• Tidak ada hasil yang ditemukan

Poppy Dewi Lestari, S.Si, MT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Poppy Dewi Lestari, S.Si, MT"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

Metodologi

Penelitian

TEL 3709 LECTURE 02 LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN

(2)

Langkah-langkah

Penelitian

1. Mendefnisikan dan merumuskan masalah

2. Menyusun landasan teori atau melakukan studi kepustakaan

3. Memformulasikan hipotesis

4. Menentukan model

5. Mengumpulkan data

6. Mengolah dan menyajikan data

7. Menganalisis dan menginterpretasi

8. Membuat kesimpulan dan rekomendasi (saran)

(3)

1.Mendefniisikan dan Merumuiskan Maisalah

 Hal-hal yang dapat dipermasalahkan dalam

penelitian adalah masalah atau peluang, dimana pendefnisiannya harus jelas baik keluasannya maupun kedalamannya.

Masalah diartikan sebagai suatu situasi

dimana suatu fakta yang terjadi sudah menyimpang dari batas-batas toleransi yang diharapkan.

Sedangkan peluang merupakan suatu kondisi

(4)

1.Mendefniisikan dan Merumuiskan

Maisalah

Contoh statement masalah

Adanya gejala penurunan performansi jaringan  Akurasi pengukuran tidak meningkat dan

menurun dari waktu ke waktu padahal biaya operasi & perawatan meningkat.

Contoh peluang

Adanya metode untuk meningkatkan

performansi jaringan

Adanya teknik pengukuran yang dapat

(5)

Setelah masalah diketahui, selanjutnya dibuat suatu

rumusan masalah yang tujuannya adalah agar peneliti maupun pengguna hasil penelitian mempunyai persepsi yang sama dengan penelitian yang dihasilkan. Ditinjau dari pertanyaan-pertanyaan yang berpola 5W+1H (what, why, where, who dan how)

Contoh :

Rumusan permasalahan :

 Menggunakan desain deskriptif yang sulit dihipotesiskan

 Menganalisis parameter-parameter yang menentukan bahwa

performansi jaringan dikatakan baik.

 Menggunakan desain kausal yang mudah dihipotesiskan

 Menganalisis pengaruh penambahan pengendali Derivatif terhadap

(6)

2. Menyuisun Landaisan Teori atau

Melakukan Studi Kepuistakaan

 Untuk melakukan penelitian seperti

pembuatan suatu model atau ingin membandingkan apa yang seharusnya terjadi dengan kejadian sebenarnya maka digunakanlah teori.

 Penggunaan teori dapat mengacu pada

(7)

3. Memformulaisikan

hipoteisiis

Hipotesis merupakan anggapan sementara

tentang suatu fenomena tertentu yang akan diselidiki.

 Kegunaannya untuk membantu peneliti

untuk mencapai hasil penelitiannya.

 Tidak semua riset menggunakan hipotesis,

(8)

Contoh :

Rumusan masalah :

 Menganalisis pengaruh penambahan bandwidth

terhadap performansi jaringan di PT. X  Formula Hipotesis :

 Ada pengaruh antara penambahan bandwidth

(9)

4. Menentukan Model

Model merupakan contoh mengandung

unsur yang bersifat menyederhanakan untuk ditiru.

 Model dipergunakan untuk membayangkan

(10)

Pentingnya pemakaian model dalam analisis

adalah untuk :

 Mengetahui hubungan antara masalah yang

dipecahkan dengan unsur-unsur yang terkait

 Mengetahui hubungan antar unsur-unsur tadi  Merumuskan hipotesis mengenai hakikat

(11)

Contoh:

Dalam ilmu komputer, model pengujian

(testing) dapat dipakai untuk menguji beban suatu server

 Dalam ilmu sistem kendali, model matematis

(12)

5. Mengumpulkan Data

 Data merupakan bahan baku informasi yang

sangat penting dalam melakukan penelitian.

 Dalam melakukan pengumpulan data harus

menggunakan teknik-teknik yang tepat.

 Jika pengumpulan data dilakukan dengan

(13)

6. Mengolah dan Menyajikan Data

 Setelah data dikumpulkan, selanjutnya data

diolah sehingga dapat menyajikan informasi yang lebih mudah untuk diinterpretasikan dan dianalisis lebih lanjut.

 Seperti dalam bentuk tabel, grafk dan nilai

statistik.

 Untuk kemudahan, dapat dipergunakan

(14)

7. Menganaliisiis dan

Menginterpretaisi

 Setelah data diolah, kemudian informasi

hasil olahan di analisis lebih lanjut dengan menggunakan alat-alat analisis yang sesuai dengan tujuan riset agar menghasilkan

kajian yang cukup tajam, mendalam dan luas.

 Alat-alat analisis kuantitatif maupun

kualitatif dapat dipilih sesuai dengan bidangnya, tujuannya dan desain

(15)

8. Membuat Keisimpulan dan Rekomendaisi

(isaran)

 Setelah melakukan analisis dan interpretasi,

selanjutnya peneliti membuat generalisasi (kesimpulan umum) berdasarkan batasan-batasan penelitian yang ada dan sesuai dengan hipotesis yang diajukan.

 Selain itu juga perlu menyajikan saran,

(16)

Jika riset merupakan riset terapan, maka agar

hasil riset dapat diterapkan dengan baik maka bisa saja ada saran-saran yang perlu dipertimbangkan oleh pelaksana hasil riset.

Jika riset merupakan riset dasar, artinya riset

(17)

9. Membuat Laporan

 Akhirnya hasil kerja dari penelitian harus dibuat dalam bentuk suatu laporan tertulis sesuai dengan teknik atau aturan-aturan penulisan tertentu.

 S1 skripsi, S2 tesis, S3 disertasi.

(18)

PROPOSAL RISET

Suatu pernyataan tertulis mengenai rencana

penelitian secara keseluruhan yang meliputi :

 Perumusan masalah beserta latar belakangnya  Perumusan tujuan penelitian

 Perumusan metodologi strategi operasinya  Penentuan jadwal

 Penentuan anggaran biaya (untuk penelitian

(19)

Fungsi Proposal Riset adalah sebagai :

 Pedoman kerja antara pemilik proyek

penelitian dengan para peneliti

 Sebagai alat evaluasi pelaksanaan pekerjaan  Sebagai dokumen perencanaan

Sebagai bukti dokumenter

(20)

Propoisal Riiset Skripisi

Skripsi : laporan pekerjaan lapangan dan

(21)

Sebelum melaksanakan suatu penelitian untuk

menyusun tugas akhir (skripsi), mahasiswa diwajibkan menyusun suatu proposal penelitian (usulan penelitian) yang menggambarkan secara menyeluruh rencana karya ilmiah/penelitian yang akan dilaksanakan.

Usulan tersebut menguraikan masalah utama

(22)

Proposal Skripsi pada umumnya

 Judul

 Latar belakang masalah  Identifkasi masalah

 Batasan masalah  Batasan penelitian  Rumusan masalah  Hipotesis penelitian  Metode penelitian  Tinjauan pustaka

(23)

Judul

Mencerminkan masalah, variabel dan

obyek

yang

diteliti

serta

desain

penelitian yang dipakai

Contoh :

Analisis Keamanan Jaringan pada PT. X

SISTEM KONTROL PID pada Turbin

(24)

Latar Belakang Masalah

Menceritakan apa yang mendorong

seorang peneliti untuk melakukan

penelitian terhadap suatu permasalahan

Menjelaskan situasi dan kondisi yang

(25)

Idetifkasi Masalah

Mencari masalah-masalah yang dapat

dicarikan jawabannya melalui penelitian

 Bertumpu pada masalah pokok yang tercermin

pada bagian Latar Belakang Masalah.

 Biasanya / umumnya disajikan dalam bentuk

(26)

Batasan Masalah

Merupakan keterbatasan yang ada

pada peneliti, dimana dapat saja

masalah-masalah

yang

telah

(27)

Batasan Penelitian

Merupakan

batasan

dalam

suatu

penelitian, agar suatu penelitian dapat

menjadi fokus (tidak melebar)

Untuk melakukan penelitian terhadap

(28)

Rumusan Masalah

Bagian ini mencoba memformulasikan

(29)

Hipotesis Penelitian

Merupakan

suatu

pernyataan

sementara atau dugaan jawaban

yang

paling

memungkinkan

walaupun harus dibuktikan dengan

penelitian.

Akan membantu peneliti agar

(30)

Metode Penelitian

Merupakan

metode-metode

seperti;

variabel-variabel,

instrumen

pengumpulan

data,

desain penelitian, alat-alat analisis

yang

dipergunakan

dalam

(31)

Tinjauan Pustaka

Studi yang dilakukan untuk menguasai teori

yang relevan dengan topik/masalah penelitian dan rencana model analisis yang akan dipakai.

 Untuk mengetahui hal-hal apa saja yang sudah

(32)

Kerangka Penelitian

 Kerangka pemikiran dibuat dalam suatu skema

sehingga isi penelitian secara keseluruhan

diketahui dengan jelas, mulai dari mekanisme ketersediaan data, pengolahan dan

penyajiannya.

 Merupakan penjabaran dari tinjauan pustaka  Berdasarkan uraian kepustakaan tersebut,

makna peneliti memilih dan menggunakan teori atau konsep yang paling sesuai dan

(33)

Proposal Skripsi di Perguruan Tinggi ASIA

 Judul

Latar belakang masalah  Rumusan masalah

 Batasan masalah

 Tujuan dan Manfaat  Hipotesis penelitian  Metode penelitian

(34)

Kriteria Penilaian

Penelitian

1. Memiliki tujuan yang jelas, berdasarkan pada permasalahan tepat.

2. Menggunakan landasan teori yang tepat dan metode penelitian yang cermat dan teliti.

3. Mengembangkan hipotesis yang dapat diuji.

4. Dapat didukung (diulang) dengan menggunakan riset-riset yang lain, sehingga dapat diuji tingkat validitas dan reliabilitasnya .

5. Memiliki tingkat ketepatan dan kepercayaan yang tinggi

6. Bersifat obyektif, artinya kesimpulan yang ditarik harus benar-benar berdasarkan data yang diperoleh dilapangan

(35)

Menilai Propoisal Riiset

Skripisi

Proposal riset skripsi merupakan usulan

mahasiswa kepada dosen tentang rencana

karya ilmiah yang akan dilaksanakan.

Penilaian proposal karya ilmiah (skripsi)

(36)

Proposal Karya Ilmiah (skripsi) akan

disetujui apabila memenuhi persyaratan

tertentu, seperti :

Kualitas isi proposal karya tulis ilmiah

Teknik penulisan proposal karya tulis

ilmiah

(37)

Referenisi

(38)

Tugas kelompok :

Buat kelompok (maks 5 orang per kelompok)

 Cari satu topik di sekitar lingkungan anda yang

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian perencanaan jangka panjang adalah perencanaan 20 Tahun (5 periode jabatan), perencanaan jangka menengah adalah perencanaan 4 (empat) Tahun,

1) Menyatakan bahwa mereka memiliki tujuan yang jelas untuk hamil. 2) Tidak menggunakan kontrasepsi agar menjadi hamil. 3) Didiskusikan dan disepakati oleh pasangan untuk hamil.. 4)

Semua bayi baru lahir di fasilitas kesehatan harus segera mendapatkan tanda pengenal berupa gelang yang dikenakan pada bayi dan ibunya untuk menghindari tertukarnya bayi,

Umumnya, bisa saja seseorang mengadopsi inovasi dalam tahapan ini tanpa pengetahuan prinsip, tetapi hal ini akan berpengaruh terhadap penilaian jangka panjang yang

Membran luar tersedia sebagai organel aktif secara fisiologik, yang membentuk suatu barrier untuk senyawa hirdofilik, berfungsi sebagai molekul penyaring untuk

Tapteng terdakwa melihat 1 (satu) unit sepeda motor jupiter warna merah sedang terparkir di depan rumah tersebut, sehingga timbul niat terdakwa untuk mengambil

Masalah yang timbul saat ini adalah kepala perusahaan kesulitan dalam mengetahui sepatu apa saja yang paling banyak dipesan, sering terjadinya pemesanan/pencarian

Berton et al (2009) juga mengemukan jika persepsi terhadap barang mewah menjadi faktor penentu niat beli dari konsumen, dimana dibagi menjadi dua yaitu: persepsi