karies gigi

92 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

LAPORAN TUTORIAL LAPORAN TUTORIAL

Kar

Kar ies ies Gigi Gigi 

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Tutorial Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Tutorial

Blok Penyakit Dentomaksilofasial I Blok Penyakit Dentomaksilofasial I

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember  Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember 

Pembimbing : Pembimbing :

drg. Dwi Merry Ch. Robin ,

drg. Dwi Merry Ch. Robin , M. KesM. Kes

Disusun oleh: Disusun oleh:

Kelompok Tutorial I Kelompok Tutorial I

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS JEMBER  UNIVERSITAS JEMBER 

2013 2013

(2)
(3)

DAFTAR ANGGOTA KELOMPOK  DAFTAR ANGGOTA KELOMPOK 

Tutor :

Tutor : drg. Dwi Merry Ch. Robin , drg. Dwi Merry Ch. Robin , M. KesM. Kes

Ketua :

Ketua : Trianike Trianike Nor Nor A. A. (Nim:121610101002)(Nim:121610101002)

Scriber

Scriber Meja Meja :: Yuni Yuni Aisyah Aisyah P. P. (Nim:121610101006)(Nim:121610101006) Scriber

Scriber Papan Papan :: Medina Medina Nanda Nanda U. U. (Nim:121610101007)(Nim:121610101007)

Anggota : Anggota :

Inetia

Inetia Fluidayanti Fluidayanti (Nim:121610101001)(Nim:121610101001) Gladiola

Gladiola Nadisha Nadisha (Nim:121610101005)(Nim:121610101005) Fikhih

Fikhih Kartika Kartika M. M. (Nim:121610101008)(Nim:121610101008) Yusron

Yusron Haries Haries (Nim:121610101010)(Nim:121610101010)  Nazala Zetta Z.

 Nazala Zetta Z. (Nim:121610101011)(Nim:121610101011) Gita

Gita Putri Putri K. K. (Nim:121610101013)(Nim:121610101013) Hayyu

Hayyu Safira Safira F. F. (Nim:121610101014)(Nim:121610101014) Zulfa

Zulfa Fithri Fithri (Nim:121610101097)(Nim:121610101097) Ilvana

Ilvana Ardi Ardi W. W. (Nim:121610101099)(Nim:121610101099)  Niken W.

(4)
(5)

KATA PENGANTAR  KATA PENGANTAR 

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga kami Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas laporan

dapat menyelesaikan tugas laporan yang berjudul ”Karies Gigiyang berjudul ”Karies Gigi.”.” Laporan ini disusun untuk Laporan ini disusun untuk  memenuhi hasil diskusi tutorial kelompok I pada skenario

memenuhi hasil diskusi tutorial kelompok I pada skenario pertama.pertama.

Penulisan makalah ini semuanya tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, oleh karena itu Penulisan makalah ini semuanya tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, oleh karena itu  penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada :

 penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada :

1.

1. Drg. Dwi Merry Ch. Robin, M. Kes selaku tutor yang telah membimbing jalannya diskusiDrg. Dwi Merry Ch. Robin, M. Kes selaku tutor yang telah membimbing jalannya diskusi tutorial kelompok I Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember dan yang telah tutorial kelompok I Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember dan yang telah memberi masukan yang membantu bagi pengembangan ilmu yang telah didapatkan.

memberi masukan yang membantu bagi pengembangan ilmu yang telah didapatkan. 2.

2. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.

Dalam penyusunan laporan ini tidak lepas dari kekurangan dan kesalahan. Oleh karena Dalam penyusunan laporan ini tidak lepas dari kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan

itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan –  – perbaikan diperbaikan di masa mendatang demi kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini dapat berguna bagi kita masa mendatang demi kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini dapat berguna bagi kita semua. semua. Jember, Mei 2012 Jember, Mei 2012 Tim Penyusun Tim Penyusun

(6)
(7)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1

1.1 Latar Latar BelakangBelakang

Karies gigi merupakan penyakit yang paling banyak dijumpai di rongga mulut Karies gigi merupakan penyakit yang paling banyak dijumpai di rongga mulut  bersama-sama den

 bersama-sama dengan gan penyakit penyakit periodontal, periodontal, sehingga sehingga merupakan merupakan masalah masalah utama utama kesehatan kesehatan gigigigi dan mulut.

dan mulut. Karies gigiKaries gigi atauatau dental cariesdental caries menurut Susanto (2009) adalah penyakit jaringan gigimenurut Susanto (2009) adalah penyakit jaringan gigi yang ditandai dengan kerusakan jaringan, dimulai dari permukaan gigi dan meluas kearah pulpa. yang ditandai dengan kerusakan jaringan, dimulai dari permukaan gigi dan meluas kearah pulpa. Penyakit karies gigi terjadi karena demineralisasi jaringan permukaan gigi oleh asam organis Penyakit karies gigi terjadi karena demineralisasi jaringan permukaan gigi oleh asam organis yang berasal dari makanan yang mengandung gula. Karies gigi bersifat kronis dan dalam yang berasal dari makanan yang mengandung gula. Karies gigi bersifat kronis dan dalam  perkembangannya

 perkembangannya membutuhkan membutuhkan waktu waktu yang yang lama, lama, sehingga sehingga sebagian sebagian besar besar penderitapenderita mempunyai potensi mengalami gangguan seumur hidup. Namun demikian penyakit ini sering mempunyai potensi mengalami gangguan seumur hidup. Namun demikian penyakit ini sering tidak mendapat perhatian dari masyarakat dan perencana program kesehatan, karena jarang tidak mendapat perhatian dari masyarakat dan perencana program kesehatan, karena jarang membahayakan jiwa.

membahayakan jiwa.

Karies gigi merupakan penyakit kronis nomor satu di dunia dan prevalensi penyakit Karies gigi merupakan penyakit kronis nomor satu di dunia dan prevalensi penyakit tersebut meningkat pada jaman modern. Peningkatan tersebut dihubungkan dengan perubahan tersebut meningkat pada jaman modern. Peningkatan tersebut dihubungkan dengan perubahan  pola

 pola dan dan jenis jenis makanan. makanan. Penyebaran Penyebaran penyakit penyakit karies karies dilihat dilihat sebagai sebagai fenomena fenomena gunung gunung es.es. Menurut Schuurs, karies adalah suatu proses kronis yang disebabkan oleh terganggunya Menurut Schuurs, karies adalah suatu proses kronis yang disebabkan oleh terganggunya keseimbangan antara gigi dan lingkungan dalam rongga mulut.

keseimbangan antara gigi dan lingkungan dalam rongga mulut.

Dalam konsep yang baru, ternyata proses terjadinya karies adalah dinamik, perubahan Dalam konsep yang baru, ternyata proses terjadinya karies adalah dinamik, perubahan  pH

 pH pada pada pertemuan pertemuan plak plak dan dan permukaan permukaan gigi gigi selalu selalu berubah-ubah berubah-ubah sesuai sesuai sesuai sesuai dengan dengan adanyaadanya ion-ion yang menentukan keasaman pada daerah tersebut. Hal ini dimungkinkan dengan sifat ion-ion yang menentukan keasaman pada daerah tersebut. Hal ini dimungkinkan dengan sifat email yang berpori dan memungkinkan pertukaran ion-ion dari dan keluar email terjadi. Proses email yang berpori dan memungkinkan pertukaran ion-ion dari dan keluar email terjadi. Proses karies juga merupakan proses yang terjadi antara penyerangan dan pertahanan, namun proses karies juga merupakan proses yang terjadi antara penyerangan dan pertahanan, namun proses tersebut dapat dihentikan. Selanjutnya dapat menjadi aktif kembali jika keadaan dalam plak di tersebut dapat dihentikan. Selanjutnya dapat menjadi aktif kembali jika keadaan dalam plak di sekitar gigi berubah menjadi asam dan menyebabkan kelarutan email lebih tinggi. Menurut teori sekitar gigi berubah menjadi asam dan menyebabkan kelarutan email lebih tinggi. Menurut teori Miller, mikroorganisme Laktobasillus acidophilus dan streptococcus mutans berhubungan erat Miller, mikroorganisme Laktobasillus acidophilus dan streptococcus mutans berhubungan erat dalam proses karies gigi. Telah dibuktikan bahwa dengan melakukan penambalan gigi yang dalam proses karies gigi. Telah dibuktikan bahwa dengan melakukan penambalan gigi yang karies maka jumlah kuman dalam mulut berkurang.

(8)
(9)

STEP 1

STEP 1

1.

1. Radiolusen difuseRadiolusen difuse 2.

2. FistulaFistula 3.

3. Karies profunda perforasiKaries profunda perforasi

STEP 2

STEP 2

1.

1. Radiolusen Radiolusen difuse difuse : : *campuran *campuran dari dari radiopak radiopak dan dan radiolusen radiolusen dengan dengan batas batas yang yang tidak tidak  Jelas

Jelas

*gambaran yang tidak jelas berbentuk lingkaran gelap dengan *gambaran yang tidak jelas berbentuk lingkaran gelap dengan

diameter 4mm diameter 4mm 2.

2. Fistula Fistula : : *lubang *lubang abnormal abnormal diantara diantara 2 2 organ organ beronggaberongga

*bisul atau benjolan pada gusi akibat radang dari penanahan pada *bisul atau benjolan pada gusi akibat radang dari penanahan pada

akar gigi akibat karies akar gigi akibat karies

*koneksi abnormal antara pembuluh darah, usus, organ dan *koneksi abnormal antara pembuluh darah, usus, organ dan

struktur lain yang diakibatkan karena cedera struktur lain yang diakibatkan karena cedera kesimpulan

kesimpulan : : *saluran/lubang penanahan *saluran/lubang penanahan yang yang diakibatkan diakibatkan pada pada abses abses yangyang disebabkan karena karies

disebabkan karena karies 3.

3. Karies Karies profunda profunda perforasi perforasi : : *karies *karies yang yang sudah sudah mengenai mengenai setengah setengah dentin dentin dandan membentuk karies pada setengah akar 

membentuk karies pada setengah akar 

*karies yang sudah mencapai setengah dentin dan setengah *karies yang sudah mencapai setengah dentin dan setengah

akar dan sudah menyebar  akar dan sudah menyebar 

STEP 3

STEP 3

1.

1. Bagaimana etiologi dari karies?Bagaimana etiologi dari karies? 2.

2. Apa saja klasifikasi dari karies?Apa saja klasifikasi dari karies? 3.

3. Bagaimana mekanisme terjadinya karies?Bagaimana mekanisme terjadinya karies? 4.

4. Bagaimana cara mendeteksi karies?Bagaimana cara mendeteksi karies? 5.

5. Bagaimana upaya pencegahan dari karies?Bagaimana upaya pencegahan dari karies? 6.

(10)
(11)

STEP 4

STEP 4

1. Etiologi Karies 1. Etiologi Karies 1.1.1

1.1.1 Faktor Faktor utamautama 1.1.1.1

1.1.1.1 Faktor Faktor host host atau atau tuan tuan rumahrumah

Ada beberapa faktor yang dihubungkan dengan gigi sebagai tuan rumah terhadap Ada beberapa faktor yang dihubungkan dengan gigi sebagai tuan rumah terhadap karies yaitu faktor morfologi gigi (ukuran dan bentuk gigi), struktur enamel, faktor kimia dan karies yaitu faktor morfologi gigi (ukuran dan bentuk gigi), struktur enamel, faktor kimia dan kristalografis. Pit dan fisur pada gigi posterior sangat rentan terhadap karies karena sisa-sisa kristalografis. Pit dan fisur pada gigi posterior sangat rentan terhadap karies karena sisa-sisa makanan mudah menumpuk di daerah tersebut terutama pit dan fisur yang dalam. Selain itu, makanan mudah menumpuk di daerah tersebut terutama pit dan fisur yang dalam. Selain itu,  permukaan

 permukaan gigi gigi yang yang kasar kasar juga juga dapat dapat menyebabkan menyebabkan plak plak mudah mudah melekat melekat dan dan membantumembantu  perkembangan

 perkembangan karies karies gigi. gigi. Enamel Enamel merupakan merupakan jaringan jaringan tubuh tubuh dengan dengan susunan susunan kimia kimia komplekskompleks yang mengandung 97% mineral (kalsium, fosfat, karbonat, fluor), air 1% dan bahan organik 2%. yang mengandung 97% mineral (kalsium, fosfat, karbonat, fluor), air 1% dan bahan organik 2%. Bagian luar enamel mengalami mineralisasi yang lebih sempurna dan mengandung banyak fluor, Bagian luar enamel mengalami mineralisasi yang lebih sempurna dan mengandung banyak fluor, fosfat dan sedikit karbonat dan air. Kepadatan kristal enamel sangat menentukan kelarutan fosfat dan sedikit karbonat dan air. Kepadatan kristal enamel sangat menentukan kelarutan enamel. Semakin banyak enamel mengandung mineral maka kristal enamel semakin padat dan enamel. Semakin banyak enamel mengandung mineral maka kristal enamel semakin padat dan enamel akan semakin resisten. Gigi susu lebih mudah terserang karies daripada gigi tetap. Hal ini enamel akan semakin resisten. Gigi susu lebih mudah terserang karies daripada gigi tetap. Hal ini disebabkan karena enamel gigi susu mengandung lebih banyak bahan organik dan air sedangkan disebabkan karena enamel gigi susu mengandung lebih banyak bahan organik dan air sedangkan  jumlah mineralnya lebih sedikit daripada

 jumlah mineralnya lebih sedikit daripada gigi tetap. Selain itu, gigi tetap. Selain itu, secara kristalografis kristal-kristalsecara kristalografis kristal-kristal gigi susu tidak sepadat gigi tetap. Mungkin alasan ini menjadi salah satu penyebab tingginya gigi susu tidak sepadat gigi tetap. Mungkin alasan ini menjadi salah satu penyebab tingginya  prevalensi karies pada anak-anak.

 prevalensi karies pada anak-anak.

1.1.1.2

1.1.1.2 Faktor Faktor agen agen atau atau mikroorganismemikroorganisme

Plak gigi memegang peranan peranan penting dalam menyebabkan terjadinya karies. Plak gigi memegang peranan peranan penting dalam menyebabkan terjadinya karies. Plak adalah suatu lapisan lunak yang terdiri atas kumpulan mikroorganisme yang berkembang Plak adalah suatu lapisan lunak yang terdiri atas kumpulan mikroorganisme yang berkembang  biak

 biak di di atas atas suatu suatu matriks matriks yang yang terbentuk terbentuk dan dan melekat melekat erat erat pada pada permukaan permukaan gigi gigi yang yang tidak tidak  dibersihkan. Hasil penelitian menunjukkan komposisi mikroorganisme dalam plak berbeda-beda. dibersihkan. Hasil penelitian menunjukkan komposisi mikroorganisme dalam plak berbeda-beda. Pada awal pembentukan plak, kokus gram positif merupakan jenis yang paling banyak dijumpai Pada awal pembentukan plak, kokus gram positif merupakan jenis yang paling banyak dijumpai seperti Streptokokus mutans, Streptokokus sanguis, Streptokokus mitis dan Streptokokus seperti Streptokokus mutans, Streptokokus sanguis, Streptokokus mitis dan Streptokokus salivarius serta beberapa strain lainnya. Selain itu, ada juga penelitian yang menunjukkan adanya salivarius serta beberapa strain lainnya. Selain itu, ada juga penelitian yang menunjukkan adanya laktobasilus pada plak gigi. Pada penderita karies aktif, jumlah laktobasilus pada plak gigi laktobasilus pada plak gigi. Pada penderita karies aktif, jumlah laktobasilus pada plak gigi  berkisar

(12)
(13)

utama karies oleh karena S. mutans mempunyai sifat asidogenik dan asidurik (resisten terhadap utama karies oleh karena S. mutans mempunyai sifat asidogenik dan asidurik (resisten terhadap asam).

asam).

1.1.1.3

1.1.1.3 Faktor Faktor substrat substrat atau atau dietdiet

Faktor substrat atau diet dapat mempengaruhi pembentukan plak karena membantu Faktor substrat atau diet dapat mempengaruhi pembentukan plak karena membantu  perkembangbiakan dan

 perkembangbiakan dan kolonisasi mikroorganisme yang ada kolonisasi mikroorganisme yang ada pada permukaan pada permukaan enamel. Selain itu,enamel. Selain itu, dapat mempengaruhi metabolisme bakteri dalam plak dengan menyediakan bahan-bahan yang dapat mempengaruhi metabolisme bakteri dalam plak dengan menyediakan bahan-bahan yang diperlukan untuk memproduksi asam serta bahan lain yang aktif yang menyebabkan timbulnya diperlukan untuk memproduksi asam serta bahan lain yang aktif yang menyebabkan timbulnya karies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang banyak mengonsumsi karbohidrat karies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang banyak mengonsumsi karbohidrat terutama sukrosa cenderung mengalami kerusakan pada gigi, sebaliknya pada orang dengan diet terutama sukrosa cenderung mengalami kerusakan pada gigi, sebaliknya pada orang dengan diet yang banyak mengandung lemak dan protein hanya sedikit atau sama sekali tidak mempunyai yang banyak mengandung lemak dan protein hanya sedikit atau sama sekali tidak mempunyai karies gigi. Hal ini penting untuk menunjukkan bahwa karbohidrat memegang peranan penting karies gigi. Hal ini penting untuk menunjukkan bahwa karbohidrat memegang peranan penting dalam terjadinya karies.

dalam terjadinya karies.

1.1.1.4

1.1.1.4 Faktor Faktor waktuwaktu

Secara umum, karies dianggap sebagai penyakit kronis pada manusia yang Secara umum, karies dianggap sebagai penyakit kronis pada manusia yang  berkembang

 berkembang dalam dalam waktu waktu beberapa beberapa bulan bulan atau atau tahun. tahun. Lamanya Lamanya waktu waktu yang yang dibutuhkan dibutuhkan karieskaries untuk berkembang menjadi suatu kavitas cukup bervariasi, diperkirakan 6-48 bulan.

untuk berkembang menjadi suatu kavitas cukup bervariasi, diperkirakan 6-48 bulan.

2.

2. Klasikasi Klasikasi KariesKaries 1.

1. Klasifikasi karies menurut sistem Black :Klasifikasi karies menurut sistem Black :

-- Klas I : karies ini terjadi pada ceruk dan fisura dari semua gigi, meskipun lebihKlas I : karies ini terjadi pada ceruk dan fisura dari semua gigi, meskipun lebih ditujukan pada gigi posterior.

ditujukan pada gigi posterior.

-- Klas II : kavitas yang terrdapat padKlas II : kavitas yang terrdapat pada permukaan aproksimal gigi posterior, karies Klasa permukaan aproksimal gigi posterior, karies Klas II dapat mengenai permukaan mesial dan distal atau hanya salah satunya sehingga II dapat mengenai permukaan mesial dan distal atau hanya salah satunya sehingga dapat digolongkan menjadi kavitas MO (mesio-oklusal) atau MOD dapat digolongkan menjadi kavitas MO (mesio-oklusal) atau MOD (mesioo-oklusal-distal). Karena akses untuk perbaikan biasanya dibuat dari permukaan oklusal, distal). Karena akses untuk perbaikan biasanya dibuat dari permukaan oklusal,  permukaan

 permukaan oklusal oklusal dan dan aproksimal aproksimal dari dari gigi gigi direstorasi direstorasi sekaligus. sekaligus. Tetapi Tetapi dilihat dilihat daridari definisinya kavitas ini adalah lesi proksimal dan tiidak selalu mencakup permukaan definisinya kavitas ini adalah lesi proksimal dan tiidak selalu mencakup permukaan oklusal.

(14)
(15)

-- Klas III : lesi Klas III hanya mengenai gigi anterior. Lesi ini dapat terjadi padaKlas III : lesi Klas III hanya mengenai gigi anterior. Lesi ini dapat terjadi pada  permukaan mesial atau distal dari insisivus atau kaninus, lesii ini ter

 permukaan mesial atau distal dari insisivus atau kaninus, lesii ini terjadi di bawah titik jadi di bawah titik  kontak dan bentuk kavitasnya bulat dan kecil.

kontak dan bentuk kavitasnya bulat dan kecil.

-- Klas IV : kavitas ini adalah kelanjutan dari kavitas Klas III. Lesi ini pada permukaanKlas IV : kavitas ini adalah kelanjutan dari kavitas Klas III. Lesi ini pada permukaan  proksimal gigi anterior

 proksimal gigi anterior yang telah yang telah meluas sampai ke meluas sampai ke sudut insisal. Jika sudut insisal. Jika karies ini luaskaries ini luas atau abrasi hebat dapat melemahkan sudut insisal dan menyebabkan terjadinya atau abrasi hebat dapat melemahkan sudut insisal dan menyebabkan terjadinya fraktur.

fraktur.

-- Klas V : kavitas gingival adalah kavitas pada permukaan yang halus. Terlepas dariKlas V : kavitas gingival adalah kavitas pada permukaan yang halus. Terlepas dari etiologinya

etiologinya –  – karies, abrasi, atau erosikaries, abrasi, atau erosi –  – tipe lesi ini disebut juga karies Klas V.tipe lesi ini disebut juga karies Klas V. Menurut definisi Dr.Black, karies Klas V juga dapat terjadi baik pada permukaan Menurut definisi Dr.Black, karies Klas V juga dapat terjadi baik pada permukaan facial maupun lingual, namun lesi ini lebih dominan timbul pada permukaan yang facial maupun lingual, namun lesi ini lebih dominan timbul pada permukaan yang menghadap bibir dan pipi daripada lidah. Kavitas ini bisa mengenai sementum selain menghadap bibir dan pipi daripada lidah. Kavitas ini bisa mengenai sementum selain email.

email.

-- Klas VI : tipe kavitas ini terjadi pada ujung tonjol Gigi posterior dan edge insisal gigiKlas VI : tipe kavitas ini terjadi pada ujung tonjol Gigi posterior dan edge insisal gigi insisivus. Pembentukan yang tidak sempurna pada ujung tonjol atau edge insisal insisivus. Pembentukan yang tidak sempurna pada ujung tonjol atau edge insisal seringkali membuat daerah rentan terhadap karies. Karies Klas VI sebenarnya bukan seringkali membuat daerah rentan terhadap karies. Karies Klas VI sebenarnya bukan diidentifikasi oleh Dr.Black, tetapi pada daerah geografis tertentu ditambahkan diidentifikasi oleh Dr.Black, tetapi pada daerah geografis tertentu ditambahkan sehingga menjadi bagian dari system klasifikasinya (Lloyd Baum

sehingga menjadi bagian dari system klasifikasinya (Lloyd Baum dkk,1997: 49-51).dkk,1997: 49-51).

2.

(16)
(17)

a.

a. Karies Primer, yaitu karies yang terjadi pada lokasi yang belum pernah terkenaKaries Primer, yaitu karies yang terjadi pada lokasi yang belum pernah terkena riwayat karies sebelumnya.

riwayat karies sebelumnya.  b.

 b. Karies Sekunder, yaitu karies yang rekuren artinya karies yang timbul pada lokasiKaries Sekunder, yaitu karies yang rekuren artinya karies yang timbul pada lokasi yang telah memiliki riwayat karies sebelumnya, biasanya karies ini ditemukan pada yang telah memiliki riwayat karies sebelumnya, biasanya karies ini ditemukan pada tepi tambalan.

tepi tambalan.

3.

3. Berdasarkan Tingkat ProgresifitasnyaBerdasarkan Tingkat Progresifitasnya a.

a. Karies Akut, yaitu karies yang berkembang dan memburuk dengan cepat. Misalnya:Karies Akut, yaitu karies yang berkembang dan memburuk dengan cepat. Misalnya: rampant karies, pasien xerostomia.

rampant karies, pasien xerostomia.  b.

 b. Karies Kronis, yaitu proses karies yang berjalan dengan lambat. Karies iniKaries Kronis, yaitu proses karies yang berjalan dengan lambat. Karies ini menunjukan warna kecoklatan sampai hitam.

menunjukan warna kecoklatan sampai hitam. c.

c. Karies terhenti, yaitu karies yang lesinya tidak berkembang lagi, karies ini bisaKaries terhenti, yaitu karies yang lesinya tidak berkembang lagi, karies ini bisa disebabkan oleh perubahan lingkungan.

disebabkan oleh perubahan lingkungan.

4.

4. Berdasarkan Tingkat KeparahannyaBerdasarkan Tingkat Keparahannya a.

a. Karies Ringan, yaitu jika serangan karies hanya pada gigi yang paling rentan, sepertiKaries Ringan, yaitu jika serangan karies hanya pada gigi yang paling rentan, seperti  pit dan fisure, sedangkan kedalamannya hanya mengenai lapisan email (iritasi pulpa).  pit dan fisure, sedangkan kedalamannya hanya mengenai lapisan email (iritasi pulpa).  b.

 b. Karies Sedang, yaitu jika serangan karies meliputi permukaan oklusal dan aproksimalKaries Sedang, yaitu jika serangan karies meliputi permukaan oklusal dan aproksimal gigi posterior. Kedalaman karies sudah mengenai lapisan d

gigi posterior. Kedalaman karies sudah mengenai lapisan d entin (hiperemi pulpa).entin (hiperemi pulpa). c.

c. Karies Berat/Parah, yaitu jika serangan karies juga meliputi gigi anterior yangKaries Berat/Parah, yaitu jika serangan karies juga meliputi gigi anterior yang  biasanya

 biasanya bebas bebas karies. karies. Kedalamannya Kedalamannya sudah sudah mengenai mengenai pulpa, pulpa, baik baik pulpa pulpa yangyang tertutup maupun pulpa yang terbuka (pulpitis dan gangren pulpa). Karies pada gigi tertutup maupun pulpa yang terbuka (pulpitis dan gangren pulpa). Karies pada gigi anterior dan posterior sudah meluas ke bagian pulpa.

anterior dan posterior sudah meluas ke bagian pulpa.

5.

5. Berdasarkan EtiologiBerdasarkan Etiologi

Berdasarkan etiologi maka ada 2 yang paling umum digunakan oleh para dokter  Berdasarkan etiologi maka ada 2 yang paling umum digunakan oleh para dokter  gigi, yaitu :

gigi, yaitu : a.

a. Karies botol bayi adalah karies yang ditemukan pada gigi susu anak kecil. KariesKaries botol bayi adalah karies yang ditemukan pada gigi susu anak kecil. Karies  botol

 botol bayi bayi disebabkan disebabkan glukosa/gula glukosa/gula yang yang terdapat terdapat pada pada botol botol susu susu yang yang terusterus menempel ketika bayi tertidur. Kebiasaan ini banyak dilakukan oleh orangtua karena menempel ketika bayi tertidur. Kebiasaan ini banyak dilakukan oleh orangtua karena tidak ingin repot dengan tangisan si anak. Padahal kebiasaan ini akan mengakibatkan tidak ingin repot dengan tangisan si anak. Padahal kebiasaan ini akan mengakibatkan

(18)
(19)

gula yang terdapat dalam susu akan berinteraksi dengan cepat untuk membentuk  gula yang terdapat dalam susu akan berinteraksi dengan cepat untuk membentuk  lubang gigi karena terpapar dalam waktu yang lama dengan mulut anak.

lubang gigi karena terpapar dalam waktu yang lama dengan mulut anak.  b.

 b. Karies rampan adalah karies yang berkembang secara drastis dan terjadi pada banyak Karies rampan adalah karies yang berkembang secara drastis dan terjadi pada banyak  gigi secara cepat pada orang dewasa. Karies rampan banyak terjadi pada pasien gigi secara cepat pada orang dewasa. Karies rampan banyak terjadi pada pasien dengan xerostomia(air ludah kurang), kebersihan mulut yang buruk, penggunaan dengan xerostomia(air ludah kurang), kebersihan mulut yang buruk, penggunaan methampetamin, radiasi berlebihan, dan konsumsi gula be

methampetamin, radiasi berlebihan, dan konsumsi gula be rlebihan.rlebihan.

6.

6. Berdasarkan Stadium Karies (dalamnya karies)Berdasarkan Stadium Karies (dalamnya karies)

a. Karies Superfisialis, di mana karies baru mengenai enamel saja, sedang dentin belum a. Karies Superfisialis, di mana karies baru mengenai enamel saja, sedang dentin belum

terkena. terkena.  b.

 b. Karies Media, Karies Media, di di mana mana karies sudah karies sudah mengenai mengenai dentin, dentin, tetapi belum tetapi belum melebihi setengahmelebihi setengah dentin.

dentin.

c. Karies Profunda, di mana karies sudah mengenai lebih dari setengah dentin dan c. Karies Profunda, di mana karies sudah mengenai lebih dari setengah dentin dan kadang-kadang sudah mengenai pulpa.

kadang-kadang sudah mengenai pulpa. Terbagi Terbagi :menjadi 3 stadium, y:menjadi 3 stadium, yaitu :aitu : 1. Stadium I belum terjadi radang

1. Stadium I belum terjadi radang 2. Stadium II sudah ada radang 2. Stadium II sudah ada radang

3. Stadium III sudah perforasi dan radang 3. Stadium III sudah perforasi dan radang

K.

K. superfisialis superfisialis K. K. Media Media K. K. ProfundaProfunda

7.

7. Berdasarkan Keparahan atau Kecepatan Berkembangnya :Berdasarkan Keparahan atau Kecepatan Berkembangnya : a. Karies Ringan

a. Karies Ringan

Kasusnya disebut ringan jika serangan karies hanya pada gigi yang paling rentan seperti Kasusnya disebut ringan jika serangan karies hanya pada gigi yang paling rentan seperti  pit

(20)
(21)

dari gigi molar) dan fisure (suatu celah yang dalam dan memanjang pada permukaan dari gigi molar) dan fisure (suatu celah yang dalam dan memanjang pada permukaan gigi) sedangkan kedalaman kariesnya hanya mengenai lapisan email (iritasi pulpa).

gigi) sedangkan kedalaman kariesnya hanya mengenai lapisan email (iritasi pulpa).  b. Karies Sedang

 b. Karies Sedang

Kasusnya dikatakan sedang jika serangan karies meliputi permukaan oklusal dan Kasusnya dikatakan sedang jika serangan karies meliputi permukaan oklusal dan aproksimal gigi posterior. Kedalaman karies sudah mengenai lapisan dentin (hiperemi aproksimal gigi posterior. Kedalaman karies sudah mengenai lapisan dentin (hiperemi  pulpa).

 pulpa).

c. Karies Berat/Parah c. Karies Berat/Parah

Kasusnya dikatakan berat jika serangan juga meliputi gigi anterior yang biasanya bebas Kasusnya dikatakan berat jika serangan juga meliputi gigi anterior yang biasanya bebas karies. Kedalaman karies sudah mengenai pulpa, baik pulpa tertutup maupun pulpa karies. Kedalaman karies sudah mengenai pulpa, baik pulpa tertutup maupun pulpa terbuka (pulpitis dan gangren pulpa). Karies pada gigi anterior dan posterior sudah terbuka (pulpitis dan gangren pulpa). Karies pada gigi anterior dan posterior sudah meluas ke bagian pulpa.

meluas ke bagian pulpa.

8.

8. Berdasarkan jumlah Permukaan yangBerdasarkan jumlah Permukaan yang Terkena :

Terkena :

•• Simple Simple : : 1 1 permukaan permukaan gigigigi

•• Compound Compound : : 2 2 permukaan permukaan gigigigi •• Complex Complex : > : > 2 permukaan 2 permukaan gigigigi

3.

3. Mekanisme Mekanisme KariesKaries 1.

1. EARLY ENAMEL LESIONEARLY ENAMEL LESION

Awal dari proses demineralisasi, tanda-tandanya: Awal dari proses demineralisasi, tanda-tandanya:

•• Email berwarna “Chalky White” dari warna translusennyaEmail berwarna “Chalky White” dari warna translusennya •• Permukaan email menjadi rapuhPermukaan email menjadi rapuh

•• Meningkatnya porositasMeningkatnya porositas

•• Berkurangnya kepadatan emailBerkurangnya kepadatan email 2.

2. The Advancing Coronal LesionThe Advancing Coronal Lesion

•• Permukaan email rapuh dan berlubang (kavitas)Permukaan email rapuh dan berlubang (kavitas)

•• Proses remineralisasi semakin sulit dilakukan (penumpukan bakteri oleh plak Proses remineralisasi semakin sulit dilakukan (penumpukan bakteri oleh plak  meningkat dan asam dari makanan)

meningkat dan asam dari makanan)

(22)
(23)

•• Peningkatan mineralisasi sebagai pertahanan dari pulpaPeningkatan mineralisasi sebagai pertahanan dari pulpa 3.

3. The Slowly Progression LesionThe Slowly Progression Lesion

•• Lesi dan kavitas semakin besar (email dan Lesi dan kavitas semakin besar (email dan dentin semakin rapuh)dentin semakin rapuh) 4.

4. The Rampant LesionThe Rampant Lesion

•• Karies semakin luas, dasar dentin lunak Karies semakin luas, dasar dentin lunak 

•• Pulpa dalam keadaan bahaya ok proses remineralisasi dapat mengurangiPulpa dalam keadaan bahaya ok proses remineralisasi dapat mengurangi  permeabilitas tubulus

 permeabilitas tubulus

REAKSI PERTAHANAN DENTIN-PULPA REAKSI PERTAHANAN DENTIN-PULPA a.

a. SKLEROSIS TUBULER di dalam dentin adalah suatu proses dimana mineralSKLEROSIS TUBULER di dalam dentin adalah suatu proses dimana mineral diletakkan dalam lumen tubulus dentin (sebagai eksistensi mekanisme normal dari diletakkan dalam lumen tubulus dentin (sebagai eksistensi mekanisme normal dari  pembentukan DENTIN PERITUBULER)

 pembentukan DENTIN PERITUBULER) Merupakan

Merupakan suatu suatu pelindungpelindung  menurunkan permeabilitas jaringanmenurunkan permeabilitas jaringan  mencegahmencegah  penetrasi asam dan toksin bakteri

 penetrasi asam dan toksin bakteri  b.

 b. DENTIN REAKSIONER DENTIN REAKSIONER 

Dentin reaksioner atau dentin reparatif adalah suatu lapisan dentin yang terbentuk di Dentin reaksioner atau dentin reparatif adalah suatu lapisan dentin yang terbentuk di antara dentin dan pulpa, sebagai reaksi terhadap rangsang yg terjadi di daerah perifer. antara dentin dan pulpa, sebagai reaksi terhadap rangsang yg terjadi di daerah perifer. Penyebaran dentin reparatif terbatas di daerah di bawah rangsang. Bedakan dengan : Penyebaran dentin reparatif terbatas di daerah di bawah rangsang. Bedakan dengan : •• Dentin primer : terbentuk selama erupsi gigiDentin primer : terbentuk selama erupsi gigi

•• Dentin sekunder : terbentuk selama hidupDentin sekunder : terbentuk selama hidup

Dentin reaksioner tidak akan terbentuk jika suplai darah ke dalam pulpa tidak  Dentin reaksioner tidak akan terbentuk jika suplai darah ke dalam pulpa tidak  mencukupi. Pada keadaan dentin karies dekat dengan pulpa dapat ditanggulangi mencukupi. Pada keadaan dentin karies dekat dengan pulpa dapat ditanggulangi dengan peletakan bahan pelindung pulpa (bahan pelapik/sub base) yang mempunyai dengan peletakan bahan pelindung pulpa (bahan pelapik/sub base) yang mempunyai  pH tinggi

 pH tinggimerangsang terbentuknya DENTIN REPARATIFmerangsang terbentuknya DENTIN REPARATIF c.

c. INFLAMASI (Peradangan pulpa)INFLAMASI (Peradangan pulpa)

Merupakan reaksi jaringan ikar vaskuler yg sangat penting terhadap cedera Merupakan reaksi jaringan ikar vaskuler yg sangat penting terhadap cedera •• Rangsang ringanRangsang ringaninflamasi kronisinflamasi kronis

Komponen seluler tampak pada inflamasi kronis (sel-sel limfosit, sel plasma, Komponen seluler tampak pada inflamasi kronis (sel-sel limfosit, sel plasma, monosit, makrofag) mungkin terjadi peningkatan produksi kolagen

monosit, makrofag) mungkin terjadi peningkatan produksi kolagen  terjadinyaterjadinya fibrosis. Inflamasi kronis

fibrosis. Inflamasi kronis tidak akan membahayakan vitalitas pulpatidak akan membahayakan vitalitas pulpa •• Rangsang beratRangsang beratinflamasi akutinflamasi akut

(24)
(25)

Banyak terjadi perubahan vaskuler (dilatasi pembuluh darah dan eksudat). Pada Banyak terjadi perubahan vaskuler (dilatasi pembuluh darah dan eksudat). Pada inflamasi akut dapat terjadi kematian pulpa

inflamasi akut dapat terjadi kematian pulpa inflamasi ke jaringan periapikalinflamasi ke jaringan periapikal (periodontitis apikalis dapat akut atau kronis).

(periodontitis apikalis dapat akut atau kronis). 4.

4. Deteksi Deteksi KariesKaries

Penegakan diagnosis karies secara dini sangat penting, karena karies bukan hanya suatu proses Penegakan diagnosis karies secara dini sangat penting, karena karies bukan hanya suatu proses demineralisasi saja, tapi proses desturksi & reparasi yang silih berganti. Makin awal karies dapat demineralisasi saja, tapi proses desturksi & reparasi yang silih berganti. Makin awal karies dapat didiagnosis, makin baik hasilnya karena lesi yang masih kecil akan remineralisasi dengan lebih didiagnosis, makin baik hasilnya karena lesi yang masih kecil akan remineralisasi dengan lebih mudah diband dengan lesi lebih besar.

mudah diband dengan lesi lebih besar.

 Perlu pencahayaan yang baik & gigi harus kering & bersihPerlu pencahayaan yang baik & gigi harus kering & bersih 

 Lakukan isolasi agar gigi-gigi tidak terkena salivaLakukan isolasi agar gigi-gigi tidak terkena saliva 

 Gunakan ketajaman mata untuk mencari tanda awal karies, bila perlu dibantu dengan alatGunakan ketajaman mata untuk mencari tanda awal karies, bila perlu dibantu dengan alat  pembesar, mis: kaca mulut

 pembesar, mis: kaca mulut

 Sonde tajam, utk mendeteksi karies di email,untuk merasakan kekasaran karena adanyaSonde tajam, utk mendeteksi karies di email,untuk merasakan kekasaran karena adanya kavitas dini pada permukaan. halus atau dengan adanya sangkutan ujung sonde pada fisur  kavitas dini pada permukaan. halus atau dengan adanya sangkutan ujung sonde pada fisur  yang melunak .

yang melunak .

Cara mendeteksi karies gigi dapat di lakukan dengan 2 cara yaitu : Cara mendeteksi karies gigi dapat di lakukan dengan 2 cara yaitu :

 Secar subjektif Secar subjektif  dengan melakukan amnanesa dengan pasien tersebutdengan melakukan amnanesa dengan pasien tersebut 

 Secara objectif Secara objectif visual : visual : - - Ditandai dengan adanyDitandai dengan adanya bercak putiha bercak putih

Pada permukaan halus bisa dilihat dengan mata Pada permukaan halus bisa dilihat dengan mata Berwarna kuning atau coklat

Berwarna kuning atau coklat 

transluminasi transluminasi : : - - Terlihat Terlihat sebagai sebagai bayangan hitambayangan hitam 

spektra : - spektra : - bekerja di permukaan gigi, kalau giginya sehat bekerja di permukaan gigi, kalau giginya sehat warna biruwarna biru sedangkan kalau giginya ada bakteri warnanya merah. sedangkan kalau giginya ada bakteri warnanya merah. -- Tidak menginfaksi seperti sondeTidak menginfaksi seperti sonde

teknik radiografi teknik radiografi : - : - bitewing, perapikal, bitewing, perapikal, panoramicpanoramic

5.

5. Pencegahan Pencegahan KariesKaries 5.1

5.1 Pencegahan Pencegahan Primer Primer  Hal ini ditandai dengan: Hal ini ditandai dengan: a. Upaya meningkatkan kesehatan (

(26)
(27)

Upaya promosi kesehatan meliputi pengajaran tentang cara menyingkirkan plak yang efektif atau Upaya promosi kesehatan meliputi pengajaran tentang cara menyingkirkan plak yang efektif atau cara menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluor dan menggunakan benang gigi cara menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluor dan menggunakan benang gigi ((dental flossdental floss).).

 b. Memberikan perlindungan khusus (

 b. Memberikan perlindungan khusus ( spesific protection spesific protection))

Upaya perlindungan khusus yaitu untuk melindungi host dari serangan penyakit dengan Upaya perlindungan khusus yaitu untuk melindungi host dari serangan penyakit dengan membangun penghalang untuk melawan mikroorganisme. Aplikasi pit dan fisur silen merupakan membangun penghalang untuk melawan mikroorganisme. Aplikasi pit dan fisur silen merupakan upaya perlindungan khusus untuk mencegah karies.

upaya perlindungan khusus untuk mencegah karies. 5.2

5.2 Pencegahan Pencegahan Sekunder Sekunder 

Yaitu untuk menghambat atau mencegah penyakit agar tidak berkembang atau kambuh lagi. Yaitu untuk menghambat atau mencegah penyakit agar tidak berkembang atau kambuh lagi. Kegiatannya ditujukan pada diagnosa dini dan pengobatan yang tepat. Sebagai contoh Kegiatannya ditujukan pada diagnosa dini dan pengobatan yang tepat. Sebagai contoh melakukan penambalan pada gigi dengan lesi karies yang kecil dapat mencegah kehilangan melakukan penambalan pada gigi dengan lesi karies yang kecil dapat mencegah kehilangan struktur gigi yang luas.

struktur gigi yang luas. a. Diagnosa Dini

a. Diagnosa Dini

Penegakan diagnosis lesi karies secara dini makin menjadi hal yang sangat penting sejak disadari Penegakan diagnosis lesi karies secara dini makin menjadi hal yang sangat penting sejak disadari  bahwa

 bahwa karies karies bukan bukan hanya hanya suatu suatu proses proses demineralisasi demineralisasi saja saja melainkan melainkan proses proses destruksi destruksi dandan reparasi yang silih berganti. Penegakan diagnosis karies gigi memerlukan pencahayaan yang baik  reparasi yang silih berganti. Penegakan diagnosis karies gigi memerlukan pencahayaan yang baik  dan obyek (gigi) yang kering dan bersih. Jika terdapat banyak kalkulus atau plak, maka dan obyek (gigi) yang kering dan bersih. Jika terdapat banyak kalkulus atau plak, maka semuanya harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum mencoba menegakkan diagnosis dengan semuanya harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum mencoba menegakkan diagnosis dengan tepat. Setelah gigi sudah kering maka tiap kuadran gigi diisolasi dengan gulungan kapas agar  tepat. Setelah gigi sudah kering maka tiap kuadran gigi diisolasi dengan gulungan kapas agar   pembasahan

 pembasahan oleh oleh saliva saliva dapat dapat dicegah. dicegah. Gigi Gigi harus harus betul-betul betul-betul kering kering dan dan pengeringannyapengeringannya  biasanya deng

 biasanya dengan udara an udara yang disemprotkan yang disemprotkan perlahan-lahan. Untuk perlahan-lahan. Untuk menentukan menentukan tanda awal tanda awal karieskaries diperlukan penglihatan tajam. Biasanya pemeriksaan tanda awal karies diperlukan sonde yang diperlukan penglihatan tajam. Biasanya pemeriksaan tanda awal karies diperlukan sonde yang tajam sampai terasa menyangkut. Sebaiknya hal ini jangan dilakukan pada lesi karies yang masih tajam sampai terasa menyangkut. Sebaiknya hal ini jangan dilakukan pada lesi karies yang masih  baru mulai

 baru mulai karena sonde karena sonde tajam akan tajam akan merusak lesi merusak lesi karies yang karies yang masih baru masih baru mulai dan mulai dan sonde akansonde akan membawa bakteri ke dalam karies sehingga penyebaran karies akan semakin cepat.

membawa bakteri ke dalam karies sehingga penyebaran karies akan semakin cepat.  b. Tindakan

 b. Tindakan  b.1. Penambalan  b.1. Penambalan

Harus diketahui bahwa gigi yang sakit atau berlubang tidak dapat disembuhkan dengan Harus diketahui bahwa gigi yang sakit atau berlubang tidak dapat disembuhkan dengan sendirinya, dengan pemberian obat-obatan. Gigi tersebut hanya dapat diobati dan dikembalikan sendirinya, dengan pemberian obat-obatan. Gigi tersebut hanya dapat diobati dan dikembalikan ke fungsi pengunyahan semula dengan melakukan pemboran, yang pada akhirnya gigi tersebut ke fungsi pengunyahan semula dengan melakukan pemboran, yang pada akhirnya gigi tersebut akan ditambal. Dalam proses penambalan, hal yang pertama sekali dilakukan adalah akan ditambal. Dalam proses penambalan, hal yang pertama sekali dilakukan adalah

(28)
(29)

 pembersihan gigi yang karies

 pembersihan gigi yang karies yaitu dengan membuang jaringan yaitu dengan membuang jaringan gigi yang rusak dan gigi yang rusak dan jaringan gigijaringan gigi yang sehat di sekelilingnya, karena biasanya bakteri-bakteri penyebab karies telah masuk ke yang sehat di sekelilingnya, karena biasanya bakteri-bakteri penyebab karies telah masuk ke  bagian-bagian

 bagian-bagian gigi gigi yang yang lebih lebih dalam. dalam. Hal Hal ini ini dilakukan dilakukan sebagai sebagai upaya upaya untuk untuk meniadakanmeniadakan kemungkinan terjadinya infeksi ulang. Tambalan terbuat dari berbagai bahan yang dimasukkan kemungkinan terjadinya infeksi ulang. Tambalan terbuat dari berbagai bahan yang dimasukkan ke dalam gigi atau di sekeliling gigi. Umumnya bahan-bahan tambalan yang digunakan adalah ke dalam gigi atau di sekeliling gigi. Umumnya bahan-bahan tambalan yang digunakan adalah  perak

 perak amalgam, amalgam, resin resin komposit, komposit, semen semen ionomer ionomer kaca, kaca, emas emas tuang, tuang, porselen. porselen. Perak Perak amalgamamalgam merupakan tambalan yang paling banyak digunakan untuk gigi belakang, karena sangat kuat dan merupakan tambalan yang paling banyak digunakan untuk gigi belakang, karena sangat kuat dan warnanya tidak terlihat dari luar. Perak amalgam relatif tidak mahal dan bertahan sampai 14 warnanya tidak terlihat dari luar. Perak amalgam relatif tidak mahal dan bertahan sampai 14 tahun. Tambalan emas lebih mahal tetapi lebih kuat dan bisa digunakan pada karies yang sangat tahun. Tambalan emas lebih mahal tetapi lebih kuat dan bisa digunakan pada karies yang sangat  besar.

 besar. Campuran Campuran damar damar dan dan porselen porselen digunakan digunakan untuk untuk gigi gigi depan, depan, karena karena warnanya warnanya mendekatimendekati warna gigi, sehingga tidak terlalu tampak dari luar. Bahan ini lebih mahal dari pada perak  warna gigi, sehingga tidak terlalu tampak dari luar. Bahan ini lebih mahal dari pada perak  amalgam dan tidak tahan lama, terutama pada gigi belakang yang digunakan untuk mengunyah. amalgam dan tidak tahan lama, terutama pada gigi belakang yang digunakan untuk mengunyah. Kaca ionomer merupakan tambalan dengan warna yang sama dengan gigi. Bahan ini Kaca ionomer merupakan tambalan dengan warna yang sama dengan gigi. Bahan ini diformulasikan untuk melepaskan fluor, yang memberi keuntungan lebih pada orang-orang yang diformulasikan untuk melepaskan fluor, yang memberi keuntungan lebih pada orang-orang yang cenderung mengalami pembusukan pada garis gusi. Kaca ionomer juga digunakan untuk  cenderung mengalami pembusukan pada garis gusi. Kaca ionomer juga digunakan untuk  menggantikan daerah yang rusak karena penggosokan gigi yang berlebihan.

menggantikan daerah yang rusak karena penggosokan gigi yang berlebihan.  b.2. Pencabutan

 b.2. Pencabutan

Keadaan gigi yang sudah sedemikian rusak sehingga untuk penambalan sudah sukar dilakukan, Keadaan gigi yang sudah sedemikian rusak sehingga untuk penambalan sudah sukar dilakukan, maka tidak ada cara lain selain mencabut gigi yang telah rusak tersebut. Dalam proses maka tidak ada cara lain selain mencabut gigi yang telah rusak tersebut. Dalam proses  pencabutan

 pencabutan maka maka pasien pasien akan akan dibius, dibius, di di mana mana biasanya biasanya pembiusan pembiusan dilakukan dilakukan lokal lokal yaitu yaitu hanyahanya  pada

 pada gigi gigi yang yang dibius dibius saja saja yang yang mati mati rasa rasa dan dan pembiusan pembiusan pada pada setengah setengah rahang. rahang. Pembiusan Pembiusan iniini membuat pasien tidak merasakan sakit pada saat pencabutan dilakukan.

membuat pasien tidak merasakan sakit pada saat pencabutan dilakukan. 5.3

5.3 Pencegahan Pencegahan Tersier Tersier 

Adalah pelayanan yang ditujukan terhadap akhir dari patogenesis penyakit yang dilakukan untuk  Adalah pelayanan yang ditujukan terhadap akhir dari patogenesis penyakit yang dilakukan untuk  mencegah kehilangan fungsi, yang meliputi:

mencegah kehilangan fungsi, yang meliputi: a. Pembatasan Cacat (

a. Pembatasan Cacat ( Disability  Disability LimitationLimitation), merupakan tindakan pengobatan yang parah,), merupakan tindakan pengobatan yang parah, misalnya

misalnya pulp  pulp capping capping , pengobatan urat syaraf (perawatan saluran akar), pencabutan gigi dan, pengobatan urat syaraf (perawatan saluran akar), pencabutan gigi dan sebagainya.

sebagainya.  b.

 b. Rehabilitasi Rehabilitasi (( Rehabilitation), merupakan upaya pemulihan atau pengembalian fungsi dan Rehabilitation), merupakan upaya pemulihan atau pengembalian fungsi dan  bentuk sesuai dengan aslinya, misalnya pembuatan gigi tiruan (protesa).

(30)
(31)

6.

6. Gejala Gejala Klinis, Klinis, HPA, HPA, dan dan Radiografi Radiografi KariesKaries HISTOPATOLOGI

HISTOPATOLOGI

Perjalanan Histopatologi Karies Email Perjalanan Histopatologi Karies Email

Ada 4 fase dalam histopatologi karies email, yaitu:

Ada 4 fase dalam histopatologi karies email, yaitu:

1.

1. Zona Zona TranslusenTranslusen Ciri-ciri:

Ciri-ciri:

Zona translusen merupakan fase awal terjadinya kZona translusen merupakan fase awal terjadinya karies pada karies email.aries pada karies email. 

Pada zona ini telah terjadi demineralisasi pada struktur email, khususnya prisma email, yangPada zona ini telah terjadi demineralisasi pada struktur email, khususnya prisma email, yang mengakibatkan hidroksi apatit dalam prisma email mulai

mengakibatkan hidroksi apatit dalam prisma email mulai hilang.hilang.

Belum terdeteksi adanya karies.Belum terdeteksi adanya karies. 

Lebih porus dari email normal. Volume porus pada zona ini 1% sedangkan email normal 0,1%.Lebih porus dari email normal. Volume porus pada zona ini 1% sedangkan email normal 0,1%. 2.

2. Zona Zona GelapGelap Ciri-ciri: Ciri-ciri:

 Pada zona gelap demineralisasi terus terjadi. Meskipun demikian, pada zona ini terjadiPada zona gelap demineralisasi terus terjadi. Meskipun demikian, pada zona ini terjadi remineralisasi untuk mengisi bagian prisma email yang sudah kehilangan kristal hidroksi remineralisasi untuk mengisi bagian prisma email yang sudah kehilangan kristal hidroksi apatitnya sehingga akan mengimbangi demineralisasi yang terjadi.

apatitnya sehingga akan mengimbangi demineralisasi yang terjadi.

 Lebih porus dari zona translusen, berkisar 2-4%. Ukuran pori bervariasi, sebagai dampak Lebih porus dari zona translusen, berkisar 2-4%. Ukuran pori bervariasi, sebagai dampak  demineralisasi (pori besar) dan remineralisasi (pori kecil).

demineralisasi (pori besar) dan remineralisasi (pori kecil).

 Pada pori kecil ini terperangkapnya udara, sehingga tampak lebih gelap.Pada pori kecil ini terperangkapnya udara, sehingga tampak lebih gelap. 3.

3. Zona Zona Badan LBadan Lesiesi Ciri-ciri:

Ciri-ciri:

 Zona ini terletak diatas zona gelap.Zona ini terletak diatas zona gelap. 

 Porus yang terbentuk semakin besar, berkisar 5% di permukaan tepi dan 25% di bagianPorus yang terbentuk semakin besar, berkisar 5% di permukaan tepi dan 25% di bagian tengah.

tengah.

 Demineralisasi > Remineralisasi.Demineralisasi > Remineralisasi. 

 Mulai ada invasi bakteri.Mulai ada invasi bakteri. 

 Garis retzius terlihat jelas.Garis retzius terlihat jelas. 4.

4. Zona Zona PermukaanPermukaan Ciri-ciri:

Ciri-ciri:

(32)
(33)

 Dinding permukaan seolah utuh, padahal sebenarnya di bagian dalam sudah terbentuk Dinding permukaan seolah utuh, padahal sebenarnya di bagian dalam sudah terbentuk  rongga kosong. Hal ini disebabkan oleh tingkat remineralisasi pada permukaannya sangat rongga kosong. Hal ini disebabkan oleh tingkat remineralisasi pada permukaannya sangat tinggi karena terpapar langsung oleh saliva sehingga

tinggi karena terpapar langsung oleh saliva sehingga gigi tampak masih utuh.gigi tampak masih utuh. 

 Meskipun dinding permukaan tampak utuh, namun sebenarnya dinding ini merupakanMeskipun dinding permukaan tampak utuh, namun sebenarnya dinding ini merupakan struktur organik dari gigi yang mengalami remineralisasi sehingga sewaktu-waktu dapat struktur organik dari gigi yang mengalami remineralisasi sehingga sewaktu-waktu dapat hancur dan terbentuklah karies.

hancur dan terbentuklah karies. Karies Dentin

Karies Dentin Ada 5 zona yan

Ada 5 zona yang terbentuk selama terjadinya karies dentin, yaitu:g terbentuk selama terjadinya karies dentin, yaitu: 1.

1. Zona Dentin Reaktif Zona Dentin Reaktif 

Zona dentin reaktif mrpkn suatu zona yang tbtk diantara dentin dan pulpa, berfungsi sbg suatu Zona dentin reaktif mrpkn suatu zona yang tbtk diantara dentin dan pulpa, berfungsi sbg suatu reaksi pertahanan thdp rangsangan yang terjadi di daerah perifer. Pada zona ini, sudah mulai tbtk  reaksi pertahanan thdp rangsangan yang terjadi di daerah perifer. Pada zona ini, sudah mulai tbtk  sistem pertahanan nonspesifik dari pulpa yang teraktivasi u/ menghambat kerusakan sehingga sistem pertahanan nonspesifik dari pulpa yang teraktivasi u/ menghambat kerusakan sehingga tidak berlanjut ke pulpa.

tidak berlanjut ke pulpa. 2.

2. Zona Zona Sklerotik Sklerotik 

Zona sklerosis merupakan suatu pelindung yang terbentuk apabila rangsangan sudah Zona sklerosis merupakan suatu pelindung yang terbentuk apabila rangsangan sudah mencapai dentin untuk melindungi pulpa. Pada zona ini terjadi suatu proses peletakan mineral ke mencapai dentin untuk melindungi pulpa. Pada zona ini terjadi suatu proses peletakan mineral ke dalam lumen tubulus dentin dan biasa dianggap sebagai mekanisme normal dari pembentukan dalam lumen tubulus dentin dan biasa dianggap sebagai mekanisme normal dari pembentukan dentin peritubuler. Peletakan mineral ini membuat berkurangnya daya permeabilitas jaringan, dentin peritubuler. Peletakan mineral ini membuat berkurangnya daya permeabilitas jaringan, sehingga dapat mencegah penetrasi asam dan toksin-toksin bakteri.

sehingga dapat mencegah penetrasi asam dan toksin-toksin bakteri.

Zona ini disebut juga zona translusen. Namun maksud translusen disini adalah terjadinya Zona ini disebut juga zona translusen. Namun maksud translusen disini adalah terjadinya  peningkatan

 peningkatan kandungan kandungan mineral pada mineral pada tubulus detubulus dentin, tidak ntin, tidak sama seperti sama seperti yang yang terjadi terjadi pada pada emailemail dimana zona translusen disebabkan oleh adanya penurunan kadar mineral dalam email.

dimana zona translusen disebabkan oleh adanya penurunan kadar mineral dalam email. 3. Zona Demineralisasi

3. Zona Demineralisasi

Sesuai dengan namanya, pada zona ini terjadi demineralisasi sehingga mineral yang ada Sesuai dengan namanya, pada zona ini terjadi demineralisasi sehingga mineral yang ada  pada dentin semakin berkurang. Namun, pada zona ini belum dimasuki oleh bakteri.

 pada dentin semakin berkurang. Namun, pada zona ini belum dimasuki oleh bakteri. 4. Zona Invasi Bakteri

4. Zona Invasi Bakteri

Sudah semakin banyak mineral pada dentin yang hilang, sehingga materi organiknya pun Sudah semakin banyak mineral pada dentin yang hilang, sehingga materi organiknya pun sudah terlarut. Bakteri sudah masuk ke dalam tubu

sudah terlarut. Bakteri sudah masuk ke dalam tubuli dentin.li dentin. 5.

(34)
(35)

Zona destruksi atau zona nekrosis merupakan suatu zona dimana dentin sudah Zona destruksi atau zona nekrosis merupakan suatu zona dimana dentin sudah dihancurkan oleh bakteri. Materi organik sudah semakin banyak yang hilang dan mulai terlihat dihancurkan oleh bakteri. Materi organik sudah semakin banyak yang hilang dan mulai terlihat adanya kavitas pada dentin.

adanya kavitas pada dentin.

RADIOGRAFI KARIES RADIOGRAFI KARIES a.

a. Pemeriksaan radiografiPemeriksaan radiografi

Pemeriksaan radiografi yang sering dilakukan adalah radiografi bitewing karena pemeriksaan ini Pemeriksaan radiografi yang sering dilakukan adalah radiografi bitewing karena pemeriksaan ini memperlihatkan daerah lesi karies yang cukup jelas. Pada film radiografi, lesi karies terlihat memperlihatkan daerah lesi karies yang cukup jelas. Pada film radiografi, lesi karies terlihat lebih radiolusen daripada email dan dentin.

lebih radiolusen daripada email dan dentin. 1.

1. Karies Karies pada pada pit pit dan dan fisurefisure

Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan bitewing. Gambaran yang dapat dilihat hanya Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan bitewing. Gambaran yang dapat dilihat hanya menunjukkan lesi pada daerah dentin, sedangkan pada email sangat halus sehingga tidak begitu menunjukkan lesi pada daerah dentin, sedangkan pada email sangat halus sehingga tidak begitu terlihat.

terlihat. 2.

2. Karies Karies pada pada permukaan permukaan aproksimalaproksimal

Pemeriksaan juga dilakukan dengan bitewing, gambaran yang ditunjukkan berupa daerah Pemeriksaan juga dilakukan dengan bitewing, gambaran yang ditunjukkan berupa daerah segitiga gelap di email. Gambaran radiografi ini juga dapat mendeteksi demineralisasi namun segitiga gelap di email. Gambaran radiografi ini juga dapat mendeteksi demineralisasi namun tidak dapat mendiagnosa kegiatan lesi. Karies pada permukaan akar aproksimal juga terlihat tidak dapat mendiagnosa kegiatan lesi. Karies pada permukaan akar aproksimal juga terlihat  pada radiografi bitewing.

 pada radiografi bitewing. 3.

3. Karies Karies sekunder sekunder 

Radiografi bitewing sangat penting dalam mendiagnosa karies sekunder yang biasanya terjadi Radiografi bitewing sangat penting dalam mendiagnosa karies sekunder yang biasanya terjadi  pada

 pada daerah daerah servikal servikal di di area area stagnasi stagnasi plak. plak. Oleh Oleh karena karena itu itu bahan bahan restorasi restorasi harus harus bersifatbersifat radiopak.

(36)
(37)

STEP 5

STEP 5

MAPPING

MAPPING

ETIOLOGI

ETIOLOGI

MEKANISME

MEKANISME

KARIES

KARIES

DETEKSI

DETEKSI

GAMBARAN RONTGENGAMBARAN RONTGEN GAMBARAN HPA GAMBARAN HPA GAMBARAN KLINIS GAMBARAN KLINIS

GEJALA KLINIS

GEJALA KLINIS

KLASIFIKASI

PENCEGAHAN

KLASIFIKASI

PENCEGAHAN

(38)
(39)

STEP 6

STEP 6

TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Etiologi Karies 2.1 Etiologi Karies

Karies merupakan suatu penyakit pada jaringan keras gigi, yaitu enamel, dentin, dan Karies merupakan suatu penyakit pada jaringan keras gigi, yaitu enamel, dentin, dan sementum yang disebabkan aktifitas bakteri flora mulut yang ada dalam suatu karbohidrat yang sementum yang disebabkan aktifitas bakteri flora mulut yang ada dalam suatu karbohidrat yang diragikan. Demineralisasi dimulai dari permukaan gigi dan akan berlanjut ke dalam lapisan gigi diragikan. Demineralisasi dimulai dari permukaan gigi dan akan berlanjut ke dalam lapisan gigi serta diikuti dengan kerusakan bahan organiknya. Hal ini akan menyebabkan terjadinya invasi serta diikuti dengan kerusakan bahan organiknya. Hal ini akan menyebabkan terjadinya invasi  bakteri

 bakteri dan dan kerusakan kerusakan pada pada jaringan jaringan pulpa pulpa serta serta penyebaran penyebaran infeksi infeksi ke ke jaringan jaringan periapikal periapikal dandan menimbulkan rasa nyeri.

menimbulkan rasa nyeri.

Karies terjadi bukan disebabkan karena suatu kejadian saja seperti penyakit menular  Karies terjadi bukan disebabkan karena suatu kejadian saja seperti penyakit menular  lainnya tetapi disebabkan serangkaian proses yang terjadi selama beberapa kurun waktu. Pada lainnya tetapi disebabkan serangkaian proses yang terjadi selama beberapa kurun waktu. Pada tahun 1960-an oleh Keyes dan Jordan menyatakan bahwa karies merupakan suatu penyakit tahun 1960-an oleh Keyes dan Jordan menyatakan bahwa karies merupakan suatu penyakit multifaktorial 

multifaktorial yaitu adanya beberapa faktor yang menjadi penyebab terbentuknya karies.10 Adayaitu adanya beberapa faktor yang menjadi penyebab terbentuknya karies.10 Ada tiga faktor utama yang memegang peranan yaitu faktor host atau tuan rumah, agen atau tiga faktor utama yang memegang peranan yaitu faktor host atau tuan rumah, agen atau mikroorganisme, substrat atau diet, dan ditambah faktor waktu.

mikroorganisme, substrat atau diet, dan ditambah faktor waktu.

2.1.1 Host 2.1.1 Host

Enamel merupakan jaringan keras gigi dengan susunan kimia kompleks yang Enamel merupakan jaringan keras gigi dengan susunan kimia kompleks yang mengandung 97% mineral (kalsium, fosfat, karbonat, fluor), air 1% dan bahan organik 2%. mengandung 97% mineral (kalsium, fosfat, karbonat, fluor), air 1% dan bahan organik 2%. Lapisan luar enamel mengalami mineralisasi yang lebih sempurna dan mengandung banyak  Lapisan luar enamel mengalami mineralisasi yang lebih sempurna dan mengandung banyak  fluor, fosfat, dan sedikit karbonat dan air. Kepadatan kristal enamel sangat menentukan kelarutan fluor, fosfat, dan sedikit karbonat dan air. Kepadatan kristal enamel sangat menentukan kelarutan enamel. Semakin banyak enamel mengandung mineral maka kristal enamel padat dan enamel enamel. Semakin banyak enamel mengandung mineral maka kristal enamel padat dan enamel akan semakin resisten. Gigi desidui lebih mudah terserang karies dibandingkan dengan gigi akan semakin resisten. Gigi desidui lebih mudah terserang karies dibandingkan dengan gigi  permanen,

 permanen, karena karena enamel enamel gigi gigi desidui desidui mengandung mengandung lebih lebih banyak banyak bahan bahan organik organik dan dan air air  sedangkan jumlah mineralnya lebih sedikit daripada

sedangkan jumlah mineralnya lebih sedikit daripada gigi permanen.gigi permanen.

2.1.2 Mikroorganisme 2.1.2 Mikroorganisme

Plak memegang peranan penting dalam menyebabkan terjadinya karies. Plak merupakan Plak memegang peranan penting dalam menyebabkan terjadinya karies. Plak merupakan suatu lapisan lunak yang terdiri atas kumpulan mikroorganisme yang berkembang biak di atas suatu lapisan lunak yang terdiri atas kumpulan mikroorganisme yang berkembang biak di atas suatu matriks yang terbentuk dan melekat erat pada permukaan gigi yang tidak dibersihkan. suatu matriks yang terbentuk dan melekat erat pada permukaan gigi yang tidak dibersihkan. Proses terjadinya kerusakan pada jaringan keras gigi melalui suatu reaksi kimiawi oleh bakteri, Proses terjadinya kerusakan pada jaringan keras gigi melalui suatu reaksi kimiawi oleh bakteri,

(40)
(41)

dimulai dengan proses kerusakan bagian anorganik, kemudian berlanjut pada bagian organik. dimulai dengan proses kerusakan bagian anorganik, kemudian berlanjut pada bagian organik. Bakteri berperan penting pada proses terjadinya karies gigi, karena tanpa adanya bakteri maka Bakteri berperan penting pada proses terjadinya karies gigi, karena tanpa adanya bakteri maka karies gigi tidak dapat terjadi.

karies gigi tidak dapat terjadi.

Terdapat berbagai spesies bakteri yang berkoloni di dalam rongga mulut untuk  Terdapat berbagai spesies bakteri yang berkoloni di dalam rongga mulut untuk  menghasilkan asam sehingga terjadi proses demineralisasi pada jaringan keras gigi. Salah satu menghasilkan asam sehingga terjadi proses demineralisasi pada jaringan keras gigi. Salah satu spesies bakteri yang dominan di dalam mulut yaitu

spesies bakteri yang dominan di dalam mulut yaitu S.mutans.S.mutans. Telah banyak penelitian yangTelah banyak penelitian yang membuktikan adanya korelasi positif antara jumlah bakteri

membuktikan adanya korelasi positif antara jumlah bakteri S. mutansS. mutans pada  pada plak plak gigi gigi dengandengan  prevalensi karies gigi.

 prevalensi karies gigi.

2.1.3 Substrat atau Diet 2.1.3 Substrat atau Diet

Faktor substrat atau diet dapat mempengaruhi pembentukan plak karena membantu Faktor substrat atau diet dapat mempengaruhi pembentukan plak karena membantu  perkembangbiakan

 perkembangbiakan dan dan kolonisasi kolonisasi mikroorganisme mikroorganisme yang yang ada ada pada pada permukaan permukaan enamel. enamel. HasilHasil  penelitian menunjukkan

 penelitian menunjukkan bahwa orang bahwa orang yang banyang banyak mengkonsumsi yak mengkonsumsi karbohidrat terutama karbohidrat terutama sukrosasukrosa cenderung mengalami kerusakan pada gigi, sebaliknya pada orang dengan diet yang banyak  cenderung mengalami kerusakan pada gigi, sebaliknya pada orang dengan diet yang banyak  mengandung lemak dan protein hanya sedikit atau sama sekali tidak mempunyai karies gigi.

mengandung lemak dan protein hanya sedikit atau sama sekali tidak mempunyai karies gigi.

2.1.4 Waktu 2.1.4 Waktu

Secara umum, karies dianggap sebagai penyakit kronis pada manusia yang berkembang Secara umum, karies dianggap sebagai penyakit kronis pada manusia yang berkembang dalam waktu beberapa bulan atau tahun. Lamanya waktu yang dibutuhkan karies untuk  dalam waktu beberapa bulan atau tahun. Lamanya waktu yang dibutuhkan karies untuk   berkembang menjadi suatu kavitas cukup bervariasi, diperkirakan 6-48 bulan

 berkembang menjadi suatu kavitas cukup bervariasi, diperkirakan 6-48 bulan

2.2

2.2 Klasifikasi KariesKlasifikasi Karies

Berdasarkan Stadium Karies (dalamnya karies)21 Berdasarkan Stadium Karies (dalamnya karies)21

a. Karies Superfisialis a. Karies Superfisialis

di mana karies baru mengenai enamel saja, sedang dentin belum terkena. di mana karies baru mengenai enamel saja, sedang dentin belum terkena.  b. Karies Media

 b. Karies Media

di mana karies sudah mengenai dentin, tetapi belum melebihi setengah dentin. di mana karies sudah mengenai dentin, tetapi belum melebihi setengah dentin. c. Karies Profunda

c. Karies Profunda

di mana karies sudah mengenai lebih dari setengah dentin dan kadang-kadang sudah di mana karies sudah mengenai lebih dari setengah dentin dan kadang-kadang sudah mengenai pulpa.

mengenai pulpa.

Berdasarkan Keparahan atau Kecepatan Berkembangnya Berdasarkan Keparahan atau Kecepatan Berkembangnya

(42)
(43)

a. Karies Ringan a. Karies Ringan

Kasusnya disebut ringan jika serangan karies hanya pada gigi yang paling rentan Kasusnya disebut ringan jika serangan karies hanya pada gigi yang paling rentan seperti pit (depresi yang kecil, besarnya seujung jarung yang terdapat pada permukaan seperti pit (depresi yang kecil, besarnya seujung jarung yang terdapat pada permukaan oklusal dari gigi molar) dan fisure (suatu celah yang dalam dan memanjang pada oklusal dari gigi molar) dan fisure (suatu celah yang dalam dan memanjang pada  permukaan

 permukaan gigi) gigi) sedangkan sedangkan kedalaman kedalaman kariesnya kariesnya hanya hanya mengenai mengenai lapisan lapisan email email (iritasi(iritasi  pulpa).

 pulpa).

 b. Karies Sedang  b. Karies Sedang

Kasusnya dikatakan sedang jika serangan karies meliputi permukaan oklusal dan Kasusnya dikatakan sedang jika serangan karies meliputi permukaan oklusal dan aproksimal gigi posterior. Kedalaman karies sudah mengenai lapisan dentin (hiperemi aproksimal gigi posterior. Kedalaman karies sudah mengenai lapisan dentin (hiperemi  pulpa).

 pulpa).

c. Karies Berat/Parah c. Karies Berat/Parah

Kasusnya dikatakan berat jika serangan juga meliputi gigi anterior yang biasanya Kasusnya dikatakan berat jika serangan juga meliputi gigi anterior yang biasanya  bebas karies. Kedalaman karies sudah

 bebas karies. Kedalaman karies sudah mengenai pulpa, baik mengenai pulpa, baik pulpa tertutup maupun pulpa tertutup maupun pulpapulpa terbuka (pulpitis dan gangren pulpa). Karies pada gigi anterior dan posterior sudah terbuka (pulpitis dan gangren pulpa). Karies pada gigi anterior dan posterior sudah meluas ke bagian pulpa.

meluas ke bagian pulpa.

Menurut Parkin dalam G.V. Black bahw

Menurut Parkin dalam G.V. Black bahwa klasifikasi karies gigi dapat dibagi atas 5, a klasifikasi karies gigi dapat dibagi atas 5, yaitu:yaitu: a.

a. Kelas I adalah Kelas I adalah karies yang mengenai karies yang mengenai permukaan oklusal gigi permukaan oklusal gigi posterior.posterior.  b.

 b. Kelas Kelas II II adalah adalah karies karies gigi gigi yang yang sudah sudah mengenai mengenai permukaan permukaan oklusal oklusal dan dan bagian bagian aproksimalaproksimal gigi posterior.

gigi posterior. c.

c. Kelas III Kelas III adalah karies yang adalah karies yang mengenai bagian aproksimal gigi mengenai bagian aproksimal gigi anterior.anterior.

d. Kelas IV adalah karies yang sudah mengenai bagian aproksimal dan meluas ke bagian insisal d. Kelas IV adalah karies yang sudah mengenai bagian aproksimal dan meluas ke bagian insisal gigi anterior.

gigi anterior.

e. Kelas V adalah karies yang

e. Kelas V adalah karies yang mengenai bagian servikal gigi anterior dan mengenai bagian servikal gigi anterior dan posterior.posterior.

2.3

2.3 Mekanisme KariesMekanisme Karies

Karies merupakan suatu penyakit pada jaringan keras gigi, yaitu enamel, dentin, dan Karies merupakan suatu penyakit pada jaringan keras gigi, yaitu enamel, dentin, dan sementum yang disebabkan aktifitas bakteri flora mulut yang ada dalam suatu karbohidrat yang sementum yang disebabkan aktifitas bakteri flora mulut yang ada dalam suatu karbohidrat yang diragikan (Mita Suci,2011). Dibutuhkan waktu minimum tertentu bagi plak dan karbohidrat yang diragikan (Mita Suci,2011). Dibutuhkan waktu minimum tertentu bagi plak dan karbohidrat yang menempel pada gigi untuk membentuk asam dan mampu mengakibatkan demineralisasi email. menempel pada gigi untuk membentuk asam dan mampu mengakibatkan demineralisasi email.

(44)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :