PERAN BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT) PESANTREN DALAM UPAYA MENERAPKAN TRANSAKSI BERBASIS SYARIAH
PADA MASYARAKAT
(Studi Pada KSPPS BMT Assa’adah Santri Mandiri Pondok Pesantren Darussa’adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih
Lampung Tengah)
Diajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi(S.E)
Dalam Ilmu Ekonomi dan Bisnis Islam Oleh
FITRI INDRI YANTI 1451020054
Program Studi : Perbankan Syariah
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN
LAMPUNG 1440 H / 2018 M
PERAN BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT) PESANTREN DALAM UPAYA MENERAPKAN TRANSAKSI BERBASIS SYARIAH
PADA MASYARAKAT
(Studi Pada KSPPS BMT Assa’adah Santri Mandiri Pondok Pesantren Darussa’adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih
Lampung Tengah)
Skripsi
Diajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E)
Dalam Ilmu Ekonomi dan Bisnis Islam
Oleh
FITRI INDRI YANTI NPM: 1451020054
Program Studi: Perbankan Syariah
Pembimbing I : Dr. Hj. Heni Noviarita, S.E.,M.Si. Pembimbing II :Is Susanto, M.E.Sy.
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN
LAMPUNG 1440 H / 2019 M
ABSTRAK
KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri memiliki beberapa peran diantaranya yaitu menciptakan sumber pembiayaan dan penyediaan modal bagi anggota dengan prinsip syariah, menumbuhkembangkan usaha-usaha yang produktif dan memberikan bimbingan dan konsultasi bagi anggota, meningkatkan wawasan atau kesadaran umat tentang sistem dan pola perekonomian Islam, serta membantu para pengusaha lemah untuk mendapatkan modal pinjaman. Adanya KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri yang berlandaskan syari‟ah di Desa Mojo Agung ini merupakan jawaban atas tuntutan masyarakat yang mengharapkan adanya lembaga keuangan yang menggunakan prinsip-prinsip syariah,dan bebas dari riba.
Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana implementasi BMT Pesantren dalam upaya menerapkan akad-akad syariah pada masyarakat sekitar Pondok Pesantren Darussa‟adah? Dan bagaimana strategi sosiaslisasi akad-akad syariah pada KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri? Tujuan penelitian dilakukan Untuk mengetahui peran yang dimiliki BMT pesantren dalam upaya menerapkan ekonomi Islam di masyarakat sekitar pondok pesantren Darussa‟adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah. Dan untuk mengetahui peran BMT pesantren dalam upaya menerapkan ekonomi Islam di sekitar Pondok Pesantren Darussa‟adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah dalam prespektif Ekonomi Islam.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Populasi yang digunakan peneliti yaitu berjumlah 2.993 responden, mengingat jumlah populasi lebih dari 100 anggota maka ditetapkan jumlah sampel sebesar 10 % dari jumlah populasi yaitu 25 responden. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non random sampling artinya tidak semua populasi diberikan kesempatan untuk ditugaskan menjadi anggota sampel, teknik yang digunakan penulis jenisnya purposive sampling yaitu cara pengambilan sampel dengan menetapakan ciri yang sesuai dengan tujuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pertama Peran BMT pesantren yang dilakukan dalam upaya menerapkan transaksi berbasis syariah pada masyarakat sekitar pondok pesantren yaitu dengan memberikan pembiayaan kepada masyarakat berdasarkan dengan prinsip syariah, menumbuhkembangkan usaha produktif serta membantu para pengusaha lemah dalam mendapat modal pinjaman sehingga meningkatkan produktivitas usaha masyarakat. Kedua peran BMT pesantren dalam upaya menerapkan transaksi berbasis syariah pada masyarakat sekitar pondok pesantren dalam memberikan pembiayaan kepada masyarakat tidak bertentangan dengan prinsip syariah, serta secara tidak langsung KSPPS BMT Assa‟addah Santri Mandiri telah berperan dalam upaya menerapkan ekonomi Islam di masyarakat sekitar pondok pesantren Darussa‟adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah.
MOTTO
“…dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya”(QS. Al-Maidah (5) : 2)1
1
PERSEMBHAN
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya yang telah memberikan kekuatan, kesehatan untuk penulis adalam mengerjakan skripsi ini. Skripsi ini penulis persembahkan kepada :
1. Kedua orang tua tercinta, Ayahanda Kuwatno dan Ibunda Sudarmi, trimaksih untuk cinta, kasih sayang, pengorbanan, dukungan, motivasi, serta do‟a yang tiada henti.
2. Suami ku tercinta Amin Agus Arba‟i, S.E, yang telah memberikan dukungan, semangat, motivasi dan Do‟a.
3. Kakak dan Adiku tercinta, Khotibul Umam dan Roviqoh Ulfah, yang telah memberikan dukungan, semangat dan Do‟a.
RIWAYAT HIDUP
Penulis dianugrahi nama oleh Ayahanda dan Ibunda yaitu Fitri Indri Yanti. Dilahirkan di Bumi Kencana Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah pada Tanggal 22 April 1996. Anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Bapak Kuwatno dan Ibu Sudarmi.
Riwayat pendidikan yang pernah ditempuh oleh penulis adalah :
1. Sekolah Dasar di SD Negeri 1 Bumi kencana tamat dan berijazah pada tahun 2008
2. Sekolah Menegah Pertama di SMP N 1 Seputih Agung dan berijazah pada tahun 2011
3. Madrasah Aliyah Negeri di MAN Poncowati Lampung Tengah tamat dan berijazah pada tahun 2014
Kemudian pada tahun 2014 penulis diterima sebagai mahsiswa Fakultas Syariah dan sejak tahun 2015 menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Raden Intan Lampung kemudian pada tahun 2016 menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Intan Lampung Program Strata Satu (S1) Jurusan Perbankan Syariah.
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya berupa ilmu pengetahuan, petunjuk dan kesehatan, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian skripsi yang berjudul “Peran Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Pesantren Dalam Upaya Menerapkan Ekonomi Islam Di Masyarakat Sekitar Pondok Pesantren Darussa‟adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah” ini dengan baik. Shalawat dan salam senantiasa selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabat keluarga, pengikut-Nya yang taat pada ajaran agama-Nya, yang telah rela berkorban untuk mengeluarkan umat manusia dari zaman jahiliyah menuju zaman islamiyah yang penuh dengan IPTEK serta diridhoi oleh Allah SWT yaitu dengan Islam.
Skripsi ini disusun untuk memenuhi dan melengkapi salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana pada ilmu Ekonomi dan Bisnis Islam, pada program strata satu (S1) dalam bidang Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Intan Lampung. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan dan kekeliruan, ini semata-mata karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang penulis miliki.
Atas terselesaikannya skripsi ini tak lupa penulis mengucapkan terima kasih sedalamdalamnya kepada semua pihak yang turut berperan dalam proses penyelesaian. Secara rinci penulis ucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Dr. Moh Bahrudin, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Intan Lampung beserta jajarannya yang telah memberikan izin penelitian kepada penulis.
2. Bapak Ahmad Habibi, S.E.,M.E selaku ketua jurusan Perbankan Syariah, terimakasih atas petunjuk dan arahan yang diberikan selama masa studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Intan Lampung.
3. Ibu Dr. Hj. Heni Noviarita, S.E., M.Si. selaku pembimbing I dan Bapak Is Susanto, M.E., Sy selaku pembimbing II yang telah memoerkenankan waktu dan ilmunya untuk mengarahkan dan memotivasi penulis.
4. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang telah mendidik dan memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis selama menuntut ilmu di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Intan Lampung.
5. Pimpinan dan karyawan perpustakaan pusat UIN Raden Intan Lampung, perpuastakaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dan perpustakaan daerah Bandar lampung yang telah memberikan informasi, referensi, dan lain-lain.
6. Manajer Utama KSPPS BMT Assa;adah Santri Mandiri Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah yang telah memberikan informasi, data dan lain-lain.
7. Sahabatku Excalen Putri Simarintis. S.E yang telah memberi semangat dan motivasi serta memfasilitasiku.
8. Teman-teman ku tercinta, Asri Andini,S.E, Eka Handayani, Diyah Lestari, Firda Eliani,S.E, Ratih Selawati, Regi Dinita Narika Putrie,S.E, Yeni Apriliani yang telah memberiakan semangat dan dukungan.
9. Teman- teman seperjuangan jurusan Perbankan Syariah angkatan 2014 khususnya kelas D.
10. Semua pihak yang tidak disebutkan satu persatu oleh penulis namun telah membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini.
Akhirnya, dengan iringan trimaksih penulis memanjatkan do‟a kehadirat Allah SWT, semoga jerih payah dan amal bapak-bapak dan ibu-ibu serta teman-teman sekalian akan mendapatkan balasan yang sebaik-baiknya dari Allah SWTdan semoga skripsi ini dapat bermanfat bagi penulis pada khususnya dan para pembaca pada umumnya, Amin.
Bandar Lampung, Januari 2019
Fitri Indri Yanti NPM.1451020054
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ... i ABSTRAK ... ii PERSETUJUAN ... iii PENGESAHAN ... iv ... MOTTO ... v PERSEMBAHAN ... vi
RIWAYAT HIDUP ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
PERNYATAAN ... ix
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR TABEL... xiii
DAFTAR GAMBAR ... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ... xv
BAB I PENDAHULUAN A. Penegasan Judul ... 1
B. Alasan Memilih Judul ... 4
C. Latar Belakang Masalah ... 5
D. Rumusan Masalah ... 15
F. Tinjauan Pustaka ... 18
G. Kerangka Penelitian ... 21
H. Metode Penelitian... 22
BAB II LANDASAN TEORI A. Baitul Maal wa Tamwil ... 29
1. Pengertian Baitul Maal wa Tamwil ... 29
2. Dasar Hukum Baitul Maal wa Tamwil... 31
3. Tujuan, Visi, dan Misi Baitul Maal wa Tamwil ... 34
4. Prinsip Utama Baitul Maal wa Tamwil ... 35
5. Fungsi Baitul Maal wa Tamwil ... 36
6. Akad dan Produk Baitul Maal wa Tamwil ... 37
B. Pondok Pesantren ... 50
1. Pengertian Pondok Pesantren ... 50
2. Fungsi Pondok Pesantren ... 52
3. Peran Pondok Pesantren ... 55
4. Unsur-unsur Pondok Pesantren ... 57
5. Manajemen Pondok Pesantren ... 59
C. Peran Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Dalam Upaya Menerapakan Transaksi Berbasis Syariah ... 61
BAB III HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri 1. Sejarah Singkat Berdirinya KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri ... 66
2. Visi, dan Misi KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri ... 68
3. Manajemen dan Struktur Organisasi KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri ... 68
4. Jenis-jenis Produk KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri ... 71 5. Syarat & Ketentuan Anggota KSPPS BMT Assa‟adah Santri
Mandiri ... 79 B. Peran Baitul Maal wa Tamwil Pesantren Dalam Upaya Menerapkan Transaksi
Berbasis Syariah pada Masyarakat Sekitar Pondok Pesantren Darussa‟adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah ... 80
BAB IV ANALISIS DATA
A. Implementasi Peran BMT Pesantren Dalam Upaya Menerapkan Akad-akad Syariah pada Masyarakat Studi pada KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri Pondok Pesantren Darussa‟adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah ... 93 B. Analisis strategi Sosialisasi Akad-akad dan Produk Syariah pada KSPPS BMT
Assa‟adah Santri Mandiri kepada masyarakat Studi pada KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri Pondok Pesantren Darussa‟adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah ... 105 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ... 111 B. Saran ... 112 DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR TABEL
Tabel : Halaman 1. Perkembangan Anggota KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri ... 13 2. Bagi hasil simpanan mudharabah KSPPS BMT Assa‟adah Santri
Mandiri ... 78 3. Data pembiayaan KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri ... 91
DAFTAR GAMBAR
Gambar : Halaman 1. Kerangka pemikiran ... .21 2. Grafik Perkembangan Data Anggota KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Panduan Wawancara
Lampiran 2 : Surat Izin Pra Riset
Lampiran 3 : Surat balasan Izin Pra Riset Lampiran 4 : Surat Izin Riset
Lampiran 5 : Surat Izin Permohonan Pengambilan Data Lampiran 6 : Surat Keterangan Selesai Penelitian lLampiran 7 : SK Pembimbing
Lampiran 8 : Berita acara seminar proposal Lampiran 9 : Berita Acara Munaqasyah Lampiran 10 : Fatwa DSN MUI
Lampiran 11 : UU Koperasi Lampiran 12 : Dokumentasi Lampiran 13: Blanko Konsultasi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Penegasan Judul
Agar tidak terdapat kesalahan terhadap judul skripsi ini, maka perlu memberikan pengertian serta penjelasan terhadap judul “PERAN BAITUL
MAAL WA TAMWIL (BMT) PESANTREN DALAM UPAYA
MENERAPKAN TRANSAKSI BERBASIS SYARIAH PADA
MASYARAKAT Studi Pada KSPPS BMT Assa’adah Sanatri Mandiri Pondok Pesantren Darusa’adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah” sebelum penulis menguraikan pembahasan lebih lanjut, terlebih dahulu akan dijelaskan istilah dalam skripsi ini untuk menghindari kekliruan bagi pembaca. Adanya pembatasan terhadap arti kalimat dalam penulisan ini dengan harapan memperoleh gambaran yang jelas dari makna yang dimaksud.
1. Peran adalah tindakan yang dilakukan seseorang/kelompok orang dalam suatu peristiwa atau bagian yang dimainkan seseorang dalam suatu peristiwa.2
2. Baitul Maal berasal dari bahasa arab bait yang berarti rumah, dan al maal yang berarti harta. Jadi secara etimologis (ma‟na lughawi) Baitul maal
2
Departemen Pendidikan Nasional Kamus Besar Indonesia Pusat, (Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama, 2011), h. 1051.
berarti rumah untuk mengumpulkan atau menyimpan harta.3 Adapun secara terminologis BMT adalah lembaga keuangan mikro yang dioprasikan dengan prinsip bagi hasil, menumbuhkembangkan bisnis usaha mikro dalam rangka mengangkat drajat dan martabat serta membela kaum fakir miskin, dengan berlandaskan pada sistem ekonomi yang salam: keselamatan (berintikan keadilan), kedamaian dan kesejahteraan. 4 Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa BMT adalah balai usaha mandiri terpadu yang isinya berintikan bayt al maal wa al tamwil dengan kegiatan mengembangkan kegiatan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan ekonomi pengusaha kecil bawah dan kecil dengan antara lain mendorong kegiatan menabung dan menunjang pembiayaan kegiatan ekonominya. BMT juga bisa menerima titipan zakat, infaq, dan sedekah, serta menyalurkannya sesuai dengan peraturan dan amanatnya. Selain itu yang mendasar adalah bahwa seluruh aktifitas BMT harus berdasarkan prinsip ,muamalah ekonomi dalam Islam.5
3. Pondok pesantren merupakan dua istilah yang mengandung satu arti. Orang Jawa menyebutnya “pondok” atau “pesantren”. Sering pula menyebut sebagai pondok pesantren. Istilah pondok barangkali berasal dari pengertian asrama-asrama para santri yang disebut pondok atau tempat tinggal yang terbuat dari bambu atau barangkali berasal dari bahasa Arab “funduq” artinya asrama besar yang disediakan untuk persinggahan.
3
Muhammad, Lembaga Ekonomi Syariah, (Yogyakartya : Graha Ilmu, 2007), h. 23.
4
Rifqi Muhammad, Akuntansi Keuangan Syariah, (Yogyakarta : P3EI Press, 2008), h. 23
5
Hertanto Widodo Ak, dkk, Panduan Praktis Operasional Baitul Mal Wat Tamwil (BMT), (Bandung : Mizan, 2000), Cet ke-2, h. 82.
Sekarang lebih dikenal dengan nama pondok pesantren. Di Sumatra Barat dikenal dengan nama surau, sedangkan di Aceh dikenal dengan nama rangkang.6 Pondok pesantren merupakan bagian dari pendidikan nasional yang memiliki kekhasan, keaslian (indegeneous) Indonesia. Dengan kemandirian yang dimiliki, pesantren akan menjadi lembaga pendidikan yang otonom, baik dari sistem pembelajaran maupun pendanaan.7 Berdasarkan pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pondok pesantren adalah suatu tempat dimana para santri belajar pada seorang kiyai untuk memperdalam atau memperoleh ilmu-ilmu agama yang diharapkan nantinya menjadi bekal santri dalam menghadapi kehidupan didunia maupun diakhirat.
4. Ekonomi Islam adalah sebuah usaha sistematis untuk memahami masalah-masalah ekonomi dan tingkah laku manusia secara relasional dalam perspektif Islam.8 Menurut Muhammad dan Alimin sebagaimana dikutip dalam buku Nurul Huda dkk bahwa ekonomi Islam sebagai kegiatan ekonomi berupa produksi, distribusi, dan konsumsi atau kenyataan dan permasalahan ekonomi yang dituntun oleh nilai-nilai agama dan prinsip-prinsip syariat Islam.9 Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa ekonomi Islam adalah kegiatan usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dalam mencapai kemaslahatan, kesejahteraan dan
6
Yasmadi, Modernisasi Pesantren, (Jakarta : Ciputat Press, 2002), h. 62.
7
Irwan, Zain, dan Hasse, Agama, Pendidikan Islam dan Tanggung Jawab Sosial Pesantren,
(Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2008), h. 124.
8
Nurul Huda, dkk, Ekonomi Makro Islam: Pendekatan Teoretis, (Jakarta : Kencana Prenadamedia Group, 2008), h. 1-2.
9
Nurul Huda, dkk, Baitul Maal wa Tamwil, Sebuah Tinjauan Teoritis, (Jakarta : Amzah, 2016), h. 5.
kebahagiaan dunia dan diakhirat yang dilaksanakan sesuai dengan ajaran Islam.
Berdasarkan penegasan judul diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian ini membahas tentang peran BMT pesantren dalam upaya menerapkan transaksi berbasis syariah pada masyarakat studi pada KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri Pondok Pesantren Darussa‟adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah.
B.Alasan Memilih Judul
Dalam penulisan skripsi ini penulis memiliki beberapa alasan tertentu yang mendorong penulis untuk mengkaji masalah ini. Adapun masalah tersebut antara lain adalah :
1. Alasan Objektif
Melihat kenyataan bahwa lingkungan disekitar pondok pesantren Darussa‟adah bersifat agamis namun belum menerapkan sistem transaksi syariah yang benar, maka dari itu penulis ingin melihat peran BMT pesantren dalam upaya menerapkan transaksi berbasis syariah pada masyarakat studi pada KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri pondok pesantren Darussa‟dah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah.
2. Alasan Subjektif
a. Pokok bahasan skripsi ini sesuai dengan program studi penulis yakni Perbankan Syariah. Dimana bahasan tersebut merupakan suatu kajian
keilmuan yang berkaitan dengan lembaga keuangan khususnya lembaga keungan syariah salah satunya BMT.
b. Untuk memperoleh data sebagai bahan utama penyusunan skipsi guna memenuhi salah satu syarat untuk memeperoleh gelar sarjana di bidang Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Intan Lampung.
c. Adanya motivasi tinggi untuk turut serta dalam menyumbangkan pemikiran berupa karya ilmiah yang bermanfaat bagi kemaslahatan. d. Masalah ini belum pernah dibahas oleh peneliti sebelumnya, sehingga
nantinya diharapkan dapat menjadi sumber referensi yang bisa digunakan dilingkungan fakultas, kampus dan lingkungan umum untuk menyelesaikan persoalan-persoalan terkait peran BMT dalam upaya menerapkan ekonomi Islam.
C. Latar Belakang Masalah
Lembaga Keuangan Syari'ah adalah sebuah lembaga keuangan yang prinsip operasinya berdasarkan pada prinsip-prinsip syari'ah. Dalam operasionalnya lembaga keuangan Islam harus terhindar dari riba, gharar (ketidakjelasan) dan maisir (judi). Tujuan utama didirikan lembaga keuangan Islam adalah untuk menunaikan perintah Allah dalam bidang ekonomi dan muamalah serta membebaskan masyarakat Islam dari kegiatan-kegiatan yang dilarang oleh agama Islam.
Dalam suatu lembaga keuangan syariah BMT selama lima belas tahun terakhir merupakan salah satu yang paling terlihat dari dinamika keuangan
syariah di Indonesia. Peran BMT yang sangat besar dengan didukung kondisi sumber daya yang banyak tersedia dan kultur yang ada di Indonesia, diharapkan mampu mereduksi ketimpangan wilayah khususnya di bidang ekonomi karena indikator kemakmuran suatu negara dilihat dari pertumbuhan ekonominya. Lembaga Keuangan Syariah yang ruang lingkupnya mikro yaitu BMT juga semakin menunjukkan eksistensinya.10
BMT awal pertumbuhannya tahun 1990-an, jumlahnya 3.000 unit. Akhir tahun 2005 jumlah BMT yang sehat tinggal 2.017 unit. Tahun 2010 menurut Pusat Inkubasi Usaha Kecil (PINBUK) meningkat kembali menjadi sekitar 3.307 unit. Tahun 2016 jumlah BMT menurut Asosiasi BMT Seluruh Indonesia (ABSINDO) mencapai 5000.11
BMT adalah lembaga ekonomi rakyat yang semuanya mengembangkan usaha-usaha produktif dan investasi dengan sistem bagi hasil untuk meningkatkan kualitas ekonomi pengusaha kecil bawah dalam rangka upaya pengentasan kemiskininan. BMT berusaha untuk menjalankan suatu pola perekonomian yang semua aktivitasnya berdasarkan Al-Qur‟an dan Hadist. Dalam kata lain BMT menjalankan bisnis perekonomian tanpa adanya unsur riba dan hal-hal yang dilarang dalam Islam, yang semua bentuk riba kalau ditinjau akan merugikan umat sendiri. 12
10
Sholikhul Hidayat, “Persepsi Masyarakat Terhadap Baitul Maal wat Tamwil (BMT)
Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat”,jurnal of Islamic Economics Volume 2 Nomor 2, Juli 2018, h. 199.
11
Thohir Yuli Kusmanto, Titik Sumrti, Didin S. Damanhuri, dan Saharudin, “Gerakan Social Ekonomi Islam di Pedesaan Studi Kasus Peran Baitul Maal Wat Tamwil di Kabupaten Sragen”,Al Tahrir, Vol. 16, No. 1, Mei 2016, h. 228.
12
Melekatnya terminologi syariah pada keberadaan BMT mengisyaratkan bahwa kehadiran BMT secara otomatis telah memasyarakatkan konsep ekonomi Islam pada tempat di mana ia berada. Kerangka dasar dari lembaga keuangan Islam sendiri merupakan serangkaian aturan main yang secara keseluruhan berdasarkan syariah, yang mengatur bidang ekonomi, sosial, politik dan aspek budaya pada masyarakat Islam. Syariah adalah hukum Islam yang berdasarkan Al-Qur‟an dan Sunnah. Zamir menambahkan prinsip-prinsip dalam lembaga keuangan syariah, antara lain melarang adanya bunga (interest), pembagian resiko (risk sharing), uang sebagai modal potensial, melarang adanya unsur spekulatif, kebenaran dari sebuah kontrak dan, melakukan aktifitas sesuai syariah. Penerapan sistem keuangan syariah sebagai wujud dari sistem ekonomi Islam itu sendiri pada BMT bisa dilihat melalui pelayanan yang disediakannya. Pelayanan yang disediakan BMT secara umum bisa dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu sistem jual beli, sistem bagi hasil dan sistem jasa.13
Sistem jual beli, sistem bagi hasil dan sistem jasa merupakan tolak ukur dalam ekonomi Islam. Ekonomi Islam, baik sebagai sistem ekonomi maupun sebagai ilmu ekonomi (economic) lahir dari Rahim para Intelektual Muslim. Ekonomi Islam yang lahir dan berkembang dengan berbagai latar belakang dan kepentingan pada dasarnya bertujuan untuk “mensyariahkan” umat, sehingga umat semakin mendekati derajat sebagai muslim yang sempurna (kaffah). Upaya “mensyariahkan” umat (tidak terkecuali
13
Fauzi Arif Lubis, “Peranan BMT Dalam Pemberdayan Ekonomi Nasabah Di Kecamatan
mensyariahkan dibidang ekonomi) menjadi tugas setiap komponen masyarakat dan institusi keislaman lainnnya.14
Menurut Ibn Arabi sebagaimana dikutip oleh Lukman Hakim dalam bukunya, Ekonomi Islam yaitu dimana ekonomi Islam menyangkut kumpulan prinsip umum tentang perilaku ekonomi umat yang diambil dari Al-Qur‟an dan Sunnah Nabi SAW dan pondasi ekonomi tersebut dibangun atas dasar pokok-pokok itu dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan waktu.15
Sebagai bisnis fundamental ekonomi Islam yang dekat dengan aktifitas perekonomian masyarakat, lembaga keuangan mikro syariah atau koperasi BMT sangat cocok dikembangkan dipesantren. Dalam pondok pesantren pun bisa mengembangkan lembaga keuangan mikro dalam bentuk koperasi atau BMT yang berlandaskan prinsip syariah sehingga bisnis yang dibangunnya baik di sektor keuangan maupun UMKM semua berlandaskan prinsip ekonomi syariah.
Jika dilihat dalam kerangka sistem ekonomi Islam BMT memiliki beberapa peran yang dapat dikembangkan dalam masyarakat, diantaranya yaitu :
1. Menciptakan sumber pembiayaan dan penyediaan modal bagi anggota dengan prinsip syariah.
2. Menumbuhkembangkan usaha-usaha yang produktif dan memberikan bimbingan atau konsultasi bagi anggota dibidang usahanya.
3. Meningkatkan wawasan atau kesadaran umat tentang sistem dan pola perekonomian Islam.
4. Membantu para pengusaha lemah untuk mendapatkan modal pinjaman.16
14Marlina, “Potensi Pesantren Dalam Pengembangan Ekonomi Islam”
Jurnal Hukum Islam (JH). vol. 12, No.1, juni 2014, h.128.
15
Lukman Hakim, Prinsip-Prinsip Ekonom IIslam (Jakarta : Erlangga, 2012), h.10.
16
Nurul Huda dkk, Baitul Maal Wa Tamwil Sebuah Tinjauan Teoritis, (Jakarta :Amzah, 2016), h. 41.
Di Lampung Tengah khususnya Kelurahan Seputih Jaya Kecamatan Gunung Sugih terdapat pondok pesantren Darussa‟adah yang berhasil mengoptimalkan perannya dalam mengembangkan BMT17, yakni KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri yang berdiri dibawah naungan dan badan hukum koperasi syariah dengan Akta Notaris Hi. Srimulyono Herlambang, SH.MH, Akta Nomor 10/BH/X/III.II/IV/2014. Berdirinya lembaga keuangan KSPPS BMT Assaadah Santri Mandiri dilatar belakangi oleh komitmen pendirinya yaitu para alumni pondok pesantren itu sendiri untuk peduli dengan kegiatan ekonomi mayarakat sekitarnya, yaitu masyarakat golongan ekonomi rendah atau pengusaha berskala kecil dalam memperoleh permodalan untuk meningkatkan dan mengembangkan usahanya dengan memnfaatkan kredit dari sumber-sumber keuangan informal seperti rentenir, yang dapat diperoleh dengan mudah, cepat, tepat namun dengan tingkat bunga yang tinggi.18 Sedangkan dalam Islam sendiri, Allah SWT melarang tentang perbuatan riba yang dijelaskan dalam Al-Qur‟an Surat Al-Imron (4) : 13019 :
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan Riba dengan berlipat gand dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.(QS. Al-Imran (4) :130)
17Hisyamudin, (Manajer Utama KSPPS BMT Assa‟dah Santri Mandiri), Wawancara, Pada
Tanggal 10 April 2018.
18Hisyamudin, (Manajer Utama KSPPS BMT Assa‟dah Santri Mandiri), Wawancara, Pada
Ayat ini turun pada tahun ketiga hijriyah . secara umum, ayat ini harus dipahami bahwa kriteria berlipat ganda bukanlah merupakan syarat dari terjadinya riba (jikalau bunga berlipat ganda maka riba, maka jikalau kecil bukan riba), tetapi ini merupakan sifat umum dari praktik pembungaan riba uang pada saat itu. Menurut Muhammad Abu Zahrah ayat tersebut menjelaskan tentang kepastian haramnya riba dan menjelaskan tentang ketercelaan riba tersebut sera didalamnya terdapat kedzaliman yang dapat menyebabkan utang semakin emumpuk dan akhirnya orang yang berutang tidak mampu melunasi utangnya.20
Sejak tahun 2008 dibentuklah koperasi pondok pesantren (Koppontren) yang dipelopori oleh para alumni pondok pesantren Darussa‟adah dengan modal awal sebesar Rp.15.000.000. Namun selama tahun 2008 sampai tahun 2014 Koppontren tersebut tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Kemudian para alumni pondok pesantren yang juga anggota Koppontren sepakat untuk merubah Koppontren menjadi Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah BMT Assa‟adah Santri Mandiri dengan modal awal sebesar Rp. 90.130.000.21
Pada awal pendirian KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri pada tanggal 03 maret 2014 yang kemudian secara resmi beroprasi pada tanggal 01 mei 2014 terdapat 60 anggota yang berasal dari masyarakat sekitar pondok pesantren Darussa‟adah. Pada tahun pertama sampai dengan tahun kedua
20
Idri, Hadis Ekonomi, Ekonomi Dalam Prespektif Hadis Nabi, (Jakarta : Prenada Media, 2015), h. 185.
21
Hisyamudin, (Manajer Utama KSPPS BMT Assa‟dah Santri Mandiri), Wawancara, Pada Tanggal 10 April 2018.
berdirinya KSPPS BMT Assa‟adah santri Mandiri jumlah asset, omzet, dan laba bersihnya belum terlihat meningkat. Namun mulai tahun ketiga hingga saat ini terlihat adanya peningkatan omzet pertahunya sebesar 40%. Hingga saat ini KSPPS BMT Assa‟adah memiliki asset sebanyak Rp. 4.675.448.016.22
KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri berperan dalam menciptakan sumber pembiayaan dan penyediaan modal bagi anggota dengan prinsip syariah dibuktikan dengan adanya pemberian pinjaman kepada masyarakat dengan sisitem bagi hasil. Selain itu KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri berperan dalam menumbuhkembangkan usaha-usaha yang produktif dan memberikan bimbingan atau konsultasi bagi anggota dibidangnya di masyarakat sekitar pondok pesantren Darusa‟adah diantaranya yaitu melakukan pembinaan pasar, seperti pasar kambing yang berada di Adi Jaya kecamatan Terbanggi Besar, melakukan pembinaan usaha kecil untuk ibu-ibu, serta pembinaan usaha mikro maupun makro masyarakat sekitar pondok pesantren. KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri juga berperan dalam meningkatkan wawasan dan kesadaran umat tentang sistem dan pola perekonomian Islam dengan diadakan nya sosialisasi di masyarakat. Sosialisasi tersebut biasanya diadakan ketika pengajian di Pondok Pesantren Darussa‟dah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah. KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri berperan dalam membantu para pengusaha lemah untuk mendapatkan modal pinjaman. Dalam hal ini KSPPS BMT Assa‟ddah Santri Mandiri memberikan modal pinjaman kepada
22 Ibid.
masyarakat mulai dari masyarakat menengah bawah sampai masyarakat menengah atas, artinya disini KSPPS BMT Assa‟dah Santri Mandiri tidak memilih masyarakat untuk dijadikan anggota dalam BMT tersebut. Semua lapisan masyarakat dapat menggunakan jasa di KSPPS BMT Assa‟dah Santri Mandiri. 23
KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri sangat berperan dalam perekonomian masyarakat kecil maupun menengah. Lembaga ini mempunyai metode dalam hal memperkenalkan program-program kepada masyarakat dan menjelaskan tentang kelebihan apabila masyarakat menjadi anggota, dan kelebihan yang ditawarkan oleh KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri tentang keuntungan yang akan didapat apabila masyarakat menjadi anggota di KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri.
KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri melakukan beberapa strategi agar masyarakat bergabung dengan KSPPS BMT Assa‟adah Santri mandiri sehingga tidak lagi mengunakan jasa-jasa keuangan yang berbasis riba, diantaranya yaitu sosialisasi kepada masyarakat mengenai ekonomi syariah khususnya mengenai BMT, kemudian melakukan pendekatan pada jamaah pengajian. Hingga saat ini anggota KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri terlihat terus meningkat.24
23
Hisyamudin, (Manajer Utama KSPPS BMT Assa‟dah Santri Mandiri), Wawancara, Pada Tanggal 17 Oktober 2018.
24Hisyamudin, (ManajerUtama KSPPS BMT Assa‟adahSantriMandiri),
Wawancara, PadaTanggal 10 April 2018.
Berikut data perkembangan anggota KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri
Tabel. 1
Data Perkembangan Anggota KSPPS BMT Assa’adah Santri Mandiri
Anggota 2014 2015 2016 2017
Total anggota simpanan KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri 7.52 anggota 1.406 anggota 2.238 anggota 2.791 anggota Total anggota pinjaman
dan pembiayaan KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri 131 anggota 282 Anggota 281 anggota 202 anggota
Sumber : KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri
Dilihat dari tabel perkembangan KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri total anggota simpanan KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri dan Total anggota pinjaman dan pembiayaan KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri menunujukan perkembangan dan kemajuan dari tahun ke tahun semakin meningkat.
KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri merupakan lembaga keuangan yang menerapakan sistem syariah dalam menjalankan operasionalnya. Produk pendanaan yang ada menggunakan sistem akad wadiah (titipan) dan mudharabah (bagi hasil). Sedamgkan produk pembiayaan nya menggunakan akad dengan prinsip jual beli,bagi hasil, dan sewa.
Layaknya suatu perekonomian, apapun sistem ekonomi yang dipakai hubungan antar pihak, baik antar anggota maupun mitra yang melakukan kegiatan ekonomi akan berakhir dengan transaksi. Secara umum trasaksi dapat diartikan sebagai kejadian ekonomi atau keuangan yang melibatkan paling tidak dua pihak yang melakukan pertukaran atau perserikatan atas dasar suka sama suka.
Akad yang sah merupakan salah satu sebab sahnya perpindahan kepemilikan sesuatu (bertransaksi) dalam Islam, maka sah atau batalnya transaksi dalam Islam akan berdampak pada hukum yang sangat krusial berkaitan dengan perpindahan hak kepemilikan suatu benda dan kebebasan berbuat dengan benda tersebut. Apabila transaksi yang dilakukan dianggap sah secara syariah, maka sah pula kapemilikan atas objek transaksinya yang menyebabkan dia bebas berbuat dan memberlakukan hak kepemilikannya atas objek transaksi tersebut. Tapi apabila transaksi perpindahan haknya dianggap batal secara syariah, maka batal pulalah hak kepemilikannya, dan dia tidak berhak memberlakukan objek transaksi tersebut sesuka hatinya, karena kepemilikannnya belumlah dianggap sah secara syariah. Oleh sebab itu hal yang sangat urgen kita memahami hal-hal yang menjadikan suatu transaksi tersebut menjadi sah, atau transaksi tersebut dianggap batal.25
Dalam melakukan kegiatan menghumpun atau menyalurkan dana kepada masyarakat, KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri menggunakan
25
http://bmtitqan.org/artikel/detail/10/bertransaksi-sesuai-syariah.html Diakses Pada Tanggal 09 April 2019
berbagai jenis akad yang dapat dikelompokan menjadi enam pola, yaitu pertama akad dengan pola titipan, seperti wadiah yad amanah dan wadiah yad dhomanah. Kedua akad dengan pola bagi hasil, seperti mudharabah dan musyarakah. Ketiga akad dengan pola jual beli, seperti murabahah dan isthisna‟. Keempat akad dengan pola sewa seperti ijarah. Kelima akad dengan pola pinjaman, seperti qard. Keenam akad dengan pola jasa dan lainya, seperti wakalah dan hawalah.
Dengan adanya BMT pesantren dapat mengajak masyarakat agar dalam berbisnis tidak lagi bersentuhan dengan riba atau jenis transaksi yang tidak dibenarkan yang dampaknya akan menimbukan ketidakadilan dimasyarakat.
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul” Peran Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Pesantren Dalam Upaya Menerapkan Transaksi Berbasis Syariah Pada Masyarakat Studi Pada KSPPS BMT Assa’adah Santri Mandiri Pondok Pesantren Darussa’adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah”.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan diatas maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimanakah Implementasi peran BMT Pesantren Dalam Upaya Menerapkan Akad-akad Syariah Pada Masyarakat Studi Pada KSPPS
BMT Assa‟adah Santri Mandiri Pondok Pesantren Darussa‟adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah?
2. Bagaimanakah Strategi Sosialisasi Akad-akad dan Produk Syariah KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri kepada Masyarakat Studi Pada KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri Pondok Pesantren Darussa‟adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah?
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh penyusun yaitu: a. Untuk mengetahui implementasi BMT Pesantren dalam upaya menerapkan akad-akad syariah pada masyarakat studi pada KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri Pondok Pesantren Darussa‟adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah.
b. Untuk mengetahui strategi sosialisasi akad-akad ayariah KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri kepada masyarakat studi pada KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri Pondok Pesantren Darussa‟adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah
2. Manfaat Penelitian
Penulis berharap hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri maupun bagi orang lain. Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah :
Bagi kalangan akademis, penelitian ini sangat bermanfaat guna menambah perbendaharaan keilmuan dan penelitian khususnya terhadap peran BMT pesantren dalam upaya menerapkan transaksi berbasis syariah pada masyarakat sekitar pondok pesantren. Bagi mahasiswa, penelitian ini dapat dijadikan gambaran realita lapangan sehingga keilmuan yang didapat tidak hanya secara teoritis tetapi juga praktis dilapangan.Sedangkan bagi dosen, penelitian ini dapat bermanfat sebagai field data untuk mempertajam analisis lapangan khususnya mengenai peran BMT pesantren dalam upaya menerapkan transaksi berbasis syariah pada masyarakat studi pada KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri Pondok Pesantren Darussa‟adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah.
b. Manfaat Praktis 1) Bagi Industri
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai gambaran kinerja BMT dan sumbang saran serta bahan evaluasi yang sangat berguna untuk meningkatkan kinerja KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri Pondok Pesantren Darussa‟adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah.
2) Bagi Masyarakat
Peeneliti sangat berharap penelitian ini dapat menamabah informasi yang lengkap khususnya mengenai KSPPS BMT
Assa‟adah Santri Mandiri Pondok Pesantren Darussa‟adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah sehingga masyarakat akan tergerak untuk meningkatkan partisipasinya demi perkembangan BMT dalam upaya menerapkan ekonomi Islam.
F. Tinjauan Pustaka
Fauzi Arif Lubis. “Peranan BMT dalam Pemberdayaan Ekonomi Nasabah di Kecamatan Berastagi-Kabanjahe Kabupaten Karo Studi Kasus BMT Mitra Simalem Al-Karomah.” Menyatakan bahwa hasil pemberdayaan BMT Mitra Simalem Al-Karomah dilihat melalui dua indikator, yaitu perkembangan ekonomi nasabah dan partisipaasi nasabah. Dari sisi perkembangan ekonomi bisa disimpulkan bahwa pemberdayaan yang dilakukan BMT Simalem Al-Karomah cukup berhasil dengan semakin meningkatkanya pendapatan nasabah jika dibandingkan dengan keadaan sebelum menjadi nasabah BMT ini. Selain itu, perkembangan ekonomi juga bisa dilihat dari meningkatnya taraf pendidikan anggota keluarga nasabah. Sedangkan pada aspek partisipasi, nasabah BMT Simalem Al-Karomah turut memperkuat keadaan keberadaan BMT Mitra Simalem Al0-Karomah dengan mempercayakan pengelolaan pada BMT ini.26
M. Nasyah Agus Putra. “Optimalisasi Peran Baitul Maal Pada BMT untuk Pemberdayaan Usaha Mikro di Jawa Timur.” Menyatakan bahwa BMT merupakan badan atau lembaga yang dapat meningkatkan kinerja
26
Fauzi Arif Lubis, Peranan BMT dalam Pemberdayaan Ekonomi Nasabah di Kecamatan Berastagi-Kabanjahe Kabupaten Karo Studi Kasus BMT Mitra Simalem Al-Karomah, Jurnal Human Falah, Vol. 3. No. 2.2016, h. 294.
perekonomian dan sekaligus dapat mengentaskan kemiskinan sehingga tercapai kesejahteraan umat. BMT menyiapka sistem dalam mengintegrasikan potensi dan kekuatan masing-masing Baitul maal untuk berperan dalam mengembagkan jamaah dan komunitasnya sebagai elemen pembangunan peradaban Islam yang erbasis komunitas. 27
Rullyjanto Podungge. “Potensi BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Pesantren Guna Menggerakan Ekonomi Syariah di Mayarakat.” Menyatakan bahwa pesantren dengan kekayaan kultur dan potensi ekonominya, sangat strategis sebagai penggerak ekonomi syariah. Fondasi motor penggerak adalah koperasi BMT. Diharapkan setelah BMT pesantren dengan sektor riil yang ada dilingkungan internal pesantren telah solid, kemudian dilakukan perluasan pasar bisnis yaitu pengembangan dan pemberdayaan potensi ekonomi yang ada dilingkungan masyarakat pesantren.28
Moh.Toriquddin, Pasca Sarjana Institut Agama Islam Negri Sunan Ampel Surabaya dalam penelitiannya yang berjudul “Pemberdayaan Ekonomi Di Pesantren Berbasis Syariah”. Menjelaskan bahwa pesantren dari dulu hingga sekarang tidak dapat dipungkiri telah memberi andil yang signifikan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Salah satu kelebihan dari model pendidikan pesantren terletak pada pola pendekatannya yang berdasarkan pada segala sesuatu yang sudah akrab dengan masyarakat dan perpaduan antara aspek teoritis dan praktis. Maka pesantren bukan hanya sebagai
27
M. Nasyah Agus Saputra, Optimalisasi Peran Baitul Maal Pada BMT untuk
Pemberdayaan Usaha Mikro di JawaTimur, Jurnal Masharif Al-Syariah, Vo. 1, No. 2, 2016. H100-101.
28
Rullyjanto Podungge,Potensi Baitul Maal Wat Tamwil Pesantren Guna Menggerakan Ekonomi Syariah Di Masyarakat, Jurnal Al-Mizan, Vol.10, No. 2014. h.48-68.
pencetak intelektual muslim melainkan juga sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berbasis syariah.29 Perbedaannya dengan skripsi yang akan dilakukan oleh peneliti adalah peneliti akan meneliti teliti tentang Peran BMT Pesantren Dalam Upaya Menerapkan Transaksi Berbasis Syariah pada Masyarakat Studi Pada Pondok Pesantren Darusa‟adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah.
29
Moh. Toriquddin, Pemberdayaan Ekonomi di Pesantren Berbasis Syariah, Pasca Sarjana Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. De Jure, Jurnal Syariah dan Hukum, Vol. 3, No. 1. 2011, h. 24-35.
G. KerangkaPemikiran
Bagan 1. Kerangka Pemikiran
BMT sebagai salah satu produk lembaga keuangan syariah bukan bank memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Keberadaan BMT mengajarkan kepada masyarakat tentang ekonomi Islam
Peran BMT Pesantren
1. Menciptakan sumber pembiayaan dan penyediaan modal bagi anggota dengan prinsip syariah.
2. Menumbuhkembangkan usaha-usaha yang produktif dan memberikan bimbingan atau konsultasi bagi anggota dibidang usahanya. 3. Meningkatkan wawasan atau kesadaran
umat tentang sistem dan pola perekonomian Islam.
Membantu para pengusaha lemah untuk mendapatkan modal pinjaman
4. Membantu para pengusaha lemah untuk mendapatkan modal pinjaman
Pembiayaa n Syariah masyarakat sekitar pondok pesantren Pengembangan keilmuan dan sosialisali ekonomi Islam ke masyarakat Mewujudkan laboratorium praktek riil teori ekonomi Islam dalam aktifitas ekonomi yaitu koperasi atau BMT
Transaksi Berbasis Syariah
sehingga ada dakwah di dalamnya. Mengajarkan bahwa bunga itu haram dan menunjukkan eksistensi lembaga keuangan syariah bukan bank di Indonesia. Keberadaan BMT di tengah-tengah masyarakat saat ini memberikan angin segar bagi masyarakat terutama di pedesaan. Mereka yang tidak terjangkau perbankan atau memiliki pengalaman pahit dengan perbankan akan mempertimbangkan menggunakan BMT. Adanya fungsi sosial diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat agar tidak hanya berorientasi pada dunia saja namun juga akhirat.
H. Metode Penelitian
Metodelogi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin. Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode. Sedangkan penelitian merupakan suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.30 1. Jenis dan Sifat Penelitian
a. Jenis Penelitian
Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang dilakukan dilapangan dalam keadaan yang sebenearnya.31 Hakikatnya penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan dengan menggali data yang bersumber dari lokasi
30
Suharsimi Arikunto, Metode Penelitian ( Yogyakarta : Bina Aksara, 2006), h. 112.
31
Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum (Jakarta :Universitas Indonesia, 1986), h. 10.
penelitian. Adapun data tersebut diperoleh dari lokasi yang berada di BMT Pondok Pesantren Darussa‟adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih. Yang difokuskan pada permasalahan Peran BMT Pesantren dalam upaya menerapkan Transaksi berbasis syariah pada masyarakat studi pada KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri Pondok Pesantren Darussa‟adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah.
b. Sifat Penelitian
Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yaitu analisis yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati dengan metode yang telah ditentukan.32
2. Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini di golongkan menjadi dua kelompok yaitu data primer dan skunder.
a. Data Primer
Sumber data primer adalah data yang langsung memberikan data kepada pengumpulan data. Data yang diperoleh merupakan data dari hasil penelitian lapangan dengan melalui wawancara langsung antara peneliti dengan pihak BMT Pondok Pesantren Darusa‟adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah.
32
Burhan Bungin, Metode Penelitian Sosial, Format-format Kuantitatif dan Kualitatif
b. Data Sekunder
Sumber data sekunder yaitu sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen untuk mendukung penelitian ini penulis menggunakan data sekunder dari referensi lain seperti dokumen, jurnal dan buku-buku.
3. Populasi dan Sampel a. Populasi
Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa populasi merupakan keseluruhan dari subyek penelitian.33 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat anggota KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri yaitu sebanyak 2.993 anngota.
b. Sampel
Sampel adalah sejumlah individu yang diambil dari populasi yang mewakilinya.34 Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti.35. Dalam pengambilan sampel peneliti berpedoman pada Suharsimi Arikunto yang menyatakan bahwa apabila subjek nya kurang dari 100, lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika subyeknya besar (lebih dari 100 orang) dapat menggunakan sampel. Menurutnya sampel diambil antara 10%-
33
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta :Rineka Cipta, 2006), h. 108.
34
Sutrisno Hadi, Metodologi Research, ( Yogyakarta : Andi, 2002), Cet.32. h. 70.
35
15% hungga 20%-25% atau bahkan boleh lebih dari 25% dari jumlah populasi yang ada.36
Mengingat jumlah populasi lebih dari 100 anggota KSPPS BMT, sehingga ditetapkan jumlah sampel sebesar 10% yaitu 2.993 x 10% = 299,3= 300 anggota BMT.
Dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 300 anggota BMT. Untuk menggunakan ukuran sampel, penulis menggunakan non random sampling artinya tidak semua populasi diberikan kesempatan untuk ditugaskan menjadi anggota sampel, teknik yang digunakan penulis jenisnya adalah purposive sampling yaitu cara pengambilan sampel dengan menetapkan ciri yang sesuai dengan tujuan. Dengan demikian ciri yang dapat dijadikan sampel penelitian : (1) Responden merupakan anggota yang terdaftar aktif minimal 3 bulan terakhir, (2) Responden tersebut merupakan masyarakat anggota KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri yang tinggal disekitar pondok pesantren, (3) Responden tidak mengemas informasi tetapi memberikan informasi yang sebenarnya. Berdasarkan kriteria responden tersebut maka ditetapkan jumlah sampel sebanyak 25 anggota KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri sampel dalam penelitian ini.
36
4. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri Pondok Peantren Darussa‟adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah.
5. Teknik Pengumpulan Data a. Observasi
Observasi yaitu suatu metode yang digunakan oleh peneliti dengan cara pengamatan langsung terhadap kegiatan yang dilaksanakan perusahaan.didalam penelitian ini penulis menggunakan observasi nonpartisipan, sehingga peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen.37 Peneliti mencatat menganalisis dan selanjutnya dapat membuat kesimpulan tentang Peran BMT Pesantren dalam upaya menerapkan transaksi berbasis syariah pada masyarakat studi pada KSPPS BMT Assa‟adah Santri Mandiri Pondok Pesantren Darussa‟adah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah.
b. Wawancara
Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan-pertanyan secara bebas baik terstruktur maupun tidak terstruktur dengan tujuan untuk memperoleh informasi secara luas mengenai objek penelitian.38 Peneliti akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan peran BMT Pesantren dalam
37
DanangSunyonto, MetodologiPenelitianUntukEkonomi (Yogyakarta : CAPS, 2011), h. 23.
38
upaya menerapkan transaksi berbasis syariah pada masyarakat studi pada KSPPS BMT Assa‟ada Santri Mandiri Pondok Pesantren Darussaadah Mojo Agung Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah.
c. Dokumentasi
Dokumentasi menurut Suharsimi Arikunto “mencari dan mengenal hal-hal atau sesuatu yang berkaitan dengan masalah variable yang berupa catatan-catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, dan notulen rapat, lengger, agenda, dan sebagainya.”39
I. Metode Pengolahan Data
Data yang telah berhasil dikumpulkan akan diolah dan dianalisis secara deskriptif kualitatif, yaitu analisis yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati dengan metode yang telah ditentukan.40 Tujuan dari metode ini adalah untuk membuat deskripsi atau gambaran mengenai objek penelitian secara sistematis, aktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Dengan tahapan sebagai berikut: 1. Data Reduction (Reduksi Data)
Data yang diperoleh dari lapangan dicatat secara teliti dan rinci, mereduksi data, Meramgkum, memilih hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya.
39
Suharsimi Arikunto, ProsedurPenelitianSuatuPendekatanPraktik (Jakarta :Rinekacipta, 2013), h.274.
40
Burhan Bungin,Metode Penelitian Sosial, Format-format Kuantitatif dan Kualitatif
2. Data Display (Penyajian Data)
Penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya.
3. Conclution Drawing/verification
Penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data.41
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lainnya. Setelah keseluruhan data terkumpul maka langkah selanjutnya penulis menganalisis data tersebut sehingga dapat ditarik kesimpulan.42
Pada penelitian ini menggunakan metode analisis data induktif. Suatu metode disebut induktif apabila analisa data dan penulisan penelitian berangkat dari data yang bersifat khusus kemudian ditarik kesimpulan atau generalisasi yang bersifat umum.43 Metode induktif dari penelitian ini adalah peran BMT pesantren (khusus) dalam upaya menerapkan transaksi berbasis syariah pada masyarakat sekitar Pondok Pesantren (umum). Cara berfikir induktif ini dimulai dari penalaran yang mempunyai ciri khas dan terbatas ruang lingkupnya dan kemudian ditarik suatu konklusi yang bersifat umum.44
41
Sugiyono, Mertode Penelitian Kuantitatif, Kualitataif dan R&D (Bandung :Alfabeta, 2015), h. 247.
42
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian : suatu pendekatan praktik, (Jakarta : Rineka Cipta, 2013), h. 376.
43
Saifuddin, M. Syahudu Ismail & Ismail Suwardi Wekke, Strategi dan Teknik Penulisan Skripsi, (Yogyakarta : Deepublish, 20180, h. 33.
44
A. Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Penelitian Gabungan, (Jakarta : Kencana, 2014), h. 19.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Baitul Maal Wat Tamwil (BMT)
1. Pengertian Baitul Maal Wat Tamwil (BMT)
BMT merupakan kependekan dari Baitul Maal Wat Tamwil atau dapat ditulis dengan BMT,secara harfiyah atau lghowi baitul maal berarti rumah dana dan baitul tamwil berarti rumah usaha. Baitul maal dikembangkan berdasarkan perkembangannya, yakni dari masa Nabi sampai abad pertengahan perkembangan islam. Dimana baitul maal berfungsi untuk mengumpulkan sekaligus mentasyarufkan dana sosial. Sedangkan baitul tamwil merupakan lembaga bisnis bermotif laba.45
BMT terdiri dari dua istilah, yaitu baitul maal dan baitu tamwil. Baitul maal lebih mengarah pada lembaga pengumpul dan penyalur dana yang non profit seperti zakat, infaq, dan shadaqah. Baitul tamwil adalah lembaga yang fungsinya melakukan kegiatan pengembangan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas ekonomi pengusaha mikro dan kecil dengan antara lain mendorong kegiatan menabung dan menunjang pembiayan kegiatan ekonomi. Sedangkan baitul maal (lembaga), kegiatan usahanya menerima titipan dana zakat, infak, dan
45
Muhammad Ridwan, manajemen Baitul Maal Wa Tamwil, (Yogyakarta: UII Press, 2004),h. 126 .
sedekah serta mengoptimalkan distribusinya sesuai dengan peraturan dan amanahnya.46
BMT adalah balai usaha mandiri yang terpadu yang isinya berintikan bayt al-mal wa al-tamwil dengan kegiatan mengembangkan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas kegiatan ekonomi pengusaha kecil bawah dan kecil dengan antara lain mendorong kegiatan menabung dan menunjang pembiayaan kegiatan ekonominya. Selain itu, BMTjuga bisa menerima titipan zakat, infak dan sedekah, serta menyalurkannya sesuai dengan peraturan dan amanatnya.47
Dengan demikian, keberadaan BMT dapat dipandang memiliki dua fungsi utama yaitu sebagai media penyalur pendayagunaan harta ibadah seperti zakat, infak, sedekah dan wakaf, serta dapat pula berfungsi sebagai institusi yang bergerak dibidang investasi yang bersifat produktif sebagaimana layaknya bank. Pada fungsi kedua ini dapat dipahami bahwa selain berfungsi sebagai lembaga keuangan, BMT juga berfungsi sebagai lembaga ekonomi. Sebagaimana lembaga keuangan.48
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa BMT adalah lembaga keuangan syariah yang dioperasikan dengan prinsip bagi hasil dan beroperasi mengikuti ketentuan-ketentuan yakni Al-Qur‟an, Hadist, Undang-undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoprasian dan PERMENKOP.
46
Andri Soemitro, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah,( Jakarta : Prenada Media, 2009), h. 451.
47
Ibid, , h. 425.
48
2. Dasar Hukum Baitul Maal wa Tamwil (BMT) a. Al-Qur‟an
Yang menjadi landasan dasar hukum BMT sebagaimana lembaga ekonomi Islam lainya yakni mengacu pada sistem ekonomi Islam itu sendiri seperti tersirat melalui fenomena alam semesta dan juga tersurat dalam Al-Qur‟an serta Al-Hadist BMT antara lain:
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.(QS : An-Nissa : 29)49
Larangan membunuh diri sendiri mencakup juga larangan membunuh orang lain, sebab membunuh orang lain berarti membunuh diri sendiri, karena umat merupakan suatu kesatuan.
Artinya : Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu (Q.S. Al-Baqarah : 168)50
49
Departemen Agama, Al-Qur‟an dan Terjemahnya, Surah An-Nissa (4) : 29.
50
Artinya : Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya. (Q.S. Al-Maidah : 2)51 b. Hadistِِبَأ ْنَع
: َلَق َمهلَسًَ ِوَْْلَع ُ هاَللّ َهلَص ِِِّبهنل ا ِنَع ُوْنَع ُ ه َاَللّ َِِضَز َةَسَّْسُى
ُ هاَللّا اَيَف َلاْتِإ ُدِّْسُّ َرَخَأ ْنَمًَ ٌوْنَع ُ هاَللّ ٍَذَأ ُدِّْسُّ ِساهنل ا َلاٌَْمَأ َرَخ أ ْنَم
)ُُِزاَخُبلا ْا ُهاًََز(
Artinya : “Dari Abu Hurairah r.a dari Nabi SAW bersabda,”Barang siapa memperoleh (meminjam) harta dari manusia dengan maksud untui melunasinya, maka Allah akan melunasinya dan barang siapa memperoleh (meminjam) harta dari manusia dengan maksud untuk merusaknya maka Allah akan merusaknya.”(HR.al-Bukhari)52
Rasulullah Sangat menyukai orang yang suka menolong dan memberi untuk kesejahteraan orang lain. Hanya saja, Nabi menyarankan agar seseorang menjaga diri, merasa cukup dengan apa adanya, dan sabar sehingga tidak bayak membutuhkan pertolongan dari orang lain.53
c. Undang-undang tentang Perkoprasian
Di Indonesia kebijakan mengenai perkoperasian sudah sejak lama ada seiring dengan keberadaan koperasi. Pada tahun 1958
51 Ibid.
52
Idri, Hadis Ekonomi, Ekonomi dalam Perspektif Hadis Nabi, (Prenada Media : Jakarta, 2015), h.40.
53