• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER)TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERIODIK UNSUR KELAS XI SMA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER)TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERIODIK UNSUR KELAS XI SMA."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER) TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA

PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERIODIK UNSUR KELAS XI SMA

Oleh: Cornelius Manik NIM 071244320039

Program Studi Pendidikan Kimia

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

Segala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha

Esa, atas limpahan rahmat dan kasih sayang-Nya sehingga penulis dapat

menyelesaikan penelitian dan penulisan skripsi dengan baik. Skripsi berjudul ”

“Pengaruh Model Pembelajaran NHT (Numbered Head Together) Terhadap

Hasil Belajar Kimia Siswa Pada Pokok Bahasan Sistem Periodik Unsur Kelas XI SMA” disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Drs.

Marudut, M.Si selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah banyak memberikan

bimbingan dan saran-saran kepada penulis sejak awal penelitian sampai dengan

selesainya penulisan skripsi ini. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Ibu

Drs. Ani Sutiani, M.Si, Bapak Drs. Jasmidi, M.Si, dan Bapak Drs. Kawan

Sihombing, M.Si selaku Dosen Penguji yang telah memberikan masukan dan

saran-saran mulai dari rencana penelitian sampai selesai penyusunan skripsi ini.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Bapak Jamalum Purba, M.Si selaku

Dosen Pembimbing Akademik dan kepada Bapak dan Ibu Dosen beserta Staf

Pegawai Jurusan Kimia FMIPA Unimed yang sudah membantu dan memberikan

banyak ilmu kepada penulis. Penghargaan juga disampaikan kepada Kepala

Sekolah SMA Trisakti Medan, Bapak R.Sitanggang, M. Si beserta para pegawai

yang telah banyak membantu penulis selama penelitian ini.

Teristimewa rasa terima kasih dan cinta penulis kepada Papa dan Mama,

orangtua penulis yang telah mengasuh, membimbing, memberi kasih sayang,

mendukung secara materil dan selalu mendo’akan penulis. Semoga Allah

memberi kebaikan dunia dan akhirat pada Papa dan Mama. Amin. Terimakasih

kepada saudara-saudara ( Chandra Antonius Manik, Anne Agustina Manik dan

Budi Christofer Manik) yang selalu memberikan motivasi dan doa kepada penulis.

Terimakasih juga kepada sahabat-sahabat tercinta ( Saharta Ginting, Adrianus

Sihaloho, Andriva Manurung, Fesyen Manullang,Sumitro Silalahi), yang selalu

(4)

motivasi, do’a dan kerjasama yang diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan

skripsi ini.

Masih banyak pihak yang turut berperan dalam penyelesaian skripsi ini

yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, untuk itu penulis menyampaikan

terimakasih.

Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam penyelesaian

skripsi ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi isi

maupun tata bahasa, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang

bersifat membangun dari pembaca demi sempurnanya skripsi ini. Penulis

mengharapkan skripsi ini dapat bermanfaat dalam memperkaya khasanah

pendidikan.

Medan, Agustus 2012

Penulis,

Cornelius Manik

(5)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER)TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA

PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERIODIK UNSUR KELAS XI SMA

Cornelius Manik (NIM 071244320039) ABSTRAK

(6)

v

DAFTAR ISI

Halaman

Lembar Pengesahan i

Riwayat Hidup ii

Abstrak iii

Kata Pengantar iv

Daftar Isi v

Daftar Gambar vii

Daftar Tabel viii

Daftar Lampiran ix

BAB I. PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang Masalah 1

1. 2. Identifikasi Masalah 5

1. 3. Rumusan Masalah 5

1. 4. Batasan Masalah 6

1. 5. Tujuan Penelitian 6

1. 6. Manfaat Penelitian 6

1. 7. Defenisi Operasional 7

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kerangka Teoritis 8

2.1.1. Pengertian Belajar 8

2.1.2. Pengertian Mengajar 9

2.1.3 Pengertian Hasil Belajar 9

2.2. Pembelajaran Kooperatif 11

2.2.1. Karakteristik Pembelajaran Kooperatif 12

2.3. Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT 15

2.3.1. Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT 15

2.4. Materi Bahasan Sistem Periodik Unsur 17

2.4.1. Konfigurasi Elektron 17

2.4.2. Sistem Periodik 18

2.5. Kerangka Konseptual 19

2.6. Hipotesis Penelitian 20

BAB III. METODE PENELITIAN

3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 21

3.2. Populasi dan Sampel Penelitian 21

3.2.1. Populasi Penelitian 21

3.2.2. Sampel Penelitian 21

3.3. Variabel Penelitian 21

3.3.1. Variabel Bebas 21

3.3.2. Variabel Terikat 22

3.3.3. Variabel Kontrol 22

(7)

3.5. Alat Pengumpul Data 24

3.5.1. Validitas Test 24

3.5.2. Reliabilitas Test 25

3.5.3. Uji Tingkat Kesukaran 25

3.5.4. Uji Daya Pembeda 26

3.6. Teknik Pengumpulan Data 26

3.7. Teknik Analisa Data 27

3.7.1. Uji Normalitas 27

3.7.2. Uji Homogenitas 27

3.7.3. Uji Peningkatan Hasil Belajar 28

3.7.4. Uji Hipotesis 28

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian 30

4.1.1. Analisis Data Instrumen Penelitian 30

4.2. Analisis Data Hasil Penelitian 31

4.2.1. Menghitung Rata-rata Nilai Pre-test dan Post-test 31

Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen

4.2.2. Uji Normalitas Data 32

4.2.3. Uji Homogenitas 33

4.2.6. Peningkatan Hasil Belajar 33

4.2.4. Uji Hipotesis 33

4.3. Pembahasan 35

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan 38

5.2. Saran 38

(8)

viii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif 14

Tabel 2.2. Kaidah aturan hund 18

Tabel 3.1. Desain Penelitian 22

Tabel 4.1. Rata-rata dan standar deviasi pada kelas eksperimen 31 dan kelas kontrol

Tabel 4.2. Uji normalitas data pre-test dan pos-test 32

(9)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.5. Diagram Curah Hujan 17

(10)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Silabus 42

Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran kelas Eksperimen 44

Lampiran 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran kelas Kontrol 54

Lampiran 4. Kisi – kisi instrument Test 64

Lampiran 5. Instrumen Penelitian Test Hasil Belajar 65

Lampiran 6. Soal 76

Lampiran 7. Soal 77

Lampiran 8. Soal 78

Lampiran 9. Soal 80

Lampiran 10. Soal 81

Lampiran 11. Soal 82

Lampiran 12. Tabel Data Validasi Instrumen Test 83

Lampiran 13. Perhitungan Validasi Instrumen Test 84

Lampiran 14. Tabel Reliabilitas Instrumen Test 87

Lampiran 15. Perhitungan Reliabilitas Instrumen Test 88

Lampiran 16. Tabel Tingkat Kesukaran Test 91

Lampiran 17. Perhitungan Tingkat kesukaran Test 92

Lampiran 18. Tabel Daya Beda Soal 94

Lampiran 19. Perhitungan Daya Beda Soal 95

Lampiran 20. Deskripsi Data Penelitian 97

Lampiran 21. Uji Normalitas 105

Lampiran 22. Uji Homogenitas 108

Lampiran 23. Perhitungan peningkatan Hasil Belajar (Gain) 112

Lampiran 24. Perhitungan Hipotesis 117

Lampiran 25. Dokumentasi Penelitian 119

Lampiran 26. Tabel Nilai r Product Moment 122

Lampiran 27. Tabel of Chi Kuadrat 123

Lampiran 28. Tabel Nilai-nilai Distribusi t 124

(11)

BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan rangkaian kegiatan komunikasi antar manusia,

sehingga dapat tumbuh dan berkembang sebagai manusia yang seutuhnya.

Pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya

manusia di masa yang akan datang. Proses pembelajaran yang terjadi di

lingkungan sekolah (pendidikan formal) melibatkan berbagai komponen yaitu :

tujuan, bahan, metode, dan alat serta penilaian (Sudjana, 2005). Jika salah satu

komponen tidak ada maka proses pembelajaran kurang berhasil.

Pendidikan bukanlah sesuatu yang statis melainkan sesuatu yang dinamis

sehingga menuntut adanya suatu perbaikan terus-menerus. Perbaikan yang

dilakukan diantaranya kurikulum, metode mengajar, buku pelajaran dan

sebagainya. Perbaikan dan pembaharuan yang dilakukan bertujuan untuk

mengembangkan suatu potensi yang ada pada diri anak didik semaksimal

mungkin sehingga dapat menghasilkan manusia yang cerdas, mandiri, dan dapat

bersaing di tingkat internasional. Metode yang masih banyak dikembangkan dan

dianut oleh para guru SMA adalah metode ceramah yang sebenarnya sudah

kurang tepat dipakai dalam proses pembelajaran.

Agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efesien, salah

satunya diperlukan suatu metode mengajar yang tepat. Metode mengajar yang

baik adalah metode yang disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan,

kondisi siswa, sarana yang tersedia, artinya suatu metode yang cocok untuk suatu

materi belum tentu cocok jika diterapkan pada materi yang lainnya.

Siswa yang belajar akan mengalami perubahan baik dalam pengetahuan,

pemahaman, keterampilan, nilai dan sikap. Agar perubahan tersebut dapat tercapai

dengan baik, maka diperlukan berbagai faktor. Adapun faktor untuk menghasilkan

(12)

2

pemahaman konsep. Dalam dunia pendidikan, pemahaman konsep merupakan

faktor yang sangat penting, karena pemahaman konsep yang dicapai siswa tidak

dapat dipisahkan dengan masalah pembelajaran. Untuk mencapai pemahaman

konsep yang baik diperlukan suasana belajar yang tepat, agar siswa senantiasa

meningkatkan aktivitas belajar siswa. Dengan demikian, diharapkan pemahaman

konsep siswa dapat berkembang. Dengan efektifnya pemahaman konsep, berarti

tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik (Kusumaningrum, 2006).

Rendahnya pemahaman konsep suatu materi oleh siswa terjadi sebagai

akibat dari kesulitan belajar siswa dalam belajar kimia terutama pada sub pokok

bahasan hidrokarbon. Penyebab utama kesulitan belajar siswa yang berpengaruh

pada hasil belajar siswa adalah terletak pada dua faktor utama yaitu faktor internal

seperti motivasi dan faktor eksternal seperti kurangnya variasi model

pembelajaran dan guru kurang dapat memilih model pembelajaran yang tepat.

Selama ini yang terjadi, pembelajaran hanya berpusat pada guru, dan siswa tidak

dilibatkan secara aktif. Penerapan metode mengajar yang bervariasi akan dapat

mengurangi kejenuhan siswa dalam menerima pelajaran dan dapat meningkatkan

keberhasilan siswa dalam belajar sekaligus sebagai salah satu indikator dalam

peningkatan kualitas pendidikan. Metode mengajar yang baik hendaknya

disesuaikan dengan karakteristik pokok bahasan materi yang akan disampaikan.

Pelaksanaan proses belajar mengajar diperlukan langkah-langkah

sistematis untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Hal yang harus dilakukan

adalah dengan menggunakan metode yang cocok dengan kondisi siswa agar siswa

dapat berpikir kritis, logis, dan dapat memecahkan masalah dengan sikap terbuka,

kreatif, dan inovatif. Dalam pembelajaran dikenal berbagai model pembelajaran

salah satunya adalah pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Sebagian

guru berpikir bahwa mereka sudah menerapkan cooperative learning tiap kali

menyuruh siswa bekerja di dalam kelompok-kelompok kecil.

Salah satu alasan kelemahan pembelajaran kimia adalah pembelajaran

yang masih berorientasi pada guru dimana guru sebagai satu-satunya sumber

pengetahuan. Siswa seringkali kesulitan untuk memahami materi pelajaran kimia

(13)

akan membawa dampak yang kurang baik bagi pemahaman siswa akan

konsep-konsep kimia, karena pada dasarnya fakta-fakta yang bersifat abstrak atau

makroskopis merupakan penjelasan bagi fakta-fakta dan konsep konkrit

(http://guruit07.blogspot.com/2009/01/kesulitan siswa-dalam belajar kimia.html).

Menurut Slavin kesulitan dalam semua pembelajaran tidak dapat

dipecahkan dengan menerapkan metode konvensional tetapi dapat dibantu dengan

menerapkan metode pembelajaran kooperatif (gotong royong) yang menciptakan

interaksi sehingga tercipta masyarakat belajar (learning community). Penerapan

pembelajaran kooperatif menurut penelitian yang selama ini dilakukan terbukti

efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Pembelajaran kooperatif

menitikberatkan pada proses belajar dalam kelompok dan bukan mengerjakan

sesuatu dalam kelompok. Proses belajar dalam kelompok akan membantu siswa

menemukan dan membangun sendiri pemahaman mereka tentang materi pelajaran

yang tidak dapat ditemukan pada metode konvensional (Nurhadi, 2004). Dalam

pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together (NHT). NHT merupakan

pendekatan struktur informal dalam cooperative learning. Menurut Kagan (dalam

Azizah, 2007) NHT merupakan struktur sederhana dan terdiri atas 4 tahap yang

digunakan untuk mereview fakta-fakta dan informasi dasar yang berfungsi untuk

mengatur interaksi para siswa.

Berdasarkan hasil penelitian Suhiarti (2009), pembelajaran kooperatif

NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Hidrokarbon di

kelas X SMA N Percut Sei Tuan untuk kelas eksperimen adalah 0,78% dan pada

kelas kontrol 0,63%. Menurut Silaen (2010), rata-rata keberhasilan belajar siswa

yang diajar dengan model pembelajaran NHT pada Struktur Atom dan Sistem

Periodik Unsur di kelas XI SMA N 1 Onanrunggu adalah 62,6%.

Menurut Cholidah (2011), peningkatan hasil belajar siswa di MAN 1

Medan Tahun Ajaran 2011/2012 untuk kelas eksperimen I (dengan menggunakan

pembelajaran kooperatif NHT dengan TTS) sebesar 70,55% dan kelas eksperimen

II (dengan menggunakan pembelajaran kooperatif NHT tanpa TTS) sebesar

(14)

4

Berdasarkan penelitian Watu (2011), keefektifan model pembelajaran

NHT dalam peningkatan hasil belajar kimia siswa SMA pada pokok bahasan

Hidrokarbon sebesar 33,72%. Dari penelitian ini diperoleh simpulan bahwa

dengan menggunakan model pembelajaran NHT dapat meningkatkan hasil belajar

dan aktivitas siswa.

Menurut Rosyada, “Peningkatan Hasil Belajar Kimia Pada Pokok Bahasan

Hidrokarbon Dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head

Together) Di SMA Negeri 10 Semarang Tahun Ajaran 2006/2007”. Dari hasil

penelitian, rata-rata hasil belajar kognitif siswa dan ketuntasan belajar klasikal

meningkat sebesar 9,59 dan 49,79% dari data awal ke siklus 1 dan meningkat

sebesar 14,4 dan 11,37% dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini

dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada pokok bahasan koloid dapat

meningkat melalui penerapan model pembelajaran NHT.

Menurut Bayanto, “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif NHT

(Nmbered Head Together) Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada

Pokok Bahasan Koloid Kelas XI Semester II SMAN 1 Bayan Tahun Pelajaran

2008/2009” bahwa, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas yang

menggunakan metode NHT yaitu 75,175 lebih tinggi dibandingkan dengan

menggunakan metode biasa yaitu 65,38, begitu juga dengan ketuntasan klasikal

kedua kelas memiliki perbedaan yang jauh. Berarti ada perbedaan yang signifikan

antara prestasi belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran NHT dan

model pembelajaran secara biasa.

Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam proses belajar

mengajar kimia adalah model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Teknik ini

memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan

mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Selain itu teknik ini juga

mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerja sama mereka (Lie, 2007).

Pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif tipe NHT khususnya dalam

memberikan contoh Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur yang membuat

siswa aktif dan lebih termotivasi dalam belajar. Dengan penggunaan pembelajaran

(15)

Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur maka digunakan contoh-contoh yang

ada dalam kehidupan sehari-hari mereka mulai dari menanyakan contoh nomor

atom yang mereka kenal, lalu nama kimia sampai pada penulisan rumus kimianya.

Meskipun tidak dapat melihat langsung struktur atom tersebut, namun mereka

dapat melihat nomor atomnya dan mengetahui letaknya dalam sistem periodik

unsur. Hal ini dapat merangsang minat dan perhatian siswa dalam memahami dan

mengingat informasi yang didapat sehingga bertahan lama dalam ingatannya

(Silaen, 2010).

Dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT

diharapkan hasil belajar siswa dapat meningkat. Berdasarkan uraian di atas maka

dilakukan penelitian guna membantu siswa dalam menguasai konsep-konsep

kimia. Adapun judul dalam penelitian ini adalah “Pengaruh Model

Pembelajaran NHT (Numbered Head Together) Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Pada Pokok Bahasan Sistem Periodik Unsur Kelas XI SMA”

1.2. Identifikasi Masalah

Dari latar belakang yang telah diuraikan, terdapat beberapa masalah yang

berkaitan dengan proses belajar yaitu :

1. Siswa sering kesulitan memahami materi pelajaran kimia karena

kebanyakan materi kimia bersifat abstrak.

2. Pembelajaran konvensional membuat siswa tidak tertarik pada

pembelajaran kimia.

3. Guru perlu mengembangkan pendekatan pembelajaran yang

melibatkan siswa secara aktif.

1.3.Rumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka permasalahan yang diajukan

dalam penelitian yang dilaksanakan adalah :

1. Apakah ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap

peningkatan hasil belajar siswaPokok Bahasan Sistem Periodik Unsur

(16)

6

2. Apakah hasil belajar siswa yang mendapat pembelajaran kooperatif tipe

NHT lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang mendapat pembelajaran

konvensional ?

1.4.Batasan Masalah

Agar penelitian ini mempunyai arah yang jelas dan pasti, maka perlu diberikan

batasan masalah. Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi

masalah, maka pembatasan masalah dititikberatkan pada:

1. Objek penelitian adalah siswa kelas XI SMA

2. Subyek dalam penelitian ini adalah pembelajaran kimia menggunakan

model pembelajaran kooperatif NHT.

3. Materi yang diberikan dibatasi pada pokok bahasanSistem Periodik Unsur

Kelas XI.

1.5. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar siswa pada pokok

bahasan Sistem Periodik Unsur dengan menggunakan penerapan model

pembelajaran kooperatif tipe NHT di kelas XI SMA.

2. Untuk mengetahui apakah peningkatan hasil belajar siswa yang mendapat

pembelajaran kooperatif NHT lebih tinggi dari pada peningkatan hasil

belajar siswa yang mendapat pembelajaran konvensional.

1.6. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai :

1. Bahan informasi bagi guru kimia bahwa di dalam proses belajar mengajar

dapat digunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT sebagai upaya

meningkatkan hasil belajar peserta didik.

2. Bahan masukan bagi calon guru tentang pelaksanaan model pembelajaran

(17)

3. Bahan masukan yang bermanfaat bagi peneliti lain, untuk dapat

menerapkan pembelajaran kooperatif tipe NHT

1.7. Defenisi Operasional

Pembelajaran Koperatif NHT (Numbered Head Together)

Pembelajaran kooperatif mencakup suatu kelompok kecil siswa yang

bekerja sebagai sebuah tim untuk menyelesaikan sebuah masalah,

menyelesaikan suatu tugas, atau mengerjakan sesuatu untuk mencapai

tujuan bersama lainnya. NHT merupakan kegiatan belajar kooperatif

dengan 4 tahap kegiatan. Pertama, siswa dikelompokkan menjadi beberapa

kelompok terdiri dari 5 orang. Setiap anggota kelompok diberi nomor 1, 2,

3, 4, dan 5. Kedua, guru menyampaikan pertanyaan. Ketiga, berpikir

bersama, siswa menyatukan pendapatnya terhadap jawaban pertanyaan itu

dan menyakinkan tiap anggota dalam timnya mengetahui jawaban itu.

Keempat, guru menyebutkan nomor (1, 2, 3, 4, atau 5) dan siswa dengan

nomor yang bersangkutan yang harus menjawab (Widdiharto dalam

(18)

38

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diambil beberapa

kesimpulan sebagai berikut :

Hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran NHT

(Numbered Head Together) lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang

menggunakan pembelajaran konvensional di SMA Trisakti Medan kelas XI

IPA pada pokok bahasan sistem periodik unsur. Hal ini dapat dilihat dari

hasil analisis uji-t diperoleh thitung > ttabel pada taraf signifikan α = 0,05

• Berdasarkan data gain ternormalisasi, besar peningkatan hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran NHT (Numbered Head Together) adalah

70% dan peningkatan hasil belajar yang menggunakan pembelajaran

konvensional adalah 54%. Jadi, terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar

kimia siswa yang signifikan antara pembelajaran NHT (Numbered Head

Together) dengan pembelajaran konvensional. Besarnya perbedaan

peningkatan hasil belajar kimia siswa adalah 16%.

5.2. Saran

Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian, maka penulis menyarankan

hal-hal berikut :

1. Diharapkan bagi calon guru sebelum proses mengajar dilakukan, harus

mengetahui penguasaan siswa terhadap materi-materi prasyarat dari suatu

topik yang akan diajarkan, karena pengetahuan siswa sebelumnya sangat

menentukan keberhasilan siswa memahami materi baru yang akan diajarkan.

2. Diharapkan bagi guru yang ingin menerapkan model pembelajaran NHT

(Numbered Head Together) dapat menggunakan waktu sesuai yang sudah

(19)

3. Kepada peneliti lain yang akan meneliti penelitian ini dengan pokok bahasan

yang berbeda agar dapat dijadikan sebagai studi perbandingan dalam

(20)

40

DAFTAR PUSTAKA

Azizah, N., (2007), Keefektifan Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif

Tipe NHT (Numbered Head Together) Dengan Pemanfaatan LKS (Lembar

Kerja Siswa) Pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar (Kubus dan

Balok) Siswa Kelas VIII Semester 2 SMPN 6 Semarang Tahun Pelajaran

2006/2007, UNNES, Semarang

Dimyanti dan Mudjiono, (2003), Belajar dan Pembelajaran , Rineka Cipta,

Jakarta.

Djamarah,S.B., (2002), Strategi Belajar Mengajar, Rineka Cipta, Jakarta.

Guru IT, (2009), Kesulitan Siswa Dalam Belajar Kimia,

http://guruit07. blogspot.com/ 2009/01/kesulitan

siswa-dalam-belajar-kimia.html, accesed21 Januari 2009.

Kusumaningrum, R., (2006), Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe

TAI (Team Assisted Individualization), UNS, Semarang.

Lie, A., (2007), Cooperatif Learning Mempraktikkan Cooperative Learning di

Ruang – Ruang Kelas, Grasindo, Jakarta.

Munasty, Cholidah., (2011), Penerapan Pembelajaran Kooperatif tipe NHT

dengan teka-teki silang (TTS) pada Struktur Atom, Skripsi, FMIPA,

UNIMED, Medan.

Nurhadi, (2004), Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK,

Universitas Negeri Malang, Malang.

Purba, M., (2007), Kimia Untuk SMA Kelas XI, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Silaen, Mawarni, Riris., (2010), Pengaruh Pembelajaran Kooperatif tipe NHT

Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Sturktur Atom dan Sistem

Periodik Unsur di Kelas XI SMAN 1 Onanrunggu, Skripsi, FMIPA,

(21)

Silitonga, P.M, (2011), Statistik, FMIPA UNIMED, Medan.

Slameto,(2003), Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Rineka

Cipta, Jakarta.

Sudjana, (2005), Metode Statistika, Penerbit Tarsito, Bandung.

Sudjana, N., (2005), Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Tarsito, Bandung.

Sudrajat, Akhmad., (2008), Penilaian Hasil Belajar, http:// akhmad

sudrajat.wordpress.com/2008/05/01/penilaian-hasil-belajar, accesed 1 mei

2008. Suhiarti, (2009), Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT terhadap hasil

Belajar Siswa, Skripsi, FMIPA, UNIMED,Medan.

Suprijono, A., (2009), Cooperatif Learning Teori dan Aplikasi Paikem, Pustaka

Pelajar, Surabaya.

Suyatno, (2009), Menjelajah Pembelajaran Inovatif, Penerbit Masmedia Buana

Pustaka, Sidoarjo.

Trianto, (2010), Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktik,

Penerbit Prestasi Pustaka, Jakarta.

Watu, Ule, Simon., (2011), Efektifitas Model Pembelajaran NHT Terhadap Hasil

Belajar Kimia Siswa di SMA,Skripsi FMIPA,UNIMED,Medan.

Anonim, (201),

Gambar

Tabel  2.1. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Tabel  2.2. Kaidah aturan hund Tabel  3.1
Gambar 2.5. Diagram Curah Hujan  Gambar 3.1. Skema Prosedur Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

(TGT) DAN NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SEJARAH DITINJAU DARI MOTIVASI SISWA KELAS XI IIS SMA NEGERI DI JOMBANG TAHUN AJARAN

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK LAJU REAKSI DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF.. TEKNIK NUMBERED HEAD

Untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan trigonometri dengan strategi Cooperative Learning tipe Numbered Heads Together(NHT) bagi siswa kelas XI

Skripsi berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Head Together Dengan Menggunakan Macromedia Flash Terhadap Kerjasama dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI

Peningkatan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran koperatif tipe Numbered Head Together (NHT) pada pokok bahasan sistem Reproduksi Manusia

NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DENGAN MEDIA HANDOUT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK HIDROKARBON KELAS X.2 ICT 2

Hasil penelitian menyimpulkan dengan pelaksanaan tindakan kelas melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Together) pada sub pokok bahasan

Rumusan masalah dalam penelitian dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) materi pokok hukum newton pada peserta didik kelas VIII