AKAR, TANAH DAN SERAPAN HARA AKAR, TANAH DAN SERAPAN HARA
MAKALAH MAKALAH Untuk memenuhi salah satu
Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Fistugas mata kuliah Fisiologi Tiologi Tumbuhanumbuhan yang dibimbing oleh
yang dibimbing oleh HaslindaYHaslindaYusti Agustina, S.Si. M.Pdusti Agustina, S.Si. M.Pd
Oleh Oleh Kelompok Kelompok
!ka
!ka Su"iatSu"iati i PP. . #$%&'$()&#$%&'$()&*(+*(+ M
Maakkuu- - ii//aall ##$$%%&&''$$(())&&((**++ T
Tiiaa00aattii ##$$%%&&''$$(())&&1111++
JURUSAN TADRIS BIOLOGI JURUSAN TADRIS BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG
Maret 2017 Maret 2017
KAT
KATA PEA PENGANNGANTTAR AR
Tiada kata yang pantas petama kali diu"apan selain u"apan syuku kepada Tiada kata yang pantas petama kali diu"apan selain u"apan syuku kepada A22AH S3T dengan u"apan Alhamdulillahiabil4aalamin yang mana kita telah A22AH S3T dengan u"apan Alhamdulillahiabil4aalamin yang mana kita telah dibei nikmat yang lua biasa. 5an dengan petun6uknya kita dapat menyelesaikan dibei nikmat yang lua biasa. 5an dengan petun6uknya kita dapat menyelesaikan makalah sesuai dengan 0aktunya. Shala0at seta salam tidak lupa kami u"apkan makalah sesuai dengan 0aktunya. Shala0at seta salam tidak lupa kami u"apkan kepada baginda nabi Muhammad SA3 seta paa keluaga, sahabat, tabi4in dan kepada baginda nabi Muhammad SA3 seta paa keluaga, sahabat, tabi4in dan paa pengikutnya. 5an dengan itu kita selalu menantikan
paa pengikutnya. 5an dengan itu kita selalu menantikan sya-a4atnya kelak di haisya-a4atnya kelak di hai pembalasan.
pembalasan.
5i kesempatan yang sangat baik ini kami menyusun sebuah makalah yang 5i kesempatan yang sangat baik ini kami menyusun sebuah makalah yang be6udul
be6udul 77AKAKARAR, , TTANANAH AH DADAN N SESERARAPPAN AN HAHARA”RA” SebeluSebelumnya kamimnya kami u"apkan teimakasih kepada8
u"apkan teimakasih kepada8 $.
$. ektoekto 9A9: T 9A9: Tulunulungagungagung 5g 5. Ma-tukh. Ma-tukhin, M.Ain, M.Ag yang telg yang telah membeah membeikanikan kesempatan kepada kami untuk bela6a di kampus te"inta ini.
kesempatan kepada kami untuk bela6a di kampus te"inta ini. .
. 5osen m5osen mata kuliah -isata kuliah -isiologiologi tumbuhi tumbuhan 9bu Haslinan 9bu HaslindaYdaYusti usti AgustiAgustina, S.Sina, S.Si.. M.
M.Pd Pd yayang ng tetelah lah memembmbeieikakan n kekepepe""ayayaaaan n kekepapada da kakami mi ununtutuk k menyusun sebuah makalah tentang aka, tanah dan seapan haa ini.
menyusun sebuah makalah tentang aka, tanah dan seapan haa ini. ).
). 5an tid5an tidak lupa 6ugak lupa 6uga kepada kepada a temteman;tan;temaeman yang ikun yang ikut membat membantu dalntu dalamam pembuatan makalah ini. 5engan amanat itu kami akan membeikan hasil pembuatan makalah ini. 5engan amanat itu kami akan membeikan hasil
yang tebaik untuk makalah ini. yang tebaik untuk makalah ini. Penyu
Penyusun sun menyamenyadai badai bah0a dh0a dalam pealam penyusunyusunan mnan makalah akalah ini mini masih banasih banyak yak keku
kekuanganangan. Oleh kaena itu, peny. Oleh kaena itu, penyusun usun sangat mensangat menghaapghaapkan kitik dan saankan kitik dan saan yang membangun dai semua pihak untuk menge<aluasi makalah ini. yang membangun dai semua pihak untuk menge<aluasi makalah ini. Penyusun behaap semoga makalah ini dapat beman-aat untuk semuanya.
Penyusun behaap semoga makalah ini dapat beman-aat untuk semuanya.
Tulun
Tulungagung, gagung, Maet Maet &$%&$%
Penyusun Penyusun
KAT
KATA PEA PENGANNGANTTAR AR
Tiada kata yang pantas petama kali diu"apan selain u"apan syuku kepada Tiada kata yang pantas petama kali diu"apan selain u"apan syuku kepada A22AH S3T dengan u"apan Alhamdulillahiabil4aalamin yang mana kita telah A22AH S3T dengan u"apan Alhamdulillahiabil4aalamin yang mana kita telah dibei nikmat yang lua biasa. 5an dengan petun6uknya kita dapat menyelesaikan dibei nikmat yang lua biasa. 5an dengan petun6uknya kita dapat menyelesaikan makalah sesuai dengan 0aktunya. Shala0at seta salam tidak lupa kami u"apkan makalah sesuai dengan 0aktunya. Shala0at seta salam tidak lupa kami u"apkan kepada baginda nabi Muhammad SA3 seta paa keluaga, sahabat, tabi4in dan kepada baginda nabi Muhammad SA3 seta paa keluaga, sahabat, tabi4in dan paa pengikutnya. 5an dengan itu kita selalu menantikan
paa pengikutnya. 5an dengan itu kita selalu menantikan sya-a4atnya kelak di haisya-a4atnya kelak di hai pembalasan.
pembalasan.
5i kesempatan yang sangat baik ini kami menyusun sebuah makalah yang 5i kesempatan yang sangat baik ini kami menyusun sebuah makalah yang be6udul
be6udul 77AKAKARAR, , TTANANAH AH DADAN N SESERARAPPAN AN HAHARA”RA” SebeluSebelumnya kamimnya kami u"apkan teimakasih kepada8
u"apkan teimakasih kepada8 $.
$. ektoekto 9A9: T 9A9: Tulunulungagungagung 5g 5. Ma-tukh. Ma-tukhin, M.Ain, M.Ag yang telg yang telah membeah membeikanikan kesempatan kepada kami untuk bela6a di kampus te"inta ini.
kesempatan kepada kami untuk bela6a di kampus te"inta ini. .
. 5osen m5osen mata kuliah -isata kuliah -isiologiologi tumbuhi tumbuhan 9bu Haslinan 9bu HaslindaYdaYusti usti AgustiAgustina, S.Sina, S.Si.. M.
M.Pd Pd yayang ng tetelah lah memembmbeieikakan n kekepepe""ayayaaaan n kekepapada da kakami mi ununtutuk k menyusun sebuah makalah tentang aka, tanah dan seapan haa ini.
menyusun sebuah makalah tentang aka, tanah dan seapan haa ini. ).
). 5an tid5an tidak lupa 6ugak lupa 6uga kepada kepada a temteman;tan;temaeman yang ikun yang ikut membat membantu dalntu dalamam pembuatan makalah ini. 5engan amanat itu kami akan membeikan hasil pembuatan makalah ini. 5engan amanat itu kami akan membeikan hasil
yang tebaik untuk makalah ini. yang tebaik untuk makalah ini. Penyu
Penyusun sun menyamenyadai badai bah0a dh0a dalam pealam penyusunyusunan mnan makalah akalah ini mini masih banasih banyak yak keku
kekuanganangan. Oleh kaena itu, peny. Oleh kaena itu, penyusun usun sangat mensangat menghaapghaapkan kitik dan saankan kitik dan saan yang membangun dai semua pihak untuk menge<aluasi makalah ini. yang membangun dai semua pihak untuk menge<aluasi makalah ini. Penyusun behaap semoga makalah ini dapat beman-aat untuk semuanya.
Penyusun behaap semoga makalah ini dapat beman-aat untuk semuanya.
Tulun
Tulungagung, gagung, Maet Maet &$%&$%
Penyusun Penyusun
DAFTAR ISI DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR! KATA PENGANTAR! DAFT
DAFTAR AR ISIISI !!!!
BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN11 A.
A. 2ata =elakang...2ata =elakang...$...$ =.
=. umusan Masalah..umusan Masalah...... >.
>. Tu6uTu6uan...an......
BAB
BAB II II PEMBAHASANPEMBAHASAN"" A.
A. Aka...Aka... )) =.
=. TTanah...anah... $&$& >.
>. Penyeapan Penyeapan Unsu Unsu Haa...Haa...$...$ 5.
5. Peanan Peanan dan dan ?e6ala ?e6ala 5e-isiensi Mineal...5e-isiensi Mineal... )()(
BAB III PENUTUP BAB III PENUTUP
Kesimpulan...
Kesimpulan...**...**
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
A
A LataLatar Be#ar Be#a$a%&$a%&
Penge"ualian untuk kabon dan oksigen, yang disediakan sebagai kabon Penge"ualian untuk kabon dan oksigen, yang disediakan sebagai kabon dioksida dai udaa, tanaman teestial umumnya mengambil unsu haa dai dioksida dai udaa, tanaman teestial umumnya mengambil unsu haa dai lautan tanah melalui sistem aka. Sistem aka tanaman yang pan6ang. Melalui lautan tanah melalui sistem aka. Sistem aka tanaman yang pan6ang. Melalui kombinasi aka pime, "abang sekunde dan tesie, dan ambut aka, sistem kombinasi aka pime, "abang sekunde dan tesie, dan ambut aka, sistem aka menembus <olume besa tanah untuk menambang nutisi yang dipelukan aka menembus <olume besa tanah untuk menambang nutisi yang dipelukan dan ai.
dan ai.
Tanah adalah media yang kompleks. 9ni tedii dai -ase padat yang meliputi Tanah adalah media yang kompleks. 9ni tedii dai -ase padat yang meliputi patikel
patikel mineal mineal yang yang beasal beasal dai dai induknya induknya batu batu ditambah ditambah bahan bahan oganik oganik dalam bebagai tahap dekomposisi, -ase "ai yang meliputi ai atau lautan dalam bebagai tahap dekomposisi, -ase "ai yang meliputi ai atau lautan ttananaahh, , ggaas s ddaallaam m kkeessetetiimmbbaannggaan n ddenenggaan n aattmmoos-s-ee, , ddaan n bbeebbaaggaaii mikooganisme. Fase padat, khususnya patikel mineal, adalah sumbe utama mikooganisme. Fase padat, khususnya patikel mineal, adalah sumbe utama uns
unsu u hahaa. a. 5al5alam am poposes ses pelpelapuapukankan, , bebebagbagai ai eleelemen men yanyang g dildilepaepaskaskan n keke dal
dalam am lalautautan n tantanah, ah, yanyang g kemkemudiudian an menmen6ad6adi i sumsumbe be lanlangsugsung ng dadai i nunutistisii untuk penyeapan oleh tanaman.
untuk penyeapan oleh tanaman.
2autan tanah sangat en"e #kandungan mineal total pada uutan $&
2autan tanah sangat en"e #kandungan mineal total pada uutan $&;);) M+M+
dan akan "epat men6adi habis oleh aka apabila tidak teus;meneus diisi ulang dan akan "epat men6adi habis oleh aka apabila tidak teus;meneus diisi ulang den
dengan gan dikdikelueluakakannannya ya dadai i unsunsu u -as-ase e padpadat. at. 5al5alam am salasalah h satu satu penpenelielitiatiann tehadap penyeapan -os-o, misalnya, dihitung bah0a kandungan -os-at dai tehadap penyeapan -os-o, misalnya, dihitung bah0a kandungan -os-at dai tanah dipebahaui pada ata;ata $& kali setiap hai. Ketesediaan unsu haa tanah dipebahaui pada ata;ata $& kali setiap hai. Ketesediaan unsu haa ti
tidadak k tetebbatatas as papada da si-si-atat;si;si-a-at t tatananah h ititu u sensendidiii. . AkAkses ses ke ke elelememen en lelebibihh ditingkatkan oleh petumbuhan teus;meneus dai sistem aka yang sangat ditingkatkan oleh petumbuhan teus;meneus dai sistem aka yang sangat dinamis dalam, daeah yang kaya nutisi bau didalam tanah
dinamis dalam, daeah yang kaya nutisi bau didalam tanah..$$
=edasakan pen6elasan diatas, dalam makalah ini penulis tetaik untuk =edasakan pen6elasan diatas, dalam makalah ini penulis tetaik untuk men6elaskan aka, tanah dan seapan haa.
men6elaskan aka, tanah dan seapan haa.
B
B R'(')R'(')a% Ma% Ma)a#a)a#a*a* $.
$. Apa yaApa yang dang dapat dippat dipahami tahami tentang entang aka@aka@ .
. Apa yaApa yang dang dapat dippat dipahami tahami tentang entang tanah@tanah@ ).
). =agaim=agaimana poana poses penses penyeapyeapan unsuan unsu haa@ haa@ *.
*. =agaim=agaimana peanana peanan dan gan dan ge6ala de-ie6ala de-isiensi misiensi mineal@neal@
1 1
=itto, 5. T, H. .
=itto, 5. T, H. . Kon/u"keKon/u"ke. &&1. . &&1. Futile "y"ling at Futile "y"ling at the plasmamembane8 A the plasmamembane8 A hallmak hallmak o- lo0 a-Bnity nutient
+ T''a%
$. Untuk memahami tentang aka . Untuk memahami tentang tanah
). Untuk memahami poses penyeapan unsu haa
BAB II PEMBAHASAN
A A$ar
a A%at-(! A$ar
Ai diseap tanaman melalui aka besama;sama dengan unsu;unsu haa yang telaut di dalamnya, kemudian diangkut ke bagian atas tanaman, teutama daun, melalui pembuluh Eilem. Pembuluh Eilem pada aka, batang, dan daun meupakan suatu sistem yang kontinu, behubungan satu
sama lain.
Untuk dapat diseap oleh tanaman, molekul;molekul ai haus beada di pemukaan aka. 5ai pemukaan aka ini ai #besama bahan;bahan yang telaut+ diangkut menu6u pembuluh Eilem. 2intasan pegeakan ai dai pemukaan aka menu6u pembuluh Eilem ini disebut lintasan adial pegeakan ai.
Untuk memahami lintasan adial pegeakan ai, diasakan pelu untuk mengulas kembali anatomi dan pekembangan aka. Posisi pembuluh Eilem umumnya bedampingan dengan pembuluh -loem. Pada 0aktu 6aingan aka bekembang, sel;sel antaa Eilem dan -loem membentuk kambium <askula yang menghasilkan 6aingan Eilem ke aah dalam dan membentuk 6aingan -loem ke aah lua.
ilem dan -loem dikelilingi oleh satu lapisan sel;sel yang hidup yang disebut peisikel. aingan <askula dan peisikel membentuk suatu tabung yang disebut stele. 5i sebelah lua stele tedapat sel;sel endodemis. Sel;sel endodemis ini pantas untuk mendapat pehatian khusus sehubungan dengan pegeakan ai pada lintasan adial, kaena pada bagian dinding adial dan tans<esalnya tedapat penebalan yang dipadati oleh subein yang dikenal sebagai Pita >aspaian. Subein besi-at sulit ditembus ai sebagaimana halnya dengan lignin dan kutin pada kutikula daun. =agian dinding tangensial #dinding bagian dalam dan lua yang se6a6a dengan pemukaan aka+ dai sel;sel endodemis umumnya tidak mengalami penebalan, sehingga masih bisa dile0ati ai.
Pada sebelah lua dai sel;sel endodemis tedapat bebeapa lapis sel;sel koteks yang beukuan elati- besa dan bedinding tipis. 5inding sel koteks ini besi-at sangat pemeabel, sehingga besa kemungkinan ai dai pemukaan aka begeak menu6u pembuluh Eilem melalui dinding sel;sel
koteks ini.
2apisan sel yang beada paling lua pada aka adalah sel;sel epidemis. Sel;sel ini umumnya bebentuk agak pipih. =ebeapa sel epidemis membentuk suatu ton6olan yang paling yang dikenal sebagai bulu aka. =ulu;bulu aka ini menyusup diantaa patikel;patikel tanah sehingga mempebesa luas pemukaan kontak antaa aka dengan tanah. Hal ini akan lebih mema"u penyeapan ai oleh aka kaena semakin banyak bagian matik tanah yang di6angkau oleh aka.
U6ung aka akan tumbuh teus di dalam tanah. Hal ini tentunya 6uga akan mempeluas pemukaan kontak antaa aka dan tanah, 6uga mempeluas 0ilayah pen6ela6ahan aka didalam tanah. Pada bagian u6ung aka tedapat tudung aka yang be-ungsi melindungi sel;sel meistematik pada bagian u6ung aka tesebut. 5alam poses petumbuhan aka, bagian tubuh yang usak akan diganti kembali oleh akti<itas pembelahan sel pada bagian maistematik.
Pada bagian maistematik ini sel;sel endodemis dan pembuluh belum masuk, sehingga 6aingan pembuluh seolah tebuka pada bagian u6ungnya. Ada dugaan bah0a ai masuk ke dalam pembuluh Eilem melalui bagian maistematik ini. Tetapi hasil studi dengan menggunakan /at pe0ana dan ai bemuatan adioakti- menun6ukkan bah0a masuknya ai melalui lintasan ini sangat ke"il posinya. Hal ini disebabkan kaena sel;sel pada bagian meistematik beukuan ke"il, tesusun padat dan dinding selnya sangat tipis sehingga tahan tehadap pegeakan ai men6adi sangat besa. Hasil studi ini 6uga menun6ukkan bah0a ai sebagian masuk melalui bulu aka atau sel;sel epidemis lainnya pada bagian aka yang masih muda tetapi pembuluh Eilemnya telah tebentuk. Pada bagian ini se"aa keseluuhan tahan tehadap pegeakan ai yang lebih endah.
Ga(.ar 1 A$ar Ta%a(a% D!$-t!# . K-%)e/ a/-/#a) a% )!(/#a)
Konsep dan istilah apoplas dan simplas petama dipekenalkan oleh !. Mun"h dai eman pada tahun $C)&. =eliau mengemukakan bah0a dinding sel dai keseluuhan bagian tanaman dan pembuluh Eilem dapat dianggap sebagai suatu sistem tunggal yang disebut sebagai apoplas. Pada dasanya bagian apoplas ini meupakan bagian yang mati dai tanaman. Ke"uali pada bagian Pita >aspaian pada sel;sel endodemis, ai #besama bahan yang
telaut didalamnya+ dapat begeak sepenuhnya pada bagian apoplas ini. =agian tanaman lainnya #selain dinding sel dan pembuluh+ meupakan bagian yang hidup dai tanaman. Mun"h menyebutnya sebagai bagian simplas. =agian ini meliputi sitoplasma sel besama oganel;oganel yang tedapat di dalamnya. =ebeapa ahli menganggap bah0a <akuola bukan meupakan bagian simplas. =agian simplas dalam 6aingan tanaman meupakan satu kesatuan, kaena sitoplasma sel saling behubungan satu sama lain dengan adanya "elah plasmodesmata pada dinding;dinding sel.
Uaian di atas mengisyaatkan bah0a ai besama bahan;bahan yang telaut didalamnya, temasuk unsu;unsu haa diangkut pada lintasan adial melalui dinding sel atau bagian apoplas ke"uali pada sel;sel endodemis dimana ai begeak melalui bagian simplas #masuk ke dalam sitoplasma sel+ kaena adanya Pita >aspaian yang tidak dapat ditembus ai.
Ga(.ar 2 Skema Lintasan Radial Pergerakan Air Pada Akar Pe%&a%&$'ta% a!r ! a#a( /e(.'#'* !#e(
Kalau dibayangkan 6aak <etikal yang haus ditempuh oleh ai dai peakaan tanaman di dalam tanah sampai ke daun tanaman pada posisi tetinggi, maka 6aak tesebut dapat men"apai $&& mete atau lebih. 5ata pada Guinness Book of World Record tahun $C') men"atat pohon tetinggi adalah pohon Redwood (Sequoia sempervirens) dengan ketinggian $$$,1 mete.
! "eori tekanan akar! Pada a0alnya, dipekiakan ai naik ke bagian atas tanaman kaena adanya tekanan dai aka. Hal ini didasakan atas -akta bah0a 6ika batang tanaman dipotong dan kemudian dihubungkan dengan selang manomete ai aksa, maka ai di dalam selang akan tedoong ke atas oleh tekanan yang beasal dai aka. Tetapi dai hasil pengukuan yang intensi- pada bebagai 6enis tanaman maka besanya tekanan tesebut umumnya tidak lebih dai &,$ MPa #mega pas"al+. Selain itu tekanan aka hanya teamati pada kondisi tanah yang beke"ukupan ai dan kelembaban udaa elati- tinggi, atau dengan
kata lain pada saat la6u tanspiasi sangat endah.
Pada kondisi tanah yang keing atau kelembaban udaa endah yakni pada saat la6u tanspiasi tinggi. Fenomena tekanan aka tidak telihat. Hal ini disebabkan kaena ai di dalam pembuluh Eilemnya tidak dalam keadaan meneima tekanan, tetapi sebaliknya sedang mengalami taikan #tension+. Selain itu ada bebeapa spesies tanaman temasuk 6enis 6enis pohon bedaun 6aum, ge6ala tekanan aka tidak te6adi pada kondisi tanah dan lingkungan yang bagaimanapun.
adi dapat disimpulkan bah0a tekanan aka adalah elati- endah dan tidak te6adi pada semua spesies tanaman dan 6uga hanya te6adi pada kondisi lingkungan yang menghambat la6u tanspiasi. 5engan demikian tekanan aka bukan meupakan mekanisme yang andal untuk men6elaskan pegeakan <etikal ai di dalam pembuluh Eilem. #! "eori kapilaritas! Kapilaitas meupakan ge6ala yang timbul akibat
inteaksi antaa pemukaan benda padat dengan benda "ai yang menyebabkan gangguan tehadap bentuk pemukaan "aian yang semula data. 5i dalam pipa yang ke"il, hal ini menyebabkan naiknya
pemukaan "aian. Hal ini disebabkan kaena "aian ditaik oleh dinding bagian dalam pipa oleh gaya adhesi. Se"aa <isual hal ini telihat dai bentuk pemukaan "aian #menis"us+ di dalam pipa. Tinggi pemukaan "aian yang di dalam pipa kapile sangat tegantung pada diamete pipa kapile tesebut.
$! "eori sel pemompa! Pada abad ke;$C diyakini bah0a pegeakan <etikal ai dai aka ke daun adalah kaena adanya peanan sel;sel khusus yang be-ungsi memompakan ai ke atas. Sel;sel ini dipekiakan beada pada setiap inte<al 6aak tetentu dan pada posisi yang beuutan se"aa suksesi-. Setiap sel pemompa betugas memompakan ai sampai pada posisi sel pemompa yang beada di atasnya. Hal ini belangsung se"aa kontinu dai aka sampai ke daun. Tetapi hasil ka6ian anatomis yang teliti gagal menemukan kebeadaan sel;sel pemompa ini.
Selain itu sekaang telah diketahui #bedasakan hasil penelitian dengan menggunakan ai bemuatan adioakti-+ bah0a pegeakan <etikal ai sebagian besa melalui bagian yang mati dai tanaman #pembuluh Eilem dan dinding sel+, melalui bagian sel;sel yang hidup. 5engan demikian teoi ini tidak dapat diteima untuk men6elaskan pegeakan <etikal ai di dalam tubuh tumbuhan.
%! "eori ko&esi! Ada tiga elemen dasa dai teoi kohesi untuk men6elaskan pegeakan <etikal ai dalam tubuh tumbuhan, yakni8 tenaga pendoong, hidasi pada lintasan yang dilalui dan gaya kohesi antaa molekul ai.
Tenaga pendoong untuk pegeakan ai adalah pebedaan potensi ai antaa satu tempat dengan tempat lainnya, dimana ai selalu begeak dai tempat dengan potensi ai tinggi ke tempat dengan potensi ai yang lebih endah. Untuk kasus pegeakan <etikal ai di dalam tubuh tumbuhan, maka haus dilihat bah0a ai begeak dai dalam tanah, melalui tubuh tumbuhan menu6u atmos-e. Potensi ai tanah haus lebih tinggi dai potensi ai udaa #atmos-e+ di sekita tumbuhan.
Pada kenyataannya potensi ai atmos-e hampi selalu lebih endah dai potensi ai tanah, ke"uali 6ika kelembaban elati- #H+ udaa
adalah $&&G. Sebagai "ontoh, pada suhu & >, 6ika H C'G, potensi ai udaa adalah ;,% MPa # "ukup untuk menahan kolom ai setinggi %% mete tehadap gaya ga<itasi+. Pada HC&G, potensi ai udaa adalah ;$*, MPa. Pada H(&G, potensi ai udaa adalah ;C),( MPa. Sedangkan potensi ai tanah pada kondisi yang tesedia bagi tumbuhan 6aang kuang dai ;$,( MPa, maka 6elas telihat bah0a pebedaan potensi ai tanah dengan potensi ai udaa se"aa umum
akan sangat besa sekali. Hai ini yang men6adi -akto pendoong pegeakan <etikal ai melalui pembuluh Eilem tumbuhan.
5inding pembuluh Eilem tesusun dai senya0a yang besi-at hido-ilik, yakni selulosa, hemiselulosa dan lignin. Molekul ai dapat teikat pada suatu pemukaan hido-ilik oleh tenaga hidasi dengan kekuatan antaa ;$&& MPa sampai ;)&& MPa. 5engan demikian ai yang sudah beada di dalam pembuluh Eilem tidak dapat tetaik kembali ke aka oleh gaya ga<itasi. Tetapi udaa yang keing dapat menaik ai tesebut, kaena 6ika H $G pada & > maka potensi ainya adalah ;1$ MPa. adi tenaga taikan udaa keing tesebut lebih tinggi #potensi ainya lebih negati-+ dai tenaga hidasi dinding pembuluh Eilem.
Antaa molekul ai tedapat gaya taik menaik yang disebut sebagai gaya kohesi. Ai didalam pembuluh Eilem seing beada dalam keadaan tetaik #tension+. Tenaga taikan ini disebabkan oleh poses tanspiasi yang belangsung, saapan ai se"aa osmotik oleh sel;sel hidup di sekita pembuluh Eilem dan tenaga hidasi dai dinding sel.
2yman =iggs pada tahun $C(& mempublikasikan hasil penelitiannya dalam mengu6i kekuatan gaya kohesi antaa molekul ai
dengan menggunakan pipa kapile yang u6ungnya di bengkokkan sehingga pipa membentuk huu- I. Pipa I ini kemudian diputa, sehingga gaya senti-ugal akan menaik untaian molekul ai yang beada dalam pipa tesebut. Untuk pipa kapile bediamete &,( mm, tenaga taikan sebesa ;,& MPa belum mampu untuk memutuskan untaian molekul ai didalam pipa. Ke6adian putus untaian molekul ai dalam pipa, tabung atau pembuluh disebut ka<itasi. Untuk pembuluh
Eilem yang bediamete &,&' mm dibutuhkan tenaga taikan yang 6auh lebih tinggi sebelum ka<itasi dapat te6adi.
Adanya tenaga taikan tehadap kolom ai di dalam pembuluh Eilem se"aa sedehana dapat dibuktikan dengan memotong tangkai daun atau batang tanaman. Ai yang pada a0alnya beada pada posisi muka potong akan tetaik men6auhi muka potong tesebut #tetaik ke dalam+. Ai tesebut dapat di kembalikan ke posisi asalnya dengan "aa menempatkan bagian tanaman yang dipotong tadi ke dalam suatu alat yang disebut sebagai pressure c&am'er atau pressure 'om'! =agian tempat potongan #misalnya tangkai daun tadi+ ditembuskan kelua dai alat ini. Kemudian tekanan di dalam pressure c&am'er ditingkatkan sampai ai yang tadi tetaik kedalam akan kembali kelua men"apai muka potong. =esanya tekanan yang dibutuhkan untuk mengembalikan posisi ai ini adalah sama dengan besanya tenaga taikan yang dialami oleh kolam ai di dalam pembuluh Eilem tesebut.
B Ta%a*
a Pe%&ert!a% ta%a*
Tanah meupakan bagian yang tidak tepisahkan dai kehidupan tumbuhan kaena tanah dapat meupakan media bagi tumbuhan yang hidup di atasnya, sumbe nutisi dan tempat melekatkan dii dengan akanya. Kondisi -isik tanah sangat penting bagi tumbuhan yang hidup di atasnya, dan -isik tanah ini sangat ditentukan oleh tekstu dan stuktu tanah. Tekstu tanah ditentukan oleh ukuan patikel;patikel yang membangun tanah tesebut yang bedasakan ukuannya dapat kita kelompokkan men6adi8 Patikel Ukuan diamete
Pasi ; &,& mm 5ebu #silt+ &,& ; &,&& mm 2iat #"lay+ J&,&& mm
2
=enyamin 2akitan, asardasar *isiologi "um'u&an, #akata8 PT. a6a ?a-indo Pesada, &&'+ hal.*);(
Ga(.ar " Te$)t'r ta%a*
>ampuan ketiga komponen patikel tanah tesebut dalam 6umlah atau peposi yang sama disebut tanah loam. Patikel;patikel tanah dapat bekumpul begabung men6adi bentuk;bentuk tetentu yang disebut stuktu
tanah. Stuktu tanah yang ini tegantung pada ma"am patikel yang membentuknya, dapat membentuk stuktu tanah lepas #"lump+, emah #"umb+ dan tanah beat #puddle atau hea<y "lay+.)
. K-(/-%e% ta%a*
Ada lima komponen yang dapat kita kategoikan sebagai komponen tanah yaitu8
! +ineral tana&! Mineal tanah beasal dai batuan;batuan induk, yang oleh bebagai ma"am poses mengalami penghan"uan sehingga men6adi patikel;patikel yang lebih ke"il. Penghan"uan batuan induk di alam dapat te6adi kaena iklim #peubahan panas dan dingin, hu6an, angin+, oleh akti<itas tumbuhan pioni #lumut keak atau li"hen+ atau kegiatan mekanik sepeti te6adinya gesekan;gesekan anta bantuan dan oleh adanya akti<itas manusia.
Mineal tanah dapat kita bagi men6adi pasi #kasa dan halus+, debu #silt+ dan loam. Tegantung pada tekstu tanah, kemampuan tanah untuk mengikat ai dapat bebeda. Makin halus patikel tanah akan makin kuat anak tesebut dalam kemampuan mengikat ainya.
#! ,rganik tana&! =ahan oganik didalam tanah beasal dai tumbuhan dan he0an;he0an yang telah mati, yang setelah mengalami penghan"uan dan pembusukan oleh seangga dan mikoba, komponen oganiknya akan
3
5a6at S., dan Abayah H. S., asardasar *isiologi "um'u&an, #=andung8 Fakultas Matemtika dan 9lmu Pengetahuan Alam 9nstitut Teknologi, $CC&+ hal. (&
masuk ke dalam tanah dan meupakan bagian dai tanah tesebut. Kada bahan oganik didalam tanah sangat be<aiasi, dai muai kuang lebih
C(G pada tanah gambut sampai &G pada tanah di padang pasi. Tanah petanian yang ideal haus mengandung bahan oganik sekita $(G.
Untuk mengetahui kandungan bahan oganik yang ada dalam tanah, dapat dilakukan dengan membaka tanah #telebih dahulu dikeingkan+ pada suhu yang tinggi, sehingga seluuh bahan oganik yang teuai men6adi HO dan >O. =eat yang hilang dai tanah yang keing tadi adalah bahan
oganik yang dikandung oleh tanah tesebut.
Salah satu bentuk bahan oganik yang penting di dalam tanah adalah humus. Humus ini sangat halus, tesusun oleh selulosa dan lignin, bebentuk koloida dengan kapasitas imbibisi yang tinggi seta membuat
-isik tanah men6adi baik.
$! Air dan larutan tana&! Ai dalam tanah meupakan komponen yang penting bagi kehidupan tumbuhan yang tumbuh di atasnya. Ai dalam tanah bekisa mulai dai kuang sekali sampai 6enuh dengan ai. 5i dalam ai tanah biasanya telaut banyak mineal dan senya0a lainnya, yang se"aa keseluuhan disebut lautan tanah dan meupakan sumbe nutisi bagi tumbuhan.
%! Atmosfer tana&! Udaa yang mengisi ongga ongga anta patikel tanah disebut sebagai atmos-e tanah. Kandungan udaa anta patikel tanah ini sangat ditentukan oleh ukuan tanah yang membangunnya dan bekisa antaa )&G untuk tanah pasi sampai (&G untuk tanah liat. Kandungan udaa tanah ini akan lebih besa lagi pada tanah;tanah yang kaya akan bahan oganik. Pada tanah yang kandungan ainya belebihan, sehingga
mengisi seluuh ongga anta patikel tanah, kandungan udaa tanahnya dapat mendekati &G.
-! ,rganisme tana&! Oganisme yang hidup dalam tanah dapat dimasukkan sebagai bagian dai tanah itu sendii. Oganisme tanah yang tedii dai -loa dan -auna tanah, banyak membantu dalam menentukan stuktu dan si-at tanah, sepeti tingkat kegembuan tanah, kandungan oganik dan mineal tanah seta udaa tanah. Temasuk kedalam -loa tanah adalah baktei, 6amu dan ganggang sedangkan yang temasuk ke dalam -auna
tanah adalah poto/oa, nematoda, "a"ing, insekta, la<a insekta, dan he0an;he0an tinggi yang membuat lubang di dalam tanah.
Ga(.ar 3 K-(/-%e%4K-(/-%e% Ta%a* + Pe%5era/a% '%)'r *ara
a A$ar )e.a&a! -r&a% /e%5era/
Sebagian besa unsu yang dibutuhkan tanaman diseap dai lautan tanah melalui aka, ke"uali kabon dan oksigen yang diseap dai udaa oleh daun. Penyeapan unsu haa se"aa umum lebih lambat dibandingkan dengan penyeapan ai oleh aka tanaman.
Sistem peakaan tanaman lebih dikendalikan oleh si-at genetis dai tanaman yang besangkutan, tetapi telah pula dibuktikan bah0a sistem peakaan tanaman tesebut dapat dipengauhi oleh kondisi tanah atau media tumbuh tanaman. Fakto yang mempengauhi pola penyebaan aka antaa lain adalah penghalang mekanis, suhu tanah, aeasi, ketesediaan ai, dan ketesediaan unsu haa.
Pada kondisi -isik dan kimia tanah yang optimal, sistem peakaan tanaman sepenuhnya dipengauhi oleh -akto genetis. Pebedaan antaa spesies adalah kaena pebedaan genetis antaa spesies tesebut. Sebagai "ontoh, 6enis tumbuhan umput;umputan akan memiliki sistem aka seabut yang menyeba dangkal dekat pemukaan tanah, sedangkan tanaman 0otel akan membentuk aka tunggang yang tumbuh luus atau <etikal ke ba0ah dan membengkak sebagai ogan penyimpan. 5emikian pula halnya dengan 6enis tanaman lainnya, semua akan membentuk sistem peakaan yang men6adi "ii dai spesies tanaman tesebut. Se"aa umum, sistem peakaan tanaman menyeba lebih luas dibandingkan dengan ta6uk tanaman
Petumbuhan sistem peakaan tanaman ini akan menyimpang dai kondisi idealnya, 6ika kondisi tanah sebagai tempat tumbuhnya tidak pada kondisi optimal. Sebagai "ontoh, 6ika lapisan tanahnya dangkal # kaena adanya lapisan batu "adas diba0ahnya+, maka aka akan tumbuh se"aa hoi/ontal menyeba di lapisan atas tanah tesebut. 5emikian pula 6ika muka ai tanahnya dangkal, kaena aka tidak dapat melangsungkan metabolismenya se"aa nomal #aeobik+ pada kondisi tanah yang 6enuh ai. Pekembangan sistem pe"abangan aka akan lebih peangsang pada tempat; tempat di mana ai dan unsu haa lebih tesedia.
Kaena kesulitan dalam melakukan obse<asi, penelitian tentang aka elati- tebatas dibandingkan dengan penelitian pada bagian ta6uk tanaman. Sistem peakaan tanaman tidak hanya teus tumbuh, tetapi 6uga sebagian sistem peakaan tesebut mati selama siklus hidup tanaman. Sebagai "ontoh, tumbuhan semak yang tumbuh di guun akan mengganti tidak kuang dai sepeempat sistem peakaannya setiap tahun.
=entuk aka yang beupa silinde dan -ilamen # pan6ang dan amping+ membeikan keuntungan bagi aka dalam menyeap ai dan unsu haa. =entuk silinde lebih kokoh pe luas penampang melintangnya dibandingkan dengan bentuk;bentuk lainnya. =entuk silinde ini # ditambah dengan tudung aka yang melindungi+ menyebabkan aka mampu mendoong matik tanah dalam poses petumbuhannya. Sedangkan bentuk -ilamen memungkinkan aka untuk men6ela6ah lebih luas <olume tanah pe unit <olume aka, dibandingkan 6ika aka mempunyai bentuk lain. 3ilayah eksploasi yang lebih luas ini meningkatkan kemungkinan kontak antaa pemukaan aka dengan ai dan unsu haa, teutama pada kondisi yang elati- keing, kaena pada kondisi ini pegeakan lautan tanah menu6u pemukaan aka akan sangat lambat.
Untuk mempeluas pemukaan kontaknya, aga 6uga membentuk bulu; bulu aka. =ulu aka meupakan penon6olan dai sel;sel epidemis aka.
Pan6ang bulu aka umumnya sekita $,( mm. =ulu;bulu aka ini tebentuk pada daeah dekat dengan u6ung aka, tidak pada semua bagian aka. =ulu
aka 6uga mempunyai peanan yang penting dalam nodulasi aka pada tanaman leguminosa, kaena in-eksi bemula pada bulu;bulu aka ini.
Petumbuhan bulu aka akan dibatasi oleh kondisi tanah # teutama kelembaban+ dan akti<itas mikooganisme tanah. Misalnya, kebeadaan mikoi/a # teutama tipe ektomikoi/a+ tebukti menghambat pembentukan bulu aka pada tumbuhan koni-e #bedaun 6aum+.
. Pera% (!$-r!6a
Penelitian tentang aka umumnya dilakukan di umah ka"a atau lingkungan ati-isial lainnya, sangat 6aang yang dilakukan langsung di lapangan. Saat sekaang telah diketahui, bah0a kondisi peakaan tanaman bebeda antaa di umah ka"a dengan di lapangan. Mungkin lebih dai C&G spesies menun6ukkan bah0a sistem peakaannya tein-eksi oleh 6amu dan membentuk mikoi/a.
Mikoi/a se"aa ha-iah beati aka 6amu. 5alam konteks ini mikoi/a meupakan hubungan simbiotik dan mutualistik # menguntungkan kedua belah pihak+ antaa 6amu nonpatogen dengan sel;sel aka yang hidup, teutama sel epidemis dan koteks. amu mempeoleh senya0a oganik #teutama gula+ dai tanaman, sedangkan tanaman mempeoleh keuntungan kaena penyeapan unsu haa dan ai dapat belangsung lebih baik. =agian sistem peakaan tanaman yang tein-eksi adalah bagian aka yang masih muda.
Mikoi/a dikelompokkan atas dua 6enis yakni ektomikoi/a dan endomikoi/a. enis ketiga yang 6aang di6umpai adalah ektendoto-ik yang meupakan 6enis antaa ekto dan endomikoi/a. Untuk 6enis ektomikoi/a, hi-a 6amu membentuk mantel di lua aka dan didalam aka, yakni pada ongga anta sel pada lapisan epidemis dan koteks. Pada 6enis ini, hi-a tidak melakukan penetasi ke dalam sitoplasma sel, tetapi membentuk a6utan #net0ok+ yang ekstensi- di uang antasel, yang disebut sebagai 6aing Hatig. !ktomikoi/a umum di6umpai pada aka pepohonan dai keluaga Pinaceae. *agaceae. Betulaceae. Salicaceae. dan bebeapa 6enis pohon lainnya.
!ndomikoi/a tedii dai tiga 6enis tetapi yang paling umum dan banyak mendapat pehatian adalah mikoi/a <esikula; abuskula #MA+. amu MA ini temasuk keluaga endogonaceae! amu ini membentuk a6utan hi-a se"aa intenal pada 6aingan koteks dan sebagian hi-anya meman6ang dan men6ulu kelua dan masuk ke dalam tanah untuk menyeap ai dan
unsu haa. 3alaupun seolah 6amu ini melakukan penetasi langsung ke dalam sitosol sel koteks membentuk suatu stuktu yang disebut <esikel dan abuskel dengan sitosol sel koteks, yakni suatu memban plasma. amu MA ini diketahui beasosiasi dengan bebagai tanaman angiospema, baik dikotil maupun monokotil, tanaman tahunan atau tanaman semusim, dan tanaman;tanaman lokal. Tanaman gymnospemae yang diketahui membentuk asosiasi dengan 6amu MA adalah dai genus/upressus. "&u0a. "a1odium. 2uniperus. dan Sequoia!
Kaena 6amu mikoi/a ini menghaapkan kabohidat dai tanaman, naga untuk tanaman yang tenaungi # sehingga hasil -otosintesisnya endah+ makan sedikit mikoi/a yang tebentuk pada sistem peakaannya. uga tanaman yang tumbuh pada tanah;tanah yang subu, tidak di6umpai banyak mikoi/a pada sistem peakaannya.
Keuntungan dai kebeadaan mikoi/a yang telah banyak diketahui adalah meningkatkan seapan -os-at oleh tanaman, 0alaupun sesungguhnya seapan unsu;unsu haa yang lain dan ai 6uga ikut meningkat. Keuntungan tesebut se"aa umum adalah dalam penyeapan ion;ion esensial yang se"aa nomal bedi-usi se"aa lambat ke pemukaan aka, tetapi dibutuhkan dalam 6umlah besa oleh tanaman, misalnya -os-at, amonium, kalium, dan nitat.
=edasakan si-at asosiasi antaa 6amu mikoi/a dengan tanaman maka man-aat 6amu ini akan se"aa nyata telihat 6ika kondisi tanahnya miskin haa atau keing, sedangkan pada kondisi tanah yang subu, pean 6amu mikoi/a ini tidak akan kentaa.
Ta%a* a% Keter)e!aa% Hara
Tanah meupakan "ampuan yang heteogen dan beagam dai patikel mineal anoganik, hasil ombakan bahan oganik, dan bebagai 6enis mikooganisme, besama;sama dengan udaa dan ai yang didalamnya telaut bebagai gaam;gaam anoganik dan senya0a oganik. Patikel mineal tedii dai pasi, lempung dan liat yang teutama tesusun dai silikon, oksigen dan aluminium.
Patikel liat dan koloid oganik penting atinya bagi kesubuan tanah, kaena kemampuan bahan ini dalam mengadsobsi kation. Pemukaan mineal liat akan bemuatan negati- ika bebeapa atom Si*L digantikan oleh
pegantian ini te6adi maka sisi negati- mineal liat ini akan tesedia untuk menyeap kation;kation yang telaut di dalam ai tanah. Uutan liotopik #l3otropic series+ dai ka6ian yang akan teadsobsi adalah HL >aL MgL
K L :H*L :aL. 9on hidogen akan teadsopsi lebih kuat dibandingkan
dengan kation lainnya dan yang telemah adalah ion natium. Kation;kation yang teikat pada patikel tanah ini tidak akan mudah te"u"i sehingga tetap tesedia bagi tanaman.
Senya0a oganik dapat pula memiliki muatan negati- kaena ionisasi gugus kaboksil #;>OOH;;;; >OO; L HL+ dan gugus hidoksil #;OH+ dai
senya0a -enolik dai penguaian lignin kayu. dengan demikian senya0a oganik dapat mengadsobsi kation;kation tesebut.
Kation yang teikat pada patikel liat atau senya0a oganik dapat dipetukakan dengan kation yang telaut dalam lautan tanah. Poses ini disebut petukaan kation dan kemampuan tanah untuk mempetukakan kation, disebut sebagai kapasitas tuka kation, yang seing disingkat KTK. Petukaan kation yang teadsopsi dengan ion HL sangat penting atinya,
kaena menyebabkan ketesediaan dai kation tesebut bagi aka tanaman. 9on HL dibebaskan oleh aka dai asam malat dan senya0a oganik lainnya
ke dalam tanah. 9on HL 6uga dibebaskan 6ika >O
beeaksi dengan ai
membentuk H>O).
Kaena patikel tanah dan bahan oganik tanah lebih bemuatan negati-, maka unsu haa yang tesedia dalam bentuk anion, sepeti -os-at # HPO*;
atau HPO*; tegantung ph+, nitat #:O);+, sul-at #SO*;+, dan khlo #>l;+ akan
gampang te"u"i sehingga tidak tesedia bagi tanaman. :itogen memang dapat tesedia dalam bentuk amonium #:H*L+ tetapi bentuk ini segea
teoksidasi membentuk nitat oleh baktei di dalam tanah. Oleh sebab itu, sebagian besa tanaman #ke"uali keluaga leguminosa+ akan membutuhkan pemupukan nitogen untuk mema"u petumbuhannya.
L!%ta)a% Per&era$a% Hara Me%'' a% D!a#a( Jar!%&a% A$ar
Unsu haa dapat kontak dengan pemukaan aka melalui ) "aa, yakni8 #$+ se"aa di-usi dalam lNutan tanah, #+ se"aa pasi- teba0a oleh alian ai tanah, dan #)+ kaena aka tumbuh ke aah posisi haa tesebut dalam matik tanah.
Setelah beada pada pemukaan aka #kontak dengan aka+, bau unsu haa tesebut dapat diseap tanaman. 2intasan yang dilalui oleh ai dan unsu haa yang telaut didalamnya pada 6aingan aka menu6u pembuluh Eilem.
Kebanyakan ahli bependapat bah0a lintasan apoplas dan simplas sama pentingnya dalam pengangkutan ion ke pembuluh Eilem. Kalsium dalam bentuk ion >aL diangkut ke pembuluh Eilem melalui dinding sel #lintasan
apoplas+. Agaknya sel tumbuhan #dan 6uga sel he0an+ mempunyai suatu mekanisme untuk mempetahankan aga konsentasi kalsium pada sitosolnya tetap endah.
Pelu diingat, bah0a pada dinding sel pime tedapat lubang;lubang diantaa senya0a polisakaida penyusunnya yang "ukup besa untuk dilalui oleh bebagai senya0a yang telaut. 5engan demikian, pada dasanya dinding sel tidak meupakan penghalang atau hambatan bagi pegeakan ion menu6u pembuluh Eilem.
Pengangkutan ion melalui lintasan apoplas ini tidak dapat belangsung seutuhnya dai epidemis ke pembuluh Eilem, kaena pada sel;sel endodemis tedapat Pita >aspaian yang besi-at impemeabel. Pada posisi ini pengangkutan ion selan6utnya dikendalikan oleh memban plasma sel;sel endodemis. Memban ini mengendalikan la6u pengangkutan dan 6enis ion yang akan diangkut ke pembuluh Eilem.
Pada saat diangkut melalui dinding sel dai epidemis ke endodemis, sebagian ion akan pula diseap oleh sel;sel yang dilaluinya, masuk ke sitosol dai sel;sel tesebut sehingga ion;ion ini diangkut melalui lintasan simplas. Sebagian ion yang telah masuk ke sitosol sel;sel ini akan pula diangkut masuk ke <akuola sel, di mana peanannya penting dalam menyebabkan penuunan potensi osmotik aka, sehingga mempe"epat seapan ai,
meningkatkan tekanan tugo sel sel tesebut dan akhinya mema"u petumbuhan aka menembus tanah.
Untuk ion;ion yang diseap langsung oleh sel;sel epidemis, akan diangkut ke pembuluh Eilem se"aa simplastik, melintasi bebeapa lapis sel koteks, sel endodemis, dan sel sel peisikel. Pengangkutan ini melintasi dinding sel, lamela tengah dan plasma memban atau pengangkutan belangsung melalui plasmodesmata.
Telepas dai lintasan mana yang dilalui dalam pegeakan ion dai pemukaan aka menu6u pembuluh Eylem, yang 6elas ion;ion tesebut haus masuk ke dalam sel;sel mati yang membentuk pembuluh Eilem. Hasil penelitian dengan menggunakan senya0a penghambat espiasi # teutama yang membloki pembentukan ATP+ menun6ukkan bah0a tans-e ion ke pembuluh Eilem membutuhkan enegi metaboli" yakni ATP. 5engan
demikian, sel;sel peisikel #atau bagian sel;sel Eilem yang masih hidup+ pada satu sisi bepean menyeap ion dai sel;sel hidup di sekitanya dan pada sisi lainnya be-ungsi mengeluakannya ke pembuluh Eilem.
e Pr!%)!/ Pe%5era/a% Hara
Pelu ditekankan kembali bah0a seapan ion dikendalikan oleh memban #paling tidak oleh memban sel endodemis+. Sehubungan dengan peanan memban ini maka ada empat pinsip penyeapan ion yakni8
$. ika sel tidak melangsungkan metabolisme atau mati maka membannya akan lebih mudah dilalui oleh bahan;bahan yang telaut #solute+.
. Molekul ai dan gas;gas yang telaut didalamnya sepeti :, O dan >O
dapat melalui memban dengan mudah.
). =ahan telaut yang besi-at hido-obik menembus memban dengan kemudahan sebanding dengan tingkat kelautannya dalam lemak.
*. 9on;ion atau molekul;molekul yang besi-at hido-ilik dengan tingkat kelautan dalam lemak yang sama akan menembus memban dengan tingkat kemudahan yang bebanding tebalik dengan ukuannya #beat molekulnya+.
ika sel dimatikan dengan pelakuan suhu tinggi atau dengan menggunakan senya0a a"un atau 6ika poses metabolismenya dihambat dengan pelakuan suhu endah atau dengan menggunakan senya0a penghambat eaksi metabolismenya, maka sebagian ion atau bahan telaut akan kelua dengan mudah dai dalam sitoplasma sel. Hal ini meupakan bukti bah0a pemeabilitas memban tehadap ion tesebut men6adi
meningkat.
=elum dapat di6elaskan se"aa memuaskan bagaimana ai dan gas;gas tetentu dapat kelua masuk melalui memban dengan leluasa. Tetapi 6elas -enomena ini membeikan keuntungan bagi metabolisme tanaman. 5ai hasil pe"obaan tebukti bah0a ai dapat lebih "epat menembus suatu memban ati-isial yang tesusun dai hanya -os-olipida, dibandingkan
melalui memban alami sel tumbuhan. Hasil pembuktian ini membeikan indikasi bah0a ai agaknya menembus memban sel tumbuhan melalui bagian lipida dai memban, bukan melalui potein memban sebagaimana
sebelumnya diasumsikan.
=ahan telaut yang lebih besi-at hido-obik menembus memban lebih mudah dibanding senya0a yang lebih besi-at hido-ilik. Sebagai "ontoh, metilalkohol #>H)OH+ dapat laut dalam lemak )& kali lebih "epat
dibandingkan uea dan 6uga dapat menembus memban )&& kali lebih "epat dibandingkan molekul uea tesebut. Ukuan ke dua molekul ini tidak telalu bebeda, 0alaupun uea memang sedikit lebih besa #tetapi 6elas tidak )& kali lebih besa dai metilalkohol+. Pada kasus yang lain untuk membuktikan bah0a kelautan dalam lemak lebih dominan dibanding ukuan adalah pebandingan antaa <aleamida dengan laktamida. aleamida #dengan ( kabon+ beukuan lebih besa dai laktamida # dengan tiga kabon+, tetapi <aleamida *& kali lebih mudah laut dalam lemak dan konsisten dengan ini tenyata <aleamida dapat menembus memban )( kali lebih "epat dibandingkan laktamida. Senya0a;senya0a ini dipekiakan menembus memban melalui lapisan ganda lipida #lipid 'ila3er)!
Kelautan dalam lemak behubungan dengan kemudahan suatu senya0a untuk teionisasi ika dilautkan dalam ai. ika suatu senya0a men6adi bemuatan positi- atau negati- maka senya0a tesebut akan sulit laut dalam
lemak tetapi men6adi mudah laut dalam ai.
Alasan mengapa hebisida ,*;5 lebih mudah diseap oleh tumbuhan pada kondisi PH endah 6uga bekaitan dengan solubilitas hebisida ini dalam lemak, gimana hebisida ini tidak bemuatan pada pH endah sebaliknya akan bemuatan negati- pada pH netal atau PH tinggi.
Ukuan memang akan pula mempengauhi kemudahan ion menembus memban tetapi yang menentukan kemudahan suatu ion untuk menembus memban adalah ukuan setelah molekul;molekul ai menempel pada ion; ion tesebut atau ukuan setelah ion tehidasi #&3drated si4e)! adi bukan ukuan langsung dai ion itu sendii. Sebagai "ontoh 2iL mempunyai
diamete &,$ nm, tetapi mampu mengikat ( molekul ai, sedangkan K L
molekul ai, sehingga ukuan setelah tehidasi akan menun6ukkan bah0a 2iL lebih besa daipada K L.
Kaena ion baik kation maupun anion yang be<alensi atau lebih banyak mengikat molekul ai dibandingkan ion be<alensi $, sebagai "ontoh >a L dapat mengikat $ molekul ai, maka ion be<alensi akan lebih sulit
menembus memban dibanding ion be<alensi $. Selan6utnya ion be<alensi ) akan lebih sulit dibandingkan ion be<alensi .
Kara$ter!)t!$ Sera/a% Hara
Seapan haa besi-at akumulati-, selekti, satu aah #unidirectional). dan tidak dapat 6enuh. Kaakteistik seapan ini akan dibahas satu pesatu pada uaian di ba0ah ini.
Akumulatif! Konsentasi haa esensial dalam sel dapat men6adi 6auh lebih tinggi dibandingkan konsentasi pada lautan di lua sel. Penyeapan haa pada 0aktu yang lama yang menyebabkan konsentasi haa dalam sel 6auh lebih tinggi ini disebut sebagai akumulasi haa. Pebandingan antaa konsentasi didalam dan dilua sel disebut sebagai nisbah akumulasi #accumulation ratio)! Konsentasi kalium dalam 6aingan tanaman dapat men"apai ( mm, sedangkan di dalam lautan tanah umumnya konsentasi kalium sekita &,$ mm. =eati untuk kasus kalium ini nisbah akumulasi men"apai sekita (&. Poses akumulasi ini tentu tidak dapat te6adi hanya kaena di-usi bebas tanpa melibatkan enegi metabolik. Si-at akumulati- dai sel dalam kaitannya dengan seapan haa ini belaku untuk semua sel hidup tidak hanya pada tumbuhan tingkat tinggi.
:atium bukan meupakan unsu haa esensial bagi tumbuhan tetapi unsu ini seing ikut teseap oleh tanaman se"aa di-usi. Tumbuhan se"aa umum memiliki suatu mekanisme untuk menghambat te6adinya akumulasi unsu ini dengan "aa memompakan unsu ini kelua dai sitosol, yakni kelua dai sel atau dipompa masuk ke <akuola sel. Poses pemompaan ini memelukan enegi metabolik #ATP; dependent+.
Selektif! Selain si-at akumulati- yang telah diuaikan di atas, seapan ion oleh aka 6uga besi-at selekti-. Sebagaimana telah didemonstasikan bah0a seapan ion K L tidak dipengauhi oleh kehadian ion lain dengan muatan
<alensinya sepeti >aL atau Mg L. Hal sama 6uga dibuktikan bah0a seapan
ion >l; tidak dipengauhi oleh :O);, H
PO*;, dan SO*;.
Si-at selekti<itas ini tidak hanya belaku untuk penyeapan ion, tetapi 6uga untuk senya0a oganik sepeti asam amino dan gula. Si-at selekti<itas ini telihat pada semua bagian tanaman. Fakta ini mendukung teoi bah0a potein pemba0a pada memban mengangkut ion ke dalam sel, kaena en/im #yang adalah potein+ telah diketahui dapat mengenal se"aa selekti- dan diakti-kan atau dihambat oleh ion atau senya0a tetentu, tidak boleh sembaang ion atau senya0a.
3alaupun demikian, si-at selekti<itas dalam peneapan ion ini kadang tidak bepean sepenuhnya. Misalnya seapan ion K L dapat dihambat se"aa
kompetiti- oleh ion bL, ion >l; oleh = ;, ion >aL oleh S L atau kadang oleh
MgL, dan ion SO
*; # selenat+.
Satu ara&! Seapan ion lebih besi-at satu aah. 9yan masuk ke sitosol sel dengan lebih dipa"u tetapi untuk kembali kelua dai sel akan lebih dihambat. 5emikian pula halnya bagi ion;ion yang diangkut masuk ke dalam <akuola sel, akan 6aang yang diangkut kembali ke lua dai <akuola tesebut #in-luE e--luE+. Kebo"oan memban #ion kelua dai sitosol+ hanya belangsung mudah 6ika memban tesebut telah usak, misalnya akibat suhu tinggi atau penyebab lainnya.
"idak dapat 0enu&! Seapan ion oleh aka tanaman menuut !. !pstein mempunyai paling tidak dua mekanisme yang bebeda, yakni untuk seapan pada konsentasi endah dan untuk pada konsentasi tinggi. ika seapan sepenuhnya belangsung se"aa di-usi, maka tentunya la6u seapan akan meningkat se"aa linea dengan meningkatnya konsentasi lautan dalam lautan di lua sel. Tetapi pada kenyataannya la6u seapan belangsung lebih "epat dan tidak besi-at linea, yakni lebih besi-at asimptotik. 2a6u seapan yang lebih "epat ini diyakini kaena adanya peanan potein pemba0a pada memban. Potein pemba0a ini men6adi 6enuh pada konsentasi yang elati- endah, yakni $mM. Setelah 6enuh, peningkatan konsentasi lautan tidak lagi mempengauhi seapan. Pola seapan ini oleh !pstein disebut sebagai mekanisme $.
Ke6enuhan pada mekanisme $ ini tenyata dapat diatasi 6ika konsentasi ion tesebut telah ditingkatkan. !pstein bekeyakinan bah0a tentu ada
mekanisme yang lain yang bepean dalam seapan ion pada konsentasi tinggi ini, yang mungkin melibatkan potein pemba0a lain #kaena potein pemba0a pada mekanisme $ telah 6enuh+. Mekanisme seapan pada
konsentasi tinggi ini disebut oleh !pstain sebagai mekanisme .
Tetapi dengan teknik yang lebih "anggih, 2eon , Ko"hian, dan 3illiam . 2u"as pada a0al tahun $C'&;an melakukan penelitian di Uni<esity o- >ali-onia at 5a<is dan membuktikan bah0a seapan ion tidak mempunyai mekanisme ganda sebagaimana diungkapkan oleh !pstein tesebut diatas.
Ko"hian dan 2u"as membuktikannya dengan menggunakan ion bL # yang si-at seapannya sama dengan ion KL+ bemuatan adio akti- sampai dengan konsentasi $& mM. Hasil penelitian Ko"hian dan 2u"as menun6ukkan bah0a seapan ion tidak men"apai tingkat 6enuh sampai pada konsentasi tetinggi yang digunakan. Seapan pada konsentasi tinggi ini semula dianggap hanya belangsung se"aa di-usi #kaena la6u seapannya meningkat se"aa linea dengan peningkatan konsentasi ion+, tetapi setelah tebukti bah0a la6u seapan ini tehambat 6ika dibei pelakuan senya0a menghambat eaksi metabolik, disimpulkan bah0a pada konsentasi tinggi 6uga melibatkan peanan potein pemba0a pada memban.
& Me$a%!)(e Sera/a% Hara
Unsu haa akan diseap se"aa di-usi 6ika konsentasi di lua sitosol #pada dinding sel atau lautan tanah+ lebih tinggi daipada konsentasi di dalam sitosol. Poses di-usi ini dapat belangsung kaena konsentasi bebeapa ion di dalam sitosol dipetahankan untuk tetap endah, kaena begitu ion;ion tesebut masuk dalam sitosol akan segea dikon<esi ke bentuk lain, misalnya :O); segea dieduksi men6adi :H*L yang selan6utnya
digunakan dalam sintesis asam amino dan selan6utnya potein. Sedangkan HPO*; dikon<esi men6adi gula -os-at, nukleotida, :A atau 5:A. 5engan
demikian konsentasi ketika anion ini dalam sitosol "endeung untuk tetap endah dan menyebabkan poses di-usi dapat teus belangsung.
9on menembus memban se"aa di-usi melalui potein integal pada memban, di mana potein ini mempe"epat la6u di-usi tesebut. =ebeapa antibiotik polipeptida # potein beukuan ke"il+ telah tebukti dapat mempe"epat pengangkutan kation. Senya0a antibiotik ini disebut iono-o
#ionop&ore). kaena kemampuannya untuk mengangkut kation menembus memban.
9ono-o mempunyai bentuk sepeti kue donat dengan sisi hido-ilik pada tepi lubangnya dan sisi hido-obik pada tepi luanya. 9ono-o ini tesusun api dai sisi lua memban sampai ke sisi dalam memban sehingga membentuk stuktu sepeti pipa saluan, yang seing disebut sebagai saluan potein # protein c&annel) pada memban. Kation yang diangkut melalui saluan ini adalah ion dalam bentuk tehidasi dan molekul ai pada ion;ion tesebut akan telepas selama poses pengangkutannya.
Ukuan saluan iono-o ini yang akan menentukan selekti<itas memban untuk menentukan 6enis kation yang akan diangkut. Misalnya <alinomisin #valinom3cin) dapat mengangkat $&&& ion K L pe detik, tetapi pengangkutan
ion :aL 6auh lebih lambat #sekita $ ion pe $& detik+.
=ebeapa ion tidak segea atau tidak sama sekali dikon<esi ke bentuk lain setelah masuk dalam sitosol, misalnya ion K L, :aL, >l;, dan H
=O);.
Kation;kation be<alensi sepeti kalsium, magnesium, besi, seng, mangan dan tembaga dapat segea teikat pada gugus bemuatan negati- dai molekul potein, sehingga menguangi 6umlah kation;kation tesebut yang dalam bentuk bebas pada sitosol sel.
ika konsentasi ion;ion di dalam sitosol lebih tinggi daipada konsentasinya di lua sitosol, maka poses di-usi tidak dapat belangsung. Pada kenyataannya, 0alaupun konsentasi di dalam sitosol 6auh lebih tinggi, poses seapan ion masih teus belangsung. Pada kondisi sepeti ini seapan ion akan tegantung pada ketesediaan ATP, beati pula tegantung pada kemampuan sel untuk melangsungkan espiasi untuk menghasilkan ATP.
ATP tehidolisis untuk menghasilkan enegi #sebesa %,1 k"al pe molekul+. Poses hidolisis ini akan menguntungkan dalam pengangkutan ion. Petama, akan menyebabkan sitosol lebih bemuatan negati- sedangkan di lua sitosol akan lebih bemuatan positi- dan kedua, akan menyebabkan PH sitosol meningkat sedangkan dilua sitosol PH akan menuun. Muatan lebih negati- dai sitosol akan meangsang kation masuk ke dalam sitosol.
Peubahan muatan dan pH sitosol dan lua sitosol sebagai akibat hidolisis ATP ini disebabkan kaena molekul ai yang digunakan tesebut
tebentuk dai OH; dai lua sitosol, sedangkan HLnya beasal dai dalam
sitosol.
Pebedaan muatan akibat hidolisis ATP mema"u masuknya kation ke dalam sitosol, tetapi tidak mema"u masuknya anion. Anion diangkut masuk ke dalam sitosol melalui bebeapa "aa antaa lain8 petama, poses ini dapat belangsung se"aa di-usi sebagaimana di6elaskan tedahulu, kaena konsentasi di dalam sitosol di6aga aga tetap endah. Kedua dapat belangsung se"aa s3mport atau cotransport yakni diangkut oleh potein pemba0a besamaan dengan masuknya ion HL, ion hidogen ini diangkut
untuk men6aga stabilitas pH sitosol.
Pegeakan ion HL dai konsentasi tinggi #lua sitosol+ ke tempat dengan
konsentasi lebih endah #sitosol+ akan menghasilkan enegi dan enegi ini digunakan untuk mengangkut ion lain #misalnya anion+ mela0an aus pebedaan konsentasinya #dai konsentasi endah ke konsentasi tinggi+.
Pengangkutan ion HL ke dalam sitosol oleh potein pemba0a dapat pula
dibaengi dengan pengangkutan kation lain #misalnya :aL+ kelua sitosol.
Poses ini disebut sebagai antiport atau counteetransport! * Pe%5era/a% a% /e(!%a*a% 6at ter#ar't
Iat;/at telaut dapat begeak dengan di-usi melalui saluan yang tedapat pada peintang -isik atau masuk besama alian pelaut. Apabila peintang -isik, misalnya suatu memban atau bahan koloida sepeti sitoplasma mengganggu poses pemasukan se"aa bebas maka bebagai ma"am mekanisme akan dilakukan dalam usaha pemindahan /at telaut #mineal+ melalui peintang tesebut. Apabila si-at peintangnya tidak mutlak, lautan atau komponen dai lautan dapat mengali bedi-usi melalui peintang tesebut. Kadang;kadang la6u di-usi atau alian akan dipengauhi
oleh si-at peintang itu sendii. Apabila peintang itu suatu sistem kehidupan sepeti memban atau potoplasma, /at telaut dapat begeak mele0atinya baik se"aa di-usi pasi- maupun angkutan akti-. Apabila molekul begeak
dengan "aa di-usi, meeka hanya akan begeak dai daeah yang potensialnya lebih tinggi ke daeah yang potensialnya lebih endah. Angkutan akti- beati suatu poses pemindahan molekul atau ion dai suatu tempat ke tempat lain, melalui poses yang memelukan enegi dan meeka dapat mela0an aah di-usi bebas.
Iat;/at telaut dapat 6uga begeak melintasi memban melalui poses lain. =ahan diangkut dengan membentuk gelembung atau <esikel pada satu sisi memban dan akan mengeluakan isinya di sisi yang lain. Poses ini disebut pinositosis yang pada dasanya meupakan pengosongan <akuola; <akuola ke"il melalui memban. Pinositosis meupakan poses yang si-atnya tidak selekti-, kaena /at telaut begeak sebagai bagian dai gelembung ke"il pada lautan, tidak se"aa bebas. Iat;/at non elektolit "endeung untuk bedi-usi melalui memban dengan kada "epat kuang lebih sebanding dengan daya lautnya dalam lemak atau pelaut lemak dan bebanding tebalik tehadap ukuan molekulnya.
5inding sel se"aa bebas pemeabel untuk petanyaan /at telaut sedangkan pemeabilitas memban sangat ke"il. Hal ini disebabkan bahan hidup sel mempengauhi dan mengontol kelua masuknya /at telaut dai sel. 5inding sel dengan ongga ongga anta sel, pemeabel tehadap ai dan /at;/at telaut. 5inding sel tidak begitu penting dalam angkutan /at telaut, meeka tepisah bisa oleh se6umlah besa poi;poi ke"il atau lubang yang disebut plasmodesmata. Memban sitoplasma sebelah lua #plasmalema+ teoi sel sel yang bedekatan, behubungan eat sekali dalam setiap plasmodesmata. 5ipekiakan didapatkan sekita ($&' plasmodesmata pe
"m, dan hal ini beati bah0a sel;sel yang bedekatan memiliki banyak sekali saluan sehingga angkutan bahan;bahan baik se"aa akti- maupun pasi- te6adi tanpa melalui dinding sel. adi si-at memban dan inteaksinya dengan /at telaut meupakan hal yang paling penting dalam angkutan /at telaut.
Ga(.ar 8 Pertukaran ion dan 4at terlarut melintasi mem'ran 3ang meli'atkan difusi seder&ana. difasilitasidifusi. maupun transpor aktif!
! Pe%5era/a% /a)!
Penyeapan pasi- meupakan poses penyeapan yang non metabolik. Poses penyeapan ion se"aa pasi- telah banyak dilakukan oleh se6umlah peneliti. =igg dan obetson pada $C(% mendapatkan bah0a Apabila sel atau 6aingan tumbuhan dipindahkan dai medium yang bekada gaam endah ke medium yang elati- lebih pekat, mula;mula akan men6adi pengambilan ion se"aa "epat kemudian diikuti dengan pengambilan se"aa konstan dan akhinya men6adi lambat yang dikontol oleh metabolisme. Pengambilan ion yang mula;mula "epat tidak melibatkan enegi metabolik. Apabila kemudian 6aingan tesebut dipindahkan kembali pada medium yang bekada gaam endah, se6umlah ion yang telah diambil akan bedi-usi kelua dan masuk ke dalam medium. 5ai pe"obaan tesebut dapat dikatakan bah0a sel atau 6aingan yang dimasukkan ke dalam lautan gaam akan tebuka untuk melakukan di-usi bebas sampai men"apai keseimbangan dengan medium di luanya. =agian dai sel atau 6aingan tumbuhan yang mengi/inkan te6adinya di-usi bebas disebut oute spa"e.
9on;ion yang diseap pada pemukaan dinding sel atau memban suatu sel, dapat dipetukakan dengan ion;ion dai lautan diluanya. Sebagai "ontoh kation K L dai lautan di lua dapat dipetukakan dengan ion
hidogen #HL+ yang teseap pada pemukaan memban sel. Selan6utnya
kation akan diseap pada pemukaan memban dengan "aa asmotik tidak akti-. Hal yang sama dapat pula te6adi dengan anion yang dipetukakan dengan ion hidoksil. Poses ini lebih dikenal dengan nama petukaan ion.
5onnan mengemukakan hipotesis yang disebut keseimbangan 5onnan. 5ia mengatakan bah0a apabila di bagian dalam suatu memban sel ada se6umlah konsentasi anion dan memban tesebut tidak pemeabel tehadapnya tetapi pemeabel se"aa bebas tehadap kation maupun anion dai lautan di luanya, maka se6umlah sama kation maupun anion dai lua akan bedi-usi melintasi memban sampai keseimbangan te"apai. Se"aa nomal keseimbangan ini haus diikuti dengan keseimbangan listik sehingga penambahan kation dipelukan untuk menyeimbangkan muatan negati- dai anion yang sudah ada di bagian dalam memban. Oleh kaenanya konsentasi kation pada lautan sebelah dalam memban akan lebih besa daipada lautan di sebelah lua dan sebaliknya konsentasi anion dibagian dalam memban akan lebih endah daipada bagian lua. Hal yang sama akan te6adi pula apabila di bagian dalam sudah ada kation yang tidak pemeabel tehadap memban.
Angkutan pasi- dapat pula te6adi melalui alian massa. =ebeapa peneliti pe"aya bah0a meningkatnya tanspiasi dapat meningkatkan penyeapan ion;ion. Penelitian 2opunsky pada tahun $C1*, menun6ukkan bah0a pembeian tekanan hidostatik kepada sistem peakaan tanaman tomat yang bagian atasnya dipotong dalam be6ana tetutup beisi lautan nutien yang mengandung ) P dan )( >a, telah meningkatkan 6umlah -os-at dan kalsium yang begeak ke dalam Eilem aka.
5ai bahasan di atas, dapatkah kita katakan bah0a sebagian dai mineal; mineal yang diseap oleh tumbuhan beasal dai hasil penyeapan se"aa pasi-.
Pe%5era/a% a% a%&$'ta% a$t!
Analisis langsung tehadap "aian <akuola tanaman yang diendam dalam lautan gaam yang konsentasinya diketahui, menun6ukkan bah0a baik anion maupun kation diakumulasikan oleh tumbuhan dengan mela0an gadien konsentasi. Analisis yang dilakukan tehadap "aian <akuola 5itella clavata dan 6alonia macrop&3sa oleh Hoagland #$C**+,