PENERAPAN SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING SAW

Teks penuh

(1)

PENERAPAN SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)

DALAM PEMILIHAN SUPPLIER PADA PT. SAPTA ENERGI

NUSANTARA BERBASIS WEB

LAPORAN KULIAH KERJA PRAKTEK

Oleh :

NIM

NAMA

1. 1211530132

Suprihono

2. 1211530231

Singgih Hadi Saputra

3. 1211530173

Muhammad Fachri

FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI

UNIVERSITAS BUDI LUHUR

JAKARTA

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

NIM NAMA

1. 1211530132 Suprihono

2. 1211530231 Singgih Hadi Saputra

3. 1211530173 Muhammad Fachri

Judul : PENERAPAN SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DALAM PEMILIHAN

SUPPLIER PADA PT. SAPTA ENERGI NUSANTARA BERBASIS WEB

Jakarta, 2 Februari 2016

Tim Penguji Tanda Tangan

Penguji,

Dolly Virgian Shaka Yudha Sakti, M.Kom. ……….

Pembimbing,

Basuki Hari Prasetyo, M.Kom. ……….

Ketua Program Studi

………

(3)

iii

ABSTRAKSI

Judul : Penerapan Simple Additive Weighting (SAW) Dalam Pemilihan Supplier Pada

PT. Sapta Energi Nusantara Berbasis Web

Pada era pasar bebas yang tengah terjadi saat ini dengan tingginya tingkat persaingan bisnis dalam usaha, maka para perusahaan kontraktor beton dituntut untuk meningkatkan kinerja dan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Namun disamping perbaikan

di internal perusahaan dibutuhkan pula perbaikan dari sisi supplier. Sehubungan dengan

hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk membuat acuan kriteria penilaian dalam proses

pemilihan supplier. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kriteria dalam pemilihan

supplier, serta memperoleh kriteria utama dalam pemilihan supplier kontraktor beton. Lima kriteria terpenting yang didapat adalah Harga, Kualitas, Kinerja masa lalu, Pelayanan dan Pengiriman.

Kata Kunci: Simple Additive Weighting Process (SAW), Pemilihan Supplier

(4)

iv

(5)

v

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah, merupakan salah satu kata yang sangat pantas penulis ucapkan

kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang karena bimbingannyalah maka penulis dapat

menyelesaikan Laporan Kuliah Kerja Praktek (KKP) yang berjudul : “PENERAPAN

SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DALAM PEMILIHAN SUPPLIER PADA PT.

SAPTA ENERGI NUSANTARA BERBASIS WEB” hingga waktu yang telah ditentukan.

Laporan Kuliah Kerja Praktek ini dibuat dalam rangka memenuhi persyaratan kurikulum program Sarjana Strata Satu (S1) pada Universitas Budi Luhur Jakarta, Fakultas Teknologi Informasi program studi Teknik Informatika.

Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menghadapi berbagai tantangan dalam penyusunan laporan kuliah kerja praktek ini hingga selesai. Dengan penuh kerendahan hati, perkenankanlah penulis untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada :

1. Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena atas taufik dan hidayah-Nya penulis dapat

menyelesaikan laporan laporan kuliah kerja praktek ini dengan baik.

2. Nabi Muhammad SAW, atas keberkahan dan syafaatnya kelak di Akhirat nanti.

3. Orang Tua, Keluarga, dan Sahabat yang telah membantu, baik dalam segimateri,

support, serta nasihatnya.

4. Bapak Prof. Ir. Suryo Hapsoro Tri Utomo, Ph.D, selaku Rektor Universitas Budi

Luhur.

5. Bapak Goenawan Brotosaputro, S.Kom, M.Sc, selaku Dekan Fakultas Teknologi

Informasi Universitas Budi Luhur.

6. Bapak Muhammad Ainur Rony, S.Kom, M.T.I, selaku Ketua Program StudiTeknik

Informatika Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur.

7. Bapak Ir. Ady Widjaja, M.Sc, M.M, selaku Koordinator Kampus C Salemba

Universitas Budi Luhur.

8. Basuki Hari Prasetyo, M.Kom, selaku Dosen Pembimbing KKP yang telah

meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, pengarahan, bantuan, dan semangat kepada penulis selama mengerjakan Laporan Kuliah Kerja Praktek ini.

9. Andi Hermansyah, selaku Manager Engineering PT. Sapta Energi Nusantara yang

telah membantu penulis selama melakukan kerja praktek.

10. Bapak dan Ibu Dosen Universitas Budi Luhur Kampus C Salemba yang telah

memberikan bimbingannya.

Penulis menyadari bahwa masih sangat banyak kekurangan yang mendasar pada laporan kuliah kerja praktek ini. Oleh karena itu, penulis mengundang pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun serta perbaikan dan pengembangan di masa mendatang. Akhir kata penulis berharap semoga laporan kuliah kerja praktek ini dapat memberikan sumbangsih positif serta manfaat untuk kita semua.

Jakarta, 2 Februari 2016

(6)

vi

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Rekapitulasi Penelitian Terdahulu. ... 14

Tabel 3.1 Kriteria Dan Bobot. ... 18

Tabel 3.2 Nilai Kualitas ... 19

Tabel 3.3 Nilai Pengiriman ... 19

Tabel 3.4 Nilai Pelayanan ... 19

Tabel 3.5 Alternatif Supplier ... 20

Tabel 3.6 Nilai Alternatif Supplier ... 20

Tabel 3.7 Spesifikasi Tabel Unit... 26

Tabel 3.8 Spesifikasi Tabel Material. ... 27

Tabel 3.9 Spesifikasi Tabel Kriteria. ... 27

Tabel 3.10 Spesifikasi Tabel Job ... 28

Tabel 3.11 Spesifikasi Tabel Supplier. ... 28

Tabel 3.12 Spesifikasi Tabel Nilai. ... 28

Tabel 4.1 Uji Coba Struktural. ... 49

(7)

vii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Komponen SPK ... 7

Gambar 3.1 Diagram Context Dari DFD ... 22

Gambar 3.2 Diagram Dekomposisi. ... 23

Gambar 3.3 Diagram Data Flow Diagram (DFD) Level 0 ... 24

Gambar 3.4 Diagram Data Flow Diagram (DFD) level 1 ... 24

Gambar 3.5 Diagram Data Flow Diagram (DFD) level 2 ... 25

Gambar 3.6 Class Diagram ... 25

Gambar 3.7 LRS (Logical Record Structure). ... 26

Gambar 3.8 Rancangan Menu Sistem ... 29

Gambar 3.9 Desain Tata Letak. ... 30

Gambar 3.10 Desain Antarmuka Halaman Utama. ... 31

Gambar 3.11 Desain Antarmuka Halaman Satuan ... 31

Gambar 3.12 Desain Antarmuka Halaman Material. ... 32

Gambar 3.13 Desain Antarmuka Halaman Kriteria. ... 32

Gambar 3.14 Desain Antarmuka Halaman Supplier / Alternatif. ... 33

Gambar 3.15 Desain Antarmuka Ranking Supplier / Alternatif. ... 33

Gambar 3.16 Desain Antarmuka Input / Edit nilai. ... 34

Gambar 3.17 Desain Antarmuka nilai. ... 34

Gambar 3.18 Flowchart Tab Pilih Menu... 35

Gambar 3.19 Flowchart tab satuan. ... 36

Gambar 3.20 Flowchart tab material... 37

Gambar 3.21 Flowchart tab kriteria. ... 38

Gambar 3.22 Flowchart tab alternatif supplier. ... 39

Gambar 3.23 Flowchart tab penilaian. ... 40

Gambar 3.24 Flowchart SAW. ... 41

Gambar 4.1 Halaman Satuan. ... 45

Gambar 4.2 Halaman Daftar Material. ... 45

Gambar 4.3 Halaman Daftar Kriteria. ... 46

Gambar 4.4 Halaman Daftar Supplier. ... 46

Gambar 4.5 Halaman Ranking... 47

Gambar 4.6 Halaman Input Nilai Kriteria. ... 47

Gambar 4.7 Halaman Laporan Daftar Material. ... 48

(8)

viii

DAFTAR SIMBOL

Entity

Prosedur atau consumer informasi yang ada di luar bound system atau di modelkan.

Object Data

Object data anak panah yang menunjukkan arah data.

Proses Trasfer informasi (fungsi) yang ada di dalam

bound system untuk dimodelkan.

Penyimpanan Repository data yang disimoan untuk

digunakan oleh satu atau lebih, proses dapat disederhanakan buffer atau queque atau serumit database relational.

Terminator Digunakan untuk menggambarkan kegiatan

awal atau akhir suatu proses.

Process Digunakan untuk menggambarkan suatu

kegiatan proses penghubung.

Decision

Digunakan untuk menggambarkan suatu keputusan atau tindakan yang harus diambil pada kondisi tertentu.

Input/Output Digunakan untuk menggambarkan suatu

kegiatan masukan atau keluaran.

Line Connector Digunakan untuk menghubungkan satu

simbol dengan simbol lainnya.

Manual Operation

(9)

Document

Simbol yang menyatakan input berasal dari dokumen dalam kertas atau output dicetak ke kertas.

Off-line Connector

(10)

x

DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

ABSTRAKSI ... iii

LEMBAR SURAT SELESAI RISET DARI INSTANSI ... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vii

DAFTAR SIMBOL ... viii

DAFTAR ISI ... x

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

1. Latar Belakang ... 1

2. Perumusan Masalah ... 1

3. Batasan Masalah ... 1

4. Maksud dan Tujuan ... 2

5. Metode Pengembangan (Metodologi) ... 2

6. Sistematika Penulisan ... 2

BAB II ... 4

LANDASAN TEORI ... 4

1. Supplier Selection (Pemilihan Pemasok) ... 4

2. Pengertian Sistem ... 5

3. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) ... 5

4. XAMPP ... 8

5. PHP ... 8

6. MYSQL ... 9

7. Konsep Dasar Basis Data ... 9

8. Data Flow Diagram (DFD) ... 11

9. Framework Berorientasi Objek ... 12

10. Multi Attribute Decision Making (MADM) ... 13

11. Simple Additive Weighting (SAW). ... 13

BAB III ... 18

ANALISIS MASALAH DAN PERANCANGAN PROGRAM ... 18

1. Analisis Kebutuhan ... 18

a. Pengumpulan Data. ... 18

b. Analisis dengan Metode SAW ... 18

c. Spesifikasi Perangkat Keras ... 21

d. Spesifikasi Perangkat Lunak ... 22

2. Perancangan ... 22

a. Perancangan Database ... 22

b. Perancangan Menu ... 29

c. Perancangan Interface ... 29

d. Flowchart dan Algoritma Program ... 35

BAB IV ... 44

IMPLEMENTASI DAN UJI COBA PROGRAM ... 44

(11)

a. Implementasi Perangkat Keras ... 44

b. Implementasi Perangkat Lunak ... 44

c. Implementasi Antarmuka ... 44

2. Uji Coba ... 49

a. Uji Coba Struktural... 49

a. Uji Coba Fungsional ... 49

BAB V ... 50

PENUTUP... 50

1. Kesimpulan ... 50

2. Saran... 50

DAFTAR PUSTAKA ... 51

LAMPIRAN ... 53

(12)

1

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Pada era pasar bebas yang tengah terjadi saat ini, dimana persaingan usaha semakin ketat, perusahan berusaha untuk menghasilkan keuntungan yang maksimal dengan cara meminimalkan biaya-biaya yang harus di keluarkan. Selain itu, keuntungan yang semakin meningkat juga diperoleh dengan cara meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.

Dalam menghasil pengeluaran yang optimal di pengaruhi beberapa faktor misalkan lancarnya proses produksi, peningkatan kualitas produk, sistem distibusi yang baik. Salah

satu faktor pendorong kelancaran proses produksi tidak lepas dari peranan supplier

sebagai pemasok bahan baku. Perusahaan yang bijak sudah pasti mempunyai lebih dari

satu supplier dan yang pasti akan kesulitan dalam pemilhan supllier terbaik. Oleh karna

itu pemilhan supplier yang tepat dapat meminimalkan resiko yang terjadi.

PT. Sapta Energi Nusantara adalah salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang kontraktor pekerjaan utamanya adalah memproduksi beton dimana untuk menghasilkan produksi beton di butuhkan beberapa material. Mengingat supplier bahan baku beton yang banyak, Pada PT. Sapta Energi Nusantara kesulitan untuk memilih supplier yang terbaik di karenakan system yang berjalan pada saat ini masih manual.

Proses pemilihan supplier dengan berbagai kriteria dapat diselesaikan oleh

sebuah sistem komputer yang mampu berinteraksi dengan pengambil keputusan. Sistem tersebut merupakan sistem pendukung keputusan (SPK) pemilihan supplier dengan memperhitungkan berbagai kriteria dalam kuliah kerja praktek ini menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW).

Simple Additive Weighting (SAW) adalah Metode Simple Additive Weighting (SAW) sering juga dikenal istilah metode penjumlahan terbobot.

2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah kami jelaskan, maka didapatkan perumusan masalah :

a. Bagaimana membuat sistem pemilihan supplier bahan baku yang sistematis dan

mudah digunakan.

b. Bagaimana metode Simple additive Weighting (SAW) dapat digunakan sebagai

system yang efektif.

3. Batasan Masalah

Untuk membatasi ruang lingkup dalam pembahasan laporan ini, maka diperlukan pembatasan masalah sebagai berikut :

a. Teknologi di kembangkan dengan berbasis web.

b. Metode pengambilan keputusan menggunakan metode Simple Additive Weighting

(SAW).

c. Sistem ini menggunakan database yang dirancang dengan menggunakan MySQL.

d. Sistem pendukung keputusan ini menggunakan bahasa pemrograman

(13)

4. Maksud dan Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai dari dilaksankannya kerja praktek ini adalah :

a. Untuk memilih supllier bahan baku yang sistematis dan mudah digunakan dengan

kriteria yang sudah di tentukan perusahaan.

b. Memperkenalkan metode Simple Additive Weighting (SAW) ke dunia luar.

5. Metode Pengembangan (Metodologi)

Dalam proses penyusunan laporan kuliah kerja praktek ini, penulis melakukan penelitian untuk memperoleh fakta serta mengumpulkan data-data yang dibutuhkan. Adapun metodologi yang digunakanadalah :

a. Studi Literatur, Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mencari data

dan sumber informasi dari referensi-referensi yang berhubungan dengan permasalahan.

b. Studi Lapangan, Metode ini dilakukan dengan cara melakukan praktek langsung

dengan melakukan uji coba dan analisa dengan kondisi lapangan.

c. Wawancara, Dengan cara melakukan wawancara langsung dengan pembimbing

dan beberapa karyawan di tempat pelaksanaan pencarian data untuk KKP ini yaitu pada PT. Sapta Energi Nusantara

6. Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah penelitian dan penulisan serta memperlihatkan sistematikape laporan yang jelas dan efektif, maka penyusunan laporan kuliah kerja praktek inidisusun secara perbabatau per bagian, yang masing-masing bab atau bagian menguraikan masalah-masalah yang sesuai dengan tahapan-tahapan penelitian yang dilakukan. Tahapan-tahapan tersebut antara lain adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Membahas secara garis besar mengenai latar belakang secara umum. Tujuan penulisan, perumusan masalah dan batasan masalah serta metode pengembangan dan sistematika penulisan laporan.

BAB II LANDASAN TEORI

Menjelaskan landasan teori sesuai dengan topik yang diambil, serta teknologi yang digunakan dalam penelitian dan penulisan.

BAB III ANALISIS MASALAH DAN PERANCANGAN PROGRAM

(14)

BAB IV IMPLEMENTASI DAN UJI COBA PROGRAM

Membahas lebih detail tentang implementasi dan uji coba dari hasil yang di rancang sebelumnya dalam membuat system penunjang keputusan pemilihan supplier terbaik.

BAB V PENUTUP

(15)

4

BAB II LANDASAN TEORI

1. Supplier Selection (Pemilihan Pemasok)

Salah satu aspek utama fungsi pembelian adalah pemilihan pemasok, pengadaan barang yang dibutuhkan, layanan dan peralatan untuk semua jenis perusahaan bisnis. Oleh karena itu, fungsi pembelian adalah bagian utama dari manajemen bisnis. Dalam lingkungan operasi yang kompetitif saat ini, sangat tidak mungkin untuk bisa sukses berproduksi dengan biaya rendah, dan menghasilkan produk yang berkualitas tanpa pemasok yang memuaskan (Ambardi 2010).

Dengan begitu, salah satu keputusan pembelian paling penting adalah pemilihan dan pemeliharaan hubungan dengan pemasok/supplier terpilih yang kompeten. Jadi, pemilihan supplier yang kompeten adalah salah satu fungsi paling penting yang harus dilakukan oleh departemen pembelian.

Proses pemilihan supplier ini bermula dari kebutuhan akan supplier, menentukan dan merumuskan kriteria keputusan, pre-kualifikasi (penyaringan awal dan menyiapkan sebuah shortlist supplier potensial dari suatu daftar pemasok/supplier), pemilihan supplier akhir, dan monitoring supplier terpilih,yaitu evaluasi dan penilaian berlanjut.

Kriteria-kriteria yang digunakan dalam pemilihan supplier dari beberapa literatur:

1. Kriteria pemilihan supplier menurut Dickson berdasarkan ranking/urutan tingkat

kepentingannya adalah sebagai berikut (Weber, Current dan Benton 1991):

a. Kualitas (Quality)

b. Pengiriman (Delivery)

c. Kinerja masa lalu (Performance history)

d. Jaminan dan Kebijakan Klaim (Warranties & Claims Policies)

e. Fasilitas Produksi dan Kapasitas (Production Facilities and Capacity)

f. Harga (Price)

g. Kemampuan Teknis (Technical Capability)

h. Keadaan Finansial (Financial Position)

i. Pemenuhan procedural (Procedural Compliance)

j. Sistem Komunikasi (Communication System)

k. Reputasi dan Posisi dalam Industri (Reputation and Position in Industry)

l. Hasrat Berbisnis (Desire for Business)

m. Manajemen dan Organisasi (Management and Organization)

n. Kontrol Operasi (Operating Controls)

o. Layanan Perbaikan (Repair Service)

p. Sikap (Attitude)

q. Kesan (Impression)

r. Kemampuan Mengepak (Packaging Ability)

s. Hubungan dengan Buruh (Labor Relations Record)

t. Lokasi Geografis (Geographical Location)

u. Nilai Bisnis Terdahulu (Amount of Past Business)

v. Training Aids

(16)

2. Kriteria pemilihan supplier menurut (Nydick, L dan Hill 1992) yaitu sebagai berikut:

a. Quality / kualitas

b. Price / harga

c. Service / layanan

d. Delivery / pengiriman

2. Pengertian Sistem

Pengertian sistem menurut beberapa pakar antara lain adalah sebagai berikut:

Menurut Sutanta dalam (Perwati 2010) Pengertian Sistem secara umum sistem dapat di definisikan sebagai sekumpulan hal atau kegiatan atau elemen atau subsistem yang saling bekerja sama atau yang dihubungkan dengan cara-cara tertentu sehingga membentuk suatu kesatuan untuk melaksanakan suatu fungsi guna mencapai suatu tujuan.

Menurut (Indrajit 2001) mengemukakan bahwa sistem mengandung arti kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.

Dari pengertian diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa suatu sistem merupakan elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

3. Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Istilah SPK mengacu pada suatu sistem yang memanfaatkan dukungan komputer dalam proses pengambilan keputusan. Untuk memberikan pengertian yang lebih mendalam, akan diuraikan beberapa difinisi mengenai SPK yang dikembangkan oleh beberapa ahli.

a. Definisi Sistem Pendukung Keputusn (SPK)

Menurut (Wibisono 2003),Sistem pendukung keputusan adalah sistem berbasis computer yang membantu para pengambil keputusan mengatasi berbagai masalah melalui interaksi langsung dengan sejumlah database dan perangkat lunak analitik.

Menurut Little dalam (Turban, Aronson dan Ting 2005), mendefinisikan SPK sebagai sekumpulan prosedur berbasis model untuk data pemrosesan dan penilaian guna membantu para manajer mengambil keputusan.

Menurut Moore and Chang dalam (Turban, Aronson dan Ting 2005), SPK sebagai sistem yang dapat diperluas untuk mampu mendukung analisis data ad hoc dan pemodelan keputusan, berorientasi terhadap perencanaan masa depan, dan digunakan pada interval yang tidak reguler dan tak terencana.

(17)

b. Tahapan Dalam Pengambilan Keputusan

Untuk menghasilkan keputusan yang baik ada beberapa tahapan proses yang harus dilalui dalam pengambilan keputusan. Karena itu Simon dalam (Pradana

2010), merumuskan bahwasanya “fase-fase dari proses pendukung keputusan ada

tigayaitu : (1) Intelligence; (2) Design; (3) Choice”

Untuk lebih jelasnya tahapan atau fase-fase dari proses pengambilan keputusan dapat dipaparkan sebagai berikut :

Pertama Intelegensi (Intellegensi), tahap ini dimulai dengan mengidentifikasi

tujuan dan sasaran yang ingin dicapai, pada tahap inilah pengambil keputusan mempelajari kenyaataan atau situasi yang terjadi hingga dapat diidentifikasi permasalahan yang sedang terjadi. Tahap ini berakir dengan pernyataan masalah secara formal. Tahap ini sangat diperlukan karena dari sinilah kita memulai untuk mengetahui tujuan dan sasaran yang ingin kita capai.

Kedua Perancangan(design), tahap perancangan ini adalah menemukan atau

mengembangkan dan menganalisa alternatif-alternatif yang telah dinyatakan pada tahap intellegence. Suatu model akan dibuat, diuji dan divalidasi pada tahap ini. Model itu sendiri dibuat meliputi pemilihan kriteria yang akan digunakan untuk mencari alternatif terbaik dari alternatif-alternatif yang ada, dan juga pembuatan model meliputipemilihanalternatif-alternatif yang akan dimaksukkan ke dalam model tersebut.

Ketiga Pemilihan(choice),pada tahap inilah keputusan akan dibuat

berdasarkan alternatif terbaik dari alternatif-alternatif yang mungkin dijalankan. Hasil dari pemilihan alternatif terbaik tersebut kemudian diimplementasikan dalam pengambilan keputusan.

c. Komponen Sistem Pendukung Keputusan

(18)

(1) Subsistem Manajemen Data

Merupakan subsitem yang menyediakan data bagi sistem. Sumber data tersebut dapat berasal dari data internal dan eksternal. Data internal berasal dari sistem pemrosesan dari organisasi, dalam hal ini data seperti itu adalah data pendaftaran beasiswa yang telah dientrykan mahasiswa untuk mendaftar beasiswa. Data eksternal meliputi data persyaratan atau kriteria penseleksian beasiswa yang telah diatur oleh DIKTI. Basisdata merupakan bagian dalam sistem ini, berisi data yang sesuai untuk situasi dan diatur oleh perangkat lunak yang disebut database management system (DBMS).

(2) Subsistem Manajemen Model

Merupakan subsistem yang berfungsi sebagai pengelola berbagai model. Model harus bersifat fleksibel artinya mampu membantu pengguna untuk memodifikasi atau menyempurnakan model, seiring dengan perkembangan pengetahuan. Perangkat lunak ini disebut model base management system (MBMS).

(3) Subsistem Antar Muka Pengguna

Merupakan fasilitas yang mampu mengkomunikasikan sistem terpasang dengan pengguna secara interaktif. Melalui sistem antarmuka ini pengguna dapat berkomunikasi dengan sistem pendukung keputusan dan memerintah sistem pendukung keputusan melalui sistem ini.

(4) Subsistem Manajemen Pengetahuan

Sebagai pendukung sembarang subsistem yang lain atau sebagai suatu komponen yang bebas. Subsistem ini berisi data item yang diproses untuk menghasilkan pemahaman, pengalaman, kumpulan pelajaran dan keahlian.

(19)

4. XAMPP

Menurut (Iqbal 2011), XAMPP adalah sebuah langkah mudah untuk menginstal distribusi Apache yang memiliki fitur program MySQL, PHP dan Perl. XAMPP sangat mudah diinstal dan digunakan, hanya dengan mendownload, mengekstrak, dan memulainya secara gratis, berdasarkan lisensi dari GNU General Public License. Dalam penginstallan XAMPP tidak perlu melakukan perubahan pada register Windows dan tidak perlu mengedit file konfigurasinya.

Menurut (Wicaksono 2008), XAMPP adalah sebuah software yang berfungsi untuk menjalankan website berbasis PHP dan menggunakan pengolah data MySQL di komputer lokal.

Jadi dapat disimpulkan xampp adalah software yang mudah di install untuk menjalankan program MYSQL,PHP dan Perl yang berjalan di lokal komputer.

5. PHP

PHP adalah singkatan dari "PHP Hypertext Processor", yang merupakan sebuah bahasa scripting yang terpasang pada HTML. Sebagian besar sintaks mirip dengan bahasa C, Java dan Perl, ditambah beberapa fungsi PHP yang spesifik. Tujuan utama penggunaan bahasa ini adalah untuk memungkinkan perancang web menulis halaman web dinamik dengan cepat. (Peranginangin 2006).

a. Variabel PHP

Variabel PHP digunakan untuk menyimpan data yang nilainya dapat berubah-ubah. Dalam bahasa PHP, variabel dimulai dengan tanda "$". Aturan penulisan variabel antara lain sebagai berikut :

(1) Hanya ada 3 karakter yang dapat digunakan untuk nama variable, yaitu

huruf, angka dan garis bawah.

(2) Karakter pertama setelah tanda "$" harus huruf atau garis bawah.

(3) Jika nama variable lebih dari satu kata, tidak bolah ada tanda spasi

diantara keduanya.

b. Keunggulan PHP

Variabel PHP Hypertext Processor adalah skrip yang berjalan dalam server side yang ditambahkan dalam HTML. Skrip ini akan membuat suatu aplikasi dapat diintegrasikan ke dalam HTML sehingga suatu halaman HTML tidak lagi bersifat statis, namun menjadi bersifat dinamis. Sifat server side ini membuat pekerjaan skrip tersebut dikerjakan di server sedangkan yang dikirimkan ke browser adalah hasil proses dari skrip tersebut yang sudah berbentuk HTML. Keunggulan dari sifatnya yang server-side tersebut adalah :

(1) Tidak diperlukan adanya kompatibilitas browser atau harus menggunakan

browser tertentu, karena serverlah yang akan mengerjakan skrip tersebut. Hasil yang dikirimkan kembali ke browser biasanya dalam bentuk teks ataupun gambar sehingga dapat dikenali oleh browser apapun.

(2) Dapat memanfaatkan sumber-sumber aplikasi yang dimiliki oleh server,

contoh : hubungan kedalam database

(20)

6. MYSQL

MySQL adalah sebuah “SQL client/ server relational database management system”

yang berasal dari Scandinavia. Pada MySQL sudah termasuk SQL server, program client

untuk mengakses server, hal–hal yang berguna dalam hal administrasi, dan sebuah

“programming interface” untuk menulis program sendiri (Setiabudi and Rahardjo 2002). MySQL bukan sebuah project yang open source karena dalam keadaan tertentu

diperlukan “license”. Tetapi kepopuleran dari MySQL terus berkembang dalam komunitas open source karena me-lisensikannya tidak terlalu sulit. MySQL juga dapat berjalan pada personal komputer (banyak pengembangan dari MySQL terjadi pada system yang tidak mahal yaitu Linux System). Tetapi MySQL juga porTabel dan dapat berjalan pada sistem operasi yang komersial seperti misalnya Windows, Solaris, Irix. MySQL menggunakan bahasa SQL. SQL(Structured Query Langguage) adalah bahasa standard yang digunakan untuk mengakses server database. Beberapa keunggulan MySQL dibandingkan dengan database lain adalah :

a. Kecepatan: MySQL cepat. Para pengembang berpendapat bahwa MySQL adalah

database yang tercepat yang didapat.

b. Kemudahan dalam penggunaan: MySQLadalah simple database system dengan

performa tinggi dan tidak kompleks untuk setup, dan administrator,dibanding dengan system yang lebih besar.

c. Biaya: MySQL gratis untuk semua pengguna.

d. Mendukung bahasa Query: MySQL memahami SQL, juga dapat mengakses

e. MySQL menggunakan aplikasi yang mendukung ODBC

f. Kemampuan: Banyak client dapat berhubungan dengan server pada saat yang

bersamaan. Clients dapat menggunakan multiple database secara bersamaan.

7. Konsep Dasar Basis Data

Para pengguna sistem informasi bisa memperoleh informasi untuk berbagai kepentingan berkat keberadaan database. Data yang tersimpan dalam database dapat diambil dan diproses sehingga menghasilkan informasi.

1. Komponen Database

Secara umum basis data terbagi dalam tiga komponen, yaitu:

a. Data Definition Language (DDL)

DDL adalah bahasa yang digunakan untuk mendefinisikan skema ke DBMS. Skema adalah deskripsi lengkap tentang medan, rekaman, dan hubungan data pada basis data. Bahasa ini mendukung pembuatan tabel baru, pembuatan indeks, dan perubahan tabel. Perintahnya adalah :

Create : untuk membuat/menciptakan object database.

Alter : untuk memodifikasi/mengubah objectdatabase.

Drop : untuk menghapus objectdatabase.

(21)

b. Data Manipulation Language (DML)

DML adalah perintah-perintah yang digunakan untuk memanipulasi dan mengambil data pada suatu basis data. Manipulasi data misalnya:

Select : digunakan untuk mengambil data dari database

Delete : digunakan untuk menghapus data pada database

Insert : digunakan untuk menambahkan data pada database

Update : digunakan untuk memodifikasi data pada database

c. Data Control Language (DCL)

DCL adalah perintah-perintah yang digunakan untuk melakukan pendefinisan pemakai yang boleh mengakses database, dan apa saja privilegenya. Fasilitas ini tersedia pada sistem manajemen database yang memiliki fasilitas keamanan dengan membatasi pemakai dan kewenangannya.

2. Teknik Normalisasi

Proses normalisasi merupakan proses pengelompokan data element menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entity dan relasinya. Pada teknik normalisasi ada beberapa konsep yang harus diketahui yaitu ketergantungan fungsi dan file/atribute

kunci, setiap file terdapat kunci dari file berupa satu field atau satu set field yang

dapat mewakili record. Ada beberapa atribute kunci antara lain :

a. Candidate key adalah satu atribute atau satu set minimal atribute yang mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik dari entity. Jika satu kunci kandidat berisi lebih dari satu atribute, maka biasanya disebut sebagai composite key (kunci campuran).

b. Primary Key adalah suatu atribute atau satu set minimal atribute yang tidak hanya mengidentifikasi secara unik suatu kejadian spesifik, tetapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari setiap entity. Setiap kunci kandidat punya peluang menjadi primery key, tetapi sebaiknya dipilih satu saja yang dapat mewakili secara menyeluruh terhadap entity yang ada.

c. Alternate key adalah kunci kandidat yang tidak dipakai sebagai primery key. Kerap kali kunci alternatif dipakai sebagai kunci pengurutan.

d. Foreign key adalah suatu atribute yang melengkapi satu relationship untuk menunjukkan ke induknya.

3. Teknik Entity Relationship

Relasi antara dua file atau dua tabel dikategorikan menjadi empat macam. Untuk membantu gambaran relasi secara lengkap berikut empat macam relasi tersebut.

a. Satu ke satu (one to one), setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan

paling banyak dengan satu entitas pada himpunan B dan begitu juga sebaliknya.

b. Satu ke banyak (one to many), setiap entitas pada entitas himpunan A dapat

(22)

c. Banyak ke satu (many to one), setiap entitas pada himpunan A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, sebaliknya, setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak satu entitas A.

d. Banyak ke banyak (many to many), yang berarti setiap entitas pada himpunan A

dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B dan begitu juga sebaliknya.

8. Data Flow Diagram (DFD)

DFD merupakan diagram yang mengunakan notasi-notasi atau simbol-simbol untuk mengambarkan sistem jaringan kerja antar fungsi-fungsi yang berhubungan satu sama lain dengan aliran dan penyimpanan data.

Adapun yang digunakan dalam DFD adalah:

a. Kesatuan Luar (External Entity)

Kesatuan luar (entity) di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem. Suatu kesatuan luar dapat disimbolkan dengan suatu notasi persegi panjang atau suatu persegi panjang dengan sisi kiri dan atasnya berbentuk garis tebal.

Simbol 2.1 Kesatuan Luar ( External Entity) .

b. Aliran data

Aliran data di DFD diberikan simbol suatu panah. Aliran data ini mengalir diantara process (process), simpanan data (data store) dan kesatuan luar (External entity). Aliran data ini menunjukkan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem.

Simbol 2.2 Aliran data.

c. Proses

(23)

disimbolkan dengan notasi lingkaran atau dengan simbol empat persegi panjang dengan sudut-sudut tumpul.

Simbol 2.3 Proses.

d. Penyimpan Data (Data Store)

Penyimpan data (data store) merupakan penyimpan data yang dapat berupa:

(1) Suatu file atau basis data di sistem komputer.

(2) Suatu arsip atau catatan manual.

(3) Suatu kotak tempat data di meja seseorang.

(4) Suatu agenda atau buku.

Simpanan data di DFD dapat disimbolkan dengan sepasang garis horisontal paralel yang tertutup di salah satu ujungnya atau tanpa ditutup.

Simbol 2.4 Proses.

9. Framework Berorientasi Objek

Framework berorientasi objek adalah sebuah teknologi yang menjanjikan untuk membentuk rancangan dan implementasi perangkat lunak yang handal sehingga dapat mengurangi ongkos pembangunan dan meningkatkan kualitas perangkat lunak. Sebuah

framework dapat diartikan sebagai aplikasi “setengah jadi” yang dapat digunaulang dan dapat dikhususkan untuk menghasilkan bermacam-macam aplikasi dalam sebuah domain tertentu. Berbeda dengan teknik gunaulang pada paradigma berorientasi objek yang berbasis pada pustaka kelas, framework lebih ditujukan untuk unit-unit bisnis tertentu (misalnya pemrosesan data atau komunikasi selular) dan untuk domain-domain aplikasi (misalnya antarmuka pengguna). (Fayad)

Manfaat-manfaat utama dari framework berorientasi objek sangat beragam yaitu modularitas, penggunaulangan, dan perluasan (Fayad).

a. Modularitas (Modularity)

b. Penggunaulangan (Reusability)

c. Perluasan (Extensibility)

(24)

Pada penggunaan pustaka (library), pengembang (developer) aplikasi menulis program utama, menentukan aliran kendali dan kode pengembang memanggil kode pustaka. Pada penggunaan framework, pengembang aplikasi menulis kode implementasi spesifiknya, dan framework menentukan aliran kendali dan kode framework yang memanggil kode implementasi tersebut. Framework dimaksud untuk mereduksi usaha pengembangan produk perangkat lunak serta menghasilkan perangkat lunak berkualitas. Aplikasi dibangun menggunakan framework sebagai basis dan memperluasnya dengan fungsionalitas spesifik aplikasi.

Framework mempermudah pengembangan aplikasi, memungkinkan penulisan kode sesedikit mungkin, memungkinkan pemrogram pemula menulis program bagus. Secara umum framework dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu (Fayad):

Kernel (frozen spot) Frozen-spot adalah bagian dari framework yang cenderung tetap dan sulit untuk diubah. Frozen-spot telah dimplementasikan sebelumnya di dalam framework dan akan selalu ada dalam setiap instan dari framework. Hot-spot Hot-spot adalah titik fleksibilitas dari framework. Hot-spot akan diimplementasikan oleh pengguna sesuai kebutuhannya. Hot-spot ini nantinya akan dipanggil oleh frozen spot sesuai dengan event yang terjadi dalam framework

10. Multi Attribute Decision Making (MADM)

Menurut (Kusumadewi 2005), Multiple Attribute Decision Making (MADM) adalah suatu metode yang digunakan untuk mencari alternatif terbaik dari sejumlah alternatif.Inti dari MADM adalah menentukan nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilanjutkan dengan proses perankingan yang akan menyeleksi alternatif yang sudah diberikan.

Rudolphi dalam (Hatati 2008), mengatakan Proses MADM dilakukan melalui 3 tahap yaitu penyusunan komponen-komponen situasi, analisis, dan sintesis informasi. Pada tahap penyusunan komponen komponen situasi, maka akan di bentuk tabel taksiran yang berisi identifikasi alternatif dan spesifikasi tujuan, kriteria dan atribut.

Padadasarnya, ada tiga pendekatan untukmencari nilai bobot atribut, yaitu pendekatan subyektif, pendekatan obyektif dan pendekatan integrasi antara subyektif & obyektif. Masing-masing pendekatan memiliki kelebihan dan kelemahan. Pada pendekatan subyektif, nilai bobot ditentukan berdasarkan subyektifitas dari para pengambil keputusan, sehingga beberapa faktor dalam proses perankingan alternatif bisa ditentukan secara bebas. Sedangkan pada pendekatan obyektif, nilai bobot dihitung secara matematis sehingga mengabaikan subyektifitas dari pengambil keputusan.

11. Simple Additive Weighting (SAW).

Untuk memberikan pengertian yang lebih mendalam, akan diuraikan beberapa difinisi mengenai Simple Additive Weighting (SAW) oleh beberapa ahli.

Menurut Henry Wibowo S, Metode Simple Additive Weightingsering juga dikenal istilah metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut (Henry Wibowo S 2009).

(25)

Menurut Tzeng dan Huang (2009), Churchman dan Ackoff (1954) adalah yang pertama kali menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk mengatasi portofolio masalah seleksi. Metode SAW adalah mungkin yang paling dikenal dan banyak digunakan metode untuk Multiple Attribute Decision Making MADM. Karena kesederhanaannya, SAW adalah metode yang paling populer dalam permasalahan MADM (Tzeng and Huang 2009).

Menurut Lulu, Sari dan Rachmawati, Metode ini merupakan metode yang paling dikenal dan banyak digunakan orang dalam menghadapi situasi MADM. Metode ini mengharuskan pembuat keputusan menentukan bobot bagi setiap atribut. Skor total untuk sebuah alternatif diperoleh dengan menjumlahkan seluruh hasil perkalian antara rating yang dapat dibandingkan lintas atribut, bobot dan tiap atribut. Rating tiap atribut telah melewati proses normalisasi sebelumnya (Lulu, Sari and Rachmawati 2012).

Menurut Nugraha, Surarso dan Noranita, Metode SAW mengenal adanya 2 (dua) atribut yaitu kriteria keuntungan (benefit) dan kriteria biaya (cost). Perbedaan mendasar dari kedua kriteria ini adalah dalam pemilihan kriteria ketika mengambil keputusan (Nugraha, Surarso and Noranita 2012).

Menurut Darmastuti, Kelebihan dari model Simple Additive Weighting (SAW) dibandingkan dengan model pengambilan keputusan yang lain terletak pada kemampuannya untuk melakukan penilaian secara lebih tepat karena didasarkan pada nilai kriteria dan bobot preferensi yang sudah ditentukan, selain itu SAW juga dapat menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif yang ada karena adanya proses perankingan setelah menentukan nilai bobot untuk setiap atribut (Darmastuti 2013).

Tabel 2.1 Rekapitulasi Penelitian Terdahulu.

No Peneliti Judul Penelitian Metode Hasil

1 Henry Wibowo S

(2009)

Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Penerima Beasiswa Bank Bri Menggunakan Fmadm (Studi Kasus: Mahasiswa Fakultas Teknologi

tersebut menjelaskan bahwa semakin banyak sampel yang dipunyai, maka tingkat

validitasnya akan cenderung naik. dan hasil akhir dari penelitian adalah sebuah alternatif yang memiliki nilai alternatif terbaik dari alternatif yang lain.

2 Hartati,

Kusumadewi dan Harjoko (2006)

Fuzzy Multiple Attribute Decision Making

(26)

SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada Saw (Simple Additive Weighting) Studi Kasus Pt. Pertamina Ru Ii Dumai

Simple Additive Weighting (SAW)

Dalam penelitian

tersebut bertujuan untuk mengembangkan

applikasi pemilihan karyawan terbaik berdasarkan nilai tertinggi menggunakan empat kriteria yang sebelumya dengan satu kriteria. Pengadaan Aset dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW)

Simple Additive Weighting (SAW)

Dalam penelitian tersebut Metode Simple Additive Weighting (SAW) digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan dalam proses evaluasi alternatif pemilihan pemenang pengadaan aset terutama dalam proses perangkingan

berdasarkan kriteria-kriteria telah ditentukan sehingga dapat

memberikan

rekomendasi evaluasi pemilihan pemenang pengadaan aset yang lebih objektif karena dapat dilakukan pembobotan terhadap kriteria yang telah ditentukan.

5 Darmastuti (2013) Implementasi Metode

Simple Additive

Weighting (Saw) Dalam Sistem Informasi Lowongan Kerja Berbasis Web Untuk

Simple Additive Weighting (SAW)

(27)

Rekomendasi Pencari Kerja Terbaik

terletak pada

kemampuannya untuk melakukan penilaian secara lebih tepat karena didasarkan pada nilai kriteria dan bobot preferensi yang sudah ditentukan.Tujuan dari penelitian tersebuat adalah mempertemukan penyedia kerja dan pencari kerja, pencari kerja dapat melamar lowongan kerja penyedia kerja, penyedia kerja dapat menerima pencari kerja yang telah

melamar melalui fitur yang telah disediakan oleh sistem.

Dapat menghasilkan rekomendasi pencari kerja terbaik dan hasil rekomendasi pencari kerja telah sesuai dengan kebutuhan penyedia kerja berdasarkan kriteria yang dibutuhkan. Applikasi Informasi lowongan kerja yang dibuat dinilai berhasil membantu penyedia kerja untuk memberikan rekomendasi pencari kerja terbaik serta berhasil membantu pencari kerja untuk memberikan

(28)

Formula untuk melakukan normalisasi tersebut adalah :

rij ={

𝑥𝑖𝑗

𝑀𝑎𝑥𝑖 .𝑥𝑖𝑗 ; Jika j adalah atribut keuntungan (𝑏𝑒𝑛𝑎𝑓𝑖𝑡)

𝑀𝑖𝑛𝑖 .𝑥𝑖𝑗

𝑥𝑖𝑗 ; Jika j adalah atribut biaya (𝑐𝑜𝑠𝑡)

Keterangan :

rij = Nilai rating kinerja ternomalisasi.

xij = Nilai atribut yang dimiliki dari setiap kriteria.

Maxij.xij = Nilai terbesar dari setiap kriteria.

Minij.xij = Nilai Terkecil dari setiap kriteria.

benafit = Jika nilai terbesar terbaik.

cost = Jika nilai terendah terbaik.

Dikatakan atribut keuntungan apabila atribut banyak memberikan keuntungan bagi pengambil keputusan, sedangkan atribut biaya merupakan atribut yang banyak memberikan pengeluaran jika nilainya semakin besar bagi pengambil keputusan (Jaya 2012). Nilai preferensi untuk setiap alternatif (Vi) diberikan sebagai:

Vi = ∑𝑚𝑗=1𝑤𝑖 .𝑟𝑖𝑗

Keterangan :

Vi = Ranting untuk setiap alternatif

wj = Nilai bobot untuk setiap kriteria

rij = Nilai ranting kinerja ternormalisasi

Langkah penyelesaian menggunakan metode SAW :

a. Menentukan criteria yang dijadikan acuan pengambilan keputusan.

b. Menentukan rating kecocokan setiap alternative pada setiap criteria.

c. Membuat matriks keputusan berdasarkan criteria, kemudian melakukan

normalisasi matriks berdasarkan persamaan yang disesuaikan dengan jenis atribut sehingga diperoleh matriks ternormalisasi R.

d. Hasil akhir diperoleh dari proses perangkingan yaitu penjumlahan dari

(29)

18

BAB III

ANALISIS MASALAH DAN PERANCANGAN PROGRAM

Analisis dan perancangan sistem merupakan suatu pendekatan yang sistematis untuk mengindentifikasi masalah, arus data dan arus informasi serta merancang sebuah sistem informasi. Analisis dan perancangan sistem memerlukan tahapan yang sistematis untuk mendapatkan rancangan sistem yang baik dan sesuai dengan kegunaan dan tujuannya. Tahap awal dari analisis adalah menganalisa kebutuhan-kebutuhan sistem mulai dari kebutuhan pengguna, kebutuhan non fungsional, dan kebutuhan fungsional. Sedangkan untuk tahap perancangan aplikasi yaitu perancangan database dan perancangan antarmuka.

1. Analisis Kebutuhan

a. Pengumpulan Data.

Data yang diperlukan untuk melakukan analisa pemilihan supplier adalah hasil penilaian yang diberikan oleh para ahli yang berpengalaman pada PT. Sapta Energi Nusantara.

b. Analisis dengan Metode SAW

Dalam penyelesaian pemilihan supplier bahan baku dengan metode Simple Additive

Weighting di perlukan kriteria-kriteria dan bobot untuk melakukan perhitungannya sehingga akan didapat alternatif terbaik.

a. Kriteria dan Bobot

Dalam proses SAW memerlukan kriteria yang akan dijadikan bahan pertimbangan pada proses perankingan Kriteria yang menjadi bahan pertimbangan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 3.1 Kriteria Dan Bobot.

Kriteria Keterangan Status Bobot

C1 Kualitas Benafit 0,3

C2 Harga Cost 0,2

C3 Pengiriman Benafit 0,2

C4 Pelayanan Benafit 0,15

C5 Kinerja masa lalu Benafit 0,15

b. Parameter yang digunaka dalam sistem dan perhitungan

1) Kriteria Nilai Kualitas

(30)

Tabel 3.2 Nilai Kualitas

Keterangan Nilai

Sangat Jelek 0,1

Jelek 0,2

Cukup 0,3

Baik 0,4

Sangat Baik 0,5

2) Kriteria Nilai Pengiriman

Kriteria Pengiriman merupakan persyaratan yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, berdasarkan ketepatan waktu dalam pengiriman material dari supplier. Berikut interval nilai pengiriman yang telah dikonversikan dengan bilangan fuzzy dibawah ini.

Tabel 3.3 Nilai Pengiriman

Keterangan Nilai

Sangat Jelek 0,1

Jelek 0,2

Cukup 0,3

Baik 0,4

Sangat Baik 0,5

3) Kriteria Nilai Pelayanan

Kriteria pelayanan merupakan persyaratan yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, berdasarkan pelayanan yang diberikan oleh supplier. Berikut interval nilai pelayanan yang telah dikonversikan dengan bilangan fuzzy dibawah ini.

Tabel 3.4 Nilai Pelayanan

Keterangan Nilai

Sangat Jelek 0,1

Jelek 0,2

Cukup 0,3

Baik 0,4

Sangat Baik 0,5

4) Kriteria Nilai Harga

(31)

5) Contoh Metode SAW Dalam Pemilihan Supplier

Tabel 3.5 Alternatif Supplier

Alternatif Kriteria

Pengiriman Harga Kualitas Kinerja masa lalu Pelayanan

PT. Jaya Mix Baik 20.000 Sangat Baik Baik Baik

PT. Master Steel Baik 20.200 Baik Sangat Baik Baik

PT. Farrasindo Sangat Baik 23.000 Baik Sangat Baik Sangat Baik

Kemudian dari setiap alternative diberikan nilai berdasarkan kondisi dari setiap kriteria seperti tabel di bawah ini:

Tabel 3.6 Nilai Alternatif Supplier

Alternatif Kriteria

Pengiriman Harga Kualitas Kinerja masa lalu Pelayanan

PT. Jaya Mix 0.4 20.000 0.5 0.4 0.4

PT. Master Steel 0.4 20.200 0.4 0.5 0.4

PT. Farrasindo 0.5 23.000 0.4 0.5 0.5

Setelah itu normalisasi dengan rumus :

rij ={

𝑥𝑖𝑗

𝑀𝑎𝑥𝑖 .𝑥𝑖𝑗 ; Jika j adalah atribut keuntungan (𝑏𝑒𝑛𝑎𝑓𝑖𝑡)

𝑀𝑖𝑛𝑖 .𝑥𝑖𝑗

𝑥𝑖𝑗 ; Jika j adalah atribut biaya (𝑐𝑜𝑠𝑡)

Normalisai Pengiriman :

R11 = 0.4

R12 = min (20000;20200;23000)

20000 =

20000 20000 = 1

R22 = min (20000;20200;23000)

20200 =

20000

20200 = 0.990099001

R32 = min (20000;20200;23000)

23000 =

20000

23000 = 0.869565217

Normalisai Kualitas:

R13 = 0.5

max (0.5;0.4;0.4) = 0.5

(32)

R23 = 0.4

Normalisai Kinerja Masa Lalu:

R14 = 0.4

Setelah melakukan proses normalisasi selanjutnya melanjutkan proses perangkingan dengan mengalikan bobot yang telah di tentukan oleh pengambil keputusan: W = [0,3 ; 0,2 ; 0,2 ; 0,15 ; 0,15].

Perhitungan data bobot dengan rumus Vi = ∑𝑚𝑗=1𝑤𝑖 .𝑟𝑖𝑗 maka hasil yang di

peroleh adalah sebagai berikut:

V1 = (0.8).(0.3) + (1).(0.2) + (1).(0.2) + (0.8).(0.15) + (0.8).(0.15) = 0.880.

V2 = (0.8).(0.3) + (0.990099001).(0.2) + (0.8).(0.2) + (1).(0.15) +

(0.8).(0.15) = 0.868.

V3 = (1).(0.3) + (0.869565217).(0.2) + (0.8).(0.2) + (1).(0.15) + (1).(0.15)

= 0.934 (Memiliki nilai terbesar sebagai alternative terbaik).

c. Spesifikasi Perangkat Keras

Perangkat keras yang digunakan untuk pembuatan dan pengujian prototipe sistem adalah :

a. Laptop LENOVO Model 2007BC1, dengan kapasitas RAM 1022MB dan Harddisk

500GB.

(33)

d. Spesifikasi Perangkat Lunak

Perangkat Lunak yang digunakan untuk pembuatan dan pengujian prototipe sistem adalah :

a. Windows XP Professional (5.1, Build 2600) Service Pack 3.

b. XAMPP for Windows 5.6.14.

c. Notepad++ 6.8.8.

d. Browser chrome Versi 47.0.2526.80 m terintegrasi javascript aktif.

2. Perancangan

Desain yang diawali dengan identifikasi/pencarian permasalahan,

analisispermasalahan, serta menentukan tujuan dan pengembangan sistem, akan dapat djadikan acuan dalam mengolah data transaksional yang terjadi ke dalam bentuk-bentuk informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Desain sistem meliputi :

a. Perancangan Database

Ada beberapa tahab dalam perancangan database diantaranya :

1) Diagram Context

Diagram kontexs merupakan aliran yang memodelkan hubungan antara sistem

dengan entitas.Selain itu diagram kontexs merupakan diagram yang paling awal

yang terjadi dari suatu proses data dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem secara garis besarnya. Aliran dalam diagram kotexs memodelkan masukan dan keluaran sistem.

System Penunjang Keputusan (SPK) Pemilihan Suplier

Dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW)

Pengambil Keputusan Input / edit Data Satuan

Input / edit Data Material Input / edit Data Alternatif

Input / edit Data Kriteria

Tampilkan Data Satuan Tampilkan Data Alternatif

Tampilkan Data Material Tampilkan Data Kriteria

Tampilkan Data Nilai

Tampilkan Data Job Input / edit Data Nilai

Input / edit Data Job

(34)

2) Diagram Dekomposisi

Diagram Dekomposisimerupakan aliran yang memodelkan hubungan antara

sistem dengan entitas.Selain itu diagram kontexs merupakan diagram yang paling

awal yang terjadi dari suatu proses data dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem secara garis besarnya. Aliran dalam diagram kotexs memodelkan masukan dan keluaran sistem.Diagram Dekomposisi pada sistem ini adalah sebagai berikut:

1

3) Diagram Data Flow Diagram (DFD) Level 0

DFD level 0 ini menggambarkan secara umum dari proses-proses yang terdapat pada sistem penunjang keputusan pemilihan supplier. Secara umum, prosesproses yang terdapat pada sistem penunjang keputusan pemilihan supplier terbagi menjadi dua proses, yaitu proses pendataan, proses laporan. Data store yang terdapat pada DFD level 0 ini antara lain: Satuan , Material, Kriteria, Job, Nilai, dan Alternatif.

(35)

Nilai

Data Job Info Data Material Satuan Data Unit

4) Diagram Data Flow Diagram (DFD) Level 1

DFD level 1 ini menggambarkan secara umum dari proses-proses yang terdapat pada sistem penunjang keputusan pemilihan supplier. Secara umum, prosesproses untuk menginput data yang akan di simpan dalam tabel database.

Pengambil

Gambar 3.3 Diagram Data Flow Diagram (DFD) Level 0

(36)

5) Diagram Data Flow Diagram (DFD) Level 2

DFD level 2 ini menggambarkan secara umum dari proses-proses yang terdapat pada sistem penunjang keputusan pemilihan supplier. Secara umum, prosesproses untuk review data yang tersimpan dalam tabel database dalam bentuk laporan atau informasi.

Pengambil

6) Rancangan Class diagram

Alternatif

Gambar 3.6 Class Diagram

(37)

7) LRS (Logical Record Structure)

Gambar 3.7 LRS (Logical Record Structure).

8) Spesifikasi Basis Data

a. Rancangan Tabel Unit

Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data Unit. Struktur tabel ini ditunjukkan pada Tabel 3.7. dalam tabel ini terdapat dua atribut yaitu: ID dan Title yang berperan sebagai primary key dalam tabel ini adalah attribut ID.

Tabel 3.7 Spesifikasi Tabel Unit.

Nama kolom Type Data Keterangan

ID int(30) PrimaryKey

Title varchar(40)

Nama Tabel : tbUnit. Primary Key : ID.

Isi : Untuk menyimpan data unit

b. Rancangan Tabel Meterial

(38)

Tabel 3.8 Spesifikasi Tabel Material.

Nama kolom Type Data Keterangan

ID int(30) PrimaryKey

Title varchar(40)

Unit int(30) Foreign key

RAB float(40)

Nama Tabel : tbMaterial. Primary Key : ID.

Isi : Untuk menyimapan data material.

c. Rancangan Tabel Kriteria

Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data Kriteria. Struktur tabel ini ditunjukkan pada Tabel 3.9. dalam tabel ini terdapat empat atribut yaitu: ID ,Title,Status,dan Bobot Yang berperan sebagai primary key dalam tabel ini adalah attribut ID.

Tabel 3.9 Spesifikasi Tabel Kriteria.

Nama kolom Type Data Keterangan

ID int(30) PrimaryKey

Title varchar(40)

Status Boolean True = Cost & False =

Benafit

Bobot Float

Nama Tabel : tbKriteria. Primary Key : ID.

Isi : Untuk menyimapan data kriteria.

d. Rancangan Tabel Job

(39)

Tabel 3.10 Spesifikasi Tabel Job

Nama kolom Type Data Keterangan

ID int(30) PrimaryKey

Title varchar(40)

Nama Tabel : tbJob. Primary Key : ID.

Isi : Untuk menyimpan data job atau session.

e. Rancangan Tabel Alternatif Supplier

Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data Supplier. Struktur tabel ini ditunjukkan pada Tabel 3.11. dalam tabel ini terdapat tiga atribut yaitu: ID Title dan Alamat Yang berperan sebagai primary key dalam tabel ini adalah attribut ID.

Tabel 3.11 Spesifikasi Tabel Supplier.

Nama Tabel Type Data Keterangan

ID int(30) PrimaryKey

Title int(30)

Alamat int(30)

Nama Tabel : tbAlternatif. Primary Key : ID.

Isi : Untuk menyimpan data supplier

f. Rancangan Tabel Nilai

Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data Nilai. Struktur tabel ini ditunjukkan pada Tabel 3.12. dalam tabel ini terdapat enam atribut yaitu: ID id_job, id_material, id_kriteria, id-alternatif dan Nilai Yang berperan sebagai primary key dalam tabel ini adalah attribut ID dan untuk foreign key dalam Tabel ini adalah atribut id_job,id_kriteria dan id_alternatif.

Tabel 3.12 Spesifikasi Tabel Nilai.

Nama Table Data Keterangan

ID int(30) PrimaryKey

id_job int(30) Foreign key

Id_material int(30) Foreign key

id_kriteria int(30) Foreign key

id_alternatif int(30) Foreign key

(40)

Nama Tabel : tbNilai. Primary Key : ID.

Isi : Untuk menyimpan data nilai kriteria setiap supplier.

b. Perancangan Menu

Perancangan merupakan proses yang dilakukan oleh penulis untuk merancangan aplikasi tersebut. Perancangan sistem yang penulis buat secara umum adalah pemilihan supplier bahan baku menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) berbasis web, Rancangan untuk sistem menu dapat dilihat seperti Gambar 3.8. Rancangan sistem menu menjelaskan tentang susunan menu utama sampai dengan submenu yang diimplementasikan dalam sistem ini. Rancangan ini memberikan gambaran lebih jelas tentang bagimana kontrol program dalam sistem ini.

Menu Utama

Laporan

Satuan Material Data

Kriteria Alternatif

Laporan Material Laporan

Supplier

Penilaian

Gambar 3.8 Rancangan Menu Sistem

c. Perancangan Interface

Untuk membuat web ini agar terlihat sederhana, menarik, dan mudah dimengerti oleh

pengguna diperlukan desain antarmuka (interface). Desain antarmuka harus dilakukan

karena merupakan bagian yang berhubungan langsung dengan pengguna, yaitu segala sesuatu yang dilihat oleh pengguna. Untuk rancangan antarmuka antara lain :

1) Rancangan Tata Letak

Rancangan tata letak merupakan langkah awal dalam menentukan letak isi dari pada halaman applikasi. letak isi halaman dibagi menjadi 4 bagian yaitu: Header, Menu, Content dan Footer.

(41)

Menu

Header

Footer Content

Keterangan :

a. Pada header berisi informasi singkat tentang aplikasi logo aplikasi, nama

aplikasi.

b. Pada menu berisi link-link pilihan pengguna untuk mengubah tampilan

content.

c. content berisi tampilan dari menu yang dipilih.

d. footer berisi informasi pemilik dari aplikasi.

2) Rancangan Halaman Utama

Pada bagian halaman utama dimana pengguna akan di perlihatkan tampilan awal ketika mengakses applikasi.pada bagian halaman utama terdapat menu yang menghubungkan ke halaman yang dituju.

Adapaun keterangannya sebagai berikut :

1. Unit : untuk menampilkan daftar unit.

2. Material : Untuk menampilkan daftar material.

3. Kriteria : Untuk menampilakan daftar kriteria.

4. Alternatif : untuk Menampilkan daftar Alternatif.

5. Nilai : Untuk menampilkan daftar nilai.

(42)

#Menu Unit Material Kriteria Alternatif Nilai

DSS Using SAW algorithm

Copy@Spk_SAW.com Selamat Datang

3) Rancangan Halaman Satuan

Rancangan halaman satuan dipergunakan untuk proses menampilkan, merubah, menamambah dan menghapus data satuan.

#Menu Unit Material Kriteria Alternatif Nilai Laporan

DSS Using SAW algorithm

Copy@Spk_SAW.com

X-100-x ID

X-100-x Title

Edit | Delete Action Tambah Data

4) Rancangan Halaman Material

Rancangan halaman material dipergunakan untuk proses menampilkan, merubah, menamambah dan menghapus data Material.

Gambar 3.10 Desain Antarmuka Halaman Utama.

(43)

#Menu

5) Rancangan Halaman Kriteria

Rancangan halaman kriteria dipergunakan untuk proses menampilkan, merubah, menamambah dan menghapus data kriteria.

#Menu

DSS Using SAW algorithm

Copy@Spk_SAW.com

6) Rancangan Halaman Alternatif

Rancangan halaman alternatif dipergunakan untuk proses menampilkan, merubah, menamambah dan menghapus data alternatif.

Gambar 3.12 Desain Antarmuka Halaman Material.

(44)

#Menu

DSS Using SAW algorithm

Copy@Spk_SAW.com

7) Rancangan Halaman Ranking Alternatif

Rancangan halaman alternatif dipergunakan untuk proses menampilkan ranking dari semua alternatif.

#Menu

DSS Using SAW algorithm

Copy@Spk_SAW.com

8) Rancangan Halaman Input / Edit Nilai

Rancangan halaman alternatif dipergunakan untuk proses merubah dan menambah nilai-nilai alternatif.

Gambar 3.14 Desain Antarmuka Halaman Supplier / Alternatif.

(45)

9) Rancangan Halaman Nilai

Rancangan halaman nilai dipergunakan untuk menampilkan detail nilai-nilai setiap kriteria.

DSS USING S.A.W Algrthm

[+] Edit Data [+] view Detail

Form Supllier 01 Mat 1

Form Supllier 02 Mat 1

Gambar 3.16 Desain Antarmuka Input / Edit nilai.

DSS USING S.A.W Algrthm

[+] Edit Data [+] view Detail

A\C Criteria 01 Criteria 02

<Display> <Display> <Display>

Menu #

Gambar 3.17 Desain Antarmuka nilai.

999 999

(46)

d. Flowchart dan Algoritma Program

Flowchart dan algoritma program dapat mempermudah pemahaman mengenai alur program yang telah dibuat.

1) Flowchart halaman utama

Halaman utama adalah proses pertama kali menjalankan aplikasi pemilihan supplier dimana akan disediakan menu yang dapat dipilih diataranya adalah memilih satuan, memilih material, memilih kriteria, memilih alternatif, memilih penilaian. Gambar 3.18 menggambarkan alur proses dari menu halaman utama.

Start

Input Pilih

Pilih = Satuan Y B

Pilih = Kriteria Y D

N

Pilih = Alternatif Y E

N

Pilih = Penilaian Y F

N tersebut, program akan menempilkan halaman yang telah dipilih.

Gambar 3.18 Flowchart Tab Pilih Menu.

1. Tampilkan halaman utama

2. Input pilih

3. If pilih = Satuan Then

4. Tampilkan halaman satuan

5. Else if pilih= Matrial Then

6. Tampilkan halaman material

7. Else if pilih = Kriteria Then

8. Tampilkan halaman kriteria

9. Else if pilih = Alternatif Then

10. Tampilkan halaman alternatif

11. Else if pilih = Penilaian Then

12. Tampilkan halaman nilai

(47)

2) Flowchart tab satuan

Tampilan tab satuan akan muncul, apabila pengguna memilih tab satuan. Tab satuan menampilkan informasi satuan. Pengguna dapat melihat daftar satuan

dalam bentuk datagrid. Gambar 3.19 menggambarkan alur proses tab satuan.

Input Act

Delate data satuan Edit data satuan Tambah data satuan Act = Tambah

Act = Edit

Act = Delete

Refresh

Y Y Y

N

N B

A

N

Tampil tab satuan

Berikut ini adalah algoritma untuk proses tab satuan. Di dalam algoritma

tersebut terdapat beberapa proses diantaranya proses penambahan, proses edit,

proses delete.

Gambar 3.19 Flowchart tab satuan.

1. Tampilkan satuan

2. Input Act

3. If Act = Tambah Then

4. Tampilkan Form Tambah satuan

5. Else if Act = Edit Then

6. Tampilkan form edit satuan

7. Else if Act = Delete Then

8. Tampilan Confirmasi Hapus

9. Else

10. Tampilkan satuan

(48)

3) Flowchart tab material

Tampilan tab mterial akan muncul, apabila pengguna memilih tab material. Tab material menampilkan informasi material. Pengguna dapat melihat daftar

material dalam bentuk datagrid. Gambar 3.20 menggambarkan alur proses tab

material.

Input Act

Delate da ta ma teri al E dit data materia l Ta mbah data material Act = Ta mbah

Act = Edit

Act = Delete

Refresh

Y Y Y

N

N C

A

N

Ta mpil ta b ma teria l

Berikut ini adalah algoritma untuk proses tab satuan. Di dalam algoritma

tersebut terdapat beberapa proses diantaranya proses penambahan, proses edit,

proses delete.

Gambar 3.20 Flowchart tab material.

1. Tampilkan material

2. Input Act

3. If Act = Tambah Then

4. Tampilkan form tambah material

5. Else if Act = Edit Then

6. Tampilkan form edit material

7. Else if Act = Delete Then

8. Tampilan Confirmasi Hapus

9. Else

10. Tampilkan material

(49)

4) Flowchat tab kriteria

Tampilan tab kriteria akan muncul, apabila pengguna memilih tab kriteria. Tab kriteria menampilkan informasi kriteria. Pengguna dapat melihat daftar kriteria

dalam bentuk datagrid. Gambar 3.21 menggambarkan alur proses tab kriteria.

Input Act

Delete data kriteria Edit data kriteria Tambah data kriteria Act = Tambah

Act = Edit

Act = Delete

Refresh

Y Y Y

N

N D

A

N

Tampilkan tab kriteria

Berikut ini adalah algoritma untuk proses tab kriteria. Di dalam algoritma

tersebut terdapat beberapa proses diantaranya proses penambahan, proses edit,

proses delete.

Gambar 3.21 Flowchart tab kriteria.

1. Tampilkan kriteria

2. Input Act

3. If Act = Tambah Then

4. Tampilkan form tambah kriteria

5. Else if Act = Edit Then

6. Tampilkan form edit kriteria

7. Else if Act = Delete Then

8. Tampilan Confirmasi Hapus

9. Else

10. Tampilkan kriteria

(50)

5) Flowchart tab alternatif

Tampilan tab satuan akan muncul, apabila pengguna memilih tab alternatif. Tab alternatif menampilkan informasi alternatif. Pengguna dapat melihat daftar

alternatif dalam bentuk datagrid. Gambar 3.22 menggambarkan alur proses tab

alternatif.

Input Act

Delate data alternatif supplier Edit data alternatif

supplier Tambah data alternatif

supplier

Tampil tab alternatif supplier

Berikut ini adalah algoritma untuk proses tab alternatif. Di dalam algoritma

tersebut terdapat beberapa proses diantaranya proses penambahan, proses edit,

proses delete.

Gambar 3.22 Flowchart tab alternatif supplier.

1. Tampilkan alternatif

(51)

6) Flowchart tab penilaian

Tampilan tab penilaian akan muncul, apabila pengguna memilih tab penilaian. Tab penilaian menampilkan informasi penilaian. Pengguna dapat melihat daftar

ranking dalam bentuk datagrid apabila memilih job dan material yang ingin

diberikan penilaian. Gambar 3.23 menggambarkan alur proses tab penilaian.

input material_id

Cek existing Data from tabel nilai

existing = 0 tersebut terdapat beberapa proses diantaranya proses penambahan job, proses

edit job, proses delete job, edit nilai kriteria setiap alternatif berdasarkan material yang dipilih.

1. Tampilkan halaman job

2. Input job_act

3. If job_act = material_list Then

(52)

11. If cek existing data from table nilai = 0 Then

19. Else If job_act = Tambah Then

20. Tampilkan form tambah alternatif

21. Else if job_act = Edit Then

22. Tampilkan form edit alternatif

23. Else if job_act = Delete Then

24. Tampilan Confirmasi Hapus

25. Else

26. Tampilkan halaman job

27. End if

7) Flowchart Simple Additive Weighting (SAW)

while i < Jml_alternatif

while j < jml_kriteria Y while ja < jml_alternatif

while jk < jml_kriteria Y while jk < Jml_kriteria

Input Status[Jk] Y

N

Input Nilai[ja][jk] while jk < jml_kriteria

Y

while jk < jml_kriteria

while ja < jml_alternatif Y

Ranking[ja] = Ranking[ja] + Normalisasi[ja][jk]*Bobot[jk] TransposeNilai[j][] = Nilai[ja][jk]

j = 0

(53)

Pada Gambar 3.24 hasilkan dari input alternatif supplier, kriteria supplier, Bobot setiap kriteria, nilai kriteria setiap alternatif dapat di eksekusi program menggunakan metode Simple Additive Weighting. Berikut ini adalah algoritma untuk proses SAW.

1. Input jml_alternatif

2. Input jml_kriteria

3. jk = 0

9. for ja < jml_alternatif do

10. jk = 0

18. for i < jml_alternatif do

(54)

43. j = j + 1

44. ForEnd

45. i = i + 1

46. ForEnd

47. ja = 0

48. for ja < jml_alternatif do

49. Print out Ranking[ja]

50. ja = ja + 1

(55)

44

BAB IV

IMPLEMENTASI DAN UJI COBA PROGRAM

1. Implementasi

Implementasi adalah proses realisasi dari model sistem yang telah dirancang sebelumnya, diantaranya penulisan model kedalam bahasa program, pembuatan database, dan pembuatan layout halaman aplikasi. Tahap ini merupakan menerjemahkan perancangan berdasarkan hasil analisis dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh mesin serta penerapan perangkat lunak pada keadaan yang sesungguhnya.Aplikasi yang dibuat akan diterapkan berdasarkan kebutuhan. Selain itu aplikasi ini akan dibuat sedemikian rupa sehingga dapat memudahkan pengguna untuk menggunakan aplikasi pemilihan supplier bahan baku berbasis web.

Sebelum menjalankan aplikasi ini, ada hal yang harus diperhatikan yaitu kebutuhan sistem. Sesuai dengan kebutuhan untuk merancang aplikasi pemilihan supplier bahan baku berbasis web diperlukan perangkat keras dan perangkat lunak seperti berikut ini.

a. Implementasi Perangkat Keras

Perangkat keras yang digunakan untuk mengimplementasikan sistem adalah sebagai berikut :

1) Paket komputer LENOVO7507CTO, dengan kapasitas RAM 2048MB dan

Harddisk 500GB.

2) Printer.

b. Implementasi Perangkat Lunak

Perangkat lunak yang digunakan untuk mengimplementasikan sistem adalah sebagai berikut :

1) Windows 7 Ultimate 64-bit (6.1, Build 7601) Service Pack 1.

2) XAMPP for Windows 5.6.14.

c. Implementasi Antarmuka

Berdasarkan hasil rancangan sebelumnya maka rancangan antarmuka dapat di implementasikan sebagai berikut :

1) Halaman Satuan

(56)

2) Halaman Daftar Material

Halaman Daftar Material ini merupakan halaman yang akan diisi pengambil keputusan dalam mendaftar material yang nantinya data-data tersebut akan masuk ke dalam daftar material, seperti gambar berikut ini :

Gambar 4.1 Halaman Satuan.

(57)

3) Halaman Daftar Kriteria

Halaman Daftar Kriteria ini merupakan halaman yang akan diisi pengambil keputusan dalam mendaftar kriteria yang nantinya data-data tersebut akan masuk ke dalam daftar kriteria, seperti gambar berikut ini :

4) Halaman Daftar Supplier

Halaman Daftar Supplier ini merupakan halaman yang akan diisi pengambil keputusan dalam mendaftar kriteria yang nantinya data-data tersebut akan masuk ke dalam daftar supllier, seperti gambar berikut ini :

Gambar 4.3 Halaman Daftar Kriteria.

Figur

Gambar 2.1 Komponen SPK (Turban, Aronson dan Ting 2005)

Gambar 2.1

Komponen SPK (Turban, Aronson dan Ting 2005) p.18
Tabel  2.1 Rekapitulasi Penelitian Terdahulu.

Tabel 2.1

Rekapitulasi Penelitian Terdahulu. p.25
Tabel  3.3 Nilai Pengiriman

Tabel 3.3

Nilai Pengiriman p.30
Tabel  3.2 Nilai Kualitas

Tabel 3.2

Nilai Kualitas p.30
Gambar 3.1 Diagram Context Dari DFD

Gambar 3.1

Diagram Context Dari DFD p.33
Gambar 3.2 Diagram Dekomposisi.

Gambar 3.2

Diagram Dekomposisi. p.34
Gambar 3.3 Diagram Data Flow Diagram (DFD) Level 0

Gambar 3.3

Diagram Data Flow Diagram (DFD) Level 0 p.35
Gambar 3.4 Diagram Data Flow Diagram (DFD) level 1

Gambar 3.4

Diagram Data Flow Diagram (DFD) level 1 p.35
Gambar 3.5 Diagram Data Flow Diagram (DFD) level 2

Gambar 3.5

Diagram Data Flow Diagram (DFD) level 2 p.36
Gambar 3.7 LRS (Logical Record Structure).

Gambar 3.7

LRS (Logical Record Structure). p.37
Gambar 3.10 Desain Antarmuka Halaman Utama.

Gambar 3.10

Desain Antarmuka Halaman Utama. p.42
Gambar 3.12 Desain Antarmuka Halaman Material.

Gambar 3.12

Desain Antarmuka Halaman Material. p.43
Gambar 3.13 Desain Antarmuka Halaman Kriteria.

Gambar 3.13

Desain Antarmuka Halaman Kriteria. p.43
Gambar 3.15 Desain Antarmuka Ranking Supplier / Alternatif.

Gambar 3.15

Desain Antarmuka Ranking Supplier / Alternatif. p.44
Gambar 3.17 Desain Antarmuka nilai.

Gambar 3.17

Desain Antarmuka nilai. p.45
Gambar 3.18 Flowchart Tab Pilih Menu.

Gambar 3.18

Flowchart Tab Pilih Menu. p.46
Gambar 3.19 Flowchart tab satuan.

Gambar 3.19

Flowchart tab satuan. p.47
Gambar 3.20 Flowchart tab material.

Gambar 3.20

Flowchart tab material. p.48
Gambar 3.21 Flowchart tab kriteria.

Gambar 3.21

Flowchart tab kriteria. p.49
Gambar 3.22 Flowchart tab alternatif supplier.

Gambar 3.22

Flowchart tab alternatif supplier. p.50
Gambar 3.23 Flowchart tab penilaian.

Gambar 3.23

Flowchart tab penilaian. p.51
Gambar 3.24 Flowchart SAW.

Gambar 3.24

Flowchart SAW. p.52
Gambar 4.2 Halaman Daftar Material.

Gambar 4.2

Halaman Daftar Material. p.56
Gambar 4.4 Halaman Daftar Supplier.

Gambar 4.4

Halaman Daftar Supplier. p.57
Gambar 4.3 Halaman Daftar Kriteria.

Gambar 4.3

Halaman Daftar Kriteria. p.57
Gambar 4.6 Halaman Input Nilai Kriteria.

Gambar 4.6

Halaman Input Nilai Kriteria. p.58
Gambar 4.5 Halaman Ranking.

Gambar 4.5

Halaman Ranking. p.58
Gambar 4.8 Halaman Laporan Daftar Supplier

Gambar 4.8

Halaman Laporan Daftar Supplier p.59
Gambar 4.7 Halaman Laporan Daftar Material.

Gambar 4.7

Halaman Laporan Daftar Material. p.59
Tabel  4.1 Uji Coba Struktural.

Tabel 4.1

Uji Coba Struktural. p.60

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :