• Tidak ada hasil yang ditemukan

Thursday, September 23, 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Thursday, September 23, 2021"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Today’s Market:

 IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Bursa AS ditutup menguat pada perdagangan Rabu (09/22). Harga batubara naik ke level USD 180.50 per Mt. Crude oil naik ke level USD 72.02 per barrel. Rupi-ah terhadap Dollar AS melemRupi-ah ke level Rp 14,243. 10Yr Government Bonds Yield turun ke level 6.13%.

 Dari global, The Fed mempertahankan tingkat suku bunga periode 22 Sep pada level 0-0.25%, sejalan dengan esti-masi konsensus. Selain itu, AS akan mengumumkan ting-kat Initial Jobless Claims periode 18 Sep-21 yang di-perkirakan konsensus sebesar 320 ribu.

 Dari dalam negeri, Asian Development Bank (ADB) me-mangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 menjadi 3.5% dari sebelumnya 4.5%. Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) juga memangkas proyeksi pertumbuhan tersebut menjadi 3,7% dari sebelumnya 4,7%.

 Sehubungan dengan emiten, Bukalapak.com (BUKA) ma-suk menjadi anggota baru lima indeks saham, yakni in-deks IDX30, LQ45, IDX80, JII dan JII70.

 Sehubungan dengan emiten, Telkom Indonesia (TLKM) mengungkapkan bahwa nilai transaksi pengalihan 4.000 menara telekomunikasi milik Telkomsel kepada Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) mencapai Rp 6.18 triliun.  Secara teknikal indeks hari Kamis (09/23), IHSG diprediksi

bergerak di kisaran 6,074-6,150.

Source: Bloomberg, Sinarmas Investment Research

See pg. 7-9 for Technical Corner

www.sinarmassekuritas.co.id See important disclaimer at the end of this report

IHSG naik sebanyak 47.5 poin (0.78%) ke level 6108.27. Sementara LQ45 naik sebanyak 10.5 poin (1.23%) ke level 862.18. Foreign net buy sebesar Rp 506.06 miliar.

ID X Statistics C lo sing

JCI 6,108.27

Transaction Value Regular M arket (IDR tn) 10.505 Transaction Volume Regular M arket (mn shares) 18,291 Foreign Net Buy (Sell) (IDR bn) 506

Foreign Net Buy (Sell) YTD (IDR Tn) 25.3

Total M arket Capitalization (IDR tn) 7,415.46

LQ45 862.18 1.23 (7.78) EIDO 21.37 1.96 (8.75) IDX 18.62 1.25 (9.61) DOW JONES 34,258.32 1.00 11.93 S&P 500 4,395.64 0.95 17.03 NASDAQ 14,896.85 1.02 15.58 FTSE 7,083.37 1.47 9.64 NIKKEI 29,639.40 (0.67) 8.00 HANG SENG 24,221.54 0.51 (11.05) STRAITS TIM ES 3,048.05 (0.49) 7.18 KLSE 1,529.02 (0.09) (6.03) USD/IDR 14,243.00 (0.04) 1.36 EUR/IDR 16,693.41 (0.09) (3.42) JPY/IDR 130.37 (0.12) (4.72) SGD/IDR 10,519.00 0.04 (0.88) AUD/IDR 10,297.28 0.37 (4.94) GBP/IDR 19,442.35 0.25 1.15

Crude Oil (USD/barrel) 72.02 7:47:34 AM 48.43 Coal (USD/mn tons) 180.50 9/22/2021 124.22 Natural Gas (USD/mmBtu) 4.78 7:47:23 AM 88.22 Gold (USD/ounce) 1,765.69 7:57:41 AM (6.99)

Nickel (USD/mn tons) 19,221.00 9/22/2021 15.70 Tins (USD/mn tons) 34,997.00 9/22/2021 72.19 CPO (M YR/mn tons) 4,579.00 9/22/2021 17.68

Rubber (JPY/kg) 186.50 9/22/2021 (30.62)

Wheat (USD/bushel) 706.00 7:46:57 AM 10.23

Corn (USD/bushel) 523.50 7:46:51 AM 8.16

C o mmo dities

Other Indices C lo sing 1-D ay C hg (%) C hg (%)YT D

C urrency Spo t R ate R ate (ID R ) 1-D ay C hg (%) YT D C hg (%) P rice Last T ransactio n YT D C hg (%) Thursday, September 23, 2021 0 5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 30,000 35,000 40,000 3,000 3,500 4,000 4,500 5,000 5,500 6,000 6,500 7,000 M illi on s

(2)

Daily Corporate and Industry News

Beberapa lembaga internasional kembali memangkas pertumbuhan Indonesia untuk tahun 2021. Asia Development Bank (ADB) kembali memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 3,5% dari sebelumnya 4,5%. Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 menjadi 3,7% dari sebelumnya 4,7%. Source: Kontan & Investor Daily

Bank Indonesia (BI) mencatat kredit yang disalurkan oleh perbankan pada Agustus 2021 mengalami akselerasi dengan penyaluran kredit mencapai Rp 5.574,9 triliun, tumbuh 1% secara tahunan (year on year/ yoy). Pertum-buhan tersebut lebih tinggi dari penyaluran kredit pada bulan sebelumnya yang meningkat 0,3% (yoy). Source: In-vestor Daily

Proses pembentukan holding ultra mikro masih belum mulus. Wamen BUMN, Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, ada dua isu yang masih pending antara Kementerian BUMN dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam proses pem-bentukan holding tersebut. Pertama, terkait Galeri 24, yakni perusahaan yang melakukan jual beli emas untuk men-dukung bisnis gadai dan tabungan emas Pegadaian. Dalam aturan perbankan, perusahaan non keuangan dilarang jadi anak usaha bank. Kedua, terkait Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK). Dalam aturan perbankan, BMPK terhadap pihak terkait, batasnya hanya 10% dari modal. Dengan batasan itu, BRI terkendala memberikan dukungan penguatan Pegadaian dan PNM. Source: Kontan

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyampaikan bahwa tidak tercapainya kesepakatan prinsip menjadi alasan utama tidak dilanjutkannya Kerja Sama Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (Reducing Greenhouse Gas Emissions from Deforestation and Forest Degradation/REDD+) an-tara Pemerintah RI dan Kerajaan Norwegia. Pernyataan Kehendak (Letter of Intent/LoI) anan-tara Pemerintah RI dan Kerajaan Norwegia terkait REDD+ sebenarnya sudah berakhir pada Mei 2020. Source: Investor Daily

Tren investasi di dalam produk reksa dana berbasis mata uang dolar Amerika Serikat dipercaya terus berkembang, mengingat sentimen positif tapering off dari Federal Reserve di negeri Paman Sam. Source: Bisnis Indonesia

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan restoran atau rumah makan dan kafe beroperasi mulai sore hari hing-ga maksimal pukul 24.00 WIB. Aturan terbaru tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur DKI Nomor 1122 tahun 2021 tentang PPKM Level Tiga, yang dirilis di Jakarta, Rabu, sesuai ketentuan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 43 tahun 2021. Source: Investor Daily

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mendorong seluruh perusahaan anggota asosiasi tersebut dapat mengantongi sertifikat sawit lestari Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO) dalam waktu dekat ini. Saat ini, sudah 496 anggota Gapki yang mengantongi sertifikat tersebut. ISPO menjadi salah satu parameter industri hulu sawit di Indonesia dijalankan secara berkelanjutan. Source: Investor Daily

Bukalapak.com (BUKA) masuk menjadi anggota baru lima indeks saham. Lima indeks saham yang dimaksud yaitu indeks IDX30, LQ45, IDX80, JII dan JII70. Berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/9), di indeks-indeks ini, BUKA menggeser saham Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM), Summarecon Agung (SMRA), Link Net (LINK), AKR Corporindo (AKRA) dan Ultrajaya Milk (ULTJ). Source: Kontan

Telkom Indonesia (TLKM) mengungkapkan bahwa nilai transaksi pengalihan 4.000 menara telekomunikasi milik Tele-komunikasi Selular (Telkomsel) kepada Dayamitra TeleTele-komunikasi (Mitratel) mencapai Rp 6,18 triliun. Nilai transaksi ini termasuk uang muka sewa lahan dan sewa lahan selama 10 tahun. Source: Investor Daily

Upaya penguatan modal Bank BNI (BBNI) dan Bank Tabungan Negara Indonesia (BBTN) akan segera terwujud. Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dan Kementerian BUMN menyetujui penguatan modal kedua bank itu di tahun depan. Komisi VI DPR menyetujui usulan tambahan PMN dalam cadangan pembiayaan investasi tahun anggaran 2022, dengan rincian BBNI sebesar Rp 3,5 triliun dan BBTN sebesar Rp 1,98 triliun. Source: Kontan

Indika Energy (INDY) melalui tambang batu bara anak usahanya, optimistis bisa mencapai target produksi tahun ini. Produksi salah satu anak usahanya, perusahaan Kideco Jaya Agung pada Agustus 2021 telah men-capai 24,4 juta ton, yaitu 68% dari target tahun ini. Selain produksi, perseroan juga optimistis terhadap per-tumbuhan pendapatan mengacu pada harga batu bara yang kembali mencapai puncaknya. Di sisi lain, perseroan memiliki strategi dengan meningkatkan efisiensi biaya produksi dan selektif dalam membelanjakan modal. Source: Bisnis Indonesia

Uni-Charm Indonesia (UCID) berupaya menggenjot kinerja mereka di sisa tahun ini dengan peluncuran produk baru. Vikry Ahmadi, Sekretaris Perusahaan UCID mengungkapkan bahwa produsen popok dan pembalut tersebut ber-encana launching produk baru untuk kategori pembalut dan masker dalam waktu dekat. Selain menambah portofolio produk untuk menggenjot kinerja, UCID juga tengah fokus memperkuat kanal penjualan mereka yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi. Di antaranya, penjualan secara offline lewat minimarket dan juga secara daring di berbagai platform e-commerce. Source: Kontan

(3)

Daily Corporate and Industry News

Waskita Karya (WSKT) meraih persetujuan dari para pemegang saham untuk melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan siap menerbitkan sebanyak 24,56 miliar saham atau setara 64,4%. Source: Investor Daily

Waskita Beton Precast (WSBP) meraih proyek konstruksi Sudirman Station-Dukuh Atas Interchange senilai Rp 163,61 miliar. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2023. Source: Investor Daily

Mark Dynamics Indonesia (MARK) melanjutkan ekspansi kapasitas produksi cetakan sarung tangan di tengah ting-ginya permintaan konsumen. Sejalan dengan itu, pendapatan dan laba perseroan pun diproyeksi melonjak. Source: Bisnis Indonesia

(4)

World Equity Indices

Source: Bloomberg, Sinarmas Investment Research

www.sinarmassekuritas.co.id See important disclaimer at the end of this report

WO R LD E Q UIT Y IN D IC E S N O T IC KE R 1 INDU Index 35,631.19 26,143.77 3,651.84 11.93 20.65 18.57 4.82 4.67 10,759.33 10,759.33 2 SP X Index 4,545.85 3,209.45 639.57 17.03 26.41 21.74 4.61 4.39 38,917.54 38,917.54 3 CCM P Index 15,403.44 10,520.22 2,008.57 15.58 120.56 32.70 8.01 6.41 25,190.03 25,190.03 4 SP TSX Index 20,897.57 15,418.46 2,968.13 17.03 19.41 16.27 2.15 2.10 3,217.62 2,527.20 5 M EXB OL Index 53,400.27 35,669.50 7,271.46 16.50 17.91 14.64 2.29 2.13 6,389.38 319.15 6 SX5E Index 4,252.78 2,920.87 597.55 16.82 21.55 16.70 2.12 2.06 3,909.90 4,588.27 7 UKX Index 7,224.46 5,525.52 622.85 9.64 19.80 12.50 1.83 1.77 2,049.00 2,797.50 8 CA C Index 6,913.67 4,512.57 1,085.59 19.56 22.58 15.96 1.92 1.89 2,184.46 2,563.46 9 DA X Index 16,030.33 11,450.08 1,787.96 13.03 18.60 15.29 1.97 1.93 1,666.61 1,955.77 10 IB EX Index 9,310.80 6,329.50 734.70 9.10 18.28 15.31 1.38 1.35 589.99 692.35 11 FTSEM IB Index 26,687.97 17,636.38 3,484.56 15.67 16.67 12.81 1.30 1.28 612.07 718.26 12 A EX Index 804.47 527.86 167.79 26.86 27.59 17.24 2.39 2.35 1,155.53 1,356.02 13 SM I Index 12,573.43 9,494.52 1,134.06 10.60 23.37 18.62 3.17 3.04 1,387.16 1,502.72 14 A S51 Index 7,632.80 5,779.60 776.50 11.79 24.54 17.86 2.37 2.30 2,346.16 1,703.55 15 A S30 Index 7,902.20 5,970.30 818.69 11.95 31.95 18.11 2.34 2.31 2,576.32 1,870.66 16 SHSZ300 Index 5,930.91 4,554.72 (389.52) (7.47) 16.53 15.05 2.18 2.02 42,345.23 6,552.66 17 SHA SHR Index 3,911.92 3,356.09 162.42 4.46 15.50 13.30 1.70 1.56 46,775.25 7,238.17 18 SZA SHR Index 2,640.24 2,224.68 115.68 4.75 35.23 23.29 3.30 3.42 37,266.64 5,766.78 19 HSI Index 31,183.36 23,124.25 (3,009.59) (11.05) 9.98 12.16 1.02 1.22 23,897.70 3,069.24 20 HSCEI Index 12,271.60 8,492.41 (2,098.03) (19.54) 9.29 10.06 0.97 1.19 20,750.68 2,665.06 21 SENSEX Index 59,737.32 36,495.98 11,176.00 23.40 30.47 25.41 3.81 3.63 114,859.20 1,555.82 22 NIFTY Index 17,792.95 10,790.20 3,564.90 25.50 28.35 24.06 3.66 3.48 139,025.58 1,883.16 23 JCI Index 6,504.99 4,820.33 129.19 2.16 24.14 17.43 1.49 1.94 7,415,458.55 521.63 24 LQ45 Index 1,030.11 731.51 (72.71) (7.78) 19.70 15.60 2.05 1.82 4,109,527.79 289.08 25 KSE100 Index 48,976.09 38,568.95 1,841.86 4.21 6.52 5.50 0.95 0.81 6,148.04 36.50 26 NKY Index 30,795.78 22,948.47 2,195.23 8.00 17.10 17.72 1.98 1.91 449,350.92 4,099.92 27 NEY Index 442.20 327.32 47.54 12.53 20.71 19.02 1.75 1.70 536,760.16 4,897.45 28 TP X Index 2,120.18 1,577.45 238.87 13.24 16.70 15.06 1.33 1.34 757,093.36 6,907.79 29 FB M KLCI Index 1,695.96 1,452.13 (98.19) (6.03) 14.89 15.51 1.52 1.48 1,021.04 243.57 30 NZSE Index 2,243.74 1,906.71 (9.64) (0.45) 7.00 33.53 2.16 2.39 180.12 126.59 31 P COM P Index 7,432.40 5,825.48 (248.98) (3.49) 23.10 19.70 1.69 1.64 9,172.14 182.29 32 FSSTI Index 3,237.23 2,420.84 204.24 7.18 23.26 14.14 1.06 1.07 496.27 367.39 33 KOSP I Index 3,316.08 2,266.93 243.39 8.47 16.35 11.20 1.13 1.23 2,189,906.62 1,850.90 34 TWSE Index 18,034.19 12,149.81 2,193.29 14.89 15.50 13.42 2.27 2.39 51,741.99 1,863.10 35 SET Index 1,658.08 1,187.49 170.24 11.75 19.96 19.03 1.76 1.80 18,550.58 554.53 36 SET50 Index 1,005.67 739.95 58.99 6.48 20.17 19.11 1.88 1.86 12,057.99 360.45 37 VNINDEX Index 1,424.28 897.72 246.81 22.36 16.42 16.02 2.61 2.56 5,159,797.53 226.78 A s ia / P a c if ic A m e ric a 5 2 - WE E K C H A N G E Y T D P E R ( x) P B V ( x) M A R KE T C A P ( B n) E uro pe

H IG H LO W P O IN T % T ra iling F o rwa rd T ra iling F o rwa rd D o m a in

(5)

www.sinarmassekuritas.co.id See important disclaimer at the end of this report

LQ45

Source: Bloomberg, Sinarmas Investment Research

LQ45 Index

HIGH LOW POINT % 2020 2021E 2020 2021E

1 ACES IJ 1,310 1,850 1,235 (405) (23.62) 39.90 29.96 5.64 3.97 22,466.50 2 ADRO IJ 1,400 1,600 1,090 (30) (2.10) 22.18 7.58 0.88 0.74 44,780.35 3 AKRA IJ 3,990 4,050 2,450 810 25.47 13.62 15.08 1.43 1.75 16,018.63 4 ANTM IJ 2,340 3,440 695 405 20.93 40.46 24.98 2.44 2.63 56,231.99 5 ASII IJ 5,275 6,925 4,450 (750) (12.45) 15.08 12.17 1.57 1.28 213,550.74 6 BBCA IJ 32,775 36,900 26,950 (1,075) (3.18) 30.76 27.03 4.52 4.00 808,067.95 7 BBNI IJ 5,150 6,750 4,310 (1,025) (16.60) 34.60 10.57 1.04 0.81 96,040.58 8 BBRI IJ 3,610 4,849 2,939 (475) (11.63) 27.41 15.81 2.59 1.98 509,209.94 9 BBTN IJ 1,360 2,180 1,130 (365) (21.16) 11.41 7.43 0.91 0.67 14,402.40 10 BMRI IJ 6,075 7,450 4,860 (250) (3.95) 17.24 11.65 1.56 1.40 283,500.00 11 BRPT IJ 980 1,295 635 (120) (10.91) 238.19 34.47 5.49 NA 91,872.27 12 BSDE IJ 975 1,360 715 (250) (20.41) 162.94 13.69 0.85 0.60 20,642.08 13 CPIN IJ 6,550 7,850 5,625 25 0.38 27.95 21.95 4.59 4.03 107,406.90 14 ERAA IJ 615 725 289 175 39.77 11.45 9.77 1.29 1.57 9,809.25 15 EXCL IJ 2,990 3,080 1,920 260 9.52 79.96 25.89 1.52 1.60 32,066.78 16 GGRM IJ 31,400 49,975 29,925 (9,600) (23.41) 10.31 9.65 1.35 1.00 60,416.36 17 HMSP IJ 975 1,915 950 (530) (35.22) 20.28 13.88 5.79 3.68 113,410.12 18 ICBP IJ 8,200 10,625 7,625 (1,375) (14.36) 16.95 14.60 3.79 2.90 95,627.65 19 INCO IJ 4,760 7,100 3,400 (340) (6.67) 43.67 23.92 1.79 1.89 47,296.97 20 INDF IJ 6,200 7,575 5,750 (650) (9.49) 9.32 8.13 1.42 1.16 54,438.64 21 INKP IJ 7,175 15,550 6,200 (3,250) (31.18) 13.82 #N/A 0.96 NA 39,254.30 22 INTP IJ 10,650 15,975 8,800 (3,825) (26.42) 29.50 23.03 2.40 1.79 39,205.12 23 ITMG IJ 18,150 18,750 7,975 4,300 31.05 30.89 5.75 1.27 1.42 20,508.14 24 JPFA IJ 1,915 2,270 1,050 450 30.72 16.31 9.66 1.60 1.70 22,456.39 25 JSMR IJ 3,920 4,990 3,080 (710) (15.33) 67.06 28.33 1.76 1.30 28,450.86 26 KLBF IJ 1,420 1,960 1,240 (60) (4.05) 25.38 22.71 3.99 3.51 66,562.67 27 MDKA IJ 2,720 3,240 1,510 290 11.93 103.72 95.67 7.09 7.64 62,301.19

28 MEDC IJ 486 790 328 (104) (17.63) #N/A N/A 1.07 1.03 0.05 12,216.21

29 MIKA IJ 2,380 3,220 2,200 (350) (12.82) 46.15 30.47 7.90 5.95 33,906.31

30 MNCN IJ 830 1,320 695 (310) (27.19) 8.23 4.94 1.07 0.72 12,491.32

31 PGAS IJ 1,105 1,895 900 (550) (33.23) #N/A N/A 25.91 1.28 0.81 26,786.87

32 PTBA IJ 2,350 3,180 1,935 (460) (16.37) 13.15 7.20 1.87 1.36 27,073.55 33 PTPP IJ 1,045 2,360 785 (820) (43.97) 84.36 17.47 1.09 0.59 6,478.89 34 PWON IJ 482 615 342 (28) (5.49) 26.41 15.95 1.68 1.44 23,212.93 35 SMGR IJ 8,550 13,000 7,675 (3,875) (31.19) 26.41 19.01 2.16 1.40 50,714.50 36 SMRA IJ 850 1,037 494 70 8.97 64.57 36.75 1.70 1.62 13,995.25 37 TBIG IJ 3,170 3,440 1,290 1,540 94.48 33.48 47.53 4.05 7.39 71,822.69

38 TINS IJ 1,515 2,540 655 30 2.02 #N/A N/A 48.87 2.24 2.14 11,283.35

39 TKIM IJ 7,025 17,250 5,850 (2,825) (28.68) 14.72 #N/A 1.44 NA 21,870.40 40 TLKM IJ 3,590 3,595 2,508 280 8.46 15.76 15.70 3.20 3.28 355,633.36 41 TOWR IJ 1,330 1,625 920 370 38.54 17.07 21.29 4.72 5.67 67,849.45 42 TPIA IJ 7,250 10,298 6,193 (984) (11.95) 280.60 42.50 6.38 5.14 156,856.04 43 UNTR IJ 20,875 28,475 18,525 (5,725) (21.52) 16.53 8.28 1.65 1.17 77,866.57 44 UNVR IJ 4,040 8,200 3,800 (3,310) (45.03) 39.11 23.87 56.79 34.69 154,126.00 45 WIKA IJ 1,095 2,450 850 (890) (44.84) 95.77 14.46 1.30 0.71 9,822.10 MARKET CAP (Bn)

(6)

Macro data

Source: Bloomberg, Sinarmas Investment Research

www.sinarmassekuritas.co.id D escriptio n 1-D ay (%) 5-D ays (%) 1-M o nth (%) Basic M aterial 0.30 (0.63) (2.47) Consumer Cyclical 0.18 0.81 (0.78) Energy 1.29 0.42 6.25 Financials 1.11 0.56 (1.77) Healthcare 0.64 (1.37) 4.09 Industrials 0.89 (2.06) 4.25 Infrastructure 1.07 1.69 3.01 Consumer Non-Cyclical 1.03 (0.63) 1.58 Properties 0.67 (0.62) (0.90) Technology (1.69) (3.48) (4.05) Transportation 2.24 9.98 15.35 A ug-21 Jul-21 0.84 1.01 1.59 1.52 0.03 0.08 144.80 137.34 F O R EX Spo t R ate 1-D ay (%) 1-M o nth (%) YT D (%) USD/IDR 14,243.00 (0.04) 1.19 (1.36) USD/CNY 6.46 0.06 0.30 1.01 USD/EUR 0.86 (0.01) 0.49 4.51 USD/JPY 109.86 (0.07) (0.15) (6.02) USD/SGD 1.35 (0.09) 0.13 (2.40) USD/AUD 1.38 0.12 (0.30) 6.39 USD/GBP 0.73 0.00 0.78 0.36 (in %) 3.94 0.26 1.46 5.15 6.13 6.29 Indonesia 5-Year Government Bonds Yield

Indonesia 10-Year Government Bonds Yield Indonesia 15-Year Government Bonds Yield Lending and D epo sit R ates JIBOR (in IDR)

LIBOR (in GBP) SIBOR ( in USD) Inflation M oM (in %) Foreign Reserves (in USD bn)

Secto rs

Eco no m ic Indicato rs

Inflation YTD (in %) Eco no m ic P aram eters

(7)

Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN)

www.sinarmassekuritas.co.id See important disclaimer at the end of this report

BMRI : BUY ON WEAKNESS

Last price : 6.075

Target price : 6.500 (7.4%) Entry price : 6.050

Stop loss : 5.800 (-4.1%)

BMRI, breakout Resistance 6.050, berpeluang melanjutkan penguatan dengan mencoba next Resistance 6.150 dan

6.275. Namun, bila BMRI tidak bertahan diatas Resistance 6.050, akan kembali menguji Support 6.000 dan 5.925. In-dikator MACD dan Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.

BFIN : BUY ON WEAKNESS

Last price : 1.030

Target price : 1.120 (9.8%) Entry price : 1.020

Stop loss : 965 (-5.4%)

BFIN, bertahan diatas Support 1.020, berpeluang mencoba Resistance 1.050 dan 1.095. Namun, bila BFIN breakdown

Support 1.020, akan melanjutkan pelemahan dengan menguji next Support 1.000 dan 980. Indikator Stoc osc dan MACD mengindikasikan pola Downtrend.

Support : 6.000, 5.925

Resistance : 6.150, 6.275

Support : 1.000, 980

(8)

ERAA : HOLD

Last price : 615

Target price : 665 (12.7%)

Stop Loss : 550 (-6.8%)

ERAA bertahan diatas Resistance 610, berpeluang melanjutkan penguatan dengan mencoba next Resistance 625 dan

650. Namun, bila ERAA, tidak bertahan diatas Resistance 610, akan kembali menguji Support 600 dan 590. Indikator MACD dan Stoc osc mengindikasikan pola Uptrend.

FREN : HOLD

Last price : 119

Target price : 138 (16.9%)

Stop loss : 108 (-8.5%)

Entry price 118 (22/9) sudah tercapai, FREN breakdown Resistance 121, berpeluang menguji Support 114 dan 110. Namun, bila FREN bertahan diatas Resistance 121, akan mencoba next Resistance 124 dan 130. Indikator MACD DAN Stoc osc mulai membentuk pola Downtrend.

Support : 600, 590

Resistance : 625, 650

Support : 114, 110

Resistance : 124, 130

Smartfren Telecom Tbk (FREN)

Eraajaya Swasembada Tbk (ERAA)

(9)

Technical Corner

23 September 2021

www.sinarmassekuritas.co.id See important disclaimer at the end of this report JCI : MIXED MENGUAT

Last price : 6.108 Support : 6.074, 6.033 Resistance : 6.124, 6.150

JCI pada hari ini kami perkirakan akan bergerak MIXED MENGUAT dengan range 6.074 — 6.150. JCI breakout Resistance 6.102, berpeluang melanjutkan penguatan dengan mencoba Resistance Trendline 6.124 dan 6.150. Namun bila JCI tidak bertahan diatas Resistance 6.102, akan kembali menguji Support 6.074 dan 6.033. Indikator MACD mulai membentuk pola Reversal dan Stoc osc mengindikasikan pola Downtrend.

Jakarta Composite Index (JCI)

Summary of portfolio:

Stock

Recommendation

Comment

BMRI

BUY ON WEAKNESS BMRI, breakout Resistance 6.050, berpeluang melanjutkan penguatan dengan

mencoba next Resistance 6.150 dan 6.275. Namun, bila BMRI tidak bertahan diatas Resistance 6.050, akan kembali menguji Support 6.000 dan 5.925.

BFIN

BUY ON WEAKNESS BFIN, bertahan diatas Support 1.020, berpeluang mencoba Resistance 1.050

dan 1.095. Namun, bila BFIN breakdown Support 1.020, akan melanjutkan pelemahan dengan menguji next Support 1.000 dan 980.

ERAA

HOLD ERAA bertahan diatas Resistance 610, berpeluang melanjutkan penguatan

dengan mencoba next Resistance 625 dan 650. Namun, bila ERAA, tidak bertahan diatas Resistance 610, akan kembali menguji Support 600 dan 590.

FREN

HOLD Entry price 118 (22/9) sudah tercapai, FREN breakdown Resistance 121,

(10)

PT Sinarmas Sekuritas

Sinarmas Land Plaza Tower 3, 6th Fl. Jl. M. H. Thamrin no. 51

Tel: +62 21 392 5550 Fax: +62 21 392 5540

[email protected] www.sinarmassekuritas.co.id

Equity Research Team

EQUITY ANALYST Andrianto Saputra

Tobacco, Plantation, Cement, Automotive Tel: +62 21 3925550 Ext: 159 [email protected] EQUITY ANALYST Elvira Natalia Consumer, Retail Tel: +62 21 3925550 Ext: 159 [email protected] EQUITY ANALYST Winson Pangestu Construction Tel: +62 21 3925550 Ext: 159 [email protected] EQUITY RESEARCH ASSOCIATE

Jessen Soekamto Banking, Property Tel: +62 21 3925550 Ext: 159 [email protected] TECHNICAL ANALYST Eddy Wijaya Tel: +62 21 3925550 Ext: 159 [email protected] DISCLAIMER

Referensi

Dokumen terkait

Setelah pelaksanaan dan observasi tindakan, tahap selanjutnya adalah melakukan refleksi, berikut adalah beberapa hasil refleksi yang dilakukan bersama observer: (1)

Sehingga dapat disimpulkan bahwa H 0 ditolak, yang artinya secara simultan perubahan laba bersih, perubahan arus kas operasi, perubahan arus kas investasi, perubahan

dengan UCS tanah sebelum digunakan bahan kimia Electrolyte Emulsion. Peningkatan nilai UCS kedua tipe tanah cenderung semakin tinggi sesuai meningkatnya jumlah bahan kimia

belanja modal, penyelenggara fungsi infrastruktur dan sarana tidak bisa berjalan tanpa adanya biaya, biaya adalah sebuah bentuk pengeluaran yang dilakukan oleh suatu

Gerber aşık sisteminde açıklıkta ve mesnetteki momentler eşitlenir.Bunun sonucunda şu bağıntı elde edilir.(Yalman Odabaşı’nın Ahşap Ve Çelik Yapı Elemanları

Dengan demikian, pemahaman terhadap gagasan “kembali ke akar kembali ke sumber”, akhirnya akan sampai pada pemahaman sastra transendental yang dalam wawasan estetik Islam,

(ostium) yang normal ke dalam rongga sinus tersumbat (misalnya pada waktu sedang pilek), saat descent (tekanan bertambah) udara pernapasan dari hidung dan tenggorokan tidak

Hasil penelitian yaitu berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data mengenai pengaruh faktor inflasi, suku bunga dan Produk Domestik Bruto (PDB) terhadap tabungan di