Universitas Nusantara PGRI Kediri
Risti Dyah Kurniasari| 12.2.05.01.0035
Fakultas ilmu kesehatan- Prodi DIII Keperawatan
simki.unpkediri.ac.id || 1|| STUDI KASUS PADA “ By.Ny.S”UMUR 0 HARI YANG MENGALAMI
MASALAH KEPERAWATAN KETIDAKEFEKTIFAN POLA NAFAS DENGAN DIAGNOSA MEDIS BERAT BADAN LAHIR RENDAH
DIRUANG TERATAI RSUD GAMBIRAN KOTA KEDIRI
KARYA TULIS ILMIAH
Oleh:
RISTI DYAH KURNIASARI
NIM.12.2.05.01.0035
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Risti Dyah Kurniasari| 12.2.05.01.0035
Fakultas ilmu kesehatan- Prodi DIII Keperawatan
simki.unpkediri.ac.id || 2||
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Risti Dyah Kurniasari| 12.2.05.01.0035
Fakultas ilmu kesehatan- Prodi DIII Keperawatan
simki.unpkediri.ac.id || 3||
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Risti Dyah Kurniasari| 12.2.05.01.0035
Fakultas ilmu kesehatan- Prodi DIII Keperawatan
simki.unpkediri.ac.id || 4||
STUDI KASUS PADA “ By.Ny.S”UMUR 0 HARI YANG MENGALAMI
MASALAH KEPERAWATAN KETIDAKEFEKTIFAN POLA NAFAS
DENGAN DIAGNOSA MEDIS BERAT BADAN LAHIR RENDAH
DIRUANG TERATAI RSUD GAMBIRAN
KOTA KEDIRI
RISTI DYAH KURNIASARI NPM. 12.2.05.01.0035
Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi D-III Keperawatan
Dosen Pembimbing 1 : Susi Erna Wati S.kep.Ns.M.kes Dosen Pembimbing 2 : Siti Aizah S.Kep.,Ns.M.Kes
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Risti Dyah Kurniasari| 12.2.05.01.0035
Fakultas ilmu kesehatan- Prodi DIII Keperawatan
simki.unpkediri.ac.id || 5|| ABSTRAK
Studi kasus pada By.Ny.S yang mengalami masalah keperawatan ketidakefektifan pola nafas dengan diagnose medis berat badan lahir rendah di ruang Teratai RSUD Gambiran Kota Kediri,Risti Dyah Kurniasari (2015).
Pembimbing 1 : Susi Erna wati S.kep.Ns, M.kep Pembimbing 2 : Siti Aizah S.kep.Ns,M.kes.
Berat badan lahir rendah adalah bayi yang dilahirkan dengan berat badan kurang dari 2500 gram ( Jayant ,2012 ).Kejadian berat badan ini dikarenakan kurangnya pemenuhan nutrisi pada masa kehamilan ibu dan juga dapat dikarenakan oleh factor perekonomian.
Tujuan penulisan adalah untuk menerapkan asuhan keperawatan pada pasien By.Ny.S dengan kasus berat badan lahir rendah melalui pendekatan proses keperawatan secara komprehensif metode penelitian ini menggunakan desain diskriptif dengan pendekatan studi kasus.Responden yang digunakan dalam penilitian ini adalah keluarga pasien by Ny”S” yang dilakukan perawatan di Ruang Teratai RSUD Gambiran Kota Kediri.
Berdasarkan studi kasus pada pasien by.Ny.S ditemukan diagnosa keperawatan utama yaitu ketidakefektifan pola nafas.Adapun tindakan yang dilakukan yaitu : mengobservasi TTV,mengauskutasi suara nafas, menempatkan pada posisi terlentang dengan leher sedikit ekstensi dan hidung menghadap keatas dan melakukan kolaborasi pemberian oksigen.
Ketidakefektifan pola nafas pada by.Ny.S dikarenakan system pernafasan yang belum imatur dan dapat berdampak pada by.Ny.S akan mengalami gangguan mental dan fisik pada usia tumbuh kembang.Penting sekali bagi ibu yang hamil untuk menjaga kehamilannya terutama nutrisi,agar tidak terjadi gangguan pada kelahiran anaknya sehingga bayi tumbuh sehat dan tidak ada gangguan pada tumbuh kembang anak.
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Risti Dyah Kurniasari| 12.2.05.01.0035
Fakultas ilmu kesehatan- Prodi DIII Keperawatan
simki.unpkediri.ac.id || 6||
I. LATAR BELAKANG
Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang dilahirkan dengan berat badan kurang dari 2500 gram tanpa memperhitungkan masa gestasinya (Jayant,2011).
BBLR merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. BBLR dibedakan atas 2 kategori yaitu BBLR karena premature dan BBLR karena Intrauterine Growth Retardation (IUGR), yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi berat badannya kurang. Di negara berkembang banyak BBLR dan IUGR karena ibu berstatus gizi buruk, anemi, malaria dan menderita penyakit menular seksual (PMS) sebelum konsepsi atau saat kehamilan. ( Sarwono 2010 )
Data Menurut World Health Organization ( WHO ) pada tahun 2011 berkisar 17 juta jiwa dari angka kelahiran berat badan lahir rendah .Secara umum yang paling banyak mengalami BBLR adalah salah satunya Negara berkembang dimana angka kejadiannya berkisar 16% dari angka kelahiran.Hali ini dapat terjadi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ibu mempunyai beberapa penyakit yang langsung berhubungan dengan kehamilan dan usia ibu..
Angka kejadian di Indonesia tahun 2014 sangat bervariasi antara satu daerah dengan daerah lain, yaitu berkisar antara 9%-30%, hasil studi di 7 daerah multicenter diperoleh angka BBLR dengan rentang 2.1%-17,2 %. Secara nasional berdasarkan analisa lanjut SDKI, angka BBLR sekitar 7,5 % kelahiran.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Provinsi Jawa Timur Tahun 2013 diketahui bahwa jumlah bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Jawa Timur mencapai 3,32% bayi baru lahir yang di timbang, dan angka kematian neonatal dari data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur yang tertinggi disebabkan karena BBLR yaitu mencapai 38,03% di banding penyebab kematian neonatal lain. (Dinkes RI 2014 )
Dari data RSUD Gambiran Kota Kediri ibu yang melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah <2500 g pada 3 tahun terakhir sebanyak 682 bayi, pada tahun 2012 sebanyak 186 bayi, pada tahun 2013 sebanyak 286 bayi dan pada tahun 2014 sebanyak 210 bayi.
Kejadian BBLR pada dasarnya berhubungan dengan kurangnya pemenuhan nutrisi pada masa kehamilan ibu dan hal ini
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Risti Dyah Kurniasari| 12.2.05.01.0035
Fakultas ilmu kesehatan- Prodi DIII Keperawatan
simki.unpkediri.ac.id || 7|| berhubungan dengan banyak faktor dan
lebih utama pada masalah perekonomian keluarga sehingga pemenuhan kebutuhan komsumsi makanan pun kurang. Namun kejadian BBLR juga dapat terjadi pada mereka yang status perekonomiannya cukup, hal ini berkaitan dengan paritas, jarak kelahiran, kadar hemoglobin dan pemanfaatan pelayanan antenatal. BBLR termasuk faktor utama dalam peningkatan mortalitas dan morbilitas neonatus. . (Arif 2009 ).
BBLR juga dapat mengalami gangguan pernafasan akibatnya dari defisiensi surfaktan paru kurang adekuat menyebabkan gangguan paru untuk mempertahankan stabilitasnya,alveolus akan kembali kolaps setiap akhir sehinnga untuk pernafasan berikutnya dibutuhkan tenaga toraks yang lunak dan otot respirasi yang lemah sehingga untuk pernapasan berikutnya dibutuhkan tekanan negative intra thorak yang lebih besar dan disertai usaha inspirasi yang kuat. Disamping itu lemahnya reflek batuk, hisap, dan menelan dapat mengakibatkan resiko terjadinya aspirasi. ( sarwono 2010)
BBLR juga berakibat jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak di masa yang akan datang. Dampak dari bayi berat badan lahir
rendah ini adalah pertumbuhannya akan lambat. Kecenderungan memiliki penampilan intelektual yang lebih rendah dari pada bayi yang berat lahirnya normal dan dapat mengalami gangguan mental dan fisik pada usia tumbuh kembang.
Salah satu upaya yang dilakukan yaitu Tujuan primer dalam asuhan bayi resiko tinggi adalah mencapai dan mempertahankan respirasi. Banyak bayi memerlukan oksigen suplemen dan bantuan ventilasi. Bayi dengan atau tanpa penanganan suportif ini diposisikan untuk memaksimalkan oksigenasi karena pada BBLR beresiko mengalami defisiensi surfaktan dan peridik apneu. Dalam kondisi seperti ini diperlukan pembersihan jalan nafas, merangsang pernafasan, diposisikan miring untuk mencegah aspirasi, posisikan tertelungkup jika mungkin karena posisi ini menghasilkan oksigenasi yang lebih baik, terapi oksigen diberikan berdasarkan kebutuhan dan penyakit bayi. Pemberian oksigen 100% dapat memberikan efek edema paru dan retinopathy of .(sarwono 2010)
Dengan mengetahui masalah-masalah potensial yang akan terjadi pada bayi dengan BBLR , maka akan membantu tenaga kesehatan mengetahui tindakan apa yang harus
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Risti Dyah Kurniasari| 12.2.05.01.0035
Fakultas ilmu kesehatan- Prodi DIII Keperawatan
simki.unpkediri.ac.id || 8|| segera dilakukan, seperti ; penanganan
bayi BBLR dengan menggunakan metode kanguru (PMK), manfaat dengan metode ini yaitu suhu tubuh bayi lebih stabil, pola pernafasan bayi lebih teratur , suhu tubuh bayi lebih stabil, waktu tidur bayi lebih lama , kenaikan berat badan lebih cepat dengan menggunakan Kanguru.(Ali S.M 2011)
Peran Perawat dengan bayi yang lahir premature yaitu meletakkan bayi ke dalam inkobator agar suhu tubuhnya tetap normal serta diberi bantuan oksigen untuk pernafasan. Selain inkubator suhu tubuh bayi dapat dipertahankan kehangatannya dengan metode kanguru. Dulu metode ini dianggap hanya untuk orang miskin karena kalau orang kaya diletakkan di inkubator, tapi berdasarkan pengalaman, hasilnya malah lebih efektif metode kanguru maka dari itu tindakan Perawat yaitu mengajari ibu menggunakan metode kanguru agar pola nafas bayi tetap teratur.(Kristiyanasari2009).
Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk membahas Studi Kasus Dengan Diagnosa Medis Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Gambiran Kediri.
I. METODE
Pengumpulan Data
1. Teknik pengumpulan data dengan cara :
2. Wawancara : menanyakan atau tanya jawab dengan menggunakan komunikasi langsung dengan keluarga yang meliputi : biodata, riwayat kesehatan, data biologi, psikologi, sosial dan spiritual.
3. Observasi atau pengamatan : mengamati secara langsung keadaan pasien untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan keperawatan pasien.
4. Pemeriksaan fisik : melakukan pemeriksaan fisik pada pasien untuk menentukan masalah kesehatan pasien dengan cara : inspeksi, palpasi, auskultasi, dan perkusi.
5. Studi dokumentasi dengan cara mempelajari rekam medik pasien.
II. HASIL DAN KESIMPULAN a. Pengkajian
Nama By.Ny.S, umur 0 hari, jenis kelamin laki-laki, dengan diagnosa Berat badan lahir rendah. Dengan alasan masuk keadaan umum lemah, merintih, cyanosis, sesak nafas yang perlu penanganan segera. Dalam kondisi ini bayi sangat beresiko mengalami gagal nafas, di karenakan otot pernafasan yang belum sempurna dan daya tahan tubuh bayi sangat lemah.
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Risti Dyah Kurniasari| 12.2.05.01.0035
Fakultas ilmu kesehatan- Prodi DIII Keperawatan
simki.unpkediri.ac.id || 9|| Dalam tinjauan kasus ,penulis
hanya menemukan sebagian data keluhan pasien seperti : berat 2100 gram, TTV :suhu tubuh 36,5 °C,RR 66 x/menit N: 140 x/menit. terpasang infus dan terpasang 𝑂2 CPAP 5 lpm,cyanosis pada dada kiri,ada retraksi intercosta.
Bayi dengan berat badan lahir rendah yang perlu ditangani segera adalah pernafasan karena belum teraturnya sebagian fungsi organ dalam tubuhnya, untuk membuat pernafasan kembali normal perlu adanya bantuan pernafasan agar oksigenasi terpenuhi. Kondisi By.Ny.S saat pengkajian diruang teratai dengan berat 2100 gram, suhu tubuh 36,5 °C,RR 66 x/menit N: 140 x/menit. terpasang infus dan terpasang 𝑂2 CPAP 5 lpm,cyanosis pada bibir,ada retraksi intercosta
Menurut tinjauan pustaka (ismawati cahyo 2010 ) Gangguan pernapasan sering menimbulkan penyakit berat pada BBLR. Hal ini disebabkan karena kurangnya surfaktan, pertumbuhan dan perkembangan paru yang belum sempurna.
Berdasarkan pengkajian diatas,penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dengan kasus,karena sistem pernafasan by.ny.S yang imatur sehingga menyebabkan retraksi intercosta dan
pernafasan yang melebihi batas normal.
b. Diagnosa keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah cara mengidentifikasi, memfokuskan dan mengatasi kebutuhan spesifik pasien serta respon terhadap masalah actual, resiko tinggi ataupun potensial.
Dalam tinjauan kasus muncul masalah keperawatan dengan bayi berat badan lahir rendah, antara lain : Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan system pernafasan yang belum imatur, Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan reflek menelan dan menghisap lemah , Resiko infeksi berhubungan dengan tali pusat yang masih basah.
Secara teori muncul masalah keperawatan dengan berat badan lahir rendah, antara lain : Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan system pernafasan yang imatur, Resiko Tinggi ketidakefektifanya thermoregulasi atau hipotermi berhubungan dengan kehilangan panas melalui kulit ,Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan jumlah lemak subkutan sedikit, Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan daya tahan tubuh rendah, Gannguan Nutrisi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Risti Dyah Kurniasari| 12.2.05.01.0035
Fakultas ilmu kesehatan- Prodi DIII Keperawatan
simki.unpkediri.ac.id || 10|| Kurang dari kebutuhan tubuh reflek
menelan dan menghisap lemah
Berdasarkan diagnosa di atas, penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan kasus nyata.dalam kasus nyata diagnosa yang muncul tidak jauh berbeda dengan yang terdapat pada teori,akan tetapi diagnosa yang muncul pada teori tidak semuanya muncul pada kasus nyata.
c. Rencana keperawatan
Dalam perencanaan, ditetapkan sasaran, tujuan, waktu yang spesifik dan terukur disertai tindakan keperawatan dan evaluasi yang terdiri dari tujuan kriteria, intervensi, perencanaan yang disusun dibuat berdasarkan masalah keperawatan yang muncul, tertulis, dan realistis.
Pada Tinjauan kasus rencana yang akan dilakukan yaitu dengan mengobservasi TTV , Mengauskultasi suara nafas,menempatkan pada posisi terlentang dengan leher sedikit ekstensi dan hidung menghadap keatas dan melakukan kolaborasi dalam pemberian O 2 .
Secara teoritis diagnosa ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan system pernafasan imatur. Intervensi yang penulis susun antara lain : Tempatkan pada posisi terlentang leher sedikit ekstensi hidung menghadap keatas
,pertahankan suhu tubuh normal,lakukan suction bila perlu,Observasi TTV,Auskultasi jalan nafas,lakukan kolaborasi pemberian oksigen.
Berdasarkan rencana diatas penulis menemukan adanya kesenjangan antara tinjauan kasus dan teori.hal ini terjadi karena intervensi direncanakan berdasarkan dengan kebutuhan dan masalah pasien,sehingga intervensi tersebut dapat mengatasi masalah yang dialami pasien
d.Tindakan keperawatan
Pada tahap pelaksanaan ini penulis melaksanakan asuhan keperawatan sesuai dengan rencana yang telah dibuat atau ditetapkan yaitu pada diagnosa keperawatan ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan system pernafasan imatur perlu dilakukan Observasi TTV :mengobservasi RR pasien 66x/menit, N :140x/menit,S: 36,50C , dilakukan TTV karena untuk mengetahui keadaan pasien dengan mengetahui keadaan pasien penulis dapat melakukan tindakan selanjutnya., Mengauskutasi suara nafas untuk mengetahui adanya suara tambahan dan adanya suara tambahan ronchi, Menempatkan pada posisi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Risti Dyah Kurniasari| 12.2.05.01.0035
Fakultas ilmu kesehatan- Prodi DIII Keperawatan
simki.unpkediri.ac.id || 11|| terlentang dengan leher sedikit
ekstensi dan hidung menghadap keatas, selain itu juga melakukan kolaborasi dalam pemberian O2 untuk memenuhi kebutuhan oksigen..
Secara Teori tindakan yang dilakukan yaitu Mengobservasi TTV , Mengauskutasi suara nafas untuk mengetahui adanya suara tambahan , Menempatkan pada posisi terlentang dengan leher sedikit ekstensi dan hidung menghadap keatas , melakukan kolaborasi dalam pemberian O2 untuk memenuhi kebutuhan oksigen.
Berdasarkan tindakan diatas,penulis menemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus, semua tindakan yang ada tidak semuanya dilakukan dalam tinjauan kasus karena menyesuaikan kondisi pasien dengan situasi yang ada.
e.Evaluasi keperawatan
Evaluasi adalah umpan balik untuk menilai keberhasilan keperawatan yang telah diberikan mengacu pada tujuan dan criteria hasil yang telah ditetapkan sebelumnya. Evaluasi menyediakan nilai informasi mengenai pengaruh intervensi yang telah direncanakan dan merupakan perbandingan dari hasil yang diamati dengan criteria hasil yang telah dibuat pada tahap perencanaan.
Setelah penulis melakukan tindakan keperawatan selama 3 hari , maka penulis melakukan evaluasi.
Evaluasi ini penulis menggunakan metode sesuai teori yaitu SOAP ( Subyektif , Obyektif , Assessment , Planning .Evaluasi penulis lakukan sejak tanggal 01-03 juli 2015 dengan hasil evaluasi pada diagnosa keperawatan ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan sistem pernafasan imatur yaitu setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3X24 jam diperoleh hasil : S : - ,O : k/u lemah ,RR :66x/menit ,S : 36,5 0C, N:120 x/menit,ada retraksi intercosta ,tidak ada suara tambahan,terpasang nasal kanul CPAP 5 lpm,O : masalah teratasi sebagian, P : lanjutkan intervensi 1 dan 4.
Evaluasi yang dilakukan penulis sesuai dengan kondisi pasien setelah penulis memberikan asuhan keperawatan selama tiga hari . dari hasil evaluasi didapatkan hasil 2 masalah teratasi sebagian yaitu ketidakefektifan pola nafas dan gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh dan 1 masalah tidak terjadi yaitu resiko infeksi.
A. Simpulan
Setelah membahas mengenai uraian asuhan keperawatan pada bayi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Risti Dyah Kurniasari| 12.2.05.01.0035
Fakultas ilmu kesehatan- Prodi DIII Keperawatan
simki.unpkediri.ac.id || 12|| dengan berat badan lahir rendah,
maka dapat diambil simpulan sebagai berikut :
1. Pengkajian
Pada saat pengkajian bayi lahir dengan berat badan 2100 gr, panjang bayi 44cm, , akral dingin, cyanosis, sesak, RR = 66𝑥 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡⁄ , terdapat suara ronchi, terdapat retraksi intercosta.
2. Diagnosa keperawatan
Diagnosa keperawatan pada anak dengan berat badan lahir rendah yaitu ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan sistem pernafasan belum imatur ditandai dengan K/U lemah, RR : 66 𝑥 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡⁄ , suhu : 36,5 ° C,N: 140x/menit terdapat retraksi intercosta, terdapat suara tambahan Ronchi, terpasang 𝑂2 CPAP nasal canul 5 lpm.
3. Intervensi keperawatan
Intervensi keperawatan pada bayi dengan berat badan lahir rendah harus disesuaikan dengan kondisi pasien, dan rencana keperawatan ditunjukan untuk mengatasi masalah yang muncul antara lain :
a. Observasi RR pasien b.Auskultasi suara nafas
c.Menempatkan pada posisi terlentang dengan leher sedikit ekstensi dan hidung menghadap keatas
d.Lakukan kolaborasi dalam pemberian 𝑂2 CPAP nasal canul 5 lpm
4. Implementasi keperawatan
Implementasi keperawatan pada bayi dengan berat badan lahir rendah yang dilakukan harus mengacu pada rencana yang telah disusun sehingga tindakan bisa dilaksanakan dengan efektif dan efisien, serta dapat melibatkan peran orang tua, perawat ruangan dan profesi kesehatan lainnya yang ada di ruangan.
II. DAFTAR PUSTAKA
Hardman, T.Heather 2012.Diagnosis
Keperawatan: Definisi dan Klasifikasi
Jakarta : Media Action
Hidayat Alimul , A (2007 ) Pengantar
Ilmu Keperawatan Anak 1. Jakarta :
Salemba medika
Huda,Nuratif dan Hardhi Kusuma.2013
Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Nanda Nic-Noc, https:// sema raputra adjoezt wordpres.com,diakses tanggal 13 Juni 2013 ,jam pengambilan 19.00 WIB Jayant ( 2011 ).Bayi Dengan
BBLR.Yogyakarta : Nuha Medika
Kristiyanasari,S.kep.dan Arief Z.R( 2009 ).Neonatus Dan Asuahan
Keperawatan.Yogyakarta : Nuha Offset
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Risti Dyah Kurniasari| 12.2.05.01.0035
Fakultas ilmu kesehatan- Prodi DIII Keperawatan
simki.unpkediri.ac.id || 13|| Leelawong M.Holland A.Neonatal
nasal CPAP
deviceredesign,(http//:pustaka
unpad.ac.id).diakses tanggal 07 Mei 2014,jam pengambilan 07.00 WIB
Marmi dan Kukuh
Rahardjo.(2012).Asuhan Neonatus Bayi dan Balita,Yogyakarta:pustaka
belajar
NANDA. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan NANDA NIC-NOC.Jakarta.2013
Proverawati Atika dan Ismawati Cahyo,2010.Berat Badan Lahir Rendah jakarta : EGC
S.M Ali (2011)Kangoro Mother Care
as Compared to conventional Car For Low Birth Weight Babies.http//Iko Prasatia.blogspot.com, diunduh
tanggal 04 April 2013,diambil jam 19.00 WIB
Sarwono, (2010). Asuhan Perinatal
dan Antenatal. Jakarta : Nuha Medika
Wikinson Judith ,(2013),Diagnosa