• Tidak ada hasil yang ditemukan

MULTIPLICATION COUNTING TRAINING USING JARIMATIKA FOR THE CHILDREN IN GAMPONG SEUBON KEUTAPANG LHOKNGA ACEH BESAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MULTIPLICATION COUNTING TRAINING USING JARIMATIKA FOR THE CHILDREN IN GAMPONG SEUBON KEUTAPANG LHOKNGA ACEH BESAR"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MULTIPLICATION COUNTING TRAINING USING JARIMATIKA FOR THE CHILDREN IN GAMPONG SEUBON

KEUTAPANG LHOKNGA ACEH BESAR

Nazariah1*, Muhammad Yani3, Nadila Karina3

1Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

2Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

3Mahasiswa Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Aceh

e-mail:*[email protected]

Abstract

Community service about counting training using Jarimatika can make children more interesting in counting, so that mathematics in everyday life is very fun. There are several activities, namely the planning, implementation, and evaluation stages of learning. In contrast to the theory of mathematics learning steps in elementary schools, there is only the implementation of learning and there is no planning and evaluation of learning. However, in the theory of multiplication counting steps using the Jarimatika method, the Application of the Jarimatika Method in Multiplication Learning

Key words: Multiplication, Jarimatika, Seubon Keutapang

Abstrak

Pengabdian kepada masyarakat tentang pelatihan menghitung dengan menggunakan Jarimatika dapat membuat anak-anak lebih menarik dalam menghitung, sehingga matematika dalam kehidupan sehari-hari sangat menyenangkan. Terdapat beberapa kegiatan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, danevaluasi pembelajaran. Berbeda dengan di teori langkah – langkah pembelajaranmatematika di sekolah dasar hanya ada pelaksanaan pembelajaran dan tidak ada perencanaan dan evaluasi pembelajarannya. Akan tetapi dalam teori langkah –langkah berhitung perkalian menggunakan metode jarimatika, Penerapan MetodeJarimatika dalam Pembelajaran Perkalian.

Kata kunci: Perkalian, Jarimatika, Seubon Keutapang

PENDAHULUAN

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah- sekolah dengan frekuensi jam pelajaran yang lebih banyak dibandingkan dengan mata pelajaran yang lainnya. Namun demikian banyak yang menganggap bahwa pelajaran Matematika adalah pelajaran yang paling sulit, menakutkan, menjenuhkan dan tidak menyenangkan. Berbicara mengenai Matematika itu sulit tentunya tidak lepas dari ketidaksenangan dari siswa tentang mata pelajaran Matematika itu sendiri.

Setiap orang tua menginginkan anaknya cerdas dan cekatan. Kecerdasan anak sering di asosiasikan dengan kemampuan matematika. Sayangnya masih banyak anak

(2)

bahkan orang tua beranggapan bahwa matematika adalah ilmu yang sangat rumit, susah, membingungkan, membosankan dan sangat menakutkan. Matematika merupakan salah satu bidang studi yang menduduki peranan penting dalam pendidikan. Pelajaran matematika dalam melaksanakan pendidikan diberikan kepada semua jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar (SD) sampai perguruan tinggi (PT). Keberhasilan pembelajaran matematika dapat diukur dari keberhasilan siswa dalam proses berhitung.

Tujuan utama dari proses berhitung menurut Arif Arya adalah membangun logika dan mental. Berhitung merupakan salah satu sarana melatih otak dan segala komponennya untuk mempunyai keterampilan hidup yang akan dipakai di semua kehidupan. Hampir seluruh bidang kehidupan memerlukan kemampuan ini, apapun pekerjaan, kegiatan, maupun rencana kita. Kemampuan ini diperoleh dari latihan otak, salah satunya adalah belajar jarimatika.

Metode Jarimatika adalah suatu cara berhitung (operasi kali bagi tambah kurang/KaBaTaKu) matematika dengan menggunakan alat bantu jari. Sedangkan menurut Wulandari mengatakan bahwa jarimatika adalah suatu cara berhitung dengan menggunakan jari dan ruas jari-jari tangan. Namun demikian menurut Trivia Astuti mengemukakan bahwa jarimatika adalah suatu cara menghitung matematika yang mudah dan menyenangkan dengan menggunakan jari kita sendiri.

Dibandingkan dengan metode lain, jarimatika lebih menekankan pada penguasaan konsep terlebih dahulu kemudian cara cepatnya, sehingga anak-anak menguasai ilmu secara matang. Selain itu metode ini disampaikan secara menyenangkan sehingga anak- anak akan merasa senang dan mudah menerimanya.

Sepertinya halnya dalam operasi penjumlahan dan pengurangan, dalam operasi perkalian ini dapat dilakukan perhitungan dengan mudah dan cepat hanya dengan menggunakan 10 jari saja. Metode berhitung dengan jari disebut jarimatika. Gampong Seubun Keutapang merupakan gampong yang terletak pada kecamatan Lhok Nga, Kabupaten Aceh Besar, merupakan 1 dari 12 kemukiman kueh yang berada di lhok nga, dengan kondisi geografis yang terletak dipinggir bukit dan sekitar 5 kilometer dari laut.

Gampong Seubun Keutapang memiliki ladang persawahan yang luas akan tetapi tidak didukung oleh infrastruktur yang memadai.

Dalam perekonomiannya, warga gampong seubun keutapang masih bergantung pada persawahan, dan kebutuhan biaya masyarakat tidak sebanding dengan penghasilan

(3)

yang mereka dapatkan saat ini, hal tersebut terjadi karena minimnya kemampuan keterampilan dalam menciptakan inovasi baru, dan hanya berfokus pada kegiatan persawahan yang berada di didaerah itu. Masalah pendidikan di gampong seubun keutapang kurang memadai, seperti kurangnya guru pengajar di PAUD, dan kurang nya alat pendukung seperti buku belajar, taman bermain dan infrastruktur bangunan. Hal itu menyebabkan kurang nya jumlah siswa, yang lebih memilih untuk belajar di luar gampong.

Berdasarkan latar belakang di atas maka perlu diadakan kegiatan pengabdian masyarakat. Oleh sebab itu, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan anak, maka Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) sebagai salah satu tuntutan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, maka melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dikawasan Kabupaten Aceh Besar dengan tema “Menghitung Perkalian Dengan Menggunakan Jarimatika Pada Anak-Anak Gampong Seubon Keutapang Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar.”

METODE PENGABDIAN

Metode kegiatan pengembangan masyarakat di desa Seubun Keutapang kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar yaitu: Menyiapkan sarana, prasarana dan peralatan yang digunakan dalam kegiatan pengembangan masyarakat di desa Seubun Keutapang, kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar, Mengajarkan jari berhitung dalam perkalian dengan menggunakan jarimatika di desa Seubun Keutapang, kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar, mendengar, melihat dan memperhatikan gerak-gerik jari yang digunakan untuk menghitung dan mereka menanyakan kembali yang belum jelas.

Peralatan yang dipersiapkan oleh panitia untuk menunjang kelancaran kegiatan pengembangan masyarakat di desa Seubun Keutapang, kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar, yaitu: Ruang pelatihan, Papan Tulis, Spidol, Laptop, dan Gambar Jari Tangan.

Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan beberapa langkah sebagai berikut: (1) Dosen yang bertindak sebagai guru memberikan materi dan menjelaskan fungsi jari untuk menghitung tanpa menggunakan

(4)

kalkulator atau alat bantu lain sehingga dalam pelajaran matematika khusus berhitung sangat menyenangkan, (2) Dosen memberikan pelatihan kepada anak-anak di desa Seubun Keutapang, kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar agar materi yang disampaikan bisa lebih dipahami. (3) Diskusi dilakukan dimana anak-anak langsung menanyakan kembali yang masih bingung atau belum jelas. Mereka langsung mempraktekan menggunakan jari masing-masing. Sehingga perkalian dengan jari sangat mudah dilakukan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Operasi penjumlahan dan pengurangan, penyebutan bilangan dengan jari dimulai jari telunjuk kanan sebagai bilangan awal (satuan) dan jari kiri sebagai puluhan, maka dalam perkalian dan pembagian ini, penyebutan bilangan dimulai dari jari kelingking sebagai bilangan terkecil dan ibu jari sebagai bilangan terbesar. Ini untuk membedakan antara operasi penjumlahan dan pengurangan dengan operasi perkalian dan pembagian.

Bilangan-bilangan pada operasi perkalian dan pembagian ini terbagi dalam kelas- kelas atau kelompok-kelompok besar, misalnya kelas 6 s/d 10, 11 s/d 15, 16 s/d 20, dan seterusnya. Sedangkan, penyebutan bilangan pada masing-masing jari tidak selalu sama, tetapi disesuaikan dengan kelas-kelas, misalnya pada kelas 6 s/d 10 jari kelingking mempunyai nilai 6, jari manis memiliki nilai 7, dan seterusnya. Demikian pula dengan metode perhitungan dan rumus penerapan tergantung pada

kelas dimana operasi itu berlangsung.

Menurut Septi Peni Wulandari, adapun langkah-langkah metode Jarimatika adalah sebagai berikut: 1) Pertama, tarik napas dalam-dalam, lalu hembuskan perlahan.

Lakukan sekali lagi. Kemudian tersenyum, biarkan kegembiraan di hati. Setelah itu, ajaklah anak-anak untuk juga bergembira. 2) Kedua, guru mengajak siswa memahami konsep dasar operasi perkalian. 3) Ketiga, guru mengenalkan lambang-lambang yang digunakan di dalam jarimatika. 4) keempat, jaga agar anak untuk terus bergembira.

Jangan merepotkan anak untuk menghafal lambang-lambang jarimatika.

Dosen (narasumber) menjelaskan secara jelas nilai jari yang akan digunakan untuk menghitung baik jari di sebelah kanan atau sebelah kiri. Di sini narasumber menjelaskan terlebih dulu tentang bilangan dan lambang bilangan serta konsep operasi

(5)

hitung karena Sebelum mempelajari Jarimatika, anak-anak perlu memahami terlebih hal tersebut. Dapat di lihat gambar di bawah ini:

Gambar 1. Jumlah Kupu-Kupu dan Kuda Laut

Kemudian perkenalkan konsep operasi hitung seperti gambar di bawah ini:

(6)

Gambar 2. Konsep Operasi Hitung

Tahap awal yang harus diajarkan oleh Dosen (narasumber) memperagakan jarinya sendiri di depan anak-anak dan anak-anak diminta untuk mengangkat tangannya masing-masing.

Seperti gambar di bawah ini:

(7)

Gambar 3. Dosen Memberi Materi Dapat di lihat juga seperti gambar pada jari jari di bawah ini:

Gambar 4. Lambang Jarimatika

Berikut ini beberapa contoh yang diajarkan dengan pada anak-anak Seubun Keutapang dengan menggunakan jarimatika dalam operasi perkalian, diantaranya:

(8)

Gambar 5. Operasi Perkalian

Tahap akhir pada kegiatan ini adalah menyuruh anak-anak untuk langsung mempraktekan sendiri dengan menggunakan jari masing-masing. Mereka langsung berdiri di depan untuk langung mempraktekan di depan teman-temanya, seolah-olah mereka ada guru atau sering di sebut tutor sebaya. Sehingga suasana terlihat sangat menyenangkan. Dapat di lihat pada foto di bawah ini :

(9)

Gambar 6. Anak-anak langsung mempraktekan di depan kawan-kawan

Gambar 7. Anak-anak langsung mempraktekan di depan kawan-kawan

(10)

SIMPULAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah diuraikan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (1) Kegiatan pelatihan anak-anak di desa Seubun Keutapang Kabupaten Aceh Besar mendapatkan tambahan pengetahuan tentang perhitungan perkalian dengan jarimatika serta meningkatkan kemauan untuk belajar matematika sangat tinggi, (2) Dengan adanya kegiatan pelatihan di kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar bisa menumbuhkan kesadaran yang tinggi berapa pentingnya ilmu perhitungan dalam bidang apapun tanpa mengenal batas usia. Anak-anak bisa mendapatkan banyak pembelajaran dari kegiatan ini, dimana mereka mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman mengenai cara berhitung cepat dengan jarimatika, serta dapat bertukar pikiran dengan narasumber maupun sesama sesame teman dalam menghitung perkalian.

SARAN

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas, pada kesempatan ini dapat disarankan beberapa hal, yaitu: (1) Diharapkan kegiatan pengembangan masyarakat seperti ini terus berlanjut, agar anak-anak bisa mendapatkan tambahan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran diri untuk belajar dengan motivasi yang sangat tinggi, (2) Perlu dirintis jalinan kerjasama secara langsung antara orang tua dengan unsur perguruan tinggi, dimana melalui kerjasama tersebut perguruan tinggi dapat menjalankan misinya untuk pengabdian masyarakat dan masyarakat bisa mendapatkan keuntungannya dengan adanya bantuan pemikiran mengenai pembelajaran.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan Bapak Kepala Desa Seubon Keutapang, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar dan juga para mahasiswa KKN yang sudah membantu kegiatan ini sehingga berlangsung dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, Syaiful Bahri. 2011. Psikologi Belajar (Rev, Ed.). Jakarta: Rineka Cipta.

Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2013. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.

(11)

Endarmoko, Eko. 2006. Tesaurus Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Faizi, Mastur. 2013. Ragam Metode Mengajar Eksakta pada Murid. Jogjakarta: DIVA Press.

http://id.wikipedia.org/wiki/Perkalian diakses pada tanggal 30 Desember 2017.

http://sendangayu.blogspot.com/2018/09/jarimatika.html diakses pada tanggal 9 Januari 2018 pukul 20:40 WIB.

http://tickaaleilypera.blogspot.com/2018/03/metode-jarimatika.html diakses pada tanggal 5 Januari 2018 pukul 20:39 WIB.

Mugiati, Puput. t.t. Belajar Jarimatika Metode Menghitung Cepat. t.p: Prima Jaya.

Mutijah dan Ifada Novikasari. 2009. Bilangan dan Aritmatika. Grafindo Litera Media:

Yogyakarta.

Wulandari, Septi Peni. 2008. Jarimatika Penambahan dan Pengurangan. Jakarta: PT Kawan Pustaka.

__________________. 2008. Jarimatika Perkalian dan Pembagian. Jakarta: PT Kawasan Pustaka.

Gambar

Gambar 1. Jumlah Kupu-Kupu dan Kuda Laut
Gambar 2. Konsep Operasi Hitung
Gambar 3. Dosen Memberi Materi  Dapat di lihat juga seperti gambar pada jari jari di bawah ini:
Gambar 5. Operasi Perkalian
+2

Referensi

Dokumen terkait

 (anagement of papulopustular rosacea and perioral dermatitis "ith emphasis on iatrogenic causation or exacerbation of inflammatory facial  dermatoses. Case report  :

Slika 2.21: Prikaz organiziranega omrežja kolesarskih poti in spremljajoče infrastrukture Vir: RS, MPZ, DRSC, strategija razvoja državnega kolesarskega omrežja v RS, Ljubljana 2000

Pergerakan seperti ini adalah Pola Penerusan harga dimana harga bergerak sempit dengan garis atas (resistance) dan garis bawah (support), Pola channels yang naik

#erdasarkan hasil pengukuran awal yang telah kami lakukan dil!kasi pekerjaan maka dengan ini kami mengusulkan agar dilakukan addendum 102.1 9 pekerjaan tambah kurang ;

Bayi yang tidak mendapat ASI Eksklusif mempunyai risiko lebih tinggi mengalami gizi kurang daripada bayi yang mendapat ASI Eksklusif dan pemberian ASI eksklusif

kamar mandi” karya Gusmel Riyald, ald, dapat diketahui bahwa d dapat diketahui bahwa drama ini menggunakan rama ini menggunakan alur maju yaitu dari pertama terjadi suatu

Penulisan volume obat minum dan berat sediaan topikal dalam tube dari sediaan jadi/paten yang tersedia beberapa kemasan, maka harus ditulis, misal:.

Lamin I digunakan untuk berbagai pusat informasi, musholla, toilet, sunbear distro (yang menjual berbagai pernak pernik beruang madu), serta mini theater yang memutar