i PERILAKU HEMAT: PENGUJIAN THEORY OF SOCIAL COGNITVE
Oleh:
SHARON JOHANA CAROLINA TAMBUN 212013029
KERTAS KERJA
Diajukan kepada Fakultas Ekonomika dan Bisnis Guna Memenuhi Sebagian dari
Persyaratan-persyaratan untuk Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi
FAKULTAS : EKONOMIKA DAN BISNIS PROGRAM STUDI : MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA
2017
ii
iii
iv
v
vi MOTTO
“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang member kekuatan kepadaku.” – Filipi 4:13
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! “ – Yeremia 17:7
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan,
untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” - Yeremia 29:11
vii ABSTRACT
Frugal behavior implies a voluntary decline in product consumption and a simpler way of life. Frugal behavior is not only caused by internal factors, but external factors such as environment that has an influence on the frugal behavior as explained by theory of social cognitive. Bandura in theory of social cognitive said that environment, personal factors and behavior interact and influence each other.
The purpose of this research is to analyze the factors that influence frugal behavior among college students based on theory of social cognitive which was stated by Bandura.
Subjects in this research are college students of Economics and Business Faculty (FEB) Satya Wacana Christian University, Salatiga. In this study, sample consisted of 97 respondents. Data collection techniques in this research is conducted through a questionnaire using a Likert scale. Data analysis techniques in this research using multiple regression.
Results of this research found that personal has a significant positive effect on frugal behavior at college students of FEB Satya Wacana Christian University. Physical environment has a significant positive effect on frugal behavior at college students of FEB Satya Wacana Christian University. Furthermore, this research also found that non-physical environment has no significant effect on frugal behavior at college students of FEB Satya Wacana Christian University.
Keywords: theory of social cognitive, frugal behavior, personal, physical environment, non- physical environment.
viii ABSTRAKSI
Perilaku hemat menyiratkan penurunan konsumsi produk secara sukarela dan cara hidup yang sederhana. Perilaku hemat tidak hanya disebabkan oleh faktor internal saja, melainkan faktor eksternal seperti lingkungan yang memiliki pengaruh terhadap perilaku hemat sebagaimana dijelaskan oleh theory of social cognitive. Bandura dalam theory of social cognitive menyatakan bahwa lingkungan, faktor personal dan perilaku saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku hemat di kalangan mahasiswa berdasarkan theory of social cognitive yang dikemukakan oleh Bandura. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 97 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kuesioner dengan menggunakan skala Likert.
Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi berganda.
Hasil penelitian menemukan faktor personal berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku hemat pada mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana. Lingkungan non fisik berpengaruh positif signifikan terhadap Perilaku Hemat pada mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana. Selain itu, hasil penelitian ini juga menemukan bahwa lingkungan fisik tidak berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Hemat pada mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana.
Kata kunci: theory of social cognitive, perilaku hemat, personal, lingkungan fisik, lingkungan non fisik.
ix KATA PENGANTAR
Dengan segenap kerendahan hati, penulis mengucap syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, karena kasih dan berkatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan kertas kerja ini demi memenuhi syarat studi strata satu pada FEB UKSW Salatiga. Selama studi dan penulisan kertas kerja ini, penulis menyadari bahwa kertas kerja ini dapat selesai karena semata-mata bantuan dari berbagai pihak baik secara moril mau pun materiil. Pada kesempatan ini pula penulis menyampaikan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis selama studi di UKSW, yaitu:
1. Keluarga tercinta, papi Frangky Tambun, mami Jaily Wangko, kakak Michelle Tambun, adik David Tambun, opa Hengky, opa Jules dan seluruh keluarga besar yang tak dapat disebutkan satu per satu terimakasih untuk semua doa, cinta, kasih sayang dan dukungan yang telah diberikan kepada penulis selama masa kuliah terlebih saat penulisan skripsi ini.
2. Prof. Supramono, SE., MBA, DBA , selaku wali studi dan dosen pembimbing yang telah memberikan waktu, dengan sabar membimbing, mengarahkan dan memotivasi penulis untuk menyelesaikan tugas akhir ini.
3. Seluruh Dosen FEB dan Non FEB UKSW yang telah membekali penulis ilmu dan pengalaman yang sangat bermanfaat selama penulis menempuh pendidikan di UKSW.
4. Seluruh Staf dan Tata Usaha Fakultas Ekonomika dan Bisnis dan BARA UKSW yang telah membantu penulis dalam hal pengurusan administrasi.
5. Sahabat terkasih Nisia Sumayku dan Brenda Tumbel yang senantiasa mendoakan, menyemangati, menyayangi, mendukung dan mendengarkan keluh kesah penulis 6. Fredo Liey, yang mengisi hari-hari penulis menyemangati, memberikan memberi
dorongan dan motivasi kepada penulis
7. Sahabat terkasih, Virginia Tellah, Bella Massie, Tesalonika Tilaar yang selalu mendukung dan menyemangati penulis.
8. Sahabat penulis, Diyanto Liau, Yohanna Chandra, Vinny Alouw, Jones Robert yang senantiasa menemani, memberi dukungan dan menjadi teman seperjuangan kuliah, mengerjakan tugas dan bermain.
9. Sahabat Mercia Marcelina dan Citra Alfianto yang menjadi teman bermain penulis serta memberi dukungan, menemani penulis dalam penulisan skripsi ini.
10. Ka Yesica Liey dan Ka Valen Liey yang selalu memberikan dukungan doa dan motivasi bagi penulis.
x 11. Muhammad Anjar yang dengan sabar membantu dan mengajari penulis dalam
penulisan skripsi ini dan Riska Luki yang menjadi partner bimbingan penulis.
12. Teman-teman selama penulis menjalani studi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UKSW.
13. Pihak-pihak yang tdak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah memberikan dukungan doa dan semangat untuk penulis
Penulis menyadari dengan sedalam-dalamnya bahwa kertas kerja ini masih sangat sederhana dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu apabila ada kritik dan saran yang sifatnya membangun demi lebih sempurnanya kertas kerja ini, senantiasa dapat penulis terima.
Akhirnya semoga kertas kerja ini dapat memberikan manfaat.
Salatiga, 31 Oktober 2017
(Sharon J.C. Tambun)
xi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT ... ii
PERNYATAAN PERSETUJUAN AKSES ... iii
HALAMAN PERSETUJUAN ... iv
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ... v
HALAMAN MOTTO ... vi
ABSTRACT ... vii
ABSTRAKSI ... viii
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI... xii
DAFTAR TABEL ... xiii
DAFTAR GAMBAR ... xiii
PENDAHULUAN ... 1
KAJIAN TEORITIS ... 3
Theory of Social Cognitive... 3
1. Personal ... 3
2. Lingkungan ... 4
3. Perilaku ... 6
Perilaku Hemat ... 6
PENGEMBANGAN DAN MODEL HIPOTESIS ... 7
Pengaruh Faktor Personal Terhadap Perilaku Hemat Mahasiswa ... 7
Pengaruh Faktor Lingkungan Terhadap Perilaku Hemat Mahasiswa... 7
Model Hipotesis ... 8
xii
METODE PENELITIAN ... 9
Definisi Operasional Variabel ... 9
Jenis Penelitian... 10
Populasi dan Sampel ... 10
Teknik Pengumpulan Data ... 11
Teknik Analisis Data... 12
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 13
Karakteristik Responden ... 13
Hasil Uji Validitas dan Realibiltas ... 13
Analisis Deskriptif ... 14
Hasil Uji Asumsi Klasik ... 17
Analisis Regresi Berganda ... 17
Pembahasan... 19
PENUTUP ... 21
Simpulan ... 21
Implikasi ... 21
Keterbatasan Penelitian dan Saran Penelitian Mendatang ... 21
DAFTAR PUSTAKA ... 22
LAMPIRAN ... 25
xiii DAFTAR TABEL
Tabel 1 Konsep, Definisi dan Indikator Empiris ... 9
Tabel 2 Jumlah Populasi Penelitian ... 10
Tabel 3 Karaktersitik Responden ... 13
Tabel 4 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas ... 14
Tabel 5 Statistik Deskriptif ... 15
Tabel 6 Hasil Uji Multikolonieritas... 17
Tabel 7 Hasil Model Summary dan Anova ... 18
Tabel 8 Hasil Perhitungan Regresi Berganda ... 18
DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Model Penelitian... 8
1 PENDAHULUAN
Salah satu faktor penting di dalam kehidupan adalah uang. Uang diperlukan agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seiring perkembangan jaman, pembelian suatu barang tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan saja, tetapi berkembang menjadi suatu kegemaran tersendiri dan didasarkan pada kesenangan individu. Perilaku membeli yang tidak sesuai dengan kebutuhan hidup ini dikenal sebagai perilaku boros atau perilaku konsumtif (Setyaningsih, 2013). Menurut Mowen dan Minor (2002) perilaku konsumtif adalah suatu perilaku yang tidak lagi didasarkan pada pertimbangan yang rasional, melainkan membeli produk atau jasa tertentu untuk memperoleh kesenangan atau hanya perasaan emosi. Agar terhindar dari perilaku konsumtif ini, individu harus dapat mengontrol diri dan menerapkan sikap hemat dalam mengelola keuangannya. Hemat berarti berhati-hati dan cermat dalam menggunakan atau mengeluarkan uang dan bisa mendahulukan kebutuhan primernya daripada mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak diperlukan. Demikian halnya dengan mahasiswa yang harus cermat dalam menggunakan atau mengelola keuangan, karena mahasiswa belum memiliki penghasilan dan lebih bergantung pada uang saku yang diberikan orang tua.
.Pengelolaan keuangan menjadi sesuatu yang penting, mengingat mahasiswa seringkali berperilaku boros atau berperilaku konsumtif. Farida (2006) mengemukakan bahwa perilaku konsumtif biasanya dipengaruhi oleh faktor emosional daripada rasio, karena pertimbangan dalam membuat keputusan untuk membeli atau menggunakan barang dan jasa lebih menitik beratkan pada status sosial, mode dan kemudahan daripada pertimbangan ekonomis. Angela (2009) melakukan penelitian terhadap gaya hidup dan personality traits pada mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana dan mengambil 96 sampel untuk mengetahui bagaimana gaya hidup mahasiswa sehubung dengan pengelolaan uang saku. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kecenderungan gaya hidup yang boros atau tidak hemat apabila dikaitkan dengan uang saku.
Dalam literatur saat ini ada beberapa interpretasi berbeda tentang konsep perilaku hemat yang mengkaitkannya dengan beragam sebagai ciri kepribadian, nilai tunggal atau gaya hidup (Todd & Lawson, 2003). Berhemat merupakan karakteristik perilaku mendasar dari gaya hidup berkelanjutan (Tapia-Fonllem et al, 2013). Perilaku hemat adalah tindakan sukarela untuk mengurangi keinginan dan niatan menuju kebijaksanaan dalam konsumsi (Jeurissen & van de Ven, dalam Puente-Díaz & Arroyo, 2015). Perilaku hemat adalah antagonis terhadap konsumerisme, gaya hidup masyarakat modern yang lazim, terutama yang ada di dunia industri (Tapia-Fonllem et al, 2013). Nilai hemat berfungsi sebagai panduan
2 untuk perilaku konsumen yang diatur sendiri dimana motif utamanya adalah mengurangi atau menghindari pemborosan dan mencapai tujuan yang lebih tinggi (Bove, Nagpal, & Dorsett, dalam Puente-Díaz & Arroyo, 2015). Perilaku tidak hemat mahasiswa membawa dampak yang buruk, karena cenderung tidak memikirkan kebutuhan yang akan datang, orang akan mengkonsumsi lebih banyak barang pada saat sekarang tanpa berpikir kebutuhannya di masa yang akan datang sehingga mengakibatkan uang saku yang diberikan orang tua habis dengan cepat. Selain merugikan diri sendiri, sikap seperti ini juga menyulitkan orang tua. Oleh karena itu, penelitian ini ingin menganalisis apakah mahasiswa sudah mengarah pada perilaku hemat.
Penelitian-penelitian sebelumnya mengenai perilaku hemat antara lain perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana berdasarkan faktor demografi dan money attitude oleh Setyaningsih (2013); pengaruh dari pendapatan, gaya hidup, dan jenis kelamin terhadap tingkat konsumsi mahasiswa mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta oleh Indriani (2015); kemudian penelitian Puente-Díaz & Arroyo (2015) yang meneliti mengenai pengaruh dimensi personal terhadap perilaku hemat. Pada penelitian-penelitian tersebut tidak dijelaskan faktor eksternal seperti lingkungan yang mempengaruhi perilaku konsumtif, padahal perilaku konsumtif ataupun kondisi sebaliknya yaitu perilaku hemat tidak hanya disebabkan oleh faktor internal saja, melainkan faktor eksternal seperti lingkungan yang memiliki pengaruh terhadap perilaku hemat sebagaimana dijelaskan oleh theory of social cognitive.
Melihat fenomena tersebut, penelitian ini pada dasarnya akan mengaplikasikan theory of social cognitive. Bandura mengatakan bahwa lingkungan, faktor personal dan perilaku saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain (Woolfolk, 2007). Magfiroh (2015) menyatakan bahwa faktor personal adalah karakteristik yang melekat pada diri seseorang.
Sedangkan lingkungan merupakan suatu kondisi baik fisik maupun non fisik yang memiliki peranan penting karena dapat mempengaruhi kehidupan seseorang dalam tingkah laku, perkembangan, dan pertumbuhan individu (Walgito, 2004). Perilaku diartikan sebagai aktivitas manusia yang timbul karena adanya stimulasi dan respons serta dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung (Notoatmodjo, 2007). Adapun fondasi theory of social cognitive Bandura, memandang bahwa: (a) faktor personal (b) perilaku, (c) lingkungan membuat interaksi yang menjadi hasil dalam triadic reciprocality (Pajares et al, 2009).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku hemat di kalangan mahasiswa berdasarkan theory of social cognitive yang dikemukakan oleh Bandura (1986) bahwa perubahan perilaku manusia merupakan hasil
3 interaksi dengan faktor personal dan lingkungan. Mahasiswa dalam penelitian ini sebagian besar merupakan mahasiswa yang belum bekerja, sehingga sumber penghasilan berasal dari orangtua/wali. Diharapkan penelitian ini dapat menemukan faktor-faktor komprehensif yang mempengaruhi perilaku hemat. Penelitian terdahulu yang menggunakan theory of social cognitive Bandura antara lain di bidang Akuntansi oleh Nhadiroh (2010), bidang pendidikan oleh Mukhid (2009) dan bidang kesehatan oleh Glenz & Eriksen (1993) Berdasarkan uraian sebelumnya, maka peneliti mengajukan rumusan masalah sebagai berikut : 1) pengaruh faktor personal terhadap perilaku hemat mahasiswa; 2) pengaruh faktor lingkungan terhadap perilaku hemat mahasiswa.
KAJIAN TEORITIS Theory of Social Cognitive
Dalam Woolfolk (2009), Bandura mengatakan bahwa teori sosial kognitif adalah sebuah teori yang mengidentifikasi perilaku manusia sebagai interaksi dari faktor personal, perilaku, dan lingkungan yang bertujuan memberikan kerangka untuk memahami, memprediksi, dan mengubah perilaku manusia. Teori kognitif sosial berbasis pada premis bahwa pengaruh-pengaruh lingkungan semacam tekanan-tekanan sosial atau karakteristik- karakteristik situasional unik, kognitif dan faktor-faktor personal lainnya termasuk personaliti dan juga karakteristik-karakteristik demografi dan perilaku mempengaruhi satu dengan yang lainnya (Jogiyanto, 2007). Di dalam Peter dan Olson (2000) menurut The American Marketing Association perilaku konsumen atau consumer behavior merupakan interaksi yang dinamis dari faktor personal, perilaku dan lingkungan dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam kehidupan mereka. Bandura mengatakan bahwa lingkungan, faktor personal dan perilaku saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain (Woolfolk, 2009).
Dalam perspektif kognitif sosial oleh Bandura (1999) Perilaku manusia dijelaskan dimana perilaku seorang individu digambarkan baik dibentuk maupun dikendalikan oleh pengaruh lingkungan atau didorong oleh disposisi internal.
Ada tiga variabel yang dijelaskan oleh theory of social cognitive, yaitu : 1. Faktor Personal
Faktor Personal adalah karakterisitik khusus seseorang dan tidak terkait dengan orang lain yang berada dalam kelompok yang sama (Khuong dan Hoang Thi, 2016). Magfiroh (2015) menyatakan bahwa faktor personal adalah karakteristik yang melekat pada diri seseorang. Menurut Bandura (1986), yang termasuk dalam faktor personal adalah beliefs
4 (keyakinan), expectation (ekspekstasi), attitudes (sikap) dan knowledge (pengetahuan) seseorang.
a. Beliefs (Keyakinan)
Keyakinan atau beliefs mengacu pada penilain probabilitas subjektif seseorang mengenai beberapa aspek yang dapat didiskiminasikan dalam kehidupannya atau dengan kata lain keyakinan mengarah pada pemahaman seseorang tentang dirinya dan lingkungannya (Ajzen, 2005).
b. Expectation (Ekspektasi)
Menurut Sutisna (2001), ekspektasi adalah suatu keyakinan atau kepercayaan individual sebelumnya mengenai hal-hal apa saja yang seharusnya terjadi pada situasi tertentu.
c. Attitudes (Sikap)
Azwar (2002) menyatakan bahwa sikap (attitude) adalah salah satu unsur personal atau kepribadian yang harus dimiliki seseorang untuk menentukan tindakannya dan bertingkah laku terhadap suatu objek disertai dengan perasaan positif dan negatif.
d. Knowledge (Pengetahuan)
Frappaolo (2001) mendefinisikan knowledge (pengetahuan) merupakan suatu informasi yang terletak dalam pikiran manusia dimana bermanfaat untuk pengambilan keputusan dalam kondisi yang berbeda sekalipun.
2. Lingkungan
Menurut Walgito (2004) lingkungan merupakan suatu kondisi baik fisik maupun nonfisik yang memiliki peranan penting karena dapat mempengaruhi kehidupan seseorang dalam tingkah laku, perkembangan, dan pertumbuhan individu. Lingkungan fisik adalah lingkungan yang ada di sekitar manusia berupa kondisi sekitar, dan lain sebagainya sedangkan lingkungan non fisik adalah lingkungan masyarakat (Walgito, 2004). Bitner (dalam Azila-Gbettor et al, 2013) mendefinisikan lingkungan fisik sebagai semua faktor fisik objektif yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk meningkatkan (atau membatasi) tindakan karyawan dan pelanggan. Sumarwan (2011) menyatakan bahwa lingkungan fisik adalah segala sesuatu yang berbentuk fisik di sekeliling konsumen, sedangkan lingkungan sosial (non fisik) adalah orang-orang lain yang berada di sekeliling konsumen dan termasuk perilaku dari orang-orang tersebut.
Pengaruh lingkungan non fisik terhadap perkembangan individu berbeda-beda, sebab interaksi yang dilakukan individu satu dengan individu yang lain di masyarakat juga berbeda-
5 beda. Lingkungan non fisik atau sosial dibedakan menjadi lingkungan sosial primer yaitu hubungan anggota satu dengan anggota yang lainnya saling mengenal dengan baik, sehingga pengaruh lingkungan sosial primer sangat mendalam dan lingkungan sosial sekunder dimana hubungan anggota satu dengan anggota lain agak longgar (Ahmadi, 2003). Hal ini dikarenakan hubungan anggota satu dengan anggota lain dalam lingkungan sekunder kurang atau tidak saling mengenal, sehingga pengaruh lingkungan sosial sekunder kurang mendalam dibandingkan dengan pengaruh sosial primer.
Walgito (2004) juga menyatakan dalam teori konvergensinya bahwa lingkungan sekitar mempunyai peranan yang penting dalam perkembangan individu. Sesorang yang tumbuh di lingkungan yang bisa mengelola keuangannya dengan baik atau pun memiliki perilaku hemat, akan mempunyai kebiasaan atau terdorong untuk melakukan perilaku hemat.
Wibowo (2011) menyatakan bahwa lingkungan non fisik atau lingkungan sosial merupakan lingkungan masyarakat dimana terjadi interaksi antara individu satu dengan yang lain, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok. Lingkungan non fisik dibedakan menjadi dua yaitu primer dan sekunder. Dalam lingkungan primer, individu mempunyai hubungan yang erat dan saling mengenal dengan baik, misalnya keluarga dan di dalam lingkungan sekunder adanya hubungan yang tidak mendalam antara individu dengan individu lainnya, misalnya lingkungan pertemanan
Keluarga merupakan kelompok sosial pertama dalam kehidupan manusia tempat belajar dan menyatakan diri sebagai manusia sosial di dalam hubungan interaksi dengan kelompoknya. Dalam keluarga, seorang anak pertama-tama belajar memperhatikan keinginan orang lain, bekerjasama, bantu membantu, atau sebagai makhluk sosial dan mempunyai norma-norma dan kecakapan-kecakapan tertentu dalam pergaulannya dengan orang lain (Sobur, 2003). Dapat diketahui bahwa lingkungan sosial seperti dukungan teman dan gaya hidup kelompok sekeliling dan lingkungan keluarga seperti dukungan keluarga, latar belakang pekerjaan orangtua dan pendidikan yang diberikan orangtua dapat mempengaruhi kehidupan dan pola pikir seseorang. Seseorang yang dibesarkan atau bergaul di lingkungan yang memiliki gaya hidup boros cenderung akan menjadi boros, sebaliknya jika berada di lingkungan yang memiliki gaya hidup hemat, akan memiliki perillaku hemat.
3. Perilaku
Perilaku manusia adalah semua tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas, baik yang dapat diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati (Notoatmodjo, 2007). Dalam Yayat (2009) mengatakan bahwa perilaku adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia baik yang diamati langsung, maupun yang
6 dapat diamati oleh pihak luar. Personal mengacu pada pikiran seseorang, sedangkan perilaku berhubungan dengan apa yang sebenarnya dilakukan (Peter dan Olson, 2000).
Aroma dan Dewi (2012) menyatakan bahwa perilaku berkaitan erat dengan kontrol diri (self control), didukung penelitian sebelumnya oleh Berg & DeLisi (2006) mengungkapkan bahwa self control berkaitan dengan tindakan seseorang untuk mengendalikan atau menghambat secara otomatis kebiasaan, dorongan, emosi atau keinginan dengan tujuan untuk mengarahkan perilakunya. Kontrol perilaku memengaruhi niat didasarkan atas asumsi bahwa kontrol perilaku oleh individu akan memberikan implikasi motivasi pada orang tersebut. Dalam arti bahwa, niat akan terbentuk apabila individu merasa mampu untuk menampilkan perilaku (Ajzen, 2005). Seseorang yang bisa mengontrol perilaku pembelanjaannya terhadap suatu barang bisa memiliki perilaku hemat. Dalam konteks keuangan, self control merupakan sebuah aktivitas yang dapat berfungsi untuk mendorong penghematan (tujuan yang bermanfaat) serta menekan pembelian impulsif (tujuan untuk kesenangan semata) (Otto, Davies & Chater, dalam Haning, 2012).
Perilaku Hemat
Perilaku pada dasarnya berorientasi pada tujuan. Menurut Notoadmojo (2007) perilaku manusia adalah semua tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas, baik yang dapat diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati. Perilaku manusia pada umumnya dimotivasi oleh suatu keinginan untuk mencapai tujuan tertentu. Dengan kata lain perilaku manusia merupakan hasil daripada segala macam pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan. Berhemat merupakan karakteristik perilaku mendasar dari gaya hidup berkelanjutan (Tapia-Fonllem et al, 2013).
Perilaku hemat adalah tindakan sukarela untuk mengurangi keinginan dan niatan menuju kebijaksanaan dalam konsumsi (Jeurissen & van de Ven, dalam Puente-Díaz &
Arroyo, 2015). Perilaku hemat adalah antagonis terhadap konsumerisme, gaya hidup masyarakat modern yang lazim, terutama yang ada di dunia industri (Tapia-Fonllem et al, 2013). Nilai hemat berfungsi sebagai panduan untuk perilaku konsumen yang diatur sendiri dimana motif utamanya adalah mengurangi atau menghindari pemborosan dan mencapai tujuan yang lebih tinggi (Bove, Nagpal, & Dorsett, dalam Puente-Díaz & Arroyo, 2015).
Perilaku hemat menyiratkan penurunan konsumsi produk secara sukarela dan cara hidup yang sederhana (Iwata, dalam Corral-Verdugo, et al. 2016.)
7 PENGEMBANGAN DAN MODEL HIPOTESIS
Pengaruh Faktor Personal Terhadap Perilaku Hemat Mahasiswa
Faktor personal adalah karakteristik yang melekat pada diri seseorang (Magfiroh, 2015). Peter dan Olson (2000) menyatakan bahwa faktor personal merupakan tanggapan internal psikologis pada diri konsumen terhadap rangsangan lingkungan dan kejadian yang berlangsung. Capuano dan Ramsay (2011) menyatakan bahwa faktor personal dapat mempengaruhi financial behavior seseorang. Mahasiswa yang mampu untuk mengendalikan keinginan, memiliki niat untuk mengelola uangnya dengan baik bisa memiliki perilaku hemat. Penelitian sebelumnya Khoung & Hoang Thi (2016) menunjukkan bahwa faktor personal mempengaruhi perilaku konsumen. Yayat (2009) menyatakan bahwa perilaku dipengaruhi oleh faktor dalam diri individu. Seseorang yang memiliki niat, keingan dan memiliki pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan memiliki perilaku yang hemat karena bisa melihat apa yang menjadi prioritasnya dan cenderung untuk tidak membeli barang- barang yang dirasa tidak diperlukan.
Penelitian sebelumnya Puente-Díaz & Arroyo (2015) yang meneliti mengenai pengaruh dimensi personal terhadap perilaku hemat menemukan bahwa dimensi personal memiliki pengaruh terhadap perilaku hemat. Penelitian Pepper, Jackson & Uzzell (2009) juga menemukan bahwa perilaku konsumen yang hemat terutama berkaitan dengan sikap personal terhadap materialisme yang rendah dan batasan pendapatan. Ditinjau dari penelitian- penelitian sebelumnya bahwa faktor personal mempengaruhi perilaku manusia, tidak menutup kemungkinan bahwa faktor personal tersebut juga akan mempengaruhi perilaku hemat. Berdasarkan uraian diatas dapat dikemukakan rumusan hipotesis sebagai berikut.
H1 : Faktor personal berpengaruh positif terhadap perilaku hemat mahasiswa Pengaruh Faktor Lingkungan Terhadap Perilaku Hemat Mahasiswa
Menurut Walgito (2004) lingkungan merupakan suatu kondisi baik fisik maupun nonfisik yang memiliki peranan penting karena dapat mempengaruhi kehidupan seseorang dalam tingkah laku, perkembangan, dan pertumbuhan individu. Lingkungan fisik dapat berupa sarana fisik dan obyek fisik di sekitar individu (Walgito, 2004). Lingkungan non fisik atau lingkungan sosial dapat berupa keluarga, teman sebaya, dan pengaruh lingkungan sekitar atau masyarakat (Walgito, 2004). Sehubungan dengan manajemen pemasaran, Sumarwan (2011) menyatakan bahwa lingkungan fisik adalah segala sesuatu yang berbentuk fisik di sekeliling konsumen, sedangkan lingkungan sosial (non fisik) adalah orang-orang lain yang berada di sekeliling konsumen dan termasuk perilaku dari orang-orang tersebut.
8 Penelitian sebelumnya oleh Kamarulzaman et al (2011) menyatakan bahwa lingkungan fisik kerja mempengaruhi perilaku pekerja. Dalam penelitian Ulfah (2012) disimpulkan bahwa lingkungan non fisik memiliki pengaruh terhadap perilaku remaja SMK di Yogyakarta. Didukung oleh penelitian dari Harliyanto (2015) menunjukkan bahwa lingkungan memiliki pengaruh positif terhadap perilaku konsumen dalam keputusan pembelian smartphone samsung galaxy.
Hal ini dapat dikaitkan dengan pengaruh lingkungan terhadap perilaku hemat seseorang. Lingkungan non fisik seperti dukungan teman dan gaya hidup kelompok sekeliling dan lingkungan keluarga dapat mempengaruhi kehidupan dan pola pkir seseorang.
Mahasiswa yang tinggal atau berasal dari lingkungan fisik seperti keadaan sekitar tempat tinggal dan non fisik seperti keluarga atau pertemanan yang memiliki gaya hidup hemat cenderung untuk bisa mengelola uangnya dengan baik dan memiliki perilaku hemat.
Berdasarkan paparan di atas dapat dikemukakan rumusan hipotesis sebagai berikut.
H2 = Lingkungan non fisik berpengaruh positif terhadap perilaku hemat mahasiswa H3 = Lingkungan fisik berpengaruh positif terhadap perilaku hemat mahasiswa Model Hipotesis
Gambar 1. Model Hipotesis
METODE PENELITIAN Definisi Operasional Variabel
Konsep yang akan diuji ada tiga yaitu: Faktor Personal, Lingkungan Fisik, Lingkungan Non Fisik dan Perilaku Hemat. Berikut pada tabel 1 akan dipaparkan secara sekilas supaya dapat menjadi dasar penyusunan indikator empiris.
H1
H2 Faktor Personal
(X1)
Lingkungan Non Fisik (X2)
Perilaku Hemat (Y)
Lingkungan Fisik (X3)
H3
9 Tabel 1. Konsep, Definisi dan Indikator Empiris
No Konsep Definisi Indikator Empiris
1 Perilaku Hemat
Perilaku hemat menyiratkan
penurunan konsumsi produk secara sukarela dan cara hidup yang sederhana (Iwata, dalam Corral-Verdugo, et al. 2016.)
1. Menabung 2. Mementingkan
kebutuhan primer 3. Tidak tergoda
menghamburkan uang
4. Pengelolaan uang yang baik
5. Tidak meminta tambahan uang 6. Tidak berhutang 7. Memiliki uang sisa (Tod & Lawson, 2003) 2 Faktor
Personal
Faktor personal adalah beliefs (keyakinan), expectation
(ekspektasi), attitudes (sikap) dan knowledge (pengetahuan)
seseorang. (Bandura, 1986)
1.Keyakinan - Percaya bahwa perilaku hemat akan menjadikan hidup lebih nyaman
- Percaya bahwa perilaku hemat bisa memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang
- Percaya bahwa perilaku hemat tidak menyusahkan orang lain
2.Ekspektasi - Berekspektasi bahwa perilaku hemat menjadikan hidup lebih nyaman
- Berekspektasi bahwa perilaku hemat bisa memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang
- Berekspektasi bahwa perilaku hemat tidak menyusahkan orang lain
3.Sikap - Hemat tidak banyak memiliki hutang
- Hemat bisa memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang
- Hemat hidup lebih nyaman - Hemat tidak menyusahkan
orang lain 4.Pengetahuan
(Bandura, 1986)
- Pengetahuan tentang bagaimana mengelola keuangan
- Pengetahuan tentang pentingnya mengelola keuangan
- Pengetahuan tentang pola hidup sederhana
3 Lingkungan Non Fisik
Lingkungan
masyarakat dimana terjadi interaksi antara
1. Keluarga 2. Teman sebaya 3. Lingkungan sekitar
10 individu satu dengan
yang lain, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok.
(Walgito, 2004)
(Walgito, 2004)
4 Lingkungan Fisik
Lingkungan yang ada di sekitar manusia berupa kondisi sekitar.
(Walgito, 2004)
1. Adanya ATM 2. Adanya pusat
perbelanjaan 3. Adanya tempat
nongkrong
Jenis Penelitian
Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian explanatif, digunakan untuk menjelaskan suatu keadaan atau fenomena sosial yang terjadi secara objektif, setelah itu peneliti mencari hubungan antar variabel. Peneliti akan menganalisis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku hemat mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis di Universitas Kristen Satya Wacana dengan menggunakan theory of social cognitive.
Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Fakultas Ekonomika dan Bisnis di Universitas Kristen Satya Wacana. Berikut merupakan jumlah mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UKSW seperti pada tabel 2.
Tabel 2. Jumlah Populasi Penelitian Program Studi Jumlah Mahasiswa
Akuntansi 1446
D3 Sekretaris 77
Ilmu Ekonomi 231
Manajemen 1167
TOTAL 2921
Sumber: Fakultas Ekonomika dan Bisnis UKSW, 2017.
Berdasarkan jumlah populasi sebelumnya, dapat diketahui jumlah sampel yang akan diteliti adalah:
𝑛 = 𝑁
𝑁𝑑2+ 1
𝑛 = 2921
2921(0,1)2+ 1 𝑛 = 96,68
𝑛 = 97
11 Sampel yang akan diteliti adalah sebanyak 97 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah convenience sampling. Convenience Sampling adalah kumpulan informasi dari anggota-anggota populasi yang mudah diperoleh dan mampu menyediakan informasi tersebut. Dengan demikian siapa saja yang dapat memberikan informasi baik secara sengaja ataupun tidak sengaja atau kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dilihat orang yang memberikan informasi-informasi tersebut cocok sebagai sumber data.
Teknik Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan adalah menggunakan kuesioner. Kuesioner dalam penelitian ini menggunakan pertanyaan dengan skala likert dan langsung diberikan kepada sumber data.
Responden akan disilahkan untuk memilih respon SS (Sangat Setuju) dengan skor 5, S (Setuju) dengan skor 4, R (Ragu-ragu) dengan skor 3, TS (Tidak Setuju) dengan skor 2, atau STS (Sangat Tidak Setuju) dengan skor 1.
Kuesioner dalam penelitian ini dibuat oleh peneliti sendiri, tanpa mencontoh kuesioner sebelumnya. Peneliti melakukan pre-test pada 30 responden untuk menguji validitas dan realibiltas instrument. Pada 8 item indikator variabel Perilaku Hemat terdapat satu item indikator yang tidak valid (< 0,170) dan tidak akan diikutkan dalam penelitian selanjutnya, sehingga jumlah indikator variabel Perilaku Hemat menjadi 7 item.
Untuk memperoleh data, peneliti memberikan kuesioner kepada mahasiswa- mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang berada di lingkungan kampus serta membagikan kuesioner kepada mahasiswa-mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang berada di lingkungan tempat tinggal peneliti pada tanggal 11 Juli hingga 22 Juli 2017.
Teknik Analisis Data
Untuk kepentingan gambaran umum, akan digunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi berganda. Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh Faktor Personal (X1), Lingkungan Non Fisik (X2) dan Lingkungan Fisik (X3) terhadap Perilaku Hemat (Y).
Langkah analisis yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:
1) Setelah kuesioner didapatkan dari semua responden, dilakukan skoring menggunakan skala likert, sehingga mendapat data mentah untuk diolah lebih lanjut.
2) Data kemudian diuji validasi dan reliabilitas. Validitas menujukkan kemampuan instrumen dalam mengukur apa yang harus diukur, tergantung taraf signifikansinya.
12 Dengan membandingkan r hitung dan r table. Jika r hitung lebih besar dari r table maka instrumen tersebut valid (Sugiyono, 2007). Sedangkan pengujian dengan relibilitas konsistensi hasil ukur akan diketahui. Uji validitas menggunakan korelasi pearson dan uji reliabilitas menggunakan cronbach alpha.
3) Setelah melakukan pengujian validitas dan reliabilitas, dilakukan pengujian dengan asumsi klasik. Pengujian asumsi klasik ini menggunakan tiga pengujian asumsi, yaitu:
a) Uji normalitas, pengujian ini dilakukan untuk memenuhi asumsi dalam statistik (Supramono & Sugiarto, 2003). Pengujian ini menggunakan analisis kolmogorov- smirnov dengan kriteria asymp.sig > 0,05.
b) Uji heterokedastisitas, pengujian ini dilakukan untuk mendeteksi adanya gejala korelasi antara varibel satu dengan yang lainnya (Supramono & Sugiarto, 2003).
Pengujian ini menggunakan uji scatterplot. Jika pola titik yang ditunjukkan berantakan maka variabel tersebut merupakan variabel homokedastisitas.
c) Uji multikolinearitas, digunakan untuk mendeteksi apakah ada korelasi antar variabel independen (Supramono & Sugiarto, 2003). Pengujian ini menggunakan uji VIF, semakin mendekati nilai 1 maka semakin bebas multikol.
4) Selanjutnya melakukan analisis regresi berganda untuk menguji hipotesis yang dibuat, tingkat signifikansi yang dipakai adalah 0,05. Pengujian ini membandingkan t hitung dengan t table. Penerimaan atau penolakan hipotesis dipengaruhi oleh signifikansi p value > α, hipotesis alternatif ditolak dan sebaliknya.
5) Setelah selesai melakukan pengujian dan analisis regresi berganda, disusun kesimpulan berdasar hasil uji regrasi berganda dan jawaban persoalan penelitian.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden
Pada bagian ini akan membahas karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, usia, tempat tinggal, sumber uang saku dan pola penerimaan uang saku. Ringkasan berbagai karakteristik tersebut dapat dilihat pada tabel 3.
13 Tabel 3. Karakteristik Responden
Karakteristik Kategori
Jumlah
Responden Persentase
Jenis Kelamin Laki-laki 41 42,3%
Perempuan 56 57,7%
Usia
17-19 tahun 26 26,8%
20-22 tahun 60 61,9%
≥ 23 tahun 11 11,3%
Tempat Tinggal Kos/Kontrak 58 59,8%
Rumah Sendiri 39 40,2%
Sumber Uang Saku
Orang Tua 86 88,6%
Wali 6 6,19%
Lainnya 5 5,15%
Pola Penerimaan Uang Saku
Bulanan 43 44,33%
Mingguan 37 38,14%
Harian 17 17,53%
Sumber: Data Primer yang diolah, 2017.
Dari tabel 3 dapat dilihat bahwa responden terbanyak dalam penelitian ini berjenis kelamin perempuan yakni sebanyak 57,7%, dimana sebagian besar responden berada pada kisaran usia 20-22 tahun dengan persentase sebanyak 61,9%. Selanjutnya dari 97 responden tersebut adalah mahasiswa perantauan atau berasal dari luar daerah Salatiga yang mengontrak rumah dan menyewa kamar kos yakni sebanyak 59,8% . Sumber uang saku dari 97 responden tersebut kebanyakan adalah bersumber dari orang tua (88,6%) dan untuk lainnya (5,15%) yaitu mahasiswa yang memiliki sumber uang saku dari pekerjaan dan beasiswa dan sebagian besar responden memiliki pola penerimaan uang saku bulanan yakni sebesar 44,33%.
Hasil Uji Validitas Dan Reabilitas
Suatu variabel dapat dikatakan valid jika hubungan antara masing-masing indikator terhadap total skor konstruk menunjukan hasil yang signifikan. Instrumen penelitian ini telah diuji kevalidan dan reliabelnya. Dalam pengujian validitas digunakan kriteria skor r tabel >
0,17 yakni dengan degree of freedom (df) = 95 didapat dari (df) = n – 2, n merupakan jumlah sampel penelitian dan alpha (α)= 0,05 dimana suatu item dikatakan valid jika melebihi nilai r tabel. Dalam penelitian ini, untuk uji reliabilitas menggunakan alpha Cronbach. Suatu instrumen dapat dikatakan reliabel jika nilai koefisien melebihi 0,60. Hasil pengujian validitas dan reabilitas ditampilkan pada tabel berikut.
Tabel 4. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel
Indikator
Emipirik Validitas > 0,170 Reabilitas >0,60
Perilaku Hemat PH1 0,398 Valid 0,654 Reliabel
14
PH2 0,450 Valid
PH3 0,287 Valid
PH4 0,601 Valid
PH5 0,347 Valid
PH6 0,246 Valid
PH7 0,302 Valid
Personal PE1 0,590 Valid 0,875 Reliabel
PE2 0,603 Valid
PE3 0,579 Valid
PE4 0,527 Valid
PE5 0,628 Valid
PE6 0,685 Valid
PE7 0,520 Valid
PE8 0,536 Valid
PE9 0,693 Valid
PE10 0,648 Valid
PE11 0,454 Valid
PE12 0,363 Valid
PE13 0,387 Valid
Lingkungan Non Fisik LNF1 0,433 Valid 0,603 Reliabel
LNF2 0,521 Valid
LNF3 0,308 Valid
Lingkungan Fisik LF1 0,422 Valid 0,632 Reliabel
LF2 0,343 Valid
LF3 0,580 Valid
Sumber: Data Primer yang diolah, 2017.
Dari tabel 4 dapat diketahui bahwa setiap butir pertanyataan dari masing-masing variabel perilaku hemat, fakor personal, lingkungan non fisik dan lingkungan fisik valid karena r hitung > dari r tabel yaitu 0,170. Keseluruhan variabel pada tabel 4 dikatakan reliabel karena memiliki nilai Cronbach alpha (a) lebih dari 0,60.
Analisis Deskriptif
Tabel statistik deskriptif dari mahasiswa FEB UKSW dan terdapat empat variabel penelitian (Perilaku Hemat, Faktor Personal, Lingkungan non fisik dan Lingkungan Fisik) dengan jumlah sampel secara keseluruhan sebanyak 97 sampel. Dengan nilai minimum sebagai nilai terendah untuk setiap variabel, dan nilai maksimum untuk nilai tertinggi untuk setiap variabel dalam penelitian. Dalam tabel juga dapat dilihat mean dan standar deviasi dari setiap nilai.
15 Tabel 5. Statistik Deskriptif
A. Perilaku Hemat
No. Variabel / Indikator Min Max Mean Std.
Deviation 1 Saya selalu berusaha menyisihkan uang saku
untuk ditabung 3 5 4,03 0,70
2 Saya tidak tertarik untuk membeli barang-
barang yang tidak diperlukan 1 5 3,61 1,01
3 Saya tidak mudah tergoda untuk membeli
barang-barang yang sedang nge-trend 1 5 3,42 1,06 4
Saya berusaha untuk membatasi pengeluaran uang saku saya untuk hal-hal yang tidak penting
2 5 4,04 0,83
5 Saya jarang minta tambahan uang saku dari
kebutuhan normal 1 5 3,51 1,11
6
Saya jarang meminjam uang untuk menutupi kekurangan uang saku yang diterima dari orang tua
1 5 4,01 1,01
7 Saya memiliki uang sisa dari jatah uang saku
yang diberikan 1 5 3,67 0,93
rata-rata 1,43 5 3,76 0,95
B. Personal
No. Variabel / Indikator Min Max Mean Std.
Deviation 1 Saya percaya bahwa perilaku hemat akan
menjadikan hidup lebih nyaman 3 5 4,43 0,71
2
Saya percaya bahwa dengan berperilaku hemat bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan mendadak di masa yang akan datang
2 5 4,45 0,72
3 Saya percaya bahwa dengan berperilaku hemat
tidak akan menyusahkan orang lain 2 5 4,24 0,77 4 Saya berekspektasi bahwa dengan berperilaku
hemat akan menjadikan hidup lebih nyaman 2 5 4,15 0,78 5
Saya berekspektasi bahwa dengan berperilaku hemat bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan mendadak di masa yang akan datang
2 5 4,29 0,69
6 Saya berekspektasi bahwa dengan berperilaku
hemat tidak akan menyusahkan orang lain 1 5 4,1 0,81 7 Orang yang hidup hemat tidak banyak memiliki
hutang 1 5 3,75 1,09
8 Orang yang hidup hemat bisa memenuhi
kebutuhan mendadak di masa yang akan datang 1 5 4,14 0,85 9 Orang yang hidup hemat tidak akan
menyusahkan orang lain 2 5 3,97 0,88
10 Orang yang memiliki perilaku hemat hidupnya
lebih nyaman 1 5 3,97 0,98
11 Saya memiliki pengetahuan tentang bagaimana
mengelola keuangan dengan baik 2 5 3,79 0,71
12 Saya memiliki pengetahuan tentang pentingnya
mengelola keuangan dengan baik 2 5 3,87 0,70
13 Saya memiliki pengetahuan tentang pola hidup
sederhana 2 5 3,85 0,73
rata-rata 1,77 5 4,10 0,80
16
C. Lingkungan Non fisik
No. Variabel / Indikator Min Max Mean Std.
Deviation 1 Keluarga saya cenderung berperilaku hemat 2 5 3,95 0,66 2 Teman dekat saya cenderung berperilaku hemat 2 5 3,24 0,67 3 Saya tidak ingin berpenampilan nge-trend
seperti orang-orang di sekitar saya 2 5 3,24 0,80
rata-rata 2 5 3,48 0,71
D. Lingkungan Fisik
No. Variabel / Indikator Min Max Mean Std.
Deviation 1
Di lingkungan saya banyak terdapat ATM sehingga memudahkan saya untuk mengambil uang
2 5 4,13 0,75
2
Di lingkungan saya banyak terdapat pusat perbelanjaan sehingga mendorong saya untuk berbelanja seperti membeli tas, baju, sepatu walaupun tidak saya butuhkan
1 5 3,03 0,86
3 Di lingkungan saya banyak terdapat tempat
nongkrong 2 5 3,92 0,87
rata-rata 1,67 5 3,69 0,83
Sumber : Data primer yang diolah, 2017
Data statistik deskriptif pada tabel 5 menunjukkan nilai mean variabel perilaku hemat sebesar 3,76 dengan nilai standar deviasinya sebesar 0,95. Angka tersebut terletak pada interval jawaban 3,41 - 4,20 yang berarti bahwa para mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana yang menjadi responden peneliti memiliki tingkat perilaku hemat yang tinggi.
Nilai mean variabel personal pada tabel 5 menunjukkan angka sebesar 4,10 dan memiliki nilai standar deviasi sebesar 0,80. Angka tersebut terletak pada interval jawaban 3,41 - 4,20 yang berarti bahwa para responden yaitu mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana percaya, memiliki ekspektasi dan pengetahuan tentang bagaimana mengelola keuangan dengan baik sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat variabel personal dalam perilaku hemat mahasiswa yang menjadi responden peneliti tinggi.
Pada tabel 5, nilai mean dari keseluruhan indikator variabel lingkungan non fisik menunjukkan angka sebesar 3,48 dan memiliki nilai standar deviasi sebesar 0,71. Angka tersebut terletak pada interval jawaban 3,41 - 4,20 yang berarti bahwa lingkungan non fisik mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana tinggi dengan standar deviasi sebesar 0,71. Namun, nilai mean pada indikator kedua dan ketiga menunjukkan angka yang terletak di antara interval jawaban 2,61- 3,40 dan memiliki arti bahwa teman dekat dan orang-orang di sekitar responden memiliki pengaruh dengan tingkat sedang terhadap perilaku hemat mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana.
17 Tabel 5 dalam kolom variabel lingkungan fisik memiliki nilai mean sebesar 3,69 dan standar deviasinya sebesar 0,83. Angka tersebut terletak pada interval jawab 3,41 - 4,20 yang berarti bahwa nilai tingkat lingkungan fisik menentukan perilaku hemat mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana tinggi. Namun, nilai mean indikator kedua berada pada interval 2,61 - 3,40 yang memiliki arti bahwa walaupun terdapat pusat perbelanjaan yang cukup banyak di lingkungan tempat tinggal mahasiswa, namun keinginan mahasiswa untuk berbelanja berada dalam tingkat sedang.
Hasil Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas
Berdasarkan uji normalitas dengan menggunakan uji statistik non parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S) menunjukkan angka Kolmogorov-Smirnov Z sebesar 0,671 dengan nilai signifikansi 0,759 dan karena angka signifikan > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa distribusi data residualnya adalah berdistribusi normal (Lihat pada lampiran 3).
2. Uji Heterokedastisitas
Dalam penelitian ini, hasil uji heterokedastisitas dengan grafik Scatterplot menunjukkan pola titik tersebar secara acak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresinya baik (Lihat pada gambar Scatterplot lampiran 3).
3. Uji Multikolinearitas
Berdasarkan hasil uji Multikolinearitas, menunjukkan tidak ada variabel independen yang memiliki nilai tolerance kurang dari 0,10. Hasil perhitungan nilai Variance Inflation Factor (VIF) menunjukkan tidak ada variabel independen yang memiliki nilai VIF lebih dari 10. Berdasarkan nilai tolerance dan nilai VIF variabel independen, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi Multikolinearitas (Lihat pada tabel 6).
Tabel 6. Hasil Uji Multikolonieritas
Variabel Tolerance VIF
Personal 0,806 1,240
Lingkungan Fisik 0,894 1,119
Lingkungan Non Fisik 0,866 1,155
Sumber : Data primer yang diolah, 2017
Analisis Regresi Berganda
Pengujian asumsi klasik regresi yang telah terpenuhi meliputi uji normalitas, multikolinearitas dan heteroskedastisitas sehingga memenuhi persyaratan untuk melakukan
18 analisis regresi berganda. Dalam perhitungan regresi berganda diperoleh nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0,216 atau 21,6% (Lihat pada tabel 7). Artinya variabel faktor personal, lingkungan fisik dan lingkungan non fisik mampu menjelaskan sebesar 21,6%
variabel perilaku hemat dan sisanya sebesar 78,4% (100% - 21,6% = 78,4%) dijelaskan oleh variabel lain di luar model.
Tabel 7. Hasil Model Summary dan Anova
Parameter Nilai
R 0,465
R2 0,216
Adjusted R2 0,191
Standar Error of the Estimate 0,491
F 8,558
Sig. F 0,000
Sumber : Data primer yang diolah, 2017
Nilai Standar Error of the Estimate adalah sebesar 0,491, perhatikan pada analisis deskriptif statistik bahwa rata-rata standar deviasi Variabel Perilaku Hemat adalah 0,95 (Lihat pada tabel 4) yang jauh lebih besar dari dari Standar Error of the Estimate, maka model regresi bagus dalam bertindak sebagai prediktor Variabel Perilaku Hemat. Pada tabel anova (Lihat pada lampiran 5) nilai signifikansi yaitu 0,000 (< 0,05), maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksi Perilaku Hemat.
Untuk mengetahui pengaruh variabel independen (Faktor Personal, Lingkungan Fisik dan Lingkungan Non Fisik) terhadap variabel dependen (Perilaku Hemat), maka digunakan analisis regresi berganda yang secara rinci dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 8. Hasil Perhitungan Regresi Berganda
Variabel Koefisien t Sig.
α (Constant) 1,689 3,542 0,001
(X1) Faktor Personal 0,408 3,744 0,000
(X2) Lingkungan Non Fisik 0,217 2,184 0,031 (X3) Lingkungan Fisik -0,095 -1,105 0,272 Sumber : Data primer yang diolah, 2017
Koefisien regresi variabel personal (X1) sebesar 0,408. Koefisien bernilai positif artinya ada pengaruh positif personal terhadap perilaku hemat. Apabila indikator variabel personal seperti keyakinan, ekpektasi, sikap dan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan mahasiswa ditingkatkan, maka itu juga akan meningkatkan perilaku hemat mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana. Variabel personal memiliki nilai signifikansi sebesar 0,001 dan menunjukkan lebih kecil dari nilai alpha sebesar 0,05, dengan demikian hipotesis
19 pertama diterima, artinya personal berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku hemat mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana.
Koefisien regresi variabel lingkungan non fisik (X2) sebesar 0,217 sehingga memiliki arti bahwa adanya pengaruh yang positif lingkungan non fisik terhadap perilaku hemat.
Variabel lingkungan non fisik mempunyai nilai signifikansi di bawah nilai alpha 0,05 yaitu 0,031. Hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis kedua diterima, artinya lingkungan non fisik berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku hemat mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana.
Koefisien regresi Variabel Lingkungan Fisik (X3) sebesar 0,095 dan bernilai negatif sehingga berarti adanya hubungan tidak searah antara lingkungan fisik dan perilaku hemat.
Selain itu, Variabel Lingkungan Fisik memiliki nilai signifikansi sebesar 0,272 dan menunjukkan lebih besar dari nilai alpha 0,05, dengan demikian hipotesis ketiga ditolak, artinya lingkungan fisik tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku hemat mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana.
Pembahasan
Hasil statistik deskriptif menunjukkan nilai mean variabel perilaku hemat mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana sebesar 3,76 dengan nilai standar deviasinya sebesar 0,95. Angka tersebut terletak pada interval jawaban 3,41 - 4,20 yang berarti bahwa para mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana yang menjadi responden peneliti memiliki tingkat perilaku hemat yang tinggi. Perilaku hemat adalah tindakan sukarela untuk mengurangi keinginan dan niatan menuju kebijaksanaan dalam konsumsi (Jeurissen & van de Ven, dalam Puente-Díaz & Arroyo, 2015). Perilaku hemat adalah antagonis terhadap konsumerisme, gaya hidup masyarakat modern yang lazim, terutama yang ada di dunia industri (Tapia-Fonllem et al, 2013). Perilaku hemat menyiratkan penurunan konsumsi produk secara sukarela dan cara hidup yang sederhana (Iwata, dalam Corral-Verdugo, et al.
2016.) Dalam hal ini, mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana yang menjadi responden peneliti membatasi pengeluaran uang saku atau mengutamakan kebutuhan primer daripada membeli dari hal-hal yang kurang penting dan menerapkan cara hidup yang sederhana.
Berdasarkan hasil perhitungan regresi berganda, pada hipotesis pertama ditemukan bahwa faktor Personal berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku hemat pada mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana. Hal ini dapat dilihat dari tabel 7 yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi yaitu 0,001 < 0,05. Artinya semakin tinggi faktor
20 Personal, maka akan semakin tinggi pula Perilaku Hemat pada mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana. Hal ini diduga bahwa secara personal, mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana telah memiliki sikap dan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan yang baik sehingga dapat menerapkan perilaku hemat dalam kesehariannya. Selain itu, mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana memiliki ekspektasi dan keyakinan bahwa berperilaku hemat merupakan suatu hal yang baik dan berguna terutama di masa yang akan datang, sehingga mendorong para mahasiswa untuk berperilaku hemat. Hasil Penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya dari Puente-Díaz & Arroyo (2015) yang menemukan bahwa dimensi personal memiliki pengaruh terhadap perilaku hemat, dan penelitian Pepper, Jackson & Uzzell (2009) yang menemukan bahwa perilaku konsumen yang hemat terutama berkaitan dengan sikap personal.
Hasil pengujian hipotesis dua menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan lingkungan non fisik terhadap perilaku hemat. Variabel lingkungan non fisik mempunyai nilai signifikansi di bawah nilai alpha 0,05 yaitu 0,031. Artinya semakin tinggi faktor lingkungan non fisik, maka akan semakin tinggi pula Perilaku Hemat pada mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana. Lingkungan non fisik atau lingkungan sosial dapat berupa keluarga, teman sebaya, dan pengaruh lingkungan sekitar atau masyarakat (Walgito, 2004).
Pengaruh yang positif dan signifikan lingkungan non fisik terhadap perilaku hemat diduga karena sebagian besar uang saku responden bersumber dari orang tua, yang memberi uang saku kepada mahasiswa dalam batasan yang wajar, sehingga memiliki pengaruh dominan pada mahasiswa untuk mengatur keuangannya dengan hemat. Selain itu sebagian besar responden adalah mahasiswa perantauan yang menyewa kamar kos/kontrak, sehingga memiliki teman pergaulan dan lingkungan sekitar yang juga cenderung berperilaku hemat dan memiliki pengaruh terhadap perilaku hemat responden. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Ulfah (2012) yang menemukan bahwa lingkungan non fisik memiliki pengaruh terhadap perilaku remaja SMK di Yogyakarta.
Hasil pengujian hipotesis tiga menunjukkan pengaruh variabel lingkungan fisik tidak siginifikan terhadap perilaku hemat dalam penelitian dan tidak sesuai dengan hipotesis peneliti. Lingkungan fisik dapat berupa sarana fisik dan obyek fisik di sekitar individu (Walgito, 2004). Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian Kamarulzaman et al (2011) yang menemukan bahwa lingkungan fisik kerja mempengaruhi perilaku pekerja. Adanya pengaruh yang tidak signifikan lingkungan fisik terhadap perilaku hemat diduga karena sebagian besar responden adalah mahasiswa perantauan yang menyewa kamar kos/kontrak,
21 sehingga mereka lebih memilih untuk menghemat pengeluarannya daripada terpengaruh oleh situasi lingkungan fisik.
PENUTUP Simpulan
Berdasarkan pada pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Faktor personal berpengaruh positif signifikan terhadap Perilaku Hemat pada mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana. Lingkungan Non Fisik berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku hemat pada mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana. Hal ini berarti semakin besar pengaruh faktor personal dan lingkungan non fisik, maka semakin meningkat Perilaku Hemat pada mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa Lingkungan Fisik tidak berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Hemat pada mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana.
Implikasi
Implikasi praktis dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi mahasiswa untuk meningkatkan perilaku hemat melalui faktor personal dalam pengelolaan keuangan yang baik, dan keluarga harus mendorong dan berperan menjadi panutan untuk mahasiswa hidup hemat. Implikasi teoritis dari penelitian ini untuk memperluas penerapan teori social cognitive di bidang keuangan.
Keterbatasan Penelitian dan Saran Penelitian Mendatang
Penelitian ini hanya menguji pengaruh satu arah faktor personal dan faktor lingkungan terhadap perilaku hemat. Pada penelitian mendatang diharapkan untuk menguji secara triadic reciprocality, sebagaimana asumsi Bandura yang menyatakan bahwa lingkungan, faktor personal dan perilaku saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Selain itu, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah convenience sampling atau non representative sampling sehingga hasil penelitian ini menjadi kurang representative.
Pada penelitian mendatang diharapkan untuk memakai teknik random sampling, agar hasil penelitian menjadi lebih memberi gambaran yang sebenarnya dan mewakili.