Market Brief
Peluang Produk Sepeda di Jerman
ITPC Hamburg
2015
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... II
I. PENDAHULUAN ... 1
A. Pemilihan Produk ... 1
B. Profil Geografi Jerman ... 1
II. POTENSI PASAR NEGARA JERMAN ... 3
A. Impor Produk Sepeda di Jerman dari dunia ... 3
A.1 Nilai impor produk logam sepeda Jerman dari Indonesia (HS 87) ... 7
B. Potensi Pasar Produk Sepeda di Jerman ... 8
B.1 Tren di Pasar ... 8
C. Regulasi Produk Sepeda di Jerman ... 13
D. Tarif Bea Masuk ... 14
E. Ketentuan Labelling dan Packaging ... 15
E.1.Labelling ... 15
E.2.Packaging ... 15
G. Hambatan Lainnya ... 16
III. ANALISA PESAING ... 17
A. Analisa Pesaing Negara Vietnam ... 17
Nilai impor produk logam sepeda Jerman dari Vietnam (HS 87) ... 17
B. Analisa Pesaing Negara China ... 18
Nilai impor produk logam sepeda Jerman dari China (HS 87) ... 18
IV. PELUANG DAN STRATEGI ... 18
A. Peluang ... 18
B. Strategi ... 19
V. INFORMASI PENTING ... 22
A. Trade Promotion Office Asing di Jerman ... 22
B. Perwakilan Jerman di Indonesia ... 23
C. Chamber of Commerce di Jerman ... 23
D. Institusi dan Lembaga Terkait di Jerman ... 24
E. Daftar Pameran Produk Terkait di Jerman ... 25
F. Perwakilan Indonesia di Jerman ... 25
KATA PENGANTAR
Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg sebagai salah satu lembaga yang membantu para pengusaha di Indonesia yang ingin memasuki pasar Jerman. Menyediakan informasi statistik perdagangan, jalur distribusi, trend, peluang dan strategi serta hambatan dalam memasuki pasar Jerman. Market brief ini berisi mengenai informasi dan langkah-langkah yang harus diambil oleh para pengusaha Indonesia dalam melakukan penetrasi pasar di negara Jerman khususnya untuk produk logam sepeda di Jerman.
I. PENDAHULUAN
A. Pemilihan Produk
Jerman merupakan produsen sepeda terbesar kedua di Eropa. Para produsen sepedanya kini telah mengembangkan produksi internasional dan sumber strateginya dengan cara mengimpor suku cadangnya dari negara-negara lain. Di Indonesia sendiri sebenarnya proses pengolahan besi baja dan logam belum bisa dilakukan secara optimal, namun hal tersebut tidak menutup adanya peluang ataupun kemungkinan bagi Indonesia untuk dapat mengembangkan sektor industri besi dan baja mengingat potensi sumber daya pasir besi di Indonesia yang sudah tidak diragukan lagi, hampir di setiap wilayah Indonesia terdapat kandungan pasir besi, mulai dari pulau sumatera, sepanjang pantai selatan pulau jawa, termasuk di kawasan timur Indonesia. Hal ini tentunya dapat dijadikan sebagai potensi untuk menarik para investor dari dunia seperti Eropa khususnya Jerman untuk melakukan investasi di bidang pengolahan biji besi tepatnya dalam hal ini adalah pengolahan biji besi untuk pembuatan komponen-komponen sepeda. Seperti: kerangka, velg dll.
B. Profil Geografi Jerman
Republik Federal Jerman adalah suatu negara berbentuk federasi di Eropa Barat yang memiliki posisi ekonomi dan politik yang sangat penting di Eropa maupun di dunia. Dengan luas 357.021 kilometer persegi (kira-kira dua setengah kali pulau Jawa) dan penduduk sekitar 82 juta jiwa, negara dengan 16 negara bagian ini menjadi anggota kunci
Gambar 1 : Peta Jerman
Sumber :
Uni Eropa (penduduk terbanyak), serta negara dengan penduduk imigran ketiga terbesar di dunia. Karena letaknya yang stategis dan menguntungkan yaitu tepat di tengah eropa, maka Jerman merupakan tujuan ekspor yang prospektif dan menjadi salah satu gerbang untuk memperluas pasar ekspor ke wilayah eropa lainya.
Fakta yang menunjukkan kepada daya saing perusahaan Jerman ialah kuota ekspor dari cabang industri. Pengekspor terpenting meningkat secara berarti sejak tahun 1992. Jerman tergolong negara industri paling berprestasi dan paling maju perkembangannya, dan merupakan perekonomian nasional terbesar keempat di dunia setelah Amerika Serikat, Jepang dan Cina.
Perekonomian nasional Jerman terpusatkan pada barang dan jasa yang diproduksi oleh industri. Terutama hasil produksi industri konstruksi mesin dan industri otomotif serta produk-produk kimia dari Jerman dihargai baik di dunia internasional.
Impor Jerman berdiri sekitar $ 1,2 triliun dan ekspornya pada $ 1,5 triliun. Sebaliknya, kontribusi dari perdagangan internasional untuk Amerika Serikat dalam GDP hanya sekitar 23%.
Negara-negara besar yang mengekspor barang dari Jerman adalah Austria, Belgia, Inggris, Italia, Belanda, Spanyol dan Amerika Serikat. Uni Eropa, Cina dan Amerika Serikat adalah tempat utama dari mana Jerman sebagian besar impor barang.
II. POTENSI PASAR NEGARA JERMAN
A. Impor Produk Sepeda di Jerman dari dunia
Nilai impor Jerman dalam satu tahun terakhir ini dapat dikatakan mengalami kenaikan dan penuruan yang cukup signifikan, dapat dilihat dari akhir tahun lalu nilai import mengalami penurunan yang cukup drastis akan tetapi nilai itu dapat kembali dinaikan dan mengalami puncaknya pada bulan Maret yang lalu, penuruan kembali terjadi pada dua bulan setelahnya namun pada bulan juni nilai import mulai mengalami kenaikan kembali.
Sedang Impor logam dan komponen terkaitnya dari Negara dengan biaya rendah dan juga Negara Berkembang akan terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun ke depan. Tren ini adalah hasil dari peningkatan keterbukaan negara Uni Eropa terhadap sumber daya yang berada di negara berkembang didukung dengan fakta bahwa banyak pembeli Uni Eropa yang kini sudah mulai berfokus pada sumber alternatif yang terdapat di negara berkembang guna untuk menghemat biaya.
Gambar 2 : Total Impor Nergara Jerman Periode 2014 – 2015 (pertengahan)
Uni Eropa menawarkan kesempatan untuk produsen logam dan komponen terkaitnya bagi negara berkembang yang siap melakukan ekspor ke wilayah Uni Eropa.
Impor bagian logam dan komponen terkaitnya dari Negara berkembang mencapai 14.200.000.000 euro pada tahun 2013, hal tersebut merupakan penurunan kecil jika dibandingkan dengan 2012 yang bisa mencapai
14500.000.000 euro. Saham mereka di total impor Uni Eropa meningkat dari 13% pada tahun 2007 menjadi hampir 14% pada tahun 2013.
Gambar 3 : Grafik Impor logam sepeda ke Negara Uni Eropa & Importir utama 2013 ( dalam juta euro)
Dari data diatas dapat dilihat jika Jerman berada di posisi pertama dalam kegiatan import logam dibandingkan dengan negara Eropa lainya. Jerman menyumbang lebih dari seperlima dari total nilai impor Uni Eropa pada tahun 2013. Jerman akan terus menjadi tujuan utama di Eropa, meskipun mereka telah dihargai dan dipercaya dalam industri manufaktur mereka sendiri, ada kecenderungan peningkatan terhadap penggunaan logam dan komponen terkaitnya dari negara berkembang. Hal ini tentunya merupakan peluang besar bagi para eksportir logam dan suku cadang sepeda untuk dapat mengirim produk mereka ke Uni Eropa khususnya ke Jerman.
Gambar 4 : Grafik Impor Negara Uni Eropa
Sumber : CBI http://www.cbi.eu/market-information/metal-parts-components/metal-parts-bicycles/germany
Terdapat 10 pemasok negara berkembang yang masing-masing telah menyumbang lebih dari 1% dari total ekspor negara berkembang ke wilayah Uni Eropa. Secara bersamaan 10 negara tersebut telah mewakili 94% dari seluruh ekspor negara berkembang akan tetapi hanya terbatas yang telah mencapai tingkat industri yang cukup untuk mengekspor ke Uni Eropa.
China akan tetap menjadi pemasok utama dari negara berkembang; Namun, pertumbuhan ekspor China diperkirakan akan melambat dibandingkan dengan tahun-tahun terakhir. Pada periode laporan angka pertumbuhan ekspor mutlak tertinggi China ke Uni Eropa (+ € 660.000.000 total), namun India mendekati Cina, meskipun pertumbuhan mutlak India di 2008-2012 tampaknya kecil (+ €
Gambar 5 : Pemasok Produk Logam Termuka dari Negara Berkembang ke Uni Eropa ( dalam juta euro dan pertumbuhan rata-rata tahunan %)
257.000.000). Vietnam juga tumbuh dengan kuat (+ € 212.000.000), seperti halnya Thailand (+ € 155.000.000).
Ada kemungkinan bahwa bagian logam Cina dan ekspor komponen mungkin sudah memuncak dan fokus untuk produsen mereka bergeser ke permintaan domestik. Diharapkan pertumbuhan ekspor yang lambat dari China dapat memberikan peluang bagi produsen negara berkembang dari negara lain, seperti India, Vietnam, Thailand, Serbia atau Turki.
Ekspor Vietnam akan tumbuh secara signifikan (baik dari persentase dan dalam angka absolut) dalam beberapa tahun ke depan. Hal yang sama berlaku untuk beberapa negara di Eropa Timur Selatan: Kroasia, Serbia dan Bosnia dan Herzegovina. Vietnam dianggap sebagai hotspot masa depan untuk sumber internasional dari bagian logam. Produsen di negara-negara Eropa Timur Selatan harus mendapatkan keuntungan dari jarak transportasi yang relatif singkat ke seluruh Eropa.
A.1 Nilai impor produk logam sepeda Jerman dari Indonesia (HS 87)
Periode 2010 2011 2012 2013 2014 2015 (Jan-Mar) Nilai dalam Euro 824358 1062731 630870 761285 22067827 17023233
Tabel 1 : Nilai impor logam sepeda di Negara Jerman dari Indonesia
B. Potensi Pasar Produk Sepeda di Jerman
Tugas utama yang sekaligus juga akan menjadi keuntungan bagi Exportir Negara berkembang adalah untuk memberikan solusi kepada pembeli Uni Eropa dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA). Setelah Uni Eropa dan EFTA mengalami krisis, permintaan akan meningkat dan perusahaan akan dihadapkan pada persoalan rantai pasokan mereka. Maka dalam situasi seperti ini, Para eksportir dari Negara berkembang yang dapat menawarkan pengiriman secara terpercaya, flexible dan memenuhi CSR serta kriteria evaluasi pemasok lainya maka ia akan mendapatkan posisi terbaik.
B.1 Tren di Pasar
Sebelum akhirnya bisa memasuki pasar Eropa khususnya Jerman hal yang patut di pelajari secara baik-baik oleh para pemasok adalah dengan mengenali trend Pasar atau kondisi pasar terkait dengan produk mereka, hal tersebut dilakukan agar produk yang hendak dikirim dapat memenuhi dan sesuai dengan kriteria-kriteria yang ada sehingga produk tersebut akhirnya bisa mendapatkan tempat di hati para pelanggan dan pembeli setempat. Dengan adanya hal tersebut CBI kemudian membagi dan menyebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi trend pasar di Eropa terkait dengan produk logam untuk sepeda. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini;
Gambar 6 : Faktor – Faktor yang Memperngaruhi Trend Pasar Uni Eropa
B.1.1 Faktor Sosial
Menggunakan CSR sebagai USP ( unique selling point )
Meskipun membutuhkan waktu bertahun-tahun, CSR atau yang bisa juga disebut tanggung jawab sosial perusahaan akan menjadi standarisasi tanggung jawab sosial bagi perusahaan yang bergerak di bidang industri metal. Secara bertahap, semakin banyak perusahaan Uni Eropa dan EFTA yang akan lebih suka menjalin hubungan secara eksklusif dengan perusahaan asing yang menjalankan kebijakan CSR yang sejalan dengan mereka. Dalam jangka panjang CSR diharapkan dapat menjadi persoalan dasar dalam kriteria pemilihan suplier baru di Eropa. Eksportir dari negara berkembang yang telah mengimplementasikan kebijakan CSR secara kuat dapat menggunakan hal tersebut sebagai USP (unique selling point).
B.1.2 Faktor Ekonomi
Mengisi hilangnya kapasitas pabrik logam di Uni Eropa + EFTA
Eropa dikelilingi oleh banyak pabrik produksi logam yang kecil maupun yang sedang. Namun dalam jangka waktu panjang pabrik-parbrik tersebut akan menghilang karena ketidakmampuan mereka dalam mempertahankan keuntungan perusahaan. Maka dari itu hanya pabrik yang besar dan kaya lah yang mampu bertahan. Perkiraan berkurangnya jumlah pemasok dari willayah Uni Eropa dan EFTA akan memberikan kesempatan di masa depan bagi eksportir negara berkembang, sebagi pembeli mereka tentu lebih memilih untuk tidak bergantung pada jumlah yang sangat terbatas dari pemasok lokal. Disamping itu, pedorong utama bagi pembeli untuk mencari sumber peluang tambahan dari luar eropa adalah untuk mengurangi jumlah biaya. Hal ini tentunya dapat dikatakan sebagai penawaran kesempatan bagi eksportir negara berkembang baik yang berada dekat dan jauh dengan Uni Eropa. Akan tetapi pada dasarnya untuk negara yang berada jauh dari Uni Eropa khususnya dari Jerman kesempatan hanya memungkinkan untuk produk-produk yang waktu pemesanan, pembuatan dan pengiriman membutuhkan
waktu lebih dari enam minggu. Namun hal tersebut masih bisa disiasati dengan penawaran untuk melakukan pemesanan lebih awal sehingga walaupun membutuhkan waktu yang lebih lama namun barang masih bisa sampai dengan tepat waktu.
Keuntungan dari kurangnya pekerja di Uni Eropa
Di banyak negara di Eropa, industri logam kini makin dihapakan dengan persoalan berkurangnya antusiasme di kalangan anak muda terkait pekerjaan dalam industri tersebut. Selain itu banyak pekerja-pekerja berpengalaman yang telah memasuki usia pensiun. Meskipun jumlah permintaan pasar yang semakin rendah telah berhasil menggeser persoalaan ini, akan tetapi kekhawatiran tentang kekurangan potensi insinyur akan kembali muncul setelah permintaan pulih. Hal ini akan menjadi penawaran baik di masa depan bagi eksportir di negara yang berada dekat maupun jauh dengan Eropa. Karena hambatan kapasitas produksi, yang disebabakan oleh kurangnya insinyur, akan memaksa pembeli Uni Eropa untuk melihat pemasok lain yang berasal dari luar Uni Eropa dan EFTA.
Tingkatkan fleksibilitas
Karena ketidakpastian ekonomi dan meningkatkanya biaya kredit, Perusahaan- perusahaan Uni Eropa dan EFTA telah mengurangi tingkat stok jumlah pemesanan mereka untuk beberapa tahun belakangan ini. Dengan melakukan hal tersebut, mereka telah berhasil mengurangi kebutuhan modal kerja dan juga mengurangi biaya. Karena perkiraan kondisi ekonomi untuk beberapa tahun kedepan (berkembang 0-2% di Uni Eropa), trend ini akan secara berkelanjutan berpengaruh terhadap perjualan logam dan bagian terkaitnya. Perusahaan-perusahaan Uni Eropa dan EFTA akan menunggu hingga batas terakhir sebelum akhirnya melakukan pemesanan, dan jika
pemesananan dilakukan pada batas terakhir maka produksi akan dilakukan secepat mungkin dan bersamaan dengan itu mereka akan melakukan pembayaran secara terlambat. Ini merupakan kesempatan bagi negara yang yang berada dekat dengan Uni Eropa ( contohnya daerah Balkan/ Eropa Tenggara), pemasok dari negara-negara di wilayah tersebut dapat mengirimkan produk ke pembeli Uni Eropa relatif cepat karena jarak yang juga relatif dekat. Hal ini tentunya merupakan ancaman bagi pemasok dari negara yang berkembang yang berada jauh dari Uni Eropa. Staff Henderick, ahli CBI mengatakan bahwa saat ini perusahaan ingin produknya bisa cepat,cepat,cepat.
Penuhi kriteria evaluasi dari pemasok baru
Dalam bebarapa tahun kedepan pembeli Uni Eropa dan EFTA akan befokus pada biaya total kepemilikan (TCO) yaitu jenis perhitungan yang dirancang untuk membantu konsumen dan manajer perusahaan menilai biaya dan manfaat yang terkait dengan pembelian produk secara langsung dan tidak langsung. Tujuannya adalah untuk mendapatkan angka akhir yang akan mencerminkan biaya yang efektif dari sebuah pembelian setelah mempertimbangkan semua hal. Pembeli akan semakin melihat tidak hanya sekedar dari nilai faktur, namun mereka juga akan mulai untuk memeriksa biaya yang terkait dengan energi, kualitas, resiko dsb. Hal ini tentunya menimbulkan ancaman bagi pemasok Negara berkembang namun secara bersamaan mereka juga ditantang untuk dapat memenuhi banyak persyaratan dari pembeli tersebut, dan bagi pemasok Negara berkembang yang dapat memenuhi kriteria evaluasi dari pemasok baru terebut akan ditandai memiliki keunggulan yang kompetitif dan nyata. Hal-hal yang dapat dilakukan oleh pemasok terkait dengan hal diatas adalah dengan jujur terhadap apa yang bisa dilakukan dan tidak, menjaga prestasi / performa perusahaan. Tunjukan kepada pembeli terkait kualitas performa perusahaan seperti misalnya;
kualitas produk secara keseluruhan, kuantitas produk yang rusak, kualitas sample, dan sertifikasi. Tunjukan performa perusahaan dalam melakukan pengiriman seperti; pengiriman tepat waktu dan kepuasan pelanggan. Selain itu bisa juga dengan mengambil peran proaktif dalam program pengembangan pemasok untuk pembeli. Dan yang terakhir adalah dengan memenuhi serta mengelola keinginan dari pembeli.
B.1.3 Faktor Lingkungan
Inovasi terkait dengan produk logam dan komponen-komponennya telah difokuskan pada pengurangan jumlah bahan yang digunakan dan meningkatkan fungsi agar bisa menjadi lebih baik. Industri yang bekerja di bidang metal kini semakin menggunakan penilaian siklus hidup (life cycle assessments, gambar; 7 ) untuk mengembangkan proses manufaktur secara optimal terhadap energi yang dibutuhkan untuk produksi, penggunaan dan daur ulang dari bagian logam serta komponennya. Sustainability atau kesinambungan merupakan faktor yang sangat penting dalam hal apapun termasuk dalam contoh kasus diatas, maka demi untuk mempertahankan kesinambungan yang dalam hal ini kaitanya dengah ekonomi maka ada beberapa faktor yang harus dirubah seperti misalnya desain produk dan desain teknik dari bagiam logam dan komponenya tersebut. Bagi Pemasok dari negara berkembang yang bisa menawarkan layanan desain teknik yang canggih serta layanan tambahan seperti pada life cycle assements maka ia dapat menggunakan hal tersebut sebagai USP (unique selling point) mereka. Adapun hal hal yang dapat dilakukan oleh pemasok terkait dengan hal diatas adalah dengan menunjukan komitmen untuk lingkungan dan membuat produk serta komponen sekesinambungan mungkin dan gunakan hal tersebut sebagai keunggulan kompetitif.
LCA adalah alat untuk menilai potensi dampak lingkungan dari sistem produk atau jasa pada semua tahap dalam siklus hidup mereka – dari ekstraksi sumber daya, melalui produksi dan penggunaan produk menggunakan kembali, daur ulang atau pembuangan akhir. LCA adalah suatu alat yang digunakan untuk mengevaluasi potensi dampak lingkungan dari suatu produk, proses atau aktivitas selama seluruh siklus hidup dengan mengukur penggunaan sumber daya ( “input” seperti energi, bahan baku, air) dan emisi lingkungan (“output” untuk udara, air dan tanah) yang berkaitan dengan sistem yang sedang dievaluasi.
C. Regulasi Produk Sepeda di Jerman
Pada umumnya untuk bagian logam dan suku cadang sepeda tidak ada persyaratan keamanan produk secara khusus di Uni Eropa. Namun ada persyaratan hukum yang terkait dengan fungsi akhir dari produk bagian logam yang digunakan. Hal tersebut meliputi persyaratan keamanan produk secara
Gambar 7 : Life Cycle Assement (penilaian siklus hidup)
umum serta persyaratan tertentu seperti tanda CE (tanda untuk meyakinkan bahwa produk tersebut aman untuk dipakai). Ada juga persyaratan untuk penggunaan bahan kimia dalam produksi atau yang tercantum dalam logam. Pembeli di Uni Eropa lebih suka bekerja dengan pemasok yang mampu memberikan apa yang sesuai dengan spesifikasi serta bisa tepat waktu. Oleh karena itu kualitas dan proses manajemen merupakan kebutuhan penting bagi pembeli di Uni Eropa. Selain itu, kinerja lingkungan perusahaan dan produk anda juga dianggap penting bagi para pelaku bisnis di Uni Eropa. Anda mungkin diminta untuk menunjukkan bukti tentang bagaimana Anda berperilaku terhadap lingkungan sekitar. Selain itu kinerja lingkungan CSR (corporate social responsibility) atau bisa juga diseebut sebagai tanggung jawab sosial perusahaan juga menjadi agenda penting dalam Uni Eropa. CSR mencakup isu-isu seperti kondisi kerja dan persyaratan etika lainnya.
D. Tarif Bea Masuk
Untuk tarif bea masuk produk metal dan logam untuk sepeda dari Indonesia ke Jerman semua dikenanakan tariff yang sama yaitu 1,2%.
HS CODE Tarif 87149110 1,2% 87149130 1,2% 87149190 1,2% 87149610 1,2% 87149310 1,2% 87149430 1,2% 87149930 1,2%
E. Ketentuan Labelling dan Packaging
E.1.Labelling
Pelabelan termasuk kedalam spesifikasi pelanggan. Penting untuk diingat bahwa kemasan harus selalu ditandai, tidak hanya agar dapat di identifikasi selama transportasi/pengiriman, tetapi juga untuk menunjukkan kuantitas, berat, produk itu sendiri, serta nama produsen.
E.2.Packaging
Tergantung pada karakteristik produk dan keinginan pelanggan, bagian-bagian sepeda bisa dikemas dalam plastik, karton atau dalam kontainer. Dalam kasus transportasi laut, kemasan harus tahan korosi dan terdiri dari palet kayu yang dibungkus dengan terpal plastik dan dikemas dengan strip.
F
. Saluran Distribusi Produk Sepeda di Jerman
Table 2 : Tarif Bea Masuk untuk Produk logam sepeda (HS 87)
Gambar 8 : Saluran Distribusi Produk Logam di Negara Jerman
Terdapat 3 saluran distribusi untuk bisa memasuki pasar Eropa atau Jerman pada khususnya. Cara pertama adalah produsen suku cadang sepeda dapat mengirimkan produknya langsung ke produsen sepeda dan aftermarket setelah itu mereka lah yang akan memasarkan kepada retailer sepeda besar sedang kecil dan juga retailer aftermarket. Cara kedua adalah produsen suku cadang mengirimkan kepada importir kemudian importir akan meneruskan kepada distributor / pedagang lalu distributor lah yang akan meneruskan kepada produsen sepeda dan after market lalu hingga ke para retailer sepeda besar sedang kecil dan juga retailer aftermarket atau bsa juga dari importir langsung diteruskan kepada retailer cara terakhir adalah produsen suku cadang sepeda mengirmkan produknya kembali ke produsen suku cadang sepeda kemudian dari situ dia akan menyalurkan kembali ke importir atau bisa juga ke distributor dan setelah itu baru ke retailer sepeda besar sedang kecil dan juga retailer aftermarket.
G. Hambatan Lainnya
Adapun Beberapa hambatan yang mungkin akan dihadapi oleh pemasok dalam rangka pemasaran produk logam sepeda di jerman adalah:
1. Perbedaan budaya dan bahasa
Perbedaan dalam hal bahasa seringkali merupakan hambatan bagi kelancaran bisnis Internasional, hal ini disebabkan karena bahasa merupakan alat komunikasi yang vital baik bahasa lisan maupun tulis. Sedang dilihat dari budayanya orang Jerman dikenal lebih kaku termasuk dalam berhubungan bisnis, orang Jerman lebih menyukai berkomunikasi menggunakan bahasa Jerman dibanding bahasa Inggris dan lebih senang bertemu secara langsung dibandingkan lewat e-mail, atau surat menyurat lainya.
2. Permbayaran antar Negara sulit dan beresiko yang besar
Pada saat melakukan kegiatan perdagangan internasional tentu proses pembayaran tidak akan semudah jika melakukan perdagangan dalam negri, mata uang yang berbeda juga menjadi salah satu pemicu adanya hambatan. Pembayaran tidak dilakukan secara tunai akan tetapi melalui kliring internasional atau menggunakan L/C
III. ANALISA PESAING
A. Analisa Pesaing Negara Vietnam
Nilai impor produk logam sepeda Jerman dari Vietnam (HS 87)
Bea tarif masuk untuk produk Brakes and parts thereof dengan HS Code 8714110 di Vietnam adalah 0% sedangkan di Indonesia sendiri masih dikenakan bea sebesar 1,2%. Hal tersebut membuktikan adanya kerjasama bilateral antara Uni Eropa dan Vietnam. Akan tetapi hal tersebut jangan lantas dijakdikan pematah semangat bagi pebisnis Indonesia karena jika dilihat dari sumber daya alam dan tenaga kerjanya Indonesia masih berada jauh diatas Vietnam. Dengan adanya hal tersebut Indonesia dapat memperoleh keuntungan dari penekanan harga selain itu para produsen sepeda di Indonesia dapat mengusahakan supaya bea masuk untuk produk sepeda dapat di turunkan
Periode 2012 2013 2014
2015 (Jan- Mei)
Nilai dalam
Euro 16134763 13453926 20702954 11163283
Tabel 3 : Nilai Produk Logam sepededa di Negara Jerman dari Vietnam
B. Analisa Pesaing Negara China
Nilai impor produk logam sepeda Jerman dari China (HS 87)
China hingga saat ini masih menjadi pemasok utama untuk produk logam dari negara berkembang; Namun, pertumbuhan ekspor China diperkirakan akan melambat dibandingkan dengan tahun-tahun terakhir. Ada kemungkinan bahwa bagian logam Cina dan ekspor komponen mungkin sudah memuncak dan fokus untuk produsen mereka bergeser ke permintaan domestik. Selain itu tingkat kepercayaan konsumen Jerman terhadap produk China dan etika berbisnisnya dapat dikatakan masih sangat kurang, hal ini disebabkan oleh penjagaan pemasokan barang berkualitas secara stabil yang tidak baik. Ini dapat dijadikan sebagai pembelajaran bagi negara Indonesia dalam penjagaan mutu barang agar dapaet tercipta hubungan bisnis yang baik. Dalam memproduksi produknya China bisa dikatakan tidak memperhatikan dan mementingkan aspek-aspek yang dianggap penting oleh para pengusaha Uni Eropa khusunya Jerman. Aspek-aspek tersebut antara lain adalah: CSR dan fair trade
IV. PELUANG DAN STRATEGI
A. Peluang
Jerman berada di posisi pertama dalam kegiatan import logam dibandingkan dengan negara Eropa lainya. Jerman menyumbang lebih dari seperlima dari total nilai impor Uni Eropa pada tahun 2013. Dan Jerman akan terus menjadi
Periode 2012 2013 2014
2015 (Jan- Mei)
Nilai dalam
Euro 219052944 204914017 218100852 106568844
Tabel 4 : Nilai Produk Logam sepededa di Negara Jerman dari China
tujuan utama di Eropa, meskipun mereka telah dihargai dan dipercaya dalam industri manufaktur mereka sendiri, ada kecenderungan peningkatan terhadap penggunaan logam dan komponen terkaitnya dari negara berkembang. Hal ini tentunya merupakan peluang besar bagi para eksportir logam dan suku cadang sepeda untuk dapat mengirim produk mereka ke Uni Eropa khususnya ke Jerman.
B. Strategi
1. Aftermarket di Jerman menawarkan banyak kesempatan bagi produsen dari negara berkembang, akses lebih mudah daripada rantai pasokan OEM. Distributor / grosir adalah saluran terbaik untuk mengakses aftermarket. Mengingat ukuran industri, beberapa peluang juga hadir untuk pembuatan kontrak dan outsourcing.
2. Produsen Jerman dan perusahaan asing dengan operasi anak perusahaan di Jerman menggunakan saluran distribusi mereka sendiri. Perusahaan yang lebih kecil tanpa basis manufaktur di Jerman biasanya menjual melalui importir, agen atau grosir, karena perusahaan-perusahaan yang lebih akrab dengan kondisi pasar lokal. Saluran perdagangan yang diterima lainnya adalah kerjasama, joint venture dan perjanjian lisensi dengan produsen Jerman, yang kemudian menjual melalui jaringan distribusi mereka sendiri. jalur terbaik untuk eksportir dari negara berkembang untuk memasuki aftermarket adalah melalui distributor bebas dan wholesalers.
3. Pasar Jerman dikelompokkan ke dalam tiga wilayah yaitu utara, selatan dan timur (bekas Jerman Timur). Mengingat besaran dari tiap wilaya, disarankan untuk mengaksesnya melalui importir atau distributor yang berbeda, yang memiliki spesialisasi lokal secara khusus. Aspek ekonomi dapat berbeda secara signifikan, terutama antara pasar Jerman Timur dan Jerman Barat.
Sangat dianjurkan untuk berpartisipasi pada pameran yang berkaitan dengan produk-produk suku cadang sepeda sebagai salah satu metode yang efisien untuk melakukan pengujian penerimaan pasar memperoleh informasi pasar dan juga mencari mitra bisnis yang prospektif. Mengikuti pameran di Eropa mungkin tidak secara langsung bisa mendapatkan manfaat secara langsung , terutama ketika berpartisipasi untuk pertama kalinya. Setelah beberapa kali berpartisipasi, mungkin ada potensial buyer yang akan melihat produk anda dan mungkin juga dapat mendapatkan kontrak dalam menyuplai produk. Keikutsertaan dalam pameran alangkah baiknya dikelola dengan baik sehingga dapat menarik para pengunjung dan buyer.
Aktif dalam mencari sponsor dalam mengikuti pameran baik di Jerman maupun Eropa misalnya: Swiss Import Promotion, SIPPO (Swiss), CBI (Belanda) atau kementerian terkait misalnya Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian.
Mengikuti pelatihan ekspor yang diselenggarakan oleh institusi di Indonesia dan Eropa, misalnya:
Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (www.ppei.kemendag.go.id)
Inwent (www.inwent.org), Jerman CBI (www.cbi.nl) di Belanda.
Memperkenalkan nama perusahaan di mata dunia melalui lembaga-lembaga profit maupun non profit. Untuk lembaga-lembaga non profit seperti misalnya ITPC dan atase.
5. Memiliki Website Perusahaan
Saat ini website merupakan hal yang wajib dimiliki oleh perusahaan jika ingin melakukan proses perdagangan baik perdagangan dalam negeri maupun sasaran ekspor. Tujuannya terutama untuk menciptakan image bahwa perusahaan memiliki kapasitas dan dapat dipercaya sebagi
supplier yang handal. Isi sebuah website minimal mencakup produk yang ditawarkan, kapasitas produksi, keunggulan produk, daftar referensi, sertifikat, alamat kontak: email, telepon, fax, skype dan lain-lain.
V. INFORMASI PENTING
A.
Trade Promotion Office Asing di Jerman
Korea Trade Investment PromotionAgency www.kotra-deutschland.de MesseTurm 33. OG ,Friedrich-Ebert-Anlage 49 60308 Frankfurt am Main Tel.: 069 / 24 29 92 - 0 Fax: 069 / 25 35 89 Email: [email protected]
Malaysia External Trade Development Corporation
www.matrade.gov.my
Kastor-Hochhaus (Commerzbank) 17th Floor, Platz der Einheit 1 60327 Frankfurt am Main Germany
T.+49 (0) 69 2475015-10 F.+49 (0) 69 2475015-20 [email protected]
JETRO (Japan External Trade Organization) JETRO Berlin Friedrichstr.70 10117,Berlin Tel: 030/2094-5560 Fax: 030/2094-5561 E-Mail: [email protected] JETRO Düsseldorf Immermannstr. 65 C 40210 Düsseldorf
Tel: 0211/136020 Fax: 0211/326411 E-Mail:[email protected]
B.
Perwakilan Jerman di Indonesia
Kedutaan Besar Jerman di Jakarta Jln. Thamrin No.1, Jakarta 10310 Tel : +62 21 39855000
Fax : +62 21 390 1757 www.jakarta.diplo.de
EKONID (Kamar Dagang Indonesia-Jerman)
Jln. KH Agus Salim 115, Menteng, Jakarta 10310
Tel : +62 21 3154685 Fax : +62 21 3157088
http://indonesien.ahl.de
C.
Chamber of Commerce di Jerman
Handelskammer Hamburg Adolphsplatz 1
20457 Hamburg Tel. 040 / 36 13 8-138 Fax: 040 / 36 13 8-401 www.hk24.de
D.
Institusi dan Lembaga Terkait di Jerman
Bundesverband des DeutschenGross-und Aussenhandels e.V.
Assistance to foreign exporters for contacting member importers
Am Weidendamm 1 A P. O. Box 1349 Berlin - 10117 Germany T. +49-3059009950 F. +49-30590099519 Email. [email protected] www.bga.de Handelsvertreter
The Largest German platform for commercial agents
Centralvereinigung Deutscher Wirtschaftsverbände für
Handelsvermittlung und Vertrieb (CDH) e.V.
Am Weidendamm 1 A · 10117 Berlin
Phone +49 (0)30 7 26 25 – 600 /www.handelsvertreter.de
E.
Daftar Pameran Produk Terkait di Jerman
EurobikeMerupakan pameran industri sepeda grobal Pertama di dunia yang di adakan setiap tahun di Jerman.
26-29 Agustus 2015 MESSE FRIEDRICHSHAFEN Neue Messe 1 88046 Friedrichshafen Germany http://www.eurobike-show.de Velo Berlin
Pamerah tahunn untuk sepeda dan suku cadangnya.
16-17 April 2016 MESSE BERLIN
Messe Berlin / Eingang Ost Messedamm 22
14055 Berlin
http://veloberlin.com
F.
Perwakilan Indonesia di Jerman
Indonesian Trade Promotion Centre(ITPC Hamburg) Glockengiesserwal 17, 20095 Hamburg Tel : +49 40 33313280/1 Fax : 49 49 33313 282 Email :[email protected] Internet :www.itpchamburg.de
Kedutaan Besar Republik Indonesia – Berlin Lehrter Str 16-17, 10557 Berlin Tel : +49 30 4780 70 Fax : +49 30 44737142 Internet : www.kbri-berlin.de
Konsulat Jenderal Republik Indonesia – Frankfurt
Zeppelianalle 23, 60325 Frankfurt am Main Tel : +49 69 247 0980
Fax : +49 69 247 0984 0
Internet : www.kjrihamburg.de
Konsulat Jenderal Republik Indonesia – Hamburg
Bebelalle 15, 22299 Hamburg Tel : +49 40 512 070
Fax +49 40 511 7531
Email : info @kjrihamburg.de Internet: www.kjrihamburg.de
G.
Daftar importir produk logam sepeda di Jerman
Cosmic sport Cosmic Sports GmbH
Leyher Strasse 47 90763 Fürth
Fax: +49 911 31075555 [email protected] Cosmic Sports bv Passage 7 NL-2042 KS Zandvoort Tel: +31 235 735518 Fax: +31 235 735523 [email protected] Internet :http://www.cosmicsports.de/contact
Sport Import Sport Import GmbH
Industriestr. 39 D-26188 Edewecht Fon +49 4405 9280 – 0 Fax +49 4405 9280 – 29
Internet : http://www.sportimport.de
Zonelight GmbH Hafenstrasse 31-33, D-06108 Halle
+49 345 69492454 Email : [email protected] Website : zonelight.de Contact company
Alfred Hermann GmbH & Co. KG Alfred Hermann GmbH & Co. KG
Carl-Zeiss-Strasse 43, D-73614 Schorndorf +49 7181 978420
Email : [email protected] Website : www.blechtechnik.de 3G Bikes Deutschland GmbH Fliegerstrasse 1, D-30179 Hannover