PENGARUH LINGKUNGAN PERGAULAN TERHADAP REMAJA
Melihat berbagai fakta yang terjadi saat ini, pergaulan zaman sekarang berbeda dengan pergaulan zaman dahulu. Di zaman yang semakin modern ini tentu pergaulan juga semakin berperilaku menyimpang dimana perilaku semakin melewati batas-batas norma yang ada. Setiap pergaulan juga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pembentukan kepribadian individu, sehingga pergaulan yang ia lakukan akan mencerminkan kepribadian baik yang positif maupun yang negatif.
Pergaulan merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan individu, dapat juga oleh individu dengan kelompok. Namun pergaulan bebas adalah salah satu kebutuhan hidup dari makhluk manusia sebab manusia adalah makhluk sosial yang dalam kesehariannya membutuhkan orang lain, dan hubungan antar manusia dibina melalui suatu pergaulan.
Dalam masa ini anak mengalami masa pertumbuhan dan masa perkembangan fisiknya maupun perkembangan psikisnya. Mereka bukanlah anak-anak baik bentuk badan ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang. Di usia labil ini tidak luput dari pergaulan cenderung bergaul dengan teman sebaya nya dalam kondisi ini para remaja sering kali bergaul, adanya bergaul individu lebih dibilang mengikuti zaman. Adanya proses adaptasi membuat individu perlu dengan pergaulan dengan individu lain, hal ini karena individu sering terpengaruh dengan dunianya, pemikirannya yang masih labil, dan tidak punya pendirian.
Manusia itu selalu senantiasa hidup dalam suatu pergaulan, baik bergaul secara phisik/bergaul secara kealaman maupun bergaul secara sosial/bergaul dengan masyarakat, yang didalamnya terjadi hubungan timbal balik.Dalam hubungan timbal balik terjadi saling mempengaruhi antara manusia dengan lingkungan. Suatu lingkungan dalam perkembangannya dapat memberikan peran dan pengaruh dalam tindakan belajar para pelajar.
Perilaku Remaja jaman sekarang berbeda jauh dengan dengan remaja tempo dulu yang suka malu-malu dan takut dengan norma-norma dan aturan agama. Pergaulan bebas di jaman sekarang sudah bukan hal yang dianggap tabu lagi bagi kalangan remaja. Sungguh merupakan hal yang tidak bisa dipersalahkan lagi, karena remaja-remaja sekarang tidak mau dianggap ketinggalan jaman.
Kasus yang muncul akibat pergaulan bebas di kalangan remaja semakin meningkat dimana-mana. Perilaku menyimpang dikalangan remaja atau yang biasa disebut dengan kenakalan remaja bentuknya bermacam-macam seperti perkelahian secara perorangan atau kelompok, tawuran pelajar, mabuk-mabukan, pemerasan, pencurian, perampokan, penganiayaan, penyalahgunaan narkoba, dan seks bebas pranikah. Bentuk-bentuk kenakalan yang demikian biasa disebut juga dengan pergaulan bebas.Bentuk kenakalan remaja itu sering kita jumpai di kalangan remaja saat ini baik di lingkungan kita maupun jauh dari lingkungan kita.
Dalam kehidupan saat ini problem yang dapat diangkat yaitu maraknya remaja saat ini menggunakan narkoba menggunakan obat-obatan, hal tersebut remaja berawal dari berkumpul dengan teman-temannya lalu temannya menawari jika individu menolak penawaran teman tersebut mereka bukan teman, akibatnya individu tertarik semakin ketagihan dengan apa yang ditawari temannya tersebut. Selain itu bias diangkat dari seorang anak yang broken home mereka bias melampiaskan dengan hal-hal jelek, dan rata-rata anak yang broken home mereka lebih condong melakukan hal jelek tersebut karena kurangnya kasih sayang dari orang tuanya kurangnya wawasan dari orang tua nya sehingga mereka depresi dan ingin menghilangkan masalah yang dialami dengan melakukan bersenang-senang dengan teman ke arah negatif. Perilaku yang penuh dengan kebebasan seringkali mengarah pada kenakalan yang sangat mencemaskan dan Sangat menyedihkan saat perilaku ini mengakibatkan tingginya jumlah penyimpangan dikalangan remaja. Penyimpangan-penyimpangan yang kasusnya makin marak dan menarik untuk dibahas adalah pergaulan bebas atau lebih spesifiknya disebut seks bebas. Pergaulan remaja saat ini sangat didukung oleh fasilitas dunia maya atau internet. Hampir semua remaja di seluruh Indonesia menggunakan facebook atau twitter atau sosial media lainnya, sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Pergaulan remaja saat ini juga di warnai dengan permainan-permainan ala dunia virtual.Permainan yang terdapat di internet atau playstation dan sejenisnya bukanlah hal yang asing bagi mereka.Remaja saat ini sangat lihai dalam mengoperasikan hal-hal yang demikian. Dengan bermain, mereka saling berkomunikasi dan bersaing untuk memenangkan permainan. Namun sangat di sayangkan tidak semua permainan jenis ini dapat digunakan secara bersama-sama. Hal ini mengakibatkan kurang meluasnya sosialiasi mereka. Dalam sosial media sekarang kini lebih condong ke arah negatif dalam hal ini tentunya remaja lebih leluasa meniru apa yang dari sosial media.
Sungguh mengkhawatirkan pergaulan remaja di Indonesia saat ini.Indikasi keterlibatan mereka dalam perilaku seks bebas semakin terlihat. Minimal, mereka melakukan tindakan yang mengarah pada proses awal sebelum terjadi penetrasi yang sangat tidak diharapkan.
Masa remaja merupakan masa peralihan untuk melewati masa pubertas. Pada masa ini emosi mereka sangat labil karena terjadinya perubahan hormonal. Lain halnya jika mereka malah tidak diterima oleh lingkungan sekitar. Hal ini bisa menyebabkan remaja merasa tidak dipuaskan dalam sebuah lingkungan. Akibatnya, mereka pasti akan mencari lingkungan lain untuk mencari kepuasannya
Terjadinya pergaulan ini disebabkan karena individu mengalami frustasi, seolah-olah individu mengalami beban yang berat dalam masalah, masalah dengan keluarga, dan beban tugas kuliahnya. Hal tersebut membuat individu lari dijalan yang salah. Kebanyakan remaja lari pada narkoba, hubungan seks dan hal-hal yang membuat mereka senang dengan hidup foya-foya. Dengan hal tersebut mereka mehilangkan beban atau tidak frustasi kembali.
Pengaruh positif melakukan pergaulan merka mendapat pengalaman pengalaman, mengetahui banyak hal, mengetahui cara berkomunikasi yang baik namun di pengaruh negatif mereka mudah terhasut mengikuti jejak teman yang tidak baik, terjadinya perilaku yang menyimpang.
Tuntutan pendidikan seringkali memaksa kita untuk keluar dari tanah kelahiran, atau dengan kata lain merantau ke kota lain. Di kota baru tersebut, kita perlu membiasakan diri dan beradaptasi. Mulai dari lingkungan tempat tinggal, lingkungan pendidikan, hingga kebiasaan. Dari lingkungan tempat tinggal berbeda dengan ligkungan tempat tinggal sebelumnya, seperti misalnya pergaulan di lingkungan sebelumnya cenderung diam dan tinggal di lingkungan sekarang yang berbeda cenderung berubah menyimpang.
Dalam anak kos tentunya tidak mungkin jika mereka tinggal menetap di kota dimana ia tinggal dan mustahil bila anak kos dikatakan selalu mendapat perhatian dan pengawasan dari orang tuanya, dalam kepribadian anak kos justru hal tersebut menjadi sebuah tuntutan seseorang untuk lebih bersifat mandiri dan berpikir dewasa. Karena mereka selalu dituntut untuk mencuci piring sendiri mencari makan sendiri, berbeda dengan keadaan sebelumnya yang harus ketergantungan dengan orang tua,hal tersebut pola hidup positif dari anak kos.
Namun ada juga pola hidup negatif dari anak kos, dari pola negatif anak kos yaitu Jauhnya pengawasan dari orang tua membuat individu lebih bebas, kebebasan itulah membuat perilaku menyimpang terpengaruh dengan kerabat yang pergaulannya tidak ada yang mengotrol, lebih menghabiskan waktu hanya untuk bersenang senang, menghabiskan uang yang gak bermanfaat, dan rasa malas untuk melakukan aktifitas karena terbiasa bergantung dengan orang lain.