• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. TEORI DASAR. 6 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "2. TEORI DASAR. 6 Universitas Kristen Petra"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

6

Universitas Kristen Petra

2.1. Polling

Polling adalah salah suatu metode untuk mencari data, sehingga data tersebut dapat digunakan untuk mengambil sebuah keputusan atau kesimpulan terhadap suatu pertanyaan atau pernyataan yang diajukan kepada responden polling.

Metode polling merupakan metode untuk mencari data yang relatif lebih mudah, sederhana, dan cukup efisien waktu. Relatif lebih mudah karena tidak membutuhkan konsep yang terlalu rumit dalam mencari data, hanya dibutuhkan bentuk pertanyaan atau pernyataan singkat yang akan diajukan kepada responden polling. Sederhana karena metode ini lebih sederhana dari pada metode pencari data yang lain, mulai pertanyaan atau pernyataan yang akan diajukan ke responden sampai dengan cara untuk pengisian polling-nya yang lebih sederhana dari pada menggunakan metode yang lain. Metode ini dikatakan efisien waktu dikarenakan dengan menggunakan metode polling yang sederhana ini data dari responden dapat segera didapat dan diolah, dan hasilnya pun dapat segera dipublikasikan.

Dengan metode polling, data yang didapat menjadi cukup akurat. Hal ini karena para responden polling tersebut langsung memberikan pendapat atau jawabannya atas pertanyaan atau pernyataan yang telah diajukan kepada para responden.

1Polling adalah teknik penelitian untuk mengukur pendapat umum. Bagaimana polling melihat persepsi masyarakat tentang pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, misalnya. Sebelum dilakukan polling, yang ada hanyalah pendapat- pendapat pribadi tentang kinerja pemerintahan Megawati. Dengan mengajukan pertanyaan lewat kuesioner atau angket, orang dapat mengumpulkan pendapat-pendapat pribadi itu kemudian menampilkannya sebagai ekspresi pendapat umum.

Bentuk ekspresi pendapat umum sebenarnya bermacam-macam. Sebelum polling lahir, peradaban manusia mengenal berbagai teknik ekspresi pendapat umum:

orasi, cetakan, kerumunan, petisi, ruang diskusi, coffe house, gerakan revolusi,

1 Sudibyo, Agus. “Remuk Redam Suara Publik.” PANTAU. Februari 2002.

< http://www.pantau.or.id/txt/22/13.html>

(2)

Universitas Kristen Petra pemogokan, pemilihan umum, straw poll (pemungutan suara tak resmi), suratkabar modern, dan lain-lain.

Inovasi terpenting dalam polling adalah penggunaan prinsip-prinsip ilmiah dalam metode penelitian sosial. Polling menerapkan prinsip probabilitas untuk penarikan sampel. Dengan prinsip ini, pengukuran pendapat dapat dilakukan dengan hanya melibatkan sedikit orang. Meski tanpa melibatkan semua anggota populasi, hasil polling dapat digeneralisasikan sebagai representasi suara mayoritas. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode yang ketat dan baku (biasa disebut teknik sampling), sehingga tiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih atau tak dipilih jadi responden.

Sampling probabilitas merupakan prinsip terpenting dalam polling. Namun prinsip inilah titik lemah utama polling media massa Indonesia, khususnya media televisi dan media dotcom.

Prinsip probalilitas mengharuskan sampel polling dipilih secara acak dengan menggunakan beberapa varian teknik random sampling. Responden harus bersikap pasif.

Ia dipilih, dan bukannya mengajukan diri. Konsekuensinya, dibutuhkan fungsi pewawancara untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada responden. Proses ini, lazimnya membutuhkan waktu relatif lama.

2.2. SMS (Short Message Service)2,3

SMS merupakan layanan berkirim pesan singkat yang disediakan oleh operator selular. Layanan ini biayanya murah sehingga sangat sering dimanfaatkan pengguna Mobile-phone.

2.2.1. Pengertian SMS

Short Message Service (SMS) adalah kemampuan untuk mengirim dan menerima pesan yang terbatas besarnya (pesan singkat) antar Mobile-phone/

telepon selular yang berupa data dalam bentuk string atau teks dan data binary.

Setiap SMS dibatasi hanya sampai 160 karakter saja, dengan menggunakan huruf latin, sedangkan untuk karakter non latin seperti karakter Arab atau Chinese, dibatasi hanya sampai 70 karakter saja. SMS merupakan salah satu dari GSM data services yang disediakan oleh PLMN (Public Land Mobile Network). Contoh GSM data services yang lain adalah fax dan data transfer. GSM data services hanya dapat digunakan, jika sebuah PLMN menyediakan fasilitas tersebut. Public Land Mobile Network (PLMN) adalah jaringan telekomunikasi yang digunakan dalam sistem seluler.

2 Yulimingtarto, Johan. Pengolahan Data GPS Yang Dikirim Dengan Teknologi SMS Untuk Pelacakan Kendaraan, Tugas Akhir S1, Surabaya: Universitas Kristen Petra, 2004, p. 13-21.

3 “Introduction to SMS” GSMFavorites. Juni 2005.

<http://www.gsmfavorites.com/documents/sms/introduction/>

(3)

Universitas Kristen Petra

2.2.2. Sejarah SMS

Beberapa poin penting dalam sejarah perkembangan SMS antara lain : a. Generasi pertama SMSC (Short Message Service Centre)

Para penyedia jaringan harus mengikutkan SMSC generasi pertama dalam perencanaan network. Tanpa SMSC sebuah network tidak dapat menggunakan fasilitas SMS.

b. Tanda untuk Voice Mail c. SMS Mobile Originate

Operator jaringan meluncurkan SMS Mobile Originate untuk memberikan kemampuan SMS dua arah.

d. E-mail

Dengan mengikutsertakan data nomor mobile-phone ke dalam account e- mail, maka pada saat ada e-mail diterima, SMS sebagai pemberitahuan akan diterima.

e. Layanan informasi

Layanan informasi, mulai dari berita terbaru, biro perjalanan, cuaca, iklan, sampai ramalan bintang (horoskop) menambah lalu lintas SMS.

f. Generasi kedua SMSC

Memperbesar kapasistas bandwidth, dan memperbaiki beberapa masalah yang timbul pada generasi pertama, yaitu masalah saat komunikasi padat.

g. Kerjasama pada penyediaan SMS satu wilayah

Dengan adanya pengembangan oleh beberapa penyedia SMS pada satu daerah, menyebabkan munculnya suatu kerjasama untuk mengirim SMS lintas operator.

h. SMS untuk sistem prepaid

Hal ini berguna untuk pengguna SMS yang peduli akan biaya, karena dengan menggunakan sistem ini, biaya dapat dipantau dengan mudah.

i. Telepon selular dengan teknologi Text Predictive

Oleh karena berita yang simple adalah yang utama dalam SMS, maka diperlukan proses penulisan yang lebih mudah. Hal ini diwujudkan dengan text predictive, dimana salah satunya yang terkenal adalah T9 dari Tegic.

j. Protokol yang distandarisasi

(4)

Universitas Kristen Petra

Pengembangan lebih lanjut mencetuskan beberapa standarisasi protokol, contohnya WAP (Wireless Application Protocol).

k. Pengembangan terminal SMS

Pengembangan terminal SMS itu sendiri memicu pertumbuhan SMS.

Terminal yang dikembangkan bukan hanya mobile-phone, tetapi juga terminal lain, seperti handheld PC dan PDA (Personal Digital Assistant).

2.2.3. Beberapa Istilah SMS

SMS menyediakan fasilitas untuk menyampaikan pesan singkat antara MS (Mobile Station) dan SME (Short Message Entity) melalui SC (Services Centre) atau yang disebut juga dengan SMSC. SC berfungsi menyampaikan pesan antara MS dan SME, karena semua pesan singkat harus melalui SC.

Berikut ini beberapa istilah yang berhubungan dengan SMS, yaitu:

a. Active MS

Mobile Station akan aktif dengan dimasukkannya modul SIM (SIM card) ke dalam mobile-phone.

b. Status Report

Dengan SMS, SC (Service Centre) juga dapat memberikan informasi kepada MS tentang status dari pengiriman pesan singkat yang sebelumnya dilakukan. Status pengiriman pesan dapat berupa:

• Pengiriman yang berhasil pada SME,

• SC tidak bisa mengirimkan sebuah pesan ke SME.

Ada dua macam alasan mengapa SC tidak dapat mengirimkan pesan, yaitu yang bersifat tetap dan yang bersifat tidak tetap. Kegagalan yang bersifat tetap, misalnya disebabkan karena Validity Period yang sudah habis waktunya, atau address SMS yang salah. Sedangkan kegagalan yang bersifat tidak tetap, disebabkan karena terputusnya hubungan antara SC dengan SME atau SME untuk sementara waktu tidak dapat dihubungi.

Semua hal ini dilakukan oleh SC dengan mengirimkan status report TPDU (SMS status report) ke MS ketika SC telah mengetahui status dari sebuah pesan singkat. Status report ini dibuat karena adanya permintaan status report dalam SMMO (Short Message Mobile Terminated). Status report

(5)

Universitas Kristen Petra

tersebut diperlakukan seperti SMS deliver oleh SC ketika dalam proses pengiriman. Kemampuan status report dari SMS ini bersifat optional, penentuan ada atau tidaknya status report ini tergantung pada operator SC.

c. SC (Service Centre)

SC merupakan fungsi yang bertanggung jawab tentang proses relay dan penyimpanan serta pengiriman SMS antar MS dan SME. SC bukan bagian dari GSM PLMN (Global System for Mobile Communications Public Land Mobile Network).

d. GSM PLMN (Global System for Mobile Communications Public Land Mobile Network)

Semacam network operator khusus untuk network telekomunikasi cellular daerah tertentu, contohnya Telkomsel (Simpati dan Halo), Pro-XL, Indosat (IM3), dan lain-lain.

e. Reply Path

Ketika SME mengirimkan sebuah pesan singkat ke SC untuk dikirimkan lagi ke SME yang lain, SME tersebut dapat meminta SC untuk men-set parameter TP-Relay Path dalam pesan singkat tersebut. Relay Path ini diminta oleh MS dengan men-set parameter TP-Relay Path pada SMS submit. Jika SC mendukung permintaan Relay Path dari MS, SC akan memperhatikan parameter. TP-Relay Path pada SMS submit dan men-set parameter TP-Relay Path pada SMS deliver yang akan dikirimkan ke MS yang lain yang dituju. Maka akan ada Reply Path dari MS yang dituju (MS yang menerima pesan) dengan MS asal (MS yang mengirim pesan).

f. SMS Deliver

Protokol data unit pengiriman SMS yang mengandung data dari user SMS telah dikirim pada SC pada MS.

g. SMS Submit

Protokol data unit pengiriman SMS yang mengandung data dari user SMS telah dikirim dari MS pada SC.

2.2.4. Fasilitas Dasar SMS

Ada dua macam fasilitas dasar pada SMS, yaitu:

(6)

Universitas Kristen Petra

a. SM MT (Short Message Mobile Terminated) b. SM MO (Short Message Mobile Originated)

SM MT merupakan kemampuan untuk mentransfer sebuah pesan singkat yang dikirim dari SC ke salah satu MS, dan menyediakan informasi tentang pengiriman pesan tersebut apakah berhasil atau gagal.

Gambar 2.1. Short Message Service Mobile Terminated Point to Point Sumber: Yulimingtarto, Johan. Pengolahan Data GPS Yang Dikirim Dengan Teknologi SMS Untuk Pelacakan Kendaraan, Tugas Akhir S1, Surabaya:

Universitas Kristen Petra, 2004, p.17.

SM MO adalah kemampuan dari sistem GSM untuk mentransfer pesan yang dikirim dari MS (Mobile Station) ke SME melalui SC, dan juga menyediakan informasi mengenai pengiriman pesan, apakah gagal atau sukses, juga pesan tersebut mengikutsertakan alamat dari SME supaya SC dapat berhasil mengirimkan pesan tersebut.

Gambar 2.2. Short Message Service Mobile Originated Point to Point Sumber: Yulimingtarto, Johan. Pengolahan Data GPS Yang Dikirim Dengan Teknologi SMS Untuk Pelacakan Kendaraan, Tugas Akhir S1, Surabaya:

Universitas Kristen Petra, 2004, p.17.

Sebuah MS yang aktif dapat menerima pesan singkat (SMS deliver) setiap saat, sebuah laporan selalu dikirimkan ke SC untuk memberi informasi bahwa MS (Mobile Station) sudah menerima pesan, berhasil diterima atau tidak, serta alasannya.

MS yang aktif dapat mengirimkan pesan singkat (SMS submit) setiap saat, sebuah laporan selalu dikirimkan ke MS untuk memberi informasi bahwa SC sudah berhasil menerima pesan tersebut atau memberi informasi kepada MS bahwa tidak mungkin mengirim sebuah pesan ke SC, serta alasannya.

SC MS

SC MS

report

Short Message Delivery

Short Message Submission

(7)

Universitas Kristen Petra

2.2.5. Kegunaan Utama SMS

Kegunaan utama dari SMS ini antara lain adalah sebagai berikut:

a. Pengiriman pesan antar mobile-phone, adalah fungsi umum dari SMS.

b. Chat dengan orang lain atau beberapa orang.

c. Mengirimkan gambar sederhana

d. Pemberitahuan akan adanya Voice Mail dan Fax Mail e. Pengiriman pesan ke beberapa orang sevara bersamaan.

f. Internet E-mail Alert

g. Mengirimkan nada dering (ringtone), dimana nada dering itu dapat disimpan, digunakan maupun dikirimkan ke orang lain.

h. Layanan Informasi

i. Sebagai pemberitahuan dan iklan, seperti informasi cuaca, pembukaan outlet baru, kurs mata uang, ataupun horoskop.

j. Digunakan sebagai polling untuk acara tertentu.

2.2.6. Elemen-elemen dari SMS

SMS terdiri dari tujuh elemen yaitu:

a. Validity Period

Informasi yang diberikan oleh MS yang mengirim SMS submit ke SC untuk menentukan periode waktu tertentu suatu pesan, parameter TP- Validity Period menujukkan periode waktu yang berlaku untuk sebuah pesan, contohnya berapa lama SC harus menyimpan pesan, jika pesan belum terkirim.

b. Service Centre Time Stamp

Service Centre Time Stamp (SCTS) adalah informasi yang diberikan oleh SC untuk memberikan informasi kepada penerima pesan (MS) tentang waktu sebuah pesan singkat sampai pada SC, nilai waktu ini akan diikut sertakan di setiap SMS deliver.

c. Protocol Identifier

Protocol Identifier adalah informasi SM TL (Short Message Transfer Layer) apakah atau protokol dengan layer yang lebih tinggi yang digunakan.

(8)

Universitas Kristen Petra

d. More Message to Send

More Message to Send adalah informasi yang dikirim oleh SC untuk memberitahu kepada MS bahwa ada satu atau lebih pesan yang menunggu di SC untuk dikirimkan ke MS tersebut.

e. Delivery of Priority dan Non Priority Messages

Sebuah Informasi yang disediakan oleh SC atau SME untuk memberi informasi kepada PLMN, apakah sebuah pesan ini menjadi suatu pesan yang mempunyai prioritas. Pengiriman pesan yang tidak mempunyai prioritas tidak akan dilakukan (jika MS diketahui sedang tidak aktif).

Pengiriman pesan yang tidak mempunyai prioritas akan dilakukan (jika MS belum diketahui sedang aktif atau tidak), meskipun MS tersebut tidak mempunyai kapasitas memory yang kosong. Berbeda dengan pesan yang mempunyai prioritas, maka pengiriman akan dilakukan dengan mengabaikan apakah MS diketahui sedang aktif atau tidak. Bahkan jika pesan tersebut mempunyai prioritas, maka pengiriman akan mengabaikan apakah MS mempunyai kapasitas memory yang kosong untuk menerima pesan yang dikirimkan.

f. Messages Waiting

Fasilitas yang dibuat oleh PLMN untuk memberitahu kepada penerima pesan (MS) bahwa ada pesan pada SC yang menunggu untuk dikirimkan pada MS. Ini akan digunakan baik pengiriman yang dilakukan tidak berhasil, karena MS sedang tidak aktif atau kapasitas memory dari MS sudah penuh.

g. Alert SC

Elemen Alert SC disediakan oleh PLMN, untuk memberitahu kepada SC, bahwa MS tertentu yang sebelumnya tidak dapat menerima pesan (karena tidak aktif atau MS berada dalam daerah yang tidak terjangkau). Sekarang MS sudah dapat dikenali oleh PLMN, dan siap utnuk menerima satu atau lebih pesan. SC memulai prosedur pengiriman setelah mendapat alert SC untuk antrian pesan-pesan yang ditujukan pada MS tersebut.

(9)

Universitas Kristen Petra

2.3. AT COMMAND4

AT Command adalah perintah-perintah yang digunakan pada telepon selular. AT Command dari tiap-tiap telepon selular (khususnya yang berbeda merk atau pembuatnya) bisa berbeda-beda, tapi pada dasarnya sama. Pada proyek ini AT Command yang digunakan adalah AT Command untuk mengirim dan menerima SMS. AT Command untuk SMS ini sama untuk semua tipe telepon selular.

2.3.1. AT Command untuk Komunikasi Port

AT Command sebenarnya hampir sama dengan perintah >(prompt) pada DOS (Disk Operating System). Perintah-perintah yang dimasukkan ke port dimulai dengan kata AT, lalu kemudian diikuti oleh karakter lainnya yang mempunyai fungsi-fungsi unik. Contohnya : perintah ATE1 digunakan untuk mengetahui status port. Bila status port dalam keadaan siap, maka respon keluaran adalah ‘OK’.

2.3.2. AT Command untuk Pemilihan SMS Storage

AT Command yang digunakan untuk pemilihan SMS ‘storage’ adalah AT+CPMS=##, dimana beberapa alternatif dari ## adalah :

a. ME (Mobile Equipment)

Pemilihan memori mobile-phone sebagai SMS Storage b. SM (SIM Card)

Pemilihan SIM Card sebagai SMS Storage

2.3.3. AT Command untuk SMS

Beberapa AT Command yang penting dan sering digunakan untuk SMS adalah sebagai berikut :

a. AT+CMGS=n

Digunakan untuk mengirim SMS.

n=jumlah pasangan heksa PDU SMS dimulai setelah nomor SMS- Centre.

4 Tetelepta, Arthur Franklin. Sistem Akses Fasilitas Pendaftaran Rencana Studi dan

Jadwal Ujian Via SMS, Tugas Akhir S1, Surabaya: Universitas Kristen Petra, 2003, p. 11-12.

(10)

Universitas Kristen Petra

b. AT+CMGL=n

Digunakan untuk memeriksa SMS.

• n=0 adalah untuk memeriksa SMS baru di inbox

• n=1 adalah untuk memeriksa SMS lama di inbox

• n=2 adalah untuk memeriksa SMS unsent di outbox

• n=3 adalah untuk memeriksa SMS sent di outbox

• n=4 adalah untuk memeriksa semua SMS c. AT+CMGD=n

Digunakan untuk menghapus SMS.

• n= nomor referensi SMS yang akan dihapus

AT Commands merupakan satu set daftar perintah yang dapat digunakan untuk mengoperasikan GSM mobile phone lewat serial interface yang telah diatur dalam ETSI GSM 07.07 dan GSM 07.05. Menurut formatnya perintah petintah yang diberikan diawali dengan huruf “AT” dan diakhiri dengan “<CR>” yang merupakan Carriege Return.

Menurut GSM, sebuah AT Command dapat dioperasikan dalam berbagai bentuk seperti pada tabel 2.1.

Tabel 2.1. Bentuk Bentuk AT Command

Test Command : AT+CXXX=?

Telepon akan merespon / memberikan balasan dengan memberikan daftar parameter dan nilai nilai lainnya. Parameter dan nilai nilai ini dapat di set menggunakan write command.

Read Command : AT+CXXX?

Perintah ini akan memberikan data nilai nilai yang terdapat pada parameter parameter.

Write Command : AT+CXXX=<..>

Perintah ini digunakan untuk mengatur nilai pada parameter yang dapat di set.

Execute Command : AT+CXXX

Digunakan untuk membaca parameter yang tidak dapat di set yang dipengaruhi oleh proses internal dalam telepon.

Sumber: Gunawan, Ferry. Membuat Aplikasi SMS Gateway Serve dan Client dengan Java& PHP, Jakarta : P.T. Elex Media Komputindo, 2003, p. 223-232.

(11)

Universitas Kristen Petra

Beberapa AT Command yang umum digunakan akan dijelaskan pada tabel 2.2.

Tabel 2.2. AT Command Yang Umum Digunakan

ATE0 Digunakan untuk menonaktifkan command echo.

AT+CMGL Membaca sebuah SMS baru atau semua isi inbox Test Command

AT+CMGL=?

Respon : OK

Write Command AT+CMGL=<index>

Respon :

+CMGR:<stat>,[<alpha>],<lenght>,<CR><LF><pdu>

<index> : indeks dari message pada memori

<stat> : 0 “REC UNREAD”

(menerima unread message) 1 “REC READ”

( menerima read message) 2 “STO UNSENT”

(menyimpan unsent message) 3 “STO SENT”

(menyimpan sent message) 4 ”ALL”

(semua message)

<lenght> : panjang unit data tanpa SMSC

AT+CMGS Mengirim sebuah SMS

Test Command AT+CMGS=?

Respon : OK Write Command

AT+CMGS=<lenght>

<CR><pdu><ctrl-z>

Respon :

Jika pengiriman berhasil : +CMGS:<mr>

Jika pengiriman gagal : +CMS:<err>

AT+CMGD Menghapus SMS dari memori

Test Command AT+CMGD=?

Respon : OK

Sumber: Gunawan, Ferry. Membuat Aplikasi SMS Gateway Serve dan Client dengan Java& PHP, Jakarta : P.T. Elex Media Komputindo, 2003, p. 223-232.

(12)

Universitas Kristen Petra

2.4. PDU (Protocol Data Unit)5,6

PDU adalah singkatan dari Protocol Data Unit. Data yang mengalir ke atau dari SMS-Centre harus berbentuk PDU ini. PDU ini berisi bilangan-bilangan heksadesimal yang mencerminkan bahasa I/O. PDU terdiri atas beberapa header.

Header untuk mengirim SMS ke SMS-Center berbeda dengan header untuk SMS yang diterima dari SMS-Center.

2.4.1. PDU Untuk Mengirim SMS Ke SMS-Centre

PDU untuk mengirim SMS ke SMS-Centre terdiri atas delapan header sebagai berikut:

a. Nomor SMS-Centre

Header pertama ini terbagi atas tiga subheader, yaitu :

• Jumlah pasangan heksadesimal SMS-Centre dalam bilangan heksa.

• Kode nasional atau internasional (untuk national, kode subheader-nya adalah 81. Sedangkan untuk international, kode subheader-nya adalah 91).

• Nomor SMS-Centre-nya sendiri, dalam pasangan heksa yang dibalik.

Jika tertinggal satu angka heksa yang tidak memiliki pasangan, maka angka tersebut akan dipasangkan dengan huruf F didepannya.

Beberapa nomor SMS-Centre operator selular di Indonesia dapat dilihat pada tabel 2.3.

Tabel 2.3. No SMS-Centre di Indonesia

Sumber: Gunawan, Ferry. Membuat Aplikasi SMS Gateway Serve dan Client dengan Java& PHP, Jakarta : P.T. Elex Media Komputindo, 2003, p. 22

5 Tetelepta, Arthur Franklin. Sistem Akses Fasilitas Pendaftaran Rencana Studi dan

Jadwal Ujian Via SMS, Tugas Akhir S1, Surabaya: Universitas Kristen Petra, 2003, p. 12-15.

6 Gunawan, Ferry. Membuat Aplikasi SMS Gateway Serve dan Client dengan Java

& PHP, Jakarta : P.T. Elex Media Komputindo, 2003, p. 21-28.

No Operator selular No SMS-Centre Kode PDU

1 Telkomsel 62811000000 07912618010000F0

2 Satelindo 62816125 059126181652

3 Excelcom 62818445009 07912618485400F9

4 Indosat-M3 62855000000 07912658050000F0

(13)

Universitas Kristen Petra

Contoh PDU nomor SMS-Center dari Satelindo dan Indosat-IM3 Satelindo:

62816125 diubah menjadi:

05 Æ total ada 5 pasang

91 Æ kode internasional Æ 1 pasang

26 18 16 52 Æ nomor dibalik secara berpasangan Æ 4 pasang Jika digabungkan menjadi: 059126181652

Indosat-IM3:

62855000000 diubah menjadi:

07 Æ total ada 7 pasang

91 Æ kode internasional Æ 1 pasang

26 58 05 00 00 F0Æ nomor dibalik secara berpasangan Æ 6 pasang (jika angka terakhir tidak ada pasangannya maka akan dipasangkan dengan bilangan heksa F)

Jika digabungkan menjadi: 07912658050000F0 b. Tipe SMS

Untuk mengirim SMS (SEND) tipe SMS=1. jadi bilangan heksanya adalah 01 (penulisan PDU tanpa VP – Validity Periode) atau menggunakan submit SMS dengan nilai default 11h (penulisan PDU dengan menuliskan VP – Validity Periode).

c. Nomor Referensi SMS.

Nomor referensi ini dibiarkan 0 dahulu, jadi bilangan heksanya adalah 00.

Kemudian akan diberikan nomor referensi secara otomatis oleh mobile- phone.

d. Nomor mobile-phone penerima

Sama seperti cara menulis PDU header untuk SMS-Centre, header ini juga terbagi atas tiga subheader, yaitu:

• Jumlah bilangan desimal nomor mobile-phone yang dituju dalam bilangan heksa.

• Kode nasional atau internasional (untuk national, kode subheader-nya adalah 81. Sedangkan untuk international kode subheader-nya adalah 91).

(14)

Universitas Kristen Petra

• Nomor mobile-phone yang dituju, dalam pasangan heksa yang dibalik- balik. Jika tertinggal satu angka heksa yang tidak memiliki pasangan, maka angka tersebut akan dipasangkan dengan huruf F di depannya.

Contoh no mobile si pengirim 628563327922, maka PDU diubah menjadi:

PDU: 0C91265836239722 e. Bentuk SMS

Bentuk SMS ini antara lain adalah:

• jadi bilangan heksanya adalah 00, yang menandakan bahwa karakter dikirim sebagai SMS.

• 1. jadi bilangan heksanya adalah 01, yang menandakan bahwa karakter dikirim sebagai telex.

• 2. jadi bilangan heksanya adalah 02, yang menandakan bahwa karakter dikirim sebagai fax.

f. Skema Enkoding data I/O

Skema enkoding data I/O ini ada dua macam, yaitu:

• Skema 7 bit

Ditandai dengan angka 0. jadi bilangan heksanya adalah 00.

• Skema 8 bit

Ditandai dengan angka lebih besar dari 0.

Kebanyakan mobile-phone yang ada sekarang menggunakan skema 7 bit.

g. Jangka waktu sebelum SMS expired

Bagian ini dapat dilewatkan agar SMS yang dikirimkan tidak dibatasi masa berlakunya. Sedangkan bila bilangan integer yang kemudian diubah ke pasangan heksa tertentu dimasukkan, maka bilangan tersebut akan mewakili jumlah waktu validitas SMS tersebut. Berikut ini adalah rumus untuk menghitung jangka waktu validitas SMS yang diberikan dalam tabel 2.4.

(15)

Universitas Kristen Petra

Tabel 2.4. Jangka Waktu Validitas SMS

Jangka waktu validitas SMS

0-143 (INT + 1) x 5 menit (berarti : 5 menit s/d 12 jam) 144-167 12 jam + ((INT – 145) x 30 menit)

168-196 (INT - 166) x 1 hari 197-255 (INT - 192) x 1 minggu

Sumber: Gunawan, Ferry. Membuat Aplikasi SMS Gateway Serve dan Client dengan Java& PHP, Jakarta : P.T. Elex Media Komputindo, 2003, p. 28

Supaya SMS yang dikirimkan pasti sampai ke penerima, maka sebaiknya bagian ini tidak usah diberikan.

h. Isi SMS

Header ini terdiri atas dua subheader, yaitu :

• Panjang isi (jumlah huruf dari isi).

• Isi berupa pasangan bilangan heksa.

Ada dua langkah yang harus dilakukan untuk mengkonversikan isi SMS, yaitu:

• Mengubahnya menjadi kode 7 bit (mengubah kode ASCII karakternya menjadi bilangan biner 7 bit).

• Mengubah kode 7 bit tadi menjadi 8 bit, yang diwakili oleh pasangan heksa (menambahkan bit dummy ‘0’ sebanyak jumlah hurufnya).

Contoh dalam mengubah kode 7 bit menjadi 8 bit:

Misalkan isi pesannya adalah “terima sms“

(16)

Universitas Kristen Petra

Tabel 2.5. Contoh Mengubah kode 7 bit tadi menjadi 8 bit

Nilai (hexa) Desimal Ocktet (8bit) Septet (7bit) Karakter

F4 244 11110100 1110100 t

B2 178 10110010 1100101 e

3C 60 00111100 1110010 r

DD 221 11011101 1101001 i

0E 14 00001110 1101101 m

83 131 10000011 1100001 a

E6 230 11100110 0100000 <spasi>

ED 237 11101101 1110011 s

39 57 00111001 1101101 m

1110011 s

Sumber: Gunawan, Ferry. Membuat Aplikasi SMS Gateway Serve dan Client dengan Java& PHP, Jakarta : P.T. Elex Media Komputindo, 2003, p. 22

Jadi untuk contoh pengiriman sebuah message “terima sms” melalui SMS- C Satelindo mempunyai PDU sebagai berikut:

PDU:

059126181652/01/00/0C91265836239722/00/00/FF/0AF4B23CDD0E83E6ED39

Tabel 2.6. Skema 7 bit

Sumber: Gunawan, Ferry. Membuat Aplikasi SMS Gateway Serve dan Client dengan Java& PHP, Jakarta : P.T. Elex Media Komputindo, 2003, p. 25

(17)

Universitas Kristen Petra

2.4.2. PDU Untuk SMS Yang Diterima Dari SMS-Centre

PDU untuk SMS yang diterima dari SMS-Centre juga terdiri atas 8(delapan) header seperti PDU untuk mengirim SMS. Kebanyakan header-header tersebut sama seperti PDU untuk mengirim SMS dengan sedikit perbedaan.

Kedelapan header tersebut adalah sebagai berikut : a. nomor SMS-Centre

b. Tipe SMS

Untuk SMS terima (RECEIVE) tipe SMS = 4. jadi bilangan heksanya adalah 04.

c. Nomor mobile-phone pengirim d. Bentuk SMS

e. Skema encoding data I/O

f. Tanggal dan waktu SMS di-stamp di SMS-Centre

Diwakili oleh 12 bilangan heksa (6 pasangan) yang berarti : yy/mm/dd hh:mm:ss. Contoh : 207022512380 berarti tanggalnya adalah 02/07/22 (22 juli 2002), dan waktunya adalah 15:32:08.

g. Jangka waktu sebelum SMS expired.

h. Isi SMS.

Jadi untuk contoh penerimaan sebuah message “hello” melalui SMS- Center Indosat dengan tanggalnya adalah 02/07/22 (22 Juli 2002), dengan waktunya adalah 15:32:08 mempunyai PDU sebagai berikut:

PDU:07912658050000F0/04/0C91265836239722/00/00/202122512380/00/05E8329BFD06

2.5. Borland Dephi 77

Perkembangan bahasa pemrograman berlangsung dengan pesat, mulai dari bahasa tingkat rendah (yang lebih dekat dengan hardware) seperti bahasa assembly, ataupun bahasa tingkat tinggi, seperti bahasa c dan pascal. Pada bahasa ini agak susah mengembangkannya dan membuat tampilannya menjadi lebih menarik, apalagi bila menggunakan bahasa pemrograman ini untuk pemrograman yang berbentuk grafik. Perkembangan bahasa pemrograman terus berlanjut dengan dikeluarkannya Windows oleh pihak Microscoft. Pada Windows

7 Chandraleka, Happy. Pemrograman Delphi 7.0, Jakarta : P.T. Elex Media Komputindo, 2003

(18)

Universitas Kristen Petra

diperkenalkan model OOP (Object Oriented Programming) yaitu yang lebih menampilkan kemudahan dan tampilan yang menarik (seperti window-window pada application yang sering digunakan , MS Word).

Delphi merupakan salah satu program yang berbasis pada OOP (Object Oriented Programming), jadi dengan bahasa Delphi maka user dapat membuat program-program yang menarik untuk dilihat dan fleksibel serta user Friendly.

Borland Delphi dirilis pertama kali pada bulan Februari 1995, dan Perkembangna Delphi berjalan dari Delphi 1 (satu) sampai dengan Delphi 7 (tujuh). Dasar pemrograman Delphi dimulai ketika Delphi 1 (satu) dirilis, pada perkembangan Delphi 3 (tiga), user sudah dapat menggunakan fasilitas networking, yang memungkinkan user untuk membuat sebuah aplikasi yang dapat menghubungkan 2 (dua) komputer melalui jaringan internet. Pada perkembangan saat Delphi 6 dirilis, user dapat membuat sebuah aplikasi yang bisa berjalan dalam operating system Linux.

Borland Delphi 7 merupakan pengembangan dari program Borland Delphi 6. Lebih banyak keunggulan dan fasilitas baruyang diberikan oleh Borland Delphi 7 dibandingkan dengan versi-versi sebelumnya.

Borland Delphi merupakan suatu bahasa pemrograman yang memberikan berbagai fasilitas pembuatan aplikasi visual. Keunggulan bahasa pemrograman ini terletak pada produktivitas, kualitas, pengembangan perangkat lunak, kecepatan kompilasi, pola desain yang menarik serta diperkuat dengan pemrogramannya yang terstruktur. Keunggulan lain dari Delphi adalah dapat digunakan untuk merancang program aplikasi yang memiliki tampilan seperti program aplikasi lain yang berbasis Windows.

Khusus untuk pemrograman database, Borland Delphi, menyediakan fasilitas objek yang kuat dan lengkap yang memudahkan programmer dalam membuat program. Format database yang dimiliki Delphi adalah format database Paradox, dBase, MS Access, ODBC, SyBASE, Oracle, dan lain-lain.

(19)

Universitas Kristen Petra

2.6. Structured Query Language (SQL)8

SQL adalah sebuah istilah yang umum digunakan dalam sistem pengaksesan database. SQL adalah bahasa untuk komunikasi dengan database yang saat ini menjadi standar untuk bekerja dengan database client/server.

2.6.1. Fungsi SQL

Fungsi-fungsi dari SQL adalah sebagai berikut : a. Data Definition

Data Definition berfungsi untuk mendefinisikan struktur tabel, tipe data dari setiap field di dalam tabel dan hubungan referensial dari field-field tertentu ke field-field pada tabel lain.

b. Data Retrieval

Aplikasi client memakai SQL untuk meminta data dari server. SQL juga mengijinkan client mendefinisikan data yang akan dibaca dan bagaimana data tersebut di-retrieve, misalnya urutannya dan field-field apa yang di- retrieve.

c. Data integrity

Berfungsi untuk menjaga integritas data dengan berbagai konstrain integritas sebagai bagian dari tabel atau terpisah dari tabel.

d. Data Processing

SQL mengijinkan client mengubah, menambah, menghapus data dari server.

e. Security

Sebagai proteksi data dengan mendefinisikan hak akses, view dan batasan pengaksesan pada objek-objek database.

f. Concurrent access

SQL mengatur pengaksesan secara simultan sehingga satu pengaksesan tidak mengganggu pengaksesan lainnya.

2.6.2. Tipe Data SQL

Tipe-tipe data yang ada dalam SQL adalah sebagai berikut :

8 Tetelepta, Arthur Franklin. Sistem Akses Fasilitas Pendaftaran Rencana Studi dan

Jadwal Ujian Via SMS, Tugas Akhir S1, Surabaya: Universitas Kristen Petra, 2003, p. 15-23.

(20)

Universitas Kristen Petra

a. Char, character(n)

Mengidentifikasi sebuah string dari n karakter.

b. Int, integer

Sebuah bilangan integer (besarnya biasanya 4 byte), tetapi hal tersebut tergantung dari platform-nya.

c. Smallint

Sebuah bilangan integer yang lebih kecil dibanding integer, besarnya biasanya 2 byte.

d. Float

Sebuah bilangan floating-point.

e. Double Frecision

Sebuah bilangan floating-point.yang berpresisi tinggi.

f. Numeric (precision,scale)

Sebuah bilangan floating-point dengan presisi dan skala terindikasi.

g. Date

Sebuah tanggal, tipe data ini bervariasi dari server ke server.

h. Blob

Sebuah object yang mengandung data biner dalam jumlah besar.

i. Varchar

Sebuah string yang ukurannya variable, digunakan untuk menghindari konsumsi space dari sebuah fixed large string.

2.6.3. Beberapa Perintah SQL

SQL memiliki beberapa perintah untuk mengakses tabel-tabel dari database. Perintah-perintah itu dapat digunakan untuk memasukkan, melihat mengubah dan menghapus data dalam tabel database. Perintah SQL juga dapat mengakses beberapa tabel sekaligus atau mencari data berdasakan kondisi yang diinginkan.

Perintah-perintah SQL tergantung dari jenis database dan database engine yang digunakan. Pada dasarnya sebagian besar sama tetapi ada perbedaan pada fungsi-fungsinya. Misalnya ada perintah yang dimiliki SQL Server tetapi tidak dimiliki oleh MySQL.

(21)

Universitas Kristen Petra

2.6.3.1 Perintah ‘Select’

Perintah Select adalah perintah yang umum digunakan dalam bahasa SQL. Perintah ini digunakan untuk mengambil data dari satu atau lebih tabel dalam sebuah database. Sintaks perintahnya adalah sebagai berikut :

Select <fields> from <table>

Pada bagian field dapat diisi sebuah field atau lebih, yang dipisahkan dengan tanda koma. Gunakan tanda ‘*’ pada bagian fields untuk mengidentifikasi bahwa semua field yang ada pada table dipakai semua.

Jika klausa where ditambahkan, perintah Select dapat digunakan untuk memilih secara lebih spesifik record mana yang akan diambil. Sintaks perintahnya sebagai berikut :

Select <fields>

from <table>

where <expression>

Kriteria untuk <exspression> dapat menggunakan operator-operator standar seperti +, -, >, <, =, <>, >=, dan <=. Selain itu ada pula operator-operator khusus untuk SQL yaitu :

a. is null

Untuk mengetes apakah nilai dalam field terdefinisi atau tidak.

b. in <list>

Untuk mengetes apakah nilai dalam field terdapat dalam ‘list’ atau tidak.

c. between <min> and <max>

Untuk mengetahui apakah nilai dalam field ada dalam range yang dibatasi oleh nilai <min> dan <max>.

d. like <list>

Untuk mengambil data record dengan kriteria nama sama dengan ‘list’

Klausa lain yang dapat ditambahkan adalah order by. Klausa ini digunakan untuk sorting data . Sintaks perintahnya sebagai berikut :

Select <fields>

from <table>

order by <fields>

(22)

Universitas Kristen Petra

Sorting dengan meggunakan klausa order ada 2 macam, yaitu sort by ascending dan sort by descending.

Klausa yang juga dapat digunakan adalah klausa group by. Klausa ini dapat mengelompokkan data berdasarkan kriteria tertentu sebelum melakukan komputasi dengan fungsi-fungsi standar. Sintaks perintahnya sebagai berikut :

Select <fields>

from <table>

group by <fields>

Perintah Select juga dapat digunakan untuk mengambil nilai-nilai khusus yang dikomputasi oleh fungsi-fungsi standar yang ada pada SQL. Fungsi –fungsi standar tersebut adalah :

a. Fungsi avg

Fungsi ini digunakan untuk menghitung nilai rata-rata dari semua kolom.

Fungsi ini hanya dapat digunakan pada field yang berisikan data numerik.

b. Fungsi count

Fungsi ini digunakan untuk menghitung banyaknya data yang ada sesuai dengan syarat yang ditentukan.

c. Fungsi max

Fungsi ini digunakan untuk mendapatkan nilai maksimum dari sebuah kolom.

d. Fungsi min

Fungsi ini digunakan untuk mendapatkan nilai minimum dari sebuah kolom

e. Fungsi sum

Fungsi ini digunakan untuk menghitung jumlah total dari nilai-nilai yang ada pada sebuah kolom. Fungsi ini hanya dapat digunakan pada kolom yang berisi data numerik.

2.6.3.2 Perintah ‘Insert’

Perintah Insert digunakan untuk menambahkan record baru ke dalam tabel. Sintaks perintahnya adalah sebagai berikut :

Insert into <table> (field1, field2, …)

(23)

Universitas Kristen Petra

Value (nilai1, nilai2, ….)

Table adalah nama dari tabel yang menjadi tujuan untuk memasukkan data dan field adalah field yang akan memasukkan data serta nilai adalah nilai dari data yang akan dimasukkan ke field pada tabel. Nama field tujuan pada tabel urutannya harus sama dengan urutan nilai yang akan dimasukkan, misalnya yang dimasukkan field1 adalah nilai1.

2.6.3.3 Perintah ‘Update’

Perintah update digunakan untuk memodifikasi satu atau lebih record dalam sebuah tabel. Sintaks perintahnya adalah sebagai berikut :

Update <table>

Set <field1 = nila1>, <field2 = nila2>, … Where <expression>

Table adalah nama dari tabel yang akan diubah datanya, field adalah field yang akan diubah nilainya serta nilai adalah nilai baru dari data yang akan dimasukkan ke field lama pada tabel. Expression adalah syarat yang harus dipenuhi untuk mengubah data pada tabel, apabila ingin merubah semua record pada tabel maka syarat where tidak diperlukan.

2.6.3.4 Perintah ‘Delete’

Perintah delete digunakan untuk menghapus satu atau lebih record dalam sebuah tabel. Sintaks perintahnya adalah sebagai berikut :

Delete from <table>

Where <expression>

Table adalah nama dari tabel yang akan dihapus datanya dan expression adalah syarat yang harus dipenuhi untuk menghapus data pada tabel. Apabila ingin menghapus semua record pada tabel, maka syarat where tidak diperlukan.

(24)

Universitas Kristen Petra

2.7. MySQL9,10

2.7.1. Sejarah MySQL

Pada awalnya , mSQL sering digunakan untuk keperluan koneksi ke table menggunakan fast low-level routine. Namun mSQL terbukti kurang cepat dan tidak sefleksibel saat itu. Karena hal itu, dibuatlah suatu SQL interface dengan API interface yang hampir sama dengan mSQL dan akhirnya lebih populer disebut MySQL.

Asal mula nama MySQL tidak terlalu jelas, tetapi yang pasti sudah lebih dari 10 tahun semua library dan tools yang ada diberikan awalan “My”. Logo MySQL adalah ikan lumba-lumba bernama Sakila. nama ini diperoleh dari lomba pemberian nama ikan lumba-lumba yang dimenangkan oleh Ambrose Twebaze, seorang open-source developer dari Swaziland, Afrika. Menurutnya nama Sakila asal katanya daei SiSwati, yaitu bahasa lokal Swaziland. Sakila juga merupakan nama sebuah kota di Arusha, Tanzania.

2.7.2. Mengenal MySQL

MySQL adalah salah satu database server yang sangat terkenal.

Kepopulerannya disebabkan MySQL menggunakan SQL sebagai bahasa dasar untuk mengakses database-nya. Selain itu, ia bersifat free (tidak perlu membayar untuk menggunakannya) pada pelbagai platform (kecuali pada Windows, yang bersifat shareware atau anda perlu membayar setelah melakukan evaluasi dan memutuskan untuk digunakan untuk keperluan produksi). Perangkat lunak MySQL sendiri bisa di-download dari http://www.mysql.org atau http://www.mysql.com.

MySQL termasuk jenis RDBMS (Relational Database Management System). Itu sebabnya istilah seperti table, baris, dan kolom digunakan pada MySQL. Pada MySQL, sebuah database mengandung satu atau sejumlah table.

Table terdiri atas sejumlah baris dan setiap baris mengandung satu atau beberapa kolom.

9 Prasetyo, Didik Dwi. Aplikasi Database Client/Server Menggunakan Delphi dan MySQL, Jakarta : P.T. Elex Media Komputindo, 2004 p. 11-14.

10 Kadir, Abdul. Dasar Pemrograman WEB Dinamis Menggunakan PHP, Yogyakarta : Andi. 2002. p. 353

(25)

Universitas Kristen Petra

2.7.3. Fitur-fitur MySQL

Berikut ini akan dipaparkan karakteristik dari engine perangkat lunak database MySQL.

Ditinjau dari internal dan portabilitasnya:

a. Ditulis dalam bahas C dan C++.

b. Dapat bekerja pada berbagai platform.

c. Menggunakan GNU Automake, Autoconf dan Libtool untuk portabilitasnya.

d. Fully multi-threaded menggunakan kernel thread agar dapat dengan mudah menggunakan beberapa CPU.

e. SQL function diterapkan melalui optimasi kelas library.

f. Operasi join yang sangat cepat karena memanfaatkan optimasi one sweep multi-join.

g. Hash table dilakukan di memori yang digunakan sebagai table sementara.

h. Thread-based memeory allocation system yang sangat cepat.

i. Tersedia dalam versi client/server.

Ditinjau dari kolom / field-nya:

a. Fixed-length dan variable-length record.

b. Tipe filed yang tersedia: signed/unsigned integer,1, 2, 3, 4 dan Bytes, float, double, char, varchar, text, BLOB, date, time, daetime, timestamp, year, set, dan enum.

Ditinjau dari command / function-nya:

a. Operator dan fungsi yang sangat menukung sintaks query pada klausa select dan where.

b. Dapat memadukan tabel-tabel dari database yang berbeda pada satu query.

c. Command SHOW dapat digunakan untuk melihat informasi mengenai database, tabel dan index. Command EXPLAIN digunakan untuk mendefinisikan bagaimana optimiser menyelesaikan query.

Ditinjau dari skalabilitas dan batasannya:

a. Dapat menangani database yang besar.

(26)

Universitas Kristen Petra

b. Memperkenalkan lebih dari 32 indeks dalam satu table dengan setiap indeks terdiri dari 1 sampai 16 kolom. Ukuran terbesar indeks adalah 500 bytes.

Ditinjau dari konektivitasnya:

a. Client dapat berhubungandengan MySQL server menggunakan soket TCP/IP, Unix atau Named Pipes (NT).

b. ODBC (Open Database Connectivity) yang mendukung untuk Win32.

2.8. PHP11

2.8.1. Sejarah PHP

PHP merupakan sebuah bahasa scripting yang menyatu dengan tag-tag HTML, dieksekusi di server, dan digunakan untuk membuat halaman WEB yang dinamis seperti halnya Active Server Page (ASP) atau JavaServer Pages (JSP).

Versi pertama PHP dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Versi pertama ini berupa sekumpulan script PERL yang digunakan oleh Rasmus Lerdorf untuk membuat halaman web yang dinamis pada home page pribadinya.

Rasmus Lerdorf menulis ulang script-script PERL tersebut dengan menggunakan bahasa C, kemudian menambahkan fasilitas untuk Form HTML, koneksi MySQL dan meluncurkan PHP versi kedua yang diberi nama PHP/F1 pada tahun 1996.

Versi PHP yang dipakai dalam pembuatan TA kali ini adalah PHP.4.0 yang dirilis bulan Oktober 2000. perubahan mendasar pada PHP 4.0 adalah integrasi Zend Engine. Zend dibuat oleh Zeef Suraski dan Andi Gutmans yang merupakan penyempurnaan dari PHP 3 scripting engine. Hal lain adalah build in HTTP session, tidak lagi menggunakan library tambahan seperti pada PHP.

2.8.2. Pemilihan Penggunaan PHP

a. Life Cycle yang sangat singkat, sehingga PHP selalu up to date mengikuti perkembangan teknologi internet.

b. Cross Platform, PHP dapat dipakai dihampir semua web server yang ada di pasaran (Apache, AOLServer, fhttpd, phttpd, Microsoft IIS, dan lain- lain) yang dijalankan pada berbagi sistem operasi yang berbeda dengan

11 Azis, M. Farid . Pemrograman PHP4, Jakarta : P.T. Elex Media Komputindo, 2001, p. 1-2.

(27)

Universitas Kristen Petra

sistem operasi yang digunakan setelah publish (misalnya, developing di Windows kemudian dipasang di web server yang menggunakan sistem operasi Linux).

c. PHP mendukung banyak paket database baik yang komersil maupun tidak komersil, seperti postgreSQL, mSQL, MySQL, Oracel, Informix, Microsoft SQL Server, dan banyak lagi).

2.8.3. Konfigurasi dan Instalasi

PHP dapat di-install sebagai bagian atau modul dari Apache web server atau sebagai CGI script yang mandiri. Contoh program dalam buku ini menggunakan PHP sebagai modul dari Apache web server. Banyak keuntungan yang diperoleh jika menggunakan PHP sebagai modul dari Apache, diantaranya:

a. Waktu eksekusi lebih cepat.

b. Akses database yang lebih fleksibel.

c. Tingkat keamanan lebih tinggi.

2.9. Apache Web Server12

Web server adalah server internet yang mampu melayani koneksi transfer data dalam melayani beragam jenis data, mulai dari teks, hypertext, gambar, suara, gambar 3 (tiga) dimensi, plug-in dan sebagainya.

Apache web server merupakan web server yang paling banyak digunakan di dunia internet. Ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti kecepatan performa, dan tentu harganya yang gratis.

Apache merupakan turunan dari web server yang dikeluarkan oleh NCSA. Yaitu NCSA HTTPd pada sekitar tahun 1995-an. Pada dasarnya Apache adalah “APAtCHy“ (patch) dan pengganti dari NCSA HTTPd.

12Prasetyo, Didik Dwi. Aplikasi Database Client/Server Menggunakan Delphi dan MySQL, Jakarta : P.T. Elex Media Komputindo, 2004, p. 297.

Gambar

Tabel 2.1. Bentuk Bentuk AT Command
Tabel 2.2. AT Command Yang Umum Digunakan
Tabel 2.4. Jangka Waktu Validitas SMS
Tabel 2.5. Contoh Mengubah kode 7 bit tadi menjadi 8 bit

Referensi

Dokumen terkait

Berat badan lahir bayi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian diare akut pada balita , dibuktikan dalam penelitian Mutia (2012) bahwa balita yang memiliki

(1) Dalam hal berdasarkan hasil verifikasi keabsahan dokumen dan/atau visitasi lapangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) ditemukan bukti

adanya atau tidak adanya satu atau lebih stressor yang jelas dan; suatu onset pasca persalinan. Walaupun adanyagejala psikotik mungkin jelas, informasi mengenai

Usaha spa adalah usaha perawatan yang memberikan layanan dengan metode kombinasi terapi air, terapi aroma, pijat, rempah-rempah, layanan makanan/minuman sehat, dan olah aktivitas

Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the

Kasus yang dapat dijadikan contoh adalah sekitar kawasan stasiun Depok Baru yang mulai tumbuh penggunaan lahan sebagai lahan perumahan, pertokoan, perkantoran dan

Ke depan, diharapkan adanya pendanaan dari swasta (dalam bentuk CSR) dan/atau pendanaan dari masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan swasta dan masyarakat dalam kegiatan

Pada semua kondisi kecepatan superfisial campuran yang rendah, efisiensi pemisahan tertinggi untuk water cut 42% adalah 82% pada fraksi massa yang terpisahkan sebesar 0,44