• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. DESKRIPSI LOKASI PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "3. DESKRIPSI LOKASI PERANCANGAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

51

Universitas Kristen Petra

3. DESKRIPSI LOKASI PERANCANGAN

3.1.Data Fisik Tapak dan Bangunan 3.1.1. Tapak Luar

Lokasi yang digunakan dalam perancangan perpustakaan ini adalah bangunan asli, yaitu bangunan showroom Astra Toyota Auto 2000. Bangunan ini berada di jalan Basuki Rachmad 115-117, Surabaya Pusat dengan luasan ±1200 m2. Batas-batas dari bangunan ini adalah:

 Utara : gedung Gramedia Expo

 Timur : berdampingan dengan perumahan

 Barat : jalan raya Basuki Racmad

 Selatan : Perumahan penduduk

Gambar 3.1. Site plan Gedung Astra Auto 2000

Proyek yang akan didesain terdapat di daerah Surabaya Pusat. Beberapa keuntungan dari tempat pelaksanaan proyek ini antara lain:

(2)

52

Universitas Kristen Petra

a. Dekat dengan pusat perbelanjaan (Tunjungan Plaza) dan merupakan area yang selalu ramai dikunjungi orang setiap hari

b. Dekat dengan perumahan-perumahan, sehingga minat masyarakat untuk mengunjungi relatif besar (tidak jauh dengan pemukiman penduduk).

c. Terletak langsung di pinggir jalan besar , membuat bangunan ini akan selalu terlihat oleh mata masyarakat.

d. Luas bangunan yang memadai serta lingkungan sekitar yang berorientasi pada perdagangan dan bank.

Kelemahan lokasi ini:

a. Tingkat kebisingan yang agak ramai

3.1.1.1.Gaya Bangunan

3.1.1.2.Akses Keadaan:

a. Main entrance bangunan menghadap Barat b. Side entrance bangunan berada di Selatan Keadaan:

a. Bangunan ini memiliki bangunan dengan komposisi bentukkan geometris b. Konstruksi bangunan bertopang pada pilar-pilar bangunan

Gambar 3.2.Tampak depan Analisis:

Karakteristik gaya bangunan modern:

a. Desain sederhana dan praktis b. Minim ornamen (ornament is crime) c. Material dan pengerjaan dengan mesin produksi

(3)

53

Universitas Kristen Petra c. Akses utama berada di arah barat.

Gambar 3.3.Area main entrance

Fakta:

- Lokasi bangunan ini terdapat di tengah kota Surabaya

Analisis:

a. Main entrance mejadi akses utama dan menghadap ke barat (arah jalan raya)

b. Side entrance memberikan akses tambahan yang dapat digunakan selain melewati akses utama dan dapat dijadikan sebagai pintu darurat

Solusi:

a. Main entrance yang menjadi akses utama didekatkan dengan area lobby dan jauh dari area dalam perpustakaan

Side entrance Main entrance

Akses utama

(4)

54

Universitas Kristen Petra

3.1.1.3.View

Gambar 3.4.Sirkulasi luar gedung

Kondisi:

Sekeliling bangunan merupakan jalan untuk arus lalu lalang kendaraan.

(5)

55

Universitas Kristen Petra

3.1.1.4. Orientasi Matahari

Gambar 3.5.Orientasi matahari Keadaan:

a. Bangunan menghadap barat

b. Area depan terkena sinar matahari secara langsung pada siang menuju sore hari.

Analisis:

a. Sinar matahari dapat dimanfaatkan sebagai pecahayaan alami

b. Pada bagian Timur tidak terlalu silau karena tertutup dengan bangunan lain.

c. Bagian Barat akan menyilaukan Solusi:

a. Bukaan atau penataan pada bagian barat perlu mendapat perhatian ekstra agar mengurangi silau pada waktu siang hari.

UTARA

Matahari terbit

Matahari terbenam

(6)

56

Universitas Kristen Petra

3.1.1.5.Arah Angin

Gambar 3.6.Arah angin Keadaan:

a.Angin bertiup dari timur ke barat.

Solusi:

a.Memaksimalkan bukaan pada area timur dimana masuknya angina b.cross ventilation

3.1.1.6.Kebisingan Keadaan:

a. Kebisingan yang diakibatkan kendaraan yang lalu lalang di jalan utama.

b. Kebisingan lalu lintas yang berada di sekitar tapak memiliki level kebisingan yang lumayan tinggi karena berada tepat di pinggir jalan raya.

Arah angin

(7)

57

Universitas Kristen Petra

Gambar 3.7.Tingkat kebisingan

Analisis:

a. Tiap bangunan punya level kebisingan masing-masing, sedapat mungkin diatasi dengan jarak, tanaman, dan zoning yang sesuai.

Solusi:

a. Menggunakan tanaman sebagai peredam sumber bunyi

b. Menyesuaikan jarak area bangunan dengan sumber kebisingan (jalan raya).

3.2.Data Fisik a. Lokasi

Lokasi perancangan mengambil area lantai 1 pada bangunan showroom Auto 2000. Luasan tapak dalam ini kurang lebih 1.200 meter persegi.

(8)

58

Universitas Kristen Petra

b. Elemen Interior

1. Dinding bangunan ini sebagian besar dinding penopang dan bagian depan terdapat kaca.

2. Ketinggian plafon pada bangunan ini adalah 3.80 meter.

3. Kolom berbentuk persegi.

Gambar 3.8.Tampak dalam kosongan 3.2.1.Akses

Keadaan:

a. Tersedia dua akses tangga menuju showroom,yaitu main entrance dan side entrance.

b. Terdapat sebuah tangga untuk menuju lantai 2.

(9)

59

Universitas Kristen Petra

Analisis:

a. Main entrance mempermudah akses

b. Main entrance tersendiri dapat membangun image sebuah showroom mobil.

c. Side entrance memberikan akses kepada yang lebih bersifat privat Solusi:

a.Main entrance pada sebelah barat b.Side entrance pada debelah selatan.

3.2.2.Dinding

Keadaan:

a. Dinding menggunakan batu bata dan gypsum board dan kaca pada dinding partisi

b. Dinding dilapisi dengan cat dinding berwarna c. Dinding kaca sebagai bukaan

Gambar 3.9.Area penerima tamu

(10)

60

Universitas Kristen Petra

Solusi:

a. Dinding dengan kaca membutuhkan perlakuan khusus agar tidak terlalu menyilaukan saat terkena sinar matahari.

3.2.3.Lantai

Keadaan: Lantai menggunakan keramik putih ukuran 30x30cm.

Analisis:

Lantai harus memiliki kombinasi motif warna lantai sehingga memiliki segi estetika dan ketertarikan untuk dirasakan.

Gambar 3.10.Area penerima tamu Solusi:

a. Keramik

Setiap keramik memiliki karakteristik khusus. Kecermatan memilih jenis produk akan berpengaruh pada keawetan, kenyamanan pakai, serta tampilan ruang. Penentuan warna, motif maupun ukuran ubin keramik dapat mempengaruhi suasana ruang. Keramik dengan karakter tertentu dapat mempengaruhi impresi ruang. Demikian juga dengan suasana ruang, dapat dibentuk oleh permainan warna, motif, maupun ukurannya.

(11)

61

Universitas Kristen Petra

b. Marmer

Daya tahan yang kuat dengan corak yang bagus c.Parket

Parket dari bahan kayu solid memiliki kualitas/daya tahan yang tidak tertandingi dan memiliki corak yang alami.

d.Granit

Material yang eksklusif dan daya tahannya bagus.

3.2.4. Plafon

Keadaan:

a. Plafon menggunakan bahan gypsum dan eternit b. Plafon difinishing dengan cat dinding

c. Plafon digunakan sebagai tempat pemasangan sprinkler, heat detector, lampu dan AC

Gambar 3.11.Area administrasi Analisis:

Plafon merupakan elemen bangunan “melayang” di atas ruangan. Maka dari itu, ketika memilih material untuk plafon, harus mempertimbangkan aspek

(12)

62

Universitas Kristen Petra

kemudahan dalam memasang dan efisien dalam perawatannya. Untuk menunjukkan adanya perbedaan aktivitas di dalam ruangan dapat menggunakan permainan tinggi- rendah dan permainan bentuk plafon.

Solusi:

a. Plafon menggunakan bahan gypsum karena kuat dan tahan lama.

b. Plafon gypsum mudah untuk dipasang dan perawatannya tidak susah.

3.2.5.Pencahayaan dalam Ruang

Keadaan:

Pencahayaan dalam ruang menggunakan pencahayaan dari lampu dan juga pencahayaan alami dari sinar matahari pada area bukaan.

Analisis:

Pencahayaan dalam ruangan perlu memenuhi tiga fungsi utama. Yang pertama, cahaya harus menerangi tiga fungsi utama. Yang pertama, cahaya harus menerangi keseluruhan ruang demi menggantikan cahaya pada siang hari. Jenis pencahayaan ini sering disebut dengan ambient lighting. Fungsi kedua adalah untuk memberikan fokus pada area tertentu seperti meja kerja. Fungsi seperti ini sering disebut task lighting. Yang terakhir, cahaya harus berfungsi untuk menimbulkan aksen tertentu pada ruangan, menonjolkan, dan melembutkan suasana bangunan, serta menonjolkan suasana bangunan serta menonjolkan atmosfer dengan cara menciptakan variasi bayangan dan kekontrasan. Fungsi ini sering disebut accent lighting. Perpaduan ketiga fungsi cahaya ini akan menciptakan suatu mood tertentu yang diimbangi dengan segi penggunaan cahaya yang praktis.

(13)

63

Universitas Kristen Petra

Gambar 3.12.Area main entrance Solusi:

a.memaksimalkan cahaya alami yang ada

b.Membuat cahaya buatan yang bisa membuat suasana di dalam ruangan lebih terasa.

3.2.6.Penghawaan dalam Ruang

Keadaan:

Penghawaan di dalam ruang menggunakan AC central dan AC standing.

Gambar 3.13.Area penerima tamu dan area administrasi

(14)

64

Universitas Kristen Petra

Analisis:

Standar kebutuhan udara segar dalam ruang tertutup yang dibutuhkan oleh satu orang adalah rata-rata 35m3/jam. Untuk memenuhi kebutuhan akan penghawaan diatas,maka diperlukan penghawaan buatan berupa AC.(David Mun.40)

Solusi:

a.Mengatur suhu AC sesuai dengan standart penghawaan.

b.Membuat bukaan sebagai ventilasi agar terjadi pergantian udara yang baik.

3.2.7.Keamanan Kebakaran

Keadaan: Tidak ada sprikler pada bangunan ini.

Solusi:

a. Memberikan alat-alat pengaman kebakaran berupa sprinkler otomatis, dengan jarak maksimal 4,6 meter, dalam luasan maksimal 21 meter

b. Memberikan APAR dan portable fire extinguisher yang diberikan dengan jarak 200-250 meter

c. Memberikan detektor asap dengan jarak perlindungan 92 meter persegi, dan jarak dari dinding 6 meter, jarak tiap detektor 12/16/18 meter

(Indrani, 2009)

Gambar 3.14.APAR 3.2.8.Keamanan Pencurian

Keadaan:

a.Terdapat sekuriti yang berjaga di pos depan.

(15)

65

Universitas Kristen Petra

b.Terdapat kamera pengawas yang memantau dalam showroom

Gambar 3.15.Area admnistrasi menunjukan kamera pengawas

(16)

66

Universitas Kristen Petra

3.3.Data Non Fisik

3.3.1.Struktur Organisasi

Gambar 3.16. Struktur Organisasi Badan Arsip dan Perpustakaan Surabaya Sumber : (Badan Arsip dan Perpustakaan Surabaya : 2005)

Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan

Sekretaris Jabatan Fungsional Tertentu

0 20 40 60 80 100

1st Qtr 2nd Qtr 3rd Qtr 4th Qtr

East West North

Sub Bagian Keuangan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

Bidang Pembinaan Bidang Informasi Bidang Akuisisi

Deposit dan Pengolahan

Sub Bidang Pembinaan Kearsipan

Sub Bidang Informasi Kearsipan

Sub Bidang Akuisisi dan Deposit Kearsipan

Sub Bidang Pembinaan Perpustakaan

Sub Bidang Informasi Kearsipan

Sub Bidang Akuisisi dan Deposit Kearsipan

(17)

67

Universitas Kristen Petra

3.3.2. Analisa Aktivitas Pengguna

Dalam perancangan perpustakaan, pola aktivitas pengguna yang diperhatikan adalah pola aktivitas pengunjung dan pustakawan atau pengawas perpustakaan.

3.3.2.1. Pola aktivitas pengunjung

Datang  menitipkan barang  pengenalan perpustakaan (informasi)  menggunakan computer catalog  mencari buku/koleksi lain  membaca, akses komputer  melihat film  meminjam koleksi  mengembalikan koleksi  pulang

3.3.2.2. Pola aktivitas pengelola

Berkaitan dengan struktur organisasi di atas, maka pola aktivitas pengelola berhubungan erat dengan job desk atau tugas sesuai posisinya. Pola aktivitas pengelola sebagai berikut :

Datang  meletakkan barang  melakukan job desk  pulang. Adapun tugas atau job desk pengelola sesuai posisinya, yaitu:

1. Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan

Memimpin, merencanakan, mengarahkan, mengkoordinasi, dan mengawasi kegiatan pembinaan, pengembangan, dan pelayanan perpustakaan

2. Sub-bidang Pengadaan dan Pengolahan - Menentukan standar kebutuhan koleksi - Menetapkan skala prioritas kebutuhan koleksi - Membuat perencanaan pembelian koleksi

- Menetapkan kebijaksanaan dalam tukar menukar koleksi - Menetapkan sistem klasifikasi yang digunakan

- Menetapkan pedoman penyusunan koleksi di rak

- Menetapkan kriteria koleksi bahan koleksi yang dianggap rusak - Menetapkan sistem pengawasan dan penjagaan koleksi

3. Sub-bidang Layanan Kepustakaan

- Menetapkan sistem peminjaman dan pengembalian koleksi

- Menetapkan peraturan dalam peminjaman dan pengembalian koleksi

(18)

68

Universitas Kristen Petra

- Menuliskan atau memasukkan data tentang bahan pustaka yang dipinjam atau dikembalikan

Gambar 3.17. Pola Aktivitas Staf Layanan Perpustakaan Sumber : Badan Arsip dan Perpustakaan Surabaya (2005)

4. Sub-bidang Pembinaan Perpustakaan

- Menetapkan metode pembinaan dalam aktivitas perustakaan

- Menetapkan kegiatan atau aktivitas pembelajaran yang berkaitan dengan pengunjung

- Menetapkan metode pengembangan fasilitas perpustakaan yang berkaitan dengan pengunjung

- Menetapkan pola dan metode pengawasan pengunjung dan koleksi

Gambar

Gambar 3.1.  Site plan Gedung Astra Auto 2000
Gambar 3.2.Tampak depan  Analisis:
Gambar 3.3.Area main entrance
Gambar 3.4.Sirkulasi luar gedung
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan menyusun Tugas Akhir ini adalah untuk melakukan perancangan struktur bangunan gedung kampus dengan melakukan analisis dan perhitungan. Gedung dirancang menggunakan Sistem

Data yang diperlukan berupa data lapangan yaitu data fisik yang berhubungan dengan site-plan, denah bangunan, bentuk bangunan dan arsitektur bangunan, data ini

Apalagi mengingat bahwa lokasi perancangan memiliki karakteristik site yang spesifik dan unik sehingga hal ini dijadikan dasar perancangan utama dalam perancangan bangunan

Bangunan:   Cara   Perlengkapan Gedung Ilmu.

Perancangan Interior Tempat Karaoke Dan Lounge “ Sing a Song Family Karaoke “ 104 Untuk bangunan showroom ini tidak terlalu memperhatikan suara, sebab di ruangan ini tidak

Bentuk bangunan Gedung Serbaguna Senayan ini merupakan bentuk bangunan yang sesuai dengan iklim tropis di Jakarta. Dari atap gedung, dapat diketahui bahwa Gedung

BAB III Menganalisis desain bangunan yang sesuai dengan kriteria-kriteria perancangan bangunan Gedung Pertunjukan Musik, yang telah diuraikan pada BAB II, serta mengaitkannya

Merancang wadah kegiatan fungsi tunggal berdasar konsep peruangan, konsep tapak, struktur -konstruk /bahan, konsep bentuk bangunan serta utilitas block plan, site plan, denah, potongan