BAB II DASAR TEORI
2.1 Umum
2.2 Pengertian VoIP (Voice Over Internet Protocol)
VoIP(Voice Over Internet Protocol) atau telepon internet adalah teknologi yang menawarkan solusi telepon atau pun video call melalui jaringan paket. Teknologi ini mampu membawa percakapan melalui jaringan data TCP/IP baik jaringan public internet maupun private internet. Percakapan yang dilakukan berupa Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ) maupun Saluran Langsung Internasional. VoIP dikenal juga dengan sebutan IP Telephony. VoIP
didefenisikan sebagai suatu sistem yang menggunakan jaringan IP seperti internet untuk mengirimkan data paket suara dari suatu tempat ke tempat yang lain menggunakan perantara protokol IP.sehingga perbedaan VoIP dengan telepon tradisional adalah teletak pada infrastrukturnya, jika VoIP menggunakan internet sedangkan telepon tradisional menggunakan infrastruktur telepon[1]. Teknologi
VoIP pada dasarnya bekerja dengan mengkonversi sinyal-sinyal analog ke format digital dan kemudian dikompres atau ditranslasikan ke dalam paket-paket IP yang kemudian ditransmisikan melalui jaringan internet atau intranet[2].
Gambar 2.1 Cara Kerja VoIP.
(pengiriman) dilakukan, data yang berupa sinyal analog akan dikonversikan terlebih dahulu dengan ADC (Analog to Digital Converter) menjadi bentuk digital akan ditransmisikan ke tujuan. Setelah sampai, data sinyal digital akan dikonversi kembali menjadi data sinyal analog dengan DAC (Digital to Analog Converter)
sehingga dapat diterima oleh sumber tujuan sesuai dengan data sinyal yang ditransmisikan[2].
2.3 Format Paket VoIP
Tiap paket Voip terdiri dari dua bagian, yakni header dan payload (beban).
Header terdiri atas IP header, Real-time Transport Protocol (RTP), User Datagram Protocol (UDP) header dan link header. Format paket VoIP dapat dilihat pada Gambar 2.2[3].
Gambar 2.2 Format Paket VoIP.
IP header bertugas menyimpan informasi routing untuk mengirimkan paket-paket ke tujuan. Pada tiap header IP disertakan tipe layanan atau Type of Service (ToS) yang memungkinkan paket tertentu seperti paket suara yang non real-time.
UDP header memiliki ciri tertentu yaitu tidak menjamin paket akan mencapai tujuan sehingga UDP cocok digunakan pada aplikasi voice real-time
RTP header adalah header yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan
farming dan segmentasi data real-time. Seperti UDP, RTP juga tidak mendukung realibilitas paket untuk sampai ke tujuan. RTPi menggunakan protkol kendali yang disebut Real-time Transport Protocol (RTCP) yang mengendalikan QoS (Quality of Service) dan sinkronisasi yang berbeda. Untuk link header, besarnya sangat tergantung pada media yang digunakan. Tabel 2.1 menunjukkan perbedaan ukuran header untuk media yang berbeda [4].
Tabel 2.1 Perbedaan ukuran Header
2.4
Protokol signaling dalam VoIP diperlukan agar pemakai layanan VoIP
dapat saling berkomunikasi dengan pesawat telepon. Beberapa protokol signaling
yang ada saat ini adalah H.323, SIP (Session Initiation Protocol), SCCP, MGCP, MEGACO dan SIGTRAN. Tetapi yang paling populer dan banyak digunakan adalah H.323 dan SIP.H.323 merupakan teknologi yang dikembangkan oleh
International Telecommunication Union (ITU-T) sedangkan Session Initiation
Media Link Layer Header Size Bit Rate
Ethernet 14 byte 29.6 Kbps
PPP 6 byte 26.4 Kbps
Frame Relay 4 byte 25.6 Kbps
Protocol (SIP) merupakan teknologi yang dikembangkan Internet Engineering Task Force (IETF)[5].
2.4.1 H.323
Sebelumnya telah diterangkan tentang H.323 adalah standar yang dikeluarkan oleh ITU-T untuk sistem komunikasi multimedia berbasis paket melalui jaringan yang tidak memberikan jaminan QoS (Quality of Service) seperti jaringan IP. H.323 memiliki protokol keamanan yaitu H.235 yang memberikan beberapa layanan keamanan seperti Authentication, Access Control, Non-repudiation, Confidently dan Integrity bagi keempat channel H.323 (RAS, H.225.0, H.245, dan RTP). Standar H.323 memberikan fondasi bagi komunikasi audio, video, data melalui jaringan IP, termasuk internet. Setiap produk multimedia yang dibuat oleh berbagai vendor yang mengikuti standar H.323 bisa saling berinteroperasi, sehingga user bisa berkomunikasi tanpa mengkhawatirkan masalah kompabiliti.
H.323 bisa digunakan untuk terminal dengan kemampuan audio saja dan juga yang memiliki kemampuan video saja. H.323 bisa digunakan dalam point-to-pointcall dan juga bisa dalam aplikasi multipoint conference. H.323 juga mengatur masalah call control, multimedia management, bandwidth management,
2.4.2 Arsitektur H.323
Komponen-komponen sistem H.323 adalah terminal, gateway, Gatekeeper, Multipoint Controller (MC), Multipoint Processor (MP) dan
Multipoint Control Unit (MCU). Control Message dan prosedur-prosedur H.323
digunakan oleh komponen-komponen tersebut untuk saling berkomunikasi[6]. Setiap terminal minimal memiliki kemampuan audio, sementara video atau data bersifat optional, dalam suatu conference yang bisa berupa point-to-pointconference maupun multipoint conference. Gatekeeper bertanggung jawab untuk masalah admission control dan address translation service. MC, MP, dan
MCU merupakan komponen yang menangani multipoint conference.
1. Gatekeeper
sebuah Gatekeeper bertindak sebagai titik pusat dari semua call didalam zonenya dan menyediakan call control service bagi endpoint yang sudah terdaftar. Sebuah zone H.323 adalah kumpulan terminal, MCU dan gateway yang diatur oleh sebuah gatekeeper. Gatekeeper bersifat optional dalam sistem H.323, tapi bila gatekeeper tersebut ada maka gatekeeper tersebut menangani fungsi-fungsi
2. Gateway
Gateway adalah elemen yang bersifat optional dalam sebuah H.323 conference.Gateway menjadi jembatan ke jaringan yang berbeda (seperti PTSN) dan melakukan konversi signaling dan media dari suatu jaringan ke jaringan lainnya. Gateway menyediakan fasilitas interworking antara jaringan circuit switched dan jaringan berbasis paket yang menggunakan Q.391 untuk call setup
dan call termination.
3. H.323 Terminal
Sebuah terminal H.323 adalah client endpoint yang mendukung komunikasi dua arah secara real-time dengan elemena H.323 lainnya. Sebuah terminal minimal harus mendukung voice (audio voice), signaling (Q.391, H.245, RAS)
dan RTP/RTCP (untuk penomoran paket audio dan video).
Jika dalam sebuah sistem H.323 terdapat sebuah gatekeeper, maka terminal
H.323 akan berusaha menemukan gatekeeper tersebut untuk selanjutnya mendaftarkan dirinya sebelum memulai conference. Untuk menemukan dan menentukan alamat transport RAS dari sebuah gatekeeper maka sebuah terminal harus melakukan gatekeeper dicovery. Terminal H.323 dirumah yang menggunakan akses dial-up ke ISP tidak usah mendaftarkan diri ke gatekeeper,
Gambar 2.3 Sistem H.323 berserta komponen-komponennya. 4. MCU
Multipoint Control Unit mendukung conference tiga atau lebih endpoint.
Sebuah MCU terdiri dari sebuah Multipoint Controller (MC) dan dengan beberapa atau tanpa Multipoint Processor (MP).
MC menangani negoisasi H.245 antar semua terminal untuk menentukan kapabiliti yang dimiliki semua terminal untuk memproses audio dan video. MC
juga mengontrol sumber daya yang ada pada sebuah conference dengan menentukan audio dan video stream mana yang merupakan multicast (jika ada).MP menangani media stream. MP melakukan mixing, switching, dan pemprosesan audio, video dan data. MP terintergrasi kedalam sebuah gateway, gatekeeper atau terminal.
2.5 SIP (Session Initiation Protocol)
protokol layer aplikasi yang digunakan untuk memanajemen pengaturan panggilan dan pemutusan panggilan. SIP digunakan bersamaan dengan protokol
IETF lain seperti SAP, SDP, MGCP (MEGACO) untuk menyediakan layanan
VoIP yang lebih luas.
Arsitektur SIP mirip dengan arsitektur HTTP (procol client-server).
Arsitekturnya terdiri dari request yang dikirim user SIP ke server SIP. Server
memproses request yang masuk dan memberikan respon kepada client.Request,
bersama dengan komponen respon pesan yang lain membuat suatu komunikasi
SIP[5].
2.5.1 Komponen SIP
Arsitektur SIP terdiri dari dua buah komponen seperti di bawah ini[5]:
I. User agent
SIP User Agent merupakan akhir dari sistem ( terminal akhir ) yang bertindak berdasarkan kehendak dari pemakai. Terdiri dari dua bagian yaitu : i. User Agent Client(UAC) : bagian ini terdapat pada pemakai (client) yang
digunakan untuk melakukan inisiasi request dari server SIP ke User Agent Server
II. SIP Server
Arsitektur SIP sendiri menjelaskan jenis-jenis server pada jaringan untuk membantu layanan dan pengaturan panggilan SIP.
i. Registration Server :server ini menerima request dari user SIP dan melakukan update terhadap lokasi user dengan server ini
ii. Proxy Server : server ini menerima request SIP dan meneruskan ke
server yang dituju yang memiliki informasi tentang user yang dipanggil.
iii. Redirect Server : server ini setelah menerima request SIP,
menentukan server yang dituju selanjutnya dan mengembalikan alamat server yang dituju selanjutnya kepada client untuk kemudian meneruskan request ke server yang dituju tersebut. Gambar 2.4 arsitektur SIP (Session Initiation Protokol)[7].
2.6Connection Oriented Dan Connectionless
2.6.1 Connection Oriented
Jalur komunikasi permanen (dedicated) secara fisik dibangun (setup) antara 2 end-terminal terlebih dahulu sebelum informasi dikirimkan. Istilah yang sering digunakan untuk kondisi ini disebut connection oriented. Peristiwa ini biasanya terjadi pada jaringan circuit switch seperti PTSN dan PLMN. Ilustrasi circuit switch dapat dilihat pada Gambar 2.5[8].
Gambar 2.5 Ilustrasi circuit switch. 2.6.2 Connectionless
Masing-masing paket akan dikirimkan ke jaringan secara independen (tidak bergantung pada rute paket sebelum atau sesudahnya). Paket yang berbeda dari pesan yang sama dapat melalui rute yang berbeda. Istilah untuk karakteristik ini disebut connectionless. Peristiwa ini biasanya terjadi pada jaringan packet switch
seperti TCP/IP, Frame Relay, ATM, dsb. Gambar 2.6 memperlihatkan ilustarsi
Gambar 2.6 Ilustrasi packet switch.
2.7 QoS (Quality of Service) Layanan VoIP (Voice Over Internet Protocol)
QoS (Quality of Service), sebagaimana dijelaskan dalam rekomendasi CCITT E.800 adalah efek kolektif dari kinerja layanan yang menentukan kepuasan seorang pengguna terhadap suatu layanan [9].
Menurut Ferguson & Huston (1998) Qos merupakan metode pengukuran tentang seberapa baik jaringan dan merupakan suatu usaha untuk mendefenisikan karakteristik dan sifat dari suatu servis/layanan[10].
Gambar 2.7 Konfigurasi QoS pada VoIP dengan menggunakan VPN .
QoS didesain untuk membantu end user menjadi lebih produktif dengan memastikan bahwa user mendapatkan kinerja yang handal dari aplikasi-aplikasi berbasis jaringan. QoS mengacu pada kemampuan jaringan untuk menyediakan layanan yang lebih baik pada trafik jaringan tertentu melalui teknologi yang berbeda-beda. QoS menawarkan kemampuan untuk mendefenisikan atribut-atribut layanan jaringan yang disediakan ,baik secara kualitatif maupun kuantitatif[8].
2.7.1 Parameter-parameter QoS (Quality of Service) Layanan VoIP
Performansi mengacu ke tingkat kecepatan dan kehandalan penyampaian berbagai jenis beban data didalam suatu komunikasi. Performansi merupakan kumpulan dari beberapa parameter besaran teknis yaitu[8]:
…………... (2.1)
Beberapa faktor yang menentukan nilai throughput adalah :
1. Piranti jaringan
2. Tipe data yang ditransfer
3. Topologi jaringan
4. Banyaknya pengguna jaringan
5. Spesifikasi komputer client/user
6. Spesifikasi komputer server
7. Induksi listrik dan cuaca
b. Packet Loss, merupakan suatu parameter yang menggambarkan suatu kondisi yang menunjukkan jumlah total paket yang hilang, dapat terjadi karena collision dan congestion pada jaringan dan hal ini berpengaruh pada semua aplikasi karena retransmisi akan mengurangi efisiensi jaringan secara keseluruhan meskipun jumlah bandwidth cukup tersedia untuk aplikasi-aplikasi tersebut. Umumnya perangkat jaringan memiliki
Tabel 2.2 Standar Tingkat Packet Loss
Packet Loss Kualitas
0 – 5 % Baik
5 – 10 % Cukup
> 10 % Buruk
Rumus yang Digunakan untuk menghitung Packet Loss[13]:
... (2.2)
c. Delay (Latency), adalah waktu yang dibutuhkan data untuk menempuh jarak dari asal ke tujuan. Delay dapat dipengaruhi oleh jarak, media fisik, kongesti atau juga waktu proses yang lama. Tabel 2.3 Memperlihatkan Pengelompokkan Tingkatan Delay [12].
Adapun Rumus untuk menghitung delay adalah sebagai berikut[13]:
...……….. (2.3)
Keterangan:
Tabel 2.3 Pengelompokkan Tingkatan Delay
Delay Kualitas
0 – 150 ms Baik
150 – 300 ms Cukup, masih dapat diterima
> 300 ms Buruk
d. Jitter, atau variasi kedatangan paket, hal ini diakibatkan oleh variasi-variasi dalam panjang antrian, dalam waktu pengolahan data, dan juga dalam waktu penghimpunan paket-paket di akhir perjalanan jitter.Jitter
lazimnya disebut variasi delay, berhubungan erat dengan latency, yang menunjukkan banyaknya vaiasi delay pada transmisi data di jaringan.
Delay antrian pada router dan switch dapat menyebabkan jitter. Tabel 2.4 akan memperlihatkan standar nilai jitter yang mempengaruhi kualitas layanan VoIP (Voice Over Internet Protocol) [12].
Tabel 2.4 Standar Jitter
Jitter Kualitas
0 – 20 ms Baik
20 – 50 ms Cukup
Semakin besar nilai jitter maka akan semakin menurunkan performansi
dari jaringan, karena itu nilai jitter harus seminimum mungkin. Rumus yang
digunakan untuk menghitung jitter adalah[13]:
……….. (2.4)
2.7.2 Penyebab QoS yang buruk
Terdapat beberapa faktor pengganggu dalam jaringan yang menyebabkan turunnya nilai QoS, yaitu [8]:
1. Redaman, yaitu jatuhnya kekuatan sinyal karena pertambahan jarak pada media transmisi. Setiap media transmisi memiliki redaman yang berbeda-beda, tergantung dari bahan yang digunakan. Untuk mengatasi hal ini, perlu digunakan repeater sebagai penguat sinyal. Pada daerah berfrekuensi tinggi biasanya mengalami redaman yang lebih tinggi dibandingkan pada daerah berfrekuensi rendah.
2. Distorsi, yaitu fenomena yang disebabkan bervariasinya kecepatan propagasi karena perbedaan bandwidth. Gambar 2.8 memperlihatkan analogi
Gambar 2.8 Analogi bandwidth.
Gambar 2.9 Ilustrasi pengaruh bandwidth terhadap distorsi.
3. Noise, ini sangat berbahaya, karena jika terlalu besar akan dapat mengubah data asli yang dikirimkan. Gambar 2.10 memperlihatkan ilustrasi noise[8].
Jenis-jenis noise dalam jaringan : a) Thermal Noise :
• Terjadi pada media transmisi bila suhunya diatas suhu mutlak (00K)
• Akibat pergerakan elektron secara random dan memiliki karakteristik
energi terdistribusi seragam
• Menjadi faktor penentu batas bawah sensitifitas sistem penerima
b) Intermodulation :
• Terjadi karena ketidak linieran komponen transmitter dan receiver
• Sinyal output merupakan penjumlahan dan perbedaan dari sinyal input. • Sistem diharapkan linier sehingga sinyal output sama dengan sinyal sinput
c) Impulse noise :
• Pulsa-pulsa ireguler atau spikes
• Durasi pendek
• Amplitudo tinggi
d) Crosstalk :
• Gandengan yang tidak diinginkan antar lintasan sinyal dengan media metal
(twisted pair & koaksial) • Penyebab :
o Gandengan elektris
o Pengendalian respon frekuensi yang buruk
o Contoh :ketika kita bertelpon kita mendengarkan percakapan lain
e) Echo:
• Terjadi ketika sinyal yang dikirim oleh transmitter kembali (feedback)
kepada si pengirim
2.8 IP PBX Internet Protocol Private Branch Exchange
IP PBX atau Internet Protocol Private Branch Exchange merupakan PABX yang menggunakan teknologi IP. IP PBX adalah perangkat switching dan data berbasis teknologi IP (Internet Protocol) yang mengendalikan extension telepon analog maupun IP phone. Fungsi-fungsi yang dapat dilakukan antara lain :
◆ Penyambung
◆ Pengendalian
◆ Pemutusan hubungan telepon
◆ Translasi protokol komunikasi atau transcoding serta
◆ Pengendalian perangkat-perangkat IP telephony seperti : VoIP gateway,
Solusi berbasis IP PBX merupakan konsep jaringan komunikasi generasi masa depan atau dikenal dengan istilah NGN (Next Generation Network) yang dapat mengintegrasikan jaringan telepon yang umum dipakai (PSTN), jaringan telepon bergerak (GSM/CDMA), jaringan, jaringan telepon satelit dan jaringan berbasis paket [1].
2.9 Asterisk VoIP Server
Dalam merencanakan suatu jaringan VoIP kita harus memiliki suatu server yang berfungsi sebagai IP PBX. Pada skripsi ini akan membahas software Asterisk
sebagai software IP PBX. Asterisk merupakan salah satu software VoIP server
yang merepresentasikan sebuah wildcard dibanyak komputer dan bersifat open source. Asterisk dikembangkan untuk memenuhi semua tuntutan aplikasi
telephony[1].
2.9.1 Komponen Dasar Asterisk VoIP Server
Asterisk VoIP Server memiki beberapa komponen dasar yaitu [1] :
a. Data Account, terdiri atas dua komponen yaitu : Ekstension dan
TrunkEkstension merupakan data account yang digunakan oleh extension
agar terhubung dengan IP PBX. Ekstension disini merupakan sebuah nama atau nomor yang merepresentasikan user IP PBX. Trunk merupakan data
b. Dial Plan merupakan aturan dial yang dimanfaatkan oleh extension untuk menghubungi ekstension atau trunk atau sebaliknya.
2.10 Codec
Coding/Decoding yang mana merupakan otak dari system. Dan keberhasilan dari komunikasi visual sangatlah tergantung dari perangkat ini. Gambar 2.11 memperlihatkan beberapa model codec[14].
Gambar 2.11 Beberapa Model Codec
Codec merupakan sebuah proses mengubah data suara yang dikonfersikan dalam bentuk data digital dan kemudian ditransmisikan dan dikembalikan lagi kebentuk data suara ketika sampai ketujuan. Codec digunakan untuk penghematan
bandwith. Codec tersedia dalam bentuk open source dan non-open source.
Codec dengan bandwidth terboros adalah G.711, menghabiskan bandwidth sekitar 87 kbps. Sebaliknya, codec yang paling hemat dan umum digunakan adalah G.723.1, menghabiskan bandwidth sekitar 22 kbps. Codec lain yang umum digunakan karena suaranya yang lebih jernih dari pada G.723.1, tetapi bandwidth-nya jauh lebih kecil dibanding G.711 adalah G.729. Codec ini menghabiskan bandwidth sekitar 24 kbps. Adapun codec lain yang umum dan gratis adalah GSM dan iLBC yang menghabiskan bandwidth sekitar 29 – 31 kbps.Tabel 2.5 menunjukkan perbandingan bit rate codec [15].
Tabel 2.5 Perbandingan Bit Rate Codec
CODEC Algoritma Bit Rate (Kbps)
ITU G.721 PCM (Pulse Code ITU G.726 ADPCM (Adaptive
Differential Pulse Code
ITU G.729 CS-ACELP (Conjugate Structure Algebraic – Code
Excited Linear Prediction)
8
GSM – Full Rate RPE-LTP(Regular Pulse Excitation Long – term
Prediction)
13
GSM – Enchanced Full ACELP (Algebraic Code Excited Linear Prediction)
Speex CELP (Code Excited Linear Prediction)
2.15 – 44.2
2.11 Wireless LAN
Wireless LAN atau jaringan LAN tanpa kabel adalah suatu bentuk jaringan komputer yang menghubungkan komputer dengan komputer atau komputer dengan piranti lainnya tanpa menggunakan kabel sebagai media transmisinya.
Tabel 2.6 Spesifikasi standar 802.11
2.11.1 Perangkat Wireless LAN
Perangkat yang perlu digunakan untuk merencakan jaringan Wireless LAN (WLAN) adalah sebagai berikut[17]:
1. Server (Sumber data), berfungsi sebagai sumber daya bersama (shared resources) dan sebagai pusat pengontrol pengaksesan dari wireless client
2. Wireless Client, merupakan pengguna akhir (end user) yang dapat mengakses sumber data secara bersama-sama, misalnya printer WiFi, camera WiFi, handphone WiFi, dan sebagainya.
3. Access point (AP), merupakan antarmuka sumber data (server) dengan media transmisi yang dapat melayani wirelessclient dengan luasan daerah tertentu. Dapat dianalogikan dengan hub/switch pada LAN. AP berfungsi untuk menerima, melakukan buffer, dan mengirimkan data antar WLAN (Wireless LAN).
a) DHCP Server
DHCP (Dynamic Host Control Protocol) adalah protokol yang digunakan untuk keperluan alokasi IP address secara otomatis, sehingga penggunaan komputer client tidak memerlukan konfigurasi IP address secara manual.
b) Firewall
Firewall merupakan perangkat lunak untuk keperluan keamanan. Biasanya digunakan untuk mengatur akses keluar masuk jaringan lokal.
c) NAT
NAT (Network Address Translation) merupakan suatu teknik yang memungkinkan komputer-komputer dengan IP address private atau lokal tetap dapat mengakses internet (IP public). NAT banyak digunakan pada kantor-kantor atau warung internet yang alokasi IP address public-nya terbatas.
d) ADSL atau Dial up Modem
Access Point tertentu ada yang memiliki fitur sebagai modem, sehingga akses internet via provider internet dapat dilakukan tanpa bantuan modem tambahan.
e) Wireless Bridge
Access Point dengan fitur seperti ini dapat digunakan untuk menghubungkan suatu jaringan wireless dengan jaringan wireless lainnya.
prinsipnya sama dengan perangkat yang dipakai pada teknologi LAN konvensional, PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) yang memilki fungsi membuat end user dapat melakukan akses terhadap jaringan. Dapat dianalogikan dengan Ehernet Card pada LAN.
5. Antena, berfungsi untuk memancarkan sinyal dari pemancar ke penerima.
2.11.2 Topologi
Sebuah WLAN dapat dibangun menggunakan 2 topologi, yaitu [18]: 1) Infrastucture (Infrastuktur) atau Managed
Pada topologi infrastuktur menggunakan suatu piranti wireless yang disebut
Access Point (AP) yang berfungsi sebagai sentral atau pengatur traffic network.
Topologi WLAN infrastruktur dapat dilihat pada Gambar 2.12[19]. Jika ada piranti wireless lain masuk dalam jangkauan Wireless AP,maka akan dapat saling berkomunikasi layaknya jaringan berkabel. Topologi ini cocok untuk membangun
WLAN berukurang sedang dan besar.
2) Ad-Hoc atau Unmanaged
Pada topologi Ad-Hoc hanya terdiri dari dua atau lebih piranti wireless yang berkomunikasi secara langsung satu sama lain sehingga tidak diperlukan AP.
Gambar 2.13 memperlihatkan Topologi Ad-Hoc Networking. Setiap komputer dapat terhubung secara peer to peer. Topologi ini cocok digunakan untuk menghubungkan beberapa buah komputer saja, karena tidak ada stuktur tertentu dalam jaringan tersebut dan tidak ada titik yang tetap sehingga piranti dapat berkomunikasi langsung dengan piranti lainnya.
Gambar 2.13 Topologi Ad-Hoc Networking
Kedua topologi WLAN tersebut mirip dengan bentuk topologi Star dan Bus.