/L) yang hadir adalah K/L sebagai lead sector tiap agenda Nawa Cita dan K/L yang memiliki

program/kegiatan pendukung pencapaian Nawa Cita.

• Alokasi waktu 1,5 jam untuk setiap pembahasan (dimulai pukul 08.30 berakhir pukul 17.20).

• Tiap kelompok mendiskusikan persandingan usulan daerah dan rencana K/L.

• Pembahasan difokuskan terhadap pencapaian tiap sasaran agenda Nawa Cita di tiap provinsi.

• Pembahasan diarahkan untuk terwujudnya sinergi antar

program K/L dalam mencapai tiap sasaran agenda Nawa Cita.

MEKANISME PELAKSANAAN

(19)

19

HARI 1 DAN 2

Hari I (Kamis, 16 April 2015)

Ruang Kelompok Pembahasan JAM

Daftar Provinsi 08.30 - 10.00 10.10 - 11.40 11.50 - 13.10 13.10 - 14.10 14.10 - 15.40 15.50 - 17.20

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

SG 2 Pariwisata dan Industri

(14 KI & 8 KEK) ACEH SUMBAR BENGKULU SUMUT JAMBI ACEH

SG 3 Kawasan Perbatasan dan

Daerah Tertinggal SUMUT ACEH JAMBI SUMBAR BENGKULU SUMUT

SG 4 Kemaritiman SUMBAR SUMUT ACEH JAMBI BENGKULU SUMBAR

SG 5 Kedaulatan Pangan BENGKULU SUMBAR SUMUT ACEH JAMBI BENGKULU

SS 1 Kesehatan JAMBI BENGKULU SUMBAR SUMUT ACEH JAMBI

SS 2 Pendidikan ACEH JAMBI BENGKULU SUMBAR SUMUT

SS 3 Kedaulatan Energi SUMUT ACEH JAMBI BENGKULU SUMBAR

SS 4 Revolusi Mental SUMBAR BENGKULU ACEH JAMBI SUMUT

Hari II (Jumat, 17 April 2015)

Ruang Kelompok Pembahasan JAM

Daftar Provinsi 08.30 - 10.00 10.10 - 11.40 11.50 - 12.50 12.50 - 13.30 13.30 - 15.00 15.10 - 16.40

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

SG 2 Pariwisata dan Industri

(14 KI & 8 KEK) JATIM DIY JABAR DKI DKI

SG 3 Kawasan Perbatasan dan

Daerah Tertinggal DKI JATIM DIY JABAR DIY

SG 4 Kemaritiman JABAR DKI JATIM DIY JABAR

SG 5 Kedaulatan Pangan DIY JABAR DKI JATIM JATIM

SS 1 Kesehatan JATIM DIY JABAR DKI

SS 2 Pendidikan DKI JATIM DIY JABAR

SS 3 Kedaulatan Energi JABAR DKI JATIM DIY

SS 4 Revolusi Mental DIY JABAR DKI JATIM

Tidak Ada Pembahasan Pada Kelompok Tersebut

(20)

HARI 3 DAN 4

Hari III (Senin, 20 April 2015)

Ruang Kelompok Pembahasan JAM

Daftar Provinsi 08.30 - 10.00 10.10 - 11.40 11.50 - 13.10 13.10 - 14.10 14.10 - 15.40 15.50 - 17.20

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

SG 2 Pariwisata dan Industri

(14 KI & 8 KEK) RIAU SUMSEL LAMPUNG BABEL KEPRI RIAU

SG 3 Kawasan Perbatasan dan

Daerah Tertinggal BABEL RIAU KEPRI SUMSEL LAMPUNG BABEL

SG 4 Kemaritiman SUMSEL BABEL RIAU KEPRI LAMPUNG SUMSEL

SG 5 Kedaulatan Pangan LAMPUNG SUMSEL BABEL RIAU KEPRI LAMPUNG

SS 1 Kesehatan KEPRI LAMPUNG SUMSEL BABEL RIAU KEPRI

SS 2 Pendidikan RIAU KEPRI LAMPUNG SUMSEL BABEL

SS 3 Kedaulatan Energi BABEL RIAU KEPRI LAMPUNG SUMSEL

SS 4 Revolusi Mental SUMSEL LAMPUNG RIAU KEPRI BABEL

Hari IV (Selasa, 21 April 2015)

Ruang Kelompok Pembahasan JAM

Daftar Provinsi 08.30 - 10.00 10.10 - 11.40 11.50 - 13.10 13.10 - 14.10 14.10 - 15.40 15.50 - 17.20

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

SG 2 Pariwisata dan Industri

(14 KI & 8 KEK) KALTIM KALSEL KALTARA KALBAR KALTENG KALTIM

SG 3 Kawasan Perbatasan dan

Daerah Tertinggal KALBAR KALTIM KALTENG KALSEL KALTARA KALBAR

SG 4 Kemaritiman KALSEL KALBAR KALTIM KALTENG KALTARA KALSEL

SG 5 Kedaulatan Pangan KALTARA KALSEL KALBAR KALTIM KALTENG KALTARA

SS 1 Kesehatan KALTENG KALTARA KALSEL KALBAR KALTIM KALTENG

SS 2 Pendidikan KALTIM KALTENG KALTARA KALSEL KALBAR

SS 3 Kedaulatan Energi KALBAR KALTIM KALTENG KALTARA KALSEL

(21)

21

HARI 5 DAN 6

Hari V (Rabu, 22 April 2015)

Ruang Kelompok Pembahasan JAM

Daftar Provinsi 08.30 - 10.00 10.10 - 11.40 11.50 - 13.10 13.10 - 14.10 14.10 - 15.40 15.50 - 17.20

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

SG 2 Pariwisata dan Industri

(14 KI & 8 KEK) BANTEN BALI NTB JATENG NTT BANTEN

SG 3 Kawasan Perbatasan dan

Daerah Tertinggal JATENG BANTEN NTT BALI NTB JATENG

SG 4 Kemaritiman BALI JATENG BANTEN NTT NTB BALI

SG 5 Kedaulatan Pangan NTB BALI JATENG BANTEN NTT NTB

SS 1 Kesehatan NTT NTB BALI JATENG BANTEN NTT

SS 2 Pendidikan BANTEN NTT NTB BALI JATENG

SS 3 Kedaulatan Energi JATENG BANTEN NTT NTB BALI

SS 4 Revolusi Mental BALI NTB BANTEN NTT JATENG

Hari VI (Kamis, 23 April 2015)

Ruang Kelompok Pembahasan JAM

Daftar Provinsi 08.30 - 10.00 10.10 - 11.40 11.50 - 13.10 13.10 - 14.10 14.10 - 15.40 15.50 - 17.20

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

SG 2 Pariwisata dan Industri (14 KI & 8 KEK)

GORONTALO

SULBAR SULUT SULTENG SULSEL GORONTALO

SG 3 Kawasan Perbatasan dan Daerah Tertinggal

SULTENG

GORONTALO SULSEL SULBAR SULUT SULTENG

SG 4 Kemaritiman SULBAR SULTENG GORONTALO SULSEL SULUT SULBAR

SG 5 Kedaulatan Pangan SULUT SULBAR SULTENG GORONTALO SULSEL SULUT

SS 1 Kesehatan SULSEL SULUT SULBAR SULTENG GORONTALO SULSEL

SS 2 Pendidikan GORONTALO SULSEL SULUT SULBAR SULTENG

SS 3 Kedaulatan Energi SULTENG GORONTALO SULSEL SULUT SULBAR

SS 4 Revolusi Mental SULBAR SULUT GORONTALO SULSEL SULTENG

Tidak Ada Pembahasan Pada Kelompok Tersebut

(22)

HARI 7

Hari VII (Jumat, 24 April 2015)

Ruang Kelompok Pembahasan JAM

Daftar Provinsi 08.30 - 10.00 10.10 - 11.40 11.50 - 12.50 12.50 - 13.30 13.30 - 15.00 15.10 - 16.40 16.50 - 18.20

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

SG 2 Pariwisata dan Industri

(14 KI & 8 KEK) SULTRA MALUT PAPUA MALUKU PAPBAR SULTRA

SG 3 Kawasan Perbatasan dan

Daerah Tertinggal MALUKU SULTRA PAPBAR MALUT PAPUA MALUKU

SG 4 Kemaritiman MALUT MALUKU SULTRA PAPBAR PAPUA MALUT

SG 5 Kedaulatan Pangan PAPUA MALUT MALUKU SULTRA PAPBAR PAPUA

SS 1 Kesehatan PAPBAR PAPUA MALUT MALUKU SULTRA PAPBAR

SS 2 Pendidikan SULTRA PAPBAR PAPUA MALUT MALUKU

SS 3 Kedaulatan Energi MALUKU SULTRA PAPBAR PAPUA MALUT

SS 4 Revolusi Mental MALUT PAPUA SULTRA PAPBAR MALUKU

Tidak Ada Pembahasan Pada Kelompok Tersebut

(23)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Mempertimbangkan risiko dan komplikasi yang dapat ditimbulkan berhubu- ngan dengan operasi endoskopik pada anak, maka dikembangkan ukuran en- doskopi yang lebih kecil, yaitu RIRS

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015 – 2019, Agenda prioritas pembangunan nasional sebagai penjabaran operasional dari Nawa Cita yang

Kerangka Kelembagaan yang telah ada di daerah dan dapat berperan untuk mendukung sinergi adalah Forum Rapat Koordinasi pembangunan (RAKORBANG), yang merupakan agenda daerah

 Pra Musrenbangnas diselenggarakan untuk membahas sinergi K/L dan Daerah terhadap pencapaian sasaran Agenda Prioritas Nasional (Nawa Cita), yang dibagi dalam kelompok

Tujuan pelaksanaan Musrenbangnas 2016 yaitu untuk penyampaian arahan Presiden dan penyepakatan usulan kegiatan antara Kementerian PPN/Bappenas, K/L dan pemerintah

Tujuan pelaksanaan Musrenbangnas 2016 yaitu untuk penyampaian arahan Presiden dan penyepakatan usulan kegiatan antara Kementerian PPN/Bappenas, K/L dan pemerintah

Pembahasan pada forum bilateral K/L dan Bappeda Provinsi mengacu pada Renja K/L (F4) yang disesuaikan dengan risalah kesepakatan sidang kelompok Musrenbangnas 2010, dengan fokus

PRIORITAS NASIONAL 6: KETAHANAN PANGAN Penanggung Jawab PN Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Penanggung Jawab PP Direktorat Pangan dan Pertanian.. Jumlah Desk