• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

3.1 Paradigma Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan paradigma konstruktivis.

Paradigma konstruktivis ini mengungkapkan secara mendetail dan terperinci menggunakan pendekatan ilmiah dari strategi komunikasi yang dilakukan oleh PT Malea Energy dalam proses negosiasi kontrak PPA untuk pembangunan proyek PLTA 2 x 45 MW. Konstruktivis disini memiliki tujuan untuk memahami peristiwa dengan menggunakan lensa teoristis dari ilmu pengetahuan sosial47. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Dengan pendekatan ini, peneliti menjabarkan dengan memahami suatu peristiwa yang terjadi. Sedangkan untuk metode yang dilakukan peneliti adalah studi kasus terhadap proses negosiasi yang dilakukan peran PR PT Malea Energy dalam mencapai kesepakatan kontrak PPA dengan PLN.

Menulis kualitatif, menurut Gorman dan Clayton (1997:23-24)48, menjelaskan

meaning of events dari apa yang diamati penulis. Laporannya berisi amatan

berbagai kejadian dan interaksi yang diamati langsung penulis dari tempat kejadian. Penulis terlibat secara partisipatif di dalam observasinya. Peneliti berada dan hadir di dalam kejadian tersebut. Ini yang disebut amat langsung disini. Maka

47 Creswell, John W. Penelitian Kualitatif dan Desain Riset: Memilih Diantara Lima Pendekatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar,2014 Hal 31

48 K.Santana, Septiawan. Menulis Ilmiah: Metode Penelitian Kualitatif.Jakarta: Yayasan Obor Indonesia,2007 Hal 29

(2)

itu, sifat kejadiannya juga bersifat spesifik (specific situations). Kejadian yang memiliki nilai spesial, mempunyai kekhususan tertentu.

Penulis dalam hal ini merupakan seorang yang baru bisa menulis apabila telah melakukan observasi terhadap objek yang akan ditelitinya. Menurut Septiawan49 “selama meneliti ia tidak tahu apa yang terjadi, ia tidak bisa meramalkan fenomenda kejadiannya yang kalau di dalam tulisan kuantitatif, sudah dihipotesiskan.”

Masih menurut Gorman dan Clayton50 “tujuan akhir tulisan kualitatif ialah memahami apa yang dipelajari dari perspektif kejadian itu sendiri. Dari sudut pandang kejadiannya itu sendiri.”

Oleh karena itulah, penulis yang menggunakan pendekatan Kualitatif menerangkan pemaknaan kejadian atau peristiwa yang ditelitinya. Penulis dituntut untuk menjabarkan secara detil berdasarkan perspektif dan sudut pandang kejadian atau peristiwanya itu sendiri. Pada penulisan kualitatif menekankan pentingnya memahami bagaimana orang menginterpretasikan berbagai kejadian di dalam kehidupan mereka.

3.2 Tipe Penelitian

Tipe penelitian ini adalah penelitian deskriptif. yaitu pencarian fakta dengan

interpretasi yang tepat. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi

49 K.Santana, Septiawan. Menulis Ilmiah: Metode Penelitian Kualitatif.Jakarta: Yayasan Obor Indonesia,2007 Hal 29

50 K.Santana, Septiawan. Menulis Ilmiah: Metode Penelitian Kualitatif.Jakarta: Yayasan Obor Indonesia,2007 Hal 29

(3)

tertentu, termasuk tentang hubungan-hubungan, kegiatan, sikap, pandangan, serta proses yang sedang berlangsung dan pengaruh dari suatu fenomena.

Peneliti menjelaskan dan menganalisis mengenai pelaksanaan negosiasi kontrak PPA dengan PLN kaitan dengan proyek PLTA 2x45 MW yang akan dibangun. Peneliti berusaha mengungkapkan bagaimana proses negosiasi tersebut berlangsung dan kendala-kendala apa saja yang dihadapi oleh PT Malea Energy dalam negosiasi kontrak PPA tersebut sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.

3.3 Metode Penelitian

Menurut Santana51 kata metode dan metodologi sering di campur adukkan dan

disamakan. Padahal keduanya memiliki arti yang berbeda. ‘Metodologi’ berasal dari kata Yunani ‘methodologia’ yang memiliki arti teknik atau prosedur. Metodologi52 merujuk kepada alur pemikiran umum atau menyeluruh (general

logic) dan gagasan teoritis (theoretic perspective) suatu penelitian. Sedangkan

metode menunjuk pada teknik yang digunakan dalam penelitian seperti survey, wawancara dan observasi.

Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan dengan desain studi kasus pada penelitan ini. Conny R. Semiawan dalam bukunya mengutip Cresswell menyatakan53 “metode penelitian kualitatif sebagai suatu pendekatan atau

51 K.Santana, Septiawan. Menulis Ilmiah: Metode Penelitian Kualitatif.Jakarta: Yayasan Obor Indonesia,2007 Hal 1

52 Semiawan R. Conny. Metode Penelitian Kualitatif: jenis, Karakteristik dan

Keunggulannya.Jakarta: Grasindo, 2010 Hal 1

(4)

penelusuran untuk mengeksplorasi dan memahami suatu gejala sentral”. Sementara menurut Conny54,

“untuk mengerti gejala sentral tersebut peneliti mewawancarai peserta penelitian atau partisipan dengan menajukan pertanyaan yang umum dan agak luas. Informasi yang disampaikan oleh partisipan kemudian dikumpulkan. Informasi tersebut biasanya berupa kata atau teks”.

Data yang berupa kata-kata atau teks tersebut kemudian dianalisis. Hasil analisis itu dapat berupa penggambaran atau deskripsi atau dapat pula dalam bentuk tema-tema. Dari data-data itu peneliti membuat interpretasi untuk mengangkap arti yang tedalam. Sesudahnya peneliti membuat permenungan pribadi (sefl-reflection) dan menjabarkan dengan penelitian-penelitan ilmuwan lain yang dibuat sebelumnya. Hasil akhir dari penelitian kualitatif dituangkan dalam bentuk laporan tertulis.

Pada desain studi kasus digunakan ketika suatu peristiwa atau kejadian tersebut tergolong kontemporer (masa kini) dan kejadian tersebut terjadi pada suatu organisasi. Fokus utama studi kasus adalah menjawab permasalahan penelitian yang dimulai dengan kata tanya bagaimana “how” atau mengapa “why”. Studi kasus lebih dikehendaki untuk melacak peristiwa-peristiwa yang bersangkutan tidak dapat dimanipulasi. Karena itu studi kasus mendasarkan diri pada teknik-teknik yang sama dengan kelaziman yang ada pada strategi historis. Termasuk dalam pilihan para sejarawan, yaitu observasi dan wawancara sistematik55.

54Semiawan R. Conny. Metode Penelitian Kualitatif: jenis, Karakteristik dan

Keunggulannya.Jakarta: Grasindo, 2010 Hal 8

(5)

3.4 Subjek Penelitian

Untuk narasumber, peneliti menggunakan lima narasumber, empat dari PT

Malea Energy selaku perusahaan yang mengajukan tawaran dan 1 dari PT PLN (Persero). Mereka antara lain :

1. PT Malea Energy

 Nama : Dafirman

Jabatan : Manajer Pengembang Bisnis

Alamat : Jl. Raya Narogong-Bekasi Km. 19,5 Cileungsi, Bogor. Alasan pemilihan sebagai narasumber karena sebagai pihak yang terlibat langsung dalam proses negosiasi kontrak PPA yang memiliki peran dalam menganalisis RAB Studi Kelayakan yang pada akhirnya menghasilkan besaran tarif listrik yang akan ditawarkan.

 Nama : Anggraeni Kesumah Jabatan : Proposal Engineer

Alamat : Jl. Raya Narogong-Bekasi Km. 19,5 Cileungsi, Bogor. Alasan pemilihan sebagai narasumber karena selain sebagai pihak yang

terlibat langsung terhadap proses negosiasi kontrak PPA, juga memiliki peranan dalam menyusun data-data pendukung pada Studi Kelayakan PLTA Malea.

 Nama : Muhammad Yasser

Jabatan : Design Engineer

(6)

Alasan pemilihan sebagai narasumber karena selain sebagai pihak yang terlibat langsung terhadap proses negosiasi kontrak PPA, juga memiliki peranan dalam mendesain bangunan yang akan dijadikan sebagai kelengkapan Studi Kelayakan.

 Nama : Erlangga Jabatan : Keuangan

Alamat : Jl. Raya Narogong-Bekasi Km. 19,5 Cileungsi, Bogor. Alasan pemilihan sebagai narasumber dalam hal ini berperan untuk membantu kelancaran kesepakatan negosiasi dari sisi persyaratan finansial perusahaan.

2. PT PLN Persero

Nama : Silas Kurnia

Jabatan : Ketua Tim Negosiasi PLN

Alamat : Jl. Trunojoyo Blok M I/135 Kebayoran Baru, Jakarta. Alasan pemilihan sebagai narasumber karena sebagai pihak yang ditunjuk oleh PLN sebagai ketua negosiasi dalam tawar-menawar tariff jual beli listrik PLTA Malea.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, studi dokumen dan studi kepustakaan. Pemilihan teknik pengumpulan data didasarkan pada topik penelitan, pertanyaan penelitian. Tujuan penggunaan teknik-teknik tersebut adalah untuk mendapatkan

(7)

informasi yang jelas, lengkap, mendetail dan berbasis ilmiah. Lengkap dalam hal ini karena dilakukan wawancara mendalam terkait topik permasalahan dengan narasumber-narasumber yang terlibat langsung. Jelas dan detail karena menggunakan studi dokumen dimana peneliti akan menemukan fakta-fakta lain yang berhubungan dari dokumen-dokumen terkait.

Berikut penjelasan lebih dalam mengenai teknik pengumpulan data:

3.5.1 Data Primer

1) Wawancara mendalam

Wawancara mendalam merupakan proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informasi dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara. Dengan demikian, kekhasan wawancara mendalam adalah keterlibatannya dalam kehidupan informan. Peneliti menggali informasi dengan melakukan wawancara terhadap tiga narasumber, sehingga informasi yang didapat lengkap dan cover both side. Dalam hal ini peneliti melakukan wawancara terhadap narasumber yang melakukan peran PR, sehubungan dengan belum adanya divisi atau bagian PR tersendiri pada perusahaan.

2) Observasi Non Partisipatif

Observasi non partisipatif disini merupakan observasi terhadap objek yang diteliti tanpa terlibat langsung dalam fenomena yang

(8)

dialami oleh objek tersebut. Dalam hal ini, peneliti lebih kepada mengetahui progress atau hal-hal yang berkaitan mengenai PPA melalui undangan rapat atau notulen hasil rapat. Sehingga memudahkan peneliti untuk menambah informasi mengenai kontrak PPA perusahaan dengan PLN.

3.5.2 Data Sekunder

1) Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan adalah adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Informasi itu dapat diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian, karangan-karangan ilmiah, tesis dan disertasi, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan, buku tahunan, ensiklopedia, dan sumber-sumber tertulis baik tercetak maupun elektroni. Dalam hal ini, peneliti menggunakan referensi-referensi yang berkaitan dengan peran PR dan strategi komunikasi organisasi. Sehingga dapat dijadikan sebagai acuan dalam melakukan penelitian.

2) Studi Dokumentasi

Studi dokumentasi merupakan sejumlah besar fakta dan data yang tersimpan dalam bentuk dokumentasi. Sebagian besar data yang tersedia berbentuk surat-surat, catatan harian, cinderamata, laporan, artefak, foto, dan sebagainya. Sifat utama data ini tidak terbatas pada

(9)

ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi di waktu terdahulu. Secara detail bahan dokumenter dari PT Malea Energy itu sendiri terdiri dari beberapa macam, yaitu otobiografi, surat-surat pribadi, buku atau catatan harian, memorial, kliping, dokumen pemerintah atau swasta, data di server dan flashdisk, data tersimpan di website, dan lain-lain.

3.6 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data merupakan upaya mengolah data menjadi informasi, sehingga karakteristik atau sifat-sifat data tersebut dapat dengan mudah dipahami dan bermanfaat untuk menjawab masalah-masalah yang berkaitan dengan kegiatan penelitian.

Dengan demikian, teknik analisis data dapat diartikan sebagai cara melaksanakan analisis terhadap data, dengan tujuan mengolah data tersebut menjadi informasi, sehingga karakteristik atau sifat-sifat datanya dapat dengan mudah dipahami dan bermanfaat untuk menjawab masalah-masalah yang berkaitan dengan kegiatan penelitian, baik berkaitan dengan deskripsi data. Berikut beberapa tahapan analisis data.

3.6.1 Mengumpulkan Data

Pada tahapan ini, peneliti mengumpulkan data baik yang diperoleh secara primer maupun sekunder. Peneliti mengumpulkan data baik itu transkrip hasil dari wawancara mendalam yang telah dilakukan dengan tiga narasumber, rekaman hasil wawancara, foto dokumentasi untuk keperluan

(10)

hasil studi dokumen. Adapun hasil dari wawancara yang dilakukan dijabarkan secara lengkap dan detail sebagai acuan dalam mengolah data.

3.6.2 Reduksi data

Sedangkan untuk reduksi data, peneliti harus memilih data mana saja yang akan dipakai sebagai bahan pengolahan data dari hasil transkrip wawancara yang dijabarkan. Untuk data-data yang tidak dibutuhkan direduksi atau dihilangkan, sehingga data yang akan diolah sudah merupakan data-data inti atau data penting saja, sehingga memudahkan peneliti untuk fokus terhadap permasalahan yang diangkat.

3.6.3 Tipikasi data

Setelah data direduksi dan data penting telah tersedia untuk diolah, maka selanjutnya peneliti mengkategorikan masing-masing data sesuai materi yang dijabarkan. Hal tersebut untuk memudahkan peneliti dalam mengolah data yang sudah disesuaikan dengan masing-masing kategori.

3.6.4 Analisis data

Setelah dilakukan proses tipikasi data, tahap selanjutnya adalah menganalisis data-data yang telah disesuaikan dengan masing-masing kategori. Lalu dilakukan analisis terhadap data dan informasi tersebut, sampai pada peneliti menemukan kaitan antara topik permasalahan yang diangkat dengan hasil yang ditemukan di lapangan.

(11)

Analisis data merupakan upaya mengolah data menjadi informasi, sehingga karakteristik atau sifat-sifat data tersebut dapat dengan mudah dipahami dan bermanfaat untuk menjawab masalah-masalah yang berkaitan dengan kegiatan penelitian.

Dengan demikian, teknik analisis data dapat diartikan sebagai cara melaksanakan analisis terhadap data, dengan tujuan mengolah datatersebut menjadi informasi, sehingga karakteristik atau sifat-sifat datanya dapat dengan mudah dipahami dan bermanfaat untuk menjawab masalah-masalah yang berkaitan dengan kegiatan penelitian, baik berkaitan dengan deskripsi data.

3.7 Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

Triangulasi pada hakikatnya merupakan pendekatan multimetode yang dilakukan peneliti pada saat mengumpulkan dan menganalisis data. Ide dasarnya adalah bahwa fenomena yang diteliti dapat dipahami dengan baik sehingga diperoleh kebenaran tingkat tinggi jika didekati dari berbagai sudut pandang. Memotret fenomena tunggal dari sudut pandang yang berbeda-beda akan memungkinkan diperoleh tingkat kebenaran yang handal. Karena itu, triangulasi ialah usaha mengecek kebenaran data atau informasi yang diperoleh peneliti dari berbagai sudut pandang yang berbeda dengan cara mengurangi sebanyak mungkin perbedaan yang terjadi pada saat pengumpulan dan analisis data.

(12)

Tujuan triangulasi data dilakukan dalam penelitian ini adalah untuk mengecek kebenaran data dengan membandingkan data yang diperoleh dari sumber lain, pada berbagai fase penelitian di lapangan. Triangulasi data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan sumber dan metode, artinya peneliti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan informasi yang diperoleh melalui hasil wawancara dengan narasumber yang telah ditentukan dan teori yang digunakan. Dengan demikian triangulasi yang dilakukan triangulasi sumber dan triangulasi teknik pengumpulan data56.

1. Triangulasi Sumber

Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui berbagai sumber.

2. Triangulasi Teknik

Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik berbeda. Misalnya data diperoleh dengan wawancara, lalu dicek degan observasi, dokumentasi. Apabila dengan teknik-teknik pengujian kredibilitas data tersebut menghasilkan data yang berbeda, maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang bersangkutan atau yang lain, untuk memastikan data mana yang dianggap benar. Bisa juga semua data tersebut benar hanya sudut pandangnya saja yang berbeda.

56 Prof. Dr. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif & RD. Bandung: CV Alfabeta. 2012 hal 83

Referensi

Dokumen terkait

Analisis data kualitatif merupakan upaya untuk mencari dan menata secara sistematis catatan-catatan hasil observasi, wawancara, studi kepustakaan, guna memperdalam pemahaman

Observasi partisipatif, peneliti terlibat dalam kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati, dengan observasi ini maka data yang diperoleh akan lebih

1 Data yang baru didapat terdiri dari catatan-catatan lapangan, yang diperoleh dari observasi, wawancara dan studi dokumen terkait dengan kebijakan pemerintah Kabupaten

Wawancara adalah alat untuk membuktikan terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya teknik yang digunakan dalam kualitatif adalah wawancara mendalam

Data sekunder adalah sumber tidak langsung yang memberikan data kepada pengumpulan data dengan menggunakan studi kepustakaan. Peneliti kepustakaan ini dilakukan dengan

Sedangkan Zuldafrial (2012:53) mengatakan: “Panduan wawancara merupakan alat pengumpul data dalam penelitian yang menggunakan teknik komunikasi langsung”.. teknik

ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama2. Peneliti menggunakan observasi non partisipatif, tes,

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam dengan narasumber, pengamatan, dokumen perusahaan, dan juga kepustakaan atau literatur lainnya, maka