• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PELAKSANAAN DAN KEGIATAN PEMBANGUNAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "METODE PELAKSANAAN DAN KEGIATAN PEMBANGUNAN"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

METODE PELAKSANAAN

KEGIATAN : PEMBANGUNAN LEONING BETON KECAMATAN SIAK

PEKERJAAN : PEMBANGUNAN LEONIG BETON SUAK SANTAI ARAH JALAN SAPTA TARUNA

UMUM

Setelah mempelajari dokumen lelang serta mempelajari bestek/gambar dan berita acara Aanwidzjing, maka kami mencoba membuat metoda pelaksanaan, karena salah satu syarat teknis untuk penawaran pekerjaan tersebut diatas. Untuk memenuhi persyaratan Usulan Teknis dalam penawaran yang kami ajukan, yang kami susun berdasarkan aturan-aturan pelaksanaan pekerjaan yang dipersyaratkan dalam Bestek, Gambar Kerja.

Dalam Metoda Pelaksanaan Pekerjaan ini, kami menguraikan/menjelaskan langkah-langkah yang akan kami lakukan dalam melaksanakan atau penyelesaian pekerjan tersebut diatas. Meliputi tenaga kerja, material dan peralatan serta teknis pelaksanaan pembangunan dan waktu pengerjaannya selama maksimal 180 hari kalender.

PENGERTIAN, MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan pembangunan Pembangunan Leonig Beton Suak Santai Arah Jalan Sapta Taruna adalah :

1. Meningkatkan fungsi saluran dari sebelumnya saluran alam (tanah) menjadi saluran yang lebih bersifat permanen.

2. Mengoptimalkan fungsi saluran untuk menampung debit air yang baik yang berasal dari kawasan perumahan masyarakat sekitar maupun dari limpasan air.

3. Memperindah dan menjaga estetika kecamatan siak khususnya di lokasi desa suak lanjut.

(2)

PENGENALAN TERHADAP LOKASI KEGIATAN

Lokasi pekerjaan ini berada di kecamatan siak tepatnya di desa suak lanjut yang mana lokasi pekerjaan berada Di Daerah SUak Santai Menuju kearah Sapta Taruna.

Pekerjaan ini di desian menggunakan Cercucuk diameter 10 -15 cm ini disebabkan keadaan atau kondisi tanah pada lokasi pekerjaan ini agak lunak sehingga memerlukan perkuatan pondasi bawah menggunakan kayu cerucuk tersebut. Atau guna menstabilkan tanah lunak dan mengurangi penurunan total dan deformasi lateral serta meningkatkan stabilitas pondasi baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Gambar sket lokasi secara kasar

I. PEKERJAAN PERSIAPAN

Sebelum memulai pekerjaan utama, kegiataan awal yang dilakukan adalah mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan kondisi dan karakteristik lokasi pekerjaan dalam rangka penyusunan rencana kerja, untuk menjamin kelancaran pekerjaan.

adapun langkah-langkah yang dilaksanakan sebagaimana berikut :

1. PENINJAUAN KONDISI LAPANGAN PROYEK

1.1. peninjauan kondisi lapangan untuk memastikan ketepatan informasi dari gambar yang ada.

pekerjaan ini meliputi :

(3)

1.2. mengidentifikasi kondisi lapangan yang belum tercantum dalam gambar.

2. PAPAN NAMA PROYEK

Papan nama proyek dibuat sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan, didirikan pada tempat yang mudah dilihat umum, memuat antara lain: nama proyek, pemilik proyek, lokasi proyek, jumlah biaya (kontrak), nama pelaksana, konsultan pengawas dan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan.

Tulisan yang tercantum adalah sebagai berikut : a. Nama Proyek/Kegiatan

b. Nama Pekerjaan

c. Jangka Waktu Pelaksanaan d. Konsultan Pengawas e. Kontraktor / Pelaksana f. Waktu Mulai Pelaksanaan

g. Bentuk dan ukuran akan dibuat setelah disetujui oleh pihak owner/ direksi.

Pekerjaan dimulai : Awal Minggu Pertama bulan Pertama Pekerjaan berakhir : Akhir Minggu Pertama bulan Pertama Lama Pekerjaan : 1 Minggu

Personil yang dibutuhkan : Pekerja, 1 orang

3. Mobilisasi / Demobilisasi

Mobilisasi merupakan pekerjaan untuk mendatangkan seluruh

peralatan,tenaga kerja, fasilitas-fasilitas kontraktor dan pengawas

yang digunakan untuk melaksanakan dan mendukung pekerjaan di lokasi

kerja. Sedangkan demobilisasi merupakan pekerjaan untuk

mengembalikan seluruh peralatan yang telah dimobilisasi ke tempat

penyimpanan semula.

a. Mobilisasi

Pekerjaan mobilisasi merupakan pekerjaan untuk mendatangkan tenaga

kerja, alat-alat kerja, perlengkapan-perlengkapan kegiatan di

lokasi pelaksanaan pekerjaan.

Pekerjaan ini meliputi :

1. Sewa Tanah

2. Base Camp

(4)

4. Papan Nama Proyek

Pekerjaan dimulai : Awal Minggu Pertama bulan Pertama

Pekerjaan berakhir : Akhir Minggu Pertama bulan Pertama

Lama Pekerjaan : 1 Minggu

b. Demobilisasi

Pekerjaan ini meliputi, pembongkaran tempat kerja, pembersihan

akhir, pemindahan instalasi dan perlengkapan dan pengembalian alat

dari tempat kerja ke lokasi penyimpanan sehingga lokasi kerja

bersih dari segala bentuk sampah hasil dari pekerjaan. Pekerjaan

ini dilakukan setelah keseluruhan pekerjaan telah selesai

dilaksanakan.

Pekerjaan dimulai : Awal Minggu Keempat bulan Keenam

Pekerjaan berakhir : Akhir Minggu Keempat bulan Keenam

Lama Pekerjaan : 1 Minggu

4. PEMBERSIHAN LAHAN ATAU LOKASI PEKERJAAN

Tahap awal dalam tahapan pelaksanaan pembangunan adalah pekerjaan pembersihan lahan atau lokasi pekerjaan. Mengingat area yang akan dibangun pada umumnya masih dalam keadaan belum layak bangun, pekerjaan ini meliputi pembersihan lahan dari rumput-rumput liar yang mengganggu dan bebatuan non-konstruktif. Pekerjaan pembersihan lahan meliputi keseluruhan area yang akan dibangun (keseluruhan persil/ bagian tanah yang akan digunakan) berikut pekarangannya.

5. PEMBUATAN PAGAR PENGAMAN PROYEK.

(5)

5. PEMBUATAN DIREKSI KEET, BEDENG DAN GUDANG

Pembuatan direksi keet, bedeng dan gudang merupakan kegiatan pertama yang dilakukan setelah pembersihan lahan yang berfungsi sebagai kantor lapangan (site office) dalam pengendalian dan pengawasan bahan, peralatan dan tenaga kerja berikut tempat penyimpanan bahan dan peralatan serta tempat peristirahatan pekerja. Luasnya bangunan disesuai dengan kebutuhan atau sesuai dengan gambar.

Direksi keet, bedeng dan gudang hanya dibuat sementara (hanya pada proses pelaksanaan pembangunan) sehingga tempat yang digunakan sebaiknya sesederhana dan se-efesien mungkin kecuali ditentukan lain.

Penempatan direksi keet dan gudang harus diatur sebagaimana mestinya, dengan tidak menghilangkan keterkaitan fungsi yang akan menghambat pelaksanaan pekerjaan.

7. LISTRIK DAN AIR KERJA

Untuk memperlancar proses pekerjaan ini, pemborong akan menyediakan listrik untuk keperluan pekerjaan perkantoran maupun pekerjaan di lapangan. Selain itu pemborong juga akan menyediakan air baik untuk memenuhi kebutuhan pekerja di perkantoran maupun pekerjaan di lapangan yang membutuhkan air.

8. PENGUKURAN DAN PEMASANGAN BOUWPLANK.

Kegiatan pengukuran dan pemasangan bouwplank merupakan kegiatan awal yang sangat menentukan akurasi atau ketepatan desain awal bangunan. Pengukuran dan penentuan tempat bangunan dilakukan oleh tenaga ahli dengan menggunakan alat ukur sesuai dengan pola desain perencanaan.

7.1. Pengukuran

- Letak pondasi dan kedudukan bangunan disesuaikan dengan detail dan gambar kerja.

- Pengukuran dilakukan mempergunakan alat ukur apabila lokasi pekerjaan telah bersih.

- pemasangan bouwplank diambil ± 0.50 dari peil 0.00 untuk pemasangan titik mati “bench mark” (bm) juga diambil ± 0.50 dengan jumlah patok minimal 2 titik mati.

(6)

Untuk menandai hasil pengukuran tersebut, diperlukan pemasangan bouwplank.

7.2.Pemasangan bouwplank

- Bouwplank terbuat dari papan 2/20 diserut/diketam pada sisi sebelah atas dan kaso 5/7 cm serta paku kecuali ditentukan lain. - Bagian atas dari papan bouwplank harus waterpass (horizontal dan

siku).

- pemasangan bouwplank diletakkan kurang lebih 1 sampai dengan 2 meter dari sisi luar galian atau diletakkan pada posisi yang dirasa aman terutama akibat galian pondasi.

- tiang bouwplank dipasang sebanyak 4 tiang untuk setiap bouwplank, serta ditanam ke dalam tanah maksimal sedalam 1 meter.

Fungsi dari bouwplank adalah :

- untuk memindahkan titik ukuran suatu bangunan. - untuk membuat dan menarik sumbu dinding bangunan. - unuk pedoman titik as.

- untuk menentukan garis - garis pondasi.

- sebagai pedoman penggalian tanah untuk pondasi

Jangka waktu pelaksanaan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan adalah selama 2 minggu.

Personil yang dibutuhkan :

 Pelaksana

(7)

 Juru gambar

 Logistik

 Administrasi

 Pekerja

 Tukang

 Kepala tukang

 Mandor

Peralatan yang dipergunakan :

 Theodolit

 Meteran

 Waterpass

 Siku

 Palu

 Gergaji

II. PEKERJAAN UTAMA

1. PEKERJAAN KIST DAM

Untuk mengamankan pelaksanaan pembangunan leoning beton, dilakukan pembuatan kistdam. Kistdam merupakan bangunan pembendungan sementara selama pelaksanaan pekerjaan leoning beton dengan maksud agar pelaksanaan pekerjaan tidak terganggu.

Untuk mengamankan pekerjaan dibawah air dibuat kisdam, dan dilakukan pengeringan dengan menggunakan pompa air. Pemasangan kisdam harus dilakukan secermat mungkin agar rembesan ari sekecil mungkin pada saat pengecoran.

Proses pekerjaan kistdam yaitu :

 Sebelum melakukan pekerjaan galian terlebih dahulu membuat kist dam untuk mengantisipasi terjadinya pasang surut

terutama lokasi dekat sungai kemudian dilakukan pekerjaan

galian tanah dengan menyesuaikan dengan peil-peil pondasi

yang tertera pada gambar dengan memberikan space untuk ruang

gerak tenaga kerja dalam melakukan galian.

 Kontruksi Kist Dam terdiri dari bahan kayu bulat, papan, plastic dan timbunan tanah. Konstruksi Kist Dam disesuaikan

(8)

Jangka waktu pelaksanaan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan adalah selama 3 minggu.

Personil yang dibutuhkan :

 Pelaksana

 Juru ukur

 Juru gambar

 Logistik

 Administrasi

 Pekerja

 Tukang

 Kepala tukang

 Mandor

Peralatan yang dipergunakan :

 Theodolit

 Meteran

 Waterpass

 Siku

 Palu

 Gergaji

2. PEKERJAAN GALIAN TANAH

(9)

Dasar galian harus mencapai tanah keras, dan jika pada galian terdapat akar-akar kayu, kotoran-kotoran dan bagian-bagian tanah yang longgar (tidak padat), maka bagian ini harus dikeluarkan seluruhnya kemudian lubang diisi dengan pasir urug kemudian dasar tanah dipadatkan. Tanah hasil galian ditempatkan diluar dan agak jauh dari lobang galian agar tidak mengganggu pekerjaan.

Dimensi dan panjang galian berpedoman pada ukuran gambar dan gambar detail bangunan, dengan memperhatikan toleransi ukuran untuk memudahkan pekerjaan plesteran pada pondasi.

Tahap-tahap pekerjaan galian tanah yaitu :

- menentukan as pondasi dengan menggunakan benang, dari hasil persilangan benang ditetapkan sebagai as pondasi (dengan bantuan bouwplank).

- pekerjaan galian tanah untuk tempat pondasi sesuai dengan kebutuhan dimensi pondasi dan kedalaman galian sesuai dengan spesifikasi dan gambar.

- tebing dinding galian tanah dibuat dengan perbandingan 5:1 untuk jenis tanah yang kurang baik dan untuk jenis tanah yang stabil dapat dibuat dengan perbandingan 1:10 atau dapat juga dibuat tegak lurus permukaan tanah.

- dalamnya suatu galian tanah ditentukan oleh kedalaman tanah padat/ tanah keras dengan daya dukung yang cukup kuat, min 0,5 kg/cm2

.

- bila tanah dasar masih kurang baik, dengan daya dukung yang kurang dari 0,5 kg/cm2

(10)

- dasar tanah dipadatkan dengan memperhatikan kadar air tanah guna memperbaiki kuat geser tanah, mengurangi kompresibitas, permeabilitas dan sifat kembang susut tanah.

Jangka waktu pelaksanaan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan adalah selama 3 minggu.

Personil yang dibutuhkan :

 Pelaksana

 Juru ukur

 Juru gambar

 Logistik

 Administrasi

 Pekerja

 Tukang

 Kepala tukang

 Mandor

Peralatan yang dipergunakan :

 Theodolit

 Waterpass

 Siku

 meteran

 benang

 palu

 paku

 cangkul

 sekop

 ember

 alat tumbuk (tamper/ ramper)

3. PEKERJAAN CEROCOK

Pekerjaan cerocok kayu dalam maksud memberi pembayaran-pembayaran untuk kegiatan pemancangan kayu dibawah permukaan pondasi lantai bangunan leoning. Pancangan kayu tersebut dimaksud untuk memperkuat daya dukung konstruksi yang ada diatasnya dengan mengandalkan Jumlah Hambatan Pelekat .

(11)

Pemancangan cerocok kayu digunakan sebagai pendukung beban dari atas sangat dalam yang memenuhi syarat.

 Pekerjaan cerocok kayu dia. 10-15cm yang berfungsi sebagai pembantu pondasi untuk mencapai daya dukung tanah terhadap konstruksi.

 Kayu yang digunakan untuk pekerjaan cerocok ini adalah kayu bulat dengan ukuran diameter 10-15cm dengan panjang tiap batangnya 4s/d5m

 Jenis kayu yang dipergunakan adalah kayu klas II yang biasa digunakan untuk kontruksi terendam air.

 Kayu harus ditanam sesuai dengan kedalaman yang ditetapkan.

Tahap – tahap pekerjaan pondasi tiang pancang yaitu :

- Sebelum pekerjaan pemancangan dilakukan, kayu cerocok harus diperiksa terlebih dahulu sebelum dipancang untuk memastikan bahwa kayu cerocok tersebut memenuhi ketentuan dari bahan, diameter dan kedalaman serta toleransi yang diijinkan. - Pemasangan kayu cerocok harus dalam keadaan lurus, tidak

(12)

- Kayu cerocok dipasang dengan cara dipancang atau ditekan dengan menggunakan alat pancang/tekan.

Jangka waktu pelaksanaan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan adalah selama 1 minggu.

Personil yang dibutuhkan :

 Pelaksana

 Juru ukur

 Juru gambar

 Logistik

 Administrasi

 Pekerja

 Tukang

 Kepala tukang

 Mandor

Peralatan yang dipergunakan :

 Hammer/stamper

 Katrol Hidrolik

 Meteran

 Segi tiga siku-siku

 Palu

 Benang

 Besi pemberat

 Cangkul

 Sekop

 Gerobak sorong

4. PEKERJAAN BETON B-1 LANTAI KERJA

Pekerjaan pengecoran lantai kerja berfungsi sebagai kedudukan pasangan pondasi setempat, pondasi lajur dan lain-lain. Pengecoran lantai kerja dilakukan dengan campuran dan ketebalan yang sesuai dengan spesifikasi dan gambar.

 Pekerjaan beton B-1 dimaksud untuk memberi pembayaran mencakup pekerjaan untuk lantai kerja sesuai dengan gambar rencana.

(13)

 Bahan pasir dan kerikil yang digunakan harus sesuai dengan SKSNI-S-04-1989-F : 6.1

 Semua air yang digunakan untuk pekerjaan beton harus bebas dari Lumpur dan bahan organik lainnya, dan sesuai dengan SKSNI-S-04-1989-F : 4.1

 Alat pengaduk beton harus memakai mesin pengaduk atau lainnya, dan yang disetujui oleh direksi.

Tahap-tahap pekerjaan pengecoran lantai beton yaitu :

4.1. Mengukur kembali as untuk lantai beton sesuai dengan gambar rencana.

4.2. Membuat bekisting untuk pengecoran lantai beton.

Bekisting (formwork) adalah konstruksi bantu/ cetakan yang bersifat sementara yang digunakan untuk menahan beton selama beton dituangkan, dibuat sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang ditetapkan spesifikasi dan gambar. Tahap-tahap pekerjaan bekisting yaitu :

4.2.1. Pabrikasi bekisting

Pabrikasi bekisting dibuat kokoh (kuat), rapat (agar tidak bocor), mudah untuk penyetelan dan pembongkaran dengan ketelitian (presisi) ukuran (siku, lurus, dimensi tepat) sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran, yang ditetapkan spesifikasi dan gambar.

4.2.2. Pemasangan bekisting

- Membersihkan permukaan bekisting dari kotoran seperti serbuk gergaji, potongan-potongan kayu, tanah dan lain-lain.

- Melapisi permukaan bagian dalam bekisting dengan minyak bekisting.

- Pemasangan bekisting pada tempat yang telah diberi tanda.

4.3. Pengecoran lantai beton

Sebelum dilakukan pengecoran, perlu dilakukan kontrol kualitas yang terdiri atas beberapa tahap yaitu :

4..3.1 Sebelum pengecoran. Sebelum pengecoran dilakukan kontrol kualitas terhadap posisi dan kondisi bekisting. 4.3.2 Pada saat pengecoran. Pada saat berlangsungnya

(14)

4.3.3. Pekerjaan pengecoran. Pengecoran dilakukan secara langsung dan menyeluruh yaitu dengan menggunakan concrete pump truck. Pengecoran yang berhubungan dengan sambungan selalu didahului dengan penggunaan bahan bonding agent.

4.3.4. Pekerjaan curing. Curing dilakukan sehari (24 jam) setelah pengecoran selesai dilakukan dengan dibasahi air dan dijaga/ dikontrol untuk tetap dalam keadaan basah. Pekerjaan kontrol kualitas ini akan dilakukan bersama-sama dengan konsultan pengawas untuk selanjutnya dibuat berita acara pengesahan kontrol kualitas.

4.4. Meratakan hasil pengecoran yang telah di tuang dengan ruskam, sendok spesi hingga rata dan didapat ketebalan yang direncanakan.

Jangka waktu pelaksanaan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan adalah selama 7 minggu.

Personil yang dibutuhkan :

 Pelaksana

 Juru ukur

 Juru gambar

 Logistik

 Administrasi

 Pekerja

 Tukang

 Kepala tukang

 Mandor

Peralatan yang dipergunakan :

 Concrete mixer

 Concrete vibrator

 Gerobak sorong

 waterpass

 waterpump

 poly tank

 meteran

 gergaji

(15)

 benang

 cangkul

 sekop

 cetok

 raskam

 meteran

 gerobak sorong

 segi tiga siku-siku

 mesin ketam

5. PEKERJAAN PEMBESIAN

Pekerjaan pembesian dapat dilakukan sejak dari awal pelaksanaan proyek dikarenakan pekerjaan pembesian dapat dilakukan pada tempat lokasi yang berbeda dan tidak tergantung dengan item pekerjaan lainnya. Besi yang digunakan sesuai dengan persyaratan yang berlaku bebas dari kotoran, karat, dan bahan lainnya yang dapat mengurangi daya lekat beton terhadap besi. Diameter besi yang digunakan untuk pembesian disesuaikan dengan gambar detail pembesian yang tercantum dalam gambar bestek.

Fabrikasi besi beton

Fabrikasi di laksanakan dengan memperhatikan hal – hal sebagai berikut :

 jenis besi utama dan besi pembagi.

 diameter besi utama dan besi pembagi.

 jumlah pembesian utama.

(16)

 overlap / panjang penyaluran antar besi beton harus sesuai spesifikasi.

Penyetelan besi beton

Penyetelan pembesian pada struktur bangunan harus sesuai dengan gambar kerja yang telah di setujui. Penyetelan ini harus

memperhatikan hal – hal sebagai berikut :

 jenis dan jumlah besi beton.

 jarak tulangan sesuai gambar pelaksanaan.

 panjang penyaluran dan pengangkutan harus sesuai dengan persyaratan.

 pemberhentian besi beton harus benar.

 ikatan antar besi beton harus kuat.

 jarak antar lapisan besi beton harus benardan kuat (tidak melendut).

 beton decking terbentuk dengan benar.

 Besi tulangan yang digunakan sebelum dipasang harus bebas dari kotoran karat, minyak dan lapisan yang akan merusak atau mengurangi mutu. Apabila terjadi penundaan dalam pengecoran, besi tulangan harus diperiksa kembali dan dibersihkan bilamana perlu.

 Ukuran/diameter besi digunakan harus sesuai dengan gambar kerja yang telah direncanakan.

 Pembengkokan/pembentukan besi tulangan harus tepat menurut ukuran yang ditunjukkan pada gambar yang telah dilaksanakan oleh kontraktor.

(17)

Jangka waktu pelaksanaan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan adalah selama 12 minggu.

Personil yang dibutuhkan :

 Pelaksana

 Juru ukur

 Juru gambar

 Logistik

 Administrasi

 Pekerja

 Tukang

 Kepala tukang

 Mandor

Peralatan Yang Dipergunakan

 Meteran

 Gunting baja

 Pembengkok besi

 Meja membengkok

6. PEKERJAAN BETON K-175

Bahan-bahan untuk adukan beton harus dicampur dalam batch mixer atau “portable mixer”, tidak kurang dari 15 menit sesudah seluruh bahan-bahan (kecuali untuk air dengan jumlah yang penuh) didalam mixer. Waktu pengadukan ditambah apabila kapasitas mixer melalui 1,5 M3

.

Pekerjaan beton k-175 dilaksanakan apabila material yang dipergunakan sudah standby baik dari segi volume maupun kualitas material disamping itu juga pekerjaan pembesian yang telah dilaksanakan sebelumnya telah selesai difabrikasikan pada saat akan melakukan pengecoran.

Pekerjaan beton K-175 dimaksud untuk memberi pembayaran mencakup pekerjaan untuk lantai, dinding (lining) dan sheet pile serta pekerjaan beton lainnya yang tercantum dalam gambar rencana.

(18)

oleh laboratorium sebagai jaminan campuran yang sesuai dengan yang disyaratkan dan disetujui oleh pengguna jasa.

Semen yang dipakai adalah semen Portland sesuai dengan SKSNI-S-04-1989-F dan SH-0013-81

Bahan pasir dan kerikil yang digunakan harus sesuai dengan SKSNI-S-04-1989-F : 6.1

Semua air yang digunakan untuk pekerjaan beton harus bebas dari Lumpur dan bahan organik lainnya, dan sesuai dengan SKSNI-S-04-1989-F : 4.1

Alat pengaduk beton harus memakai mesin pengaduk atau lainnya, dan yang disetujui oleh direksi.

Sebelum pengecoran beton K-175 dilakukan, pastikan semua kondisi bekisting telah dipasang dengan baik sesuai dengan gambar detail.

Pekerjaan bekisting

Bekisting (formwork) adalah konstruksi bantu/ cetakan yang bersifat sementara yang digunakan untuk menahan beton selama beton dituangkan, dibuat sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang ditetapkan spesifikasi dan gambar.

Tahap-tahap pekerjaan bekisting yaitu :

pabrikasi bekisting

Pabrikasi bekisting dibuat kokoh (kuat), rapat (agar tidak bocor), mudah untuk penyetelan dan pembongkaran dengan ketelitian (presisi) ukuran (siku, lurus, dimensi tepat) sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran, yang ditetapkan spesifikasi dan gambar.

Pabrikasi bekisting meliputi :

 pemasangan kaso horizontal 5/7 cm pada sisi samping bawah papan bekisting

 memasang penguat 5/7 cm pada bekisting agar dapat menahan gaya tekan ke arah luar yang diakibatkan oleh berat bahan adukan yang dituangkan.

 pemasangan klos pengikat 2/3 cm

Pemasangan bekisting

(19)

 melapisi permukaan bagian dalam bekisting dengan minyak bekisting

 bekisting diletakkan pada tempat yang telah diberi tanda

 pemasangan pasak 5/7 cm

 pemasangan penopang/ penyangga 5/7 cm di salah satu sisi bekisting kemudian dipaku ke pasak.

Peralatan yang dipergunakan :

 meteran

 segi tiga siku-siku

 gergaji

 palu

 benang

 besi pemberat

Pekerjaan kontrol kualitas.

Sebelum dilakukan pengecoran, perlu dilakukan kontrol kualitas yang terdiri atas dua tahap yaitu :

Sebelum pengecoran.

Sebelum pengecoran dilakukan kontrol kualitas terhadap :

 Posisi dan kondisi bekisting.

 Posisi dan penempatan pembesian.

 Jarak antar tulangan.

 Panjang penjangkaran.

 Ketebalan beton decking.

 Ukuran baja tulangan yang digunakan.

 Posisi penempatan water stop

Pada saat pengecoran.

Pada saat berlangsungnya pengecoran, campuran dari concrete mixer truck diambil sampelnya. Sampel diambil menurut ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi. Pekerjaan kontrol kualitas ini akan dilakukan bersama-sama dengan konsultan pengawas untuk selanjutnya dibuat berita acara pengesahan kontrol kualitas.

(20)

Pengecoran dilakukan secara langsung dan menyeluruh yaitu dengan menggunakan concrete pump truck. Pengecoran yang berhubungan dengan sambungan selalu didahului dengan penggunaan bahan bonding agent.

Pekerjaan curing

Curing dilakukan sehari (24 jam) setelah pengecoran selesai dilakukan dengan dibasahi air dan dijaga/ dikontrol untuk tetap dalam keadaan basah.

Beton yang dirawat dengan air harus tetap basah sekurang-kurangnya selama 24 hari berturut-turut setelah pengecoran. Perawatan harus dimulai segera setelah beton cukup mengeras untuk menghindari kerusakan. Curing harus dengan penetapan bahan suatu system dengan pipa-pipa atau metode lain yang disetukui yang akan menjaga agar semua permukaan yang dirawat secara kontiniu tetap basah (tidak periodik). Air yang digunakan untuk curing harus memenuhi ketentuan-ketentuan spesifikasi yang digunakan untuk mengaduk beton.

Jangka waktu pelaksanaan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan adalah selama 8 minggu.

Personil yang dibutuhkan :

 Pelaksana

 Juru ukur

 Juru gambar

 Logistik

 Administrasi

 Pekerja

 Tukang

 Kepala tukang

 Mandor

peralatan yang dipergunakan :

 Concrete mixer

 Concrete vibrator

 Gerobak sorong

 waterpass

 waterpump

(21)

 meteran

 segi tiga siku-siku

 gergaji

 palu

 Gunting baja

 Pembengkok besi

 Meja membengkok

 benang

 besi pemberat

7. Pekerjaan Plasteran

Sebelum pekerjaan plasteran dimulai semua pipa-pipa rembesan harus di cek dan dibersihkan, air bersih dan lain-lainnya yang berhubungan dengan dinding sudah terpasang dengan baik. Maka lanjutkan dengan pekerjaan plasteran untuk dinding bagian saluran (Dlam) diplaster dengan adukan 1:4 plasteran harus menghasilkan permukaan dinding yang bersih, rata, halus dan dikerjakan dengan benar. untuk permukaan beton di aferwiking dengan adukan 1:3 halus dengan rapi dengan menghasilkan sudut yang tajam.

Jangka waktu pelaksanaan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan adalah selama 1 minggu.

Personil yang dibutuhkan :

 Pelaksana

 Juru ukur

 Juru gambar

 Logistik

 Administrasi

 Pekerja

 Tukang

 Kepala tukang

 Mandor

Peralatan yang dipergunakan :

 cangkul

 sekop

(22)

 Peralatan Tukang

8. PEKERJAAN TIMBUNAN TANAH HASIL GALIAN

Pekerjaan timbunan tanah hasil galian merupakan kegiatan penimbunan kembali tanah ke dalam sisi-sisi galian dengan memperhatikan urugan tanah harus baik, bebas kotoran atau bahan organis. Sisi-sisi yang akan diurug harus sudah bebas dari kotoran puing-puing atau kayu yang masih menempel, guna menghindari keroposnya tanah urug yang berakibat pada berkurangnya daya dukung tanah.

Adapun hal - hal yang menjadi perhatian adalah parameter - parameter yang berpengaruh pada saat pemadatan seperti kondisi tanah, kadar air optimum serta jumlah lintasan compactor.

Tahap-tahap pekerjaan urugan tanah yaitu :

- tanah ditimbun pada sisi-sisi galian (pondasi, sloof dan dll). - Tanah ditimbun dan dipadatkan selapis demi selapis (layer by

layer), dihamparkan rata dengan ketebalan sekitar 20 cm (tanah kohesif) sampai 30 cm (tanah butir kasar).

- Kadar air sebelum tanah ditumbuk kondisinya harus sekitar omc. - Penumbukan dilakukan pada setiap lapis sebanyak 6 hingga 10

lintasan sampai kepadatannya mencapai yang diisyaratkan (90% s/d 100% mdd).

- Selesai ditumbuk dilakukan pemeriksaan kepadatannya. Bila kurang padat ditumbuk lagi.

Jangka waktu pelaksanaan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan adalah selama 1 minggu.

Personil yang dibutuhkan :

 Pelaksana

 Juru ukur

 Juru gambar

 Logistik

 Administrasi

 Pekerja

(23)

 Kepala tukang

 Mandor

Peralatan yang dipergunakan :

 cangkul

 sekop

 gerobak sorong

 Stamper

9. PEKERJAAN TIMBUNAN TANAH DIDATANGKAN

Pekerjaan timbunan tanah didatangkan dimaksud untuk memberi pembayaran kegiatan

penimbunan tanah yang berfungsi untuk membuat jalan akses dan menutup sekitar bangunan Timbunan tanah yang direncanakan pada gambar atau atas petunjuk Direksi yang dihamparkan pada suatu garis (lajur) yang ditunjukkan pada gambar pengukuran atau yang ditetapkan Direksi.

Tanah yang dipergunakan adalah tanah yang baik, bebas kotoran atau bahan organis, memiliki :

 omc : 5% (tanah butir kasar) s/d 35 % (lempung plastis), umumnya 15% sampai 25%.

 mdd : 9,6 (tanah organik) s/d 23,2 (tanah butir kasar well grade) tanah biasa 12 s/d 16.

Adapun hal-hal yang menjadi perhatian adalah parameter-parameter yang berpengaruh pada saat pemadatan seperti kondisi tanah, kadar air optimum serta jumlah lintasan compactor.

Tahap-tahap pekerjaan urugan tanah didatangkan yaitu :

- Tanah ditimbun dan dipadatkan selapis demi selapis (layer by layer), dihamparkan rata dengan ketebalan sekitar 20 cm (tanah kohesif) sampai 30 cm (tanah butir kasar).

- Kadar air sebelum tanah ditumbuk kondisinya harus sekitar omc.

(24)

- Selesai ditumbuk dilakukan pemeriksaan kepadatannya. Bila kurang padat ditumbuk lagi.

Jangka waktu pelaksanaan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan adalah selama 3 minggu.

Personil yang dibutuhkan :

 Pelaksana

 Juru ukur

 Juru gambar

 Logistik

 Administrasi

 Pekerja

 Tukang

 Kepala tukang

 Mandor

Peralatan yang dipergunakan :

 Dump Truck/Pick Up

 Cangkul

 sekop

 gerobak sorong

 stamper

III. PEKERJAAN AKHIR

1. PEKERJAAN PEMBERSIHAN AKHIR

Waktu Pelaksanaan selama 1 minggu (7 HK), Pembersihan akhir dilakukan pada puing -puing atau bekas bowplank dan bekas kertas semen yang telah dipakai, ini dibersihkan dari lokasi pekerjaan dengan membuangnya di tempat pembuangan sampah akhir, dengan menggunakan mobil pickup atau L 300.

Setelah semua pekerjaan selesai dikerjakan dilakukan serah terima pekerjaan, adapun hal yang harus dipersiapkan untuk kebutuhan serah terima pertama pekerjaan, kontraktor harus mempersiapkan segala kebutuhan seperti pembersihan lapangan, mengadakan core terhadap ketebalan pengecoran dan kelengkapan administrasi lainnya.

(25)

Untuk persiapan serah terima kontraktor wajib menyerahkan pekerjaan pada KPA sebelum pencairan maka kontraktor wajib meyelasaikan semua administrasi proyek yang di tangani oleh TIM administrasi proyek.

Checklist data serah terima

1. Shop Drawing

2. Laporan Harian, Mingguan dan Bulanan 3. MC dari 0 - 100 %

4. Back Up Data

5. Foto Dokumentasi Kemajuan Pekerjaan 6. As Build Drawing

7. Data hasil tes Labor dan Job Mix Desain 8. Berita acara serah terima pekerjaan.

Demikian secara singkat metode pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Leonig Beton Suak Santai Arah Jalan Sapta Taruna dengan urutan pelaksanaan tergambar dalam Jadwal Pelaksanaan terlampir.

Siak Sri Indrapura, 11 April 2014

CV. SETIA UTAMA

TTD

Gambar

Gambar sket lokasi secara kasar
gambar kerja yang telah di setujui. Penyetelan ini harus

Referensi

Dokumen terkait

Metode pelaksanaan pekerjaan beton shotcrete dan beton konvensional dilakukan untuk pekerjaan Konstruksi Pelat PengisiAntar Soldier Piledi Basment pada proyek

 pengunaannya bahan bahan untuk untuk plat plat lantai lantai yang yang sering sering digunakan digunakan dalam dalam proyek proyek konstruksi adalah beton

Perakitan tulangan ke dalam cetakan ini dilakukan sesuai dengan tipe produk yang ingin dibuat, kemudian cetakan siap untuk dicor dengan adukan beton. Cetakan yang telah

Bekisting yang dipakai dalam proses pengecoran ini dibuat sebaik mungkin dengan menggunakan bahan papan plywood karena asumsinya akan dipakai untuk proses pengecoran

Sloof merupakan struktur bangunan rumah tinggal yang ada di atas pondasi bangunan. Jenis dari konstruksi beton bertulang ini umumnya dibuat pada bangunan rumah tinggal atau pun

Pekerjaan konstruksi bangunan adalah pekerjaan yang dimulai dari penggalian tapak pondasi, pemasangan pondasi setempat (Plat), pondasi penimbunan tanah/pasir, lantai, dan

Sebelum plesteran dilakukan terlebih dahulu dinding dibersihkan dari semua kotoran, kemudian dinding dibasahi dengan air dan permukaan beton yang akan diplester dibuat kasar agar

Baja tulangan pada beton berfungsi untuk menahan gaya tarik yang tidak mampu ditahan oleh beton polos, oleh karena itu penggunaan material beton pada struktur bangunan selalu