• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. IDENTIFIKASI MASALAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "2. IDENTIFIKASI MASALAH"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

8

Universitas Kristen Petra   2. IDENTIFIKASI MASALAH

2.1 Studi Literatur

2.1.1 Integrated Marketing Communication

Dalam bahasa Indonesia, Integrated adalah integrasi, yang merupakan proses mengkoordinasikan berbagai tugas, fungsi, dan bagian-bagian sedemikian rupa dapat bekerja sama dan tidak saling bertentangan dalam pencapaian sasaran dan tujuan (Sapto 17). Jadi, kata kunci dari integrasi adalah kesamaan pencapaian sasaran dan tujuan.

Berangkat dari pemahaman di atas, jika pemasaran telah dipandang dan didudukkan secara strategis dalam proses bisnis, dengan mengingat bahwa komunikasi merupakan determinant factor dari pemasaran, bahkan menurut pandangan Shimp (2003) dengan menguntip pemikiran Schultz, Tannebaum, dan Lauterborn (Schultz 46), telah mengklaim bahwa pemasaran di era informasi ini adalah komunikasi dan komunikasi adalah pemasaran, di mana keduannya tidak pernah bisa dipisahkan. Selain itu, faktor kunci dalam memasarkan produk adalah komunikasi. Berangkat dari pernyataan ini, Burnett, Moriarty kemudian mendefinisikan komunikasi pemasaran adalah elemen dari marketing mix yang digunakan untuk mengomunikasikan berbagai elemen penting lainnya dalam pemasaran untuk meningkatkan kemungkinan pembelian konsumen.

Communication dalam bahasa Indonesia adalah komunikasi, yang berarti suatu proses penyampaian pesan (ide dan gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain dengan tujuan agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya.

Menurut Schultz dan Schultz, Integrated Marketing Communication adalah suatu proses strategis dalam bisnis yang digunakan untuk merencanakan, membangun, mengeksekusi dan mengevalusai pengoordinasian, pengukuran, persuasi program komunikasi merek sepanjang waktu dengan konsumen, pelanggan, prospek, dan sasaran lain, khalayak internal dan eksternal yang relevan

(2)

9

Universitas Kristen Petra   2.1.2 Strategi Integrated Marketing Communication

Buku yang berjudul Marketing Communication, Kennedy dan Soemanagara mengatakan bahwa strategi Marketing Communication dapat menghindarkan perusahaan dari kerugian akibat kegiatan promosi yang tidak efektif dan efisien. Dari analisa beberapa sumber, disimpulkan salah satu kegiatan promosi yang efektif dan efisien adalah konsep bauran komunikasi pemasaran (Kartajaya 15). Bauran tersebut merupakan gabungan dari lima macam komunikasi dalam pemasaran yaitu advertising, public relations, personal selling, dan direct Response, sales promotion.

Menurut Kotler, bauran pemasaran yang terdiri dari Product, Price, Promotion, dan Place (Four of Ps) tak lagi cukup diterapkan begitu saja, akan tetapi harus dikaitkan dengan aplikasi pemasaran berupa customer solution, costumer cost, convenience, dan communication (Four of Cs). Product adalah jawaban dari customer solution artinya, perusahaan membuat produk yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Price adalah harga yang ditentukan oleh costumer cost, artinya harga produk selain ditentukan oleh harga bahan baku, juga harus disesuaikan dengan kemampuan daya beli konsumen. Place dan Convenience adalah penempatan lokasi pemasaran yang tepat dengan tempat berkumpulnya target konsumen agar dapat mencapai hasil penjualan maksimal, konsumen terpuaskan, dan waktu yang dipakai tidak terbuang sia-sia. Sedangkan promotion dan communication berkaitan dengan cara promosi yang dipakai agar terjadi komunikasi langsung maupun tidak langsung antara pihak produsen dengan konsumen atau sebaliknya.

2.1.2.1 Advertising

Dalam buku Integrated Marketing Communication : Strategic Planning Perspective, advertising adalah tindakan persuasif dari komunikasi marketing yang didesain untuk menghasilkan respon positif dari target market yang telah ditentukan sebelumnya (Tuckwell 4). Sedangkan advertising menurut Jefkins dalam buku Periklanan, “pesan penjualan persuasif yang diarahkan kepada calon pembeli yang paling potensial atas produk barang dan jasa tertentu dengan biaya yang semurah-murahnya”. Sehingga iklan yang dilaksanakan tersebut akan dibayar oleh para konsumen yang membeli produk dengan harga tertentu.

(3)

10

Universitas Kristen Petra  

(Jefkins 5)

Sebelum memastikan tujuan dari advertising dapat tercapai, maka ada beberapa perhatian yang harus diperhatikan, yaitu:

• Produk yang ditawarkan dapat diterima oleh pasar dan calon konsumen.

• Harga yang ditawarkan untuk produk sudah sesuai dengan nilai yang didapat oleh konsumen.

• Konsumen dapat dengan mudah mendapatkan produk setelah tertarik terhadap iklan produk yang ditawarkan.

2.1.2.2 Personal Selling

(Tuckwell 311) menjelaskan bahwa personal selling adalah penjualan yang bersifat dua arah antara pembeli dan penjual dalam satu waktu tertentu secara langsung tatap muka, dimana dalam personal selling melibatkan proses terjadinya pembelian. Isi pesan dari personal selling meliputi fitur produk, keunggulan produk, jenis produk dan penawaran spesial. Tatap muka secara langsung dengan pembeli adalah keunggulan dari personal selling.

2.1.2.3 Direct Response

Direct response adalah iklan dimana pengiklan mengharapkan respons secara langsung. Pengiklan ingin agar orang menghubungi sebagai respons dari pembaca, mendengar atau melihat iklan yang dipasang (Sugars 43)

Sedangkan direct response menurut Tuckwell dalam buku Integrated Marketing Communication : Strategic Planning Perspective, merupakan proses pendistribusian sebuah pesan kepada target audience secara personal. Direct yang berarti langsung dari perusahaan kepada individu tertentu atau calon pembeli dari perusahaan (Tuckwell 168).

2.1.2.4 Public Relations

Salah satu tugas dari public relations adalah menempatkan pesan pada suatu media tanpa membutuhkan biaya dan hasil dari penempatan pesan tersebut

(4)

11

Universitas Kristen Petra   adalah bonus. Di samping itu, public relations juga harus dapat mengatasi krisis yang melanda perusahaan, seperti pemogokan kerja , demo, bencana alam hingga permasalahan internal pengambil alihan saham perusahaan. (Tuckwell 253) menjelaskan bahwa public relations adalah kegiatan komunikasi yang memiliki tujuan untuk menciptakan kesamaan pemahaman melalui edukasi pengetahuan.

Keberhasilan dalam public relations tergantung dari informasi yang disampaikan harus bersifat nyata sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, dapat dipertanggu jawabkan dan tidak memihak. Juga telah mengemukakan bahwa public relations digunakan untuk membangun kepercayaan dan penerimaan dari masyarakat.

Selain itu, pesan yang diperoleh dari public relations diyakini akan dapat mempengaruhi opini dan permintaan dari suatu kelompok masyarakat.

2.1.2.5 Sales Promotion

Sales promotion menurut (Tuckwell 221) adalah suatu kegiatan yang memberikan insentif atau imbalan untuk menghasilkan respons tanggapan langsung dari pelanggan, distributor, dan organisasi tenaga penjualan. Sales promotion dapat dikerjakan dengan menggunakan permainan dan hadiah untuk diikutsertakan dalam promosi penawaran suatu produk kepada calon pelanggan.

Berbagai macam contoh jenis sales promotion , seperti kupon, voucher, undian tanpa syarat dan sayembara, hadiah dalam kemasan, kartu bergambar, dan lain- lain. Berkembangnya sales promotion diharapkan dapat mendatangkan penjualan secara langsung dan sales promotion bersifat agresif, sehingga sales promotion ini dilakukan oleh para produsen dan distributor untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan laba (Jefkins 151).

2.1.3 Interactive Communication

Definisi interactive communication adalah bagaimana suatu perusahaan dapat menyampaikan pesan komunikasi sebuah produk kepada pelanggannya atau cara bagaimana penggunaan produk melalui customer relationship marketing (CRM) (Tuckwell 191). Sementara itu penjelasan lain mengenai pengertian interactive communication adalah saluran baru untuk direct marketing yang

(5)

12

Universitas Kristen Petra   bersifat elektronik. Internet memudahkan pengiklan untuk berinteraksi lebih baik dengan konsumen dan menanyangkan iklan yang lebih personal terhadap konsumen (Kotler 419). Pada penerapannya interactive communication terdapat keuntungan dan juga kerugian yang dijelaskan sebagai berikut:

Keuntungan:

1. Perusahaan dapat mengirimkan pesan yang mengajak konsumen untuk tertarik terhadap produk berdasarkan keinginan dan perilaku konsumen.

2. Pesan yang berisi produk dapat ditayangkan kepada konsumen dengan data yang sesuai berdasarkan kata kunci produk, topik yang berhubungan dengan produk.

Kerugian :

1. Konsumen dapat dengan mudah menghilangkan atau menutup iklan yang didapat hanya dengan satu untuk selamanya.

2.1.4 Event Marketing and Sponsorships

Event Marketing and Sponsorships menurut (Tuckwell 280) adalah dua hal aktifitas komunikasi yang berbeda dalam pemasaran. Pengertian lainnya sponsorships adalah kegiatan perusahaan dalam memberikan dukungan kepada suatu event berupa bentuk uang, hadiah, trofi atau dukungan lain kepada pihak penyelenggara event agar keuangan tetap lancar. Tetapi pada umumnya sponsor diberikan oleh perusahaan untuk mendapatkan keuntungan dibidang pemasaran, public relations atau periklanan (Jefkins 171). Melakukan sponsorship pada suatu event menawarkan peluang yang sangat baik bagi pelanggan dan staf. Satu hari menyelenggarakan lomba atau sejenisnya bisa menjadi katalisator yang bermanfaat untuk membangun hubungan atau memotivasi untuk perusahan tersebut.

2.1.5 Target Market

Targeting adalah kegiatan untuk mengevaluasi ketertarikan setiap konsumen dalam suatu segmen sasaran yang didasari oleh luasnya pasar antara pembeli aktual dan pembeli potensial. Targeting dilakukan untuk menemukan

(6)

13

Universitas Kristen Petra   target market. (Hasan 367) Target Market adalah sekelompok orang yang dijadikan sasaran pemasaran produk karena memiliki kebutuhan yang (diasumsikan) sama terhadap suatu produk. Pasar sasaran inilah yang menjadi dasar penyusunan strategi pemasaran, baik dari segi strategi produk, harga, distribusi maupun promosi.

2.1.6 Perilaku Konsumen

Perilaku Konsumen adalah memahami karakteristik konsumen sehingga dapat diperoleh data tentang perilaku konsumen dalam memilih, membeli, dan menggunakan produk sesuai dengan kebutuhannya. Perilaku konsumen sangat penting dalam upaya menciptakan iklan yang tepat serta menghasilkan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen.

2.1.7 Merek

Merek adalah kombinasi dari nama, tanda, simbol atau desain untuk mewakili suatu produk dan dijadikan sebagai merek dagang yang membedakan dengan pesaing. Merek yang baik dapat mewakili kualitas dari suatu produk dengan keunikan yang khas, memberi manfaat langsung maupun tidak langsung kepada konsumen, mudah dikenali, diingat dan diucapkan serta mengandung makna positif dalam bahasa (Hasan 152). Terdapat tingkat kesadaran merek terhadap perilaku konsumen, yaitu :

1. Brand unawareness

Konsumen belum mengetahui adanya merek suatu produk di pasar.

2. Brand recognition

Konsumen pernah mendengar merek tersebut, tetapi perlu diingatkan lagi melalui iklan atau pelayanan untuk dapat mengenal merek kembali.

3. Brand recall

Konsumen tidak perlu diingatkan kembali melalui iklan, sehingga konsumen hanya perlu sedikit dibantu mengingat merek tersebut.

4. Top brand of mind

(7)

14

Universitas Kristen Petra   Konsumen dapat mengingat merek dengan jelas bahkan dapat menjelaskan gambaran tentang merek tersebut.

5. Dominance brand of mind

Konsumen mengingat dan menggunakan hanya satu merek tunggal.

2.1.8 Sejarah Crayon

Crayon adalah istilah yang digunakan untuk menyebut suatu lilin (wax) berwarna, arang, kapur atau material lain yang digunakan untuk menulis, mewarnai, dan menggambar. Crayon telah lama digunakan oleh masyarakat luas sejak ditemukan oleh pendiri perusahaan Crayola LLC, Binney dan Smith pada akhir tahun 1800-an. Crayola LLc adalah perusahaan pertama yang memproduksi crayon di dunia. Istilah crayola diberikan oleh istri Edwin Binney yang bernama Alice. Istilah ini berasal kata dalam bahasa Prancis, Craie yang berarti kapur dan ola yang berarti berminyak. Komponen utama krayon adalah pigmen warna dan lilin parafin.

Adapun proses crayon di perusahaan Crayola LLC adalah: Mencampur dan memanaskan pigmen warna dan lilin parafin sampai mencair. Cairan pada suhu 82° yang terbentuk dituangkan dalam cetakan krayon berbentuk lubang- lubang. Cetakan ini kemudian didinginkan dengan cairan dan air pada suhu 13° kemudian dibiarkan selama 3 sampai 9 menit sehingga crayon menjadi padat.

Satu cetakan dapat mencetak 1200 buah crayon sekali cetak dengan berat total kira-kira 40 pound. Untuk melepaskan crayon dari cetakan digunakan sebuah pompa hidrolik. Kelebihan lilin dan crayon yang rusak dapat dilelehkan kembali dan diproses menjadi crayon lagi. Binney dan Smith juga menggunakan cetakan injeksi yang dapat mencetak 2,4 sampai 6,4 juta crayon perhari.

Produk crayon merek Crayola pertama dijual dalam kemasan nikel pada tahun 1903. Satu kotak nikel hanya berisi delapan crayon yang warnanya berbeda- beda. Jadi, dalam satu boks hanya terdiri dari delapan warna crayon, yaitu hitam, biru, coklat, hijau, orange, ungu, merah, dan kuning. Di tahun 1957, barulah warna crayon diperkaya menjadi 40 warna. Saat ini sudah lebih dari 120 warna crayon yang dipasarkan umum. Tidak hanya makin bervariasi warnanya, crayon juga sudah dikemas dalam berbagai bentuk dan memiliki karakter yang sudah

(8)

15

Universitas Kristen Petra   sangat beragam. Saat ini sudah ada crayon yang goresannya seperti menyala dalam gelap (glow in the dark). Ada juga crayon yang aromanya wangi seperti parfum. Ada juga crayon yang dibuat berkelap-kelip dengan dicampur glitter.

Dalam perkembangannya produk ini memang cepat sekali populer. Sifatnya yang tidak berdebu menjadi sangat digemari para guru di Amerika untuk menulis atau melukis di depan kelas. Murid-murid sekolah juga sangat suka sekali karena memang tidak kotor di tangan. Brand Crayola pun sempat menjadi merek yang sangat luas dikenal masyarakat dunia. Saat ini brand tersebut sudah menghadapi banyak perusahaan lain pembuat crayon.

2.1.9 Definisi Crayon

Crayon adalah alat untuk menggambar atau melukis yang terbuat dari lilin.

Sebuah crayon dibuat dari kapur yang diminyaki disebut sebagai pastel. Crayon adalah alat pelengkap untuk menggambar yang digunakan di sekolah-sekolah di seluruh dunia. Crayon cukup popular karena mudah digunakan untuk untuk bekerja, tidak kotor (seperti halnya cat), tumpul, tidak beracun, dan tersedia dalam berbagai variasi warna. Selain itu crayon dengan mudah bisa dijumpai di toko- toko. Crayon sangat cocok untuk anak-anak yang ingin belajar mewarnai atau menggambar.                                                    

Ada beberapa tips dalam memilih dan menggunakan crayon, antara lain:

• Pastikan crayon berkualitas baik.

• Tidak mudah patah .

• Tidak rapuh .

• Tidak mengandung zat-zat berbahaya yang bersifat racun.

• Pastikan crayon yang akan digunakan memiliki variasi warna yang beragam seperti 24 warna, 36 warna, atau lebih.

• Pastikan bentuk batang crayon yang digunakan memiliki sudut agar tangan atau jari-jari dapat memegang dengan kuat.

(9)

16

Universitas Kristen Petra  

2.2 Identifikasi Data Perusahaan

2.2.1 Data Perusahaan

2.2.1.1 Nama Perusahaan

Nama Perusahaan adalah CV. Gamping Mas

2.2.1.2 Pengelola Perusahaan

Perusahaan ini dipimpin oleh Iskandar Pranata

2.2.1.3 Produk yang Dipasarkan

Produk utama yang dipasarkan adalah crayon

2.2.1.4 Potensi Perusahaan

Crayon Meme termasuk salah satu perusahaan Crayon di Indonesia sejak tahun 1995. Dimana pemilik akan secara langsung menjaga dan meningkatkan kualitas dari produk crayon yang dihasilkan dan harga yang sesuai dengan target market. Pada dasarnya, kebutuhan konsumen terhadap produk yang diberikan yaitu Crayon Meme adalah seperti memiliki warna yang cerah, tidak mudah patah saat digunakan, dan tidak mengandung racun sehingga aman bagi anak-anak.

Disisi lain, produk Crayon Meme ini memiliki beberapa keunggulan lainnya. Contohnya adalah produk Crayon Meme ketika digunakan warna yang satu mudah dibaurkan dengan warna yang lain ketika membuat gradasi warna, selain itu crayon tidak meninggalkan sisa-sisa ampas pada gambar dan kemasan yang digunakan memiliki desain yang kuat dan tidak mudah pecah sehingga tahan lama. Dan yang penting adalah bahwa produk Crayon Meme harus lebih meningkatkan kualitas produk sehingga memberikan kepercayaan kepada calon konsumen untuk memilih Crayon Meme sebagai alat menggambar atau melukis yang baik.

2.2.1.5 Lokasi Perusahaan

Jalan Kedung Cowek no 173 Surabaya

(10)

17

Universitas Kristen Petra   2.2.2 Strategi Marketing

Strategi Marketing yang diterapkan oleh Crayon Meme adalah dengan mengadakan event-event yang berskala kecil. Event tersebut diadakan sebagai salah satu wujud memperkenalkan produk Crayon Meme kepada anak-anak dan juga melatih anak-anak untuk mengembangkan kecerdasan otak dan meningkatkan stimulasi daya imajinasi dan kreativitas melalui ajang lomba mewarnai, dan hal ini nantinya akan memberikan efek pada produk Crayon Meme sendiri.

Produk Crayon Meme sendiri pemasarannya masih belum memasuki pasar-pasar modern dan untuk saat ini masih memasuki pasar-pasar tradisional.

Untuk memperluas range market-nya Crayon Meme juga memasarkan produknya hingga luar pulau yaitu Bali.

2.2.3 Wilayah Pemasaran

Wilayah pemasaran Crayon Meme hingga saat ini masih meliputi Jawa Timur dan Pulau Bali.

2.2.4 Kegiatan Media Promosi

Kegiatan dan media promosi yang telah dilakukan oleh Crayon Meme selama ini adalah hanya sebatas mengadakan event-event berskala kecil dan membuat spanduk-spanduk.

2.2.5 Data Visual

Gambar 2.1 Contoh produk Crayon Meme

(11)

18

Universitas Kristen Petra   Gambar 2.2 Contoh variasi warna desain kemasan Crayon Meme

(12)

19

Universitas Kristen Petra   2.3 Identifikasi Data Kompetitor

2.3.1 Titi

2.3.1.1 Data Perusahaan

Titi merupakan perusahaan alat tulis salah satunya yaitu crayon yang berasal dari Korea Selatan, Seoul. Perusahaan ini telah didirikan sejak tahun 1978 oleh Kyung-In Co., Ltd. Awalnya produk yang dipasarkan adalah rautan pensil, dan pada taun 1980 perusahaan Titi baru meluncurkan produk Crayon dan Water Color.

2.3.1.2 Potensi Perusahaan

Titi saat ini telah mendirikan pabrik di China sehingga potensi perusahaan sangat besar. Dan produk-produk Titi telah tersebar di 40 negara, terutama di Eropa, Amerika, dan Asia. Selain itu Titi memiliki berbagai macam penghargaan atas produk yang dihasilkan diantaranya:

• 10 Awarded the prize of Small and Medium Business Administration

• 06 Nominated the Prospective export enterprise by S.M.B.C

• 10 Awarded the Gold prize at SISFAIR

• 09 Appointed the leading enterprise of product management

2.3.1.3 Data Produk

Perusahaan Titi tidak hanya produk crayon saja tetapi memiliki juga produk-produk lainnya seperti pencil sharpener, oil pastel, water colour, wax crayon, dan writing instruments.

2.3.1.4 Wilayah Pemasaran

Kesempatan besar bagi Titi untuk menjangkau konsumen adalah melalui pabrik yang telah beroperasi di Shanghai, China sejak November 2003. Dan produk-produk Titi telah dikelola oleh manajer Korea dan diekspor ke seluruh

(13)

20

Universitas Kristen Petra   dunia 40 negara khususnya Eropa, Amerika, dan Asia.

2.3.1.5 Potensi Pasar

Potensi pasar dari Titi sangatlah besar, karena target market-nya yang sangat luas dengan produk-produk Titi yang diekspor di 40 negara membuat jaringan distribusi produk Titi menjadi luas. Hal ini juga didukung dengan berbagai macam produk Titi yang lebih dari lima macam produk yang dipasarkan.

2.3.1.6 Data Komunikasi Yang Pernah Dilakukan

- Web

Dalam website tersebut berisikan tentang jenis-jenis produk Titi, penghargaan yang telah diraih, dan profil perusahaan. Selain itu website tersebut juga berisi tentang penjelasan-penjelasan mengenai perusahaan Titi.

2.3.1.7 Data Visual

Gambar 2.3 Logo Titi

(14)

21

Universitas Kristen Petra   Gambar 2.4 Contoh produk Crayon Titi

2.3.2 Pascola

2.3.2.1 Data Perusahaan

Pascola merupakan produk crayon dari perusahaan PT. Standartpen Indusrties di Indonesia. PT. Standartpen Indusrties didirikan oleh Jung C. Susanto merupakan perusahaan yang awalnya memproduksi alat tulis ballpoint ber merk Standart yang berdiri sejak tahun 1970, pada awalnya perusahaan ini mensuplay refill ballpoint kuningan untuk pasaran lokal Indonesia dengan nama perusahaan

“Standart Ballpoint Manufacturing Company” , pada tahun 1985 merubah nama menjadi PT.Merpati Mahkota Sarana, pengembangan lebih lanjut di tahun 2011 berubah menjadi PT. Standardpen Industries. Saat ini PT. Standartpen Industies

(15)

22

Universitas Kristen Petra   telah memproduksi tidak hanya ballpoint, tetapi juga Crayon Pascola.

2.3.2.2 Potensi Perusahaan

Saat ini Pascola merupakan produk buatan dalam negeri yang diproduksi secara keseluruhan di Indonesia, mulai dari seleksi bahan baku sampai pengemasan, semua dilakukan di Indonesia. Selain itu produk PT. Standardpen Indusrties telah memasuki pasar global dan telah diakui kualitasnya. Selain itu Standardpen terpilih menjadi Top Brand sejak 2009 hingga saat ini.

2.3.2.3 Data Produk

Alat tulis produk perusahaan ini terdiri atas 55 items, sebanyak 80 % adalah ballpoint sisanya sebanyak 20% adalah mechanical pensil, correction pen dan spidol. Jenis-jenis produknya antara lain adalah BOLDLINER PRO as a signature pen, bolpen yang di desain khusus untuk tanda tangan dan quick memo, B LIVE 0.3 bolpen dengan mata pena terkecil di Indonesia bahkan didunia, R3 dan R5 sebagai bolpen retractable serta G Soft – Generation Sofisticated bolpen yang mewakili komunitas muda untuk beauty, smart and colourfull. Dan PASCOLA product terbaru dari Bolpen Standard.

2.3.2.4 Strategi Pemasaran

Untuk strategi Pemasaran dalam lingkup lokal, Pascola sering kali mengadakan event-event yang cukup besar. Event-event tersebut diadakan sebagai ajang komunitas anak-anak kreatif yang memiliki hobi mewarnai. Dan mengikuti berbagai pameran dan kesempatan yang bertujuan memperkenalkan produk di rancah internasional.

2.3.2.5 Wilayah Pemasaran

Wilayah pemasaran yang telah dilakukan Pascola telah dipasarkan ke seluruh wilayah Indonesia, sedangkan produk Bolpen Standard telah diekspor hingga ke mancanegara yang telah diakui kualitasnya. Negara-negara yang

(16)

23

Universitas Kristen Petra   menjadi tujuan ekspor adalah Amerika Serikat, Thailand, Malaysia, Filipina, Eropa, serta Timur Tengah.

2.3.2.6 Potensi Pasar

Memiliki potensi pasar yang cukup luas hingga mencangkup ke mancanegara. Dengan banyaknya kompetitor-kompetitor lainnya, Pascola hadir dengan sering mengadakan event-event hampir disetiap bulan yang membuat target market semakin menanti event-event tersebut.

2.3.2.7 Data Komunikasi yang Pernah Dilakukan

Pascola sering mengadakan event-event yang hampir dilakukan di setiap bulan, selain itu Pascola memiliki media sosial seperti Twitter, Facebook, didalamnya berisikan kegiatan-kegiatan event yang akan diselenggarakan dan Web, didalam web tersebut berisikan mengenai info-info tentang produk perusahaan tersebut dan beberapa artikel mengenai perusahaan tersebut.

2.3.2.8 Data Visual

(17)

24

Universitas Kristen Petra  

         

Gambar 2.5 Contoh produk Crayon Pascola  

                   

(18)

25

Universitas Kristen Petra    

                                     

Gambar 2.6 Contoh poster event yang diselenggarakan

(19)

26

Universitas Kristen Petra  

2.4 Analisis Data

2.4.1 Analisis Data Observasi dan Wawancara

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, memperoleh data bahwa banyak perusahaan-perusahaan crayon yang memiliki kualitas produk dengan standart kualitas pada masing-masing perusahaan tersebut dengan target masyarakat ekonomi kelas mulai dari bawah hingga atas. Dari semua pesaing crayon Meme, Titi dan Pacola merupakan pesaing utama dengan alasan memiliki potensi pasar yang luas dan besar. Selain itu Titi dan Pascola telah dipasarkan melalui wilayah pasar-pasar modern. Sehingga sangat memungkinkan untuk memperoleh peningkatan dalam penjualan.

Sedangkan dari data wawancara mengenai Crayon Meme, dapat ditemukan:

• Memiliki warna yang cerah dan pekat pada gambar

• Crayon mudah dibaurkan oleh warna yang satu dengan warna yang lain ketika membuat grasasi warna.

• Crayon tidak mudah patah ketika digunakan

• Tidak menyisakan ampas pada gambar

• Aman ketika digunakan untuk anak-anak karena tidak menggandung racun (non toxic)

• Rata-rata masyarakat jarang mendengar atau mengetahui adanya produk crayon Meme khususnya warga Surabaya.

2.4.2 SWOT

Tabel 2.1 Analisa SWOT Meme terhadap Kompetitor

SWOT Meme Titi Pascola

Strength Memiliki warna yang pekat.

Memiliki warna yang cerah.

Memiliki warna yang cerah.

Memiliki harga yang lebih murah

dibandingkan dengan

Warna mudah dibaurkan ketika membuat gradasi

Warna mudah dibaurkan ketika membuat gradasi

(20)

27

Universitas Kristen Petra  

Titi dan Pascola . warna warna.

Memiliki berbagai - macam warna pada kemasan.

Warna yang

dihasilkan- halus pada gambar.

Memiliki aneka macam jumlah warna yang diberikan .

Tidak mudah patah saat digunakan.

Tidak menyisakan ampas pada gambar.

Weakness Warna yang dihasilkan cukup kasar pada gambar.

Kasar ketika diaplikasikan saat menggambar.

Memiliki warna yang terlalu pekat.

Memiliki warna yang tajam .

Menyisakan ampas pada gambar.

Banyak menyisakan ampas pada gambar.

Memiliki desain kemasan yang sama.

 

Opportunity Konsumen memilih harga yang lebih terjangkau

dibandingkan dengan yang lain dan dengan kualitas yang tidak mengecewakan.

Konsumen masih lebih peduli dengan brand yang sudah lama dan terkenal.

Konsumen masih terpengaruh dengan event-event yang sering diadakan.

 

Threat Sikap konsumen yang konservatif terhadap merek

Persaingan harga pasar dengan harga yang lebih

Persaingan harga pasar dengan harga yang lebih

(21)

28

Universitas Kristen Petra   crayon yang lain

dipasaran.

terjangkau. terjangkau.

Kompetitor yang sudah memiliki pelanggan yang setia.

Kompetitor lama dan baru yang terus berkembang dalam segi meningkatkan promosi

2.4.3 Kesimpulan Analisis Data

Berdasarkan pengalaman produk Meme dari tahun ke tahun yang selalu meningkatkan kualitas produknya. Potensi Crayon Meme untuk dapat dicapai dengan melalui kualitas produk yang tidak kalah dengan produk lainnya, walaupun dengan harga yang lebih murah dan perusahaan ini memiliki potensi dan keunggulan untuk dapat berkembang di pasar. Permasalahan Crayon Meme adalah kurangnya strategi promosi yang dilakukan dan sebatas produksi di wilayah pasar-pasar tradisional. Hal tersebut menyebabkan Crayon Meme kurang diketahui atau dikenal oleh masyarakat terutama di Kota Surabaya. Sehingga strategi Integrated Marketing Communication (IMC) diperlukan untuk meningkatkan Brand Awareness pada produk Crayon Meme sendiri. Dalam perancangan Integrated Marketing Communication (IMC) bertujuan untuk penciptaan suatu brand yang dapat menciptakan persepsi di benak masyarakat, selain itu untuk menyampaikan suatu pesan pada perusahaan sehingga menciptakan brand awareness dan image perusahaaan.

 

Gambar

Gambar 2.1 Contoh produk Crayon Meme
Gambar 2.3 Logo Titi
Gambar 2.5 Contoh produk Crayon Pascola  	
   	
   	
   	
   	
   	
   	
   	
   	
   	
   	
  
Gambar 2.6 Contoh poster event yang diselenggarakan
+2

Referensi

Dokumen terkait

This thesis is entitled in “ The Influence of the Application of Cooperative Learning on Students‟ Ability to Write P rocedure Text at The Tenth Grade Students of

Keberadaan TPA Bantar Gebang hingga saat ini masih menjadi persoalaan yang dilematis. Di satu sisi keberadaan TPA menjadi hal yang sangat penting dalam pengelolaan sampah di

Menjelaskan bahan kimia yang mudah terbakar di tempat kerja disertai dengan contoh-contoh kurang benar Menjelaskan bahan kimia yang mudah terbakar di tempat kerja

Hal ini berlaku 8pula bagi system perdagangan tukar – menukar barang atau jasa antara lain seperti dijelaskan berikut ini: (1) Pertukaran sulit dilaksanakan

Peningkatan usia lanjut sering disertai dengan meningkatnya berbagai penyakit dan ketidakmampuan (disability), sehingga diperlukan perawatan dan pengobatan dengan waktu

Disebutkan bahwa faktor- faktor yang mempengaruhi intensi untuk membeli asuransi di Thailand adalah faktor agen dan perusahaan dimana faktor agen meliputi Agen harus jujur dan

Antrian pendaftaran yang lama SDM yang kurang Pengajuan penambahan jumlah SDM di bagian pendaftaran Kursi tunggu kurang Jumlah pasien tidak sebanding.. dengan jumlah kursi

Penyiapkan calon guru yang profesional, unggul dan berkarakter seperti yang diharapkan dalam tujuan pendidikan berasrama, perlu memperhatikan prinsip-prinsip yang