46
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis dan Sifat Penelitian
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Menurut Creswell dan David (Creswell
& Creswell, 2018, p. 4) penelitian kuantitatif merupakan uji teori objektif dengan melihat ada atau tidaknya hubungan antara variabel. Variabel ini bisa diukur sehingga data angka dapat dianalisa menggunakan prosedur statistik sehingga penelitian bersifat lebih konkret. Sementara, menurut Sugiyono penelitian kuantitatif diartikan sebagai metode penelitian yang dilandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data yang menggunakan instrument penelitian, analisis data yang bersifat kuantitatif/ statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan sebelumnya (Sugiyono, 2013, p. 8). Jenis penelitian ini sejalan dengan konsep penelitian ini dikarenakan menganalisa hubungan antara beberapa variabel yaitu terpaan media (tayangan video YouTube Remotivi), tingkat pendidikan, dan kemampuan literasi media masyarakat Jabodetabek dan ingin menguji hipotesis yang telah ditentukan sebelumnya.
Sifat penelitian adalah eksplanatif yang berarti menjelaskan hubungan antara dua variabel atau lebih. Eksplanatif menurut Hariwijaya (2007, p. 49) berarti tidak hanya menggambarkan sebuah fenomena tetapi menjelaskan mengapa fenomena itu terjadi dan apa pengaruhnya.
47 Penelitian ini tidak hanya melihat hasil penelitian secara deskriptif tetapi menguji hipotesa, mencari tahu bagaimana hubungan antara variabel yang diuji, sifat hubungan, hingga kekuatan hubungan antar variabel yang dalam penelitian ini adalah terpaan media (tayangan video YouTube Remotivi), tingkat pendidikan, dan kemampuan literasi media masyarakat Jabodetabek.
3.2 Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode survei untuk mendapatkan data. Survei menurut Sugiyono merupakan metode penelitian untuk mendapat data secara alamiah (bukan buatan) dari tempat tertentu, peneliti melakukan perlakuan dalam mengumpulkan data seperti dengan menyebarkan kuisoner, test, wawancara terstruktur dan lain sebagainya (Sugiyono, 2013, p. 6). Menurut Creswell dan David (Creswell & Creswell, 2018, p. 147), survei mampu memberikan deskripsi kuantitatif dari tren, sikap, dan pendapat dari sebuah populasi atau menguji hubungan antar variabel dalam sebuah populasi dengan mempelajari sampel dari populasi tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode survei dikarenakan peneliti ingin mendapatkan data mengenai terpaan media (tayangan YouTube Remotivi), tingkat pendidikan, dan kemampuan literasi media pada masyarakat Jabodetabek secara alamiah tanpa perlakuan tertentu pada sampel. Data yang dikumpulkan kemudian diolah untuk dideskripsikan dan diuji hubungan antar variabel-variabelnya.
48
3.3 Populasi dan Sampel
Sugiyono mengatakan bahwa populasi memiliki arti wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek/subyek yang memiliki karakteristik serta kualitas tertenu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari lalu kemudian ditarik kesimpulannya.
Sementara, sampel memiliki arti bagian dari jumlah serta karakteristik yang dimiliki oleh suatu populasi (Sugiyono, 2013, p. 80).
Penelitian ini menggunakan masyarakat Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sebagai populasi penelitian. Pemilihan populasi ini dikarenakan isu yang dibahas oleh Remotivi bersifat umum bagi seluruh daerah di Indonesia dan tidak terbatas hanya pada satu wilayah tertentu. Daerah Jabodetabek memliki jumlah masyarakat yang masif dan cakupan yang luas namun masih mampu untuk dijangkau oleh peneliti. Selain itu, menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII, 2018), kawasan urban atau perkotaan memiliki penetrasi internet hingga 75,1% dari total populasinya sehingga memiliki kemungkinan lebih besar responden menyaksikan video YouTube Remotivi.
Berdasarkan Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk di provinsi DKI Jakarta mencapai jumlah 10.644.986 jiwa (Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, 2020), kota Bogor sejumlah 1.041.901 jiwa (BPS Kota Bogor, 2020), kota Bekasi 2.448.830 jiwa (BPS Kota Bekasi, 2020), kota Depok 2.406.826 jiwa (BPS Kota Depok, 2020), kota Tangerang 1.771.092 jiwa (BPS Kota Tangerang, 2020).
Jumlah keseluruhan penduduk di Jabodetabek menyentuh angka 18.313.635 jiwa.
49 Untuk sampel, penelitian ini menggunakan kategori nonprobability sampling atau pengambilan sampel yang tidak memberi peluang yang sama bagi tiap anggota populasi untuk dapat dipilih menjadi anggota sampel (Sugiyono, 2013, p. 84).
Teknik yang digunakan adalah Purposive Sampling dikarenakan peneliti telah menentukan kriteria-kriteria tertentu dalam memilih sampel yaitu hanya masyarakat Jabodetabek saja. Selain itu, penyebaran kuesioner yang dilakukan hanya melalui google form sehingga hanya responden yang memiliki gadget dan akses internet yang dapat mengisi kuesioner dan menjadi sampel.
Penentuan jumlah sampel akan dilakukan menggunakan rumus Slovin yaitu:
n = N /( 1 + Ne2)
n: Jumlah sampel minimal N: Jumlah populasi
e: Margin of Error
Peneliti akan menggunakan margin of error sebesar 5% sehingga memiliki derajat kepercayaan sebesar 95%. Maka dari itu, sampel yang dibutuhkan sebanyak:
n = N / (1+ (N x e2)
n= 18.313.635 / (1+ (18.313.635 x 0,052) n= 18.313.635 / 45.785,0875
n= 399.99126
Sampel yang dibutuhkan untuk memiliki derajat kepercayaan sebesar 5%
adalah sebanyak 399.99126 atau dibulatkan menjadi sebesar 400 responden.
50
3.4 Operasionalisasi Variabel
Penelitian ini ingin melihat hubungan antara terpaan tayangan video pada YouTube Remotivi dan tingkat pendidikan dengan kemampuan literasi media masyarakat. Untuk itu, variabel X1 akan berfokus pada pertanyaan mengenai aspek terpaan media yaitu frekuensi, durasi, dan atensi dari responden yang menyaksikan konten video pada channel YouTube Remotivi, variable X2 akan menanyakan mengenai tingkat dan waktu menempuh pendidikan. Untuk variabel Y, seperti yang telah dijelaskan pada sub bab 2.2, penelitian ini menggunakan tujuh kemampuan literasi media dari James Potter untuk melihat kemampuan literasi media responden.
Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel
Dimensi Indikator Item Pertanyaan
(X1) Terpaan video pada YouTube Remotivi
Frekuensi
-Seberapa sering mengonsumsi video pada channel YouTube Remotivi dalam kurun waktu tertentu.
1.Saya selalu menyaksikan video yang baru diunggah di YouTube Remotivi 2.Berapa video yang sudah anda tonton di YouTube Remotivi?
Durasi -Seberapa lama seseorang menghabiskan waktu untuk menyaksikan video YouTube Remotivi.
3.Berapa lama umumnya anda
menyaksikan sebuah video di YouTube Remotivi?
4.Pada umumnya saya menyaksikan video YouTube Remotivi hingga akhir durasi Atensi -Seberapa besar
perhatian yang diberikan saat menyaksikan tayangan video pada channel YouTube Remotivi.
5.Saat menyaksikan video YouTube Remotivi saya tidak melakukan aktivitas yang lain.
6.Saya tidak terganggu dengan kondisi lingkungan sekitar saat menyaksikan video YouTube Remotivi.
(X2) Tingkat pendidikan
Lama Studi -Seberapa lama menempuh pendidikan formal
7. Apa tingkat pendidikan terakhir anda?
(Y) Analisis
-Memahami pesan yang disampaikan oleh media.
8. Saya mampu dengan mudah memahami pesan yang disampaikan suatu berita dari media daring.
51 Tingkat
literasi media
-Menganalisis struktur dari konten media
9.Suatu berita di media daring perlu diidentifikasi apakah sudah memiliki komponen informasi yang lengkap minimal 5w+1h (What, Who, Where, When, Why, How).
Evaluasi
-Menilai isi pesan dari konten media
10.Saya melakukan evaluasi dan tidak serta merta menerima informasi yang disampaikan dalam suatu berita di media daring
11.Informasi yang disampaikan oleh media daring mengenai sebuah isu harus dibandingkan dengan pengetahuan yang telah kita miliki sebelumnya mengenai isu tersebut.
Pengelomp okkan
-Mengkategorikan konten media berdasarkan elemen yang sama maupun elemen yang berbeda
12.Saya mampu mengklasifikasikan pesan berita media daring ke dalam kategori tertentu
13.Saya tidak bergantung pada kategori yang dibentuk media daring mengenai sebuah isu saat mengklasifikasikan sebuah pesan berita.
Induksi
-Membuat kesimpulan dari sebagian kecil elemen lalu melihat secara umum
14.Saya mampu menggunakan hal yang nyata di sekitar saya untuk menganalisa kebenaran informasi di media daring.
15. Saya selalu mengevaluasi kesimpulan yang dibuat oleh media daring mengenai sebuah isu.
Deduksi
-Memakai materi umum untuk menjelaskan hal yang spesifik
16. Saya mampu mengkritisi informasi umum mengenai sebuah isu yang disampaikan media daring.
17.Pandangan umum yang ditampilkan media mengenai sebuah isu tidak bisa serta merta digunakan untuk menjelaskan hal spesifik di sekitar kita.
Sintesis
-Merangkai
beberapa komponen menjadi sebuah hal baru
18.Saya mampu menentukan informasi yang berguna dan bermanfaat dari sebuah berita media daring.
19.Saya selalu dapat mengambil
informasi dari sebuah pesan berita untuk menambah pengetahuan saya.
Abstraksi
-Mengambil intisari dari sebuah pesan
20.Saya mampu menemukan inti pesan dari sebuah berita di media daring.
21. Saya mampu menjelaskan kembali pesan yang saya terima dari sebuah berita secara singkat dan jelas.
Sumber: Olahan Peneliti
52
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini akan menggunakan teknik pengumpulan data berupa kuesioner yang disebarkan dengan cara online melalui pembuatan google form yang berisi pertanyaan terkait operasionalisasi variabel. Cara ini digunakan dikarenakan kemampuan jangkauan yang lebih luas dan cara pengisian yang lebih sederhana bagi responden. Untuk mengantisipasi kesalahan pada kuesioner online maka akan disediakan beberapa pertanyaan dasar berkaitan dengan karakteristik sampel.
Pertanyaan dasar ini digunakan untuk memastikan bahwa hanya subyek yang sesuai dengan kriteria sampel yang diinginkan. Penelitian ini akan menggunakan skala Likert dengan skor dari 1 hingga 4.
3.6 Teknik Pengukuran Data: Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan instrumen berupa kuisoner dengan skala pengukuran Likert. Dalam penelitian, kuesioner yang digunakan perlu dinilai apakah merupakan kuesioner yang valid dan reliable menggunakan dua jenis uji yaitu uji validitas dan uji reliabilitas.
3.6.1 Uji Validitas
Menurut Sugiyono (Sugiyono, 2013, p. 121), sebuah instrumen dapat disebut sebagai instrument yang valid apabila instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Penelitian ini menggunakan Pearson Product Moment untuk melihat validitas kuesioner.
53 Gambar 3.1 Rumus Pearson Product Moment
Sumber: (Firmansyah, 2014, p. 75)
Keterangan:
rxy = Koefisien korelasi pearson xi = Nilai x ke-i
yi = Nilai y ke-i n = Banyak sampel
Tabel 3.2 Hasil Uji Validitas Variabel X1 (Terpaan video YouTube Remotivi)
No item r hitung r tabel Keterangan
1 0,606 0,261 VALID
2 0,538 0,261 VALID
3 0,661 0,261 VALID
4 0,734 0,261 VALID
5 0,699 0,261 VALID
6 0,722 0,261 VALID
Sumber: Olahan Peneliti
Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas Variabel Y (Kemampuan literasi media)
No item r hitung r tabel Keterangan
8 0,609 0,261 VALID
9 0,499 0,261 VALID
10 0,608 0,261 VALID
11 0,604 0,261 VALID
12 0,556 0,261 VALID
13 0,733 0,261 VALID
14 0,402 0,261 VALID
15 0,529 0,261 VALID
16 0,540 0,261 VALID
54
17 0,539 0,261 VALID
18 0,602 0,261 VALID
19 0,427 0,261 VALID
20 0,429 0,261 VALID
21 0,592 0,261 VALID
Sumber: Olahan Peneliti
3.6.2 Uji Reliabilitas
Menurut Sugiyono (Sugiyono, 2013, p. 121), sebuah instrumen dapat disebut sebagai instrument yang reliabel apabila instrument tersebut apabila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama maka akan menghasilkan data yang sama. Penelitian ini menggunakan uji Cronbach Alpha untuk menentukan reliabilitas kuesioner.
Gambar 3.2 Rumus Cronbach Alpha
Sumber: hasil-penelitian.blogspot.com
Untuk melakukan interpretasi koefisien reliabilitas maka digunakan pedoman yang dikemukakan oleh Sugiyono (2013, p. 250)
55 Tabel 3.4 Pedoman Interpretasi Koefisien Reliabilitas
Interval Koefisien Tingkat Reliabilitas
0,00-0,199 Tidak Reliabel
0,20-0,399 Agak Reliabel
0,40-0,599 Cukup Reliabel
0,60-0,799 Reliabel
0,80-1,000 Sangat Reliabel
(Sugiyono, 2013, p. 250)
Tabel 3.5 Hasil Reliabilitas Variabel X1 (Terpaan video YouTube Remotivi)
(Sumber: Hasil olahan peneliti)
Nilai Cronbach s Alpha untuk variabel X1 (Terpaan video YouTube Remotivi) adalah sebesar 0,891 sehingga masuk dalam kategori sangat reliabel.
Tabel 3.6 Hasil Reliabilitas Variabel Y (Kemampuan Literasi Media)
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.891 14
(Sumber: Hasil olahan peneliti) Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.891 6
56 Nilai Cronbach s Alpha untuk variabel Y (Kemampuan literasi media) adalah sebesar 0,891 sehingga masuk dalam kategori sangat reliabel.
3.7 Teknik Analisis Data
Terdapat dua teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini. Pertama adalah penggunaan statistik deskriptif. Statisik deskriptif dapat diartikan sebagai statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan menggambarkan atau mendeskripsikan data yang terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2013, p. 147). Yang termasuk dalam statistik deskriptif adalah penyajian data dengan tabel, grafik, diagram lingkaran, pictogram, perhitungan modus, median, mean, perhitungan desil, persentil, perhitungan penyebaran data melalui perhitungan rata- rata dan standar deviasi, perhitungan presentase.
Kedua adalah korelasi berganda. Korelasi berganda digunakan untuk menguji hipotesis mengenai hubungan dua variabel independen atau lebih secara bersamaan dengan satu variabel dependen (Sugiyono, 2013, p. 153) dengan memanfaatkan hasil korelasi Pearson Product Moment antar variabel. Teknik ini cocok untuk digunakan dalam penelitian ini dikarenakan penelitian ini memiliki dua variabel X yaitu tingkat terpaan media dan juga tingkat pendidikan. Penelitian ini hanya memiliki satu variabel Y yaitu kemampuan literasi media. Rumus untuk korelasi ganda dapat dinyatakan sebagai berikut:
57 Gambar 3.3 Rumus Korelasi Ganda
Sumber: statistikaikip.blogspot.com
Menurut Sugiyono (2013), untuk melakukan interpretasi koefisien korelasi dapat menggunakan pedoman sebagai berikut:
Tabel 3.7 Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi
Interval Koefisien Tingkat Reliabilitas
0,00-0,199 Korelasi Sangat Rendah
0,20-0,399 Korelasi Rendah
0,40-0,599 Korelasi Cukup
0,60-0,799 Korelasi Sedang
0,80-1,000 Korelasi Sangat Kuat (Sugiyono, 2013, p. 250)
Variabel akan dianggap berhubungan apabila signifikansi F change < 0,05.
Apabila signifikansi F change > 0.05 maka akan dianggap tidak berhubungan.