• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA KAJIAN ACTIVITY SUPPORT PADA KOMPLEK ASIA MEGA MAS KOTA MEDAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISA KAJIAN ACTIVITY SUPPORT PADA KOMPLEK ASIA MEGA MAS KOTA MEDAN"

Copied!
113
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISA KAJIAN ACTIVITY SUPPORT PADA KOMPLEK ASIA MEGA MAS KOTA MEDAN

SKRIPSI

Oleh:

MUHAMMAD TIRMIDZI 120406093

DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2019

(2)

ANALISA KAJIAN ACTIVITY SUPPORT PADA KOMPLEK ASIA MEGA MAS KOTA MEDAN

SKRIPSI

Sebagai Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Oleh:

MUHAMMAD TIRIDZI 120406093

Dwira Nirfalini Aulia, Ir., MSc., Dr.

DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2019

(3)

PERNYATAAN

KAJIAN KARATERISTIK ACTIVITY SUPPORT PADA KORIDOR KOMPLEK ASIA MEGA MAS MEDAN

SKRIPSI

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah digunakan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka

Medan, 26 Maret 2019 Penulis,

Muhammad Tirmidzi

(4)
(5)

Tanggal Lulus : 26 Maret 2019 Telah diuji pada

Tanggal : 26 Maret 2019

Penguji Skripsi

Ketua Penguji : Dwira Nirfalini Aulia, Ir., Msc., Dr.

Anggota Penguji : 1. Devin Defriza Harisdani, ST., MT.

2. Hilma Tamiami, ST., M.sc., PhD

(6)
(7)

ABSTRACT

Perkembangan suatu kota berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi, soasial budaya, dari penduduk yang ada di dalamnya. Pertumbuhan ekonomi adalah faktor yang sangat dominan dalam pembangunan di segala bidang yang berdampak pada peningkatan kualitas fisik maupun non fisik

Aktivitas pendukung merupakan kegiatan penunjang yang menghubungkan dua atua lebih dari dari pusat kegiatan umum pada lingkungan kota, yang dapat berupa ruang terbuka atau bangunan yang peruntukan nya untuk kepentingan umum. Ruang terbuka umum bentukan fisik nya dapat berupa jalur pedestrian, kawasan pedagang kaki lima, parkir umum dan taman taman kota sejenis. Sedangkan yang berupa bangunan tertutup seperti : parkir di dalam bangunan, pusat jajan serba ada, kelompok pertokoan eceran dan sejenis.

Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk meneliti suatu aktivitas pendukung yang sangat berperan penting bagi pembentukan karakter komplek Asia Mega Mas dan sekitar nya.

Kata Kunci : Aktivitas Pendukung, Koridor

(8)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT yang melimpahkan kasih dan sayang kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan Skripsi ini. Penulisan Skripsi yang berjudul “KAJIAN KARATERISTIK ACTIVITY SUPPORT PADA KOMPLEK ASIA MEGA MAS MEDAN”. Maksud dari penyusunan skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh ujian sarjana pendidikan pada Fakultas Teknik Departemen Arsitektur di Sumatra Utara.

Dalam pengerjaan skripsi ini telah melibatkan banyak pihak yang sangat membantu dalam banyak hal. Oleh karena itu, disini penulis sampaikan rasa terimakasih sedalam-dalam nya kepada :

1. Ibu Dwira Nirfalini Aulia, Ir., Msc., Dr. Sebagai dosen pembimbing yang telah banyak memberikan waktu, dukungan, masukan, serta bimbingan dan memberi motivasi dari awal hingga akhir penulisa Skripsi ini.

2. Bapak Devin Defriza Harisdani, ST., MT sebagai dosen penguji yang telah banyak memberikan masukan, saran dan kritik.

3. Ibu Hilma Tamiami, ST., M.sc., PhD sebagai dosen penguji yang telah banyak memberikan masukan, saran dan kritik.

4. Para staff pengajar dan Pegawai Tata Usaha di lingkungan Fakultas Teknik Departemen Arsitektur USU.

5. Kepada kedua orang tua saya, ayah dan ibu saya yang telah mendukung saya dari awal hingga akhir, bersabar dengan segala kekurangan saya dan selalu mendoakan saya memotivasi saya dari awal proses hingga akhir.

(9)

6. Kepada seorang sahabat sekaligus pacar saya Taqiyyah Ulfah ang telah banyak membantu, memberi masukan, mendoakan, dan memotivasi saya dari awal hingga akhir.

7. kepada sahabat saya Edho radel Fitra, Diyo Akmal Nusya, Lutfi Srg dan para pejuang Marjo. Yang telah banyak membantu saya dalam proses pengerjaan skripsi ini dan telah sama sama berjuang hingga titik darah penghabisan.

8. Kepada gg. Ali yang telah menjadi tempat saya mengerakan tugas.

9. Kepada adik saya Nadya Nurul Sabrina yang telah membantu dan terus mendukung saya selama proses pengerjaan laporan

10. Dan kepada teman, saudara saya yang lain yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu

Akhir kata saya mengaharapkan saran dan kritikyang mebangun demi kesempurnaan penulisan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khusus nya di lingkungan departemen Arsitektur Universitas Sumatera Utara.

(10)

iii DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAKSI ………..i

KATA PENGANTAR ………...ii

DAFTAR ISI...iii

DAFTAR TABEL DAN CHART……...vii

DAFTAR GAMBAR...viii

BAB 1. PENDAHULUAN...1

1.1 Latar belakang...1

1.2 Rumusan Masalah...2

1.3 Batasan Penelitian...3

1.4 Maksud dan Tujuan...3

1.5 Manfaat Penelitian...3

1.6 Kerangka Berfikir...5

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA...6

2. 1 Pendukung Kegiatan...6

2. 1. 1. Pengertian Activity Support...7

2. 1. 2. Bentuk Activity Support ...8

2. 1. 3 Fungsi Activity Support...10

(11)

iv

2. 1. 4 Kriteria Desain Pendukung Kegiatan...11

2. 1. 5 Penerapan Desain Activity Support...11

2. 2 Pengertian Koridor...15

2. 3 Tinjauan Aktivitas Pada Koridor ...16

2. 4 Tinjauan Kegiatan Perdagangan...17

BAB 3. METODOLOGI PENELITIAN...18

3. 1 Jenis Penelitian...18

3. 2 Variabel Penelitian...19

3. 3 Metode Pengumpulan Data...22

3. 3. 1 Observasi...23

3. 3. 2 Survei...23

3. 3. 3 Wawancara...24

3. 3. 4 Kajian Literatur...24

3. 4 Kawasan Penelitian...25

3. 5 Metode Analisa Data...27

(12)

v

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN...28

4. 1 Gambaran Umum Komplek Asia Mega Mas...28

4. 1. 1 Sejarah Komplek Asia Mega Mas...29

4. 1. 2 Pembagian Wilayah Komplek Asia Mega Mas Berdasarkan Kegiatan ...30

4. 1. 3 Analisa Kegiatan yang Menunjang Aktivitas di Sekitar Wilayah Penelitian ...31

4. 2 Analisa Kawasan Penelitian ...35

4. 2. 1 Analisa Koridor...34

4. 3 Analisa Kegiatan Pada Pagi Hingga Siang Hari...39

4. 4 Analisa Kegiatan Pada Sore Hingga Malam Hari...42

4. 5 Activity Support Tetap...46

4. 5. 7 Analisa Pola Activity Support Tetap………...46

4. 6 Activity Perekonomian Activity Support Tetap ...49

4. 6. 1 Analis Kegiatan Warung Makan Pinggir Jalan ………….49

4. 6. 2 Analisa Kegiatan Warung Kopi (Café) …...55

4. 6. 3 Analisa Kegiatan Makanan Ringan ...57

4. 6. 4 Analisa Kegiatan Kios-Kios Pedagang Buah …...61

(13)

vi

4. 6. 5 Analisa Kegiatan Kios Penjual Pakaian …...64

4. 6. 6 Analisa Kegiatan Kios Pedagang Aksesoris Mainan dan CD ………67

4. 6. 7 Analisa Pedagang Buah Musiman...70

4. 7. Analisa Kegiatan Rekreasi Activity Support Tetap ………….….70

4. 8. Analisa Kegiatan Parkir ………....71

4. 9. Kegiatan Activity Support Temporer ………76

4. 10. Analisa Kegiatan Perekonomian Activity Support Temporer …..77

4. 10. 1. Analisa Kegiatan Pedagang Kaki Lima ………....77

4. 10. 2. Analisa Kegiatan Pedagang Buah Musiman ………...79

4. 10. 3. Analisa Kegiatan Pedagang Kartu Internet …………...80

4. 11. Analisa Kegiatan Rekreasi Activity Support Temporer …………82

4. 11. 1. Analisa Kegiatan Area Bermain Anak ………..82

4. 11. 2. Analisa Kegiatan Rekreasi Permainan Anak Keliling ...85

4. 11. 3. Analisa Kegiatan Keagaman ……….86

4. 12. Analisa Kegiatan Jasa Transportasi ……….87

(14)

vii BAB V

KESIMPULAN...89

5. 1 Kesimpulan...89

5. 1. 1 Saran...90

DAFTAR TABEL DAN CHART HALAMAN Tabel 3. 1 Variabel activity support tetap..…………...20

Tabel 3. 2 Variabel activity support temporer ...……...21

Chart 4. 1 Analisa keramaian pada Warung Tenda ………..52

Chart 4. 2 Analisa keramaian pada warung kopi………..……..56

Chart 4. 3 Analisa keramaian pada pedagan makanan ringan……….60

Chart 4. 4 Analisa keramaian pada pedagang buah local………..63

Chart 4. 5 Analisa keramaian pada penjual pakaian………..66

Chart 4. 6 Analisa keramaian pada pedagang CD dan Aksesoris………..69

Chart 4. 7 Analisa keramaian pengguna parkir……….75

(15)

viii

DAFTAR GAMBAR

HALAMAN

Gambar 1. 1 Kerangka Berfikir………...5

Gambar 3.1. Peta wilayah sekitar Kawasan Asia Mega Mas………...26

Gambar 4.1 Peta rencanapolaruangkecamatan Medan Area Kota Medan……….29

Gambar 4.2 peta jalan Asia dan jalan A.R Hakim………30

Gambar 4.3 Kawasan Foodcourt Asia Mega Mas………31

Gambar 4.4 Lokasi parkir Foodcourt Asia Mega Mas………...31

Gambar 4.5 FotoLapangan Parkir Foodcourt Asia Mega Mas……….32

Gambar 4. 6 lokasi dan foto vihara……….32

Gambar 4. 7 Lokasi objek penelitian……….33

Gambar 4.8 kondisi koridor Asia Raya komplek Asia Mega Mas pada siang hari………..33

Gambar 4.9 kondisi koridor Asia Raya komplek Asia Mega Mas pada Malam hari………..………34

Gambar 4. 10 gambar fasade koridor jalan Asia Raya………..……35

Gambar 4.11 figure ground koridor kawasan penelitian………..35

(16)

ix

Gambar 4. 12 Area Perdagangan………..………36

Gambar 4. 13 Area Pelayanan………..37

Gambar 4. 14 area kantor………38

Gambar 4. 15 Area open space / pembangunan bangunan baru………..38

Gambar 4.16 suasana koridor Asia Raya komplek asia mega mas pada pagi hari……….46

Gambar 4. 17 wilayah yang menjadi activity support tetap ……...……...……48

Gambar 4. 18 Pembagian Wilayah Activity support yang bersifat tetap…..…...48

Gambar 4. 19 warung makan pinggir jalan yang menggunakan tenda………..50

Gambar 4. 20 warung makan pinggir jalan yang tidak menggunakan tenda….51 Gambar 4. 21 Gamabar Warung kopi atau kafe yang berada di dalam bangunan………54

Gambar 4. 22 gambar warung kopi atau kafe yang menggunakan tenda………55

Gambar 4. 23 gambar beberapa stand jualan di komplek Asia Mega Mas ……58

Gambar 4. 24 gambar stand jualan makanan ringan yang menggunakan lahan di atas trotoar di depan ruko yang sudah tutup………..59

Gambar 4. 25 foto dan lokasi kios pedagang buah……….62

Gambar 4. 26 foto kios pedagang pakaian di komplek Asia Mega Mas……….65

(17)

x

Gambar 4. 27 foto kios pedagang aksesoris, mainan dak kaset CD di komplek

Asia Mega Mas………..………68

Gambar 4.28 Pemetaan Aktivitas Rekreasi Hang Out Pada Warung Kopi ….………71

Gambar 4.29 peta kawasan perkir koridor jalan Asia Raya ………72

Gambar 4.30 Peta Kawasan Parkir Koridor Pada Malam Hari ………..72

Gamabar 4.31 Dokumentasi Parkir Koridor Jalan Asia Raya ……….……..74

Gambar 4. 32 Dokumentasi Transaksi Pembeli terhadap Pedagang Kaki Lima ..78

Gambar 4.33 Dokumentasi Foto Pedagang Kki Lima ……….……….78

Gambar 4.34 Pedagang Buah Musiman Menjual Buah Durian ………80

Gambar 4.35 pedagang kartu internet………81

Gambar 4.36 Dokumentasi foto area bermain anak berupa komedi putar …….77

Gambar 4.37. Gambar dong-odong yang merupakan Area Bermain Anak Keliling ………..86

Gambar 4.38 Acara barongsai tahun 2015 ………..87

Gambar 4.39 Jasa transportasi Becak ………..88

Gambar 4.40 Jalur kendaraan bermotor pada malam hari ………...91

(18)

xi

Gambar 4.41 Saran peneliti terhadap jalur pendestrian dan jalur kendaraan bermotor pada malam hari ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,92

(19)

1 BAB 1

PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang

Perkembangan suatu kota berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi, soasial budaya, dari penduduk yang ada di dalamnya.Pertumbuhan ekonomi adalah faktor yang sangat dominan dalam pembangunan di segala bidang yang berdampak pada peningkatan kualitas fisik maupun non fisik

Kawasan Ruang publik di pusat kota merupakan kawasan yang memiliki fungsi – fungsi kegiatan umum dari aktivitas kota antara lain : perdagangan, hiburan, rekreasi, budaya dan pemerintahan.Ruang publik yang menarik akan selalu dikunjungi oleh masyarakat luas dengan berbagai tingkat kehidupan sosial- ekonomi-etnik, tingkat pendidikan, perbedaan umur dan motivasi atau tingkat kepentingan yang berlainan. Sedangkan Ruang Terbuka merupakan ruang yang direncanakan karena kebutuhan akan tempat-tempat pertemuan dan aktivitas bersama diruang terbuka. Jalan/koridor (Path) adalah salahsatu ruang terbuka berupa jaringan dimana manusia akan bergerak dari suatu tempat ke tempat lain.

Pembentuk karakter path antara lain: Aktivitas khusus sepanjang jalan, misalnya perdagangan, perkantoran, dll maupun karakteristikfasade bangunan, misalnya fasade bangunan kuno, fasade bangunan kaca, dll. (Lynch, 1960). Adanya aktivitas disebuah koridor/jalan, tentunya akan menghidupkan tersebut baik aktivitas disiang hari maupun aktivitas dimalam hari.

(20)

2 Keberadaan Activity Support (pendukung kegiatan) memberikan pengaruh yang sangat besar antara fasilitas ruang – ruang umum kota dengan kegiatan yang berlangsung di dalamnya. Activity Support berperan komunikator untuk menciptakan kualitas ruang publikkota yang menerus, saling berhubungan antara fungsi kegiatan yang satu dengan yang lainnya dan juga dapat memberikan image / citra kawasan yang spesifik yang menghadirkan identitas lokal kawasan. (E. Sri Rahayu, 2014)

Ruang publik yang spesifik dapat dijumpai pada koridor penggal jalan Komplek Asia Mega Mas dimana Jalan Asia merupakan sebuah jalan yang menarik, dengan penataan dan berbagai aktivitas yang terjadi didalamnya. Dimana berdasarkan perencanaan pemerintah kota Medan, koridor jalan di komplek Asia Mega Mas merupakan koridor jalan yang secara khusus dirancang sebagai sebuah tempat yang menjadi pusat jajanan malam kota Medan.

1. 2 RumusanMasalah

Pada pagi dan siang hari alur lalu lintas pada komplek Asia Mega Mas cenderung sepi, namun begitu menjelang sore daerah ini mulai dipadati oleh pedagang kaki lima dan pengunjung pasar malam kuliner jalan kendaraan pribadi, baik yang hanya mau lewat dan mengunjungi pasar mulai bergabung dengan pedestrian yang menyebabkan kemacetan. Tidak ada ketersediaan jalur pedestrian. Yang menyebabkan pengunjung berjalan di jalur kendaraan umum

Jadi keberadaan aktivitas perekonomian dan hiburan yang terjadi di koridor ini merupakan aktivitas yang mensuport (Activity Support) keberadaan

(21)

3 jalanan konplek Asia Mega Mas. sehingga menjadi koridor yang menarik dan hidup. Dilihat dari phenomenanya kawasan ini menjadi salah satu tujuan hangout masyarakat sekitar, terutama wisata jajan. Akibatnya perdagangan informal menjadi semakin berkembang.

Oleh karena itu, dalam penelitian ini diuraikan menjadi bagaimana karateristik Activity Support pada koridor komplek asia mega mas medan.

1. 3. BatasanPenelitian

Berdasarkan permasalahan yang terdapat pada latarbelakang masalah dan identifikasi masalah diatas maka batasan penelitian ini adalah mengkaji

karateristik dan tingkat kepuasan terhadap activity support pada koridor komplek asia mega mas medan

1. 4. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui karateristik Activity Support pada koridor komplek Asia Mega Mas Medan

2. Untuk mengetahui fungsi dari activity support pada koridor jalan komplek Asia Mega Mas.

(22)

4 1. 5. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian kajian karateristik activity support pada koridor komplek asia mega mas medan, dapat diuraikan sebagai berikut:

A. Menambah pemahaman kajian karateristik activity support pada koridor komplek asia mega mas medan.

B. Dapat menjadi literatur bagi penelitian sejnis untuk mengemukakan kajian karateristik activity support pada koridor komplek lain nya.

(23)

5 1. 6 Kerangka Berfikir

(24)

6 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2. 1. Pendukung Kegiatan

Activity Support adalah kegiatan-kegiatan dan semua fungsi bangunan yang mendukung ruang publik suatu kawasan kota. Bentuk, lokasi dan karakter suatu kawasan yang memiliki ciri khusus akan berpengaruh terhadapfungsi, penggunaan lahan dan kegiatan pendukungnya. Aktivitas pendukung tidak hanya menyediakan jalan pedestrian atau plasa tetapi juga mempertimbangkan fungsi utama dan penggunaan elmen-elemen kota yang dapat menggerakkan aktivitas.

(Shirvani, 1985)

Meliputi segala fungsi dan aktivitas yang memperkuat ruang terbuka publik, karena aktivitas dan ruang fisik saling melengkapi satu sama lain.

Pendukung aktivitas tidak hanya berupa sarana pendukung jalur pejalan kaki atau plaza tapi juga pertimbangankan guna dan fungsi elemen kota yang dapat membangkitkan aktivitas se3perti pusat perbelanjaan, taman rekreasi, alun-alun, dan sebagainya.

Activity support membantu untuk menghubungkan dua atau lebih pusat dari kegiatan – kegiatan dan menggerakkan fungsi dari kegiatan utama suatu kota menjadi lebih layak ditinggali, kontinu dan ramai. Activity support dapat

(25)

7 memperkaya pengalaman urban dan menciptakan kota yang lebih baik (Shirvani, 1985)

Keberadaan “Activity Support” sebagai salah satu elemen “Penghidup”

kegiatan kota dengan diwarnai karakter lingkungan yang terdiri dari berbagai fungsi dan keaneka ragaman kegiatan. Semakin dekat dengan pusat kota, semakin tinggi konsentrasi pelayanan, intensitas dan kebereagaman kegiatan, dan semakin dibutuhkan “Activity Support”, karena keberadaan nya dapan mengintegrasikan kegiatan yang berlainan dan sebagai penghubung antar kegiatan yang berada di lingkungan lain.

Keberadaan “Activity Support” sangat penting didalam perangan kota, akan tetapi di perancangan nya perlu dipertimbangkan karateristik kegiatan maupun daerah yang bersangkutan. Mengenai pedagang kaki lima merupakan ciri khas bentuk Activity Support di kota-kota di Indonesia tetap dipertahankan dengan memperhatikan penataan nya tidak menggangu pedestrian

2. 1. 1. Bentuk Activity Support

Bentuk Activity Support yaitu merupakan kegitana penunjang yang menghubungkan dua atua lebih dari dari pusat kegiatan umum pada lingkungan kota, yang dapat berupa ruang terbuka atau bangunan yang peruntukan nya untuk kepentingan umum. Ruang terbuka umum bentukan fisik nya dapat berupa jalur pedestrian, kawasan pedagang kaki lima, parkir umum dan taman taman kota sejenis. Sedangkan yang berupa bangunan tertutup seperti : parkir di dalam

(26)

8 bangunan, pusat jajan serba ada, kelompok pertokoan eceran dan sejenis.

(Shirvani, 1985)

2. 1. 2. Fungsi Activity Support

Fungsi utama Activity Support adalah menghubungkan dua atau lebih pusat kegiatan umum danmenggerakan fungsi-fungsi utama kota menjadi lebih hidup, menerus dan ramai. (Danisworo,1992). Tujuannya adalah untuk menciptakan kehidupan kota yang sempurna atau kehidupan kota yang lebih baik yang dengan mudah mengakomodasikan kebutuhan sehari-hari masyarakat kota, disamping memberikan pengalaman yang memperkaya perbendaharaan pemakai (urban experience) juga memberikan peluang bagi tumbuh dan berkembangnya budaya urban melalui lingkungan binaan yang baik dan bersifat mendidik.

Letak Activity Support berada pada ruang yang bersifat terbuka atau tertutup sesuai dengan bentuk kegiatan yang ada, dimana adanya integrasi dan koordinasi dari pola dan bentuk kegiatan yang ada sangatlah penting. Dengan demikian kriteria desain Activity Support meliputi hal-hal yang sifatnya terukur dan tak terukur yang secara umum tidak terlepas dari prinsip-prinsip dasar tujuan perancangan kota (Shirvani, 1985).

Untuk menghadirkan ciri lingkungan kota yang ada hendaknya kriteria desain dari bentuk dan fungsi Activity Support harus juga melihat aspek kontekstual dan keserasian dengan lingkungannya. (Brolin, dalam Suntoro 2002).

Beberapa kriteria dalam perancangan Acivity Ssupport adalah sebagai berikut:

(27)

9 1. Memiliki karakter daerah setempat, dihadirkan keragaman dan

intensitas kegiatan dalam ruang tersebut

2. Perlu adanya koordinasi antara kegiata dan ruang yang dirancang guna menggerakan dan memberikan kehidupan yang lebih ramai dan merata didalam kegiatan utama.

3. Memberikan warna dalam konteks kehidupan kultur sosial kota dalam bentuk kegiatan timbal balik antar pengguna, misalnya penjual souvenir khas setempat, makanan khas daerah dan lainnya yang sejenis.

4. Activity support perlu dirancang dengan pola, bentuk dan dimensi lokasii yang terukur dengan skala manusia.

5. Activity support sebagai ruang untuk umum memerlukan fasilitas lingkungan yang berupatempat duduk santai untuk beristirahat, tempat bermain untuk pengguna supaya betul-betul menikmati suasana lingkungan sekelilingnya.

Pada prinsipnya activity support adalah suatu kegiatan yang mempengaruhi pergerakan, hidupnya sebuah kota dan kegiatan yang bersifat kegembiraan.

Berdasrakan Fungsi nya, activity support terbagi menjadi dua jenis yaitu activity support temporer dan activity support tetap.

1. Activity support tetap memiliki kegiatan, jenis, posisi dan jadwal yang tetap, atau terjadi secara konstan setiap hari nya pada area tertentu.

(28)

10 2. activity support temporer merupakan kegiatan yang tidak memiliki jenis,

lokasi dan waktu yang tetap dalam aktivitas nya. ( Rahayu, 2014)

2. 1. 3 Kriteria Desain Activity Support

untuk menghadirkan ciri dari lingkungan kota yang ada hendaknya kriteria desain dari bentuk dan fungsi pendukung kegiatan ini juga melihat aspek konstektual dan serasi dengan lingkungannya. Disamping itu juga perlu menghadirkan indentitas/ciri khas melalui pemahaman tentang kultur dan pola kehidupan sosial yang memiliki makna dan arti kontekstual. Jiwa dan karateristik suatu tempat perlu dipertahankan sebagai identitas suatu lingkungan. Beberapa criteria yang harus dipertimbangkan dan diperhatikan di dalam perancangan

“Pendukung Kegiatan” adalah sebagai berikut

a. Untuk terciptanya dialog yang menerus dan memiliki karakter lokal dalam menarik para pemakai/ pengunjung, perlu adanya keragaman dan intensitas kegiatan yang dihadirkan dalam ruang tersebut.

b. Untuk menggerakkan dan memberikan kehidupan yang lebih ramai di dalam kegiatan utama kota, perlu ada nya koordinasi antar kegiatan dengan lingkungan sekitar.

c. Memperhatikan kultur dan pola kehidupan sosisal kota

d. Memperhatikan jarak antar pusat kegiatan dengan skala pejalan kaki

(29)

11 2. 1. 4 Penerapan Desain Activity Support

Keberadaan Activity Support adalah membuat suatu tempat mempunyai kegiatan yang beragam yang berkesinambungan antara tempat yang satu dengan yang lainnya sebagai serangkaian poros sumbu pergerakan.

Pergerakan Kegiatan yang terjadi disini timbul karena adanya interaksi manusia dengan lingkungan. (Shirvani, 1985)

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penerapan desain activity support adalah :

a. Adanya koordinasi antara kegiatan dengan lingkungan binaan yang dirancang.

b. Adanya keragaman intensitas kegiatan yang dihadirkan dalam suatu ruang tertentu.

c. Bentuk kegiatan memperhatikan aspek kontekstual.

d. Pengadaan fasilitas lingkungan.

e. Sesuatu yang terukur, menyangkut ukuran, bentuk dan lokasi dan fasilitas yang menampung activity support yang bertitik tolak dari skala manusia.

2. 1. 5 Pengaruh Activity Support

Activity support memberi pengaruh pada image suatu area atau jalan.

Beberapa bagian pada activity support seperti kegiatan, bentuk, warna, bahan, posisi, cahaya dan ukuran dapat membentuk image pada jalan. (Tamiami, 2018)

(30)

12 Berdasarakan penelitian terdahulu oleh Hasanah I, Setioko dan B (2015) activity support pada wilayah komersial dapat menunjang dan mempengaruhi identitas suatu wilayah. Bermacam jenis Kios dan Pedagang kaki lima dapat meningkatkan kepadatan pada jalan.

2. 2 Pengertian Koridor

Salah satu bentuk dari street adalah koridor, yang merupakan ruang pergerakan linear, sebagai sarana untuk sirkulasi. Karakteristiknya ditentukan oleh bangunan yang melingkupinya dan aktivitas yang ada pada koridor tersebut (Krier, 1979). Selain itu, pembangunan yang terkontrol dengan koridor jalan untuk kendaraan mempunyai kontribusi yang besar bagi pergerakan dan bentuk traffic dalam suatu perkotaan (Bishop, 1989). Dalam buku Designing Urban Corridor (Bishop, 1989) terdapat dua macam urban koridor, yaitu :

1. Komersial koridor, urban komersial koridor termasuk di dalamnya beberapa dari jalan untuk kendaraan utama yang melewati kota.

Biasanya dimulai dari area – area komersial yang ada di mana – mana menuju pusat sub-urban yang baru di mana padat dengan kompleks perkantoran dan pusat – pusat pelayanan.

2. Scenic koridor, memang kurang umum jika dibandingkan dengankomersial koridor, tetapi scenic koridor memberikan pemandangan yang unik dan terkenal atau pengalaman rekreasi bagi pengendara kendaraan saat mereka melewati jalan tersebut.

(31)

13 Walaupun scenic koridor kebanyakan terdapat di area pedesaan, beberapa komunitas masyarakat mengenali keunikan urban koridor tersebut karena memberikan kesempatan pemandangan bagi mereka dalamperjalanan dengan kendaraan.

Pendekatan lokal dalam desain dan kontrol dari komersil koridor dan scenic koridor area tergantung daru fungsi jalan kendaraan tersebut danlingkungan komunitas masyarakat di mana jalan kendaraan tersebut berada. Jumlah, ukuran dan kondisi dari koridor – koridor yang penting akan bervariasi tergantung dari komunitas tersebut. Pemeliharaan dari keberadaan koridor akan memecahkan beberapa problem utama kecepatan pertumbuhan suatu kota.

Koridor sebagai ruang pergerakan (sirkulasi) dan parkir memiliki dua pengaruh langsung pada kualitas lingkungan, yaitu kelangsungan aktivitas komersil dan kualitas visual yang kuat terhadap struktur dan bentuk fisik kota.

Elemen sirkulasi urban desain merupakan peralatan yang bermanfaat dalam menyusun lingkungan kota karena dapat membentuk, mengarahkan, dan mengontrol pola – pola aktivitas dan pengembangan suatu kota (Shirvani, 1985).

Koridor adalah lorong yang menghubungkan suatu gedung dengan gedung lain atau jalan sempit yang menghubungkan daerah terkurung (Lukman dalam Ismail, 1999).

Koridor adalah lahan yang memanjang yang membelah kota/kawasan atau sebuah lorong yang membentuk fasade bangunan berderet dengan lantai atau ruang kota serat bergerak dari ruang satu ke ruang yang lainnya. Koridor bersifat

(32)

14 alami seperti sungai yang membelah kota dan ada juga yang terbentuk dari buatan manusia. Salah satu koridor yang erat kaitannya dengan arsitektur kota adalah jalan atau transportasi di dalam kota (Wiharnanto dalam Sumarsono, 2002).

Spesifikasi dan karakteristik bangunan – bangunan pada suatu koridor jalan sangat besar pengaruhnya dalam menentukan wajah dan bentuk koridor itu sendiri.

Keberadaan suatu koridor sebagai pembentuk elemen kota tidak akan lepas dari faktor-faktor yang ada dalam koridor tersebut, yaitu :

1. Fasade

2. Figure Ground 3. Pedestrian ways

Bentuk koridor menurut Rob Kryer adalah ruang terbuka dengan bentuk memanjang yang memiliki batas – batas di sisinya. Menurut Edmun Bacon, koridor berbentuk deretan massa yang menciptakan Inkage visual antara dua tempat. Roger Trancik (1986) menyebutkanbahwa pola massa dalam sebuah koridor adalah suatu figure ground ini dapat membantu untuk mengidentifikasikan sebuah tekstur dan pola tata ruang, selain itu juga masalah pembentukan dinding koridor.

Linkage membahas hubungan sebuah tempat dengan tempat laindari berbagai aspek sebagai sebuah generator dalam koridor yang memperhatikan dan menegaskan hubungan-hubungan dan gerakan-gerakan sebuah tata ruang sebuah koridor. Gerakan dalam tata ruang koridor ini berupa gerakan manusia dari satu tempat ke tempat yang lain. Kadang orang baru pertama memasuki sebuah

(33)

15 fragmen daerah tertentu kesulitan menentukan arah orientasinya sehingga membutuhkan elemen-elemen penghubung untuk mengenali sebuah fragmen kota sebagai bagian dari suatu keseluruhan bagian kota yang lebih besar. Oleh karena itu dibutuhkan adanya citra pembentuk orientasi diri di dalam koridor sehingga orang tidak akan mudah tersesat. Orientasi bertujuan untuk memanipulasi elemen- elemen kota sedemikian sehingga pengaruh-pengaruh emosi dapat tercapai (Roger Trancik, 1986)

Pemandangan akan selalu beruah dansering muncul secara tiba-tiba secara beurutan (serial vision) dengan sengaja untuk dinikmati menimbulkan kesan menarik. Posisi menimbulkan reaksi terhadap keberadaan kita dalam sebuah lingkungan Cullen (1961)

2. 3 Tinjauan Aktivitas Pada Koridor

Koridor dapat menjadi sebuah wadah bagi aktivitas pendukung yang menjadi batas maupun sebuah penyatu lingkungan di sekitarnya. Elemen dari sebuah koridor dibentuk oleh dua deretan massa (bangunan atau pohon) dikanan- kirinya kemudian membentuk suatu ruang (Zahnd, 2006). Salah satu bentuk dari street adalah koridor yang merupakan ruang pergerakan linear, sebagai sarana untuk sirkulasi. Jadi, koridor adalah ruang pergerakan yang terbentuk dari suatu lahan memanjang yang terbentuk oleh fasade bangunan yang berderet di ruang kota dapat berupa deretan massa bangunan maupun pohon yang berfungsi sebagai

(34)

16 penghubung suatu tempat ke tempat lain. Kawasan komersial tidak dapat dipisahkan dengan activity support yang mendukung kawasan tersebut tiapharinya, baik pada siang maupun malam hari.

Kegiatan yang muncul oleh adanya keterkaitan antara fasilitas ruang-ruang umum kota dengan seluruh kegiatan yang menyangkut penggunaan ruang kota yang menunjang akan keberadaan ruang-ruang umum kota. Keberadaan aktivitas pendukung tidak lepas dari tumbuhnya fungsi-fungsi kegiatan publik.

2. 4 Tinjauan Kegiatan Perekonomian

Kegiatan perdagangan atau pertukaran dilakukan oleh penduduk dalam suatu kota memiliki arti penting dalam kehidupan suatu kota (Boediono 1992).

Sehingga kegiatan perdagangan memilikiembrio untuk menimbulkan aktivitas pendukung disekitarnya. Karakteristik fisik dari kawasan perdagangan menekankan pada ragam fasilitas perdagangan yang telah ada. Fasilitas ini mengalami perkembangan yang cukup hingga saat ini. Bazar merupakan salah satu fasilitas perdagangan yang bersifat insidentil. Merupakan kegiatan yang berlangsung pada tempat terbuka tanpa menganggukegiatan yang sudah ada atau dengan mengkompensasi kegiatan yang ada.

Kegiatan perdagangan ini muncul pada kawasan yang merupakan ruang umum, sehingga keduanya saling berinteraksi. Pendukung kegiatan ada karena adanya fasilitas ruang umum kota yang menunjang dengan keberadaan ruang umum kota. Sedangkan kota merupakan suatu ruang atau wadah yang di

(35)

17 dalamnya terkait dengan manusia dan kehidupannya. Kegiatan yang dominan memerlukan dukungan kegiatan lainnya (Roulina, 1998).

2. 5 Tinjauan Aktivitas Rekreasi

Aktivitas rekreasi Adalah segala bentuk dari activity support yang sifatnya menggembirakan hati, menyegarkan, memberikan rasa senang dan yang bersifat hiburan (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Rekreasi adalah aktivitas untuk mengisi waktu senggang. Akan tetapi, rekreasi dapat pula memenuhi salah satu definisi “penggunaan berharga dari waktu luang.” Dalam pandangan itu, aktivitas diseleksi oleh individu sebagai fungsi memperbaharui ulang kondisi fisik dan jiwa, sehingga tidak berarti hanya membuang-buang waktu atau membunuh waktu. Rekreasi adalah aktivitas yang menyehatkan pada aspek fisik, mental dan sosial. (Mahendra, 2007)

Menurut Hakim (dalam Suntoro), ruang terbuka yang mengandung unsur aktivitas dapat dikatakan sebagai tempat rekreasi aktif.

(36)

18 BAB III

METODE PENELITIAN

Berdasarkan tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji karateristik aktivitas pendukung koridor Jalan Asia Komplek Asia Mega Mas, maka dari penelitian ini peneliti akan menguraikan elemen elemen yang akan mempengaruhi karateristik aktivitas pendukung koridor jalan Komplek Asia Mega Mas

3. 1 Jenis Penelitian.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang membutuhkan ketelitian peneliti dalam mengkaji dan mengidentifikasi informasi yang didapatkan dari lapangan. Sumber yang didapatkan tidak hanya masyarakat dan Pengunjung kawasan koridor Komplek Asia Mega Mas, namun juga pemerintah sebagai perencana kawasan Activity SupportKomplek Asia Mega Mas.

Dalam penelitian ini diharapkan dapat ditemukan permsalahan yang masih terdapat di kawasan koridor Komplek Asia Mega Mas yang merupakan kawasan pusat aktivitas perdagangan kota Medan, sehingga kedalaman informasi menjadi poin penting dalam menganalisis karakteristik Activity SupportKomplek Asia Mega Mas.

(37)

19 3. 2 Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi obyek dalam pengamatan sebuah penelitian dan merupakan faktor yang mempengaruhi dalam peristiwa ataupun permasalahan yang akan diteliti.Menurut Cullen (1961), variable penelitian yang akan diamati dalam mengkaji karateristik activity support Komplek Asia Mega Mas terdiridari :

1. Pendukung aktivitas dilihat dari jenis dan lokasi/ letak aktivitas yang mendukung aktivitas utama dalam kawasan, seperti :pedagang kaki lima, sirkulasi dan parkir, dan aktivitas lainnya.

2. Analisa Aktivitas berdasarkan bentuk aktivitas activity support tetap dan activity support temporer.

3. Analisa Kegiatan yang dilihat dari perbedaan waktu yang terjadi pada kawasan penelitian (Kegiatan pada siang hari, kegiatan pada sore hari dan kegiatan pada malam hari)

4. Analisa keramaian pada aktivitas pendukung pada koridor jalan asia Raya komplek Asia Mega Mas.

5. Analisa Kepuasan Masyarakat Koridor jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas terhadap Activity Support Pada koridor jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas kota Medan.

(38)

20 a. Variabel Activity Support Tetap

Komponen Deskripsi

Teknik Pengumpulan

Data

Alat Penelitian

Aktivitas Perekonomi an

1. Cafe tenda 2. Warung tenda 3. Pedagang kaki lima 4. Pedangang buah 5. Pedagang pakaian 6. Pedagang aksesoris

1. Observasi 2. Pemetaan aktivitas 3. wawancara

 Alat tulis

 Kamera

 Alat

penunjuk waktu

 Peta

 Meteran

Aktivitas Rekreasi

1. Kegiatan berkumpul dan interaksi social interaksi dalam mengunjungi café dan warung tenda.

1. Observasi 2. Pemetaan

aktivitas 3. wawancara

 Alat tulis

 Kamera

 Alat

penunjukwa ktu

 Peta

 Meteran

(39)

21 Parkir

1. Fasilitas pemberhentian kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

2. Pola parkir

1. Observasi 2. Pemetaan aktivitas 3. wawancara

 Alat tulis

 Kamera

 Alat

penunjukwa ktu

 Peta

 Meteran

Tabel 3.1.Variabel Activity Support Tetap

b. Variabel Activity support Temporer

Komponen Deskripsi

Teknik Pengumpulan

Data

Alat Penelitian

Aktivitas Perekonomi an

1. Pedagang kaki lima 2. Pedangang

buah Musiman 3. Pedagang

1. Observasi 2. Pemetaan

aktivitas 3. wawancara

 Alat tulis

 Kamera

 Alat

penunjukwaktu

 Peta

 Meteran

(40)

22 pulsa

Aktivitas Rekreasi

1. Area hiburan anak-anak 2. Acara

Keagamaan

1. Observasi 2. Pemetaan

aktivitas 3. wawancara

 Alat tulis

 Kamera

 Alat

penunjukwaktu

 Peta

 Meteran

Jasa

Transportasi

1. Jasa

transportasi

2. Observasi 3. Pemetaan

aktivitas 4. wawancara

 Alat tulis

 Kamera

 Alat

penunjukwaktu

 Peta

 Meteran

Tabel 3.2.Variabel Activity Support Temporer

3. 3 Metode Pengumpulan Data

Menurut Setiawan Haryadi (1995), metode pengumpulan data yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode pengamatan (observasi)

(41)

23 danmetode survey yang terdiri dari kuesioner (pertanyaan tertulis) dan wawancara (pertanyaan lisan).

3. 3. 1 Pengamatan (observasi)

Pengamatan (observasi) yaitu metode pengumpulan data dimana peneliti mencatat semua informasi yang diperoleh selama penelitian.

Dalam hal ini yang diamati adalah :

1. Bangunan di kanan dan kiri jalan yang merupakan sumber informasi dari pengguna maupun pemilik bangunan

2. Pengamatan pola Aktivitas dan Pendukung Aktivitas pada koridor komplek

3. Pengamatan jenis, lokasi dan waktu pada Aktivitas koridor komplek

3. 3. 2 Survei

Yaitu metode pengumpulan data dengan menggunakan instrument / alat untuk meminta tanggapan dari responden. Metode survey ini terdiri dari :

1. Wawancara, (interview) 2. Kuisioner

(42)

24 3. 3. 3 Wawancara

Pada penelitian ini, peneliti melakukan wawancara terstruktur yaitu wawancara yang pertanyaannya telah disiapkan terlebih dahulu oleh pewawancara terkait dengan masalah yang diteliti (Moleong, 2001 : 138).

Wawancara yang dilakukan dengan mengemukakan topik yang berhubungan dengan penelitian dan pertanyaan yang disampaikan tidak menimbulkan jawaban yang terlalu panjan sehingga lebih dapat terfokus dan didapatkan informasi sebanyak-banyaknya.

Teknik wawancara merupakan pengumpulan informasi deskriptif dari narasumber berupa informasi, pendapat, pemikiran, pengetahuan, serta pengalaman para pelaku baik dari pemerintah beserta instansi yang terkait., pedagang, pengunjung serta masyarakat yang dapat memberi informasi.

Wawancara yang dilakukan difokuskan kepada kajian karateristik activity support pada koridor komplekAsia Mega Mas dan mengapa Komplek Asia Mega Mas disebut sebagai pecinan (china town) sebagai dasar analisis dan kajian karateristik activity support pada koridor komplek.

3. 3. 4 Kajian Literatur

Studi Literatur dimaksudkan untuk memperoleh dasar teori yang mendukung proses analisis yang dilakukan dalam penellitian. Literatur-Literatur yang digunakan antara lainLiteratur-literatur yang memuat teori tentang aktivitas

(43)

25 pendukun koridor, system aktivitas yang meliputi pengertian, fungsi Aktivitas pendukung, bentuk Aktivitas pendukung, kajian mengeani koridor, dan tinjaun aktivitas pada koridor. Teori-teori tersebut diperoleh dari berbagai literature yang relevan dan dari internet.

3. 4 Kawasan Penelitian

Secara umum, Komplek Asia Mega Mas terletak di jalan Asia Kecamatan Medan Area.Jalan Asia Raya, Sukaramai II, Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara 20216, Indonesia

Adapun Batas batas Kecamatan Medan Area yaitu :

Barat : Medan Maimun

Selatan : Medan Kota

Timur : Medan Denai

Utara : Medan Perjuangan

(44)

26 Jalan Kapt. Jumhana

Jalan A.R Hakim Jalan Asia

Kawasan penelitian Komplek Asia Mega Mas Jalan Asia Raya Gambar 3.1 Peta wilayah sekitarKawasan Asia Mega Mas

(45)

27 3. 5 Metode Analisa Data

Metode analisis data yang peneliti gunakan adalah metode analisis data deskriptif. Analisis deskriptif digunkana untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum maupun generalisasi.

Dalam studi ini berupa kajian karateristik activity support pada koridor komplek asia mega mas medan.Hasil analisa akan ditampilkan dengan presentase dalam bentuk Foto dan deskripsi.

(46)

28 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4. 1 Gambaran Umum Komplek Asia Mega Mas

Koridor jalan Asia Raya Komplek Asia Mega Mas merupakan salah satu koridor penghubung dari jalan Asia menuju jalan A.R Hakim . Koridor jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas merupakan koridor yang berkembang, terutama di bidang kuliner dan perdagangan. Koridor ini berpotensi untuk dikaji, hal ini dapat dilihat karena koridor jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas merupakan kawasan komersil yang padat dengan Activity Support kegiatan utama berupa perdagangan dan Tempat ibadah (wihara). Banyak nya bangunan (ruko) pada koridor jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas berfungsi campuran Tempattinggal dan perdagangan. Berdasarkan dari peta rencana pola ruang wilayah kota medan 2010 – 2030, kawasan jalan Asia merupakan kawasan yang strategis dan berkembang karena berada dekat dengan pusat kota juga memiliki banyak komplek perumahan.

(47)

29 Gambar 4.1 Peta rencanapolaruangkecamatan Medan Area Kota Medan

Sumber : http://trtb.pemkomedan.go.id/kategoriperundangan-6-peraturan-daerah.html

4. 1. 1 Sejarah Komplek Asia Mega Mas

Pada abad 20 komplek Mega Mas bernama Loh A Yok. Daerah ini merupakan kawasan dengan kriminalitas yang tinggi. Disebabkan oleh sedikit nya jumlah penduduk dan kurang nya pencahayaan. Pada awal tahun 2003 terdapat beberapa warung kopi yang buka setiap malam. warung kopi ini diminati oleh masyarakat sekitar dan selalu ramai dikunjungi. kawasan ini mulai terkenal akan makanan minuman nya yang enak namun murah, yang menjadikan kawasan ini ramai dikunjungi masyarakat sekitar. Juga mengundang beberapa penduduk

(48)

30 setempat untuk membuka usaha kuliner. Ramainya komplek Asia Mega Mas memberantas habis tingkat kriminalitas pada area ini.

4. 1. 2 Pembagian Wilayah Komplek Asia Mega Mas Berdasarkan Kegiatan

Terdapat beberapa kegiatan utama di komplek ruko Asia Mega Mas.Diantaranya adalah Pertokoan, Perdagangan, pusat jajanan makanan (food court), tempat sembahyang (wihara). Pada pagi hingga sore hari komplek Asia Mega Mas ramai dengan kegiatan pertokoan, sedangkan pusat jajanan pasar malam baru mulai dibuka pada sore menjelang malam hari.

Gambar 4.2 peta jalan Asia dan jalan A.R Hakim Keterangan :

A. Kawasan Penelitian, Koridor jalan Asia Raya Komplek Asia Mega Mas B. Wihara

C. Asia Mega Mas Foodcourt

(49)

31 4. 1. 3 Analisa kegiatan yang menunjang Aktivitas di sekitar wilayah penelitian

Kawasan Foodcourt Asia Mega mas merupakan kawasan perdagangan kuliner yang sudah terancang dengan baik. Foodcourt Asia Mega mas dibangun untuk menanggulangi ramai nya masyarakat yang berjualan emperan di koridor jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas. Tidak seperti di kawasan penelitian.

Di kawasan ini terdapat Area khusus parkir kendaraan di ruang terbuka, yang mengurangi resiko kemacetan

Gambar 4.3 Kawasan Foodcourt Asia Mega Mas Sumber : dokumentasi pribadi

Gambar 4.4 Lokasi parkir Foodcourt Asia Mega Mas

(50)

32 Gambar 4.5 FotoLapangan Parkir Foodcourt Asia Mega Mas

Vihara ini disebut juga dengan nama Vihara Gunung Timur Sakti.

Merupakan salah satu kegiatan utama di kawasan ini. Terutama pada saat ada nya festival dan hari raya. Namun jalur kendaraan ke vihara ini masih sulit. Sehingga banyak pengunjung yang memakirkan kendaraan di koridor jalan Asia komplek Mega Mas

Gambar 4. 6 lokasi dan foto vihara

(51)

33 4. 2 Analisa Kawasan Penelitian

Gambar 4. 7 Lokasi objek penelitian Panjang wilayah penelitian : 365,50 m

Koridor jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas ini merupakan Jalan Penghubung dari jalan Sutrisno ke jalan A.R Hakim. Pada siang hari kegiatan utama di kawasan ini adalah pertokoan dan perkantoran yang ada di ruko- ruko yang berada di komplek. Pada pagi hingga sore hari kondisi jalan cenderung sepi, dan hampir tidak pernah terjadi kemacetan. Namun pada malam hari, pedagang kaki lima dan pembelinya mulai memadati jalanan, baik pada bahu jalan maupun di pelataran ruko. jalur pedestrian dan parkir di kawasan ini dijadikan tempat berdagang, yang selalu menyebabkan kemacetan di daerah ini.

Gambar 4.8 kondisi koridor Asia Raya komplek Asia Mega Mas pada siang hari

(52)

34 Gambar 4.9 kondisi koridor Asia Raya komplek Asia Mega Mas pada Malam hari

Dapat terlihat jelas kontras dari perbedaan kegiatan pada siang hari dan malam hari pada koridor jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas. Berikut analisa dari kegiatan berdasarkan waktu, pada malam hari dan siang hari yang dilakukan di komplek Asia Mega Mas dengan menggunakan metode observasi dan survey langsung pada lokasi

4. 2. 1 Analisa koridor

Berdasarkan Kajian teori, koridor adalah bagian dari jalan yang merupakan ruang pergerakan linear yang berfungsi sebagai sarana untuk sirkulasi.

Dan karateristik suatu koridor ditentukan oleh bangunan dan aktivitas yang melingkupi koridor tersebut (Krier, 1979). Koridor jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas merupakan ruang sirkulasi yang menghubungkan dua jalan yaitu jalan Asia dan jalan A.R Hakim.

Melalui penelitian yang berupa observasi langsung ke lokasi penelitian, fungsi koridor pada jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas merupakan koridor komersial. Urban koridor komersial merupakan koridor yang menjadi jalan yang

(53)

35 dimulai dari area komersial menuju pada pusat sub urban yang padat dengan kompleks perkantoran dan pusat pelayanan. Koridor jalan Asia Raya merupakan koridor yang bersifat komersial karena diapit dengan deretan bangunan komersial

Gambar 4. 10 gambar fasade koridor jalan Asia Raya

Gambar 4.11 figure ground koridor kawasan penelitian

(54)

36 dapat terlihat dari gambar diatas bahwa wilayah aktivitas pada area penelitian koridor jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas terbagi menjadi 3 bagian. Yaitu wilayah perdagangan, area pelayanan dan area perkantoran.

Pembagian wilayah terbagi berdasarkan banyak nya jumlah ruko dengan fungsi sejenis pada setiap deretan ruko.

yang dimaksud dengan wilayah perdagangan disini adalah ruko yang memiliki fungsi berupa toko dan rumah makan. Berikut merupakan gambar dari area perdagangan yang dapat terlihat sederetan ruko yang berfungsi sebagai toko

Gambar 4. 12 Area Perdagangan

Area pelayanan pada koridor jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas berada diantara area kantor dan area perdagangan. Pada area pelayanan terdapat ruko yang bersifat menjual jasa dan pelayanan, seperti jasa pengiriman barang, salon, servis komputer, make up, dan bridal. Berikut adalah foto dari deretan ruko yang bersifat pelayanan pada koridor jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas.

(55)

37 Gambar 4. 13 Area Pelayanan

Kedua gambar di atas terdapat pada segment berwana biru pada peta figure ground koridor. Yang dapat dilihat bahwa pada area ini terdapat sederetan ruko yang menjual jasa dan pelayanan.

Pada bagian ujung koridor jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas terdapat Area Kantor. Pada area ini pada deretan ruko terdapat pula ruko yang memliki fungsi sebagai kantor, seperti bank dan Asuransi berikut adalah foto dari sederatan ruko yang memiliki fungsi sebagai kantor

(56)

38 Gambar 4. 14 area kantor

Terdapat Area open space pada koridor jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas. Pada dasar nya di area ini sedang dilakukan pembangunan fisik, namun belum diketahui fungsi yang akan menggantikan open space pada area ini

Gambar 4. 15 Area open space / pembangunan bangunan baru

(57)

39 4. 3 Analisa Kegiatan Pada Pagi Hari

Koridor jalan Asia Raya Komplek Asia Mega merupakan koridor jalan penghubung antara jalan A.R Hakim dan jalan Sutrisno yang berfungsi sebagai kawasan pertokoan dan perkantoran. Selain penghuni komplek, koridor jalan Asia Raya Komplek Asia Mega ini digunakan oleh pengendara kendaraan bermotor dari arah jalan Asian menuju ke jalan A. R Hakim begitu pula sebaliknya.

Pada pagi hari tidak terlihat banyak nya kegiatan selain dari Pertokoan dan kantor yang ada di komplek Asia Mega Mas ini. Terlihat pada gambar di bawah beberapa dari gerobak yang akan didirikan pada malam hari nya tersusun di sepanjang penggal jalan komplek Asia Mega mas

Gambar 4.16 suasana koridor Asia Raya komplek asia mega mas pada pagi hari

(58)

40 Berdasarkan hasil dari penelitian, puncak keramaian dan puncak Aktivitas pendukung pada komplek dan koridor jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas adalah pada malam hari. berikut ini merupakan Analisa mengenai bagaimana tingkat keramaian atau kepadatan masyarakat yang datang dan beraktivitas di komplek dan koridor jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas.

Hasil dari penelitian mengenai jadwal keramaian di komplek Asia Mega Mas kota Medan berikut ini didapat berdasarkan wawancara dan obeservasi peneliti langsung di tempat penelitian yaitu komplek Asia Mega Mas kota Medan.

Presentasi mengenai penelitian berikut akan dilakukan dengan menunjukkan chart harian.

Berikut adalah hasil dari penelitian mengenai aktivitas dan keramaian di komplek dan koridor jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas kota Medan. Yang di presentasikan menggunakan chart.

Pagi hari yang di maksud berdasarkan penelitian ini adalah dimulai dari jam 05:00 – 11:00, dan siang hari adalah 12:00 – 15:00. Dimana pagi hari merupakan saat orang berangkat untuk melakukan pekerjaan nya.

(59)

41 Tabel 4. 1 aktivitas dan keramaian pada pagi dan siang hari

0,5 - 1 = sangat sepi

1 - 2 = sepi

2 - 3 = normal

3 - 4 = ramai

4 - 5 = sangat ramai

Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan keramaian pada komplek Asia Mega Mas kota Medan di pagi dan siang hari memiliki tingkat keramaian yang lebih padat pada hari aktif kerja daripada akhir minggu dan hari libur. Hal ini disebabkan oleh banyak nya pengguna kendaraan yang lewat maupun pelaku aktivitas dari komplek Asia Mega Mas adalah pekerja.

3,1 3,1

2,9 3,1

3,7

2,6

1,5

0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4

Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu/

hari libur

pagi hari siang hari

(60)

42 Pada pagi hari juga terdapat masyarakat yang beraktivitas olahraga pagi seperti senam dan jogging. Olahraga pagi merupakan aktivitas tetap yang selalu ada pada komplek Asia Mega Mas, orang orang melakukan senam di lapangan kosong dekat vihara. Dan pada siang hari komplek dipadati dengan kendaraan yang hanya sekedar lewat juga aktivitas toko dan perkantoran.

4. 4 Analisa Kegiatan Pada Saat Sore Hingga Malam Hari

Koridor jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas pada Sore hingga malam hari menampilkan suasana, kegiatan aktivitas dan image yang sangat berbeda dari kondisi yang terjadi saat pagi hari. Dimulai dari pukul 16:00 WIB dimana semua

kegiatan perkantoran yang ada di sepanjang koridor Asia Raya komplek Asia Mega Mas mulai berhenti, Yaitu mulai bermuculan Aktivitas perdagangan informal, aktivitas pertunjukan, maupun aktivitas rekreasi yang disebut dengan activity support yang ada di koridor tersebut.

Activity support di Asia Raya komplek Asia Mega Mas secara garis besar digolongkan menjadi dua jenis, yaitu activity support yang bersifat tetap (kegiatan yang dilakukan setiap hari) dan activity support yang sifat nya temporer (kegiatan dilakukan pada waktu-waktu tertentu, ada yang tiap akhir pekan, ada pula yang tidak terjadwal).

(61)

43 Telah dilakukan penataan penempatan wilayah dari dua Activity Support yang ada, agar kegiatan perdagangan jual beli menjadi lebih teratur, sesuai dengan kategorinya. Seperti area penjualan jajanan makanan dan benda benda padat seperti pakaian atau mainan anak anak

Stand stand jualan ataupun Warung makan yang ada di komplek Asia Mega Mas ini resmi di adakan oleh pihak komplek. Lahan berjualan yang digunakan adalah lahan parkir atau badan jalan di sepanjang komplek Asia Mega Mas, yang disewakan dalam waktu sebulan. Namun ada juga ruko ruko yang menyewakan ruang terbuka di depan bangunan nya, yang biaya sewa nya dibayar melalu pemilik ruko pribadi.

Berdasarkan Kajian Teori, Sesuai bentuk dan fungsi nya serta kondisi wilayah penelitian, activity support di Asia Raya komplek Asia Mega Mas dibagi dalam 2 jenis : activity support tetap dan activity support temporer.

Activity support tetap terdapat sepanjang penggal jalan Asia raya di kiri dan kanan yang mewakili dari kegiatan perdagangan yang terjadi setiap malam.

Sementara activity support temporer berada di beberapa titik di sepanjang penggal jalan Asia Raya. 2 jenis : activity support tetap dan activity support temporer di penggal jalan Asia Raya Asia Raya komplek Asia Mega Mas ini dapat dijabarkan sebagai berikut ini.

Puncak dari activity support pada komplek Asia Mega Mas adalah pada malam hari. jajanan khas pasar malam dan foodcourt menjadi jadwal kegiatan tetap yang

(62)

44 selalu diadakan pada malam hari. pada sore hari keramaian juga terjadi akibat banyak nya kendaraan yang melewati komplek Asia Mega Mas.

Berikut adalah bagan yang menggambarkan bagaimana keramaian dan aktivitas yang terjadi pada komplek Asia Mega Mas pada sore hari

Tabel 4. 2 aktivitas dan keramaian pada sore dan malam hari

0,5 - 1 = sangat sepi

1 - 2 = sepi

2 - 3 = normal

3 - 4 = ramai

4 - 5 = sangat ramai

0 1 2 3 4 5 6

Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu hari libur

sore hari malam hari

(63)

45 . Pada sore hari aktivitas mulai banyak dan lebih ramai daripada siang dan pagi hari. karena banyak nya kendaraan yang lewat pada sore hari dan juga masyarakat yang mulai berdatangan untuk beraktivitas di komplek Asia Mega Mas. Dan dapat pula terlihat pola yang sangat jelas berdasarkan tabel di atas.

Bahwa pada hari kerja sore hari pada komplek Asia Mega Mas ramai, karena banyak nya masyarakat yang melewati komplek sebagai jalan pintas untuk jalan pulang mereka yang menyebabkan kepadatan lalu lintas pada komplek ini. Dan saat mendekati hari libur keramaian berangsur menipis dikarenakan sedikit nya kendaraan yang melewati komplek ini pada saat bukan hari kerja.

Sedangkan tingkat keramaian pada malam hari berbanding terbalik dengan sore hari, dimana keramaian meningkat jauh dari saat hari kerja menuju hari libur ataupun akhir minggu

Pada malam hari tingkat keramaian di komplek Asia Mega Mas mulai bervariatif. Senin malam merupakan hari tersepi akan kegiatan di komplek Asia Mega Mas, dan pada malam minggu dan malam libur merupakan malam teramai akan aktivitas. Keadaan kemaraian pada minggu malam tidak seramai pada saat sabtu malam. malam sabtu memiliki tingkat keramaian yang sama pada malam senin. Dan berdasarkan wawancara terhadap 5 orang pegawai dan pedagang di komplek Asia Mega Mas, malam kamis merupakan malam teramai di hari kerja.

(64)

46 4. 5 Analisa Activity Support Tetap

Activity support tetap adalah aktivitas kegiatan yang terjadi secara terus menerus dan terjadwal, hampir setiap hari dan posisinya tidak berubah ubah atau tetap. Activity support tetap di penggal jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas terjadi pada waktu sore hari menjelang malam hari. Activity support tetap di jalan Asia raya Komplek Asia Mega Mas berupa cafe tenda dan warung tenda, pedagang kios rokok, pedagang buah dan parkir, disebut tetap karena keberadaannya di koridor jalan Komplek Asia Mega adalah selalu tetap, tidak berpindah – pindah dan dalam melaksanakan kegiatannya adalah setiap hari dari mulai rata-rata pukul 16.00 sampai dengan pukul 24.00 WIB.

Gambar 4. 17 wilayah yang menjadi activity support tetap

4. 5. 1 Analisa Pola Activity Support Tetap

Data berikut ini tentang jenis jenis activity support tetap didapatkan berdasarkan observasi dan dengan metode wawancara terhadap pengelola

(65)

47 komplek, pedagang, penbeli dan tukang parkir. Yang merupakan pelaku aktivitas tetap terhadap koridor jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas kota Medan.

Terdapat pola yang jelas pada Activity Support pada koridor jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas. Pola tersebut sengaja diciptakan oleh pengelola komplek Asia Mega Mas dengan tujuan kenyamanan dan kerapian dalam melksanakan aktivitas pada komplek.

Terdapat 3 bentuk Aktivitas dalam variabel Activity Support Tetap, yaitu Aktivitas Perekonomian, Aktivitas Rekreasi, dan Aktivitas Parkir yang akan diuraikan dan dibahas di bawah

Dapat dilihat dari gambar di bawah ini bahwa terdapat pola yang jelas pada kegiatan malam di koridor jalan Asia Raya komplek Asia Mega Mas.

Pola tersebut dapat dibedakan melalui warna dan dapat disimpulkan bahwa, pengelola komplek berusaha untuk memisahkan bagian pedangan pakaian dengan pedagang makanan ringan yang dimasak. Alasan nya adalah agar asap dan bau dari makanan yang sedang dimasak tidak melekat pada pakaian yang dipajang. Dan pedagang pakaian dan pedagang makanan dipisahkan oleh pedagang Aksesoris, Cd dan juga pedagang buah yan glebih dapat mentoleril asap dan bau dari pedagang makanan ringan

(66)

48 7. Parkir

Gambar 4. 18 Pembagian Wilayah Activity support yang bersifat tetap Activity support yang sifat nya tetap berupa :

1. warung makan pinggir jalan (tenda) 2. Cafe (warkop)

3. Pedagang makanan ringan 4. Kios-kios pedagang buah lokal 5. Kios penjual pakaian

6. Kios aksesoris, mainan dan penjual CD 7. Dan parkir

(67)

49 4. 6 Analisa Perekonomian Activity Support Tetap

Dalam ketiatan dari activity support tetap terdapat beberapa jenis kegiatan, diantara nya adalah kegiatan perekonomian yang terlihat jelas di sepanjang koridor jalan Asia raya komplek Asia Mega Mas. Pada siang hari kegiatan perkonomian dilakukan oleh pemilik ruko dan pedagang kecil yang berada di sepanjang koridor jalan Asia raya komplek Asia Mega Mas.

Pada malam hari, kegiatan perekonomian timbul melalu pasar malam yang ada di komplek Asia Mega Mas. Berikut adalah uraian dan hasil dari penelitian yang dilakukan di koridor jalna Asia raya komplek asia Mega Mas mengenai kegiatan perekonomian dari activitry support tetap pada koridor jalan Asia Mega Mas.

4. 6. 1 Analisa Kegiatan Warung makan pinggir jalan

Warung Makan pinggir jalan adalah salah satu bentuk activity support yang selalu ada atau bersifat tetap di komplek Asia Mega Mas. Yang dimaksud dengan warung makan pinggir jalan adalah, dimana terdapat bangku dan meja untuk makan di dalam stan jualan yang berada di pinggir jalan atau menggunakan lahan parkir komplek sebagai tempat mendirikan jualan

Warung makan pinggir jalan tersedia Baik pada pagi hari hingga siang hari. bentuk jualan yang disajikan berbeda tergantung pada waktu nya. Pada siang hari warung makan yang tersedia menyediakan menu menu sarapan pagi, seperti mi balap. Pada malam hari menu jualan yang disediakan adalah menu makan malam yang berat, seperti lontong malam dan mie Aceh.

(68)

50 Beberapa warung makan pinggir jalan menggunakan tenda dengan bahan terpal sebagai perlindungan terhadap cuaca, juga sebagai kenyamanan pengunjung. Namun ada juga warung makan pinggir jalan yang tidak menggunakan tenda di lahan berjualan nya.

Berdasarkan wawancara terhadap pengunjung komplek Asia Mega Mas, perbedaan warung makan pinggir jalan yang menggunakan tenda dengan warung makan pinggir jalan yang tidak menggunakan tenda adalah. Warung makan yang menggunakan tenda memiliki kesan lebih nyaman, dan lebih diminati banyak pengunjung. Berikut gambar warung makan yang menggunakan tenda.

Gambar 4. 19 warung makan pinggir jalan yang menggunakan tenda Sumber : Dokumentasi peneliti

(69)

51 Dan gambar dari warung makan pinggir jalan yang tidak menggunakan tenda dapat dilihat dari gambar di bawah ini.

Gambar 4. 20 warung makan pinggir jalan yang tidak menggunakan tenda Sumber : Dokumentasi peneliti

(70)

52 Chart 4. 1 Analisa keramaian pada Warung Tenda pada malam hari

0,5 - 1 = sangat sepi

1 - 2 = sepi

2 - 3 = normal

3 - 4 = ramai

4 - 5 = sangat ramai

Pengunjung warung tenda ramai pada saat malam menjelang libur dan hari libur. pengunjung warung tenda tidak terlalu ramai pada saat hari aktif bekerja terutama pada hari senin. Berdasarkan waancara kepada pedagang warung tenda, hari senin merupakan hari tersepi akan pelanggan. Berdasarkan wawancara kepada pengunjung warung tenda tidak menjadi tempat favorit untuk hang out

0 1 2 3 4 5 6

pengunjung warung tenda

pengunjung warung tenda

(71)

53 karena tempat nya yang sempit dan banyak nya pengujung lain yang hendak makan di tempat.

4. 6. 2 Analisa Kegiatan Warung kopi (cafe)

Warung kopi atau cafe yang adalah bentuk activity support tetap yang buka baik pada malam hari maupun siang hari. Warung kopi atau cafe yang dimaksud oleh peneliti dalam hal ini adalah tempat berjualan makanan dan minuman yang sudah memiliki tempat di dalam bangunan atau ruko, ataupun memiliki lahan berjualan yang luas, dan tidak menghalangi jalan.

Warung kopi atau cafe yang ada di komplek Asia Mega Mas buka pada sore hari menjelang malam hari. karena nya warung kopi atau kafe yang ada di komplek Asia Mega Mas ini ramai dikunjungi oleh masyarakat setempat untuk dijadikan tempat nongkrong atau hangout.

Berdasarkan wawancara dengan masyarakat yang tinggal di Komplek Asia Mega Mas ini. Warung kopi merupakan awal mula terbentuk nya activity support pada malam hari di komplek Asia Mega Mas ini. Yang membuat komplek ini tidak aman yang dahulu nya sepi dan menjadi sarang penjahat, perlahan lahan ramai dan menjadi komplek yang aman.

Gambar

Tabel 3.1.Variabel Activity Support Tetap
Tabel 3.2.Variabel Activity Support Temporer
Gambar 4.2 peta jalan Asia dan jalan A.R Hakim  Keterangan :
Gambar 4.3 Kawasan Foodcourt Asia Mega Mas  Sumber : dokumentasi pribadi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Badan Usaha MIlik Desa (BUMDesa) sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa dengan harapan dapat meningkatkan pengembangan usaha dan pembangunan desa,

Supervisi adalah pembinaan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang

Dari Surat Permohan Sewa tersebut maka dapat diolah proses penyewaan yang didalamnya dapat mengolah proses penjadwalan, data transaksi penyewaan, pembuatan laporan

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkat dan penyertaan-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul

Seiring juga dengan adanya dampak pandemic pada awal tahun 2020 dimana perusahaan sudah mulai mengkondisikan atau menyesuaikan kegiatan operasional marketing perusahaan untuk

 Peluang yang dapat mengurangi biaya dan/atau memperbaiki perusahaan Olympus Peluang yang dapat mengurangi biaya dan/atau memperbaiki perusahaan Olympus adalah

Dokumentasi Pribadi Alat Penelitian: Aerator Gelas Ukur 1000 ml Timbangan Digital Terminal Listrik. Ammonia Test Kit

Sebagai wujud pengejawantahan esensi amanat undang- undang yang tertaung dalam Landasan Hukum, dan dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)