• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber Daya Manusia. Pendukung Bisnis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Sumber Daya Manusia. Pendukung Bisnis"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Kontribusi karyawan di semua tingkat organisasi merupakan kunci dalam

menjaga kepercayaan dan memberikan layanan berkualitas kepada

nasabah, yang pada akhirnya menopang kinerja BCA di tengah

perubahan-perubahan yang sedang terjadi.

(2)

Keandalan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor keberhasilan usaha BCA dalam mendukung penerapan strategi jangka panjang BCA. Untuk itu, BCA memiliki komitmen dalam mengembangkan keterampilan dan kompetensi karyawan melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan. Proses kaderisasi pemimpin menjadi salah satu prioritas untuk memastikan kesinambungan regenerasi dan suksesi dalam organisasi. Lebih lanjut, BCA berkomitmen untuk menjadi perusahaan pilihan para pencari kerja (employer of choice) dan berupaya membangun lingkungan kerja yang kondusif.

Atas komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia, BCA memperoleh berbagai penghargaan. Pada tahun 2017 BCA meraih penghargaan ‘Great Workplace Award’ dari Gallup, perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi kinerja manajemen, dimana BCA merupakan pemenang tunggal dari Indonesia dari 37 pemenang di dunia. Selain itu, BCA juga mendapat peringkat ke-2 dalam ‘Indonesia Best Companies in Creating Leaders from Within 2017’ dari majalah SWA dan NBO consulting group, serta masuk dalam Forbes Global 2000 – World’s Best Employers (perusahaan pemberi kerja terbaik dunia), berada pada peringkat ke-40.

Semua penghargaan dan pencapaian tersebut tidak lepas dari komitmen BCA dalam mengembangkan sumber daya manusia. BCA menerapkan berbagai langkah strategis pada area rekrutmen; pelatihan dan pengembangan; remunerasi; dan pembangunan budaya inovasi.

Strategi Rekrutmen

Regenerasi sumber daya manusia merupakan hal yang penting dalam mempertahankan dan mengembangkan keunggulan kompetitif BCA. Proses ini dimulai dengan melakukan seleksi para lulusan terbaik dari universitas-universitas di dalam maupun luar negeri. Sebelum ditempatkan di berbagai unit kerja, para karyawan baru tersebut diberi pelatihan intensif dan menyeluruh melalui berbagai program pelatihan.

BCA secara aktif melakukan kerja sama dengan universitas-universitas terkemuka di Indonesia dan berpartisipasi pada kegiatan job fair. Dalam menarik para calon karyawan yang berkualitas, BCA memperkenalkan profil perusahaan ke universitas-universitas dan menerima kunjungan mahasiswa.

Untuk menjaring para kandidat BCA Banker Program, pada tahun 2017 BCA menyelenggarakan acara ‘Director’s Insight’ yang merupakan acara berbagi pengalaman tentang perjalanan karir di Bank oleh Direktur Sumber Daya Manusia.

Pada tahun 2017 BCA menyelenggarakan ‘Future Marketeer

Camp’, yang didalamnya terdapat kegiatan dua hari pelatihan

untuk mempersiapkan para mahasiswa tingkat akhir dan fresh

graduate yang ingin memasuki bidang pemasaran di sektor

perbankan. Melalui kegiatan ini, BCA juga mengadakan

on-the-spot interview untuk memperoleh kandidat account officer dan relationship officer yang berkualitas.

‘Bankers Program’ yang dimulai sejak tahun 2016, merupakan suatu program management trainee yang terus disempurnakan BCA. Melalui program tersebut, BCA membuka kesempatan bagi para peserta untuk memperoleh pengetahuan perbankan secara menyeluruh, pengalaman on the job training di berbagai unit kerja di BCA, serta kesempatan untuk terlibat langsung dalam menangani suatu proyek. Setelah lulus program, para peserta yang potensial akan menempati berbagai posisi manajerial di BCA. Bank merekrut karyawan untuk berbagai posisi seperti tenaga pemasaran, frontliner dan tenaga kerja pendukung seperti staf teknologi informasi.

BCA juga memanfaatkan teknologi untuk memperluas cara perekrutan karyawan, sehingga mempermudah para pencari kerja dalam memperoleh informasi pekerjaan di BCA melalui media website dan media sosial. Para pencari kerja dapat menggunakan fasilitas website BCA yang mudah diakses untuk penyampaian aplikasi permohonan bekerja. Melalui berbagai program rekrutmen, pada tahun 2017 BCA telah merekrut 1.861 karyawan baru dan menerima 3.766 orang untuk bekerja sebagai teller dan customer service melalui program Magang Bakti BCA.

Strategi Pelatihan dan Pengembangan

Untuk memastikan tersedianya sumber daya manusia yang siap dan mampu beradaptasi dengan cepat seiring perubahan arah strategi bisnis khususnya karena pengaruh digitalisasi, maka BCA membangun budaya belajar dan kerja yang semakin ‘agile’. Pembelajaran secara konvensional dimana proses tatap muka di kelas tetap dipertahankan, namun semakin dilengkapi dengan

(3)

berbagai metode dan sarana digital sehingga memberikan kemudahan dan kecepatan bagi karyawan dalam proses belajar dan menyerap pengetahuan.

Pembelajaran Dalam Kelas

Sepanjang tahun 2017, jumlah peserta pelatihan di berbagai bidang pembelajaran mencapai 56.830 peserta dalam 1.968 kelas selama 192.424 hari pelatihan. Mayoritas pembelajaran dalam kelas saat ini dilakukan di BCA Learning Institute, Sentul, Bogor dan diberikan kepada karyawan baru, trainee maupun karyawan tetap. Beberapa fokus pembelajaran dalam kelas antara lain, melanjutkan pelatihan customer relationship

management khususnya memberikan pelatihan pemberian

solusi nasabah yang menyeluruh kepada para relationship

officer dan account officer. BCA juga menekankan pada

pengembangan soft skills karyawan sebagai suatu hal yang sama penting dengan peningkatan keterampilan teknis. Untuk itu, BCA menyelenggarakan berbagai program kepemimpinan, pengembangan kepribadian maupun praktik coaching.

Dalam meningkatkan kompetensi sesuai dengan kebutuhan spesifikasinya, BCA juga mendukung para karyawan untuk mengikuti berbagai program pengayaan termasuk pelatihan ke luar negeri. Melalui pelatihan ke luar negeri, para karyawan dapat memperoleh wawasan yang lebih luas termasuk dalam memahami perkembangan bisnis perbankan pada lingkup internasional. Sejalan dengan perubahan bisnis perbankan, program pengayaan diarahkan agar para pemimpin di unit kerja dapat beradaptasi serta memiliki kemampuan dan fleksibilitas untuk dapat menempati berbagai posisi dalam organisasi.

Pembelajaran Digital

Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah karyawan generasi milenial dan guna menunjang efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran, BCA meningkatkan kualitas metode pembelajaran blended & experiental serta memanfaatkan penggunaan alat pembelajaran digital yang diterapkan secara terstruktur di berbagai lapisan organisasi dan unit kerja. Sejak tahun 2009, Bank telah menyediakan pelatihan melalui media

e-learning yang dapat menjangkau peserta secara massal.

Materi pelatihan e-learning terus diperkaya dan diperbaharui secara berkala agar materi-materi tersebut selalu relevan dan berkualitas serta digabungkan dengan efektivitas pembelajaran saat di kelas dan setelahnya atau disebut Blended Learning. Selain itu, BCA juga menggunakan metode pelatihan interaktif seperti

video learning dan video conference yang terus berkembang dan

menarik lebih banyak peserta di luar kota-kota besar. Jumlah peserta e-learning pada tahun 2017 mencapai 34.827 peserta, meningkat dibandingkan 34.307 peserta pada tahun 2016. BCA mengembangkan ‘Mobile learning – Morning BCA’, suatu sarana belajar yang dapat diakses secara mobile dengan

smartphone. Aplikasi ini terus diperbaharui melalui penyediaan

fasilitas pembelajaran dengan video dan permainan. Metode

pembelajaran dengan gamification, yang merupakan suatu

proses pembelajaran menggunakan permainan edukatif, dirancang menarik sehingga dapat meningkatkan jumlah peserta e-learning. Di tahun 2017, BCA memperbaharui aplikasi perpustakaan buku dan digital yang disebut BCA

Library Management System (BLIMS) untuk menarik minat baca

karyawan.

Pengembangan Karir

Secara berkala BCA melakukan kajian arah dan pengembangan karir yang disesuaikan dengan kualitas pencapaian target kinerja individu dan unit kerja. Para karyawan memiliki kesempatan kerja yang sama, dimana kualitas dan kompetensi merupakan faktor penentu utama. BCA telah melakukan program promosi kepemimpinan guna mempersiapkan calon-calon suksesor pejabat Bank. Melalui sistem penilaian secara panel pada unit kerja, BCA mengidentifikasi karyawan terbaik yang siap dipromosikan dan mendapat kesempatan mengikuti program pendidikan khusus. Setelah program tersebut, BCA melakukan evaluasi atas kinerja karyawan dan dipersiapkan untuk mengikuti program pengembangan diri berkelanjutan dan promosi yang ditargetkan. Pada tahun 2017 terdapat 1.045 karyawan yang telah menyelesaikan program pengembangan karir BCA.

Strategi Remunerasi

Sebagai apresiasi atas kontribusi karyawan dan guna meningkatkan loyalitas, BCA senantiasa memperhatikan kesejahteraan karyawan dan mengelola kebijakan remunerasi yang kompetitif sesuai dengan kinerja dalam bekerja. Hal ini ditunjukkan oleh BCA dengan memberikan remunerasi yang meliputi imbalan kerja bersifat moneter berupa gaji, bonus dan tunjangan lainnya maupun imbalan kerja yang bersifat non-moneter. BCA menyediakan beberapa fasilitas kesehatan, termasuk memfasilitasi kepersertaan dalam BPJS Kesehatan guna mendukung kesehatan para karyawan dan keluarganya.

(4)

Untuk memastikan karyawan mendapatkan imbalan keuangan yang kompetitif, BCA senantiasa melakukan studi banding melalui survei untuk melihat posisi remunerasi yang diberikan BCA dibandingkan dengan kompetitor maupun industri lainnya. Dalam meningkatkan rasa kepemilikan terhadap BCA, Bank secara konsisten sejak tahun 2012 telah memberikan ekstra bonus berupa saham BCA yang diperoleh melalui pembelian di Bursa Efek Indonesia dan ditahan selama tiga tahun sebelum karyawan memiliki hak untuk menjual. Disamping itu BCA juga mengedepankan terbangunnya iklim kerja yang berimbang (work-life balance).

Work-Life Balance

BCA menekankan pentingnya work-life balance kepada seluruh karyawan. BCA percaya bahwa keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dengan kehidupan pribadi akan mengembangkan produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan hidup karyawan. Secara konsisten BCA menyelenggarakan berbagai aktivitas diantaranya pelatihan perencanaan keuangan, pola hidup sehat, perawatan anak serta persiapan menjelang pensiun.

BCA juga mendukung aktivitas rekreasi, berbagai kegiatan olahraga dan penyaluran hobi karyawan seperti fotografi, peminat wayang dan paduan suara. BCA menyelenggarakan program pelatihan kesehatan dan layanan konseling untuk membantu karyawan menemukan solusi atas masalah dalam kehidupan pribadi mereka. Bagi karyawati yang memiliki balita, BCA menyediakan ruang laktasi di beberapa kantor untuk memudahkan pemberian ASI secara rutin bagi putra-putrinya. Melalui berbagai aktivitas work-life balance tersebut, BCA dapat membangun engagement dan kerja sama antara karyawan. Sejak tahun 2016 BCA telah memulai proyek percontohan penerapan waktu kerja yang fleksibel dimana karyawan diberi keleluasaan untuk menentukan waktu kerja berdasarkan jumlah jam kerja harian, sehingga tidak terpaku pada jam operasional kantor yang berlaku umumnya. Untuk saat ini waktu kerja yang fleksible tersebut diterapkan di unit kerja group teknologi informasi sesuai dengan kebutuhan unit kerja. Diharapkan dengan inisiatif tersebut, karyawan menjadi lebih efisien dalam bekerja.

Program work-life balance memberikan kenyamanan bekerja bagi karyawan sehingga dapat meningkatkan produktivitas

sekaligus tetap menjaga keseimbangan dengan aspek lainnya dalam kehidupan mereka. Upaya Bank dalam mengembangkan budaya engagement mendukung pencapaian keterlibatan karyawan yang tercermin dari hasil team engagement survey.

Srategi dalam Membangun Budaya Inovasi

BCA secara konsisten membangun budaya inovasi untuk mewujudkan BCA sebagai organisasi pembelajar yang mampu merespon dinamika perubahan eksternal yang terjadi. BCA berupaya untuk membentuk karyawan yang tangkas dan memiliki kemampuan mempelajari keterampilan baru dengan cepat, selalu siap menghadapi tantangan-tantangan baru, dan beradaptasi dengan tren bisnis yang semakin kompleks. Guna membangun budaya belajar dan berbagi pengetahuan dalam meningkatkan kompetensi para karyawan, BCA menyelenggarakan program Community of Practice (COP). Melalui COP, para karyawan dapat berbagi pengetahuan dan keahlian yang bermanfaat bagi para karyawan lainnya disetiap unit kerja. Dengan sarana tersebut, para karyawan juga memperoleh sosialisasi produk dan layanan baru ataupun perkembangan terkini terkait bisnis perbankan dan industri lainnya yang berkaitan dengan BCA. COP juga diselenggarakan bagi jajaran pemimpin senior BCA, termasuk mengundang pembicara dan pakar eksternal untuk berbagi pandangannya terkait topik dan praktik manajemen terbaru guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan pejabat senior Bank. Selanjutnya, untuk mendukung pengembangan diri karyawan, pada tahun 2017 BCA menyelenggarakan BCA Innovation

Awards (BIA) sebagai ajang inovasi dan ekspresi diri karyawan.

Diselenggarakan sejak tahun 2014, ajang ini memberi kesempatan bagi karyawan di seluruh tingkatan untuk menyalurkan ide-ide kreatif dalam berinovasi, mengembangkan layanan serta solusi perbankan maupun penyempurnaan proses internal. Sebagai pengembangan dari BIA, pada tahun 2017 BCA juga menyelenggarakan dua kali kegiatan Financial Technology

Hackaton (Finhack) yaitu Finhack yang diperuntukkan bagi

non karyawan atau masyarakat umum dan Finhack BIA yang pesertanya adalah para karyawan yang memiliki ide inovasi di bidang digital. Konsep inovasi yang akan dibawakan dalam BIA terlebih dahulu disampaikan dan didiskusikan dalam COP untuk mendapat masukan dari rekan-rekan unit kerja kemudian diajukan kepada juri independen untuk memperoleh penilaian. Sementara itu, BCA senantiasa menerapkan Kaizen,

(5)

suatu filosofi yang menekankan pada perubahan proses secara terus menerus untuk menghasilkan pencapaian yang lebih baik. Melalui program-program tersebut, BCA mendorong para karyawan untuk menumbuhkan budaya inovasi dan continuous

improvement.

Untuk mempermudah pemberian informasi bagi para karyawan, BCA mengembangkan berbagai sarana komunikasi internal, termasuk dalam bentuk korespondensi resmi, serta memanfaatkan perkembangan teknologi internet dan mobile

apps.

Pada tahun 2017 BCA menyelenggarakan acara Indonesia

Knowledge Forum (IKF) sebagai media berbagi pengetahuan dan

pengalaman yang ditujukan untuk masyarakat, nasabah dan karyawan BCA pada jenjang tertentu. Diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2012, tema IKF pada tahun 2017 adalah “Moving Our Nation to the Next Level – Elevating Creativity and

Innovation through Digital Collaboration” yaitu mengenai upaya

menghadapi disrupsi teknologi yang menyebabkan perubahan gaya hidup ke arah digital. Penyelenggaraan IKF ini mendapat respon positif dari masyarakat yang terlihat dari jumlah peserta yang mencapai sekitar 1.200 orang dari beberapa kalangan masyarakat, seperti pengusaha, mahasiswa, nasabah dan karyawan perbankan.

Rencana Ke Depan

BCA akan senantiasa menyesuaikan kebijakan sumber daya manusia sesuai dengan perkembangan bisnis dan kebutuhan nasabah. Sejalan dengan upaya BCA dalam meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dan otomasi proses, pengembangan sumber daya manusia akan difokuskan untuk mendukung inovasi layanan perbankan digital dan mempererat hubungan dengan nasabah.

Ke depannya, pembelajaran mengenai customer relationship

management dan pengenalan teknologi digital akan lebih

diperluas. Dengan memanfaatkan dan mengolah data nasabah

yang ada (data analytics), para account officer, relationship

officer dan frontliner diharapkan agar dapat terus menambah

pengetahuan tentang produk dan layanan guna mendukung penawaran produk dan layanan bagi para nasabah. Kompetensi digital akan menjadi salah satu fokus jangka panjang guna memastikan kesiapan para karyawan BCA dalam penerapan inisiatif-inisiatif layanan digital dan otomasi.

BCA akan memastikan aspek kompetensi dan karakter dalam menciptakan karyawan yang siap di tengah berbagai perusahaan lingkungan usaha. BCA telah memperbaharui acuan kompetensi karyawan dan melakukan sosialisasi ke seluruh jajaran manajemen dan karyawan. Selanjutnya BCA telah menyusun roadmap training dari kompetensi baru tersebut sehingga bisa diterapkan oleh seluruh unit kerja. Dengan demikian, diharapkan pengembangan kompetensi setiap karyawan akan lebih fokus dan tepat sasaran sehingga hasilnya terhadap kinerja perusahaan akan lebih baik. BCA juga akan melanjutkan proses pengembangan suatu mobile apps yang dapat mendukung para karyawan untuk dapat saling berkomunikasi dan memperoleh informasi tentang kebijakan sumber daya manusia dan sebagai media pembelajaran. Dengan mencermati demografi karyawan, BCA menyusun rencana akan kebutuhan jumlah sumber daya yang memadai melalui proses rekrutmen berkelanjutan dan suksesi kepemimpinan. BCA terus mendukung terciptanya lingkungan kerja yang kondusif dan memperkokoh citra sebagai perusahaan pilihan guna mempertahankan loyalitas karyawan dan menarik para calon karyawan yang potensial.

Jumlah Karyawan berdasarkan Level Organisasi

2017 2016

Non Staf 1.187 1.337

Staf 19.994 19.661

Manajer 4.176 4.000

Pejabat Senior (termasuk Dewan Komisaris dan Direksi) 82 75

(6)

Jumlah Karyawan berdasarkan Masa Kerja 2017 2016 ≤ 1 Tahun 1.712 2.052 > 1 – 5 Tahun 7.048 6.286 > 5 – 10 Tahun 1.802 1.348 > 10 – 15 Tahun 621 668 > 15 – 20 Tahun 1.936 4.754 > 20 Tahun 12.320 9.965 Total 25.439 25.073

Jumlah Karyawan berdasarkan Usia

2017 2016 ≤ 25 Tahun 3.387 3.067 > 25 – 30 Tahun 5.706 5.163 > 30 – 35 Tahun 1.629 1.490 > 35 – 40 Tahun 1.595 1.868 > 40 – 45 Tahun 4.278 4.563 > 45 – 50 Tahun 5.429 5.471 > 50 Tahun 3.415 3.451 Total 25.439 25.073

Jumlah Karyawan berdasarkan Tingkat Pendidikan

2017 2016

Sampai dengan Tingkat SMU 4.868 5.232

Diploma dan Sarjana 19.771 19.099

Pasca Sarjana 800 742

Total 25.439 25.073

Jumlah Karyawan berdasarkan Status Kepegawaian

2017 2016

Karyawan Tetap (Permanen) 24.343 23.817

Karyawan Tidak Tetap* 1.096 1.256

Total 25.439 25.073

* termasuk karyawan kontrak, percobaan dan trainee

Biaya Pelatihan Karyawan (dalam juta Rupiah) 2016 2015

2017 2016

Total Biaya Pelatihan 297.826 242.987

Pelatihan Karyawan 2017 2016 Jumlah Kelas Jumlah Hari Jumlah Peserta Jumlah Kelas Jumlah Hari Jumlah Peserta

Manajerial Kepemimpinan & Pengembangan Diri 617 43.598 18.082 843 73.032 27.566

Manajemen Kredit 115 7.240 2.624 113 14.890 2.794

Program Sertifikasi Manajemen Risiko 21 635 437 16 404 342

Penjualan 118 6.730 4.004 166 81.231 2.651

Pelayanan 25 1.718 1.350 70 5.234 3.099

Operasi & Teknologi Informasi 904 122.056 22.404 926 205.670 22.802

Lainnya 168 10.448 7.929 140 7.314 4.206

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara yang menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share

faktor yang mempengaruhi struktur modal pada perusahaan manufaktur go public di. BEJ 1997-2002 dan Ali (2010) tentang faktor-faktor yang mempengaruhi

Hubungan tax amnesty dengan penerimaan pajak bahwa mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Ngadiman dan Huslin (2015) yang menunjukkan bahwa tax amnesty

menyelenggarakan pengumpulan data, informasi, permasalahan, peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan teknis yang berkaitan dengan manajemen rekayasa lalu lintas,

Kata unknown pada data (1) berkategori nominal yang berasal dari prefiksasi un- pada verba known µPHQJHWDKXL¶ 3UHILNVDVL WHUVHEXW PHPEHQWXN GHULYDVL \DQJ mengalami

Seperti terlihat pada Gambar 20, kadar fosfor pada masing-masing media pun mengalami penurunan dengan kadar penurunan yang berbeda-beda. Penurunan kadar fosfor

Menurut Azhar Susanto (2013:72) dalam bukunya yang berjudul Sistem Informasi Akuntansi, adalah kumpulan atau group dari sub/sistem/bagian/komponen apapun baik

public class MainActivity extends TabActivity { public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {