• Tidak ada hasil yang ditemukan

Usulan Alat Bantu Hitung Penerimaan Order Pada Perusahaan Home Industry PD. Tally

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Usulan Alat Bantu Hitung Penerimaan Order Pada Perusahaan Home Industry PD. Tally"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Usulan Alat Bantu Hitung Penerimaan Order Pada Perusahaan Home Industry PD. Tally

Nova Arsandi, Churiah Agustini Santoso.

Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Industri, Universitas Katolik Parahyangan Jl. Ciumbuleuit 94, Bandung 40141

Email: [email protected], [email protected]

Abstrak

PD. Tally merupakan perusahaan yang memproduksi 3 product family yaitu Twill Tape 3 cm, Twill Tape 4 cm, dan Twill Tape 5 cm. Perusahaan ini merupakan perusahaan make to order dan pesanan yang diterima untuk setiap item pada masing-masing family tidak pernah sama. Dalam pemenuhan permintaan dan kepuasan konsumen maka PD. Tally berusaha terus melakukan perbaikan pada setiap permasalahan yang terjadi. Pada saat ini perencanaan produksi perusahaan belum baik sehingga perusahaan belum dapat menentukan jadwal yang tepat yang dapat dijanjikan pada pelanggan. Desain produk yang sangat bervariasi itu membuat perusahaan mengalami kesulitan dalam pembuatan perencanaan produksi sehingga digunakan alat bantu hitung penerimaan order untuk membantu pengambilan keputusan. Alat bantu ini merupakan suatu sistem yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan pada keadaan dimana ada perubahan data yang sangat dinamis. Untuk membuat alat bantu hitung penerimaan order diperlukan input, database, modelbase, dan terdapat outputnya. Input yang digunakan adalah permintaan pelanggan yang selalu berubah-ubah.

Adapun database yang digunakan adalah Routing Files, Work Center Master Files, dan Bill of Material.

Modelbase yang digunakan yaitu Master Production Schedule (MPS), Rough Cut Capacity Planning (RCCP), Material Requirement Planning (MRP), dan Capacity Requirement Planning (CRP). Pada sistem ini diperoleh output akhir berupa waktu penyelesaian order yang dapat dijanjikan perusahaan pada pelanggan.

Kata kunci: master production scedulle, rough cut capacity planning, material requirement planning, capacity requirement planning, production batch.

Pendahuluan

Pada umumnya perusahaan memiliki jumlah permintaan yang tidak pasti pada setiap periodenya. Ini disebabkan permintaan dari konsumen yang berfluktuatif dari waktu ke waktu karena banyak faktor yang mempengaruhi. Permintaan terhadap suatu produk bisa terus meningkat dibulan tertentu atau bisa juga menurun secara drastis di suatu bulan yang lain. Dengan adanya perencanaan produksi, kerugian yang dialami perusahaan karena produk yang diproduksi terlalu banyak atau bahkan terlalu sedikit bisa diminimalisasi dengan mengefisiensi jumlah produk yang diproduksi setiap periodenya. Dalam melakukan perencanaan produksi suatu perusahaan, dibutuhkan suatu sistem yang dapat mengelola kegiatan produksi dengan baik.

Pengelolaan yang baik dari suatu sistem dapat membuat perusahaan dapat memproduksi produknya dengan efektif dan efisien. Perusahaan PD. Tally merupakan perusahaan yang ingin mengembangkan usahanya. Perusahaan PD. Tally ini memproduksi beberapa jenis produk tali.

Permasalahan yang ada pada perusahaan PD.

Tally adalah keterlambatan dalam penyelesaian order. Hal tersebut tidak akan terjadi jika perusahaan tersebut memiliki perencanaan produksi yang baik, karena itu perusahaan PD. Tally memerlukan sebuah sistem untuk dapat membuat produksinya lebih efektif dan efisien.

Perusahaan PD. Tally memiliki jumlah order yang cukup besar dalam sekali pesanan dan pesanan tersebut memiliki due date yang sangat singkat. Jumlah order yang cukup banyak dengan due date yang singkat menjadi tantangan bagi perusahaan PD. Tally untuk memenuhi pesanan tersebut dengan tepat waktu. Setelah penelitian yang dilakukan dengan metode wawancara yang dilakukan kepada pemilik perusahaan PD. Tally, masalah yang dimiliki perusahaan PD. Tally ini adalah keterlambatan dalam penyelesaian order.

Produk-produk yang memiliki permasalahan tersebut adalah pada product family tali Twill Tape 5 cm, Twill Tape 4 cm, dan Twill Tape 3 cm.

Permasalahan tersebut dapat dilihat pada bukti pesanan yang diterima oleh perusahaan satu tahun terakhir yang tertera pada Tabel 1.

Pada Tabel I.1 dapat dilihat bahwa dalam satu

(2)

tahun terakhir ini pesanan product family Twill Tape 5 cm, Twill Tape 4 cm, dan Twill Tape 3 cm yang datang tidak dapat diselesaikan pada batas waktu yang ditentukan konsumen.

Tabel I.1 Produksi yang dilakukan PD. Tally

Tgl. Produk

Banyak Orderan (meter)

Due Date (hari)

Penyele saian order (hari) 10/10

/2015

Twill Tape

5 cm 25000 7 28

10/10 /2015

Twill Tape

4 cm 30000 7 28

16/11 /2015

Twill Tape

4 cm 40000 30 50

16/11 /2015

Twill Tape

5 cm 5000 30 30

16/11 /2015

Twill Tape

3 cm 5000 30 30

10/02 /2016

Twill Tape

3 cm 15000 21 33

10/02 /2016

Twill Tape

4 cm 50000 21 33

Permasalahan keterlambatan penyelesaian order yang terjadi pada perusahaan memiliki beberapa penyebab atau akar masalah. Akar masalah tersebut adalah kapasitas produksi yang tidak maksimal dan pemberian janji waktu penyelesaian yang salah. Kapasitas produksi yang dilakukan perusahaan selama proses produksi tidak maksimal dikarenakan perusahaan tidak memanfaatkan waktu dengan baik.

Perusahaan belum memiliki sistem perencanaan produksi yang baik sehingga perusahaan sulit untuk menentukan jam kerja atau waktu produksi yang sesuai untuk memproduksi produk sesuai pada waktu yang ditentukan pelanggan. Perusahaan juga selalu memberikan janji waktu penyelesaian pesanan yang salah. Perusahaan memberikan janji waktu penyelesaian yang salah diakibatkan karena perusahaan tidak memiliki sistem penjadwalan produksi yang dapat menghitung kapan pesanan akan selesai.

Perusahaan PD. Tally sangat memerlukan sistem penjadwalan produksi yang dapat memberitahu perusahaan kapan pesanan akan selesai serta dapat meminimasi keterlambatan penyelesaian pesanan.

Penjadwalan produksi yang dipakai menggunakan Master Production Schedule (MPS), Material Requirement Planning (MRP), dan Capacity Requirement Planning (CRP).

Penggunaan model ini digunakan untuk

melihat keadaan lantai produksi yang sedang dijalankan perusahaan saat ini. MPS digunakan sebagai model perencanaan kapan dan berapa banyak material harus diproduksi pada waktu tertentu untuk memenuhi pesanan tepat pada waktunya. MRP digunakan untuk membantu perusahaan untuk mengetahui kapan waktu pemesanan bahan baku yang baik, karena bahan baku merupakan sumber yang penting untuk memproduksi suatu produk. CRP digunakan untuk melihat apakah perencanaan yang dijadwalkan oleh MRP dapat dipenuhi dengan kapasitas yang ada.

Dengan menggunakan MPS, MRP, dan CRP, diharapkan perusahaan dapat menyelesaikan order tepat pada waktunya serta dapat memberi tahu pelanggan waktu penyelesaian order secara tepat. Pembuatan model ini dibantu dengan alat bantu hitung penerimaan order digunakan sebagai alat untuk membantu pengambil keputusan untuk membuat jadwal produksi dari MPS, MRP, dan CRP. Alat bantu ini dapat digunakan secara otomatis oleh pengambil keputusan dan mempermudah pengambil keputusan untuk membuat jadwal produksi dari permintaan pelanggan yang dinamis serta memberikan proses perhitungan yang cepat.

Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pengumpulan data mengenai sistem perencanaan produksi awal di PD. Tally, tahap kedua adalah pembuatan sistem usulan untuk sistem perencanaan produksi, dan tahap ketiga adalah perancangan alat bantu hitung penerimaan order

Pengumpulan data awal di PD. Tally meliputi pengumpulan data setup time, run time, batch size, Bill of Material, dan jam kerja.

Dari data ini dapat dihitung kapasitas produksi awal. Dari perhitungan ini diharapkan data yang dimiliki sudah valid dan sesuai dengan kondisi sesungguhnya. Hal ini dilakukan agar usulan yang akan dibuat juga sesuai dengan kondisi nyata sehingga dapat diaplikasikan.

Tahap kedua adalah perancangan usulan sistem perencanaan produksi. Perancangan usulan ini akan dilakukan menggunakan empat buah model, yaitu perhitungan master production schedulle, rough cut capacity planning, material requirement planning, dan capacity requirement planning.

(3)

Tahap ketiga adalah perancangan alat bantu hitung penerimaan order. Alat bantu ini mencakup input, proses, dan output. Input dan output dari alat bantu ini akan dijelaskan pada bagian selanjutnya. Sedangkan proses di dalam alat bantu ini adalah model MPS, RCCP, MRP, dan CRP.

Hasil dan Pembahasan

Pengumpulan data pertama adalah pengumpulan data waktu produksi dan batchsize. Data tersebut didapatkan dari hasil wawancara dan observasi. Data tersebut dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Routing files

ROUTING FILES

Part

Work Center

Setup Time/L ot (menit)

Run Time (menit /m)

Batch Size

(m) Twill

Tape 3 cm, Twill

Tape 4 cm, Twill

Tape 5 cm

1 120 0,084 120000

2 60 0,42 10.285

3 60 0,21 6.857

Pengumpulan data kedua adalah data leadtime dan pengolahan data order point.

Data tersebut akan diolah menjadi data Master Record Files yang disimpan dalam database sehingga perusahaan dapat memperbaharui data dengan mudah jika ada perubahan. Untuk mendapatkan data order point, dibutuhkan data Bill of Material (BOM) untuk mengetahui jumlah bahan baku yang dibutuhkan per satuan produk. Data BOM dapat dilihat pada Tabel 4. Selain data BOM, dibutuhkan juga jumlah kapasitas per hari di tiap workcenter.

Menurut Cachon dan Christian (2013), rumus kapasitas produksi di setiap work center adalah sebagai berikut:

𝐶𝑎𝑝𝑎𝑐𝑖𝑡𝑦 = 𝐵𝑎𝑡𝑐ℎ𝑠𝑖𝑧𝑒

𝑆𝑒𝑡𝑢𝑝 𝑡𝑖𝑚𝑒 + 𝐵𝑎𝑡𝑐ℎ𝑠𝑖𝑧𝑒 ∗ 𝑅𝑢𝑛 𝑇𝑖𝑚𝑒

Pers.1 Tabel kapasitas di tiap work center dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Kapasitas produksi di tiap work center

Capacity WC1 WC2 WC3

m/menit 11,8 2,3 4,6

m/shift 4.941 986,3 1.920

m/hari 14.824 2.959 5.760

m/jam 705,88 140,90 274,29

Tabel 4. Bill of material

BILL OF MATERIAL Level Part

Qty/Parent

(meter) Description 0

Twill Tape

3 cm 1 Finish Good

1 Benang 428 Raw Material

0

Twill Tape

4 cm 1 Finish Good

1 Benang 571 Raw Material

0

Twill Tape

5 cm 1 Finish Good

1 Benang 713 Raw Material

Setelah data-data diatas terkumpul, maka order point dapat dihitung menggunakan rumus pada Pers. 2. Contoh perhitungan order point bahan baku dapat dilihat dibawah ini.

𝑂𝑟𝑑𝑒𝑟 𝑃𝑜𝑖𝑛𝑡

= 𝐿𝑒𝑎𝑑 𝑡𝑖𝑚𝑒 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑒𝑙𝑖𝑎𝑛 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘

∗ 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑘𝑎𝑛𝑝𝑒𝑟 𝑠𝑎𝑡𝑢 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘

∗ 𝑘𝑎𝑝𝑎𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑝𝑒𝑟 ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑤𝑜𝑟𝑘𝑐𝑒𝑛𝑡𝑒𝑟 1

Pers. 2 Data Order Point dan Lead Time dirangkum ke dalam tabel Master Record Files beserta dengan penentuan Lot Sizing. Tabel Master Record Files dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Master Record Files

MASTER RECORD FILES

Item

Order Quanti ty

Projected on Hand (POH)

LT (days)

Order Point (meter) Twill Tape

3 cm LFL

0

0 0

Twill Tape

4 cm LFL

0

0 0

Twill Tape

5 cm LFL

0

0 0

Benang untuk Twill Tape

3,4,5 cm LFL 52.845882 5 52.845.882

Jumlah jam kerja yang tersedia pada perusahaan PD. Tally dapat dilihat pada Tabel 6 di bawah ini. Data jumlah jam kerja

(4)

didapatkan melakui metode wawancara kepada kepala produksi perusahaan PD. Tally.

Tabel 6. Jumlah Jam Kerja Perusahaan

Pengolahan data pertama adalah pembuatan input awal. Input awal adalah input pemesan yang direcord ke dalam database dan input pesanan. Input pemesan, database pemesan, dan input pesanan dapat dilihat pada Tabel 7, Tabel 8, dan Tabel 9.

Tabel 7. Input pemesan Nama Pelanggan Alamat

No. Tlp Email

Tabel 8. Database pemesan

Nama Pelanggan Alamat No. Tlp Email Tabel 9. Input pesanan

Nama Pelanggan Jumlah Pesanan Jenis Pesanan

Tanggal&Bulan Pesanan Repeat Tanggal Pesanan Order Number

Pengolahan data kedua adalah pembuatan master production schedule (MPS) / production order (PO). Data ini dibuat sebenyak proses yang ada dalam pembuatan tiap produk yang diteliti. Contoh tabel untuk melihat customer order dapat dilihat pada Tabel 10.

Tabel 10. Production order Twill Tape 3 cm proses1 Production Order Twill Tape 3 Cm

Proses-1

Bulan November

Tanggal 1 2 3 4 5 6

Cust Order 10.000 15.000 0 0 0 0 Backlog 10.000 15.000 176 0 0 0 MPS 10.000 14.824 176 0 0 0

Backlog periode pertama pada Tabel 10 memiliki rumus yang berbeda dengan backlog pada periode berikutnya. Rumus Backlog pada periode pertama dan backlog pada periode berikutnya dapat dilihat pada Pers.3 dan Pers.4:

𝐵𝑎𝑐𝑘𝑙𝑜𝑔(1) = 𝐶𝑢𝑠𝑡𝑜𝑚𝑒𝑟 𝑜𝑟𝑑𝑒𝑟(1)

Pers. 3 𝐵𝑎𝑐𝑘𝑙𝑜𝑔(𝑛) = 𝐵𝑎𝑐𝑘𝑙𝑜𝑔(𝑛 − 1) − 𝑀𝑃𝑆(𝑛 − 1)

+ 𝐶𝑢𝑠𝑡𝑜𝑚𝑒𝑟 𝑜𝑟𝑑𝑒𝑟(𝑛)

Pers. 4 Rumus yang digunakan untuk menghitung MPS, berkaitan dengan kapasitas produksi per hari di setiap prosesnya. Terdapat dua buah rumus yang digunakan untuk menghitung MPS. Rumus tersebut dapat dilihat pada Pers.

5 dan Pers. 6

Jika backlog(n)> Kapasitas per hari, maka:

𝑀𝑃𝑆 = 𝐾𝑎𝑝𝑎𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑝𝑒𝑟 ℎ𝑎𝑟𝑖

Pers. 5 Jika backlog(n)<= Kapasitas per hari, maka :

𝑀𝑃𝑆 = 𝐵𝑎𝑐𝑘𝑙𝑜𝑔

Pers. 6 Langkah selanjutnya adalah pembuatan data waktu berupa tanggal penyelesaian suatu customer order. Data tersebut dapat dilihat pada Tabel 11.

Tabel 11. Tanggal penyelesaian Twill Tape 3 cm Proses-1 fam product 3

tgl masuk 1 2 3 4 5 6

Starting

date 1,00 2,00

3,0 1

4,0 0

5,0 0

6,0 0 Processing

time (days) 0,67 1,01 0,0

0 0,0

0 0,0

0 0,0

0

tgl selesai 1,67 3,01 3,0

1 4,0

0 5,0

0 6,0

0

tgl selesai 1 1 3 - - - -

demand 10.000 15.000 0 0 0 0

sisa kapasitas di hari terakhir

(jam) 6,83 20,75

20, 75

21, 00

21, 00

21, 00

Tanggal masuk dan jumlah demand pada Tabel 11 didapatkan dengan melihat customer order dan periode pada Tabel 10. Pada Tabel 11 juga terdapat data jika terdapat demand yang masuk, demand tersebut dapat dikerjakan pada tanggal berapa. Data tersebut didapatkan dengan rumus sebagai berikut:

𝑆𝑡𝑎𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔 𝐷𝑎𝑡𝑒 (1) = 𝑇𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘 1 (1) Pers. 7 Untuk periode kedua dan selanjutnya, rumus yang digunakan untuk mendapatkan

Hari kerja:

Banyak shift per hari : 3 Jumlah jam kerja per shift : 7 Banyak hari kerja per minggu : 5 Jumlah jam kerja per hari : 21

ADD

ADD

(5)

tanggal produk dapat dapat dilihat pada Pers.

8 dan Pers. 9.

Jika tanggal masuk 1 (n) <= tanggal selesai (n-1), maka:

𝑆𝑡𝑎𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔 𝐷𝑎𝑡𝑒 (𝑛) = 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙 𝑠𝑒𝑙𝑒𝑠𝑎𝑖 (𝑛 − 1) Pers. 8 Jika tanggal masuk 1 (n) > tanggal selesai (n-1), maka:

𝑆𝑡𝑎𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔 𝐷𝑎𝑡𝑒 (𝑛) = 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘 1 (𝑛) Pers. 9 Rumus yang digunakan untuk menghitung lama hari pada Tabel 11 dapat dilihat pada Pers. 10.

𝐿𝑎𝑚𝑎 𝐻𝑎𝑟𝑖 = 𝐷𝑒𝑚𝑎𝑛𝑑 𝐾𝑎𝑝𝑎𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑝𝑒𝑟 ℎ𝑎𝑟𝑖

Pers. 10 Rumus tanggal selesai pada Tabel 11 dapat dilihat pada Pers. 11.

𝑇𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙 𝑠𝑒𝑙𝑒𝑠𝑎𝑖 (𝑛) = 𝑆𝑡𝑎𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔 𝐷𝑎𝑡𝑒(𝑛) + 𝑙𝑎𝑚𝑎 ℎ𝑎𝑟𝑖(𝑛) Pers. 11 Sisa kapasitas di hari terakhir pada Tabel 11 digunakan untuk melihat jumlah kapasitas yang masih tersedia jika terdapat produk lain yang akan dikerjakan di hari yang sama.

Rumus sisa kapasitas di hari terakhir dapat dilihat pada Pers.12.

𝑆𝑖𝑠𝑎 𝑘𝑎𝑝𝑎𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑑𝑖 ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑡𝑒𝑟𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 𝑝𝑒𝑟 ℎ𝑎𝑟𝑖 − ( 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙 𝑠𝑒𝑙𝑒𝑠𝑎𝑖 −

𝑟𝑜𝑢𝑛𝑑𝑑𝑜𝑤𝑛(𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙 𝑠𝑒𝑙𝑒𝑠𝑎𝑖) ) ∗ 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 𝑝𝑒𝑟 ℎ𝑎𝑟𝑖

Pers. 12 Pebuatan PO untuk proses 2 dan 3 memiliki langkah yang sama seperti pembuatan PO proses 1. Setelah pembuatan produk 3 selesai, dibuatlah tanggal penyelesaian order. Data tanggal penyelesaian order untuk Twill Tape 3 cm dapat dilihat pada Tabel 12.

Tabel 12. Tanggal penyelesaian order Twill Tape 3 Penyelesaian Order Twill Tape 3 cm

Tanggal 1 2 3 4 5 6

Demand 10.000 15.000 0 0 0 0 Tgl. selesai 6,98 12,92 - - - - Tgl. siap order 7 13 - - - - Data tanggal selesai didapatkan dengan rumus pada Pers. 13. Sedangkan data tanggal siap order didapatkan dengan rumus pada Pers. 14.

𝑇𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙 𝑠𝑒𝑙𝑒𝑠𝑎𝑖 = 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙 𝑠𝑒𝑙𝑒𝑠𝑎𝑖 𝑝𝑟𝑜𝑠𝑒𝑠 3 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 𝑖 + 𝑠𝑒𝑡𝑢𝑝 𝑡𝑖𝑚𝑒 𝑝𝑟𝑜𝑠𝑒𝑠 1

+ 𝑠𝑒𝑡𝑢𝑝 𝑡𝑖𝑚𝑒 𝑝𝑟𝑜𝑠𝑒𝑠 2 +

Pers. 13

𝑇𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙 𝑠𝑖𝑎𝑝 𝑜𝑟𝑑𝑒𝑟 = 1 + 𝑅𝑜𝑢𝑛𝑑𝑑𝑜𝑤𝑛(𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙 𝑠𝑒𝑙𝑒𝑠𝑎𝑖)

Pers. 14 Langkah selanjutnya adalah pembuatan PO untuk Twill Tape 4 cm proses 1, 2, dan 3.

Pembuatan PO Twill Tape 4m proses 1 ini memiliki langkah yang sama dengan Twill Tape 3 cm proses 1. Contoh pembuatan PO Twill tape 4 cm proses 1 dapat dilihat pada Tabel 13.

Tabel 13. Production order Twill Tape 4 cm proses1 Production Order TWILL TAPE 4 CM Proses-1

Bulan Nov

Tanggal 1 2 3 4

Cust Order 20.000 0 0 0

Backlog 20.000 15.176 15.176 529

MPS 4.824 0 14.647 529

Kapasitas

Tersedia 4.824 0 14.647 14824

Rumus yang digunakan untuk menghitung MPS pada product family Twill Tape 4 cm, berkaitan dengan kapasitas produksi yang tersedia di setiap prosesnya. Rumus kapasitas produksi yang tersedia pada periode (n) dapat dilihat pada Pers. 15.

𝐾𝑎𝑝𝑎𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑡𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎 𝑝𝑟𝑜𝑠𝑒𝑠 1(𝑛)

= 𝐾𝑎𝑝𝑎𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑟 ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑟𝑜𝑠1

− 𝑀𝑃𝑆(𝑛)𝑇𝑤𝑖𝑙𝑙 𝑇𝑎𝑝𝑒 3 𝑐𝑚 𝑝𝑟𝑜𝑠1

Pers. 15 Setelah perhitungan PO) Twill Tape 4 cm proses-1 selesai, langkah selanjutnya adalah pembuatan data tanggal penyelesaian suatu customer order. Data tersebut dapat dilihat pada Tabel 14.

Tabel 14 Tanggal penyelesaian Twill Tape 4 cm proses1

fam product 4

tgl masuk 1 1 2 3 4

Starting Date 1,67 4,03 4,03 4,03

tgl selesai 4,03 4,03 4,03 4,03

tgl selesai 1 4 - - -

demand 20.000 0 0 0

sisa kapasitas di

hari terakhir (jam) 20,44 20,44 20,44 20,44

Tanggal selesai akan jumlah MPS sampai sejumlah demand menggunakan rumus pada Pers. 16 dan Pers.17.

𝑑𝑒𝑚𝑎𝑛𝑑 = ∑ 𝑀𝑃𝑆

𝑠𝑡𝑎𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔 𝑑𝑎𝑡𝑒

𝑛

Pers. 16

(6)

𝑇𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙 𝑠𝑒𝑙𝑒𝑠𝑎𝑖 = 𝑛 + 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑀𝑃𝑆(𝑛)

𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑝𝑎𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑝𝑒𝑟 ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑟𝑜𝑠𝑒𝑠 𝑖 Pers. 17 Langkah selanjutnya adalah proses pembuatan PO Twill Tape 4 cm proses 2 dan 3, serta tanggal penyelesaian di setiap prosesnya. Data PO Twill Tape 4 cm proses 2 dapat dilihat pada Tabel 15. Data tanggal penyelesaian Twill Tape 4 cm proses 2 dapat dilihat pada Tabel 16.

Tabel 15. Production order Twill Tape 4 cm proses2 Production Order TWILL TAPE 4 CM

Proses-2

Bulan Nov

Tanggal 1 2 3 4 5 6

sisa kapasitas dari

proses 1 (jam) 21 21 21 20,4

4 21 21

sisa kapasitas dari proses 1(meter)

295 9

295 9

295 9 2881

29 59 2959

MPS 0 0 0 0 0 0

Demand 0 0 0

20.0

00 0 0

Backlog 0 0 0

20.0 00

20.

00 0

20.00 0 Kapasitas Tersedia

dari produk 3

1.9

96 0 35 0 0 0

Kapasitas Tersedia Keseluruhan

1.9

96 0 35 0 0 0

Sisa kapasitas dari proses-1 pada Tabel 15 merupakan kapasitas yang masih tersedia dilihat dari sisa waktu. Data kapasitas tersedia dari produk 3 didapatkan dengan rumus pada Pers. 18.

𝐾𝑎𝑝𝑎𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑇𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 3 =

𝐾𝑎𝑝𝑎𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑟 ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑟𝑜𝑠𝑒𝑠 2 − 𝑀𝑃𝑆(𝑛)𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 3

Pers. 18 Tabel 16. Tanggal penyelesaian Twill Tape 4 cm Proses2

fam product 4

tgl masuk 2 1 2 3 4 5

tgl masuk 1 2 3 4,03 5

Starting date 1 2 3 4,03 16,13

tgl selesai 1 2 3 16,13 16,13

tgl selesai 2 - - - 16 -

demand 0 0 0 20.000 0

sisa kapasitas di

hari terakhir (jam) 21 21 21 18,22 18,22

Pengerjaan PO twill Tape 4 cm proses 3 dan tanggal penyelesaiannya memiliki langkah yang sama dengan pembuatan PO Twill Tape 4 cm proses 2. Data tersebut dapat dilihat pada Tabel 17 dan Tabel 18.

Tabel 17. Production order Twill Tape 4 cm Proses3

Production Order TWILL TAPE 4 CM

Proses-3

Bulan Nov

Tanggal 15 16 17 18 19 20

sisa kapasitas dari proses 2

(jam) 0,00 2,21 21,00 21,00 21,0

0 21,0

0 sisa

kapasitas dari proses

2(meter) 0 606 5760 5760 5760 5760

MPS 0 606 5.760 5.760

5.76 0

2.11 4

Demand 0

20.00

0 0 0 0 0

Backlog 0

20.00 0

19.39 4

13.63 4

7.87 4

2.11 4 Kapasita

s Tersedia dari produk 3

5.76

0 5.760 5.760 5.760 5.76

0 5.76

0

Tabel 18.Tanggal penyelesaian Twill Tape 4 cm proses3 fam product 4

tgl masuk 3 12 13 14 15 16 17

tgl masuk 12 13 14 15 16,89 17

Starting date 12 13 14 15 16,89 20,37 tgl selesai 12 13 14, 15 20,37 20,37

tgl selesai 3 - - - - 20 -

demand 0 0 0 0 20.000 0

sisa kapasitas di

hari terakhir (jam) 21 21 21 21 13,29 13,29

Setelah Production Order untuk Twill Tape 4 cm selesai, langkah selanjutnya adalah pembuatan tanggal penyelesaian order Twill Tape 4 cm. Data ini diperlukan untuk melihat output akhir berupa tanggal penyelesaian order suatu customer order. Langkah dan cara pembuatan tanggal penyelesaian untuk Twill Tape 4 cm sama dengan pembuatan tanggal penyelesaian Twill Tape 3 cm. Data tanggal penyelesaian order untuk Twill Tape 4 cm dapat dilihat pada Tabel 19.

Tabel 19. Tanggal penyelesaian order Twill Tape 4 cm Penyelesaian Order Twill Tape 4 cm

Tanggal 1 2 3 4 5 6

Demand 20.000 0 0 0 0 0

selesai (tgl) 20,56 - - - - -

siap order 21 - - - - -

Seperti pada pembuatan PO untuk Twill tape 3 cm dan Twill Tape 4 cm, pembuatan PO untuk Twill Tape 5 cm proses-1 memiliki

(7)

langkah pengerjaan yang sama.

Perbedaannya terdapat dalam jumlah kapasitas untuk mengitung MPS. Contoh pengerjaan PO Twill Tape 5 cm pada proses-1 dapat dilihat pada Tabel 20.

Tabel 20. Production order Twill Tape 5 cm proses1 Production Order TWILL TAPE 5 CM

Proses-1

Bulan Nov

Tgl. 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Cust

Order 0 0 0 0 10.

000 0

15.

000 0 0

Backl

og 0 0 0 0 10.

000 0

15.

000 176 0

MPS 0 0 0 0 10.

000 0

14.

824 176 0 Terse

dia 0 0 0 14.

294 14.

824 14.

824 14.

824 14.

824 14.

824

Rumus kapasitas produksi yang tersedia pada periode (n) dapat dilihat pada Pers. 19.

𝐾𝑎𝑝𝑎𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑡𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎 𝑝𝑟𝑜𝑠𝑒𝑠 1(𝑛)

= 𝐾𝑎𝑝𝑎𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑟 ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑟𝑜𝑠1

− 𝑀𝑃𝑆(𝑛)𝑇𝑤𝑖𝑙𝑙 𝑇𝑎𝑝𝑒 3 𝑐𝑚 𝑝𝑟𝑜𝑠1

− 𝑀𝑃𝑆(𝑛)𝑇𝑤𝑖𝑙𝑙 𝑇𝑎𝑝𝑒 4 𝑐𝑚 𝑝𝑟𝑜𝑠1

Pers. 19 Tanggal penyelesaian Twill Tape 5 cm proses 1 dapat dilihat pada Tabel 21.

Tabel 21. Tanggal penyelesaian Twill Tape 5 cm proses1 fam

product 5

tgl masuk 1 1 2 3 4 5 6 7

Starting Date

4,0

4 2 3 4 5 6 7

tgl selesai 1 2 3 4 5 6

8,0 1 tgl selesai

1 - - - - 5 - 8

demand 0 0 0 0

10.0 00 0

15.

000 sisa

kapasitas di hari terakhir

(jam) 21 21 21 21 21 21

20, 75

PO twill Tape 5 cm proses 2 dan 3 memiliki cara yang sama seperti pembuatan PO Twill Tape 4 cm. Begitu pun dengan pembuatan data tanggal penyelesaian di tiap proses. Tanggal penyelesaian keseluruhan untuk produk Twill Tape 5 cm dapat dilihat pada Tabel 22.

Tabel 22. Tanggal penyelesaian order Twill Tape 5 cm Penyelesaian Order Twill Tape 5 cm

Tanggal 1 2 3 4 5 6 7

Demand 0 0 0 0 10.000 0 15.000 selesai (tgl) - - - - 22,29 - 27,79 siap order - - - - 23 - 28

Setelah pembuatan MPS / PO untuk masing-masing product family dan masing- masing prosesnya, langkah selanjutnya adalah perekapan data PO tersebut. Contoh perekapan data PO dapat dilihat pada Tabel 23 sampai Tabel 25.

Tabel 23. Rekap PO proses-1 Boem Tanggal

Proses-1 1 2 3 4 5

MPS total

(m) 14.824 14.824 14.824 529 10.000

Tabel 24. Rekap PO proses-2

Rajut Tanggal

Proses-2 1 2 3 4 5

MPS total (m) 963 2.959 2.924 2.959 2.959

Tabel 25. Rekap PO proses-3 Packing Tanggal

Proses-3 5 6 7 8 9 10

MPS total (m) 5.448 4.552 0 0 0 5.048

Perhitungan untuk merekap data MPS dapat dilihat pada Pers. 20.

𝑀𝑃𝑆 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑝𝑟𝑜𝑠𝑒𝑠 𝑖(𝑛) = 𝑀𝑃𝑆(𝑛) 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 3 + 𝑀𝑃𝑆(𝑛) 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 4 + 𝑀𝑃𝑆(𝑛) 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 5

Pers. 20 Setelah perekapan PO, langkah selanjutnnya adalah perbandingan kapasitas.

Tujuan dibuatnya perbandingan ini adalah untuk melihat apakah kapasitas yang tersedia cukup untuk memenuhi kapasitas yang dibutuhkan. Maka dari itu perlu dihitung kapasitas tersedia yang dimiliki perusahaan saat ini, dan kapasitas yang dibutuhkan untuk masing-masing proses. Kapasitas tersedia yang dimiliki perusahaan dapat dihitung menggunakan rumus pada Pers. 21.

Sedangkan Rumus yang digunakan untuk menghitung kapasitas yang dibutuhkan di setiap periode dapat dilihat pada Pers. 22.

𝐴𝑣𝑎𝑖𝑙𝑎𝑏𝑙𝑒 𝐶𝑎𝑝𝑎𝑐𝑖𝑡𝑦 = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 𝑝𝑒𝑟 ℎ𝑎𝑟𝑖

∗ 60 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡

Pers. 21

(8)

𝑅𝑒𝑞𝑢𝑖𝑟𝑒𝑚𝑒𝑛𝑡 𝐶𝑎𝑝𝑎𝑐𝑖𝑡𝑦 𝑝𝑟𝑜𝑠𝑒𝑠 𝑖(𝑛)

= 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑀𝑃𝑆 𝑝𝑟𝑜𝑠𝑒𝑠 𝑖(𝑛)

∗ 𝑟𝑢𝑛 𝑡𝑖𝑚𝑒 𝑝𝑟𝑜𝑠𝑒𝑠 𝑖

Pers. 22 Tabel requirement capacity dapat dilihat pada Tabel 26. Data perbandingan kapasitas tersedia dan kapasitas yang dibutuhkan dapat dilihat pada Tabel 27 sampai Tabel 29.

Tabel 26. Requirement capacity Requirement Capacity

Proses Wakt

u Pros

es / m (mnt)

Periode

1 2 3 4

1 (Boem)

0,08

4 1245,2 1245,2 1245,2 44,5 2

(Rajut) 0,42 404,4 1242,7 1227,9 1242,7 3

(Packi

ng) 0,21 0 0 0 0

Tabel 27. Perbandingan kapasitas proses-1

Proses Boem Periode

1 2 3 4

Requirement Cap.

1245, 2

1245, 2

1245,

2 44,5 Available Cap. 1260 1260 1260 1260

Shortfall -14,8 -14,8 -14,8 - 1215,

5 Tabel 28. Perbandingan kapasitas proses-2

Proses Rajut Periode

1 2 3 4

Requirement

Cap. 404,4 1242, 7

1227, 9

1242, 7 Available Cap. 1260 1260 1260 1260

Shortfall -

855,6 -17,3 -32,1 -17,3 Tabel 29. Perbandingan kapasitas proses-3

Proses Packing Periode

1 2 3 4

Requirement Cap. 0 0 0 0

Available Cap. 1260 1260 1260 1260 Shortfall -1260 -1260 -1260 -1260 Perhitungan shortfall pada Tabel 27 sampai Tabel 29 didapatkan dengan rumus pada Pers.

23.

𝑆ℎ𝑜𝑟𝑡𝑓𝑎𝑙𝑙 (𝑛) = 𝑅𝑒𝑞𝑢𝑖𝑟𝑒𝑚𝑒𝑛𝑡 𝐶𝑎𝑝𝑎𝑐𝑖𝑡𝑦(𝑛)

− 𝐴𝑣𝑎𝑖𝑙𝑎𝑏𝑙𝑒 𝐶𝑎𝑝𝑎𝑐𝑖𝑡𝑦(𝑛) Pers. 23 Pembuatan MRP dilakukan setelah MPS valid. MRP dibuat untuk mengetahui

kebutuhan bahan baku yang diperlukan untuk membuat produk pada periode tertentu. Selain itu, MRP dibutuhkan untuk mengetahui waktu pesan bahan baku. Contoh MRP dapat dilihat pada Tabel 30 sampai Tabel 32.

Tabel 30. MRP Twill Tape 3 cm

Twill Tape 3 cm LFL LT= 0 hari SS= 0 meter

Bulan Nov

Tanggal 0 1 2 3 4 5 6

GR 10.000 14.824 176 0 0 0

SR

POH 0 0 0 0 0 0 0

PORC 10.000 14.824 176 0 0 0

PORL 10.000 14.824 176 0 0 0

Tabel 31. MRP Twill Tape 4 cm

Twill Tape 4 cm LFL LT= 0 hari SS= 0 meter

Bulan Nov

Tanggal 0 1 2 3 4 5 6

GR 4.824 0 14.647 529 0 0

SR

POH 0 0 0 0 0 0 0

PORC 4.824 0 14.647 529 0 0

PORL 4.824 0 14.647 529 0 0

Tabel 32. MRP Twill Tape 5 cm Twill Tape 5

cm LFL LT= 0 hari SS= 0 meter

Bulan Nov

Tanggal 3 4 5 6 7 8 9

GR 0 0 10.000 0 14.824 176 0

SR

POH 0 0 0 0 0 0 0

PORC 0 0 10.000 0 14.824 176 0 PORL 0 0 10.000 0 14.824 176 0

Tabel 33. MRP Bahan Baku Benang

Benan

g LFL

LT= 5

hari SS= OP = 52.845.882 meter

Bulan Nov

Tgl. 0 1 2 3 4

GR

7.034.23 5

6.344.47 1

8.439.00

0 302.294

SR

7.034.23 5

6.344.47 1

8.439.00

0 302.294

POH

52.845 .882

52.845.8 82

52.845.8 82

52.845.8 82

52.845.8 82

PORC

PORL 0

10.569.1

76 125.824 0

Untuk membuat MRP seperti pada Tabel 30 sampai Tabel 32 diperlukan data Bill of

(9)

Material. GR periode pertama didapatkan dengan rumus pada Pers. 24.

𝐺𝑅 𝑙𝑣. 0 (𝑛) = 𝑀𝑃𝑆 𝑙𝑣. 0 𝑝𝑟𝑜𝑠𝑒𝑠 1(𝑛)

Pers. 24 Perhitungan GR level 0 hanya menggunakan MPS pada proses-1 karena bahan baku benang hanya diproses pada proses-1 saja. SR (Scheduled Receipt) atau PORC (Planned Order Receipts) didapatkan dengan rumus pada Pers. 25. POH atau Projected on Hand merupakan data produk yang ada saat ini di perusahaan. PORL didapatkan dengan rumus pada Pers. 26. POH pada periode pertama dan selanjutnya tidak didapatkan dari Tabel 5. POH untuk periode berikutnya didapatkan dengan rumus pada Pers. 27.

𝑆𝑅 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑃𝑂𝑅𝐶(𝑛) = 𝐺𝑅(𝑛) − 𝑃𝑂𝐻(𝑛 − 1) + 𝑆𝑆 Pers. 25 𝑃𝑂𝑅𝐿(𝑛) = 𝑃𝑂𝑅𝐶(𝑛 + 𝐿𝑇)

Pers. 26 𝑃𝑂𝐻(𝑛) = 𝑃𝑂𝐻(𝑛 − 1) + 𝑃𝑂𝑅𝐶(𝑛) − 𝐺𝑅(𝑛)

Pers. 27 Perhitungan MRP untuk bahan baku pada Tabel 33, memiliki perhitungan yang berbeda dengan perhitungan MRP pada Bill of Material level 0. Perbedaannya terletak pada perhitungan GR. Pada MRP bahan baku, GR dihitung dengan rumus pada Pers. 28.

𝐺𝑅 𝑙𝑣. 1 (𝑛)

= ( 𝑃𝑂𝑅𝐿 𝑇𝑤𝑖𝑙𝑙 𝑇𝑎𝑝𝑒 3 𝑐𝑚(𝑛) ∗

𝑘𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑢 𝑝𝑒𝑟 1 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟 𝑇𝑤𝑖𝑙𝑙 𝑇𝑎𝑝𝑒 3 𝑐𝑚) + ( 𝑃𝑂𝑅𝐿 𝑇𝑤𝑖𝑙𝑙 𝑇𝑎𝑝𝑒 4 𝑐𝑚(𝑛) ∗

𝑘𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑢 𝑝𝑒𝑟 1 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟 𝑇𝑤𝑖𝑙𝑙 𝑇𝑎𝑝𝑒 4 𝑐𝑚) + ( 𝑃𝑂𝑅𝐿 𝑇𝑤𝑖𝑙𝑙 𝑇𝑎𝑝𝑒 5 𝑐𝑚(𝑛) ∗

𝑘𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑢 𝑝𝑒𝑟 1 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟 𝑇𝑤𝑖𝑙𝑙 𝑇𝑎𝑝𝑒 5 𝑐𝑚)

Pers. 28

Perancangan Alat Bantu Hitung Penerimaan Order

Perancangan usulan dari masalah yang dihadapi tidak hanya berhenti hingga perbaikan sistem dan pemberian usulan.

Perbaikan dilengkapi dengan perancangan alat bantu untuk membantu dalam perhitungan penerimaan order dan penyelesaian order

Output pada alat bantu hitung penerimaan order yang dirancang terdiri dari dua bagian utama, yaitu output report pesanan pelanggan dan output pemesanan bahan baku. Output pesanan pelanggan dan output pemesanan bahan baku dapat dilihat pada Tabel 34 dan Tabel 35.

Tabel 34. Output report pesanan pelanggan

Na ma Pela ngg an

Jumlah Pesan an (meter)

Tip e Pe sa na n

Tangg al&Bul an Pesan an

Tgl.

Pe san an

Order Numb er

Tgl.p enye lesai an

Tgl.

Siap Ord er

Jiale 20000 4 01-Nov 1 12345 20,5

6 21 Jiale 10000 3 01-Nov 1 12345 6,98 7 Mult

i 15000 3 02-Nov 2 2345

12,9 2 13

Jiale 10000 5 05-Nov 5 55555 22,2

9 23

Jiale 15000 5 07-Nov 7 6789 27,7

9 28

Tabel 35. Output pemesanan bahan baku

Bulan November

Tanggal 1 2 3 4 5 6

Jumlah Pesan

(meter) -

10.569.

176

125.8

24 - - -

Alat bantu hitung ini dibuat dengan bantuan basis Microsoft Excel Macro. Sistem ini dibuat dengan mengkaitkan semua model yang terdapat dalam alat bantu ini. Output report pesanan pelanggan didapatkkan dari proses pembuatan input, Production Order dan tanggal penyelesaiannya. Output pemesanan Bahan Baku didapatkan dari proses pembuatan MRP. Data dalam alat bantu hitung penerimaan order ini dibuat agar output yang dihasilkan akan muncul secara otomatis ketika operator memasukkan input pesanan pelanggan.

Alat bantu ini juga sangat cocok untuk perusahaan PD. Tally. Permintaan pelanggan yang sangat dinamis yang dirasakan perusahaan membuat perusahaan kesusahan dalam mengatur jadwal produksi. Permintaan pelanggan yang selalu berbeda-beda desain dan jumlahnya membuat perusahaan mengalami kesulitan. Alat bantu hitung penerimaan order dapat membantu perusahaan untuk membuat jadwal produksi yang akurat. Dengan alat bantu hitung penerimaan order, perusahaan diberikan kemudahan dalam melihat jadwal produksi untuk memproduksi pesanan pelanggan yang telah di-input.

Pembuatan alat bantu ini hanya dibuat dalam jangka waktu satu bulan. Pembuatan alat bantu hitung penerimaan order dalam jangka waktu satu bulan ini diperlukan untuk mencegah beberapa masalah yang mungkin terjadi. Masalah yang mungkin terjadi adalah file Microsoft Excel yang terlalu berat sehingga mengakibatkan proses perhitungan menjadi

(10)

lambat dan error. Selain itu, output yang dihasilkan oleh alat bantu ini menjadi tidak akurat dan sesuai dengan kenyataan karena kesalahan perhitungan karena terlalu panjangnya jangka waktu.

Jika hal tersebut terjadi, maka alat bantu hitung penerimaan order dapat dikatakan gagal dan tidak mencapai tujuan. Alat bantu hitung penerimaan order dirancangan agar dinamis dan mudah digunakan. Jika masalah tersebut muncul, maka alat bantu hitung penerimaan order yang dibuat menjadi tidak dinamis dan tidak mudah digunakan.

Pertimbangan resiko diatas menjadi acuan dasar dalam pembuatan alat bantu hitung penerimaan order hanya dalam jangka waktu satu bulan.

Kesimpulan

Pada sistem perencanaan produksi saat ini, Penyebab keterlambatan penyelesaian order pada perusahaan Home Industry PD.

Tally adalah tidak adanya sistem perencanaan produksi yang baik. Perencanaan produksi yang kurang baik yang dimiliki perusahaan membuat perusahaan mengalami keterhambatan dalam penyelesaian order.

Usulan perbaikan sistem penjadwalan produksi yang dapat diberikan dapat dilihat pada Gambar 1 berikut ini:

Gambar 1. Flowchart usulan perbaikan Sistem yang diusulkan dapat membantu perusahaan untuk melihat jadwal produksi sehingga perusahaan dapat membuat janji penyelesaian yang lebih tepat.

Daftar Pustaka

Baroto, Teguh (2002). Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Diunduh dari

http://www.mediafire.com/view/n7pf4 rp7dwzd1fh/1477_Perencanaan+da n+Pengendalian+Produksi.pdf) Cachon, Gerard, Terwiesch, Christian (2013).

Matching Supply with Demand.

McGraw-Hill Companies, Inc, New York.

Fogarty, Donald W., Blackstone, John H., Hoffman, Thomas R. (1991).

Production and Inventory Management. South Western Publishing, Cincinnati.

Gaspersz, Vincent (2004). Production Planning and Inventory Control. PT. Gramedia Pustaka Umum, Jakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Ketinggian bangunan menggunakan ketinggian 8 lantai, dengan pertimbangan privasi dan ketenagan para lansia, mengingat warga lansia yang sangat rentan terhadap fisik

PERSENTASE LUAS PERKEMBANGAN PERUMAHAN KOTA BANDA ACEH Dari gambar diagram diatas yang menjelaskan luas arah perkembangan kawasan permukiman pasca bencana tsunami pada

pada jalan Allah (sabilillah): Yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup

(2) Setiap orang atau badan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang tidak memenuhi syarat sebagai muzakki, dapat membayar infaq kepada Baitul Mal sesuai

Puji syukur ke hadirat Tuhan atas berkat, cinta kasih, dan kekuatan yang diberikan kepada penulis selama menuntut ilmu di Universitas Katolik Widya Mandala

4.30. Jika diperlukan, obat dan/atau bahan obat yang mempunyai persyaratan khusus harus disimpan di tempat terpisah dengan label yang jelas dan akses masuk

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, analisis data dan rumusan masalah yang ditetapkan, dapat disimpulkan bahwa 1) Kecerdasan logis matematis siswa dari keseluruha jumlah

Beatty (1989) melakukan penelitian dengan judul: Auditor reputations and the pricing of initial public offering, untuk menguji pengaruh beberapa variabel yaitu reputasi