• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Penelitian Sebelumnya

Beberapa penilitian sebelumnya yang menyangkut tentang Manajamen Tugas Akhir dengan aplikasi android telah banyak dijadikan sebagai referensi dan ide dalam melakukan penelitian. Berikut merupakan beberapa penelitian terdahulu yang telah dilakukan.

Penlitian yang dilakukan oleh Zaki Alfandy dan Mohamad Bayu Wibisono tentang “Perancangan Aplikasi E-Register Tugas Akhir Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UPN “VETERAN” Jakarta” yang membahas tentang pendaftaran pembimbing tugas akhir di kampus tersebut yang masih dilakukan dengan cara manual dengan memakai form kertas mengingat masa proses pendafataran dilakukan pada masa liburan semester.

Dengan menggunakan metode PIECES, Waterfall dan Black Box-Testing.

Dan menggunakan Laravel sebagai Framework PHP aplikasi web dan MySql untuk mengolah database. Hasil dari pengujian ini adalah mahasiswa dapat melakukan pendaftaran pembimbing tugas akhir dengan mudah tanpa harus meminta formulir pendaftaran dan mencari dosen pembimbing untuk dimintai persetujuan dan mahasiswa dan dosen pembimbing lebih update untuk informasi tugas akhir karena dapat mengakses informasi seputar tugas akhir yang di post oleh admin[5].

Penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh Julianto Simatupang dan Muhammad tentang “Sistem Aplikasi Pengelolaan Tugas Akhir Berbasis Mobile” yang membahas tentang pengelolaan tugas akhir dengan menggunakan metode Waterfall. Dan menggunakan database MySql untuk melakukan penyimpanan data. Hasil dari pengujian ini menggunakan black box yang bertujuan untuk mengetahui fungsi perangkat lunak dalam pengoprasian aplikasi dan input data mahasiswa, data jadwal dan data judul.

Mahasiswa juga dimudahkan dalam pengujian tugas akhir lewat aplikasi

(2)

mobile berjalan sesuai dengan permintan dan kebutuhan para pengguna sistem[9].

Penelitan selanjutnya oleh Ivan Maulana Putra, Imas Sukaesih dan Muhammad Abrar Istiadi yang mempunyai judul “Sistem Informasi Manajemen Tugas Akhir Program Studi S1 Ilmu Komputer IPB” yang membahas tentang pelaksanaan tugas akhir merupakan suatu kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa untuk memperoleh gelar sarjana. Tahapan pelaksanaan tugas akhir yaitu pengajuan topik dan dosen pembimbing oleh mahasiswa, kolokium, bimbingan tugas akhir, praseminar, seminar, siding dan penerbitan surat keterangan lulus (SKL). Penelitan ini menggunakan metode Adaptive Software Development (ASD). Merupakan metode yang memiliki tingkat adaptasi yang berkelanjutan yang artinya ASD mengubah tahapan siklus statis Plan-Design-Build menjadi siklus dinamis, yaitu Speculate-Collaborate-Learn. Hasil dari pengujian ini menggunakan metode ASD yang dibagi menjadi 4 iterasi. Karena masing-masing kategori pengguna memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda, meskipun pada proses yang sama.

Iterasi satu spekulasi berfokus pada pembuatan sistem ototentikasi dan struktur basis data yang akan digunakan, untuk memudahkan otentikasi sistem menggunakan akses login dengan menggunakan akun IPB. Iterasi satu kolaborasi fitur pada iterasi ini sistem otentikasi dan struktur basis data.

Iterasi satu pengujian yang dilakukan kepada semua kategori pengguna seperti mahasiswa, komisi pendidikan, dan admin. Iterasi dua spekulasi bertujuan untuk menyediakan fitur-fitur yang dibutuhkan kategori pengguna mahasiswa. Iterasi dua kolaborasi implementasi fitur untuk kategori pengguna mahasiswa diawali dengan pembuatan class diagram yang menjadi acuan pembuatan class untuk masing-masing fitur pengguna mahasiswa.

Iterasi dua pengujian yang dilakukan kepada semua kategori pengguna.

Iterasi tiga spekulasi untuk menyediakan fitur-fitur yang dibutuhkan untuk kategori pengguna admin, komisi pendidikan, dan komisi pemantauan tugas akhir. Iterasi tiga kolaborasi implementasi kebutuhan pada iterasi dua diawal dengan pembuatan class diagram yang menjadi acuan dalam membuat

(3)

component masing-masing fitur. Iterasi tiga pengujian dilakukan secara diskusi dengan admin, komisi pendidikan dan komisi pemantau tugas akhir.

Iterasi empat spekulasi untuk menyediakan fitur-fitur yang dibutuhkan oleh dosen. Iterasi empat kolaborasi fitur untuk tahap dosen. Iterasi empat pengujian dilakukan dengan cara diskusi langsung dengan dosen[10].

Penelitan selanjutnya oleh Herianto dan Uci Rahmalisa tentang

“Aplikasi Pemilihan Dosen Pembimbing Tugas Akhir Mahasiswa Berdasarkan Kategori Pilihan Dan Keahlian Dosen Menggunakan Metode Naïve Bayes” membahas tentang pemilihan dosen pembimbing tugas akhir berdasarkan kategori pilihan dan sesuai dengan keahlian dosen yang mempunyai tahapan pengumpulan kebutuhan, membangun prototyping, evaluasi prototyping, mengkodekan sistem, menguji sistem, evaluasi sistem dan menggunakan sistem. Pada penelitian ini menggunakan metode naïve bayes didasarkan pada asumsi penyederhanaan bahwa nilai atribut secara kondisional saling bebas jika diberikan nilai output. Hasil dari pengujian ini adalah memperoleh hasil perhitungan dengan data sampel rekayasa perangkat lunak sebagai tema skripsi mahasiswa atau keahlian dosen dan sistem akan menghitung secara otomatis jumlah mahasiswa bimbingan dari dosen pembimbing, apabila jumlah mahasiswa bimbingan melebihi 10 mahasiswa maka nama dosen secara otomatis tidak dapat dipilih lagi sebagai dosen pembimbing tugas akhir oleh mahasiswa[11].

Penilitan selanjutnya oleh Made Harry Dananjaya Adiartika dan I Wayan Supriana tentang “Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Tugas Akhir Program Studi Teknik Informatika Universitas Udayana”

membahas tentang pengembangan manajemen tugas akhir yang harus diselesaikan mahasiswa sebagai syarat terakhir bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode SDLC atau metode waterfall. Hasil pengujian sistem yang menggunakan metode black box testing berjalan dengan baik diantaranya sign in dengan menggunakan username dan password, mahasiswa dapat mengunggah data proposal atau tugas akhir, mahasiswa

(4)

dapat mengubah data, mahasiswa dapat menampilkan data, mahasiswa dapat menghapus data dan mahasiswa dapat mengunduh data[4].

Pada Tabel 2.1 merupakan rincian penelitian tentang manajemen tugas akhir berbasis android sebelumnya sebagai acuan penulisan ini.

Tabel 2.1 Ringkasan Penelitian Terdahulu

Judul

Penelitian Metode Hasil Penelitian

Perbedaan dengan penelitian yang

dilakukan Perancangan

Aplikasi E- Register Tugas Akhir

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UPN

“VETERAN”

Jakarta[5].

Perancangan aplikasi E- Register untuk pendaftaran pembimbing tugas akhir dengan menggunakan metode Waterfall

Hasil dari penelitian ini adalah mahasiswa dapat melakukan pendaftaran pembimbing tugas akhir tanpa harus menggunakan

formulir dan mencari dosen pembimbing lebih update untuk informasi tugas akhir karena dapat

mengakses seputar informasi tugas akhir yang telah di post oleh admin.

Penelitian ini hampir sama dengan milik penulis namun yang membedakan

penelitian ini dengan milik penulis yaitu penulis menggunakan android untuk

aplikasinya.

Sedangkan penelitian ini menggunakan website untuk aplikasinya dan menggunakan framework Laravel.

Sistem Aplikasi Pengolahan Tugas Akhir Berbasis Mobile[9].

Pengelolaan tugas akhir dengan menggunakan metode Watefall dan

Hasil dari pengujian ini adalah

memudahkan mahasiswa dalam melakukan pengajuan judul tugas akhir

Perbedaan penelitian ini dengan milik penulis yaitu perbedaan dari segi tampilan yang ditampilkan di

(5)

database MySql dengan menggunakan smartphone yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja.

aplikasi. Pada penelitian ini hanya untuk pengajuan judul. Sedangkan pada penelitian penulis mencari dosen pembimbing yang sesuai dengan bidang keahliannya.

Sistem Pelaksanaan Hasil dari pengujian Perbedaan penelitian Informasi tugas akhir ini mempunyai 4 ini dengan milik Manajemen yang memiliki iterasi dan seluruh penulis yaitu di Tugas Akhir tahapan fungsi yang ada metode yang berbeda, Program Studi pengajuan diiterasi berhasil pada penulis ini S1 Ilmu topik dan dosen diimplementasikan menggunakan metode Komputer pembimbing mulai dari tahap Adapative Software IPB[10]. oleh mahasiswa pengajuan topik dan Development.

dengan dosen pembimbing, Sedangkan pada menggunakan sampai tahap penelitian yang metode pelaporan Surat dilakukan penulis Adapative Keterangan Lulus menggunakan metode Software (SKL). Dan fitur Waterfall.

Development tambahan seperti unduh file format Microsoft Excel, pembuatan surat pengajuan seminar dan siding otomatis, dan notifikasi melalui email untuk setiap aktifitas mahasiswa.

(6)

Aplikasi Pemilihan Dosen Pembimbing Tugas Akhir Mahasiswa Berdasarkan Kategori Pilihan Dan Keahlian Dosen

Menggunakan Metode Naïve Bayes[11].

Membahas tentang pemilihan dosen pembimbing tugas akhir yang sesuai dengan bidang keahlian dosen dengan

menggunakan metode Naïve Bayes.

Hasil dari pengujian ini memperoleh hasil perhitungan dengan data sampel rekayasa perangkat lunak sebagai tema skripsi atau keahlian dosen dan sistem akan menghitung otomatis jumlah mahasiswa bimbingan dari dosen pembimbing, apabila jumlah mahasiswa bimbingan melebihi 10 maka nama dosen secara otomatis tidak dapat dipilih.

Penelitian ini hampir sama dengan milik penulis yaitu

menggunakan metode Naïve Bayes yang berfungsi untuk membatasi mahasiswa menjadi dosen

pembimbing tersebut yang diberikan kapasitas 10.

Pengembangan Sistem

Informasi Manajemen Tugas Akhir Program Studi Teknik

Informatika Universitas Udayana[4].

Pemgembangan tugas akhir mahasiswa sebagai salah satu syarat kelulusan menggunakan metode SDLC atau Waterfall

Hasil dari pengujian menggunakan black box testing dan berjalan dengan baik diantaranya sign in dengan menggunakan username dan

password, mahasiswa dapat mengunggah data proposal atau tugas akhir, dapat menampilkan data, menghapus data dan mengunduh data.

Penelitian ini hampir sama dengan milik penulis yang

membedakan hanya perangkat yang digunakan pada penelitan ini

menggunakan website untuk aplikasinya.

Sedangkan pada penelitian penulis menggunakan android untuk aplikasinya.

(7)

Pada penelitian ini penulis mengacu pada jurnal Julianto Simatupang dan Muhammad yang berjudul “Sistem Pengelolaan Tugas Akhir Berbasis Mobile”.

Penelitian ini menggunakan android sebagai media dan metode waterfall.

Penelitian ini menghasilkan aplikasi untuk pengajuan judul untuk menu mahasiswa dan jadwal seminar untuk menu admin. Sedangkan, penelitian yang dilakukan oleh penulis akan menampilkan pengjuan judul dan dosen pembimbing tugas akhir, yang didalamnya terdapat kapasitas dosen untuk menampung mahasiswa dan bidang keahlian dosen.

2.2 Dasar Teori 2.2.1 Tugas Akhir

Tugas akhir merupakan sebuah persyaratan serta merupakan matakuliah yang harus ditempuh oleh seorang mahasiswa menjelang akhir studinya. Tugas akhir sendiri merupakan salah satu syarat terakhir bagi mahasiswa strata 1 (S1) untuk menyelesaikan pendidikannya, dalam pembuatan tugas akhir, mahasiswa dipercaya untuk memilih serta mengusahakan sebuah topik tertentu yang memiliki tingkat kesulitan yang sesuai dengan apa yang telah dipelajari. Fakultas atau program studi akan mempercayakan mahasiswa tersebut pada seorang dosen yang akan menjadi pembimbing pembuatan tugas akhir, sehingga diharapkan hasil akhir yang sesuai dengan semua pihak dan dapat membuktikan bahwa mahasiswa tersebut layak untuk mengikuti wisuda[4]. Tahapan dalam menyelesaikan tugas akhir seperti pengajuan judul, memilih dosen pengampu atau dosen pembimbing yang sesuai dengan judul, melakukan sidang dan revisi .

2.2.2 Android

Android adalah sistem operasi yang berbasis Linux untuk telepon seluler seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc, pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android

(8)

dibentuklah Open Handset Alliance, konsorium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile dan NVIDIA[12]. Fitur-fitur yang dimiliki android antara lain:

a. Framework aplikasi, memungkinkan daur ulang dan penggantian komponen.

b. Browser integrasi berbasis engine Open Source WebKit yang juga digunakan di browser IPhone dan Nokia S60v3.

c. Rancangan Handset. Platform disesuaikan dengan kebutuhan VGAyang lebih bersar dari grafik 2D dan 3D.

d. Multi-touch. Android memiliki dukungan bawaan untuk multi-touch yang tersedia pada Handset terbaru.

e. Android mendukung penggunaan kamera, layar sentuh, GPS, pengukur kecepatan, magnetometer, akselerasi 2D dan akselerasi 3D.

2.2.3 Waterfall

Metode waterfall adalah metode yang melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, koding, testing dan maintence. Disebut waterfall karena waterfall dikerjakan dengan sistem tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan.

Siklus pengembangan metode waterfall dapat dilihat pada gambar berikut[13].

Gambar 2.1 Alur Metode Waterfall

(9)

Berikut adalah penjelasan dari gambar diatas yang mempunyai beberapa tahapan yang dilakukan diantaranya.

a. Requirements Definition

Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software. Untuk mengetahui sifat dari program yang akan dibuat, misalnya domain informasi dari software dan user interface. Dari 2 aktifitas tersebut harus didokumentasikan dan ditunjukkan.

b. System and Software Design

Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi representasi ke dalam bentuk software sebelum melakukan coding. Desain harus dapat mengimplementasikan kebutuhan yang telah disebutkan pada tahap sebelumnya.

c. Implementation and Unit Testing

Tahapan implementasi dalam hal ini adalah untuk dapat dimengerti oleh mesin atau komputer, maka desain diubah kedalam bentuk yang dimengerti oleh mesin yaitu dengan proses coding atau bahasa pemrograman.

d. Integration and System Testing

Selanjutnya tahap pengujian dengan maksud untuk semua fungsi- fungsi software terbebas dari error dan hasilnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang sudah didefinisikan sebelumnya.

e. Operation and Maintence

Tahap akhir yaitu perawatan atau pemeliharaan karena software yang telah dibuat tidak selamanya hanya seperti itu. Ketika dijalankan mungkin masih ada error kecil yang tidak ditemukan sebelumnya atau ada penambahan fitur-fitur yang belum ada pada software tersebut.

2.2.4 Android Studio

Android Studio adalah lingkungan pengembangan terpadu – Integrated Development Environment (IDE) untuk pengembangan aplikasi android, berdasarkan IntelliJ IDEA. Selain merupakan editor

(10)

code IntelliJ dan alat pengembang yang berdaya guna, android studio memiliki banyak fitur. Yang berguna untuk meningkatkan produktivitas saat membuat aplikasi android[14]. Diantaranya:

a. Sistem versi berbasis Gradle yang fleksibel.

b. Emulator yang cepat dan kaya fitur.

c. Lingkungan yang menyatu untuk pengembangan bagi semua perangkat android.

d. Instant Run untuk mendorong perubahan ke aplikasi yang berjalan tanpa membuat APK baru.

e. Template kode dan integrasi GitHub untuk membuat fitur aplikasi yang sama dan mengimpor kode

f. Alat pengujian dan kerangka kerja yang ekstensif

g. Alat Lint untuk meningkatkan kinerja, kegunaan, kompatibilitas versi dan masalah lainnya.

h. Dukungan C++ dan NDK 2.2.5 Star UML

STAR UML merupakan suatu aplikasi untuk metode pemodelan secara visual untuk sarana perancangan sistem berorientasi objek. UML itu sendiri adalah singkatan dari “Unified Modelling Language” yang memiliki definisi sebagai suatu bahasa yang sudah menjadi standar pada visualisasi, perancangan dan juga pendokumentasian sistem perangkat lunak. UML memiliki beberapa fungsi atau tujuan seperti dapat memberikan bahasa pemodelan visual, dapat memodelkan sistem yang berkonsep berorientasi objek dan menciptakan suatu bahasa pemodelan yang nantinya dapat dipergunakan oleh manusia atau mesin. Dan memiliki jenis-jenis diagram UML[15] diantaranya:

2.2.5.1 Use Case Diagram

Yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang menggambarkan interaksi antara sistem dan actor.

(11)

Gambar 2.2 Alur Use Case Diagram 2.2.5.2 Activity Diagram

Activity Diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang dapat memodelkan proses-proses apa saja yang terjadi pada sistem.

Gambar 2.3 Alur Activity Diagram 2.2.5.3 Sequence Diagram

Sequence Diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang menjelaskan interaksi objek yang berdasarkan urutan waktu, sequence diagram juga dapat menggambarkan urutan atau tahapan yang harus dilakukan untuk dapat menghasilkan sesuatu pada use case diagram.

(12)

Gambar 2.4 Alur Sequence Diagram

2.2.6 Restful API

API adalah singkatan dari Application Programming Interface yaitu sebuah software yang memungkinkan para developer untuk mengintegrasikan dan mengizinkan dua aplikasi yang berbeda secara bersamaan untuk saling terhubung satu sama lain. Tujuan API untuk saling berbagi antar aplikasi yang berbeda. Sedangkan RESTful API yaitu REST client akan melakukan akses pada data atau resource pada REST server dimana masing-masing resource atau data tersebut akan dibedakan oleh sebuah global ID atau URIs (Universal Resource Identifiers)[16].

2.2.7 Black Box

Black Box adalah salah satu metode software testing dimana fungsionalitas aplikasi software akan diuji. Black Box merupakan pengujian perangkat lunak yang digunakan untuk menguji perangkat lunak tanpa mengetahui struktur internal kode atau program[17].

2.2.8 White Box

White Box adalah salah satu cara untuk menguji suatu aplikasi atau perangkat lunak dengan melihat modul untuk memeriksa dan

(13)

menganilisis kode program ada yang salah atau tidak. Jika modul ini telah diproduksi dalam output yang tidak memenuhi persyaratan, kode akan dikompilasi ulang dan diperiksa lagi sampai mencapai yang diharapkan.

White Box merupakan pengujian yang didasarkan pada kontrol detail desain. Struktur kontrol desain program digunakan dengan cara prosedural untuk membagi tes ke dalam berbagi kasus uji[18].

2.2.9 System Usability Testing

Usability merupakan hal yang sangat penting pada sebuah website atau aplikasi yang dibuat oleh pengembang. Metode ini mampu memberikan gambaran aspek dari usability hingga user experience.

Usability testing untuk memungkinkan penilaian cepat yang dilakukan oleh end user yang mencakup kesan komperehensif yang lebih disukai dari pengguna[8].

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian terlihat keberadaan gen kat-G pada 24 sampel dari 25 DNA sampel sputum yang diekstraksi dengan metode Boom maupun proteinase-K, 1 sampel di antaranya

mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa. Informasi yang benar serta lengkap dari suatu produk barang/ jasa harus disertakan oleh produsen. Label sebagai wujud hak

Proses pengendapan yang terjadi di area point bar umumnya berasal dari proses fluvial dengan mengendapkan material berupa pasir halus ketika energi aliran sungai berada di

Puji syukur Penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya Penulis dapat menyelesaikan usulan

Skor tersebut berada pada kisaran antara 56-75 dengan kategori cukup efektif sehingga dapat disimpulkan bahwa laboratorium virtual cukup efektif digunakan sebagai

Dalam pengisian discharge planning itu dari awal dari pasien masuk sudah dikerjakan dari depan nanti kami yang di maintenance ini melanjutkan apa yang sudah dikerjakan

Berdasarkan hasil penelitian yang diuraikan, informasi dari hasil wawancara yang dilakukan bersama dengan narasumber serta hasil dokemntasi yang berupa puisi yang

Kendala dalam proses ratifikasi perjanjian internasional di Indonesia, diantaranya sulitnya mengharmoniskan standar internasional itu dengan hukum dan peraturan