PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER) TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA
PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERIODIK UNSUR KELAS XI SMA
Oleh: Cornelius Manik NIM 071244320039
Program Studi Pendidikan Kimia
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
Segala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha
Esa, atas limpahan rahmat dan kasih sayang-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan penelitian dan penulisan skripsi dengan baik. Skripsi berjudul ”
“Pengaruh Model Pembelajaran NHT (Numbered Head Together) Terhadap
Hasil Belajar Kimia Siswa Pada Pokok Bahasan Sistem Periodik Unsur Kelas XI SMA” disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Drs.
Marudut, M.Si selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah banyak memberikan
bimbingan dan saran-saran kepada penulis sejak awal penelitian sampai dengan
selesainya penulisan skripsi ini. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Ibu
Drs. Ani Sutiani, M.Si, Bapak Drs. Jasmidi, M.Si, dan Bapak Drs. Kawan
Sihombing, M.Si selaku Dosen Penguji yang telah memberikan masukan dan
saran-saran mulai dari rencana penelitian sampai selesai penyusunan skripsi ini.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Bapak Jamalum Purba, M.Si selaku
Dosen Pembimbing Akademik dan kepada Bapak dan Ibu Dosen beserta Staf
Pegawai Jurusan Kimia FMIPA Unimed yang sudah membantu dan memberikan
banyak ilmu kepada penulis. Penghargaan juga disampaikan kepada Kepala
Sekolah SMA Trisakti Medan, Bapak R.Sitanggang, M. Si beserta para pegawai
yang telah banyak membantu penulis selama penelitian ini.
Teristimewa rasa terima kasih dan cinta penulis kepada Papa dan Mama,
orangtua penulis yang telah mengasuh, membimbing, memberi kasih sayang,
mendukung secara materil dan selalu mendo’akan penulis. Semoga Allah
memberi kebaikan dunia dan akhirat pada Papa dan Mama. Amin. Terimakasih
kepada saudara-saudara ( Chandra Antonius Manik, Anne Agustina Manik dan
Budi Christofer Manik) yang selalu memberikan motivasi dan doa kepada penulis.
Terimakasih juga kepada sahabat-sahabat tercinta ( Saharta Ginting, Adrianus
Sihaloho, Andriva Manurung, Fesyen Manullang,Sumitro Silalahi), yang selalu
motivasi, do’a dan kerjasama yang diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan
skripsi ini.
Masih banyak pihak yang turut berperan dalam penyelesaian skripsi ini
yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, untuk itu penulis menyampaikan
terimakasih.
Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam penyelesaian
skripsi ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi isi
maupun tata bahasa, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang
bersifat membangun dari pembaca demi sempurnanya skripsi ini. Penulis
mengharapkan skripsi ini dapat bermanfaat dalam memperkaya khasanah
pendidikan.
Medan, Agustus 2012
Penulis,
Cornelius Manik
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER)TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA
PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERIODIK UNSUR KELAS XI SMA
Cornelius Manik (NIM 071244320039) ABSTRAK
v
DAFTAR ISI
Halaman
Lembar Pengesahan i
Riwayat Hidup ii
Abstrak iii
Kata Pengantar iv
Daftar Isi v
Daftar Gambar vii
Daftar Tabel viii
Daftar Lampiran ix
BAB I. PENDAHULUAN
1. 1. Latar Belakang Masalah 1
1. 2. Identifikasi Masalah 5
1. 3. Rumusan Masalah 5
1. 4. Batasan Masalah 6
1. 5. Tujuan Penelitian 6
1. 6. Manfaat Penelitian 6
1. 7. Defenisi Operasional 7
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Kerangka Teoritis 8
2.1.1. Pengertian Belajar 8
2.1.2. Pengertian Mengajar 9
2.1.3 Pengertian Hasil Belajar 9
2.2. Pembelajaran Kooperatif 11
2.2.1. Karakteristik Pembelajaran Kooperatif 12
2.3. Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT 15
2.3.1. Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT 15
2.4. Materi Bahasan Sistem Periodik Unsur 17
2.4.1. Konfigurasi Elektron 17
2.4.2. Sistem Periodik 18
2.5. Kerangka Konseptual 19
2.6. Hipotesis Penelitian 20
BAB III. METODE PENELITIAN
3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 21
3.2. Populasi dan Sampel Penelitian 21
3.2.1. Populasi Penelitian 21
3.2.2. Sampel Penelitian 21
3.3. Variabel Penelitian 21
3.3.1. Variabel Bebas 21
3.3.2. Variabel Terikat 22
3.3.3. Variabel Kontrol 22
3.5. Alat Pengumpul Data 24
3.5.1. Validitas Test 24
3.5.2. Reliabilitas Test 25
3.5.3. Uji Tingkat Kesukaran 25
3.5.4. Uji Daya Pembeda 26
3.6. Teknik Pengumpulan Data 26
3.7. Teknik Analisa Data 27
3.7.1. Uji Normalitas 27
3.7.2. Uji Homogenitas 27
3.7.3. Uji Peningkatan Hasil Belajar 28
3.7.4. Uji Hipotesis 28
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian 30
4.1.1. Analisis Data Instrumen Penelitian 30
4.2. Analisis Data Hasil Penelitian 31
4.2.1. Menghitung Rata-rata Nilai Pre-test dan Post-test 31
Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
4.2.2. Uji Normalitas Data 32
4.2.3. Uji Homogenitas 33
4.2.6. Peningkatan Hasil Belajar 33
4.2.4. Uji Hipotesis 33
4.3. Pembahasan 35
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan 38
5.2. Saran 38
viii
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif 14
Tabel 2.2. Kaidah aturan hund 18
Tabel 3.1. Desain Penelitian 22
Tabel 4.1. Rata-rata dan standar deviasi pada kelas eksperimen 31 dan kelas kontrol
Tabel 4.2. Uji normalitas data pre-test dan pos-test 32
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.5. Diagram Curah Hujan 17
ix
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Silabus 42
Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran kelas Eksperimen 44
Lampiran 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran kelas Kontrol 54
Lampiran 4. Kisi – kisi instrument Test 64
Lampiran 5. Instrumen Penelitian Test Hasil Belajar 65
Lampiran 6. Soal 76
Lampiran 7. Soal 77
Lampiran 8. Soal 78
Lampiran 9. Soal 80
Lampiran 10. Soal 81
Lampiran 11. Soal 82
Lampiran 12. Tabel Data Validasi Instrumen Test 83
Lampiran 13. Perhitungan Validasi Instrumen Test 84
Lampiran 14. Tabel Reliabilitas Instrumen Test 87
Lampiran 15. Perhitungan Reliabilitas Instrumen Test 88
Lampiran 16. Tabel Tingkat Kesukaran Test 91
Lampiran 17. Perhitungan Tingkat kesukaran Test 92
Lampiran 18. Tabel Daya Beda Soal 94
Lampiran 19. Perhitungan Daya Beda Soal 95
Lampiran 20. Deskripsi Data Penelitian 97
Lampiran 21. Uji Normalitas 105
Lampiran 22. Uji Homogenitas 108
Lampiran 23. Perhitungan peningkatan Hasil Belajar (Gain) 112
Lampiran 24. Perhitungan Hipotesis 117
Lampiran 25. Dokumentasi Penelitian 119
Lampiran 26. Tabel Nilai r Product Moment 122
Lampiran 27. Tabel of Chi Kuadrat 123
Lampiran 28. Tabel Nilai-nilai Distribusi t 124
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan rangkaian kegiatan komunikasi antar manusia,
sehingga dapat tumbuh dan berkembang sebagai manusia yang seutuhnya.
Pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya
manusia di masa yang akan datang. Proses pembelajaran yang terjadi di
lingkungan sekolah (pendidikan formal) melibatkan berbagai komponen yaitu :
tujuan, bahan, metode, dan alat serta penilaian (Sudjana, 2005). Jika salah satu
komponen tidak ada maka proses pembelajaran kurang berhasil.
Pendidikan bukanlah sesuatu yang statis melainkan sesuatu yang dinamis
sehingga menuntut adanya suatu perbaikan terus-menerus. Perbaikan yang
dilakukan diantaranya kurikulum, metode mengajar, buku pelajaran dan
sebagainya. Perbaikan dan pembaharuan yang dilakukan bertujuan untuk
mengembangkan suatu potensi yang ada pada diri anak didik semaksimal
mungkin sehingga dapat menghasilkan manusia yang cerdas, mandiri, dan dapat
bersaing di tingkat internasional. Metode yang masih banyak dikembangkan dan
dianut oleh para guru SMA adalah metode ceramah yang sebenarnya sudah
kurang tepat dipakai dalam proses pembelajaran.
Agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efesien, salah
satunya diperlukan suatu metode mengajar yang tepat. Metode mengajar yang
baik adalah metode yang disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan,
kondisi siswa, sarana yang tersedia, artinya suatu metode yang cocok untuk suatu
materi belum tentu cocok jika diterapkan pada materi yang lainnya.
Siswa yang belajar akan mengalami perubahan baik dalam pengetahuan,
pemahaman, keterampilan, nilai dan sikap. Agar perubahan tersebut dapat tercapai
dengan baik, maka diperlukan berbagai faktor. Adapun faktor untuk menghasilkan
2
pemahaman konsep. Dalam dunia pendidikan, pemahaman konsep merupakan
faktor yang sangat penting, karena pemahaman konsep yang dicapai siswa tidak
dapat dipisahkan dengan masalah pembelajaran. Untuk mencapai pemahaman
konsep yang baik diperlukan suasana belajar yang tepat, agar siswa senantiasa
meningkatkan aktivitas belajar siswa. Dengan demikian, diharapkan pemahaman
konsep siswa dapat berkembang. Dengan efektifnya pemahaman konsep, berarti
tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik (Kusumaningrum, 2006).
Rendahnya pemahaman konsep suatu materi oleh siswa terjadi sebagai
akibat dari kesulitan belajar siswa dalam belajar kimia terutama pada sub pokok
bahasan hidrokarbon. Penyebab utama kesulitan belajar siswa yang berpengaruh
pada hasil belajar siswa adalah terletak pada dua faktor utama yaitu faktor internal
seperti motivasi dan faktor eksternal seperti kurangnya variasi model
pembelajaran dan guru kurang dapat memilih model pembelajaran yang tepat.
Selama ini yang terjadi, pembelajaran hanya berpusat pada guru, dan siswa tidak
dilibatkan secara aktif. Penerapan metode mengajar yang bervariasi akan dapat
mengurangi kejenuhan siswa dalam menerima pelajaran dan dapat meningkatkan
keberhasilan siswa dalam belajar sekaligus sebagai salah satu indikator dalam
peningkatan kualitas pendidikan. Metode mengajar yang baik hendaknya
disesuaikan dengan karakteristik pokok bahasan materi yang akan disampaikan.
Pelaksanaan proses belajar mengajar diperlukan langkah-langkah
sistematis untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Hal yang harus dilakukan
adalah dengan menggunakan metode yang cocok dengan kondisi siswa agar siswa
dapat berpikir kritis, logis, dan dapat memecahkan masalah dengan sikap terbuka,
kreatif, dan inovatif. Dalam pembelajaran dikenal berbagai model pembelajaran
salah satunya adalah pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Sebagian
guru berpikir bahwa mereka sudah menerapkan cooperative learning tiap kali
menyuruh siswa bekerja di dalam kelompok-kelompok kecil.
Salah satu alasan kelemahan pembelajaran kimia adalah pembelajaran
yang masih berorientasi pada guru dimana guru sebagai satu-satunya sumber
pengetahuan. Siswa seringkali kesulitan untuk memahami materi pelajaran kimia
akan membawa dampak yang kurang baik bagi pemahaman siswa akan
konsep-konsep kimia, karena pada dasarnya fakta-fakta yang bersifat abstrak atau
makroskopis merupakan penjelasan bagi fakta-fakta dan konsep konkrit
(http://guruit07.blogspot.com/2009/01/kesulitan siswa-dalam belajar kimia.html).
Menurut Slavin kesulitan dalam semua pembelajaran tidak dapat
dipecahkan dengan menerapkan metode konvensional tetapi dapat dibantu dengan
menerapkan metode pembelajaran kooperatif (gotong royong) yang menciptakan
interaksi sehingga tercipta masyarakat belajar (learning community). Penerapan
pembelajaran kooperatif menurut penelitian yang selama ini dilakukan terbukti
efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Pembelajaran kooperatif
menitikberatkan pada proses belajar dalam kelompok dan bukan mengerjakan
sesuatu dalam kelompok. Proses belajar dalam kelompok akan membantu siswa
menemukan dan membangun sendiri pemahaman mereka tentang materi pelajaran
yang tidak dapat ditemukan pada metode konvensional (Nurhadi, 2004). Dalam
pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together (NHT). NHT merupakan
pendekatan struktur informal dalam cooperative learning. Menurut Kagan (dalam
Azizah, 2007) NHT merupakan struktur sederhana dan terdiri atas 4 tahap yang
digunakan untuk mereview fakta-fakta dan informasi dasar yang berfungsi untuk
mengatur interaksi para siswa.
Berdasarkan hasil penelitian Suhiarti (2009), pembelajaran kooperatif
NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Hidrokarbon di
kelas X SMA N Percut Sei Tuan untuk kelas eksperimen adalah 0,78% dan pada
kelas kontrol 0,63%. Menurut Silaen (2010), rata-rata keberhasilan belajar siswa
yang diajar dengan model pembelajaran NHT pada Struktur Atom dan Sistem
Periodik Unsur di kelas XI SMA N 1 Onanrunggu adalah 62,6%.
Menurut Cholidah (2011), peningkatan hasil belajar siswa di MAN 1
Medan Tahun Ajaran 2011/2012 untuk kelas eksperimen I (dengan menggunakan
pembelajaran kooperatif NHT dengan TTS) sebesar 70,55% dan kelas eksperimen
II (dengan menggunakan pembelajaran kooperatif NHT tanpa TTS) sebesar
4
Berdasarkan penelitian Watu (2011), keefektifan model pembelajaran
NHT dalam peningkatan hasil belajar kimia siswa SMA pada pokok bahasan
Hidrokarbon sebesar 33,72%. Dari penelitian ini diperoleh simpulan bahwa
dengan menggunakan model pembelajaran NHT dapat meningkatkan hasil belajar
dan aktivitas siswa.
Menurut Rosyada, “Peningkatan Hasil Belajar Kimia Pada Pokok Bahasan
Hidrokarbon Dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head
Together) Di SMA Negeri 10 Semarang Tahun Ajaran 2006/2007”. Dari hasil
penelitian, rata-rata hasil belajar kognitif siswa dan ketuntasan belajar klasikal
meningkat sebesar 9,59 dan 49,79% dari data awal ke siklus 1 dan meningkat
sebesar 14,4 dan 11,37% dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini
dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada pokok bahasan koloid dapat
meningkat melalui penerapan model pembelajaran NHT.
Menurut Bayanto, “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif NHT
(Nmbered Head Together) Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada
Pokok Bahasan Koloid Kelas XI Semester II SMAN 1 Bayan Tahun Pelajaran
2008/2009” bahwa, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas yang
menggunakan metode NHT yaitu 75,175 lebih tinggi dibandingkan dengan
menggunakan metode biasa yaitu 65,38, begitu juga dengan ketuntasan klasikal
kedua kelas memiliki perbedaan yang jauh. Berarti ada perbedaan yang signifikan
antara prestasi belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran NHT dan
model pembelajaran secara biasa.
Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam proses belajar
mengajar kimia adalah model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Teknik ini
memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan
mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Selain itu teknik ini juga
mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerja sama mereka (Lie, 2007).
Pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif tipe NHT khususnya dalam
memberikan contoh Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur yang membuat
siswa aktif dan lebih termotivasi dalam belajar. Dengan penggunaan pembelajaran
Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur maka digunakan contoh-contoh yang
ada dalam kehidupan sehari-hari mereka mulai dari menanyakan contoh nomor
atom yang mereka kenal, lalu nama kimia sampai pada penulisan rumus kimianya.
Meskipun tidak dapat melihat langsung struktur atom tersebut, namun mereka
dapat melihat nomor atomnya dan mengetahui letaknya dalam sistem periodik
unsur. Hal ini dapat merangsang minat dan perhatian siswa dalam memahami dan
mengingat informasi yang didapat sehingga bertahan lama dalam ingatannya
(Silaen, 2010).
Dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT
diharapkan hasil belajar siswa dapat meningkat. Berdasarkan uraian di atas maka
dilakukan penelitian guna membantu siswa dalam menguasai konsep-konsep
kimia. Adapun judul dalam penelitian ini adalah “Pengaruh Model
Pembelajaran NHT (Numbered Head Together) Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Pada Pokok Bahasan Sistem Periodik Unsur Kelas XI SMA”
1.2. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang yang telah diuraikan, terdapat beberapa masalah yang
berkaitan dengan proses belajar yaitu :
1. Siswa sering kesulitan memahami materi pelajaran kimia karena
kebanyakan materi kimia bersifat abstrak.
2. Pembelajaran konvensional membuat siswa tidak tertarik pada
pembelajaran kimia.
3. Guru perlu mengembangkan pendekatan pembelajaran yang
melibatkan siswa secara aktif.
1.3.Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka permasalahan yang diajukan
dalam penelitian yang dilaksanakan adalah :
1. Apakah ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap
peningkatan hasil belajar siswaPokok Bahasan Sistem Periodik Unsur
6
2. Apakah hasil belajar siswa yang mendapat pembelajaran kooperatif tipe
NHT lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang mendapat pembelajaran
konvensional ?
1.4.Batasan Masalah
Agar penelitian ini mempunyai arah yang jelas dan pasti, maka perlu diberikan
batasan masalah. Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi
masalah, maka pembatasan masalah dititikberatkan pada:
1. Objek penelitian adalah siswa kelas XI SMA
2. Subyek dalam penelitian ini adalah pembelajaran kimia menggunakan
model pembelajaran kooperatif NHT.
3. Materi yang diberikan dibatasi pada pokok bahasanSistem Periodik Unsur
Kelas XI.
1.5. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar siswa pada pokok
bahasan Sistem Periodik Unsur dengan menggunakan penerapan model
pembelajaran kooperatif tipe NHT di kelas XI SMA.
2. Untuk mengetahui apakah peningkatan hasil belajar siswa yang mendapat
pembelajaran kooperatif NHT lebih tinggi dari pada peningkatan hasil
belajar siswa yang mendapat pembelajaran konvensional.
1.6. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai :
1. Bahan informasi bagi guru kimia bahwa di dalam proses belajar mengajar
dapat digunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT sebagai upaya
meningkatkan hasil belajar peserta didik.
2. Bahan masukan bagi calon guru tentang pelaksanaan model pembelajaran
3. Bahan masukan yang bermanfaat bagi peneliti lain, untuk dapat
menerapkan pembelajaran kooperatif tipe NHT
1.7. Defenisi Operasional
Pembelajaran Koperatif NHT (Numbered Head Together)
Pembelajaran kooperatif mencakup suatu kelompok kecil siswa yang
bekerja sebagai sebuah tim untuk menyelesaikan sebuah masalah,
menyelesaikan suatu tugas, atau mengerjakan sesuatu untuk mencapai
tujuan bersama lainnya. NHT merupakan kegiatan belajar kooperatif
dengan 4 tahap kegiatan. Pertama, siswa dikelompokkan menjadi beberapa
kelompok terdiri dari 5 orang. Setiap anggota kelompok diberi nomor 1, 2,
3, 4, dan 5. Kedua, guru menyampaikan pertanyaan. Ketiga, berpikir
bersama, siswa menyatukan pendapatnya terhadap jawaban pertanyaan itu
dan menyakinkan tiap anggota dalam timnya mengetahui jawaban itu.
Keempat, guru menyebutkan nomor (1, 2, 3, 4, atau 5) dan siswa dengan
nomor yang bersangkutan yang harus menjawab (Widdiharto dalam
38
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diambil beberapa
kesimpulan sebagai berikut :
• Hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran NHT
(Numbered Head Together) lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang
menggunakan pembelajaran konvensional di SMA Trisakti Medan kelas XI
IPA pada pokok bahasan sistem periodik unsur. Hal ini dapat dilihat dari
hasil analisis uji-t diperoleh thitung > ttabel pada taraf signifikan α = 0,05
• Berdasarkan data gain ternormalisasi, besar peningkatan hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran NHT (Numbered Head Together) adalah
70% dan peningkatan hasil belajar yang menggunakan pembelajaran
konvensional adalah 54%. Jadi, terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar
kimia siswa yang signifikan antara pembelajaran NHT (Numbered Head
Together) dengan pembelajaran konvensional. Besarnya perbedaan
peningkatan hasil belajar kimia siswa adalah 16%.
5.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian, maka penulis menyarankan
hal-hal berikut :
1. Diharapkan bagi calon guru sebelum proses mengajar dilakukan, harus
mengetahui penguasaan siswa terhadap materi-materi prasyarat dari suatu
topik yang akan diajarkan, karena pengetahuan siswa sebelumnya sangat
menentukan keberhasilan siswa memahami materi baru yang akan diajarkan.
2. Diharapkan bagi guru yang ingin menerapkan model pembelajaran NHT
(Numbered Head Together) dapat menggunakan waktu sesuai yang sudah
3. Kepada peneliti lain yang akan meneliti penelitian ini dengan pokok bahasan
yang berbeda agar dapat dijadikan sebagai studi perbandingan dalam
40
DAFTAR PUSTAKA
Azizah, N., (2007), Keefektifan Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif
Tipe NHT (Numbered Head Together) Dengan Pemanfaatan LKS (Lembar
Kerja Siswa) Pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar (Kubus dan
Balok) Siswa Kelas VIII Semester 2 SMPN 6 Semarang Tahun Pelajaran
2006/2007, UNNES, Semarang
Dimyanti dan Mudjiono, (2003), Belajar dan Pembelajaran , Rineka Cipta,
Jakarta.
Djamarah,S.B., (2002), Strategi Belajar Mengajar, Rineka Cipta, Jakarta.
Guru IT, (2009), Kesulitan Siswa Dalam Belajar Kimia,
http://guruit07. blogspot.com/ 2009/01/kesulitan
siswa-dalam-belajar-kimia.html, accesed21 Januari 2009.
Kusumaningrum, R., (2006), Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
TAI (Team Assisted Individualization), UNS, Semarang.
Lie, A., (2007), Cooperatif Learning Mempraktikkan Cooperative Learning di
Ruang – Ruang Kelas, Grasindo, Jakarta.
Munasty, Cholidah., (2011), Penerapan Pembelajaran Kooperatif tipe NHT
dengan teka-teki silang (TTS) pada Struktur Atom, Skripsi, FMIPA,
UNIMED, Medan.
Nurhadi, (2004), Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK,
Universitas Negeri Malang, Malang.
Purba, M., (2007), Kimia Untuk SMA Kelas XI, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Silaen, Mawarni, Riris., (2010), Pengaruh Pembelajaran Kooperatif tipe NHT
Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Sturktur Atom dan Sistem
Periodik Unsur di Kelas XI SMAN 1 Onanrunggu, Skripsi, FMIPA,
Silitonga, P.M, (2011), Statistik, FMIPA UNIMED, Medan.
Slameto,(2003), Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Rineka
Cipta, Jakarta.
Sudjana, (2005), Metode Statistika, Penerbit Tarsito, Bandung.
Sudjana, N., (2005), Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Tarsito, Bandung.
Sudrajat, Akhmad., (2008), Penilaian Hasil Belajar, http:// akhmad
sudrajat.wordpress.com/2008/05/01/penilaian-hasil-belajar, accesed 1 mei
2008. Suhiarti, (2009), Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT terhadap hasil
Belajar Siswa, Skripsi, FMIPA, UNIMED,Medan.
Suprijono, A., (2009), Cooperatif Learning Teori dan Aplikasi Paikem, Pustaka
Pelajar, Surabaya.
Suyatno, (2009), Menjelajah Pembelajaran Inovatif, Penerbit Masmedia Buana
Pustaka, Sidoarjo.
Trianto, (2010), Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktik,
Penerbit Prestasi Pustaka, Jakarta.
Watu, Ule, Simon., (2011), Efektifitas Model Pembelajaran NHT Terhadap Hasil
Belajar Kimia Siswa di SMA,Skripsi FMIPA,UNIMED,Medan.
Anonim, (201),