BAB II DATA & ANALISA. Data & Informasi yang diperlukan untuk mendukung proyek tugas akhir ini diperoleh dari sumber antara lain:

Teks penuh

(1)

3 BAB II

DATA & ANALISA

2.1 Sumber Data

Data & Informasi yang diperlukan untuk mendukung proyek tugas akhir ini diperoleh dari sumber antara lain:

• Wawancara dengan Ibu Syenny Widjaja ( Marketing Bakoel Koffie ) • Website 1. Wikipedia.com 2. Lisdianingrum.wordpress.com 3. Matakita.wordpress.com 4. Tukangkopi.com 5. Coffeecommunity.web.id/ 6. Tiosijimbo.wordpress.com 7. www.gedoor.com

• Kuesioner secara online dan langsung

• Wawancara dengan pihak Ibu Syenny Widjaja ( Marketing Bakoel Koffie) 2.1.1 Hasil kuesioner

Berikut adalah hasil data kuesioner yang telah diisi secara online oleh 90 responden melalui https://docs.google.com

1. Apa jenis kelamin anda?

Gambar 2.1.1

(2)

Pria : 50 orang (55 %) Wanita : 40 orang (43 %) 2. Berapa umur anda ?

Gambar 2.1.2 19-25 tahun : 90 orang (100%)

3. Apa pekerjaan anda? Mahasiswa :72 orang (81%) Karyawan :13 orang (14%) Lainnya :4 orang (4%)

4. Apakah anda gemar meminum kopi?

Gambar 2.1.3

Iya : 62 orang (68%) Tidak : 28 orang (31%)

5. Apakah anda pernah menikmati kopi di coffeshop/café? Iya : 81 orang (90%)

Tidak : 9 orang (9%)

6. Seberapa sering anda berkunjung ke coffeshop dalam waktu 1 bulan? 1-2 kali : 22 orang (27%)

3-5 kali :20 orang (24%) > 5 kali :11 orang (13%) Tidak menentu : 28 orang (34%)

(3)

7. Apakah Identitas Visual Korporat dan Brand Image (seperti Logo, stationary, packaging barang, dll) mempengaruhi anda dalam memilih coffeshop?

Iya : 75 orang (83%) Tidak : 9 orang (10%) Abstain : 6 orang (6%)

8. Apakah anda pernah berkunjung ke Bakoel Koffie?

Gambar 2.1.4 Iya: : 30 orang (33%)

Tidak : 60 orang (66%)

9. Menurut anda, Logo yang dipakai "Bakoel Koffie" sekarang apakah cukup menarik anda untuk menikmati kopi di sana?

Menarik : 12 orang (12%) Tidak menarik :21 orang (30%) Abstain: 57 orang (63%)

(Dari 57 orang yang menjawab “Abstain” mengaku bahwa mereka tidak berkunjung dan tidak mengetahui bentuk dari logo Bakoel Koffie)

Maka dari itu, kesimpulan dari kuesioner diatas adalah sebagai berikut: 1. Konsumen pria lebih banyak mengkonsumsi kopi dibandingkan wanita. 2. Coffeshop/café adalah tempat favorit untuk menikmati kopi.

3. Brand Bakoel Koffie tidak terlalu dikenal oleh konsumen.

4. Identitas visual coffeshop mempengaruhi konsumen untuk menentukan tempat untuk mengkonsumsi kopi.

5. Logo Bakoel Koffie tidak terlalu menarik bagi konsumen.

2.2 Sejarah kopi Indonesia

Kopi Indonesia saat ini menempati peringkat keempat terbesar di dunia dari segi hasil produksi. Kopi di Indonesia memiliki sejarah panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat di Indonesia. Indonesia diberkati dengan letak geografisnya yang sangat cocok difungsikan sebagai lahan perkebunan kopi. Letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi.

(4)

Pada era Tanam Paksa atau Cultuurstelsel (1830—1870) masa penjajahan Belanda di Indonesia, pemerintah Belanda membuka sebuah perkebunan komersial pada koloninya di Hindia Belanda, khususnya di pulau Jawa, pulau Sumatera dan sebagian Indonesia Timur. Jenis kopi yang dikembangkan di Indonesia adalah kopi jenis Arabika yang didatangkan langsung dari Yaman. Pada awalnya pemerintah Belanda menanam kopi di daerah sekitar Batavia (Jakarta), Sukabumi, Bogor, Mandailing dan Sidikalang. Kopi juga ditanam di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatra, Sulawesi, Timor dan Flores. Pada permulaan abad ke-20 perkebunan kopi di Indonesia mulai terserang hama, yang hampir memusnahkan seluruh tanaman kopi. Akhirnya pemerintah penjajahan Belanda sempat memutuskan untuk mencoba menggantinya dengan jenis kopi yang lebih kuat terhadap serangan penyakit yaitu kopi Liberika dan Ekselsa. Namun didaerah Timor dan Flores yang pada saat itu berada di bawah pemerintahan bangsa Portugis tidak terserang hama meskipun jenis kopi yang dibudidayakan disana juga kopi Arabica.

Pemerintah Belanda kemudian menanam kopi Liberika untuk menanggulangi hama tersebut. Varietas ini tidak begitu lama populer dan juga terserang hama. Kopi Liberika masih dapat ditemui di pulau Jawa, walau jarang ditanam sebagai bahan produksi komersial. Biji kopi Liberika sedikit lebih besar dari biji kopi Arabika dan kopi Robusta. sebenarnya, perkebunan kopi ini tidak terserang hama, namun ada revolusi perkebunan dimana buruh perkebunan kopi menebang seluruh perkebunan kopi di Jawa pada khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumnya. Robusta menggantikan kopi Liberika. Walaupun ini bukan kopi yang khas bagi Indonesia, kopi ini menjadi bahan ekspor yang penting di Indonesia.

Bencana alam, Perang Dunia II dan perjuangan kemerdekaan - semuanya mempunyai peranan penting bagi kopi di Indonesia. Pada awal abad ke-20 perkebunan kopi berada di bawah kontrol pemerintahan Belanda. Infrastruktur dikembangkan untuk mempermudah perdagangan kopi. Sebelum Perang Dunia II di Jawa Tengah terdapat jalur rel kereta api yang digunakan untuk mengangkut kopi, gula, merica, teh dan tembakau ke Semarang untuk kemudian diangkut dengan kapal laut. Kopi yang ditanam di Jawa Tengah umumnya adalah kopi Arabika. Kopi Arabika juga banyak diproduksi di kebun - kebun seperti (Kayumas, Blawan, Kalisat/Jampit) di Bondowoso, Jawa Timur. Sedangkan kopi robusta di Jawa Timur, banyak diproduksi dari kebun - kebun seperti Ngrangkah Pawon (Kediri), Bangelan (Malang), Malangsari, Kaliselogiri (Banyuwangi). Di daerah pegunungan dari Jember hingga Banyuwangi terdapat banyak perkebunan kopi Arabika dan Robusta. Kopi Robusta tumbuh di daerah rendah sedangkan kopi Arabika tumbuh di daerah tinggi.

Setelah kemerdekaan banyak perkebunan kopi yang diambil alih oleh pemerintah yang baru atau ditinggalkan. Saat ini sekitar 92% produksi kopi berada di bawah petani-petani kecil atau koperasi.

(5)

2.3 Klasifikasi kopi

Dari sekian banyak jenis biji kopi yang dijual di pasaran, hanya terdapat 2 jenis spesies utama dari tumbuhan biji kopi itu tersendiri, yaitu kopi Arabica (Coffea Arabica) dan Robusta (Coffea Robusta). Masing-masing jenis kopi ini memiliki keunikannya masing-masing dan pasarnya sendiri.

2.3.1 Biji kopi Arabika

Kopi arabika merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik. Sebagian besar kopi yang ada dibuat dengan menggunakan biji kopi jenis ini. Kopi ini berasal dari Etiopia dan sekarang telah dibudidayakan di berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Latin, Afrika Tengah, Afrika Timur, India, dan Indonesia. Secara umum, kopi ini tumbuh di negara-negara beriklim tropis atau subtropis. Kopi arabika tumbuh pada ketinggian 600-2000 m di atas permukaan laut. Tanaman ini dapat tumbuh hingga 3 meter bila kondisi lingkungannya baik. Suhu tumbuh optimalnya adalah 18-26 oC. Biji kopi yang dihasilkan berukuran cukup kecil dan berwarna hijau hingga merah gelap.

2.3.2 Biji kopi Robusta

Kopi robusta pertama kali ditemukan di Kongo pada tahun 1898. Kopi robusta dapat dikatakan sebagai kopi kelas 2, karena rasanya yang lebih pahit, sedikit asam, dan mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih banyak. Selain itu, cakupan daerah tumbuh kopi robusta lebih luas daripada kopi arabika yang harus ditumbuhkan pada ketinggian tertentu. Kopi robusta dapat ditumbuhkan dengan ketinggian 800 m di atas permuakaan laut. Selain itu, kopi jenis ini lebih resisten terhadap serangan hama dan penyakit. Hal ini menjadikan kopi robusta lebih murah. Kopi robusta banyak ditumbuhkan di Afrika Barat, Afrika Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan.

2.3.3 Kopi Luwak

Kopi luwak merupakan kopi dengan harga jual tertinggi di dunia. Proses terbentuknya dan rasanya yang sangat unik menjadi alasan utama tingginya harga jual kopi jenis ini. Pada dasarnya, kopi ini merupakan kopi jenis arabika. Biji kopi ini kemudian dimakan oleh luwak atau sejenis musang. Akan tetapi, tidak semua bagian biji kopi ini dapat dicerna oleh hewan ini. Bagian dalam biji ini kemudian akan keluar bersama kotorannya. Karena telah bertahan lama di dalam saluran pencernaan luwak, biji kopi ini telah mengalami fermentasi singkat oleh bakteri alami di dalam perutnya yang memberikan cita rasa tambahan yang unik.

(6)

2.4 Proses pengolahan kopi

Kopi akan menjalani serangkaian proses pengolahan yang panjang dari biji kopi untuk menjadi minuman kopi. Berbagai metode pengolahan biji kopi telah dicoba untuk menghasilkan minuman kopi terbaik. Dalam hal ini, proses penanaman juga turut berperan dalam menciptakan cita rasa kopi yang baik.

2.4.1 Pemanenan dan pemisahan cangkang

Tanaman kopi selalu berdaun hijau sepanjang tahun dan berbunga putih. Bunga ini kemudian akan menghasilkan buah yang mirip dengan ceri terbungkus dengan cangkang yang keras. Hasil dari pembuahan di bunga inilah yang disebut dengan biji kopi. Pemanenan biji kopi biasanya dilakukan secara manual. Pada tahap selanjutnya, biji kopi yang telah dipanen ini akan dipisahkan cangkang atau kulitnya. Terdapat dua metode yang umum dipakai, yaitu dengan pengeringan dan penggilingan dengan mesin. Pada kondisi daerah yang kering biasanya digunakan metode pengeringan langsung di bawah sinar matahari. Setelah kering maka cangkang biji kopi akan lebih mudah untuk dilepaskan. Di Indonesia, biji kopi dikeringkan hingga kadar air tersisa hanya 30-35%. Metode lainnya adalah dengan menggunkan mesin. Sebelum digiling, biji kopi biasanya dicuci terlebih dahulu. Saat digiling dalam mesin, biji kopi juga mengalami fermentasi singkat. Metode penggilingan ini cenderung memberikan hasil yang lebih baik dari pada metode pengeringan langsung.

2.4.2 Pemanggangan

Setelah dipisahkan dari cangkangnya, biji kopi telah siap untuk masuk ke dalam proses pemanggangan. Proses ini secara langsung dapat meningatkan cita rasa dan warna dari biji kopi. Secara fisik, perubahan biji kopi terlihat dari pengeringan biji dan penurunan bobot secara keseluruhan. Pori-pori di sekeliling permukaan biji pun akan terlihat lebih jelas. Warna cokelat dari biji kopi juga akan terlihat memekat.

2.4.3 Penggilingan

Pada tahap selanjutnya, biji kopi yang telah kering digiling untuk memperbesar luas permukaan biji kopi. Dengan bertambah luasnya permukaan maka ekstraksi akan menjadi lebih efisien dan cepat. Penggilingan yang baik akan menghasilkan rasa, aroma, dan penampilan yang baik. Hasil penggilingan ini harus segera dimasukkan dalam wadah kedap udara agar tidak terjadi perubahan cita rasa kopi.

(7)

2.4.4 Seni perebusan

Perebusan merupakan langkah akhir dari pengolahan biji kopi hingga siap dikonsumsi. Untuk menciptakan minuman kopi yang bercita rasa tinggi, perebusan biji kopi harus dilakukan dengan baik dan sempurna. Terdapat banyak variabel dalam perebusan biji kopi, antara lain komposisi biji kopi dan air, ukuran partikel, suhu air yang dipakai, metode, dan waktu perebusan. Kesalahan kecil dalam perebusan kopi dapat menyebabkan penurunan cita rasa.

2.4.5 Dekafeinasi

Dekafeinasi atau penghilangan kafein termasuk ke dalam metode tambahan dari keseluruhan proses pengolahan kopi. Dekafeinasi banyak digunakan untuk mengurangi kadar kafein di dalam kopi agar rasanya tidak terlalu pahit. Selain itu, dekafeinasi juga digunakan untuk menekan efek samping dari aktivitas kafein di dalam tubuh. Kopi terdekafeinasi sering dikonsumsi oleh pecandu kopi agar tidak terjadi akumulasi kafein yang berlebihan di dalam tubuh. Proses dekafeinasi dapat dilakukan dengan melarutkan kafein dalam senyawa metilen klorida dan etil asetat.

2.5 Kompetitor dan Pembanding 2.5.1 Kompetitor

2.5.1.1 Anomali Coffee

Gambar 2.5.1.1

Berdiri sejak tahun 2007 Anomali Coffee adalah salah satu dari coffee shop khusus yang menyediakan berbagai macam kopi bubuk dari seluruh penjuru Indonesia. Anomali Coffee bahkan menyediakan Barista Training dengan harga yang cukup terjangkau bagi konsumennya.

(8)

2.5.1.2 Liberica Coffee

Gambar 2.5.1.2

Liberica Coffee, sebuah gerai butik kopi local yang memperkenalkan beragam kopi berkualitas tinggi asli dari berbagai wilayah di Indonesia. Saat ini Liberica Coffee telah beroperasi sejak pertengahan 2011. Liberica Coffee berkeinginan pula meningkatkan pehamaan para pecinta kopi untuk lebih dalam mengenal cara-cara terbaik dalam penyajian kopi, sehingga rasa, aroma, dan tekstur kopi tersebut dapat dinikmati sepenuhnya.

2.5.2 Kompetitor pembanding

Gambar 2.5.2

Starbucks Coffee pertama kali dibuka pada 1971 di Seattle oleh Jerry Baldwin, Zev Siegel, dan Gordon Bowker. Howard Schultz bergabung dengan perusahaan ini pada 1982 dan terinspirasikan oleh bar espresso di Italia, membuka jaringan Il Giornale pada 1985.

Starbucks adalah perusahaan kedai kopi terbesar di dunia dengan 15.012 kedai di 44 negara. Starbucks menjual kopi, minuman panas berbasis espresso, minuman dingin dan panas lainnya, makanan ringan, serta cangkir dan biji kopi. Melalui divisi Starbucks Entertainment dengan merek Hear Music, perusahaan ini juga memasarkan buku, musik, dan film.

(9)

2.6 Bakoel Koffie

2.6.1 Sejarah Bakoel Koffie

Gambar 2.6.1

Warung Bakoel koffie pertama kali buka di Jalan Hayam Wuruk - Jakarta Barat, oleh kakek moyang dari keluarga Tek Sun Ho pada awal tahun 1870. Sejarahnya dimulai pada awal 1870-an. Kala itu, Kakek Besar (sebutan pendiri Bakoel Koffie) menjajakan warung nasinya di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Ia membeli barang-barang kebutuhan warungnya kepada seorang perempuan yang menjajakan jualan dengan bakul (yaitu keranjang yang terbuat dari anyaman atau biasa disebut keranjang tradisional Jawa). Lalu, perempuan itu menawarkan biji kopi kepada Kakek Besar.

Pada masa itu, biji kopi termasuk kuliner yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan atas, termasuk orang-orang Belanda yang tinggal di Batavia. Perkebunan biji kopi dari masa Hindia Belanda mengingatkan kita akan tindak pekerjaan paksa terhadap rakyat kecil. Hingga kopi tersebut tidak bisa dinikmati oleh kaum pribumi. Maka, kala itu Kakek Besar membeli biji kopi dari perempuan bakul. Ia menggunakan cara sederhana dalam proses pembuatan kopi, dengan memanggang menggunakan kayu bakar, menyeduhnya, dan dihidangkan secara segar kepada pelanggan. Kedai tersebut dinamakan toko penggorengan kopi Tek Sun Ho. Toko itu melayani para komunitas Jakarta pecinta kopi dan masyarakat sekitarnya. Kemudian, kopi campuran tersebut diperkenalkan ke daerah luar Jakarta karena banyak orang yang membeli untuk kemudian diberikan kepada teman atau relasi yang ada di luar kota atau yang ada di luar negeri. Pada tahun 1930, dimulailah eksport bubuk kopi olahan sendiri yang pertama ke Belanda. Kemudian pada tahun 1970, akhirnya mulai melakukan eksport ke Jepang dan Timur Tengah.

Warung nasinya tutup dan ia membuka kedai kopi pertama yang diberi nama Kedai Kopi Tek Sun Ho. Pada 1929, putra Tek Sun Ho mengambil alih. Ia memodifikasi dalam proses pembuatannya, dengan cara menyangrai menggunakan mesin yang diputar . Mesinnya seperti mesin pembuat kopi zaman sekarang, namun dengan alat yang sederhana.

(10)

Pada tahun 1969, cucunya melanjutkan bisnis Kedai Kopi Tek Sun Ho. Pada 2001, anak-anaknya di generasi keempat melanjutkan bisnis kopi dan berganti nama “Bakoel Koffie.” Generasi keempat hingga kini melanjutkan bisnis ini dan masih menggunakan warisan leluhur Tek Sun Ho. .Untuk memberikan kehormatan pada "nona pemikul bakoel", makan kedainya sekarang dinamakan Bakoel Koffie.

Bakoel Koffie memulai dengan proses seleksi biji kopi terbaik dari kepulauan Indonesia yang kaya akan sumber daya alam terutama biji kopi, kemudian menyaring secara hati - hati biji kopi yang berbeda hingga Bakoel Koffie dapat menyajikan kopi dengan rasa terbaik dengan menguasai cara memanggang, dan akhirnya, seni mencampur kopi untuk mendapatkan campuran yang kopi yang tepat dan seimbang.

2.6.2 Visi dan Misi perusahaan 2.3.2.1 Visi

• Memberikan pengetahuan dan pehaman tentang biji kopi lokal Indonesia secara mendalam kepada konsumen.

Mempertahankan heritage dari sejarah perusahaan yang telah berlangsung secara turun menurun.

2.3.2.2 Misi

Menjadi Indonesia local roaster coffee bean yang menembus pasar nasional dan internasional.

2.6.3 Filosofi Bakoel Koffie

Membawa masa-masa indah penikmat kopi ke dalam dunia yang dinamis dan penuh kesenangan pada masa sekarang. Membawa konsumen ke dalam pengalaman yang kaya, utuh dan menggairahkan dalam menikmati kopi pada waktu kapan saja yang menjadi inspirasi bagi para konsumen.

2.6.4 Produk Bakoel Koffie

Tiga racikan kopi khusus, diambil dari biji kopi kualitas terbaik dari Sumatra, Sulawesi, Timor, Jawa, dan Bali, serta diolah dengan metode drum roaster, adalah Heritage 1969 (pahit sekaligus manis, dengan aroma Arabika yang kuat dan khas), Black Mist (mewah, perkasa, lembut nyaris kental, paling cocok untuk espresso, kopi hitam, atau Americano), dan Brown Cow (pahit-manis dengan sengatan aftertaste yang masam, paling cocok digabungkan dengan susu.

(11)

2.7 Lokasi Bakoel Koffie

2.7.1 Bakoel Koffie Cikini

Gambar 2.7.1

Bakoel Koffie Cikini merupakan outlet pertama Bakoel Koffie, dibangun sejak tahun 2001. Bakoel Koffie Cikini menempati salah satu kawasan gedung tua yang berada di Cikini. Konsep kedai kopi dengan suasana jaman dulu menjadi khas Bakoel Koffie Cikini.

(12)

2.7.2 Bakoel Koffie Senopati

Gambar 2.7.2.1

Gambar 2.7.2.2

Bakoel Koffie Senopati sebelumnya memiliki konsep art gallery café, karena bergabung dengan galeri ARK. Tetapi kemudian direnovasi dan mengikuti konsep yang hampir serupa dengan outlet Bakoel Koffie yang lainnya. Selain menyajikan kopi sebagai menu utama.

(13)

2.7.3 Bakoel Koffie Bintaro

Gambar 2.7.3.1

Gambar 2.7.3.2

Bakoel Koffie Bintaro memiliki tema modern berbeda dengan outlet Bakoel Koffie yang lainnya dengan desain interior yang minimalis. Tetapi terdapat benang merah antara Bakoel Koffie Bintaro dengan outlet yang lainnya, yaitu perabotan dengan menggunakan meja marmer putih dan kursi kayu.

(14)

2.7.4 Bakoel Koffie La Piazza

Gambar 2.7.4

Bakoel Koffie La Piazza terletak di kawasan Kelapa Gading, tepatnya di La Piazza Mall. Bakoel Koffie La Piazza memiliki konsep yang serupa dengan Bakoel Koffie Cikini dan juga Bakoel Koffie Cikini. Hal yang membedakannya dengan outlet Bakoel Koffie yang lainnya adalah Bakoel Koffie La Piazza terletak di pusat keramaian.

2.8 Target Sasaran

1. Geografis : Domisili di JABODETABEK 2. Demografis : 25 – 45 tahun (Primer)

< 25 tahun, > 45 tahun ( Sekunder ) Kalangan A, A+

3. Psikografis : Pria dan wanita yang gemar meminum kopi, memiliki passion terhadap kualitas kopi terbaik, memiliki tingkat sosialisasi yang tinggi.

Pria dan wanita yang memiliki sifat pekerja keras dan menganut filosofi “ work hard, play hard”

(15)

2.9 Analisa SWOT Strenght ( Kekuatan )

• Perusahaan kedai kopi yang memiliki memiliki nilai budaya, warisan dan pengalaman dalam hal meracik biji kopi.

• Kedai kopi lokal tertua di Jakarta yang meyajikan kopi yang berasal dari biji kopi lokal terbaik Indonesia.

Weakness ( Kendala )

• Identitas visual yang kurang efisien dan terlalu rumit untuk diaplikasikan ke media lainnya.

Jumlah outlet yang masih terlalu sedikit. Oleh sebab itu brand kurang begitu terkenal oleh masyarakat Jakarta secara umum.

Opportunities ( Peluang )

Menjadi brand coffeshop lokal yang menjual biji kopi khas Indonesia yang dikenal oleh dunia

Threat ( Ancaman )

• Kompetitor-kompetitor lain yang sudah lebih dikenal di kalangan masyarakat.

2.10 Analisis logo

Gambar 2.10

Gambar yang berada di atas adalah gambar logo Bakoel Koffie dimana logogram digambarkan seorang wanita yang sedang menadah bakoel diatas kepala dengan pakaian tradisional dikemas dengan warna hitam berada diantara typeface, sedangkan typeface menggunakan font semi-serif berwarna coklat dan disertai penjelasan “Freshly Roasted” dibawah logogram dan typeface yang membentuk setengah lingkaran.

(16)

Bakoel Koffie adalah salah satu perusahaan kedai kopi tertua di Indonesia yang memiliki sejarah yang panjang tentang pengolahan kopi. Dengan perkembangan kedai kopi yang semakin pesat di zaman modern, jika dilihat logo Bakoel Koffie yang kaya akan heritage terkesan old fashioned dan sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Seperti halnya Starbucks yang sudah beberapa kali mengganti logonya hingga menjadi perusahaan kedai kopi terbesar di dunia pada saat ini. Gambar wanita yang sedang menadah bakoel diatas kepala wanita tersebut memiliki heritage dan filosofi yang mendalam tentang budaya local dan tradisi tentang Indonesia sebagaimana Bakoel Koffie hanya menggunakan biji kopi terbaik yang asli berasal dari Indonesia, tetapi gambarnya terlalu kuno dan sangat rumit jika diaplikasikan ke dalam media lainnya dan jika logo itu diperkecil, maka akan susah untuk dilihat oleh kasat mata.

Penggunaan logotype semi-serif dengan warna coklat cukup mempresentasikan kopi dan sejarah dari Bakoel Koffie itu sendiri. Selain itu logo Bakoel Koffie terlalu rumit dan akan susah jika diaplikasikan ke dalam media lainnya.

Maka dari analisa data tersebut, penulis menarik kesimpulan bahwa logo Bakoel Koffie yang digunakan sekarang tidak mencerminkan visi-misi dan filosofi dari perusahaannya. Penulis berpendapat bahwa sudah saatnya dirancang ulang identitas visual Bakoel Koffie.

Figur

Gambar 2.1.2  19-25 tahun : 90 orang (100%)

Gambar 2.1.2

19-25 tahun : 90 orang (100%) p.2
Gambar 2.1.4  Iya:  : 30 orang (33%)

Gambar 2.1.4

Iya: : 30 orang (33%) p.3

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :