23 BAB III
PELAKSANAAN, HASIL, DAN KENDALA KEGIATAN KKN PPM
A. Program Pokok
a. Program Pokok Tema
a) Pengadaan Tong Sampah di Desa Penyaringan 1. Deskripsi Kegiatan
Sampah merupakan masalah apabila tidak dibuang pada tempatnya, sehingga dengan tersedianya fasilitas berupa tong sampah diharapkan dapat mengurangi polusi sampah yang berserakat di Desa Penyaringan. Sehingga dengan menambah fasilitas tempat sampah dapat diharapkan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pola hidup bersih.kegiatan ini dilaksanakan di Desa Penyaringan dengan konsentrasi di Kantor Desa Penyaringan, Pura Dalem Giri Amerta Banjar Tibu Beleng Kaler, Pura Desa lan Puseh Giri Utama Banjar Tibu Tanggang, Pura Dalem Yeh Buah dan Banjar Anyar Tengah di Desa Penyaringan.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemberitahuan kepada Kepala Desa Penyaringan mengenai pengadaan tempat sampah dan pemberitahuan mengenai lokasi penempatan tempat sampah.Setelah mendapat persetujuan maka dilanjutkan dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan lokasi penempatan tempat sampah.
Manfaat yang dirasakan dari kegiatan ini adalah dapat meningkatkan kesadaran masyarakan dalam membuang sampah pada tempatnya.Dalam pelaksanaannya, program ini berjalan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan.Adanya pertisipasi dari semua pihak dan masyarakat sangat membantu kelancaran dari pelaksanaan kegiatan ini.
2. Pelaksanaan Kegiatan Waktu
24 Penyaringan, berlangsung pada tanggal 3 Agustus 2016 pukul 07.00 sampai 09.30 setelah dilaksanakannya gotong royong di desa Penyaringan.
Lokasi
Kegiatan Pengadaan Tong Sampah ini dilaksanakan di Kantor Desa Penyaringan, Pura Dalem Giri Amerta Banjar Tibu Beleng Kaler, Pura Desa lan Puseh Giri Utama Banjar Tibu Tanggang, Pura Dalem Yeh Buah, dan Banjar Anyar Tengah di Desa Penyaringan.
Kelompok sasaran
Kelompok sasaran dalam program ini ialah seluruh masyarakat Desa Penyaringan.
Pihak Terlibat
Pihak yang terlibat dalam program ini adalah seluruh mahasiswa KKN di Desa Penyaringan dan seluruh masyarakat sasaran Desa Penyaringan.
Pelaksanaan
Realisasi program Pengadaan Tong Sampah di Desa Penyaringan yaitu:
Pada tanggal 3 Agustus 2016 dilakukan kegiatan gotong royong di Desa Penyaringan dan sekaligus penyerahan tong sampah ke Kantor Desa Penyaringan, Pura Dalem Giri Amerta Banjar Tibu Beleng Kaler, Pura Desa lan Puseh Giri Utama Banjar Tibu Tanggang, Pura Dalem Yeh Buah serta Banjar Anyar Tengah yang dihadiri oleh masing-masing Bendesa adat dan Kelian adat.
3. Hasil Kegiatan
Dalam pelaksanaan program pokok Pengadaan Tong Sampah di Desa Penyaringan ini berjalan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan.Adanya partisipasi dan antusias dari semua pihak dan masyarakat sangat membantu kelancaran dari pelaksanaan kegiatan ini.
25 4. Kendala Pelaksanaan Program
Dalam realisasi program Pengadaan Tong Sampah di Desa
Penyaringan terdapat beberapa kendala yaitu : Keterbatasan prasarana untuk kegiatan gotong- royong.
b) Pengendalian Penyakit Ternak Besar Dengan Pemberian Vitamin Dan Obat Parasit
1. Deskripsi Kegiatan :
Desa Penyaringan mempunyai beberapa potensi yang dapat diberdayakan salah satunya ternak besar yaitu Sapi Bali dan Kambing.Di Desa Penyaringan sudah mempunyai kelompok yang didalamnya terdapat kelompok ternak yang merupakan program pemerintah pusat yaitu SIMANTRI.Pada SIMANTRI ini terdapat 21 ekor sapi diantaranya 20 ekor betina dan 1 ekor pejantan serta terdapat 25 ekor kambing. Di dalam kelompok SIMANTRI tersebut ternak sapinya terlihat sehat hanya saja terdapat beberapa kendala seperti mudahnya sapi betina mengalami keguguran saat kebuntingan berlangsung.Sementara untuk ternak kambing terlihat sehat namun terdapat beberapa kambing yang kondisi fisiknya kurang baik (kurus) dan terdapat beberapa kambing yang terinfeksi penyakit kulit.
2. Pelaksanaan Kegiatan : Waktu :
Pelaksanaan program pengendalian ternak besar berlangsung pada tanggal 1 dan 12 Agustus 2016.
Solusi :
Berkoordinasi dengan Sie Keswan Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Jembrana mengenai jumlah ternak yang ada di
26 Desa Penyaringan serta pengadaan obat-obatan untuk pelaksanaan program Peningkatan Produksi.
Lokasi :
Kegiatan ini dilaksanakan di kelompok ternakSIMANTRIdi Banjar Yeh Buah dan Banjar Sembung Desa Penyaringan.
Kelompok Sasaran :
Kelompok sasaran dalam kegiatan ini adalah Kelompok SIMANTRI yang ada di Desa Penyaringan.
Pihak Terlibat :
Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini adalah mahasiswa KKN-PPM periode XIII Universitas Udayana tahun 2016, Desa Penyaringan, dan Ketuakelompok ternak SIMANTRI yang ada di Desa Penyaringan dan Sie Keswan Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Jembrana.
Pelaksanaan :
Realisasi program pengendalian penyakit ternak besar di Desa Penyaringan antara lain : Pada tanggal 1 dan 12Agustus 2016 diadakan pemberian vitamin B complex, obat cacing, dan penyemprotan butox di SIMANTRI Banjar Yeh Buah dan Banjar Sembung Desa Penyaringan.
3. Hasil :
Hasil dari kegiatan ini adalah seluruh ternak sapi yang masuk ke dalam kelompok SIMANTRI di Desa Penyaringan mendapatkan pelayanan kesehatan secara merata, yaitu berupa pemberian vitamin B complex, pemberian obat cacing, dan penyemprotan butox. Pelayanan kesehatan ternak ini diharapkan mampu memberikan dampak positif berupa peningkatan kualitas ternak Sapi dan Kambing di SIMANTRI Desa Penyaringan.
27 Dalam realisasi pelaksanaan program pengendalian penyakit ternak besar di Desa Penyaringanterdapat kendala, yaitu kurangnya koordinasi dengan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Jembrana dan jadwal dari dinas yang tidak bertepatan dengan kegiatan KKN di Desa Penyaringan.
c) Pengajaran Les untuk Anak SD 1. Deskripsi Kegiatan
Pendidikan merupakan hal penting dalam kehidupan sehingga pendidikan sangat diperlukan oleh siapa saja dan dimana saja.Pengajaran pelajaran tambahan (les) yang dilakukan dan diikuti oleh Siswa SDN 2 dan SDN 7 Penyaringan dilaksanakan di Sekolah masing-masing.Pengajaran dilakukan dengan maksud menumbuhkan interdisipliner dalam diri para dan menumbuhkan semangat untuk belajar lebih giat serta meningkatkan taraf pendidikan para siswa di Desa Penyaringan.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan memberitahu Kepala Desa serta kepala sekolah bersangkutan untuk meminta izin agar Mahasiswa bisa melaksanakan kegiatan les bahasa inggris tersebut.Setelah mendapat persetujuan, Mahasiswa mengajak anak-anak untuk datang dan belajar di sekolah masing-masing.
Manfaat yang dirasakan dari kegiatan ini adalah meningkatnya rasa ingin belajar, terutama pada bidang Bahasa Inggris dan tumbuhnya rasa senang untuk belajar dari para siswa. Para siswa juga belajar dalam keadaan tidak tertekan sehingga info atau pembelajaran yang diberikan oleh Mahasiswa dirasa mudah terserap oleh para Mahasiswa. Dalam pelaksanaannya, program ini berjalan lancar dan melebihi dari apa yang diharapkan jika dilihat dari antusias siswa dalam kegiatan belajar-mengajar.
28 Waktu
Waktu pelaksanaan program pokok Pengajaran Les berlangsung 4 kali seminggu dimulai dari Senin, Selasa, Rabu, Kamis tanggal 8 sampai 11 Agustus 2016 dan Senin, Selasa, Kamis, Jumat pada tanggal 15 sampai 19 Agustus 2016 pada pukul 14.00 - 16.00. Lokasi
Kegiatan Pengajaran Les ini dilaksanakan di sekolah masing-masing.
Kelompok sasaran
Kelompok sasaran dalam program ini adalah siswa-siswa SD. Pihak Terlibat
Pihak yang terlibat dalam program ini adalah seluruh mahasiswa KKN di Desa Penyaringan dan siswa-siswa SDN 2 dan SDN 7di Desa Penyaringan.
Pelaksanaan
Realisasi program Pengajaran Les di Desa Perancak yaitu:
Les dilaksanakan selang-seling antara dua sekolah dalam seminggu. SDN 2 Penyaringan pada hari Senin dan Rabu, sedangkan SDN 7 pada hari Selasa dan Kamis. Sehingga dalam dua minggu masing-masing sekolah mendapatkan 8 jam tatap muka.
3. Hasil Kegiatan
Dalam pelaksanaan program pokok tambahan Pengajaran les ini berjalan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan.Adanya partisipasi dan antusias dari para siswa sangat membantu kelancaran dari pelaksanaan kegiatan ini.
4. Kendala Pelaksanaan Program
Dalam realisasi program Pengajaran Les terdapat beberapa kendala yaitu :Keterbatasan siswa dalam memahami bahasa Inggris.
29 d) Pembinaan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)
1. Deskripsi Kegiatan
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan bagian dari program kesehatan anak usia sekolah. Anak usia sekolah adalah anak yang berusia 6 – 21 tahun. Pelayanan kesehatan pada UKS berupa pemeriksaan kesehatan umum, PPPK (pertolongan pertama pada kecelakaan) dan kesehatan gigi yang dapat diberikan pada siswa SD dan setingkat.Pembinaan UKS dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama dengan guru UKS terlatih dan dokter kecil secara berjenjang.Program UKS adalah upaya terpadu lintas program dan lintas sektoral dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan serta membentuk perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa yang berada di sekolah.
Tujuan UKS yaitu untuk meningkatkan kemampuan perilaku hidup bersih dan sehat, dan derajat kesehatan siswa serta menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal. UKS juga bertujuan untuk memupuk kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat dan meningkatkan derajat kesehatan siswa, yang mencakup:
Memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip hidup bersih dan sehat serta berpratisipasi aktif di dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah perguruan agama, di rumah tangga maupun di lingkungan masyarakat.
Sehat fisik, mental maupun sosial.
Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk penyalahgunaan NAPZA.
Oleh karena itu mahasiswa ingin melakukan pembinaan UKS dimana bertujuan mengoptimalkan fungsi dan tujuan UKS sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan pada siswa SD di Desa Penyaringan. 2. Pelaksanaan Kegiatan
30 Waktu pelaksanaan program pokok Pembinaan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) berlangsung pada tanggal 4, 5, dan 6 Agustus 2016.
Lokasi
Kegiatan ini dilaksanakan di masing-masing sekolah dasar di wilayah Desa Penyaringan, yaitu SDN 2 Penyaringan, SDN 4 Penyaringan dan SDN 5 Penyaringan.
Kelompok sasaran
Kelompok sasaran dalam program ini ialah seluruh siswa kelas 4 sampai kelas 5 SDN 2 Penyaringan, SDN 4 Penyaringan dan SDN 5 Penyaringan.
Pihak Terlibat
Pihak yang terlibat dalam program ini adalah kepala sekolah SDN 2, SDN 4, dan SDN 5 Penyaringan, guru wali kelas di masing-masing kelompok sasaran dan siswa-siswi kelompok sasaran. Pelaksanaan
Realisasi program Pembinaan UKS adalah dengan pemaparan materi secara umum mengenai UKS antara lain:
- Pada tanggal 18 Juli 2016 dilakukan persiapan bahan berupa pembelian Kotak P3K beserta isinya.
- Pada tanggal 19 Juli 2016 dilakukan persiapan berupa pembuatan materi berbentuk power point untuk kegiatan pembinaan UKS yang akan dilakukan.
- Pada tanggal 20 Juli 2016 dilakukan persiapan poster UKS dan dokter kecil serta leaflet mengenai UKS.
- Pada tanggal 25 Juli 2016 diadakan survei ke SD 2, 4, dan 5 Penyaringan untuk bertemu dengan kepala sekolah masing-masing sekolah sekaligus meminta izin untuk mengadakan kegiatan di sekolah dasar yang bersangkutan.
31 - Pada tanggal 2 Agustus 2016 diadakan persiapan perlengkapan
berupa LCD dan proyektor untuk pemberian materi.
- Pada tanggal 3 Agustus 2016 diadakan koordinasi dengan kepala sekolah dan guru wali SD 5 Penyaringan bahwa keesokan harinya akan diadakan kegiatan pembinaan UKS di sekolah.
- Pada tanggal 4 Agustus 2016 diadakan koordinasi dengan kepala sekolah dan guru wali SD 2 Penyaringan bahwa keesokan harinya akan diadakan kegiatan pembinaan UKS di sekolah.
- Pada tanggal 5 Agustus 2016 diadakan koordinasi dengan kepala sekolah dan guru wali SD 4 Penyaringan bahwa keesokan harinya akan diadakan kegiatan pembinaan UKS di sekolah.
- Pelaksanaan program Pembinaan UKS di beberapa SD di Desa Penyaringan dengan pembagian jadwal sebagai berikut:
Pada tanggal 4 Agustus 2016 program ini dilaksanakan di SD 5 Penyaringan.
Pada tanggal 5 Agustus 2016 program ini dilaksanakan di SD 2 Penyaringan.
Pada tanggal 6 Agustus 2016 program ini dilaksanakan di SD 4 Penyaringan.
3. Hasil Kegiatan
Dengan adanya pelaksanaan program Pembinaan UKS di sekolah dasar di wilayah Desa Penyaringan ini, pihak sekolah merasa sangat terbantu dikarenakan dapat menambah wawasan siswa-siswi mereka mengenai UKS.
Program ini dapat dikatakan berhasil karena seluruh siswa yang menjadi kelompok sasaran antusias dan berperan aktif dalam mengikuti kegiatan.Hal tersebut ditujukan dengan para siswa berperan
32 aktif dalam bertanya serta menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemberi materi.Adapun beberapa hal yang mendukung keberhasilan program yaitu pihak sekolah yang terbuka dalam menerima pelaksanaan program serta siswa sasaran yang berperan aktif dalam mengikuti kegiatan.
4. Kendala Pelaksanaan Program
Dalam realisasi program Pembinaan UKS di sekolah dasar yang terdapat di lingkungan Desa Penyaringan terdapat beberapa kendala yaitu:
- Sulitnya mengatur siswa diluar sasaran program yang menyebabkan keributan saat program berlangsung.
e) Pembentukan Dokter Kecil 1. Deskripsi Kegiatan
Dokter kecil adalah siswa yang memenuhi kriteria dan telah terlatih untuk ikut melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya. Dokter kecil juga dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam program UKS. Dokter kecil bertujuan agar siswa dapat menjadi penggerak hidup sehat di sekolah, di rumah dan lingkungannya, dan supaya siswa dapat menolong dirinya sendiri, sesama siswa dan orang lain untuk hidup sehat. Kriteria siswa yang dapat menjadi dokter kecil yaitu siswa kelas 4 atau 5 SD dan belum pernah mendapatkan pelatihan dokter kecil, berprestasi di sekolah, berbadan sehat, berwatak pemimpin dan bertanggung jawab, berpenampilan bersih, berbudi pekerti baik dan suka menolong dan mendapatkan izin dari orang tua.
Dokter kecil berkewajiban untuk selalu bersikap dan berperilaku sehat, menggerakkan siswa yang lain untuk bersama-sama menjalankan usaha kesehatan terhadap dirinya masing-masing, berusaha untuk tercapainya kesehatan lingkungan yang baik di sekolah maupun di
33 rumah, membantu guru dan petugas kesehatan pada waktu pelaksanaan pelayanan kesehatan di sekolah, dan berperan aktif dalam rangka peningkatan kesehatan ,antara lain : Pekan kebersihan, Pekan Gizi, Pekan Penimbangan BB dan TB di sekolah, Pekan Kesehatan Gigi, Pekan Kesehatan Mata, dan lain-lain. Kegiatan dokter kecil antara lain:
1. Menggerakkan dan membimbing siswa yang lain untuk melaksanakan: a) Pengamatan kebersihan dan kesehatan pribadi.
b) Pengukuran Tinggi Badan dan Berat badan. c) Penyuluhan Kesehatan.
2. Membantu petugas kesehatan melaksanakan pelayanaan kesehatan di sekolah antara lain :
a) Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). b) Pertolongan Pertama Pada Penyakit.
3. Pengenalan dini tanda-tanda penyakit.
4. Pengamatan kebersihan Ruang UKS, warung sekolah dan lingkungan sekolah.
5. Pengamatan kebersihan di sekolah separti halaman sekolah, ruang kelas, perlengkapan, persediaan air bersih, tempat cuci, WC,kamar mandi, tempat sampah dan saluran pembuangan termasuk PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk).
6. Melaporkan hal-hal khusus yang ditemuinya kepada guru UKS / Kepala Sekolah / Guru yang ditunjuk.
Oleh karena itu, mahasiswa ingin melakukan pembentukan dokter kecil dengan tujuan memberdayakan siswa yang memiliki keunggulan untuk dapat menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan baik di sekolah maupun dirumah.
2. Pelaksanaan Kegiatan Waktu
34 Waktu pelaksanaan program pokok Pembentukan Dokter Kecil, berlangsung pada tanggal 4 Agustus, 5 Agustus, dan 6 Agustus 2016.
Lokasi
Kegiatan ini dilaksanakan di masing-masing sekolah dasar di wilayah Desa Penyaringan, yaitu SDN 2 Penyaringan, SDN 4 Penyaringan dan SDN 5 Penyaringan.
Kelompok sasaran
Kelompok sasaran dalam program ini ialah seluruh siswa kelas 4 sampai kelas 5 SDN 2 Penyaringan, SDN 4 Penyaringan dan SDN 5 Penyaringan.
Pihak Terlibat
Pihak yang terlibat dalam program ini adalah kepala sekolah SDN 2, SDN 4, dan SDN 5 Penyaringan, guru wali kelas di masing-masing kelompok sasaran dan siswa-siswi kelompok sasaran.
Pelaksanaan
- Pada tanggal 18 Juli 2016 dilakukan persiapan bahan berupa pembelian alat untuk penanganan luka.
- Pada tanggal 19 Juli 2016 dilakukan persiapan pembuatan materi berupa power point untuk pembentukan dokter kecil yang akan dibrikan.
- Pada tanggal 20 Juli 2016 dilakukan persiapan poster UKS dan dokter kecil.
- Pada tanggal 25 Juli 2016 diadakan survei ke SD 2, 4, dan 5 Penyaringan untuk bertemu dengan kepala sekolah masing-masing sekolah sekaligus meminta izin untuk mengadakan kegiatan di sekolah dasar yang bersangkutan.
- Pada tanggal 2 Agustus 2016 diadakan persiapan perlengkapan berupa LCD dan proyektor untuk menunjang pemberian materi.
35 - Pada tanggal 3 Agustus 2016 diadakan koordinasi dengan kepala sekolah dan guru wali SD 5 Penyaringan bahwa keesokan harinya akan diadakan kegiatan pembentukan dokter kecil di sekolah.
- Pada tanggal 4 Agustus 2016 diadakan koordinasi dengan kepala sekolah dan guru wali SD 2 Penyaringan bahwa keesokan harinya akan diadakan kegiatan pembentukan dokter kecil di sekolah.
- Pada tanggal 5 Agustus 2016 diadakan koordinasi dengan kepala sekolah dan guru wali SD 4 Penyaringan bahwa keesokan harinya akan diadakan kegiatan pembentukan dokter kecil di sekolah.
- Pelaksanaan program Pembentukan Dokter Kecil dibeberapa SD yang terdapat di Desa Penyaringan dengan pembagian jadwal sebagai berikut:
Pada tanggal 4 Agustus 2016 program ini dilaksanakan di SD 5 Penyaringan.
Pada tanggal 5 Agustus 2016 program ini dilaksanakan di SD 2 Penyaringan.
Pada tanggal 6 Agustus 2016 program ini dilaksanakan di SD 4 Penyaringan.
3. Hasil Kegiatan
Dengan adanya pelaksanaan program Pembentukan Dokter Keil di sekolah dasar di wilayah Desa Penyaringan ini, pihak sekolah merasa sangat terbantu dikarenakan dapat meningkatkan keinginan siswa didiknya untuk menerapkan dan menjalankan hidup sehat sejak dini, serta dengan terbentuknya dokter kecil bisa menjadi contoh bagi siswa lain supaya memperhatikan kesehatan pribadi dan lingkungan baik disekolah maupun dirumah.
36 Program ini dapat dikatakan berhasil karena seluruh siswa yang terpilih menjadi dokter kecil sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan.Para siwa yang terpilih menjadi dokter kecil diajarkan mengenai penatalaksanaan luka sederhana.Mereka sangat senang dan ketika diminta untuk mempraktikan kembali di akhir kegiatan mereka sudah dapat untuk melakukannya. Pembelajaran dengan melakukan praktik secara langsung disukai oleh anak-anak usia sekolah dasar sehingga mereka dapat lebih fokus terhadap materi yang disampaikan .
4. Kendala Pelaksanaan Program
Dalam realisasi program Pembentukan Dokter Kecil di Desa Penyaringan terdapat beberapa kendala yaitu:
- Sulitnya mengatur siswa diluar sasaran program yang menyebabkan keributan saat program berlangsung.
f) Penyuluhan PHBS (Prilaku Hidup Bersih dan Sehat) yaitu Simulasi 7 Langkah Cuci Tangan Dengan Sabun
1. Deskripsi Kegiatan
Salah satu cara menciptakan kehidupan yang sehat adalah dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran atas hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat (Dinkes, 2009). PHBS dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan tatanan yaitu: PHBS di rumah tangga, PHBS di sekolah, PHBS di tempat kerja, PHBS di institusi kesehatan dan PHBS di tempat umum.
PHBS tersebut sebaiknya dimulai dari tatanan sekolah karena sekolah dipandang sebagai sebuah tempat yang strategis untuk mempromosikan kesehatan.Sekolah juga merupakan intitusi yang efektif untuk mewujudkan pendidikan kesehatan, dimana peserta didik dapat
37 diajarkan tentang maksud perilaku sehat dan tidak sehat serta konsekuensinya. Selain itu, usia sekolah termasuk kedalam kelompok usia dini yang merupakan masa yang sesuai/cocok untuk menanamkan nilai-nilai PHBS dan berpotensi sebagai agent of change untuk mempromosikan PHBS baik di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
Pembinaan PHBS di sekolah memiliki manfaat diantaranya terciptanya sekolah yang bersih dan sehat sehingga siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman penyakit.Ada beberapa indikator yang digunakan sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah.Salah satunya adalah mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun.
Anak-anak di usia sekolah dasar merupakan usia yang rentan terhadap penyakit-penyakit sehingga diperlukan langkah awal PHBS untuk mencegah terjangkitnya penyakit pada anak. Pada usia ini, cenderung seorang anak mudah terjangkit diare. Dimana, 2 dari 10 penyakit yaitu diare sebagian besar di derita oleh anak usia sekolah yang dapat dicegah dengan menerapkan PHBS. Sehingga diharapkan dengan adanya penerapan PHBS pada anak usia sekolah akan dapat mencegah dan menurunkan kejadian penyakit tersebut.
Di Desa Penyaringan program PHBS dilaksanakan pada 3 sekolah yaitu SDN 2 Penyaringan, SDN 4 Penyaringan dan SDN 5 Penyaringan.Kegiatan ini dilakukan untuk membina para siswa sekolah dasar (SD) agar memiliki kemampuan dan kepedulian dalam upaya peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah dan masyarakat.Dalam pelaksanaannya mahasiswa berperan sebagai pemberi materi penyuluhan PHBS dimana materi mengenai 7 langkah cuci tangan yang baik dan benar.
Kegiatan penyuluhan PHBS diawali dengan pemberian materi “7 langkah cuci tangan yang benar”.Siswa kelas 4 sampai kelas 5 diajak
38 untuk bernyanyi agar pembelajaran lebih menyenangkan.Kuis-kuis kecil juga diberikan kepada anak-anak SD agar mereka lebih menyimak materi yang diberikan.Penyuluhan juga dilengkapi dengan video animasi sehingga dapat memudahkan penyampaian materi PHBS.Saat pemberian materi selesai beberapa siswa diminta untuk memperagakan bagaimana mencuci tangan yang baik dan benar serta diberikan hadiah.
Setiap akhir kegiatan PHBS, mahasiswa KKN menyumbang poster langkah-langkah cuci tangan yang baik dan benar kepada pihak sekolah untuk ditempel sehingga seluruh siswa dan siswi beserta guru dapat mengetahui PHBS ini.
2. Pelaksanaan Kegiatan Waktu
Waktu pelaksanaan program pokok Penyuluhan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu Simulasi 7 Langkah Cuci Tangan yang Baik dan Benar, berlangsung pada tanggal 6 Agustus, 12 Agustus, dan 13 Agustus 2016.
Lokasi
Kegiatan ini dilaksanakan di masing-masing sekolah dasar di wilayah Desa Penyaringan, yaitu SDN 2 Penyaringan, SDN 4 Penyaringan dan SDN 5 Penyaringan.
Kelompok sasaran
Kelompok sasaran dalam program ini ialah seluruh siswa kelas 4 sampai kelas 5 SDN 2 Penyaringan, SDN 4 Penyaringan dan SDN 5 Penyaringan.
Pihak Terlibat
Pihak yang terlibat dalam program ini adalah kepala sekolah SDN 2, SDN 4, dan SDN 5 Penyaringan, guru wali kelas di masing-masing kelompok sasaran dan siswa-siswi kelompok sasaran.
39 Realisasi program Penyuluhan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu 7 Langkah Cuci Tangan yang Baik dan Benar antara lain:
- Pada tanggal 18 Juli dilakukan persiapan bahan berupa pembelian sabun cuci tangan dan antiseptic.
- Pada tanggal 19 Juli dilakukan persiapan berupa pembuatan materi berbentuk power point untuk Penyuluhan Kesehatan Umum mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). - Pada tanggal 20 Juli 2016 dilakukan persiapan poster Cuci
tangan dan leaflet cuci tangan.
- Pada tanggal 25 Juli 2016 diadakan survei ke SD 2, 4, dan 5 Penyaringan untuk bertemu dengan kepala sekolah masing-masing sekolah sekaligus meminta izin untuk mengadakan kegiatan di sekolah dasar yang bersangkutan.
- Pada tanggal 2 Agustus 2016 diadakan persiapan perlengkapan berupa LCD dan proyektor untuk pemberian materi.
- Pada tanggal 4 Agustus 2016 diadakan koordinasi dengan kepala sekolah dan guru wali SD 5 Penyaringan bahwa hari jumat tanggal 12 agustus akan diadakan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Umum mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
- Pada tanggal 5 Agustus 2016 diadakan koordinasi dengan kepala sekolah dan guru wali SD 2 Penyaringan bahwa hari sabtu tanggal 13 agustus akan diadakan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Umum mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
- Pada tanggal 5 Agustus 2016 diadakan koordinasi dengan kepala sekolah dan guru wali SD 4 Penyaringan bahwa hari esoknya akan diadakan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Umum mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).di sekolah.
40 - Pelaksanaan program Penyuluhan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu 7 Langkah Cuci Tangan yang baik dan benar di Desa Penyaringan dengan pembagian jadwal sebagai berikut:
Pada tanggal 6 Agustus 2016 program ini dilaksanakan di SD 4 Penyaringan.
Pada tanggal 12 Agustus 2016 program ini dilaksanakan di SD 5 Penyaringan.
Pada tanggal 13 Agustus 2016 program ini dilaksanakan di SD 2 Penyaringan.
3. Hasil Kegiatan
Dengan adanya pelaksanaan program Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu 7 Langkah Cuci Tangan yang baik dan benar di sekolah dasar di wilayah Desa Penyaringan ini, pihak sekolah merasa sangat terbantu dikarenakan dapat menerapkan sejak dini pengetahuan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat sehingga merupakan langkah awal cara pihak sekolah untuk mencegah anak-anak terserang penyakit.
Program ini dapat dikatakan berhasil karena seluruh siswa yang menjadi kelompok sasaran antusias dan berperan aktif dalam mengikuti kegiatan.Hal tersebut ditujukan dengan para siswa ingin mendengarkan dengan baik materi penyuluhan yang disampaikan oleh mahasiswa, menyimak video animasi “7 Langkah Cuci Tangan yang Baik dan Benar” dengan antusias, berperan aktif dalam bertanya serta menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemberi materi. Pembelajaran dengan menampilkan video (tampilan visual) lebih disukai oleh anak-anak usia sekolah dasar sehingga perhatiannya mereka terhadap materi yang disampaikan sangat baik.
Pada saat dilakukan praktik secara langsung para siswa juga mampu mempraktikkan dengan baik dan benar, serta masih ingat cara-cara yang diajarkan oleh mahasiswa KKN.Dimana hal tersebut dapat dibuktikkan
41 dengan dokumentasi yang diambil saat program berlangsung.Adapun beberapa hal yang mendukung keberhasilan program yaitu pihak sekolah yang terbuka dalam menerima pelaksanaan program serta siswa sasaran yang berperan aktif dalam mengikuti kegiatan.
4. Kendala Pelaksanaan Program
Dalam realisasi program Penyuluhan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu Simulasi 7 Langkah Cuci Tangan yang Baik dan Benar di Desa Penyaringan terdapat beberapa kendala yaitu:
- Sulitnya mengatur siswa diluar sasaran program yang menyebabkan keributan saat program berlangsung.
- Sulitnya mengatur anak-anak sekolah dasar untuk antre saat pembagian sabun cuci
b. Program Pokok Tambahan
a) Pengecatan Pembatas Taman di SDN 5 Penyaringan 1. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan sebagai kegiatan menyambut dan memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus.Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN serta didukung oleh kepala sekolah SDN 5 Penyaringan. Kegiatan pengecatan pembatas taman ini terdiri dari pembersihan rumput liar ditaman sekolah dan pengecatan ulang pembatas taman. Kegiatan ini diikuti oleh 15 mahasiswa KKN, dan Kepala Sekolah SDN 5 Penyaringan.
2. Pelaksanaan Kegiatan Waktu
Pengecatan pembatas taman ini dilaksanakan tiga hari di SDN 5 Penyaringan pada tanggal 29, 30 Juli dan 1 Agustus 2016 pada pukul 14.00 Wita sampai 17.00 Wita.
Lokasi
42 Kelompok sasaran
Sasaran dari kegiatan pengecatan pembatas taman ini yaitu seluruh warga sekolah di SDN 5 Penyaringan.
Pihak Terlibat
Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini adalah mahasiswa KKN PPM dan Kepala Sekolah SDN 5 Penyaringan.
Pelaksanaan
Realisasi program pengecatan pembatas taman di SDN 5 Penyaringan, antara lain:
1. Pada tanggal 27 Juli 2016 dilaksanakan koordinasi dengan kepala sekolah SDN 5 Penyaringan dengan koordinator bidang fisik.
2. Pada tanggal 29 Juli 2016 dilakukan pembersihan rumput liar di taman sekolah.
3. Pada tanggal 30 Juli 2016 dilakukan pengecatan pembatas taman tahap pertama.
4. Pada tanggal 1 Agustus 2016 pengecatan pembatas taman tahap kedua.
3. Hasil Kegiatan
Kegiatan pengecatan pembatas taman di SDN 5 Penyaringan menghasilkan sekolah yang lebih indah dan meriah dalam menyambut hari kemerdekaan Indonesia.
4. Kendala Pelaksanaan Program
Kendala yang ada yaitu peralatan yang terbatas dalam pembersihan taman dan pengecatan pembatas taman.
b) Pelaksanaan Posyandu Balita di Banjar Tibu Beleng Kaler 1. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka kegiatan rutin dari pihak Puskesmas Mendoyo untuk memberikan pelayanan kesehatan terpadu untuk balita yang ada di Banjar Tibu Beleng Kaler, Desa Penyaringan.Kegiatan ini
43 dilaksanakan oleh kader posyandu balita yang ada di Banjar Tibu Beleng Kaler, mahasiswa KKN dan bidan desa yang ada di Desa Penyaringan. Kegiatan dalam posyandu balita ini terdiri dari pencatatan identitas diri, penimbangan, pengisian buku KIA, penilaian terhadap tumbuh kembang balita serta pemberian vitamin A. Kegiatan ini diikuti oleh 50 balita yang ada di Banjar Tibu Beleng Kaler, 2 mahasiswa KKN, 3 kader desa dan 1 Bidan Desa Penyaringan.
2. Pelaksanaan Kegiatan Waktu
Posyandu balita dilaksanakan di Balai Banjar Tibu Beleng Kaler, Desa Penyaringan pada tanggal 15 Agustus 2016 pada pukul 08.00 WITA sampai pukul 10.00 WITA.
Lokasi
Posyandu balita dilaksanakan di Balai Banjar Tibu Beleng Kaler, Desa Penyaringan.
Kelompok Sasaran
Sasaran dari kegiatan posyandu balita ini yaitu seluruh balita yang ada di Banjar Tibu Beleng Kaler, Desa Penyaringan.
Pihak Terlibat
Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain kader posyandu balita Banjar Tibu Beleng Kaler, mahasiswa bidang kesehatan KKN PPM dan Bidan Desa Penyaringan.
Pelaksanaan
1. Pada tanggal 11 Agustus 2016 dilakukan koordinasi dengan kader desa Penyaringan.
2. Pada tanggal 12 Agustus 2016 dilaksanakan pembagian tugas dan persiapan untuk pelaksanaan posyandu balita.
3. Pada tanggal 15 Agustus 2016 dilaksanakan kegiatan posyandu balita di Banjar Tibu Beleng Kaler, Desa Penyaringan.
44 Kegiatan posyandu balita berjalan lancar dengan diikuti oleh 50 balita yang ada di Banjar Tibu Beleng Kaler, Desa Penyaringan.
4. Kendala
Tidak ada kendala yang sangat berarti pada kegiatan posyandu yang dilaksanakan di Banjar Tibu Beleng Kaler, Desa Penyaringan.
c) Mendata warga Desa Penyaringan penderita penyakit Katarak 1. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan program tambahan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN PPM Reguler desa Penyaringan dalam membantu penyelenggaraan operasi katarak. Dalam hal ini membantu untuk mengumpulkan data masyarakat yang memiliki penyakit katarak di Desa Penyaringan untuk segera dilampirkan kepada program Universitas Udayana dalam upaya kesehatan masyarakat di bidang kesehatan mata.
2. Kelompok Sasaran
Masyarakat Desa Penyaringan yang menderita penyakit katarak. 3. Lokasi Kegiatan
Kegiatan dilakukan di seluruh banjar yang ada di Desa Penyaringan. 4. Waktu Pelaksanaan
Survey penyakit katarak dilakukan tanggal 1 Agustus 2016 kemudian tanggal 11 Agustus diadakan operasi di Desa Yeh Kuning.
B. Program Bantu a. Program Bantu
a) Program Bantu Gotong Royong (Ngayah) di Pua Kahyagan Tiga di Desa Penyaringan
1. Deskripsi Kegiatan
Budaya Bali dikenal luas sebagai warisan budaya luhur yang sangat kental akan nilai-nilai adat dalam konsep keberagaman dan kebersamaan, termasuk budaya ngayah. Sesuai dengan istilahnya ‘ngayah’ berarti
45 menolong atau mengerjakan sesuatu sesuai kemampuan dan tanpa mengharapkan imbalan dan hal tersebut berlaku di setiap tempat di Bali termasuk juga di Desa Penyaringan, Kabupaten Jembrana. Ditambah dengan diadakannya odalan di desa tersebut, membuat Mahasiswa ikut serta melaksanakan kegiatan ngayah di Pura.
2. Kelompok Sasaran
Dalam kegiatan ngayah tersebut, kelompok sasarannya adalah masyarakat Desa Penyaringan, karena dengan kegiatan ngayah tersebut kita dapat mengetahui seperti apa budaya yang dipegang oleh masyarakat Desa Penyaringan.
3. Lokasi Kegiatan
Lokasi kegiatan ngayah ini, diadakan di Pura Kahyangan Tiga yang ada diDesa Penyaringan.
4. Waktu Pelaksanaan
Pelaksanaan gotong royong dilaksakan pada :
- Tanggal 3 Agustus 2016 dilakukan gotong royong di Pura Dalem Giri Amerta banjar Tibu Beleng Kaler.
- Tanggal 16 Agustus 2016 dilakukan gotong royong di Pura Desa lan Puseh Giri Utama banjar Tibu Tanggang.
- Tanggal 21 Agustus 2016 dilakukan gotong royong di Pura Dalem Yeh Buah banjar Penyaringan.
5. Pelaksanaan Kegiatan
Ngayah merupakan salah satu kegiatan masyarakat tradisional bali yang memiliki nilai gotong royong yng tinggi untuk saling membantu dalam kegiatan keagamaan. Ngayah merupakan salah satu dari program bantu yang dilaksanakan dalam rangka kegiatan KKN PPM UNUD. Kegiatan ngayah di Desa Penyaringan, ini dimulai pada tanggal 3 Agustus 2016 sampai 21 Agustus 2016.
46 Keberhasilan program ngayah ini, dapat dikatakan berhasil karena mahasiswa KKN PPM Universitas Udayana dapat mengerjakan tugas sebagaimana yang diberikan oleh masyarakat desa Penyaringan.
7. Kendala
Kendala atau permasalahan yang dihadapi mahasiswadalam ngyah di pura adalah adaptasi dengan lingkungan masyarakat yang mengadakan kegiatan tersebut, dan menyesuaikan dengan kebiasaan masyarakat Desa Penyaringan dalam melaksanakan kegiatan sesuai dengan budaya adat istiadat yang ada di desa ini.
b) Kegiatan Gotong Royong dengan Masyarakat di Desa Penyaringan 1. Deskripsi Kegiatan
Kebersihan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan terutama di lingkungan tempat tinggal, dikarenakan hal itu, sangat penting untuk menumbuhkan perilaku hidup bersih sehingga penyakit tidak mudah datang dan hidup menjadi lebih sehat. Dikarenakan hal tersebut, Mahasiswa KKN PPM bekerjasama dengan pihak Desa Penyaringan berpartisipasi dalam acara Gotong Royong untuk membangun kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan.
2. Pelaksanaan Kegiatan Waktu
Kegitan dimulai pukul 07.00 WITA. Lokasi
Lokasi pelaksanakan kegiatan dilaksanakan di sekitar Kantor Desa Penyaringan, Banjar Anyar Tengah, Banjar Anyar Kaja, dan SMAN 2 Mendoyo.
Kelompok Sasaran
Masyarakat, Kepala Desa, Staf desa, Kelian Banjar dan Pemuda Desa Penyaringan.
47 Pihak yang terlibat dalam program ini adalah Kepala Desa, Kelian Banjar, Pemuda dan Mahasiswa KKN PPM.
Pelaksanaan
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2016 di sekitar Kantor Kepala Desa dan 14 Agustus di Banjar Anyar Tengah dengan keterlibatan dari antara lain, masyarakat, pemuda dan mahasiswa KKN PPM.
3. Hasil Kegiatan
Masyarakat yang terlibat berjumlah kurag lebih 40 orang.Kegiatan berlangsung lancer dan partisipasi antara masyarakat dan kelian banjar berjalan dengan baik ditambah dengan mahasiswa yang melakukan pengenalan diri secara langsung dengan masyarakat ketika melakukan kegiatan gotong royong.
4. Kendala Pelaksanaan
Kurangnya peralatan pembenahan untuk kegiatan gotong royong yang dibawa oleh masyarakat dan mahasiswa sehingga harus menggunakan alat secara bergantian.
c) Membantu pelaksanaan HUT Desa Penyaringan ke 166 1. Deskripsi Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan HUT Desa Penyaringan yang bertepatan pada tanggal 24 Juli 2016 sampai dengan 31 Juli 2016 ini membutuhkan bantuan dari seluruh masyarakat di Desa Penyaringan tanpa terkecuali bagi mahasiswa KKN PPM Reguler UNUD untuk menyukseskan kegiatan HUT Desa Penyaringan baik membantu kebersihan parade bleganjur, persiapan lomba dan sebagai dokumentasi acara selama pelaksanaan HUT Desa Penyaringan.
2. Pelaksanaan Kegiatan Waktu
48 Kegitan dimulai pukul 10.00 WITA.
Lokasi
Lokasi pelaksanakan kegiatan dilaksanakan di sekitar Kantor Desa Kelompok Sasaran
Masyarakat, Kepala Desa, Staf desa, Kelian Banjar dan Pemuda Desa Penyaringan.
Pihak Terlibat
Pihak yang terlibat dalam program ini adalah Masyarakat, Kepala Desa, Kelian Banjar, Pemuda dan Mahasiswa KKN PPM.
Pelaksanaan
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2016 di sekitar Kantor Kepala Desa dan 31 Juli 2016 dengan keterlibatan dari antara lain, masyarakat, pemuda dan mahasiswa KKN PPM.
3. Hasil Kegiatan
Seluruh masyarakat terlibat dalam kegiatan ini.Kegiatan berlangsung lancar dan partisipasi dari masyarakat dan kelian banjar berjalan dengan baik ditambah dengan mahasiswa yang melakukan pengenalan diri secara langsung dengan masyarakat.
4. Kendala Pelaksanaan
Selama berlangsungnya rangkaian acara HUT Desa Penyaringan yang ke 166 terdapar beberapa kendala yang mahasiswa temui diantaranya: kurangnya tempat yang memadai sehingga masyarakat merasa kurang nyaman dalam merayakan acara tersebut. Kondisi yang berdesakan mengakibatkan adanya korban, karena membludaknya masyarakat yang ikut berpartisipsi dalam acara tersebut.