• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tuberkulosis (tb)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tuberkulosis (tb)"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

TUBERKULOSIS

(TB)

Kelompok 5

Iin Tresna Asih (14613267)

Farah Utami Putri R (14613268) Yosse Kurnia P (14613269)

Putri Akromah (14613270)

Nurul Aulia Putri (14613271) Wildan Setyo Rayandi

(14613272)

(2)

TUBERKULOSIS

uatu penyakit infeksi menular yang disebabkan

oleh bakteri

Mycobacterium tuberculosis,

yang

biasanya menyerang paru-paru, tapi juga bisa

mempengaruhi bagian tubuh lainnya, seperti

otak, ginjal, atau tulang belakang. Penyakit ini

apabila

tidak

diobati

akan

menyebabkan

komplikasi berbahaya bahkan kematian.

(3)

KLASIFIKASI

(4)

TUBERKULO SIS

Berdasarkan lokasi

(5)

ETIOLOGI

Morfologi dan struktur Mycobacterium Tuberculosis diantara nya yaitu:

Berbentuk batang merah dengan panjang 1-10 mikron,

lebar 0,2-0,6 mikron.

Bersifat tahan asam karena memiliki struktur dinding sel

yang kompleks.

Tahan terhadap suhu rendah sehingga dapat bertahan

hidup dalam jangka waktu lama pada suhu antara 4⁰C sampai minus 70 ⁰C.

Sangat peka terhadap panas, sinar matahari dan sinar

ultraviolet tetapi dapat hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab.

Dalam jaringan tubuh kuman ini dapat dormant atau

(6)

PATOFISIOLOGI

Peradangan terjadi di dalam alveoli (parenkim) paru, dan pertahanan tubuh alami berusaha melawan infeksi itu. Makrofag menangkap organisme itu, lalu dibawa ke sel T. Proses radang dan reaksi sel menghasilkan sebuah nodul pucat kecil yang disebut tuberkel primer. Di bagian tengah nodul terdapat basil tuberkel. Bagian luarnya mengalami fibrosis, bagian tengahnya kekurangan makanan, mengalami fibrosis, bagian tengahnya kekurangan makanan mengalami nekrosis. Proses terakhir ini dikenal sebagai perkijuan.

(7)

Kondisi ini membatasi pertumbuhan lebih lanjut

dan menetapkan latency. Lesi pada orang dengan

sistem kekebalan tubuh yang memadai umumnya

Materi cair ini dapat dibatukkan keluar,

meninggalkan rongga (kaverne) dalam parenkim

paru (tampak pada foto toraks). Bila pada foto

toraks hanya tampak nodul yang telah mengalami

perkapuran, maka modul ini dikenal sebagai

tuberkel Ghon. Adanya tuberkel Ghon disertai

(8)

TANDA & GEJALA

Tanda:

Demam

Penurunan berat

badan

Batuk berdarah,

kronis dan produktif

Nyeri dada

Nyeri saat bernafas

Berkeringat di

malam hari

Nafsu makan

menurun

(9)

FAKTOR RESIKO

Usia

Jenis kelamin

penyakit penyerta

Kepadatan hunian dan kondisi rumah

(10)
(11)

TUJUAN TERAPI

menyembuhkan pasien dan mengembalikan

kualitas hidup dan produktivitas,

untuk mencegah kematian akibat TB aktif atau

efeknya yang terlambat,

untuk mencegah kekambuhan TB,

untuk mengurangi penularan TB ke orang lain,

untuk mencegah pengembangan dan transmisi

(12)

TERAPI FARMAKOLOGI

Kedokteran Tatalaksana Tuberkulosis

Obat ini diberikan untuk:

Penderita baru TB Paru BTA Positif. Penderita baru TB Paru BTA negatif Rontgen Positif yang “sakit berat” Penderita TB Ekstra Paru berat

Obat ini diberikan untuk

penderita TB paru BTA(+) yang sebelumnya pernah diobati

Obat ini diberikan untuk:

Penderita baru BTA negatif dan rontgen positif sakit ringan,

(13)

ISONIAZID

Bersifat bakterisid, dapat membunuh 90% populasi kuman

dalam beberapa hari pertama pengobatan.

Mekanisme kerja berdasarkan terganggunya sintesa

mycolic acid, yang diperlukan untuk membangun dinding bakteri.

Pada saat dipakai Isoniazida akan mencapai kadar plasma

puncak dalam 1 – 2 jam sesudah pemberian peroral dan lebih cepat sesudah suntikan im

Waktu paro plasma 2-4 jam

Melintasi plasenta dan masuk kedalam ASI. ESO: Hepatotoksik

Interaksi: Antikonvulsan seperti fenitoin dan karbamazepin

(14)

RIFAMPISIN

Bersifat bakterisid, dapat membunuh kuman

semi-dormant yang tidak dapat dibunuh oleh isoniazid.

Mekanisme kerja, Berdasarkan perintangan spesifik dari suatu enzim bakteri Ribose Nukleotida Acid

(RNA)-polimerase sehingga sintesis RNA terganggu.

Obat ini akan mencapai kadar plasma puncak (berbeda

beda dalam kadar) setelah 2-4 jam sesudah dosis 600 mg

Waktu paruh plasma lebih kurang 1,5- 5 jam( lebih tinggi

dan lebih lama pada disfungsi hati, dan dapat lebih rendah pada penderita terapi INH)

ESO: Hipersensitifitas: demam, pruritis, urtikaria, erupsi

kulit, sariawan mulut dan lidah, eosinofilia, hemolisis,

(15)

Dosis rifampisin pada anak

Anjuran Ikatan Dokter Anak Indonesia adalah 75

(16)

PIRAZINAMID

Bersifat

bakterisid

, dapat membunuh kuman yang

berada dalam sel dengan suasana asam. Mekanisme

kerja, berdasarkan

pengubahannya menjadi asam

pyrazinamidase yang berasal dari basil tuberkulosa

Pirazinamid cepat terserap dari saluran cerna. Kadar

plasma puncak dalam darah lebih kurang 2 jam,

kemudian menurun. Waktu paro kira-kira 9 jam.

Dimetabolisme di hati.

bereaksi dengan reagen Acetes dan Ketostix yang

akan memberikan warna ungu muda – sampai coklat

hepatotoksisitas,

termasuk

demam

anoreksia,

(17)

ETAMBUTOL

Bersifat bakteriostatik, dengan menekan pertumbuhan

kuman TB yang telah resisten terhadap Isoniazid dan streptomisin. Mekanisme kerja, berdasarkan

penghambatan sintesa RNA pada kuman yang sedang membelah, juga menghindarkan terbentuknya mycolic acid pada dinding sel

Obat ini diserap dari saluran cerna. Kadar plasma puncak

2-4 jam. waktu paro eliminasi 3.1 + 0,4 jam. Diekskresikan terutama dalam kemih.

Garam Aluminium seperti dalam obat maag, dapat

menunda dan mengurangi absorpsi etambutol.

Efek samping yang muncul antara lain gangguan

(18)

Untuk dewasa dan anak berumur diatas 13 tahun,

15 -25 mg mg per kg berat badan, satu kali sehari.

Untuk pengobatan awal diberikan 15 mg / kg berat

badan, dan pengobatan lanjutan 25 mg per kg

(19)

STREPTOMISIN

Bersifat bakterisid, dapat membunuh kuman yang sedang

membelah. Mekanisme kerja berdasarkan penghambatan sintesa protein kuman dengan jalan pengikatan pada RNA ribosomal

Absorpsi dan nasib Streptomisn adalah kadar plasma

dicapai sesudah suntikan im 1 – 2 jam, sebanyak 5 – 20 mcg/ml pada dosis tunggal 500 mg, dan 25 – 50 mcg/ml pada dosis 1. waktu paruh 2 – 3 jam

Interaksi dari Streptomisin adalah dengan kolistin,

siklosporin, Sisplatin menaikkan risiko nefrotoksisitas, kapreomisin, dan vankomisin menaikkan ototoksisitas dan nefrotoksisitas

Efek samping akan meningkat setelah dosis kumulatif

(20)

Dosis yang direkomendasikan untuk dewasa

adalah 15 mg per kg berat badan maksimum 1

gram setiap hari, atau 25 – 30 mg per kg berat

badan, maksimum 1,5 gram 2 – 3 kali seminggu.

Untuk anak 20 – 40 mg per kg berat badan

(21)

TERAPI PADA KEADAAN KHUSUS

No Nama obat Pada Ibu

Hamil

1 Isoniazid C

2 Rifampisin C

3 Pirazinamida C

4 Etambutol B

(22)

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

dari proses uji data tunggal adalah kelas hasil prediksi yaitu Paru, Ekstra. Paru atau Tidak

Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan secara langsung, pasien TB paru mayoritas pasien memiliki kepatuhan pengobatan TB paru yang tinggi dipengaruhi oleh

Paduan OAT ini diberikan untuk pasien baru:  Pasien baru TB paru BTA positif.  Pasien TB paru BTA negatif foto toraks positif  Pasien TB

Pasien dengan riwayat pengobatan sebelumnya adalah pasien yang sudah pernah mendapatkan pengobatan TB sebelumnya minimal satu bulan, dengan hasil dahak BTA positif atau

Adalah TB yang terjadi pada organ selain paru, misalnya: pleura, kelenjar limfe, abdomen, saluran kencing, kulit, sendi, selaput otak dan tulang. Diagnosis TB

Pasien yang telah ditegakkan diagnosis TB selanjutnya perlu ditetapkan klasifikasi dan tipenya, berdasarkan : organ tubuh yang sakit (paru/ekstra paru), hasil pemeriksaan dahak secara

Kriteria inklusi pada penelitian ini ialah pasien TB paru kategori I (diberikan untuk pasien baru dengan BTA positif dan pasien yang belum pernah diobati dengan OAT

HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian pada pasien TB Paru di Puskesmas Merdeka Kota Palembang, didapatkan data pasien yang telah melakukan pengobatan TB Paru dengan obat paket dari Unit