INTEGRASI OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) UNTUK
MENINGKATAN EFEKTIFITAS MESIN HAMMER MILL D I P T . S A L I X B I N T A M A P R I M A
TUGAS SARJANA
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik
Oleh
Nalendro Kertiyoso Irsan NIM. 110423026
P R O G R A M P E N D I D I K A N S A R J A N A E K S T E N S I
D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I
F A K U L T A S T E K N I K
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas karunia-Nya yang telah memberikan pengetahuan, pengalaman, kekuatan dan kesempatan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan Tugas Sarjana dengan judul “Integrasi Overall Equipment Effectiveness dan Failure Mode and Effect
Analysis untuk Meningkatkan Efektivitas Mesin Hammer Mill di PT. Salix Bintama Prima” ini pada waktunya.
Tugas Sarjana ini disusun berdasarkan Buku Pedoman Tugas Sarjana Program Pendidikan Sarjana Ekstensi Tahun 2013. Penulis berharap Tugas Sarjana ini dapat berguna dan menambah pengetahuan bagi pembaca. Penulis juga menyadari bahwa Tugas Sarjana ini masih mengalami kekurangan sehingga diharapkan saran dari berbagai pihak demi kesempurnaan Tugas Sarjana ini.
Akhir kata, terima kasih penulis ucapkan dan semoga Tugas Sarjana ini dapat bermanfaat untuk semua pihak.
Medan, Mei 2015
UCAPAN TERIMAKASIH
Dalam menyelesaikan laporan Tugas Sarjana ini, banyak pihak yang telah membantu, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1. Ibu Ir. Khawarita Siregar, MT, selaku Ketua Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Ir. Ukurta Tarigan, MT, selaku Sekretaris Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara dan selaku dosen pembimbing II yang selalu memberikan bimbingan dan petunjuk serta nasihat yang sangat berarti.
3. Ibu Ir. Rosnani Ginting, MT selaku Koordinator Tugas Sarjana atas arahan yang diberikan.
4. Ibu Ir. Elisabeth Ginting, MSi selaku dosen pembimbing I yang memberikan kontribusi dalam penyelesaian Tugas Sarjana ini.
5. Pihak PT. Salix Bintama Prima yaitu Bapak Matseh Kosasih selaku direktur, serta karyawan perusahaan Bapak Hariono, Bapak Anwar dan Bapak Marlianto atas bantuan dan kesempatan yang diberikan untuk melakukan penelitian di perusahaan tersebut.
6. Kedua orang tua penulis, Erwanto Indroyono Irsan dan Sri Budiasih, yang
tidak pernah berhenti mendukung dan mendo’akan penulis, serta saudara
kandung penulis, mas Bhaskoro, mas Dito, dan adik Ayu.
I-2
8. Teman-teman dekat penulis yakni Opunk (Rio), Kasino (Syafi’i), Maksum, M.Reza, Niko, Nauli, Ijul, Josua, Bang Salem (M.Taufik), Peyek (Adrian), Rolandy, Kiteng (Rian), bang Jefri serta teman-teman Mahasiswa Teknik Ekstensi yang tidak bisa penulis sebutkan namanya satu persatu.
9. Seluruh Mahasiswa Teknik Industri Ekstensi USU, Stambuk 2011, 2010, dan 2012.
10.Pegawai di Departemen Teknik Industri, Bang Nurman, Bang Mijo, Kak Dina, Kak Ani, Bang Ridho, Kak Rahma, Bang Kumis dan Kak Mia serta staf pengajar atas bantuan dan tenaga yang telah diberikan dalam memperlancar penyelesaian Tugas Sarjana ini
Semoga dengan dibuatnya Tugas Sarjana ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang memerlukan, akhir kata penulis mengucapkan terimakasih dan mohon maaf jika ada kesalahan maupun kekurangan dalam penulisan Tugas Akhir ini. Semoga Tugas Akhir ini bermanfaat bagi kita semua.
Medan, Maret 2015
DAFTAR ISI
BAB HALAMAN
LEMBAR JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
SERTIFIKAT EVALUASI TUGAS SARJANA KEPUTUSAN SIDANG KOLOKIUM
KATA PENGANTAR ... i
UCAPAN TERIMAKASIH ... ii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR TABEL ... ix
DAFTAR GAMBAR ... xi
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
BAGIAN I LAPORAN PABRIK
I-2
DAFTAR ISI (LANJUTAN)
BAB HALAMAN
II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... I-1 II 2.1. Sejarah Perusahaan ... II-1
2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha ... II-1 2.3. Lokasi Perusahaan ... II-2 2.4. Organisasi dan Manajemen ... II-2 2.5. Tenaga Kerja dan Sistem Pengupahan ... II-4 2.5.1. Tenaga Kerja ... II-4 2.5.2. Jam Kerja ... II-4 2.5.3. Sistem Pengupahan ... II-5 2.6. Proses Produksi ... II-7 2.6.1. Bahan yang Digunakan ... II-7 2.6.2. Uraian Proses Produksi ... II-8 2.7. Utilitas ... II-13 2.8. Safety and Fire Protection ... II-14 2.9. Pengolahan Limbah ... II-15
DAFTAR ISI (LANJUTAN)
BAB HALAMAN
3.3. Jenis – Jenis Maintenance ... III-3 3.3.1. Planned Maintenance (Pemeliharaan Terencana) ... III-3 3.3.2. Unplanned Maintenance (Pemeliharaan Tidak Terencana) ... III-5 3.3.3. Autonomous Maintenance (Pemeliharaan Mandiri) ... III-6 3.4. Analisis Produktivitas Mengenai Six Big Losses (Enam Kerugian
Besar ... III-6 3.5. Overall Equipment Effectiveness (OEE) ... III-8 3.6. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) ...III-11 3.7. Penentuan Mode Kegagalan yang Potensial pada Setiap Proses ...III-12 3.7.1. Severity (Keparahan) ...III-13 3.7.2. Occurance (Frekuensi Kejadian) ...III-14 3.7.3. Detection (Deteksi) ...III-14 3.8. Menghitung Nilai RPN (Risk Priority Number) ...III-16
I-4
DAFTAR ISI (LANJUTAN)
BAB HALAMAN
4.6. Metode Pengolahan Data ... IV-4 4.7. Analisis Data ... IV-8
V PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA ... V-1 5.1. Pengumpulan Data ... V-1 5.2. Pengolahan Data ... V-5 5.2.1. Perhitungan Availability ... V-6 5.2.2. Perhitungan Performance efficiency ... V-7 5.2.3. Perhitungan Rate of Quality ... V-10 5.2.4. Perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) ... V-12 5.2.5. Perhitungan OEE Six Big Losses ... V-13 5.2.5.1. Perhitungan Downtime ... V-13 5.2.5.2. Perhitungan Speed Losses ... V-16 5.2.5.3. Perhitungan Defect Losses ... V-19 5.2.6. Diagram Pareto ... V-22 5.2.7. Cause and Effect Diagram ... V-23 5.2.8. Failure Mode and Effect Analysis ... V-30
DAFTAR ISI (LANJUTAN)
BAB HALAMAN
6.1.1. Analisis Perhitungan Overall Equipment Effectiveness... VI-1 6.1.2. Analisis Perhitungan OEE Six Big Losses ... VI-2 6.2. Analisis Diagram Pareto... VI-3 6.3. Analisis Cause and Effect Diagram ... VI-3 6.4. Analisis Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) ... VI-4
VII KESIMPULAN DAN SARAN ...VII-1 7.1. Kesimpulan ... VII-1 7.2. Saran ... VII-2
I-1 3.2. Penentuan Nilai Occurance ... III-14 3.3. Penentuan Nilai Detection ... III-15 5.1. Data Waktu Kerusakan (Breakdown) Mesin Hammer Mill Periode
Januari 2014 – Desember 2014 ... V-2 5.7. Perhitungan Performance Efficiency Ratio Periode Januari 2014 –
DAFTAR TABEL (Lanjutan)
TABEL HALAMAN
5.9. Perhitungan Overall Equipment Effectiveness Periode Januari
2014 – Desember 2014 ... V-12 5.10. Breakdown Losses pada Mesin Hammer Mill Periode Januari
2014 – Desember 2014 ... V-14 5.11. Setup and Adjustment Losses pada Mesin Hammer Mill Periode
Januari 2013 – Desember 2014 ... V-15 5.15. Rekapitulasi Perhitungan Six Big Losses Mesin Hammer Mill
Periode Januari 2014 – Desember 2014 ... V-21 5.16. Persentase Kerugian Kumulatif ... V-22 5.17. Pengalaman Kerja dan Pelatihan Operator Mesin Chipper ... V-27 5.18. Identifikasi Penyebab Breakdown Losses di Mesin Hammer Mill .... V-27 5.19. Identifikasi Penyebab Reduced Speed Lossses di Mesin Hammer
I-3
DAFTAR TABEL (Lanjutan)
TABEL HALAMAN
DAFTAR GAMBAR
GAMBAR HALAMAN
I-1
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN HALAMAN
ABSTRAK
PT. Salix Bintama Prima merupakan produsen wood pellet. Mesin produksi yang digunakan akan mengalami kerusakan dan penurunan kinerja seiring dengan semakin bertambahnya usia mesin. Penerapan metode perbaikan yang tepat dapat memperpanjang usia mesin sehingga tingkat efektivitas mesin meningkat. Pengukuran efektivitas mesin dapat diketahui dengan menggunakan metode OEE. OEE merupakan formula matematis berupa perkalian availability,
performanceefficiency dan rateofquality. Objek dalam penelitian ini yaitu mesin
hammer mill yang merupakan mesin penumbuk serbuk gergaji. Hasil pengukuran efektivitas menunjukan bahwa rata-rata nilai availability yaitu 81.94%,
performance efficiency 85.08% dan rate of quality 100% sehingga nilai OEE yaitu 69.71%. Nilai OEE tersebut belum memenuhi syarat standar OEE ideal yakni sebesar 85%. Kemudian dilakukan perbaikan dengan mengukur six big losses
untuk mengetahui kontribusi masing-masing losses. Hasil pengukuran menunjukan bahwa breakdownlosses memiliki pengaruh terbesar pada efektivitas kemudian disusul dengan reduced speed losses. Berdasarkan analisis dengan menggunakan FMEA didapat nilai RPN terbesar untuk kategori breakdown losses
yaitu 384 pada jenis kegagalan vibrasi terlalu tinggi dan untuk kategori reduced speed losses yaitu 150 pada jenis kegagalan kecepatan mesin berkurang. Penanggulangan kegagalan pada vibrasi terlalu tinggi yaitu melakukan perawatan berupa preventive maintenance secara berkala setiap seminggu sekali, sedangkan untuk kecepatan mesin berkurang harus diatasi dengan memastikan kualitas bahan baku sesuai standar memperbaiki proses penjemuran bahan baku.