• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PROFIL KABUPATEN SAMOSIR DAN PROFIL PASANGAN IR. MANGINDAR SIMBOLON - IR. MANGADAP SINAGA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II PROFIL KABUPATEN SAMOSIR DAN PROFIL PASANGAN IR. MANGINDAR SIMBOLON - IR. MANGADAP SINAGA"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

PROFIL KABUPATEN SAMOSIR DAN PROFIL PASANGAN IR. MANGINDAR SIMBOLON - IR. MANGADAP SINAGA

A. GAMBARAN UMUM KABUPATEN SAMOSIR A.1. Sejarah Singkat Kabupaten Samosir

Kabupaten Samosir adalah hasil pemekaran dari induknya Kabupaten Toba Samosir yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang nomor 36 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Samosir dan Kabupaten Serdang Berdagai di Provinsi Sumatera Utara, yang diresmikan pada tanggal 7 Januari 2004 oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) atas nama Presiden Republik Indonesia. Atas dasar itu, disepakati bahwa tanggal 7 Januari ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Samosir sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Samosir Nomor 28 Tahun 2005 tentang Hari Jadi Kabupaten Samosir.

Seiring dengan diresmikannya Kabupaten Samosir, melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 131.21.27 tanggal 6 Januari 2004 diangkat dan ditetapkan Penjabat Buppati Samosir atas nama Bapak Drs. Wilmar Elyascher Simanjorang, M.Si yang dilantik pada tanggal 15 Januari 2004 di Medan oleh Gubernur Sumatera Utara.

Sesuai dengan kebijakan dan peraturan yang ditetapkan Pemerintah melalui proses demokrasi-ketatanegaraan, pada bulan Juni 2004 diadakan Pemilihan Legislatif untuk memilih anggota DPR, DPD dan DPRD yang

(2)

dilanjutkan dengan Pemilihan Langsung Presiden dan Wakil Presiden. Sejalan dengan tuntutan perkembangan era reformasi, UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang dipandang perlu mendapat perubahan dengan terbitnya UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, yang salah satunya antara lain menetapkan bahwa kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih dalam satu paket melalui pemilihan langsung. Selanjutnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Samosir secara langsung oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Samosir, yakni terpilihnya Ir. Mangindar Simbolon dan Ober Sihol Sagala sebagai Bupati dan Wakil Bupati Samosir periode 2005-2010 yang selanjutnya ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Mendagri Nomor 131.22-740 tanggal 12 Agustus 2005. Kemudian pada tanggal 13 September 2005, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Samosir terpilih dilantik oleh Gubernur Sumatera Utara atas nama Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Samosir.

A.2. Kondisi Alam

Luas wilayah Kabupaten Samosir secara keseluruhan mencapai 254.715 Ha, terdiri dari daratan seluas 144.455 Ha dan perairan danau seluas 110.260 Ha. Luas dan batas perairan di kawasan Danau Toba, secara proporsional luas perairan dan Danau Toba yang menjadi bahagian daerah Kabupaten Samosir

(3)

sewajarnyalah merupakan bahagian yang terluas dibandingkan dengan enam kabupaten-kabupaten lainnya di sekeliling perairan Danau Toba.

Komposisi wilayah dan kemiringan posisi geografis Kabupaten Samosir berada pada 2°24’ - 2°45’ Lintang Utara dan 98°21’ - 99°55’ Bujur Timur. Secara administratif wilayah Kabupaten Samosir diapit oleh tujuh kabupaten, yaitu di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Karo dan Kabupaten Simalungun, di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Toba Samosir, di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Humbahas dan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Barat. Kabupaten Samosir terdiri dari 9 kecamatan, 6 kecamatan berada di Pulau Samosir di tengah Danau Toba dan 3 kecamatan du daerah lingkar luar Danau Toba tepat pada punggung pegunungan Bukit Barisan. Kabupaten Samosir terletak pada wilayah dataran tinggi, dengan ketinggian antara 700 s/d 1995 meter di atas permukaan laut, dengan komposisi :

• 700m s/d 1.000 m dpl ± 10% • 1.000 m s/d 1.500 m dpl ± 25% • > 1.500 m dpl ± 65%

A.3. Pemerintahan

Kabupaten Samosir saat ini terdiri atas 9 kecamatan, yaitu Sianjur Mulamula, Harian, Sitiotio, Onanrunggu, Nainggolan, Palipi, Ronggurnihuta, Panggururan dan Simanindo. Wilayah administrasi Pemerintahan Kabupaten

(4)

Samosir tahun 2005 terdiri dari 9 kecamatan dengan 117 desa,kelurahan, yaitu 111 desa dan 6 kelurahan. Kecamatan Pangururan merupakan kecamatan dengan jumlah desa/kelurahan terbanyak, yaitu 28 desa/kelurahan. Sedangkan Sitiotio merupakan kecamatan dengan jumlah desa/kelurahan yang paling sedikit, yaitu hanya 6 desa.

Dari 117 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Samosir tahun 2005, sekitar 86,32 persen merupakan desa/kelurahan swakarya, 7,70 persen desa/kelurahan swadaya dan sisanya 5,98 persen merupakan desa/kelurahan swasembada.

Jumlah anggota DPRD Kabupaten Samosir hasil pemilu tahun 2004 berjumlah 24 orang, terdiri dari 11 orang anggota fraksi Golongan Karya, dan 13 orang anggota fraksi Gabungan.

Jumlah keputusan DPRD Kabupaten Samosir yang ditetapkan tahun 2005 sebanyak 115 keputusan yang terdiri dari 26 peraturan daerah (perda), 40 keputusan DPRD, 23 keputusan panitia musyawarah, dan 26 keputusan lainnya.

Berdasarkan kegiatan DPRD, berupa sidang-sidang yang dilakukan, baik sidang istimewa, paripurna, paripurna khusus, rapat komisi, rapat rutin dengan komisi, dan lain-lain, tahun 2005 sebanyak 56 kegiatan sidang. Kegiatan panitia khusus dan rapat paripurna merupakan kegiatan yang paling banyak dilakukan oleh DPRD masing-masing 22 dan 12 kegiatan.

Berdasarkan data yang masuk dari dinas, kantor, badan dan instansi jumlah PNS/CPNS dan pegawai BUMN/BUMD di Kabupaten Samosir tahun

(5)

2005 berjumlah 2.149 orang. Dari jumlah tersebut 43,83 persen merupakan pegawai laki-laki dan 56,17 persen pegawai perempuan.

Berdasarkan tingkat pendidikan yang ditamatkan, 52,95 persen merupakan PNS/CPNS tamatan SLTA, tamatan sarjana sebanyak 14,38 persen dan tamatan diploma baik diploma I, II dan III sebanyak 27,83 persen.

Presentase PNS/CPNS yang menamatkan S2 masih sangat minim sekali di Kabupaten Samosir, yaitu hanya 0,28 persen. Hal ini perlu mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam menjalankan pemerintah daerah. Sementara pegawai yang tamat SD dan SLTP masing-masing 2,28 persen dan 2,56 persen.

A.4. Visi dan Misi Kabupaten Samosir

Menyikapi perubahan dan perkembangan yang terjadi secara global, seperti reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan, baik pada tingkat pusat maupun daerah serta dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah, maka pemerintah Kabupaten Samosir harus mampu secara berkualitas, efisien dan efektif serta transparan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Untuk memberikan gambaran serta wajah masa depan yang diidam-idamkan, yang akan menentukan arah masa depan yang realistic dan terukur dan menjadi tujuan utama yang diharapkan oleh seluruh stakeholders pembangunan Kabupaten Samosir, maka dirumuskan visi dan misi Kabupaten Samosir

(6)

1. Visi

Berdasarkan Perda Kabupaten Samosir Nomor 4 Tahun 2011, tentang RPJMD 2011-2015, telah ditetapkan visi Kabupaten Samosir yakni :

“Samosir Menjadi Daerah Tujuan Wisata Lingkungan yang Inovatif 2015” Visi tersebut mengandung makna sebagai berikut :

a) Wisata lingkungan mempunyai makna bahwa pariwisata yang mempertimbangkan dampak social ekonomi dan lingkungan di masa kini dan masa mendatang dengan memperhatikan kebutuhan pengunjung (wisatawan), industri pariwisata, lingkungan sekitar dan masyarakat tuan rumah (lokal). Arah pengembangan destinasi pariwisata lingkungan adalah pariwisata berkelanjutan yaitu terpadu dan terorganisasi untuk mengembangkan kualitas hidup melalui pengaturan, penyediaan, pengembangan, pemanfaatan dan pemeliharaan sumber daya alam dan budaya secara ekologis sekaligus layak secara ekonomi juga adil secara etika dan social terhadap masyarakat.Potensi wisata alam dan budaya Kabupaten Samosir akan lestari dengan kegiatan konservasi lingkungan, sebagai asal muasal bagi semua etnis Batak di dunia yang merupakan wilayah hasil letusan vulkanik tertua dan terbesar di dunia, kaya akan seni dan budaya, situs/artefak sejarah, panorama yang indah dan iklim yang sejuk merupakan potensi yang sangat besar untuk menjadi tujuan wisata primadona. Hal ini sangat

(7)

memungkinkan karena Kabupaten Samosir memiliki daya tarik pariwisata yang luar biasa seperti potensi dalam kegiatan olahraga tantangan di darat (sepeda gunung, panjat tebing, paralayang, motor cross, rally mobil, cross country, berkuda, berburu, agrowisata dll) maupun di danau/bahari (selancar air, jet ski, dayung, menyelam, berenang, memancing, polo air, voli air dll) seraya menikmati berbagai pagelaran seni dan budaya.

b) Inovatif mengandung makna bahwa Kabupaten Samosir akan berkreasi, mau dan dapat mengadakan pembaharuan sesuai tantangan, untuk menggali dan memperkenalkan hal-hal yang baru akan seni budaya, situs/artefak sejarah etnis Batak maupun kawasan wisata rekreasi yang berbasis lingkungan.

2. Misi

Dalam rangka mewujudkan visi dimaksud, maka ditetapkan misi pembangunan Kabupaten Samosir 2011-2015 adalah sebagai berikut :

a) Memantapkan Good Governence dengan dukungan SDM yang berkualitas serta prasarana dan sarana yang memadai dan berstandart.

b) Mengembangkan ekonomi kerakyatan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat dengan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang berkelanjutan dan terkendali.

(8)

c) Meningkatkan infrastrukturr dan konservasi alam yang handal berdasarkan tata ruang yang mantap untuk mendukung industri pariwisata berbasis lingkungan dan budaya.

d) Meningkatkan kondusifitas daerah dengan mendorong pelaksanaan demokrasi dan penegakan hukum.

e) Mengembangkan jejaring yang sinergis kepada semua pihak.

Itulah visi dan misi Kabupaten Samosir yang harus dilaksanakan dan dicapai oleh siapapun yang memenangkan pilkada Kabupaten Samosir tahun 2010. Seluruh pasangan calon juga harus menyesuaikan visi dan misi mereka dengan visi dan misi Kabupaten Samosir agar siapapun calon pasangan yang terpilih bisa menjalankan dengan baik roda pemerintahan.

A.5. Kondisi Masyarakat

A.5.1 Penduduk

Kabupaten Samosir dengan luas daratan 1.444,25 km2 didiami oleh penduduk sebanyak 132.023 jiwa, yaitu terdiri dari 65.023 jiwa penduduk laki-laki dan 67.000 jiwa penduduk perempuan dengan angka kepadatan penduduk sebesar 91,41 jiwa/km2 dan rasio jenis kelamin sebesar 97,05, tinggal di dalam rumah tangga sebanyak 31.768 rumah tangga dengan rata-rata penduduk tiap rumah tangga sebesar 4,16 jiwa/rumah tangga. Penduduk tersebut tersebar di 9 kecamatan dan 117 desa/kelurahan (keadaan bulan Juni tahun 2009).

(9)

Berdasarkan penyebaran penduduk, Kecamatan Pangururan sebagai ibukota Kabupaten Samosir mempunyai jumlah penduduk dan rumah tangga terbesar dibandingkan dengan kecamatan lainnya dengan angka kepadatan penduduk mencapai 248,52 jiwa/km2 dan rata-rata penduduk tiap rumah tangga adalah 4,27 jiwa/rumah tangga, sedangkan jumlah penduduk dan rumah tangga yang paling kecil terdapat di kecamatan Harian dengan angka kepadatan penduduk sebesar 12,24 jiwa/km2 dan rata-rata penduduk tiap rumah tangga adalah 3,44 jiwa/rumah tangga.

Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Samosir tahun 2009, yaitu mereka yang mempunyai jumlah pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan penduduk Kabupaten Samosir tahun 2009 adalah sebanyak 22,85 ribu jiwa atau 17,31 persen, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2008 yaitu 24,44 ribu jiwa atau 18,76 persen.

Tabel 1

Luas Wilayah, Penduduk Dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Kecamatan Luas Wilayah

(km2) Penduduk (jiwa) Kepadatan (jiwa/km2) Sianjur Mulamula 140,24 11.138 79,42 Harian 560,45 6.859 12,24 Sitiotio 50,76 8.780 172,97 Onanrunggu 60,89 12.768 209,69 Nainggolan 87,86 13.350 151,95 Palipi 129,55 18.963 146,38 Ronggurnihuta 94,87 10.003 105,44 Pangururan 121,43 30.178 248,52 Simanindo 198,20 19.984 100,83 JUMLAH 1.444,25 132.023 91,41

(10)

A.5.2. Pendidikan

Dalam upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia melalui jalur pendidikan yang lebih difokuskan pada pemberian kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengecap pendidikan terutama penduduk pada kelompok usia 7-24 tahun, Pemerintah Kabupaten Samosir setiap tahun berupaya melaksanakan pembangunan sektor pendidikan melalu berbagai program, misalnya penyediaan dan perbaikan sarana dan prasarana sekolah, peningkatan jumlah/mutu guru yang dibutuhkan, dan lain-lain, pada semua jenjang sekolah yang ada.

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2009 penduduk Kabupaten Samosir berusia 7-12 tahun yang masih sekolah adalah sebanyak 99,28 persen, berusia 13-15 tahun yang masih sekolah sebanyak 97,54 persen, berusia 16-18 tahun yang masih sekolah 77,28 persen, dan 19-24 tahun yang masih sekolah 7,59 persen.

Sementara itu penduduk berusia 10 tahun ke atas yang buta huruf ada sebesar 2,95 persen, menurun dibandingkan dengan tahun 2008 yaitu sebesar 3,24 persen.

B. PROFIL PASANGAN IR. MANGINDAR SIMBOLON DAN IR. MANGADAP SINAGA

Untuk pilkada Kabupaten Samosir tahun 2010, pasangan Ir. Mangindar Simbolon dan Ir. Mangadap Sinaga mendapat nomor urut 2 dari 7 pasangan calon

(11)

yang ikut dalam pilkada Kabupaten Samosir tahun 2010. Ir. Mangindar Simbolon yang lahir di Rianiate pada tanggal 21 Juni 1957, bertempat tinggal di Jl. Danau Toba, No. 3, Pangururan. Ir. Mangindar Simbolon memiliki istri bernama Roma Arta Sitinjak dan memiliki 4(empat) orang anak. Ir. Mangindar Simbolon pernah menyelesaikan pendidikan SD Negeri I Rianiate, lulus tahun 1970. Lalu melanjutkan ke SMP Negeri I Rianiate, lulus tahun 1973. Kemudian melanjutkan lagi ke SMA Negeri I Pangururuan, lulus tahun 1976 dan memiliki prestasi sebagai pelajar teladan tingkat SLTA se – Kabupaten Tapanuli Utara tahun 1976. Setelah menyelesaikan pendidikan SLTA, Ir. Mangindar Simbolon melanjutkan pendidikan tingkat Strata 1(satu) nya di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Proyek Perintis II Depdikbud/tanpa testing tahun 1977 dan kemudian lulus tahun 1981. Ir. Mangindar Simbolon kemudian melanjutkan pendidikan tingkat Strata 2(dua) di Program Magister Manajemen Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 2002-2004.

Ir. Mangindar Simblon juga pernah mengikuti beberapa Pendidikan dan Latihan (Diklat) teknis dan penjenjangan struktural, yaitu kursus AMDAL di USU tahun 1982, Training Persemaian Kehutanan di Sumatera Selatan tahun 1982, kursus Orientasi Hukum Acara Pidana/KUHP bagi Pegawai Negeri Sipil di Polda Sumatera Utara tahun 1982, Plantation Management Training Course di Filipina tahun 1985, Penataan Hukum Peradilan Tata Usaha Negara (Peratun) Departemen Hukum Tata Usaha Negara (Dephut) dan Mahkamah Agung tahun 1991, Forest Fire Protection, Control and Mitigation di Pematang Siantar tahun 1991, Diklat

(12)

Perjenjangan Sepala Dephut-LAN tahun 1992, penatara proses penyidikan tindak pidana oleh PPNS Dephut-Polri tahun 1994, Diklat Penyuluhan Perundang-undangan Dephut tahun 1994, Diklat Penyuluhan SPAMA DDN-LAN tahun 1996, dan Diklat Kepemimpinan Tingkat II/SPAMEN LAN RI tahun 2001.

Ir. Mangindar Simbolon juga memiliki riwayat tugas kepanitiaan dan sosial kemasyarakatan, diantaranya menjadi Ketua Panitia Pelaksana Hari Pangan Sedunia Tingkat Provinsi Sumatera Utara di Tarutung tahun 1990, Wakil Ketua Pengurus Cabang Persatuan Olah Raga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Tapanuli Utara tahun 1991-1996, Kepala Sub Unit Korpri Instansi Vertikal/Provinsi di Kabupaten Tapanuli Utara tahun 1991-1993, Wakil Ketua Pengurus Cabang Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) di Kabupaten Tapanuli Utara, tahun 1991-1993, Wakil Ketua Organisasi Radio Amatir (ORARI) Tapanuli Utara-Toba Samosir tahun 1993-sekarang, Ketua Pengurus Cabang Persatuan Olah Raga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Toba Samosir tahun 2001-sekarang, Ketua Panitia Pelaksana Lokal Kabupaten Toba Samosir Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Dayung di Kecamatan Simanindo Tahun 2001, Ketua Panitia Pelaksana Latihan Integrasi Taruna Dewasa (Latsitarda) Nusantara XXIII Satuan Pelaksana Elang Kabupaten Toba Samosir tahun 2002, Penasehat Pengurus Lokal Radio Antara Penduduk Indonesia (RAPI) Toba Samosir tahun 2003-sekarang.

Adapun pengalaman tugas/kunjungan ke luar negeri Ir. Mangindar Simbolon adalah mengikuti Diklat Manajemen Tanaman Hutan, kerja sama

(13)

ASEAN-New Zealand di Filipina tahun 1985, mendampingi rombongan “Solubolon” PODSI Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara ke Malaysia tahun 1995 dan 1996, dan melaksanakan Study Excursion program MM-USU ke Malaysia dan Singapura tahun 2002.

Sementara itu, Ir. Mangadap Sinaga lahir di Simanampang tanggal 15 Februari 1962, tinggal di Komplek Taman Setia Budi Indah blok EE No. 12 Medan. Ir. Mangadap Sinaga memiliki istri Megawati Simbolon dan memiliki 2(dua) orang anak. Ir. Mangadap Sinaga memiliki pekerjaan sebagai Administratur Kebun Kalianta Satu PT. Padasa Enam Utama.

Ir. Mangadap Sinaga menyelesaikan pendidikan SD di SDN 2 Urat di Sinaga Uruk, lulus tahun 1975, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri Palipu Mogang lulus tahun 1979, melanjutkan kembali ke SMA Negeri I Pangururan lulus tahun 1982 dan menyelesaikan pendidikan strata 1 di Fakultas Pertanian USU lulus tahun 1988.

Pengalaman organisasi yang dimiliki oleh Ir. Mangadap Sinaga adalah menjadi anggota Perhimpunan Mahasiswa Katolik Seluruh Indonesia tahun 1984.

Ir. Mangadap Sinaga memiliki pengalaman kerja yaitu menjadi kepala kebun di Perkebunan Astra Agro Niaga tahun 1990-1997, kepala proyek di PT. London Sumatera Internasional tahun 1997, estate manager di PT. Triteknik Kalimantan Abadi Tahun 1998, kepala bagian tanaman di PT. First Mujur Plantation and Industry tahun 1999-2006 dan Administratur di PT. Padasa Enam Utama tahun 2006.

(14)

C. VISI DAN MISI PASANGAN IR. MANGINDAR SIMBOLON – IR. MANGADAP SINAGA

Untuk memenangkan Pilkada Kabupaten Samosir tahun 2010, pasangan Ir. Mangindar Simbolon – Ir. Mangadap Sinaga memiliki visi dan misi yang sesuai dengan permasalahan yang ada dan sesuai dengan keinginan masyarakat, visi dari pasangan Ir. Mangindar Simbolon – Ir. Mangadap Sinaga adalah, “Tahun 2020, Kabupaten Samosir menjadi daerah tujuan wisata lingkungan terbaik di Provinsi Sumatera Utara”. Pasangan Ir. Mangindar Simbolon – Ir. Mangadap Sinaga mengangkat visi tersebut karena Kabupaten Samosir memiliki banyak sekali jenis objek wisata yang mampu mendatangkan turis lokal (baik dari daerah Sumatera Utara maupun dari luar daerah Sumatera Utara) dan turis asing. Dengan meningkatkan pembangunan di sektor pariwisata, dapat meningkatkan ekonomi penduduk Kabupaten Samosir.

Agar visi tersebut dapat dicapai, maka pasangan Ir. Mangindar Simbolon – Ir. Mangadap Snaga harus memiliki misi dan program-program kerja yang mendukung. Adapun misi, strategi pembangunan dan program-program yang akan dijalankan adalah sebagai berikut.

1) Misi yang disusun oleh pasangan Ir. Mangindar Simbolon – Ir.Mangadap Sinaga adalah sebagai berikut.

a. Menyelenggarakan Good Governence dengan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas dan sarana yang memadai dan berstandart.

(15)

b. Mengembangkan ekonomi kerakyatan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat dengan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan berbasis lingkungan.

c. Mewujudkan masyarakat yang berbudaya, beriman, menguasai teknologi dengan situasi kondusif dan damai

d. Mewujudkan infrastruktur dan konservasi alam yang handal berdasarkan tata ruang yang mantap untuk mendukung industri pariwisata berbasis lingkungan dan budaya.

e. Mewujudkan demokrasi, penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi. 2) Strategi pembangunan yang akan dilaksanakan berdasarkan visi dan misi

adalah sebagai berikut.

a. Strategi pembangunan berdimensi untukk kemakmuran wilayah.

b. Strategi pembangunan pemenuhan pelayanan kebutuhan dasar (kesehatan dan pendidikan).

c. Strategi pembangunnan pemenuhan infrastruktur untuk kebutuhan industri pariwisata dan pengembangan ekonomi lokal yang berbasis lingkungan dengan tata ruang yang mantap.

d. Strategi pembangunan berdimensi pemberdayaan masyarakat dengan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

3) Program-program kerja yang akan dijalankan untuk mendukung visi dan misi adalah sebagai berikut.

(16)

b. Program pengembangan wisata lingkungan.

c. Program pengembangan konservasi situs dan Sumber Daya Alam (SDA) d. Program pengembangan dan pelestarian seni dan budaya.

e. Program pengembangan pendidikan. f. Program pelayanan kesehatan.

g. Program pengembangan usaha perikanan. h. Program pengembangan usaha peternakan. i. Program pengembangan reformasi birokrasi.

j. Program pengembangan sarana dan pembinaan olahraga. k. Program pelestarian kawasan hutan.

D. KAMPANYE PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2010

Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Samosir tahun 2010 diikuti oleh tujuh pasangan calon bupati dan wakil bupati. Adapun ketujuh pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Samosir tahun 2010 sesuai nomor urut adalah sebagai berikut:

1. Ir. Alusdin Sinaga dan Dr. Togu Harlen Lbn. Raja, SE, M.Si 2. Ir. Mangindar Simbolon dan Ir. Mangadap Sinaga

3. Bachtiar Sitanggang dan Ir. Jeremias Sinaga,MAP

4. Drs. Jabukka Situmorang, M.Si dan Ir. R. E. Siboro, M.Si 5. Rimso Maruli Sinaga, SH dan Anser Naibaho

(17)

6. Drs. Martua Sitanggang dan Mangiring Tamba, SH 7. Ober Sihol P. Sagala dan Tigor Simbolon, ST

Jadwal kampanye yang disusun oleh Komisi Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Samosir dimulai dari tanggal 23 Mei 2010 hingga 4 Juni 2010. Adapun jadwal kampanye untuk tiap pasangan calon dapat dilihat dari tabel dibawah ini:

Tabel 2

Jadwal Kampanye Pemilihan Kepala Daerah

No Tanggal No. Urut 1 No. Urut 2 No. Urut 3 No. Urut 4 No, Urut 5 No. Urut 6 No. Urut 7

1.

23 Mei 2010

Penyampaian Visi, Misi di Kantor Paripurna DPRD Kabupaten Samosir

2.

24 Mei 2010

Sianjur Mulamula

Harian Sitiotio Simanindo

Ronggurni Huta Pangururan - 3. 25 Mei 2010

Harian Sitiotio Simanindo

Ronggur Ni Huta Pangururua n Palipi Nainggolan 4. 26 Mei 2010 Sitiotio Simanindo Ronggur Ni Huta

Pangururan Palipi Nainggolan

Onan Runggu 5. 27 Mei 2010 Simanindo Ronggur Ni Huta

Pangururan Palipi Nainggolan

Onan Runggu Sianjr Mulamula 6. 28 Mei 2010 Debat Kandidat 7. 29 Mei 2010 Ronggur Ni Huta

Pangururan Palipi Nainggolan

Onan Runggu

Sianjur Mulamula

(18)

8. 30 Mei 2010 Debat Kandidat 9. 31 Mei 2010

Pangururan Palipi Nainggolan

Onan Runggu Sianjur Mulamula Harian Sitiotio 10. 1 Juni 2010 Palipi Nainggolan Onan Runggu Sianjur Mulamula

Harian Sitiotio Simanindo

11. 2 Juni 2010 Nainggolan Onan Runggu Sianjur Mulamula

Harian Sitiotio Simanindo

Ronggur Ni Huta 12. 3 Juni 2010 Onan Runggu Sianjur Mulamula

Harian Sitiotio Simanindo

Ronggur Ni Huta Pangururan 13. 4 Juni 2010 Sitiotio Simanindo Ronggur Ni huta

Pangururan Palipi Nainggolan

Onan Runggu Sumber : Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Samosir

E. REKAPITULASI JUMLAH PEMILIH TERDAFTAR DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2010

Berikut akan disajikan tabel yang menunjukkan jumlah pemilih yang terdaftar dalam Pilkada Kabupaten Samosir tahun 2010, mulai dari pemilih laki-laki, perempuan, jumlah TPS, jumlah PPS dan jumlah PPK.

(19)

Tabel 3

Rekapitulasi Jumlah Pemilih dan TPS Pemilihan Kepala Daerah

No. Nama Kecamatan

Pemilih Terdaftar Jumlah TPS Jumlah PPS Jumlah PPK Laki-laki Perempuan Jumlah 1. Harian 2008 2153 4161 22 11 1 2. Pangururan 7726 7936 15662 75 28 1 3. Nainggolan 3156 3383 6539 35 12 1 4. Ronggurnihuta 2199 2273 4472 19 8 1 5. Palipi 4246 4426 8672 46 13 1 6. Onanrunggu 2652 2892 5544 31 12 1 7. Sitiotio 1847 1938 3785 19 6 1 8. Sianjur Mulamula 2505 2619 5124 26 11 1 9. Simanindo 5169 5601 10770 52 16 1 Jumlah 31508 33221 64729 325 117 9 Sumber : Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Samosir

Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa jumlah pemilih terdaftar dalam Pilkada Kabupaten Samosir tahun 2010 yaitu 64.729 orang. Selain itu dapat disimpulkan bahwa jumlah pemilih perempuan lebih banyak dibandingkan dengan pemilih laki-laki.

F. HASIL REKAPITULASI PILKADA KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2010

Hasil dari pilkada kabupaten Samosir tahun 2010 dimenangkan oleh pasangan nomor urut 2, yaitu Ir. Mangindar Simbolon dan Ir. Mangadap Sinaga dengan total suara 23.516 suara (36, 81 %). Pasangan Ober Sihol Sagala – Tigor

(20)

Simbolon mendapatkan suara terbanyak kedua dengan total suara 20.443 suara (32%). Berikut adalah rekapitulasi suara dari setiap pasangan calon.

Tabel 4

Hasil Rekapitulasi Pilkada Kabupaten Samosir Tahun 2010

Sumber : Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Samosir

Dari hasil rekapitulasi suara sah pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Samosir tahun 2010 oleh KPUD Kabupaten Samosir dapat dilihat keunggulan pasangan Ir. Mangindar Simbolon – Ir. Mangadap Sinaga hampir di setiap kecamatan, kecuali kecamatan Pangururan dan Simanindo, yang dipegang oleh No

.

Nama Kecamatan

Peroleh Suara Pasangan Calon dalam Pilkada Kab. Samosir tahun 2010 Alusdin Sinaga-Togu Harlen Lbn.Ra ja Mangindar Simbolon-Mangadap Sinaga Bachtiar Sitangga ng-Jeremias Sinaga Jabung ka Situmor ang-R.E.Sib oro Rimso Sinaga-Anser Naibaho Martua Sitanggang -Mangiring Tamba Ober Sihol Sagala-Tigor Simbolon 1. Pangururan 118 5464 1161 103 1392 1717 5493 2. Simanindo 614 3362 988 52 1128 1009 3494 3. Ronggur Nihuta 34 1749 213 19 277 522 1623 4. Palipi 130 3279 402 67 1443 893 2325 5. Nainggolan 130 2703 154 50 755 978 1683 6. Onan Runggu 265 2033 63 39 800 819 1465 7. Harian 16 1864 123 1 305 755 1025 8. Sianjur Mulamula 26 1707 48 88 93 493 2602 9. Sitio-tio 85 1355 45 59 366 1082 733 Jumlah Akhir 1418 23516 3197 478 6559 8268 20443 % 2,22 36,81 5,00 0,75 10,27 12,94 32,00

(21)

pasangan Ober Sihol Sagala – Tigor Simbolon. Dan suara paling sedikit diperoleh pasangan Jabungka Situmorang – R.E. Siboro.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam perkembangan selanjut, dari beberapa Fuqaha muncul kecenderungan yang berbeda-beda dalam menetapkan hukum (istinbath hukum) terhadap suatu permasalahan

IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN PERANGKAT LUNAK MULTISIM UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA KOMPETENSI DASAR RANGKAIAN LOGIKA DI SMK N 4 BANDUNG Universitas Pendidikan Indonesia

Sebagian responden dalam penelitian ini adalah multipara sebanyak 13 responden (61,9%), dan sebanyak 8 responden (38,9%) adalah primipara, namun yang banyak

Ada hubungan yang sangat kuat lingkar pinggang dengan kadar kolesterol darah pada usia dewasa di Dusun IV Ngrame Tamantirto Kasihan Bantul Yogyakarta dengan hasl p

Hendro Gunawan, MA

2. Meminimumkan biaya pemesanan dan biaya pengadaan persediaan barang Pada dasarnya laporan inventori dimaksudkan untuk mengajukan informasi mengenai keadaan atau kondisi

Dana untuk merealisasikan ekspansi tersebut dari alokasi belanja modal perseroan tahun 2018 yang sebesar Rp 3,5 triliun.. Saat ini perseroan telah memiliki 1.000 gerai apotek

Soalan 28 hingga Soalan 30 Pilih jawapan yang paling sesuai bagi pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan peribahasa di bawah ini.. Televisyen yang kamu baiki asalnya rosak