• Tidak ada hasil yang ditemukan

6LKj Bab III Akuntabilitas Kinerja

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "6LKj Bab III Akuntabilitas Kinerja"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 25

AKUNTABILITAS KINERJA

Akuntabilitas Kinerja adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah

untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan misi organisasi

dalam mencapai tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui alat

pertanggungjawaban secara periodek.

Capaian Kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin

(Bappeda) Tahun 2015 secara keseluruhan adalah sebagai berikut

Pencapaian target kinerja atas sasaran ini adalah sebagai berikut :

Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian (%)

Persentase peningkatan pengunjung website

Bappeda dalam satu tahun

25% 82% 328%

Persentase pengunjung website yang puas

dengan data dan informasi Bappeda

90% 67% 74%

Persentase peningkatan penyediaan data dan

informasi

25% 25% 100%

1. Persentase peningkatan pengunjung website Bappeda pada tahun 2015 mencapai

82%, dengan capaian kinerja 328% dari target yang ditetapkan sebesar 25%.

Capaian kinerja cukup signifikan bila dibandingkan dengan target pada tahun

berkenaan. Kemudahan dalam memperoleh informasi dan data serta dokumen

yang dihasilkan oleh BAPPEDA menjadi salah satu faktor utama dalam

peningkatan jumlah pengunjung website. Sejak dilaunching pada bulan Maret

2010 boleh dikatakan pengunjung mengalami peningkatan yang cukup drastis.

3.1. CAPAIAN KINERJA BAPPEDA

(2)

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 26 Dari yang semula hanya berjumlah puluhan hingga ratusan perbulannya, saat ini

rata-rata pengunjung perbulan bisa mencapai ribuan bahkan puluhan ribu

pengunjung. Tujuan adanya website Bappeda adalah untuk memenuhi pelayanan

penyediaan data dan informasi serta dokumen publikasi (baik dokumen

perencanan maupun statistik) untuk khalayak umum terkait dengan perencanaan

kota beserta informasi terkait pelaksanaan program dan kegiatan yang ditangani

langsung oleh Bappeda. Data lengkap jumlah pengunjung dapat dilihat pada

Lampiran 5.

2. Persentase pengunjung website yang puas dengan data dan informasi Bappeda,

mencapai 65% dengan capaian kinerja 74% dari target yang ditetapkan 90%.

Polling kepuasan tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kualitas

penyajian konten website yang secara langsung dapat diukur dengan penentuan

jawaban YA atau TIDAK oleh pengunjung tanpa terkecuali. Hasil dari polling

website Bappeda akan menjadi salah satu bahan evaluasi bagi perbaikan penyajian

(3)

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 27 3. Persentase peningkatan penyediaan data dan informasi, realisasi untuk tahun 2015

mencapai 25% dengan capaian kinerja 100% dari target 25%. Perhitungan

peningkatan penyediaan data dan informasi ini dibatasi pada jumlah dokumen

yang diunggah di website setiap tahunnya . Tahun 2015 sebanyak 10 dokumen

bertambah 2 dokumen dari tahun 2014 ada 8 dokumen. Capaian kinerja 100%

tersebut didapatkan dari dokumen yang diunggah tahun 2015 yaitu (1) Perjanjian

Kinerja Tahun 2015 (2) RKPD 2016 (3) Kinerja Perekonomian Kota Banjarmasin

2012-2014 dan Perkiraan Tahun 2015 (PDRB), (4) Analisis Inflasi dan Variabel

Makro Ekonomi Kota Banjarmasin Tahun 2014, (5) Data Pembangunan Kota

Banjarmasin (BDA Tahun 2015), (6) KUA Tahun 2016, (7) PPAS Tahun 2016,

(8) KUPA Tahun 2015, (9) PPASP Tahun 2015 dan (10) Analisis Capaian

Pembangunan Manusia Kota Banjarmasin (IPM). Ketersediaan data/produk

dokumen ini masih belum optimal dikarenakan website Bappeda belum dikelola

dengan manajemen yang terorganisasi dalam pengadministrasian serta hal teknis

terkait lainnya. Website Bappeda hanya dikelola oleh seorang pelaksana/staf

Bappeda yang didukung oleh kepala Badan untuk meningkatkan pelayanan dalam

ketersediaan data dan informasi yang ada di Bappeda. Ketercapaian dari ketiga

indikator di atas menjadi bahan evaluasi bagi Bappeda sebagai institusi yang

melaksanakan perencanaan daerah, bahwa kebutuhan akan data dan informasi

sangat diperlukan baik bagi aparatur pemerintah sebagai pelaksana pembangunan,

untuk masyarakat luas dari berbagai komponen dan juga sebagai bentuk

pertanggungjawaban Akuntabilitas/transparansi kepada publik.

4. Melihat capaian kinerja yang diperoleh maka, Bappeda akan melakukan

perbaikan-perbaikan, antara lain :

a. Meningkatkan kualitas dan kapasitas website Bappeda dengan manajemen

yang lebih baik, dengan membuat tim khusus yang memiliki keahlian di

bidang IT.

b. Peningkatan penyediaan data dan informasi, tidak hanya mengunggah

produk tahunan yang dihasilkan tetapi juga informasi-informasi lainnya

(4)

Rapat-Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 28 rapat koordinasi intern/antar SKPD ataupun hasil dari rapat-rapat koordinasi

di luar daerah maupun di propinsi.

Pencapaian target kinerja atas sasaran ini pada tahun 2015 adalah sebagai berikut :

Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian (%)

Jumlah hasil penelitian/kajian yang

ditindaklanjuti dan dimanfaatkan

3 Penelitian 3 Penelitian 100%

1. Capaian kinerja untuk indikator jumlah hasil penelitian/kajian yang ditindaklanjuti

dan dimanfaatkan adalah 100%. Pada tahun 2015, dilakukan 2 Penelitian Jaringan

penelitian dan pengembangan (jarlitbang) bidang pendidikan dengan Pusat

Penelitian dan Kebijakan Kemendikbud dengan dana bersumber dari Puslitjak

Kemendikbud yang dikerjakan secara swakelola kerjasama dengan Lembaga

Penelitian Unlam dengan tema “ Studi Evaluatif Pelaksanaan Karya Ilmiah

Sebagai Pengembang Karir Guru di Kota Banjarmasin” dan “Pemanfaatan

Keunggulan Lokal berbasis Karakter dalam Pembelajaran IPS di SMP Negeri

Kota Banjarmasin”. Tema ini dipilih berdasarkan hasil rapat dengan Tim Pokja

Jarlitbang bidang pendidikan yang terdiri dari unsur Dinas pendidikan, Perguruan

Tinggi Negeri/Swasta, Kemenag dan Bappeda. Latar belakang dipilih tema ini

adalah diharapkan dapat membantu pimpinan daerah dalam merencanakan dan

melaksanakan serta memecahkan masalah-masalah kebijakan pendidikan di Kota

Banjarmasin dalam upaya mensinkronkan berbagai kebijakan pendidikan melalui

penelitian, pendataan/statistik persekolahan, kurikulum dan penilaian pendidikan

serta untuk mewujudkan layanan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

1 penelitian lagi yang dilaksanakan di tahun 2015 ini adalah kerjasama

Penyusunan Roadmap Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Bappeda Kota Banjarmasin

dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat

Banjarmasin. Penelitian ini didasari atas atas peraturan Bersama Menteri Riset

Sasaran Strategis

2. Terlaksananya

penelitian

dan

(5)

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 29 dan Teknologi dan Menteri Dalam Negeri sebagai upaya pemerintah dalam

menyikapi tuntutan peningkatan produktivitas daya saing nasional dan maupun

nasional dengan agenda strategis yang disusun berdasarkan landasan sistem

inovasi daerah. Pemanfaatan ini sebagai bahan untuk sinkronisasi di RPJMD.

Tema wisata pasar terapung dengan alasan pasar terapung sebagai ikon kota

Banjarmasin dan terbukti di beberapa daerah mempunyai daya tarik yang tinggi.

Pasar terapung Banjarmasin merupakan pasar terapung yang alami pertama di

dunia. karakteristik sungai Kota Banjarmasin sangat khas dan potensinya sangat

tinggi dikembangkan menjadi destinasi wisata dengan daya tarik internasional.

2. Capaian indikator ini tidak terbatas pada tahun pelaksanaannya saja tetapi bisa

dari hasil penelitian tahun tahun sebelumnya .

3. Harapan ke depannya Bappeda akan melaksanakan Penelitian/kajian memang

berdasarkan keperluan bukan keinginan dan dapat dijadikan sebagai salah satu

bahan/rekomendasi bagi perencanaan pembangunan daerah agar tepat sasaran.

Pencapaian target kinerja atas sasaran ini tergambarkan pada beberapa indikator

sebagai berikut :

Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian (%)

Persentase program aspirasi masyarakat yang

dapat diakomodasi dalam perencanaan

pembangunan sesuai dengan kebutuhan

25% 94% 376%

Persentase program dalam rangka merespon

masalah/perubahan yang terjadi di daerah

15% 15% 100%

Persentase tingkat keberhasilan program prioritas 80% 77% 96,25%

Sasaran Strategis

3. Terlaksananya penyusunan perencanaan

(6)

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 30 Persentase dokumen perencanaan pembangunan

daerah yang diselesaikan tepat waktu sesuai

dengan tahapan

100% 50% 50%

1. Persentase program aspirasi masyarakat yang dapat diakomodasi dalam

perencanaan pembangunan sesuai dengan kebutuhan, pada tahun 2015 mencapai

94 % dengan capaian kinerja 376% dari target 25%.

2. Perhitungan ini diperoleh dari 5 Kecamatan di Kota Banjarmasin, berdasarkan

usulan musrenbang pada tahun 2014 dan direalisasikan dalam 16 program dari 17

Program pada tahun 2015 yaitu :

a. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan

b. Pembangunan Peningkatan Jalan dan Jembatan

c. Program Pembangunan Saluran Drainase/gorong-gorong.

d. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan

e. Program peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan

f. Program Pembangunan Pintu gerbang batas kota

g. Program pendidikan anak usia dini

h. Program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun

i. Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan

pengairan lainnya.

j. Program penciptaan iklim usaha kecil menengah yang kondusif

k. Program Pengembangan Kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha

kecil menengah

l. Program pengembangan industri kecil menengah

m. Program Pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana

puskesmas/puskesmas pembantu dan jaringannya.

n. Program pemberdayaan fakir miskin, komunitas adat terpencil (KAT) dan

penyandang masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)

o. Pembinaan para penyandang cacat dan trauma

(7)

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 31 q. Sedangkan program pengadaan, peningkatan sarana prasarana Rumah Sakit/

Rumah Sakit Jiwa/ Rumah Sakit Paru/ Rumah Sakit Mata dalam usulan

pengadaan mobil ambulance untuk kerukunan kematian tidak terakomodasi.

3. Kendala yang dihadapi masyarakat atas pelaksanaan musrenbang selama ini

antara lain :

a. Pelibatan masyarakat seringkali masih dianggap sebagai formalitas

pelaksanaan musrenbang saja.

b. Minimnya usulan masyarakat yang diakomodasi oleh pemerintah daerah.

c. Prioritas usulan program/kegiatan di tingkat kelurahan/kecamatan belum

menjadi prioritas di tingkat daerah.

d. Masyarakat pada tingkat bawah yang terlibat pada proses musrenbang tidak

memiliki akses/kontrol terhadap hasil final dari musrenbang (RKPD).

4. Perbaikan yang akan dilakukan Bappeda dalam menindaklanjuti dari kendala ini ,

adalah :

a. Melaksanakan Sosialisasi kepada masyarakat mengenai rencana penyusunan

RKPD melalui media disertai agenda kegiatan yang jelas agar masyarakat

berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

b. Usulan yang tidak terakomodasi dalam tahun bersangkutan akan dijadikan

prioritas tahun berikutnya.

c. Mengembangkan system perencanaan berbasis Web (Simasdap) sehingga

ada transparansi baik dari segi program maupun anggaran

d. Melaksanakan forum SKPD seoptimal mungkin meskipun dengan waktu

yang relatif singkat.

e. SKPD Teknis terkait yang merealisasikan usulan dari hasil musrenbang

kecamatan agar dapat memberikan informasi kepada Bappeda, pihak

kecamatan, dan demikian juga kecamatan dapat menginformasikan hasil

tersebut kepada masyarakat.

f. Menyamakan persepsi tentang program prioritas baik bagi Bappeda, SKPD,

(8)

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 32 5. Persentase program dalam rangka merespon masalah/perubahan yang terjadi di

daerah, capaian kinerja 100% pada tahun 2015 sebanyak 15% dari target 15%

terlihat dari respon SKPD seperti:

a. Bencana kabut asap terdapat Program pada Badan Lingkungan Hidup

dengan program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan

hidup, program peningkatan pengendalian polusi atau 2 program dari 7

program pada Badan Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan dengan program

Pengadaan peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas

/puskesmas pembantu dan jaringannya, program pengadaan peningkatan

sarana dan prasarana rumah sakit/RS Jiwa, RS paru/RS mata.

b. Wabah Demam berdarah direspon oleh dinas kesehatan dengan Program

pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan dengan Program

pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan pada kegiatan

pengendalian penyakit tidak menular.

c. Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) direspon oleh Badan Kesatuan Bangsa

dan Politik dengan program Program peningkatan keamanan dan

kenyamanan lingkungan serta program peningkatan dan pembinaan

organisasi kemasyarakatan, Program pemeliharaan kantrantibmas dan

pencegahan tindak kriminal, Satuan Polisi Pamong Praja dengan program

Peningkatan keamanan dan kenyamanan, Program pemeliharaan

kantrantibmas dan pencegahan tindak kriminal.

d. Kemarau panjang direspon oleh Dinas Kesehatan dengan Program

Pengadaan peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas

/puskesmas pembantu dan jaringannya, program pengadaan peningkatan

sarana dan prasarana rumaah sakit/RS Jiwa, RS paru/RS mata. Dinas Cipta

Karya dan Perumahan dengan Program pengembangan kinerja pengelolaan

air minum dan air limbah. Badan Lingkungan Hidup dengan program

pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup, program

peningkatan pengendalian polusi, Dinas Kebersihan dan Pertamanan dengan

Program peningkatan penghijauan, Bagian perekonomian kaitannya dengan

MEA pada program pengembangan data/ Informasi, Program kerjasama

(9)

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 33 penanggulangan korban bencana alam, program pemberdayaan masyarakat

untuk menjaga ketertiban dan keamanan.

6. Persentase tingkat keberhasilan program prioritas, mencapai 77,49% dari target

80%. Pada Tahun 2015, yang menjadi prioritas daerah adalah :

a. Penguatan ekonomi masyarakat

b. Peningkatan Pelayanan publik

c. Peningkatan infrastruktur kota

d. Peningkatan sumber daya manusia

e. Pengembangan seni dan budaya

7. Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah yang diselesaikan tepat waktu

sesuai dengan tahapan, pada tahun 2015 ini capaian kinerja mencapai 50%.

Dokumen yang dimaksud adalah (1) RKPD tahun 2016 , (2) RKPD Perubahan

2015, (3) KUPA tahun 2015, (4) PPASP tahun 2015 (5) KUA tahun 2016 (6)

PPAS tahun 2016, (7) Renja Bappeda tahun 2016 dan (8) Renja Perubahan 2016.

Dari dokumen perencanaan tersebut yang diselesaikan belum tepat waktu adalah

KUPA Tahun 2015, PPASP 2016, KUA Tahun 2016 dan PPAS Tahun 2016.

Pencapaian target kinerja atas sasaran ini adalah sebagai berikut :

Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian (%)

Persentase program daerah yang selaras dengan

program Nasional dan Propinsi

100% 100% 100%

Persentase program di RKPD yang selaras dengan

RPJMD

100% 100% 100%

Persentase SKPD dengan kualitas perencanaan

baik

60% 63% 105%%

Persentase capaian target RPJMD 100% 100% 100%

Sasaran Strategis

4. Terlaksananya pengendalian dan evaluasi

perencanaan

pembangunan

daerah

(10)

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 34 1. Persentase program daerah yang selaras dengan program Nasional dan Propinsi,

pada tahun 2015 mencapai 100%, capaian kinerja 100% dari target 100%.

2. Persentase program di RKPD yang selaras dengan RPJMD, pada tahun 2014

mencapai 100% dengan capaian kinerja 100% dari target 100%.

3. RKPD yang merupakan perencanaan tahunan daerah adalah penjabaran dari

RPJMD daerah dan mengacu pada RKP. Perencanaan pembangunan daerah

merupakan satu kesatuan dalam system perencanaan pembangunan nasional.

Pembangunan yang dilaksanakan di daerah tidak terlepas dari konsep rencana

pembangunan nasional, karenanya dalam menyusun program pembangunan

daerah tetap mengacu kepada rencana pembangunan nasional maupun propinsi.

4. Persentase SKPD dengan kualitas perencanaan baik, pada tahun 2015 mencapai

63%, dengan capaian kinerja 105% dari target 60%. Pada Tahun 2014 dan

berlanjut 2015, SKPD diminta untuk mereviu Renstra, berdasarkan hasil

korsupgah dari BPKP tahun 2014 dan hasil evaluasi dari Kemenpan Dan RB

tahun 2015, merekomendasikan agar memperbaiki/menyempurnakan Renstra.

Dari hasil evaluasi terhadap Revisi Renstra yang disampaikan SKPD ke Bappeda

dan mengacu pada kriteria sebagai berikut :

a. Dokumen Renstra SKPD telah ada

b. Renstra SKPD telah memuat Visi, Misi,Tujuan, Sasaran, Program, Indikator

Kinerja sasaran, target tahunan, indikator kinerja tujuan dan target jangka

menengah.

c. Renstra telah menyajikan IKU.

d. Tujuan dan sasaran telah berorientasi hasil.

e. Program/kegiatan merupakan cara untuk mencapai tujuan/sasaran/hasil

program/hasil kegiatan.

f. Indikator kinerja tujuan (Outcome) dan sasaran (Outcome dan output) telah

memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik

g. Target kinerja ditetapkan dengan baik

h. Renstra telah selaras dengan RPJMD.

5. Persentase capaian target RPJMD untuk tahun 2015 adalah 100% dari target

100% Pencapaian target RPJMD ini merupakan tanggung jawab dari instansi

(11)

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 35 jawabnya. Bappeda berperan untuk mengevaluasi dan mengendalikan

perencanaan agar ketercapaian semua indikator bisa dimonitoring dengan baik dan

capaian sesuai harapan.

6. Pembangunan yang baik dimulai dengan perencanaan yang baik, selanjutnya

program yang telah disusun dan dituangkan dalam RKPD tersebut memerlukan

implementasi, monitoring dan evaluasi untuk memberikan feedback bagi proses

perencanaan selanjutnya.

Realisasi keuangan Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung Badan

Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2015 dapat disimpulkan

sebagaimana yang disajikan pada tabel dibawah ini :

Anggaran Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin

Pada 31 Desember Tahun 2015

No. Jenis Belanja 2015

Anggaran Realisasi

I BELANJA TIDAK LANGSUNG

1 Belanja Pegawai Rp3.425.249.100 Rp3.130.382.919

Jumlah Belanja Tidak Langsung Rp3.425.249.100 Rp3.130.382.919

II BELANJA LANGSUNG

1 Belanja Pegawai Rp1.314.150.000 Rp1.134.485.000

2 Belanja Barang dan Jasa Rp3.073.582.000 Rp2.233.548.700

3 Belanja Modal Rp491.916.000 Rp381.746.000

Jumlah Belanja Langsung Rp4.879.648.000 Rp3.749.759.700

Jumlah Belanja Seluruhnya Rp8.304.897.100 Rp6.880.142.619

Pada Tahun anggaran 2015 Bappeda mengelola anggaran sebesar

Rp8.304.897.100,- yang terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar

Rp3.425.249.100,-dan Belanja Langsung sebesar Rp4.879.759.700,- Belanja Tidak

(12)

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2016 36 sedangkan Belanja Langsung tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan

yang dilaksanakan oleh Bappeda Kota Banjarmasin.

Program dan Kegiatan yang dilaksanakan Bappeda terdiri dari 9 program dan 27

kegiatan. Perkembangan pelaksanaan program dan kegiatan sampai akhir tahun 2015

adalah realisasi fisik sebesar 94,65% dan Realisasi anggaran (belanja langsung) pada

tahun 2015 adalah sebesar Rp3.749.759.700,- atau 76,84 % dari pagu anggaran sebesar

Rp4.879.648.000,-.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pengujian yang menyatakan bahwa probability value ( sig )-t lebih kecil dari 5% maka dapat dinyatakan bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel

[4 markah] (iii) Jelaskan dua amalan yang perlu dilakukan sebagai menepati tuntutan

Pihak yang dapat dibiayai oleh perusahaan adalah :. Pembiayaan produktif untuk pengusaha kecil, pedagang kaki lima, dan usaha mikro yang produktif lainnya. Pembiayaan

Kaedah kajian secara kualitatif ini juga bertujuan untuk mengenalpasti dan menganalisis skim agihan zakat yang disediakan oleh unit Baitulmal, Majlis Agama Islam Negeri Sembilan

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan Kasih-Nya, penulis dapat melaksanakan penelitian engenai Kampung Adat Cireundeu, dan menyelesaikan proposal tugas akhir

Solo Abadi dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan sesuai pembahasan di atas yaitu : Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (meningkatkan pelatihan),

Ayub Prasetiyo, S.Sn., M.Sn.. Agus

Tahap PSSA pada dokumen SAE ARP476 seperti yang juga dinyatakan dalam sub bab 2.2.2 menyatakan bahwa analisis yang dilakukan hanya menggunakan salah satu dari ketiga metode yang