MODUL AJAR SEJARAH (Sumber Sejarah)
1. INFORMASI UMUM A. Identitas Modul
Nama Sekolah : SMA Negeri 6 Kota Komba Nama Guru : Maria Fatima Baru,S.Pd Tahun Disusun : 2021
Jenjang/ Kelas : SMA/ X
Alokasi Waktu : 4 JP ( 4x45 Menit)
B. Kompetensi Awal
Sebelum mempelajari materi ini peserta didik diharapkan dapat:
Menyebutkan contoh-contoh sumber sejarah yang diketahui.
Mengetahui mengapa sumber sangat penting dalam sejarah.
C. Profil Pelajar Pancasila
Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia
Mandiri
Bernalar kritis
Kreatif
Bergotong royong D. Sarana dan Prasarana
Sarana : Spidol, white board
Prasarana : Buku teks sejarah kelas X E. Target Peserta Didik
Peserta didik regular/ tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar
Peserta didik dengan kesulitan belajar: memiliki gaya belajar yang terbatas hanya satu gaya misalnya dengan kinestetik. Memiliki kesulitan dengan bahasa dan pemahaman materi ajar, kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dsb.
Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir arah tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.
F. Model Pembelajaran
Tatap Muka
Pembelajaran Jarak Jauh (Daring dan Luring)
▸ Baca selengkapnya: apakah kesan jika tiada sumber sejarah
(2)2. KOMPETENSI INTI
(lihat lembaran CP bagian depan) A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran selesai peserta didik diharapkan:
Mampu menjelaskan pengertian dan kedudukan sumber sejarah
Mampu menjelaskan sumber tertulis, sumber lisan dan sumber benda
Mampu membandingkan perbedaan sumber primer dan sekunder
Mampu menjelaskan validitas, reabilitas, kredibilitas sumber sejarah
Mampu menjelaskan artefak, fosil, visual, audio visual, dan tradisi lisan B. Pemahaman Bermakna
Manfaat bagi peserta didik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah:
Mampu menuliskan tentang sejarah lokal (tokoh daerah, tarian daerah, alat musik) berdasarkan sumber sejarah yang diketahui
C. Pertanyaan Pemantik
Terdapat berbagai peristiwa sejarah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, peristiwa tersebut bisa diteliti setelah kita menemukan informasi yang menjadi sumber sejarah tersebut. Untuk lebih lanjut silahkan pelajari materi ini dengan saksama.
D. Kegiatan Pembelajaran 2 x Pertemuan (4x 45 Menit)
Tahap Aktivitas Belajar Waktu
Pendahuluan • Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa
• Guru dan peserta didik mempersiapkan pembelajaran sesuai kegiatan yang hendak dilakukan
• Guru melakukan apersepsi, mengingatkan tentang berpikir diakronik (kronologi) dan sinkronik dalam sejarah sebagai materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.
15 Menit
Inti
• Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari LKPD mengenai sumber sejarah dan memberikan pijakan mengenai kegiatan belajar yang hendak dilakukan pada pertemuan ini.
• Peseta didik mengidentifikasi masalah yang ada pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
• Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik
• Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik
• Peserta didik mempresentasikan hasil kerjanya
• Guru memberikan feedback/ulasan tentang presentasi siswa
• Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan
65 Menit
Penutup • Siswa menyampaikan kesan belajar mereka pada pertemuan ini
• Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan pesan untuk tetap semangat belajar
10 Menit
E. Asesmen
1. Sikap (Profil Pelajar Pancasila) dapat berupa: observasi, penilaian diri, penilaian teman sebaya.
Lembar Observasi Diskusi
No. Nama Siswa
Aspek Penilaian Rerata
Nilai Kerjasama Inisiatif Gagasan Keaktifan
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 1.
2.
3.
Keterangan Skor : Baik sekali = 4 Baik = 3
Cukup = 2 Kurang = 1
Kriteria Nilai
A = 91 – 100 : Baik Sekali B = 81– 90 : Baik C = 70 – 80 : Cukup D = ≤70 : Kurang
Skor perolehan
Nilai =--- X 100 Skor maksimal
Lembar Penilaian Diri
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggungjawab!
NO Pertanyaan Jawaban
Ya Tidak
1 Apakah kamu dapat menjelaskan pengertian dan kedudukan sumber sejarah
2 Apakah kamu dapat menjelaskan sumber tertulis, sumber lisan dan sumber benda 3 Apakah kamu dapat membandingkan
perbedaan sumber primer dan sekunder 4 Apakah kamu dapat menjelaskan validitas,
reabilitas, kredibilitas sumber sejarah
5 Apakah kamu dapat menjelaskan artefak, fosil, visual, audio visual, dan tradisi lisan
Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada bagian yang masih "Tidak".
Bila semua jawaban "Ya", maka Kamu dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya.
2. Performa (presentasi, pameran hasil karya, jurnal) Lembar Performa (Presentasi)
No. Nama Siswa
Aspek Penilaian Rerata
Nilai Penampilan Media yang
digunakan Penguasaan
materi Sistematika penyampaian 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 1.
2.
3.
Keterangan Skor : Baik sekali = 4 Baik = 3
Cukup = 2 Kurang = 1
Kriteria Nilai
A = 91 – 100 : Baik Sekali B = 81– 90 : Baik C = 70 – 80 : Cukup D = ≤70 : Kurang
Skor perolehan
Nilai =--- X 100 Skor maksimal
3. Tertulis (tes objektif: essay, pilihan ganda, isian singkat, benar - salah).
F. Pengayaan dan Remedial
• Pengayaan :Diberikan kepada Peserta didik dengan capaian tinggi agar mereka dapat mengembangkan potensi secara optimal
• Remedial :Diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang.
3. LAMPIRAN
A. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Soal:
1. Jelaskan pengertian dan kedudukan sumber sejarah.
2. Jelaskan jenis – jenis sumber sejarah
3. Jelaskan perbedaan sumber primer dan sekunder
4. Jelaskan pengertian validitas, reabilitas, kredibilitas sumber sejarah
5. Jelaskan perbedaan artefak dan fosil Rubik Penilaian
No Indikator Penilaian Skor Deskripsi
1 Menuliskan pengertian dan
kedudukan sumber sejarah 10 Jika mampu menuliskan pengertian dan kedudukan sumber sejarah
2 Menuliskan jenis – jenis sumber
sejarah 15 Jika mampu menuliskan jenis – jenis sumber
sejarah 3 Menuliskan perbedaan sumber
primer dan sekunder 10 Jika mampu menuliskan perbedaan sumber primer dan sekunder
4 Menuliskan pengertian validitas, reabilitas, kredibilitas sumber sejarah
15 Jika mampu menuliskan pengertian validitas, reabilitas, kredibilitas sumber sejarah
5 Menuliskan perbedaan artefak dan fosil
10 Jika mampu menuliskan perbedaan artefak dan fosil
6 Menuliskan pengertian folklore, mitologi, legenda, dongeng, lagu daerah dan upacara
40 Jika mampu menuliskan pengertian folklore, mitologi, legenda, dongeng, lagu daerah dan upacara
B. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik
Buku Guru dan buku Paket Sejarah Kelas X kurikulum Sekolah Penggerak; Buku Sejarah Peminatan kelas X; buku sejarah lain yang relevan, dll.
C. Glosarium
Artefak : peralatan hidup berupa perkakas yang terbuat dari batu, tulang, dan logam yang digunakan oleh manusia yang hidup pada zaman pra-aksara.
Folklore : bagian dari sastra lisan yang berisi cerita, kisah, adat istiadat keagamaan, upacara ritual, dan pengetahuan yang terdapat pada rakyat tertentu.
Fosil : benda peninggalan zaman batu serta sisa-sisa kehidupan yang sudah membatu karena proses kimiawi dan perubahan serta lapisan bumi.
D. Daftar Pustaka
Sari Oktafiana, dkk. 2021. Buku Kelompok IPS: untuk SMA/ MA Kelas X.Jakarta:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, DanTeknologi Republik Indonesia
Supriatna Nana, 2017. Aktif dan Kreatif Belajar Sejarah 1 untuk kelas X SMA/MA peminatan ilmu-ilmu sosial. Bandung: Grafindo Media Pratama
Kisol, Juli 2021 Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Frumensius Hemat. S.Fil Maria Fatima Baru, S.Pd
NIP.19810328 201001 1 028 NIP. 19940101 201903 2 006
Materi Ajar SUMBER SEJARAH
1. Pengertian dan kedudukan sumber sejarah
Sumber sejarah adalah data-data peristiwa masa lampau yang disusun secara ilmiah oleh sejarawan menjadi kisah yang menarik berdasarkan jejak-jejak yang ditinggalkan. Sumber sejarah sering disebut data sejarah. Kata data berasal dari bahasa latin “datum” yang artinya pemberitaan.
Menurut KBBI, kata data memiliki arti keterangan yang benar dan bahan nyata yang dapat dijadikan sebagai dasar kajian, analisis atau kesimpulan.
Data sejarah atau sumber sejarah juga mempunyai pengertian seluruh informasi yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk merekonstruksi atau menyusun kembali peristiwa masa lalu.
Penggunaan data atau sumber dalam belajar sejarah menjadi penting karena sejarah merekonstruksi peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lalu.
Informasi yang diperoleh dari data atau sumber sejarah adalah keterangan sekitar apa yang terjadi, siapa pelakunya, dimana peristiwa itu terjadi dan kapan peristiwa itu terjadi. Seluruh keterangan inilah yang menjadi dasar untuk merekonstruksi peristiwa masa lalu menjadi sebuah kisah yang sudah dilengkapi dengan proses bagaimana peristiwa itu terjadi beserta latar belakangnya sehingga menjawab pertanyaan mengapa peristiwa itu terjadi.
2. Jenis-jenis sumber sejarah a. Sumber tertulis
Sumber tertulis adalah sumber yang diperoleh dari keterangan tertulis yang berkaitan dengan peristiwa sejarah. Sumber tertulis menggunakan media tulis seperti batu dan kertas. Sumber tertulis menggunakan batu disebut prasasti. Sumber tertulis ter4bagi atas 2 yakni primer (dokumen) dan sekunder (buku perpustakaan). Contohnya: prasasti, piagam, dokumen, arsip-arsip, buku, dsb.
b. Sumber lisan
Sumber lisan adalah sumber atau keterangan yang diperoleh langsung dari pelaku atau saksi- saksi dari suatu peristiwa sejarah. Cara memperolehnya, yaitu dengan melalui teknik wawancara kepada pelaku dan saksi sejarah tersebut. Pelaku sejarah adalah orang yang secara langsung terlibat dalam peristiwa sejarah, sedangkan saksi sejarah adalah orang yang mengetahui suatu peristiwa sejarah, tetapi tidak terlibat secara langsung.
c. Sumber benda
Sumber benda adalah sumber yang diperoleh dari benda-benda peninggalan pada masa lampau.
Misalnya alat-alat atau benda budaya, seperti kapak, gerabah, perhiasan, manik-manik, candi, patung, peralatan perang, dan foto.
Sumber benda disebut juga sumber korporal yaitu benda-benda peninggalan masa lampau, manuskrip artinya tulisan tangan, dan inskripsi artinya tulisan yang ditorehkan pada benda keras seperti batu, logam dan kayu.
Cara menentukan usia benda-benda peninggalan sejarah, yaitu ada 3 cara:
- Tipologi : cara penentuan umur benda berdasarkan tipe atau bentuk benda peninggalan tersebut.
- Stratigrafi : cara penentuan umur benda berdasarkan usia lapisan tanah tempat benda ditemukan (lapisan tanah pada tingkat paling bawah menunjukkan usia benda semakin tua) - Kimiawi : cara penentuan umur benda berdasarkan unsur-unsur kimiawi yang dikandung oleh
benda tersebut.
3. Sifat sumber sejarah
Berdasarkan sifatnya, sumber sejarah tertulis dibagi menjadi sumber primer dan sekunder.
a. Sumber primer
Sumber primer yaitu sumber asli atau sumber utama yang diperoleh secara langsung. Sumber primer tertulis seperti dokumen-dokumen, naskah perjanjian dan arsip (karena ditulis pada saat terjadinya peristiwa yang dilaporkan). Sumber primer lisan dapat berupa kesaksian langsung dari pelaku sejarah. Sumber primer benda yaitu berupa benda atau bangunan bersejarah atau benda- benda arkeologi.
b. Sumber sekunder
Sumber sekunder disebut juga dengan sumber kedua. Sumber sekunder tertulis contohnya surat kabar yang ditulis oleh sejarawan berdasarkan sumber primer atau kesaksian dari orang yang tidak terlibat langsung dalam peristiwa sejarah.
4. Validitas, reabilitas dan kredibilitas sumber sejarah
- Validitas yaitu suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu data - Reabilitas yaitu konsistensi dari serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur.
Reabilitas artinya data atau sumber yang dapat dipercaya. Realibilitas (keandalan) - Kredibilitas yaitu kualitas, kapabilitas atau kekuatan yang menimbulkan kepercayaan.
5. Artefak, fosil, sejarah visual dan media audio visual a. Artefak
Artefak yaitu peninggalan-peninggalan hasil kebudayaan manusia pada masa lampau berupa alat- alat batu, tulang dan logam, gerabah, prasasti dsb.
b. Fosil
Fosil yaitu sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu akibat adanya proses kimiawi. Fosil dalam bahasa latin “fossa” yang berarti menggali keluar dari dalam tanah.
Secara singkat defenisi dari fosil harus memenuhi syarat-syarat berikut:
- Sisa-sisa organisme - Terawetkan secara alamiah
- Pada umumnya padat/kompak/keras - Berumur lebih dari 11.000 tahun c. Sejarah visual
Secara sederhana sejarah visual dapat diartikan sebagai suatu kisah sejarah yang disampaikan dan dipresentasikan dengan menggunakan sumber-sumber visual, baik berupa gambar bergerak maupun tidak bergerak. Misalnya gambar, tulisan (angka dan kata), peta, grafik dsb.
d. Media Audio Visual
Media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis-jenis media yang termasuk dalam kelompok ini adalah televisi, video tape, dan film.
6. Tradisi lisan
Tradisi lisan yaitu penyebaran informasi-informasi tentang kejadian atau peristiwa sejarah yang dilakukan secara lisan (oral) dan disampaikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tradisi lisan dapat diartikan sebagai proses dan produk. Sebagai proses, tradisi lisan terkait dengan kebiasaan masyarakat menyampaikan pengalaman hidup melalui bahasa lisan seperti bicara, pidato, atau bercerita. Sebagai produk, tradisi lisan terdapat dalam fabel (cerita rakyat yang mengandung kesusilaan), dongeng, sage (dongeng kepahlawanan), folklore, legenda, kisah, mitos, lagu-lagu daerah dan upacara.
a. Folklore
Folklore adalah tradisi lisan dari suatu masyarakat yang tersebar atau diwariskan secara turun temurun. Menurut KBBI, folklore adalah adat istiadat tradisional dan cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun tetapi tidak dibukukan.
Ciri-ciri folklore:
- Diciptakan, disebarkan dan diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi
- Bersifat tradisional
- Menjadi milik bersama dalam kelompok tertentu
- Mempunyai kegunaan sebagai alat pendidik, pelipur lara, protes sosial dan proyeksi keinginan yang terpendam
Jenis-jenis folklore menurut Jan Harold Brunvard ahli folklore amerika serikat, sbb:
1) Folklore lisan: yaitu folklore yang bentuknya murni lisan Contohnya:
- Bahasa rakyat (logat, dialek, kosa kata bahasanya, julukan dan gelar bangsawan) - Ungkapan tradisional (peribahasa, pepatah)
- Pertanyaan tradisional atau teka-teki - Puisi rakyat (pantun, syair, sajak)
- Cerita prosa (mitologi, legenda, dongeng) - Nyanyian rakyat (lagu-lagu daerah)
2) Folklore sebagian lisan: yaitu folklore yang bentuknya campuran unsur lisan dan non lisan Contohnya:
- kepercayaan rakyat (takhayul)
- permainan rakyat (permainan congklak, permainan galasin, permainan lompat tali, dll.)
3) Folklore bukan lisan: folklore yang cara pembuatannya diajarkan secara lisan. Biasanya meninggalkan bentuk materiil (artefak)
Contohnya:
- Arsitektur rakyat (prasasti, bangunan-bangunan suci) - Kerajinan tangan rakyat
- Pakaian/ perhiasan tradisional yang khas dari masing-masing daerah - Obat-obatan tradisional, Masakan dan minuman tradisional
b. Mitologi
Mitologi adalah ilmu tentang kesusasteraan yang mengandung konsep tentang dongeng suci, kehidupan para dewa dan makhluk halus dalam suatu kebudayaan. Mite (myth) berarti cerita yang memiliki latar belakang sejarah, dipercayai oleh masyarakat sebagai cerita yang benar-benar terjadi, dianggap suci, mengandung hal-hal gaib, dan umumnya ditokohi oleh dewa atau setengah dewa.
Contohnya: dewi sri dari jateng dan bali, nyi roro kidul dari yogyakarta, dsb.
c. Legenda
Legenda adalah prosa rakyat yang dianggap oleh yang punya cerita sebagai suatu kejadian yang sungguh-sungguh pernah terjadi
Contohnya: legenda sunan bonang, legenda tangkuban perahu, dsb.
Jenis-jenis legenda menurut Jan Harold Brunvard, yaitu sbb:
1) Legenda keagamaan: legenda orang-orang yang dianggap suci. Contohnya walisongo 2) Legenda alam gaib contohnya takhayul
3) Legenda setempat: legenda yang berhubungan dengan suatu tempat, nama tempat, dsb.
Contohnya legenda danau toba
4) Legenda perorangan: cerita mengenai tokoh-tokoh tertentu yang dianggap pernah ada.
Contohnya: dongeng ande-ande lumut, si pitung, dsb.
d. Dongeng
Contohnya: si kancil dan buaya, bawang merah dan bawang putih, dsb.
e. Lagu-lagu daerah
Adalah syair-syair yang ditembangkan dengan irama yang menarik dan menggunakan bahasa daerah. Biasanya berfungsi sebagai media ekspresi seni untuk menyampaikan berbagai hal tentang kehidupan manusia.
f. Upacara
Adalah rangkaian tindakan atau perbuatan yang terikat pada aturan-aturan tertentu (adat istiadat, agama dan kepercayaan). Upacara berfungsi sebagai ungkapan terima kasih pada kekuatan-kekuatan
yang memberikan perlindungan dan kesejahteraan, dan untuk menghindarkan diri dari kemarahan kekuatan-kekuatan gaib yang sering diwujudkan dalam berbagai malapetaka dan bencana alam.