• Tidak ada hasil yang ditemukan

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA PADA ANAK. (Studi pada TBM Ray Desa Nifalo o Lauru)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA PADA ANAK. (Studi pada TBM Ray Desa Nifalo o Lauru)"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Upaya Meningkatkan Minat Baca pada Anak (Studi pada TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru) 1

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA PADA ANAK

Oleh : Ewi Darman Ndraha1), Friska Indria Nora Harahap2), Arin Sakila3), Nur Suci Harnita4), Yohanes Bagas5),

Novita Lastaruli Sinaga6), Ovi Erlinda Manalu7).

ARTIKEL

Pendidikan Masyarakat, Universitas Negeri Medan.

Jalan William IskandarPasar V Medan Estate, Deli Serdang , Indonesia email: [email protected]

Abstrak :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat baca anak di TBM Ray Desa Nifolo’o Lauru Kecamatan Gido, Kabupaten Nias. Hasil penelitian menunjukkan terdapat berbagai faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca pada anak di TBM Ray. Namun dibalik hal tersebut terdapat berbagai upaya untuk meningkatkan minat baca pada anak yaitu dengan menerapkan dan menjalankan beragam program, diantaranya program kegiatan belajar kelompok, mendongeng, kegiatan kunjungan ke gereja, pelatihan dalam penggunaan teknologi sebagai wujud dari literasi teknologi, dan pelestarian permainan tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif autoetnografi . Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dengan melibatkan langsung satu pengelola dari TBM Ray sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menyimpulkan bahwasannya minat baca pada anak sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca anak di masa yang akan datang. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya keberhasilan dalam menerapkan berbagai program yang mendorong minat baca anak di TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias.

Kata-Kata Kunci: Minat Baca, TBM Ray, Anak-Anak

EFFORTS TO INCREASE READING INTEREST IN CHILDREN (Study on TBM Ray in Nifalo’o Lauru Village)

Abstract : This study aims to determine the reading interest of children in TBM Ray, Nifolo’o Lauru Village, Gido District, Nias Regency. The results showed that there were various factors that caused the low interest in reading in children at TBM Ray. But behind this there are various efforts to increase interest in reading in children, namely by implementing and running various programs, including group learning activities, storytelling, church visits, training in the use of technology as a form of technological literacy, and game preservation. The method used in this research is an auto-ethnographic qualitative research method. Data collection techniques used were interviews, observations, and documentation studies by directly involving one manager from TBM Ray as the research subject. The results of the study concluded that reading interest in children greatly affects children’s reading abilities in the future. This can be proven by the success of implementing various programs that encourage children’s reading interest in TBM Ray, Nifalo’o Lauru Village, Gido District, Nias Regency.

Keywords: Reading Interest, TBM Ray, Childrens

Diterima tanggal 23 Februari 2022 Direvisi tanggal 8 Juni 2022 Disetujui dan diterbitkan tanggal 27 Juni 2022

(Studi pada TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru)

(2)

PENDAHULUAN

Dalam kehidupan sehari-hari, bahasa me me- gang peran an penting terutama dalam pengung- kapan pikiran seseorang. Membaca merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang sangat penting untuk diajarkan baik di sekolah maupun di rumah, dengan tujuan agar anak-anak dapat mengerti maksud yang terkandung dalam bacaan sehingga dapat memahami isi dari bacaan tersebut dengan baik dan benar. Menurut St. Y.

Slamet (2008: 57), meningkatkan minat membaca merupakan dua aspek kemampuan berbahasa yang saling berkaitan dan tidak terpisahkan.

Minat membaca di Indonesia sangat rendah.

Berbagai laporan yang didapat dari lembaga kompeten, baik nasional maupun internasional, baik pemerintah maupun non-pemerintah, hal ini menunjukkan bahwa indeks minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah dan memprihatinkan (Holifatul Mukharomah, Yaqub Cikusin, 2019). Menurut Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan H.R. Agung Laksono prosentase dalam Amelia Haryanti (2020) minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,01%.

Artinya dari 10.000 orang Indonesia hanya 1 orang saja yang gemar membaca. Rendahnya minat baca anak sangat berpengaruh terhadap kehidupannya di masa yang akan datang. Seorang anak yang rajin membaca akan mendapatkan pengetahuan yang luas. Oleh karena itu perlunya menerapkan kemampuan minat baca pada anak. Sama halnya seperti kasus minat baca anak di TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru.

Minat membaca pada anak di Indonesia masih jauh ketinggalan dibanding negara lain seperti Jepang yang mencapai “45%. Sedangkan Singapura 55%”. Padahal membaca merupakan hal yang paling diperlukan jika seseorang ingin

mengetahui apa yang sedang terjadi saat ini, apalagi pada anak yang baru mulai tumbuh dah berkembang. Jika anak malas membaca, maka mereka akan mudah ditipu karena sulit untuk mengetahui dan memahami situasi yang sedang di hadapinya.

Desa Nifalo’o Lauru merupakan salah satu desa di Kecamatan Gido, Kabupaten Nias. Mayoritas masyarakat di desa tersebut bermata pencaharian sebagai petani karet, dan peternak. Kebanyakan warga pada siang hari tidak berada dirumah, melainkan di kebun Dengan rutinitas tersebut, menyebabkan mereka tidak punya waktu untuk membaca atau sekedar mengajari anak mereka seperti membantu dalam mengerjakan pekerjaan rumah.

Biasanya, baik ketika musim panen maupun di hari-hari biasa, para orang tua menyuruh anak- anak mereka setelah pulang sekolah untuk ikut membantu pekerjaan yang ada di kebun. Kebiasaan itu membuat anak-anak di Desa Nifalo’o Lauru jarang menyentuh buku setelah pulang sekolah walaupun hanya sekedar membaca. Akibatnya tidak hanya orang tua atau orang dewasa yang kurang membaca, namun juga anak-anak di desa tersebut. Adapun yang menjadi faktor utamanya adalah kurangnya perhatian, dukungan, dan pengajaran dari orang tua tentang pentingnya budaya membaca. Tidak hanya itu, beberapa masalah di wilayah riset lainnya banyak anak- anak candu akan game online dari pada belajar membaca, selanjutnya keresahan dan kegelisahan serta kekhwatiran orangtua terhadap anaknya yang belum bisa membaca, serta aspirasi anak dan orangtua untuk adanya wadah belajar membaca di wilayah riset.

Melihat fenomena tersebut, maka seorang mahasiswa Universitas Negeri Medan asal Nias atas nama Ewi Darman Ndraha berpikiran untuk

(3)

Upaya Meningkatkan Minat Baca pada Anak (Studi pada TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru) 3

mendirikan sebuah TBM di Desa Nifalo’o Lauru tersebut, dengan harapan bahwa adanya TBM ini bisa meningkatkan minat baca anak-anak secara perlahan apabila dibina dengan baik. TBM ini diharapkan tidak bersifat sementara namun memiliki jangka waktu yang panjang, cara agar TBM ini bertahan lama dibutuhkan donatur serta dukungan dari orang tua maupun lingkungan sekitar.

Tujuan penelitian  ini   adalah   untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis upaya beserta pelaksanaan program peningkatan minat baca anak di Desa Nifalo’o Lauru. Dengan adanya penelitian diharapkan dapat bermanfaat bagi  para pembaca dan khususnya kepada TBM Ray di Desa Nifalo’o Lauru.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di Taman Baca Masya- rakat Ray di Desa Nifalo’o Lauru, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias. Motode penelitian yang digunakan adalah metode autoetnografi . Autoetnografi adalah suatu metode penelitian terhadap manusia yang fokus penelitiannya dila kukan pada diri peneliti sendiri. Dalam autoetnografi , peneliti adalah subjek dan penga laman peneliti sebagai datanya (Ellis dan Bochner, 2000). Dapat dikatakan bahwa dalam autoetnografi , peneliti adalah subjek sekaligus objek penelitian. Sejalan dengan itu, Buzard (2003) dan Jackson (2008) mem berikan pandangan bahwa autoetnografi merupakan suatu pendekatan alternatif pene litian dan penulisan yang mencari cara untuk mendeskripsikan dan secara sistematis menganalisis (graphy) pengalaman personal (auto-) untuk memahami pengalaman kultural (etno). Kemudian teknik pengumpulan data yang digunakan diantaranya: Observasi dan wawancara. Observasi dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana keadaan yang terjadi sebenarnya di TBM Ray. Kemudian Wawancara, wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu antara kedua belah pihak dengan tujuan untuk mengetahui secara langsung bagaimana kegiatan pembelajaran

dan upaya yang dilakukan pengelola TBM Ray dalam meningkatkan minat baca anak. Untuk mendapatkan informasi tersebut terwawancara dalam kegiatan wawancara ini adalah Ewi Darman Ndraha sebagai ketua sekaligus pengelola TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru dan terakhir studi dokumentasi yang digunakan untuk menggali informasi dalam kaitannya dengan catatan, seperti pedoman wawancara, dan data subjek penelitian.

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL

Peneliti telah melakukan pengamatan secara langsung di TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru kecamatan Gido Kabupaten Nias. Berdasarkan hasil observasi, TBM Ray berdiri pada tanggal 13 juli 2021, Tempat berlangsungnya kegiatan belajar pada TBM Ray di Rumah Ewi Darman Ndraha sebagai dalangnya TBM Ray berdiri di Desa Nifalo’o Lauru. Kemudian TBM Ray bekerjasama dengan aparat pemerintahan Desa Nifalo’o Lauru dalam pemakaian sarana dan prasarana seperti gedung belajar untuk mendukung kegiatan belajar pada TBM Ray.

Pihak aparat pemerintahan Desa sangat mendukung penuh program TBM Ray di Desa Nifalo’o Lauru, karena sebagian besar dari aparat pemerintahan desa, orangtua ataupun saudara dari anak-anak yang berkunjung pada TBM Ray, alasan lain TBM Ray bekerjasama dengan aparat pemerintahan Desa Nifalo’o lauru dalam pemakaian sarana dan prasarana seperti gedung untuk belajar, di sekitar kantor pemerintahan Desa Nifalo’o Lauru banyak anak maupun masyarakat disana, ini dijadikan strategi pengelola pelaksana TBM Ray agar jangkauan pengunjung TBM Ray dijangkau lebih banyak, lain hallnya jika hanya dilakukan dirumah pemilik TBM Ray, pengunjungnya hanya anak- anak sekitar rumah pemilik TBM Ray.

Sebelum TBM Ray berdiri, sudah ada pengakuan dari pihak aparat pemerintahan

(4)

desa berupa surat izin pemberitahuan, bahwa di Desa Nifalo’o Lauru sudah ada wadah berupa taman baca masyarakat yang dapat membantu masyarakat dalam hal membaca, sehingga dari kerjasama tersebut membantu dan mendukung kelancaran proses belajar pada TBM Ray.

Dari aspek sarana dan prasarana, memang masih perlu perhatian dan perbaikan seperti buku-buku bacaan yang perlu dilengkapi dan diperbanyak lagi. Dari hasil pengamatan dan wawancara jumlah buku yang ada di TBM Ray hanya ada 55 buku, jenis buku yang ada di TBM Ray berisikan tentang buku cerita anak, buku gambar anak, buku abjad anak, dan novel anak.

Ketersedian buku-buku diatas, dibantu oleh masyarakat luar, dan disediakan oleh pengelola TBM Ray dengan cara menyebarkan poster open donasi melalui pemanfaatan media sosial berupa facebook, instagram dan whatsapp.

kurang lebih 40 donasi buku diterima oleh pemilik TBM Ray dari luar, lainnya disediakan oleh pengelola TBM Ray.

“’-Kebersihan tempat belajar tetap menjadi kewajiban dan hal penting pada proses pelaksanaan kegiatan belajar pada TBM Ray dan tempat belajar dimanapun itu, dari kebersihan menimbulkan kenyamanan untuk belajar sehingga lebih tenang dalam menjalankan aktifi tas sehari-hari, didukung dengan sikap sopan santun, menghargai, serta media pembelajaran yang kreatif akan membantu keberhasilan tercapainya kegiatan belajar pada TBM ray”, Ujar dari pelaksana TBM Ray.

Hal ini yang kemudian membuat banyak anak- anak disana tertarik untuk belajar di TBM Ray. Kemudian,ditinjau dari keadaan praktisi pengelola TBM Ray, TBM Ray memiliki pengorganisasian dari ketua. sampai pembantu pelaksana TBM Ray.

STRUKTUR KEPENGURUSAN TBM RAY DESA NIFALOOLAURU 2021-2024

Ketua : Ewi Darman Ndraha

Pembantu Pelaksana I Melirawa Ndraha

Pembantu Pelaksana II Zoharniawan Ndraha

Tabel 1.1

(Struktur kepengurusan Tbm Ray Desa Nifalo’o Lauru 2021-2024)

Dilihat dari data kunjungan TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru periode Juli 2021-Februari 2022, sekitar kurang lebih 30 orang anak berkunjung setiap harinya pada jadwal belajar dalam proses kegiatan belajar di TBM Ray.



Ϭ ϭϬ ϮϬ ϯϬ ϰϬ

-XOL)HEUXDUL

Tabel 1.2

(Grafi k Pengunjung TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru, Periode Juli 2021-Februari 2022)

Berdasarkan hasil wawancara, TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru berdiri karena kurangnya kesadaran orangtua dalam menanamkan pentingnya membaca sejak dini pada anak- anak mereka, kemudian banyak anak disana kecanduan game online diusia yang masih dini, selanjutnya keresehan dan kegelisahan serta kekhwatiran orangtua terhadap anaknya yang belum bisa membaca, serta aspirasi

(5)

Upaya Meningkatkan Minat Baca pada Anak (Studi pada TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru) 5

anak dan orangtua untuk adanya wadah belajar membaca di wilayah riset, itulah yang kemudian memotivasi dan menggerakan hati Ewi Darman Ndraha memutuskan untuk mendirikan TBM Ray di Desa Nifalo’olauru Kec. Gido Kab.Nias di wilayah riset

PEMBAHASAN

Sesuai PP Nomor 24 tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU Nomor-43 tahun 2007 tentang perpustakaan, dinyatakan bahwa pembudayaan kegemaran membaca dapat dila kukan melalui:

(1) gerakan nasional ge mar membaca, (2) penyediaan buku murah dan berkualitas, (3) pengembangan dan pemanfaatan perpustakaan sebagai proses pembelajaran, (4) penyediaan sarana perpustakaan di tempat umum yang mudah dijangkau, murah, dan ber mutu, (5) taman bacaan masyarakat, (6) rumah baca, dan/atau (7) kegiatan sejenisnya.

Sesuai peraturan di atas dapat disimpulkan bahwasanya program taman baca masyarakat merupakan salah satu wadah untuk pembudayaan kegemaran membaca, seperti di Desa Nifalo’o Lauru ada pembudayaan kegemaran membaca yaitu Taman Baca Masyarakat Ray Desa Nifalo’o Lauru Kecamatan Gido Kabupaten Nias.

TBM Ray memiliki beberapa program yang menunjang upaya minat membaca anak seperti kegiatan belajar kelompok, mendongeng, melakukan kunjungan-kunjungan di gereja terdekat, pelatihan dalam penggunaan teknologi sebagai wujud dari literasi teknologi dan pelestarian permainan tradisional. Dari hasil wawancara dihasilkan bahwa untuk kegiatan belajar kelompok, mendongeng, belajar bernyanyi, pelestarian permainan tradisonal, dilakukan setiap hari jumat dan sabtu pukul 13:00–16:00WIB, kemudian kegiatan kunjungan gereja sekitar lokasi TBM Ray dilakukan sekali dalam satu bulan pada Hari Minggu, dan pelatihan penggunaan teknologi dilakukan setiap hari rabu pukul

15:00–16:00WIB. Dengan adanya program- program diharapkan anak-anak yang belajar di TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru lebih produktif, kreatif, dan aktif dalam membaca.

a. Kegiatan Belajar Kelompok

Gambar 1.1 (kegiatan belajar kelompok)

Kegiatan belajar kelompok pada TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru dilakukan untuk meningkatkan semangat anak dalam membaca. Contohnya pengunjung anak- anak diminta untuk mewarnai suatu gambar ataupun menebak gambar secara berkelompok sambil membaca setiap tulisan yang ada di buku, hal itu supaya kegiatan belajar pada TBM Ray tidak membosankan, ada waktu pengunjung diminta untuk berperan dan memberikan kontribusinya untuk mencapai tujuan belajar pada suatu kegiatan yang ada, belajar kelompok juga menjadi kesenangan tersendiri bagi anak anak di TBM Ray karena dapat bertemu dengan teman- temannya dibanding membaca sendiri.

Namun, manfaat dari belajar kelompok ini bisa berjalan dengan baik jika fokus dalam membaca dan belajar. Menyikapi hal tersebut, pengelola TBM Ray selalu mengarahkan, membimbing, sampai tujuan dari kegiatan tersebut benar-benar dimengerti, tercapai dan memberikan manfaat untuk meningkatkan minat baca anak, dan agar anak-anak TBM ray sadar bahwa membaca itu penting.

(6)

Manfaat lain dari belajar kelompok di TBM Ray adalah untuk melatih kebiasaan bertanya dan berdiskusi tentang buku yang dibaca kepada teman-temannya, di sini pengelola TBM Ray selalu meminta pendapat dan terbuka untuk berdiskusi terhadap anak-anak supaya kegiatan belajar kelompok berjalan dengan efektif.

Hasil penelitian mendukung pendapat ahli Modjiono (1992:61), yang mengatakan bahwa belajar kelompok dapat diartikan sebagai format belajar mengajar yang menitikberatkan kepada interaksi anggota yang satu dengan anggota yang lain dalam suatu kelompok guna menyelesaikan tugas- tugas belajar secara bersama-sama dengan belajar kelompok dapat menumbuhkan motivasi belajar seseorang, mempermudah pemahaman dan banyak manfaat lainnya.

Dengan belajar kelompok memang dapat meningkatkan minat baca anak seperti halnya pada anak-anak di TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru.

b. Kegiatan Mendongeng

Gambar 1.2 (Kegiatan Mendongeng)

Dikutip dari judul jurnal “ anak, minat baca dan mendongeng” yang ditulis oleh acarya (2017). Dongeng adalah media yang paling baik untuk mengajarkan bahasa dan literasi. Dongeng mengandung ungkapan bahasa yang eksploratif dan imajinatif,

yang memungkinkan anak-anak berpikir, bercermin diri dan bertanya pada eksistensi dirinya, karena dongeng menyajikan keindahan dan renungan hidup. Dikatakan pula bahwa dongeng adalah kehidupan. Ia bercerita tentang kehidupan, merepleksikan kehidupan di masa lalu dan memproteksikan kehidupan di masa depan.

Menurut Satria Dharma, (2016), menga ta- kan “Mendongeng cerita apa saja, membuat anak suka mendengarkan dan akhirnya mengikuti orangtua untuk membaca,”

Efi ne,(2016) seorang psikolog sekaligus pendongeng, mengatakan bahwasanya dengan mendongeng mampu meningkatkan minat baca anak, secara tidak langsung anak-anak yang memiliki ketertarikan pada dongeng akan memiliki rasa penasaran yang tinggi yang memicu mereka menjadi lebih tertarik pada buku-buku cerita bergambar sehingga dengan sendirinya minat baca mereka juga meningkat.

Menurut pendapat di atas, pengelola TBM Ray mengambil langkah untuk meningkatkan minat baca anak salah satunya dengan mendongeng. Kegiatan mendongeng di TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru memberikan manfaat dalam meningkatkan minat baca para pengunjung khususnya anak-anak di TBM Ray Desa Nifalo’olauru. Dalam kegiatan mendongeng para Pengelola TBM Ray mengambil peran dengan bercerita menggunakan buku cerita. Dalam kegiatan tersebut pengelola TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru sambil bercerita dan mensosialisasikan ajaran norma-norma seperti sosial, agama dan sopan santun kepada anak-anak di TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru. Kemudian, anak- anak akan diberikan kesempatan untuk berdongeng, atau bercerita kepada teman- temannya. Secara tidak langsung minat baca anak-anak TBM Ray meningkat.

(7)

Upaya Meningkatkan Minat Baca pada Anak (Studi pada TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru) 7

Tidak hanya teori, tapi diajarkan secara langsung bagaimana melakukannya.

“Anak-anak cenderung mempunyai kesulitan dalam mempelajari nilai-nilai moral dalam kehidupan.Dengan dongeng anak-anak maka kita bisa memberikan contoh melalui tokoh dalam cerita yang kita dongengkan,” jelasnya seperti dikutip dari laman Sahabat Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

c. Berkunjung di gereja sekitar TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru

Gambar 1.3

(Anak TBM Ray membawa pujian di gereja GPDI Nifalo’o Lauru)

Secara keseluruhan anak-anak TBM Ray beragama kristen itulah sebabnya program ini dilakukan. Berkunjung di gereja sekitar TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru dilakukan untuk meningkatkan nilai-nilai keagamaan bagi anak dan untuk meningkatkan kepercayaan diri anak sejak dini tampil di depan umum.

Sebelum melakukan kunjungan di gereja sekitar TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru, para pengelola TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru selalu menjalin kerjasama kepada pihak gereja agar diberikan waktu atupun izin membawa pujian di gereja, kegiatan tersebut mendapatkan respon baik dan dukungan dari setiap gereja, sehingga program tersebut berjalan dengan lancar.

Sebelum membawa pujian di gereja, para pengelola TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru menjalin kerjasama dengan pengunjung, khsususnya anak-anak di TBM Ray Desa

Nifalo’o Lauru untuk terlibat dalam kegiatan tersebut. Kemudian, sebelum berkunjung, para pengelola TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru memberikan dan mengajarkan lagu- lagu baru pada anak-anak sambil membaca dan menghafal setiap lagu yang diberikan.

Pada saat ibadah anak-anak nantinya akan membawa pujian disaksikan oleh jemaat gereja, sehingga kegiatan ini akan meningkatkan kepercayaan dan keberanian diri anak tampil di depan banyak orang.

kemudian membacakan ayat-ayat yang ada di alkitab, ketika membaca ayat yang ada di dalam alkitab tersebut maka akan dijelaskan pula sikap seperti apa yang dipedomani dan itu baik untuk dilakukan.

d. Pelatihan dalam penggunaan teknologi.

Gambar 1.4

(kegiatan pelatihan mengoperasikan laptop)

Pengenalan literasi teknologi sejak dini sangatlah penting karena selain menambah pengetahuan dan keterampilan anak, manfaat lainnya yaitu kelak ketika anak- anak beranjak dewasa mereka mampu menyaring informasi positif dan negatif.

Adapun pelatihan dalam penggunaan teknologi yang diajarkan kepada warga belajar meliputi defi nisi teknologi. salah satu contoh teknologi tersebut, bagaimana cara menghidupkan dan mematikan laptop sebagai dasar dari pelatihan teknologi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan sumber daya manusia dimulai dari anak-anak terkait pengetahuan teknologi.

(8)

e. Pelestarian permainan Tradisional

Gambar 1.4

(Anak TBM Ray Memanfaatkan daun pisang sebagai media pembelajaran)

Marzoan & Hamidi(2017: 46) menyim- pulkan bahwa “permainan tradi sional merupakan kegiatan yang dilakukan dengan suka rela dan menimbulkan kesenangan bagi pelakunya, diatur oleh peraturan permainan yang dijalankan berdasar tradisi turun-temurun” Manfaat permainan tra di sional menurut Subagiyo.( 2016) antara lain anak menjadi lebih kreatif,bisa digunakan sebagai terapi terhadap anak, mengembangkan kecerdasan inte lektual anak, mengembangkan kecer dasan emosi antarpersonal anak, mengem- bang kan kecerdasan logika anak, mengembangkan kecerdasan kinestetik anak, mengembangkan kecerdasan natural anak, mengembangkan kecerdasan spasial anak, mengembangkan kecerdasan musikal anak, dan mengembangkan kecerdasan spiritual anak.

Dari pendapat ahli di atas Pengelola TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru mengatakan bahwa melalui pelestarian permainan tradisional dapat meningkatkan minat baca anak, selain itu anak dibentuk untuk bisa bekerjasama dalam suatu tim, sehingga terbangun hubungan sosial. Selain itu, melalui permainan tradisional akan melatih gerak motorik halus anak, menunjang perkembangan otak dan kecerdasan intelektual, menunjang perkembangan fi sik dan otot, menunjang perkembangan

seni, emosional, serta kreativitas. Salah satu bentuk permainan tradisional yang sedang digalakkan oleh TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru adalah dengan memanfaatkan daun pisang sebagai media pembelajaran.

Dalam prosesnya Pengelola TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru Nias, mengajak para pengunjung untuk membuat daun pisang sebagai alat peraga dalam pembelajaran, mengenalkan daun pisang dengan konsep alam, serta meminta anak-anak tersebut untuk menebak warna daun pisang itu apa. Lalu daun pisang di bentuk dengan berbagai bentuk, seperti salah satu contohnya membentuk anyaman tikar, boneka, bunga, topeng daun pisang, yang didalamnya juga dilakukan pembelajaran sambil merangsang kognitif anak dengan meminta jawaban atas beberapa pertanyaan seperti bagaimana fungsi tikar, kegiatan apa saja yang membutuhkan tikar. Agar anak mampu mengetahui apa manfaat dari sesuatu yang sedang dibuat, dan tidak lupa dipaparkan materi dengan menceritakan bahwa sumber alam yang ada di lingkungan adalah ciptaan Tuhan.

KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat ditarik kesimpulan lahirnya TBM Ray di Desa Nifalo’o Lauru mendorong minat baca anak-anak di TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru hal itu didukung karena beberapa program yang ada untuk membangkitkan minat baca anak. TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru, memiliki beberapa program untuk meningkatkan minat baca anak diantaranya:

1) Kegiatan belajar kelompok, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan semangat anak- anak dalam membaca dan melatih kebiasaan anak untuk bertanya dan berdiskusi tentang buku yang telah dibaca kepada teman lainnya, 2) Mendongeng, dalam kegiatan ini para pengelola TBM Ray mengambil peran dengan bercerita

(9)

Upaya Meningkatkan Minat Baca pada Anak (Studi pada TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru) 9

atau mendongeng menggunakan buku cerita serta mensosialisasikan ajaran norma-norma, 3) Berkunjung ke gereja di sekitar TBM Ray, tujuan dari kegiatan ini adalah dibutuhkan nilai-nilai keagamaan bagi anak dan untuk meningkatkan kepercayaan diri anak sejak dini untuk tampil di depan umum, 4) Pelatihan dalam penggunaan teknologi sebagai wujud dari literasi teknologi, hal ini diharapkan dapat mengedukasikan pada anak dan berguna di masa yang akan datang mengenai kegunaan teknologi, 5) Pelestarian permainan teknologi, pengelola TBM Ray mengajak anak- anak untuk membuat beragam bentuk dari daun pisang, seperti halnya membentuk anyaman tikar, boneka, bunga, topeng, dan lain sebagainya.

Tujuan dari beragamnya program atau kegiatan yang dilaksanakan ialah bukan semata mata agar anak memiliki aktivitas, melainkan untuk menumbuhkan rasa suka terhadap membaca.

SARAN

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah dijelaskan sebelumnya, peneliti memberikan saran yaitu:

1. TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru memerlukan buku yang lebih bervariasi.

2. Pengelola TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru harus menjalin kerjasama kepada pihak dinas pendidikan ataupun dinas perpustakaan, untuk mendapatkan donasi maupun pinjaman buku.

3. Dari hasil analis peneliti terhadap program yang dijalankan, untuk meningkatkan minat baca anak pada TBM Ray sudah sangat baik, dan akan lebih baik lagi jika ada program-program lanjutan lainnya.

4. Program seharusnya dipromosikan kepada semua masyarakat Desa Nifalo’o Lauru, bila perlu Sekabupaten Nias, agar mendapat perhatian lebih banyak dari pihak luar untuk mendukung kegiatan TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru, serta terjaga keberlanjutannya dan tujuan tercapai secara maksimal.

DAFTAR PUSTAKA

Dharma, Satria. (2016). Gerakan Literasi dan Fishbone.

Ella, Y. (ed). (2010). Taman Bacaan Masyarakat Kreatif. Jakarta:

Kementerian Pendidikan Nasional.

Ellis, C. & Bochner, A.P. (2000). Autoethnography, personal narrative, refl exivity. In N.K. Denzin &Y.S Lincoln (Eds.) Handbook of Qualitative Research (2nd Ed.).

Thousand Oaks, CA: Sage.

Farihatin, Anisa Rohmati. 2013. Kegiatan Membaca Buku Cerita dalam Pengembangan Kemampuan Literasi Dasar Anak Usia Dini. Skripsi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Haryanti, Amelia. 2020. Meningkatkan Minat Baca Pada Anak Usia Dini. Jurnal Loyalitas Sosial 2(2). http://

openjournal.unpam.ac.id/index.php/JLS/article/

view/6820/pdf

Holifatul Mukharomah, Yaqub Cikusin. ( 2019 ) . Upaya Meningkatkan Minat Baca Pada Anak Melalui Program Lapak Baca Di Posko KKN Desa Ujan Mas Ulu : Jurnal Pengabdian Masyarakat. 1 (2).

Luh budiani.Dkk. 2018. Kesulitan Membaca Kata Anak Disleksia Usia 7-12 Tahun Di Sekolah SDN 1 Sangsit Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng Bali. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia. 2(2) : 84-89.

Mansyur, Umar. (2019). Upaya Meningkatkan Minat Baca.

Di akses di https://www.researchgate.net/

publication/337671871_Gempusta_Upaya_

Meningkatkan_Minat_Baca

Marzoan, Hamidi ( 2017) Permainan Tradisional Sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Untuk Meningkatkan Kompetensi Sosial Siswa 2 (1).

Mudjito, M.A, 2001. Pembinaan Minat Baca, (Jakarta: Universitas Terbuka)

Muhammad, K. 2015. Kesulitan Siswa Sekolah Dasar Dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi. Jupendas, 2(2) : 11-21

Putri, Lifi a. 2017. Pentingnya Penguasaan Literasi Bagi Generasi Muda Dalam Menghadapi MEA. Jurnal Elic. 1(1) :64- 647. http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/ELIC/

article/view/1282

Pustaka, Acarya (2017) Jurnal Ilmiah Perpustakaan dan Informasi. 3 (2) Ridwan Ermalamora Siregar. 2018. Kajian Fotografi Melalui

Pendekatan Autoetnografi Pada Penelitian Berbasis Seni.

Jurnal Urban . 2(2).

Silvia. (2020). Membangun Budaya Literasi Membaca Dengan Pemanfaatan Media Jurnal Baca Harian. Jurnal Pendidikan.1(1) : 127-135. 10.22373/pjp.

v9i1.7167

Suyono.A, 1998. Memupuk Minat Baca Anak. Intisari mei.

Wardana dan Zamzam. 2014. Strategi Peningkatan Kemampuan Literasi Siswa di Madrasah.Jurnal Ilmiah. 2(3) : 248- 258.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: 1) pelaksanaan program TBM Keliling yang berlangsung sesuai dengan tahapan yang dilakukan mulai dari persiapan hingga evaluasi, 2)

Dari data tabel diatas terlihat jawaban responden terhadap pemanfaatan layanan TBM Plus Mas Raden bermanfaat untuk meningkatkan minat baca masyarakat, 47 orang atau 49,5%

Keberadaan TBM diharapkan dapat menumbuhkan minat dan budaya baca masyarakat terutama generasi muda. Keberadaan TBM Kasih Ibu yang berlokasi di Kecamatan Tanjungkerta

Upaya Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sumber Ilmu Dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Di Kelurahan Pabatu Kota Madya Tebing Tinggi.. Medan: Departemen

Peranan Perangkat Desa dalam pembangunan di Desa Kembes II dapat kita lihat dari adanya upaya pengawalan yang intensif dari pihak aparat pemerintahan Desa termasuk Kepala

Disini TBM Budi Luhur memiliki diketahui dapat berperan dalam meningkatkan minat belajar masyarakat dengan adanya kegiatan belajar yang berupa layanan membaca untuk masyarakat

Hasil penelitian ini menunjukan Program lapak baca cukup berpengaruh terhadap peningkatan minat baca pada anak di desa ujan mas ulu, Bagaiman dengan adanya program lapak baca pada

email : [email protected] halaman 1-4 Upaya Meningkatkan Minat Baca Al-Qur’an pada Anak-Anak Melalui Kegiatan Lomba Musabaqah Hifzhil Qur’an di Desa Polewali Qudratul khaeriah1,