• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMADIKLUS PenetapanTataTertibKongres

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "IMADIKLUS PenetapanTataTertibKongres"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

KETETAPAN KONGRES II

IKATAN MAHASISWA PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH (IMADIKLUS)

Tentang

Penetapan Tata Tertib Kongres II

Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah se-Indonesia

Menimbang:

1.Bahwa perlunya pembaharuan yang sesuai dengan kemahasiswaan dalam era Reformasi

2.Bahwa pembaharuan dan pemberdayaan kehidupankemahasiswaan yang lebih membangun dan positif perlu segera dilaksanakan.

3.Bahwa dinamika kemahasiswaan merupakan bagian yang integral dengan Sistem Pendidikan Nasional.

4.Bahwa untuk memberikan jaminan kepastian hukum terhadap jalannya kongres IMADIKLUS.

5.Bahwa untuk memberikan kepastian hukum terhadap hasil-hasil kongres IMADIKLUS.

Mengingat: Hasil rapat kerja tim penyusun rancangan AD/ART sementara.

Memperhatikan:

1. Hasil-Hasil Rapat penyelenggara IMADIKLUS tahun 2008 2. Hasil-hasil Pembahasan Tatib Kongres II IMADIKLUS.

Memutuskan:

Menetapkan : Tata Tertib Kongres I Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah

Ditetapkan di : Balai PKTK Surabaya Pada Tanggal : 10 Desember 2009 Pukul : 16.08 WIB

Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan bila ada kekeliruan dapat ditinjau ulang

Presidium Sidang,

Presidium Sidang I,

Panji Bahari Noor Romadhon (UNTIRTA)

Presidium Sidang II,

(2)

TATA TERTIB SIDANG KONGRES

IKATAN MAHASISWA PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

TINGKAT NASIONAL

BAB I

NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT KEGIATAN

Pasal 1

Nama

Kegiatan ini bernama Kongres II Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Nasional tahun

2009 yang selanjutnya disebut dengan Kongres II IMADIKLUS Nasional tahun 2009

Pasal 2

Waktu

Kongres II IMADIKLUS Nasional dilaksanakan pada hari kami s.d.sabtu Tanggal 10. S.d 12

bulan Desember tahun 2009

Pasal 3

Tempat

Kongres II IMADIKLUS Nasional tahun 2009 dilaksanakan di Balai PKTK Keciptakaryaan, Jl.

Bukit Darmo Raya Surabaya 60226

BAB II

STATUS, TUGAS DAN WEWENANG

Pasal 4

Status

Kongres II IMADIKLUS Nasional tahun 2009 merupakan forum pengambilan keputusan

tertinggi mahasiswa pendidikan luar sekolah di tingkat nasional dan dilaksanakan sekali dalam

satu periode yaitu satu setengah tahun.

Pasal 5

Tugas dan wewenang

(3)

2. Mengamandemen dan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga

Kongres II IMADIKLUS Nasional tahun 2009.

3. Menetapkan Garis Besar Haluan Kerja dan rekomendasi-rekomendasi.

4. Memilih ketua umum dan wakil ketua umum serta membentuk tim formatur

IMADIKLUS Periode 2009-2011.

5. Menetapkan hasil keputusan kongres II IMADIKLUS Nasional tahun 2009

BAB III

PESERTA SIDANG

Pasal 6

1. Peserta penuh Kongres II IMADIKLUS Nasional tahun 2009 adalah :

a) Peserta penuh adalah peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan Kongres II

IMADIKLUS Nasional tahun 2009

b) Peserta penuh berjumlah maksimal 5 orang dari masing-masing Perguruan Tinggi

se-Indonesia

c) Apabila peserta penuh tidak hadir maka tidak dapat diwakilkan.

2. Peserta peninjau adalah seluruh mahasiswa jurusan Pendidikan Luar Sekolah yang bukan

delegasi jurusan Pendidikan luar sekolah dari masing-masing Perguruan Tinggi

se-Indonesia.

BAB IV

HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA SIDANG

Pasal 7

Hak Peserta Sidang

1. Hak bicara dimiliki oleh peserta baik peserta penuh maupun peserta peninjau Kongres II

IMADIKLUS Nasional tahun 2009.

(4)

Pasal 8

Kewajiban Peserta Sidang

Setiap peserta mempunyai kewajiban sebagai berikut :

1. Mengikuti dan mentaati tata tertib sidang Kongres II IMADIKLUS Nasional Tahun 2009

selama kongres berlangsung.

2. Hadir 2 x 5 menit sebelum sidang dimulai.

3. Meminta persetujuan presidium apabila meninggalkan persidangan .

4. Berpakaian sopan dan rapi

5. Mengisi daftar hadir.

6. Menjaga nama baik Kongres II IMADIKLUS Nasional tahun 2009

BAB V

PERSIDANGAN

Pasal 9

Bentuk persidangan dalam Kongres II IMADIKLUS Nasional tahun 2009 adalah :

a. Sidang komisi

b. Sidang pleno

BAB VI

MEKANISME PEMILIHAN PRESIDIUM SIDANG

Pasal 10

Pencalonan

1. Dipilih Dari Peserta Penuh

(5)

3. Minimal Didukung 2 Lembaga

Pasal 11

Menyatakan Kesediaan

Pasal 12

Pemilihan

Pemilihan Dilakukan Secara Tertutup, Jika Memperoleh Suara Terbanyak Langsung Menjadi

Ketua Presidium, Sekretaris dan Anggota

BAB VII

PIMPINAN SIDANG

Pasal 13

Pimpinan sidang tetap adalah peserta penuh sebanyak tiga orang yang telah dipilih oleh peserta

penuh Kongres II IMADIKLUS Nasional tahun 2009 .

BAB VIII

TUGAS PIMPINAN SIDANG

Pasal 14

1. Memimpin jalannya persidangan dan bertanggung jawab atas ketertibannya.

2. Mengatur waktu pemberian tanggapan dari anggota persidangan atas saran-saran yang

dikemukakan dalam persidangan.

3. Berhak menegur pembicaraan yang tidak mentaati ketentuan yang telah ditetapkan,

antara lain pembicaraan menyimpang dari pokok acara, melebihi waktu yang disediakan

dan membuat gaduh di dalam persidangan.

4. Apabila setelah diberi peringatan pembicara tidak mengindahkanya, pimpinan sidang

(6)

BAB IX

QUORUM

Pasal 15

1. Sidang dianggap sah apabila dihadiri setengah ditambah satu (1/2+1) dari jumlah peserta

yang ditinjau dari presensi awal

2. Apabila point 1 tidak terpenuhi, maka sidang dipending selama dua kali lima (2 x 5)

menit kemudian dilanjutkan dan sidang dianggap sah.

BAB X

Pasal 16

1. Pengambilan Keputusa pengambilan keputusan sidang dilakukan dengan cara

musyawarah mufakat.

2. Jika point 1 tidak tercapai maka pengambilan keputusan dilakukan melalui proses

lobbying selama 1 x 5 menit.

3. Jika point 2 tetap tidak tercapai maka pengambilan keputusan dilakukan melalui voting

dan keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.

BAB XI

SANKSI

Pasal 17

1. Sanksi diberikan kepada peserta apabila melanggar tata tertib setelah diperingatkan oleh

presidium sidang sebanyak 3x.

2. Sanksi yang diberikan presidium sidang berupa mengeluarkan peserta yang melanggar

tata tertib sidang dengan persetujuan forum sidang, peserta yang dikenai sanksi tidak

dapat mengikuti satu kali sidang pembahasan.

3. Peserta dianggap mengundurkan diri apabila tidak mengikuti persidangan sebanyak 3x

(7)

4. Jika presidium gagal memimpin persidangan maka presidium dapat diganti dengan yang

lain sesuai mekanisme pemilihan presidium.

5. Sanksi keterlambatan peserta hak bicara dicabut 2x waktu keterlambatan.

BAB XII

KETENTUAN TAMBAHAN

Pasal 19

1. peserta yang meningggalkan musyawarah tidak dapat diwakilkan.

2. Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib ini akan diatur kemudian.

3. Tata tertib ini berlaku sejak diputuskan sampai dengan selesainya kongres II

Referensi

Dokumen terkait

Menjelang pelaksanaan Kongres, Rapat Pleno Dewan Pimpinan Pusat harus menyusun laporan pekerjaan politik dan organisasi nasional di antara 2 (dua) Kongres yang akan dilaporkan

Kepemimpinan AFEBI untuk setelah Kongres sampai tanggal 1 Januari 2014 diserahkan kepada Presidium Sidang Kongres untuk kemudian diserahkan kepada Dewan Pengurus Nasional

Formatur sidang terdiri atas wakil-wakil dari masing-masing unsur yang akan bertindak sebagai pimpinan Sidang Forum4. Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris dipilih dari formatur

Keputusan Kongres Nasional XVIII/2009 Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia No.:005/Kongres XVIII/ISFI/2009 tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Ikatan

Peserta Simposium Kongres Nasional XV Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (KOPAPDI XV), Hotel J.W.. Panitia Simposium Kongres Nasional XV

Menjelang pelaksanaan Kongres, Rapat Pleno Dewan Pimpinan Pusat harus menyusun laporan pekerjaan politik dan organisasi nasional di antara 2 (dua) Kongres yang akan dilaporkan

Peserta Simposium Kongres Nasional XV Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (KOPAPDI XV), Hotel J.W. Panitia Simposium Kongres Nasional XV

Pimpinan komisi terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota komisi dalam satu paket yang bersifat