Manajemen Sumberdaya Manusia:
Tantangan dan Peran baru
2
Tantangan Pertama: Globalisasi
Globalisasi mendominasi horizon persaingan. Konsepnya sendiri sudah lama, tetapi intensitas tantangan yang diciptakannya semakin terasa. Globalisasi memunculkan dan mensyaratkan pasar baru, produk baru, mindset baru, kompetensi baru dan cara pikir bisnis baru.
Lingkungan kompetitif global
Perubahan terjadi sangat cepat
Difusi kapabilitas secara meluas dan cepat
Keseimbangan sumberdaya Para pesaing global baru
(world class players) Peningkatan
interdependensi di antara pasar lokal, nasional dan global
Menghilangnya batas-batas pasar “nasional”
Kemunculan pasar non-tradisional
Regionalisasi perdagangan Homogenisasi segmen
pelanggan
Lingkungan kompetitif global
Perubahan terjadi sangat cepat
Difusi kapabilitas secara meluas dan cepat
Keseimbangan sumberdaya Para pesaing global baru
(world class players) Peningkatan
interdependensi di antara pasar lokal, nasional dan global
Menghilangnya batas-batas pasar “nasional”
Kemunculan pasar non-tradisional
Regionalisasi perdagangan Homogenisasi segmen
pelanggan
Pergeseran basis keunggulan kompetitif
Dari
Pasar yang
diproteksi dan diregulasi
Monopoli dan oligopoli
Economies of scale
Akses ke sumber finansial Teknologi
produk dan proses
Ke
Knowledge-based assets
(intellectual capital), seperti
kreativitas, inovasi,
pembelajaran organisasional , dan
kapabilitas strategik
Aturan main baru kompeti si
global
Tantangan Kedua:
Teknologi
Inovasi teknologi terjadi semakin cepat. Berbagai teknologi baru seperti, internet, video conferencing, networks, global paging, informasi dan analisis instan memunculkan dunia kegiatan bisnis yang benar-benar baru.
Teknologi telah membuat dunia menjadi lebih kecil, lebih dekat dan “berputar lebih cepat”. Tantangan nyata manajemen adalah aplikasi
teknologi secara efektif dan kreatif yang menambah nilai, bukan sekedar akuisisi teknologi per se.
Era Pemrosesan Data
Era
Mikrokomputer
Era Jaringan
196 0
197 5
1980 1995 201
0
Waktu
Ekonomi industrial
Ekonomi transisional
Ekonomi informasi
4
Tantangan Ketiga: Fokus Kapabilitas atau
Kompetensi
Menghadapi lingkungan bisnis yang selalu berubah, semakin global dan sarat teknologi, penarikan, pengembangan dan “pemeliharaan” kompetensi dan intellectual capital menjadi competitive battleground.
Akuisisi dan Pengembangan Kompetensi
Pendidikan dan pelatihan, daya tarik perusahaan, kualitas hidup, dan
sebagainya.
Fokus Kompetensi Fokus Kompetensi
Pemeliharaan dan Pemanfaatan Kompetensi
Kualitas kehidupan kerja, kompensasi, pemberdayaan, dan sebagainya.
Penggantian Kompetensi
Pensiun, realokasi,
rightsizing, dan sebagainya.
Tantangan Keempat: Rantai Nilai bagi Daya
Saing Bisnis
Tema konsisten persaingan di masa mendatang adalah pengembangan dan pengoperasian perusahaan yang akan lebih responsif terhadap pelanggan (customer focus). Daya respon termasuk inovasi, pengambilan keputusan yang lebih cepat, pemenuhan nilai-nilai pelanggan (customer values), dan pengkaitan secara efektif dengan berbagai pihak (suppliers, buyers, dan stakeholders lain) untuk membangun rantai nilai (value-chain) bagi para pelanggan. Penciptaan nilai pelanggan semakin tidak dapat dipenuhi hanya dengan menganalisis dan memahami nilai internal, tetapi harus dengan
memadukan sistem nilai yang lebih luas.
Rantai Nilai Perusahaan
Rantai Nilai Pemasok
Rantai Nilai Distribusi
Rantai Nilai Pelanggan
6
Tantangan Kelima: Revolusi Kualitas
Komponen sukses berikut yang akan menjadi semakin penting adalah penyediaan produk dan pelayanan yang berkualitas. “Gerakan” gugus
kendali mutu (TQM), sebagai contoh, akan menjadi competitive edge dalam industri. Standarisasi dan sertifikasi kualitas produk dan pelayanan akan menandai terjadinya revolusi kualitas.
Quality is excellence
Quality is excellence
Quality is value
Quality is value
Quality in
conformance to
specifcation
Quality in
conformance to specifcation
Quality is meeting and/or exceeding customs’
expectations
Quality is meeting and/or exceeding customs’
expectations
Investasi pada
pengembangan sumberdaya manusia.
Investasi pada
pengembangan sumberdaya manusia.
Fokus pada berbagai atribut penting yang diinginkan
pelanggan.
Fokus pada berbagai atribut penting yang diinginkan
pelanggan.
Pemenuhan standar (universal), seperti ISO. Pemenuhan standar
(universal), seperti ISO.
Evaluasi berdasar kepuasan pelanggan dan responsif terhadap perubahan pasar. Evaluasi berdasar kepuasan pelanggan dan responsif terhadap perubahan pasar.
Tantangan Keenam:
Perubahan, Perubahan, dan Perubahan
Apapun namanya di antaranya transformasi perubahan kultural, adaptasi, kelenturan, pembelajaran, dan feksibilitas tantangan kompetitifnya adalah sama: para manajer, karyawan, perusahaan, pemerintah dan semua pihak harus belajar untuk berubah secara cepat dan lebih “nyaman”.
Berbagai pertanyaan berikut relevan untuk dijawab oleh kita semua dalam menyongsong masa mendatang:
• Bagaimana kita learn to unlearn?
• Bagaimana kita menghargai masa lalu, tetapi mengantisipasi dan mengadaptasi masa mendatang?
• Bagaimana kita mendorong proses transformasi dan reformasi? • Bagaimana kita dapat belajar dan berubah lebih cepat?
• Bagaimana kita melibatkan semua orang untuk berubah?
8
Agenda Transformasi
Organisasional
Perubahan terjadi pada dua tingkatan: (1) perubahan fundamental yang berarti perubahan budaya dan identitas; dan (2) kapasitas untuk berubah, yang berarti peningkatan kecepatan merespon apa yang terjadi di sekitar perusahaan.
Lingkungan Bisnis
Sekarang Lingkungan Bisnis
Sekarang
Visi, Misi, dan
Strategi
Visi, Misi, dan
Strategi
Tantangan Kompetitif di
masa mendatang Tantangan
Kompetitif di
masa mendatang
Globalisasi
Teknologi
Profitabilitas melalui manajemen
nominator dan denominator
Perubahan rantai nilai daya saing bisnis
Fokus kapabilitas
Lingkungan bisnis sekarang
Perusahaan itu sendiri Globalisasi
Teknologi
Profitabilitas melalui manajemen
nominator dan denominator
Perubahan rantai nilai daya saing bisnis
Fokus kapabilitas Lingkungan bisnis
sekarang
Perusahaan itu sendiri
Peran strategik SDM adalah “turning strategy into action”
Turnaround is not transformation. Banyak perusahaan melakukan restructuring,
reengineering, dan sebagainya, hanya untuk mencapai turnaround. Transformasi, disisi lain, mengubah citra (image) bisnis secara fundamental, dari kacamata pelanggan dan karyawan. Transformasi memfokuskan lebih pada penciptaan mind share, bukan
Evolusi MSDM: Empat Tahap Perkembangan
Sampai
pertengahan tahun 1960an
Pertengahan tahun 1960an sampai pertengahan
tahun 1970an
Akhir tahun 1970an
sampai tahun 1980an
Dalam tahun 1990an
Personalia ManajemenPersonalia Manajemen
Personalia Sumberdaya ManusiaManajemen Manajemen
10
Agenda MSDM Baru
Realitas persaingan baru menuntut fungsi MSDM baru menjadi semakin profesional dan mening-galkan berbagai mitos dan cara tradisional.
Mitos Lama Realitas Baru
MSDM
memfokuskan pada biaya, yang harus dikontrol
Berbagai praktik MSDM harus menciptakan nilai pelanggan melalui pengembangan kompetensi atau intellectual capital dalam perusahaan. Fungsi MSDM harus menambah nilai. Tidak sekedar mengurangi biaya.
Setiap orang dapat melakukan MSDM
Berbagai kegiatan MSDM didasarkan pada konsep (teori) dan hasil penelitian, bukan sekedar “seni” dan common sense. Staf fungsi MSDM harus menguasai teori dan praktik secara profesional.
Fungsi MSDM
menangani berbagai masalah personalia
Fungsi MSDM tidak dirancang untuk memberikan terapi atau sebagai lembaga sosial yang hanya menampung keluhan dan menyelesaikan berbagai
masalah. Fungsi MSDM harus mengembangkan berbagai praktik yang
membuat para karyawan lebih kompeten dan lebih kompetitif, bukan hanya lebih senang.
MSDM menangani sisi lunak bisnis, dan karena itu tidak akuntabel
Dampak berbagai praktik MSDM pada hasil bisnis dapat dan harus diukur. Fungsi MSDM harus dapat menerjemahkan berbagai kegiatannya ke dalam ukuran kerja finansial.
MSDM adalah pekerjaan orang SDM
Para manajer lini sangat penting terlibat secara aktif dalam kegiatan MSDM. Pengelolaan dan pengembangan SDM terlalu penting hanya diserahkan kepada fungsi MSDM. Pemecahan berbagai isu SDM mensyaratkan kerjasama antara fungsi MSDM dan manajemen lini.
MSDM sarat dengan
fads dan lip services
Berbagai praktik MSDM telah berkembang semakin profesional, tidak hanya
11
Defnisi Pengembangan SDM:
Refocusing Fungsi MSDM
Pengembangan SDM (Human Resources Development) adalah upaya
manajemen yang terencana dan kontinyus untuk meningkatkan kompetensi karyawan dan kinerja organisasional melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan. Fokus adalah pada pengembangan kompetensi dan karir.
Berbagai faktor yang mempengaruhi
pengembangan SDM
• Dukungan
manajemen puncak • Komitmen partisipan
dan
departemen SDM • Prinsip
pembelajaran
• Iklim organisasional • Teknologi pelatihan • Kinerja fungsi MSDM
Berbagai tujuan
pengembangan SDM
• Pengembangan kompetensi
• Perbaikan tingkat kinerja dan produktivitas
• Prevensi terhadap keusangan
• Preparasi untuk pekerjaan di masa mendatang (karir
Program Pengemban
gan SDM Program Pengemban
12
Peran Fungsi Sumberdaya Manusia Baru
Untuk mengeksekusi transformasi secara sukses, fungsi sumberdaya manusia harus menanggalkan peran administratif tradisionalnya dan mengadopsi peran strategik baru yang terkait dengan pengembangan organisasi dan kapabilitas para manajer perusahaan.
Administrator Reaktif Follower Employee advocate Controller Fokus pada pengendalian Pelaksana
Strategist Proaktif
Leader, agen perubahan Employee champion
Partner bisnis
Fokus pada pengembangan kompetensi
Konsultan internal
Repositioning Fungsi MSDM
Meskipun bentuk nyata transformasi MSDM berbeda dari satu perusahaan ke perusahaan lain, empat tema berikut kerap muncul sebagai kebutuhan untuk melakukan revitalisasi fungsi MSDM.
Perubahan peran sebagai
business partner
Perubahan peran sebagai business
partner
Pelibatan manajemen
lini
Pelibatan manajemen
lini
Repositioning
fungsi MSDM Repositioning
fungsi MSDM
Restafng
departemen SDM -
profesionalisasi MSDM
Restafng departemen
SDM -
profesionalisasi MSDM
Perancangan kembali hubungan departemen MSDM
dengan unit organisasional lain
Perancangan kembali hubungan departemen MSDM
14
Pergeseran Praktik MSDM:
Berbagai Contoh Perubahan atau Reorientasi
Fungsi MSDM
Fungsi MSDM Praktik TradisionalPraktik Tradisional Praktik
Kontemporer Praktik
Kontemporer Desain pekerjaan
Analisis jabatan
Rekruitmen dan seleksi
• Efisiensi
• Produktivitas
• Berbagai prosedur baku • Deskripsi pekerjaan yang
spesifik
• Pengendalian
• Statik
• Persyaratan tugas yang kaku
Person-job ft
• Kualitas
• Customization
• Inovasi dan kreasi
• Tim kerja yang mandiri • Pemberdayaan
• Dinamik
• Fokus pada faktor sukses kritis dan kompetensi esensial
Pergeseran Praktik MSDM: Lanjutan
Fungsi MSDM
Fungsi MSDM Praktik TradisionalPraktik Tradisional
Praktik Kontemporer Praktik Kontemporer Penilaian kinerja • Digunakan sebagai
perangkat pengendalian perilaku
• Berdasarkan pada
kriteria traits dan hasil finansial
• Penilaian oleh penyelia • Bersifat tertutup
• Digunakan sebagai sarana pengembangan karyawan • Berdasarkan pada kriteria
customer values dan kualitas • Penilaian oleh penyelia,
rekan kerja, diri-sendiri, dan pelanggan
• Bersifat terbuka
Pelatihan Ketrampilan terkait dengan pekerjaan
Cakupan ketrampilan yang luas
Lintas fungsi
Teknis dan manajerial (proses)
Diagnostik, pemecahan masalah dan manajemen perubahan
Kompensasi dan imbalan
• Imbalan moneter
individual berbasis pada hasil
• Berbasis senioritas
Imbalan moneter dan non-moneter untuk perbaikan kontinyus, kerja tim dan kepuasan pelanggan
16
Pergeseran Praktik MSDM: Lanjutan
Fungsi MSDM
Fungsi MSDM Praktik TradisionalPraktik Tradisional Praktik
Kontemporer Praktik
Kontemporer Manajemen Karir •Generalist dan spesialist
• Jalur karir linier dan vertikal • Promosi berbasis kinerja
pekerjaan sekarang • Ketrampilan
operasional/teknis
•Multiskilled specialist
•Jalur karir lateral
•Promosi berbasis potensial untuk pekerjaan berikut •Ketrampilan pemecahan
masalah/pengembangan
Kesehatan dan
keselamatan kerja
Menangani masalah • Mencegah masalah •Wellness programs
• Program keamanan • Konseling karyawan
Sistem informasi SDM
•Record keeping
•File maintenance