BAB IV
KONSEP PERANCANGAN
A. TATARAN LINGKUNGAN
Gambar 5. Persentasi pada SDN 6 Kota Tangerang Selatan Sumber : Data Pribadi Penulis
Melalui hasil observasi yang dilakukan penulis pada siswa-siswi kelas 5 SDN 6 Kota Tangerang, penulis menyadari bahwa saat ini generasi muda cenderung menyukai permainan-permainan berbasis digital yang umumnya tersaji pada Platform Android, dan Konsol. Kurangnya sisi interaksi dan edukasi yang ditawarkan pada jenis permainan digital saat ini, mulai menggeser budaya bermain yang cenderung lebih individual dan kurang berwawasan budaya. Pergeseran budaya yang cenderung negatif inilah yang mendasari pembuatan Board Game BALAJUANG sebagai sebuah media bermain yang dapat mensiasati kurangnya interaksi sosial dan pengetahuan mengenai sejarah Bangsa Indonesia, khususnya pada anak-anak dan remaja pada umumnya.
Board Game BALAJUANG sebagai media belajar dan bermain yang berperan untuk menumbuhkan minat anak-anak dan remaja untuk kembali memainkan dan melestarikan Permainan Papan yang mulai digantikan oleh permainan-permainan berbasis digital, serta dapat meluangkan waktunya untuk intens berinteraksi bersama teman-teman dan keluarga. Setelah memainkan Board Game BALAJUANG anak-anak dan remaja diharapkan
dapat membuka diri, mengenal satu sama lain, melatih intuisi dalam mengambil keputusan, dan belajar mengenai sejarah yang terjadi saat perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.
B. TATARAN SISTEM
1. Penyebaran Karya
Penyebaran Board Game BALAJUANG dapat dilakukan dengan cara:
a. Mendistribusikan Board Game BALAJUANG pada sekolah-sekolah dasar sebagai bagian dari media bahan ajar guna memberikan variasi dalam pembelajaran peristiwa sejarah perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia dan memberikan pelatihan terhadap pembentukan diri siswa-siswi dalam mengambil keputusan.
b. Menyebarkan Board Game BALAJUANG ke toko-toko buku agar dapat dengan mudah dijangkau bagi semua kalangan. Hal ini dapat mempermudah penyebaran Board Game BALAJUANG sampai ketangan pengguna.
c. Menyediakan fasilitas Download pada website Board Game BALAJUANG agar dapat mempermudah penyebaran permainan ini, terutama bagi orang tua dan remaja yang umumnya menggunakan fasilitas internet dalam aktivitas sehari-hari.
2. Pemanfaatan Karya / Produk
a. Sebagai variasi bahan ajar pada sekolah-sekolah dasar guna memperkenalkan peristiwa sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, serta pembentukan dan pengembangan karakter pada siswa.
b. Sebagai media belajar dan bermain yang berperan untuk menumbuhkan minat anak-anak dan remaja untuk kembali memainkan dan melestarikan Permainan Papan yang mulai digantikan oleh permainan-permainan berbasis digital.
3. Cara Kerja Produk
a. Pertama Lakukan Hom Pim Pah untuk menentukan siapa pemain yang berhak jalan pada urutan pertama.
b. Pemain yang berdiri pada basenya dikotak jebakan dapat mengambil kartu pertahanan yang dapat diambil hanya pada saat berada pada basenya sendiri dan begitu seterusnya, efek kartu yang di pakai akan langsung hilang dan di kembalikan ketumpukan kartu namun pemain dapat menyimpannya sampai maksimal 5 kartu.
c. Setelah pemain melewati basenya dan masuk pada base musuh, pemain yang berdiri di kotak netral (tanpa gambar) berhak mengambil kartu serangan dan menyerang sesuai keterangan icon karakter. Kartu tidak memberikan efek apabila pemain lain berdiri pada kotak di basenya dan kartu dapat disimpan sampai maksimal 5 kartu. efek kartu yang di pakai akan langsung hilang dan di kembalikan ketumpukan kartu namun pemain dapat menyimpannya sampai maksimal 5 kartu.
d. Pemain yang berdiri di kotak jebakan pada base pemain lain berhak terkena efek dari salah satu kartu jebakan ataupun kartu pertahanan. Pemain yang terkena jebakan dapat menahannya dengan kartu PERTAHANAN dan BEBAS BERJALAN jika pemain memiliki kartu tersebut di tangan.
e. Dalam kartu serangan terdapat kartu SERANGAN LANGSUNG dan BERTAHAN juga pada kartu pertahanan terdapat kartu BEBAS BERJALAN dimana kartu tersebut bisa di simpan sampai saat yang tepat ketika di butuhkan.
f. Pemain yang menyelesaikan 3 putaran dapat berpindah pada "ZONA MERDEKA" dan tidak terpengaruh pada efek kartu. Angka dadu yang tepat dibutuhkan untuk berdiri pada kotak merdeka di tengan Board (Papan Permainan) dan menjadi pemenang.
C. TATARAN PRODUK
Board Game BALAJUANG merupakan permainan papan bergenre war atau perang yang mengisahkan mengenai kisah pertempuran yang terjadi pada masa penjajahan yang terjadi pada tahun 1500-1948 saat bangsa ini di jajah oleh Bangsa Portugis, Belanda, Jepang yang di ilustrasikan menggunakan gaya Pixel Art yang di dominasi oleh bentuk kubistis baik dari segi karakter (pion), kartu, dan papan permainannya. Perarangkat permainan dalam Board Game BALAJUANG antara lain :
1. Pion
Pion pada Board Game BALAJUANG merupakan alat yang digunakan sebagai perwakilan dari bangsa-bangsa yang berperang didalamnya antara lain Bangsa Portugis, Belanda, Jepang, Indonesia.
Gambar 6. Digitalisasi Model Pion yang Di gunakan pada Board Game BALAJUANG
Sumber : Data Pribadi Penulis
2. Kartu Pertahanan dan Serangan
Kartu Pertahanan dan Serangan pada Board Game BALAJUANG memiliki andil besar sebagai penentu jalannya permainan. Dimana sistem kartu pada permainan merupakan bagian dari media dalam proses interaksi antara individu
satu dengan yang lainnya sehingga jalannya permainan menjaadi jauh lebih menarik dan menantang.
Gambar 7. Ukuran dari kartu Serangan Board Game BALAJUANG Sumber : Data Pribadi Penulis
3. Papan Permainan (Board)
Papan permainan berbentuk Kubus sama sisi dengan penggambaran ilustrasi dengan menggunakan pola Pixel Art yang merupakan susunan dari kubus-kubus memiliki ukuran sisi, bidang, dan sudut yang sama yang saling terikat secara teratur satu sama lain membentuk sebuah pola alur vertikal dan horizontal yang akan menjadi sebuah gambar jika diletakan pada titik kordinat dengan value yang berurutan. Besar ukuran 1 buah Pixel adalah 2.5mm x 2.5mm dengan ukuran Papan 45cm x 45cm.
Gambar 8. Board Game dengan Ilustrasi Bergaya Pixel Art Sumber : Data Pribadi Penulis
D. TATARAN ELEMEN 1. Karakter Pion
a. Bangsa Belanda
Gambar 9. Ide Pembuatan Karakter pada Pion Bangsa Belanda Sumber : Data Pribadi Penulis
Penggambaran karakter Pion pada Bangsa Belanda terinspirasi dari pakaian khas kolonial era penjajahan belanda di Indonesia pada tahun 1800an. Pakaian ini umunya dipakai oleh tentara-tentara pasukan pengawal VOC atau biasa dikenal oleh kau pribumi sebagai Kompeni.
b. Bangsa Portugis
Gambar 10. Ide Pembuatan Karakter pada Pion Bangsa Belanda Sumber : Data Pribadi Penulis
Penggambaran Pion pada Bangsa Portugis diambil dari temuan-temuan referensi gambar pada internet. Dimana dari hasil pencarian pada tahun 1500an masa penjajahan Bangsa Portugis di Indonesia, pasukan Portugis memakai baju Zirah pada bagian dada dan di dominasi oleh bahan kain berwarna merah dengan ditambah aksesoris topi dengan hiasan bulu unggas. c. Bangsa Jepang
Gambar 11. Ide Pembuatan Karakter pada Pion Bangsa Jepang Sumber : Data Pribadi Penulis
Penggambaran Pion pada Bangsa Jepang diambil dari baju militer yang didominasi oleh warna Hijau tua, dimana pada saat itu tentara jepang juga menggunakan topi dengan penutup samping sebagai atribut dari baju militernya.
d. Bangsa Indonesia
Gambar 12. Ide Pembuatan Karakter pada Pion Bangsa Indonesia Sumber : Data Pribadi Penulis
Penggambaran Pion pada bangsa Indonesia diambil saat era kebangkitan nasional dimana pada saat itu Bangsa Indonesia telah bersatu dalam mengusir penjajah dari tanah Indonesia. Didominasi oleh warna Coklat, memiliki banyak kantung dan dipadukan dengan celana pendek merupakan ciri khas dari seragam pasukan Bangsa Indonesia.
Karakter Pion Board Game BALAJUANG di buat dengan material resin yang di bentuk sesuai dengan cetakan rubber yang di bentuk sesuai dengan representasi masing-masing karakter yaitu Bangsa Portugis, Belanda, Jepang, dan Indonesia. Inilah gambar proses pembuatan karakter Pion Board Game BALAJUANG :
Gambar 13. Meratakan Rubber sebagai Bahan Cetakan Sumber : Data Pribadi Penulis
Gambar 14. Mencampurkan Catalysh dengan Rubber Sumber : Data Pribadi Penulis
Gambar 15. Membuat dasar model dengan Clay dan Meletakannya pada hasil Cetakan
Gambar 16. Melepaskan Cetakan Setelah Mengering Sumber : Data Pribadi Penulis
Gambar 17. Menggabungkan 2 Cetakan kemudian menjepitnya dan di isi dengan resin sampai mengeras
Sumber : Data Pribadi Penulis
2. Kartu Serangan dan Pertahan
Kartu pada Board Game BALAJUANG di desain simpel sehingga dapat memudahkan pemain dalam memahami maksud dan tujuan dari isi kartu. Kartu di cetak menggunakan Art Karton dengan berat 310gr guna mendapatkan
ketebalan yang maksimal, sehingga kartu tidak mudah rusak dan mudah untuk di genggangam.
Gambar 18. Kartu Board Game BALAJUANG Tampak Depan Sumber : Data Pribadi Penulis
a. Ragam Hias
Gambar 19. Frame Kartu Board Game Balajuang Sumber : Data Pribadi Penulis
Bentuk motif frame terispirasi dari stilasi bentuk arsitektur pintu dan motif pada candi Budha di Indonesia. Bentuk pintu candi yang kokoh dan didominasi bentuk sudut selaras dengan gaya Pixel Art pada Board atau Papan Permaianan.
PASUKAN
BELANDA
Belanda menggempur pasukan yang masuk kewilayah kependudukannya dengan puluhan ribu pasukannya.
Gambar 20. Candi Bercorak Budha Di Indonesia Sumber : www.google.com
b. Warna Kartu
Gambar 21. Skema Warna pada Kartu Board Game BALAJUANG Sumber : Data Pribadi Penulis
1) Kuning
Warna Kuning dalam kartu mencerminkan sisi keagungan, Keistimewaan, kemewahan, dan sifat kebijaksanaan.
2) Orange
Warna Orange pada dominasi warna kartu mencerminkan kehangatan, rasa antusiasme, persahabatan, dan kegembiraan.
3) Hijau
Warna Hijau pada Outline kartu menggambarkan efek keseimbangan, harmonisasi, dan ke stabilan.
c. Pemilihan Font
Pixel Font7 Regular merupakan jenis font Dekoratif yang mengusung konsep Pixel Art pada bentuk hurufnya, dan mampu dipadukan dengan konsep perancangan Board Game BALAJUANG.
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z a b c d e f g h I j k l m n o p q r s t u w x y z
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 3. Papan Permainan (Board)
Board atu Papan Permainan merupakan perangkat utama pada Board Game BALAJUANG. Ilustrasi Pixel Art yang di tampilkan merupakan representasi dari sebuah penggambaran Pulau yang merupakan penggambaran dari wilayah geografis Indonesia yang merupakan Negara kepulauan yang di kelilingi oleh samudra.
a. Ragam Hias
1) Bentuk Visualisasi Pada Board atu Papan Permainan
Gambar 22. Gambaran Peta Buku Imago Mundi Pada Tahun 1271-1292 Sumber : Data Peribadi Penulis dan http://libweb5.princeton.edu
Visualisasi gambaran peta dalam Buku Imago Mundi merupakan penggambaran bahwa berbentuk bumi itu bulat dengan di gambarkankan melalui tampak atas dengan pola gambar mendatar. Dengan visualisasi tersebut menginspirasi Board Game BALAJUANG untuk digambarkan melalui tampak atas dengan gambaran pulau diatas samudra dengan desain ilustrasi flat melalui Pixel Art.
Gambar 23. Motif Batik Jlamprang Khas Pekalongan
Sumber : http://batikunik.com/news/detail/14/pola-batik-nitik.html
Pola pada Batik Jlamprang yang berbentuk persegi atau bujur sangkar dengan inti ditengah yang seolah-olah mengurung atau membentengi, menginspirasi pola papan yang membentengi inti emas pada tengah pulau sebagai tujuan atau akhir dari permainan.
2) Elemen Visual
Gambar 24. Visualisasi Goa Jepang Dengan Gaya Pixel Art Sumber : Data Pribadi Penulis dan www.google.com
Visualisasi penggambaran Goa Jepang didominasi oleh warna Hijau dimana Pembangunan goa-goa pada saat itu banyak dilakukan di hutan dan tempat-tempat yang ditumbuhi oleh pohon-pohon lebat sebagai tempat persembunyian mereka saat berperang.
Gambar 25. Visualisasi Benteng Portugis Sumber : Data Pribadi Penulis dan www.google.com
Penggambaran Visualisasi Benteng Portugis yang banyak berdiri di dekat arah pantai ini mengusung warna Abu-abu sesuai dengan warna benteng yang dibuat dengan bebatuan dan di visualkan memiliki 2 bilik tiang seperti Benteng Toluko yang berada di Tarnate.
Gambar 26. Visualisasi Kapal Laut Belanda Sumber : Data Pribadi Penulis dan www.google.com
Masuknya Belanda pada Tahun 1800an ke Indonesia berawal dari perdagangan rempah-rempah di mana Belanda saat itu berlayar menggunakan kapal laut dan merapat pada pelabuhan-pelabuhan perdagangan di Indonesia. Hal inilah yang melandasi Visualisasi Kapal laut berlayar bendera Belanda sebagai representasi dari Bangsa Belanda pada Board Game BALAJUANG.
Gambar 27. Visualisasi Peta Indonesia Sumber : Data Pribadi Penulis dan www.google.com
Visualisasi Peta Indonesia Merupakan penggambaran seluruh wilayah tanah air sebagai wujud perjuangan dalam upaya mempersatukan Indonesia sebagai Negara kepulauan dalam menghadapi berbagai penjajahan oleh bangsa lain.
3) Skema Warna
Gambar 28. Skema Warna Dominan Pada Board Sumber : Data Pribadi Penulis
a) Warna Biru Muda
Menggambarkan suasana lautan dan samudra yang mengelilingi wilayah geografis kepualauan Indonesia.
Menggambarkan daratan subur khas Indonsia dan dominasi utama pada Board. Warna hijau juga menggambarkan kekayaan Flora yang tumbuh di Indonesia.
c) Warna Kuning
Menggambarkan sebuah kejayaan atau harta yang menjadi tujuan dari setiap pemain pada Board Game BALAJUANG. d) Warna Coklat
Menggambarkan wilayah batas antara daratan dan lautan atau antara pesisir pantai dengat lautan lepas.
4) Material Pembuatan
Gambar 29. Material Papan Multiplex Sumber : Data Pribadi Penulis
Board atau Papan Permaianan di Buat menggunakan papan Multiplex dengan ukuran 45cm x 45cm dengan diameter 1cm. sebelumnya papan Multiplex harus diamplas terlebih dahulu dan di pernis agar permukaan papan yang memiliki pori-pori dapat tertutup dan teknik print di atas media kayu menjadi maksimal. Pemilihan Material berbahan kayu ini didasari pada papan permainan pada Board Game yang umumnya di cetak pada selembar Art Karton tidak memiliki tingkat ketahanan yang lama karna material berbahan kertas sangat mudah sobek, kotor, dan pudar warnanya.