• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROYEK PEMBANGUNAN FLAT POLRI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROYEK PEMBANGUNAN FLAT POLRI"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

PROYEK PEMBANGUNAN FLAT POLRI METODE PEKERJAAN STRUKTUR

PILE CAP DAN TIE BEAM

LAPORAN KERJA PRAKTIK

Oleh:

Muhammad Al Asad 104117040

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

FAKULTAS PERENCANAAN INFRASTRUKTUR UNIVERSITAS PERTAMINA

2020

(2)

i

LEMBAR PERSETUJUAN LAPORAN KERJA PRAKTIK

(3)

ii

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, penulis panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat ridho dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan laporan Kerja Praktik dengan judul “Proyek Pembangunan Flat POLRI”. Salah satu tujuan dari laporan ini adalah sebagai syarat dalam menyelesaikan mata kuliah Kerja Praktik (KP) di Program Studi Teknik Sipil Fakultas Perencanaan Infrastruktur Universitas Pertamina.

Dalam pelaksanaan Kerja Praktik hingga penyusunan laporan ini tentu tidak lepas dari pengarahan dan bimbingan dari berbagai pihak yang telah membantu sehingga laporan ini dapat tersusun dengan baik. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penyusun ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

1. Orangtua yang telah memberikan dukungan secara moril maupun materiil.

2. Bapak Fikri Ramadhan Lubis, S.T., M.T. selaku pembimbing lapangan selama Kerja Praktik di PT. KSO PAY - Ras Digital Media.

3. Bapak Dr.-Ing. Yulizar, S.T., M. SC selaku dosen pimbimbing Kerja Praktik.

4. Bapak Dr. Arianta, S.T., M.T. selaku Kepala Program Studi Teknik Sipil Universitas Pertamina dan dosen wali.

5. PT. KSO PAY - Ras Digital Media dan seluruh staff yang terlibat dalam Proyek Pembangunan Flat Jaga Asrama Brimob.

6. Semua pihak yang telah membantu dan berpartisipasi selama penyusunan laporan ini yang tidak dapat saya sebut satu persatu.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari segi materi maupun teknik penyampaian. Oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan laporan ini maupun tulisan yang akan datang.

Jakarta, 21 Desember 2020

Penulis

(4)

iii

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN LAPORAN KERJA PRAKTIK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR GAMBAR ... v

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Tujuan Kerja Praktik ... 1

1.2.1 Tujuan umum ... 1

1.2.2 Tujuan khusus ... 2

1.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kerja Praktik ... 2

BAB II PROFIL INSTANSI ... 3

2.1 Sejarah Perusahaan ... 3

2.2 Data Umum Proyek ... 3

BAB III KEGIATAN KERJA PRAKTIK ... 4

3.1 Pendahuluan ... 4

3.2 Tinjauan Umum ... 4

3.2.1 Pengenalan ... 4

3.2.2 Penugasan ... 4

3.3 Ruang Lingkup Pekerjaan ... 7

BAB IV HASIL KERJA PRAKTIK ... 8

4.1 Umum ... 8

4.2 Bahan ... 8

4.3 Alat ... 10

4.4 Pekerjaan Pile Cap ... 17

4.4.1 Pengerukan tanah ... 18

4.4.2 Pekerjaan lantai kerja ... 18

4.4.3 Pengukuran (Survey) ... 19

4.4.4 Pekerjaan pemasangan tulangan Pile Cap ... 19

4.4.5 Pekerjaan pemasangan bekisting Pile Cap ... 19

4.4.6 Pengecoran Pile Cap... 19

4.4.7 Pekerjaan pelepasan bekisting Pile Cap ... 20

4.4.8 Perawatan Pile Cap... 20

4.5 Pekerjaan Tie beam ... 20

(5)

iv

4.5.1 Pengurugan tanah... 21

4.5.2 Pekerjaan lantai kerja ... 22

4.5.3 Pengukuran (Survey) ... 22

4.5.4 Pekerjaan pemasangan tulangan Tie Beam ... 22

4.5.5 Pekerjaan pemasangan bekisting Tie Beam ... 22

4.5.6 Pengecoran Tie Beam ... 22

4.5.7 Pekerjaan pelepasan bekisting ... 23

4.5.8 Perawatan Tie Beam ... 23

BAB V TINJAUAN TEORITIS ... 24

5.1 Pile Cap ... 24

5.2 Tie Beam ... 25

BAB VI KESIMPULAN dan SARAN ... 27

6.1 Kesimpulan ... 27

6.2 Saran ... 27

DAFTAR PUSTAKA ... 28

LAMPIRAN ... 29

(6)

v

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.2 Form Daily Report ... 5

Gambar 3.3 Mapping Progress pekerjaan Tie Beam ... 5

Gambar 3.4 Contoh Perhitungan Volume Pengecoran ... 6

Gambar 4.1 Jenis besi dan ukuran yang digunakan ... 9

Gambar 4.2 Beton Decking ... 9

Gambar 4.3 Bekisting ... 10

Gambar 4.4 Kawat Bendrat ... 10

Gambar 4.5 Mobile Crane ... 11

Gambar 4.6 Mesin vibrator dan kepala vibrator ... 12

Gambar 4.7 Concrete truck mixer ... 12

Gambar 4.8 Theodolite ... 13

Gambar 4.9 Concrete bucket ... 13

Gambar 4.10 Compressor ... 14

Gambar 4.11 Bar Cutter ... 14

Gambar 4.12 Bar bender ... 15

Gambar 4.13 Mesin Stamper ... 15

Gambar 4.14 Kunci Tie-road ... 16

Gambar 4.15 Excavator ... 16

Gambar 4.16 Baby roller ... 17

Gambar 4.17 Flowchart pekerjaan pile cap ... 18

Gambar 4.18 Flowchart pekerjaan tie beam ... 21

Gambar 5.1 Detail Pile Cap tampak samping ... 24

Gambar 5.2 Detail Tie Beam tampak samping ... 26

(7)
(8)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan dunia infrastruktur terus berkembang dari tahun ke tahun. Seiring dengan terus berkembangnya dunia infrastruktur tidak lepas dari perkembangan ilmu dan teknologi. Sekarang para engineer dituntut untuk dapat menyelesaikan segala permasalahan dengan dibantu teknologi.

Sebagai calon sarjana teknik sipil tidak cukup jika hanya dengan dibekali teori yang didapat dari bangku perkuliahan. Maka dari itu Program Studi Teknik Sipil Universitas Pertamina mengambil kebijkan untuk melaksakan kegiatan Kerja Praktik yang wajib dirasakan oleh semua mahasiswa. Dengan melakukan Kerja Praktik Mahasiswa diharapkan mendapatkan pengalaman yang lebih tentang kegiatan konstruksi secara visual. Sebagai bentuk pertanggungjawaban telah melaksanakan Kerja Praktik Mahasiswa dituntut untuk menyusun laporan Kerja Praktik berdasarkan data dan pengalaman langsung yang dilakukan pada Proyek Pembangunan Flat POLRI.

Keamanan nasional adalah hal yang penting, demi meningkatkan keamanan nasional maka dibangunlah segala sarana dan prasarana yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan nasional. Maka dari itu dilaksanakanlah pembangunan Flat POLRI. Dalam pembangunan ini sangat memperhatikan kekuatan, kenyamanan, keekonomisan, dan pengaruh terhadap lingkungan.

1.2 Tujuan Kerja Praktik

1.2.1 Tujuan umum

Kerja Praktik merupakan salah satu mata kuliah wajib dalam kurikulum Program Studi Teknik Sipil Fakultas Perencanaan Infrastruktur Universitas Pertamina yang wajib dipenuhi oleh semua mahasiswa. Mata kuliah tersebut berbobot sebesar 2 SKS (Satuan Kredit Semester). Tujuan dasar dari Kerja Praktik adalah meningkatkan kemampuan dan ilmu mahasiswa Teknik Sipil serta bekal persiapan diri untuk dunia profesi.

(9)

2 1.2.2 Tujuan khusus

Adapula tujuan khusus yang ingin dicapai dalam pelaksanaan Kerja Praktik ini adalah sebagai berikut:

1. Mendapatkan pengetahuan dan pengalaman mengenai kegiatan proyek beserta berbagai aspek melalui pengamatan langsung;

2. Mengasah keterampilan dan kemampuan mahasiswa terutama bekerja sama dalam tim dan komunikasi di lapangan;

3. Meningkatkan pemahaman serta wawasan mahasiswa mengenai proyek sipil, diantaranya proses pelaksanaan dan pengendalian proyek.

4. Mahasiswa dapat menganalisis progres pada suatu proyek yang dikaitkan secara teori dengan praktik di lapangan.

1.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kerja Praktik

Kerja Praktik dilakukan setiap hari kerja dan bertempat di Pusat Latihan Mako Brimob Polri, Jalan Raya Cikeas, Cikeas Udik, Kecamatan Gn Putri, Kab Bogor, Jawa Barat, 16966. Kerja Praktik ini dilakukan dalam kurun waktu 24 (dua puluh empat) hari mulai dari tanggal 23 Juli 2020 hingga 26 Agustus 2020.

(10)

3

BAB II

PROFIL INSTANSI

2.1 Sejarah Perusahaan

PT. KSO PAY - Ras Digital Media merupakan kerjasama operasi antar PT. PAY (Permata Anugerah Yalapersada) dengan PT RDM (Ras Digital Media). Kerjasama kedua PT. ini baru terbentuk pada tahun 2020, dan proyek pertama yang dikerjakan adalah proyek Pembangunan Flat POLRI.

PT. Permata Anugerah Yalapersada atau biasa dikenal dengan nama PT. PAY, adalah suatu badan usaha yang kegiatan utamanya bergerak pada bidang konstruksi. PT.

PAY didirikan pada tanggal 8 Maret 2007. Pada awal berdiri PT. PAY hanya sebagai sub- kontraktor, seiring berjalannya waktu PT. PAY mulai menjadi kontraktor utama. PT. PAY memilik motto " menjaga kepercayaan dan kepuasan pelanggan dengan kejujuran, kesungguhan dan keterbukaan". Kantor dari PT. PAY beralamat di JL. Gayungsari XI No.

20 Surabaya.

PT. Ras Digital Media atau biasa dikenal dengan nama PT. RDM berdiri pada Mei 2010. Berkantor di Office 8, LT.11, Unit C. Jend Sudirman Kav,52-53 Jakarta Selatan. PT.

RDM memiliki visi yaitu menjadi penyedia teknologi informasi yang menyediakan Produk dan layanan IT sebagai solusi terbaru dan profesional.

2.2 Data Umum Proyek

Nama Proyek : Pembangunan Flat POLRI Pemilik : Kepolisian Republik Indonesia Konsultan Perencana : PT. KSO PAY- Ras Digital Media Konsultan MK : PT. Wahanacipta Bangunwisma Kontraktor Pelaksana : PT. KSO PAY - Ras Digital Media

Lokasi : Jalan Raya Cikeas, Cikeas Udik, Kecamatan Gn Putri, Kab Bogor, Jawa Barat, 16966

Luas Total Bangunan : 9.555 m2

Waktu Pelaksanaan : 13 Mei 2020 – 31 Maret 2021

(11)

4

BAB III

KEGIATAN KERJA PRAKTIK

3.1 Pendahuluan

Pada bagian ini penulis menjelaskan tentang kegiatan apa saja yang telah penulis lakukan selama menjalani Kerja Praktik pada Proyek Pembangunan Flat POLRI yang sedang di kerjakan oleh PT. KSO PAY - RAS Digital Media. Penulis melakukan pengamatan dan peninjauan secara langsung ke lapangan agar mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru.

3.2 Tinjauan Umum

Progres Kerja Praktik meliputi pengenalan dan penugasan. Kegiatan yang dilakukan selama Kerja Praktik berlangsung adalah untuk memenuhi tujuan dari Kerja Praktik.

3.2.1 Pengenalan

Pengenalan kepada staff dan juga pelaksana lapangan dilakukan agar menambah keakraban serta memudahkan komunikasi selama bekerja maupun diluar pekerjaan.

3.2.2 Penugasan

Tugas yang diberikan oleh Bagian Struktur adalah melakukan penyesuaian struktur yang telah ditentukan dengan gambar. Berikut penjelasan yang penulis lakukan selama Kerja Praktik:

1. Membuat daily report

Daily report adalah laporan harian yang berisi tentang apa saja pekerjaan setiap hari, dalam daily report berisi jumlah pekerja, foto progres pekerjaan dan detail pekerjaan seperti Gambar 3.1. Daily report bertujuan untuk melaporkan semua kegiatan dan progres pekerjaan yang ada pada satu hari kerja, yang biasanya diisi pada akhir hari pekerjaan.

(12)

5 Gambar 3.1 Form Daily Report

(Sumber: Data Pribadi)

2. Mapping Pekerjaan

Mapping merupakan suatu pekerjaan mengawasi progress pekerjaan yang sedang dilakukan. Tujuan dari mapping adalah untuk mengecek dan mencocokkan gambar denah dengan kondisi yang ada di lapangan. Dari hasil mapping kita dapat mengetahui bagian mana saja yang sudah dikerjakan dan belum dikerjakan.

Pekerjaan ini langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan dengan cara menandai progres yang telah selesai dan diberi tanggal kapan pekerjaan selesai dilaksanakan seperti pada Gambar 3.2.

Gambar 3.2 Mapping Progress pekerjaan Tie Beam (Sumber: Data Pribadi)

(13)

6 3. Melakukan Perhitungan Volume Pengecoran

Perhitungan volume pengecoran bertujuan untuk menentukan seberapa banyak beton ready mix yang akan dipesan. Perhitungan volume pengecoran dilakukan dua kali, yang pertama dengan menggunakan tools area pada Autocad dan dipindahkan ke Excel seperti Gambar 3.3 , yang kedua adalah dengan melakukan pengukuran bekisting langsung pada lapangan. Setelah kedua hasil didapatkan kemudian dibandingkan untuk menentukan banyaknya beton ready mix yang akan dipesan.

Gambar 3.3 Contoh Perhitungan Volume Pengecoran (Sumber: Data Pribadi)

4. Melakukan checklist Pekerjaan

Cheklist bertujuan untuk mencocokkan apakah kondisi di lapangan sesuai dengan yang ada pada shop drawing. Hal yang biasa dilakukan adalah mengecek apakah ukuran bekisting sudah sesuai sebelum dilakukannya pengecoran. Hal yang diamati meliputi dimensi bekisting, kebersihan didalam bekisting, pemasangan deking, jarak antar sengkang dan diameter tulangan.

5. Melakukan Kunjungan Lapangan

Dengan malakukan kunjungan lapangan mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana mekanisme pekerjaan sipil secara langsung. Dari kunjungan lapangan mahasiswa dapat mengetahui sudah sejauh mana progres yang sedang dikerjakan. Dengan melakukan kunjungan lapangan mahasiswa dapat mengumpulkan data yang nantinya akan diisi kedalam daily report.

(14)

7 3.3 Ruang Lingkup Pekerjaan

Selama massa Kerja Praktik yang diamati adalah metode pelaksaanan pekerjaan struktur bagian dasar. Pekerjaan yang diamati meliputi :

1. Metode pengerjaan Pile cap

Pile cap merupakan salah satu struktur bawah, kegunaan dari pile cap adalah sebagai penyalur beban menuju pondasi. Pengerjaan pile cap dimulai dari pengurukan tanah dan diakhiri dengan curing beton. Pile cap dalam proyek ini digunakan untuk mengakomodir pondasi jenis group pile.

2. Metode pengerjaan Tie beam

Tie beam adalah balok yang posisinya bersentuhan dengan tanah. Kegunaan dari tie beam adalah penyalur beban menuju pile cap dan kemudian di teruskan menuju pondasi. Pengerjaan tie beam di mulai dari pengurugan tanah dan diakhiri dengan curing beton. Perancangan tie beam sama seperti perancangan balok.

(15)

8

BAB IV

HASIL KERJA PRAKTIK

4.1 Umum

Pile cap dan Tie beam merupakan elemen struktur utama yang berfungsi dalam penyaluran gaya ke pondasi. Dalam pengerjaannya banyak proses yang dilakukan mulai dari pemasangan tulangan hingga ke proses pengecoran. Penulis melakukan pengamatan di lapangan guna menambah wawasan dan pengalaman. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai material dan pelaksanaannya.

4.2 Bahan

Bahan material yang digunakan dalam proyek ini adalah:

• Beton ready mix

Dalam pengerjaan tie beam dan pile cap material yang paling utama adalah beton dan tulangan. Beton ready mix merupakan beton yang siap pakai yang telah disediakan oleh sub kontraktor. Dalam proyek Pembangunan Flat Polri sub kontraktor yang menyuplai beton ready mix adalah PT. Solusi Bangun Beton (DYNAMIX). Beton yang digunakan bermutu K-350 NFA (Non- Fly Ash), agar mutu tetap terjamin maka dilakukanlah Slump test. Nilai slump test harus sebesar 12 cm ± 2 cm.

• Besi baja tulangan

Tulangan baja dalam beton berfungsi untuk menahan gaya tarik dan gaya tekan yang bekerja pada struktur. Baja yang dipakai dalam proyek Pembangunan Flat POLRI memiliki diameter yang bervariasi bergantung pada kebutuhan seperti pada Gambar 4.1.

(16)

9 Gambar 4.1 Jenis besi dan ukuran yang digunakan

(Sumber: Data Pribadi)

• Beton decking

Beton decking atau disebut juga dengan beton tahu berfungsi untuk menjaga jarak tulangan dengan permukaan bekisting. Beton decking berbentuk silinder pejal seperti pada Gambar 4.2. Ditengah beton decking terdapat kawat bendrat yang bertujuan untuk mengikat beton decking dengan tulangan nantinya. Beton decking yang digunakan dalam Proyek Pembangunan Flat Polri dibuat secara manual yang terdiri dari campuran semen, agregat, dan air. Ketebalan dari beton decking tersebut sebesar 5 cm.

Gambar 4.2 Beton Decking (Sumber: Data Pribadi)

• Bekisting

Bekisting merupakan cetakan beton saat dilakukan pengecoran. Material yang digunakan untuk pembuatan bekisting adalah Plywood dan juga Kaso seperti

(17)

10 pada Gambar 4.3. Bekisting dibuat langsung dilapangan setelah tulangan baja terpasang.

Gambar 4.3 Bekisting (Sumber: Data Pribadi)

• Kawat Bendrat

Kawat berfungsi untuk mengikat antara tulangan dengan sengkang dan juga mengikat antara tulangan dengan beton decking. Tujuan dari pengikatan ini agar tulangan tidak bergeser saat dilakukannya pengecoran. Dalam penggunaannya kawat harus dipotong terlebih dahulu sebelum digunakan seperti pada Gambar 4.4.

Gambar 4.4 Kawat Bendrat (Sumber: Data Pribadi)

4.3 Alat

Dalam pengerjaan pile cap dan tie beam, dibutuhkan alat-alat yang dapat membantu pekerjaan agar lebih cepat dan mudah. Peralatan yang digunakan adalah :

(18)

11

• Mobile crane

Mobile crane sangat membantu pekerjaan yang berhubungan dengan memindah barang dengan beban yang besar seperti pada Gambar 4.5. Dalam proyek ini mobile crane berfungsi untuk bongkar muat tulangan dan juga pada saat pengecoran. Mobile crane yang digunakan memiliki kapasitas sebesar 50 Ton.

Proyek ini menggunakan 2 (dua) unit mobile crane.

Gambar 4.5 Mobile Crane (Sumber: Data Pribadi)

• Vibrator

Vibrator adalah alat yang gunakan untuk mengeluarkan udara yang terperangkap saat dilakukannya pengecoran seperti pada Gambar 4.6. Vibrator terdiri dari 2 bagian yaitu mesin vibrator dan kepala vibrator. Penggunaan vibrator harus berhati-hati karena jika kepala vibrator terlalu dekat dengan bekisting dapat menyebabkan kebocoran pada bekisting.

(19)

12

Gambar 4.6 Mesin vibrator dan kepala vibrator (Sumber: Data Pribadi)

• Concrete truck mixer

Untuk menyuplai beton ready mix digunakanlah concrete truck mixer seperti pada Gambar 4.7. Truck ini akan terus berputar selama perjalanan agar beton tetap dalam kondisi yang prima.

Gambar 4.7 Concrete truck mixer (Sumber: Data Pribadi)

• Theodolite

Theodolite seperti pada Gambar 4.8 berfungsi untuk pembuat acuan dalam as elemen struktur. Theodolite juga digunakan mengecek ketepatan plat lantai ataupun posisi elemen struktur.

(20)

13 Gambar 4.8 Theodolite

(Sumber: Data Pribadi)

• Concrete bucket

Concrete bucket seperti pada Gambar 4.9 adalah wadah yang digunakan untuk mengangkut beton ready mix. Pengangkutan dilakukan dengan cara beton ready mix yang terdapat pada concrete truck mixer dituang kedalam concrete bucket, kemudian concrete bucket diangkat menuju lokasi pengecoran dengan cara di kaitkan ke mobile crane.

Gambar 4.9 Concrete bucket (Sumber: Data Pribadi)

• Compressor

Compressor seperti pada Gambar 4.10 berfungsi untuk membersihkan kotoran didalam bekisting sebelum dilakukannya pengecoran dengan cara menembakkan angin. Compressor juga dapat dipadukan dengan air yang bertujuan untuk membersihkan area konstruksi dari tanah yang telah mengeras.

(21)

14 Gambar 4.10 Compressor

(Sumber: Data Pribadi)

• Bar cutter

Bar cutter berfungsi sebagai pemotong besi. Cara pemotongan besi pada bar cutter adalah dengan memasukkan besi kebilah pisau dan menarik tuas, yang nantinya besi akan dipotong oleh bilah pisau seperti pada Gambar 4.11. Pemotongan besi dengan bar cutter dapat dilakukan sekaligus jika besi memiliki diameter yang kecil, jika diameter besi besar maka pemotongan besi dilakukan satu persatu.

Gambar 4.11 Bar Cutter (Sumber: Data Pribadi)

• Bar bender

Bar bender seperti pada Gambar 4.12 digunakan untuk menekuk besi dengan sudut yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Sebelum baja ditekuk dengan bar bender baja harus dipotong terlebih dahulu menggunakan alat bar cutter.

Dalam menekuk baja, bar bender dapat menekuk beberapa batang baja tergantung diameter dari baja, jika diameter baja kecil maka dapat dilakukan beberapa batang baja sekaligus. Pada proyek Pembangunan Flat POLRI hanya ada 1 (satu) bar bender.

(22)

15 Gambar 4.12 Bar bender

(Sumber: Data Pribadi)

• Mesin Stamper

Mesin stamper adalah mesin yang berfungsi sebagai pemadatan tanah. Cara kerja alat ini adalah dengan menumbuk tanah berkali-kali hingga tanah rata dan padat seperti pada Gambar 4.13

Gambar 4.13 Mesin Stamper (Sumber: Data Pribadi)

• Kunci Tie-Road

Kunci Tie-road memiliki fungsi sebagai pengunci bekisting saat dilakukan pengecoran. Dengan menggunakan kunci ini bekisting dapat menetralkan tekanan pada rangka beton sebelum beton mengeras seperti pada Gambar 4.14

(23)

16 Gambar 4.14 Kunci Tie-road

(Sumber: Data Pribadi)

• Excavator

Excavator seperti pada Gambar 4.15 memiliki fungsi untuk membantu pekerjaan tanah. Dengan menggunakan excavator pekerjaan seperti mengeruk dan mengurug tanah menjadi jauh lebih cepat. Proyek ini menggunakan 2 (dua) unit excavator.

Gambar 4.15 Excavator (Sumber: Data Pribadi)

• Baby roller

Baby roller seperti pada Gambar 4.16 berfungsi sebagai pemadat tanah. Cara kerja alat ini dengan menggilas permukaan tanah timbunan sehingga padat. Alat ini memiliki tuas untuk mengatur arah maju dan mundur. Untuk membelokkan alat ini menggunakan tenaga manual dengan cara digeser

(24)

17 Gambar 4.16 Baby roller

(Sumber: Data Pribadi)

4.4 Pekerjaan Pile Cap

Dalam pengerjaan Pile Cap ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Pada Gambar 4.17 menunjukan diagram alur atau flowchart dari pekerjaan pile cap. Jika diringkas tahapan pekerjaan pile cap diantaranya:

1. Pengerukan Tanah 2. Pekerjaan Lantai Kerja 3. Pengukuran (Survey)

4. Pekerjaan Pemasangan Tulangan Pile Cap 5. Pekerjaan Pemasangan Bekisting Pile Cap 6. Pengecoran Pile Cap

7. Pekerjaan Pelepasan Bekisting 8. Perawatan Pile Cap

(25)

18 Gambar 4.17 Flowchart pekerjaan pile cap

4.4.1 Pengerukan tanah

Pengerukan tanah dalam pengerjaan pile cap dilakukan hingga pondasi pancang terlihat. Pengerukan tanah di lakukan secara manual dan juga di bantu dengan excavator.

Tanah hasil pengerukan akan di pindahkan ke tempat lain dengan menggunakan dump truck.

Tanah yang sudah di pindahkan ini nantinya akan di gunakan lagi untuk proses pengurugan.

4.4.2 Pekerjaan lantai kerja

Tahapan selanjutnya setelah pengerukan tanah adalah pekerjaan lantai kerja.

Pekerjaan lantai kerja meliputi pemadatan tanah dan pengecoran lantai kerja.

1. Pemadatan tanah dibantu dengan mesin stamper yang nantinya mesin ini akan menumbuk tanah sehingga tanah menjadi padat. Tanah yang di padatkan dengan mesin stamper juga harus rata. Selain dengan stamper pemadatan tanah juga dibantu dengan alat baby roller.

(26)

19 2. Setelah tanah padat dan rata maka pengecoran lantai kerja dapat dilakukan. Beton yang digunakan pada lantai kerja dibuat secara manual tidak menggunakan beton ready mix.

Lantai kerja berfungsi untuk menjaga tulangan yang nanti di pasang diatas lantai kerja tetap rata.

4.4.3 Pengukuran (Survey)

Pengukuran dilakukan oleh surveyor, yang bertujuan untuk memastikan dimensi serta posisi pile cap yang tepat. Surveyor juga akan memberikan marking mengenai dimensi dari pile cap. Pekerjaan pengukuran dibantu dengan alat theodolite. Surveyor juga memastikan elevasi dari lantai kerja, hal ini bertujuan agar ketinggian tiap pile cap sesuai dengan shop drawing.

4.4.4 Pekerjaan pemasangan tulangan Pile Cap

Pemasangan tulangan pada pile cap diawali dengan pengangkutan tulangan yang sudah dipotong beserta sengkang dari area fabrikasi. Pengangkutan dilakukan dengan menggunakan human power, tulangan dan sengkang dibawa dengan cara digotong. Setelah tulangan dan sengkang dibawa keluar dari area fabrikasi, selanjutnya tulangan dirakit langsung dilapangan. Dalam proses perakitan tulangan dan sengkang diikat dengan menggunakan kawat bendrat.

4.4.5 Pekerjaan pemasangan bekisting Pile Cap

Pemasangan bekisting dilakukan setelah tulangan pada pile cap terpasang. Bekisting dipasang mengelilingi tulangan pile cap. Bekisting dibuat langsung di lapangan dengan menyatukan kaso dan plywood dengan paku. Penguncian bekisting ditambah dengan menggunakan kunci tie-road. Cara pemasangan kunci tie-road adalah dengan memutar baut hingga ketat.

Beton decking dipasang setelah bekisting terpasang. Beton decking dipasang pada tulangan yang menyentuh lantai kerja ataupun yang menyentuh bekisting. Pemasangan beton decking dilakukan dengan cara mendorong ataupun mengungkit tulangan sehingga memiliki cukup ruang untuk beton decking. Setelah beton decking terpasang maka beton decking akan diikat dengan kawat bendrat yang sudah menyatu dengan beton decking.

4.4.6 Pengecoran Pile Cap

Pile cap di cor dengan mutu beton K-350, pengecoran dilakukan dengan menggunakan concrete bucket. Concrete bucket digunakan karena lokasi dari pile cap cukup jauh dibawah tanah, sehingga corong dari concrete truck tidak sampai. Setelah concrete bucket tepat diatas bekisting, maka beton dapat dicurahkan dari dalam bucket. Sambil beton

(27)

20 dicurahkan maka vibrator dimasukkan kedalam bekisting, penggunaan vibrator bertujuan agar tidak ada rongga udara didalam beton.

4.4.7 Pekerjaan pelepasan bekisting Pile Cap

Pekerjaan pelepasan bekisting dapat dilakukan satu hari setelah selesai pengecoran.

Pelepasan bekisting pile cap diawali dengan melepas kunci tie-road. Cara melepas kunci tie -road dengan cara diputar agar baut terlepas. Kemudian pelepasan bekisting dilanjutkan dengan cara memukul bekisting dengan palu ataupun dengan kaso sehingga bekisting yang menyelimuti beton terlepas.

4.4.8 Perawatan Pile Cap

Perawatan pile cap dilakukan langsung setelah bekisting terlepas dari beton.

Perawatan beton sendiri dilakukan dengan 2 tahap, pertama setelah bekisting terlepas, beton yang mengalami segregasi ataupun keropos akan diplaster dengan campuran semen dan pasir.

Kedua, setelah plasteran kering maka beton akan di curing dengan cara menyemprotkan air ke permukaan pile cap hal ini bertujuan agar suhu dari beton menurun.

4.5 Pekerjaan Tie beam

Dalam pengerjaan tie beam ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Pada Gambar 4.18 menunjukan diagram alur atau flowchart dari pekerjaan tie beam. Jika diringkas tahapan pekerjaan tie beam diantaranya:

1. Pengurugan Tanah 2. Pekerjaan Lantai Kerja 3. Pengukuran (Survey)

4. Pekerjaan Pemasangan Tulangan Tie Beam 5. Pekerjaan Pemasangan Bekisting Tie Beam 6. Pengecoran Tie Beam

7. Pekerjaan Pelepasan Bekisting 8. Perawatan Tie Beam

(28)

21 Gambar 4.18 Flowchart pekerjaan tie beam

4.5.1 Pengurugan tanah

Pengurugan tanah atau penimbunan tanah dilakukan hingga tanah mencapai elevasi 0. Penimbunan tanah dilakukan secara manual dengan menggunakan human power. Tanah- tanah yang digunakan untuk menimbun awalnya diangkut dengan dump truck yang nanti akan dicurahkan ke area penimbunan. Setelah tanah dicurahkan maka akan disebarkan di sekitar area penimbunan.

Pemadatan tanah dilakukan setelah tanah timbunan disebarkan. Pemadatan tanah dilakukan dengan bantuan alat baby roller dan juga stamper. Pemadatan tanah diawali dengan menggunakan alat baby roller yang akan mengilas tanah hingga cukup padat. Lalu menggunakan stamper hingga tanah timbunan lebih padat lagi.

(29)

22 4.5.2 Pekerjaan lantai kerja

Pekerjaan lantai kerja dilakukan setelah tanah selesai diurug. Pekerjaan ini memerlukan beton yang dibuat secara manual. Lantai kerja memiliki ketebalan ± 10 cm dari permukaan tanah. Lantai kerja bertujuan agar tulangan yang nantinya dipasang pada permukaannya tetap rata.

4.5.3 Pengukuran (Survey)

Pengukuran yang dilakukan oleh surveyor, bertujuan untuk memastikan posisi serta dimensi dari tie beam. Surveyor dibantu dengan alat theodolite dalam melakukan pengukuran. Nantinya surveyor akan memberikan marking pada lantai kerja. Pemberikan marking ini befungsi sebagai acuan dalam pemasangan tulangan dan juga pemasangan bekisting.

4.5.4 Pekerjaan pemasangan tulangan Tie Beam

Pemasangan tulangan pada pile cap diawali dengan pengangkutan tulangan yang sudah dipotong beserta sengkang dari area fabrikasi. Pengangkutan dilakukan dengan menggunakan human power dimana tulangan dan sengkang dibawa dengan cara digotong.

Perakitan dilakukan dengan menyambungkan tulangan yang telah di overlap dari pile cap.

Setelah tulangan disambungkan maka dilakukan pemasangan sengkang. Sengkang yang telah dipasang pada tulangan kemudian diikat menggunakan kawan bendrat. Penggunaan kawat bertujuaan untuk menjaga posisi sengkang agar tidak berpindah.

Pengikatan kawat juga berbarengan dengan pengikatan atau pemasangan beton decking pada tulangan maupun sengkang. Pemasangan beton decking dilakukan di titik-titik dimana tulangan ataupun sengkang menyentuh lantai kerja.

4.5.5 Pekerjaan pemasangan bekisting Tie Beam

Pekerjaan pemasangan bekisting pada tie beam dilakukan setelah pemasangan tulangan selesai. Bekisting dipasang pada sisi kanan dan kiri tie beam. Bekisting dibuat langsung dilapangan dengan cara menyatukan kaso dan plywood. Setelah bekisting terpasang, berikutnya pemasangan beton decking. Beton decking dipasang dititik tulangan yang bersentuhan langsung dengan bekisting. Pemasangan beton decking dengan cara mendorong tulangan ketengah, lalu beton bekisting dipasang dan diikat dengan tulangan maupun sengkang.

4.5.6 Pengecoran Tie Beam

Pengecoran tie beam dilakukan dengan bantuan alat concrete bucket. Concrete bucket digunakan karena corong dari concrete truck tidak sampai kelokasi pengecoran.

(30)

23 Pengecoran dengan concrete bucket dilakukan dengan menuang beton dari concrete truck kedalam concrete bucket. Concrete bucket akan dikaitkan dengan crane yang kemudian diangkat menuju lokasi pengecoran. Beton yang ada didalam concrete bucket akan dicurahkan kedalam bekisting.

Vibrator akan digunakan setelah beton dicurahkan kedalam bekisting. Vibrator digunakan agar tidak ada rongga udara didalam tie beam nantinya. Vibrator digunakan dengan cara memasukkan kepala vibrator melewati sela-sela tulangan. Nantinya vibrator akan bergetar dan akan mengeluarkan udara yang terperangkap.

4.5.7 Pekerjaan pelepasan bekisting

Pelepasan bekisting dilakukan 1 (satu) hari setelah proses pengecoran. Pelepasan dilakukan secara manual, dengan cara memukul dan menarik bekisting hingga terlepas.

4.5.8 Perawatan Tie Beam

Perawatan beton dilakukan setelah pelepasan beton selesai. Perawatan beton terdiri dari 2 (dua) tahap, pertama beton yang mengalami segregasi atau keropos akan di plester.

Pelester merupakan campuran antara semen, pasir dan air, hal ini bertujuan agar keropos pada beton tertutupi. Kedua, beton akan disiram dengan air. Penyiraman ini bertujuan agar suhu beton tidak terlalu tinggi pasca pelepasan bekisting.

(31)

24

BAB V

TINJAUAN TEORITIS

5.1 Pile Cap

Pile cap merupakan salah satu dari struktur bawah yang memiliki fungsi sebagai penyalur beban gaya dari struktur bagian atas ke struktur pondasi dalam. Pile cap juga memiliki fungsi sebagai pengikat pondasi kelompok (Pile Group). Beberapa gaya akan diterima oleh pile cap seperti gaya aksial kolom, tekanan tanah, dan daya dukung pondasi.

Dalam mendesain pile cap jika jarak tiang terlalu lebar maka luas pile cap juga akan bertambah yang berakibat volume beton juga bertambah besar, sehingga biaya konstruksi membengkak (Suryolelono,K. Basah. 1994). Pada Proyek Pembangunan Flat POLRI ini menggunakan detail pile cap seperti pada Gambar 5. 1.

Gambar 5.1 Detail Pile Cap tampak samping (Sumber: Data Perusahaan)

(32)

25 5.2 Tie Beam

Tie beam merupakan balok yang memiliki fungsi sebagai penghubung anatar pile cap dari arah memanjang dan juga melintang. Perbedaan tie beam dengan balok terletak pada posisinya, tie beam memiliki posisi tepat berada diatas tanah. Tie beam juga memiliki beberapa fungsi lainnya antara lain :

• Sebagai perata gaya beban bangunan.

• Sebagai balok penahan terhadap gaya reaksi tanah.

• Sebagai pengaku antar pile cap.

Perencanaan tie beam harus memiliki beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, persyaratan ini terdapat pada SNI 2847:2013. Berikut persyaratannya:

1. Tie beam harus didesain kuat menahan gaya geser dan momen lentur. Momen lentur didesain terlebih dahulu agar dapat menentukan dimensi dan tulangan utamanya;

2. Kemudian desain terhadap gaya geser, agar kuat menahan gaya geser yang ada.

Tulangan geser harus ada agar tidak terjadi keruntuhan yang terjadi secara mendadak (kegagalan geser), ditandai dengan lendutan yang kecil dan kurangnya daktilitas beton. Kegagalan geser tidak boleh terjadi sebelum terjadinya kegagalan lentur;

Proyek Pembangunan Flat Polri memilki 2 (dua) jenis tie beam seperti pada Gambar 5. 2. Hal yang menyebabkan terjadinya variasi pada tie beam karena ukuran dan fungsi yang berbeda. TB 2 umumnya menghubungkan tiap pile cap, sedangkan TB 1 diberada diantara TB 2.

(33)

26 Gambar 5.2 Detail Tie Beam tampak samping

(Sumber: Data Perusahaan)

(34)

27

BAB VI

KESIMPULAN dan SARAN

Pada kegiatan kerja praktik yang penulis lakukan di PT. KSO PAY- Ras Digital Media yang berposisi sebagai kontraktor pelaksana pada Proyek Pembangunan Flat POLRI di Cikeas Kab Bogor. Kerja praktik ini telah memberikan banyak manfaat bagi penulis baik itu pengalaman dan pengetahuan mengenai pelaksanaan pembangunan sebuah konstruksi.

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan pengamatan dan Pengalaman yang penulis laksanakan selama pelaksanaan kerja praktik penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Pengawasan serta pengecekan mutu material sangat penting, salah satu contohnya adalah dengan pengujian material yang baru tiba di lapangan.

2. Pengawas lapangan harus memastikan segala pekerjaan yang dilakukan dilapangan sesuai dengan acuan gambar kerja.

3. Setiap adanya progres pekerjaan yang telah dilaksanakan dicatat dalam laporan harian.

4. Komunikasi yang baik antar pekerja merupakan hal yang paling utama untuk dijaga.

6.2 Saran

Berdasarkan pengalaman selama kerja praktik yang penulis laksanakan, ada beberapa saran yang dapat penulis berikan yang mungkin bermanfaat bagi pihak terkait:

1. Meningkatkan ketepatan waktu proyek dengan memperjelas jadwal dan durasi suatu pekerjaan.

2. Perlu dilakukan pemeriksaan yang berulang terhadap pekerjaan yang sedang dikerjakan.

3. Perlu adanya gambar proyek yang jelas sebagai acuan pekerjaan agar tidak terjadi kesalahpahaman dan kesalahan pengerjaan.

4. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan memberikan tindak lanjut saat terjadi pelanggaran terhadap peraturan yang ada.

(35)

28

DAFTAR PUSTAKA

Admin. (2012, November 4). Pelat Penutup Tiang (Pile Cap). Retrieved from ilmutekniksipil.com: https://www.ilmutekniksipil.com/teknik-pondasi/pelat- penutup-tiang-pile-cap

ahadi. (2020, November 18). Pile cap dan tie beam. Retrieved from ilmusipil.com:

https://www.ilmusipil.com/pile-cap-dan-tea-beam

Arifin, S. (2015, November 18). Perbedaan antara sloof dan tie beam. Retrieved from ilmuproyek.com: http://www.ilmuproyek.com/2015/11/perbedaan-antara-sloof- dan-tie-beam.html

Setiawan, A. (2018). Perancangan Struktur Beton Bertulang Berdasarkan SNI 2847 : 2013 (pp.91-114): Penerbit Erlangga.

unknow. (2020, Maret 11). Pengertian dan Fungsi Pile Cap. Retrieved from indonusa conblock: https://indonusa-conblock.com/pengertian-dan-fungsi-pile-cap/

(36)

29

LAMPIRAN

LEMBAR BIMBINGAN KERJA PRAKTIK

Nama : Muhammad Al Asad NIM : 104117040

Program Studi : Teknik Sipil Perguruan Tinggi : Universitas Pertamina No. 1 Hari/Tanggal: Rabu/09-September-2020

Hal yang menjadi perhatian:

1. Ikuti panduan KP 2. Periksa kosa kata 3. Lengakapi sub-bab 4. Tambahkan referensi

5. Gambar harus ada narasi di paragraph 6. Gambar harus jelas

7. Lengkapi bab yang belum ada

Paraf Pembimbing:

No. 2 Hari/Tanggal: Senin/21-September-2020 Hal yang menjadi perhatian:

1. Periksa kosa kata dan typo di narasi paragraf 2. Periksa penomoran gambar

3. Lengakapi bab yang masih kosong 4. Periksa penulisan sub-bab

5. Gambar harus ada narasi di paragraph

Paraf Pembimbing:

No. 3 Hari/Tanggal: Rabu/02-Desember-2020 Hal yang menjadi perhatian:

1. Periksa penulisan singkatan

2. Perbaiki penulisan kalimat dan pemilihan kata

(37)

30

LEMBAR BIMBINGAN KERJA PRAKTIK

Nama : Muhammad Al Asad NIM : 104117040

Program Studi : Teknik Sipil Perguruan Tinggi : Universitas Pertamina No. 4 Hari/Tanggal: Minggu/07-Desember-2020

Hal yang menjadi perhatian:

1. Perbaiki penulisan

2. Periksa kata dalam Bahasa inggris 3. Periksa Daftar Pustaka

4. Periksa setiap baris kalimat

Paraf Pembimbing:

No. 5 Hari/Tanggal: Kamis/10-Desember-2020 Hal yang menjadi perhatian:

1. Periksa dan perbaiki pola kalimat di Bab 6 2. Periksa kosa kata Bahasa inggris di Bab 4 3. Periksa penggunaan referensi

Paraf Pembimbing:

No. Hari/Tanggal:

Paraf Pembimbing:

(38)

31

(39)

32

(40)

33

(41)

34

Gambar

Gambar 3.2 Mapping Progress pekerjaan Tie Beam  (Sumber: Data Pribadi)
Gambar 3.3 Contoh Perhitungan Volume Pengecoran  (Sumber: Data Pribadi)
Gambar 4.2 Beton Decking  (Sumber: Data Pribadi)
Gambar 4.4 Kawat Bendrat  (Sumber: Data Pribadi)
+7

Referensi

Dokumen terkait

a. Fixed price adalah perjanjian kontrak dengan harga pasti sesuai dengan kesepakatan. unit price adalah perhitungan berdasarkan harga satuan volume pekerjaan yang dikerjakan

Analisa sisa material yang akan dilakukan meliputi kegiatan mengurutkan volume pekerjaan yang ditafsir memiliki sisa material yang besar diikuti oleh perhitungan waste level,

Tahap kedua dilakukan perhitungan menggunakan metode severity index untuk mendapatkan data yang mewakili dari hasil jawaban responden, kemudian analisa risiko dengan perkalian

Hasil perhitungan metode Internal Rate of Return (IRR) pada kedua perumahan lebih besar dari suku bunga bank yang digunakan yaitu Villa Pelita Asri 56,1338% dan Suka Maju Asri

Tabel 4.11 Daftar Perhitungan Volume Material Beton Kolom Lantai Dasar Penampang Persegi

3 Jika 𝑓′𝑥 bertanda sama untuk kedua belah pihak, maka 𝑓𝑐 bukan nilai ekstrim Teorema : Uji kedua untuk ekstrim lokal Misal f terdiferensialkan dua kali pada setiap titik dalam selang

LAPORAN PRAKTIK INDUSTRI ANALISIS PERHITUNGAN VOLUME TULANGAN DAN VOLUME BETON PROYEK PEMBANGUNAN KAWASAN SAINS DAN TEKNOLOGI KST BABARSARI YOGYAKARTA STUDI KASUS PADA KOLOM

Manajemen Proyek pada pembangunan Hotel Ibis di Kota Cirebon menggunakan pendekatan metode kuantitatif yang mencakup analisa perhitungan volume, metode pekerjaan, bahan, metode bar chart, S curve, dan critical path method