1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kehadiran kegiatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selalu menjadi wadah yang baik untuk membuka lapangan pekerjaan. Kegiatan (UMKM) merupakan salah satu bidang usaha yang dapat berkembang dan konsisten, contohnya pada krisis moneter berkepanjangan di tahun 1998. Dalam perekonomian nasional kegiatan UMKM ini memberikan kontribusi besar pada devisa negara. Pada tahun 2019, ditengah kondisi ekonomi yang menantang terdapat beberapa sektor usaha UMKM yang diprediksi dapat bertahan, karena menggunakan bahan baku dalam negeri yang mampu menekan biaya, diantaranya yaitu sektor kuliner, fashion, dan handcraft dan merupakan salah satu bidang ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif merupakan konsep baru yang menggabungkan informasi dengan kreativitas serta mengandalkan ide dan pengetahuan dari faktor produksi yang utama yaitu sumber daya manusia. Itulah sebabnya ekonomi kreatif berfokus dalam menciptakan barang dan jasa yang didukung oleh kreativitas, pengetahuan dan keahlian. Dilihat saat pasca krisis ekonomi tahun 1997-1998 menurut data BPS jumlah usaha mikro kecil dan menengah di Indonesia tidak berkurang, bahkan meningkat di tahun 2012 dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 107 juta orang pekerja. Pada tahun itu jumlah pengusaha di Indonesia sebanyak 56.534.592 unit. Pemerintah dan legislatif memberikan perhatian yang besar terhadap UMKM dengan mengeluarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM. Dengan didasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah mempunyai tujuan dalam menumbuhkan dan mengembangkan usaha demi membangun perekonomian nasional. Dari data Badan Pusat Statistik, UMKM di bedakan berdasarkan jumlah tenaga kerjanya yaitu industri rumah tangga dengan pekerja 1 sampai 4 orang, industri
kecil dengan pekerja 5 sampai 19 orang, industri menengah dengan pekerja 20 orang sampai 99 orang, industri besar dengan pekerja lebih dari 100 orang.
Keberadaan UMKM sebagai penolong karena lebih mampu bertahan di masa krisis ekonomi serta menjadi tumpuan harapan masyarakat, keberadaannya mampu banyak menyediakan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan, pengangguran, dan arus urbanisasi serta motor penggerak pembangunan nasional dan daerah. Peran UMKM yang paling penting adalah kemampuan dalam menyerapan tenaga kerja untuk mengurangi pengangguran, bagi pelaku-pelaku UMKM yang memiliki kreativitas dan inovasi-inovasi yang tinggi lebih tertarik memilih untuk mendirikan usaha, karena merasa lebih bebas dan potensi untuk berkembang lebih besar, serta kemampuanya dalam menyesuaikan kondisi pasar yang cepat berubah lebih fleksible dan dinamis. UMKM menjadi tulang punggung penyediaan tenaga kerja, karena perusahaan besar lebih menekankan penggunaan teknologi dari pada tenaga kerja manusia. Indonesia sebagai negara berkembang sangat penting memperhatikan UMKM, karena usaha mikro kecil dan menengah mampu mendorong tenaga kerja lebih produktif, meningkatkan produktivitas yang tinggi, dan dapat menopang usaha besar dengan menyediakan bahan mentah dan bahan-bahan lainnya. UMKM juga menjadi alternative usaha-usaha besar dalam menyalurkan dan menjual produk dari usaha besar ke konsumen. Membuka suatu usaha mikro kecil dan menengah di Indonesia tidak terlalu memerlukan modal yang besar sehingga pembentukan usaha ini tidak sesulit usaha besar, persyaratan tenaga kerja yang diperlukan tidak terlalu rumit, oleh karena itu UMKM memiliki daya tahan yang kuat saat Indonesia dilanda krisis ekonomi. Ekonomi di dunia akan terus perkembang dan di dominasi oleh usaha kecil menengah, negara yang memperkuat jaringannya dengan usaha kecil menengah akan memiliki kesempatan memenangkan persaingan di pasar global.
Usia produktif yang tergolong sebagai pelaku UMKM terpicu untuk memilih menciptakan sebuah usaha, karena perkembangan daya tahan UMKM
yang tinggi diharapkan mampu membawa perekonomian bangsa menjadi yang terdepan dalam membangun negara.
Tabel 1.1 Perkembangan UMKM Tahun 2017-2018
Sumber : BPS Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
Indonesia kini memasuki pasar baru dengan negara-negara di Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN, kini membuka pasar bebas yang disebut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau Asean Ecconomic Community pada 31 Desember 2015. Perdagangan dikawasan ini dilakukan secara bebas tanpa dikenakan tarif. Hadirnya MEA memberikan tantangan baru untuk Indonesia untuk memperkuat kualitas produk dan daya saing terhadap produk negara lain. Indeks daya saing mengelompokkan Indonesia dalam perekonomian berbasis efisiensi pada tingkat global, ditengah beberapa negara ASEAN seperti Singapura yang berbasis inovasi, Malaysia yang berbasis menuju inovasi dan yang masih berbasis faktor produksi atau sumber kekayaan alam seperti Filipina, Vietnam, Kamboja, Laos, Myanmar. Indeks inovasi global, posisi Indonesia termasuk rata-rata diantara sembilan negara lainnya di ASEAN. Berdasarkan hal-hal tersebut, diperlukan kesiapan UMKM untuk berpartisipasi dalam pasar bebas ini.
Struktur perekonomian dunia mengalami perubahan dengan cepat, yang awalnya menggunakan sumber daya alam kini berganti menjadi sumber daya manusia, yang sebelumnya berada diera pertanian mulai memasuki era industri dan informasi, perubahan tersebut diiringi dengan pertumbuhan ekonomi. Ekonomi kreatif menjadi tren ekonomi yang berperan aktif. Ekonomi kreatif pertama diperkenalkan oleh John Howkins yang menyadari akan terjadi sebuah perubahan yang berdasarkan kreativitas masyarakat. Ekonomi kreatif merupakan sebuah kegiatan ekonomi dimana input dan output nya adalah
gagasan. Modal dasar untuk menghadapi persaingan ekonomi yaitu kemampuan, kreativitas, seni, teknologi, pengetahuan dan budaya, sehingga sebagai alternative pembangunan ekonomi munculah ekonomi kreatif yang berguna untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, kolaborasi dari pelaku usaha serta pemerintah juga sangat dibutuhkan. berperan dalam ekonomi kreatif.
Awal abad ke-21 dengan kehadiran ekonomi kreatif di Indonesia yang mengutamakan intelektual sebagai kunci dalam menciptakan peluang usaha, kesempatan kerja serta pendapatan merupakan tanda atas partisipasi negara memasuki pergaulan di pasar dunia. Produk-produk inovatif baru yang memiliki nilai jual tambah dan berdaya saing tinggi dan umumnya berskala kecil menengah seperti industri rumah tangga dihasilkan dengan cara memperkuat struktur industri, memperkaya sumber ide dengan memanfaatkan intelektual dan warisan budaya. Ekonomi kreatif sebagai upaya pembangunan ekonomi secara berkelanjutan melalui kreativitas dengan iklim perekonomian yang berdaya saing dan memiliki cadangan sumber daya yang terbarukan.
Ekonomi kreatif sangat diperhatikan oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Badan Ekonomi Kreatif atau yang disingkat dengan BEKRAF. Bekraf memiliki tanggung jawab terhadap perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia, juga membantu presiden dalam perumusan, penetapan, mengoordinasikan, dan mengawasi jalan nya kebijakan di bidang ekonomi kreatif. Badan Ekonomi Kreatif ini mempunyai visi yaitu menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam ekonomi kreatif pada tahun 2030. Potensi untuk pengembangan industri kreatif di Kota Bekasi masih sangat terbuka dan sangat besar untuk terus tumbuh karena minimnya masyarakat yang terjun di industri ini. Ekonomi Kreatif memiliki daya jual yang tinggi di dalam ekonomi berkelanjutan demi tercipta nya inovasi-inovasi setiap individu harus memiliki modal kreativitas. Pengembangan perekonomian dengan mengembangkan inovasi ide dan bakat dari masyarakat untuk menciptakan suatu hal merupakan salah satu konsep dalam ekonomi kreatif. Pola pikir kreatif yang sangat diperlukan untuk tetap
tumbuh berkembang serta bertahan dimasa yang akan datang untuk menghadapi berbagai persaingan lainnya didalam maupun luar negeri. Meningkatnya peran ekonomi kreatif bagi perekonomian suatu wilayah, terutama terhadap pengembangan ekonomi berbasis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), membuat semakin banyak kota yang menjadikan ekonomi kreatif sebagai pilihan pengembangan ekonomi daerahnya. Dalam memenangkan persaingan di pasar yang semakin ketat para harus semakin dimotori oleh generasi muda yang memiliki semangat, inovasi dan kreatifitas yang dapat merubah sesuatu yang biasa-biasa saja menjadi sesuatu yang luar biasa dan memiliki nilai jual. Kota Bekasi merupakan salah satu yang pesat berkembang di Indonesia. Sebagai kota metropolitan terbesar ke-3 di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya, maka tidak asing apabila Bekasi menjadi salah satu kota yang terus berkembang dalam sektor ekonomi, jasa, perdagangan, pariwisata, ekonomi, dan ekonomi kreatif. Peraturan Presiden no. 142 tahun 2018, 16 subsektor ekonomi kreatif di Indonesia terdiri dari aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, music, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio. Berdasarkan Sensus Ekonomi 2016 dalam Profil Usaha/Perusahaan 16 Subsektor Ekraf yang disusun oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Kota Bekasi berada di urutan ke-9 dalam sebaran potensi usaha/perusahaan subsektor ekonomi kreatif di seluruh kota di Indonesia dengan presentase sebesar 3,10%.
Kota Bekasi merupakan bagian dari megapolitan Jabodetabek dan menjadi kota satelit dengan jumlah penduduk terbanyak. Berasal dari kata “bagasasi” yaitu diambil dari nama sebuah sungai yang terdapat pada kota ini. Kota Bekasi berkembang menjadi sentra industri dan dijuluki sebagai Kota Patriot atau Kota Pejuang. Jumlah Penduduk Kota Bekasi saat ini lebih dari 2,2 juta jiwa dan memiliki beberapa kecamatan seperti Kecamatan Pondok Gede, Jati Sampurna, Jati Asih, Bantar Gebang, Bekasi Timur, Rawa Lumbu, Bekasi Selatan, Bekasi Barat, Medan Satria, Bekasi Utara, Mustika Jaya, Pondok Melati.
Jumlah masyarakat usia muda di Kota Bekasi lebih dari 200.000 jiwa, secara letak geografis posisi Bekasi sangat strategis karena berdekatan dengan ibu kota dan tinggi nya daya beli masyarakat akan mempengaruhi perkembangan industri kreatif. Perkembangan industri kreatif di Kota Bekasi menurut Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) suatu saat akan bisa menjadi motor penggerak ekonomi seiring kondisi pertumbuhan laju ekonomi yang terus meningkat dan juga masuknya investor ke Bekasi. Para pelaku UMKM di Kota Bekasi telah mampu menyerap sebanyak 410.000 tenaga kerja. Dari hasil sensus ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016 tercatat jumlah UMKM di Kota Bekasi mencapai kurang lebih 203.000 yang tersebar di 56 kelurahan.
Kerjasama semua elemen seperti Pemerintah Kota sangat diperlukan dalam mengembangkan dan mendorong masyarakat agar terjun ke bidang industri kreatif ini terutama anak-anak muda. Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Agus Muharam menilai kawasan Kota Bekasi, Jawa Barat, mempunyai potensi bagus sebagai tempat pemasaran produk batik nasional dengan mendorong tercipta nya peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM melalui serangkaian kebijakan seperti program simplikasi perizinan usaha bagi pelaku UMKM dengan memberikan hak cipta dan hak merk.
Kondisi geografis Kota Bekasi yang berbatasan dengan kota Jakarta, Kabupaten Bekasi dan Bogor, membuat Kota Bekasi mendapatkan kesulitan dalam memutuskan kesenian Kota Bekasi karena adanya percampuran budaya pada warga Kota Bekasi yang merupakan percampuran antara budaya Sunda, Jawa Barat dan Betawi. Berbeda dengan Kabupaten Bekasi yang sebagian besar penduduknya orang Sunda, saat ini warga Kota Bekasi didominasi oleh masyarakat yang berasal dari Jakarta. Kota Bekasi yang memiliki batik tradisional berciri khas Betawi, yakni Batik Bekasi. Sebuah usaha batik khas Bekasi yang berada di Kota Bekasi dan dikenal dengan nama Batik Sri ini selain fokus dalam membuat dan memasarkan batik khas Bekasi, Batik Sri juga merangkul disabilitas untuk ikut serta dalam pembuatan motif batik Bekasi.
Kesenian batik di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan majapahit dan terus berkembang sampai kerajaan berikutnya beserta para pemimpin nya. Sekitar abad ke-18 akhir atau awal abad ke-19 kerajinan batik secara umum meluas di Indonesia khususnya pulau Jawa.
Batik merupakan penghubungan titik-titik menjadi gambar tertentu pada kain yang luas atau lebar. Batik menjadi salah satu aset kekayaan dan warisan leluhur dan menjadi identitas bangsa Indonesia. Batik bukan sekedar seni atau pakaian khas tetapi terkandung banyak makna simbolis dan nilai di dalam setiap motif dan corak nya yang beraneka ragam. Batik telah ditetapkan UNESCO (The United Educational, Scientific and Cultural Organization) sebagai
Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada sebuah
konferensi di Abu Dhabi tanggal 2 Oktober 2009 dan pada tanggal tersebut di tetapkan sebagai hari batik nasional. Beberapa puluh tahun silam, batik digunakan sebagai pakaian tradisional yang dipakai saat acara-acara tertentu terutama acara formal, mengikuti perkembangnya jaman, batik kini ikut berkembang menjadi pakaian untuk beraktivitas sehari-hari. Setiap daerah di Indonesia juga memiliki motif batik yang berbeda beda dan memiliki motif batik masing-masing yang menjadikannya identitas setiap daerah, salah satunya Bekasi yang memiliki motif dengan 12 pakem yang diambil dari kearifan lokal yaitu pakem Kecapi, Golok, Rumah Adat, Bambu Kuning, Tarian Betawi, Enceng Gondok, Tugu, Lele, Sepat, Dunian, Gabus, Teratai.
Pembuatan batik membuka peluang UMKM bagi masyarakat untuk membantu meningkatkan perekonomian. Kompetisi usaha akan selalu mengalami perubahan yang kompleks dari berbagai kombinasi faktor, disamping pengaruh dari pelaku usaha yang bersangkutan. Pelaku usaha harus memposisikan diri secara baik dan benar dibandingkan pesaingnya melalui berbagai cara. Memperkenalkan batik memang tidaklah mudah ditengah ketatnya persaingan pasar dan lebih unggul nya produk batik lain, batik bekasi yang masih jarang diketahui masyarakat di dalam dan luar daerah sendiri memang memerlukan usaha lebih terutama memanfaatkan informasi teknologi. Permasalahan yang dihadapi oleh UMKM dapat diatasi dengan upaya
memperbaiki aspek dari dalam (internal) maupun aspek dari luar (eksternal). Sisi internal yaitu dengan cara peningkatan kualitas sumber daya manusia, sisi ekstern yang terpenting yaitu perlunya diciptakan iklim usaha yang sehat, pelaksanaan kemitraan yang saling menguntungkan, arus informasi secara merata dan berkelanjutan, serta peningkatan peran lembaga pendukung, baik asosiasi, pemerintah, atau lembaga lainnya.
UMKM Batik Sri memerlukan eksistensi produk dan strategi pengembangan usahanya dalam memperkenalkan lebih luas kepada masyarakat. Salah satu cara untuk membuat strategi pengembangan usaha adalah dengan melakukan analisis SWOT. Perumusan strategi mencakup kegiatan mengembangkan visi dan misi suatu usaha, mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal organisasi, menentukan kekuatan dan kelemahan internal organisasi. Analisis ini merupakan analisis yang sering digunakan dalam membuat berbagai strategi usaha. Jika analisis SWOT ini digunakan dengan tepat, maka dapat meminimalisir resiko dalam menghadapi ancaman, serta memanfaatkan dan mengejar peluang.
Konsep dasar SWOT memang terlihat sederhana sekali seperti yang dikemukakan oleh Sun Tzu pada tahun 1992 bahwa sebuah pertempuran akan mudah dimenangkan apabila sudah mengenali kekuatan dan kelemahan dalam diri sendiri serta mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan. Saat ini perkembangannya semakin meningkat, analisis SWOT tidak hanya dipakai untuk menyusun strategi di medan perang tetapi banyak juga dipakai dalam penyusun perencanaan strategi bisnis yang bertujuan untuk menciptakan strategi-strategi jangka panjang sehingga arah dan tujuan usaha dapat terlihat dan dicapai dengan jelas, selain itu untuk menghadapai pesaing-pesaing lainnya.
Analisis SWOT mempunyai kegunaan untuk menganalisis kondisi usaha dan lingkungan yang bersifat internal maupun eksternal, mengetahui kondisi usaha diantara pesaing dan untuk mengetahui kemampuan dalam menghadapi para pesang lain nya. Analisis SWOT menjadi salah satu metode yang berguna dalam dunia bisnis. Metode ini merupakan sebuah analisa yang cukup efektif dan efisien serta sebagai alat yang dengan cepat dan tepat dalam menemukan
dan mengenali banyak kemungkinan yang berkaitan dengan inovasi baru dalam dunia bisnis. Para pelaku UMKM harus menggunakan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya dan mengatasi berbagai ancaman dari dalam maupun dari luar.
Pengembangan dalam usaha sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dilakukan oleh para pelaku usaha, masyarakat dan pemerintah melalui pemberian bimbingan dan bantuan perkuatan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan usaha dan lebih diarahkan untuk menjadi pelaku ekonomi yang berdaya saing melalui perkuatan kewirausahaan dan peningkatan produktivitas yang didukung dengan peningkatan adaptasi terhadap kebutuhan pasar, pemanfaatan hasil inovasi-inovasi dan penerapan teknologi.
Pengembangan usaha menjadi tanggung jawab dari setiap pelaku usaha yang membutuhkan pandangan kedepan, motivasi dan kreativitas. Pada umumnya pemilik usaha dalam mengembangkan usahanya harus mampu melihat suatu peluang dimana orang lain tidak mampu melihatnya. Membaca peluang pasar merupakan komponen kunci agar analisis peluang bisnis bisa dikembangan seakurat mungkin, dengan membaca peluang pasar secara cermat, maka dapat diketahui apakah produk yang diciptakan mempunyai peluang untuk diserap pasar atau tidak.
Peran Pemerintah Kota dalam mendukung perkembangan UMKM sehingga bisa menyerap lebih banyak pekerja dan mengurangi pengangguran dengan memberikan pembinaan dalam semua aspek bisnis seperti pelatihan, pemberian pengetahuan terkait IPTEK sehingga akan memunculkan inovasi-inovasi produk serta startegi pemasaran produk tersebut. Mengingat peran nya yang sangat besar dalam berkontribusi pada negara, perkembangan dan pertumbuhan UMKM perlu dukungan dari berbagai pihak sebagai penguatan UMKM agar tetap eksis dalam membangun ekonomi bangsa. Berdasarkan latar belakang yang telat penulis paparkan maka penelitian ini penulis mengangkat judul, “Analisis SWOT sebagai pengembangan usaha mikro kecil dan menengah berbasis Ekonomi Kreatif studi pada UMKM Batik Sri di Kota Bekasi”
1.2 RUMUSAN MASALAH
Fenomena merebaknya UMKM disebabkan karena banyak perusahaan-perusahaan besar di Indonesia yang gulung tikar diterjang krisis ekonomi tahun 1998. UMKM Batik Sri memerlukan eksistensi produk dan strategi pengembangan usahanya dalam memperkenalkan lebih luas kepada masyarakat. Salah satu cara untuk membuat strategi dalam mengembangkan usahanya adalah dengan melakukan analisis SWOT. Analisis SWOT sendiri merupakan alat analisis paling tepat dan banyak digunakan untuk melakukan analisis dalam formulasi strategi.
Beberapa penelitian terdahulu telah melakukan penelitian terkait analisis SWOT dan pengembangan usaha. ES Hamid dan YS Susilo (2011) melakukan penelitian tentang strategi pengembangan usaha mikro kecil dan menengah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan bahwa dari hasil survei diperoleh beberapa masalah yang dihadapi, antara lain dari aspek pemasaran, modal dan pendanaan, inovasi dan pemanfaatan teknologi informasi, pemakaian bahan baku, peralatan produksi, penyerapan dan pemberdayaan tenaga kerja, rencana pengembangan usaha dan persiapan menghadapi tantangan dari luar. Suryaningsum et all (2019) dalam penelitian nya tentang SWOT analysis development of Batik Bantul menemukan banyak strategi namun strategi yang diharapkan paling tepat untuk diterapkan diantara strategi strategi yang ada yaitu dengan merekrut generasi muda yang menguasai teknologi.
Strategi strategi yang akan dijalankan dalam mengembangkan ekonomi kreatif harus dengan melibatkan semua pihak yang berkaitan seperti pihak pemerintah dan masyarakat yang paling utama, lalu perbankan termasuk investor untuk mendukung penciptaan produk yang bersifat ekonomi kreatif. (WA Sunarjo et all, 2019).
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas dan di dukung oleh jurnal-jurnal penelitian yang membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan judul penelitian, maka muncul pertanyaan penelitian yaitu :
Bagaimanakah analisis SWOT dalam melakukan Pengembangan usaha pada UMKM Batik Sri di Kota Bekasi?
1.3 TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis SWOT dalam melakukan Pengembangan usaha pada UMKM Batik Sri di Kota Bekasi.
1.4 MANFAAT PENELITIAN
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan kegunaan baik secara teoritis dan praktis untuk berbagai pihak, sebagai berikut :
1. Manfaat Teoritis
a. Bagi peneliti dan bidang akademik, sebagai tambahan informasi dan ilmu pengetahuan serta bahan referensi bagi penelitian berikutnya yang sejenis.
b. Bagi penulis, hasil penelitian dapat digunakan sebagai pendukung perkembagan keilmuan dalam bidang kewirusahaan.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi pelaku UMKM, penelitian ini menjadi bahan solusi yang berguna dalam mengembangkan usaha dan mengatasi permasalahan yang dihadapi.
b. Bagi pemerintah, penelitian ini dapat menjadi pendorong agar lebih mendukung pemberdayaan UMKM di Kota Bekasi.
1.5 SISTEMATIKA PENULISAN
Penyusunan laporan karya ilmiah ini di buat dan di susun dengan berpedoman pada apa yang di tetapkan oleh jurusan Program Studi Manajemen Universitas Pelita Bangsa, yaitu sebagai berikut :
BAB I Pendahuluan
Bab ini membahas mengenai Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian dan Sistematika Penulisan. BAB II Kajian Pustaka
Bab ini akan membahas mengenai Landasan Teori, Penelitian Terdahulu yang Relevan.
BAB III Metodologi Penelitian
Bab ini akan menjelaskan mengenai Jenis Penelitian, Metode Pengumpulan Data, Metode Analisis Data, Jadwal dan Lokasi Penelitian.
BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
Penelitian ini menjelaskan mengenai Gambaran Umum UMKM Batik Sri, Analisis Faktor Internal Eksternal, Matriks SWOT, Matriks IFAS dan EFAS, Matriks SWOT UMKM Batik Sri, Diagram SWOT
Bab V Penutup