1 | Studi Kasus : Bukti Audit by Agung Widiyarti
Kecurangan Bukti Audit
Studi kasus
Suryadharma Ali Merugikan Keuangan Negara
Oleh :
Agung Widiyarti
MAGISTER AKUNTANSI
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
A.
Review Kasus
Suryadharma Ali (SDA) merupakan mantan Menteri Agama yang didakwa melakukan penyelewengan dana pada kasus penyelengaraan biaya haji di Kementrian Agama tahun 2012 – 2013. Pada saat itu KPK mulai menyelidiki kasus dugaan tindak pidana korupsi dana haji sejak awal tahun 2013.
Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang pada saat itu dijabat oleh Muhammad Yusuf selaku Ketua PPATK, mengatakan sepanjang tahun 2004 – 2012 ada dana biaya penyelenggaraan ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp. 80 triliun dengan bunga sekitar Rp. 2,3 Triliun. Berdasarkan audit PPATK, ada transaksi mencurigakan sebesar Rp. 230 miliar yang tidak jelas penggunaanya. Ini lah yang mengindikasi dana haji ditempatkan di bank tanpa ada standarisasi penempatan yang jelas. Modus pencucian uang inilah yang disampaikan pihak PPATK kepada pihak KPK untuk ditindak lanjuti.
KPK menyambut temuan dengan penyelidikan hampir setahun. Mulai Januari 2015, KPK melakukan penyelidikan atas dugaan penyimpangan dana haji tahun anggaran 2012 – 2013. Selain pengadaan barang dan jasa, KPK juga menyelidki biaya penyelengaraan ibadah Haji (BPIH) dan pihak – pihak yang diduga mendapatkan fasilitas haji. Februari 2015,
2 | Studi Kasus : Bukti Audit by Agung Widiyarti
KPK meminta keterangan anggota Komisi VIII DPR, Hasrul Azwar dan Jazuli Juwaini, terkait pengelolaan dana haji. Maret 2015, KPK meminta keterangan Direktur Jenderal Penyelenggaraan haji dan Umroh Kementrian Agama, Anggito Abimanyu. 6 Mei 2015, KPK meminta keterangan Suryadharma Ali terkait proyek pengadaan barang dan jasa dalam penyelengaraan haji.22 Mei 2015, KPK menggeledah ruang kerja Suryadharma Ali di Lantai II Gedung Pusat Kementrian Agama di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat dan menetapkan SDA sebagai Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan barang dan jasa haji di Kementrian Agama tahun Anggaran 2012 – 2013.
B.
Analisis dan Landasan Teori
1.
Analisis Kasus
a. Tindakan Kecurangan
Dari uraian diatas modus penyalahgunaan wewenang dan memperkaya diri dan orang lain itulah yang digunakan oleh SDA. Selain menerima uang, SDA juga diduga melakukan korupsi dana haji, antara lain :
1) Menunjuk orang tertentu yang tidak memenuhi syarat untuk menjadi Petugas Penyelengara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, yakni 180 orang petugas PPIH yang tidak memenuhi syarat dengan nilai sebesar Rp. 12,778 miliar.
2) Mengangkat Petugas Pendampingan Amirul Haji tidak sesuai kriteria dengan nilai sebesar Rp. 354,273 juta.
3) Menggunakan Dana Operasional Menteri (DOM)
4) Perbuatan memperkaya orang lain.
5) Perbuatan Memperkaya pihak Korporasi seperti pihak Hotel.
6) Memberangkatkan 1.771 jemaah tidak sesuai nomor antrian dengan nilai Rp. 12,328 miliar.
7) Mengarahkan tim penyewaan Perumahan Jamaah Haji Indonesia di Arab Saudi untuk menunjukan penyedia perubahan jamaah Indonesia yang tiak sesuai ketentuan dan memanfaatkan sisa kuota haji nasional tidak berdasarkan prinsip keadilan dan proporsionalitas.
b. Kerugian Negara
Keuangan negara mengalami kerugian sebesar Rp. 27,283 Miliar dan 17,967 juta Riyal.
3 | Studi Kasus : Bukti Audit by Agung Widiyarti
2.
Landasan Teori Pendukung
Dari analisa kasus diatas, jika dihubungakan dengan landasan toeri tentang bukti audit maka :
Tipe bukti audit dikelompokan menjadi 2 yaitu tipe data akuntansi dan tipe informasi penguat.
a. Tipe Data Akuntansi
1) Pengendalian Intern Sebagai Bukti
Pengendalian intern yang dibentuk dalam setiap kegiatan perusahaan, kegiatan lembaga, atau pun organisasi dapat digunakan untuk mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi. Auditor harus mengetahui bahwa klien telah merancang pengendalian intern dan telah melaksanakannya dalam kegiatan usahanya setiap hari, hal ini merupakan bukti yang kuat bagi auditor mengenai keandalan informasi yang dicantumkan dalam laporan keuangan.
Dalam kasus SDA nampaknya pengendalian intern sudah dirancang sedemikian rupa agar fraud yang terjadi dapat disembunyiin dari pihak pembaca laporan. 2) Catatan Akuntansi Sebagai Bukti
Auditor melakukan verifikasi terhadap suatu jumlah yang tercantum dalam laporan keuangan, dengan melakukan penelusuran kembali jumlah tersebut melalui catatan akuntansi. Dengan demikian, catatan akuntansi merupakan bukti audit bagi auditor mengenai pengolahan transakasi keuangan yang telah dilakukan oleh klien.
Dalam hal ini catatan akuntansi di Departemen Agama tidak mencantumkan secara gamblang hal – hal diluar pencatatan akuntansi seperti penggadaan barang – barang diluar Anggaran pembelanjaan kebutuhan haji.
b. Tipe Informasi Penguat
1) Bukti Fisik
Bukti fisik adalah bukti audit yang diperoleh dengan cara inspeksi atau perhitungan aktiva berwujud. Pengamatan fisik terhadap suatu aktiva merupakan cara untuk mengidentifikasi sesuatu yang diperiksa, untuk menentukan kuantitas, dan merupakan suatu usaha untuk menentukan mutu atau keaslian kekayaan tersebut.
2) Bukti Dokumenter
Bukti dokumenter adalah bukti yang terbuat dari kertas bertuliskan huruf dan atau angka atau simbol – simbol yang lain. Menurut sumbernya, bukti dokumenter dibagi menjadi 3 golongan, yaitu :
4 | Studi Kasus : Bukti Audit by Agung Widiyarti
a) Bukti yang dibuat oleh pihak luar yang bebas yang dikirimkan langsung kepada auditor.
b) Bukti yang dibuat pihak luar yang bebas yang dismpan dalam arsip klien. c) Bukti yang dibuat dan disimpan dalam organisasi klien.
3) Perhitungan Sebagai Bukti
Perhitungan yang dilakukan sendiri oleh auditor, dapat berupa : a) Footing, yaitu pembuktian ketelitian penjumlahan vertikal.
b) Cross – footing, yaitu pembuktian ketelitian penjumlahan horizontal. c) Pembuktian ketelitian perhitungan biaya depresiasi.
d) Pembuktian ketelitian penentuan taksiran kerugian piutang usaha, laba per saham yang beredar, taksiran pajak perseroan, dan lain – lain.
4) Bukti Lisan
Dalam rangka mengumpulkan bukti, auditor banyak meminta keterangan secara lisan dari klien terutama para manajer. Jawaban lisan yang diperoleh dari permintaan keterangan tersebut merupakan tipe bukti lisan.
Bukti lisan dari kasus SDA diperoleh dari beberapa orang yang terlibat didalamnya antara lain KPK meminta keterangan anggota Komisi VIII DPR, Hasrul Azwar dan Jazuli Juwaini, terkait pengelolaan dana haji. Maret 2015, KPK meminta keterangan Direktur Jenderal Penyelenggaraan haji dan Umroh Kementrian Agama, Anggito Abimanyu. 6 Mei 2015, KPK meminta keterangan Suryadharma Ali terkait proyek pengadaan barang dan jasa dalam penyelengaraan haji
5) Perbandingan
Untuk menentukan akun atau transaksi yang akan dipisahkan guna penyelidikan yang lebih intensif, auditor melakukan analis terhadap perbandingan setiap aktiva, utang, penghasilan, dan biaya dengan saldo yang berkaitan dalam tahun sebelumnya.
6) Bukti dari Spesialis
Spesialis adalah seorang atau perusahaan yang memiliki keahlian atau pengetahuan khusus dalam bidang selain akuntansi dan auditing. Pada umumnya spesialis yang digunakan oleh auditor bukan orang atau perusahaan yang mempunyai hubungan dengan klien. Penentuan persyaratan keahlian dan nama baik spesialis sepenuhnya berada ditangan auditor. Jika auditor menerima hasil penemuan spesialis sebagai bukti audit yang kompeten, hasil kerja spesialis tersebut tidak perlu disebut dalam
5 | Studi Kasus : Bukti Audit by Agung Widiyarti
laporan auditor yang berisi pendapat wajar. Jika auditor puas dengan hasil penemuan spesialis, dan jika ia memberikan pendapat selain pendapat wajar, maka ia dapat menunjukkan hasil pekerjaan spesialis tersebut untuk mendukung alasan tidak diberikan pendapat wajar dalam laporan auditnya.
Dalam kasus SDA, banyak pihak ahli yang dipercaya telah memberikan kesaksian yang memberatkan SDA disertai pendukung yang kuat.
Kompetensi Bukti Audit
Kompetensi bukti audit berhubungan dengan kualitas atau keandalan data akuntansi dan informasi penguat. Pengendalian intern yang kuat menyebabkan keandalan catatan akuntansi dan bukti bukti lainnya yang dibuat dalam organisasi klien memiliki Kompetensi Informasi Penguat Dipengaruhi oleh berbagai faktor, berikut ini :
1. Ketepatan waktu.
Berkaitan dengan tanggal berlakunya bukti yang diperoleh oleh auditor.untuk saldo akun – akun neraca, bukti yang diperoleh dekat tanggal neraca memiliki tingkat keandalan yang lebih tinggi. Untuk akun – akun, bukti lebih meyakinkan bila diperoleh dari sampel yang dipilih sepanjang periode laporan
2. Secara garis besarnya sumber – sumber informasi yang dapat mempengaruhi kompetensi bukti yang diperoleh adalah sebagai berikut : bukti audit berasal dari klien atau pun diluar organisasi klien.
a. Bukti yang diperoleh dari pihak independen lebih dapat diandalkan
b. Efektifitas internal control. Semakin efektif internal control perusahaan, semakin tinggi tingkat keandalan bukti yang diperoleh secara langsung oleh auditor
3. Kualifikasi pemberi informasi
4. Releavansi bukti audit harus berkaitan dengan tujuan audit.suatu bukti mungkin relevan dalam suatu tujuan audit, tetapi tidak relevan dalam tujuan audit yang lain. 5. Objektivitas, bukti objektif umumnya lebih andal dibandingkan dengan bukti yang
bersifat subjektif.
C.
Kesimpulan
Dalam kasus Suryadharma Ali ini, kelemahan dari pihak auditor internal di Departemen Agama untuk mendeteksi sejak dini terhadap bukti – bukti “ penyimpangan transaksi “ ini lah yang menjadi sumber terjadinya tindakan Fraud atas biaya haji di Kementrian Agama tahun 2012 – 2013. Pihak Suryadharma Ali tidak mampu menyajikan
6 | Studi Kasus : Bukti Audit by Agung Widiyarti
pembuktian atas pembengkakan biaya – biaya yang terjadi. Baik secara fisik, perhitungan, maupun secara lisan.
Setelah dilakukan penyelidikan yang intens oleh pihak KPK dan pihak pembuktian dari tenaga ahli maka diputuskanlah bahwa Suryadharma Ali terbukti melakukan tindakan pencucian uang, korupsi dengan modus memperkaya pihak laen dan diri sendiri dengan kerugian negara mencapai hampir Rp. 1,821miliar.
Semoga dengan semakin banyaknya terungkap modus penyelewengan di Lembaga Negara, hal ini dapat membuat kesadaran internal dari pihak akuntannya maupun auditor atas pentingnya laporan keuangan yang didukung dengan bukti yang kuat.
D.
Referensi
https://datakata.wordpress.com/
Muhammad Abdul Rachman. Analisis Framing Pemberitaan Penahanan Suryadharma Ali di Kompas.Com. Jurnal Ilmu Komunikasi, 2016. 4(2) : 127 – 141.
www.rapler.com