PENGARUH PEMANFAATAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN TERHADAP PENERAPAN KURIKULUM PROBLEM BASED LEARNING DI
MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 KOTA BIMA
Skripsi
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Perpustakaan (S. IP) Pada Fakultas Adab dan Humaniora
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Oleh:
NURFITRI RAHMAWATI NIM: 40400116074
ILMU PERPUSTAKAAN
FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR 2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur yang sedalam-dalamnya penulis panjatkan kepada Allah, Rabb semesta alam atas izin dan limpahan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Pengaruh Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan Terhadap Penerapan Kurikulum Problem Based Learning Di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima”. Salam dan shalawat penulis panjatkan kepada baginda Muhammad Shalallahu Alaihi wasallam sebagai pembawa risalah kebenaran dan pencerahan bagi ummat. Semoga kita tetap istiqomah di jalan-Nya. Aamiin
Dalam penyusunan dan penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bimbingan serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis sampaikan ucapan terima kasih secara khusus kepada kedua orang tua penulis yaitu bapak Jaharudin dan ibu St. Hajar beserta saudara-saudara penulis atas doa, kesabaran, dan segala perhatian serta jasa-jasanya yang tidak pernah lelah dalam mendidik serta memberi cinta dan kasih sayang yang begitu tulus kepada penulis. Selain itu, dengan segala kerendahan dan ketulusan hati, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada:
1. Prof. Drs. Hamdan Juhannis M.A., Ph.D. sebagai Rektor UIN Alauddin Makassar beserta Wakil Rektor 1 Prof. Dr. Mardan, M.Ag. Wakil Rektor II Dr. Wahyuddin, M.Hum. Wakil Rektor III Prof. Dr. Darussalam, M.Ag.
dan Wakil Rektor IV Dr. H. Kamaluddin Abunawas, M.Ag.
2. Dr. Hasyim Haddade, S.Ag., M.Ag. sebagai Dekan Fakultas Adab dan Humaniora beserta Wakil Dekan I Bidang Akademik Dr. Andi Ibrahim, S.Ag., S.S., M.Pd. Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum dan Perencanaan Keuangan Dr. Firdaus, M. Ag. dan Wakil Dekan III Bidang
Kemahasiswaan dan Kerja Sama H. Muhammad Nur Akbar Rasyid, M.Pd., M.Ed., Ph.D. Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar.
3. Irvan Muliyadi, S.A., S.S., M.A. sebagai Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Touku Umar, S. Hum., M.I.P. sebagai Sekretaris Jurusan Ilmu Perpustakaan.
4. Hildawati Almah, S.Ag., S.S., M.A. pembimbing I dan Drs. Samhi Muawan Djamal, M.Ag. sebagai pembimbing II yang banyak meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, petunjuk, nasihat, dan motivasi hingga terselesaikannya penulisan skripsi ini.
5. Dr. Andi Ibrahim, S.Ag., S.S., M.Pd penguji I dan Taufiq Mathar, S.Pd, MLIS. sebagai penguji II, yang dengan ikhlas memberikan waktunya untuk mengoreksi, menguji, serta memberi masukan untuk penyempuraan isi skripsi penulis.
6. Para Dosen Ilmu Perpustakan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar dengan segala jerih payah dan ketulusan, membimbing dan memandu perkuliahan sehingga dapat memperluas wawasan keilmuan penulis.
7. Para Staf Tata Usaha Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar yang telah banyak membantu penulis dalam penyelesaian administrasi selama perkuliahan dan penyelesaian studi penulis.
8. Kepala Sekolah dan Kepala Perpustakaan dan segenap staf Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima yang telah memberikan izin dan bantuan dalam melaksanakan penelitian.
9. Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar beserta segenap staf yang telah menyiapkan literature guna menyelesaikan skripsi ini.
10. Kepala Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora beserta segenap staf yang telah menyiapkan literature guna menyelesaikan skripsi ini.
11. Teman-teman Jurusan Ilmu Perpustakaan Angkatan 2016 khususnya AP 3-4 atas dukungan dan bantuannya selama proses perkuliahan dan penyelesaian penulis.
12. Serta kepada seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu namun telah banyak membantu dan memberikan motivasi dalam penyusunan skripsi ini
Semoga Allah swt., memberikan balasan yang berlipat ganda kepada semua pihak. Demi perbaikan selanjutnya, saran dan kritik yang membangun akan penulis terima dengan senang hati. Kepada Allah swt., pulalah, penulis panjatkan doa, semoga bantuan dan ketulusan yang telah diberikan senantiasa bernilai ibadah di sisi Allah swt., serta mendapat pahala yang berlipat ganda, Aamiin.
Penulis berharap semoga karya ini dapat memberikan wawasan baru bagi pembaca sehingga karya ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang ilmu perpustakaan.
Samata-Gowa, 5 November 2021 Penulis,
Nurfitri Rahmawati
NIM: 40400116074
viii DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI. ... ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING. ... iii
PENGESAHAN SKRIPSI. ... iv
KATA PENGANTAR ... v
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR TABEL ... x
ABSTRAK ... xi
BAB I PENDAHULUAN ... 1-8 A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 3
C. Hipotesis Penelitian ... 3
D. Definisi Operasional dan Ruang Lingkup Penelitian ... 4
E. Kajian Pustaka ... 5
F. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 8
BAB II TINJAUAN TEORETIS ... 9-27 A. Perpustakaan Sekolah ... 9
1. Pengertian Perpustakaan Sekolah ... 9
2. Tujuan Perpustakaan Sekolah ... 9
3. Fungsi Perpustakaan Sekolah ... 10
B. Pemanfaatan Koleksi ... 12
1. Jenis-Jenis Pemanfaatan Koleksi ... 12
2. Cara Pemanfaatan Koleksi ... 13
C. Problem Based Learning (PBL) ... 14
1. Pengertian Problem Based Learning (PBL) ... 14
2. Karakteristik Problem Based Learning (PBL) ... 16
3. Teknik Penerapan Problem Based Learning (PBL)... 17
4. Tujuan Problem Based Learning (PBL) ... 20
5. Kelebihan dan Kekurangan Problem Based Learning ... 20
D. Integrasi Keislaman ... 22
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 29-39 A. Jenis Penelitian ... 29
B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 29
C. Populasi dan Sampel Penelitian ... 29
D. Metode Pengumpulan Data ... 31
E. Intsrumen Penelitian ... 32
F. Variabel Penelitian ... 32
G. Uji Validitas dan Realibilitas Data ... 33
H. Uji Normalitas ... 36
I. Uji Linieritas ... 37
J. Metode Pengolahan dan Analisis Data ... 38
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 40-61 A. Gambaran Umum Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima ... 40
1. Sejarah Singkat Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima ... 40
2. Visi Misi Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima ... 41
3. Sturuktur Organisasi Perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima ... 41
4. Sarana dan Prasarana Perpustakaan Madrasah Ailiyah Negeri 2 Kota Bima ... 42
B. Pengujian Pengaruh Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan terhadap Penerapan Kurikulum Berbasis Problem Based Learning Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima ... 43
1. Uji Deskripsi Frekuensi. ... 43
2. Analisis Regresi Linier Sederhana ... 57
3. Pengujian Hipotesis ... 60
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 62-64 A. Kesimpulan ... 64
B. Saran ... 65 DAFTAR PUSTAKA ... 65-66 LAMPIRAN
x
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Tahapan Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) ... 17
Tabel 3.1 Uji Validitas ... 34
Tabel 3.2 Uji Normalitas ... 36
Tabel 3.3 Uji Linearitas... 37
Tabel 4.1 Pernyataan Item 1... 43
Tabel 4.2 Pernyataan Item 2... 44
Tabel 4.3 Pernyataan Item 3... 44
Tabel 4.4 Pernyataan Item 4... 45
Tabel 4.5 Pernyataan Item 5... 45
Tabel 4.6 Pernyataan Item 6... 46
Tabel 4.7 Pernyataan Item 7... 46
Tabel 4.8 Pernyataan Item 8... 47
Tabel 4.9 Pernyataan Item 9... 47
Tabel 4.10 Pernyataan Item 10... 48
Tabel 4.11 Total Skor Pemanfaatan Koleksi... 48
Tabel 4.12 Peryataan Item 11... 50
Tabel 4.13 Pernyataan Item 12... 51
Tabel 4.14 Pernyataan Item 13... 51
Tabel 4.15 Pernyataan Item 14... 52
Tabel 4.16 Pernyataan Item 15... 52
Tabel 4.17 Pernyataan Item 16... 53
Tabel 4.18 Pernyataan Item 17... 54
Tabel 4.19 Pernyataan Item 18... 54
Tabel 4.20 Pernyataan Item 19... 55
Tabel 4.21 Pernyataan item 20 ... 55
Tabel 4.22 Total Skor Pengaruh Penerapan Problem Based Learning ... 56
Tabel 4.23 Tabel Persamaan Regresi ... 58
Tabel 4.24 Tabel Hasil Uji t ... 60
Tabel 4.25 Uji Koefisien Determinasi. ... 61
xi ABSTRAK Nama : Nurfitri Rahmawati
NIM : 40400116074
Jurusan : Ilmu Perpustakaan
Judul Skripsi : Pengaruh Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan terhadap Penerapan Kurikulum Problem Based Learning di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima
Skripsi ini membahas tentang pengaruh pemanfaatan koleksi perpustakaan terhadap penerapan kurikulum problem based learning di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima. Rumusan masalah yang menjadi pokok penelitian ini yaitu seberapa besar pengaruh pemanfaatan koleksi perpustakan terhadap penerapan kurikulum problem based learning di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui seberapa besar pengaruh pemanfaatan koleksi perpustakaan terhadap penerapan problem based learning di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima
Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas XI jurusan IPA dengan jumlah sampel sebanyak 68 responden. Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan membagikan kuesioner secara online menggunakan google form.
Hasil penelitian melalui uji analisis deskriptif frekuensi ini menunjukkan bahwa variabel pemanfaatan koleksi perpustakaan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima diperoleh hasil sebesar dengan rentang skor (680-2720) berada pada daerah sedang dengan presentase 71,80%. Sedangkan, untuk variabel pengaruh penerapan kurikulum Problem Based Learning diperoleh skor sebesar 1.631 dengan presentase 66,62% dengan rentang skor (612-2448) berada pada daerah sedang. berdasarkan hasil uji regresi teradapat pengaruh antara pemanfaatan koleksi perpustakaan terhadap penerapan problem based learning. Berdasaran hasil uji dengan metode t test dengan nilai t hitung 2,025 sementara t tabelnya adalah sebesar 1,997. Berdasarkan hal tersebut, maka disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pengaruh pemanfaatan koleksi perpustakaan terhadap penerapan problem based learning di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunkan uji koefisien determinasi (R²) adalah 0,066 dan nilai KD sebesar 6,6%
hal ini berarti bahwa pemanfaatan koleksi perpustakaan memiliki pengaruh 6,6%
terhadap penerapan problem based learning.
Kata kunci: Pemanfaatan Koleksi, Problem Based Learning
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Seiring dengan perkembangan zaman, dunia pendidikan semakin kompleks, apalagi pendidikan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi setiap manusia, sehingga Pendidikan perlu mendapatkan perhatian dalam usaha pengembangan maupun perbaikannya sesuai dengan kebutuhan zaman. Ruang lingkup ilmu pengetahuan yang harus dikuasi oleh siswa tentu tidak memungkinkan siswa menyerap semua informasi yang didapatkan di ruang kelas.
Dalam tahap perkembangan revolusi industri, sistem pembelajaran juga semakin berkembang, hal ini terlihat jelas dari sistem pembelajaran yang telah digunakan diberbagai lingkungan sekolah. Salah satunya kurikulum Problem Based Learning (PBL) atau yang dikenal juga dengan kurikulum berbasis masalah.
Kurikulum Problem Bassed Learning (PBL) harus memperhatikan relevansi, agar seterusnya dapat mendorong serta memotivasi siswa untuk belajar secara mandiri dengan mengadakan diskusi-diskusi kelompok kecil, dengan cara ini siswa dapat bertukar pikiran dengan teman sejawatnya yang kemudian nanti akan dijadikan sebagai bahan kajian antara ilmu yang didapat dalam ruang kelas dan ilmu yang didapat diluar ruang kelas, Melalui model pembelajaran problem based learning ini siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran, guru dapat melatih kemampuan berpikir kritis serta meningkatkan kemampuan belajar siswa melalui diskusi kelompok sehingga cara ini efektif untuk memperluas wawasan siswa dan mutu pendidikan.
Penerapan kurikulum berbasis Problem Based Learning (PBL) bertujuan untuk mengkronstruksi pengetahuan siswa melalui suatu permasalahan, bagaimana siswa belajar tentang cara berpikir kritis sehingga dapat membantunya
dalam melakukan suatu pemecahan masalah. Dalam kurikulum berbasis masalah ini kemampuan berpikir siswa benar-benar dioptimalisasikan melalui proses kerja kelompok ataupun individu sehingga siswa dapat memberdayakan, mengasah dan mengembangkan kemampuan berpikirnya secara berkesinambungan. Dalam proses pembelajaran ini, siswa berperan sebagai subjek sedangkan guru bertindak sebagai fasilitator yang memfasilitasi siswa dalam proses belajar. Untuk mendukung kelancaran dalam pembelajaran guru mengkoordinasikan dengan pihak pustakawan tentang ketersediaan koleksi yang dibutuhkan oleh siswa sebagai bahan referensi nantinya.
Secara umum, salah satu fungsi dari perpustakaan yaitu membantu pemakai dalam mencapai suatu program pembelajaran. Disisi lain perpustakaan juga berfungsi sebagai lembaga penyedia informasi yang berperan penting dalam proses belajar siswa sehingga siswa dapat memperluas wawasan melalui buku- buku yang siswa baca.
Dalam UU RI No 2 pasal 35 Tahun 1989 tentang sistem Pendidikan Nasional yang menyebutkan bahwa setiap satuan pendidikan jalur pendidikan sekolah baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat harus menyediakan sumber belajar. Salah satu sumber belajar yang menunjang pendidikan siswa di sekolah adalah perpustakaan, Keberhasilan proses belajar mengajar ditentukan oleh tercapainya tujuan pembelajaran, untuk mencapai tujuan dari proses pembelajaran secara mandiri dibutuhkan sarana dan prasarana yang efektif salah satunya adalah perpustakaan, seperti yang kita ketahui bahwa perpustakaan merupakan wadah dari ilmu pengetahuan sehingga peran perpustakaan sangatlah penting dalam menunjang kebutuhan guru serta siswa dalam memperluas dan memperdalam pengetahuan melalui membaca buku dan koleksi lain yang dibutuhkan.
Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara yang dilakukan peneliti dengan salah satu pengelola perpustakaan dan kepala kurikulum di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima mengenai penerapan kurikulum berbasis masalah ini bahwa pihak sekolah sudah menerapkan kurikulum berbasis masalah ini semenjak diterapkannya kurikulum 2013. Perpustakaan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima berusaha menyediakan berbagai koleksi agar dapat menunjang kelancaran dalam proses belajar siswa dan sedapat mungkin memenuhi tuntutan kebutuhan informasi yang kian meningkat dengan diterapkannya kurikulum berbasis problem based learning.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas maka rumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah seberapa besar Pengaruh pemanfaatan koleksi perpustakaan terhadap Penerapan Kurikulum berbasis Problem Based Learning Di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima ?
C. Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dirumusan masalah peneliti telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan. Hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian belum jawaban yang emprik (Sugiyono, 2017: 63).
Dalam penulisan ini, penulis memberikan hipotesis sebagai berikut : 1. Ha: Terdapat pengaruh yang signifikan antara pemanfaatan koleksi
perpustakaan dengan penerapan kurikulum problem based learning di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima.
2. Ho: Tidak ada pengaruh yang signifikan antara pemanfaatan koleksi perpustakaan dengan penerapan kurikulum problem based learning di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima..
D. Definisi Operasional dan Ruang Lingkup Penelitian 1. Definisi Operasional
Judul yang diangkat dalam penulisan skripsi ini adalah “Pengaruh Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan Terhadap Penerapan Kurikulum Problem Based Learning (PBL) di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima”. Untuk memperoleh gambaran pengertian mengenai judul ini maka penulis perlu memberikan pengertian tiap kata yaitu sebagai berikut:
a. Pemanfaatan Koleksi
Pemanfaatan koleksi merupakan suatu cara yang dilakukan oleh pemustaka dalam memanfaatkan sumber informasi seperti buku, majalah, Koran dan sebagainya yang ada di perpustakaan dengan tujuan untuk menunjang kebutuhan pemakai. Pemanfaatan koleksi di perpustakaan terjadi karena beberapa alasan contohnya seperti bermacam-macamnya koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan, kemudahan akses dan peminjamannya, mahalnya harga buku dan minimnya buku yang dimiliki oleh pemustaka sehingga memungkinkan siswa memanfaatkan fasilitas yang ada di perpustakaan salah satunya koleksi yang ada di perpustakaan.
b. Problem Based Learning
Problem Based Learning merupakan serangkaian aktivitas pembelajaran guru memberikan sebuah masalah dan kemudian siswa melakukan pemecahan pada masalah tersebut dengan mengumpulkan berbagai informasi yang membantu siswa dalam proses penyelesaian masalah. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan menganalisa, mengolah dan mengkaji setiap masalah yang akan dipecahkan.
2. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian berfungsi untuk menjelaskan batasan dan cakupan penelitian, yang menjadi fokus penelitian adalah seberapa besar Pengaruh pemanfaatan koleksi perpustakaan terhadap Penerapan Kurikulum Problem Based Learning Di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima ?
E. Kajian Pustaka
Kajian pustaka akan mempermudah dalam penelitian mengenai pengaruh penerapan problem based learning terhadap pemanfaatan koleksi perpustakaan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima. Selanjutnya dalam mengkaji hal tersebut, terdapat beberapa literatur yang dianggap relevan yang dijadikan sebagai acuan dalam melaksakan penelitian ini yaitu:
1. Buku dengan judul Pemanfaatan Perpustakaan dan Sumber Informasi yang ditulis oleh Elin Rosalin. Buku ini menjelaskan tentang perpustakaan adalah salah satu sumber belajar yang menghimpun berbagai informasi dalam bentuk buku dan bukan buku yang dapat dimanfaatkan oleh pemakai. Dengan memanfaatkan perpustakaan, pemustaka dapat memperoleh data atau informasi untuk memecahkan berbagai masalah serta berbagai hal yang sangat penting untuk keperluan belajar. Perbedaan pembahasan buku diatas dengan penelitian yang akan dilakukan disini adalah buku tersebut membahas tentang pemanfaatan koleksi secara umun sedangkan penelitian yang akan dilakukan hanya akan berfokus pada
pemafaatan koleksi secara khusus yaitu siswa. Persamaan yang dibahas dalam buku diatas dengan penelitian ini yaitu sama-sama membahas tentang pemanfaatan koleksi.
2. Skripsi yang ditulis oleh Risman dengan judul “Persepsi pemustaka tentang pemanfaatan koleksi di perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri 2 Tanete Kab. Bulukumba”. Penelitian ini menjelaskan mengenai tingkat pemanfaatan koleksi di perpustakaan sekolah yang diukur dari beberapa indikator berdasarkan jumlah siswa yang berkunjung diperpustakaan.
Permasalahan yang diangkat dari penelitian diatas adalah seberapa besar tingkat pemanfaatan koleksi di Perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri 2 Tanete Kab. Bulukumba. Perbedaan penelitian diatas dengan penelitian yang akan dilakukan disini adalah penelitian diatas memfokuskan pada banyaknya siswa yang memanfaatkan koleksi yang ada diperpustakaan, sedangkan penelitian disini memfokuskan pada pemanfaatan koleksi perpustakaan sebagai sumber untuk memecahkan masalah. Persamaan antara penelitian diatas dengan penelitian yang akan dilakukan disini adalah sama-sama membahas tentang pemanfaatan koleksi.
3. Penelitian yang dilakukan oleh Warda Suyanto dengan judul”Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Siswa”, pada jurnal pendidikan Vokasi Vol. VI. 1. H. 125-143 tahun 2014. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bahwa siswa masih memiliki kesulitan dalam pembelajaran, masih kurang kreatif dan kesulitan dalam mengidentifikasi
terhadap tugas yang diberikan. setelah dianalisis lebih lanjut peneliti berkesimpulan bahwa ada pengaruh dalam penerapan problem based learning ini guru dapat mendesain pembelajaran dengan meberikan
permasalahan yang melibatkan keterampilan berpikir siswa dan melibatkan proses menganalisis berdasarkan permasalahan yang sebenarnya. Perbedaan penelitian diatas dengan penelitian yang akan dilakukan disini adalah penelitian diatas memfokuskan pada kompetensi keahlian dalam hasil belajar siswa sedangkan penelitian yang akan dilakukan disini hanya memfokuskan pada keterampilan siswa dalam meyelesaikan masalah melalalui berpikir kritis dan belajar secara mandiri.
Persamaan yang diperoleh dalam penelitian diatas dengan penelitian disini yaitu sama sama membahas tentang penerapan problem based learning yang mampu membantu siswa dalam proses pemecahan masalah.
4. Penelitian yang dilakukan oleh Rizal Abdurrozak, Asek Kurnia Jayadinata dan Isrok Atun dengan judul Pengaruh Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa pada jurnal Pena Ilmiah, Vol 1. 1. H.
871-880 tahun 2016. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa sebagai akibat dari pembelajaran problem based learning, setalah dianalisis lebih lanjut peneliti berkesimpulan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dengan menggunakan pembelajaran problem based learning.
Perbedaan penelitian diatas dengan penelitian yang akan dilakukan disini adalah penelitian diatas memfokuskan pada kemampuan berpikir kreatif siswa sedangkan penelitian yang akan dilakukan disini yaitu bagaimana
siswa memanfaatkan koleksi yang ada diperpustakaan untuk pemecahan masalah dengan diterapkannya Problem Based Learning. Persamaan yang yang terdapat pada penelitian diatas dengan penelitian yang akan dilakukan disini adalah sama-sama membahas tentang problem based learning.
F. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemanfaatan koleksi perpustakaan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima terhadap penerapan kurikulum berbasis Problem Based Learning (PBL).
2. Manfaat Penelitian a. Manfaat Teoretis
Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam rangka mengembangkan sebuah perpustakaan khususnya dalam rangka mengembangkan sebuah perpustakaan khususnya dalam pemanfaatan koleksi yang ada diperpustakaan.
b. Manfaat Praktis
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi dan bahan perbandingan bagi peneliti selanjutnya yang berkaitan dengan pengaruh pemanfaatan koleksi perpustakaan terhadap penerapan kurikulum Problem Based Learning hal lain yang berhubungan dengan penelitian ini.
9 BAB II
TINJAUAN TEORETIS A. Perpustakaan Sekolah
1. Pengertian Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan sering dikatakan sebagai jantung lembaga pendidikan, baik itu pendidikan tinggi, sekolah maupun madrasah. Dalam undang-undang perpustakaan pasal 23 No. 43 Tahun 2007 bahwa pengertian perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang memenuhi standar nasional pendidikan yang wajib memiliki koleksi buku teks pelajaran atau koleksi lain yang dapat mendukung pelaksanaan kurikulum pendidikan (Elin Rosalin, 2008: 49).
Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang ada di lingkungan sekolah yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi siswa maupun guru yang ada di sekolah, perpustakaan juga berperan sebagai sarana dalam membantu proses belajar mengajar di sekolah (Yaya Suhendar, 2010: 2). Sedangkan menurut Andi Praswoto (2013: 73) perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang tergabung pada sekolah, dikelola sepenuhnya oleh sekolah dengan tujuan untuk membantu sekolah untuk mencapai tuujuan khusus dan tujuan pendidikan pada umumnya.
Dari pengertian mengenai perpustakaan sekolah dapat ditarik kesimpulan bahwa perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang dimiliki oleh sekolah yang menyediakan berbagai macam bahan pustaka baik koleksi tercetak dan non cetak lalu dimanfaatkan oleh siswa maupun guru yang ada disekolah yang kemudian dijadikan sebagai sumber informasi.
2. Tujuan dan Manfaat Perpustakaan Sekolah
Dalam tujuan penyelenggaraan perpustakaan sekolah tidak hanya untuk mengumpulkan dan meyimpan koleksi bahan pustaka, dengan adanya
perpustakaan sekolah diharapkan dapat membantu siswa dan guru menyelesaikan tugas-tugas dalam proses belajar mengajar. Agar dapat menunjang proses belajar mengajar, maka dalam pengadaan koleksi hendaknya mempertimbangkan kurikulum sekolah, serta memperhatikan bahan bacaan yang diminati para siswa.
Secara umun, dalam pemanfaatan perpustakaan secara keseluruhan hampir sama yang membedakan hanyalah mungkin terletak pada penjelasan pengelola perpustakaan mengenai bagaimana memanfaatkan koleksi perpustakaan. Secara terperinci, adapun manfaat perpustakaan sekolah adalah sebagai berikut:
a. Perpustakaan sekolah dapat menimbulkan kecintaan siswa terhadap membaca b. Perpustakaan sekolah mampu mengembangkan pengetahuan yang dimiliki
siswa
c. Perpustakaan dapat menanamkan kebiasaan belajar secara mandiri
d. Perpustakaan dapat mempercepat dalam proses penguasaan teknik membaca e. Perpustakaan dapat menambah kosa kata bagi pembaca
f. Perpustakaan dapat membantu siswa dalam proses penyelesaian tugas sekolah g. Perpustakaan dapat membantu siswa dan guru dalam mengikuti perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi (Bafadal, 2005: 5).
3. Fungsi Perpustakaan Sekolah
Secara umum perpustakaan sekolah memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai berikut (Pawit dan Yaya, 2005: 4).
a. Fungsi pendidikan perpustakaan disini berfungsi sebagai sarana dengan menyediakan berbagai koleksi yang dapat membantu siswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuannya. Fungsi pendidikan perpustakaan sekolah secara umum dapat dilihat dari segi pelaksaannya, siswa maupun guru dapat memanfaatkan segala fasilitas yang ada diperpustakaan dan menjadikan perpustakaan sebagai tempat rekreasi, tetapi terkadang peprustakaan sekolah
belum menjadi prioritas pelaksanaan yang dikarenakan oleh hasil yang dicapai oleh penyelenggaraan perpustakaan sekolah tidak bisa langsung dilihat.
b. Fungsi informasi adalah perpustakaan harus mampu menyediakan koleksi seperti buku, majalah, komik, koran, peta, globe dan lain-lain yang bersifat memberikan informasi akan hal-hal yang yang berhubungan dengan masyarakat yang ada di sekolah.
c. Fungsi tanggung jawab administratif, Fungsi ini lebih mengacu kepada aturan- aturan yang berlaku diperpustakaan yang bila mana terdapat pelanggaran seperti terlambat mengembalikan buku akan dikenakan denda, jika ada yang menghilangkan buku pemustaka tersebut harus menggantinya dengan membeli yang baru atau memfotocopinya. Semua ini betujuan untuk mendidik siswa kearah tanggungjawab dan bertindak secara administratif.
d. Fungsi riset menyediakan berbagai informasi yang dapat disajikan sebagai objek penelitian.
e. Fungsi rekreasi, fungsi lain dari perpustakaan sekolah adalah sebagai tempat rekreasi, ini bukan berarti siswa bisa melihat pemandangan atau dapat membawa makanan, minuman dan mendapat hiburan. Tetapi Maksudnya disini adalah siswa bisa membaca koleksi-koleksi fiksi yang disediakan oleh pustakawan yang ada di perpustakaan sekolah tersebut, adapun bahan bacaannya yaitu seperti novel, majalah, buku cerita, komik dan lain-lain.
(Bafadal, 2005: 6-9).
Adapun menurut Elin Rosalin (2008: 22) bahwa fungsi perpustakaan adalah sebagai berikut:
a. Sebagai jantung dari semua program pendidikan disetiap institut, yakni harus mampu membantu dan menjadi pusat dari kegiatan lembaga pendidikan.
b. Sebagai pusat alat-alat pengajaran atau instructional materials center. Dalam hal ini perpustakaan dapat membantu dan memperlancar jalannya proses belajar serta praktik-praktik pembelajaran dengan menyediakan bahan-bahan dan fasilitas yang dibutuhkan guru dalam pembelajaran dikelas.
c. Clearing house yaitu sebagai tempat penyimpanan karya, khususnya karya cetak seperti buku, makalah, kliping dan sejenisnya.
Dilihat dari berapa pendapat diatas bahwa Fungsi tersebut tentu tidak hanya diperuntungkan oleh siswa saja tetapi juga bagi guru. perpustakaan berfungsi sebagai media belajar dan sebagai tempat untuk melakukan sebuah penelitian.
B. Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan 1. Seleksi Koleksi Perpustakaan
Jika dilihat dari segi fisik, jenis koleksi perpustakaan sekolah dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu bahan buku dan non buku. Secara garis besar pengelompokkan perpustakaan sekolah dibagi menjadi 4 adalah sebagai berikut:
a. Koleksi buku
Secara umum koleksi buku terbagi menjadi dua bagian yaitu buku fiksi dan non fiksi. Buku fiksi adalah buku yang ditulis berdasarkan khayalan pengarang dalam bentuk cerita, serta dapat memberikan hiburan dan ketentraman pikiran, contohnya seperti novel dan roman. Sedangkan buku nonfiksi adalah buku yang ditulis berdasarkan fakta dan kenyataan alam dan budaya yang disusun atas dasar hasil pengamatan dan hasil penelitian mendalam untuk menjaga kebenaran fakta yang ditulisnya. Contoh dari buku nonfiksi adalah seperti buku teks,buku penunjang, buku referensi,buku bacaan lokal, buku referensi bagi guru, buku anak luar biasa.
b. Koleksi bahan cetakan bukan buku
Jenis koleksi ini berupa bahan atau berwujud cetakan namun bukan berupa buku contohnya, gambar, peta, atlas, surat kabar, brosur, majalah dan pamflet.
c. Koleksi alat peraga
Alat peraga adalah alat bantu yang digunakan untuk memperagakan sesuatu supaya sesuatu yang diajarkan mudah dipahami oleh anak didik.
Contohnya peta, globe, gambar-gambar binatang dan tumbuhan, tiruan rangka manusia dan lain segabainya.
d. Koleksi pandang dengar (audio video)
Koleksi ini dibuat atas hasil tekhnologi elektronik, bukan bahan dari cetakan kertas yang pemanfaatannya menggunakan unsur pandang dan dengar.
Contohnya film suara, kaset video, tape, slide suara. (Andi Prastowo, 2013: 120- 134).
2. Cara Pemanfaatan Koleksi
Pemanfaatan menurut Salim (2002: 928) adalah berarti cara, proses, atau perbuatan memanfaatkan. Pemanfaatan koleksi adalah suatu bahan pustaka yang disediakan harus dibaca dan dipergunakan oleh kelompok masyarakat yang memang menjadi target untuk memakainya dan bentuk nyatanya. pemanfaatan koleksi ialah dibaca, dipinjam, diteliti, dikaji, dianalisi, dikembangkan untuk berbagai keperluan (Sutarno, 2003: 55). Sedangkan menurut Lasa HS (2005: 317), bahwa pemanfaatan koleksi seperti banyaknya pinjaman dan jumlah koleksi yang dipinjam biasanya digunakan sebagai salah satu unsur untuk mengetahui efektifitas suatu perpustakaan.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan koleksi adalah suatu proses yang dilakukan oleh pemustaka dalam menggunakan informasi yang terdapat pada koleksi di perpustakaan.
Ada banyak cara untuk memanfaatkan koleksi perpustakaan yaitu dengan cara membaca di perpustakaan, meminjam koleksi, dan mencatat informasi penting. Menurut Evriza (2010: 56) ada beberapa cara dalam memanfaatkan koleksi buku yang ada di perpstakaan sekolah yaitu sebagai berikut :
a. Meminjam
Dengan melakukan peminjaman biasanya, pengguna memiliki waktu lebih banyak untuk membaca buku yang ia pinjam. Buku tersebut dapat diperpanjang masa peminjamannya dan kemuadian dikembalikan lagi.
b. Membaca di tempat
Pengguna dapat memilih beberapa buku untuk dibaca di perpustakaan.
c. Mencatat informasi dari buku
Terkadang pengguna hanya melakukan pencatatan informasi yang ia dapat dari koleksi. Dengan cara seperti ini pengguna mendapatkan informasi ringkas tentang berbagai masalah dari berbagai buku yang berbeda
d. Memfotocopy koleksi perpustakaan
Dengan memanfaatkan fasilitas mesin fotocopy, pengguna dapat memiliki sendiri informasi-informasi yang mereka inginkan. Cara seperti ini biasanya dilakukan oleh pengguna yang memiliki waktu terbatas untuk keperpustakaan dan biasanya ada juga koleksi yang tidak bisa dipinjamkan yaitu koleksi referensi.
C. Problem Based Learning (PBL)
1. Pengertian Problem Based Learning (PBL)
Problem Based Learning (PBL) dalam bahasa Indonesia berarti model pembelajaran berbasis masalah. Sejalan dengan dikembangkankannya berbagai model pembelajaran yang baru, guru terlibat langsung dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa, kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Salah satu
model pembelajaran yang dapat mewujudkan harapan salah satunya adalah dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah yang dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan proses pembelajaran.
Problem based learning adalah salah satu pembelajaran yang mengajarkan kepada murid bagaimana belajar secara berkelompok yang bertujuan untuk mencari solusi permasalahan yang nyata. Permasalahan ini betujuan untuk menigkatkan rasa keingintahuan siswa terhadap pelajaran yang ingin di dalaminya (Daryanto, 2014: 29).
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian dari problem based learning atau pembelajaran berbasis masalah merupakan model pembelajaran yang didalamnya terdapat serangkaian kegiatan yang dilakukan secara individu maupun kelompok dalam kaitannya yaitu untuk melakukan suatu pemecahan masalah dengan tugas yang diberikan serta menuntut peserta didik untuk berpikir kritis, mencari dan menyelasaikan suatu masalah dengan berpikir secara ilmiah. Dalam hal ini siswa terlibat dalam pendidikan untuk memecahkan masalah yang mengintergrasikan keterampilan dan konsep isi materi pembelajaran.
Terdapat tiga tahapan atau proses dalam problem based learning yaitu tahap awal, tahap Problem Based Learning, dan tahap akhir. Pada tahap awal yaitu membentuk kelompok, pemberian tugas dan siswa mulai menganalisis dan memahami masalah. Tahap kedua yaitu tahap permasalahan dimulai dengan siswa belajar mandiri, siswa diharapkan mampu menguasai pengetahuan yang relevan dengan masalah yang akan dipecahkan, siswa berdiskusi, dalam proses diskusi tentunya siswa saling bertukar dan berbagi informasi yang mereka ketahui mengenai setiap masalah yang akan dipecahkan. Kemudian tahap akhir, siswa memberikan kesimpulan. (Masek A dan Sulaiman Y, 2011: 216).
2. Karakteristik Problem Based Learning (PBL)
Adapun karakteristiknya dalam model pembelajaran problem based learning. antara lain yakni:
a. Pertanyaan dan masalah perangsangan
Pembelajaran berbasis masalah mengelompokan pengajaran seputar pertanyaan dan masalah yang penting secara sosial dan bermakna secara personal untuk siswa. Siswa menghadapi situasi nyata, menghindari jawaban sederhana, serta memungkinkan adanya berbagai macam solusi untuk situasi terhadap permasalahan.
b. Fokus interdisipliner
Masalah yang akan diselidiki telah dipilih sesuai dengan kehidupan nyata agar dalam proses pemecahan masalah dan tentunya menuntun siswa untuk menggali berbagai informasi.
c. Investigasi autenti
Dalam problem based learning siswa harus mengkaji dan mengidentifikasikan masalah, mengembangkan hipotesis dan membuat kemungkinan yang akan terjadi, dan mengumpulkan informasi yang didapat, lalu melakukan penjabaran terhadap setiap masalah kemudian ditarik kesimpulan.
d. Kolaborasi
Problem Based Learning dicirikan dengan siswa yang bekerjasama satu sama lain, kerjasama memberikan motivasi untuk keterlibatan secara berkelanjutan dalam tugas-tugas yang kompleks, meningkatkan kesempatan dalam menganalisis dan mengembangkan keterampilan sosial.
3. Teknik Penerapan Problem Based Learning (PBL)
Menurut Samsul Arifin (2019: 98) secara umum kegiatan guru dan siswa selama proses pembelajaran dapat dijabarkan sebagai berikut:
Tabel 2.1 :
Tahapan Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) No. Tahapan
Pembelajaran
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa
1 Menemukan masalah
Memberikan permasalahan yang diangkat dari
permasalahan sehari-hari siswa. Memberikan masalah yang bersifat tidak terdefinisikan dengan jelas
Berusaha menemukan permasalahn dengan cara melakukan kajian dan analisis secara cermat terhadap permasalahan yang diberikan
Memberikan sedikit fakta diseputar konteks
permasalahan
Melakukan analisis terhadap fakta sebagai dasar dalam menemukan permasalahan
2 Mendefinisikan masalah
Mendorong dan membimbing siswa untuk menggunakan kecerdassan
interpersonal dan kemampuan awal untuk memahami masalah
Dengan menggunakan kecerdasan interpersonal dan kemampuan awal siswa berusaha memahami masalah.
Membimbing siswa secara bertahap untuk mendefinisikan masalah
Berusaha mendefinisikan permasalahan dengan menggunakan parameter
yang jelas 3 Mengumpulkan
fakta
Membimbing siswa untuk melakukan pengumpulan fakta
Melakukan
pengumpulan fakta dengan menggunakan pengalaman yang sudah diperolehnya
Membimbing siswa melakukan pengolahan informasi
Melakukan pengolahan informasi yang telah diperoleh dengan berpatokan dengan informasi apa yang diketahui, informasi apa yang dibutuhkan dan apa yang akan dilakukan pada informasi yang ada.
4 Menyusun hipotesis Membimbing siswa untuk menyusun jawaban (dugaan sementara) terhadap permasalahan yang dihadapi
Membuat hubungan- hubungan antar berbagai fakta yang ada
Membimbing siswa untuk menggunakan kecerdasan majemuk dalam menyusun hipotesis
Menggunakan berbagai kecerdasan majemuk dalam menyusun hipotesis
Membimbing siswa Menggunakan
untuk menggunakan kecerdasan interpersonal dalam mengungkapkan pemikirannya
kecerdasan interpersonal dalam mengungkapkan pemikirannya
Membimbing siswa untuk menyusun alternatif jawaban sementara
Berusaha menyusun beberapa jawaban sementara
5 Melakukan penyelidikan
Membimbing siswa untuk melakukan penyelidikan terhadap informasi dan data yang telah diperoleh
Melakukan penyelidikan terhadap data dan
informasi yang telah diperoleh
Dalam membimbing siswa, guru membuat struktur belajar yang memungkinkan siswa dapat menggunakan berbagai cara untuk mengetahui dan memahami dunianya
Dalam melakukan penyelidikan siswa menggunakan
kecerdasan mejemuk yang dimilikinya untuk memahami dan memberi makna data dan
informasi yang ada 6 Menyempurnakan
masalah yang telah didefinisikan
Membimbing siswa melakukan
penyempurnaan terhadap masalah yang telah didefinisikan
Melakukan
penyempurnaan terhadap masalah yang telah dirumuskan
7 Menyimpulkan alternative
pemecahan masalah secara kolaboratif
Membimbing siswa untuk menyimpulkan alternatif pemecahan masalah secara kolaboratif
Membuat kesimpilan alternatif pemecahan masalah secara kolaboratif
8 Melakukan
pengujian hasil atau solusi dari masalah
Membimbing siswa melakukan pengujian hasil atau solusi pemecahan masalah
Melakukan pengujian hasil atau solusi pemecahan masalah
4. Tujuan problem based learning (PBL)
Menurut Daryanto (2014: 30) Problem Based Learning memiliki tujuan yang ingin dicapai , antara lain yaitu sebagai berikut :
a. Memecahkan masalah dan untuk mengembangkan keterampilan berpikir sangat tinggi
b. Siswa dituntut untuk belajar mandiri, siswa menentukan sendiri apa yang harus pelajari, dan dari mana siswa mendapatkan informasi, sedangkan guru hanya bertindak sebagai fasilitator.
c. Problem Based Learning menjadi penengah antara pembelajaran di sekolah dengan aktivitas pemebelajaran yang dilakukan diluar sekolah yang dapat meningkatkan kerjasama dalam mengerjakan hal mengerjakan tugas dan bagaimana siswa dapat menginterprestasikan dan menjelaskan fenomena terhadap dunia nyata.
Wina Sanjaya (2008: 216) mengatakan tujuan lain dari Problem Based Learning adalah melatih kemampuan siswa untuk berpikir kritis, analisis, sistematis, dan logis untuk menemukan alternatif dalam pemecahan masalah melalui eksplorasi dan secara empiris dalam rangka menumbuhkan sikap ilmiah.
Menurut Rusman (2011 :242) mengemukakan bahwa tujuan dari Problem Based Learning adalah membantu siswa meningkatkan kemampuan berpikir dan memecahkan sebuah masalah, dan menjadi para siswa yang otonom.
Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan dari Problem Based Learning adalah melatih kemampuan berpikir siswa atas pemecahan masalah, membantu siswa untuk mampu mengarahkan diri dan membekali siswa untuk memecahkan masalah khususnya yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
5. Kelebihan dan Kekurangan Problem Based Learning (PBL)
Dalam kurikulum terdapat begitu banyak model-model pembelajaran.
Salah satmya model pembelajaran problem based learning atau yang dikenal dengan Problem Based Learning. adapun kelebihan dari penerapan pembelajaran problem based learning yakni:
a. Pemecahan masalah adalah salah satu teknik yang digunakan dalam memahami pembelajaran dan meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa.
b. Problem Based Learning dapat membantu siswa dalam mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggungjawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan.
c. Problem Based Learning dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis
d. Problem Based Learning Dapat mngembangkan minat siswa untuk secara terus menerus belajar sekalipun jam pembelajaran telah berakhir.
e. Problem Based Learning dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata (Wina Sanjaya, 2008: 220)
Adapun kelebihan Problem Based Learning menurut (Yatim Riyanto, 2010: 286) sebagai berikut :
a. Guru dapat memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengimplementasikan pengetahuan atau pengalaman yang dimiliki untuk memecahkan masalah.
b. Siswa dapat belajar, mengingat, menerapkan dan melanjutkan proses belajar secara mandiri.
c. Menjadikan siswa lebih termotivasi, mampu memberi aspirasi, dan mampu menerima pendapat orang lain.
Berdasarkan beberapa pendapat diatas tentang kelebihan dari Problem Based Learning dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa lebih meningkat dan lebih berpikir kritis dalam menghadapi proses pembelajaran dengan unsur-unsur penelitian yang ada. Selain itu siswa mampu mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dan mampu menjadikan siswa belajar secara mandiri.
Adapun kelemahan yang dimiliki sistem pembelajaran Problem Based Learning adalah sebagai berikut :
a. Keberhasilan dalam pembelajaran ini siswa harus memiliki waktu yang cukup untuk persiapan.
b. Siswa yang tidak memiliki minat dan kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, mereka akan merasa enggan untuk mencoba.
D. Integrasi Keislaman
Keberadaan akal menjadi suatu hal yang membedakan manusia dengan binatang atau ciptaan Allah saw. yang lainnya. Manusia memiliki suatu hal yang sangat spesial, karena dengan akal, manusia dapat mengetahui segala sesuatunya bahkan menyelesaikan suatu persoalan berdasarkan informasi yang diperoleh.
Bahkan di dalam al-Quran Allah saw. memberikan gambaran tentang pentingnya menggunakan akal kita agar kita dapat memberikan manfaat bagi kehidupan
pribadi seseorang maupun bermasyarakat. Hadirnya pengetahuan tidak hanya sampai kepada kegiatan membaca saja. Akan tetapi, membaca juga dikaitkan dengan memperhatikan ataupun mengkaji alam ciptaan Allah saw. dan tanda- tanda kebesarannya sehingga dapat memberikan kita ilmu yang bermanfaat dalam menyelesaikan suatu kebutuhan ataupun persoalan. Penjelasan di atas, kemudian dijelaskan dan sejalan dengan QS. al-Baqarah/ 2: 31:
ََمَّلَعَو
َ
ََمَداَء
َٱ
َ َ ۡ ل
َۡس
َ اَم
ََء
َ اَهَّ لكُ
َ
ََّملث
َ
َۡمله َضَرَع
َ
َ َ َعَ
ۡ ل َٱَ
َ َلَم
َِةَكِئ
َ
ََلاَقَف
َ نۢ َ
َِبلٔ ٔ أ
َِنو
َ
َۡس َ أِة
َ اَم
َِءَ
َ َه
َ َ للؤ نِإ َِءَ
َ
َۡملتنلك
َ
ََيِقِد َ َص
َ ٣١
َ
َ
Terjemahnya:
“Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat seraya berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama semua (benda) ini jika kamu yang benar!" (Departemen Agama RI, 2007: 6).
Kalimat
اَهَّلُك ء ا َو ۡس َ ۡل ٱ َمَداَء َنَّلَع َو
yang berati dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama benda semuanya, yakni memberi potensi pengetahuan tentang nama- nama atau kata-kata yang digunakan untuk mengenal fungsi dan karakteristik benda. Dia juga dianugerahi potensi untuk berbahasa, sistem pengajran bahasa kepada manusia (anak kecil) bukan dimulai dari kata kerja melainkan dari nama- nama. (Shihab, 2002: 146).Ayat tersebut memberi gambaran dalam mengenali benda yang diajarkan oleh Allah Swt kepada Nabi Adam as. Kemampuan mendeskripsikan benda beserta semua manfaatnya sudah merupakan hal yang sering dilakukan oleh manusia. Hal ini juga berimbas terhadap kegiatan manusia untuk menghimpun berbagai benda sebagai koleksinya yang kemudian akan dimanfaatkan sesuai dengan kegunaan dan kebutuhan masing-masing (Mathar, 2014:103). Benda yang dimaksudkan disini adalah koleksi yang ada di perpustakaan.
Kaitannya dengan pemanfaatan koleksi, perpustakaan mempunyai peran yang penting dalam menghimpun berbagai sumber informasi. Hal tersebut
mengisyaratkan kepada perpustakaan agar menyiapkan koleksi yang beragam sesuai kebutuhan pemustakanya. Sehingga dengan tersedianya koleksi yang beragam maka kebutuhan informasi ataupun permasalahan pemustaka dapat terpenuhi sesuai dengan keperluannya masing-masing.
Lebih lanjut, perpustakaan kemudian memiliki peran penting dalam menunjang pendidikan, dengan cara menyediakan hingga kepada memberikan layanan informasi kepada pemustaka. Dengan memanfaatkan koleksi di perpustakaan pemustaka dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilannya bahkan secara konkrit dapat menyelesaikan persoalan yang tengah dihadapinya. Oleh kerena itu sudah seharusnya perpustakaan menyediakan informasi yang dapat dimanfaatkan oleh pemustakanya, contohnya yaitu dengan menyediakan bahan pustaka atau informasi.
Kaitannya dengan hal tersebut, adapun ayat yang berkaitan dengan hadirnya kitab (al-Quran) atau dalam hal ini koleksi sebagai sarana informasi ataupun jalan penyelesaikan masalah telah dijelaskan dalam QS. Surah An-Nisa/4:
113:
…
Terjemahnya:
“…dan (juga karena) Allah telah menurunkan kitab (Alquran) dan hikmah (sunnah) kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar” (Departemen Agama RI, 2005)
Kalimat
yang berarti Allah telah menurunkan kitab dan hikmah (sunnah) kepadamu. Kitab al-Quran dijadikan sebagai pedoman dan petunjuk bagi umat manusia yang melalui tuntunannya manusia dapatmenetapkan putusan dan memberi bimbingan serta mengajarkan apa yang belum diketahui agar terhindar dari kesesatan (Shihab, 2002: 419).
Segabaimana sabda Rasulullah SAW :
نِلْسُه ِّلُك ىَلَع ةَضْي ِرَف ِنْلِعْلا ُبَلَط
Terjemahnya :
“menuntut ilmu itu suatu kewajiban kepada setiap muslim”(HR. Ibnu Majah).
Hadist tersebut memberi dorongan terhadap umat manusia untuk belajar mencari ilmu sebanyak- banyaknya ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu umum.
Dorongan dari Al-Quran dan perintah Rasululah SAW tersebut telah dipraktekan oleh ilmuan-ilmuan muslim seperti Al-Farabi, Ibnu Sina, Imam Malik, Imam Hambali dan lain sebagainya.terdapat berbagai macam disiplin ilmu yang mereka kembangkan seperti ilmu filsafat,fisika, astronomi, kedokteran farmasi, fiqih dan lain-lain. (Humaniora Vol 2 No 2, 2011: 1348)
Merujuk pada penjelasan di atas bahwa perpustakaan berperan penting dalam kehidupan manusia yaitu dengan memberikankan kebutuhan informasi guna meningkatkan ilmu pengetahuan bagi pemustaka. Sebagaimana yang dijelaskan dalam al-Qur’an bahwa orang yang berilmu akan mendapatkan perlindungan dari Allah swt.
Selanjutnya berkaitan dengan penyelesaian masalah dalam hal ini problem based learning atau kurikulum berbasis masalah yaitu terdapat pada firman Allah swt., dalam QS. Asy-Syarh/ 94: 5-7:
Terjemahnya:
“Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain” (Departemen Agama RI, 2005)
Kata al-usr berbentuk definite (memakai alif dan lam) yang artinya kesulitan atau berat. Kata al-usr yang terdapat pada ayat 5 sama halnya dengan kesulitan yang disebutkan pada ayat ke 6. Berbeda dengan kata yusr berarti kemudahan, kata yusr tidak berbentuk definite sehingga arti kemudahan yang terdapat pada ayat 5 berbeda dengan arti kemudahan yang terdapat pada ayat 6, dalam kamus-kamus bahasa kata yusr memiliki makna untuk menggambarkan sesuatu yang mudah, lapang, berat kadarnya atau banyak. Hal ini menjadikan kedua ayat tersebut mengandung makna ”setiap satu kesulitan akan disusul dan dibarengi oleh dua kemudahan”(Shihab, 2002: 419).
Berdasarkan ayat di atas menjelaskan bahwa setiap kesulitan pasti akan disusul dengan kemudahan selama yang bersangkutan bertekad untuk mencari solusi. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam penerapan kurikulum Problem Based Learning (PBL), siswa diberikan suatu masalah kemudian melakukan pemecahan pada masalah tersebut. Siswa dapat mengumpulkan informasi dengan memanfaatkan koleksi yang ada di perpustakaan guna untuk mencari bahan dalam menambah wawasan hingga menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi.
Problem based learning adalah suatu model pembelajaran yang didasarkan pada prinsip menggunakan masalah sebagai titik awal akuisisi dan integrasi pengetahuan baru. Penerapan problem based learning melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah, seperti yang kita ketahui bahwa setiap siswa memiliki latar belakang yang berbeda-beda, ada yang memiliki kemampuan belajarnya tinggi, sedang dan rendah, sedangkan tahap belajar siswa-siswi mempunyai proses masing-masing dalam menangkap pembelajaran baru tersebut.
Dengan itu masalah yang hadir dalam pembelajaran ini merupakan titik balik dari suatu proses berpikir untuk memecahkan permasalahan yang ada.
Berdasarkan penjelasan dari ketiga ayat Al-Quran diatas, maka dapat disimpulkan bahwa surah Al-Baqarah ayat 31 menjelaskan bahwa kita dianjurkan untuk memaksimalkan akal pikiran kita ketika membutuhkan atau menyelesaikan suatu persoalan. Salah satu langkah taktis dalam memaksimalkan akal pikiran yakni dengan membaca. Membaca segala informasi yang tersedia melalui buku dalam hal ini koleksi. Koleksi yang kemudian dibutuhkan bisa didapatkan melalui berbagai tempat salah satunya perpustakaan sebagai sumber informasi. Dengan hadirnya perpustakaan dan koleksi di dalamnya menjadi solusi dalam menyelesaikan persoalan dan kebutuhan informasi pemustaka.
Surah An-Nisa ayat 113 menjelaskan bahwa betapa pentingnya pemanfaatan koleksi di perpustakaan, karena di perpustakaan tersimpan beragam jenis koleksi yang dapat menunjang kebutuhan siswa. Kebutuhan yang dimaksud dalam hal ini yakni dapat berupa penyelesaian tugas hingga memenuhi kebutuhan wawasan, maka sebagaimana yang kita ketahui bahwa ilmu pengetahuan sudah pasti terdapat di perpustakaan. Hal tersebut juga karena perpustakaan merupakan tempat beradanya berbagai macam ilmu pengetahuan yang dituangkan ke dalam bentuk koleksi. Koleksi ataupun ilmu pengetahuan di perpustakaan tidak terbatas kepada koleksi umum saja melainkan juga terdapat beragam jenis koleksi. Dan dengan hadirnya koleksi tersebut maka dapat bermanfaat untuk kebutuhan informasi bahkan penyelesaian masalah setiap pemustaka.
Hal ini kemudian sejalan dengan surah Asy-Syarh ayat 5-7 ysng membahas tentang problem based learning yang memberikan kesempatan secara mandiri kepada para pemustaka dalam hal ini siswa untuk menyelesaikan tugas- tugas ataupun kebutuhan pembelajaran mereka melalui perpustakaan dengan memanfaatkan koleksi yang disediakan di perpustakaan.
29 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Metode penelitian merupakan metode ilmiah yang memerlukam sistematika dan prosedur yang harus ditempuh dengan tidak mungkin meninggalkan setiap unsur, komponen yang diperlukan dalam suatu penelitian (Mardalis, 2008: 14). Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian asosiatif melalui pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. Metode penelitian kuantitatif disebut juga sebagai metode ilmiah karena telah memenuhi kaidah- kaidah ilmiah yaitu konkrit, empiris, objektif, terukur rasional dan sistematis (Sugiyono, 2016: 7).
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan selama 1 bulan yaitu mulai dari tanggal 13 Januari sampai dengan 13 Februari 2021. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima jln. Monginsidi, Melayu, Asakota Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.
C. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Penelitian
Populasi adalah daerah generalisasi yang terdiri dari subjek yang memiliki kelayakan dan ciri tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk didalami dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2016: 80). Pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan populasi adalah keseluruhan sasaran yang menjadi sasaran dalam pengumpulan data penelitian dan ditentukan oleh peneliti itu sendiri.
Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI jurusan IPA yang memanfaatkan koleksi perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima dengan populasinya yaitu 211 orang yang memanfaatkan koleksi perpustakaan sebagai sarana belajar.
2. Sampel Penelitian
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti itu tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi (Sugiyono, 2016: 81).
Dalam melakukan penelitian ini peneliti menggunakan teknik simple random sampling yang merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota yang ada dalam populasi (Syofian, 2013: 31). Dalam menentukan ukuran sampel peneliti menggunakan rumus slovin untuk dapat memastikan keterwakilan populasi melalui sampel penelitian. Dengan menggunakan rumus slovin dapat memungkinkan peneliti untuk mendapatkan jumlah sampel yaitu:
n = Besaran Sampel
N = Besaran Populasi e = Nilai kritis Sebesar 10%
Dilihat rumus di atas, maka jumlah sampel yang akan diambil adalah:
n:
n=
n=
n=
68Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan rumus slovin di atas maka nilai n adalah 68 orang, sehingga pada penelitian ini menggambil sampel sejumlah 68 orang.
D. Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan langkah strategis yang dilakukan dalam penelitian, tujuan yang paling utama dalam penelitian adalah mengetahui cara memperoleh data. Dengan tidak mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan kriteria data yang ditetapkan (Sugiyono, 2016:224). Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Pengamatan (Observasi)
Observasi adalah pengamatan langsung yang dilakukan peneliti untuk mendapatkan data bardasarkan fakta yang ada dilapangan sehingga data yang dikumpulkan nantinya akan dianalisis lebih lanjut.
2. Kuesioner (Angket)
Kuesioner merupakan tekhnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi sejumlah pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan tekhnik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variable yang akan diukur dan tahu apa yang diharapkanoleh responden (Sugiyono, 2016:142).
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah catatan peristiwa yang diperoleh langsung dari tempat penelitian, dokumentasi bisa berbetuk gambar, tulisan,peraturan-peraturan atau kebijakan-kebijakan dan atau data yang relevan (Azwar 2012: 40).
E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian meupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati (Sugiyono, 2016:102). Dengan pengertian bahwa instrumen penelitian adalah alat bantu yang digunakan pada saat pengumpulan data.
Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket.
Angket adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan beberapa pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2016:142). Peneliti membagikan data pertanyaan yang kemudian akan dijawab oleh responden hal ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui hal-hal apa saja yang diharapkan oleh responden .
Adapun skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert.
Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan skala likert maka variable yang akan diukur akan dijabarkan menjadi indikator variable. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan (Sugiyono, 2016: 93- 94). Adapun penilai dengan tingkatan sebagai berikut :
1. Selalu (SL) diberi skor 4 2. Sering (SR) diberi skor 3
3. Kadang-Kadang (KK) diberi skor 2 4. Tidak Pernah (TP) diberi skor 1
F. Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah suatu atribut, sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan ditarik kesimpulan. Dalam penelitian ini terdapat dau variabel yaitu variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable) (Sugiyono, 2016: 39).
1. Variabel Independen
Variabel independen atau variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen. variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemanfaatan koleksi perpustakaan (X). adapun indikator dari penelitian ini adalah dibaca, dipinjam dan difotocopy.
2. Variabel Dependen
Variabel dependen dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat yang merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. variabel terikat dalam penelitian ini adalah Problem Based Learning (PBL). adapun indikator dari penelitian ini adalah siswa berpikir aktif, mencari, belajar mandiri dan berkerjasama.
G. Uji Validitas dan Realibilitas Data 1. Uji Validitas
Uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkann tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Arikunto 2006: 211). Sebuah instrument dikatakan valid apabila dapat mengungkapkan data variabel yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validitas instrument menunjukan sejauh mana data yang tekumpul tidak menyimpang dari dari gambaran tentang validitas yang dimaksud.
Pengukuran uji validitas dilakukan dengan cara menggunakan rumus yang terdapat pada SPSS IBM versi 16 dengan metode correlation coefisien pearson, untuk mengetahui valid dan tidaknya suatu instrumen, digunakan distribusi r tabel
dengan taraf signifikasi 5% dan nilai r tabel adalah 0,235. kriteria pengujian suatu instrumen dikatakan valid jika r hitung lebih besar dari r tabel dan suatu instrumen dikatakan tidak valid jika r hitung lebih kecil dari r tabel. Maka dapat dilihat pada tabel yang dilampirkan dibawah ini:
Tabel 3.1 Uji Validitas
No Item rTabel rHitung Keterangan
1 X1 0,239 0,406 Valid
2 X2 0,239 0,453 Valid
3 X3 0,239 0,609 Valid
4 X4 0,239 0,509 Valid
5 X5 0,239 0,579 Valid
6 X6 0,239 0,453 Valid
7 X7 0,239 0,526 Valid
8 X8 0,239 0,707 Valid
9 X9 0,239 0,442 Valid
10 X10 0,239 0,565 Valid
11 Y1 0,239 0,551 Valid
12 Y2 0,239 0,450 Valid
13 Y3 0,239 0,465 Valid
14 Y4 0,239 0,383 Valid
15 Y5 0,239 0,427 Valid
16 Y6 0,239 0,459 Valid
17 Y7 0,239 0,353 Valid
18 Y8 0,239 0,529 Valid
19 Y9 0,239 0,406 Valid
20 Y10 0,239 0,239 Valid
Sumber data: hasil perhitungan nilai korelasi dari IBM SPSS V.16 Dari hasil uji validitas diatas yaitu varibel X dan variabel Y dengan jumlah data sebanyak 68 responden sehingga didapat r tabel sebesar 0,239. Berdasarkan
hasil perhitungan korelasi diatas dari 20 butir kuesioner yang merupakan gabungan dari variabel X dan variabel Y tidak terdapat nilai yang kurang dari 0,239, sehingga ditarik dapat disimpulkan bahwa semua item dinyatakan valid.
2. Uji Reabilitas Data
Uji reabilitas data dilakukan setelah uji validitas angket, item yang tidak valid tidak akan digunakan. Uji reabilitas data adalah alat ukur yang digunakan dalam pengukuran penelitian dengan melakukan pengukuran sebuah gejala dan waktu serta tempat yang berbeda tetapi dengan hasil yang sama atau konsisten, artinya meskipun menggunakan pengukuran yang berulang-ulang dan waktu yang berbeda hasilnya tetap sama (Qurais Mathar, 2013: 42).
Metode perhitungan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara mencoba alat ukur cukup hanya sekali saja,kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik Cronbach’Alph. Teknik ini digunkan untuk menghitung relibilitas suatu tes yang mengukur sikap atau perilaku (Syofian, 2013: 56).
Suatu instrument dapat dikatakan reliable apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Cronbach’Alpha<0,6 = realibilitas buruk
b. Cronbach’Alpha 0,6 – 0,79 = realibilatas diterima c. Cronbach’Alpha 0,8 = realibilitas baik
Adapun hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti : a. Uji Reabilitas Pemanfaatan Koleksi (X)
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha N of Items
.727 10