Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 25
AKUNTABILITAS KINERJA
Akuntabilitas Kinerja adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah
untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan misi organisasi
dalam mencapai tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui alat
pertanggungjawaban secara periodek.
Capaian Kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin
(Bappeda) Tahun 2015 secara keseluruhan adalah sebagai berikut
Pencapaian target kinerja atas sasaran ini adalah sebagai berikut :
Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian (%)
Persentase peningkatan pengunjung website
Bappeda dalam satu tahun
25% 82% 328%
Persentase pengunjung website yang puas
dengan data dan informasi Bappeda
90% 67% 74%
Persentase peningkatan penyediaan data dan
informasi
25% 25% 100%
1. Persentase peningkatan pengunjung website Bappeda pada tahun 2015 mencapai
82%, dengan capaian kinerja 328% dari target yang ditetapkan sebesar 25%.
Capaian kinerja cukup signifikan bila dibandingkan dengan target pada tahun
berkenaan. Kemudahan dalam memperoleh informasi dan data serta dokumen
yang dihasilkan oleh BAPPEDA menjadi salah satu faktor utama dalam
peningkatan jumlah pengunjung website. Sejak dilaunching pada bulan Maret
2010 boleh dikatakan pengunjung mengalami peningkatan yang cukup drastis.
3.1. CAPAIAN KINERJA BAPPEDA
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 26 Dari yang semula hanya berjumlah puluhan hingga ratusan perbulannya, saat ini
rata-rata pengunjung perbulan bisa mencapai ribuan bahkan puluhan ribu
pengunjung. Tujuan adanya website Bappeda adalah untuk memenuhi pelayanan
penyediaan data dan informasi serta dokumen publikasi (baik dokumen
perencanan maupun statistik) untuk khalayak umum terkait dengan perencanaan
kota beserta informasi terkait pelaksanaan program dan kegiatan yang ditangani
langsung oleh Bappeda. Data lengkap jumlah pengunjung dapat dilihat pada
Lampiran 5.
2. Persentase pengunjung website yang puas dengan data dan informasi Bappeda,
mencapai 65% dengan capaian kinerja 74% dari target yang ditetapkan 90%.
Polling kepuasan tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kualitas
penyajian konten website yang secara langsung dapat diukur dengan penentuan
jawaban YA atau TIDAK oleh pengunjung tanpa terkecuali. Hasil dari polling
website Bappeda akan menjadi salah satu bahan evaluasi bagi perbaikan penyajian
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 27 3. Persentase peningkatan penyediaan data dan informasi, realisasi untuk tahun 2015
mencapai 25% dengan capaian kinerja 100% dari target 25%. Perhitungan
peningkatan penyediaan data dan informasi ini dibatasi pada jumlah dokumen
yang diunggah di website setiap tahunnya . Tahun 2015 sebanyak 10 dokumen
bertambah 2 dokumen dari tahun 2014 ada 8 dokumen. Capaian kinerja 100%
tersebut didapatkan dari dokumen yang diunggah tahun 2015 yaitu (1) Perjanjian
Kinerja Tahun 2015 (2) RKPD 2016 (3) Kinerja Perekonomian Kota Banjarmasin
2012-2014 dan Perkiraan Tahun 2015 (PDRB), (4) Analisis Inflasi dan Variabel
Makro Ekonomi Kota Banjarmasin Tahun 2014, (5) Data Pembangunan Kota
Banjarmasin (BDA Tahun 2015), (6) KUA Tahun 2016, (7) PPAS Tahun 2016,
(8) KUPA Tahun 2015, (9) PPASP Tahun 2015 dan (10) Analisis Capaian
Pembangunan Manusia Kota Banjarmasin (IPM). Ketersediaan data/produk
dokumen ini masih belum optimal dikarenakan website Bappeda belum dikelola
dengan manajemen yang terorganisasi dalam pengadministrasian serta hal teknis
terkait lainnya. Website Bappeda hanya dikelola oleh seorang pelaksana/staf
Bappeda yang didukung oleh kepala Badan untuk meningkatkan pelayanan dalam
ketersediaan data dan informasi yang ada di Bappeda. Ketercapaian dari ketiga
indikator di atas menjadi bahan evaluasi bagi Bappeda sebagai institusi yang
melaksanakan perencanaan daerah, bahwa kebutuhan akan data dan informasi
sangat diperlukan baik bagi aparatur pemerintah sebagai pelaksana pembangunan,
untuk masyarakat luas dari berbagai komponen dan juga sebagai bentuk
pertanggungjawaban Akuntabilitas/transparansi kepada publik.
4. Melihat capaian kinerja yang diperoleh maka, Bappeda akan melakukan
perbaikan-perbaikan, antara lain :
a. Meningkatkan kualitas dan kapasitas website Bappeda dengan manajemen
yang lebih baik, dengan membuat tim khusus yang memiliki keahlian di
bidang IT.
b. Peningkatan penyediaan data dan informasi, tidak hanya mengunggah
produk tahunan yang dihasilkan tetapi juga informasi-informasi lainnya
Rapat-Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 28 rapat koordinasi intern/antar SKPD ataupun hasil dari rapat-rapat koordinasi
di luar daerah maupun di propinsi.
Pencapaian target kinerja atas sasaran ini pada tahun 2015 adalah sebagai berikut :
Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian (%)
Jumlah hasil penelitian/kajian yang
ditindaklanjuti dan dimanfaatkan
3 Penelitian 3 Penelitian 100%
1. Capaian kinerja untuk indikator jumlah hasil penelitian/kajian yang ditindaklanjuti
dan dimanfaatkan adalah 100%. Pada tahun 2015, dilakukan 2 Penelitian Jaringan
penelitian dan pengembangan (jarlitbang) bidang pendidikan dengan Pusat
Penelitian dan Kebijakan Kemendikbud dengan dana bersumber dari Puslitjak
Kemendikbud yang dikerjakan secara swakelola kerjasama dengan Lembaga
Penelitian Unlam dengan tema “ Studi Evaluatif Pelaksanaan Karya Ilmiah
Sebagai Pengembang Karir Guru di Kota Banjarmasin” dan “Pemanfaatan
Keunggulan Lokal berbasis Karakter dalam Pembelajaran IPS di SMP Negeri
Kota Banjarmasin”. Tema ini dipilih berdasarkan hasil rapat dengan Tim Pokja
Jarlitbang bidang pendidikan yang terdiri dari unsur Dinas pendidikan, Perguruan
Tinggi Negeri/Swasta, Kemenag dan Bappeda. Latar belakang dipilih tema ini
adalah diharapkan dapat membantu pimpinan daerah dalam merencanakan dan
melaksanakan serta memecahkan masalah-masalah kebijakan pendidikan di Kota
Banjarmasin dalam upaya mensinkronkan berbagai kebijakan pendidikan melalui
penelitian, pendataan/statistik persekolahan, kurikulum dan penilaian pendidikan
serta untuk mewujudkan layanan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
1 penelitian lagi yang dilaksanakan di tahun 2015 ini adalah kerjasama
Penyusunan Roadmap Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Bappeda Kota Banjarmasin
dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat
Banjarmasin. Penelitian ini didasari atas atas peraturan Bersama Menteri Riset
Sasaran Strategis
2. Terlaksananya
penelitian
dan
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 29 dan Teknologi dan Menteri Dalam Negeri sebagai upaya pemerintah dalam
menyikapi tuntutan peningkatan produktivitas daya saing nasional dan maupun
nasional dengan agenda strategis yang disusun berdasarkan landasan sistem
inovasi daerah. Pemanfaatan ini sebagai bahan untuk sinkronisasi di RPJMD.
Tema wisata pasar terapung dengan alasan pasar terapung sebagai ikon kota
Banjarmasin dan terbukti di beberapa daerah mempunyai daya tarik yang tinggi.
Pasar terapung Banjarmasin merupakan pasar terapung yang alami pertama di
dunia. karakteristik sungai Kota Banjarmasin sangat khas dan potensinya sangat
tinggi dikembangkan menjadi destinasi wisata dengan daya tarik internasional.
2. Capaian indikator ini tidak terbatas pada tahun pelaksanaannya saja tetapi bisa
dari hasil penelitian tahun tahun sebelumnya .
3. Harapan ke depannya Bappeda akan melaksanakan Penelitian/kajian memang
berdasarkan keperluan bukan keinginan dan dapat dijadikan sebagai salah satu
bahan/rekomendasi bagi perencanaan pembangunan daerah agar tepat sasaran.
Pencapaian target kinerja atas sasaran ini tergambarkan pada beberapa indikator
sebagai berikut :
Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian (%)
Persentase program aspirasi masyarakat yang
dapat diakomodasi dalam perencanaan
pembangunan sesuai dengan kebutuhan
25% 94% 376%
Persentase program dalam rangka merespon
masalah/perubahan yang terjadi di daerah
15% 15% 100%
Persentase tingkat keberhasilan program prioritas 80% 77% 96,25%
Sasaran Strategis
3. Terlaksananya penyusunan perencanaan
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 30 Persentase dokumen perencanaan pembangunan
daerah yang diselesaikan tepat waktu sesuai
dengan tahapan
100% 50% 50%
1. Persentase program aspirasi masyarakat yang dapat diakomodasi dalam
perencanaan pembangunan sesuai dengan kebutuhan, pada tahun 2015 mencapai
94 % dengan capaian kinerja 376% dari target 25%.
2. Perhitungan ini diperoleh dari 5 Kecamatan di Kota Banjarmasin, berdasarkan
usulan musrenbang pada tahun 2014 dan direalisasikan dalam 16 program dari 17
Program pada tahun 2015 yaitu :
a. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan
b. Pembangunan Peningkatan Jalan dan Jembatan
c. Program Pembangunan Saluran Drainase/gorong-gorong.
d. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan
e. Program peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan
f. Program Pembangunan Pintu gerbang batas kota
g. Program pendidikan anak usia dini
h. Program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun
i. Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan
pengairan lainnya.
j. Program penciptaan iklim usaha kecil menengah yang kondusif
k. Program Pengembangan Kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha
kecil menengah
l. Program pengembangan industri kecil menengah
m. Program Pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana
puskesmas/puskesmas pembantu dan jaringannya.
n. Program pemberdayaan fakir miskin, komunitas adat terpencil (KAT) dan
penyandang masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)
o. Pembinaan para penyandang cacat dan trauma
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 31 q. Sedangkan program pengadaan, peningkatan sarana prasarana Rumah Sakit/
Rumah Sakit Jiwa/ Rumah Sakit Paru/ Rumah Sakit Mata dalam usulan
pengadaan mobil ambulance untuk kerukunan kematian tidak terakomodasi.
3. Kendala yang dihadapi masyarakat atas pelaksanaan musrenbang selama ini
antara lain :
a. Pelibatan masyarakat seringkali masih dianggap sebagai formalitas
pelaksanaan musrenbang saja.
b. Minimnya usulan masyarakat yang diakomodasi oleh pemerintah daerah.
c. Prioritas usulan program/kegiatan di tingkat kelurahan/kecamatan belum
menjadi prioritas di tingkat daerah.
d. Masyarakat pada tingkat bawah yang terlibat pada proses musrenbang tidak
memiliki akses/kontrol terhadap hasil final dari musrenbang (RKPD).
4. Perbaikan yang akan dilakukan Bappeda dalam menindaklanjuti dari kendala ini ,
adalah :
a. Melaksanakan Sosialisasi kepada masyarakat mengenai rencana penyusunan
RKPD melalui media disertai agenda kegiatan yang jelas agar masyarakat
berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
b. Usulan yang tidak terakomodasi dalam tahun bersangkutan akan dijadikan
prioritas tahun berikutnya.
c. Mengembangkan system perencanaan berbasis Web (Simasdap) sehingga
ada transparansi baik dari segi program maupun anggaran
d. Melaksanakan forum SKPD seoptimal mungkin meskipun dengan waktu
yang relatif singkat.
e. SKPD Teknis terkait yang merealisasikan usulan dari hasil musrenbang
kecamatan agar dapat memberikan informasi kepada Bappeda, pihak
kecamatan, dan demikian juga kecamatan dapat menginformasikan hasil
tersebut kepada masyarakat.
f. Menyamakan persepsi tentang program prioritas baik bagi Bappeda, SKPD,
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 32 5. Persentase program dalam rangka merespon masalah/perubahan yang terjadi di
daerah, capaian kinerja 100% pada tahun 2015 sebanyak 15% dari target 15%
terlihat dari respon SKPD seperti:
a. Bencana kabut asap terdapat Program pada Badan Lingkungan Hidup
dengan program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan
hidup, program peningkatan pengendalian polusi atau 2 program dari 7
program pada Badan Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan dengan program
Pengadaan peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas
/puskesmas pembantu dan jaringannya, program pengadaan peningkatan
sarana dan prasarana rumah sakit/RS Jiwa, RS paru/RS mata.
b. Wabah Demam berdarah direspon oleh dinas kesehatan dengan Program
pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan dengan Program
pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan pada kegiatan
pengendalian penyakit tidak menular.
c. Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) direspon oleh Badan Kesatuan Bangsa
dan Politik dengan program Program peningkatan keamanan dan
kenyamanan lingkungan serta program peningkatan dan pembinaan
organisasi kemasyarakatan, Program pemeliharaan kantrantibmas dan
pencegahan tindak kriminal, Satuan Polisi Pamong Praja dengan program
Peningkatan keamanan dan kenyamanan, Program pemeliharaan
kantrantibmas dan pencegahan tindak kriminal.
d. Kemarau panjang direspon oleh Dinas Kesehatan dengan Program
Pengadaan peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas
/puskesmas pembantu dan jaringannya, program pengadaan peningkatan
sarana dan prasarana rumaah sakit/RS Jiwa, RS paru/RS mata. Dinas Cipta
Karya dan Perumahan dengan Program pengembangan kinerja pengelolaan
air minum dan air limbah. Badan Lingkungan Hidup dengan program
pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup, program
peningkatan pengendalian polusi, Dinas Kebersihan dan Pertamanan dengan
Program peningkatan penghijauan, Bagian perekonomian kaitannya dengan
MEA pada program pengembangan data/ Informasi, Program kerjasama
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 33 penanggulangan korban bencana alam, program pemberdayaan masyarakat
untuk menjaga ketertiban dan keamanan.
6. Persentase tingkat keberhasilan program prioritas, mencapai 77,49% dari target
80%. Pada Tahun 2015, yang menjadi prioritas daerah adalah :
a. Penguatan ekonomi masyarakat
b. Peningkatan Pelayanan publik
c. Peningkatan infrastruktur kota
d. Peningkatan sumber daya manusia
e. Pengembangan seni dan budaya
7. Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah yang diselesaikan tepat waktu
sesuai dengan tahapan, pada tahun 2015 ini capaian kinerja mencapai 50%.
Dokumen yang dimaksud adalah (1) RKPD tahun 2016 , (2) RKPD Perubahan
2015, (3) KUPA tahun 2015, (4) PPASP tahun 2015 (5) KUA tahun 2016 (6)
PPAS tahun 2016, (7) Renja Bappeda tahun 2016 dan (8) Renja Perubahan 2016.
Dari dokumen perencanaan tersebut yang diselesaikan belum tepat waktu adalah
KUPA Tahun 2015, PPASP 2016, KUA Tahun 2016 dan PPAS Tahun 2016.
Pencapaian target kinerja atas sasaran ini adalah sebagai berikut :
Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian (%)
Persentase program daerah yang selaras dengan
program Nasional dan Propinsi
100% 100% 100%
Persentase program di RKPD yang selaras dengan
RPJMD
100% 100% 100%
Persentase SKPD dengan kualitas perencanaan
baik
60% 63% 105%%
Persentase capaian target RPJMD 100% 100% 100%
Sasaran Strategis
4. Terlaksananya pengendalian dan evaluasi
perencanaan
pembangunan
daerah
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 34 1. Persentase program daerah yang selaras dengan program Nasional dan Propinsi,
pada tahun 2015 mencapai 100%, capaian kinerja 100% dari target 100%.
2. Persentase program di RKPD yang selaras dengan RPJMD, pada tahun 2014
mencapai 100% dengan capaian kinerja 100% dari target 100%.
3. RKPD yang merupakan perencanaan tahunan daerah adalah penjabaran dari
RPJMD daerah dan mengacu pada RKP. Perencanaan pembangunan daerah
merupakan satu kesatuan dalam system perencanaan pembangunan nasional.
Pembangunan yang dilaksanakan di daerah tidak terlepas dari konsep rencana
pembangunan nasional, karenanya dalam menyusun program pembangunan
daerah tetap mengacu kepada rencana pembangunan nasional maupun propinsi.
4. Persentase SKPD dengan kualitas perencanaan baik, pada tahun 2015 mencapai
63%, dengan capaian kinerja 105% dari target 60%. Pada Tahun 2014 dan
berlanjut 2015, SKPD diminta untuk mereviu Renstra, berdasarkan hasil
korsupgah dari BPKP tahun 2014 dan hasil evaluasi dari Kemenpan Dan RB
tahun 2015, merekomendasikan agar memperbaiki/menyempurnakan Renstra.
Dari hasil evaluasi terhadap Revisi Renstra yang disampaikan SKPD ke Bappeda
dan mengacu pada kriteria sebagai berikut :
a. Dokumen Renstra SKPD telah ada
b. Renstra SKPD telah memuat Visi, Misi,Tujuan, Sasaran, Program, Indikator
Kinerja sasaran, target tahunan, indikator kinerja tujuan dan target jangka
menengah.
c. Renstra telah menyajikan IKU.
d. Tujuan dan sasaran telah berorientasi hasil.
e. Program/kegiatan merupakan cara untuk mencapai tujuan/sasaran/hasil
program/hasil kegiatan.
f. Indikator kinerja tujuan (Outcome) dan sasaran (Outcome dan output) telah
memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik
g. Target kinerja ditetapkan dengan baik
h. Renstra telah selaras dengan RPJMD.
5. Persentase capaian target RPJMD untuk tahun 2015 adalah 100% dari target
100% Pencapaian target RPJMD ini merupakan tanggung jawab dari instansi
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 35 jawabnya. Bappeda berperan untuk mengevaluasi dan mengendalikan
perencanaan agar ketercapaian semua indikator bisa dimonitoring dengan baik dan
capaian sesuai harapan.
6. Pembangunan yang baik dimulai dengan perencanaan yang baik, selanjutnya
program yang telah disusun dan dituangkan dalam RKPD tersebut memerlukan
implementasi, monitoring dan evaluasi untuk memberikan feedback bagi proses
perencanaan selanjutnya.
Realisasi keuangan Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2015 dapat disimpulkan
sebagaimana yang disajikan pada tabel dibawah ini :
Anggaran Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin
Pada 31 Desember Tahun 2015
No. Jenis Belanja 2015
Anggaran Realisasi
I BELANJA TIDAK LANGSUNG
1 Belanja Pegawai Rp3.425.249.100 Rp3.130.382.919
Jumlah Belanja Tidak Langsung Rp3.425.249.100 Rp3.130.382.919
II BELANJA LANGSUNG
1 Belanja Pegawai Rp1.314.150.000 Rp1.134.485.000
2 Belanja Barang dan Jasa Rp3.073.582.000 Rp2.233.548.700
3 Belanja Modal Rp491.916.000 Rp381.746.000
Jumlah Belanja Langsung Rp4.879.648.000 Rp3.749.759.700
Jumlah Belanja Seluruhnya Rp8.304.897.100 Rp6.880.142.619
Pada Tahun anggaran 2015 Bappeda mengelola anggaran sebesar
Rp8.304.897.100,- yang terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar
Rp3.425.249.100,-dan Belanja Langsung sebesar Rp4.879.759.700,- Belanja Tidak
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 36 sedangkan Belanja Langsung tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan
yang dilaksanakan oleh Bappeda Kota Banjarmasin.
Program dan Kegiatan yang dilaksanakan Bappeda terdiri dari 9 program dan 27
kegiatan. Perkembangan pelaksanaan program dan kegiatan sampai akhir tahun 2015
adalah realisasi fisik sebesar 94,65% dan Realisasi anggaran (belanja langsung) pada
tahun 2015 adalah sebesar Rp3.749.759.700,- atau 76,84 % dari pagu anggaran sebesar
Rp4.879.648.000,-.