Redaksi Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa

Teks penuh

(1)

BULET

I

N

edisi

(2)
(3)
(4)

P

uji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga kami dapat menyelesaikan buletin ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim redaksi yang telah bekerja keras dalam pembuatan buletin ini. Kekurangan dan kesalahan dari penulisan majalah mungkin masih banyak terlihat. Maka dari itu, kritik dan saran yang dapat membangun sangat kami harapkan untuk memperbaiki kekurangan dan kesalahan kami.

Buletin ini berisi tentang kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Himpro Satwa Liar periode 2019/2020 selama setengah tahun terakhir periode kerja.

Semoga dengan selesainya buletin ini kita bisa meningkatkan program kerja Himpro Satwa Liar di tahun periode kerja selanjutnya.

Salam,

Divisi Infokom

Salam

Redaksi

(5)

Salam Redaksi

Daftar Isi

Struktur Kepengurusan Himpro Satwa Liar 2019/2020

Kuliah Umum: Manajemen Kesehatan Ikan Laut

Studi Banding Online: Satli x KSSL FKH UGM

Kuliah Umum: Metode Observasi Lapangan Primata

Kuliah Umum: Medik Konservasi Anoa

Kuliah Umum: Rehabilitasi dan Pelepasliaran Burung Liar

Wildlife Campaign 2020

Wildlife Education 2020

Wildlife Video

03

04

05

09

11

13

14

15

19

23

26

04

Daftar Isi

(6)

Struktur Kepengurusan

Himpro Satwa Liar 2019/2020

Virgilius Martin K K

Ketua

Teofilo Reynara A O

Wakil Ketua I

Aisyah Nurfitria A

Bendahara I

Ika Novita

Sekretaris I

05

Dr. Drh. Ligaya ITA Tumbelaka, SpMP, MSc

(7)

Struktur Kepengurusan

Himpro Satwa Liar 2019/2020

Nanda Delvia M

Badan Pengawas I

M Kholid Ridwan

Badan Pengawas I Ketua Divisi Pendidikan

Tigrisia Faathira

Aqila Tsabita

Bendahara II

Ahmad Akmal

Wakil Ketua II

Listyana Aulia F

Sekretaris II

(8)

Struktur Kepengurusan

Himpro Satwa Liar 2019/2020

Nisrina Efalda

Ketua Divisi Eksternal

Rabbani Bray Adam

Ketua Divisi Internal

Desi N Dermawan

Ketua Divisi Infokom Ketua Divisi Kewirausahaan

Sabrina Amanda

M Davitra

Ketua Cluster Wild Carnivore

M Gilang Pratama

Ketua Cluster Primate

(9)

Struktur Kepengurusan

Himpro Satwa Liar 2019/2020

Cory Kenedy

Ketua Cluster Wild Ornith Ketua Cluster Herpet

Darryl Yee

Devi Lusiana

Ketua Cluster Wild Herbivore

Nada Febila Nst

Ketua Cluster Wild Aquatic

(10)

K

uliah Umum Cluster Wild Aquatic merupakan kuliah daring yang diadakan untuk menambah wawasan mahasiswa dan dokter hewan seputar satwa akuatik yaitu ikan yang berada di Lembaga Konservasi Ex-situ Jakarta Akuarium Indonesia (JAI). Kuliah tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 28 Juli 2020 pukul 16.00 yang bertemakan “Manajemen Kesehatan Ikan Laut” dengan pembicara yang merupakan seorang dokter hewan yang bekerja di Jakarta Aquarium Indonesia (JAI) yaitu Drh. Eka Deandra Rahayu.

Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki keanekaragaman satwa akuatik yang harus dijaga oleh karena itu drh. Eka menyampaikan betapa pentingnya peran dokter hewan di bidang akuatik, mengingat Indonesia memiliki daerah laut yang sangat luas dengan keanekaragaman satwa akuatik di dalamnya.

Materi yang disampaikan oleh pembicara mencakup kesejahteraan ikan, manajemen perawatan, manajemen kesehatan, tindakan medis, penyakit, dan anastesi. Dengan diadakannya kuliah umum ini, semoga dapat meningkatkan rasa antusias peserta, khususnya mahasiswa kedokteran hewan dan dokter hewan, tentang betapa pentingnya peran dokter hewan satwa akuatik (NF, DD*).

Kuliah Umum:

Manajemen Kesehatan Ikan Laut

bersama Drh. Eka Deandra Rahayu

(11)
(12)

T

elah dilaksanakan Studi Banding oleh Himpro Satwa Liar FKH IPB dengan Komunitas Studi Satwa Liar FKH UGM pada tanggal 6 Agustus 2020. Studi banding online tersebut merupakan studi banding pertama yang dilaksanakan oleh Himpro Satwa Liar FKH IPB. Studi banding online merupakan bagian dari program kerja di bawah divisi Eksternal Himpro Satwa Liar FKH IPB yang bertujuan agar kedua himpunan dapat saling mengenal satu sama lain, dapat memperkenalkan program kerja, aktivitas, dan kegiatan-kegiatan yang sudah maupun akan dilaksanakan oleh kedua himpunan, dan juga untuk meningkatkan potensi sumber daya mahasiswa dalam bidang keprofesian, peminatan satwa liar, dan keorganisasian. Tujuan lain yang tidak kalah penting yaitu tentunya agar dapat terbangun tali silaturahmi antara kedua himpunan profesi di masing-masing universitas.

Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 19.00 WIB melalui platform Google Meet. Studi banding dihadiri oleh lebih dari 90 peserta yang terdiri dari pengurus maupun anggota kedua himpunan. Acara

11

Studi Banding Online

:

(13)

12

dilaksanakan dalam tiga sesi presentasi. Sesi pertama membahas tentang struktur umum dan struktur BPH dari kedua himpunan. Sesi kedua membahas struktur divisi atau departemen sebagai pengurus kedua himpunan, dan sesi ketiga yaitu tentang cluster atau divisi yang berperan dalam bagian pendidikan satwa liar. Setiap sesi presentasi disertai juga dengan diskusi. Harapannya, kegiatan studi banding dengan himpunan satwa liar di universitas lain dapat dilaksanakan ke depannya agar lebih memperluas wawasan dan pengetahuan terhadap himpunan-himpunan satwa liar lainnya dan juga membangun koneksi antara himpunan satwa liar satu dengan yang lainnya di seluruh Indonesia (NE/DD*).

(14)

C

luster Primate Hmpro Satwa Liar FKH IPB University sukse menyelenggarakan kuliah umum pada Rabu (26/08) pukul 10.00 WIB secara daring via Google Meet. Kuliah umum ini dibawakan langsung oleh Kak Ahmad Ardiansyah (MSc Candidate in Forest and Nature Conservation at Wegeningen University and Research, Netherland). Kuliah umum membahas tentang hewan-hewan primata secara umum, mulai dari definisi primata, contoh-contoh primata di Indonesia, kepentingan mempelajari primata, dan metode observasi apa saja yang dapat dilakukan pada saat melakukan pengamatan primata.

Peserta kuliah umum terdiri dari 90 peserta yang terdiri dari kalangan mahasiswa dan umum. Rangkaian kuliah dimulai dengan pembukaan oleh Alvira Destri selaku moderator jalannya kuliah dan Virgilius Martin selaku ketua Himpro Satwa Liar FKH IPB University. Menurut Dr. Drh. Ligaya ITA Tumbelaka, SpMP, MSc selaku pembina Himpro Satwa Liar saat sambutan, mengatakan bahwa kuliah umum secara daring memang semestinya dilakukan untuk tetap menimba ilmu di masa pandemi. Beliau juga mengatakan bahwa kuliah umum

Kuliah Umum:

Metode Observasi Lapangan Primata

bersama Ahmad Ardiansyah

(15)

14

kali ini dapat diikuti oleh kalangan mahasiswa termasuk mahasiswa kedokteran hewan karena konservasi perlu didukung oleh bidang keilmuan lain termasuk dokter hewan (CP/DD*).

(16)

K

amis, 27 Agustus 2020 pukul 13.00 WIB dilakukan kegiatan Kuliah Umum Cluster Wild Herbivore dengan topik “Medik Konservasi Anoa” dengan pembicara Drh. Adven Three Any Joy Simamora dari Anoa Breeding Centre (ABC) BP2LHK Manado, Sulawesi Utara. Kegiatan ini dilaksanakan selama kurang lebih 1 jam yang terbagi menjadi sesi pembukaan, sesi penyampaian materi, sesi tanya-jawab, dan sesi penutup. Peserta yang hadir terdiri dari mahasiswa FKH IPB University dan mahasiswa kedokteran hewan maupun jurusan lain di perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia, serta masyarakatt umum.

Kuliah umum membahas beberapa poin-poin penting mengenai Anoa, seperti status IUCN, penyakit, manajemen kandang dan pakan, cara handling dan restrain, serta tindakan-tindakan langsung yang membutuhkan dokter hewan. Kegiatan breeding yang dilakukan sebagai upaya konservasi anoa mencakup pengamatan terhadap banyak aspek, mulai dari pengetahuan dasar tentang reproduksi satwa tersebut, tanda-tanda betina yang estrus, proses kawin, betina yang berhasil bunting dan penanganan yang diperlukan, serta persiapan partus dan post-partus bagi induk dan anak anoa. Hal-hal inilah yang menjadi kunci keberhasilan dari dilakukannya breeding pada anoa yang tentu saja dipengaruhi maupun memberi pengaruh pada kesehatannya.

Sesi kuliah lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dimana terdiri dari 2 termin dengan masing-masing termin 3 pertanyaan dari 3 peserta. Rekaman dari kuliah umum dapat disaksikan di Channel YouTube Himpro Satwa Liar FKH IPB. Dengan diadakannya kuliah umum ini, diharapkan peserta, khususnya yang berasal dari mahasisa fakultas kedokteran hewan terbuka wawasannya mengenai medik konservasi anoa (DL/DD*).

Kuliah Umum:

Medik Konservasi Anoa

bersama Drh. Adven Three Any Joy Simamora

(17)

04

(18)

17

K

uliah umum: Rehabilitasi dan Pelepasliaran Burung Liar” dilaksanakan pada Sabtu, 29 Agustus 2020 via Google Meet oleh Cluster Wild Ornith Himpro Satwa Liar. Kuliah dibawakan langsung oleh Ahmad Munawir, S. Hut. M.Si, yang merupakan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, dan diikuti oleh 139 peserta dari berbagai instansi di Indonesia. Kuliah ini bertujuan menambah pengetahuan masyarakat mengenai medik konservasi burung-burung liar.

Pak Munawir menjelaskan bahwa Pusat Suaka Elang Jawa (PSSEJ) adalah pusat rehabilitasi khusus burung pemangsa (raptor), khususnya elang. PSSEJ dikelola oleh Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (BTNGHS) dan berfungsi melakukan rehabilitasi dan pelepasliaran elang ke habitat aslinya. Menurut beliau, satwa elang yang baru datang harus melalui beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan fisik, pengamatan perilaku, pemeriksaan laboratorium sehingga dapat dinyatakan bahwa elang benar-benar dalah kondisi sehat dan terbebas dari penyakit menular. Dengan terlaksananya kuliah umum ini, diharapkan dapat menambah wawasan peserta serta mendukung aktifitas mengenai rehabilitasi dan pelepasliaran burung liar (CK/DD*).

Kuliah Umum:

Rehabilitasi dan Pelepasliaran Burung Liar

(19)
(20)

Wildlife Campaign 2020

H

impunan Minat Profesi Satwa Liar Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor menyelenggarakan “Wildlife Campaign 2020” dengan mengusung tema “Dampak Penangkapan Satwa Liar terhadap Timbulnya Zoonosis di Masyarakat” pada Sabtu (26/9) dan Minggu (27/9) secara daring melalui platform Zoom dan Youtube Live Streaming. Acara ini bertujuan mengedukasi dan mengkampanyekan terkait upaya penyelamatan satwa liar serta menumbuhkan kesadaran terhadap bahaya zoonosis yang bersumber dari satwa liar kepada masyarakat. Wildlife Campaign 2020 terdiri atas dua rangkaian kegiatan yaitu sesi talkshow oleh narasumber-narasumber hebat dan sesi campaign dari lembaga swadaya masyarakat dan lembaga riset yang memiliki fokus di bidang satwa liar.

Perdagangan ilegal satwa liar memiliki keterkaitan penting dengan potensi munculnya kasus zoonosis di masyarakat. Diharapkan dengan dilaksanakan acara ini dapat menambah wawasan terkait bahaya penularan zoonosis bersumber satwa liar,” jelas Teofilo Reynara, Ketua Pelaksana Wildlife Campaign 2020 dalam sambutannya.

Sesi talkshow hari pertama menghadirkan tiga narasumber, yaitu

(21)

20

Dr. drh. Joko Pamungkas, M.Sc selaku Koordinator Program One Health Laboratory Network (OHLN) Indonesia One Health University Network (INDOHUN), Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK(K) dari Udayana One Health Collaborating Center, dan drh. Huda S. Darusman, M.Si, PhD selaku Direktur Pusat Studi Satwa Primata IPB dan Ketua ASLIQEWAN.

Dr. drh. Joko Pamungkas, M.Sc menjelaskan bahwa saat ini terdapat berbagai zoonosis bersumber dari satwa liar yang berpotensi menimbulkan pandemi di manusia. “Saat ini banyak sekali zoonosis yang berasal dari satwa liar yang umumnya bersirkulasi di tiga ordo yang penting yaitu Chiroptera, Primata, dan Rodentia. Program surveilans yang masif memiliki peran yang penting untuk mendeteksi patogen yang berpotensi zoonosis sebelum menginfeksi manusia” terang Joko Pamungkas.

Narasumber kedua yaitu Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK(K) memaparkan terkait kasus zoonosis yang sering menginfeksi manusia dan peran jaringan kerja sama One Health Collaborating Center dalam pencegahan dan penanggulangan zoonosis di Indonesia. Narasumber ketiga yaitu drh. Huda S. Darusman, M.Si, PhD memaparkan terkait aspek One Health dan Conservation Medicine sebagai pendekatan baru dalam mengupayakan kesehatan manusia, hewan, dan ekosistem.

Wildlife Campaign 2020 hari pertama ditutup dengan sesi campaign dari Himpro Satwa Liar. Sesi campaign dari Himpro Satwa Liar mengangkat isu perdagangan ilegal satwa liar yang dibawakan oleh Ketua Himpro Satwa Liar 2019/2020, Virgilius Martin Kelake Kedang.

(22)

21

Ligaya ITA Tumbelaka, Sp.MP, M.Sc selaku Kepala Bidang Edukasi Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI). Beliau memaparkan terkait aspek penanggulangan zoonosis di Lembaga Konservasi di Indonesia. “Penanganan zoonosis di satwa liar khususnya di Lembaga Konservasi perlu melibatkan banyak pihak agar kesehatan dan kesejahteraan satwa liar tetap terjamin” terang Drh. Ligaya dalam sesi pemaparan materinya.

Sesi campaign Wildlife Campaign 2020 pada hari kedua diawali oleh Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) IPB yang dibawakan oleh Isti Kartika, M.Si terkait peran PSSP dalam upaya riset biomedis dan konservasi primata di Indonesia. Sesi campaign dilanjutkan oleh Zoological Society of London (ZSL) Indonesia terkait strategi konservasi Harimau Sumatra yang dibawakan oleh Indra Suryadi, S.Hut, dan Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia terkait combatting wildlife trafficking yang dibawakan oleh drh. Ahmad Faisal, M.Res. Kegiatan Wildlife Campaign hari kedua ditutup dengan pengumuman pemenang lomba pra-event Wildlife Campaign 2020.

(23)
(24)

23

Wildlife Education 2020

P

rogram Wildlife Education (WLE) adalah wadah pengabdian Himpro Satwa Liar (Satli) Fakultas Kedokteran Hewan IPB untuk turun langsung dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian satwa liar dan upaya konservasi alam. WLE diselenggarakan sebagai salah satu manifestasi upaya sinergitas Himpro Satli dengan lingkungan, melalui penyadartahuan masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian satwa liar di alam bagi keseimbangan ekosistem dan kehidupan manusia.

Dari tahun ke tahun, WLE diselenggarakan secara langsung di sekolah-sekolah maupun desa dekat taman nasional. Dengan tetap memprioritaskan keselamatan bersama, tahun ini WLE tidak berhenti mencari cara untuk tetap bergerak meski ditengah pembatasan mobilitas fisik di tengah pandemi.

WLE 2020 terangkai dalam beberapa bentuk kegiatan, diantaranya kerjasama Tur Virtual di Taman Burung TMII yang dilaksanakan pada 18 Oktober 2020 lalu. Pada tur ini, anak-anak merasakan langsung atmosfir Taman Burung TMII melalui teknologi virtual reality dari video 360 derajat. Setelah dipandu untuk mengenal burung-burung liar

(25)

tersebut, anak-anak sekolah dasar dari berbagai penjuru Indonesia seperti Makasar, Jakarta, Bandung, Padang, Palembang dan Palu tersebut bebas bertanya seputar burung dalam sesi siaran langsung melalui video conference, yang diisi oleh ibu Laila, salah satu pihak manajemen Taman Burung TMII.

Setelah berhasil menggalang dana untuk Lembaga Konservasi satwa yang terdampak dari hasil penjualan masker pada awal masa pandemi, melalui virtual tour taman burung ini pula digalang kembali dana untuk Taman Burung TMII dari dana tiket masuk yang didapat. “Tak kenal maka tak sayang, maka dari itu harapan saya setelah Dinda (11 tahun) dan Fahri (8 tahun) mengikuti tur ini, mereka bisa lebih menyayangi burung-burung liar, sebagai salah satu komponen dari ekosistem alam—pun tanpa harus khawatir di tengah jenuhnya pembelajaran daring, mereka bisa ‘jalan-jalan’ sambil belajar tetap dari rumah,” ujar Kartika, salah satu orang tua peserta yang juga berprofesi sebagai guru TK.

Rangkaian kegiatan lain dari WLE 2020 adalah program relawan pengajar yang turun langsung ke masyarakat pada 2 November 2020 lalu. Para relawan dan peserta berasal dari Kecamatan Lelogama, Kabupaten Kupang, NTT yang merupakan zona hijau Covid-19 dimana sekolah-sekolah masih dibuka. Relawan terpilih tersebut merupakan mahasiswa Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana yaitu Zaky Mubaraq, Moscatia Muda, dan Rut Elisabeth Loak. Setelah dinyatakan non-reaktif dari rapid test Covid-19, dengan restu dan sambut hangat dari sekolah dan tokoh masyarakat setempat, para relawan berangkat untuk berbagi ilmu seputar konservasi dan penyakit zoonotik seperti

(26)

rabies dan malaria dengan siswa SDN Lelogama.

Selain berbagi ilmu, WLE 2020 juga membagikan proyektor untuk sekolah, serta tumbler, Wildlife Book dan permainan monopoli bertemakan konservasi satwa liar untuk para peserta. Buku dan papan permainan ini dirancang agar anak-anak dapat belajar tentang konservasi dan mengenal satwa liar dengan cara yang menyenangkan di rumah (SA/DD*).

(27)

Wildlife Video 2020

H

impro Satwa Liar FKH IPB University kembali merilisi sebuah video informatif mengenai satwa liar pada Minggu (08/11). Tahun ini, dengan membawa topik COVID-19 sebagai penyakit zoonotik, mengajak para penonton untuk memahami tentang definisi penyakit zoonotik dan cara penyakit zoonotik ini dapat ditularkan dari satwa liar ke manusia. Dengan video informatif ini, diharapkan para penonton dapat mengerti mengapa kita harus menjaga alam dan tidak mengusik kehidupan satwa liar agar kita dapat terhindar dari penyakit zoonotik lain yang mungkin dapat menyebabkan kerugian seperti COVID-19 ( /DD*).

Cek video kami di Youtube Himpro Satwa Liar FKH IPB. Jangan lupa like dan subscribe channel Youtube kami ya!

(28)

Salam

(29)

@himprosatwaliar

@HIMPROSATWALIAR

Himpro Satli

http://satwaliar.lk.ipb.ac.id/

Himpro Satwa Liar FKH IPB

satwaliar@apps.ipb.ac.id

Sekretariat LK FKH IPB University,

Gedung Fakultas Kedokteran Hewan

IPB University Level 1

Jl. Agatis

Kampus IPB Dramaga

Bogor, 16680

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :