KEBUTUHAN & MASALAH GIZI (bumil, busui & bayi)
DIAN KHOLIKA HAMAL Sesi 10
• Mahasiswa mampu menjelaskan tentang kategori usia bayi dan balita
• Mahasiswa mampu menjelaskan tentang kondisi fisiologis bumil, busui, janin dan bayi
• Mahasiswa mampu menjelaskan tentang kebutuhan gizi bumil, busui, janin dan bayi
• Mahasiswa mampu menjelaskan tentang masalah gizi bumil, busui, janin dan bayi
• Mahasiswa mampu menjelaskan tentang cara menilai status gizi gizi bumil, busui, janin dan bayi
• Mahasiswa mampu menjelaskan tentang integrasi AIK pada topik ini
BUMIL DAN JANIN
Pengantar
• Selama proses kehamilan terjadi perpindahan zat2 gizi dari tubuh ibu ke dalam tubuh janin melalui plasenta
• Sehingga pertumbuhan janin sgt bergantung pd asupan zat gizi ibu
• Ibu hamil yg menderita gizi kurang terutama kekurangan Energi Kronis
(KEK) berisiko melahirkan bayi dgn BB rendah dan berdampak pada
pertumbuhan dan perkembangan anak, perkembangan intelektual
serta produktivitas di kemudian hari.
Karakteristik kehamilan
• Merupakan peristiwa yang terjd pd seorang wanita, dimulai dr proses fertilisasi (konsepsi) sampai kelahiran bayi.
• Masa kehamilan dimulai dari periode akhir menstruasi hingga kelahiran bayi, sekitar 266—280 hari atau 37—40 minggu, yang terdiri dari tiga semester
• Periode perkembangan janin terdiri dari 3 tahap
1. Perkembangan zigot yt pembentukan sel, pembelahan sel mjd blastosit dan implantasi
2. Perkembangan embrio yt dr diferensiasi – organogenesis
3. Perkembangan fetus (janin) pertumbuhan bakal bayi
Proses Kehamilan
Ovulasi Fertilisasi/Konsepsi Nidasi/Implantasi Pembentukan Plasenta Pada saat kopulasi antara pria dan wanita
(senggama/koitus) terjadi ejakulasi sperma dari saluran reproduksi pria di dalam vagina wanita, dimana akan melepaskan cairan mani berisi sel-sel sperma ke dalam saluran reproduksi wanita. Jika senggama terjadi dalam sekitar masa 15 ovulasi (masa subur wanita), maka ada kemungkinan sel sperma di dalam saluran reproduksi wanita akan bertemu dengan sel telur wanita yang baru dikeluarkan pada saat ovulasi pembuahan/fertilisasi.
Plasenta merupakan organ yang melekatkan embrio ke dinding uterus. Sirkulasi embrio-plasenta- ibu terbentuk pada hari ke-7 saat jantung embrio mulai berdenyut.
Plasenta memiliki lima fungsi utama yaitu respirasi, nutrisi, ekskresi, proteksi, dan produksi hormon.
Ovulasi adalah proses pelepasan plasenta ovum yang dipengaruhi oleh sistem hormonal kompleks.
Proses pertumbuhan ovum (oogenesis) asalnya epitel germinal >> oogonium >>
folikel primer >> proses pematangan pertama.
Peristiwa masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium.
Setelah pertemuan kedua inti ovum dan spermatozoa,
terbentuk zigot
Perkembangan Organ dan Fisiologi Janin
Usia Gestasi (Minggu)
Organ
6 Pembentukan hidung, dagu, palatum dan tonjolan paru. Jari-jari telah berbentuk, namun masih tergenggam. Jantung telah terbentuk penuh.
7 Mata tampak pada muka. Pembentukan alis dan lidah.
8 Mirip bentuk manusia, mulai pembentukan genetalia eksterna. Sirkulasi melalui tali pusat dimulai. Tulang mulai terbentuk.
9 Kepala meliputi separuh besar janin, terbentuk muka janin, kelopak mata
terbentuk tetapi akan membuka sampai 28 minggu.
13-16 Janin berukuran 15 cm. ini merupakan awal trimester ke-2.
Kulit janin masih tranparan, telah mulai tumbuh lanugo (rambut janin). Janin bergerak aktif, yaitu menghisab dan menelan air ketuban. Telah terbentuk meconium (feses) dalam usus. Jantung berdenyut 120-150x/menit
17-24 Komponen mata terbentuk penuh, juga sidik jari. Seluruh tubuh diliputi oleh verniks kaseosa (lemak). Janin mempunyai refleks.
25-28 Permulaan trimester ke-3, dimana terdapat perkembangan otak yang cepat. Mata sudah membuka.
29-32 Tulang telah terbentuk sempurna, gerakan nafas telah regular, suhu relative stabil.
33-36 Bulu kulit janin (lanugo) mulai berkurang, pada saat 35 minggu paru telah matur.
38-40 Sejak 38 minggu kehamilan disebut aterm, dimana bayi akan
memiliki seluruh uterus. Air ketuban mulai berkurang, tetapi masih dalam batas normal.
Sumber: Saifuddin, 2006
Perkembangan Janin
Gizi Seimbang untuk Ibu Hamil
Berguna untuk memenuhi kebutuhan energi, protein, dan vitamin serta mineral sebagai
pemeliharaan, pertumbuhan dan perkembangan janin serta cadangan selama masa menyusui.
Mengonsumsi aneka ragam pangan lebih banyak
Membatasi makan makanan yang mengandung garam tinggi
Minum air putih lebih banyak
Membatasi minum kopi
Untuk mencegah hipertensi karena meningkatkan resiko kematian janin, terlepasnya plasenta, serta gangguan pertumbuhan
Mendukung sirkulasi janin, produksi cairan amnion dan meningkatnya volume darah,
mengatur keseimbangan asam basa tubuh, dan mengatur suhu tubuh. Asupan air minum ibu hamil sekitar 2-3 liter perhari (8-12 gelas sehari)
Kandungan KAFEIN dalam kopi meningkatkan buang air kecil yang berakibat dehidrasi, tekanan darah meningkat dan detak jantung menuingkat. Paling banyak 2 cangkir kopi/hari
Kebutuhan gizi untuk ibu hamil setiap harinya ditambah sesuai dengan usia kehamilan.
Hal ini dikarenakan adanya perkembangan dan pertumbuhan janin. Berikut merupakan jumlah
penambahan yang harus dipenuhi selama hamil: JUMLAH ATAU PORSI DALAM 1 KALI MAKAN
Merupakan suatu ukuran atau takaran makan yang dimakan tiap kali makan
Sumber: Permenkes RI, Nomor 75 Tahun 2013
ZAT GIZI YANG DIPERLUKAN SELAMA HAMIL
Sumber:
Buku Ajafr Gizi: Gizi dalam Daaur Kehidupan. BPPSDMK Kemenkes RI 2017
Trimester Pertama (Minggu Ke-1 sampai Minggu Ke-12)
• Saat trimester ini janin sedang mengalami pembentukan dan perkembangan sehingga kebutuhan gizi ibu harus tercukupi.
• Pada minggu pertama sampai dengan minggu keempat (perkembangan janin 1 bulan), ibu hamil harus mengonsumsi makanan yang mengandung kalori dan protein tinggi seperti daging merah dan daging unggas. Kalori diperlukan agar tubuh memiliki energi yang cukup sehingga janin dapat berkembang dengan pesat. Jumlah kalori yang harus dikonsumsi minimal 2000 kkal per harinya.
• Minggu kelima dan minggu keenam ibu hamil masih akan mengalami muntah dan mual.
Mengonsumsi sayuran hijau yang dibuat menjadi soup dapat menjadi pilihan makanan bagi ibu hamil.
• Pada minggu ketujuh dan kedelapan (perkembangan janin 2 bulan) akan terjadi pembentukan rangka dan tubuh janin. Untuk menunjang pembentukan tulang tersebut dibutuhkan kalsium sebanyak 1200 miligram per harinya.
• Pada minggu kesembilan ibu hamil membutuhkan vitamin C dan asam folat yang banyak.
Jumlah asam folat yang harus dikonsumsinya adalah 0,6 miligram per harinya.
• Pada minggu kesepuluh ibu hamil membutuhkan nutrisi berupa protein yang mengandung asam amino yang tinggi. Asam amino ini bermanfaat untuk membentuk otak janin. Selain itu, janin juga membutuhkan DHA dan kolin agar dapat memproduksi sel otak lebih sempurna.
• Pada minggu kedua belas (perkembangan janin 3 bulan) ibu hamil membutuhkan nutrisi yang tinggi. Nutrisi itu ada pada vitamin. Fungsinya adalah untuk menghindari bayi lahir dengan cacat. Vitamin yang dibutuhkan adalah vitamin A, vitamin B1, B3, B2 dan juga B6.
Jumlah yang harus dikonsumsi per hari adalah 60 gram per hari.
Trimester Kedua (Minggu Ke-13 sampai Minggu Ke-28)
• Saat ibu hamil memasuki masa ini, ibu hamil dan juga janinnya akan mengalami berbagai kemajuan dan perkembangan yang pesat. Oleh sebab itu dalam masa ini, pemenuhan nutrisi harus meningkat dibandingkan dengan trimester sebelumnya.
• Pada minggu ketiga belas sampai dengan minggu keenam belas (perkembangan janin 4 bulan) ibu hamil memerlukan asupan makanan sebanyak 3000 kalori setiap harinya. Kalori tersebut bermanfaat dalam tambahan energi bagi ibu hamil. Janin akan mengalami pembentukan sistem saraf pusat. Pada minggu ini, ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi cokelat, teh dan juga kafein karena berisiko untuk mengganggu perkembangan di saraf pusat.
• Pada minggu ketujuh belas sampai dengan minggu keduapuluh tiga ibu hamil harus mengonsumsi banyak serat yang dapat ditemukan pada sayur dan buah. Ibu hamil juga harus minum air putih minimal 8 gelas per hari agar tidak kekurangan cairan dan mencegah sembelit. Zat besi dan vitamin C juga sangat dianjurkan dalam minggu ini karena bermanfaat untuk pembentukan sel darah merah.
• Pada minggu keduapuluh empat sampai dengan minggu keduapuluh delapan ibu hamil dilarang untuk mengonsumsi garam yang berlebih untuk mencegah terjadi kaki bengkak saat hamil. Konsumsilah nutrisi yang mengandung omega-3 dan juga vitamin E untuk membantu kecerdasan otak janin. Jumlah yang harus dikonsumsinya adalah sebanyak 80 gram per hari.
Trimester Ketiga (Minggu Ke-29 sampai Minggu Ke-40)
• Trimester ini merupakan trimester akhir dari kehamilan. Saat memasuki masa kehamilan ini, ibu hamil membutuhkan banyak nutrisi untuk menyiapkan persalinan. Oleh karena itu pemenuhan nutrisi dalam masa ini tidak boleh dikesampingkan. Ibu hamil harus menjaga kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsinya.
• Pertambahan kalori juga dibutuhkan pada 20 minggu terakhir, jumlah tambahan kalori yang dibutuhkan adalah sebanyak 300 kalori per harinya. Pada tahap ini kalori dibutuhkan untuk pertumbuhan jaringan dan plasenta pada janin. Kalori juga bermanfaat untuk menambah volume darah dan juga cairan ketuban bagi ibu hamil.
• Piridoksin atau vitamin B6 bermanfaat bagi ibu hamil untuk membantu metabolisme guna memproduksi asam amino, lemak, sel darah merah serta pembentukan karbohidrat. Kebutuhan vitamin B6 ini harus tercukupi sebanyak 2,2 miligram per harinya.
• Yodium sangat dibutuhkan oleh ibu hamil dalam trimester ini. Yodium berfungsi untuk membentuk senyawa tiroksin yang bermanfaat untuk mengontrol metabolisme pembentukan sel baru. Kekurangan senyawa ini dapat mengganggu pertumbuhan otak bayi dan berpotensi menyebabkan janin tumbuh kerdil. Idealnya mengonsumsi yodium sebanyak 175 mikrogram per harinya.
• Dalam trimester ketiga kebutuhan akan vitamin B1, B2 dan B3 harus ditingkatkan. Vitamin ini berfungsi untuk membantu mengatur metabolisme dari sistem pernap asan janin dan juga pembentukan energi bagi janin. Dalam seharinya ibu hamil dituntut untuk mengonsumsi vitamin B1 sebanyak 1,2 miligram, vitamin B2 sebanyak 1,2 miligram sedangkan vitamin B3 sebanyak 11 miligram.
Masalah Gizi pada Ibu Hamil
Kekurangan Energi Kronis (KEK)
Anemia
Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY)
Ibu hamil yang kekurangan energi kronis dengan ukuran lingkar lengan atas (Lila) < 23,5cm mempunyai (faktor resiko kesakitan yang lebih besar terutama pada trisemester III kehamilan, akibatnya mempunyai resiko lebih besar untuk melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), pendarahan, dan kematian saat persalinan.
Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin (Hb) < 11 gr% pada trimester I dan III sedangkan pada trimester II kadar hemoglobin < 10,5 gr%. Anemia selama kehamilan memerlukan perhatian serius karena berpotensi membahayakan ibu dan anak. Anemia selama kehamilan dapat berakibat fatal, memiliki efek negatif pada kapasitas kerja, motorik dan perkembangan mental pada bayi, anakanak, dan remaja. Pada ibu hamil, anemia dapat menyebabkan BBLR, kelahiran prematur, keguguran, partus lama, atonia uteri dan menyebabkan perdarahan serta syok
Kekurangan yodium ( <220mcg/hari) pada ibu hamil menyebabkan abortus, lahir mati, kelainan bawaan pada bayi, meningkatnya angka kematian perinatal dan melahirkan bayi kretin. ibu hamil penderita GAKY meskipun masih pada tahap ringan dapat berdampak buruk pada perkembangan kecerdasan anak
Masalah Gizi pada Ibu Hamil
Kehamilan dengan Hipertensi
Diabetes Gestasional
Keadaan tekanan darah tinggi (140/90 mmHg) yang dialami seorang ibu hamil pada masa kehamilan yang meliputi hipertensi, proteinuria, dan edema. Biasa dialami oleh ibu hamil yang berusia 20-35 tahun dengan usia kehamilan 20 minggu, lapisan sosial ekonomi tingkat bawah, dan malnutrisi. Ibu hamil yang sering mengeluh sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut bagian atas (ulu hati), penurunan nafsu makan, rasa mual, dan muntah dapat dicurigai hipertensi. Berakibat pada kematian dan kesakitan ibu, bayi prematur, BBLR, gangguan nafas dan aliran darah serta pertumbuhan janin terhambat.
Kondisi tingginya gula darah (gds >200mg/dL, gdp >125mg/dL, dan gdpp >180mg/dL) selama masa kehamilan 28 minggu atau di trimester ketiga. dan biasanya hilang setelah melahirkan. Ditandai dengan sering buang air kecil malam hari, rasa haus dan lapar berlebihan, rasa lelah dan penglihatan terganggu.
Faktor penyebabnya obesitas, adanya riwayat DM, hamil di usia tua dan riwayat aborsi. Dampak dari penyakit ini pada bayi yaitu bayi lahir prematur, lahir mati, hiperbilirubinemia, hipoglikemia dan makrosomia. Dampak pada ibu terjadi komplikasi proses persalinan.
IBU MENYUSUI
DEFENISI
• Menyusui proses pemberian susu kepada bayi atau anak kecil dengan air susu ibu (ASI) dari payudara ibu.
• Gizi ibu menyusui makanan yang mengandung zat zat gizi yg
dibutuhkan oleh tubuh selama masa menyusui dalam meningkatkan
produksi ASI sebagai makanan bayi
KEBUTUHAN GIZI IBU & BAYI
a. Energi
Kebutuhan energi meningkat 500 sampai 600 kcal perhari selama 1 tahun pertama menyusui.
Rekomendasi ini berdasarkan kebutuhan total wanita dewas dan proses penyusuan.
Penambahan kalori diperlukan untuk cadangan lemak, pertumbuhan payudara, pertumbuhan bayi yang disusui, dan peningkatan BMR.
Untuk menghitung kebutuhan kalori pada
ibu menyusui Harris-Bennedict
b. Protein
Tambahan protein diperlukan untuk mendukung pertumbuhan payudara dalam pembentukan ASI.
Kebutuhan protein selama 1 tahun pertama menyusui bertambah 17 sampai 20 g per hari dari kebutuhan wanita dewasa, jadi sekitar 67 sampai 70 g protein per hari.
KEBUTUHAN GIZI IBU & BAYI
c. Lemak
Asam lemak sangat esensial untuk pertumbuhan payudara dan sintesis prostaglandin.
Kebutuhan asam lemak esensial meningkat menjadi 4,5% dari total kalori.
Kebutuhan lemak dapat dipenuhi 25- 30% dari total kalori sesuai dengan keadaan ibu.
KEBUTUHAN GIZI IBU & BAYI
d. Karbohidrat
Kebutuhan karbohidrat dapat ditentukan dengan menghitung sisa kebutuhan kalori setelah dikurangi lemak dan protein.
Bentuk karbohidrat perlu diperhatikan apabila ibu mengalami gangguan metabolisme karbohidrat, seperti diabetes gunakan karbohidrat yang rendah glikemik load.
KEBUTUHAN GIZI IBU & BAYI
a. Asam folat
Folat berperan dalam sintesis DNAsangat esensial untuk proses penyusuan.
Defisiensi folat menyebabkan penurunan laju sintesis DNA dan aktifitas mitosis dalam sel individual anemia megaloblastik
Asam folat pada masa konsepsi dapat menurunkan risiko kejadian NTD, dan menurunkan risiko 72% kejadian bayi lahir dengan NTD pada ibu yang sebelumnya melahirkan bayi NTD.
Ibu yang sebelumnya melahirkan bayi NTD mempunyai risiko 2-10% untuk melahirkan bayi NTD lagi.
KEBUTUHAN GIZI IBU & BAYI
b. Asam Askorbat
Direkomendasikan tambahan 10 mg/hari dari kebutuhan asam askorbat untuk wanita menyusui.
Defisiensi asam askorbat tidak berhubungan dengan outcome penyusuan.
Kadar asam askorbat plasma = volume ASI.
Asam askorbat juga bermanfaat untuk meningkatkan absorbsi besi di usus.
KEBUTUHAN GIZI IBU & BAYI
Susunan menu harus seimbang,
Dianjurkan minum 8-12 gelas/hari,
Menghindari makanan yang banyak bumbu,
Menghindari makanan yang terlalu panas/dingin,
Tidak menggunakan alkohol,
Konsumsi sayuran berwarna hijau, kuning, orange, ungu dll
PRINSIP PEMBERIAN MAKANAN BUSUI
Jenis makanann yang harus dihindari
a. Alkohol dampak yang buruk terhadap perkembangan saraf bayi. Bayi akan tampak lemas, lunglai, mengantuk, dan tidur lebih lama. Selain itu alkohol juga terbukti dapat mengurangi jumlah ASI yang diproduksi ibu.
b. Minuman berkafein (kopi, soda, dan teh) bayi menjadi susah tidur dan rewel, selain itu kafein juga terbukti dapat menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan bayi.
PRINSIP PEMBERIAN MAKANAN BUSUI
Jenis makanann yang harus dibatasi
d. Kubis, brokoli dan paprika menghasilkan gas dan membuat kembung menyebabkan saluran pencernaan bayi menjadi tidak nyaman.
e. Buah-buahan yang mengandung sitrus seperti jeruk, lemon, dan pedas dapat menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan bayi.
f. Produk olahan dengan bahan dasar susu, kedelai, gandum, telur, kacang-kacangan, jagung seperti es krim, keju, yogurt pada beberapa bayi dapat menimbulkan gejala alergi seperti diare, bercak kemerahan, sakit perut, dan muntah.
g. Pepermint, petersely, parsley yang merupakan campuran pada teh, sop, obat-obatan herbal mengurangi produksi ASI
1.Anemia zat gizi besi def zat besi (Fe) dan asam folat.
Hal ini berkaitan dengan pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah.
Ibu menyusui membutuhkan 280 mikrogram per hari.
MASALAH GIZI PADA IBU MENYUSUI
Penyebab langsung & tidak langsung defisiensi
• Jumlah Fe dalam makanan tidak cukup.
• Kualitas & kuantitas makanan kurang.
• Sosial ekonomi rendah.
• Penyerapan zat besi dalam tubuh rendah.
• Komposisi makanan kurang beraneka ragam.
• Terdapat zat penghambat penyerapan zat besi minum tablet besi dengan tablet Kalsium
• Defisiensi vitamin C.
• Kebutuhan zat besi yang meningkat.
• Kehilangan darah.
2. Kekurangan vitamin A
Pemberian suplementasi vitamin A setiap minggunya, sebelum kehamilan, pada masa kehamilan serta setelah melahirkan akan menaikkan konsentrasi serum retinol ibu sehingga menurunkan penyakit rabun senja, serta menurunkan mortalitas yang berhubungan dengan kehamilan hingga 40%.
Bayi sangat bergantung pada vitamin A yang terdapat dalam ASI.
Anak-anak yang sama sekali tidak mendapatkan ASI akan berisiko lebih tinggi terkena Xeropthalmia.
Cara untuk mengatasi defisiensi vitamin A pada ibu menyusui dapat di lakukan dengan menambah asupan makanan yang mengandung vitamin A diantaranya adalah wotel, pepaya, tomat.
MASALAH GIZI PADA IBU MENYUSUI
3. Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKY)
Def yodium dapat mengakibatkan pengaruh negatif pada sistem otak dan syaraf bayi dan menghasilkan IQ lebih rendah.
Asupan harian yodium ibu menyusui yang harus dipenuhi adalah 250 mg per hari makanan laut dan garam beryodium
MASALAH GIZI PADA IBU MENYUSUI
4. Kurang energi protein (KEP)/protein energi malnutrition (PEM)
Protein membentuk hormon oksitosin dan prolaktin yang sangat berperan dalam proses laktasi.
KEP pd bayi gangguan pertumbuhan, muncul gejala klinis dan kelainan biokimiawi yang khas.
KEP pd ibu menyusui proses pemulihan lama, kualitas dan kuantitas ASI menurun, ibu kehilangan berat badan.
KEP dapat di cegah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung protein seperti kacang-kacangan, tempe, tahu, daging, ikan,dan telur.
MASALAH GIZI PADA IBU MENYUSUI
5. Kekurangan Kalsium dan vitamin D
Kebutuhan kalsium meningkat selama menyusui memproduksi ASI yang mengandung kalsium tinggi.
Fungsi utama vitamin D pada ibu menyusui adalah membantu pembentukan dan pemeliharaan tulang bersama vitamin A dan C.
MASALAH GIZI PADA IBU MENYUSUI
Def. kalsium pengeroposan tulang dan gigi ibu karena cadangan kalsium dalam tubuh ibu di gunakan untuk produksi asi.
Dianjurkan konsumsi sumber
hewani yang merupakan sumber
utama vitamin D dalam bentuk
kolekalsiferol, yaitu kuning telur,
hati, krim, mentega dan minyak
hati-ikan.
BAYI
DEFENISI
• Bayi adalah sebutan untuk anak usia 0-1 tahun dan makhluk hidup yang baru saja dilahirkan dari rahim ibu.
• Masa dengan laju pertumbuhan tercepat dibanding usia setelahnya
TUMBUH
KEMBANG
BAYI
KEBUTUHAN GIZI BAYI
KARBOHIDRAT
• Karbohidrat menyusun 45-65% total kalori ASI atau berkisar 130
gr/hari.
• Karbohidrat dalam ASI sebagian besar berupa laktosa.
PROTEIN
• Protein dalam ASI memenuhi 5-20% dari total kalori ASI atau berkisar 13 gr/hari.
• Protein dibutuhkan utk tumbuh kembang
• Kelebihan protein dpt mengakibatkan
dehidrasi, demam, diare, dan asidosis pd bayi
prematur
LEMAK
• 30-40% dari total kalori ASI tersusun atas lemak.
• Lemak dibutuhkan untuk mendukung
perkembangan saraf otak dan saraf pd organ tubuh lainnya.
• Jenis lemak trans tdk diperbolehkan
dikonsumsi terlalu tinggi oleh bayi >6 bulan
Rekomendasi kebutuhan makronutrien pada bayi didasarkan pada kandungan gizi ASI per 100 ml.
KARBOHIDRAT
• Menyuplai energi untuk pertumbuhan, fungsi tubuh dan aktivitas
• Membentuk jaringan tubuh yang baru bersama protein
• Building blocks untuk komponen tubuh yang esensial
• Sebagai sumber utama energi untuk beraktivitas sedangkan protein dan lemak dibutuhkan untuk fungsi tubuh yang esensial seperti pembentukkan dan perbaikan jaringan.
ENERGI
Tujuan pemenuhan kebutuhan gizi pada bayi, antara lain untuk:
Memberikan zat gizi yang cukup bagi kebutuhan
hidup (untuk pemeliharaan dan
pemulihan serta peningkatan
kesehatan)
Pertumbuhan dan perkembangan
fisik dan psikomotor
Melakukan aktivitas fisik
Estimasi kebutuhan energi pada bayi (0-24 bulan)
usia Jenis kelamin Energi (kkal/hari) 0 – 6 bulan Laki-laki
Perempuan
472 – 645 438 – 593 6 – 12 bulan Laki-laki
Perempuan
645 – 844 593 – 768 1 – 2 tahun Laki-laki
Perempuan
844 – 1050 768 – 997
Internasional of Medicine (IOM) (2002) menggunakan persamaan untuk menghitung total pengeluaran energi (energi expenditure) dan menghasilkan nilai kebutuhan energi. Persamaan
tersebut adalah sebagai berikut:
[89 x BB (kg) – 100] + 175 kkal
Modifikasi kebutuhan energi dibutuhkan berdasarkan
kebutuhan individual dan grafik pertumbuhan. Terdapat rumus perhitungan basal metabolic rate (BMR) pada bayi dan balita:
Rumus Persamaan (kkal) Keterangan oxford BMR= 61 (BB)kg – 33,7
BMR=23,3 (BB)kg + 514 BMR=58,9 (BB)kg – 23,1 BMR=20,1 (BB)kg + 507
laki-laki usia 0 – 3 tahun Laki-laki usia 3 – 10 tahun Perempuan usia 0 – 3 tahun Perempuan usia 3 – 10 tahun
KEBUTUHAN VITAMIN PADA MASA BALITA
• Pertumbuhan sel-sel epitel
Vitamin A
• Metabolisme karbohidrat dan keseimbangan air dalam tubuh
Vitamin B1
• Proses oksidasi dalam sel-sel
Vitamin B2
• Pembentukkan sel-sel darah merah
Vitamin B6
• Aktivator berbagai fermen perombak protein dan lemak serta pembentukkan trombosit
Vitamin C
• Memperbesar penyerapan kalsium dan fosfor dari usus
Vitamin D
• Mencegah perdarahan dan pembelahan sel
Vitamin E
• Pembentukan protrombin dlm proses pembekuan darah
Vitamin K
PEMBERIAN MAKAN
ASI Susu
Formula MP-ASI
ASI (Air Susu Ibu)
• Protein ASI berupa kasein (40%) dan whey (60%)
• Kandungan ASI terdiri dari:
• Protein whey melindungi bayi dari infeksi
• Laktoferin mengikat zat besi
• Imunoglobulin A (Ig A) melindungi saluran cerna bayi dari infeksi
• Enzim lisozim merusak membran sel bakteri
• Bakteri baik (L. Bifidus) yang membuat suasana asam dalam saluran cerna bayi sehingga menghambat pertumbuhan bakteri patogen
Pedoman pemberian makan bayi usia 6-23 bulan
yang mendapat ASI
SUSU FORMULA
• Komposisi susu formula bayi harus mengikuti aturan Codex Alimentarius atau Badan Pengawas Obat (BPOM) dan hanya dapat diberikan kepada bayi atas indikasi medis.
(WHO 2009)
• Codex Alimentarius dan European Society for Pediatric Gatroenterology Hepatology and Nutrition (EPSGHAN) Committe on Nutrition membagi formula bayi dalam 3 jenis, yaitu:
• Formula awal harus dapat memenuhi kebutuhan energi dan zat-zat gizi esensial bagi bayi sampai umur 1 tahun
• Formula lanjutan dpt diberikan mulai dari umur 6 bulan dan bersama-sama dengan MP-ASI
• Formula utk tujuan medis meliputi formula untuk bayi prematur, alergi susu sapi, kelainan metabolisme bawaan, dan formula khusus gg. Saluran cerna
MP-ASI
• Diberikan setelah bayi berusia 6 bulan karena ASI tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi.
• Tujuan pemberian MP-ASI:
• Memenuhi kebutuhan gizi bayi
• Mengembangkan kemampuan bayi untuk menerima berbagai macam makanan dgn berbagai rasa dan tekstur
• Mengembangkan kemampuan bayi untuk mengunyah dan
menelan
HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DLM PEMBERIAN MP-ASI
• Memilih bahan makanan utama dengan sumber tinggi zat besi
• Memilih beras sebagai salah satu sumber karbohidrat karena bersifat hipoalergenik
• Telur dpt diberikan saat usia 1 tahun
• Makanan selingan dapat diberikan 2x sehari seperti bubur kacang
hijau dan biskuit
1. KEP 2. KVA
3. Anemia gizi besi 4. GAKI
5. Karies Dentis 6. Obesitas
7. Alergi
MASALAH GIZI
GIZI LEBIH (OBESITAS)
• Anak yang mengalami obesitas mempunyai kemungkinan obesitas yang lebih besar pd masa pubertas dan dewasa kelak.
• Obesitas bersifat multifaktor: genetik, gaya
hidup tidak baik, dan pola makan kurang baik
KARIES GIGI
• Gigi susu berisiko mengalami gangguan karies dini yang diakibatkan oleh konsumsi ASI, susu formula, jus, atau minuman lain yang di minum melalui botol.
• Pemberian makanan/minuman manis dgn botol pd bayi lebih dari
3x/hari atau lebih dari 1 jam pada waktu makan dapat menyebabkan
karies dini
GAKY
• Kekurangan yodium berpengaruh pd tingkat
IQ dan tumbuh kembang anak
DEFISIENSI VITAMIN E
• Kekurangan vitamin E terjadi pada anak yg menderita gg. Penyerapan lemak (fibrosis kistik)
• Pemberian zat besi yang berlebihan dapat menyebabkan defisiensi vitamin E
• Bayi prematur yang menderita kekurangan vitamin E, pada usia 6-10 minggu bisa mengalami kelemahan otot disertai anemia hemolitik.
• Kekurangan vitamin E menyebabkan retinopati pada prematuritas dan akan semakin memburuk jika bayi terkena oksigen kadar tinggi dalam inkubator
• Anak-anak penderita malabsorpsi usus bisa mengalami kekurangan vitamin E yang berat
• Kadar vitamin E pada neonatus saat di dalam kandungan hanya sedikit dipengaruhi oleh asupan vitamin E ibu melalui transfer plasental, mengakibatkan bayi baru lahir mempunyai kadar yang rendah.
• Bayi prematur mempunyai risiko kekurangan vitamin E karena kapasitas absorbsi lemak yang terbatas. Air susu ibu (ASI), terutama kolustrum mengandung vitamin E konsentrasi tinggi.
DEFISIENSI VITAMIN K
• Bayi baru lahir cenderung mengalami defisiensi vitamin K karena cadangan vitamin K dalam hati relatif masih rendah, sedikitnya transfer vitamin K melalui tali pusat, rendahnya kadar vitamin K pada ASI, dan saluran pencernaan bayi baru lahir yang masih steril.
• Kekurangan vitamin K berisiko tinggi bagi bayi sehingga mengakibatkan Vitamin K Deficiency Bleeding (VKDB).
• Penyakit hemoragik pada BBL biasanya terjadi pada hari ke 1-7. gejalanya berupa perdarahan dalam kulit, lambung, dan dada.
VKDB bisa timbul lagi pada usia 1-3 bulan.
• Penyakit VKDB berhubungan dengan malabsorpsi dan penyakit hati.
• Faktor risiko terjadinya VKDB antara lain:
• ibu mengkonsumsi obat yang mengganggu metabolisme vitamin K selama kehamilan seperti obat anti-kejang hidantoin (phenitoin), antibiotik cephalosporin, serta antikoagulan kumarin (seperti warfarin)
• rendahnya sintesis vitamin K oleh bakteri usus
• gangguan fungsi hati (kolestasis)
• sindrom malabsorpsi, diare kronik, serta kurangnya asupan vitamin K pada bayi yang mendapat ASI eksklusif.
• Untuk pencegahan VKDB, dianjurkan untuk memberikan suntikan vitamin K melalui otot dalam waktu 1 jam stlh bayi lahir. Pemberian lewat mulut tidak dianjurkan.
• Suatu keadaan yang disebabkan oleh tidak adekuatnya asupan vitamin C (asam askorbat) karena pemakaian susu formula yang mengandung sedikit vitamin C.
Penyakit ini timbul pada usia 6-12 bulan
Skurvi Infantil
SKURVI INFANTIL
GEJALA YANG DITIMBULKAN:
Rewel, nafsu makan buruk, BB tidak bertambah
Jika digerakkan, nyeri akibat perdarahan di bawah lapisan tipis pd jaringan pembungkus tulang.
Di usia balita perdarahan terdapat dibawah kulit, gusi disekeliling gigi yg sedang tumbuh berdarah
Vitamin C penting untuk pembentukan jaringan ikat, skurvi bisa menyebabkan kelainan pada tulang rusuk dan pada
tulang panjang tungkai. Skurvi juga menyebabkan terganggunya proses penyembuham luka