• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODUL FOUNDATION OF CLINICAL PRACTICE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MODUL FOUNDATION OF CLINICAL PRACTICE"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

BUKU PANDUAN KEGIATAN MAHASISWA

(BPKM)

MODUL

FOUNDATION OF CLINICAL PRACTICE

Copyright 2012 by Faculty of Medicine, University of Indonesia All rights reseved. This book or any parts there of,

May not be used or reproduced in any manner Without written permission from the writer/ publisher. Printed in Jakarta, Indonesia.

Hak cipta dipegang oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dilarang mengutip, menyalin, mencetak dan memperbanyak

Isi buku dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari penulis/ penerbit Dicetak di Jakarta, Indonesia

(2)

DAFTAR ISI

HAL

Daftar isi 2 Pengantar 3 Pendahuluan 4 Karakteristik Mahasiswa 5 Sasaran Pembelajaran 6 Lingkup Bahasan 7 Metode Pengajaran 8

Sumber Daya: Matriks Kegiatan 10

Uraian Kegiatan 12

Sumber Daya Manusia 14

Sarana dan Prasarana 15

Evaluasi 17

Rujukan 18

Lampiran 1: Kompetensi dan Tingkat Kemampuan 21

Lampiran 6: Jadwal Kegiatan Modul Foundation of Clinical Practice 27

(3)

Puji syukur kami panjatkan atas karunia dan rahmat Allah SWT sehingga Buku Panduan Kegiatan Mahasiswa Modul Foundation of Clinical Practice ini dapat diselesaikan.

Buku Panduan Kegiatan Mahasiswa ini telah mengalami perbaikan berdasarkan asupan dari mahasiswa, staf pengajar dan Medical Education Unit. Untuk itu kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyumbangkan buah pikiran dan memfasilitasi penyelesaian buku ini.

Kami menyadari bahwa Buku Panduan Kegiatan Mahasiswa ini tidak luput dari kesalahan maupun kekurangan. Kritik dan saran kami butuhkan untuk perbaikan dan kemajuan di masa yang akan datang. Buku ini kami persembahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi calon dokter FKUI di masa mendatang.

Kiranya Allah SWT tetap memberikan petunjuk untuk penyempurnaan. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan berkat dan rahmatNya kepada kita semua. Amin.

Jakarta, Juli 2012

Tim penyusun Modul Foundation of Clinical Practice

(4)

Latar Belakang

Mahasiswa Kedokteran selama 6 semester pertama dipaparkan dengan Ilmu Kedokteran Dasar melalui pendekatan Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem Based Learning). Mulai semester 7 mahasiswa masuk ke dalam modul-modul Praktik Klinik. Untuk memasuki modul Praktik Klinik, diperlukan masa transisi dari pembelajaran berdasarkan masalah yang berorientasi ilmu dasar ke Problem Based Solving yang berorientasi penalaran klinik. Mahasiswa akan memasuki Modul Foundation of Clinical Practice (FCP) yang akan memfasilitasi dan mempersiapkan mahasiswa agar dapat mengikuti modul praktik klinik dengan baik.

Selama tahap pra-klinik mahasiswa belum pernah berhadapan dengan pasien. Untuk itu, mahasiswa akan dipaparkan langsung dengan pasien pada saat kerja klinik. Tujuannya adalah untuk melatih keterampilan berkomunikasi dan bersikap empatik (dalam wawancara atau anamnesis) terhadap pasien sehingga mahasiswa mampu membangun hubungan dokter-pasien yang profesional. Keterampilan pemeriksaan fisik dan mengenali fenomena klinik yang pada tahap pra-klinik dilakukan bukan pada pasien, sehingga pada modul ini mahasiswa dilatih untuk melakukan langsung pada pasien.

Modul Foundation of Clinical Practice dilaksanakan pada semester 7 selama 4 minggu dengan beban 4 SKS (satuan kredit semester).

Tujuan Umum

Pada tahap ini mahasiswa diharapkan dapat mencapai kompetensi derajat 2 seperti yang tercantum di dalam Kurikulum Fakultas 2005. Setelah mengikuti modul ini, mahasiswa diharapkan siap untuk mengikuti Modul Praktik Klinik

(5)

Mahasiswa yang mengikuti Modul Foundation of Clinical Practice adalah mahasiswa yang telah lulus tahap I (general education) dan tahap II (medical sciences). Pada keadaan tertentu (force majeur), pertimbangan khusus dapat diputuskan oleh manajer Akademik & Kemahasiswaan, yaitu mahasiswa yang mengulang hanya 1 modul di tahap I atau II diperkenankan mengkuti kegiatan Modul FCP, tetapi tidak dapat mengikuti acara pengucapan “Janji Kepaniteraan”. Acara tersebut dapat dilangsungkan bila yang bersangkutan telah lulus semua modul di tahun I,II & III.

(6)

Sasaran Pembelajaran Terminal

Bila mahasiswa dihadapkan dengan berbagai data pasien baik data primer maupun sekunder, mahasiswa mampu membuat kesimpulan tentang pasien tersebut berdasarkan penalaran klinis dan menegakkan diagnosis.

Mahasiswa mampu membangun hubungan dokter-pasien yang profesional, serta melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik pada pasien.

Sasaran Pembelajaran Penunjang

Setelah selesai modul ini, bila mahasiswa dihadapkan pada pasien, maka mahasiswa mampu: Keterangan: K=Kompetensi (lihat lampiran 1)

 Menetapkan data yang dibutuhkan suatu kasus (K1, K2, K7)

 Menetapkan identifikasi masalah (K5)

 Melakukan analisis dan sintesis data (K2, K3, K5)

 Menegakkan diagnosis (K2, K5, K7)

 Membangun hubungan dokter-pasien yang profesional (K1, K2, K7)

 Melakukan pemeriksaan fisik pada pasien ((K2, K7)

 Mengenali fenomena klinik setelah melakukan wawancara medik/ anamnesis dan pemeriksaan fisik (K2, K3, K5, K7)

Tingkat pencapaian Kompetensi:

Setiap mahasiswa harus mencapai kompetensi hingga derajat 2 sesuai dengan yang tercantum dalam Buku Kurfak 2005 KBK FKUI.

(7)

Lingkup bahasan untuk Kuliah pada modul Foundation of Clinical Practice meliputi:

NO Lingkup Bahasan

1 Penulisan Rekam Medik

2 Prinsip Pemberian Farmakoterapi 3 Penulisan Resep

4 Prinsip Pemberian Nutrisi

5 Prinsip Tatalaksana Kegawatdaruratan Medik 6 Prinsip Tatalaksana Kegawatdaruratan Bedah

7 Prinsip Pendekatan Pasien secara Holistik (aspek Medik & Bedah :Tim KKD) 8 Prinsip Pendekatan Pasien Anak

9 Prinsip Pendekatan Pasien Psikiatri

10 Prinsip Pendekatan Pasien Perempuan Usia Reproduktif 11 Prinsip Pendekatan Pasien Geriatri

12 Prinsip Visum et Repertum dan Informed Consent

LINGKUP BAHASAN

LINGKUP BAHASAN

(8)

Metode pengajaran yang digunakan dalam Modul Foundation of Clinical Practice adalah: A Tahap Orientasi

1. Kuliah

2. Diskusi (pasien) B Tahap Latihan

3. Latihan Penulisan Status pasien 4. Latihan klinik, meliputi:

 Wawancara medik/ anamnesis dengan pasien

 Pemeriksaan fisik pada pasien C Umpan Balik

5. Diskusi

Kuliah

 Pemberi kuliah membekali mahasiswa dengan pengetahuan dasar yang dibutuhkan untuk menjalani kepaniteraan

 Bahan kuliah akan dimasukkan dalam SCeLE

Diskusi Kasus

 Mahasiswa akan langsung dihadapkan pada pasien

 Secara umum, fasilitator akan memberikan pengantar awal yang sangat diperlukan tentang anamnesis, pemeriksaan fisik dan hubungan dokter pasien

 Mahasiswa diberi kesempatan langsung untuk melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik

 Mahasiswa akan menuliskan anamnesis dan pemeriksaan fisik dalam satus lengkap/rekam medik khusus mahasiswa

Diskusi

Tutor/fasilitator mendiskusikan dan memberi asupan tentang rekam medik yang telah dibuat.

(9)

Praktik Klinik

 Mahasiswa melakukan kontak dengan pasien dan berlatih melakukan anamnesis kepada pasien dengan prinsip komunikasi efektif dan empatik.

 Mahasiswa melakukan pemeriksaan fisik pada pasien

 Mahasiswa menilai fenomena klinik yang ditemukan.

Mini CeX

 Mulai minggu II-IV, secara bergilir mahasiswa akan dihadapkan pada satu kasus untuk didiskusikan dan diberi penilaian oleh satu orang evaluator.

 Mahasiswa diminta untuk menuliskan anamnesis dan pemeriksaan fisik dalam rekam medik

 Mahasiswa dinyatakan kompeten atau tidak kompeten untuk masuk dalam modul praktek klinik, dituliskan dalam lembar penilaian Mini-Cex

 Bila belum kompeten, mahasiswa diberi kesempatan remedial satu kali dengan waktu yang disepakati bersama (remedial modul)

(10)

MATRIKS KEGIATAN MODUL FCP 2012

WAKTU

MINGGU I

MINGGU II

MINGGU III

MINGGU IV

F K U I

R O T A S I D E P A R T E M E N

F K U I

DEPT.

S S R K J S S R K J S S R K J S S R K J 27-8 28-8 29-8 30-8 31-8 3-9 4-9 5-9 6-9 7-9 10-9 11-9 12-9 13-9 14-9 17-9 18-9 19-9 20-9 21-9 07. -08. Intro K1 K8 M P a ti e nt S a fe ty DK1 DK1 DK1 DK1 DK1 DK1 DK1 DK1 DK1 DK1 DK1 DK1

ev alua si p ro g ram / Rem e d ial R e med ial 08. -09. Or ien ta s i RS K2 K9 UT1 UT2 09. -10. K3 K10 M KK KK KK KK KK KK KK KK KK KK KK KK 10. -11. K4 K11 11. -12. K5 K12 UT1 ulang 12. -13. ISHOMA M M M M M M M M M M M M 13. -14. K6 PS PS ISHOMA 14. -15. K7 PS PS JP DK2 DK2 DK2 DK2 DK2 DK2 DK2 DK2 DK2 DK2 DK2 DK2 UT2 ulang

Kelompok Semua mahasiswa A B A B A B A B A B A B A B A B A B A B A B A B

SUMBER DAYA

(11)

Keterangan Matriks:

PM : Pengantar Modul (Ketua Modul: dr. Eka Rusdianto, SpOG(K)

K : Kuliah (12 jam)

 Kuliah 1 : Penulisan Rekam Medik (IPD)

 Kuliah 2 : Prinsip pemberian Farmakoterapi (Farmako)

 Kuliah 3 : Penulisan Resep (Farmasi)

 Kuliah 4 : Prinsip pemberian Nutrisi (Gizi)

 Kuliah 5 : Prinsip Tatalaksana Kegawatdaruratan Medik (IPD)

 Kuliah 6 : Prinsip Tatalaksana Kegawatdaruratan Bedah (Bedah)

 Kuliah 7 : Prinsip Pendekatan Pasien secara Holistik (medik & Bedah: Tim KKD)

 Kuliah 8 : Prinsip Pendekatan Pasien Anak (IKA)

 Kuliah 9 : Prinsip Pendekatan Pasien Psikiatri (Psikiatri)

 Kuliah 10 : Prinsip Pendekatan Pasien Perempuan Usia Reproduktif

 Kuliah 11 : Prinsip Pendekatan Pasien Geriatri (IPD)

 Kuliah 12 : Prinsip Visum et Repertum dan Informed Consent (Forensik)

DK : Diskusi Kasus (36 jam)

M : Mandiri (15 jam)

 Mandiri berlatih membuat status/ mengisi rekam medik berdasarkan topik yang dibahas

KK : Kerja Klinik (36 jam)

Berlatih melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik pada pasien

UT : Ujian Tulis

JP : Janji Kepaniteraan

PS : Patient Safety (10 jam)

Ujian Mini CEX :

(12)

Uraian Kegiatan

Kegiatan dimulai pada pk.07.00 s/d 15.00 1. Minggu I

Mahasiswa Kelas Reguler (KR) dan Kelas Khusus Internasional (KKI) mengikuti :

 Pengantar modul (introduksi)

 Kuliah pengantar praktik klinik

 Orientasi Rumah Sakit Pendidikan

 Pelatihan Patient Safety

 Jadwal dan materi terlampir

Catatan: Seluruh mahasiswa diwajibkan hadir 100 % dalam orientasi rumah sakit pendidikan dan Patient Safety . Bila tidak memenuhi dinyatakan gugur karena orientasi dan patient safety hanya diberikan satu kali, dan diharuskan mengulang pada kesempatan berikutnya.

Ujian tulis 1

 Bentuk ujian soal pilihan jamak (MCQ) dengan materi uji adalah kuliah minggu 1.

 Diadakan pada hari kamis minggu ke I. Pengumuman kelulusan pada siang hari.

 Apabila mahasiswa tidak lulus ujian, akan diberi kesempatan mengulang segera pada hari yang sama.

Janji Kepaniteraan

 Mahasiswa yang telah lulus ujian tulis (KR dan KKI) akan mengikuti acara Pengucapan Janji Kepaniteraan yang dipimpin oleh Dekan FKUI sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

 Bagi mahasiswa yang belum lulus ujian tulis Modul FCP atau masih harus menyelesaikan ulang modul di tahun ke-2 atau ke-3, dapat mengikuti kegiatan modul FCP, namun pengucapan janji kepaniteraan ditunda hingga lulus ujian tulis atau lulus ulang modul. Jadwal acara tersebut akan ditentukan kemudian.

2. Minggu II–IV:

Mahasiswa kelas reguler dan KKI untuk selanjutnya bergabung.

Mulai hari Senin minggu ke II dan seterusnya, mahasiswa dibagi menjadi 12 kelompok yang terdiri dari mahasiswa Reguler dan KKI, . Masing-masing kelompok mengikuti kegiatan di departemen yang sudah ditentukan. Setiap kelompok akan dibagi lagi menjadi 2 sub-kelompok A dan B, yang secara bergantian mengikuti kegiatan Diskusi Kasus dan Kerja Klinik.

Diskusi Kasus

 Setiap kelompok mengikuti Diskusi Kasus 1 (DK1) dengan kasus yang sudah ditentukan oleh masing-masing departemen.

 Pada kegiatan Mandiri (M), mahasiswa diminta untuk mengisi rekam medik untuk topik kasus yang telah didiskusikan.

(13)

Evaluasi

 Seluruh mahasiswa dinilai apakah kompeten atau belum kompeten untuk mengikuti modul praktik klinik.

Mahasiswa harus lulus di setiap Diskusi Kasus

Kerja Klinik

 Dilakukan di Poliklinik atau Bangsal Rawat Inap masing-masing Departemen (lihat lampiran 7).

 Mahasiswa berlatih melakukan komunikasi dan mewawancarai pasien, membangun hubungan dokter-pasien, melakukan pemeriksaan fisik dan mengenali fenomena klinik sesuai kebutuhan di departemen terkait, kemudian mencatatnya di status rekam medis yang telah disediakan??

Ujian Tulis 2

 Bentuk ujian soal pilihan jamak (MCQ) dengan materi uji adalah materi diskusi kasus.

 Diadakan pada hari Rabu minggu ke-4. Pengumuman kelulusan pada siang hari. Apabila mahasiswa tidak lulus ujian, akan diberi kesempatan mengulang hari Rabu minggu IV siang.

Remedial :

 Diadakan hari Kamis & Jumat minggu IV bagi mahasiswa yang belum menyelesaikan seluruh putaran

 Bagi mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus modul berdasarkan kehadiran dan kompetensi akan diadakan remedial modul pada 24 September – 12 Oktober 2012 (mahasiswa ditunda 1 rotasi klinik)

Ujian Mini Cex

 Dilakukan mulai hari Kamis minggu II hingga minggu IV, secara simultan di seluruh Departemen Klinik terkait.

 Masing-masing Departemen melaksanakan ujian Mini-Cex pada 3-4 mahasiswa setiap hari.

 Mahasiswa yang akan mengikuti ujian Mini-Cex, jadwalnya akan ditentukan pada minggu pertama kegiatan modul.

 Ujian Mini-Cex meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, humanistik/profesionalisme dan organsasi/efisiensi .

 Penguji memberikan penilaian pada lembar evaluasi Mini-cex yang telah disampaikan oleh pengelola modul.

Kriteria lulus Modul FCP:

 Mahasiswa mendapat nilai evaluasi ≥ 55 (untuk masing-masing komponen) dan dinilai kompeten untuk mengikuti Modul Praktik Klinik (tahun IV)

(14)

SUMBER DAYA MANUSIA

Tim Modul Foundation of Clinical Practice:

Penasehat : Prof.DR.Dr. Harry Isbagio, SpPD, KR, Kger Ketua : DR.Dr. Eka Rusdianto, SpOG(K)

Wakil Ketua I : Dr. Hanny Nilasari, SpKK Wakil Ketua II : Dr. Gitayanti Hadisukanto, SpKJ Wakil Ketua III : Dr. Dicky Tahapari. SpPD Wakil Ketua IV : Dr. Trevino Pakasi, MS, PhD Anggota : Dr. Tri Juli Edi Tarigan, SpPD

Dr. Sri Linuwih Menaldi, SpKK(K) Dr. Theddeus OH. Prasetyono, SpBP

Dr. Fitri Oktaviana, SpS

Sekretariat : Mahbub Junaedi Ricky Alam

Penanggung jawab (PIC = person in charge) Minggu I : Dr. Fitri Oktaviana, SpS

Minggu II : Dr. Tri Juli Edi Tarigan, SpPD Minggu III : Dr. Theddeus OH. Prasetyono, SpBP

Minggu IV : Dr. Sri Linuwih Menaldi, SpKK(K)

NAMA NOMOR

TELEPON e-mail

Prof.Dr.dr. Harry Isbagio, SpPD 02168971084 [email protected] Dr.dr. Eka Rusdianto, SpOG 0816933301 [email protected] dr. Hanny Nilasari, SpKK 0818989426 [email protected] dr. Teddheus Prasetyono, SpBP 0817858899 [email protected] dr. Gitayanti Hadisukanto, SpKJ 0818483806 [email protected] dr. Sri Linuwih Menaldi, SpKK(K) 0816997680 [email protected] dr. Trevino Pakasi, MS, PhD 0811194085 [email protected] dr. Dicky Tahapari, SpPD

dr. Fitri Oktaviana, SpS 081315863535 [email protected]

Mahbub Junaedi 085777799013 [email protected]

(15)

SARANA dan PRASARANA

Sarana

 Buku Panduan Kegiatan Mahasiswa

 Buku Panduan Staf Pengajar

 Video, slide, foto, rekam medik atau hasil pemeriksaan penunjang (foto roentgen, hasil laboratorium, dll)

 Buku rujukan (masing-masing departemen terkait)

Prasarana

 Dua (2) buah ruang kuliah untuk 180 mahasiswa reguler dan 60 mahasiswa KKI

 Satu (1) buah ruang diskusi untuk ± 25 mahasiswa di masing-masing departemen terkait

 Audiovisual

 Satu (1) buah ruang pemeriksaan pasien dengan tempat tidur periksa (di poliklinik atau bangsal rawat inap)

 Alat pemeriksaan: stetoskop, tensimeter, palu refleks, spekulum, mikroskop, preparat dll sesuai kebutuhan

 Alat tulis kantor

Lahan Praktik

 RSUPN Cipto Mangunkusumo

 RS Jantung Harapan Kita

(16)

EVALUASI HASIL PEMBELAJARAN

Kehadiran:

 Mahasiswa harus menghadiri 80% kegiatan modul secara keseluruhan/maksimal 3 hari absen.

 Mahasiswa mengikuti 100% rotasi departemen (12 topik)

 Mahasiswa yang belum menjalani 100% rotasi departemen atau tidak lulus di salah satu topik, akan diberi kesempatan remedial modul.

 Absen atau izin harus memberikan surat izin.

Evaluasi Hasil Pendidikan

 Ujian tulis 1 untuk mengevaluasi materi kuliah dalam bentuk soal pilihan jamak tipe soal A (memilih 1 jawaban yang benar)

 Ujian tulis 2 untuk mengevaluasi materi topik sesuai standar kompetensi dokter Indonesia bentuk soal pilihan jamak tipe soal A

 Evalusi harian hasil diskusi kelompok (lampiran 3)

 Penilaian penulisan rekam medik, yang harus diserahkan pada hari yang sama setelah diskusi penulisan rekam medik.

 Kriteria kelulusan: nilai evaluasi 55 (untuk masing-masing komponen)

 Pembobotan:

EVALUASI Pembobotan

Ujian Tulis 1 (materi kuliah) 50% Evaluasi harian Diskusi Kasus 2 (termasuk rekam

medik) Kompeten /Belum Kompeten

Evaluasi Kerja Klinik (mini CeX) LULUS /TIDAK LULUS Ujian Tulis 2 (materi topik: sesuai kompetensi dokter

Indonesia 50%

Patien Safety Hadir secara penuh

Nilai akhir/ Kelulusan Total Ujian Tulis (1+2)+KOMPETEN untuk mengikuti MPK + LULUS Mini-Cex

 Apabila mahasiswa tidak lulus, maka diharuskan mengikuti remedial di hari Rabu atau Kamis minggu ke-4.

(17)

Nilai batas lulus: 55 (C) A = 85-100 A- = 80-84 B+ = 75-79 B = 70-74 B- = 65-69 C+ = 60-64 C = 55-59 C- = 50-54 D = 40-49 E = 40 Evaluasi Modul Evaluasi Modul

90% mahasiswa lulus dengan nilai minimal B-Evaluasi Proses Modul

 Semua kegiatan berlangsung sesuai rencana

 Perubahan jadwal, waktu dan kegiatan tidak lebih dari 10%

(18)

1.

Gessel E, Nendaz MR, Vermeulen B, Junod A. Development of clinical reasoning from the basic sciences to the clerkships: a longitudinal assessment of medical students’ needs and self perception after a transitional learning unit. Dalam:. Medical education 2003. Blackwell Publishing Ltd, 2003;966-974.

2.

Konsil Kedokteran Indonesia: Standar Kompetensi Dokter, Jakarta, tahun 2006.

3.

Konsil Kedokteran Indonesia: Standar Pendidikan Profesi Dokter, Jakarta, tahun 2006.

4.

Kurikulum Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Program Pendidikan Dokter, tahun

2005.

(19)

Lampiran 1

Tujuan pendidikan kedokteran

Tujuan Pendidikan Dokter FKUI ialah mendidik mahasiswa melalui serangkaian pengalaman belajar untuk menyelesaikan sustu kurikulum pendidikan. Lulusan diharapkan mempunyai pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku dalam bidang keprofesiannya sebagai seorang dokter yang mampu memberikan pelayanan kesehatan strata primer yang menerapkan prinsip-prinsip kedokteran keluarga dalam suatu sistem pelayanan kesehatan nasional dan dapat bersaing secara global.

Kompetensi

Kurikulum FKUI menekankan 7 kompetensi yang sesuai dengan Kurikulum Nasional ditambah 3 kompetensi yang merupakan kekhususan lulusan FKUI. Kompetensi yang diharapkan dicapai oleh lulusan FKUI adalah:

A. Kompetensi Utama 1. Komunikasi efektif. 2. Keterampilan klinik dasar.

3. Keterampilan menerapkan dasar-dasar ilmu biomedik, ilmu klinik, ilmu perilaku dan epidemiologi dalam praktik kedokteran keluarga.

4. Pengelolaan masalah kesehatan pada individu, keluarga dan masyarakat. 5. Memanfaatkan dan menilai secara kritis kesahihan teknologi informasi 6. Mawas diri danpengembangan diri dengan belajar sepanjang hayat. 7. Etika, moral dan profesionalisme dalam praktik.

B. Kompetensi Pendukung 8. Riset.

9. Pengelolaan kegawat-daruratan kedokteran dan kesehatan. 10. Manajeman pelayanan kesehatan.

(20)

TINGKAT KEMAMPUAN YANG DIHARAPKAN DICAPAI PADA AKHIR PENDIDIKAN DOKTER

Tingkat kemampuan 1

Dapat mengenali dan menempatkan gambaran-gambaran klinik sesuai penyakit ini ketika membaca literatur. Dalam korespondensi, ia dapat mengenal gambaran klinik ini, dan tahu bagaimana mendapatkan informasi lebih lanjut. Level ini mengindikasikan overview level. Bila menghadapi pasien dengan gambaran klinik ini dan menduga penyakitnya, dokter segera merujuk.

Tingkat kemampuan 2

Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan-pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya: pemeriksaan-pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter mampu merujuk pasien secepatnya ke spesialis yang relevan dan mampu menindak-lanjuti sesudahnya.

Tingkat kemampuan 3

a. Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan-pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya: pemeriksaan-pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan, serta merujuk ke spesialis yang relevan (bukan kasus gawat darurat).

b. Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan-pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya: pemeriksaan-pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan, serta merujuk ke spesialis yang relevan (kasus gawat darurat).

Tingkat kemampuan 4

Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan-pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya: pemeriksaan-pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan mampu menangani problema itu secara mandiri hingga tuntas.

(21)

Lampiran 6

JADUAL KEGIATAN MODUL FOUNDATION of CLINICAL PRACTICE

Minggu I M h s w

Jam Kegiatan Narasumber/

Tutor Ruang & Kelompok Selasa, 28-8-12 R e g u ler

07-08 K1: Penulisan Rekam Medik Dr. Pradana Soewondo, SpPD KEMD

Ruang Kimia Mhs. Reguler 08-09 K2: Prinsip Pemberian Farmakoterapi Dr.Nafrialdi, SpPD

09-10 K3: Prinsip Penulisan Resep Dra. Endarti

10-11 K4: Prinsip Pemberian Nutrisi DR.dr. Yohana Titus, Ms. SpGK

11-12 K5: Prinsip Tatalaksana Kegawatdaruratan Medik Dr. Cosphiadi Irawan, SpPD 12-13 ISHOMA

13-14 K6: Prinsip Tatalaksana Kegawatdaruratan Bedah Dr. Agi Satria, SpB,KBD 14-15 K7: Prinsip Pendekatan Pasien secara Holistik

(aspek Medik & Bedah) Dr. Ginova Nainggolan, SpPD

In

t’l

C

las

s

07-08 K1: Penulisan Rekam Medik Dr.Dante Saksono, SpPD KEMD

Ruang Lt 5 IASTH Mhs. KKI 08-09 K2: Prinsip Pemberian Farmakoterapi Prof.DR.Dr. Rianto Setiabudi, SpFK

09-10 K3: Prinsip Penulisan Resep Dra. Ida Hafiz, Msi,Apt

10-11 K4: Prinsip Pemberian Nutrisi DR.dr. Saptawati, Ms. SpGK

11-12 K5: Prinsip Tatalaksana Kegawatdaruratan Medik Dr. Ceva Wicaksono, SpPD 5

12-13 ISHOMA I SH O M A

13-14 K6: Prinsip Tatalaksana Kegawatdaruratan

Bedah Dr. S. Dohar L Tobing, SpOT

14-15 K7: Prinsip Pendekatan Pasien secara Holistik

(aspek Medik & Bedah) Dr. Tri Juli Edi Tarigan, SpPD

Rabu, 29-8-12 R e g u ler

07-08 K8: Prinsip Pendekatan Pasien Anak Prof. Dr. Husein Alatas, SpA(K)

Ruang Kimia Mhs. Reguler 08-09 K9: Prinsip Pendekatan Pasien Psikiatri Dr. Gitayanti Hadisukanto, SpKJ(K)

09-10 K10: Prinsip Pendekatan Pasien Perempuan Usia

Reproduktif dr. Eka Rusdianto, SpOG

10-11 K11 : Prinsip Pendekatan Pasien Geriatri Dr.dr.Siti Setiati, SpPD Kger 11-12 K12: Prinsip VeR & Informed Consent Dr. Tjetjep D Siswaja, SpF 12-13 ISHOMA 13-14 Patien Safety 14-15 Patien Safety In t’l C las s

07-08 K8: Prinsip Pendekatan Pasien Anak Dr.Bambang Tridjaja, SpA(K)

Ruang Lt 5 IASTH Mhs. KKI 08-09 K9: Prinsip Pendekatan Pasien Psikiatri Dr. Lukas Mangindaan, SpKJ(K)

09-10 K10: Prinsip Pendekatan Pasien Perempuan Usia Reproduktif Dr.dr.Dwiana Ocviyanti,SpOG(K) 10-11 K11 : Prinsip Pendekatan Pasien Geriatri Dr. Nina Kemala Sari, SpPD, KGer 11-12 K12: Prinsip VeR & Informed Consent Dr. Oktavinda Safitry, SpF

12-13 ISHOMA 13-14 Patien Safety 14-15 Patien Safety Kamis, 30-8-12 R e g u ler & In t’l cla ss 07-08

08-09 Ujian Tulis (Reg & Int’l) 09-10

10-11 Pengumuman

11-12 Ujian Tulis ulang (Reg & Int’l) 12-13 ISHOMA 13-14 14-15 Jum’at, 31-8-12 R eg ul er 07-08 08-09 09-10 10-11

(22)

Lampiran 7

ROTASI KELOMPOK MAHASISWA

No Departemen

Minggu II Minggu III Minggu IV

3-9 4-9 5-9 6-9 7-9 10-9 11-9 12-9 13-9 14-9 17-9 18-9 19-9 20-9 21-9 1 Ilmu Bedah RSCM 1 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 UT2 E V A L U A S I P R O G R A M R E M E D I A L 2 Pulmonologi RS Persahabatan 2 1 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3

3 Kardiologi RS Harapan Kita 3 2 1 12 11 10 9 8 7 6 5 4

4 Ilmu Penyakit Dalam 1

RSCM 4 3 2 1 12 11 10 9 8 7 6 5

5 Ilmu Penyakit Dalam 2

RSCM 5 4 3 2 1 12 11 10 9 8 7 6

6 Ilmu Kesehatan Anak RSCM 6 5 4 3 2 1 12 11 10 9 8 7

7 Ilmu Penyakit Mata RSCM 7 6 5 4 3 2 1 12 11 10 9 8

8 Ilmu Kes Kulit & Kelamin

RSCM 8 7 6 5 4 3 2 1 12 11 10 9

9 Ilmu Penyakit THT RSCM 9 8 7 6 5 4 3 2 1 12 11 10

10 Psikiatri RSCM

10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 12 11

11 Neurologi RSCM 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 12

12 Obstetri dan Ginekologi

(23)

TIM PENYUSUN

MODUL FOUNDATION OF CLINICAL PRACTICE

Prof.DR.Dr. Harry Isbagio, SpPD, KR, KGer

DR.Dr. Eka Rusdianto, SpOG(K)

Dr. Hanny Nilasari, SpKK

Dr. Gitayanti Hadisukanto, SpKJ

Dr. Tri Juli Edi Tarigan, SpPD

Dr. Sri Linuwih Menaldi, SpKK(K)

Referensi

Dokumen terkait

Bila pasien memerlukan tambahan pemeriksaan bisa berupa pemeriksaan laboratorium dan atau radiologi untuk mendapakan diagnosis pasti atau diagnosis akhir yang

Mampu menganalisis gejala klinik, menentukan teknik pemeriksaan yang dibutuhkan, dan menegakkan diagnosis penyakit mata dan sistem penglihatan sesuai dengan Standar Kompetensi

Adalah proses kognitif yang terjadi ketika berbagai informasi yang diperoleh dokter baik melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik atau melalui kasus klinik yang

Pendekatan diagnosis laboratorium talasemi meliputi pemeriksaan pada penderita yang secara klinik diduga menderita talasemi, uji saring talasemi pranikah,

Pemeriksaan fisik dilakukan dengan membandingkan daftar aset tetap yang dibuat oleh saudari ester dengan fisik aset tetap tersebut, terutama untuk

Lulusan dokter paru mampu membuat diagnosis klinik terhadap penyakit tersebut dan menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya.

Permintaan pemeriksaan adalah semua kegiatan yang dilakukan dalam rangka membuat permintaan pemeriksaan laboratorium agar didapatkan hasil pemeriksaan laboratorium yang sesuai dengan

 Gejala/keluhan yang muncul: Contoh: batuk, pilek, demam, luka, diare, dsb  Pemeriksaan Tambahan jika dilakukan: Misal: pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan oleh dokter hewan