1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Gula merupakan produk hasil pertanian yang menjadi salah satu komoditi perdagangan di Indonesia. Pemasaran gula tersebar diseluruh wilayah indonesia mulai dari kota sampai ke desa. Gula yang terjual di pasar atau di toko memiliki beragam merk, bentuk, warna, dan kegunaannya. Jenis gula yang dipasarkan adalah gula pasir, gula merah, gula halus, gula batu, dan lain-lain. Semua jenis gula tersebut dikonsumsi oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Namun, jenis gula yang sering dikonsumsi oleh sebagian masyarakat adalah gula pasir.
Gula pasir adalah jenis gula yang biasanya diperoleh dari tanaman tebu atau bit yang melalui proses sulfitasi/karbonatasi/fosfatasi atau proses lainnya. Hasil dari proses tersebut berupa gula pasir dengan berbagai bentuk, warna, bau, dan rasa yang berbeda. Perbedaan produk gula pasir inilah yang menyebabkan masyarakat mengenal jenis gula kualitas 1, kualitas 2, dan kualitas 3. Kualitas gula pasir yang beragam menimbulkan keresahan tersendiri di masyarakat dalam memilih produk gula yang baik untuk dikonsumsi.
Masyarakat harus memahami jenis gula pasir yang memiliki kualitas yang baik, sehingga tidak mempengaruhi kesehatan tubuhnya. Konsumsi gula pasir yang tidak baik secara terus-menerus dapat memicu berbagai penyakit. Apalagi jika gula pasir yang dikonsumsi mengandung campuran yang berbahaya bagi tubuh. Hal ini tentu menjadi suatu problematika tersendiri pada masyarakat. Dengan demikian, diperlukan suatu riset atau penelitian terhadap gula pasir yang sering dikonsumsi masyarakat, sehingga dapat mengatasi permasalahan yang ada.
Salah satu riset atau penelitian yang dapat mengetahui jenis gula pasir yang baik dikonsumsi oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhannya adalah pengukuran indeks bias larutan gula pasir. Pengukuran indeks bias larutan gula dapat dilakukan dengan menggunakan alat ukur refraktometer. Dalam mengukur indeks bias, refraktometer memanfaatkan prinsip pembiasan cahaya. Refraktometer terdiri dari
berbagai tipe, kapasitas, resolusi yang berbeda-beda. Semakin tinggi tingkat akurasi suatu alat ukur, maka hasil pengukuran akan semakin baik. Nilai akurasi dapat diperoleh dari hasil perbandingan antara nilai pengukuran dengan standarnya.
Pengukuran indeks bias larutan gula pasir seringkali menggunakan standar ukur nilai indeks bias larutan sukrosa murni, namun nilai indeks bias larutan sukrosa murni diukur berdasarkan nilai konsentrasi larutan pada temperatur lingkungan 20 ºC, sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi larutan berpengaruh terhadap nilai indeks biasnya. Nilai indeks bias hasil pengukuran dibandingkan dengan nilai indeks bias sukrosa murni, sehingga dapat diketahui jenis gula pasir yang baik dikonsumsi oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhannya. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh konsentrasi larutan gula terhadap nilai indeks bias dengan memvariasikan nilai konsentrasi larutan gula.
1.2 Rumusan Masalah
Beradasarkan latar belakang permasalahan yang telah diuraikan diatas, maka Dapat dituliskan sebagai berikut :
a. Parameter yang mempengaruhi kualitas gula pasir yaitu indeks bias, warna larutan, polarisasi dan bahan yang digunakan untuk membuat gula pasir. b. Ada beberapa alat untuk menguji nilai indeks bias larutan yaitu dengan
menggunakan refraktometer Abbe, spektrometer, dan alat lain yang memanfaatkan hukum Snellius.
c. Pada pengujian indeks bias larutan gula pasir terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran nilai indeks bias yaitu konsentrasi larutan, suhu larutan, massa jenis, dan tekanan.
d. Banyaknya gula pasir yang beredar dipasaran dengan merek yang berbeda. e. Hasil pengukuran indeks bias larutan pada penelitian tidak menunjukkan nilai yang pasti, karena adanya nilai ketidakpastian pengukuran seperti ralat sistematis, ralat relatif, dan ralat mutlak (standar deviasi).
1.3 Batasan Masalah
Dalam penulisan laporan tugas akhir ini penulis memfokuskan pada permasalahan :
a. Parameter yang menentukan kualitas gula pasir dalam penelitian ini adalah nilai indeks biasnya.
b. Alat ukur indeks bias yang digunakan dalam penelitian ini adalah refraktometer abbe dengan kapasitas 1,3000 – 1,7000 dan resolusi sebesar 0,0005.
c. Pada penelitian ini, faktor yang mempengaruhi nilai indeks bias dibatasi pada pengaruh konsentrasi larutan dengan titik pengukuran yaitu; 15%, 30%, 45%, 60%, dan 75%.
d. Gula pasir yang digunakan adalah gula A, gula B, dan gula C.
e. Nilai ketidakpastian pengukuran diperoleh dari nilai standar deviasi pada pengukuran yang berulang.
1.4 Tujuan Penelitian
Beberapa tujuan dari penelitian ini adalah:
a. Mengukur nilai indeks bias larutan gula pada konsentrasi 15%, 30%, 45%, 60%, dan 75%.
b. Pengaruh konsentrasi larutan gula pasir terhadap nilai indeks biasnya. c. Membandingkan pengaruh nilai konsentrasi larutan gula A, gula B, dan gula
C berdasarkan nilai indeks bias yang terukur.
d. Menganalisa bentuk grafik hubungan konsentrasi larutan dengan nilai indeks bias pada ketiga sampel pengukuran
1.5 Manfaat Penelitian
Tugas Akhir ini memiliki tiga manfaat. Ketiga manfaat tersebut terangkum dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi meliputi untuk penelitian, pendidikan serta untuk pengabdian kepada masyarakat
1. Bagi penelitian, diketahuinya karateristik gula pasir berupa nilai indeks bias dan konsentrasi larutan, sehingga dapat digunakan untuk pengembangan penelitian indeks bias selanjutnya.
2. Bagi pendidikan dan pengajaran, dapat memberikan pengetahuan dan wawasan kepada mahasiswa tentang nilai indeks bias gula pasir, sehingga penelitian ini bisa digunakan sebagai rujukan pembelajaran mata kuliah di program studi metrologi dan instrumentasi.
3. Bagi pengabdian kepada masyarakat, dapat memberikan informasi tentang nilai indeks bias gula pasir dengan berbagai merek yang sering dikonsumsi oleh masyarakat, sehingga masyarakat dapat memilih gula pasir yang baik sesuai kebutuhannya.
1.6 Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan beberapa metode penelitian yang ada, diantaranya :
a) Metode Literatur
Metode ini dilakukan dengan membaca buku-buku atau referensi yang berhubungan dengan pengukuran indeks bias larutan gula pasir dan hal-hal yang mendukung penelitian ini.
b) Metode Bimbingan
Metode ini dilakukan dengan cara berkonsultasi dengan dosen pembimbing maupun pihak lain yang mendukung penelitian ini.
c) Metode Penelitian secara langsung
Metode ini dilakukan dengan melakukan pengukuran indeks bias larutan gula pasir secara langsung menggunakan refraktometer Abbe.
d) Metode Analisa dan Kesimpulan
Dilakukan penganalisaan dari hasil pengukuran indeks bias larutan gula dan dilanjutkan dengan menyimpulkan hasil pengukuran yang dilakukan pada penelitian ini
1.7 Sistematika Penulisan
Penulisan karya tulis atau tugas akhir ini di dalamnya terbagi menjadi 6 bab, yaitu Pendahuluan, Tinjuan Pustaka, Dasar Teori, Metode Penelitian, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan dan Saran, Daftar Pustaka serta Lampiran.
Bab I. Pendahuluan
Bab ini menjelaskan secara singkat mengenai latar belakang
penelitian ini dilakukan, rumusan dari permasalahan penelitian, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian serta dijelaskan juga mengenai sistematika penulisan hasil penelitian.
Bab II. Tinjauan Pustaka
Bab ini mendekskripsikan tentang pengertian indeks bias, pengukuran indeks bias dengan menggunakan metode refraktometer Abbe, dan pengaruh konsentrasi larutan terhadap indeks bias. Uraian-uraian tersebut merupakan hasil dari penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya.
Bab III. Landasan Teori
Bab ini menjelaskan mengenai dasar teori dari penelitian ini secara keseluruhan yang mencakup cahaya, pembiasan cahaya, indeks bias, refraktometer abbe, filter cahaya, aquades, konsentrasi, gula, pengujian hipotesis.
Bab IV. Metode Penelitian
Bab ini menjelaskan tentang metode penelitian yang digunakan, meliputi alat dan bahan yang diperlukan, langkah kerja penelitian, serta teknik analisis atau pengolahan data.
Bab V. Hasil dan Pembahasan
Bab ini mengenai hasil dan pembahasan dari penelitian ini, yaitu berupa nilai indeks bias pada masing-masing larutan dengan konsentrasi berbeda yang disertai dengan nilai ketidakpastiannya dan terdapat grafik hubungan antara nilai konsentrasi larutan dengan nilai indeks bias. Selain itu, terdapat hasil uji hipotesis yang telah dilakukan.
Bab VI. Kesimpulan dan Saran
Bab terakhir yang berisi dan memaparkan tentang kesimpulan dari hasil yang diperoleh selama penelitian yang telah dilakukan serta terdapat saran untuk penelitian selanjutnya.
Daftar Pustaka
Daftar pustaka di dalamnya mencantumkan pustaka yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian dan lampiran yang berisi tentang data hasil pengamatan dari pengaruh konsentrasi larutan terhadap nilai indeks bias.